Pengertian Kelompok Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.  Faktor yang mendorong terbentuknya kelompok 1. Kedekatan Kedekatan sangat mempengaruhi terbentuknya suatu kelompok. Semakin dekat jarak atau hubungan antara dua orang, maka akan sering terjadi interaksi sosial di antara keduanya. 2. Kesamaan Kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat inteligensi, atau karakter mempengaruhi terbentuknya suatu kelompok. Karena dengan adanya kesamaankesamaan tersebut dapat memperkecil hambatan dalam mencapai tujuan bersama.  Macam Kelompok Menurut Robert Bierstedt 1. Kelompok Statis, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antara anggotanya. Contoh: Kelompok penduduk usia 15-64 tahun di suatu desa. 2. Kelompok Kemasyarakatan, memiliki persamaan tetapi tidak memiliki hubungan sosial di antara anggotanya. 3. Kelompok Sosial, anggotanya memiliki kesadaran jenis dan saling berhubungan tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok arisan di suatu rukun tetangga. 4. Kelompok Asosiasi, anggotanya memiliki kesadaran jenis dan persamaan, saling berhubungan, dan memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah, OSIS, perusahaan.

A.

 Jenis Kelompok Berdasarkan Keteraturannya Kelompok sosial yang teratur. 1. In-group dan out-group In-group adalah kelompok sosial dimana individu menetapkan dirinya dalam kelompok tersebut. Out-group adalah kelompok yang berada di luar kelompok dirinya (lawan dari In-group). Contoh: Beni adalah siswa kelas 10.11, maka yang menjadi In-group adalah kelas 10.11. Sedangkan yang menjadi out-group adalah kelas 10.1 sampai 10.10. 2. Kelompok primer dan sekunder Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat yang bersifat personal. Contoh: keluarga Kelompok sekunder adalah kelompok besar yang bersifat sementara dengan tujuan tertentu, dan hubungan anggotanya bersifat impersonal. Contoh: tim basket, ekskul

Membership group dan reference group Membership group adalah kelompok yang di dalamnya setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Reference group adalah kelompok yang menjadi acuan seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya. Patembayan bersifat sebagai bentuk yang ada dalam pikiran belaka. adalah beberapa individu yang berkumpul secara kebetulan. ikatan lahir yang bersifat pokok dan hanya untuk jangka waktu yang pendek. Contoh: Pesantren. pertemuan pengalaman dan kepentingan. Contoh: Interaksi melalui internet 4. Contoh: Masyarakat umum yang menonton pertandingan sepak bola. Contoh: Alumni-alumni dari SMAN 5 Bekasi mengadakan pertemuan setiap bulannya. Contoh: Negara. Contoh: Rossi mengalami kecelakaan saat berkendara di jalan raya. Kelompok sosial yang tidak teratur 1.3 . madrasah B.  Pengertian Lembaga Lembaga adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang oleh masyarakat dianggap penting. Formal group dan informal group Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas yang diciptakan untuk mengatur hubungan antar sesamanya. 2. Pengendara di sekitarnya menghampiri dan berkumpul di lokasi tsb. Informal group adalah kelompok yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang. Contoh: Di perumahan Kemang Pratama. pendidikan. yang setiap bulannya mengadakan pertemuan. Contoh: Kelas 10. peradilan . adalah orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan.3. 5. mempunyai anggota 32 siswa. Kerumunan. Patembayan adalah. sekolah. Paguyuban dan patembayan Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Orang-orang itu lalu membentuk suatu kelompok yang disebut paguyuban purworejo. Kumpulan orang itu disebut kerumunan. Publik. Contoh: agama. penghuninya banyak yang berasal dari Purworejo.

Mempunyai satu atau beberapa tujuan. Organisasi informal Organisasi yang bersifat tidak resmi. 2.  Jenis-jenis Organisasi 1. 4. Ciri-ciri Lembaga Sosial Menurut Gillin & Gillin Pola pemikiran dan perilaku terwujud dalam aktivitas masyarakat. Contoh: Fans club suatu klub sepak bola. 2. Memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis. Ada alat kelengkapan untuk mencapai tujuannya. Sebagai pedoman masyarakat dalam bertingkah laku atau bersikap dalm menghadapi masalah masyarakat. 5. Menjadi pegangan untuk mengadakan sistem pengendalian sosial  1. perencanaan dan program yang akan dilaksanakan tidak tidak dirumuskan secara jelas dan tegas. mempunyai struktur organisasi resmi dan perencanaan program yang jelas serta mempunyai peraturan tegas. mempunyai struktur organisasi yang resmi. 2. pembentukannya secara spontan saat nonton bareng. pembentukannya bisa terjadi secara spontan. tidak mempunyai struktur organisasi. Organisasi formal Organisasi yang sifatnya lebih teratur. Fungsi Lembaga Sosial 1. . Memiliki lambang yang menggambarkan tujuan dan fungsinya. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu. Menjaga keutuhan masyarakat 3. 6. 3. struktur organisasi yang tidak begitu jelas bahkan tidak ada.  Pengertian Organisasi Sosial Organisasi sosial adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan dan kesadaran berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. serta terdapat perencanaan dan program yang akan dilaksanakan secara jelas. Contoh: Negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful