P. 1
Mendongeng: Energi Bagi Pendidikan Anak

Mendongeng: Energi Bagi Pendidikan Anak

4.0

|Views: 603|Likes:
Published by jiip
susanti agustina
susanti agustina

More info:

Published by: jiip on Dec 02, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Mendongeng: Energi Bagi Pendidikan dan Pengajaran Anak Oleh: Susanti Agustina Mendongeng adalah seni tertua warisan

leluhur yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai salah satu sarana positif guna mendukung berbagai kepentingan sosial secara luas. Jauh sebelum munculnya peninggalan tertulis maupun buku, manusia berkomunikasi dan merekam peristiwa-peristiwa kehidupan mereka secara bertutur turun temurun. Tradisi lisan dahulu sempat menjadi primadona dan andalan para orang tua, terutama ibu dan nenek dalam mengantar tidur anak atau cucu mereka. Mendongeng merupakan kegiatan mengasyikan namun langka dilakukan dewasa ini. Perkembangan maupun perubahan sosial masyarakat yang sangat pesat agaknya berpengaruh terhadap minimnya aktifitas mendongeng, baik di rumah, sekolah, tempat ibadah, taman bermain, bahkan perpustakaan sekalipun. Padahal, manfaat mendongeng luar biasa sekali. Mendongeng dapat mengasah kecerdasan majemuk seseorang, lewat mendongeng seseorang dilatih untuk mengembangakan sisi imajinasi dan meningkatkan kemampuan mendengarkan yang akan melahirkan kreatifitas dalam dirinya. Hal penting lainnya mendongeng merupakan upaya yang turut ambil bagian dalam menyampaikan pesan pendidikan moral yang baik di kalangan anak-anak. Di sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar, guru biasa mendongeng atau bertutur pada murid-murid setiap pagi hari atau menjelang pulang sekolah. Entah mengapa, pemandangan mengasyikan ini sekarang sungguh langka atau bahkan nyaris punah. Apa yang terjadi sekarang anak sering berangkat tidur tanpa sepengetahuan ibunya. Ibu barangkali masih asyik dengan sinetronnya atau mungkin faktor kesibukan yang semakin meningkat sehingga tidak sempat lagi mengantar tidur anaknya dengan dongeng-dongeng. Meski nampak sepele, dongeng sangat berarti bagi perkembangan jiwa anak. Dongeng dapat menjadi senjata ampuh dalam menerapkan disiplin pada anak, juga menjadi cara mengajari sesuatu tanpa kesan menggurui. Anak yang rewel, sulit diatur dan pembangkang dapat dikenalkan baik-buruk, benar-salah melalui dongeng. Dongeng yang sangat disukai biasanya fabel (cerita tentang kehidupan binatang) sebab dapat digunakan sebagai sarana menyindir tingkah laku manusia tanpa menyebabkan sakit hati. Dongeng memang dunia anak-anak. Namun metode mendongeng dalam aktifitas pendidikan jenjang apapun menurut hemat penulis sangat efektif. Yang terpenting adalah

menyesuaikan media penyampaian dongeng tersebut. Untuk anak-anak bisa dengan bantuan boneka tangan, panggung sandiwara boneka, sedangkan untuk remaja dan dewasa dapat dibantu slide, gambar, movie maker, power point, dsb. Bila dulu anak-anak mendengar dongeng dari ibu/nenek saat menjelang tidur, kini mereka bisa mendapatkan dongeng dari buku cerita bergambar, VCD, DVD, atau cerita anak yang ditayangkan di televisi. Seperti salah satu VCD/ DVD Barney berjudul it’s time for counting (Saatnya Berhitung). Pada intinya menceritakan tentang seorang pendongeng yang suka berkeliling dunia bernama Stella. Stella kehilangan angka-angka yang ada pada jam dinding yang selalu ia bawa berkeliling dunia, sehingga Barney dan kawan-kawan membantu Stella menemukan angka-angka yang hilang dengan pergi ke perpustakaan yang biasa dikunjungi Stella. Mereka menemukan angka tersebut di buku cerita yang berhubungan dengan angka yang menjadi ide cerita Stella. Menarik, karena sebenarnya matematika yang diajarkan melalui dongeng/ cerita akan jauh lebih menyenangkan dibanding metode menghafal. Melalui dongeng pendidik dapat menularkan energi positif dan tujuan yang lebih luhur, seperti pengenalan agama, alam lingkungan, budi pekerti, perilaku terpuji, bahkan matematika dasar. Guru taman kanak-kanak atau sekolah dasar yang terbiasa mendongeng, barangkali kurang menyadari bahwa melalui berbagai cerita yang didongengkannya tentang kupu-kupu yang cantik, katak, bunga, atau apa saja, mereka tengah menyajikan fakta-fakta ilmu pengetahuan alam secara sederhana dan menarik dan dapat mengantarkan keindahan alam langsung ke hadapan anak-anak. Hakikat dari cerita itu bukanlah kumpulan ilmu pengetahuan, lampiran geografi, atau paparan sejarah. Cerita dan bercerita adalah bagian dari olah seni. Karenanya mendongeng di kelas akan menghadirkan atmosfer relaksasi, juga media penyegaran yang rekreatif, efektif dalam membina hubungan antara guru-murid, memperkaya pengalaman batin anak, dan menstimulasi reaksi sehat atasnya. Dampaknya akan terlihat di kemudian hari, karena pendidikan adalah rangkaian proses yang panjang. Wallahu’alam Bishawab.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->