1. PENGERTIAN EMOSI Pengertian Emosi.

Dalam kehidupan banyak sekali permasalahan, dalam berita-berita banyak dikabarkan orang
masuk bui hanya karena tidak dapat menahan emosi. Pemukulan, adu fisik dan bahkan pembunuhan. Alangkah sayangnnya permasalah itu timbul hanya karena masalah sepele dan emosi yang meluap-luap.

Beberapa kejadian buruk diakibatkan karena emosi, sungguhnya emosi sendiri itu apa? banyak pakar psikologi yang meguraikan emosi itu seperti apa, yaitu : Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)

Pengertian Kecerdasan Emosional (EQ)

Selama bertahun-tahun Kecerdasan Intelegensi (IQ) telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. Daniel Goleman (1999), adalah salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni kecerdasan emosional, yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ).

Pengertian Kecerdasan Emosional

sehingga secara fisiologi terlihat tertawa. Davies. Berbeda dengan pendapat sebelumnya.Steiner (1997) menjelaskan pengertian kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain. kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain. yaitu : fear (ketakutan). tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan. Love (cinta). yaitu : . karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan. Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi. emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis. 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain. yaitu emovere. (Prawitasari. dan membangun hubungan yang produktif dan dapat meraih keberhasilan. Menurut Daniel Goleman emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas. yang berarti bergerak menjauh. Mayer dan Solovey (Goleman. Stankov. Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Jadi. pengetahuan emosi dan kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif. Wonder (heran). Patton (1998) mengemukakan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk mengetahui emosi secara efektif guna mencapai tujuan.1995) Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi. kemampuan memotivasi diri sendiri. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang. hate (benci). Dari beberapa pengertian tersebut ada kecenderungan arti bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Kata emosi berasal dari bahasa latin. Sorrow (sedih/duka). Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. 1999. Senada dengan definisi tersebut. Rage(kemarahan). emosi terbagi atas : Desire (hasrat). Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. antara lain Descrates. Sementara itu Bar-On (2000) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi adalah suatu rangkaian emosi. Daniel Goleman mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas. dan Roberts. Menurut Descrates. serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.

ngeri d. dan hal itu seringkali terjadi. terkejut g. nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan. kebaikan hati. Kenikmatan : bahagia. Nafsu. kesal Seperti yang telah diuraikan diatas. melankolis. jengkel. nilai. Cinta : penerimaan.shvoong. kemesraan.com/social-sciences/psychology/2262341-pengertianemosi/#ixzz1otTea2Rt 2. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa emosi merupakan gejala psikis yang bersifat subjetif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenai dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. persahabatan. masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas. hormat. Jengkel : hina. TAHAPAN PERKEMBANGAN EMOSI PD 3. Menurut Mayer orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka. putus asa c. apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan. tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Menurut Aristoteles.a. “Perkembangan emosi . kesal hati b. 2002 : xvi). muram. Kesedihan : pedih. Amarah : beringas. sedih. rasa dekat. khawatir. suram. mual. bangga e. tidak suka h. was-was. dan pasrah. senang. mengamuk. jijik. dan kelangsungan hidup kita. gembira. mengasihi diri. puas. gugup. Tetapi. terhibur. bakti. muak. yaitu : sadar diri. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan. Terkejut : terkesiap. malu : malu hati. perasaan takut sekali. nafsu membimbing pemikiran. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia Sumber: http://id. Rasa takut : cemas. tenggelam dalam permasalahan. riang. tidak tenang. karakter dan hidup yang benar. melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman. kepercayaan. riang. bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. waspada. kasih f. benci.

4) fase berfikir abstrak (usia 12 tahun ke atas). 9. Sebelum melewati masa neonate. Dengan bertambahnya umur anak. perlawanan. dan lain-lain. Meskipun deemikian. 6. memberikannya kehangatan. Rasa senang pada bayi dapat dilihat dari reaksi yang menyeluruh pada tubuhnya.1996: 39). kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada. Pada fase anak telah berhasil menyelesaikan hal-hal yang abstrak seperti penerapan rumus. sekoyong-koyong membuat suara keras. menepuk-nepuknya. merintangi gerakan bayi. Anak akan sangat mudah memahami jika diberikan data yang nyata kegiatan proses berfikir mulai nyata. Proses belajar yang berbeda. Kemudian reaksi mereka semakin bertambah yang meliputi. Sebaliknya. 10. mengejangkan tubuh. reaksi emosional mereka menjadi kurang menyebar.menempuh beberapa tahap beriring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak”. Meskipun pola perkembangan emosi dapat diramalkan. membiarkan bayi tetap mengenakan popok yang basah. melemparkan benda. keterangan umum pada bayi yang baru lahir dapat dibedakan menjadi reaksi yang sederhana yang mengesankan tentang kesenangan dan ketidaksenangan. dan memopongnya dengan mesra. 8. dan dari suara yang menyenangkan berupa mendekut. anak yang lebih muda memperlihatkan ketidaksenangan semata-mata hanya dengan menjerit dan menangis. reaksi yang menyenangkan tampak jelas takkala bayi menetek. 1995: 77). Pada setiap fase kesemuanya proses kesinambuangan yang saling berhubungan dan menentukan fase-fase berikutnya. berbunyi. Kutipan di atas menunjukkan bahwa terdapat fase-fase perkembangan kemampuan anak. Kemampuan untuk berkembang tahap demi tahap seperti : 1) fase sensoris motor berkembang pada usia 0 – 2 tahun. pada saat lahir bayi sudah tidak memperlihatkan reaksi yang secara jelas dinyatakan sebagai keadaan emosi yang spesifik. Seiring dengan meningkatnya usia anak. 7. Reaksi semacam itu juga dapat diperoleh dengan cara mengayunngayunnya. juga pengaruh gen yang dibawah menyebabkan adanya perbedaan tiap individu dalam kontesk kemampuannya. 1998: 55) 4. 3) fase konkrit operasional berkembang pada usia 6/7 tahun s/d 11/12 tahuhn. Rangsangan semacam itu menyebabkan timbuilnya tangisan dan aktivitas besar. maka reaksi yang berwujud bahasa meningkat sedangkan reaksi gerakan otot berkurang (Pratidarmanastiti.(Martoenoes. Pada fase ini rasa ingin tahu anak besar sekali. 1991: 66). tetapi variasi dalam segi frekuensi. Sebagai contoh. simbol. dalam uraiannya dikatakana bahwa : 5. Ketika bayi baru lahir. 2) fase prekonkrit operasional (usia 3 – 6). intensitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi dan juga usia . Secara umum Semiawan (2002: 11) membagi perkembangan anak dalam berbagai tahap. dan mengeluarkan kata-kata. Sentuhan kasih sayang orang tua sangat bermakna pada fase ini. kurang sembarangan. Pada fase ini perkembangan bahsa anak sangat pesat. Reaksi yang tidak menyenangkan dapat diperoleh dengan cara mengubah posisi secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan adanya anak yang kecenderungan emosional dan tidak emosional (Kohlberg. “Gejala pertamanya ialah keterangan umum yang berlebih-lebihan dan tercermin pada aktivitas bayi” (Rosjidan. dan menempelkan sesuatu yang dingin pada kulitnya. dan lebih dapat dibedakan. Fase ini berkembang sensoris motor terdiri dari motorik kasar dan motorik halus/panca indera harus berkembang dengan sempurna. lari menghindar.

. 1991 dalam Pamela W. semua emosi diekspresikan secara jelas lunak karena mereka harus mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan. Lewis. 1995:422). Dengan memahami bahasa tubuh inilah kita dapat memahami pikiran. Anak mengkomunikasikan emosi melalui verbal. 2005:8 menyebutkan bahwa anak memiliki kebutuhan emosional. 1974: 66) Perkembangan Emosi Anak Widaya Ayu Puspita. tingkah laku serta perasaan anak. d) Pergerakan tangan dan lengan . 1995:417). terutama yang bersifat negatif. Emosi memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan anak.. 11. 1984: 33). b) Dihargai. Bahasa tubuh ini perlu kita cermati karena bersifat spontan dan seringkali dilakukan tanpa sadar. M. baik pada usia prasekolah maupun pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya. 1994. c) Ruang gerak. Ganiban dan Barnet. misalnya kehausan dan kelaparan serta peristiwa-peristiwa yang bersifat interpersonal. Variasi disebabkan oleh keadaan fisik anak pada saat itu dan. b) Napas. Woolfson. d) Mengoptimalkan kompetensi Apabila kebutuhan emosi ini dapat dipenuhi akan meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi. 1994 dalam Pamela W. demikian pula sebaliknya (Pamela W. Variasi sudah mulai terlihat sebelum bayi berakhir dan semakin sering terjadi dan lebih menyolok dengan meningkatnya usia anak (Budiningsih. Alessandri dan Sullivan. c) Merasa aman.pemunculannya. Dengan meningkatnya usia anak. yang dapat menyebabkan timbulnya emosi negatif. Bahasa tubuh yang dapat diamati antara lain : a) Ekspresi wajah. yaitu : a) Dicintai. Kemampuan dalam mengelola emosi negatif ini sangat penting bagi pencapaian tugas-tugas perkembangan dan berkaitan dengan kemampuan kognitif dan kompetensi sosial (Garner dan Landry. seperti ditinggalkan di rumah dengan pengasuh atau babysitter. c) Merasa kompeten. meskipun emosi itu berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya. Perilaku awal emosi dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan kemampuan afektif (Cicchetti. karena memiliki pengaruh terhadap perilaku anak. Demikian juga anak yang pandai bereaksi lebih emosional terhadap berbagai macam rangsangan dibandingkan dengan anak-anak yang kurang pandai. (Masri. ide. Anak yang cenderung kurang emosional dibandingkan dengan anak yang kurang sehat.Kes Tahun-tahun awal kehidupan seorang anak ditandai dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat fisik.. 1995:417). taraf kemampuan intelektualnya serta kondisi lingkungan. gerakan dan bahasa tubuh. Keluarga dengan orang tua yang memiliki emosi positif cenderung memiliki anak dengan perkembangan emosi yang juga positif.

dan Campos. suara. Perilaku ini mendorong lingkungan untuk memberikan umpan balik. anak perlu dibiasakan dengan mengulang-ulang perilaku yang bersifat positif. Emosi memperlihatkan kesannya pada ekspresi wajah. kebanggaan. sangat dipengaruhi oleh perkembangan emosi mereka. seperti berpikir. Hal ini memunculkan aktivitas persiapan bagi tubuh untuk bertindak. dan apabila ini berlangsung lama dapat mengganggu keterampilan motorik anak. Emosi merupakan sumber penilaian diri dan sosial. yang mencakup : . Reaksi emosional apabila diulang-ulang akan berkembang menjadi kebiasaan. terutama emosi yang muncul sangat kuat. dan sebagainya merupakan alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyatakan perasaan dan pikiran (komunikasi non verbal). misalnya kegembiraan. sehingga anak akan merasa tidak dicintai atau diabaikan. kesedihan dan kehilangan (De Hart. 1998 dalam De Hart. Ketegangan emosi mengganggu keterampilan motorik. Ekspresi wajah ini akan mempengaruhi penerimaan sosial terhadap anak. Salah satu bentuk emosi adalah luapan perasaan. Anak yang terlalu tegang akan memiliki gerakan yang kurang terarah. masyarakat. Emosi merupakan bentuk komunikasi.           Pada usia prasekolah anak-anak belajar menguasai dan mengekspresikan emosi (Saarni. sebagai contoh kemarahan yang cukup besar. 1993). sekolah. Emosi yang memuncak mengganggu kemampuan motorik anak. Emosi mempengaruhi perilaku anak yang ditunjukkan kepada lingkungan (covert behavior). Pengelolaan emosi oleh anak sangat mempengaruhi perlakuan orang dewasa terhadap anak. dia akan menerima respon yang kurang menyenangkan pula. Mumme. dan pada suatu titik tertentu akan sangat sulit diubah. misalnya tersenyum. Emosi mempengaruhi interaksi sosial. bahasa tubuh. atau rasa takut. Oleh karena itu. Perubahan mimik wajah. Peran-peran anak dalam aktivitas sosial. Di lain pihak. Luapan ini menimbulkan kenikmatan tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan memberikan pengalaman tersendiri bagi anak yang cukup bervariasi untuk memperluas wawasannya.Hurlocka. Pada tahapan ini anak memerlukan pengalaman pengaturan emosi. tetapi anak-anak masih memiliki kesulitan di dalam menafsirkan emosi orang lain (Friend and Davis. emosi juga mengajarkan kepada anak cara berperilaku sehingga sesuai dengan ukuran dan tuntutan lingkungan sosial. seperti keluarga. Emosi mempengaruhi suasana psikologis. Pengaruh tersebut antara lain tampak dari peranan emosi sebagai berikut. belajar. pada anak-anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan emosi dapat mengganggu aktivitas mentalnya. murung atau cemberut. Kegiatan mental. dan ini menjadi dasar bagi anak dalam menilai dirinya sendiri. Emosi menyiapkan tubuh untuk melakukan tindakan. Emosi mengganggu aktivitas mental. sangat dipengaruhi oleh kestabilan emosi. 1978:211 menyebutkan bahwa emosi mempengaruhi penyesuaian pribadi sosial dan anak. seperti rasa percaya diri. tidak nyaman. sehingga akan menjadi kebiasaan yang positif pula. berkonsentrasi. Emosi dapat mempengaruhi keseimbangan dalam tubuh. 1992:348). Apabila persiapan ini ternyata tidak berguna. 1992:348). Apabila anak menunjukkan perilaku yang kurang menyenangkan. Pada usia 6 tahun anak-anak memahami konsep emosi yang lebih kompleks. seperti kecemburuan. akan dapat menyebabkan timbulnya rasa gelisah. Kematangan emosi anak mempengaruhi cara anak berinteraksi dengan lingkungannya. Emosi mewarnai pandangan anak terhadap kehidupan. yaitu hal-hal yang akan dilakukan ketika tibul amarah. ketakutan ataupun kecemasan. Dengan demikian. rasa aman. Setiap ekspresi emosi yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan. atau amarah yang justru terpendam dalam diri anak.  Emosi menambah rasa nikmat bagi pengalaman sehari-hari. Perubahan emosi anak biasanya ditampilkan pada ekspresi wajahnya.

Mereka juga mulai belajar bagaimana menegosiasikan konflik tersebut (Klimes-Dougan dan Kopp. Kemampuan ini akan berkembang pada usia kanak-kanak pertengahan hingga pada saat anak mampu melakukannya tanpa adanya bantuan dari orang dewasa (Mischel. misalnya permen. 1990).· · Kapasitas untuk mengontrol dan mengarahkan ekspresi emocional Menjaga perilaku yang terorganisir ketika munculnya emosi-emosi yang kuat dan untuk dibimbing oleh pengalaman emosional Seluruh kapasitas ini berkembang secara signifikan selama masa prasekolah dan beberapa diantaranya tampak dari meningkatnya kemampuan anak dalam mentoleransi frustasi Salah satu aspek yang penting dalam pengaturan emosional adalah kemampuan untuk mentoleransi frustasi ini. dan Rodriguez. meskipun ada keinginan. 1999). Menolak permintaan orang tua dan tanggapan-tanggapan pasif terhadap permintaan orang tua menurun pada usia 2 dan 5 tahun (Kuczzynskl dan Kochanska. 1980). 1989). dkk. 2004 : 363). Kemampuan ini muncul mulai usia 2 tahun dan berkembang pesat selama masa prasekolah (Brigdes dan Grolnick JK. Egeland and Sroufe. 1975). Shoda. Para peneliti masih belum yakin mengapa toleransi terhadap frustasi dapat berkembang dengan pesat selama masa prasekolah. tetapi hal ini cenderung berkaitan dengan sejarah perlekatan yang aman dan dukungan orangtua (Pianta. misalnya alat-alat permainan menarik yang tidak dapat dijangkau. Anak-anak kemungkinan tampak mampu menekan perasaannya pada satu level tertentu sehingga mereka terlihat tidak begitu marah (Maccoby. Dengan adanya dukungan dari orang dewasa anak-anak usia prasekolah dapat mengurangi frustasinya dalam menunda gratifikasi ini. tetapi sebagian besar anak mampu melakukan. anak-anak usia prasekolah yang lebih tua tampak tidak terlalu marah dibandingkan anak-anak yang lebih muda. Pada saat yang bersamaan. 2004:363). . Hal ini sebenarnya tidak mudah untuk mereka. Van Lieshout. yang merupakan upaya anak untuk menghindari amarah dalam situasi frustasi yang membuat emosi tidak terkontrol dan perilaku menjadi tidak terorganisir. 1994. Kapasitas yang baru muncul ini berpengaruh terhadap hubungan dengan orang tua. anak-anak juga belajar mengenai strategi untuk membantu mereka membatasi tekanan yang menyebabkan frustasi. Eisenberg. Mereka tampak masih fokus pada masalah dibandingkan rasa frustasinya dan mereka membuat respon konstruktif misalnya mencari bantuan. Dalam perkembangan emosi. Riset menunjukkan bahwa resiliensi bukan bawaan dari lahir. 2001 dalam DeHart. Anak-anak tampak meningkat kemampuannya dalam mentoleransi frustasi ketika diminta melakukan sesuatu yang berlawanan dengan keinginan mereka. anak mengalami perkembangan dalam resiliensi. Salah satu bentuk untuk mentoleransi frustasi adalah menunda gratifikasi atau pemebuhan keinginan. Ketika menemui situasi yang menimbulkan frustasi. Beberapa anak dapat melakukan coping lebih baik terhadap stres. Ini lebih merupakan kapasitas untuk mengembangkan lingkungan yang suportif (Masten. 1995. 1990 dalam DeHart.

sangat penting bagi orang dewasa. 1995 dalam DeHart. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi disebut ego-resiliensi.[*] Faktor yang Mempengaruhi Emosi “Hasil dari berbagai situasi menunjukkan bahwa perkembangan emosi anak bergantung sekaligus pada faktor maturasi an faktor belajar” (Sunarti. Demikian pula kemampuan mengingat dan menduga mempengaruhi reaksi emosional. 1. Oleh karena itulah. memperlihatkan rangsangan dalam jangka waktu yang telah lama. Perkembangan kelenjer endokrin perlu untuk mematangkan perilaku emosional. Seperti pada anak-anak lain yang memiliki ego resiliensi. pembesarannya melambat pada usia 5 dan usia 11 tahun. Kapasitas emosional ini merupakan dasar bagi penyesuaian dalam kehidupan anak selanjutnya. 1980). 2001: 8). karena ego menunjukkan kapasitasnya untuk fleksibel dan mampu mengontrol ekspresi impulsif dan perasaan (Block dan Block. Dengan demikian anak-anak menjadi reaktif terhadap rangsangan yang tadinya tidak mempengaruhi mereka pada usia yang lebih muda (Ahmasi. dan memutuskan ketegangan emosi dalam satu obyek. faktor Belajar . Tidak lama kemudian kelenjar itu mulai membesar lagi.Kemampuan untuk menunjukkan kontrol diri terhadap emosi akan menjadi anugerah yang dilematis bagi anak apabila anak tidak mampu menyesuaikan levelnya terhadap situasi tertentu. Faktor Maturasi Perkembangan intelektual menghasilkan kemampuan untuk memahami makna yang sebelumnya tidak dipahami. 2. Bayi secara relatif kekurangan produksi kelenjar endokrin yang diperlukan untuk menopang rekasi fisiologi terhadap sters. maka dapat menjadi anak yang ekpresif . tetapi pada situasi yang lain anakanak dapat berperilaku impulsif dan ekspresif seperti yang mereka inginkan. dan membesar lebih pesat lagi sampai anak berusia 16 tahun pada usia 16 tahun kelenjar tersebut mencapai kembali ukuran semula seperti pada saat anak lahir. spontan pada beberapa situasi tetapi dia juga mampu menahan diri dan berperilaku disiplin pada keadaan lainnya (Sroufe. terutama yang dalam kesehariannya dekat dengan anak. dan membesar dengan pesat sampai anak berusia lima tahun. 2004:363). Maturasi dan belajar berjalin erat dalam mempengaruhi perkembangan emosi sehingga pada saatnya akan sulit untuk menentukan dampak relatifnya. 1990: 88). Kelenjar adrenalin memainkan peran utama pada emosional mengecil secara tajam segera setelah bayi lahir. diantaranya pamong PAUD dan para pemerhati anak untuk selalu berupaya membangun kapasitas emosional anak sehingga tidak akan menjadi hambatan kelak ketika anak dewasa. Pada beberapa situasi anak diharapkan mampu menahan diri.

belajar dengan cara meniru sekaligus mempengaruhi aspek rangsangan dan aspek reaksi. anak belajar secara coba-coba untuk mengekspresikan emosi dalam bentuk perilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya dan menolak perilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau sama sekali tidak memberikan pemuasan. teori Kogntif Singer-Schachter.P. 5) reaksi Traning. Meski tidak didapati rumusan emosi yang bersifat tunggal dan universal. kata sifat. belajar dengan cara menidentifikasi diri sama dengan belajar menirukan. 2) Leraning by initation. Kita mencatat beberapa beberapa teori tentang emosi dengan sudut pandang yang berbeda.Ada beberapa metode yang menunjang perkembangan emosi anak. tetapi tampaknya masih bisa ditemukan persesuaian umum bahwa keadaan emosional merupakan satu reaksi kompleks yang berkaitan dengan kegiatan dan perubahan-perubahan secara mendalam yang dibarengi dengan perasaan kuat atau disertai dengan keadaan afektif (J. baik itu dalam bentuk kata kerja. Johnson Laird & Oatley. Pengertian Emosi Hingga saat ini para ahli tampaknya masih beragam dalam memberikan rumusan tentang emosi dengan orientasi teoritis yang bervariasi pula. Storm & Storm. 1989. kata benda. 2005). Terdapat sekitar 550 sampai 600 kata dalam bahasa Inggris yang memiliki makna yang sama dengan kata emosi. teori Cannon-Bard. diantaranya: teori Somatic dari William James. terbatas pada aspek Memahami Emosi Individu Posted on 9 Juni 2008 1. dan kata keterangan (Averil. 4) Conditioning. dalam metode ini obyek dan situasi yang pada umumnya gagal memancing reaksi emosional kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi. 1987). Perbedaan kerangka teori inilah yang menyebabkan kesulitan tersendiri untuk merumuskan tentang emosi secara tunggal dan universal. pelatihan atau belajar dengan bimbingan dan pengawasan. English and English (Syamsu .Chaplin. teori neurobiological dan teori evolusioner Darwin. 3) Learning by identification. antara lain : 1) Tiral and error learning. 1975.

bergantung pada adanya perubahan dalam irama . maka terjadi perubahan pada aspek jasmaniah. terutama dalam ekspresi roman muka dan suara/bahasa. yaitu: (1) lebih bersifat subyektif daripada peristiwa psikologis lainnnya seperti pengamatan dan berfikir. seperti pengamatan dan berfikir (Syamsu Yusuf. Pengalaman seseorang memegang peranan penting dalam pertumbuhan rasa takut. 3. dan (3) banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indera dan subyektif. Lebih bersifat subyektif dari peristiwa psikologis lainnya. Ekspresi emosi ini juga dipengaruhi oleh pengalaman. Emosi sebagai motif. pola sambutan yang berkaitan dengan emosi seringkali organisasinya bersifat kacau dan mengganggu. Seseorang jika marah maka perubahan yang paling kuat terjadi debar jantungnya.Yusuf. 2003) 2. yaitu: (1) rangsangan yang menimbulkan emosi (stimulus). Menurut Abin Syamsuddin Makmun (2003) bahwa aspek emosional dari suatu perilaku. dan (3) pola sambutan. kehilangan arah dan tujuan. Selanjutnya. Syamsu Yusuf (2003) memberikan penjelasan sebagaimana tampak dalam tabel berikut ini: Terpesona Marah Terkejut Kecewa Sakit marah Cemas Takut Tegang Reaksi elektris pada kulit Peredaran darah bertambah cepat Denyut jantung bertambah cepat Bernafas panjang Pupil mata membesar Air liur mengering Berdiri bulu roma Terganggu pencernaan. Pengalaman emosional ini kadang–kadang berlangsung tanpa disadari dan tidak dimengerti oleh yang bersangkutan kenapa ia merasa takut pada sesuatu yang sesungguhnya tidak perlu ditakuti. Berkenaan dengan perubahan jasmaniah yang terjadi terkait dengan emosi individu. Adanya perubahan aspek jasmaniah. sayang dan jenis-jenis emosi lainnya. Pada waktu individu menghayati suatu emosi. Pengalaman emosional bersifat pribadi dan subyektif. pada umumnya selalu melibatkan tiga variabel. Dalam situasi tertentu. Demikian juga dengan emosi. (2) bersifat fluktuatif atau tidak tetap. Lebih jauh. dapat mendorong sesuatu kegiatan. dan sebagainya. yaitu: 1. Motif merupakan suatu tenaga yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) mengemukakan empat ciri emosi. Emosi diekspresikan dalam perilaku. (2) perubahan–perubahan fisiologis yang terjadi pada individu. 2003) menyebut emosi ini sebagai “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and grandular activities”. belajar dan kematangan. sedang yang lain adalah pada pernafasannya. 4. mungkin yang satu mengikuti yang lainnya. Motif atau dorongan pemunculannya berlangsung secara siklik. Emosi yang dihayati oleh seseorang diekspresikan dalam perilakunya. otot tegang dan bergetar. kendati demikian diantara keduanya merupakan konsep yang berbeda. Perubahan-perubahan tersebut tidak selalu terjadi serempak. dia mengemukakan pula tentang ciri-ciri emosi.

Kata “pasif” seringkali digunakan dalam menerangkan kata-kata emosi. dan terbuka. Intentionality maksudnya. atau takut terhadap sesuatu. emosi memiliki tiga bentuk. suka- . Makna dasar dari passivity adalah berubah secara drastis. Biasanya.P. Perasaan selalu saja menyertai dan menjadi bagian dari emosi. emosi sebagai keadaan yang terangsang dari organisme namun sifatnya lebih intens dan mendalam dari perasaan. Chaplin (2005). ibarat air yang bergolak atau angin topan. Contoh: orang merasa marah atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. maka rasa sedih itu sebagai bentuk emosinya. “terjebak amarah” dikonotasikan sebagai tindakan pasif. Sesuatu itu adalah objek kesengajaan dari emosi. sehingga emosi tidak sekadar pasif. emosi selalu dikaitkan dengan perbuatan subjektif sebagai akibat dari sebuah pengalaman diri terhadap objek eksternal. misalnya dengan selalu diratapi dan bermuram durja. Artinya. Fehr & Russel (1984) Shaver. Padahal sejatinya. Passivity berasal dari kata Yunani kuno abad ke-18 yaitu “pathe”. Intentionality (kesengajaan) masih sering dikaitkan dengan “nafsu”. dalam konteks ini. sebagai hasil dari evaluasi dari sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Perasaan dan emosi seseorang bersifat subyektif dan temporer yang muncul dari suatu kebiasaan yang diperoleh selama masa perkembangannya melalui pengalaman dari orang-orang dan lingkungannya. dan seterusnya. Menurut Nana Syaodih Sukadinata (2005). sedangkan emosi tampaknya lebih bergantung pada situasi merangsang dan arti signifikansi personalnya bagi individu Menurut J. emosi hanyalah tindakan refleks sebagai hasil pengalaman sensoris sederhana. senang terhadap sesuatu. Perasaan dan emosi pada dasarnya merupakan dua konsep yang berbeda tetapi tidak bisa dilepaskan. Di lain pihak. intentionality. Perasaan dan emosi seseorang membentuk suatu garis kontinum yang bergerak dari ujung yang yang paling postif sampai dengan paling negatif. yang berada di bawah kontrol pribadi. Perasaan (feeling) merupakan pengalaman yang disadari yang diaktifkan oleh rangsangan dari eksternal maupun internal (keadaan jasmaniah) yang cenderung lebih bersifat wajar dan sederhana. terutama berubah menjadi sangat buruk. tapi bisa bermakna yang sama sekali berbeda dengan passivity jika diterapkan dalam pengertian sehari-hari. motif lebih berkenaan pola habitual yang otomatis dari pemuasan. Orang merasa sedih karena ditinggal kekasihnya. tetapi jika kesedihannya diekspresikan secara berlebihan. sementara reaksi emosional tidak memiliki pola atau cara-cara kebiasaan reaktif yang siap pakai. Misalnya. bahwa emosi terjadi karena suatu kesengajaan. Schwarts. tersembunyi dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy sedangkan emosi menggambarkan suasana batin yang lebih dinamis. marah merupakan perasaan yang wajar. tanpa sebab musabab tetapi selalu ada sesuatu yang membuat dia marah. bergejolak. Meski demikian. tetapi jika perasaan marahnya menjadi intens dalam bentuk angkara murka yang tidak terkendali maka perasaan marah tersebut telah beralih menjadi emosi. Kirson & O’Connor (1987) menyebutkan. Sehingga kata-kata semacam “jatuh cinta”. Subjectivity. bergantung kepada penilaian pribadi terhadap emosi tersebut. artinya sama dengan “nafsu” atau “hasrat”. dan subjectivity. orang tidak marah secara tiba-tiba. perasaan menunjukkan suasana batin yang lebih tenang. seperti: senang-tidak senang (pleasant-unpleasent). emosi juga bersifat objektif. yaitu passivity. bermanfaat atau berbahaya. karena bisa dinilai sebagai baik atau buruk. karena menyangkut ekspresi-ekspresi jasmaniah yang bisa diamati.psikologis. Demikian pula. manusia hidup memiliki kontrol yang lebih tidak sekadar emosinya.

yang merupakan suatu perayaan yang dihayati seseorang atau sekelompok orang dengan kecenderungan untuk menyerang. dan (5) perasaan ke-Tuhan-an. Sekilas telah dikemukakan di atas bahwa pola sambutan emosional seringkali organisasinya kacau-balau dan hal ini sangat tampak pada mereka yang mengalami gangguan kekacauan emosional (emotional disorder) yaitu sejenis penyakit mental dimana reaksi emosionalnya tidak tepat dan kronis serta sangat . cemas dan khawatir. yaitu perasaan yang berhubungan dengan keindahan akan sesuatu. yaitu perasaan yang berhubungan dengan nilai-nilai baik dan buruk atau etika (moral). Adalah hal yang wajar bagi seorang anak kecil usia 3-5 tahun. Menurut Syamsu Yusuf (2003) emosi individu dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu: emosi sensoris dan emosi psikis. baik yang bersifat perorangan maupun kelompok. yaitu perasaan yang terkait dengan hubungan dengan orang lain. yaitu jenis emosi yang menurut Erich Fromm berkembang dari kesadaran manusia akan keterpisahannya dengan yang lain. akan menjadi hal yang berbeda. diantaranya: (1) takut. Emosi sensoris yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh. yang merupakan emosi akibat dari kegagalan atau kesalahan dalam melakukan perbuatan yang berkenaan norma. Nana Syaodih Sukadinata (2005) mengetengahkan tentang macam-macam emosi individu. tegang-lega (straining-relaxing). ada pula individu yang kurang atau bahkan sama sekali tidak memiliki stabilitas emosi. jika hal itu terjadi pada seorang remaja atau dewasa dan jika hal itu benar-benar terjadi maka jelas dia belum menunjukkan kematangan emosinya. Ketiga macam emosi ini berkenaan dengan rasa terancam oleh sesuatu. (3) perasaan susila. (2) marah dan permusuhan. Sebaliknya. Setiap orang memiliki pola emosional masing-masing yang berupa ciri-ciri atau karakteristik dari reaksireaksi perilakunya. yang berhubungan dengan ruang lingkup kebenaran. Emosi psikis yaitu emosi yang mempunyai alasan-alasan kejiwaan. sebagai fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan (Homo Divinas) dan makhluk beragama (Homo Religious) Sementara itu. manis. lelah. seperti rasa dingin. terangsang-tidak terangsang (excitingsubduing). dan (4) cinta. sesuai dengan usianya.tidak suka (like-dislike). (2) perasaan sosial. baik yang bersifat kebendaan maupun kerohanian. Tingkat kematangan emosi (emotional maturity) seseorang dapat ditunjukkan melalui reaksi dan kontrol emosinya yang baik dan pantas. seperti : (1) perasaan intelektual. Ada individu yang mampu menampilkan emosinya secara stabil yang ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengontrol emosinya secara baik dan memiliki suasana hati yang tidak terlau variatif dan fluktuatif. biasanya cenderung menunjukkan perubahan emosi yang cepat dan tidak dapat diduga-duga. (3) rasa bersalah dan duka. dan kebutuhan untuk mengatasi kecemasan karena keterpisahan tersebut. (4) perasaan keindahan. apabila dia merasa kecewa ketika tidak dipenuhi keinginannya untuk dibelikan permen coklat atau mainan anak-anak dan kemudian mengekspresikan emosinya dengan cara menangis dan berguling-guling di lantai. kenyang dan lapar. sakit. Tetapi.

cemas dan kecewa sedangkan kesenangan berdiferensiasi ke dalam harapan dan kasih sayang 2. Dengan mengutip pendapat Bridges. 2003) menjelaskan proses perkembangan dan diferensiasi emosional pada anak-anak. di bawah ini dikemukakan beberapa cara untuk memelihara emosi yang konstruktif. rasa optimisme. Memelihara Emosi Emosi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan individu. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam berhubungan dengan orang lain. Kalaupun ia menghayati emosi negatif. 1. 2005). Karena sifatnya yang dinamis. maka para ahli dan peneliti psikologi cenderung lebih tertarik untuk mengkaji tentang emosi daripada unsur-unsur perasaan. ia akan bisa tertawa meskipun sedang menghadapi kesulitan.menonjol atau menguasai kepribadian yang bersangkutan. Loree (Abin Syamsuddin Makmun. jauhkanlah emosi negatif. temperatur) Kesenangan dan kegembiraan mulai didefinisikan dari emosi orang tuanya Ketidaksenangan berdiferensiasi ke dalam kemarahan. mulai dari. aktivitas serta penampilannya dan juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mentalnya. sehingga masih bernilai positif. Seseorang yang memiliki rasa humor tidak akan mudah putus asa. Untuk kasus-kasus kekacauan emosi yang sangat ekstrem biasanya diperlukan terapi tersendiri dengan bantuan ahli. Agar kesejahteraan dan kesehatan mental ini tetap terjaga. Coleman (Nana Syaodih Sukmadinata. maka individu perlu melakukan beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosinya yang konstruktif. 2. emosi seorang individu pun akan terus mengalami perkembangan. tetapi diusahakan yang intensitasnya rendah. Daniel Goleman salah seorang ahli psikologi yang banyak menggeluti tentang emosi yang kemudian melahirkan konsep Kecerdasan Emosi. Dengan selalu mengusahakan munculnya emosi positif. akan memberi warna kepada kepribadian. Bangkitkan rasa humor. maka sedikit sekali kemungkinan individu akan mengalami emosi negatif. . Yang dimaksud rasa humor disini adalah rasa senang. sebagai berikut Usia Pada saat dilahirkan 0 – 3 bln 3 – 6 bln 9 – 12 bln 18 bulan pertama 2 th 5 th Ciri-Ciri Bayi dilengkapi kepekaan umum terhadap rangsangan – rangsangan tertentu (bunyi. Dengan merujuk pada pemikiran James C. Peliharalah selalu emosi-emosi yang positif. kebencian dan ketakutan Kegembiraan berdiferensiasi ke dalam kegairahan dan kasih sayang Kecemburuan mulai berdiferensiasi ke dalam kegairahan dan kasih sayang Kenikmatan dan keasyikan berdiferensiasi dari kesenangan Ketidaksenangan berdiferensiasi di dalam rasa malu. Sejalan dengan usianya. rasa gembira. bisa dipelajari dan lebih mudah diamati. yang merujuk pada kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain. cahaya.

Jakarta : P. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. 2003. Psikologi Kepribadian. pengembangan pola-pola tindakan atau respons emosional. Pertanyaan yang sering saya ajukan kepada peserta seminar ataupun para orangtua yang sedang bersemangat belajar dan mencecar saya dengan berbagai pertanyaan seputar anaknya. 1984. Kehidupan individu memiliki titik tolak dan sasaran yang akan dicapai. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui: pemahaman akan apa yang menimbulkan emosi tersebut. Teori-Teori Psiko Dinamik (Klinis). Sumadi Suryabrata. Agar tidak bersifat negatif. Hurlock. J. Sumber: Abin Syamsuddin Makmun. Jakarta : Rajawali. Apakah dia bermasalah. Enam Ciri Karakter Anak Bermasalah “Mungkinkah mengetahui dan memastikan apakah seorang anak itu bermasalah. Kamus Lengkap Psikologi. Dari hasil menangani berbagai kasus keluarga dan individu maka terbentuklah suatu pola yang akurat ditiap individu. dan ditujukan kepada pencapaian sesuatu tujuan yang nyata juga.3.P.T. tapi ini pasti. rahasia yang sering saya gunakan untuk menganalisa seorang anak. Remaja Rosdakarya. Kebanyakan klien saya jika memiliki masalah.2005. Hall & Gardner Lidzey (editor A. Kurangi dan hilangkan emosi yang negatif. 1980. bahkan setelah mempelajarinya dengan seksama kita mampu meramal masa depan seorang anak. sebaiknya individu selalu bertolak dari kenyataan. Bandung : P. Raja Grafindo Persada. segeralah berupaya untuk mengurangi dan menghilangkan emosi-emosi tersebut. apa yang dimiliki dan bisa dikerjakan. Elizabeth B. Supratiknya). tapi akan saya bongkar habis.T. (terj. Syamsu Yusuf LN. Ini juga rahasia (Rahasia dari ruang terapi saya). Developmental Phsychology. Jakarta : Kanisius Chaplin. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.. New Yuork : McGraw-Hill Book Company Nana Syaodih Sukmadinata. Psikologi Pendidikan. dan pengikisan akan emosi-emosi yang kuat. Bandung : PT Rosda Karya Remaja. Senatiasa berorientasi kepada kenyataan. Wow. Calvin S. 2003. Baiklah 2 hal tersebut berasal dari : . mengadakan pencurahan perasaan. Rahasia tersebut akan saya bahas sekarang. kebanyakan masalah tersebut dan sebagian besar masalah itu berasal dari 2 hal. Kartini Kartono). 2005. tenang ini bukan obral janji. Apabila individu telah terlanjur menghadapi emosi yang negatif. dalam waktu 5-10 menit pertama saat kita bertemu dengannya?” Jawabannya adalah “mungkin” dan “pasti”. 2005. 4.

sampai usia 18 tahun masih membutuhkan orangtua dan kehangatan dalam keluarga. serta masih banyak lagi. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. dan banyak binatang yang lain yang memiliki kemampuan serupa. Woo… segitunya? Ya Mental Block seperti program yang seakan-akan dipersiapkan (karena ketidak sengajaan dan ketidak tahuan orangtua kita) untuk menghambat berbagai macam aspek dalam kehidupan kita. kini kita kembali ke cara mengetahui ciri anak bermasalah. kita akan bahas dikesempatan lainnya. Karakter yang menghabat pencapaian cita-cita pribadi kita. akan terjadi Mental Block pada diri anak tersebut. . Masalah tersebut berasal dari usia 7 tahun kebawah. Sukses seorang manusia tidak lepas dari “kehangatan dalam keluarga”. Dimana sebagian sampai usia 18 tahun anak-anak diIndonesia menghabiskan waktunya 60-80 % bersama keluarga. Usia 7 tahun kebawah? Ada apa pada usia ini? Pada masa ini kebanyakan (85%) letak masalah atau asal muasal masalah / hambatan seorang manusia tercipta. Ini akan sangat panjang sekali jika dijelaskan. terutama aspek emosi. bisa hidup jika dipisahkan dari induknya.. Istilah kerennya Mental Block. Kebutuhan untuk diterima akan untuk rasa aman mengontrol 3 kebutuhan dasar emosi tersebut harus terpenuhi agar anak kita menjadi pribadi yang handal dan memiliki karakter yang kuat menghadapi hidup. Manusia berbeda dengan binatang (maaf.  Keluarga (keluarga yang membentuk masalah tersebut secara tidak sengaja). Disamping itu ketiga hal inilah asal muasal Mental Block yang sering kali terjadi atau terasa sangat menganggu pada saat anak tersebut dewasa. Kebutuhan 3. alergi) Relationship (tidak gampang cocok dengan pasangan/teman. Inilah asal muasal dimana Mental Block terbentuk. adalah faktor penting dalam pendidikan seorang anak. Manusia tidak bisa. pada masa ini kita membutuhkan. kebutuhan dasar Emosi yang harus terpenuhi ingat HARUS terpenuhi. paranoid) dan lain hal. Yaitu : 1. Kebutuhan apa yang dibutuhkan pada anak seusia itu? Sehingga fatal akibatnya (pada masa dewasa anak tersebut) jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi Ada 3 kebutuhan yang harus dipenuhi pada anak usia 0 – 7 tahun bahkan lebih. Dan biasanya akan terasa pada usia 22 tahun ke atas. agar karakter anak kita bisa tumbuh dan berkembang maksimal. Jika pada masa ini lewat dan tidak terpenuhi maka. Karena tidak terpenuhinya kebutuhan dasar Emosi yang dibutuhkan seorang manusia. takut jabatan tinggi) kesehatan (tubuh gemuk. Akan sangat banyak hal yang akan dikupas dari tiap tahun kehidupan manusia dan kebutuhannya serta cara memenuhi kebutuhan tersebut. Keluarga. Saya tidak akan meneruskannya. cara ini adalah kunci dalam pendidikan karakter. Kebutuhan 2. Ada apa dengan 7 tahun kebawah dan disekitar 7 tahun pertama kehidupan manusia? Baiklah saya jelaskan. Aspek itu bisa berupa Karier (takut kaya.) seekor anak kucing yang baru lahir.

dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). 4. Kita hanya bisa mengarahkan dan mengawasi dengan seksama. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu. Setiap manusia ingin dimengerti. menjawab dengan malas. Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita. 2. Harga diri yang rendah. 5. Sebenarnya ada 6 ciri karakter anak yang bermasalah. cukup kita melihat dari perilakunya yang nampak maka. nah kebutuhan itu sedang dialami anak. “Aku ngga bisa. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang. Menolak kenyataan Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar. dimengerti – semengertinya dan sedalamdalamnya. Ini hampir sama dengan nomor 4. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. 3. kita sudah dapat melakukan deteksi dini terhadap “musibah besar” dikehidupan yang akan datang (baca: semakin dewasa) dan secepatnnya dapat melakukan perbaikan. asyik dengan duniannya sendiri. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. nah pada saat ini dapat dikatakan figure orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang. Inilah ciri-ciri karakter tersebut : 1. tanda harga diri anak yang terluka. pacar. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya. mulai mengatur tidak mau ini dan itu. aku ini tolol”. Menarik diri Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak. Dan biasanya kasus ini . aku ini bodoh”. berhati-hatilah terhadap hal ini. akan semaunya sendiri. Menanggapi negatif Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”. salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan. dll).nah mengingat kita membahas ciri – ciri karakter anak bermasalah maka kita akan kembali ke topic tersebut. Susah diatur dan diajak kerja sama Hal yang paling Nampak adalah anak akan membangkang. bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Kembali ke 3 hal yang telah saya jelaskan. namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. yaitu kasus harga diri. sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Kurang terbuka pada pada Orang Tua Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”. Ingat akan kebutuhan dasar manusia? Tiga hal diatas yang telah saya sebutkan.

keinginan dan citacitanya. 1999) Emosi adalah perasaan yang dialami individu sebagai reaksi terhadap rangsang yang berasal dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. 4. Kemampuan mengembangkan hubungan : adalah kemampuan mengelola emosi orang lain atau emosi diri yang timbul akibat rangsang dari luar dirinya. Orang yang empatik akan lebih mampu memahami sinyal-sinyal sosial yang tidak kentara yang menunjukkan kebutuhan dan kemauan orang lain sehingga individu tersebut mampu melayani dengan lebih memuaskan orang lain. namun dapat dikelompokkan kedalam kategori emosi seperti.A. Lanjutan……. Lanjutan…….(menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Suprawoto Pengawas TK/SD Karangsambung Disajikan pada Bintek Kepala SD/MI Kecamatan Karangsambung dan Sadang 2. Lanjutan……. memotivasi diri sendiri. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah. kasih sayang dan takjub (Santrock. Kemampuan mengenal emosi orang lain : yaitu kemampuan memahami emosi orang lain (empaty) serta mampu mengkomunikasikan pemahaman tersebut kepada orang lain yang dimaksud. Kemampuan mengelola emosi : adalah kemampuan menyelaraskan perasaan (emosi) dengan lingkungannnya sehingga dapat memelihara harmoni kehidupan individunya dengan lingkungannya/orang lain. . Individu yang demikian akan mampu menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan berbagai dorongan hati sehingga ia berhasil dalam berbagai bidang kehidupan. gembira. marah. tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah. Lanjutan……. 1994) 3. Pengertian Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri. Emosi tersebut beragam. dan mampu membuat keputusan yang bijaksana sehingga tidak „ diperbudak ‟ oleh emosinya. KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) N. Menjadi pelawak Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. sedih. Kemampuan ini akan membantu individu dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara memuaskan dan mampu berfikir secara rasional (IQ) serta mampu keluar dari tekanan (stress). dan mengendalikan dirinya. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih. Kemampuan memotivasi diri : merupakan kemampuan mendorong dan mengarahkan segala daya upaya dirinya bagi pencapaian tujuan. 5. kemanakah orangtua? UPAYA Kecerdasan Emosional — Presentation Transcript       1. takut. 6. 6. emosi orang lain. Peran memotivasi diri yang terdiri atas antusiasme dan keyakinan pada diri seseorang akan sangat produktif dan efektif dalam segala aktifitasnya. dan mengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain (Golleman. kan mama da kasih contoh berulang-ulang”. Kemampuan mengenal emosi diri : adalah kemampuan menyadari perasaan sendiri pada saat perasaan itu muncul dari saat-kesaat sehingga mampu memahami dirinya.

9. motivator.         7. Prinsip pengembangan EQ Keterpaduan dan integral Berkesinambungan Kebermaknaan Keteladanan Kerjasama Fleksibel 11. Lanjutan……. (3) memotivasi diri. Lanjutan……. Emosi sangat penting bagi rasionalitas. sehingga selalu dapat terus dikembangkan. Sebaliknya EQ tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan. Lanjutan……. IQ dalam perkembangannya sangat dipengaruhi oleh faktor genetika (keturunan) dan sulit diubah. Upaya pengembangan kemampuan memotivasi diri: Meningkatkan keterampilan siswa dalam menentukan tujuan suatu kegiatan/aktivitas Meningkatkan kebiasaan tidak cepat puas Meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengembangkan rasa optimis pada diri sendiri 15. fasilitator dan evaluator Sebagai pengajar guru membantu siswa agar mampu (1) mengenal dan memahami emosi yang dialami. sebaliknya rasionalitas juga sangat penting dalam memainkan peran „mengendalikan‟ emosi. 8. Peranan guru dalam pengembangan kecerdasan emosi (EQ) Sebagai perencana. Lanjutan……. Rasional perlunya kecerdasan emosional (EQ) dalam pendidikan Tujuan pendidikan nasional Kecerdasan emosional terbukti mempengaruhi keberhasilan kehidupan akademik maupun kehidupan yang sebenarnya EQ lebih banyak ditentukan oleh lingkungan Tuntutan era global 10. Upaya pengembangan kemampuan mengelola emosi diri: Meningkatkan keterampilan siswa mendengarkan dan memantau bisikan hati atau diri sendiri Melatih/membiasakan siswa berfikir realistis Melatih siswa menyalurkan emosinya kepada kegiatan yang positif Meningkatkan sikap bertanggung jawab pada diri siswa atas segala perbuatan dan tindakannya. guru mampu menunjukkan keteladanan dalam menerapkan aspek-aspek kecerdasan emosionalnya dalam berinteraksi dengan siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Keberhasilan hidup seseorang banyak ditentukan dan dipengaruhi oleh keselarasan hubungan antara EQ dan IQ. Orang yang tidak menyadari kelemahan dirinya tidak akan pernah melakukan perbaikan atas kelemahannya. model. Upaya pengembangan EQ Upaya pengembangan kemampuan mengenal emosi diri: Melatih siswa mengidentifikasi dan memberi nama perasaan Memperkasa kosa kata emosi Meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan antara pikiran. Dalam hal sebagai model. (2) mengelola emosi yang dialami. Meskipun keduanya merupakan kemampuan yang berbeda secara fundamental. Dan orang yang memahami kelemahan dirinya akan melakukan perbaikan terhadap kelemahannya. Bagaimana EQ melejitkan IQ Individu yang cerdas emosi (EQ) mampu mengambil keputusan yang tepat ketika dihadapkan pada suasana kekalutan jiwanya. EQ bukan lawan dari IQ. Individu yang memiliki EQ tinggi mengetahui dengan pasti kelemahan dirinya sehingga mampu membuat keputusan yang tidak merugikan dirinya maupun orang lain. (4) memahami emosi teman-temannya (5) mengembangkan hubungan dengan teman-temannya. Upaya pengembangan kemampuan mengenal emosi orang lain: Meningkatkan keterampilan siswa dalam menempatkan diri pada posisi orang lain Meningkatkan keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan sosial dan dinamika kelompok . 14. Siswa yang mengalami ketegangan emosi ketika menjelang ujian akan mampu mengelola emosinya sehingga kecerdasan rasional/intelektual (IQ)-nya tetap terpelihara dengan baik dan mampu mengendalikan perasaannya. perasaan dan tindakan Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi penyebab dan akibat yang timbul dari munculnya sebuah emosi 13. 12.

Lanjutan……. Meningkatkan motivasi siswa dalam berbagai kegiatan positif Meningkatkan kepekaan siswa terhadap persamaan dan perbedaan dirinya dengan orang lain 16. Upaya pengembangan kemampuan mengembangkan hubungan dengan orang lain: Meningkatkan ketermapilan mengkomunikasikan perasaan diri dengan percakapan Meningkatkan kepekaan siswa menangkap humor Meningkatkan keterampilan dalam bersahabat Meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik Meningkatkan kepekaan terhadap nilai dan norma yang berlaku Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengekspresikan emosinya secara wajar/tidak berlebihan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful