1.

3

Etiologi Kusta adalah penyakit menular yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium Leprae) yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Dimana ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”. (Zulkifli, 2003)

1.4

Epidemiologi Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah: a. Melalui sekret hidung, basil yang berasal dari sekret hidung penderita yang sudah mengering, diluar masih dapat hidup 2–7 x 24 jam. b. Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang. (Zulkifli, 2003) Klinis ternyata kontak lama dan berulang-ulang ini bukanlah merupakan faktor yng penting. Banyak hal-hal yang tidak dapat di terangkan mengenai penularan ini sesuai dengan hukum-hukum penularan seperti halnya penyakitpenyaki terinfeksi lainnya. (Zulkifli, 2003) Menurut Cocrane (1959), terlalu sedikit orang yang tertular penyakit kusta secara kontak kulit dengan kasus-kasus lepra terbuka. (Zulkifli, 2003) Menurut Ress (1975) dapat ditarik kesimpulan bahwa penularan dan perkembangan penyakit kusta hanya tergantung dari dua hal yakni jumlah atau keganasan Mocrobakterillm Leprae dan daya tahan tubuh penderita. Disamping itu faktor-faktor yang berperan dalam penularan ini adalah : - Usia : Anak-anak lebih peka dari pada orang dewasa - Jenis kelamin : Laki-laki lebih banyak dijangkiti - Ras : Bangsa Asia dan Afrika lebih banyak dijangkiti

yaitu:    Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit. nodul) yarig tersebar pada kulit Alis rambut rontok Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (mukasinga) (Zulkifli. Neuritis. tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut. reaksi :        Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.. Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat. kadang-kadang disertai vomitus. 2003) 1. Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma. Nepritis hepatospleenomegali.Kesadaran sosial :Umumnya negara-negara endemis kusta adalah negara dengan tingkat sosial ekonomi rendah . Orchitis dan Pleuritis.Lingkungan : Fisik.5 1. 2003)    Gejala-gejala umum pada lepra. medianus. aulicularis magnus seryta peroneus. Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris. sosial. biologi.6 Patogenesis Tanda dan Gejala Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam. Kadang-kadang disertai iritasi. Di dalam tulisan ini hanya akan disajikan tandatanda secara umum tidak terlampau mendetail. Anoreksia. 2003) dan . agar dikenal oleh masyarakat awam. yang kurang sehat (Zulkifli. Cephalgia. (Zulkifli. Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia. Nausea. tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.

(Zulkifli. 2003) Pengobatan kepada penderita kusta adalah merupakan salah satu cara pemutusan mata rantai penularan. Kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup 24-48 jam dan ada yang berpendapat sampai 7 hari. materi penyuluhan berisikan pengajaran bahwa : a. 2003) Ada beberapa obat yang dapat menyembuhkan penyakit kusta. Kasus-kasus menular tidak akan menular setelah diobati kira-kira 6 bulan secara teratur e. Jadi faktor pengobatan adalah amat penting dimana kusta dapat dihancurkan. ini tergantung dari suhu dan cuaca diluar tubuh manusia tersebut. sehingga penularan dapat dicegah. Ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit kusta b. Enam dari tujuh kasus kusta tidaklah menular pada orang lain d. Dengan demikian penting sekali agar petugas kusta memberikan penyuluhan kusta kepada setiap orang.8 Pemeriksaan Penunjang Penatalaksanaan 1. Sekurang-kurangnya 80 % dari semua orang tidak mungkin terkena kusta c. lebih besar kemungkinan menimbulkan penularan dibandingkan dengan yang tidak utuh. Jadi dalam hal ini pentingnya sinar matahari masuk ke dalam rumah dan hindarkan terjadinya tempat-tempat yang lembab. Tetapi kita tidak dapat menyembuhkan kasus-kasus kusta kecuali masyarakat mengetahui ada obat penyembuh kusta.1.8. (Zulkifli.1 Medika Mentosa 1. Disini letak salah satu peranan penyuluhan kesehatan kepada penderita untuk menganjurkan kepada penderita untuk berobat secara teratur.8.9 Prognosis Hingga saat ini tidak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Makin panas cuaca makin cepatlah kuman kusta mati. Diagnosa dan pengobatan dini dapat mencegah sebagian besar cacat fisik . Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh bentuknya. materi penyuluhan kusta kepada setiap orang.7 1.2 Non Medika Mentosa 1. dan mereka datang ke Puskesmas untuk diobati.

(Zulkifli. 2003) .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.