MANAJEMEN MEMORI

Manajemen Memori dengan Alokasi Proses di RAM
 Monoprogramming

 • • • •

Memori dibagi untuk Sistem Operasi dan untuk Proses Single User Multiprogramming dengan Partisi Tetap Program atau aplikasi dapat dibagi menjadi dua atau lebih proses Setiap proses ditempatkan pada partisi memori yang ukurannya telah ditetapkan Proses yang menunggu pemrosesan, dimasukkan ke dalam antrian proses Antrian proses dapat dibuat satu atau lebih

Contoh

Partisi 4 Partisi 3

Partisi 4 Partisi 3

Partisi 2 Partisi 1 M ultiple Input Queue Sistem Operasi Single Input Queue

Partisi 2 Partisi 1 Sistem Operasi

Manajemen Memori dengan Alokasi Proses di RAM dan Disk (Swapping
 Multiprogramming dengan partisi tidak tetap:

Lokasi memori, jumlah dan besar proses dapat berubah secara dinamis sesuai kebutuhan

Multiprogramming dengan Partisi Dinamis
 Multiprogramming dengan partisi statis tidak

efisien karena terjadi pemborosan memori  Multiprogramming dengan partisi dinamis, adalah dimana partisi baru akan dibuat setelah suatu proses masuk ke memori utama.  Cara ini menyebabkan utilitas CPU akan semakin bertambah.  Dampaknya ada lubang-lubang di antara 2 proses.

SISTEM FILE

Sistem File
 Semua aplikasi komputer selalu melakukan proses

penyimpanan dan pengambilan informasi.  Masalah-masalah yang muncul dengan penyimpanan informasi di memori antara lain :
4. Tidak semua informasi dapat disimpan seluruhnya

pada memori 5. Informasi yang tersimpan di memori hilang jika proses berakhir 6. Tidak dapat dipergunakan bersama-sama

Kriteria Penyimpanan File
    

Dapat menyimpan banyak informasi Dapat disimpan dalam waktu lama Dapat dipergunakan bersama-sama Solusi : file - disimpan pada media eksternal Bagian sistem operasi yang mengatur file ini disebut Sistem File.

Sistem File dapat ditinjau dari dua sudut pandang: 8. Sudut pandang pemakai 9. Sudut pandang perancang sistem file

File
 Penamaan File

Aturan penamaan file berbeda dari satu sistem dengan sistem yang lain. Contoh :
    

File.Bak  file backup File.Bin program biner yg dapat dieksekusi File.Hlp  teks untuk perintah help File.Obj  file obyek File.Lib  library dari file obyek

Tipe File
 Regular file

Berisi informasi biasa yang dibuat oleh pemakai. Biasanya terdiri atas file ASCII atau file biner.  Direktori Yaitu sistem file yang akan memelihara struktur sistem file.  Character Special Files Berkaitan dengan perangkat I/O  Block Special Files Digunakan untuk memodelkan disk.

Pengaksesan File
Ada dua macam pengaksesan file secara umum: 1. Pengaksesan sekuensial. Dengan cara ini tiap byte pada file dibaca berurutan dari awal sampai akhir. 2. Pengaksesan secara random. Dengan cara ini pembacaan dapat langsung ke byte atau record yang dituju

Operasi File
Beberapa operasi atau pemanggilan sistem untuk file yang umum adalah: 1. Create : Membuat file baru dan kosong. 2. Delete : Menghapus file 3. Open : Membuka file sebelum digunakan. 4. Close : Menutup file setelah tidak digunakan. 5. Read : Membaca isi file pada posisi yang sedang ‘current’.  Write : Menuliskan informasi ke dalam file pada posisi yang sedang ‘current’.  Append : Menambahkan informasi ke dalam file pada posisi ‘End-Of-File’ sehingga ukuran file bertambah. 8. Seek : Mencari informasi tertentu pada file dengan menggunakan key tertentu. 9. Get Attributes : Mengambil beberapa atribut pada file 10. Set Attributes : Men-set atribut file 11. Rename : Mengganti nama file.

Memory-Mapped File
 Adalah suatu file yang dipetakan ke memori

utama. Beberapa kelemahan teknik ini adalah:  Ukuran file tidak dapat diketahui secara pasti.  Sukar menjaga konsistensi file  Proses akan rumit jika ukuran file lebih besar dari segmennya
 DIREKTORI Digunakan untuk menyimpan

informasi engenai suatu file.

Implementasi File
Beberapa metode yang telah diimplementasikan akan diperlihatkan di bawah ini.  Alokasi Kontigu yaitu metode yang menempatkan suatu file dalam alokasi blok yang kontigu.  Keuntungan: Sederhana implementasinya  Kelemahan: Menjadi masalah jika ukuran file tidak diketahui Banyak terjadi fragmentasi eksternal

 Alokasi Linked List  Keuntungan:

semua blok dapat digunakan hanya alamat blok pertama yang disimpan pada direktori
 Kelemahan:

akses random menjadi lambatharus disediakan sejumlah tempat pada tiap blok untuk menyimpan alamat blok berikutnya

 Alokasi Linked List dengan Indeks

(Metode ini digunakan oleh MS-DOS)  Untuk mereduksi kelemahan pada metode Linked List maka digunakan tabel yang menyimpan semua alamat blok.  Keuntungan: akses random lebih cepat untuk meyimpan alamat blok pertama pada direktor cukup dengan menyimpan sebuah nilai integer yang menujukkan nomor blok pertama file berada  Kelemahan: tabel harus disimpan di memori

Kehandalan Sistem File
 Pengelolaan Blok yang rusak (Bad Block

Management) - Secara Hardware - Secara Software  Backup - Dengan sistem dua drive - Dengan cara incremental dumps yaitu suatu cara backup secara periodik.  Konsistensi sistem file

Pengamanan
 Sistem file mengandung informasi yang

sangat penting. Untuk itu usaha pengamanan terhadap sistem ini sangat diperlukan.

Lingkungan Pengamanan
 Sistem file perlu dijaga dari kehilangan data

dan pengaksesan data dari pihak yang tidak berhak. Kehilangan data dapat disebabkan oleh: - Aksi alam, seperti gempa bumi, banjir, dll - Kesalahan hardware atau software - Kesalahan manusia

 Aksi-aksi luar yang merusak misalnya:

-

Aksi coba-coba dari pemakai di luar sistem Aksi sengaja untuk ‘mengelabui’ sistem. Aksi sengaja untuk mencari keuntungan. Aksi sengaja dengan tujuan politis dll

Prinsip-prinsip Perancangan Pengamanan
 Perancangan sistem harus bersifat publik  Default sistem harus “No Access”  Pemeriksaan otoritas harus selalu dilakukan

untuk setiap pengaksesan sumberdaya  Memberikan keistimewaan sesedikit mungkin  Mekanisme proteksi harus sederhana, seragam, dan menyatu (built-in) dengan lapisan terendah dari sistem.  Skema yang dipilih harus secara psikologis dapat diterima oleh pemakai.

Otentikasi Pemakai
 Otentikasi pemakai adalah suatu cara untuk

mengenali pemakai pada saat login ke sistem. Tiga cara yang telah dikenal antara lain : 1. Password 2. Identifikasi Fisik 3. Tindakan Balasan (countermeasures)

MEKANISME PROTEKSI
Mekanisme proteksi adalah cara sistem operasi memproteksi file dan sumber-sumber lainnya.  Domain Proteksi 3. Domain proteksi adalah himpunan dari pasangan (objek, hak). 4. Objek adalah segala sumber pada sistem yang perlu diproteksi. 5. Objek dapat berupa hardware maupun software. 6. Hak adalah aktivitas yang dapat dilakukan terhadap objek yang bersangkutan.

Kesimpulan
 Dari sudut pandang pemakai : 2. File merupakan kumpulan dari file dan

direktori serta operasi yang berlaku di dalamnya. File dapat diberi nama, dihapus, di-copy, dsb. 3. Direktori dapat di-create, dipindahkan, dsb. Hal-hal itulah yang terlihat dari sudut pandang pemakai (user’s point of view).

Dari sudut perancang sistem :
 Bagaimana struktur penyimpanannya di dalam disk  Bagaimana direktori diimplementasikan  Bagaimana inkonsistensi harus dihindari, dsb  Masalah pengamanan dan proteksi sistem file

merupakan masalah yang harus dihadapi baik oleh pemakai maupun oleh desainer dalam konteks yang agak berlainan.  Masalah yang dihadapi pemakai lebih ditekankan pada masalah moral pemakai sistem.  Sedangkan masalah yang dihadapi oleh desainer adalah bagaimana membuat sistem file tersebut tangguh dan handal terhadap para perusak sistem.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful