P. 1
50509208-PROPOSAL-1

50509208-PROPOSAL-1

|Views: 561|Likes:
Published by Saiful Van Bahri

More info:

Published by: Saiful Van Bahri on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A.Latar Belakang Masalah
  • B.Batasan Masalah Penelitian
  • C.Rumusan Masalah Penelitian
  • D. Tujuan Penelitian
  • D.Manfaat Penelitian
  • E. Definisi Operasional
  • BAB II
  • LANDASAN TEORI
  • A. Peneliti Terdahulu 1.Nisa Chadirun Asnif
  • 2.Nurgianto
  • B. Pendidikan
  • C. Tujuan Pendidikan
  • C. Prestasi Belajar
  • 1. Pengertian Belajar
  • 2. Ciri-ciri Belajar
  • 3. Faktor-Faktor Belajar
  • 4. Pengertian Prestasi Belajar
  • 6. Faktor-faktor Kesulitan Belajar
  • D. Tinjauan Mata Pelajaran Ekonomi
  • 1. Pengertian Ekonomi
  • 2. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Ekonomi
  • 3. Pendekatan dan Pengorganisasian Materi Pelajaran Ekonomi
  • 4. Cara Belajar Ilmu Ekonomi
  • D. Konsep Pelajaran Akuntansi
  • D. Proses Belajar Mengajar Akuntansi
  • E. Prestasi Belajar Akuntansi
  • F. Hubungan Antara Mata Pelajaran Ekonomi dan Akuntansi
  • G. Hipotesis
  • BAB III
  • METODOLOGI PENELITIAN
  • A. Rancangan Penelitian
  • B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
  • 2. Sampel Penelitian
  • C. Variabel Penelitian
  • D. Metode Pengumpulan Data
  • 2. Teknik Tes
  • Tabel 2 Pedoman Penilaian Hasil
  • Keterangan :
  • E. Validitas dan Reliabilitas
  • F. Teknik Analisis Data
  • BAB IV
  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  • A.Deskripsi Data
  • 1. Data Umum
  • 2. Data Khusus
  • Tabel 4.3. Hasil Pengujian Reliabilitas
  • Variabel Nilai Cronbach’s
  • Alpha Keterangan
  • B. Analisis Data
  • NO Tes Nilai Ekonomi(X) Tes Nilai Akuntansi (Y) Nama Nilai Nama Nilai
  • C. Interpretasi Data
  • BAB V
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • A.Kesimpulan
  • B.Saran-saran
  • DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada hakekatnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap manusia karena dengan pendidikan manusia dapat berdaya guna dan mandiri. Selain itu pula pendidikan sangat penting dalam pembangunan, maka tidak salah jika pemerintah senantiasa mengusahakan untuk meningkatkan mutu pendidikan baik dari tingkat yang paling rendah maupun sampai ketingkat perguruan tinggi. Pendidikan bagi bangsa yang sedang membangun seperti bangsa Indonesia saat ini merupakan kebutuhan mutlak yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntutan pembangunan secara tahap demi tahap. Pendidikan yang dikelola dengan tertib, teratur, efektif, dan efisisen akan mampu mempercepat jalannya proses pembudayaan bangsa yang berdasarkan pokok dan penciptaan kesejahteraan umum dan pencerdasan kehidupan bangsa kita, sesuai dengan tujuan nasional seperti tercantum dalam alinea IV pembukaan UUD 1945.(Ihsan, Fuad:3) Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai usaha pemberian informasi dan pembentukan ketrampilan saja, namun diperluas sehingga mencakup usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan, dan kemampuan individu sehingga tercapai pola hidup pribadi dan sosial yang memuaskan. Pendidikan bukan

1

2

semata-mata sebagai sarana untuk persiapan kehidupan yang akan datang, tetapi untuk kehidupan anak sakarang yang sedang mengalami perkembangan menuju tingkat kedewasaan. (Ihsan, Fuad:5) Pendidikan ini bertujuan menyiapkan anak didik agar mampu menyelesaikan dan memecahkan berbagai problem kehidupan. Oleh karena itu untuk menciptakan mutu pendidikan yang baik perlu diadakan perbaikan dan pengembangan program pendidikan. Berbagai usaha kearah peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ini telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Usaha yang dilakukan dengan berbagai penyempurnaan untuk memperbaiki sistem pendidikan, diantaranya ialah perbaikan metode proses belajar mengajar dan penyempurnaan kurikulum. Contohnya dengan berbagai macam metode mengajar diuji coba diberbagai bidang studi salah satunya bidang studi ekonomi. Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, cerdas, kreatif, terampil, disiplin, bertanggung jawab serta sehat jasmani dan rohani dengan kata lain Pendidikan Nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UU tentang pendidikan yang terakhir adalah UU No. 22 tahun 2003. Demi terlaksananya tujuan pendidikan tersebut diatas maka proses belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar

3

dikalangan masyarakat harus terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif dan memiliki keinginan untuk maju. Untuk itu setiap tujuan pembelajaran harus selalu mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan. Hal ini ditujukan agar terjadi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Pendidikan sekolah merupakan salah satu Pendidikan Nasional menempati posisi strategis dalam usaha menunjang berhasilnya pembangunan nasional yang bertujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya.Dalam konteks pembangunan manusia merupakan subyek sekaligus obyek dalam pembangunan, dalam hal ini kualitas sumber daya manusia akan mempengaruhi sejauh mana keberhasilan pembangunan akan dicapai oleh sebuah lembaga pendidikan. Sekolah merupakan sarana pendidikan yang bersifat formal, berisikan serangkaian kegiatan belajar secara berencana yang disusun untuk dipelajari oleh siswa. Salah satu bentuk pendidikan formal tersebut adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Kurikulum kegiatan belajar mengajar di SMA terdapat mata pelajaran Akuntansi yang merupakan mata pelajaran yang diwajibkan dalam penjurusan bidang yang diminati yaitu jurusan IPS (ilmu Pengetahuan Sosial). Sejalan dengan kegiatan belajar pembelajaran mata pelajaran akuntansi mempunyai manfaat dalam kegiatan perekonomian. Hal yang perlu kita ketahui adalah setiap kegiatan bisnis dapat dipastikan membutuhkan kegiatan akuntansi, dari kegiatan akuntansi akan menghasilkan informasi perekonomian yang

Berdasarkan latar belakang masalah ini. Ini merupakan peluang besar bagi siapapun yang menguasai ilmu akuntansi termasuk lulusan dari SMA jurusan IPS. bagaimana prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang ? . Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah serta batasan masalah yang peneliti kemukakan. maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah tentang Hubungan Prestasi Belajar Siswa Antara Mata Pelajaran Ekonomi dengan Prestasi Mata Pelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang. maka peneliti berkeinginan untuk mengangkat permasalahan tersebut dalam suatu bentuk penelitian yang berjudul: Hubungan Prestasi Belajar Siswa Antara Mata Pelajaran Ekonomi dengan Prestasi Mata Pelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang. C. Batasan Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah penelitian. Kegiatan ekonomi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan berupaya memanfaatkan sumber daya yang terbatas secara efisien dan efektif serta dapat memenuhi kebutuhan manusia. maka untuk mempermudah pembahasan dan efektifitas pencapaian tujuan peneliti perlu dirumusakan masalah dari penelitian sebagai berikut : 1. B.4 berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai perkembangan perusahaan yang bersangkutan.

3. Tujuan Penelitian Penetapan tujuan dalam kegiatan penelitian merupakan hal yang dapat menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian. untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan prestasi belajar antara mata pelajaran ekonomi dengan mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 semester 1 tahun pelajaran 2010-2011. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. untuk menjelaskan prestasi belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang. 2.Selaian itu dapat juaga digunakan sebagai pedoman untuk mengoreksi kegiatan yang sedang dilakukan. . bagaimana prestasi belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang ? 3. Adakah hubungan prestasi belajar antara mata pelajaran ekonomi dengan mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 semester 2 tahun pelajaran 20102011 ? D. untuk menjelaskan prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang.5 2.

hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi guru di SMA Negeri 1 Jombang. Prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian(Baharudin dan Wahyuni.6 D. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai menurut kemampuan yang tidak dimiliki dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan belajar dengan waktu tertentu. memberikan sumbangan pemikiran bagi dinas pendidikan untuk dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum untuk mata pelajaran akuntansi yang merupakan mata pelajaran wajib yang harus diberikan kepada siswa SMA jurusan IPS agar dapat mengembangkan pengetahuan lain termasuk ekonomi. 2008:18) . 4. sebagai sumbangan penambahan daftar referensi perpustakaan dan pusat penelitian STKIP PGRI Jombang. khususnya guru mata pelajaran ekonomi dan akuntansi. E. 2. 3. sebagi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan berpikir dalam menemukan sesuatu dengan cara ilmiah sebagi syarat memperoleh gelar sarjana (S1) pada STKIP PGRI Jombang. bagi peneliti. Definisi Operasional 1. Manfaat Penelitian Pentingnya dilakukan penelitian ini sebagai berikut : 1.

dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi. Ekonomi Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang banyak.7 2. Akuntansi Akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan keuangan suatu badan usaha kepeda pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktifitas ekonomi dan kondisi perusahaan (Sofyan. konsumsi dan distribusi (Winardi. 2003:27) . 1998 : 23) 3. bervariasi.

motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar dan prestasi belajar bagi siswa. • Motivasi berperan dalam menumbuhkan dan mengarahkan kegiatan siswa yang kurang berminat terhadap pelajaran yang di ajarkan oleh guru. Peneliti Terdahulu Meneliti tentang ”Hubungan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Islam Malang. 8 . 1. • Mata pelajaran akuntansi tidak hanya berisi muatan teori namun juga keterampilan bahkan bahkan syarat dengan nilai atau sikap tertentu oleh karena itu penyediaan sarana dan prasarana disekolah harus mendapat perhatian agar dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar guna mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Nisa Chadirun Asnif melainkan juga mencakup ketrampilan dan pengembangan pribadi sebagai makhluk Tuhan dan sebagai warga negara. Hasil yang diperoleh dari kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut: • Pendidik tidak hanya mencakup kecerdasan atau intelektual belaka.BAB II LANDASAN TEORI A. penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh secara parsial motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA ISLAM Malang.

Pendidikan Pendidikan adalah sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai didalam masyarakat dan kebudayaan agar usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain untuk . B.9 2. demikian pula pada minat belajar yang berpengaruh paling dominan atau kuat terhadap prestasi akademik siswa mata pelajaran akuntansi. Sekolah bukan hanya pelajaran teori semata yang didapatkan siswa tetapi sikap dan pelaksanaan diluar pelajaran juga perlu. Hasil penelitian ini menunjukkan: • Keaktifan beroirganisasi sangat baik ditanamkan pada diri siswa guna membangun mental dan fisik dalam kehidupan nyata. Nurgianto Meneliti tentang ”Pengaruh Keaktifan Berorganisasi dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mata Pelajaran Akuntansi di MAN 3 Malang”. Dari beberapa tinjauan pustaka di atas peneliti belum menjumpai adanya penelitian yang menguraikan tentang penelitian yang berhubungan antara prestasi pelajaran ekonomi terhadap mata pelajaran akuntansi di kelas XI IPS 1 SMAN 1 JOMBANG. Keaktifan berorganisasi berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa pada mata pelajaran akuntansi.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan kegiatan yang menjalin hubungan antara tenaga pendidik dengan peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. emosional. . akhlak mulia. pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu. 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.10 menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang tinggi. adapun maksudnya. bangsa dan negara. serta keterampilan yang diperlukannya. kecerdasan. Ini semua dapat dilakukan melalui usaha untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kepribadian. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. akhlak mulia. pengendalian diri. 2006: 1) Ki Hajar Dewantara pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. (Hasbullah. masyarakat. pengendalian diri. Pendidikan adalah usaha manusia yang dilakukan dengan sengaja yang bersifat bimbingan bagi mereka yang membutuhkan untuk menuju kedewasaan dan sekaligus merupakan usaha penigkatan kesejahteraan lahir dan batin. kepribadian. agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingigi-tingginya. UU No.

Tujuan Pendidikan Umar (2007:37) menyatakan tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. luhur. Tujuan pendidikan pertanian tidak sama dengan tujuan pendidikan teknik jika semua lembaga dapat mencapai tujuannya berarti tujuan nasional tercapai yaitu terwujudnya manusia Pancasila yang memiliki bekal khusus sesuai dengan misi lembaga pendidikan dimana seseorang menggembleng diri. Pancasila. tidak fungsional. Disini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat normatif. Misalnya tujuan pendidikan tingkat SD berbeda dari tujuan tingkat menengah. tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya. pantas.11 C. sehingga harus dicegah terjadinya. benar dan indah untuk kehidupan. Bahwa segenap komponen diri seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada atau ditujukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Ada 4 tujuan pendidikan menurut Oteng (1977:39) yang pada pokok-pokoknya adalah : 1. bahkan salah. 2. yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa. tujuan umum pendidikan nasional Indonesia ialah manusia . Tujuan pendidikan menduduki posisi penting diantara komponen pendidikan lainnya. Dengan demikian maka kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang.

Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan belajar. pengertian. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. keterampilan . Kurikulum mempunyai tujuan yang disebut tujuan kurikuler. tujuan kurikuler yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran. watak dan penyesuaian diri. harga diri. IPS atau Matematika. tetapi juga berbentuk kecakapan. tujuan instruksuinal yaitu materi kurikulum yang berupa bidang studi yang terdiri dari pokok-pokok bahasan dan sub pokok bahasan. sebagai hasil pengalamannya sendiri sebagai interaksi dengan lingkungannya. Pengertian Belajar Sardiman (2007:21) belajar adalah usaha mengubah tingkah laku. Setiap lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan institusionalnya menggunakan kurikulum.12 3. Jelasnya menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang Slameto (2003:2) belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Misalnya tujuan IPA. minat. Ngalim Purwanto (2003:84-85) menyimpulkan definisi belajar dari beberapa ahli diantaranya : . Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. 4. sikap. C. Prestasi Belajar 1.

B.13 A. kebiasaan dan kepandaian. Morgan dalam buku Introduction to Psycology (1978) mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. di mana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon pembawaan. D. kematangan. . atau keadaankeadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan. pengaruh obat dan sebagainya). morgan dalam buku Introduction to Psycology (1978) mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. gagne dalam buku The Conditions of Learning (1977) menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke dalam waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. hilgrad dan bower buku Theories of Learning (1975) mengemukakan belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. C. witherington dalam buku Educational Psycology mengemukakan belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan. sikap.

2. Berbuat. tingkah laku yang mengalami perubahan karena menyangkut berbagai aspek kepribadian. 3. baik fisik maupun psikis. belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku. nilai. belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. Pengalaman belajar secara maksimum bermakna bagi kehidupan murid.14 Dari definisi tentang belajar tersebut diatas dapat di jelaskan secara garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. 1. 2. Proses itu melampaui bermacam-macam ragam pengalaman dan mata pelajaran-mata pelajaran yang terpusat pada suatu tujuan tertentu. ketrampilan. mereaksi dan melampaui. Sehingga diharapkan siswa atau peserta didik mengalami perubahan tingkah laku dan memperoleh pengetahuan baru yang belum diketahuinya sebelumnya. dan sikap dari pendidik atau guru kepada peserta didik dengan adanya interaksi yang terjadi didalam proses belajar mengajar. 3. 2. 4. Sedangkan pengertian belajar menurut peneliti adalah proses mentransfer pengetahuan. untuk dapat disebut belajar maka perubahan itu harus relatif. . Ciri-ciri Belajar Hamalik (2007. 31) menyimpulkan uraiannya yang cukup panjang tentang ciri-ciri belajar sebagai berikut. Dimana pengetahuan tersebut dapat menjadi bekalnya di masa yang akan datang. Proses belajar adalah pengalaman.

Proses belajar yang terbaik apabila murid mengetahui status dan kemajuan. Hasil-hasil belajar yang telah di capai adalah bersifat kompleks dan dapat berubah-ubah. pengertianpengertian. contoh: belajar untuk memperoleh sifat berbeda dengan belajar untuk mengembangkan kebiasaan dan sebagainya.15 4. Pengalaman belajar bersumber dari kebutuhan dan tujuan murid sendiri yang mendorong tujuan motivasi yang kontinyu. 8. sikap-sikap. 6. apresiasi. Hasil-hasil belajar di terima murid apabila memberi kepuasan pada kebutuhannya dan berguna serta bermakna baginya. Tetapi prinsip-prinsip itu tidak dapat dijadikan hukum belajar yang bersifat mutlak. Karena itu. 5. nilai-nilai. Hasil-hasil belajar adalah pola-pola perbuatan. 9. 3. Faktor-Faktor Belajar Prinsip-prinsip belajar yang hanya memberikan petunjuk umum tentang belajar. Proses belajar berlangsung secara efektif di bawah bimbingan yang merangsang dan membimbing tanpa tekanan dan paksaan. kalau tujuan belajar berbeda maka dengan sendirinya cara belajar harus berbeda. 7. 10. Proses belajar dan hasil usaha di pengaruhi oleh perbedaan-perbedaan individu dikalangan murid-murid. dan ketrampilan. belajar .

Sedangkan kegagalan akan menimbulkan frustasi 4. Siswa yang belajar perlu mengetahui apakah ia berhasil atau gagal dalam belajarnya. karena itu faktor fisiologis sangat menentukan berhasil atau tidaknya murid belajar. para siswa yang lamban. merasakan. 2. karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran dan lebih mudah mengingat-ingatnya.16 yang efektif sangat di pengaruhi oleh faktor-faktor kondisional yang ada. lelah akan menyebabkan perhatian tidak mungkin akan melakukan kegiatan belajar yang sempurna. Kondisi badan siswa yang belajar sangat berpengaruh dalam proses belajar. Siswa yang belajar melakukan banyak kegiatan. . belajar memerlukan latihan. recalling dan receiving agar belajar yang terlupakan dapat dikuasai kembali dan pelajaran yang belum di kuasai akan mudah di pahami. berpikir motoris. Murid yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar. seperti melihat. dengan jalan: relearning. Faktor intelegensi. Penggunaan dan ulangan. Badan yang lemah. Keberhasilan akan menimbulkan kepuasan dan mendorong belajar lebih baik. 3. Faktor-faktor itu sebagai berikut: 1. Faktor-faktor psikologis. Faktor kegiatan. mendengar. Hal ini berbeda dengan siswa yang kurang cerdas. 5. Anak yang cerdas akan lebih mudah berpikir kreatif dan lebih cepat mengambil keputusan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar . lingkungan keluarga juga menunjang. Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar anak. Untuk memahami tingkat dan penguasaan prestasi belajar lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atu angka yang diberikan oleh guru. perlu suasana hubungan dan komunikasi yang lancar antara orang tua dengan anak-anak serta keadaan keuangan keluarga yang tidak kekurangan. keluarga merupakan salah satu potensi yang besar dan positif dalam memberi pengaruh pada prestasi belajar siswa. sehingga dapat memnuhi kebutuhan hidup dan kelengkapan belajar anak (sarana dan prasarana belajar). Jadi dapat disimpulkan prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku yang dicapai melalui proses belaajr. membimbing dan memberi teladan yang baik kepada anaknya. dikerjakan dan sebagainya). karena sebagian waktu seorang siswa berada dirumah. Maka orang tua sudah sepatutnya mendorong. perubahan sikap dan tingkah laku serta perubahan ketrampilan dan kecakapan. Prestasi adalah hasil yangtelah dicapai (dilakukan. Hal-hal tersebut ikut mempengaruhi prestasi belajar 5. Oleh karena itu.17 4. Prestasi dapat berupa perubahan penguasaan ilmu pengetahuan. dan adik-kakak siswa adalah orang yang paling dekat dengan dirinya. memberi semangat. Dengan demikian prestasi belajar dapat diketahui apabila subyek belajar telah dipelajari sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Pengertian Prestasi Belajar Istilah prestasi digunakan untuk menunjukkan suatu pencapaian tingkat keberhasilan dari usaha yang dilakukan. Orang tua. Selain itu.

Keadaan psikis menunjukkan pada keadaan stabilitas mental siswa. c. Siswa yang kurang berminat dalam pelajaran tertentu akan menghambar dalam belajar. faktor minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidan tertentu. baik yang cenderung mendorong maupun yang menghambat. keadaan alat-alat indera dan lain sebagainya. faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. faktor intelegensi intelegensi dalam arti sempit adalah kemampuan untuk mencapai prestasi belajar maka guru harus memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bidang studi yang banyak membutuhkan berfikir rasiologi untuk mata pelajaran Akuntansi. . karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya. faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian yaitu: a. faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut : 1. kesehatan jasmani.18 Baharudin. faktor keadaan fisik dan psikis keadaan fisik menunjukkan pada tahap pertumbuhan. dkk (2008:19-27) Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. b. Demikian juga dialami belajar.

kurang perhatian orang tua. meneliti dan mengembangkan serta memberikan penalaran teknik karena itu setiap guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesional. kurang perlengkapan belajar akan mempengaruhi berhasil tidaknya belajar. faktor sumber-sumber belajar Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan dalam proses belajar adalah tersedianya sumber belajar yang memadai.19 2. keluarga kurang mendukung situasi belajar. bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting. b. sehingga dapat menunjang tingkat prstasi siswa semaksimal mungkin. kepribadian dan kemasyarakatan. faktor eksternal adalah faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar. situasi kelas yang diberi pelajaran. melatih. Seperti kericuhan keluarga. mengolah. faktor eksternal dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu : a. Guru juga menunjukkan fleksibilitas yang tinggi yaitu gaya memimpin kelas yang selalu disesuaikan dengan keadaan. karena sebagian besar waktu belajar dilaksanakan dirumah. Sumber belajar itu . faktor guru Guru sebagai tenaga berpendidikan memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Lingkungann turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja.

anak didik menunjukkan tingkah laku yang kurang wajar. hemat waktu dan tenaga serta hasil yang lebih bermakna. 3. anak didik sering meninggalkan pelajaran tanpa alasan/bolos. hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Faktor-faktor Kesulitan Belajar Kesulitan belajar disebabkan oleh banyak faktor. faktor intern yaitu faktor yang berasal dari dalma siswa. 2. 4. mudah dipahami. Maka pelajaran akan lebih menarik. menjadi konkret.20 dapat berupa media atau alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. yaitu nilai yang dicapai dibawah rata-rata anak sekelas. secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi 2 bagian yaitu : 1. 2. 6. 6. faktor ekstern yaitu faktor dari luar siswa yang mempengaruhi prestasi belajar. anak didik lambat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar. Alat bantu belaajr merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. Ciri-ciri kesulitan belajar antara lain : 1. prestasi belajar rendah. Langkah-langkah cara mengatasi kesulitan belajar : . 5. anak didik sering tidak masuk tanpa keterangan.

D. 4. belum dianalisis. pengumpulan data yaitu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terhadap obyek guna menemukan penyebab kesulitan belajar pada siswa. . pengolahan data yaitu data yang terkumpul harus diolah secara cermat karena masih mentah. prognosis yaitu ramalan mengenal bantuan yang akan diberikan dalam mengatasi kesulitan belajar. seperti bimbingan belajar. dan mengatasi masalah pribadi. 6. aturan hukum” dan secara garis besar diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. 3. perlakuan yaitu pemberian bantuan. 2. evaluasi yaitu untuk mengetahui apakah perlakuan yang gtelah diberikan berhasil atau gagal. 5. Tinjauan Mata Pelajaran Ekonomi 1. Pengertian Ekonomi Kata ”ekonomi” sendiri beralasan dari kata Yunani oikos yang berarti ”keluarga rumah tangga” dan nomos ”peraturan. diagnosis yaitu keputusan menentukan sumber kesulitan belajar yang di alami siswa dalam pembelajaran akuntansi.21 1.

konsumsi.22 Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Ekonomi merupakan “ilmu atau seni yang mengkaji tentang upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang banyak. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Ekonomi Mata pelajaran ekonomi berfungsi “membekali siswa dengan pengetahuan dan ketrampilan dasar agar mampu mengambil keputusan secara rasional tindakan ekonomi dalam menentukan berbagai pilihan” (Depdiknas 2001). dan atau distribusi” (Depdiknas 2001). 2. mengenalkan siswa pada fakta tentang peristiwa dan permasalahan ekonomi. c. bervariasi. b. Suyanto dan Nurhadi (2000:4) menyimpulkan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari bagaimana manusia berusaha mencapai kemakmuran atau memenuhi kebutuhannya. Keberadaan ilmu ekonomi sebagai suatu disiplin ilmu sangat diperlukan karena manusia selalu dihadapkan untuk membuat pilihan dalam . membekali beberapa konsep dasar ilmu ekonomi sebagai pedoman dalam berperilaku ekonomi dan untuk mendalami mata pelajaran ekonomi pada jenjang berikutnya. dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui kegiatan produksi. membekali nilai-nilai dan etika bisnis serta menumbuhkan jiwa wirausaha. Menurut Depdiknas (2001) tujuan diberikannya mata pelajaran ekonomi di SMP adalah sebagai berikut : a.

23

kehidupannya. Oleh karena itu, dalam pendidikan ekonomi harus diajarkan pada siswa tentang bagaimana membuat pilihan-pilihan secara rasional dan membuat siswa dapat menggunakan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi untuk menganalisis persoalan-persoalan ekonomi personal dan

kemasyarakatan.

3. Pendekatan dan Pengorganisasian Materi Pelajaran Ekonomi Pembelajaran ekonomi di SMA menggunakan pendekatan pemecahan masalah di mana siswa diharapkan mampu menghadapi masalah ekonomi yang terjadi dalam kehidupannya. Untuk itu organisasi materi dimulai dari pengenalan fakta tentang peristiwa ekonomi, memahami teori/konsep dasar untuk memecahkan masalah ekonomi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran siswa harus menyentuh inti dari pendidikan ekonomi sekalipun pada tataran yang masih sederhana. Cakupan dan kedalaman materi pelajaran ekonomi di SMA harus mengacu pada kurikulum yang berlaku, kemampuan awal siswa, kondisi lingkungan sekitar sehingga siswa siswa termotivasi untuk mempelajarinya. Di sini guru dituntut untuk bisa mengorganisasi kelas secara efektif, termasuk mengemas materi pelajarannya secara tepat.

24

4. Cara Belajar Ilmu Ekonomi Walaupun pelajaran ekonomi boleh dikatakan tidak sesulit belajar ilmu pasti, tapi kenyataan di lapangan banyak siswa yang merasa kesulitan dalam belajar ekonomi terbukti dengan hasil belajar yang masih rendah. Kesulitan belajar ekonomi dapat diatasi dengan berbagai metode. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan dalam belajar ilmu ekonomi (Tim Penyusun PR Ekonomi 2003) di antaranya : 1. pendalaman konsep konsep dalam ilmu ekonomi itu muncul setelah terjadi peristiwa, sedang terjadi peristiwa ekonomi, dan ramalan peristiwa ekonomi yang akan terjadi. Untuk mendalami konsep, bacalah konsep itu kemudian diskusikan dengan teman, orang tua, guru dan atau para ahli ekonomi yang dikenal. Setelah itu, kaitkan dengan konsep yang lain hingga membentuk jaring laba-laba yang saling berkaitan. Kaitkan pula konsep yang Setiap melangkah, setiap kita melakukan kegiatan, berarti kita telah menerapkan ilmu ekonomi. Jadi setiap kita melakukan kegiatan, bayangkan saja bahwa kita belajar pada bab tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang kita lakukan. Contoh: pada saat kita makan, ingatlah bahwa dipelajari dengan peristiwa yang sedang terjadi di sekitar kita. 2. pembuatan skema keterkaitan konsep dalam ekonomi sangat erat. Keeratan itu dapat dibuat diagram atau peta konsep. Tulislah dalam huruf-huruf besar,

25

tempelkan di dinding kamar tidur. Dengan skema tersebut pasti mudah untuk mengingatnya. 3. kaitkan dengan kehidupan sehari-hari pelajaran ekonomi bukan ilmu di awang-awang yang sulit bayangkan. makan merupakan kebutuhan primer. Pada saat kita membeli sesuatu, ternyata harganya mahal, kaitkan dengan hukum permintaan dan penawaran. 4. lakukan penelitian bagi siswa yang punya hobi nongkrong, amati perilaku orang yang berlalu lalang di depan kalian. Tanyakan apa saja yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukan kegiatan tersebut. Bagi siswa yang suka jalan-jalan, lihat secara cermat apa saja yang dapat ditemukan diperjalanan, tanyalah dengan kata tanya apa, siapa, bagaimana dan mengapa. Dengan sekelumit pertanyaan itu kita sudah dapat membuat analisis cemerlang. Bagi siswa yang suka membaca, catat apa saja yang kalian baca, jika ada hal-hal yang tidak tahu tanyakan kepada orang yang tahu. Lalu, jadikan topik pembicaraan dengan teman-teman. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan itu, berarti kita sudah melakukan penelitian. Lalu buktikan apakah sama hasil analisis kita dengan konsep materi yang sedang dipelajari.

Fungsi Akuntansi Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Pengertian dan Definisi Akuntansi Akuntansi adalah suatu proses mencatat. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. 2. . Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi. meringkas. mengolah dan menyajikan data. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan.26 D. mengklasifikasi. Konsep Pelajaran Akuntansi 1.

Akuntansi manajemen berorientasi pada masa yang akan datang. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja. dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. laporan perubahan modal. bukan masa yang telah lewat (Mulyadi. Kedua. dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. nama laporan. Akuntansi sendiri memiliki definisi yang beragam. transaksi.27 3. karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang. Laporan Dasar Akuntansi Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba. dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya (Sofyan Syafri. 2000 : 1-2). sistem informasi. dan pertanggungjawaban. bahasa. . Pertama. akuntansi yang bersangkutan dengan informasi keuangan. catatan historis. fungsi utama akuntansi adalah menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi seseorang untuk pengambilan keputusan. Akuntansi secara garis besar terbagi menjadi dua tipe. realitas ekonomi saat ini.antara lain akuntansi sebagai suatu ideology. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan. Akuntansi keuangan berorientasi pada masa lalu untuk menggambarkan pertanggungjawaban dana yang dipercayakan oleh pihak luar kepada manajemen perusahaan. penggolongan. yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Tipe akuntansi tersebut memiliki sifat-sifat umum yang sama. dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter.Sedangkan pengertian Akuntansi adalah seni pencatatan. 2003 : 4-5).

(11) Comparability. Sistem dan metode yang digunakan harus konsisten dari waktu ke waktu. Reliability. Dapat dipercaya kebenarannya. (2) Measurement. Misalnya pendapatan belum bisa dicatat sebagai pendapatan apabila belum direalisasikan walaupun sudah ada gambaran yang mengandung kepastian bahwa bakal terjadi pendapatan. (7) Materiality. baik sebagai teori maupun applikasinya. (4) Timeliness. Akuntansi itu tidak memihak kecuali pada prinsip akuntansi sendiri. (9) Relevance. Memahami laporan akuntansi itu harus dengan asumsi bahwa entity akan terus beroperasi dengan berkesinambungan. (10). maka pencatatan transaksi dipilih angka yang paling rendah. dan alat pengukurnya jelas. (3) Verifiability. Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dan signifikan. Dapat dibandingkan. Relevan yang memiliki nilai prediktif. Laporan keuangan harus bisa menyuguhkan period dan cut off date. (12) Predictivity. 2003 : 11-15) D. Harus dapat ditelusuri dan diuji sampai ke bukti-bukti pendukung dan sah. (8) Netral. Dapat digunakan untuk meramalkan dan mengakomodasi trend yang bakal terjadi berdasarkan pengembangan asumsi-asumsi yang dapat dikembangkan oleh nalar dan analitikal. yaitu: (1) Conservatism. Karena lingkungan mengandung aspek ketidakpastian (uncertainty). Proses Belajar Mengajar Akuntansi . Harus dapat diukur. (6) Going concern. serta berdasarkan logika yang rationalistis (Sofyan Syafri.28 Sifat-sifat dasar akuntansi. (5) Consistency. sedang biaya dapat dicatat sebagai biaya walaupun belum direlasir.

Keempat komponen tersebut tidak berdiri sendiri. materi yang diajarkan. tetapi saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain (TIM Pengembangan MKDK IKIP Semarang. Kegiatan Mengajar dapat diartikan sebagai upaya untukmenciptakan harus dilakukan serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia (Suhito. Apa yang harus dibahas dalam proses tersebut (berbicara tentang materi atau bahan ajar) c. jenis kegiatan yang Bagaimana mengetahui berhasil tidaknya proses tersebut (berkenaan dengan penilaian dalam proses belajar) Keempat persoalan diatas merupakan komponen utama yang harus dipenuhi dalam proses belajar mengajar. b. 1989:147). pengajar dan subyek didik yang harus memainkan peranan aktif dalam hubungan sosial tertentu. Sistem lingkungan belajar terdiri dari komponen-komponen yang saling mempengaruhi berupa tujuan pengajaran yang ingin dicapai. maka tidak terlepas dari mengajar. kemana proses tersebut akan diarahkan (berhubungan dengan tujuan proses pengajaran). Belajar dan mengajar sebagai suatu proses harus dapat mengembangkan dan menjawab beberapa persoalan yang mendasar mengenai : a. 1987:1) . suatu sistem lingkungan belajar.29 Berbicara tentang belajar. Bagaimana cara melakukan (metode dan alat yang digunakan dalam proses pengajaran) d.

metode ceramah. guru menggunakan alat bantu dan metode pengajaran. Ada beberapa metode mengajar yaitu metode diskusi. Karena itu. Pernyataan tersebut dapat dipenuhi bila pengajar mampu memberikan fasilitas belajar yang baik sehingga dapat terjadi proses belajar yang baik. dan sebagainya. Penggunaan metode yang tepat akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Prestasi Belajar Akuntansi Dari pengertian prestasi dan belajar diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa prestasi belajar akuntansi adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam bidang studi Akuntansi setelah evaluasi atau tes. metode karya wisata. Metode pengajaran adalah suatu cara yang dipergunakan dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. metode tanya jawab. problem solving. E. Metode-metode tersebut disamping mempunyai keunggulan juga mempunyai kelemahan. Untuk itu guru dituntut kejelian dan ketrampilan dalam menggunakan metode yang tepat dapat menyampaikan mata pelajaran. Oleh karena itu. . metode kerja kelompok. Dalam mencapai tujuan pengajaran. 1986:6).30 Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan dapat dipahami peserta didik. metode pengajaran yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar. mengajar yang baik adalah ketika hasil belajar peserta didik juga baik (Herman Hudoyo. metode demonstrasi.

2) memilih teori akuntansi dengan kondisi ekonomi. mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang digunakan dalam memilih diantara beberapa alternatif. transaksi dan kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasilnya. Dan pengertian diatas maka akuntansi dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif. Hubungan Antara Mata Pelajaran Ekonomi dan Akuntansi Mata pelajaran Akuntansi sangat mutlak diperlukan dalam belajar pembelajaran di tingkat SMA khususnya jurusan IPS.31 Menurut Ngalim Purwanto (1995:15) akuntansi merupakan suatu proses mencatat.Pelajaran akuntansi memgunakan logika dan penalaran dalam pelajrannya dan begitu pula dengan pelajaran ekonomi. 1) menentukan tujuan pelaporan keuangan. F. mengolah dan menyajikan data. 4) mengembangkan teori akuntansi. transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Teori merupakan fenomena empiris yang terjadi dan digambarkan dalam bentuk jurnal-jurnal . Penalaran bisa kita ketahui dengsn jalan melihat langkah-langkah yang digunakan dalam merumuskan teori akuntansi. Muhammad (2002:11) akuntansi adalah seni pencatatan. penggolongan dan pengiktisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter. mengklasifikasi. meringkas. umumnya dalam ukuran uang. 3) menentukan prinsip ekonomi.

Hal ini senada dengan ilmu ekonomi yang menggunakan logika dan penalaran yang digunakan dalam merumuskan teori-teori ekonomi. logis. (2) sama-sama menggunakan simbol. Hipotesis Adapun hipotesis yang kami kemukakan adalah sebagai berikut : ha = Ada hubungan prestasi belajar siswa antara mata pelajaran ekonomi dengan prestasi mata pelajaran akuntansi pada siswa kelas XI 1 di SMA Negeri 1 Jombang. (3) sama-sama memiliki rumus-rumus pasti yang tidak bisa diganggu gugat. Teori ini biasanya diambil dari riset sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang dapat berlaku untuk semua universal. (1) sama-sama menggunakan logika dan penalaran. Dari uraian diatas. 4) kebutuhan dan pasar. (5) dapat mengetahui beban pajak yang ditanggung perusahaan dari laporan akuntansi. 3) penawaran dan permintaan. terdapat beberapa kesamaan dan hubungan antara ekonomi dan akuntansi.32 yang disimpulkan dari transaksi-transaksi yang disajikan dalam bentuk kalimatkalimat pendek yang berlaku secara umum. (4) hasil laporan keuangan dalam kegiatan akuntansi dapat dijadikan pembuatan keputusan dalam perkembangan perekonomian perusahaan. 1) teori pendapatan. 2) teori konsumsi dan produksi. G. .konsisten dan dapat diramalkan.

33 .

34 . Sedangkan populasi menurut Fraenkel dan wellen (1990:68) adalah kelompok yang menarik peneliti. 1. Rancangan Penelitian Pada penelitian ini yang peneliti gunakan adalah dengan menggunakan statistik kuantitatif dengan Uji korelasi ”Product Moment” yang tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dari 2 variabel yaitu variabel X sebagai variabel bebas yang menunjukkan besarnya prestasi belajar siswa mata pelajaran Ekonomi dan variabel Y sebagai variabel terikat yang menunjukkan tingkat prestasi belajar siswa mata pelajaran akuntansi yang diharapkan dan sampai sejauh mana ketergantungan yang ditimbulkan. B. Populasi dan Sampel Populasi Penelitian Prof. Suharsimi Arikunto (2002:108) Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Dr. dimana kelompok tersebut oleh peneliti dijadikan sebagai obyek untuk menggeneralisasikan hasil penelitian Populasi dari hasil suatu penelitian harus dideskripsikan dengan jelas dan cermat agar ciri yang dimilikinya dapat diidentifikasikan dengan mudah.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Apabila penelitian orang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian populasi studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. ).

Sampel penelitian adalah bagian dari populasi atau wakil populasi yang diteliti.2007:52) Penarikan sampel merupakan salah satu langkah yang penting dalam penelitian. 2. maka langkah selanjutnya adalah menetapkan sampel. Hampir setiap kegiatan peneletian. karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kebenaran dari sesuatu yang ada untuk dapat melakukan pengujian tersebut diperlukan populasi sebagai subyek penelitian. Jenis sampel yang diambil harus mencerminkan populasi. karena simpulan-simpulan yang didapat hakikatnya merupakan suatu generalisasi sampel pada populasi. . Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari populasi. Maka dalam hal yang demikian peneliti harus mengambil sebagian responden saja hal ini sangat dimungkinkan dengan menetapkan sampel.35 Kedudukan populasi sangat penting dalam suatu penelitian. peneliti memiliki klarifikasi populasi kelas XI yang terdiri hanya satu kelas saja. Sampel dapat didefinisikan sebagai sebarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi (Rianto. Setelah populasi di tetapkan dan memperoleh kepastian tentang lokasi penelitian sebagai objek penelitian. tidak semua metode pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah para siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang yang berjumlah 25.

variabel Y1 adalah variabel terikat (dependent variable) yang menunjukkan besarnya prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi. variabel X adalah variabel bebas (independent variable) yang menunjukkan besarnya prestasi belajar siswa. dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. Peneliti menggunakan kelas XI sebagai sampelnya dengan siswa yang berjumlah 25 siswa dan dibentuk menjadi 5 kelompok. . Dari 5 kelompok dipilih satu wakil kelompok sebagai sampel yang memilih kriteria yang sama. Jadi sampelnya adalah 5 orang siswa dari 5 kelompok. Variabel Penelitian Berdasarkan pada uraian tersebut di atas maka penelitian dalam melakukan penelitian menggunakan 2 variabel yaitu : 1. C. 2. yaitu siswa yang memiliki nilai terendah berdasarkan nilai produk individu dalam pembelajaran ekonomi dan akun tansi.36 Prosedur yang digunakan dalam proses pemilihan sampel. tetapi kalau populasi itu sangat besar sebaiknya random samplingnya diberikan anggota-anggota populasi secara kelompok. Menurut Suharsimi Arikunto (2005:111) Mengemukakan bahwa sampel random (random sampling) adalah pengambilan sampel dengan cara mencampur subjek-subjek didalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. yakni menggunakan random sampling. satu kelompok terdiri dari 5 siswa.

faktor pelajaran ekonomi. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Observasi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Rummel dalam Riyanto (2007:85) menjelaskan. Observasi dijaring melalui angket pembelajaran. Adapun aspek yang diamati adalah faktor fisiologis. Pelaksanaan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran. dan faktor sekolah. faktor pelajaran akuntansi. observasi adalah proses pengamatan dengan berperan langsung terlibat dengan informan dan pada saat observasi terjalinlah interaksi sosial yang intensif antara peneliti dengan subyek yang berada didalam kancah penelitian. Teknik Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterangan pengetahuan intelegensi. variabel Y2 adalah variabel terikat (dependent variable) yang menunjukkan tingkat prestasi belajar siswa mata pelajaran akuntansi. Suatu tes akan diberikan peneliti berupa tes . 2007:127). D. adapun teknik yang digunakan adalah: 1. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto.37 3. 2.

Pada test pertama ini siswa mendapatkan gambaran tentang informasi yang berupa pembelajaran ilmu ekonomi dan akuntansi serta materi tentang metode pembelajaran guru. setelah itu siswa secara berkelompok (berpasangan) presentasi didepan kelas.38 presentasi. sementara kelompok yang lain mengamati jalannya pemeranan. Dari daya serap masing-masing siswa maka peneliti dapat mengetahui hasil evaluasi yang berupa kemampuan individu siswa dalam menyampaikan informasi pelajaran ekonomi dan akuntansi. kemudian peneliti memberikan sebuah prinsip ilmu ekonomi dan menyuruh siswa untuk membuat skenario pemeranan dan presentasi secara bergantian ke depan kelas. siswa dituntut mampu menemukan. Tes yang pertama dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan. Tes yang kedua diberikan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan setelah peneliti menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada pelajaran ekonomi dalam upaya meningkatkan hasil belajar . siswa menyampaikan informasi yang diperoleh dari guru yakni berupa informasi pelajaran ekonomi dan akuntansi. setelah itu masing-masing kelompok saling menanggapi hasil pemeranan kelompok yang lain dan kegiatan akhir adalah seluruh siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran. yakni dengan cara siswa ditunjuk secara acak. pada penelitian ini siswa secara bergantian presentasi ke depan menurut kelompoknya masing-masing untuk mengetahui daya serap siswa sejauh mana. mempresentasikan informasi tersebut sekaligus menanggapi presentasi kelompok lain. menuliskan.

suatu alat penilaian atau suatu tes harus memenuhi dua persyaratan. 5 Penilaian Hasil No 1 2 3 4 Aspek Informasi tentang ilmu ekonomi Informasi tentang prinsip ekonomi Informasi tentang ilmu akuntansi Informasitentang prinsip akuntansi Jumlah Maksimum Jawaban Skor 0-25 0-25 0-25 0-25 100 Keterangan : Jika Nilai yang dicapai siswa <75. Dalam kegiatan kelompok siswa mampu mengungkapkan informasi topik. 2007:87). Tabel 2 Pedoman Penilaian Hasil Kelompok : Nama : 1 s. Secara rinci pedoman penilaian siswa dapat diuaraikan pada tabel di bawah ini. Validitas dan Reliabilitas Waktu mendapatkan data yang menggambarkan variabel yang diteliti. kritik dan saran dan dapat mengetahui letak perbedaannya. yaitu validitas dan reliabilitas.39 akuntansi Penskoran yang akan digunakan yakni bentuk tagihan uraian non obyektif.d. Penskoran bentuk tagihan uraian non objektif merupakan jenis penskoran dimana jawaban yang diberikan oleh siswa boleh bervariasi. namun pada pokok jawaban akan dikelompokkan sesuai dengan karakteristik jawaban yang telah ditetapkan (Haryati. perlu di remidi. opini. E. .

00 0.2002:146 ) Setelah diperoleh nilai r.80 0.40 : sangat tinggi : tinggi : cukup : rendah .2002:144). Valid tidaknya suatu instrument dapat dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut: Keterangan: r ∑X ∑Y n : koefisien korelasi : jumlah skor item : jumlah skor total item : jumlah responden ( Arikunto. 2002:146) Validitas suatu tes dinyatakan dengan angka korelasi koefisien (r). Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument ( Arikunto.60 – 0.80 – 1. Jika r tabel < r hitung. Kriteria korelasi koefisien adalah sebagai berikut: 0.20 – 0. maka instrument yang dibuat valid ( Arikunto.40 – 0.60 0. kemudian hasilnya dibandingkan dengan tabel r product moment.40 1.

maka peneliti menggunakan rumus alpha.00 – 0. Sebuah tes dikatakan reliable apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukkan ketetapan. dimana skor tiap soal N = banyak data = . yaitu sebagai berikut: = Keterangan : ( Arikunto. Berdasarkan instrumen yang digunakan yaitu tes subyektif.2003:59). Dengan kata lain.20 2.2002:171) = reabilitas instrument = banyaknya butir pertanyaan = jumlah varian butir = carian data. Reliabilitas : sangat rendah ( Arikunto.41 0. jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan. maka setiap siswa akan berada dalam urutan ( rangking ) yang sama dalam kelompoknya.2003:75 ) Reliabilitas adalah dapat dipercaya ( Arikunto.

Kriteria korelasi koefisien adalah sebagai berikut: . Keterangan r N Σxy Σx Σy = Angka indeks korelasi ”r” Product Moment = Number od case = jumlah hasil kali antara skor x dan y = jumlah seluruh skor x = jumlah seluruh skor y Korelasi yang terjadi dinyatakan dengan angka korelasi koefisien (r).42 F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah penelitian studi kuantitatif dengan uji korelasi Product Moment dengan program SPSS windows 16. peneliti menggunakan Product Moment tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dari 2 variabel yaitu variabel X sebagai variabel bebas yang menunjukkan besarannya prestasi belajar siswa mata pelajaran Ekonomi dan variabel Y sebagai variabel terikat yang menunjukkan tingkat prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi yang diharapkan dan samapai sejauh mana ketergantungan yang ditimbulkan dengan rumus. Untuk mengetahui hubungan prestasi belajar siswa mata pelajaran Ekonomi dengan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi Keuangan pada siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Jombang.

40 – 0.60 – 0.2003:75 ) .43 0.80 0.00 0.40 0.20 – 0.60 0.20 : sangat tinggi : tinggi : cukup : rendah : sangat rendah ( Arikunto.00 – 0.80 – 1.

Interpretasi Data A. Pembahasan penelitian ini merupakan jalan untuk menarik suatu kesimpulan yang nanti ada hubungannya dengan hipotesis. Deskripsi Data B. maka perlu diadakan pengelolaan data sebagai hasil penelitian untuk membuktikan hipotesis penelitian yang telah di ajukan pada bab II. Sejarah atau Gambaran SMA Negeri 1 Jombang Awal mula berdirinya SMA Negeri 1 Jombang pada sekitar tahun 1960. Data Umum a.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk memperoleh suatu hasil penelitian yang dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya. maka peneliti menggunakan sistematika sebagai berikut: A. Pada kurun waktu itu di Jombang telah ada pendidikan Menengah Atas yaitu SMA Negeri Jombang. Deskripsi Data 1. Untuk memudahkan pengkajian. Pada tahun 1970-an SMA Negeri Jombang berubah nama menjadi Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Negeri Jombang yang kurikulumnya di tekankan / di sesuaikan dengan bidang 44 . Analisis Data C. Apakah hipotesis tersebut di terima atau di tolak.

Pada tahun 1980 Pemerintah Republik Indonesia membuka unit gedung baru (UGB) sebanyak 195 sekolahan diantaranya SMA Negeri Jombang dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor: 0206/0/1980. sejak tahun 1989 SMA Negeri Jombang berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Jombang berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 005/ 1989 tanggal 24 agustus 1989. . pada kurun waktu tersebut telah terjadi 12 kali suksesi kepemimpinan. Akan tetapi nama ini kemudian berubah lagi pada tahun 2004 menjadi SMA Negeri 1 Jombang. BA pada tahun 1980 hingga kini di pimpin oleh Bapak Mulyono.Si. pada tahun 1980 maka di Jombang ada 2 Lembaga Pendidikan Lanjutan Tingkat Atas. tertanggal 30 juli 1980. Dalam perkembangan berikutnya. Nama tersebut kemudian pada tahun 1997 mengalami perubahan lagi yaitu dengan nama SMU Negeri 1 jombang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 035/0/1997. yaitu SMPP Negeri Jombang dan SMA Negeri Jombang. M. Dengan berdirinya SMA Negeri Jombang.45 pembangunan yang di tekankan/ di sesuaikan dengan bidang pembangunan yang di perlukan saat itu. Selama kurun waktu 30 tahun SMA Negeri 1 mengalami perkembangan yang pesat di pimpin oleh kepala sekolah Bapak Soewandi.

Menumbuhkan semangat berprestasi yang tinggi baik akademis maupun non akademis secara intensif kepada seluruh warga sekolah 3. Misi dan Prasarana Sekolah @ Visi SMA Negeri 1 Jombang Setiap sekolah memiliki Visi yaitu pandangan jauh ke depan kemana sekolah akan di bawa.46 Lokasi SMA Negeri 1 Jombang terletak di lingkungan yang asri dan strategis di dekat Alun-Alun Kota Jombang. Sebagai gambaran masa depan yang di inginkan oleh SMA Negeri 1 Jombang adalah “Menghasilkan Tamatan yang Beriman. . Mengembangkan Budi pekerti yang luhur sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. b. bangsa. Negara serta nilai-nilai agama. @ Misi SMA Negeri 1 Jombang Untuk mewujudkan visi tersebut SMA Negeri 1 Jombang menetapkan bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang di tuangkan dalam misi sekolah sebagai berikut: 1. 2. tepatnya di Jalan Diponegoro no 6 Kelurahan Jombatan Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. dengan menghayati ajaran agama serta melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Berprestasi dan Berbudi Pekerti yang Luhur dan Mampu Bersaing serta Menembus Peluang di Era Globalisasi”. Menumbuhkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Visi.

Si : Jalan Nanas no 21 Perumahan Jombang Permai : Negeri Sarana Prasarana Sekolah 1) Ruang Kelas 2) Ruang Kasek 3) Ruang Guru : 18 ruangan : 1 ruangan : 2 ruangan . @ Data Fisik Sekolah dan Sarana Prasarana Kondisi obyektik sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 1 Jombang meliputi : Profil Sekolah 1) Nama Sekolah 2) Jenjang : SMA Negeri 1 Jombang : Sekolah Menengah Atas 3) Program Sekolah : 1. Mulyono. Ilmu Pengetahuan Sosial 3. M. di siplin. bermoral dan inovatif dalam mengikuti perkembangan zaman. jujur. Membekali kemandirian dan ketrampilan kepada peserta didik untuk menjadi manusia yang bertakwa. Ilmu Pengetahuan Alam 2. 5.47 4. Bahasa 4) Sekolah Berdiri : 1980 5) Status Sekolah 6) Kepala Sekolah Nama Alamat : Drs. Memberikan pelayanan yang prima kepada siswa agar menjadi professional dan berorientasi masa depan.

1 sebagai berikut: : luas 396 m : 2. 366 m . IPA 10) Mushola 11) Gudang : 1 ruangan : 1 ruangan : 1 ruangan 12) Kamar mandi KS : 1 ruangan 13) Kamar Mandi Guru: 5 ruangan 14) Kamar Mandi Siswa: 1 blok 15) Kantin Sekolah 16) Bangsal sepeda 17) Tempat Parkir : 5 ruangan : 2 ruangan : luas 324 m 18) Lapangan Olah Raga : luas 900 m 19) Taman 20) Bangunan 2. Adapun data yang telah peneliti peroleh dari hasil penelitian terhadap siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang akan peneliti sajikan dalam bentuk table 4.48 4) Ruang TU 5) Ruang Komputer 6) Ruang Osis 7) Ruang UKS : 1 ruangan : 3 ruangan : 1 ruangan : 1 ruangan 8) Ruang Perpustakaan: 1 ruangan 9) Ruang Lab. Data Khusus Pada bagian ini akan peneliti sajikan data-data yang berhubungan langsung dengan hal yang diperlukan untuk analisis dan pengolahan data.

maka kegiatan selanjutnya adalah memberikan angket kepada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang yang bertujuan untuk . 5 7626 ANGGI DWI DEMITASARI 6 7630 APRILIA DWI SUSANTI 7 7633 ARFITA AINUN MAGHFIROH 8 7645 BANGKIT SYAIFUDIN 9 7646 BELLY FAJAR BINTORO 10 7650 CANDRA SETIAWAN 11 7658 DEWI RAHMAWATI 12 7679 ESA WAHYU SETYO 13 7694 HALIMATUS SA’DIYAH 14 7700 HENDRA HARDIANTO 15 7701 HERLINGGA H. 16 7708 IRFAN HARDIANSYAH 17 7718 KOKO SANTOSO 18 7727 LAMBANG SETYO P. 19 7737 MILLAH AYU PRANINDYA 20 7742 M.1 Data Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang NO NO INDUK NAMA SISWA JENIS KELAMIN L P P L P P P L L L P P P L L L L L P L P P L P P 1 7596 ABRI WIRATAMA EBP 2 7599 ADIA RELLA DIANA 3 7617 ALIF JIANTARA RIATMOJO 4 7618 ALMANDA DIO H.49 Tabel 4. Setelah berakhirnya kegiatan belajar mengajar oleh guru praktikan. YUSUF BACHTIAR 21 7758 NOVIA LARASATI 22 7778 RINA KURNIAWATI 23 7779 RIZKY ROMADONI 24 7780 RITA NATALIAWATI 25 7781 VARADINA AYU N. Tahap identifikasi menemukan masalah dalam pembelajaran pelajaran ekonomi dan akuntansi.00 – 08.D.45 di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang diikuti oleh 25 siswa terdiri 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dan kemudian didapatkan 15 siswa sebagai fokusnya. Sumber data : Daftar nama Siswa tahun 2010 Siklus I dilaksanakan pada 28 Januari 2011 pada pukul 07.

sehingga dengan adanya respon terhadap minat belajar siswa mengakibatkan prestasi siswa mengalami peningkatan. faktor pelajaran akuntansi.001 0.000 0.468 Valid/Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid .000 0.628 0. Hasil Uji Validitas Angket Faktor Pembelajaran Ekonomi dan Akuntansi. faktor pelajaran akuntansi. Angket ini berisi tiga puluh empat pernyataan dengan empat pilihan jawaban yang berisi faktor psikologis.668 0.010 0.859 0.079 0.005 0.003 0. Sig (two tail) 0.710 0. dan kaitan antara prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi.000 0.000 0.000 0.50 mengetahui sikap minat.491 0.358 0.540 0.504 0.730 0.826 0.000 0.2. Hasil uji validitas dan reliabilitas angket yang telah dibuat diperoleh hasil berikut : Tabel 4.018 Aspek pengamatan Faktor psikologi Fs1 Fs2 Fs3 Fs4 Fs5 Faktor pelajaran ekonomi PE1 PE2 PE3 PE4 PE5 PE6 PE7 Faktor pelajaran akuntansi r hitung 0. dan seberapa besar pengaruh kemampuan pelajaran ekonomi terhadap kemampuan pelajaran akuntansi bagi prestasi siswa. Karena metode sebelumnya yang guru dalam mengajar sering membuat mereka bosan.562 0.

05.604 0.001 0.601 0.054 0. SK1. di atas 0.748 0.001 0.116 0. SK2 dan SK8 serta PB4 karena memiliki rhitung lebih besar dari rtabel dan memiliki sig.001 0.016 0.000 0.092 0.006 0. diperoleh bahwa ada beberapa item faktor yang tidak valid yaitu kode PE4. 2011 Dengan menggunakan program SPSS version 16. sehingga perlu dilakukan uji reliabilitas.618 0.332 0.001 Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Sumber : Data primer yang diolah.316 0.459 0.51 PA1 PA2 PA3 PA4 PA5 PA6 PA7 PA8 Faktor sekolah Sk1 Sk2 Sk3 Sk4 Sk5 Sk6 Sk7 Sk8 Sk9 Sk10 Faktor sekolah PB1 PB2 PB3 PB4 PB5 0.567 0.021 0.0 for Windows.048 0.390 0.400 0.001 0.000 0.001 0.004 0.555 0.124 0. PA2.601 0.003 0.534 0. sehingga item-item yang tidak valid ini dikeluarkan dari kuesioner penelitian untuk pengambilan data penelitian.717 0.663 0.703 0.549 0.643 0.478 0.000 0.001 0.618 0. Suatu variabel dikatakan reliable (handal) jika .004 0.000 0.168 0.285 0.632 0. Suatu angket yang dinyatakan valid belum tentu reliable.334 0.

776 0.3 semua pernyataan pada kuesioner dinilai reliabel karena nilai Nilai Cronbach’s Alpha Based on Standardized Item pada setiap variabel >0. Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach’s Alpha 0.676 0.6.52 jawaban responden terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.611 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Faktor psikologi Faktor pelajaran ekonomi Faktor pelajaran akuntansi Faktor sekolah Hubungan prestasi belajar ekonomi dengan akuntasi Sumber : Data primer yang diolah.657 0.699 0.60 (Ghozali. Selanjutnya perbaikan kuesioner dilakukan dengan cara membuang kuesioner yang tidak valid. 2011 Seperti yang terlihat pada tabel 4. Faktor psikologis .3 berikut ini: Tabel 4. Hasil sebaran data angket beberapa faktor dalam penelitian ini ditnjukkan dalam distribusi frekuensi berikut ini. a. Hasil perhitungan reliabilitas oleh SPSS dapat dilihat pada tabel 4.3. 2005). Tingkat reliabilitas suatu konstruk / variabel penelitian dapat dilihat dari hasil statistik Cronbach Alpha (α) Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai cronbach alpha > 0.

0% 0.0 Tidak setuju F % 0 0 0 0 0 0. menunjukkan bahwa sebagian besar (60. Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa suka kondisi psikologis belajar yang baik. . Tabel 4.0% 0.0 Faktor Psikologis Siswa 1 2 3 4 5 Ketika anda belajar.0 68. Distribusi frekuensi pernyataan faktor psikologis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Jombang Sangat setuju F % 17 13 16 17 14 68.0 Kurang setuju F % 0 0 0 0 0 0.0 0.0 0. Siswa kurang berminat belajar kalau kondisi kesehatannya menurun.0 Setuju F 8 12 9 8 11 % 32.0% Terlihat dari tabel di atas.4. bila anda dalam keadaan kurang sehat Anda mengalami kesulitan dalam konsentrasi belajar Kondisi badan tidak sepurna akan menganggu pola belajar Anda tetap belajar ketika kodisi badan anda kurang sehat Sumber : Data primer diolah tahun 2011.0 % 100.0 46.53 Tanggapan siswa terhadap faktor psikologis siswa dapat dilihat pada tabel 4.0 0.0 0.0 48.0 36.0 32.0 0.4.0 52.5.0 64.0 0.0 0.0%) kondisi psikologisnya baik.0% 40.0 0. sebagian siswa yaitu 10 siswa (40.0%) siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang memiliki persepsi bahwa faktor psikologis siswa adalah sangat baik. Tanggapan siswa terhadap faktor psikologis siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang Kriteria Frekuensi Sangat baik 15 Baik 10 Cukup baik 0 Tidak baik 0 JUMLAH 25 Sumber: data primer diolah tahun 2011 Persentase 60. kondisi tubuh haruslah sehat Proses menerima materi ekonomi dan akuntasi dari guru akan terganggu. Tabel 4.0 56.

Berturut-turut indikator dapat dilihat pada tabel berikut : .0% 0.0 % 100.54 Bila kondisi kesehatannya menurun maka mereka tidak konsentrasi dalam belajar. selalu mengikuti pelajaran. Faktor pelajaran ekonomi Faktor pelajaran ekonomi diidentifikasi oleh usaha sendiri dalam mengerjakan tugas. Tanggapan siswa terhadap faktor pelajaran Ekonomi Kriteria Frekuensi Sangat baik 0 Baik 25 Cukup baik 0 Tidak baik 0 JUMLAH 25 Sumber: data primer diolah tahun 2011 Persentase 0. Distribusi frekuensi faktor pelajaran ekonomi selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. rasa senang dalam mengikuti pelajaran.0%). aktif bertanya.0% 100. b. menunjukkan bahwa keseluruhan siswa memberikan tanggapan atas semua faktor pelajaran ekonomi (100.0% Terlihat dari tabel di atas. membaca dan menghafal latihan soal dalam memahami pelajaran ekonomi.Hal ini menunjukkan bahwa siswa senang dengan pelajaran ekonomi.6. peningkatan hasil pembelajaran pelajaran ekonomi.0% 0. belajar terlebih dahulu.

Tanggapan siswa terhadap faktor pelajaran Akuntasi .0 Setuju F 12 12 11 10 14 17 % 48.55 Tabel 4. Distribusi frekuensi faktor pelajaran akuntansi selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.0 Tidak setuju F % 0 0 0 0 0 0 0.0 0. peningkatan hasil pembelajaran pelajaran akuntansi.0 Kurang setuju F % 0 0 0 0 0 0 0.0 56. Faktor pelajaran akuntansi Faktor pelajaran akuntansi diidentifikasi oleh usaha sendiri dalam mengerjakan tugas. Sebagian besar peningkatan hasil belajar pelajaran ekonomi juga cukup baik.0 Faktor Pelajaran Ekonomi 1 2 3 4 5 6 Selala berusaha mengerjakan tugas sendiri Aktif bertanya Perasaan senang mengkuti pelajaran ekonomi Belajar lebih awal (malam) Selalu mengikuti pelajaran ekonomi Ada peningkatan hasil belajar Sumber : Data primer diolah tahun 2011.0 68.0 0.0 0. aktif bertanya.0 0.7.8. aktif bertanya. rasa senang dalam mengikuti pelajaran.0 46.0 48.0 44.0 0.0 0.0 52.0 0.0 40. Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berusaha mengerjakan tugas sendiri.0 0. Distribusi frekuensi pernyataan faktor pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Jombang Sangat setuju F % 13 13 14 15 11 8 52.0 32. belajar terlebih dahulu.0 0.0 0. membaca dan menghafal latihan soal dalam memahami pelajaran akuntansi.0 56. dan selalu belajar lebih awal. c.0 60. selalu mengikuti pelajaran. senang mengikuti pelajaran ekonomi.

0 68.0 48.0 56.0% 0.0%). Berturut-turut indikator pembelajaran akuntansi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. senang mengikuti pelajaran ekonomi.0 0.0 36.0 0.0 0. Distribusi frekuensi pernyataan faktor pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Jombang Sangat setuju F % 10 17 16 11 12 11 40. sebagian memberikan tanggapan sangat baik (48.0 Setuju F 15 8 9 14 13 14 % 60. selalu mengikuti pelajaran.9.0% 52.0 Faktor Pelajaran Akuntansi 1 2 3 4 5 6 Selala berusaha mengerjakan tugas sendiri Perasaan senang mengkuti pelajaran ekonomi Membaca.0 0.0 0.0 0.0 52. Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berusaha mengerjakan tugas sendiri.0 32.0 44.0 0. Membaca.0 Tidak setuju F % 0 0 0 0 0 0 0.0% Terlihat dari tabel di atas.0 0. . menghafal dan latihan soal adalah cara memahami pelajaran akuntansi Belajar lebih awal (malam) Selalu mengikuti pelajaran ekonomi Ada peningkatan hasil belajar Sumber : Data primer diolah tahun 2011.0%) memberikan tanggapan positif (baik) atas semua faktor pelajaran akuntansi.0 64.0 % 100.0 56.56 Kriteria Frekuensi Sangat baik 12 Baik 13 Cukup baik 0 Tidak baik 0 JUMLAH 25 Sumber: data primer diolah tahun 2011 Persentase 48.0% 0. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (52. menghafal dan latihan soal adalah cara memahami pelajaran akuntansi.0 Kurang setuju F % 0 0 0 0 0 0 0. Sebagian besar peningkatan hasil belajar pelajaran ekonomi juga cukup baik.0 0.0 0.0 44. dan selalu belajar lebih awal.

buku wajib dan penunjang lengkap.0% 0.0%) memberikan tanggapan positif (baik) atas semua faktor sekolah. cara mengajar menyenangkan. media pembelajaran lengkap.57 d. Berturut-turut indikator faktor sekolah dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.0% 60. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (60. Kriteria Frekuensi Sangat baik 10 Baik 15 Cukup baik 0 Tidak baik 0 JUMLAH 25 Sumber: data primer diolah tahun 2011 Persentase 40. Tanggapan siswa terhadap faktor sekolah. situasi mengajar tenang.0%). Distribusi frekuensi faktor sekolah selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.0% Terlihat dari tabel di atas. Faktor sekolah Faktor sekolah diidentifikasi dengan suara guru jelas. kondisi kelas bersih dan rapi. sebagian memberikan tanggapan sangat baik (40.0% 0.11. buk u dan literature lengkap.10.0 % 100. Distribusi frekuensi pernyataan faktor sekolah SMAN 1 Jombang .

buku wajib dan penunang sudah lengkap.0 88.0 0 0.0 0 0. kelas bersih dan rapi. hasil belajar ekonomi dmaupun akuntansi makin meningkat.0 0 0. Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju.0 0 0.0 48. frekuansi suara guru keras. dan sifat hubungan timbal balik dan hubungan sebab akibat.0 40. Distribusi frekuensi indikator hubungan prestasi belajar pelajaran ekonomi dengan pelajaran akuntansi selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut: .0 44. sebagaian lagi menyatakan sangat setuju atas masing-masing indicator faktor sekolah yang terdiri dari. Distribusi frekunsi indikator hubungan prestasi belajar ekonomi dengan prestasi belajar akuntansi Indikator hubungan prestasi belajar ekonomi dengan prestasi belajar akuntansi diidentifikasi melalui pernyataan. cara mengajar guru menyenangkan situasi dan kondisi kelas sangat tenang.0 12 48.0 5 20. buku literatur lengkap.0 Setuju F 9 13 12 11 10 22 20 % 36.0 0 0.0 13 52.0 52.0 0 0.0 0 0.0 Tidak setuju F % 0 0.0 Sumber : Data primer diolah tahun 2011.0 0 0. media pembelajaran sudah lengkap.0 0 0. e.0 0 0.0 3 12.58 Faktor Pelajaran Akuntansi 1 2 3 4 5 6 7 Frekuansi suara guru keras Cara mengajar guru menyenangkan Situasi dan kondisi kelas sangat tenang Kelas bersih dan rapi Buku literatur lengkap Media pembelajaran sudah lengkap Buku wajib dan penunang sudah lengkap Sangat setuju F % 16 64.0 0 0.0 15 60.0 80.0 14 56.0 0 0. ada hubungan antara prestasi pelajaran ekonomi dengan pelajaran akuntansi.0 Kurang setuju F % 0 0.

0 40. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (60.0% 0. hal ini di peroleh setelah peneliti . Berturut-turut indikator hubungan prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. sebagian siswa memberikan tanggapan baik (40.0 56.0 48.0 Tidak setuju F % 0 0 0 0 0 0.0 Sumber : Data primer diolah tahun 2011. Kriteria Frekuensi Sangat baik 15 Baik 10 Cukup baik 0 Tidak baik 0 JUMLAH 25 Sumber: data primer diolah tahun 2011 Persentase 60.0 52.0%) memberikan tanggapan sangat baik atau positif atas hubungan prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi belajar akuntansi.0% 40.0 Setuju F 9 13 12 11 10 % 36.0%).0% 0.13.0 0.12.0 0.0 0.0% Terlihat dari tabel di atas.0 0.0 0.0 52.0 48.0 0. Distribusi frekuens`i pernyataan siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Jombang terhadap hubungan prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi Faktor Pelajaran Akuntansi 1 2 3 4 5 Prestasi pelajaran ekonomi mengalami peningkatan Prestasi pelajaran akuntansi mengalami peningkatan Ada hubungan Prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi Sifat hubungan timbal balik Sifat hubungan sebab akibat Sangat setuju F % 16 12 13 14 15 64.0 60.0 % 100. Tanggapan siswa terhadap hubungan prestasi belajar ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi.0 0.0 44. Berdasarkan hasil data di atas dapat di ketahui bahwa prestasi pelajaran ekonomi sangat mempengaruhi peningkatan prestasi pelajaran akuntansi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang.0 0.59 Tabel 4.0 Kurang setuju F % 0 0 0 0 0 0.

Dilihat dari hasil analisis angket dapat pula diketahui jika motivasi dan semangat siswa dalam belajar ilmu ekonomi dapat mempengaruhi siswa dalam pembelajaran akuntansi. dan juga meningkatkan rasa saling percaya sesame siswa untuk melatih mengemukakan ide dengan lebih baik.60 menyebarkan angket dan melihat hasil penilaian siswa sebelum dan sesudah tes. sebagian siswa senang diajar dengan menggunakan metode berbasis masalah oleh guru praktikan. Analisis Data Karena peneliti di beri kesempatan oleh guru mata pelajaran ekonomi dan akuntansi di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang untuk memantau jalannya pembelajaran ekonomi dan akuntansi. B. maka sebelum penyajian data peneliti menguraikan proses persiapan penelitian yang antara lain: Materi . karena mereka di tuntut untuk aktif sehingga dapat menekan rasa bosan dalam proses belajar mengajar jika menggunakan metode ceramah. dan yang lebih penting dapat menerima atau menghargai pendapat teman kelompok. dan lebih bisa menghargai pendapat teman dalam masalah pelajaran ekonomi dan akuntansi. Mereka juga lebih mendekatkan kebersamaan dan saling belajar menghargai pendapat antar sesame teman. Peningkatan minat dan kemauan siswa ini untuk belajar membuat siswa berinteraksi dengan teman satu kelas. dapat menghilangkan sifat egois.

Esa Ayu Setyo Linggar 3. Sebagai penuntunsiswa mempelajari materi dalam kelompoknya masing-masing di buatkan lembar kerja siswa (LKS). Alif Jiantara Riatmojo 4. Belly Fajar Santoso 5. Halimatus Sa’diyah . Dewi Rahmawati 2.14 Daftar Nama Anggota Kelompok Kelompok Nama-Nama Siswa 1. Abri Wiratama 2. rendah yang ada di kelas tersebut.61 Materi di rancang sedemikian rupa untuk pembelajaran kelompok. Bangkit Syaifudin 2 4. 5. Candra Setiawan 3 1. Adapun nama-nama kelompoknya sebagai berikut : Tabel 4. Arfita Ainin Maghfiroh 3.Anggi Dwi Demitasari 1. Tiap kelompok beranggotakan empat sampai lima siswa yang terdiri atas siswa pandai. Almanda D. Pembagian Kelompok Kelompok dalam pembelajaran kooperatif berbasis masalah terdiri dari kelompo heterogen. Adia Rella Diana 1 3.H. sedang. Aprilia Dwi Sutanti 2.

Varadina Ayu Noviandari Sumber data : Daftar Nama Siswa Tahun 2010 Kelompok tersebut merupakan kelompok eksperimen dalam memberikan materi tes sebelum dan sesudah menggunakan variasi pembelajaran dengan metode kooperatif berbasis masalah untuk mengetahui hubungan prestasi pelajaran ekonomi terhadap mata pelajaran akuntansi. Tabel 4. Setelah di lakukan pembelajaran kelompok maka peneliti sajikan data hasil tes seperti yang terlihat dalam tabel 4. 85 Adia R. 5 Tes Nilai Ekonomi(X) Nama Nilai Abri W. Lambang Setyo Prayogi 4. 60 Alif J. Irfan Ardiansyah 2. Herlingga H. 1. Hasil Tes Ekonomi dan Tes Akuntansi NO 1 2 3 4. Novia Larasati 2. Rizky Romadoni 4. 63 Alif J. Millah Ayu Pranindya 5.62 4. 70 Almanda 100 Anggi 95 . 75 Adia R. Yusuf Bachtiar 1. Rita Nataliawati 5. Rina Kurniawati 5 3. 60 Almanda 75 Anggi 95 Tes Nilai Akuntansi (Y) Nama Nilai Abri W.D. Koko Santoso 4 3.15. M. Hendra Hardiyanto 5.15 sebagai berikut.

14 Hendra H. 18 Lambang 75 Lambang 19 Millah Ayu 97 Millah Ayu 20 M. 17 Koko S. sedangkan rata-rata prestasi pelajaran akuntansi sebesar 86. Yusuf 21 Novia 75 Novia 22 Rina 75 Rina 23 Rizky 80 Rizky 24 Rita 81 Rita 25 Varadina 70 Varadina Jumlah 1924 Jumlah Rata-rata 76. Tujuan analisis ini adalah untuk menguji kebenaran hipotesa yang sudah ada dalam penelitian ini yaitu”Ada pengaruh antara prestasi pelajaran ekonomi terhadap pelajaran akuntansi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jombang. 15 Herlingga 78 Herlingga 16 Irfan A. 88 Koko S. 80 Hendra H.16 sebagai berikut: Tabel 4.63 6 Aprilia 80 Aprilia 7 Arfita 73 Arfita 8 Bangkit 75 Bangkit 9 Belly 69 Belly 10 Candra S.96 Rata-rata Sumber data : Nilai Ulangan Harian. 84 Irfan A.Yusuf 64 M.96. 70 Dewi R. 90 Candra S.16 Tabel Kerja Analisis Korelasi Product Moment . 70 Halimatus S. 11 Dewi R. Analisa ini menggunakan rumus product moment yang terdapat pada bab III.96.96 Rata-rata prestasi pelajaran ekonomi sebesar 76. Tahun 2011 100 80 90 80 90 95 100 75 98 85 90 100 88 82 80 85 80 95 80 88 2174 86. maka akan di peroleh hasil hitungan yang terlihat pada tabel 4. 12 Esa Wahyu 85 Esa Wahyu 13 Halimatus S. Setelah data hasil penelitian di peroleh dan telah di sajikan dalam bentuk tabel maka langkah selanjutnya adalah menganalisa data tersebut.

64 NO X Y X2 Y2 XY .

(1924) (2174) [25 (150240 ) − (1924 ) 2 ][25(191360 ) − (2174) 2 4215225 − 4182776 [3756000 − 3701776 ][ 4784000 − 4726276 32449 (54224 )(57724 ) r= r= .65 1 75 85 5625 7225 2 60 63 3600 3969 3 60 70 3600 4900 4 75 100 5625 10000 5 95 95 9025 9025 6 80 100 6400 10000 7 73 80 5329 6400 8 75 90 5625 8100 9 69 80 4761 6400 10 90 90 8100 8100 11 70 95 4900 9025 12 85 100 7225 10000 13 70 75 4900 5625 14 80 98 6400 9604 15 78 85 6084 7225 16 84 90 7056 8100 17 88 100 7744 10000 18 75 88 5625 7744 19 97 82 9409 6724 20 64 80 4096 6400 21 75 85 5625 7225 22 75 80 5625 6400 23 80 95 6400 9025 24 81 80 6561 6400 25 70 88 4900 7744 JUMLAH 1924 2174 150240 191360 Sumber Data : Raport Siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Jombang Data di atas kemudian dimasukkan pada rumus product moment : 6375 3780 4200 7500 9025 8000 5840 6750 5520 8100 6650 8500 5250 7840 6630 7560 8800 6600 7954 5120 6375 6000 7600 6480 6160 168609 r= 25 (168609) .

580 dengan sig 0. Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N **.5799 sedangkan hasil analisis menggunakan metode program komputer SPSS 16.01 level (2-tailed).05. Hal ini merupakan nilai rata-rata (X1) pelajaran ekonomi sedangkan nilai rata-rata merupakan nilai pelajaran akuntansi.0 di peroleh hasil sebagai berikut: Correlations Prestasi Pelajaran Ekonomi 1 Prestasi Pelajaran Akuntansi .0. 96. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.66 r= 32449 (3130026176 ) 32449 55946.002.002 < 0. Pada uji korelasi product moment juga diperoleh hasil yang sama dengan hasil manual bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0.580** 1 .002 25 25 Prestasi Pelajaran Ekonomi Prestasi Pelajaran Akuntansi Pearson Correlation Sig. Pada output spss juga diperoleh Mean prestasi pelajaran ekonomi adalah 76.580** . 96 dan nilai prestasi pelarajan akuntansi adalah 86.64 r= r = 0. maka dalam hal ini Ha berbunyi “ Ada hubungan antara prestasi siswa dalam pelajaran ekonomi dengan prestasi siswa dalam post test . Hal ini menunjukkan korelasi yang positif korelasi antara prestasi pelajaran ekonomio dan prestasi pelajaran akuntansi baik dilihat dari besarnnya koefisien korelasi maupun nilai sig.002 25 25 .

Teknik kuantitatif yang peneliti gunakan sebagaimana dilakukan dalam pembelajaran sehari-hari dengan cara sebagai berikut. Pertama. peneliti membandingkan prosentasi ketercapaian setiap tugas dari setiap kelompok pada pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi. Karena data tersebut berupa angka. C. Tetapi hal ini tidak diartikan jika siswa mempunyai nilai ekonomi tinggi pasti mempunyai nilai akuntansi yang tinggi dan sebaliknya siswa yang mendapatkan nilai rendah dalam pelajaran ekonomi pasti mengalami kesulitan dalam pelajaran akuntansi. maka teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Nilai koefisien korelasi sebesar 0. Interpretasi Data Data yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mengungkapkan informasi menggunakan hubungan prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi adalah data dari hasil menggunakan variasi pembelajaran khususnya metode kooperatif berbasis masalah dalam pembelajaran ekonomi maupun pembelajaran akuntansi.5 – 0. Kedua. sebaliknya siswa yang nilai pelajaran ekonominya rendah mengalami hambatan dalam prestasi pelajaran akuntansi. Artinya siswa yang mempunyai prestasi pelajaran ekonomi tinggi secara tidak langsung mendapat nilai yang baik dan prestasi belajarnya meningkat dalam pelajaran akuntansi.6. peneliti .580 menunjukkan korelasi yang sedang antara prestasi pelajaran ekonomi dengan prestasi pelajaran akuntansi karena nilai korelasi berada pada kisaran 0.67 pelajaran akuntansi di kelas XI IPS 1 SMAN 1 Jombang” di terima.

Maka peneliti mengintrepetasikan beberapa hal sebagai berikut : 1.) dari analisa yang telah dilakukan dapat peneliti simpulkan bahwa dalam pelajaran ekonomi mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi pelajaran akuntansi. sehingga selisih dari ratarata keduanya adalah 10 4.68 membandingkan prosentasi ketercapaian seluruh tugas dari setiap kelompok pada mata pelajaran ekonomi dengan mata pelajaran akuntansi.96. Maka hendaknya guru-guru tidak ragu-ragu untuk menekankan minat siswa dalam pembelajaran ekonomi supaya prestasi siswa dalam pelajaran akuntansi yang sulit dapat mengalami peningkatan yang signifikan.96 sedangkan nilai rata-rata pelajaran akuntansi adalah 85.) nilai rata-rata prestasi siswa mata pelajaran ekonomi adalah 75.) nilai siswa dalam bidang pelajaran ekonomi yang tertinggi adalah 95 dan terendah adalah 60 dari jumlah sampel penelitian 2. . Setelah data hasil penelitian diperoleh maka langkah selanjutnya adalah melakukan interpretasi dari hasil penelitian.) nilai belajari tertinggi dari prestasi bidang mata pelajaran akuntansi adalah 100 dan nilai terendah adalah 63 3.

69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. yang didukung oleh hasil penelitian yang telah diuji dengan korelasi product moment maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif prestasi . Kesimpulan Dari hasil uraian yang telah disajikan pada bab-bab sebelumnya tentang hubungan prestasi belajar ekonomi dan prestasi belajar akuntansi.

Pembelajaran harus diseting sebaik mungkin dengan rencana pembelajaran yang komprehensip dan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan sesuai. selanjutnya dapat dikemukakan saransaran yang sekiranya bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan khususnya pelajaran ekonomi dan pelajaran akuntansi. B. Saran-saran Atas dasar kesimpulan tersebut. motivasi. Informasi tentang prinsip akuntansi juga harus benar-benar ditanamkan pada siswa. 3. dan siswa memahami konsep ekonomi yang implikasinya pada saat siswa mempelajari akuntansi sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari akuntansi.580 yang menunjukkan tingkat korelasi sedang. 1. 2. Guru hendaknya memberikan informasi tentang ilmu ekonomi secara menyeluruh guna menunjang tercapainya peningkatan prestasi pelajaran ekonomi yang berhubungan dengan mata pelajaran akuntansi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pola pembelajaran yang baik. dan t belajar yang baik pada pelajaran ekonomi akan mampu meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran akuntansi.70 pelajaran ekonomi dengan prestasi belajar akuntansi yang ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0. Guru harus mampu menanamkan tentang prinsip ekonomi sehingga konsep ekonomi siswa matang. Guru juga harus memberikan informasi tentang ilmu akuntansi secara tuntas. sehingga siswa tidak malas untuk mempelajari akuntansi dengan perasaan senang. .

Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. DAFTAR PUSTAKA A. Raja Gravindo Persada. Oemar. Sardiman. Arikunto. Jakarta :Rineka Cipta. Baharuddin. 2007.71 agar dalam aplikasi kehidupan siswa mampu menerapkannya secara baik dan benar. Suharsimi. 2008. Yogjakarta: Ar Ruzz Media. Prosedur Penelitian Edisi Revisi V. Jakarta: PT. M. dkk. 2002. 2007. Hamalik. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara . Teori Belajar dan Pembelajaran.

Slameto.72 Hasbullah. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta: Aditya Media. 2007. Raja Gravindo Persada. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada. Umar. Mulyadi. Psikologi Pendidikan. Winardi. Purwanto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: PT. 2006. 1998. Bandung: Grafindo . Teori Akuntansi. 2000. Dasar-dasar ilmu pendidikan. Tirtarahardja. 2003. Sofyan. Syafri H. 2003. 2003. Jakarta: Remaja Rosda Karya. Pengantar Pendidikan. Ngalim. Akuntansi Biaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->