Fradana Anantara/080910101013

Pelanggaran Hak Pejalan Kaki
Pernahkah Anda pergi ke kantor, kampus atau ke suatu tempat menggunakan kendaraan umum dan disertai dengan berjalan kaki?? Kalau iya, pasti Anda pernah mengalami kejadian pengendara motor yang merebut “trotoar Anda” sehingga Anda harus bergantian dengan mereka atau bahkan Anda mengalah untuk berdesakan dengan motor-motor mereka karena Anda tidak pernah dapat giliran?? Kejadian tersebut biasa dialami di kota besar di Indonesia. Bahkan di sebagian daerah, para pejalan kaki harus berjalan di pinggir jalan raya, karena trotoar dipakai pedagang kaki lima (PKL) dan harus rela berdampingan dengan kendaraan bermotor yang berlalu lalang kencang. Sungguh menjengkelkan. Kalau kita lihat dijalan-jalan umum yang seharusnya secara utuh dipakai untuk tempat lalu lalang kendaraan atau trotoar menjadi haknya pejalan kaki untuk dapat berjalan dengan aman dan nyaman, tiba-tiba disalahgunakan menjadi lahan parkir atau tempat berjualan para pedagang kaki lima. Dari aspek hukum jelas sudah terjadi pelanggaran hukum dan Hak Asazi Manusia (HAM), tentu para pengendara motor atau mobil termasuk para pejalan kaki dapat menuntut haknya yang telah terlanggar secara kasat mata oleh yang lain. Tapi, tahukah Anda bahwa para pejalan kaki juga memiliki hak yang telah diamanatkan oleh Undang-undang? Seperti yang kita ketahui, bahwa hak pejalan kaki telah diatur oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan jelas menekankan prioritas bagi pejalan-kaki:

Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya trotoar yang berlubang. (2) Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan. trotoar ditempati oleh pedagang kaki lima dan dijejali pengendara motor. Atau kalaupun ada. Kemandulan para penegak hukum dilapangan juga dianggap menjadi faktor penyumbang keberlangsungan dari kezaliman tersebut. Dari Undang-Undang tersebut jelas sekali bahwa pejalan kaki telah dilindungi hakhaknya untuk mendapatkan kenyamanan dan keselamatan bagi dirinya pada saat berjalan di tempat umum. Tidak ada tindakan yang berarti bagi mereka dari para penegak hukum di lapangan yang kadang menyaksikannya. tempat penyeberangan. Dan pejalan kaki pun “terpaksa” mengalah demi keselamatan diri mereka sendiri. Dalam kondisi seperti itu pun mereka tetap dijamin haknya sesuai dengan disebutkan pada ayat 3 pasal diatas. Peran pemerintah dalam mengatasi masalah ini pun masih dirasa kurang. dan fasilitas lain. maklum saja. hak mereka telah dilanggar oleh para pengendara motor ataupun kaki lima yang dengan arogan menyerobot atau menempati trotoar tanpa pandang bulu. pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya. Keadaan fisiknya pun kumuh dan antara jembatan satu dengan yang lain letaknya berjauhan. Lihat saja sesekali. Diakui memang banyak dari pejalan kaki yang menyeberang tidak pada tempatnya. . tapi itu karena tidak tersedianya fasilitas penyeberangan bagi mereka. Kurangnya perhatian terhadap fasilitas pejalan kaki baik dari segi infrastruktur maupun regulasi. Tidak jarang pula kita lihat trotoar digunakan sebagai area parker liar motor. Masih banyak juga jembatan penyeberangan yang dijadikan ajang “liar” pengendara motor dan berdagang kaki lima. pengendara motor yang dengan enaknya menaiki dan menuruni jembatan penyeberangan yang dikhususkan bagi pejalan kaki. Padahal telah terjadi pelanggaran hak secara hukum. (3) Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 131 (1) Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar.

Mari kita mulai saling menghargai dari sekarang. Berhentilah di perempatan jika lampu merah sudah menyala. Beri kesempatan bagi pejalan kaki yang menyeberang sembarangan ketika disekitar tidak ada fasilitas bagi mereka untuk menyeberang atau fasilitas mereka telah diserobot. demi terciptanya kelancaran bersama. untuk anda para pengendara motor.Jadi. . jangan pernah menggunakan fasilitas pejalan kaki seperti trotoar ataupun jembatan penyeberangan ketika Anda menggunakan sepeda motor walaupun dalam kondisi jalanan macet. ingat dan tegaskan selalu untuk tidak melanggar hak orang lain khususnya hak pejalan kaki.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.