P. 1
Jawaban Learning Task 4

Jawaban Learning Task 4

|Views: 93|Likes:

More info:

Published by: Dwie Mas Pujastutie Kd on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

PEMBAHASAN

DEFINISI KEBUTUHAN SPIRITUAL Kebutuhan spiritual adalah suatu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhan spiritual mengandung arti suatu keyakinan, pendekatan, harapan dan kepercayaan pada Tuhan serta kebutuhan untuk menjalankan agama yang dianut, kebutuhan untuk dicintai dan diampuni oleh Tuhan yang seluruhnya dimiliki dan harus dipertahankan oleh seseorang sampai kapanpun agar memperoleh pertolongan, ketenangan, keselamatan, kekuatan, penghiburan serta kesembuhan. Kebutuhan spiritual adalah semangat, atau motivasi untuk hidup, kebutuhan untuk mempertahankan/mengembalikan keyakinan dan membantu memenuhi kewajiban agama. KOMPONEN SPIRITUAL YANG MENDASARI PEMBERIAN ASUHAN

KEPERAWATAN Komponen spiritual yang mendasari pemberian asuhan keperawatan adalah memberi motivasi pada pasien, memberi semangat, mengarahkan, menganjurkan berdoa dan mendoakan, pendampingan, menerima keluhan, menghibur dan lain-lain. Pemahaman perawat terhadap pengertian kebutuhan spiritual dipengaruhi oleh faktor pengalaman, waktu, lingkungan, karakter dan pengetahuan tentang piritual.dasar yang harus dipenuhi. Dengan memberikan asuhan keperawatan konsep diri yang diintegrasikan secara komprehensif pada program asuhan klien diharapkan klien dan keluarga sesegera mungkin dapat berperan serta sehingga „self-care‟ dan “family support” dapat terwujud. Salah satu aspek yang dapat dilakukan adalah asuhan keperawatan psikososial khususnya perawatan konsep diri dengan memberdayakan keluarga dan sistem pendukung klien. Cara Perawat Memandang Klien adalah memandang klien sebagai Individu. Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social, spiritual dan kultur. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi KDM ( kebutuhan dasar manusia ).

Mekanisme coping merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku memperoleh rasa aman dalam dirinya. kekuatan. mengurangi. PERAN SPIRITUAL DALAM MEMBANGUN MEKANISME KOPING YANG POSITIF BAGI KLIEN Mekanisme koping menunjuk pada baik mental maupun perilaku. kebutuhan untuk dicintai dan diampuni oleh Tuhan yang seluruhnya dimiliki dan harus dipertahankan oleh seseorang sampai kapanpun agar memperoleh pertolongan. Mekanisme koping yang terbentuk sangat tergantung pada kepribadian seseorang dan sejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya. sangat berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan spiritual pasien. diantaranya berdoa sendiri atau dengan orang terdekat dilaporkan sebagai strategi koping yang baik/positif. Menjalin komunikasi yang terapeutik terhadap pasien yang sedang menghadapi kematian juga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. TUJUAN/PENTINGNYA PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN Aspek spiritual harus diperhatikan dalam perawatan selain aspek fisik dan psikososial karena menurut beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan spiritual berpengaruhi terhadap kesehatan dan perawatan. Melalui doa orang guna . atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. harapan dan kepercayaan pada Tuhan serta kebutuhan untuk menjalankan agama yang dianut. dsb). Baik dengan melakukan pendekatan sharing atau curhat. teman. Mentoleransi. keselamatan. penghiburan serta kesembuhan. ketenangan. dengan memberikan pencerahan agama atau mengusahakan kemudahan seperti mendatangkan pemuka agama sesuai dengan agama yang diyakini pasien. untuk menguasai. atau motivasi untuk hidup keyakinan.PERAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL KLIEN Perawat merupakan orang pertama dan secara konsisten selama 24 jam sehari menjalin kontak dengan pasien. ataupun memberi kelonggaran bagi pasien untuk berinteraksi dengan orang lain (keluarga. Di sini. pendekatan. memberikan privacy untuk berdoa. peran spiritual adalah sebagai suatu semangat.

6. 3. Menyediakan waktu jika pasien ingin bicara walaupun kadang-kadang tidak menyenangkan. Komunikasi sebaiknya dilakukan untuk menormalkan perasaan pasien tapi usahakan jangan terlalu nyata. begitu juga jangan mendebat pasien. tetapi juga dengan pemuka agama sesuai dengan agama yang dianut pasien dengan tujuan untuk mencurahkan permasalahan yang dihadapi. Apabila keadaan memungkinkan. Jangan dikurangi. perawat perlu menyadari kesulitan pasien dengan penyakit terminal. Mendengarkan pasien agar ia mengungkapkan kebutuhannya. Memastikan bahwa perawat dan pasien membicarakan hal yang sama. Selalu berusaha mencocokkan pemahaman dan minta umpan balik dengan pasien 7. PROSEDUR PERAWATAN JENAZAH SEBAGAI SALAH SATU BENTUK INTERVENSI SPIRITUAL. Menanyakan pada pasien tentang pertanyaan yang ada di benaknya. mengingat tidak selamanya agama yang dianut perawat sama dengan pasiennya. 8. Perawatan spiritual yang dirasakan dapat langsung mempengaruhi kualitas penyembuhan seseorang. harapan dan kepercayaanya kepada Tuhan.dapat mengekspresikan perasaan. KEPERAWATAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN . atau kualitas individu dan pengalaman kematian keluarga. Memastikan apa yang ditanyakan pasien dengan mengklarifikasikan dan merefleksikan kembali ke pertanyaannya. Individu dengan tingkat spiritual yang tinggi dan baik cenderung mengalami ansietas pada tingkat yang rendah. PROSEDUR PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL OLEH SEORANG PERAWAT 1. karena pasien sering takut bertanya dan mengungkapkan hal-hal yang ada pada pikirannya. 2. PERAWAT MENJADI FASILITATOR KLIEN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SPIRITUALNYA Perawat melakukan kolaborasi tidak hanya dengan tenaga medis. 4. dan beberapa klien dengan penyakit terminal yang dipersiapkan spiritualnya dengan baik. meninggal dunia dalam keadaan damai dan tenang. 5. Mempertahankan keselarasan perilaku verbal dan non-verbal.

Keluarga/ ahli waris segera menyelesaikan hak insani/Adam. maka segerakanlah perawatannya. 4. Mempersiapkan keperluan/perlengkapan perawatan mayat/jenazah. kerabat dan masyarakat lingkungannya. 2. Lemaskan terutama tangan. dan lingkarkan dagu. serta seluruh tubuhnya. jelas ajalnya seseorang. dan kakinya diluruskan. Mengucapkan kalimat tarji' untuk istirja'(pasrah dengan ikhlas dan ingat bahwa kita bersama akhirnya juga akan mengalami kematian.Bila telah terang. 6. dengan ikatkan kain. Kecuali mempertanggung jawabkan amal perbuatannya. 7. Dikatupkan mulutnya. utang piutang. Adapun yang perlu dilakukan adalah : 1. Mendoakannya Menyebarluaskan berita kematiannya kepada keluarga/ ahliwaris. mengambil alih tanggunga jawab hingga bagi yang telah wafat tiada lagi memiliki kewajiban. Ditutup muka wajahnya. pelipis sampai ubunubun. 10. 3. nyata. Pejamkan matanya. 9. . Diutamakan ditelentangkan membujur menghadap kiblat dengankepala di sebelah kanan kiblat (untuk daerah Sidangoli berarti kepala disebelah utara) 5. 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->