You are on page 1of 93

Dr. Danis Pertiwi, MSi.

Med, SpPK
Bagian Patologi Klinik FK UNISSULA

HEMATOLOGI DASAR I
Pendahuluan
O Hematologi: Struktur, fungsi, kadar komponen darah
(volume darah, hubungan fisik antara sel-sel darah
dengan plasma serta komponen plasma yang berkaitan
erat dg sifat & fungsi darah ~ protein faktor
koagulasi)
O Vol darah total: 6-8% BB
- Pria > wanita
- 45-60% sel2 darah (eritro> trombo> leuko)
O Fungsi utama:
Media transportasi
Regulator suhu, keseimbangan cairan & asam basa


Pendahuluan
O Eritrosit (sel darah merah) mengangkut O
2

tanpa meninggalkan pembuluh darah. Selama
hidup berada dlm pembuluh darah

O Leukosit (sel darah putih) dalam jaringan,
imunitas tubuh

O Trombosit (sel beku darah) dinding
pembuluh darah

HEMATOPOIESIS
Hematopoiesis
proses produksi & perkembangan sel darah
Induk sel darah hemopoietic stem cell / stem cell

memproduksi sel darah
Teori pembentukan sel darah :
E Monophyletik / uniphiletik dari 1 sel induk
E Polyphyletik masing-2 sel darah mempunyai stem sel sendiri
E Intermediate
Jumlah sel tetap regulasi stem sel proliferasi
diferensiasi


eritropoietin
lekopoietin
trombopoietin
Tempat pembentukan ~ umur
E Embrio & fetus
E Lahir - dewasa
EMBRIO & FETUS
Stadium Mesoblastik
- mg 3-6 kehamilan s/d bln 3-4 kehamilan
- tempat : sel mesenkim di yolk sac
- mg 6 kehamilan produksi + diganti organ lain
Stadium hepatik
- mg 6 kehamilan s/d bln 5-10 kehamilan
- tempat : limpa, hepar, kelenjar limfe
(granulosit, megakariosit)
Stadium mieloid
- bln 6 kehamilan s/d lahir
- tempat : sumsum tulang
(eritrosit, leukosit, megakariosit)

LAHIR s/d DEWASA
Sumsum Tulang
Hemopoiesis meduler normal
- lahir s/d 20 th seluruh sumsum tulang
- masa kanak2: terjadi penggantian sutul oleh lemak
(scr progresif di tulang panjang)
- > 20 th sumsum tulang pendek, tulang pipih
Hemopoiesis ekstrameduler abnormal
- tempat : limpa, hati, limponodi, kelj adrenal,
tulang rawan, ginjal, dll
- keln : eritroblastosis foetalis, anemia
perniciosa, thalasemia, anemia sickle sel, lekemia
0 1 3 4 5 6 7 8 9 10 bln
Yolk sac
hati
Sumsum
tulang
Kelj limfe
limpa
SEL INDUK & PROGENITOR HEMOPOIETIK
O Hemopoiesis sel induk pluripoten bersama yg
dpt menyebabkan timbulnya berbagai jalur sel
yang terpisah
O Differensiasi sel induk menjadi jalur eritroid,
granulositik, jalur lain melalui progenitor
hemopoietik terikat yg terbatas dalam potensi
perkembangannya
O Sel induk mempunyai kemampuan untuk
memperbarui diri
O Sumsum tulang tempat utama terjadinya
pembentukan sel, namun kepadatan sel tetap
konstan pada keadaan sehat yang stabil
O Amplifikasi cukup besar: 1 sel induk
menghasilkan 10
6
sel darah matang (20x
pembelahan)
O Sel prekursor mempunyai kemampuan berespons
thd faktor pertumbuhan hemopoietik
peningkatan produksi 1 atau lebih jalur sel jika
kebutuhan meningkat.
Sumber : Wintrobes Clinical Hematology
Hematopoiesis
Sel Induk Pluripotensial
Sel induk limfoid
Sel induk mieloid multipotensial
Sel induk pluripotensial
Limfopoiesis
Limfosit T Limfosit B
Eritropoiesis
Eritrosit
Granulopoiesis
Granulosit
Monosit
Megakariopoiesis
Trombosit
FAKTOR PERTUMBUHAN HEMOPOIETIK
O Hormon glikoprotein yang mengatur: proliferasi &
differensiasi sel-sel progenitor, fungsi sel2 darah
matur & hambat apoptosis
O Efek biologik diperantarai reseptor spesifik pada sel
target
O Dapat bekerja secara lokal di tempat produksinya
melalui kontak antar sel atau bersirkulasi dalam
plasma
O Mempunyai sejumlah sifat yang sama & bekerja pada
berbagai stadium hemopoiesis yang berbeda
O Sumber utama: Limfosit T, monosit (& makrofag), sel
stroma


O Eritropoietin 90% sintesis di ginjal
O Trombopoietin hati
O Antigen, endotoksin aktifkan limfosit
T/makrofag lepaskan IL-1 & TNF rangsang
sel lain (sel endotel, fibroblas, makrofag, sel T
lain) hasilkan faktor pertumbuhan koloni
granulosit-makrofag (GM-CSF), G-CSF, M-CSF,
IL-6, dll dalam jaringan yg saling berinteraksi
Karakteristik umum faktor pertumbuhan
mieloid & limfoid:

+ Glikoprotein yang bekerja pada konsentrasi yang
sangat rendah
+ Bekerja secara hirarkis
+ Dihasilkan oleh beberapa jenis sel
+ Mempengaruhi lebih dari 1 jalur sel
+ Aktif terhadap sel induk/progenitor dan pada sel akhir
fungsional
+ Menunjukkan interaksi sinergis atau aditif dengan
faktor pertumbuhan lain
+ Kerja multipel: Proliferasi, differensiasi, maturasi,
aktivasi fungsional, hambat apoptosis

Faktor Pertumbuhan hemopoietik:

w Bekerja pada sel stroma: IL-1, TNF
w Bekerja pada sel induk pluripoten: Faktor sel induk
(stem cell factor = CSF), Ligan Fit (Fit-L)
w Bekerja pada sel progenitor multipotensial: IL-3,
GM-CSF, IL-6, G-CSF, Trombopoietin
w Bekerja pada sel progenitor terikat: G-CSF, M-
CSF, IL-5 (eosinofil-CSF), eritropoietin,
trombopoietin
PLASTISITAS SEL INDUK
O Sel induk embrionik bersifat totipoten dpt
menghasilkan semua jaringan tubuh
O Sumsum tulang mengandung sel induk hemopoietik (yg
menurunkan sistem limfoid & mieloid) & sel induk
mesenkim (dpt berdifferensiasi menjd otot, tulang,
jar endothel vaskuler, sel lemak, jar.fibrosa)
APOPTOSIS
O Proses kematian sel fisiologik secara teratur
O Penting untuk mempertahankan homeostasis jaringan
dalam hemopoiesis
O Sel dirangsang untuk mengaktifkan protein
intraseluler yang mengakibatkan terjadinya kematian
sel.
O Secara morfologik ditandai:
C Pengerutan sel
C Kondensasi kromatin inti
C Fragmentasi inti
C Pembelahan DNA pd lokasi internukleosom


Organ pembentuk
v Granulosit hanya di sumsum tulang
v Limfosit limponodi
jaringan limphoid
sebagian sumsum tulang
v Monosit lien
jaringan limphoid
sebagian sumsum tulang
Siklus neutrofil 14 23 hr
Waktu pembentukan s/d masuk sirkulasi 10 hr
Half life 7 hr
LEUKOPOIESIS
Stadium :
Pembelahan
mieloblas, promielosit, mielosit
Pemasakan
metamielosit, staf, segmen
Pembagian SDP
Seri granulosit eosinofil
neutrofil
basofil
Seri agranulosit limfosit
monosit
Granulopoiesis
- Mieloblas
- Promielosit
- mielosit (netrofil, eosinofil, basofil)
- Metamielosit (netrofil, eosinofil, basofil)
- Batang (netrofil, eosinofil, basofil)
- Segmen (netrofil, eosinofil, basofil)

AML M4(Case 4) AML M4(Case 4)
Bone Marrow, May Giemsa x 1000







mieloblas promielosit
mielosit metamielosit batang
Neutrofil segmen darah tepi
Ciri-ciri
O Ukuran sel: 14 - 20 m
O Bentuk sel: oval atau bulat
O Warna sitoplasma: pink
O Granularitas: sedikit, neutrofilik
O Bentuk inti: berlobus (2- 5 lobus)
O Tipe kromatin: padat
O Ratio inti/sitoplasma: rendah atau
sangat rendah
O Nukleolus: tak terlihat
O Persentase:
darah: 50 - 70 %
sumsum tulang: 5 - 20 %

Fungsi
Pertahanan thd infeksi akut
fagositosis




Eosinofil matur dalam darah tepi

Ciri-ciri
O Ukuran sel: 15 - 25 m
O Bentuk sel: oval atau bulat
O Warna sitoplasma: pucat,
ditutupi granul
O Granularitas: eosinofilik , banyak
O Bentuk inti: lobulated,
semicircular
O Tipe kromatin: padat
O Ratio inti/sitoplasma: rendah
atau sangat rendah
O Nukleolus: tak tampak
O Persentase
darah: 1 - 4 %
sumsum tulang < 2 %

Daya fagositosis & gerak lambat
Me| pd : alergi, peny parasit


Eosinofil matur dalam darah tepi
Neutrofil batang dalam darah tepi

Ciri-ciri :
O Ukuran sel: 14 - 20 m
O Bentuk sel: oval atau bulat
O Warna sitoplasma: pink
O Granularitas: sedikit ,neutrofilik
O Bentuk inti: lonjong,
semicircular
O Tipe kromatin: padat
O Ratio inti/sitoplasma: rendah
atau sangat rendah
O Nukleolus: tak terlihat
O Persentase:
darah: 2 - 5%
sumsum tulang5 - 20 %




Basofil dalam darah tepi

Ciri-ciri :
O Ukuran sel: 12 - 18 m
O Bentuk sel: bulat atau oval
O Warna sitoplasma: merah
jambu, ditutupi granul dan
nukleus
O Granularitas: basofilik gelap,
ukuran bervariasi. Menutup inti
O Bentuk inti: bentuk oval pada
basofil muda dan berbentuk
lobular pada basofil dewasa
O Tipe kromatin: padat, pucat
O Ratio inti/sitoplasma: rendah
atau sangat rendah
O Nukleolus: tak tampak
O Persentase:
darah 0 - 1 %
sumsum tulang < 1 %


Fungsi tdk jelas, sifat fagositik (-), berisi heparin, sering ditemukan bersama eosinofil
ERITROPOIESIS
Proses eritropoiesis :
1. Pembelahan (mitosis) sutul: 1% (hiperplastik: 5%)
- eritroblas > granulosit
- aktif sampai stadium polikromatik
2. Pemasakan (maturasi)
- struktur, fungsi
3. Pembebasan
- sumsum tulang lapisan endotel pembuluh
darah scr diapedesis aliran darah
- seluruh proses eritropoiesis 7 hr
- beredar di pembuluh darah selama 120 hari
Bahan yg dibutuhkan utk eritropoiesis :
1. Asam amino sintesis globin
2. Fe sintesis haem
3. Vit B12 & asam folat sintesis asam nukleat utk pembentukan
DNA (perkembangan inti terganggu an.megaloblastik)
4. Vit C metab folat
5. Vit B (B2: An normokrom normositik + retikulositopenia, B6:
An hipokrom ~ metab Fe terganggu: An. Sideroblastik)
6. Vit E An.hemolitik
7 Mineral Cu (katalisator sintesa Hb), Co (stimuli
eritropoiesis)
8 Growth factor EPO
eritropoiesis
ERITROPOIETIN (erythropoietic stimulating
factor)

Suatu hormon yg secara langsung mempengaruhi aktivitas
sumsum tulang, sangat peka terhadap perubahan kadar O
2

jaringan.
Kadar O
2
jaringan ~:
Aliran darah
Kadar hemoglobin (Hb)
Saturasi O
2
hemoglobin
Afinitas O
2
terhadap hemoglobin
Eritropoietin tdk dibentuk & disimpan dlm ginjal tapi
fungsi & oksigenasi jaringan ginjal ~ dinamika eritropoietin

eritropoiesis
Hipoksia jar.ginjal enz. Eritrogenin (faktor
eritropoietik)
Eritrogenin + eritropoetinogen (protein sirkulasi)
eritropoetin aktif
Eritropoetin:
e Percepat prod eritrosit pd semua stadia (pembelahan
s/d differensiasi)
e Permudah penyerapan Fe ke dlm sel
e Percepat maturasi
e Perpendek waktu yang dibutuhkan sel utk masuk
sirkulasi

O 90% EPO dihasilkan di sel interstitial peritubular ginjal
& 10% di hati & tempat lain.
O Cadangan yg sdh dibentuk sebelumnya (-)
O Stimulus untuk pembentukan adalah tekanan O2 dalam
ginjal.
O Prod EPO meningkat pada:
C Anemia
C Sebab metabolik & struktural Hb tak dapat melepaskan
O2 secara normal
C O2 atmosfer rendah
C Gangguan fungsi jantung atau paru pengiriman O2 ke
ginjal +
C Kerusakan sirkulasi ginjal pengiriman O2 ke ginjal +

O Sebaliknya, peningkatan pasokan O2 ke jaringan
(akibat peningkatan massa sel darah merah atau
karena hemoglobin dapat lebih mudah melepaskan
O2 dibandingkan normalnya) menurunkan
dorongan EPO
eritropoiesis
HORMON LAIN

Androgen merangsang produksi & aktivitas
eritropoietin
Estrogen hambat eritropoiesis
Prolaktin, vasoaktif meningkatkan
eritropoiesis


eritropoiesis
METABOLISME BESI & PEMBENTUKKAN Hb

Besi mrpk komponen heme yg penting
N: 5-10% besi diit diabsorbsi
Def besi absorbsi 20-30%
Dalam bentuk garam :Ferro
Absorbsi dipermudah: Vit C, as lambung, fruktosa,
glukosa, asam amino.
Absorbsi dihambat: Malabsorbsi, akhlorhidria
Sebag dilepaskan dlm sirkulasi, diikat transferin,
diantarkan ke tempat pembentukkan Hb. Sebag lain
dipertahankan dlm epitel berikatan dg apoferitin
ferritin
O Fungsi utama eritrosit membawa O2 ke jaringan
dan mengembalikan CO2 dari jaringan ke paru.
O Untuk mencapai pertukaran gas tersebut
eritrosit mengandung protein C Hemoglobin (Hb)
O Sintesis Hb terjadi di dalam eritrosit
O Perubahan utama dari Hb fetus ke Hb dewasa
terjadi 3-6 bulan setelah lahir.
O Sintesis heme:
Mitokondria rx.biokimia: Kondensasi Glisin +
(Koenz:B6) + Suksinil koA (enz ALA, membatasi
kecepatan reaksi)
B6: dirangsang EPO
Porfobilinogen Uroporfirinogen
Koproporfirinogen Protoporfirin + Fe
2+

heme
O Sintesis Globin:
Poliribosom: As.amino polipeptida (4 rantai
o2|2) Globin o2|2
O 4 Heme + Globin o2|2 Hemoglobin


eritropoiesis
Hemoglobin

Konjugasi protein
4 mol heme, 1 mol globin
Heme: protoporfirin, Fe
2+

Globin: 4 inti pyrol, ensim (sitokrom katalase,
mikosom)
3 bentuk Hb dewasa: Hb A, Hb F, Hb A
2

Hb F tinggi (intra uterin) >>> menurun s/d
bayi 4-6 bln. Dewasa <2%



Methemoglobinemia

O Keadaan klinis dg terdapatnya Hb dalam sirkulasi
yang mengandung besi dalam keadaan teroksidasi
(Fe
3+
)
O Akibat defisiensi NADH (Nikotinamide Adenin
Dinukleotida) tereduksi herediter
O Methemoglobinemia toksik terjadi apabila suatu
obat/zat toksik lain mengoksidasi Hb
O Klinis: sianosis
eritropoiesis
Bahan-Bahan Untuk Eritropoesis:

Asam amino: sintesa globin. Hypoprotein
Hb kebutuhan O
2
prod eritropoitin
Fe : sintesa heme
Vit B
12
& asam folat: sintesa asam nukleat
Vitamin C
Vitamin E
Mineral: Cu, Co


eritropoiesis
Kelainan Eritropoiesis

Anemia : kekurangan
Polisitemia : kelebihan
Eritroleukemia : keganasan
(proliferasi ganas eritroblas)
Ciri perkembangan SDM
1. Penyusutan ukuran sel
2. Perubahan warna sitoplasma
3. Perubahan inti
Sel-Sel eritropoiesis:
Proeritroblas
Basofilik eritroblas
Polikromatik eritroblas
Ortokromatik eritroblas
Retikulosit
Eritrosit
darah tepi

O
Eritrosit :
- bentuk biconcaf , C 7,2
- tidak berinti, sitoplasma keunguan
- central pallor N : 1/3 sel
- membran
semi permeabel : permeabel utk air, anion, kation
impermeabel utk Hb
td. Glikoprotein (antigen golongan darah ) & phospolipid
muatan permukaan (-)






proeritroblas basofilik e.
polikromatik e.
ortokromatik e. retikulosit
eritrosit
Limfopoiesis
- Limfoblas
- Prolimfosit
- Limfosit


Monopoiesis
- Monoblas
- Promonosit
- Monosit




limfoblas prolimfosit
limfosit
monoblas
promonosit monosit
Limfosit dalam darah tepi

Ciri-ciri :
- Ukuran: 10 - 15 m
- Bentuk: bulat, kadang-kadang oval
- Warna sitoplasma: biru
- Granularitas: tidak ada
- Bentuk inti: bulat atau agak oval
-Tipe kromatin: homogen, padat
-Rasio inti/sitoplasma: tinggi atau
sangat tinggi
- Nukleolus: tidak terlihat, kadang-
kadang hampir tidak terlihat , satu
nukleolus kecil
- Persentase:
- darah: 20 - 40 %
- sumsum tulang: 5 - 20 %

Gerak aktif
Peran faktor imunologik
Catatan: Limfosit kecil dalam darah.Juga ada satu skistosit.
Limfosit dalam darah tepi
Monosit dalam darah tepi
Ciri-ciri :
Sel besar
Bentuk tdk bulat
Sitoplasma ungu
/ biru halus,
bervakuola
Bentuk nukleus
tidak teratur

Daya fagositik
Daya imunologik

Trombopoiesis
O Megakarioblas
O Promegakariosit
O Megakariosit
O Trombosit

Asal trombosit sitoplasma megakariosit
Tempat pembentukan sumsum tulang
Umur 10 hr (half life 3 hr)
Struktur trombosit :
1. Membran
mukopolisakarida, glikoprotein, faktor pembekuan, PF3
fungsi adhesi & agregasi
2. Sol gel
rangka utk stabilitas bentuk
mikrofilamen tromboastein
3. Organel
respirasi, ekskresi, produk
MEGAKARIOPOIESIS
Seri-seri Trombosit:

Megakarioblas: Sel besar, inti: besar dg
kromatin halus, anak inti 1-2, sitoplasma: biru,
granula(-)
Promegakariosit: Sel besar, inti: terbagi mjd
2-3 lobus. Sitoplasma: tidak terlalu biru,
granula biru kemerahan
Megakariosit: Sel paling besar, inti banyak,
sitoplasma banyak, granula biru kemerahan
Trombosit: berasal dari bagian sitoplasma
bergranula yg lepas dr megakariosit
Megakariosit
Ukuran: < 100 m
Bentuk: oval, kadang-
kadang bulat
Warna sitoplasma: merah
jambu
Granularitas: merah
jambu muda
Bentuk inti: multilobuler
tidak teratur
Tipe kromatin: padat
Rasio inti/sitoplasma:
rendah atau sangat rendah
Nukleolus: tak terlihat
Distribusi:
darah: tidak ada
sumsum tulang: < 0.5 %


Catatan: Megakaryosit dengan inti multilobular dan sitoplasma bervakuola.
Catatan: Trombosit raksasa dengan granulasi sedikit berkurang. Juga terlihat dua ovalosit.
Giant platelet
Ukuran: 1 - 6 m
Bentuk: bulat atau oval,
dengan pinggir tidak rata
Warna sitoplasma: biru
Granularitas: granul
ungu halus yang mengisi
bagian tengah trombosit
Pinggir tipis tanpa granul
pada bagian tepi dari sel
Distribusi: dalam film
darah tepi hanya satu
giant plateklet


HEMATOLOGI DASAR II
HEMATOLOGI RUTIN
Pemeriksaan darah rutin:
Pemeriksaan darah pendahuluan pada setiap
penderita dimana hasilnya digunakan sebagai
pedoman lebih lanjut.
Meliputi pemeriksaan:
Kadar Hemoglobin (Hb)
Hitung jenis leukosit
LED (Laju Endap Darah)
Hitung jumlah leukosit
Kadar Hemoglobin
Kadar Hb normal bervariasi ~: umur, jenis
kelamin, geografi
Daerah tinggi: O
2
sedikit eritrosit [Hb]
Daerah rendah: sebaliknya
Harga normal kadar Hb (Dacie):
Laki (dewasa) : 13-18 mg/dl
Wanita (dewasa) : 11,5-16,5 mg/dl
Pemeriksaan Hb berguna utk parameter
penentu anemia (diagnosis, derajat),
monitoring terapi anemia
Penurunan kadar Hb fisiologis: kehamilan
Kadar Hemoglobin
Penurunan kadar Hb patologis: Thalasemia,
hemoglobinopati, anemia def Fe, perdarahan
akut/kronis, anemia sideroblastik, infeksi krons,
leukemia
Kenaikan kadar Hb: Dehidrasi, polisitemia
PEMERIKSAAN APUS DARAH TEPI
Darah apusan pengecatan baca zona
V, VI, ekor
Pembesaran :
- 10 x orientasi, sel asing/ganas/parasit,
estimasi leukosit
- 40 x hitung jenis leukosit, morfologi SDM
- 100 x (+ oil emersi) identifikasi, benda
inklusi, hitung jenis
Pemeriksaan td :
A. Hitung jenis leukosit
B. Gambaran darah tepi



A. HITUNG JENIS LEUKOSIT
Menghitung jenis-jenis leukosit dalam 100
leukosit (%) ~ SADT
Jenis-jenis leukosit: eosinofil, basofil, netrofil
stab, neutrofil segmen, limfosit, monosit
SEDIAAN APUS DARAH TEPI






PEMERIKSAAN MORFOLOGI SDM DI ZONE V
hitung jenis Leukosit

o Jml leukosit ~ 20.000 100 sel
O 20.000 ~ 30.000 200 sel
O > 30.000 300 sel
O laporan dlm %
O Jika ditemukan :
O * eritrosit berinti eri/100 leukosit
O * smudge sel % (N < 5%)

TABEL HITUNG JENIS LEUKOSIT


Jenis
Leukosit


I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

X

Jumlah
Eosinofil
Basofil
Staf
Segmen
Limfosit
Monosit

Jumlah

10

10

10

10

10

10

10

10

10

10

100

hitung jenis Leukosit
Nilai rujukan:
Eosinofil 1-4%
Basofil 0-1%
Neutrofil staff 2-5%
Neutrofil segmen 50-70%
Limfosit 20-40%
Monosit 2-8%

B. GAMBARAN DARAH TEPI

SERI LEUKOSIT
+ Estimasi jumlah
pembesaran objektif 10x N 20-30 leuko
+ Kelainan bentuk
sel, inti, sitoplasma

SERI TROMBOSIT
+ Estimasi jumlah
Barbara Brown pembesaran objektif 100X (3
lapang pandang) = rata-2 jml tromb x 20.000
+ Kelainan bentuk
SERI ERITROSIT
+ Kelainan ukuran
anisositosis ringan, sedang, berat
+ Kelainan bentuk
poikilositosis ringan, sedang, berat
+ Kelainan warna
hiperkromasi, hipokromasi, polikromasi
+ Susunan
formasi rouleaux, aglutinasi
+ Benda inklusi
UKURAN SDM
NORMOSIT : 6,9 9,6 ( NORMAL )
MIKROSIT : < 6,9 (Def Fe, Hemoglobinopati)
MAKROSIT : >9,6 (Peny hati, alkoholisme)
MEGALOSIT : > MAKROSIT ( 2 X NORMOSIT ) (An.
Megaloblastik oval)

ANISOSITOSIS : KEADAAN POPULASI SDM, TERDAPAT
UKURAN BERBEDA ( RINGAN, SEDANG, BERAT )

POIKILOSITOSIS : KEADAAN POPULASI SDM TERDAPAT
BERMACAM MACAM BENTUK ( RINGAN, SEDANG, BERAT )

CENTRAL PALLOR
DIAMETER :1/3 DARI DIAMETER SEL
BENTUK NORMOSIT NORMAL
BENTUK BENTUK ABNORMAL SDM
OVALOSIT
ELIPTOSIT
ELIPTOSITOSIS HEREDITER
ELIPTOSITOSIS HEREDITER


+UREMIA
+ULCUS DENGAN PERDARAHAN
+Ca LAMBUNG
SEL BURR
SFEROSIT
+ SFEROSIT HEREDITER
+ ANEMIA HEMOLITIK IMUN
KECIL : MIKRO SFEROSIT




SEL KRENASI
ACANTOSIT
MENGKERUT ok CAIRAN HIPERTONIS
KELAINAN PARENSIM HATI
GAGAL GINJAL
POST SPLENECTOMI

ABETALIPOPROTEINEMIA
PENYAKIT HATI, DEF Fe
POST SPLENECTOMI
THALASSEMIA/ HEMOGLOBINOPATI
SEL CERUTU
CIGAR CELL
AN. DEFISIENSI Fe
SEL PENCIL
SEL TARGET
SEL TEAR DROP : SEPERTI TETES AIR MATA
AN.MYELOPHTHISIC
MYELOFIBROSIS
HEMOPOIESIS EKSTRAMEDULER
SEL FRAGMENT
- ANEMIA HEMOLITIK MIKROANGIOPATI
( DIC, TTP ), HUS

- KATUB JANTUNG BUATAN

- COMBUTIO
-AN. MIKROANGIOPATI
- KATUB JANTUNG BUATAN
- COMBUTIO

SEL LEPUH (BLISTER )
Bentuk bervariasi,L,V, S.
Sel Sabit
Sickle cell disorders
Anemia sel sabit
SEL HELMET
STOMATOSIT
AN. HEMOLITIK MIKROANGIOPATI
( DIC, TTP )
KATUB JANTUNG BUATAN
COMBUTIO YANG LUAS

STOMATOSITOSIS HEREDITER
ANEMIA HEMOLITIK IMUN
PENYAKIT HATI
ALKOHOLISME
SDM dg CENTRAL PALLOR spt MULUT
SUSUNAN SDM
TERSUSUN spt UANG LOGAM yg RUBUH
FORMASI ABNORMAL PADA ZONE V , VI
( NORMAL DI ZONE III )
FORMASI ROULEAUX
AUTO AGLUTINASI
SALING BERGEROMBOL ok. ANTIBODI
DILIHAT DI EKOR, ZONE VI, V
WARNA SDM
NORMOKROM : NORMOSIT JINGGA MUDA dg.
KADAR Hb NORMAL
HIPOKROM : CENTRAL PALLOR MELEBAR
SANGAT HIPOKROM = ANULOSIT.
UKURAN KECIL = SEL MIKROSITIK
HIPOKROMIK
HIPERKROM : BUKAN ok. Hb >
SEL MEMBRAN SDM MENEBAL
MIKROSFEROSIT.
POLIKROMASI : BANYAK SEL POLIKROMATIK
( GELAP KEBIRUAN )
RETIKULOSIT
DIBEDAKAN POLIKROMASI
RINGAN, SEDANG, & BERAT
GRANULA GRANULA KEBIRUAN TERSEBAR
RATA
CAT PEARL: ( - )
* INTOKSIKASI Pb
* THALASSEMIA
BENDA BENDA INKLUSI
BASOPHILIK STIPLING
BENDA PAPPENHEIMER
GRANULA GRANULA SIDEROTIK,
WARNA GELAP KECIL,BULAT & JUMLAH 1-2.
CAT PEARL : (+)
+AN. SIDEROBLASTIK
+POST SPLENECTOMI

HOWELL JOLLY
CINCIN CABOT
BENDA HOWELL JOLY : SISA INTI NORMOBLAST
BENTUK SFERIS BULAT HITAM, 1-2 BUAH
+ AN.HEMOLITIK
+ POST SPLENECTOMI
+ AN.MEGALOBLASTIK
CINCIN CABOT : BENTUK SPT CINCIN, TALI LASO,8.
BENTUK SFERIS BULAT HITAM, 1-2 BUAH
+ POST SPLENECTOMI
+ AN.HEMOLITIK
+ AN.MEGALOBLASTIK
BENDA HEINZ
Hb. H
BENDA SFERIS IRREGULER, EKSENTRIK
BCB : ( + )
TAK TERLIHAT dg CAT ROMANOVSKY
PRESIPITAT MULTIPLE, SFERIS KEBIRUAN
BCB : (+)
TAK TERCAT dg ROMANOVSKY
LAJU ENDAP DARAH
Kecept mengendapnya darah (eritrosit) ~
mm/jam
Prinsip: Darah + antikoagulan dalam tabung
tegak lurus sel darah mengendap, plasma
naik karena perbedaan BJ
Kecepatan mengendap: 3 fase pengendapan
lambat I, cepat, lambat II
Cara: Westergren, Wintrobe
Dipengaruhi:
1. Eritrosit (ukuran, bentuk)
2. Komposisi plasma (fibrinogen, globulin)
3. Kesalahan teknik (miring, suhu)
laju endap darah
Kenaikan LED:
1. Infeksi akut & kronis
2. Demam Rheumatik
3. Rheumatoid artritis
4. Infark miokard
5. Nefrosis
6. Hepatitis akut
7. Menstruasi
8. Hipotiroiditis
9. hipertiroiditis
Hitung Jumlah Leukosit
Prinsip: menghitung jumlah leukosit dalam
suatu larutan yang merusak sel-sel lain (dg bilik
hitung)
Bahan: Darah vena, kapiler
Nilai rujukan (Dacie):
Dewasa pria 4-11 ribu/mmk
Dewasa wanita 4-11 ribu/mmk
Bayi 10-25 ribu/mmk
1 tahun 6-18 ribu/mmk
12 tahun 4,5-13 ribu/mmk
Kenaikan jml leukosit; Leukositosis
Penurunan jml leukosit; Leukopenia
L L
L
L
E E
E E
E
Istilah-istilah
Eritrositosis, anemia
Leukositosis, leukopenia
Trombositosis, trombositopenia
Bisitopenia, Pansitopenia
Eosinofilia, aneosinofilia
Basofilia
Neutrofilia, neutropenia
Limfositosis, Limfopenia
Monositosis
Hematokrit
Indeks eritrosit

TUGAS
Terangkan urut-urutan proses produksi &
perkembangan sel-sel darah dari prekursornya
di sumsum tulang serta keberadaannya di
darah dan organ limfoid secara ringkas
(menggunakan bagan).
TUGAS
O Terangkan bagaimana cara anda
mengidentifikasi besar eritrosit
(apakah termasuk normosit, mikrosit,
makrosit, megalosit) dalam sediaan
apus darah tepi?
O Secara ringkas bagaimana langkah-
langkah anda mengidentifikasi
leukosit dalam pemeriksaan hitung
jenis leukosit?