P. 1
An a to Mi

An a to Mi

|Views: 82|Likes:
Published by Renita Ramadhany

More info:

Published by: Renita Ramadhany on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

Jaras Afferens: • Dari medulla spinalis Tractus spinoreticularis + spinothalamicus + lemniscus medialis • Dari nuclei nervi cranialis  jalur

vestibular, acusticus dan visual • Dari Cerebellum tractus cerebelloreticularis • Dari Nuclei  subthalamus, hypothalamus, thalamus, corpus striatum sistem limbik • Dari cortex motoris primer lobus frontalis • dari Cortex somesthetik lobus parietalis Jaras Efferens: • Dari batang otak + medulla spinalis via tractus reticulobulbaris + reticulospinalis Ke nuclei motoris nervi cranialis+ sel cornu anterior medulla spinalis ke saraf otonom simpatis dan parasimpatis Ke corpus striatum + cerebellum +nucleus ruber + substantia nigra + tectum + nuclei  berakhir di cortex cerebri Lesi pada cortex cerebri: Kesadaran luhur terganggu Causa: - malaria - spirochaeta palidum / sifilis - Gangguan biokimia - Obat-obat: LSD = Lysergic acid diethylamide Penilaian kesadaran kesadaran kualitatif • Compos mentis (allert): sadar penuh • Apatis: acuh tak acuh • Somnolen (lethargia = hypersomnia) mengantuk terus. selalu mau tidur saja, bisa dibangunkan tetapi cepat tidur kembali • Sopor: tidur terus, hanya bisa dibangunkan dengan dengan rangsang nyeri. Lalu didur lagi Soporous-komatus = semi koma: tidur tapi hanya bereaksi bila dengan rangsang yang hebat  gangguan kesadaran dimana refleks atas rangsang nyeri (+) refleks batuk / muntah (+)  tidak bisa dibangunkan / disadarkan Koma: keadaan tidak sadar terendah dengan rangsang reaksi (-) refleks batuk / vegetatif (-) pernapasan terganggu tensi, nadi baik Penilaian kesadaran kesadaran kuantitatif Glasgow coma Scale (GCS): 1.Membuka mata (Eye opening) E: E4 Membuka mata spontan, ada kedipan E3 Membuka mata atas perintah/rangsang suara E2 Membuka mata bila dirangsang nyeri E1 tidak bereaksi atas rangsang apapun

Dichotomy pendapat itu harus di ingat bahwa: Semua tractus di luar tractus pyramidal Harus dimasukan dalam tractus extrapyramidal Sistem motorik = Susunan pergerakan Struktur anatomi yang berperan: 1.kata-kata terputus V2 suara tak jelas. UMN): Mulai di cortex: ke nucleus nervi cranialis di batang otak ke Sel motoris di cornu anterior MS. orientasi baik / percakapan adekuat V4 bicara kacau /bingung / orientasi waktu + tempat tidak adekuat v3 kata-kata tidak tepat / tidak teratur / tak berarti.2. Neuron motoris perifer (= Lower motor neuron. tidak dapat dimengerti. diam saja 3. dari Nuclei nervi cranialis di batang  ke otot perifer 2. Traktus kortikobulbar (tractus cortico-bulbaris) = traktur kortiko-reticular (tractus corticoreticularis)  dari corteks serebrum (cortex cerebralis)  formasio retikular (formatio reticularis) di tegmentum batang otak bulbar = pons dan medulla oblongata b. hanya berupa suara V1 tidak ada reaksi. 2.Respons Motoris (M): M 6 mengikuti perintah M5 bisa melokalisir nyeri M4 fleksi normal / menghindar / menarik ekstremitas bila dirangsang nyeri M3 fleksi abnormal dengan rangsangan nyeri M2 Ekstensi abnormal dengan rangsang nyeri M1 tidak ada kontraksi Sistem motorik Pembagian dulu: 1. dari sel di cornu anterior MS Neuromuscular junction  ke otot . Neuron motoris centralis (= Upper motorneuron .LMN) 2. Traktus kortikospinal (tractus cortico-spinalis) 2. Sistem extra-piramidal (Systema extrapyramidalis) Pembagian sekarang: Jalur motorik berada dalam kelompok jalur descendens.2. Respons Verbal (V): V5 komunikasi baik. Sistem piramidal (Systema pyramidalis): A.1.

Sel dalam lapis ke 5 cortex cerebri area precentralis (4) UMN Neuraxis Sel Nucleus motorneuron di Batang otak & MS LMN Otot UMN Lesi paralysis dr. Lesi UMN aktivitas inhibisi (-) refleks meninggi Sistem motorik sentral: Area Cortex motoris: LMN Lesi dari nucleus  otot Flacid: salah satu fianal common path rusak  gamma loop rusak  tonus otot <<  flacid Refleks (-) ok. Bila lama otot bisa atrofi karena tak dipakai Hyperreflekxia: Refleks yang berlebihan Pada keadaan normal gerakan refleks diawasi oleh aktivitas inhibisi dari pusat inhibisi. Tractus corticospinalis rusak Atrofi otot(+) ok. tapi gamma motoneuron masih bisa menerima impuls Karena jalannya multisynaps Reflek patologis (+): Atrofi otot (-) ok motoneuron tetap utuh di bawah lesi. Refleks terjadi karen motoneuron + komponen motor unit sebagai pelaksana Lesi pada final common path  refleks << . cortex  Nuclei motoneuron Spastisitas: jalannya saraf dari cortex ke alfa motoneuron rusak  aktivitas alfa motoneuron (-) dibawah lesi. Motoneuron rusak  serabut otot mengecil / rusak Lesi dari nucleus otot Refleks tenso spinal tidak bisa ditimbulkan.

• Cortex motoris primer (M I = cortex precentralis (area 4 Brodmann) • Cortex motoris sekunder (MII) = Cortex premotoris (area 6 & 8 Brodmann) • Cortex motoris tambahan (supplementer): = cortex medial area AREA BRODMANN .

Central mulai dari cortex motoris (area 4) di sisi lateral  sampai Inti (nucleus) di batang otak: A. XI) dan N. VII distal dan N. VII proximal berhubungan dengan cortex pyramidal secara bilateral Perhatikan Nervi Cranialis: Dari cortex Ke nuclei motoris: Nervus VII: 1. Inti N. Superior persarafan bilateral . IX. Inti Saraf otak motoris lain (N. X. XII berhubungan dengan cortex pyramidal kontralateral satu sisi B. V.HOMONCULUS MOTORIS & SENSORIS Saraf motoris cranialis: 1.

IX.2.  Berlanjut ke neuron urutan III sebagai lower motor neuron: dari cornu anterior MS radix anterior nervi spinalis ke target otot skeletal . X. XI persarafan Bilateral Nervus XII: persarafan kontralateral Pembagian sekarang: Upper motor neuron (UMN): Mulai dari cortex cerebri  Jalur motoris descendens =Tractus descendens ada di substantia alba medulla spinalis (=neuron urutan I ) = Tractus cortico spinal  synaps di neuron urutan II di substantia grissea columna anterior medulla spinalis (MS)  Upper motor neuron berakhir di cornu anterior MS. Inferior persarafan kontralateral Nervus: V.

motoris (4) & somestetik (3.IV.Tractus corticobulbaris: supranuclear/UMN:Dari cortex cerebri  ke nuclei nervi cranialis LMN dari nuclei nervi cranialis 3 serabut descendens: 1.1. Tractus cortico-bulbaris indirecta:(sering+ tractus corticoreticularis): Dari cortex cerebri area premotoris (6).VI & XII &nucleus ambiguus + N.2 & 5) genu capsula interna  menyilang & tidak menyilang di batang otak (persarafan bilateral )  synaps di formatio reticularis Berakhir di nuclei motoris N.XI fasilitasi kontraksi M.III. .sternocleidomastoideus + trapezius.V.

XII (otot lidah)LMN ***Kecuali: otot-otot wajah di bawah garis mata (m.  Dari nuclei batang otak ke medulla spinalis  Melepas neurotransmitter monoamin: serotonin (5-HT=5Hydroxytriptamin) + norepinephrin. buccinator & labialis) hanya dipersarafi tractus cortico-bulbar yang sudah menyilang & tidak dipersarafi tractus yang tidak menyilang.postur dan gerakan 3.VII (otot wajah) + N. *** terlibat dalam prosesing rasa sensoris dari nuclei jalur ascendens. Bagian distal. Serabut jalur feedback refleks:  Dari cortex sensoris area 3.otot leher. Jalur aminergik =raphe-spinalis + locus ceruleus-spinalis  Berperan modulator sirkuit neuron spinalis untuk regulator aktivitas LMN. Jalur anteromedial = system descendens medialis  Tractus corticospinalis anterior (ventralis) + tractus vestibulospinalis medialis & lateralis + tractus tectospinalis.  untuk gerak extremitas tut.  5-HT berperan feedback refleks dalam modulasi signal nyeri  di cornu posterior dengan endorphin Berperan: 1.2. Neuron simpatis preganglioner di MS . Tractus cortico-bulbaris directa:  UMN: Dari cortex cerebrigenu capsula interna Menyilang & tidak menyilang pada sisi ipsilateral & kontralateral batang otak (pesarafan bilateral)  Berakhir di nuclei motoris N. 2. Sifat bilateral berakhir di cervical +thoracal atas Kontrol: tut. punggung. V (otot kunyah) + N. 3.1.V + nucelus fasciculus solitarius. gelang bahu  Kontrol gerak axial + extremitas utk.V + nucleus spinalis N.  Untuk koordinasi aktivitas otot axial & pangkal extremitas waktu gerakan postur.2 & 5 lobus parietal  Ke nuclei sensoris jalur ascendens: nuclei gracilis & cuneatus jalur columna posteriorlemniscus medialis + nucleus sensoris principalis N. Jalur postero-lateral = system descendens lateralis:  tractus corticospinalis lateralis + rubrospinalis + reticulospinalis  menyilang garis tengah  otot kontralateral badan. Jalur descendens fungsional (somatomotorik): 1.

Nucleus mesencephalon: nucleus ruber substantia nigra 6.intralamina 4. 8 • nuclei basalis: nucleus caudatus. • nucleus ventrolateral thalami • formatio reticularis batang otak & sirkuit umpan balik. Cerebellum dan jalurnya Fungsi Sistem Extrapyramidalis . otot larynx tidak Wajar . Modulasi stimuli noxious (nyeri) Sistem Extrapyramidalis • Merupakan sirkuit kompleks / lingkaran neuronal sistem saraf termasuk: • cortex cerebri diluar gyrus precentralis: Area 4s.2.Nucleus thalamus: VA. Nucleus subthalamicus 5. • corpus subthalamicus. putamen. tidak tangkas. lancer harmonis  Lesi: meniadakan gerakan volunter piramidal dan diganti gerakan involunter.VL.6. jalur descendens. Nucleus pontis & mo:  Nucleus formatio reticularis 7. Ganglia basalis 3. Modulasi intensitas relatif ekpresi emosional 4. Fasilitasi aktivitas respons LMN 3. bilateral Area 8 dirangsang  gerakan mata konjugat  gerakan lidah. Area 6 dirangsang gerakan tangkas dan lancar Area 6 dirusak & area 4 + 8 utuhrefleks memegang (Grasp reflex) Insisi antara Area 4 + 6  lalu area 6 dirangsang: Gerakan dungu. globus pallidus • substantia nigra. bibir. sangat komplek.Cortex cerebralis 2.Menghasilkan impuls untuk gerakan otot tonis  Landasan untuk gerak otot fasih diurus sistem pyramidal  Mengintegrasikan gerak otot  Mengurus refleks sikap  Inhibisi cortex pyramidal supaya susunan pyramidal menghasilkan gerak otot: tangkas. • Cerebellum + intinya + nucleus vestibularis lateralis • Mengatur gerakan + mengatur sikap badan dan gerak otomatik • Mempengaruhi sistem piramidal • Lesi: meniadakan gerakan volunter piramidal dan diganti gerakan involunter. Sistem Extrapyramidalis Struktur anatomi yang berperan: 1. Tractus corticorubrospinalis Tractus corticoreticulospinalis 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->