You are on page 1of 9

Catatan ini saya tulis berkenaan dengan ceramah yang diberikan oleh Bapak Quraish Shihab selama perjalanan

a perjalanan umroh baru-baru ini. Karena pembicaraan seringkali mengalir begitu saja dan lebih berupa tanya jawab, maka saya membuat catatan ini lebih berdasar pada topik pembicaraan dan bukan berdasarkan sesi ceramahnya sendiri (non-sequential sok deh, gak nemu kata dalam Bahasa Indonesianya). Kata-kata dalam catatan ini seringkali saya edit untuk kemudahan membaca. Namun insya Allah intisarinya sama dengan yang disampaikan Bapak Quraish. Semoga bermanfaat. Salam, Eva SEPUTAR UMROH Pengertian umroh Kata umroh memiliki akar kata yang sama dengan umur dan makmur. Keberadaan manusia di bumi seringkali diukur berdasarkan umur. Sebenarnya (dalam bahasa Arab?) ada perbedaan antara kata umur dan usia. Usia berarti masa seseorang berada di bumi dari lahir hingga meninggal. Sementara umur berarti masa dimana orang tersebut bisa memakmurkan jiwanya. Jadi umur seseorang bisa kurang dari usianya misalnya kalau orang itu banyak melakukan hal-hal negatif atau tidak bermanfaat (kayak saya ini ). Atau sebaliknya, kalau dia banyak melakukan kegiatan yang memakmurkan jiwanya, misalnya dengan beramal ibadah yang bermanfaat buat orang banyak, bisa-bisa umurnya jauh lebih besar dari usianya. Umroh adalah upaya memakmurkan jiwa. Semua kegiatan selama kita di tanah suci, terutama ibadah murni (shalat, puasa, dsb) semua memiliki tujuan yang sama: untuk memakmurkan jiwa. Masing-masing kegiatan memiliki makna di baliknya. Perbanyak pula kegiatan ibadah lainnya, baik dari berniat Itikaf di mesjid, memberi makan saat berbuka atau pun sekedar senyum. Semua ini merupakan ibadah untuk mendekatkan diri ke Tuhan. Ibadah sendiri memiliki dua tujuan. Pertama untuk mengingatkan manusia kalau di samping tubuh, kita juga punya jiwa. Dua-duanya butuh makan. Selain itu, ibadah juga

mengingatkan manusia bahwa di samping hidup ini, ada kehidupan lain yang akan kita jalani. Jika kedua hal tersebut dihayati, maka jiwa kita akan makmur. Pakaian Pakaian memiliki beberapa fungsi, seperti hiasan, untuk menutupi yang buruk, memelihara dari panas atau dingin, dan membedakan dengan yang lain, misalnya dalam profesi tentara, dokter. Pada umroh dan haji, fungsi utama pakaian adalah untuk menanggalkan atau menyingkirkan perbedaan tersebut. Setiap orang terutama yang laki-laki menggunakan baju yang diharapkan tidak menonjolkan diri kita dibanding dengan jemaah lain. Niat berihram Bisa dilakukan di beberapa tempat yang telah ditentukan. Setelah tiba di tempat berniat ihram, lakukan shalat tahiyatul masjid, shalat ihram dan tetapkan niat. Mulai saat ini, semua aturan dan larangan umroh pun berlaku. Sepanjang perjalanan dari tempat ini ke mekkah, perbanyaklah talbiyah (labaikallah humma labaik..), dzikir, atau kalau lelah, tidurlah. Jangan terlalu banyak bercanda. Tawaf Ketika kita bertawaf, kita tengah berada di lingkungan Ilahi. Rasakan bahwa Tuhan ada dimana-mana. Seperti halnya gerakan atom, semua yang bertawaf bergerak menjadi satu kekuatan sendiri mengitari kabah sebagai pusat bumi. Tawaf bermula dan berakhir di hajar aswad dan selalu dalam keadaan berwudhu. Ketika mulai bertawaf, kita mulai dari tempat hajar aswad sambil berniat. Niat sebenarnya tidak harus terucap, tetapi dianjurkan terdengar, minimal oleh diri sendiri. Hajar aswad ini merupakan lambang tangan Tuhan. Ketika kita menyentuh hajar aswad atau mengangkat tangan kita ke arah hajar aswad, kita seakan mengikat janji dengan Tuhan untuk senantiasa berada dalam lingkungan Ilahi. (eva: aduh, bagus banget, saya suka sekali dengan kata-kata ini senantiasa berada dalam lingkungan Ilahi) Niatkan mengerjakan ini hanya untuk Tuhan. Bahu kiri senantiasa menghadap kabah. Seandainya pada saat bertawaf kita bersama dengan teman atau rombongan, dan saking khawatirnya kadang-kadang kita terpisah, kita mencari-cari teman kita, mengejar teman kita hingga berbalik badan (bahu kiri menjauhi kabah), bisa-bisa tidak sah tawaf kita. Selama bertawaf, haturkan doa. Doa bisa apa saja, tapi sekali lagi, mantapkan diri untuk senantiasa berada dalam lingkungan Ilahi. Jangan hanya bermohon untuk kepentingan dunia semata, minta juga untuk akhirat. Jangan semata bermohon untuk diri sendiri, mintalah juga untuk orang lain, untuk masyarakat, untuk negara, dll.

Setelah tawaf, disunnahkan untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Sebenarnya bisa dilakukan saja karena ada yang mengatakan bahwa maqam Ibrahim sebenarnya mencakup seluruh masjidil haraam. Sai antara bukit Safa dan Marwah Sai berarti usaha. Safa berarti suci. Marwah berarti kepuasan hati. Jadi: setiap upaya harus dimulai dengan niat yang suci, diikuti usaha maksimal, dan apapun hasilnya harus diterima dengan kepuasan hati. Isi jiwa kita dengan kehadiran Tuhan agar hadir kepuasan dalam hati kita pula. Pada saat sai, kita tidak perlu dalam keadaan berwudhu. Sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan. Namun kalau di tengah-tengah sai kita merasa lelah, kita bisa saja istirahat dan minum. Seandainya pada saat bersai ada shalat wajib, shalat lah dulu, kemudian lanjutkan kembali bersai dari tempat kita terakhir. Tahalul Rukun yang terakhir adalah tahalul: biasanya dilakukan dengan menggunting rambut minimal tiga helai. Pengguntingan rambut hendaknya dilakukan oleh orang yang sudah tahalul duluan. Dosa dianggap sebagai sesuatu yang hitam, hati yang tidak tenang. Pemotongan rambut (sesuatu yang dianggap hitam juga) menyimbolkan terampuninya dosa-dosa kita. TANYA JAWAB Berdoa Dalam berdoa, kita harus menampakkan kebutuhan kita ke Tuhan, merengeklah pada Tuhan bahkan jangan segan-segan untuk mendesak atau memaksa Tuhan, minta secara langsung kepada-Nya. Namun doa sebenarnya tidak perlu diucapkan. Kalau kita berusaha untuk mendekatkan diri pada Tuhan tanpa diiringi oleh doa secara eksplisit, bukan berarti dalam upaya tersebut tidak ada doanya. Bahkan pernah disebutkan apabila ada seseorang yang sibuk mengagungkan Tuhan atau membantu Tuhan (melakukan kegiatan baik untuk Tuhan) hingga ia tidak sempat berdoa, Tuhan berjanji akan memberikan anugerah yang terbaik layaknya yang diberikan kepada orang yang berdoa.

Pada saat berdoa, berdoalah untuk dunia dan akhirat, berdoalah untuk diri dan orang lain. Jangan terlalu memastikan apa yang kita minta karena siapa tahu yang kita minta ternyata buruk untuk kita. Untuk amannya, tambahkan kata-kata seperti kalau memang itu baik untuk saya atau kalau memang itu Kauridhai. Dan jangan menduga bahwa setelah kita minta, Tuhan tidak mengabulkan doa kita. Kadang tuhan suka mendengar permintaan kita. Dan jangan pernah berputus asa. Seandainya solusi yang kita terima tidak sesuai dengan permintaan awal kita, jangan lantas beranggapan buruk bahwa kita tidak mendapatkan sesuatu yang baik. Pasti ada hikmahnya. Ada beberapa tempat yang mustajab (ces-pleng ) untuk berdoa. Misalnya di Multazam (tempat yang parallel antara hajar aswad dan pintu kabah di masjidil haram). Multazam berasal dari kata lazim, wajib. Artinya tempat dimana Allah mewajibkan Dirinya untuk mengabulkan doa kita dengan memberikan sesuai dengan yang diminta atau yang lebih baik, secara langsung maupun ditangguhkan. Sujud tilawah (eva: hari ini hari jumat. Saat subuh tadi, setelah imam membaca satu ayat tertentu, lantas banyak orang yang sujud, sebentar untuk kembali berdiri lagi dan melanjutkan pembacaan surat (oleh imam). Ayat yang menyebabkan orang bersujud itu disebut ayat sajadah.) Ada 16 ayat dalam Al Quran yang dianjurkan agar orang-orang yang membaca atau mendengarnya bersujud ketika ayat tersebut dibacakan. Baik orang-orang tersebut dalam keadaan shalat maupun tidak, selama hal ini memungkinkan. Biasanya dibaca pada hari Jumat. Ayat-ayat ini disebut ayat-ayat sajadah. Sujudnya disebut sujud tilawah. Ayat sajadah merupakan ayat yang (1) kandungannya memerintahkan kita untuk bersujud; atau (2) ayat yang bercerita tentang bersujudnya makhluk. Sujud tilawah hanya berupa anjuran dan bukan merupakan kewajiban. Logikanya begini. Hendaknya setiap orang merasa Al Quran itu berdialog dengan dirinya, dengan diri kita masing-masing. Ketika Tuhan mengatakan kepada Muhammad untuk bersujud, jangan anggap bahwa Dia hanya berdialog pada Muhammad saja, tetapi sama kita juga. Jadi kalau ada ayat yang bilang bersujud, maka ikutlah bersujud. Jika ada pertanyaan dalam Al Quran (eva: misalnya, one of my faves: maka nikmat Allah mana lagi yang kau ingkari?), maka cobalah untuk ikut menjawabnya. Ini menunjukkan pemahaman kita terhadap Al Quran.

Lailatul Qadr Banyak orang menunggu laitalul qadr yang dikatakan akan hadir di tanggal 27 Ramadhan. Jadi pas tanggal segitu, baru mulai shalat dan sebagainya. Ini keliru. Layaknya seorang tamu agung, semua orang ingin agar ia mampir ke rumah. Tamu agung itu berkata, Saya hanya akan datang ke orang yang mau menyambut saya. Sedemikian ingin, hingga dijemput ke bandara untuk diajak ke rumahnya langsung. Di bandara, begitu banyak yang menanti. Tamu tersebut belum tentu melihat kita. Lihat belum tentu disenyumi. Senyum belum tentu disapa. Disapa belum tentu dikunjungi. Yang didatangi hanya orang-orang yang benar-benar siap. Tapi ini bukan berarti yang tidak didatangi berarti dia benci. Ada yang ingin, tapi tidak siap. Ada yang persiapannya tidak maksimal. Ada yang persiapan keliru. Seandainya saya ingin berteman dengan A, maka saya akan menyesuaikan diri dengan A dan mengobrol sesuatu yang A senangi. Demikian dengan Tuhan. Ada yang beragama tidak seperti yang disenangi oleh Tuhan, sekehendak dia saja. Mana yang lebih baik: mandi tanpa parfum atau parfum tanpa mandi? (waduh, bisa menyinggung beberapa orang nih..maap, gak tahan.) Yang lebih baik tentunya yang pertama: mandi tanpa parfum karena mandi bisa membersihkan kotoran sedangkan parfum hanya akan memberikan bau wangi tetapi badan tetap kotor. Mana yang lebih disukai Tuhan: mohon ampun, tidak memaki orang dan tidak membenci orang atau shalat tahajud (sunnah kita gak bicara shalat wajib ya)? Pilih yang pertama. Kebanyakan dari kita sibuk memakai parfum. Laksanakan kewajiban, itu tidak bisa ditawar. Namun yang sunnah bisa kita pilih-pilih. Tetapkan prioritas. Mana yang lebih baik, umroh atau sedekah? (Ouch ), kita shalat terus kita llihat anak terjatuh mana yang kita bela-belain: terusin shalat atau bantu si anak? Pilih. Tentukan prioritas. Tergantung situasi. Yang paling baik tentunya mandi dan berparfum. Tapi kalau tidak, prioritaskanlah. Ini caranya terpilih untuk lailatul qadr. Tujuan kita adalah membersihkan diri dulu, baru berhias. Semakin kotor diri kita, semakin kita harus bersih-bersih. Dari awal Ramadhan, bahkan dari Syaban. Tapi kalau kita terlambat pun, jangan berputus asa karena anugerah Tuhan selalu ada. Katanya, ada tanda-tanda fisik lailatur qadr. Tapi sebenarnya tanda-tanda yang jelas, sesuai dengan ayat dalam surat Al Qadr: Pada malam itu turun malaikat-malaikat.. Malaikat seringkali dipertentangkan dengan syaitan. Kalau syaitan sudah menemani,

semua amalan cenderung ke buruk. Tapi kalau malaikat yang menemani, niscaya amal kita pun insya Allah baik. Jadi tanda-tanda kehadiran lailatul qadr dalam diri kita adalah: amal kebajikan kita yang senantiasa meningkat. Hadirnya rasa damai bagi diri kita, bagi diri orang lain di sekitar kita maupun bagi lingkungan kita. Damai sementara saja atau seterusnya? Disebutkan dalam surat Al Qadr: ..kesejahteraan sampai terbit fajar. Apa yang dimaksud fajar dalam surat ini? Usia manusia sering dikaitkan dengan waktu-waktu dalam satu hari. Pak Quraish bilang, dia sudah memasuki Ashar, anak yang baru lahir mungkin baru di Dhuha. Dan pada saat orang mencapai masa isya, itu berarti kematian pun telah menyongsong. Namun setelah itu akan ada fajar lagi. Kita hidup minimal dua kali. Orang akan membawa kedamaian itu sampai maghrib dalam masa hidupnya hingga fajar berikutnya: Darussalam. Seandainya kita belum terlalu siap dan sudah agak telat, yakin Allah akan dapat memberi anugerah. Allah memiliki masa-masa saat dia memberi anugerah. Cari waktu itu. Cegat Dia di waktu itu. Kalau kita temukan, maka kita akan dapatkan dua pertiga malam, jumat antara dua kothbah, dll. Dan ingat yang harus kita lakukan tidak hanya sekedar wangi-wangian, harus mandi, harus membersihkan diri. Tidak ada cara lain dari mandi kecuali pakai air. Tidak ada cara lain membersihkan diri kita kecuali dengan: Taubat. Setelah itu, silakan pilih parfum yang kita sukai. Bisa berbeda-beda. Segala macam kebajikan adalah parfum. Silakan pilih: sedekah, puasa sunnah, belajar, mengajar, mengaji, dakwah, senyum. Lakukan apa pun selama itu baik, dan lebih baik lagi kalau kita lakukan semua. Prinsipnya adalah lakukan yang tidak memberatkan kita. Inti agama adalah hati. Maka jalankan agama dengan membersihkan hati. Al ghazali memberi contoh hati seperti layaknya wadah. Wadah bisa sekedar menjadi wadah, bisa juga merupakan sumber. Contoh: kolam dan sumur. Kolam merupakan wadah air, airnya sendiri harus diisikan ke kolam itu dari sumber lain. Namun sumur merupakan wadah dan sekaligus sumber. Carilah cara bagaimana anda, saya, kita bisa menjadi sumber juga. Isi wadah kita hingga penuh, isi dengan air yang lebih bersih dan galilah terus sumur ini hingga mendapatkan mata air yang jernih, yang bisa menjadi sumber bagi diri kita dan orang lain. Tentunya ini perlu upaya. Beberapa kiat misalnya (1) Tempatkan diri kita di orang lain sehingga kita tidak akan memperlakukan orang tersebut dengan buruk dan lebih mengerti dia (2) Pilih teman. Misalnya, kalau kita mau ngerumpi tentang orang lain, ada teman yang tambah rumpi, ada juga yang bilang udah lah kita omongin yang lain saja.

(3) Baca buku yang bermanfaat. (4) Alihkan potensi kita yang besar ini ke hal-hal yang bermanfaat, jangan dibendung. Lailatur qadr biasanya terasa oleh kita. Ada rasa damai dalam diri, ada rasa puas akan keadaan diri, kita tidak minder, kita dekat dengan Tuhan, kita tidak bermusuhan dengan orang lain, lebih mengerti orang lain, dan kita tidak memiliki ketergantungan terhadap makhluk lain. Damai menjadi sifat dasar kita. Terkadang sekali-sekali melenceng sedikit sebagai manusia tetapi selalu dalam koridor dan sifat dasar damai itu tetap hadir. Maaf Bagaimana caranya memberikan maaf? Kalau orang berpikir, tentunya ia akan memberikan maaf. Pikirkan tentang kenapa ini terjadi pada kita, pikirkan apa maknanya buat kita, pikirkan kenapa orang itu bisa berbuat seperti itu. Tingkat maaf itu pun berbeda-beda. Arti kata maaf berarti menghapus. Namun kadang ada yang cuma ditutupi, belum dihapus. Itu pun sudah lumayan. Tingkat paling rendah adalah menahan amarah. Baru selanjutnya meningkat hingga ke maaf. Sebenarnya, memberi maaf itu tidak wajib, tapi dianjurkan oleh agama. Yang wajib adalah meminta maaf. Maaf itu sebenarnya wewenang yang bersangkutan, bukan wewenang Tuhan. Terserah kita mau memaafkan atau tidak. Tapi memaafkan jauh lebih baik dan lebih bermanfaat buat kita. Kembalikan ke nurani, semakin dini, semakin tulus, semakin baik pula bagi kita. Sadari bahwa kita juga bisa salah. Jadi minta ke Tuhan, Wahai tuhan, saya memiliki dosa antara saya dan Kamu (missal lalai dalam shalat), saya juga punya dosa dengan makhluk. Yang antara saya dan Kamu, tolong maafkan saya. Antara saya dan makhlukmu, tolong ambil alih. Biarkan Tuhan membantu kita bagaimana caranya memperbaiki kesalahan kita kepada orang lain. Mau gak Tuhan membantu? Sama seperti begini: misalnya kita ada hutang kepada A, kita minta tolong ke B untuk bayar hutang ini. B akan membantu gak? Iya, kalau B adalah teman baik kita. Jadi, jadilah teman baik Tuhan. Insya Allah dia akan membantu kita. Gimana mempertahankan apa yang kita dapatkan di sini? Faktor yang paling menentukan adalah: lingkungan. (iiih, bener banget) Sahabat nabi pernah mengaku kepada Rasulullah: Kalau kami berada di depanmu, kami selalu ingat akhirat, tapi kalau setelah itu kami balik ke teman-teman. Ada saat orang bersenang-senang, kadang kita keluar sedikit dari fokus, itu tidak mengapa tapi asal jangan melampaui koridor yang ada. Kita perlu lingkungan yang mendukung kita untuk menjaganya. Pergaulan lingkungan itu layaknya berteman

dengan tukang parfum dan tukang las kita jadi ikutan bau wangi parfum atau bau besi las. Menanggapi musibah Banyak hal yang kadang menimpa kita yang tidak menyenangkan. Namanya macam- macam, bisa bala, fitnah atau musibah. Musibah adalah akibat ulah yang bersangkutan i.e., diri kita sendiri. Fitnah bukan ulah kita tapi ulah orang lain yang berimbas ke kita. Bala datang dari tuhan sebagai ujian. Bisa aja sesuatu yang tidak menyenangkan itu sebenarnya ujian buat kita, mungkin karena ingin ditingkatkan, seperti halnya mahasiswa yang ingin diuji agar ia cepat lulus. Apa pun itu, kita tetap patut mensyukuri, karena (1) bisa saja kita mendapat ujian yang lebih besar (pake cara pandang masih untung) (2) Kalau ditanggapi secara wajar dengan tabah dan sabar, kita akan mendapat ganjaran. Jangan memaki Tuhan. Nangis-nangis sedikit silakan. Sadari inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun. Minta rahmat dan petunjuk dari Tuhan. Insya Allah Tuhan akan memberikan ketenangan hati dan petunjuk untuk menanggulangi musibah ini. Yang aku suka, waktu itu pak Quraish bilang begini.. Saya tahu ini tidak mudah. Lebih mudah mengucapkan daripada melakukan. Ketika orang tua dari teman saya meninggal, saya mendatangi dia dan memberikan nasihat. Tak lama kemudian, bapak saya meninggal. Teman saya itu datang kepada saya dan mengatakan, Pak Quraish, saya tidak bermaksud memberikan nasihat pada Bapak. Tapi saya ingin mengingatkan apa yang Bapak dulu bilang ke saya... Lebih mudah mengucapkan daripada menjalani sendiri. Kodrat dan hikmat Kodrat berarti kuasa Tuhan. Sekarang begini: Tuhan itu Maha Kuasa. Kuasa kah Tuhan menciptakan Tuhan seperti Dia? Kuasa, tapi mustahil. Jadi kuasa itu dibatasi oleh hal-hal yang mungkin, namun kemungkinan itu banyak sekali. Mustahil itu bisa berdasarkan kebiasaan atau berdasar akal. Misal kita keluar rumah, mungkin kah kita menemukan sekarung berlian di depan rumah kita? Mustahil berdasarkan kebiasaan, tapi sebenarnya mustahil berdasarkan akal. Banyak hal yang dulu mustahil sekarang jadi mungkin. Jangan pernah merasa pesimis bahwa sesuatu itu mustahil kita raih selama hal itu masih hanya mustahil berdasarkan kebiasaan. Percayalah terhadap kuasa Tuhan.

Bisakah Tuhan memasukkan orang yang taat padaNya ke dalam neraka? Secara kuasa, bisa, tapi secara hikmah, mustahil. Hikmah berarti menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Semua perbuatan ada hikmahnya. Hikmah memiliki akar kata: kendali. Seperti halnya pedati kuda dengan kendalinya. Jika ada lubang, kendali memungkinkan kita untuk membelokkan pedati itu. Hikmah merupakan kendali atau alat untuk menghindar dari keburukan dan meraih kebaikan. Dalam bahasa Indonesia, kita sebut: bijaksana. Yakin bahwa Tuhan itu Maha Bijaksana. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Keyakinan ini akan membuat kita berprasangka baik selalu pada Tuhan. Di ceramah terakhir, Pak Quraish mengatakan bahwa kita sebagai kelompok yang cukup kecil, sudah serasa keluarga selama umroh. Di Jakarta, moga-moga kita bisa terus tetap menjaga silaturahmi dan saling mendoakan. (I like the way he said this ) Harapan yang sama juga saya terapkan pada kita. Moga-moga kita saya dengan Anda pembaca tulisan ini senantiasa menjaga silaturahmi, saling mendoakan, dan senantiasa berada dalam lingkungan Ilahi. Amin. Salam.