Setelah 8 Tahun Defisit, APBD 2012 Klaten Surplus

ANTARA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami surplus Rp10,8 juta pada 2012, setelah sedikitnya delapan tahun terakhir selalu mengalami defisit. Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten Sartiyasto di Klaten, Kamis, mengatakan, surplusnya APBD Klaten 2012 terjadi karena naiknya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "DAU yang diberikan kepada Klaten pada 2012 cukup besar, yakni naik 20 persen dari yang lalu, atau mendapat sekitar Rp100 miliar lebih, sedangkan nilai PAD yang masuk pada 2011 mencapai Rp75,8 miliar, dari sebelumnya Rp71,5 miliar," katanya. Ia mengatakan dengan adanya penambahan alokasi DAU dari pemerintah pusat tersebut, total DAU yang dimiliki Klaten mencapai Rp967,2 miliar. Meski kenaikan DAU tersebut juga diikuti oleh meningkatnya beban pemkab dalam menggaji pegawai negeri sipil (PNS), kata dia, hal itu tak menjadi masalah karena jumlah ketersediaan anggaran masih melebihi nilai yang harus digunakan dalam penggunaan belanja pegawai tersebut. (anisa)

APBD Kab. Klaten 2012 Tidak Memihak Rakyat
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klaten tahun 2012 sepertinya belum memihak rakyat, hal ini dikarenakan alokasi belanja tidak langsung jauh lebih tinggi dibandingkan alokasi belanja langsung atau belanja yang bersentuhan langsung untuk kebutuhan masyarakat. “Alokasi belanja pegawai APBD 2012 di Kabupaten Klaten mencapai hampir 80 persen sendiri. Dengan tingginya belanja pegawai dalam belanja daerah maka makin mengaburkan agenda pemerintah dalam memenuhi hak-hak dasar rakyat atau upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ucap Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Tengah (Jateng), Mayadina RM, saat acara diskusi publik di RM Merapi Resto Klaten, Rabu (4/1/2011). Sementara itu, Koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi Klaten, (ARAKK), Abdul Muslih juga sependapat dengan FITRA. Banyaknya persoalaan masyarakat dikarenakan kurangnya perhatian lebih dari Pemkab Klaten. Persoalan tersebut antara lain masalah pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. “Pemkab Klaten seharusnya lebih membuka hati untuk peduli pada masyarakat miskin. Ironisnya, alokasi dana lebih banyak digunakan untuk gaji sekitar 16.103 PNS. Kondisi Ini semakin pempertegas Klaten sebagai kabupaten yang hampir bangkrut, karena anggaran habis untuk belanja pegawai,” tegasnya. Total APBD Klaten pada 2012 mencapai angka Rp 1,357 triliun. Alokasi untuk belanja tak langsung mencapai Rp 1,085 triliun. Sedangkan alokasi untuk belanja langsung (yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat) hanya sebesar Rp 272 miliar.

APBD Klaten Tersedot Rp 809 Miliar untuk Kenaikan Gaji PNS
Pemkab Klaten di tahun 2012 ini mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 sebesar Rp. 809 Miliar untuk kenaikan gaji PNS, dana tersebut belum termasuk gaji dan tunjangan anggota DPRD Klaten. Hal ini tentu semakin membebani keuangan daerah. Kepala Bidang Belanja Daerah DPPKAD, AR Inarsoyo SE MSi mengatakan “Tahun ini, gaji ditambah menjadi Rp 809 miliar, karena ada kenaikan sebesar 10 persen. Jumlah itu belum tentu semuanya terealisasi,” Berdasarkan informasi yang diterbitkan di Suara Merdeka, dari data tahun 2011 jumlah PNS di Klaten sebanyak 15.788 orang dan 13.000 nya adalah berada di Dinas Pendidikan. Berdasarkan angka yang tercatat di Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten, tahun 2011 lalu

sekitar Rp 753 miliar sudah dialokasikan untuk belanja gaji pegawai negeri sipil (PNS). Selain meminta penurunan alokasi anggaran untuk belanja hibah dan Bansos. jumlah itu lebih besar jika dibandingkan dengan perolehan pada APBD 2011 yang mendapat Rp 793 miliar.168 miliar.6 miliar.373 triliun. ”Biasanya kepala daerah yang akan mencalonkan diri kembali dalam Pilkada akan menaikkan alokasi belanja hibah dan Bansos.8 miliar. Jumat (4/11). “Kenaikan DAU menjadi sebuah jawaban atas naiknya gaji PNS pada 2012 yang prosentase nya hingga 10 persen. dan lain-lain.5 miliar. alokasi anggaran dari pos ini lebih banyak digunakan untuk bahan pencitraan yang bersifat politis. dana perimbangan Rp 1. DAU Klaten Capai Rp 967 Miliar Klaten – Penerimaan dana alokasi umum (DAU) Kabupaten Klaten untuk APBD 2012 mendatang mengalami peningkatan. terdapat alokasi anggaran untuk urusan wajib yang nilainya berada di bawah belanja hibah dan Bansos. Padahal. ”Hal ini patut disayangkan.1 miliar. urusan pemberdayaan masyarakat. perolehan DAU biasanya sering dipengaruhi oleh beban yang ditanggung daerah dalam belanja untuk pegawai. Beberapa urusan wajib yang nilainya lebih kecil dari belanja hibah dan Bansos itu meliputi urusan pemberdayaan perempuan. Dalam berkas tersebut. .realisasi anggaran untuk gaji mencapai 735.084 triliun dan pendapatan lain-lain Rp 212. lebih tingginya alokasi anggaran untuk belanja hibah dan Bansos daripada alokasi anggaran untuk urusan wajib merupakan pengambilan kebijakan yang tidak proporsional. Belanja Hibah dan Bansos Dinilai Tak Imbang KLATEN – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo menyoroti tidak seimbangnya alokasi belanja hibah dan bantuan sosial (Bansos) dibandingkan alokasi angaran untuk urusan wajib pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2012. Dengan begitu. realisasi penggunaan belanja hibah dan Bansos oleh sejumlah pemerintah daerah di Jateng masih terjadi kerawanan penyimpangan. juga menyampaikan hal senada.28 miliar. Dalam cacatan FITRA. Bibit juga meminta Pemkab Klaten berpedoman pada Permendagri No 32/2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos yang Bersumber dari APBD. sementara alokasi anggaran untuk Bansos senilai Rp 4. disebutkan alokasi anggaran untuk belanja hibah senilai Rp 8.” ujar Kepala DPPKAD Klaten. Dalam RAPBD 2012. dari pagu dana yang disediakan sebesar Rp 752.257 miliar. potensi pendapatan diperkirakan mencapai Rp 1. Menurutnya. Dari DAU yang hampir Rp 1 triliun tersebut. mengapa urusan wajib alokasinya lebih sedikit dibandingkan dengan urusan yang lain. urusan ketahanan pangan. Ia menjelaskan. Gaji PNS memang menjadi pengeluaran terbesar dalam APBD 2012. urusan sosial. Data yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) menyebutkan.” ungkapnya. Kebutuhan untuk membayar tambahan kenaikan mencapai Rp 75 miliar setiap tahunnya. Sorotan itu disampaikan Bibit Waluyo dalam berkas evaluasi RAPBD 2012 Kabupaten Klaten yang dicermati Espos. Tahun ini. Bibit Waluyo meminta pengurangan secara signifikan terkait besaran alokasi anggaran untuk belanja hibah dan Bansos mengingat masih terdapat alokasi anggaran untuk urusan wajib yang nilainya lebih kecil. Jumat (6/1/2012). Di sini ada indikasi penggunaan belanja hibah dan Bansos untuk biaya kampanye. Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jateng Mayadina RM.” terang Mayadina dalam sebuah diskusi publik yang digelar Rabu lalu 2012.” katanya. Pasalnya. total alokasi untuk belanja hibah dan Bansos pada RAPBD 2012 menelan anggaran senilai Rp 12. Sartiyasto. terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) Rp 75. Yakni mencapai Rp 967. “DAU 2012 ada kenaikan sekitar Rp 173 miliar atau 21 persen dibanding dengan 2011.444 miliar.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Tengah menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 Kabupaten Klaten tidak berpihak rakyat. . dan tahun 2012 mencapai Rp1 triliun. Data yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) menyebutkan. pihaknya harus ketat dalam memberikan persetujuan kegiatan yang diusulkan eksekutif. pengangguran. Koordinator Fitra Jateng. Tahun 2012. total belanja pegawai Pemkab Klaten juga menunjukkan tren peningkatan. Klaten. Hal itu mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Fitra Jateng di RM Merapi Resto. selama empat tahun terakhir. Tahun 2011 lalu. (klt/des) APBD 2012 Tak Memihak Rakyat KLATEN . alokasi belanja tidak langsung jauh lebih tinggi dibandingkan alokasi belanja langsung atau belanja yang bersentuhan langsung untuk kebutuhan masyarakat. Sementara pada 2010 lalu. Karena sebelum informasi tersebut turun. Angka itu mengalami penurunan mengingat tahun 2011 lalu. Maya menjelaskan. sebagian besar belanja tidak langsung pada APBD 2012 banyak terserap untuk belanja pegawai yang besarnya mencapai lebih dari Rp1 triliun. Dalam kesempatan itu. alokasi belanja pegawai hanya mencapai kisaran Rp700 miliar. DAU Klaten Capai Rp 967 Miliar AKURNEWS . Jumat (4/11). Yakni mencapai Rp 967. tahun 2010 mencapai Rp 842 miliar.” tukas Maya. Ia menjelaskan. Dari DAU yang hampir Rp 1 triliun tersebut. dan lain-lain jika belanja tidak langsung menggerogoti struktur belanja daerah. Lebih ironis lagi. alokasi anggaran untuk belanja langsung mencapai Rp337 miliar. Dua tahun sebelumnya. jumlah itu lebih besar jika dibandingkan dengan perolehan pada APBD 2011 yang mendapat Rp 793 miliar. saya berharap setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tetap melakukan efisien dan penghematan dalam menyusun draft anggaran belanja. perolehan DAU biasanya sering dipengaruhi oleh beban yang ditanggung daerah dalam belanja untuk pegawai. Kebutuhan untuk membayar tambahan kenaikan mencapai Rp 75 miliar setiap tahunnya.” imbuh Agus. tahun 2011 mencapai Rp962 miliar. alokasi belanja pegawai mencapai sekitar Rp900 miliar.” ungkapnya. jaminan sosial. “Kenaikan DAU menjadi sebuah jawaban atas naiknya gaji PNS pada 2012 yang prosentase nya hingga 10 persen. Mayadina RM mengatakan alokasi belanja tidak langsung Pemkab Klaten selalu mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir. kerawanan pangan. “Meski ada kenaikan. total belanja langsung Pemkab Klaten hanya mencapai Rp272 miliar. “DAU 2012 ada kenaikan sekitar Rp 173 miliar atau 21 persen dibanding dengan 2011. Menurutnya. Kondisi itu tidak sebanding dengan belanja langsung yang cenderung mengalami penurunan.Sementara itu. alokasi belanja langsung mencapai Rp122 miliar dan tahun 2009 mencapai Rp214 miliar. “Belanja tidak langsung sangat tinggi sehingga alokasi yang diperuntukkan masyarakat makin kecil.Penerimaan dana alokasi umum (DAU) Kabupaten Klaten untuk APBD 2012 mendatang mengalami peningkatan. Pasalnya. belanja tidak langsung Pemkab Klaten mencapai Rp800 miliar. sekitar Rp 753 miliar sudah dialokasikan untuk belanja gaji pegawai negeri sipil (PNS). bagaimana pemerintah mampu membangun daerah dan menyelesaikan problem kemiskinan.” ujar Kepala DPPKAD Klaten Sartiyasto. Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto menyambut baik dengan adanya kenaikan DAU yang diperoleh Kabupaten Klaten. 2012.28 miliar. Tahun 2009. Rabu (4/1/2012). Lalu.

Hal senada juga dikemukakan Koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi Klaten. (ARAKK). Tingginya belanja pegawai dalam belanja daerah makin mengaburkan agenda pemerintah dalam memenuhi hak-hak dasar rakyat atau upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Beberapa persoalan itu di antaranya masalah pelayanan publik. karena anggaran habis untuk belanja pegawai. banyak persoalaan masyarakat yang kurang mendapat porsi perhatian lebih dari Pemkab Klaten. kesehatan. Abdul Muslih. Ironis. Kondisi Ini semakin pempertegas Klaten sebagai kabupaten yang hampir bangkrut. dan pertanian.” tandas Maya. Menurutnya. pengentasan kemiskinan. pendidikan.” tukas Muslih .103 PNS. alokasi dana lebih dari Rp1 triliun hanya digunakan untuk gaji sekitar 16. alokasi belanja pegawai mencapai hampir 80% sendiri dari APBD 2012.“Di Kabupaten Klaten. “Kami berharap Pemkab Klaten lebih membuka hati untuk peduli pada masyarakat miskin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful