You are on page 1of 7

Akhlak yang mulia itu ada sepuluh macam, terkadang semuanya terdapat dalam diri seseorang tetapi tidak

terdapat dalam diri anaknya; terkadang semuanya terdapat dalam diri seorang anak tetapi tidak terdapat dalam diri ayahnya; terkadang semuanya terdapat dalam diri seorang hamba tetapi tidak terdapat dalam diri tuannya; Allah membahagikannya kepada orang yang dikehendakiNya hidup bahagia iaitu 1. Jujur dalam berbicara (cakap benar) 2. berani dalam medan perang 3. selalu memberi orang yang meminta 4. selalu membalas perbuatan baik 5. memelihara amanah 6. bersilaturahim 7. memelihara hak jiran 8. memelihara hak sahabat 9. menghormati tetamu 10. yang paling utama (kepala) diantara kesemuanya ialah malu (Riwayat Hakim melalui Aisyah r.a.) a) Tidak semestinya ke mana tumpahnya kuah kalau tidak ke nasi (akhlak anak dan ayah). Asuhlah anak seperti melentur buluh biarlah dari rebungnya supaya akhlak anak jadi baik. b) Sabar masa susah perang jangan lari, tetapkan pendirian dan ibadah masa kesusahan. Contoh, masa senang sedekah banyak, masa susah sedekah sikit. Amalan yang rutin akan dikekalkan pahalanya ketika tidak dapat dilakukan (uzur). c) Balas perbuatan baik bukan sekadar terima kasih. Balas budi orang yang berbudi. Kalau orang tolong kita misalnya beri hutang RM10, bayarlah balik RM12. (Bukan janji, kalau janji dikira riba, tapi bayar lebih untuk kenang budi) d) Hormat tetamu ajak masuk, duduk, beri makan minum, hantar ke pagar bila dia nak balik e) Kepala perangai baik ialah Malu. Syurga suka orang malu, neraka suka orang tak malu. Tak malu yang paling tinggi ialah dayus. Iman dan malu berangkai (seriring), satu terangkat (malu hilang), satu bergoyang (iman goyang). Nabi-nabi paling malu. Nabi lebih malu dari anak gadis dalam bilik. Imam Abu Hanifah malu kepada Allah hingga tidak membuka serbannya walaupun bersendirian.

KEUTAMAAN AKHLAK

A. Definisi Akhlak
Secara bahasa kata akhlak berasal dari akar kata bahasa Arab ( ) yaitu gerakan dan sikap lahiriyah yang dapat diketahui dengan indera penglihat, dan juga berasal dari ( ) yaitu perangai dan sikap mental yang dapat diketahui dengan bashiroh (mata hati). Secara istilah akhlak ialah sifat-sifat, perangai dan tabi'at seseorang dalam bergaul dengan orang lain atau dalam bermasyarakat.

B. Jenis Akhlak
Akhlak terbagi menjadi dua, yaitu: 1) Akhlak Hasanah / jamilah / mahmudah /karimah. Yaitu akhlak yang terpuji, seperti pemaaf, penyantun, dermawan, sabar, rohmah (kasih sayang), lemah lembut dan lainnya. 2) Akhlak Sayyi'ah / qobihah / madzmumah. Yaitu akhlak yang tercela, yang merupakan lawan dari akhlak yang terpuji seperti: pendendam, kikir, berkeluh kesah, keras hati, pemarah dan lainnya. Namun kata-kata akhlak ini menjelaskan akhlak yang terpuji. kebanyakan dipergunakan untuk

C. Keutamaan Akhlak
Diantaranya: 1. menempati kedudukan yang tinggi dalam agama, karena termasuk salah satu risalah (misi) agama yang paling utama Rosululloh saw bersabda:

""
"tiada lain aku diutus (kedunia) adalah untuk menyempurnakan

kebaikan akhlak". (HR. Ahmad: 2/381). 2. Akhlak merupakan timbangan antara neraca kebaikan. Rosululloh saw bersabda:

""
"sesunggunya orang yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya". (HR. Bukhori dan Muslim). 3. Akhlak merupakan penyempurna keimanan. Rosululloh saw bersabda:

""
"Orang-orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya". (HR. Tirmidzi dan Ahmad). 4. pemberat timbangan (kebaikan) pada hari qiyamat. Rosululloh saw bersabda:

""
"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari qiyamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi) 5. pengantar kesurga. Ketika Rosululloh saw ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan seseorang kesurga, maka beliau menjawab:

""
"Taqwa kepada Alloh dan akhlak yang baik". (lihat silsilah Shohihah: 997). 6. dengan akhlak dapat diperoleh kecintaan dan kedekatan dengan

Nabi pilihan, Nabi Muhammad saw. Rosululloh saw bersabda:

""
"sesunggunya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari qiyamat adalah yang paling baik akhlaknya". (HR. Tirmidzi: 4/370 dan lihat Shohihul Jami': 15350. 7. sebaik-baik warisan. Hal ini berdasarkan kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa alaihimas salam dalam firman Alloh swt: "adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim dikota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah orang yang sholih, maka Robbmu menghendaki agar mereka sampai kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rohmat dari Robbmu, dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". (QS. Al-Kahfi: 82).

D. Masdar/Dasar Pijakan Akhlak.


Yaitu fitroh yang telah digariskan oleh Alloh swt kepada bani Adam. Alloh swt berfirman: Artinya:"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya". (QS. Asy Syams: 7-8). Artinya:"Bukankah kami Telah memberikan kepadanya dua buah mata. Lidah dan dua buah bibir. Dan kami Telah menunjukkan kepadanya dua jalan". (QS. 090. Al Balad: 8-10). Dan Rosululloh saw bersabda:

""

"kebajikan adalah budi pekerti yang baik, sedang dosa adalah perbuatan/ tindakan yang menyesakkan dada, dimana engkau merasa segan untuk memperlihatkan perbuatanmu dihadapan manusia". (HR. Muslim). Maka jelaslah bahwa jiwa manusia, secara fitroh sejak dihembuskan ruh kehidupan, merupakan gudang penyimpanan undang-undang akhlak/budi pekerti sehingga dia dapat mengetahui dan memilih jalan yang ingin dilakoninya, apakah jalan kebaikan ataukah jalan kejahatan? Namun cahaya fitroh ini tidak akan putih selamanya, terlebih lagi jika pemiliknya rela dan ridho untuk mengotorinya. Fitroh ini dapat dirusak oleh beberapa hal, antara lain: Adat atau kebiasaan turun menurun masyarakat yang jelek bertentangan dengan agama dan norma-norma susila Berbagai macam arus dan pemikiran yang merusak. Hawa nafsu. Hal ini telah diperingatkan oleh Rosululloh saw dengan sabdanya:


Tidak ada satu anakpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan dalam keadaan fithroh. Maka Kedua orang tuanyalah yag meyahudikannya, menashronikannya dan memajusikannya. (HR. Muslim : 2568).
Macam-Macam Akhlak Tercela Akhlak tercela (Akhlakul mazmumah), yaitu segala tingkah laku yang tercela atau akhlak yang jahat, dan hal tersebut sangat di benci oleh Allah SWT. 1. Kufur 2. Riya 3. Nifaq 4. Syirik 5. Sombong

Definisi Kufur kufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. 1. Jenis Kufur Kufur ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur Kecil a. Kufur Besar Kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam Kufur Karena Mendustakan Dalilnya adalah firman Allah.

Artinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ? *Al-Ankabut : 68] Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan. Dalilnya firman Allah.

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, Tunduklah kamu kepada Adam. Lalu mereka tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir *Al-Baqarah : 34] Kufur Karena Ragu Dalilnya adalah firman Allah.

Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri ; ia berkata, Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun *Al-Kahfi : 35-38]