P. 1
9 Pemuliaan Tanaman Menyerbuk Silang

9 Pemuliaan Tanaman Menyerbuk Silang

|Views: 1,135|Likes:
Published by Anggita Prabandani

More info:

Published by: Anggita Prabandani on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

BAB IX: PEMULIAAN TANAMAN MENYERBUK SILANG

A. PENGERTIAN-2 PADA TAN.MENYERBUK SILANG B. STRUKTUR GENETIK POP. TAN. MENEYRBUK SILANG A. MACAM VARIETAS TANAMAN MENYERBUK SILANG A. PERBAIKAN POPULASI MELALUI SELEKSI B. PEMBENTUKAN VARIETAS BERSARI BEBAS (SINETETIK DAN KOMPOSIT) C. PEMBENTUKAN VARIETAS HIBRIDA
PEMULIAAN TANAMAN, BAB V 1

BAB V 2 . PENGERTIAN-PENGERTIAN PADA TANAMAN MENYERBUK SILANG  PENYERBUKAN SILANG vs SENDIRI – PENYERBUKAN SILANG: pertemuan sel kelamin betina dan jantan dari tanaman berbeda. klengkeng  Populasi TM-Silang mengalami KAWIN ACAK: tiap individu mempunyai kesempatan sama untuk kawin dg individu lain.  TANAMAN MENYERBUK SILANG (TM-SILANG): sebagian besar penyerbukan yg terjadi mrpk penyerbukan silang.A. pala.  Contoh TM-Silang: jagung. – PENYERBUKAN SENDIRI: pertemuan sel kelamin betina dan jantan dari satu tanaman yg sama. mangga. PEMULIAAN TANAMAN. pepaya. salak. mlinjo.

B. • H: heterosigot. PEMULIAAN TANAMAN. struktur genetik PTMS dapat dinyatakan sbb: DAA + HAa + Raa. dengan • D: homosigot dominan. dan • R: homosigot resesif. BAB V 3 .  Berdasar model diploid. STRUKTUR GENETIK POPULASI POPULASI TANAMAN MENYERBUK SILANG (PTMS)  KAWIN ACAK menyebabkan PTMS bersifat heterosigot dan heterogenus (beragam). dua alel per lokus (misal: A & a).

5. Berapakah frekuensi masing-2 genotipe dan masing-2 gen? FREKUENSI GENOTIPE: – frekuensi genotipe AA (D) = 50/100 = 0.70 = (D+1/2H) – frekuensi alel a = {(1x40)+(2x10)} / (2x100) = 0.  Contoh: Suatu populasi terdiri atas 100 individu tan.1.4. BAB V 4 . dan – frekuensi genotipe Aa (R) = 10/100 = 0. FREKUENSI GEN/ALEL: – frekuensi alel A = {(2x50)+(1x40)} / (2x100) = 0. dicirikan oleh FREKUENSI ALEL/GEN dan FREKUENSI GENOTIPE penyusun populasi. dengan struktur genotipe: 50 AA + 40 Aa + 10 aa.  – frekuensi genotipe Aa (H) = 40/100 = 0. – Frekuensi alel/gan: proporsi suatu alel/gen dlm populasi – Frekuensi genotipe: proporsi suatu genotipe terhadap genotipe total dlm populasi.FREKUENSI GEN & GENOTIPE DALAM POPULASI  Suatu Pop.30 = (1/2H+R) PEMULIAAN TANAMAN.

BAB V 5 . maka setelah sekali kawin acak terbentuk populasi p2 AA + 2pq Aa + q2 aa = (pA +qa)2 PEMULIAAN TANAMAN. f(a) = q.KAWIN ACAK (RANDOM MATING) pada POPULASI MENYERBUK BEBAS (D AA + H Aa + R aa): Jika f(A) = p.

FREKUENSI GEN & GENOTIPE akan konstan (tidak berubah) dari generasi ke generasi bila tidak ada faktor luar (SELEKSI. BAB V 6 .3. diperlukan SEKALI KAWIN ACAK.3a)2 = 0. Kawin acak pop. BARU: (0.7A+0.  Misal suatu populasi (0.50AA + 0. menghasilkan POP.FREKUENSI GEN & GENOTIPE TETAP DARI GENERASI KE GENERASI (HK.Hardyweinberg)  Hukum Hardy-weinberg: Populasi kawin acak yg mencapai Equilibrium (keseimbangan populasi).49AA + 0. frekuensi alel A = 0.  Untuk mencapai Equilibrium (keseimbangan populasi). tsb.42Aa + 0.09aa.40Aa + 0. PEMULIAAN TANAMAN. MIGRASI & MUTASI) yang berpengaruh.7 dan alel a = 0.10aa).

BAB V 7 . Varietas tanaman menyerbuk silang dibedakan atas: 1) Varietas berasari bebas (struktur genetik populasi heterogen/tidak seragam) a) Varietas sintetik b) Varietas komposit 2) Varietas Hibrida (struktur genetik populasi seragam) PEMULIAAN TANAMAN.C. MACAM VARIETAS TANAMAN MENYERBUK SILANG Varietas tanaman menyerbuk silang merupakan suatu populasi dengan struktur genetik (dengan frekuensi gen/ frekuensi genotipe) tertentu.

 Pemuliaan pada tanaman menyerbuk silang berkaitan dengan Perbaikan populasi. PERBAIKAN POPULASI MELALUI SELEKSI  Varietas tanaman menyerbuk silang merupakan suatu populasi dengan struktur genetik (frekuensi gen/genotipe) tertentu. BAB V 8 .  Perbaikan populasi dilakukan melalui SELEKSI. PEMULIAAN TANAMAN.  Perbaikan populasi mrpk kegiatan untuk meningkatkan frekuensi gen yang baik sehingga rata-rata sifat yang diatur/dikendalikan gen tersebut meningkat.D.

PEMULIAAN TANAMAN.  DASAR PEMILIHAN dalam seleksi:  Keragaan Individu Tanaman  Keragaan Famili Tanaman  Keragaan Keturunan Tan/Fam. BAB V 9 .SELEKSI SELEKSI: mememilih tanaman (genotipe) yg mempunyai sifat-2 baik untuk digunakan sbg bahan perbanyakan generasi selanjutnya  PROSEDUR (satu siklus) SELEKSI:  Memilih Tananaman Tetua  Reproduksi/perbanyakan Tananaman Terpilih.

Seleksi setongkol-sebaris (Ear-To-Row) 3. Seleks Berulang Daya Gabung 6. Seleksi Massa 2. Seleksi Full-Sib 4.METODE SELEKSI PERBAIKAN POPULASI Perbaikan populasi dilakukan melalui seleksi yg dilakukan dalam beberapa siklus (beberapa kali) seleksi secara berulang atau dikenal sebagai METODE SELEKSI BERULANG  Beberapa macam metode seleksi: 1. Seleks Berulang Timbal Balik (Reciprocal) PEMULIAAN TANAMAN. BAB V 10 . Seleksi S1/S2 5.

BAB V 11 . memperbaiki SIFAT2 KUANTITATIF yg.. benih POPULASI BARU  KELEBIHAN :  mudah. Tan.SELEKSI MASSA  Dasar seleksi/pemilihan: Fenotipe individu tanaman  PROSEDUR:  Memilih sejuml. dan murah  Cepat (satu musim per siklus)  SILANG DALAM kecil  KELEMAHAN :  kurang efektif unt. mempunyai HERITABILITAS RENDAH PEMULIAAN TANAMAN. Biji Tanaman2  Terpilih dipanen campur (BULK) unt.

KEKERABATAN (Half-Sib. Perc.Baru FAMILI: sekelompok Tan. Fam. BENIH Pop. biji dipanen terpisah (sbg. Langsung mempunyai HUB. Tan. perbaikan Seleksi Massa dg MENGEVALUASI famili terpilih (Famili Saudara Tiri/Half-Sib)  DASAR SELEKSI: Keragaan Famili melalui Pengujian  PROSEDUR: 1) Pilih sejuml. Halfsib) 2) Evaluasi Famili2 dlm. Berulangan 3) Biji Famili2 terpilih (sisa Perc. BAB V 12 . Full-Sib. S1/S2 ) PEMULIAAN TANAMAN.) dicampur sbg. yg scr.SELEKSI SETONGKOL-SEBARIS  Metode ini mrp.

BAB V 13 . PEMBENTUKAN VARIETAS BERSARI BEBAS (VAR. VARIETAS KOMPOSIT: varietas yang dibentuk melalui persilangan bebas antara beberapa galur/famili yang belum diketahui nilai daya gabungnya. Pemilihan galur/famili untuk membentuk varietas baru (melalui rekombinasi/kawin acak 8-10 galur/famili terpilih) VARIETAS SINTETIK: varietas yang dibentuk melalui persilangan bebas antara beberapa galur/famili yang mempunyai daya gabung umum baik. KOMPOSIT) Tiga tahap pembentukan varietas bersari bebas: 1. SINTETIK & VAR.E. DAYA GABUNG: nilai genotipe yg dasarkan atas nilai keturunan hasil persilangannya dg genotipe lain PEMULIAAN TANAMAN. Seleksi perbaikan populasi 3. Pemilihan populasi dasar 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->