A.

DEFINISI
Fraktur adalah hilangnya continuitas tulang, tulang rawan, baik yang bersifat total maupun sebagian. Fraktur dikenal dengan istilah patah tulang. Biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.

Fraktur femur adalah rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.

B.Anatomi dan Fisiologi Muskuloskeletal terdiri dari tulang, otot, kartilago, ligament, tendon, fasia, bursae dan persendian. a. Tulang Tulang terdiri dari sel-sel yang berada pada bagian intra-seluler. Tulang berasal dari embryonic hyaline cartilage yang mana melalui proses “osteogenesis” menjadi tulang. Proses ini dilakukan oleh sel-sel yang disebut Osteoblast. Proses mengerasnya tulang akibat menimbunya garam kalsium. Fungsi tulang adalah sebagai berikut: • Mendukung jaringan tubuh dan menbuntuk tubuh. • Melindungi organ tubuh (jantung, otak, paru-paru) dan jaringan lunak. • Memberikan pergerakan (otot yang berhubungan dengan kontraksi dan pergerakan ) • Membuat sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang (hema topoiesis). • Menyimpan garam-garam mineral. Misalnya kalsium, fosfor. Tulang dapat diklasifikasikan dalam lima kelompok berdasarkan bentuknya: • Tulang panjang (femur, humerus ) terdiri dari satu batang dan dua epifisis. Batang dibentuk oleh jaringan tulang yang padat.epifisis dibentuk oleh spongi bone (Cacellous atau trabecular ) • Tulang pendek (carpalas) bentuknya tidak teratur dan cancellous (spongy) dengan suatu lapisan luar dari tulang yang padat. • Tulang pendek datar (tengkorak) terdiri dari dua lapisan tulang padat dengan lapisan luar adalah tulang cancellous. • Tulang yang tidak beraturan (vertebra) sama seperti tulang pendek. • Tulang sesamoid merupakan tulang kecil, yang terletak di sekitar tulang yang berdekatan dengan persendian dan didukung oleh tendon danjaringan fasial,missal patella (kap lutut) b. Otot Otot dibagi dalam tiga kelompok, dengan fungsi utama untuk kontraksi dan untuk menghasilkan pergerakan dari bagian tubuh atau seluruh tubuh. Kelompok otot terdiri dari: • Otot rangka (otot lurik) didapatkan pada system skeletal dan berfungsi untuk memberikan pengontrolan pergerakan, mempertahankan sikap dan menghasilkan panas • Otot Viseral (otot polos) didapatkan pada saluran pencernaan, saluran perkemihan dan pembuluh darah. Dipengaruhi oleh sisten saraf otonom dan kontraksinya tidak dibawah control keinginan.

Persendian Pergerakan tidak akan mungkin terjadi bila kelenturan dalam rangka tulang tidak ada. Bursae bertindak sebagai penampang antara bagian yang bergerak sepaerti pada olecranon bursae.Bursae Bursae adalah suatu kantong kecil dari jaringan penyambung dari suatu tempat. dimana digunakan diatas bagian yang bergerak. Berdasarkan klasifikasinya terdapat 3 kelas utama persendian yaitu: • Sendi synarthroses (sendi yang tidak bergerak) • Sendi amphiartroses (sendi yang sedikit pergerakannya) • Sendi diarthoses (sendi yang banyak pergerakannya) C.• Otot jantung didapatkan hanya pada jantung dan kontraksinya tidak dibawah control keinginan. Fasia Fasia adalah suatu permukaan jaringan penyambung longgar yang didapatkan langsung dibawah kulit sebagai fasia supervisial atau sebagai pembungkus tebal. Kartilago sangat kuat tapi fleksibel dan tidak bervascular. jaringan penyambung yang membungkus fibrous yang membungkus otot. saraf dan pembuluh darah. h. terletak antara presesus dan kulit. Kelenturan dimungkinkan karena adanya persendian. Pembungkus ini dibatasi oleh membrane synofial yang memberikan lumbrikasi untuk memudahkan pergerakan tendon. misalnya terjadi pada kulit dan tulang. Tendon Tendon adalah suatu perpanjangan dari pembungkus fibrous yang membungkus setiap otot dan berkaitan dengan periosteum jaringan penyambung yang mengelilingi tendon tertentu. Nutrisi mencapai kesel-sel kartilago dengan proses difusi melalui gelatin dari kapiler-kapiler yang berada di perichondrium (fibros yang menutupi kartilago) atau sejumlah serat-serat kolagen didapatkan pada kartilago. g. Ligament Ligament adalah sekumpulan dari jaringan fibros yang tebal dimana merupakan ahir dari suatu otot dan dan berfungsi mengikat suatu tulang. antara tendon dan tulang antara otot. Kartilago Kartilago terdiri dari serat-serat yang dilakukan pada gelatin yang kuat. khususnya pada pergelangan tangan dan tumit. d.bagian ahair diketahui sebagai fasia dalam. f.Anatomi Fisiologi Fraktur . tatu letah dimana tulang berada bersama-sama. Bentuk dari persendian akan ditetapkan berdasarkan jumlah dan tipe pergerakan yang memungkinkan dan klasifikasi didasarkan pada jumlah pergerakan yang dilakukan. c. e.

melalui trokhanter femur yang lebih besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter. yaitu : • Osteoporosis Imperfekta • Osteoporosis • Penyakit metabolik Trauma Dibagi menjadi dua. panggul dan kapsula.Klasifikasi Fraktur Ada 2 type dari fraktur femur. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. femur yang terjadi di dalam tulang sendi. yaitu : Trauma langsung.Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur. Suplai darah ke femur bervariasi menurut usia. • Terjadi di luar sendi dan kapsul. D. • Melalui kepala femur (capital fraktur) • Hanya di bawah kepala femur • Melalui leher dari femur 2. ligamen dan otot. nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian bawah dari leher femur. Biasanya penderita terjatuh dengan posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan). Fraktur Intrakapsuler. E. fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma yang disebabkan oleh suatu proses. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa. Kepala femur masuk acetabulum. yaitu benturan pada tulang. yaitu : 1. leher. trokhanter dan batang. Sumber utamanya arteri retikuler posterior.ETIOLOGI Penyebab Fraktur Adalah Trauma Fraktur patologis. • Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci di bawah trokhanter kecil. . bagian terbesar dan kecil. Fraktur Ekstrakapsuler.. terdiri dari : kepala.

misalnya jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua. sepsis pada fraktur terbuka. seperti : fungsi berubah. bengkak. G.Trauma tak langsung.KOMPLIKASI I. Mengurangi fraktur. kripitasi. Traksi kulit terbatas . Traksi Mekanik Ada dua macam. misalnya: otot.Tanda Dan Gejala Fraktur • Nyeri hebat di tempat fraktur • Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah • Rotasi luar dari kaki lebih pendek • Diikuti tanda gejala fraktur secara umum. deformitas. yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan. • CCT kalau banyak kerusakan otot. Traksi Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam jangka waktu sesingkat mungkin Metode Pemasangan traksi: Traksi Manual Tujuan : Perbaikan dislokasi. yaitu : Traksi Kulit Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain. Tomogram.Ray • Bone scans. Pada keadaan Emergency. F. Dilakukan dengan menarik bagian tubuh. PATOFISIOLOGI H. atau MRI Scans • Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.Penatalaksanaan Medik Fraktur • X.

di tungkai.untuk 4 minggu dan beban < 5 kg. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan. Kegunaan Pemasangan Traksi Traksi yang dipasang pada leher. Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi definitif. Traksi Russell’s Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Macam – Macam Traksi Traksi Panggul Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka. lengan atau panggul. bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips. Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot. Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit melalui tulang/jaringan metal. • Mengencangkan pada perlekatannya. kegunaannya : • Mengurangi nyeri akibat spasme otot • Memperbaiki dan mencegah deformitas • Immobilisasi • Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi). Traksi Skeletal Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction. Traksi Ekstension (Buck’s Extention) Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula. . Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah.

Traksi khusus untuk anak-anak Penderita tidur terlentang 1-2 jam. sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. . Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih. dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint. sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful