Page |1

Judul Asli Pengarang Publikasi Tahun

: : : :

Perinatal outcome in pregnancies complicated by isolated oligohydramnios diagnosed before 37 weeks of gestation Nir Melamed, MD, MSc; Joseph Pardo, MD; Renana Milstein, BSc; Rony Chen, MD; Moshe Hod, MD; Yariv Yogev, MD American Journal of Obstetrics & Gynecology 2011;205:241.e1-6 2011

From the Helen Schneider Hospital for Women, Rabin Medical Center, Petach Tikva, and Sackler Faculty of Medicine, Tel Aviv University, Tel Aviv, Israel.

Hasil Keluaran Perinatal Pada Kehamilan dengan Komplikasi Oligohidramnion Murni yang Didiagnosis Sebelum Usia Kehamilan 37 Minggu
TUJUAN: Untuk menganalisis hasil keluaran kehamilan pada kasus oligohidramnion murni (isolated oligohydramnios) pada kehamilan kurang bulan (preterm). METODE: Studi ini merupakan studi kohort retrospektif terhadap kehamilan tunggal kurang bulan yang didiagnosis dengan oligohidramnion murni (n=108). Hasil keluaran kehamilan kemudian dibandingkan dengan pasangan kelompok kontrol yang terdiri atas kehamilan kurang bulan berisiko rendah dengan tingkat cairan ketuban normal pada rasio 3:1 (n=324). HASIL: Kehamilan yang dikomplikasi oleh oligohidramnion murni dicirikan oleh tingkat kelahiran kurang bulan yang lebih tinggi (26,9% vs. 12,3%, P<0,001), yang sebagian besar iatrogenik, dan juga tingkat induksi persalinan dan kelahiran sesar yang lebih tinggi. Neonatus dengan oligohidramnion murni dicirikan oleh berat lahir yang rendah dan tingkat morbiditas neonatal yang lebih tinggi. Perbedaanperbedaan ini tereliminasi ketika analisis dibatasi menjadi subkelompok kehamilan dengan oligohidramnion murni yang menggunakan kebijakan menunggu (expectant management) dan kelahiran secara normal setelah cukup bulan. KESIMPULAN: Hasil keluaran kehamilan yang buruk pada kasus oligohidramnion murni yang terdiagnosis pada kehamilan <37 minggu terlihat berhubungan sampai pada tingkat tertentu dengan prematuritas iatrogenik.

1|Page

Kami bertujuan untuk (i) membandingkan hasil keluaran kehamilan pada kasus oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan dengan kelompok kontrol yang terdiri dari kehamilan kurang bulan berisiko rendah dengan tingkat cairan amnion yang normal. 2|Page . usia maternal. Data kelompok kontrol dipasangkan terhadap kelompok studi menurut usia kehamilan pada saat evaluasi sonografi di unit ultrasound.Page |2 LATAR BELAKANG DAN TUJUAN Penatalaksanaan yang optimal untuk kasus oligohidramnion murni merupakan isu yang kontroversial. Sejumlah kecil studi yang membahas mengenai penatalaksanaan oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan (<37 minggu kehamilan) memiliki keterbatasan dalam hal ukuran sampel yang kecil. MATERIAL DAN METODE Kami melakukan sebuah studi kohort retrospektif terhadap semua kehamilan tunggal yang didiagnosis dengan oligohidramnion murni (indeks cairan amnion (amniotic fluid index [AFI]) = 5 cm) pada usia kehamilan 24 + 0 hingga 36 + 6 minggu setelah evaluasi sonografi di unit ultrasound di sebuah rumah sakit tersier yang berafiliasi dengan universitas pada periode 1996-2007. kurangnya kelompok kontrol yang sesuai. perbedaan definisi oligohidramnion dan definisi usia kehamilan pada saat diagnosis oligohidrmanion. dan kurangnya informasi mengenai tingkat keparahan oligohidramnion serta pengaturan waktu dan indikasi untuk intervensi. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan data dari kelompok kontrol yang mencakup kehamilan kurang bulan berisiko rendah dengan tingkat cairan ketuban yang normal (AFI 5-25 cm) berdasarkan evaluasi sonografi yang dilakukan di unit yang sama. dan paritas pada rasio 1:3. dan (ii) membandingkan hasil keluaran setelah dilakukan kebijakan menunggu (expectant management) dengan penatalaksanaan aktif (active management).

Pada 9 wanita (8.4% [2/31]. Untuk menentukan apakah tingkat hasil keluaran buruk yang lebih tinggi pada kelompok oligohidramnion murni memiliki hubungan dengan adanya oligohidramnion murni itu sendiri atau hanya merupakan hasil dari tingkat intervensi yang lebih tinggi pada kelompok ini. begitu pula dengan risiko kegagalan induksi (33. kehamilan dengan komplikasi oligohidramnion murni dicirikan oleh lebih tingginya tingkat kelahiran kurang bulan (26. dan hipoglikemia. Wanita pada subkelompok tata-kelola aktif dicirikan oleh tingkat bedah sesar yang lebih 3|Page . P <0. oligohidramnion terdiagnosis pada 988 wanita (4. P=0. P <0. 9. Tingkat induksi persalinan pada kelompok oligohidramnion murni secara signifikan lebih tinggi (50.9% dari seluruh kasus oligohidramnion sebelum usia kehamilan 37 minggu dan 0. takipnea transien pada bayi yang baru lahir. P <0.001). kami membandingkan karakteristik dan hasil keluaran wanita dengan oligohidramnion murni yang menjalani tata-kelola aktif (active management) dan dengan tata-kelola menunggu (expectant management) (Tabel).718 wanita dengan usia kehamilan 24 + 0 hingga 36 + 6 minggu yang menjalani evaluasi sonografi di unit ultrasound kami selama periode studi.5%). Selain itu.001). tingkat cairan ketuban ditemukan normal pada pemeriksaan setelahnya.5% dari seluruh pemeriksaan sonografi sebelum 37 minggu) didefinisikan sebagai oligohidramnion murni (isolated oligohydramnios).3%. serta lebih sering diadmisi ke unit perawatan intensif neonatal (neonatal intensive care unit [NICU]).0% vs. 6.9% vs.005).001). Dibandingkan dengan kontrol. 12.3% [18/54] vs. Tidak terdapat perbedaan antara kelompok studi dan kelompok kontrol dalam hal tingkat onset preeklampsia baru atau restriksi pertumbuhan janin.6%. Neonatus pada kelompok oligohidramnion murni dicirikan oleh berat lahir yang lebih rendah dan tingkat hasil keluaran komposit buruk yang lebih tinggi. Dari jumlah ini. juga tidak ditemukan adanya kasus kematian janin dalam rahim pada kedua kelompok.3%) dalam kelompok oligohidramnion murni.Page |3 HASIL Dari total 21. Kami tidak menemukan adanya perbedaan pada karakteristik latar belakang atau keparahan oligohidramnion di antara subkelompok ini. Wanita dari kelompok oligohidramnion murni berkemungkinan lebih besar untuk menjalani kelahiran sesar (47.2% vs. 108 kasus (10. 16.9%.

dan meningkatnya risiko morbiditas neonatal pada 4|Page . kecuali untuk peningkatan risiko tertundanya pertumbuhan janin dan percampuran dengan mekonium pada saat kelahiran. Kelima.5%. Temuan ini. Ketiga. oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan terkait dengan hasil keluaran neonatal yang buruk. tingkat oligohidramnion murni sebelum 37 minggu usia kehamilan adalah 0. tetapi justru terlihat meningkatkan morbiditas perinatal. bersama-sama dengan temuan lainnya ((terbatasnya akurasi diagnosis oligohidramnion oleh sonografi. Pertama. Studi kami menghasilkan sejumlah temuan kunci. dan tingkat admisi ke NICU dan morbiditas neonatal komposit serta respirasi yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. fakta bahwa proporsi signifikan dari kasus yang terdiagnosis dengan oligohidramnion dapat teratasi secara spontan.Page |4 tinggi. Keempat. tata-kelola dengan kebijakan menunggu (expectant management) pada kasus oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan memiliki kaitan dengan hasil keluaran neonatal jangka pendek yang menurut statistik tidak berbeda secara signifikan dengan kehamilan yang memiliki tingkat cairan ketuban normal. Kami menemukan bahwa tata-kelola aktif dalam kasus oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan tidak hanya gagal menurunkan. Tingkat hasil keluaran neonatal yang buruk pada kelompok tata-kelola menunggu dicirikan oleh tingkat onset baru restriksi pertumbuhan janin yang lebih tinggi. KOMENTAR Kami membandingkan hasil keluaran kehamilan pada kasus oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan dengan hasil keluaran pada kehamilan kurang bulan berisiko rendah dengan tingkat cairan ketuban yang normal. persentil rata-rata berat lahir yang lebih rendah. wanita yang didiagnosis dengan oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan rentan terhadap indikasi kelahiran kurang bulan dan mengalami peningkatan risiko kegagalan induksi serta bedah sesar. berat lahir yang rendah. proporsi yang signifikan dari kasus yang terdiagnosis dengan oligohidramnion dapat teratasi secara spontan. dan tingkat campuran dengan mekonium yang lebih tinggi dibandingkan keluaran pada wanita dari kelompok tata-kelola aktif. yang nampaknya berhubungan terutama dengan lebih tingginya tingkat prematuritas iatrogenik dan bedah sesar. Kedua. tetapi tidak berhubungan dengan oligohidramnion murni itu sendiri.

terutama dengan terbatasnya akurasi diagnosis oligohidramnion oleh sonografi. dan meningkatnya risiko morbiditas neonatal pada periode akhir kehamilan kurang bulan dan awal kehamilan cukup bulan. Karena terbatasnya kekuatan studi ini.  Temuan studi ini menghasilkan argumen yang berlawanan dengan praktek rutin kelahiran aktif sebelum usia kehamilan 39 minggu dalam kasus oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan. pertumbuhan janin dalam kasus-kasus semacam ini harus dimonitor dari dekat. 5|Page . karena beberapa dari kehamilan dengan oligohidramnion dapat menjadi tanda pertama terdapatnya insufisiensi plasenta.  Pertumbuhan janin harus dimonitor dari dekat dalam kasus-kasus semacam ini.Page |5 akhir kehamilan kurang bulan dan awal kehamilan cukup bulan) menghasilkan argumen yang berlawanan dengan praktek rutin kelahiran aktif sebelum usia kehamilan 39 minggu dalam kasus oligohidramnion murni pada kehamilan kurang bulan. temuan-temuan kami harus diverifikasi oleh studi-studi tambahan lainnya dengan ukuran sampel yang lebih besar. karena pada beberapa kehamilan oligohidramnion dapat menjadi tanda pertama adanya insufisiensi plasenta. fakta bahwa proporsi yang signifikan dari kasus yang terdiagnosis oligohidramnion murni dapat terselesaikan secara spontan. IMPLIKASI KLINIS  Hasil keluaran kehamilan yang buruk pada kasus oligohidramnion murni yang didiagnosis pada usia kehamilan <37 minggu terlihat berhubungan sampai pada tingkat tertentu dengan prematuritas iatrogenik. Di samping itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful