You are on page 1of 5

Akrilik resin/ resin akrilik A.

Definisi Resin sintetik yang merupakan derivate dari asam akrilat yang digunakan sebagai bahan pembuat protesa gigi dan protesa bagian tubuh lain. B. Komposisi Komposisi resin akrilik terdiri atas : 1. Polimer Polimer : butiran atau granul polimetalmetakrilat Inisiator : benzoil peroksida Pigmen/pewarna : garam cadmium atau besi, atau pewarna organik Organic peroxide intiator Titarium dioxide agent Dimetharcrylate (cross linked agent) Inorganic pigments (for color) 2. Monomer Monomer : metil metakrilat Agen Cross-linked : etilenglikol dimetilakrilat (1-2%) Inhibitor : hidrokuinon (0,006%) C. Sifat-sifat Berikut adalah sifat-sifat dari akrilik : 1. Pengerutan Ketika monomer metilmetakrilat terpolimerisasi untuk membentuk poli (metilmetakrilat), kepadatan massa bahan berubah dari 0,94 menjadi 1,19g/cm3. Perubahan menghasilkan pengerutan volumetrik sebesar 21%. Akibatnya, pengerutan volumetrik yang ditunjukkan

oleh massa terpolimerisasi sekitar 6-7% sesuai dengan nilai yang diamati dalam penelitian laboratorium dan klinis 2. Konduktivitas termal Konduktivitas termal adalah pengukuran termofisika mengenai seberapa baik panas disalurkan melalui suatu bahan. Basis resin mempunyai konduktivitas termal yang rendah yaitu 0.0006 3. Solubilitas Meskipun basis gigitiruan resin larut dalam berbagai pelarut dan sejumlah kecil monomer dilepaskan, basis resin umumnya tidak larut dalam cairan yang terdapat dalam rongga mulut 4. Stabilitas warna Resin akrilik polimerisasi panas menunjukkan stabilitas warna yang baik. Resin akrilik menunjukkan nilai diskolorisasi yang paling rendah setelah direndam dalam larutan kopi. 5. Porositas Adanya gelembung / porositas di permukaan dan di bawah permukaan dapat mempengaruhi sifat fisis, estetik, dan kebersihan basis gigitiruan. Porositas cenderung terjadi pada bagian basis gigitiruan yang lebih tebal. Porositas disebabkan oleh penguapan monomer yang tidak bereaksi dan berat molekul polimer yang rendah, disertai temperatur resin mencapai atau melebihi titik didih bahan tersebut. Porositas juga dapat terjadi karena pengadukan yang tidak tepat antara komponen polimer dan monomer. Timbulnya porositas dapat diminimalkan dengan adonan resin akrilik yang homogen, penggunaan perbandingan polimer dan monomer yang tepat, prosedur pengadukan yang terkontrol dengan baik, serta waktu pengisian bahan ke dalam mould yang tepat

D. Kegunaan Akrilik 1. Pembuatan basis gigitiruan 2. Resin akrilik cross-linked untuk gigitiruan 3. Restorasi gigi ; tambalan, inlay dan laminate (resin komposit) 4. Peralatan ortodonsia dan pedodonsia 5. Mahkota dan jembatan (resin akrilik atau resin komposit) 6. Protesa maksilofasial (obturator pada celah palatal) 7. Inlay dan post-core pattern 8. Pelindung mulut untuk atlet E. Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan akrilik Warna menyerupai warna gusi Mudah direstorasi bila patah tanpa mengalami distorsi Mudah dibersihkan Mudah pengerjaannya dan manipulasinya Kekuatannya cukup dengan BJ yang berisi Harga cukup murah dan cukup awet/ tahan lama Tidak larut dalam cairan mulut Estetik sangat baik Ikatan kimia yang baik pada gigi tiruan akrilik Kekurangan akrilik Mudah patah Menimbulkan macam-macam porus Dapat mengalami perubahan bentuk jika disimpan di tempat kering Dapat menimbulkan alergi Daya tahan fatik rendah Konduktivitas rendah Kekuatan fleksural rendah

F. Biokompabilitas Tidak ada rasa, tidak ada bau, tidak toksik dan tidak iritasi pada jaringan lunak mulut Estetik Stabilitas dimensi yaitu tidak mengembang, mengecut dan melengkung semasa pemrosesan serta semasa pemakaiannya Kekuatan yang cukup tinggi yaitu tidak mudah patah atau pecah Tidak larut dalam cairan mulut Tipis dan ringan Mudah dibuat dan direparasi Biokompatibilitas yaitu bahan basis bebas monomer dan tidak ada reaksi alergi G. Klasifikasi 1. Berdasar bentuk Powder liquid Dalam bentuk bubuk/ cairan Tipe yang paling popular Penggunannya cukup sederhana Gels Sheet Bahan-bahan ini secara luas digunakan sebagai basis gigi tiruan baik untuk gigi tiruan penuh (full denture) maupun gigi tiruan sebagian (partial denture) 2. Berdasar cara polimerisasi a. Resin akrilik polimerisasi panas Resin akrilik polimerisasi panas adalah resin akrilik yang memerlukan energi panas untuk polimerisasi bahan-bahan

tersebut dengan menggunakan perendaman air dan oven gelombang mikro (microwave). b. Resin akrilik polimerisasi sinar Resin akrilik polimerisasi sinar adalah resin akrilik yang diaktifkan dengan sinar yang terlihat oleh mata. c. Resin akrilik swapolimerisasi. Resin akrilik swapolimerisasi adalah resin akrilik yang menggunakan energi gelombang mikro dan panas untuk melakukan proses polimerisasi basis gigitiruan. H. Fase Perubahan Akrilik Fase-fase perubahan aklirik Sandy stage/wet sand stage Konsistensi campuran kasar

Srting stage/ sticky stage Monomer akan melarutkan butir-butir polimer sehingga campuran melunak, melekat serta berserabut. Bila dipegang/ ditarik-tarik, campuran tadi masih melekat di tangan

Dough stage/ packing stage Monomer makin banyak merembes ke dalam butir-butir polimer dan ada juga monomer yang menguap sehingga asistensi makin padat. Pada akhirnya akan menjadi adonan yang plastis dan tidak melekat pada tangan.

Rubbery stage Bentuk dan campuran pada tingkatan paling akhir ini sudah agak keras menyerupai karet, tetapi masih dapat diputuskan dengan jari tangan.

Hard stage Sudah tidak dapat diputus dengan tangan