BAB III PROSES PRODUKSI

III.1 Diagram Alir Proses Diagram alir proses produksi Crude Palm Oil (CPO) dapat dilihat pada Gambar III.1

13

14 .

BHL dapat melakukan pengolahan dengan kapasitas 60 ton TBS/jam.058 Ha. Nabatindo Karya Utama (NKU) dengan total sebesar 150-200 ton TBS/ hari. Menurut Munte 15 .III.2 Mass balance pada proses pengolahan sawit. Penerimaan bahan baku dari kebun inti rata-rata 700-900 ton TBS/hari sedangkan plasma sebesar 20-30 ton TBS/hari. massa yang masuk dan diolah dalam proses akan selalu sama jumlahnya dengan massa yang keluar setelah proses. III.2 Neraca Massa Proses Produksi Dalam setiap proses produksi.50% Kernel 5% Air 12% Janjang kosong 22% Fiber 12% Cangkang 7% Sludge 41% Gambar III.3 Proses Produksi Produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang direncanakan untuk mengisi kebutuhan bahan baku pabrik kelapa sawit (PKS) PT.5% TBS 100% Proses pengolahan CPO 23. BHL berasal dari real inti/milik perusahaan seluas 12. CPO diolah dari daging buah kelapa sawit dengan produk samping berupa inti (kernel). Berikut adalah mass balance pada pabrik pengolahan kelapa sawit: Air 22. Hukum ini disebut dengan neraca massa atau mass balance. Harapan Sawit Lestari (HSL) dan PT. Pabrik ini juga menerima bahan baku buah sawit dari kebun luar yaitu dari PT. PT.

TBS yang masuk akan ditampung di hopper yang memiliki kapasitas 200 ton. Pintupintu tersebut akan terbuka dengan sistem hidrolik agar TBS bisa dipindahkan ke dalam lori. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima. Begitu pula untuk penimbangan CPO yang akan dikirim yaitu truk tangki yang masih kosong ditimbang terlebih dahulu kemudian setelah truk tangki diisi oleh CPO. Pabrik kelapa sawit di PT. Kapasitas isi lori sebanyak 12500 kg TBS/lori.3. yang dapat dilakukan di tempat 16 .1 Stasiun Penerimaan Buah.(2007) Adapun tahapan dalam pengolahan kelapa sawit adalah sebagai berikut: III. Umumnya. jembatan timbang yang digunakan berkapasitas 30-40 ton. a. dan sesudah dibongkar ditimbang kembali (berat tara). ditimbang kembali dan selisih antara berat truk kosong dengan truk yang telah diisi merupakan berat CPO yang akan dikirim ke bulking. Cara kerja timbangan ini adalah sebelum melaksanakan timbangan angka pada display menunjukkan angka 0 (nol). Loading ramp Merupakan suatu tempat penungguan bahan baku TBS untuk mengisi kereta lori yang akan membawa TBS ke proses perebusan. Selisih antara berat bruto dan berat tara adalah jumlah TBS yang diterima di PKS (netto). serta menimbang CPO dan kernel yang akan dikirim/dijual. BHL mempunyai dua line untuk loading ramp dengan total jumlah pintu bays sebanyak 24 pintu. Tandan yang telah tiba di pabrik perlu diketahui mutunya dengan cara visual. Loading ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa kisi-kisi plat berjarak 10 cm dengan kemiringan 300C. Setiap truk pengangkut TBS yang tiba di pabrik ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat bruto. b. Jembatan Timbangan (weight bridge) Proses awal yang dilakukan dalam pengolahan sawit adalah proses penimbangan. Kisi-kisi ini berfungsi untuk memisahkan kotoran yang terangkut dalam TBS.

Stasiun Rebusan Menurut Pahan (2008) Tujuan perebusan adalah sebagai berikut : 1. Berikut merupakan kriteria matang panen yang menjadi parameter proses sortasi. Mematikan mikroorganisme dan enzim yang dapat menguraikan minyak menjadi asam lemak bebas dan gliserol.2 Proses Pengolahan. Tabel III. Data tersebut sudah dianggap telah mewakili mutu panen TBS yang akan masuk di pabrik. Buah busuk akan menurunkan kualitas produk akhir yaitu mempertinggi tingkat keasaman CPO yang dihasilkan. melunakan buah.1 Kriteria mutu panen TBS Fraksi 00 0 1 2 3 4 Jumlah brondol yang lepas Tidak ada brondol warna hitam Tidak membrondol warna merah Membrondol 1-5 butir Membrondol 5-50 butir Membrondol 50-75 buah luar Membrondol 75-100 buah luar Derajat kematangan Sangat mentah Mentah Kurang matang Matang Lewat matang Janjang kosong III.3. Pengujian/sortasi seharusnya dilakukan sebanyak 10% dari estimasi TBS yang tiba di pabrik. serta zat globulin yang dapat menimbulkan emulsi pada daging buah terkoagulasi sehingga minyak lebih mudah dipisahkan saat proses pemurnian.penerimaan buah. sehingga memudahkan ektraksi minyak. 3. mengurangi kadar air dalam buah karena proses penguapan. Memudahkan pelepasan brondolan dari janjang (pemipipilan). 2. Hal ini berkaitan dengan tingkat kemasakan tandan. Agar terjadi perubahan fisik-kimia awal daging buah. Sortasi dilakukan untuk mengetahui fraksi-fraksi TBS yang diterima yang bertujuan untuk mengamati mutu TBS. a. Tandan buah segar (TBS) yang berkualitas baik adalah TBS fraksi 2. 17 .

Pada PT. sehingga inti lebih mudah untuk lepas dari cangkangnya. Puncak III : 3. Adapun syarat yang harus dipenuhi pada saat penggunaan alat sterilizer. Dengan menggunakan kontrol panel yang mengatur pembuangan uap dengan waktu yang sudah ditentukan untuk mencapai tekanan yang dibutuhkan.5 Kg/cm 2 b.4.8-3.3 Grafik perebusan tiga puncak Pada puncak pertama terjadi pengeluaran udara dalam sterilizer agar udara bisa digantikan oleh uap air sebagai media perebusan. Kemudian dilakukan proses pengeluaran kedua dengan memberikan tekanan sebesar 2. Mengurangi kadar air dalam biji.5 Kg/cm2 c. temperaturnya sebesar 130-1350C dan volumenya sebesar 50 ton TBS/unit. diantaranya batas waktu perebusan selama 80-90 menit/siklus.0 Kg/cm2 Gambar III. Puncak I : 1.0 kg/cm2. yaitu: a.5 kg/cm2 yang berfunggsi untuk mengeluarkan udara yang masih terdapat disela-sela buah dan juga untuk mengeluarkan air dari hasil penurunan tekanan pada puncak pertama. BHL mempunyai tiga unit sterilizer yang masing-masing memiliki kapasitas empat lori. Sistem perebusan yang digunakan memakai sistem perebusan tiga puncak (Triple Peak). Temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak kualitas minyak dan inti sawit. Pengeluaran udara 18 . Puncak II : 2. tekanan uap di dalam sebesar 2.

0 kg/cm2 dan dipertahankan selama waktu yang dibutuhkan. Screw Press Pada tahapan ini prinsipnya adalah mengempa buah yang telah diaduk di digester untuk memisahkan minyak dari 19 . Kemudian janjang yang telah kosong dilewatkan melalui conveyor dan dikirim menuju empty bunch hopper. Sementara janjang akan keluar ke conveyor yang akan dikirim ke thresser kedua untuk memaksimalkan pemisahan brondolan dan janjang.ini dilakukan sebanyak dua kali agar udara didalam sterilizer benar-benar tidak ada dan digantikan oleh uap air sebagai media perebusan. c. d. Setelah pengeluaran udara kedua selesai. Thresser Proses ini berfungsi sebagai tempat memisahkan brondolan dengan janjang setelah direbus. kemudian pisau-pisau pencacah akan berputar dengan putaran sekitar 23-25 rpm dan diberi steam dengan temperatur 95-970C lalu dialirkan ke screw press setelah 15 menit. Cara kerja alat thresser adalah membanting TBS dengan memutar drum sebesar 2123 rpm pada sumbu as pemutar yang mengakibatkan brondolan terpisah dari tandannya. Brondolan keluar melalui celah drum yang masuk ke conveyor dan diteruskan ke bagian digester. b. Kapasitas dari digester yang dimiliki PT. uap dimasukkan hingga mencapai tekanan maksimal 3. Cara kerja digester adalah mengiisi digester dengan brondolan sebanyak ¾ bagian tabung.5 ton/jam sebanyak lima unit. Alat ini mempunyai kapasitas masing-masing sekitar 30 ton/jam dengan jumlah alat sebanyak dua unit di PT. Digester ini berupa tangki vertikal yang dilengkapi dengan lengan-lengan pencacah (pisau) di bagian dalamnya. BHL adalah 3. Digester Merupakan alat yang digunakan untuk proses pelumatan buah/brondolan setelah dipisahkan dari janjangnya untuk mempermudah proses selanjutnya. BHL. Selanjutnya proses masuk ke screw press.

2. sedangkan ampas yang berupa serat dan nut masuk ke Cake Breaker Conveyor (CBC). sedangkan minyak yang mengandung kotoran dibersihkan lebih lanjut pada unit low speed. agar menghasilkan minyak CPO yang bersih dan stabil. Cara kerjanya adalah buah yang telah diaduk secara bertahap dengan dibantu pisau-pisau pencacah di digester. Serat yang tidak lolos saringan. Klarifikasi merupakan proses pembersihan minyak dari bahan bukan minyak sawit. e. baik yang larut dalam minyak maupun mengendap. di kirim kembali pada unit pengempaan. yaitu pemberian air sebanyak 1:1 antara air yang ditambahkan dengan rendemen minyak yang dihasilkan dengan temperatur air sekitar 900C. Namun. Minyak keluar menuju sand trap tank (untuk pengendapan). Dari pengenceran tersebut. Stasiun Klarifikasi Minyak yang berasal dari pengempaan masih banyak mengandung air dan kotoran. butirbutir minyak akan mengapung di bagian atas. bahan padat (lumpur cair) dipisahkan dari komponen minyak. 3. perlu ditambahkan air dengan metode theory stock. selanjutnya dilakukan klarifikasi pada unit clarifier tank. Perlakuan fisik berupa pengenceran minyak dengan air panas untuk lebih memudahkan proses pemisahan minyak dari kotoran. masuk melalui chute ke dalam mesin kempa (screw press) kemudian terperas dengan tekanan 50 bar dan putaran screw sebesar 12-13 rpm. 20 . Pada unit decanter. Sebelum minyak masuk ke dalam sand trap tank. Proses klarifikasi dilakukan pada suhu sekitar 90-950C dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1.serabut dan nut dengan tekanan 50 bar. karena minyak yang dihasilkan pada tahap ini masih banyak tercampur lumpur (sludge). Kapasitas screw press untuk mengolah adalah sebesar 15 ton/jam. Minyak yang telah diencerkan kemudian disaring menggunakan vibrating screen.

Sand trap tank harus cukup panas (90-95 0C) yang diperoleh dengan menginjeksi uap. Kapasitas alatnya adalah sebesar 5-6 ton/jam. pasir. Sand Trap Tank Untuk memisahkan pasir dan cairan minyak kasar serta kandungan air dari minyak yang berasal dari screw press berdasarkan berat jenisnya karena gaya gravitasi.4. h. Cara kerjanya adalah untuk memudahkan pengendapan pasir. Di dalam alat ini terdapat dua kali penyaringan. Crude Oil tank Merupakan tangki penampung minyak kasar dengan kapasitas sebesar 35 m3. Air yang terpisah dibuang sebagai limbah cair. Serat dan kotoran yang tidak ikut lolos di dalam saringan akan dikembalikan ke alat pengempa (screw press). minyak kasar tersebut disaring dengan menggunakan saringan ukuran 20 mesh. dan air dibuang. sedangkan minyak yang lolos dilanjutkan menuju tahapan selanjutnya. f. Kotoran. Pertama. 21 . Vibrating Screen Merupakan alat penyaringan dari minyak yang dialirkan dari sand trap tank untuk memisahkan crude oil dari serat dan cangkang halus dan partikel lainnya yang masih terangkut dengan menggunakan getaran (amplitudo) tertentu. Kemudian dilanjutkan dengan menyaring dengan saringan dengan ukuran 40 mesh. sedangkan minyak dialirkan ke vibrating screen untuk penyaringan lebih lanjut. Tangki berjumlah satu unit. Cara kerjanya adalah minyak yang berasal dari sand trap tank dialirkan ke vibrating screen (ukuran 20 mesh dan 40 mesh) dibawa ke Crude Oil Tank (COT) untuk mempercepat pemisahan minyak. sedangkan kotoran dan pasir akan mengendap ke bawah. g. Pengendapan terjadi karena adanya gaya gravitasi dan perbedaan berat jenis antara minyak dan pasir (kotoran). Minyak dengan berat jenis yang lebih rendah akan mengapung. dan bahan padatan (solid cake) akan dibuang sebagai limbah padat. air dan kotoran dengan injeksi steam coil.

dan sludge sehingga membantu dalam proses pengendapan. air. Pengaliran minyak didalam COT ini dinamakan over flow karena minyak yang dialirkan berada di bagian atas tank. j. Hal ini penting untuk memperbesar perbedaan berat jenis antara minyak. Oil tank Merupakan tangki untuk mengendapkan kotoran dan sebagai bak penampung sebelum minyak masuk ke oil purifier. Hal ini akan menyebabkan minyak yang terdapat dibagian atas bak akan mengalir dan dikirim menuju ke tangki selanjutnya. Jumlah alatnya ada satu unit dengan kapasitas sebesar 45 ton/unit. Pada COT ini terdapat sekat ditengah bak penampungan dengan sedikit sela dibagian atas. panas yang ada 22 . Selanjutnya minyak dari COT dialirkan dikirim ke tangki pengendap yaitu Continuous Settling Tank. Sludge dari bagian bawah melimpah melalui corong pelimpah yang diletakkan pada ketinggian tertentu dan kemudian dialirkan ke sludge tank. i. Kemudian lapisan atas minyak dikutip melalui skimmer yang telah di stel sesuai ketebalan lapisan minyak dan dialirkan ke oil tank.selanjutnya dikirim ke continous settling tank. temperatur di CST dijaga agar tetap stabil di suhu 90-950C agar proses pemisahan antara minyak dengan sludge dapat maksimal. Minyak kasar yang terkumpul di COT harus dipanaskan dengan suhu sekitar 90-950C. Pemanasan dilakukan dengan steam coil. Continous Settling Tank Merupakan tangki pemisah pertama antara minyak dengan sludge dengan kapasitas alat sebesar 120 m3 dan jumlah alat sebanyak satu unit. Cara kerja alatnya adalah mengisi minyak dari CST ke dalam tangki minimal setengah dari tangki agar temperature pemanasan tetap stabil di kisaran 90-950C. Cara kerja alatnya adalah minyak yang berada didalam Continuous Settling Tank (CST) dipisahkan dari sludge dengan cara gravitasi dalam tangki selinder vertikal yang dilengkapi dengan pengaduk berputar lambat (1-2 rpm) dan berlangsung secara continue.

Temperatur minyak dibuat 90-950C agar air cepat menguap dan terhisap oleh vacuum pump kemudian minyak dikeluarkan. k. Jumlah alat satu unit dengan kapasitas 30 m3/jam. m. Minyak yang berasal dari oil tank yang masih mengandung kotoran dan air dialirkan ke oil purifier. Ujung pipa yang masuk ke vacuum dryer dibuat seperti nozzle sehingga akibat kevakuman dalam tangki tersebut minyak tersedot dan mengabut di dalamnya. Oil Purifier Alat ini dugunakan sebagai alat pembersih minyak lanjutan dengan kapasitas alat sebesar 11 ton/jam sebanyak tiga unit. Sludge Tank Merupakan tangki untuk penampungan sementara sludge yang keluar dari CST.menyebabkan air dan kotoran akan turun ke lapisan bawah dan ditampung di drain tank untuk diproses kembali. Temperatur minyak masuk ke dalam oil purifier adalah 90-950C agar pemisahan lebih sempurna. Minyak yang berada di bagian tengah dialirkan ke vacuum dryer. Jumlah alat sebanyak satu unit dengan kapasitas 45 ton. Vacuum Dryer Proses ini berfungsi untuk mengurangi kadar air dari minyak yang keluar dari oil purifier. Cara kerja alatnya adalah sistem pemisahan atas perbedaan berat jenis akibat gaya sentrifugal dengan putaran 6000 rpm maka kotoran dan air yang memiliki berat jenis lebih besar akan berada pada bagian luar. Minyak yang telah bersih meleleh ke bawah tabung dan dipompakan melalui dried oil pump ke stasiun tangki timbun (storage tank). Cara kerja alatnya adalah minyak dipompakan ke vacuum dryer yang kemudian akan diuapkan dengan sistem udara vakum. l. Hisapan vacuum dryer antara 600-760 mmHg. Cara kerja alatnya adalah sludge yang keluar dari CST yang masih mengandung minyak 23 . sedangkan kotoran dan air akan terlempar ke luar selanjutnya dibuang di parit untuk diteruskan ke Bak Pit.

Alat ini akan menghasilkan tiga fase. Buangan dari decanter yaitu berupa solid yang ditampung di hopper solid. dan solid. Kapasitas alat decanter yang digunakan di PT. Oleh karena itu. Decanter Sludge yang terendap dimungkinkan masih mengandung minyak. Cara kerja alat ini yaitu memisahkan minyak dengan kotoran yang lain dengan gaya sentrifugal menggunakan putaran 6000 rpm. BHL yaitu sebesar 50-60 ton/jam. Sedangkan untuk fase heavy phase yang merupakan fase cairan dengan sedikit kandungan minyak akan dikirim ke kolam Bak Pit. Minyak akan berada dibagian atas. heavy phase. 24 . dan sludge yang terendap akan dialirkan ke decanter. BHL yaitu dengan menggunakan alat decanter.dialirkan ke dalam sludge tank dan diolah lagi untuk mendapatkan minyak dengan cara mengendapkan sludge dengan minyak yang masih terangkut dengan gaya gravitasi. yaitu light phase. Fase yang mengandung banyak minyak adalah light phase yang akan dialirkan kembali ke CST untuk dilakukan pengendapan kembali dan diambil minyak yang tersisa. n. Proses yang dilakukan di PT. diperlukan proses lanjutan untuk mendapatkan kembali minyak yang terkandung didalamnya. Temperatur sludge di tangki 90950C yang dipanaskan dengan steam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful