P. 1
Kasus Dan Strategi Pelaksanaan Tentang Gangguan Peran

Kasus Dan Strategi Pelaksanaan Tentang Gangguan Peran

|Views: 30|Likes:
Published by Pandan Enggarwati

More info:

Published by: Pandan Enggarwati on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Kasus dan Strategi Pelaksanaan Tentang Gangguan Peran Oleh: Pandan Enggarwati, 1006770910 Kasus Nona Yasmin, 19 tahun

mahasiswi di sebuah universitas ternama. Suatu hari, ia tertabrak motor dan tangan kanannya harus diamputasi. Klien merasa sangat kehilangan dan berduka karena ia merasa tidak mampu lagi melakukan perannya baik di kampus maupun di rumah. Sebelumnya, klien adalah mahasiswi yang aktif berorganisasi khususnya kreativitas mahasiswa. Klien tampak sering melamun, kurang berekspresi, dan kurang nafsu makan. A. Proses Keperawatan 1) Kondisi Klien Klien tampak melamun, kurang berekspresi, dan kurang nafsu makan 2) Diagnosa Keperawatan Gangguan peran 3) Tujuan Khusus • • • • • • Fase Kerja 1)Orientasi • Salam Terapeutik: “Selamat pagi, Nn. Yasmin!”
• Evaluasi/Validasi: “Bagaimana perasaan Nn pagi ini? Apakah kegiatan yang kemarin

Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa merasa terganggu. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. Mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakuakan Melatih kemampuan ke-2 yang telah disebutkan oleh klien Menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut jadwal kegiatan harian.

4) Tindakan Perawat

B. Strategi Tindakan Keperawatan (Pertemuan kedua)

kita lakukan sudah nona lakukan? Wah hebat sekali, Nona selalu melakukannya disaat hendak melamun ” • Kontrak “Baiklah Nona, sesuai janji saya, hari ini kita akan nogobrol-ngobrol tentang keahlian Nona yang lain yaitu melukis. Saya juga akan membantu dan melatih hobi Nona

Nona masih bisa melakukan hobi Nona tersebut dengan kondisi Nona ini. jika Nona memerlukan bantuan. Tujuannya agar Nona dapat terus terlihat hebat atas hobi yang telah Nona punya.. Apabila ada yang ingin Nona tanyakan. mari kita coba sekarang. Nona dapat memanggil saya antara pukul 07.00 WIB karena itu waktu tugas saya. kita akan melakukannya sekitar 30 menit. Baik seminggu 2 kali ya. Nona dapat memanggil saya dengan menekan tombol . Nona dapat segera memanggil saya” 3)Terminasi • Evaluasi Subjektif: “Bagaimana perasaan Nona setelah kita berbincang-bincang mengenai hobi Nona?” • Evaluasi Objektif: “Wah.” “Bagaimana Nona. Nona tidak boleh merasa sedih seperti itu. jadi berapa kali Nona akan melakukan kegiatan tersebut Nona. jadi Nona memiliki kemampuan yaitu melukis. Nona dapat menggunakan satu tangan untuk melukis dan hasil dari lukisan tersebut tidak akan terlihat aneh pula apabila dilakukan dengan satu tangan” “Bagaimana Nona setelah kita melakukan kegiatan melukis ini? Apakah Nona kini merasa jauhlebih lega? Jadi. jika begitu. Tidak lama kok. mulai kapan Nona akan melakukan kegiatan tersebut? Oke setiap sore yah. sebab Nona sudah berjuang dengan lukisan-lukisan Nona. jadi Nona merasa lebih kuat dan bertenaga ya?” jika begitu. Bagaimana pendapat Nona dengan melukis” “Nona.” • Kontrak Yang Akan Datang: “Baik Nona. Nona tidak perlu takut kehilangan peran Nona dalam berorganisasi.tersebut. apakah Nina masih mengingat dengan kemampuan Nona yang lain? Iya. Bagaimana jika jam 8 pagi di ruangan. tampaknya sudah mulai yakin dengan kemampuan tubuhnya dan menemukan jawabannya” • Rencana Tindak Lanjut: “Baiklah. besok saya akan kembali lagi kesini untuk berbincang kembali mengenai kehebatan-kehebatan yang ada pada diri Nona. Baiklah jika begitu kita sudahi saja pertemuan kita kali ini. Bagaimana bila kita melakukannya di halaman rumput?” 2)Kerja “Bagaimana perasaan Nona setelah Nona mencoba melakukan kegiatan pokok seharihari tersebut? Apa yang Nona rasakan?” “Oh. Nona setuju? Oya..00-14.

Selamat pagi. Nona” . Sampai ketemu besok ya Nona tetap semangat.merah di samping tempat tidur ibu.

Bina hubungan saling percaya dengan klien • • • • Beri klien perhatian penuh. klien adalah mahasiswi yang aktif berorganisasi khususnya kreativitas mahasiswa. kurang berekspresi. Strategi Tindakan Keperawatan (Pertemuan pertama) . dan kurang nafsu makan A.Kasus dan Strategi Pelaksanaan Tentang Gangguan Peran Oleh: Pandan Enggarwati. serta harapan terhadap dirinya saat ini. Proses Keperawatan 1) Kondisi Klien Klien tampak melamun. kurang berekspresi. Klien tampak sering melamun. ia tertabrak motor dan tangan kanannya harus diamputasi. Sebelumnya. 19 tahun mahasiswi di sebuah universitas ternama. Suatu hari. khususnya mengenai pandangan dirinya dulu dan sekarang. dengarkan dengan cermat Eksplorasi perasaan klien Bantu klien untuk mengidentifiksai hal-hal positif yang ada pada diri klien dan mencatatnya Berikan dorongan pada klien untuk mengekspresikan penguatan diri 4) Tindakan Perawat B. dan kurang nafsu makan 2) Diagnosa Keperawatan Gangguan peran 3) Tujuan Khusus • • • • • • Meningkatkan rasa percaya diri Perubahan peran tidak menimbulkan gangguan konsep diri terhadap klien Pasien dapat meningkatkan penerimaan terhadap perubahan peran yang ia peroleh saat ini karena kondisi kesehatannnya Pasien dapat mengidentifikasi aspek positif dengan perannya Pasien dapat mengetahui cara-cara beradaptasi dengan perannya yang baru Mendorong individu untuk mengekspresikan perasaannya. Klien merasa sangat kehilangan dan berduka karena ia merasa tidak mampu lagi melakukan perannya sebagai seorang anak. baik di kampus maupun di rumah. 1006770910 Kasus Nona Yasmin.

Oh. kita akan melakukannya sekitar 20 menit. tapi saya tidak bisa menyanyi. melukis.. Nona! Perkenalkan. Maukah Nona besokbesok bernyanyi untuk saya atau jika Nona mulai merasa sepi? Baik. dengan cara merasakan bahwa itu memang terjadi sehingga Nona dan pendengar ikut terbawa dengan lagu yang Nona Yasmin nyanyikan. seorang anak berkewajiban untuk membanggakan orang tuanya. apa yang Nona rasakan saat ini.. Saya juga suka lagu itu.. Bagaimana bila kita melakukannya di halaman depan?” 2)Kerja Baik Nona Yasmin. Kira-kira menurut Nona. sekarang kita lakukan hobi Nona yang pertama yuk! Pasti suara Nona sangat bagus. dengan menyanyi Nona bisa berkesempatan memenangkan lomba nyanyi dan terkenal lalu membanggakan orang tua dan teman kampus. karena Nona begitu cantik parasnya. jadi Nona sering melamun dan lesu karena Nona merasa tidak berguna lagi sebagai seorang anak..  Nona suka lagu apa? Oh hijau daun yaa. saya Ns. Tujuannya agar Nona bertambah semangat dan tersenyum. hobi yang sangat sehat dan menarik yah. Apa yang menyebabkan Nona sering melamun dan lesu.. sebelumnya saya ingin tahu.Fase Kerja 1)Orientasi • Salam Terapeutik: “Selamat pagi..” Baiklah Nona. suara Nona merdu sekali. Wah. Nona senangnya dipanggil apa?” • Evaluasi/Validasi: “Bagaimana perasaan Nn pagi ini?” • Kontrak: “Baiklah Nona. Pandan.. Menurut Nona apa saja sih menurut Nona hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak? Jadi menurut Nona. hal apa yang Nona bisa lakukan untuk memenuhi kewajiban serang anak? Jika dari hobi Nona? “Hmm. Dengan melukis pastinya bisa berkesempatan membuat galeri lukisan dan berolahraga dapat menyehatkan badan dan memiliki kesempatan untuk mengikuti lomba olahraga. Nona bernyanyi dengan lebih dalam lagi ya.. hari ini kita akan ngobrol-ngobrol tentang keadaan Nona dan hal yang pastinya menarik tentang diri Nona. Nona mau ya.. kalo begitu. Saya sangat terpukau Nona. Maukah Nona menyanyikannya untuk saya?” “Wah. Tidak lama kok.. Saya adalah perawat yang akan merawat Nona selama disini. Sungguh menakjubkan sekali Nona Yasmin ” “Baiklah. pesan saya. Saya senang dipanggil Pandan. dan berolahraga ya. Jadi Nona gemar sekali menyanyi. .

Nona dapat memanggil saya antara pukul 07.3)Terminasi • Evaluasi Subjektif: “Bagaimana perasaan Nona setelah kita berbincang-bincang dan berlatih mengenai hobi Nona?” • Evaluasi Objektif: “Wah. Nona dapat memanggil saya dengan menekan tombol merah di samping tempat tidur ibu. Selamat pagi. Dapatkah Nona menyebutkan kembali pesan yang saya berikan kepada Nona?” • Kontrak Yang Akan Datang: “Baik Nona. Sampai ketemu besok ya Nona tetap semangat. Nona” Kasus dan Strategi Pelaksanaan Tentang Gangguan Peran Oleh: Pandan Enggarwati. besok saya akan kembali lagi kesini untuk berbincang kembali mengenai kehebatan-kehebatan yang ada pada diri Nona. Nona setuju? Oya. 1006770910 . Bagaimana jika jam 8 pagi di ruangan.00-14. sepertinya Nona sudah mulai tersenyum kembali dan makin percaya diri ya” • Rencana Tindak Lanjut: “Baiklah. jika Nona memerlukan bantuan. Baik sewaktu Nona merasa sepi ya. jika begitu. jadi berapa kali Nona akan melakukan kegiatan tersebut Nona.00 WIB karena itu waktu tugas saya.

Kasus Nona Yasmin. sesuai janji saya. Bagaimana bila kita melakukannya di halaman rumput?” . Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. kurang berekspresi. Suatu hari. 4) Tindakan Perawat B. klien adalah mahasiswi yang aktif berorganisasi khususnya kreativitas mahasiswa. Proses Keperawatan 1) Kondisi Klien Klien tampak melamun. Klien tampak sering melamun. hari ini kita akan nogobrol-ngobrol tentang keahlian Nona yang lain yaitu berolahraga. Mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakuakan Melatih kemampuan ke-2 yang telah disebutkan oleh klien Menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut jadwal kegiatan harian. kita akan melakukannya sekitar 30 menit. Strategi Tindakan Keperawatan (Pertemuan kedua) kita lakukan sudah nona lakukan? Wah hebat sekali. Tujuannya agar Nona dapat terus terlihat hebat dan lebih sehat atas hobi yang telah Nona punya. Nn. dan kurang nafsu makan A. Sebelumnya. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa merasa terganggu. kurang berekspresi. Saya juga akan membantu dan melatih hobi Nona tersebut. Klien merasa sangat kehilangan dan berduka karena ia merasa tidak mampu lagi melakukan perannya baik di kampus maupun di rumah. Tidak lama kok. dan kurang nafsu makan 2) Diagnosa Keperawatan Gangguan peran 3) Tujuan Khusus • • • • • • Fase Kerja 1)Orientasi • Salam Terapeutik: “Selamat pagi. ia tertabrak motor dan tangan kanannya harus diamputasi. ” • Kontrak “Baiklah Nona.. 19 tahun mahasiswi di sebuah universitas ternama. nona semakin sering berlatih membuat lukisan. Yasmin!” • Evaluasi/Validasi: “Bagaimana perasaan Nn pagi ini? Apakah kegiatan yang kemarin Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

2)Kerja “Bagaimana perasaan Nona setelah Nona mencoba melakukan melukis kembali.” Oiya Nona.  tetap sehat Nona!! 3)Terminasi • Evaluasi Subjektif: “Bagaimana perasaan Nona setelah kita berbincang-bincang mengenai hobi Nona ini?” • Evaluasi Objektif: “Wah.. Yang kedua adalah tahap isi disini Nona melakukan kegiatan lari tersebut hingga garis finish. jadi berapa kali Nona akan melakukan kegiatan tersebut Nona. pesan saya sebelum Nona pulang adalah agar Nona tidak lupa dan mempraktikkan kegiatan yang telah kita lakukan di rumah sakit di dalam kehidupan sehari-hari.. mulai kapan Nona akan melakukan kegiatan tersebut? Oke setiap sore yah.00-14. jadi Nona memiliki kemampuan yaitu berolahraga. Apabila ada yang ingin Nona tanyakan. jadi menurut Nona olahraga adalah kegiatan free yang menyenangkan” “Baiklah. tampaknya Nona semakin yakin bahwa Nona semestinya memabg harus bahagia” • Rencana Tindak Lanjut: “Baiklah.” “Bagaimana Nona setelah kita melakukan kegiatan olahraga ini? Apakah Nona kini merasa jauh lebih legadan merasa berperan baik? Jadi. Bagaimana pendapat Nona dengan berolahraga? Owh. Pertama adalah pemanasan.. Nona dapat segera memanggil saya dengan menekan tombol merah seperti biasa. khususnya belajar kembali melukis? Apa yang Nona rasakan?” “Oh. Yang ketiga adalah pendinginan yaitu dengan mengendorkan kembali otot-otot yang telah diperguakan. kita bisa memadukan banyak gerakan disini ya mulai dari tangan hingga kaki. jadi Nona merasa lebih senang dan lega ya?” jika begitu..00 WIB . Nona dapat melihat contoh gerakan yang dilakukan oleh saya baru Nona ikuti ya. Baik seminggu 1 kali ya. mari kita coba sekarang.. Nona dapat memanggil saya antara pukul 07.” • Kontrak Yang Akan Datang: “Baik Nona. apakah Nina masih mengingat dengan kemampuan Nona yang lain? Iya. bagaimana Nona.. Baiklah jika begitu kita sudahi saja pertemuan kita kali ini. besok saya akan kembali lagi kesini untuk berbincang kembali mengenai hasil dari melakukan kerja Nona yang telah dibahas hari ini dan hal-hal mengenai rencana kepulangan Nona. Apabila Nona butuh saya. kita coba olahraga lari ya. jika begitu.

Nona dapat memanggil saya dengan cara menekan tombol merah yang ada di atas tempat tidur Nona.karena itu waktu tugas saya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->