Kumpulan Cerita Anak Anak

Sumber : Berbagai Sumber / Internet

Ebook Re Edited by: Farid ZE Blog Pecinta Buku – PP Assalam Cepu Daftar Isi 1. Sangkuriang 2. Legenda Candi Prambanan 3. Aryo Menak 4. Si Lancang 5. Terjadinya Danau Toba 6. Si Sigarlaki dan Si Limbat 7. Aji Saka 8. Arti Sebuah Persahabatan 9. Batu Golog 10. Bende Wasiat 11. Buaya Ajaib 12. Asal Usul Danau Lipan 13. Buaya Perompak 14. Cindelaras 15. Kancil si pencuri Timun 16. Kelelawar Yang Pengecut

17. Keong Mas 18. Kera dan Ayam 19. Kera Jadi Raja 20. Kutukan Raja Pulau Mintin 21. La Dana dan Kerbaunya 22. Laba-laba, kelinci dan sang bulan 23. Loro Jonggrang 24. Lutung Kasarung 25. Malin Kundang 26. Manik Angkeran 27. Pak Lebai Malang 28. Puteri Junjung Buih 29. Raja Parakeet 30. Si Pahit Lidah 31. Gembala Sang Raja 32. Chin Na 33. Istana Bunga 34. Raja Telinga Keledai 35. Tiga Tersangka 36. Tiga Mantra, Satu Tenaga 37. Dongeng Rakyat Vietnam

1. Sangkuriang Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya. Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya. Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan.

Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing. Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi. Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."

2. Legenda Candi Prambanan Di dekat kota Yogyakarta terdapat candi Hindu yang paling indah di Indonesia. Candi ini dibangun dalam abad kesembilan Masehi. Karena terletak di desa Prambanan, maka candi ini disebut candi Prambanan tetapi juga terkenal sebagai candi Lara Jonggrang, sebuah nama yang diambil dari legenda Lara Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Beginilah ceritanya. Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di Prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging. Prabu Baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan karena bantuan orang kuat yang bernama Bondowoso yang juga terkenal sebagai Bandung Bondowoso karena dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung. Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya -- ya, bahkan putri raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya. Lara Jonggrang takut menolak pinangan itu. Namun demikian, dia tidak akan menerimanya begitu saja. Dia mau kawin dengan Bandung Bondowoso asalkan syarat-syaratnya dipenuhi. Syaratnya ialah supaya dia dibuatkan seribu candi dan dua sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri, orang sakti yang mempunyai balatentara roh-roh halus. Pada hari yang ditentukan, Bandung Bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Sangatlah mengherankan cara dan kecepatan mereka bekerja. Sesudah jam empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping itu sumurnya pun sudah hampir selesai. Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum

baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso menyelesaikannya. Keesokan harinya waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar Prambanan -- tidak akan ada orang yang mau memperistri mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu.

3. Aryo Menak Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat. Ladang-ladang padi menguning. Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana. Ia sangat terpesona oleh kecantikan mereka. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka. Ia pun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu. Tak lama kemudian, para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing. Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. Bidadari itu tidak dapat terbang tanpa selendangnya. Iapun sedih dan menangis. Aryo Menak kemudian mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Ditanyakannya apa yang terjadi pada bidadari itu. Lalu ia mengatakan: "Ini mungkin sudah kehendak para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. Janganlah bersedih. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu." Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Arya Menak. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. Selanjutnya Arya Menak melamarnya. Bidadari itupun menerimanya. Dikisahkan, bahwa bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya. Pada suatu hari, Arya Menak menjadi penasaran. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari memasaknya setiap hari. Ketika isterinya tidak ada dirumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna. Bidadari sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi. Mulai saat itu, ia harus memasak beras dari lumbungnya Arya Menak. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Pada suatu hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan. Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Begitu melihat selendang tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Pada suatu malam, ia mengenakan kembali semua pakaian sorganya.

ternyata Si Lancang sangat beruntung. Mereka semua berasal dari keluarga saudagar yang kaya. Semuanya itu disiapkan untuk menambah kesan kemewahan dan kekayaan Si Lancang. "Mana mungkin aku mempunyai ibu perempuan miskin seperti kamu. Bersama mereka dibawa pula perbekalan mewah dan alat-alat hiburan berupa musik. Anak durhaka inipun berteriak. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi. Situasi itu menimbulkan keributan. Kelasi! usir perempuan gila ini. maka Si Lancang berniat merantau. di daerah Kampar pada zaman dahulu hiduplah si Lancang dengan ibunya. " Mendengar sapaan itu. Sesampainya di rumah. Arya Menak menjadi sangat sedih. Karena miskinnya." Ibu yang malang ini akhirnya pulang dengan perasaan hancur. Betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan bahwa perempuan compang camping yang diusir itu adalah ibunya. Pada suatu hari. tidak ada seorang kelasi pun yang mempercayainya. Karena keingintahuannya. Dengan perasaan terharu. Mereka hidup dengan sangat miskin. bidadari meninggalkannya. Ibu si Lancang pun berkata. Si Lancang Alkisah tersebutlah sebuah cerita. sarung usang dan kebaya penuh tambalan. Setelah bertahun-tahun merantau.. alat-alat musik itu dibunyikan riuh rendah. Ibunya berpesan agar Si Lancang jangan menjadi anak yang durhaka. Begitu menyatakan bahwa dirinya adalah ibunya Si Lancang.. lesung itu diputar-putarnya dan dikibas-kibaskannya nyiru pusakanya. Pada suatu hari ia meminta ijin pada ibu dan guru ngajinya. Sambil berdoa. Dengan kasarnya ia mengusir ibu tua tersebut. . masih tinggal di Kampar dalam keadaan yang sangat miskin. Mendengar kegaduhan di atas geladak. lalu ia mengambil pusaka miliknya. Berita kedatangan Si Lancang didengar oleh ibunya. Pusaka itu berupa lesung penumbuk padi dan sebuah nyiru. Dalam pelayaran itu ia membawa ke tujuh isterinya. Ibunya menjadi terharu saat Si Lancang menyembah lututnya untuk minta berkah. kue kegemaran Si Lancang. Ibunya pun berpesan agar di rantau orang kelak Si Lancang selalu ingat pada ibu dan kampung halamannya. dengan congkaknya Lancang menepis. Dengan memberanikan diri dia naik ke geladak kapal mewahnya Si Lancang. Tetapi perempuan itu tidak mau beranjak. Si Lancang pun berjanji pada ibunya tersebut. Untuk memperbaiki hidupnya. Ia ngotot minta untuk dipertemukan dengan anaknya Si Lancang.. iapun dapat terbang ke istananya. "Engkau Lancang . betapa rindunya hati emak padamu. 4. Ibunya membekalinya sebungkus lumping dodak.Tubuhnya menjadi ringan. anakku! Oh .. Dikhabarkan ia pun mempunyai tujuh orang istri. ia bergegas untuk menyambut kedatangan anak satu-satunya tersebut. Sedangkan ibunya. Ketika merapat di Kampar. Mereka berdua bekerja sebagai buruh tani. ia hanya mengenakan kain selendang tua. Ia memiliki berpuluh-puluh buah kapal dagang. Si Lancang berlayar ke Andalas. Si Lancang dengan diiringi oleh ketujuh istrinya mendatangi tempat itu. Ia menjadi saudagar yang kaya raya. Sementara itu kain sutra dan aneka hiasan emas dan perak digelar.

maka ia berubah menjadi seorang putri.. Gongnya terlempar ke Kampar Kanan dan menjadi Sungai Oguong. 6. pada suatu hari mereka tidak berhasil memperoleh satu ekor binatang buruan.Ia pun berkata. Ia makan semua makanan yang ada. Begitu dipegangnya. Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang. Ia sangat terkenal dengan keahliannya menombak. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Sedangkan tiang bendera kapal Si Lancang terlempar hingga sampai di sebuah danau yang diberi nama Danau Si Lancang. harta benda miliknya juga terbang ke mana-mana. "Ya Tuhanku .Dengan demikian janji mereka telah dilanggar. Ditanah bekas pijakan mereka menyemburlah mata air. ikan tersebut berubah menjadi seorang putri jelita. Warnanya kuning keemasan. maka pemuda tani tersebut meminta sang putri untuk menjadi isterinya. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Si Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah hilang dicuri orang. Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. hukumlah si Anak durhaka itu. pasangan suami istri tersebut dikarunia seorang anak laki-laki. Bukan hanya kapal itu hancur berkeping-keping. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya. Meskipun terkenal sebagai pemburu yang handal.. pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Ia akan berubah menjadi sejenis mahluk yang pertama menyentuhnya. Oleh karena yang menyentuhnya manusia. Setelah setahun. Putri itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu larangan." Dalam sekejap. Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut. Badai tersebut berhembus sangat dahsyatnya sehingga dalam sekejap menghancurkan kapal-kapal dagang milik Si Lancang. Kain sutranya melayang-layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain yang terletak di Kampar Kiri. Syahdan. Pada suatu hari ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Pemuda itu sangat jengkelnya berkata: "dasar anak keturunan ikan!" Pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari isterinya. Daerah tersebut sangatlah kering. Lamaran tersebut diterima dengan syarat bahwa pemuda itu tidak akan menceritakan asal-usulnya yang berasal dari ikan. Air yang mengalir dari mata air tersebut makin lama makin besar. 5. Dan menjadi sebuah danau yang sangat luas. Pada suatu hari anak itu memakan semua makanan dari orang tuanya. Danau itu kini bernama Danau Toba. Tembikarnya melayang menjadi Pasubilah. turunlah badai topan. hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu di bagian utara pulau Sumatra. . Terjadinya Danau Toba Pada jaman dahulu. Si Sigarlaki dan Si Limbat Pada jaman dahulu di Tondano hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Istri dan anaknya menghilang secara gaib. Terpesona oleh kecantikannya.

terkena hukuman digigit kepiting besar. Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu. Baru saja menancapkan tombaknya di kolam. Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus. Caranya adalah Sigarlaki akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Dengan berani. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri. karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu. Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan. Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Tapi berkat kesaktiannya. Iapun menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Lalu Si Sigarlaki meminta Si Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Tetapi ia meminta agar pembuktian itu diulang lagi. Syarat yang aneh itu membuat Si Limbat ketakutan. Baru saja menancapkan tombaknya. Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh. Tetapi bagaimanapun juga ia berkehendak untuk membuktikan dirinya bersih. Apabila Si Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu maka terbukti ia yang mencuri. Sesaat setelah Aji Saka berdoa. Suatu hari. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Si Limbat tidak mencuri. Dengan demikian seharusnya Si Sigarlaki sudah kalah dengan Si Limbat. Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. . Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Di istana. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain. si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka. Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti. Bersamaan dengan itu Si Limbat disuruhnya menyelam. 7.Tanpa pikir panjang. tiba-tiba Sigarlaki melihat ada seekor babi hutan minum di kolam. Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya. Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya. Dengan demikian akhirnya Si Limbat yang menang. rajin dan baik hati. Tetapi tombakan itu luput. tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar. Dengan segera ia mengangkat tombaknya dan dilemparkannya ke arah babi hutan itu. Tidak pernah diduga majikannya akan tega menuduh dirinya sebagai pencuri. Aji Saka Dahulu kala. Lalu ia pun menyelam bersamaan dengan Sigarlaki menancapkan tombaknya. Si Limbat menjadi sangat terkejut.

maka aku akan memberikan kata-kata bijak untukmu" seru sang kodok. namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung" Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya menghabiskan makanan sang kura-kura. berilah aku semangkok kacang polong.Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka. maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya . "Hai temanku sang kura-kura. aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan. Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu" Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok. sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Ia memboyong ayahnya ke istana. jaman dimana rakyat hidup tenang. Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati. Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu menertawakan sang kura-kura : "ha ha betapa bodohnya si kura-kura. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu. 8. makmur dan sejahtera. Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang. serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. sang kodok berkata lagi: "kura-kura. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana. Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan. sang kura-kura. Arti Sebuah Persahabatan Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang. selalu saja dia mengejekmu dengan berkata " ha ha betapa bodohnya si kura-kura. ijinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu. namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung". namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati. Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya. Sang elang berkata: "hai temanku kura-kura. damai. Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.

Kelihatannya akan sangat berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati makananku. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. istri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Dengan sabar sang kura-kura menjawab: "Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke sarangku" Dengan kesal sang elang pun terbang tinggi. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh istrinya. Pada suatu hari. Ketika sang elang terbang. sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi. menungkik dan menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Aku menghargaimu dan kaupun menghargaiku. 9. Namun bagaimanapun. sehingga tidak terlihat. Kemudian sang elang terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. mentertawakan keramahan keluargaku dan aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku". Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper . "Lepaskan kakiku" seru sang elang marah. engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu.Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut. Begitulah. dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku dan persahabatan kita akan berakhir. Batu Golog Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. sejak engkau menjadikan persahabatan kita hanya permainan. Aku akan membawamu pulang" Namun timbul pikiran jahat pada diri sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura berkata: "Aku telah melihat persahabatan macam apa yang engkau tawarkan padaku hai sang elang. Sampailah mereka di sarang sang elang. kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang." Sang elangpun berkata :"Baiklah kalau itu maumu. Betapa kecewanya aku. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Namun tidak ada gunanya. sang kura-kura berseru : " Hai temanku persahabatan membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnya. "Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu" pikirnya lagi." Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Ketika sang elang kembali. Dengan marah ia mematuk sang kura-kura. ia sedang asyik menumbuk padi. "Hai temanku sang elang. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Namun kali ini sang kura-kura mendengar sendiri perkataannya.untuk istri dan anakmu". Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut. dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu.

Ia diberi kekuatan gaib. Ibu baru saja menumbuk. "Benar-benar keterlaluan si harimau !" kata Kancil menahan marah." Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. "Hmm. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. dan katakan juga pada si harimau bahwa aku akan menghajar siapa saja yang berani menggangguku. dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Merasa seperti diangkat. "Tapi kau harus menolongku. aku ada ide." Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya." kata si kancil tiba-tiba. ketika Inaq mulai menumbuk. Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. ditengah jalan kancil bertemu dengan kelinci. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Dijawabnya. termasuk harimau. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar. Mereka menangis sejadi-jadinya. Ajaib. maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: "Ibu batu ini makin tinggi. Si kancil akhirnya tidak tahan lagi. Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si harimau kapok. gagah juga aku ini." lanjut si kancil. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Kesombongan harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. tubuhku kuat berotot dan warna lorengku sangat indah. batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik.didekat tempat ia bekerja. Namun. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. 10. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. "Hmm. Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. kau bilang pada harimau kalau aku telah menghajarmu karena telah menggangguku. karena aku . Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Syahdan doa itu terjawab. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi. Bende Wasiat Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya." kata harimau dalam hati. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong oleh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Anehnya. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok! " Sambil berpikir. Setelah lama terdiam. "Anakku tunggulah sebentar. "Begini.

kata si kancil. "Apa ? Kancil mau menghajarku? Grr." kata kancil pada kelinci. Tapi pusingku kok menjadi hilang ya?". "Itu dia si Kancil!" kata Kelinci sambil menunjuk ke arah sebatang pohon besar di ujung jalan. awas kau Kancil!" teriak Harimau menahan marah. "Aku harus menjaga bende wasiat itu. jangan salahkan aku kalau terjadi apa-apa ya?". antarkan ia ke bawah pohon besar di ujung jalan itu. Harimau terus membujuk si Kancil. tapi bende ini bukan sembarang bende. Setelah mendengar cerita kelinci." "Tapi aku takut Cil. harimau minta diantarkan ke tempat kancil berada. "Bende adalah semacam gong yang berukuran kecil. jangan. tidak bisa terlukis dengan kata-kata. Ia akhirnya selamat dari serangan lebah. tapi kamu jangan sombong. "Hai kancil!!! Kudengar kau mau menghajarku ya?" Tanya harimau sambil marah. Cil?" tanya kelinci heran. Aku akan menunggu Harimau disana. siapa tahu kepalaku yang lagi pusing ini akan hilang setelah mendengar suara merdu dari bende itu. Seperti yang diharapkan. "Tugas penting apa?". Byuur! Harimau langsung melompat masuk ke dalam sungai. "Aku boleh tidak memukulnya?. yang tergantung pada dahan pohon di atasnya. Aku takut. harimau. "Tugas penting apa. Harimau jadi penasaran. kalau dipukul suaranya merdu sekali. iya.. kalau gagal jangan sebut aku si kancil yang cerdik". Setelah Kancil pergi. harimau menjadi geram mendengarnya. sebab kepalanya tidak pusing lagi. Walaupun tidak mendengar suara merdu bende wasiat." Si kelincipun berjalan menemui harimau yang sedang bermalas-malasan. nanti jangan bilang si kancil kalau aku yang cerita padamu." "Jangan. benar nih rencanamu akan berhasil?". Si kelinci langsung berlari masuk dalam semak-semak. berani sekali dia!!. kata harimau. Lalu Kancil menunjuk benda besar berbentuk bulat. "Kita hampir sampai. kalau si harimau nanti mencariku. Aku percaya.nguuuung sekelompok lebah yang marah keluar dari sarangnya karena merasa diganggu." kata Kancil. harimau tidak terlalu kecewa." "Bende wasiat apa sih itu?" Tanya harimau heran.sedang menjalankan tugas penting. nanti malah kamu jadi lebih sombong dari si harimau lagi. "Baiklah. Ternyata bende itu adalah sarang lebah! Nguuuung…nguuuung…. aku sedang mendapat tugas penting". "Jangan bicara keras-keras. tapi aku pergi dulu. "Tolong! Tolong!" teriak harimau kesakitan sambil berlari. bilang saja begitu. "Aku dibohongi lagi." kata kelinci. kata kelinci. . Harimau segera memanjat pohon dan memukul bende itu. Tapi yang terjadi…. nanti aku dihajar lagi. "Iya. Si kelinci agak gugup menceritakan yang terjadi padanya. Setelah agak lama berdebat. "Grr. "Percayalah padaku. "Sudah. Lebah-lebah itu mengejar dan menyengat si harimau. Ia terus berlari menuju ke sebuah sungai.

" Towjatuwa pulang menemui isterinya. Namun saat Towjatuwa hendak melarikan diri. oleh karena isterinya yang hamil tua mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya. Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan. buaya yang bernama Watuwe itu menolong proses kelahiran seorang bayi laki-laki dengan selamat. Buaya ajaib inipun berkata: "Tidak usah khawatir. 12. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu."Hahaha! Lihatlah Harimau yang gagah itu lari terbirit-birit disengat lebah. hiduplah seorang lelaki bernama Towjatuwa di tepian sungai Tami daerah Irian Jaya. Malam itu. Towjatuwapun menceritakan keadaan isterinya. Buaya Ajaib Pada jaman dahulu. binatang ini memiliki bulu-bulu dari burung Kaswari di punggungnya. seperti yang dijanjikan. binatang itu tampak sangat menakutkan. Watuwe meramalkan bahwa kelak bayi tersebut akan tumbuh menjadi pemburu yang handal. Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya." 11." kata kelinci penuh harap. Untuk membantu kelahiran anaknya itu. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus. Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Dengan kekuatan ajaibnya. Dengan sangat berbahagia. Sejak saat itu. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. buaya ajaib itupun memasuki rumah Towjatuwa. Ia diberi nama Narrowra. Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dari para pemburu. Ketika sedang sibuk mencari batu tajam tersebut. Tidak seperti buaya lainnya. buaya itu menyapanya dengan ramah dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Buaya besar itu pelan-pelan bergerak ke arah Towjatuwa. Asal Usul Danau Lipan Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di . "Aku harap harimau bisa mengambil manfaat dari kejadian ini. Lelaki itu sedang gundah. ia membutuhkan operasi yang menggunakan batu tajam dari sungai Tami. Meskipun bernama Danau. kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. "Binatang kecil dan lemah tidak selamanya kalah bukan?". saya akan datang ke rumahmu nanti malam. Sehingga ketika buaya itu bergerak. ia mendengar suara-suara aneh di belakangnya. Alangkah terkejutnya Towjatuwa ketika ia melihat seekor buaya besar di depannya. iapun menceritakan perihal pertemuannya dengan seekor buaya ajaib." kata kancil. daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Saya akan menolong isterimu melahirkan.

"Kalau benar aku ini titisan raja sakti. Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya. Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah. Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya. disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh tentara Cina.tepi laut." Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan menawan Putri. serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata. tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina. Karena sangat malu dan murkanya. Dengan sekejap mata sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar. seolah-olah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tapi malang bagi Raja Cina. lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk. Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung. Jung mereka ditenggelamkan juga. maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya. Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya. oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih." Selesai berkata demikian. Karena itu timbullah kemurkaannya. Putri pun segera makan sirih seraya berucap. hinaan pula yang diterima. Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya mereka musnah semuanya. tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan. entah kemana dan bersamaan . Tengah makan dalam jamuan itu. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu. Demikian pula sang Raja. segera lari lintang-pukang ke jungnya. "Betapa hinanya seorang putri berjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing. tetapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina.

"Janganlah takut gadis rupawan! Meskipun aku berwujud buaya. Namun keinginan Aminah untuk segera kembali ke kampung halamannya makin menjadi-jadi. 13. Harta benda itu mengeluarkan sinar yang berkilauan. Buaya Perompak Pada jaman dahulu. meskipun penduduk seluruh kampung tepi Sungai Tulang Bawang mencarinya. Cindelaras Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Sehingga orang yang berlayar disana maupun para penduduk yang tinggal disana perlu untuk sangat berhati-hati. selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan . Ia baru saja tersadar dari pingsannya. Secara seksama Aminah menyimak dan mengingat keterangan berharga itu. Nun jauh dari kejadian itu. maupun pakaian yang indah-indah. Terowongan itu menghubungkan gua ini dengan desa tersebut. Aminah akhirnya bisa kembali ke desanya dengan selamat. Pada suatu hari. intan. Ada permata. Disana Aminah ditolong oleh penduduk desa yang mencari rotan. di dalam sebuah gua besar tergoleklah Aminah. Buaya itu selalu memberinya hadiah perhiasan. buaya perompak tersebut sedikit lengah. Tidak ada jejak yang tertinggal. Namaku dulu adalah Somad. Tetapi. Di balik gua itu ditemukannya sebuah terowongan yang sempit. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa gua itu dipenuhi oleh harta benda yang ternilai harganya. Dulu aku selalu merampok setiap saudagar yang berlayar disini. tiba-tiba ia melihat sinar matahari. Pada suatu hari. 14. si buaya perompak tersebut sudah membuka rahasia gua tempat kediamannya. sebenarnya aku adalah manusia sepertimu juga. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Betapa gembiranya ia ketika keluar dari mulut terowongan itu. Sepertinya ia sirna ditelan bumi. maka gaib pulalah Sumur Air Berani. Orang yang hilang itu adalah seorang gadis rupawan yang bernama Aminah.dengan gaibnya putri. Menurut cerita. Anehnya." Tanpa disengaja. Semua hasil rampokanku kusimpan dalam gua ini. Ia pun selanjutnya hidup tenteram disana. Aku dikutuk menjadi buaya karena perbuatanku dulu yang sangat jahat. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan. Harapannya adalah agar Aminah mau tetap tinggal bersamanya. Belum habis rasa takjubnya. Kalau aku butuh makanan maka harta itu kujual sedikit di pasar desa tepi sungai. perampok ulung di Sungai Tulang Bawang. Setelah cukup lama menelusuri terowongan itu. dari sudut gua terdengarlah sebuah suara yang besar. kejadian yang menyedihkan itu terulang kembali. Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa aku telah membangun terowongan di balik gua ini. Lalu Aminah memberi mereka hadiah sebagian perhiasan yang dibawanya. emas. Ia tertidur dan meninggalkan pintu guanya terbuka. sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Sungai Tulang Bawang sangat terkenal akan keganasan buayanya. Si Aminah pun keluar sambil berjingkat-jingkat. sudah banyak manusia yang hilang begitu saja disana.

Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Mendengar cerita ibundanya.. telur itu menetas." tantangnya. Tapi. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat. Lalu. Ayamnya benar-benar tangguh. ketika sedang asyik bermain. Tabib istana segera dipanggil. "Tuan putri tidak perlu khawatir.. Kemudian." pikir baginda." kata patih. patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! "Kukuruyuk. "Seharusnya. Raja mengangguk puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri. ayam . Setelah beberapa bulan berada di hutan. Setelah beberapa kali diadu. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. akulah yang menjadi permaisuri." kata sang tabib.. ayam Cindelaras tidak terkalahkan.dengki terhadap sang permaisuri. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. atapnya daun kelapa. rajawali itu baik sekali. Tapi ada satu keanehan." jawab Cindelaras. Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. rumahnya di tengah rimba. Ia berpura-pura sakit parah. "Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri. "Baiklah. Setelah di ijinkan ibundanya. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku. Suatu hari. "Hamba menghadap paduka. jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung. Raden Putra pun mendengar berita itu. ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat. "Anak ini tampan dan cerdas. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras." Setelah 3 minggu. "Hmm. Selir baginda. "Ayo. Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. kalau berani. Ketika diadu." kata Cindelaras dengan santun." Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Tuanku Cindelaras. berkomplot dengan seorang tabib istana. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. ia dapat mengalahkan lawannya. sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata. Tetapi dalam waktu singkat. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. lahirlah anak sang permaisuri. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan." pikirnya. Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. ayahnya Raden Putra. ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda.. Untuk mengelabui raja. adulah ayam jantanmu dengan ayamku. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri.

Dia sedang tidur nyenyak di bawah sebatang pohon yang rindang. Kemudian. tapi dia dapat berlari cepat. siapakah kau sebenarnya. Wah. "Benar Baginda. Lalu terdengar suara derap kaki binatang yang sedang berlari-lari. Ya.. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi.. Tanpa terasa. Akhirnya Raden Putra. cepat juga larinya." lanjut Baginda dengan murka.. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. terasa berat untuk dibuka karena masih mengantuk. Dia langsung bangkit dan berlari mengikuti teman-temannya. aku berada di mana sekarang? Sepertinya belum pernah ke sini. Setelah Raden Putra meninggal dunia. Matanya berkejap-kejap. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu. Tuanku Cindelaras." Ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. "Kukuruyuk. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana." Kancil berjalan . Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. meninggalkan teman-temannya.Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. "Wah. walaupun Kancil bertubuh kecil." Bersamaan dengan itu. Pesan moral : Kebaikan akan berbuah kebaikan sedang kejahatan akan mendatangkan penderitaan.. Tapi hal itu tidak terlalu dirasakan oleh Kancil. Kancil telah berlari jauh. Cil! Ada kebakaran di hutan! " Memang benar. Asap tebal membubung tinggi ke angkasa. " Ayo lari. "Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku. ibu hamba adalah permaisuri Baginda. atapnya daun kelapa. ayahnya Raden Putra. tiba-tiba ia merasa takut. Di kejauhan tampak segerombolan binatang berlari-lari menuju ke arahnya. "Aku telah melakukan kesalahan. napasku habis rasanya. "Tolong! Tolong! " terdengar teriakan dan jeritan berulang-ulang. Matahari bersinar garang. Kancil ketakutan melihatnya. "Lho. sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan. Kancil si pencuri Timun Siang itu panas sekali. Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya.. rumahnya di tengah rimba. di mana binatang-binatang lainnya?" Walaupun Kancil senang karena lolos dari bahaya." Kancil berhenti dengan napas terengah-engah.. 15. anak muda?" Tanya Baginda Raden Putra. Kancil terus berlari. permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. lalu duduk beristirahat." kata Baginda Raden Putra. "Baiklah aku mengaku kalah. "Aduh. Aku akan menepati janjiku. "Kebakaran! Kebakaran! " teriak Kambing. nama hamba Cindelaras. Tiba-tiba saja mimpi indahnya terputus. selir Raden Putra pun di buang ke hutan. "Benarkah itu?" Tanya baginda keheranan. Tapi. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. "Ada apa. sih?" kata Kancil.

tolonglah aku. "Panen timunku jadi berantakan. "Wow.. Krr. krrr. Atau mungkinkah ada bocah nakal atau binatang lapar yang mencuri timunku?" Ladang timun itu memang benar-benar berantakan. kalau sampai tertangkap! " omel Pak Tani sambil mengibas-ngibaskan sabitnya. Terima kasih." Kancil langsung makan buah timun sampai kenyang.. kasihan Pak Tani. dia telah menunggu lama sekali. Pak Tani pulang sambil memanggul keranjang berisi timun di bahunya. dan melengkung ke atas. "Wow." kata Kancil sambil menelan air liurnya. "Hmm. Kancil merebahkan dirinya di bawah sebatang pohon yang rindang. Si Kancil nakal sekali." Setelah puas." kata Kancil pada dirinya sendiri. ya? "Hmm. karena hasil panennya jadi berkurang. Dan banyak pula serpihan buah timun yang berserakan di tanah. Lucu sekali." kata Kancil sambil mengusap-usap perutnya yang kekenyangan. Wah. "Hm.. "Hmm.. aku jadi kepingin tidur lagi. "Andai setiap hari pesta seperti ini. Kancil merasa lapar lagi. "Kali ini aku pilih-pilih dulu. pasti asyik. melanjutkan tidur siangnya yang terganggu gara-gara kebakaran di hutan tadi. Ketika bangun pada keesokan harinya. Tanpa terasa. Kancil melahap sayur dan buahbuahan yang ada di ladang. ya. timunnya kelihatan begitu segar. sedap sekali. Dari tempat istirahatnya. Dia pasti marah kalau melihat kejadian ini. dia pasti yang bernama Pak Tani." Maka seharian Pak Tani sibuk membenahi kembali ladangnya yang berantakan. Tuhan. Wah. Ladang itu penuh dengan sayur dan buah-buahan yang siap dipanen." kata Kancil pada dirinya sendiri. ah. Hari sudah agak siang." mata Kancil membelalak. membuatnya mengantuk. Pak Tani kok lama ya. "Wah. pasti sedap nih. Makan dulu. itu dia yang kucari! " seru Kancil gembira. Ia melihat sebuah ladang milik Pak Tani." Maka Kancil berjalan-jalan mengitari ladang Pak Tani yang luas itu.' hitam. Siang itu Kancil ingin makan timun lagi. syukurlah... aku haus dan lapar sekali." kata Kancil sambil tersenyum puas. pesta berlanjut lagi.. tidurnya begitu pulas. Rupanya dia ketagihan makan buah timun yang segar itu. Hi. Dia pulang sambil mengomel." ujar Kancil. "Oahem. Lalu Kancil kembali ke bawah pohon rindang untuk beristirahat. Akhirnya binatang yang nakal itu tertidur. "Tuhan. Sendirian lagi.. awas. aku tersesat." Kancil terus berjalan menjelajahi hutan yang belum pernah dilaluinya. Besarbesar lagi! Wah. sampai terdengar suara dengkurannya. "Ladang sayur dan buah-buahan? Oh. sedap sekali sarapan timun. Tebal. Kancil terus memperhatikan Pak Tani itu.. dia tiba di pinggir hutan. Wow. "Perbuatan siapa. hi.. "Waduh." Dengan tanpa dosa. "Wah. Tapi dia sering mendengar cerita tentang Pak Tani dari teman-temannya. asyik sekali! "Kebetulan nih.. Banyak pohon timun yang rusak karena terinjak-injak. ah. " Sebelumnya Kancil memang belum pernah bertemu dengan manusia.. "Aduh.. Bagaimana ini?' Kancil semakin takut dan bingung. krr." kata Pak Tani geram. Dan waktunya habis untuk menata kembali ladangnya yang . ladang timunku kok jadi berantakan-begini. Dan perutku keroncongan minta diisi. Semilir angin yang bertiup. hi. Pak Tani terkejut sekali ketika melihat ladangnya. Siapa tahu ada buah timun kesukaanku.sambil mengamati daerah sekitarnya. "Tenggorokanku juga terasa kering. nih. "Kumisnya boleh juga. ya? Pasti ada hama baru yang ganas." kata Kancil sambil menguap. Sore harinya. Ya.

Ha. "Aku minta maaf kok diam saja." ucap Kancil. Buuuk! Wah. Buuuk! Lho. "Lepaskan tanganku! " teriak Kancil jengkel. "Rupanya kau yang telah merusak ladang dan mencuri timunku. sepertinya Pak Tani tidak sendiri lagi. Siapa tahu aku malah diberinya timun gratis." sesal Kancil di depan orangorangan ladang itu. "Ternyata tanaman lainnya juga rusak dan dicuri. sombong sekali!" seru Kancil marah. "Sayalah yang telah mencuri timun Pak Tani. "Sekalian minta maaf karena telah mencuri timun Pak Tani. "Ah. Akhirnya dia tak tahan.." Pak Tani berlutut di tanah untuk mengetahui jejak si pencuri.berantakan.." Kancil bangkit dan berjalan ke ladang. "Kalau tidak. Akhirnya Kancil tak tahan lagi. " Aku harus segera keluar malam ini juga !" tekad Kancil." Pemilik ladang yang malang itu bertekad untuk menangkap si pencuri. ha. Setiba di rumahnya. kok tangannya tidak bisa ditarik? Ditinjunya lagi dengan tangan kiri." kata Kancil memutuskan. Bapak tidak marah. lebih baik aku ke sana. "Katanya kancil binatang yang cerdik. tampak seperti mengejek Kancil. "Nah. Lalu dia melumuri orang-orangan ladang itu dengan getah nangka yang lengket! Pak Tani kembali lagi ke ladang. dia membuat sebuah boneka yang menyerupai manusia.. ha. Tapi orang-orangan itu tetap diam.. kini kedua tangannya melekat erat di tubuh boneka itu. Dia dikurung di dalam kandang ayam. Perut saya lapar sekali.a orang-orangan ladang itu tidak menjawab. Pak Tani geram dan marah-marah melihat ladangnya berantakan lagi. Sementara kepalanya memakai caping. "Benar-benar keterlaluan! " seru Pak Tani sambil mengepalkan tangannya.. yang melihat dari kejauhan. Ditinjunya orangorangan ladang itu dengan tangan kanan. Tapi Kancil terkejut ketika Pak Tani menyuruh istrinya menyiapkan bumbu sate. " Kancil pasrah saja ketika dibawa pulang ke rumah Pak Tani. Binatang yang nakal itu kembali berpesta makan timun Pak Tani. Bentuknya persis seperti manusia yang sedang berjaga-jaga. Memangnya lucu apa?" gerutunya. kutendang kau! " Buuuk! Kini kaki si Kancil malah melekat juga di tubuh orang-orangan itu. " Kalau tidak. "Tapi kok tertipu oleh orang-orangan ladang. "Hmm. tamatlah . Wajahnya tersenyum." Pak Tani tertawa ketika melepaskan Kancil. Pak Tani kembali ke ladang. Orang-orangan itu dipasangnya di tengah ladang timun. Malah tersenyum mengejek." kata Pak Tani. bagaimana ini?" Sore harinya. "Ah. "Aku harus membuat perangkap untuk menangkapnya! " Maka Pak Tani segera meninggalkan ladang. ini dia pencurinya! " Pak Tani senang melihat jebakannya berhasil. akhirnya tiba juga waktu yang kutunggu-tunggu. dan Pak Tani meninggalkannya sendirian di tengah ladang?" Lama sekali Kancil menunggu kepergian teman Pak Tani. Pakaiannya yang kedodoran berkibar-kibar tertiup angin. pencurinya pasti binatang. kan?" Tentu saj.. "Huh. Berkali-kali Kancil meminta maaf." "Maafkan saya. Tapi mengapa temannya diam saja. Keesokan harinya. "Aduh. "Jejak kaki manusia tidak begini bentuknya. "Ia datang bersama temannya. seperti milik Pak Tani. "Wah.." ejek Pak Tani. Pak.

jangan disisakan !” kata Singa. walaupun aku mempunyai sayap. .”Sebenarnya aku termasuk bangsa tikus. "Tapi malam ini kau harus menemaniku tidur di kandang ayam. Kancil memanggil-manggil Anjing. Untung masih ada burung hantu yang dapat melihat dengan jelas di malam hari sehingga mereka semua bisa lolos dari serangan singa dan anak buahnya. Melihat bangsa burung kalah. Tiba-tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanan kepunyaan Singa. "Maaf Iho. aku Kancil." janji Kancil. Binatang piaraan baru Pak Tani. kemarilah. ketika seisi rumah sudah tidur. " Malam harinya." Kancil tersenyum penuh arti. dan masuk. sang kelelawar merasa cemas. Sang Raja hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung. Lihat saja besok! Aku tidak bohong! " Rupanya Anjing terpengaruh oleh kata-kata si Kancil. "Yah. Kelelawar Yang Pengecut Di sebuah padang rumput di Afrika. Itulah sebabnya kita tidak boleh takabur. Kesempatan itu digunakan oleh para Singa dan anak buahnya untuk menyerang. temyata mudah diperdaya oleh Pak Tani. Ketika malam mulai tiba. "Apa? Aku tak percaya! Aku yang sudah lama ikut Pak Tani saja tidak pernah diajak pergi. 16. Asyik. Tanpa berpikir panjang singa pun menyetujui kelelawar masuk dalam kelompoknya. Dan tolong sampaikan maafku padanya. seekor Singa sedang menyantap makanan. bangsa burung kembali ke sarangnya. "Oke. aku terpaksa berbohong. si penjaga rumah. buat Pak Tani. terserah kalau kau tidak percaya. Kancil yang cerdik. Titip salam ya. Kancil cepat-cepat keluar dari kandang. Anjing yang malang itu baru menyadari kejadian sebenarnya ketika Kancil sudah menghilang. Binatang lain setuju sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung. Bagaimana?" Anjing setuju dengan tawaran Kancil. "Terima kasih. "Ssst. Eh. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk bertempur melawan burung-burung itu”. Burung-burung kocar-kacir melarikan diri. Tahukah kau? Besok aku akan diajak Pak Tani menghadiri pesta di rumah Pak Lurah. “Kurang ajar” kata singa. Dia meminta agar Kancil membujuk Pak Tani untuk mengajaknya pergi ke pesta. usir mereka semua. Maka izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu." kata Kancil sambil menutup kembali gerendel pintu. Anjing. malah kau yang diajak..riwayatku. "Perkenalkan.. aku akan berusaha membujuk Pak Tani. Dia segera membuka gerendel pintu kandang. Dengan sigap. ya?" Anjing terkejut mendengarnya. “Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita”. Kelelawar berkata. sehingga ia bergegas menemui sang raja hutan." Kancil segera berlari meninggalkan rumah Pak Tani." bisik Kancil.

Hal ini membuat Galoran sangat senang . bahkan waktu dihabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan. Kelelawar merasa sangat malu sehingga ia bersembunyi di gua-gua yang gelap. sungguh beraninya Jambean kepadaku. “Awas hujan batu. Keong Mas Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Nyai. Merekapun bersahabat kembali dan memutuskan untuk mengusir kelelawar dari lingkungan mereka. Mereka sadar bahwa tidak ada gunanya saling bermusuhan. Sang kelelawar merasa cemas dengan hal tersebut sehingga ia berpikiran untuk kembali bergabung dengan kelompok burung. kera-kera menunggang gajah atau badak sambil memegang busur dan anak panah. Iba warga kampung melihatnya.Malam berikutnya kelompok yang dipimpin singa kembali menyerang kelompok burung dan berhasil mengusirnya. “Lihatlah sayapku. Sifat pengecut dan tidak berpendirian yang dimiliki kelelawar lama kelamaan diketahui oleh kedua kelompok singa dan kelompok burung. Kepala mereka dilindungi dengan topi dari tempurung kelapa agar tidak mempan dilempari batu. namanya Jambean. Namun akhirnya galoran dipungut oleh seorang janda berkecukupan untuk dijadikan teman hidupnya. karena seringkali Jambean menegurnya karena selalu bermalas-malasan. Setelah kelompok singa menang. Namun Galoran sangatlah malas dan boros. bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin sering berfoya-foya. Tamat 17. Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga. Aku ini seekor burung seperti kalian”. "Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku. Namun Galoran sangat membenci anak tirinya itu. Keesokan harinya. Kak. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah itu ?" "Sabar. ketika kelompok Singa sedang istirahat kelompok burung menyerang balik mereka dengan melempari kelompok singa dengan batu dan kacang-kacangan. Namun setiap kali ada yang menawarkan pekerjaan kepadanya. Begitu bagusnya tenunan Jambean sampai dikenal diseluruh dusun tersebut. Ia bolak balik berpihak kepada kelompok yang menang. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta orangtuanya. demikian pikir Galoran. apa yang dilakukan kelelawar ?. Pertempuran berlanjut.” teriak para binatang kelompok singa sambil melarikan diri. agar aku pergi meninggalkan rumah ini !" serunya lagi sambil melototkan matanya. menjelang pagi. Rasa benci Galoran sedemikian dalamnya. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : " Hai. Ia menemui sang raja burung yaitu burung Elang. Janda tersebut mempunyai seorang a nak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun. Ia termasuk orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Galoran hanya makan dan tidur saja tanpa mau melakukan pekerjaan tersebut. sampai tega merencanakan pembunuhan anak tirinya sendiri. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap kakak" bujuk istrinya itu. Karena itu lama kelamaan habislah harta orangtuanya. . Ia baru menampakkan diri bila malam tiba dengan cara sembunyi-sembunyi. Elang menerima kelelawar dengan senang hati. "Pucuk dicinta ulam pun tiba".

"Tentu dia adalah jelmaan keong dan udang emas itu" bisik Mbok Rondo Sambega kepada Mbok Rondo Sembadil. "Namun hanya satu pesanku mak. Langsung Jambean mendapatkan ibunya yang tengah bersedih. tinggal sedikit tenunanku" jawab Jambean. Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak mau bekerja" demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. Ratapnya : " Sampai hati bapakmu menyiksaku jambean.. Dengan sangat sedih sang ibu pun mengangguk-angguk."Jangan begitu kak. Ingin aku bisa memeliharanya" serunya lagi. didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi sangat rapih dan bersih. Maka dipungutnya udang dan siput tersebut untuk dibawa pulang. biarlah aku memenuhi keinginan bapak. omong kosong. kuning keemasan. Maka diceritakanlah rencana bapak Jambean yang merencanakan akan membunuh Jambean. dan sesuai permintaan Jambean sang ibu membuang mayatnya di bendungan. "Sebentar mak. Dari dapur terdengar suara gemerisik. Dengan sedih Jambean pun berkata : " Sudahlah mak jangan bersedih. Dengan perlahan-lahan mereka masuk ke dapur. Akhirnya Jambean pun dibunuh oleh ayah tirinya.. Sang ibu menangis siang-malam karena bingung hatinya. apabila aku sudah dibunuh ayah janganlah mayatku ditanam tapi buang saja ke bendungan" jawabnya lagi. Dengan ajaib batang tubuh dan kepala Jambean berubah menjadi udang dan siput. Sangat terpana mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. kedua bersaudara itu segera mengintip dan melihat seorang gadis cantik keluar dari tempayan tanah liat yang berisi udang dan Keong Emas peliharaan mereka. kita bawa saja udang dan keong ini pulang" sahut Mbok Rondo Sembadil. Jambean anakku. Suatu hari mereka seperti biasanya pergi untuk mencari kayu dan daun talas. "Ayo kita tangkap sebelum menjelma kembali menjadi udang dan Keong Emas" bisik Mbok Rondo Sembadil. Kemudian udang dan siput tersebut mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. "Yah sangat indah. Tersebutlah di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil. aku atau anakmu !" demikian Galoran mengancam. atau disebut juga dengan keong dalam bahasa Jawanya. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Sedih hati ibu Jambean. Pendeknya sekarang engkau harus memilih . Sejak mereka memelihara udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa keheranan dengan adanya hal tersebut. lalu ditangkapnya gadis yang sedang . Terutama setiap sehabis pulang bekerja. Suatu hari kedua bersaudara tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sampai pada suatu hari mereka berencana untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut. "Ah . mereka berpura-pura pergi dan kemudian setelah berjalan agak jauh mereka segera kembali menyelinap ke dapur. "Mengapa emak bersedih saja" tanyanya dengan iba. "Alangkah indahnya udang dan siput ini" seru Mbok Rondo Sambega "Lihatlah betapa indahnya warna kulitnya. "Nah selesai sudah" serunya lagi. Yang benar akhirnya akan bahagia mak". mari kemari nak" serunya lirih.

Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang kediaman si Kepiting. mereka lalu berpantun. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat. Tenunannya sangat indah dan bagus sehingga terkenallah tenunan terebut keseluruh negeri. Kera dan Ayam Pada jaman dahulu. Sang raja muda sangat tertarik dengan tenunan buatan Jambean atau Keong Emas tersebut. Beberapa hari berselang." Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Kera. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut. Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Kera. maka saya menjelma menjadi udang dan keong" sahut Jambean lirih. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Betapa senang hati kedua janda bersaudara tersebut. termasuk penghianatan si Kera. Raja menitahkan kedua bersaudara tersebut untuk membawa Jambean atau Keong Emas untuk masuk ke kerajaan dan meminang si Keong Emas untuk dijadikan permaisurinya. Terharu mendengar cerita Jambean kedua bersaudara itu akhirnya mengambil Keong Emas sebagai anak angkat mereka. Lalu si Ayam menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar.asik memasak itu. "Bukan Mak. Tinggallah Si Kera yang meronta-ronta minta tolong. Si Ayam dengan mudahnya terbang ke darat. Ia lari sekuat tenaga. Tamat 18. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. mulailah perjalanan mereka. Dengan rakusnya si Kera segera menyetujui ajakan itu. Disana ia disambut dengan gembira. karena kelakuan si kera. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Sampailah tenunan tersebut di ibu kota kerajaan. Akhirnya. Sejak itu Keong Emas membantu kedua bersaudara tersebut dengan menenun. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. "Ayo ceritakan lekas nak. ia dapat meloloskan diri. Akhirnya tahulah raja perihal Keong Emas tersebut. Kemudian si Ayam mengundang si Kera untuk berlayar ke pulau seberang. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Kera untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan buah-buahan. Ketika perahu sampai ditengah laut. dan sangat tertarik oleh kecantikan dan kerajinan Keong Emas. tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. "Marilah kita beri pelajaran kera yang tahu arti persahabatan itu. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Akhirnya raja memutuskan untuk meninjau sendiri pembuatan tenunan tersebut dan pergi meninggalkan kerajaan dengan menyamar sebagai saudagar kain. Si Kepiting adalah teman sejati darinya. Ia berkata. . dan kedua janda bersaudara tersebut menjadi bertambah kaya dari hari kehari. Si Ayam berkokok "Aku lubangi ho!!!" Si Kepiting menjawab "Tunggu sampai dalam sekali!!" Setiap kali berkata begitu maka si ayam mencotok-cotok perahu itu. siapa gerangan kamu itu" desak Mbok Rondo Sambega "Bidadarikah kamu ?" sahutnya lagi. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama. saya manusia biasa yang karena dibunuh dan dibuang oleh orang tua saya.

terjebak dalam perangkap yang dipasang manusia. Pertama yang dicalonkan adalah Macan Tutul. Srigala berpikir. aku telah menabrak pohon berkali-kali. "Coba kalian semua perhatikan aku…. "Tolong…tolong. Kera yang tamak langsung menyergap buah-buahan itu. Tak berapa seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. si Raja yang baru pergi bersama srigala." kata binatang lain. Melihat ada kera di dalamnya. ia langsung membawa tangkapannya ke rumah." ujar srigala. "Kalau gitu Badak saja. Tak berapa lama setelah binatang-binatang meninggalkan kera. Tanpa pikir panjang. Jika kita sombong dan memperlakukan teman-teman semena-mena. penglihatanku kurang baik. si kera langsung terjeblos ke dalam tanah. Tamat 19. kera. Mereka tidak mempunyai Raja lagi. aku mirip dengan manusia bukan ?. maka akulah yang cocok menjadi raja. ujar binatang-binatang lain. "Aku tidak bisa berkelahi dan gerakanku amat lambat." "Oh…mungkin Gajah saja yang jadi Raja. "Jangan. Ketika hendak bubar. melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang.Karena tidak bisa berenang akhirnya ia pun mati tenggelam. "Manusia saja yang menjadi raja." jawab tupai." ujar srigala dan binatang lainnya. mereka belum menemukan raja pengganti. penghuni hutan rimba jadi gelisah. badannya saja yang sama. janganlah sombong dan bermalas-malasan. tetapi macan tutul menolak. seorang raja bisa berlaku bodoh. "Tuanku. Raja seperti kera mana bisa melindungi rakyatnya. kau kan amat kuat. teronggok buah-buahan kesukaan kera. Makanan yang disergapnya ternyata jebakan yang dibuat manusia. Kera Jadi Raja Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu. Suatu hari. Binatang-binatang menjadi bingung. terutama srigala." ujarnya. badan kau kan besar. "Tidak-tidak. tingkah laku Kera sama sekali tidak seperti Raja. saya yakin tuanku pasti suka. seorang pemburu datang ke tempat itu. Kerjanya hanya bermalas-malasan sambil menyantap makanan yang lezat-lezat." teriak kera." ujar kera. Di tengah hutan. tiba-tiba kera berteriak. Srigala mendapat ide. "Hahahaha! Tak pernah kubayangkan. Setelah melalui perundingan. sambil berjuang keras agar bisa keluar dari perangkap. Saya akan antarkan tuan ke tempat itu." sahut gajah. Pesan Moral : Perlakukanlah teman-teman kita dengan baik.". ia kan yang sudah membunuh Singa".. nantinya . tetapi otaknya tidak". Ternyata. saya menemukan makanan yang amat lezar. Setelah diangkat menjadi raja. "bagaimana si kera bisa menyamakan dirinya dengan manusia ya?. "Tidak mungkin. ia menghadap kera. Penghuni hutan menjadi kesal. penghuni hutan sepakat Kera menjadi raja yang baru.

Maka ia pun mengubah haluan kapalnya untuk kembali ke kerajaanya. permaisuri dari raja tersebut meninggal dunia. Tamat 20. Sedangkan buaya memiliki watak positif seperti pemurah." Setelah mengucapkan kutukan itu. Karena kesalahanmu yang besar engkau akan tinggal di sepanjang Sungai Kapuas. Dalam sekejap kedua putranya telah berubah wujud. maka si Buayapun marah. Karenanya. Pada suatu hari. Pertengkaran itu berlanjut dan berkembang menjadi perkelahian. tiba-tiba langit gelap dan petir menggelegar. Sejak sepeninggal sang raja. Kedua putra raja tersebut memiliki watak yang berbeda. Pada saat yang sama. Tugasmu adalah menjaga agar Sungai Kapuas tidak ditumbuhi Cendawan Bantilung. Kerajaan itu sangat terkenal akan kearifan rajanya. Dengan berang ia pun berkata. Untuk melanjutkan pemerintahan maka raja itu menyerahkan tahtanya pada kedua anak kembarnya yang bernama Naga dan Buaya. Guna menanggulangi situasi itu. Perkelahian makin dahsyat sehingga memakan banyak korban. Tugasmu adalah menjaga Pulau Mintin. Sang raja mempunyai firasat buruk. raja berniat untuk pergi berlayar guna menghibur hatinya. Untuk itu terimalah hukumanku. sebahagian memihak kepada Naga dan sebagian memihak pada Buaya. Melihat tingkah laku si Naga yang selalu menghambur-hamburkan harta kerajaan. Sejak saat itu raja menjadi murung dan nampak selalu sedih. Buaya jadilah engkau buaya yang sebenarnya dan hidup di air. Karena tidak bisa dinasehati maka si Buaya memarahi si Naga. Betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan bahwa putera kembarnya telah saling berperang. Prajurit kerajaan menjadi terbagi dua. kedua putranya tersebut memerintah kerajaan. kerajaan itu menjadi wilayah yang tenteram dan makmur. Karena kesalahanmu yang sedikit. Sedangkan engkau naga jadilah engkau naga yang sebenarnya."Kalian telah menyia-nyiakan kepercayaanku. keadaan kesehatan raja inipun makin makin menurun. Keadaan ini membuatnya tidak dapat lagi memerintah dengan baik. Satu menjadi buaya. Tamat . Naga mempunyai watak negatif seperti senang berfoya-foya. Dengan peperangan ini kalian sudah menyengsarakan rakyat. tidak boros dan suka menolong. Mereka pun menyanggupi keinginan sang raja. terdapatlah sebuah kerajaan di Pulau Mintin daerah Kahayan Hilir. Yang lainnya menjadi naga. Kutukan Raja Pulau Mintin Pada zaman dahulu. Tetapi rupaya naga ini tidak mau mendengar.kita akan kehilangan mereka. Namun sayangnya muncul persoalan mendasar baru. maka engkau akan menetap di daerah ini. Dalam pelayarannya. ramah tamah. mabuk-mabukan dan berjudi.

Sekali lagi kawannya membujuk. saya sudah ingin makan dagingnya. sehingga tidak perlu mereka untuk merasa sedih". Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Cobalah tenangkan manusia-manusia itu bahwa cepat atau lambat manusia pasti akan mati. Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Untuk membuat manusia menjadi tidak takut. Dengan perlahan-lahan sang laba-laba turun kembali ke bumi. La Dana dan Kerbaunya La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Tamat 22. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan. sang laba-laba bertemu dengan si kelinci. kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati." Temannya menjawab.21. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. dan dengan sangat hati-hati ia meniti jalan turun melalui untaian sinar bulan dan sinar matahari. "Hai sang laba-laba. Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. sang bulan berupaya mengirimkan pesan kepada manusia melalui temannya sang laba-laba yang baik hati. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong. dimana kerbau itu berada. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang. manusia di bumi sangatlah takut untuk mati dan hal itu membuat mereka menjadi sangat sedih. "Sebaiknya kita potong saja bagian saya. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Di perjalannnya turun ke bumi. Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup." Kawannya berpikir. "Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk." La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk. kelinci dan sang bulan Sang bulan terlihat sedih karena sudah lama ia melihat banyak kejadian di dunia dan juga melihat banyak ketakutan yang dialami oleh manusia. Kali ini kawannya sudah tidak sabar. dan berkata "Mari kita potong hewan ini. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya. "Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya." Lalu La Dana mengusulkan. . Laba-laba. seru sang Bulan kepada temannya sang laba-laba. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. dengan marah ia pun berkata.

" Yah." lanjut sang laba-laba... Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. "Laki-laki ini lancang . "Sang Bulan ingin memberitahukan manusia-manusia di bumi bahwa mereka akan cepat atau lambat mati . "Cantik nian putri itu. Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang.. "Oohh perjalananmu sangatlah jauh wahai sang laba-laba. Loro Jonggrang tersentak. dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso. si kelinci sudah meloncat pergi sambil menghapalkan pesan sang laba-laba. Rakyatnya hidup tenteran dan damai.. "Hemm. apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Belum habis sang laba-laba menjelaskan. "Aku sedang menuju bumi untuk memberitahukan manusia-manusia pesan dari temanku sang Bulan" sahut sang laba-laba menjelaskan. putri Raja Prambanan yang cantik jelita. Manusia menjadi sangat sedih dan ketakutan. maukah kau menjadi permaisuriku ?". akan dijatuhi hukuman berat!". Bagaimana dengan sang laba-laba? Sang bulan menugaskan sang laba-laba untuk terus menyampaikan pesan kepada manusia-manusia di bumi tanpa boleh menitipkan pesannya kepada siapapun yang dijumpainya. beritahukan manusia bahwa mereka semua akan mati" serunya sambil meloncat-loncat dengan cepatnya. Bagaimana jika kamu memberitahukan pesan sang Bulan kepadaku dan aku akan membantumu memberitahukan kepada manusia-manusia itu" seru si kelinci. mendengar pertanyaan Bondowoso.. kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging. Akhirnya. Loro Jonggrang Alkisah. "Kamu cantik sekali. Aku ingin dia menjadi permaisuriku. Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. baiklah." pikir Bandung Bondowoso. Tetapi. Namun berapa banyakkah dari kita manusia yang telah melihat pesan sang Bulan tersebut? Tamat 23.. Sang bulan sangat kecewa dengan si kelinci. Esok harinya. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku. Oleh karena itu sampai pada saat ini kita masih dapat melihat sang laba-laba dengan tekunnya merajut pesan sang bulan di pojok-pojok ruangan. aku akan memberitahukan pesan dari sang Bulan kepadamu. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Sang Kelinci memberitahukan manusia pesan yang diterimanya. dan ketika si kelinci kembali sang bulan mengutuk si kelinci karena telah lalai mendengarkan pesan sang Bulan dengan lengkap." jawab sang laba-laba.. Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Tidak berapa lama berkuasa.. Sang laba-laba segera kembali kepada sang Bulan dan memberitahukan apa yang terjadi."Hendak kemanakah engkau hai sang laba-laba ?" tanya si kelinci penuh rasa ingin tahu.. ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Karena itu sampai saat ini si kelinci tidak dapat bersuara lagi.

. pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Pikirannya berputar-putar. Dung.dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk. "Saya bersedia menjadi istri Tuan. Saya minta dibuatkan candi. ujar Loro Jongrang dalam hati. jumlahnya harus seribu buah. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. tanya pemimpin jin. langit menjadi gelap.. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu.sekali. "Candi yang kau minta sudah berdiri!". Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. Jika ia menolak. belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya". Tak lama kemudian. "Wah. "Ya. Sementara itu. "Ya. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi." pinta Bandung Bondowoso. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. "Seribu buah?" teriak Bondowoso." sambung jin yang lain." Katanya. Angin menderu-deru. dung. "Bantu aku membangun seribu candi. mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. ujar Loro Jonggrang dalam hati. kata penasehat. Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu.. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. matahari akan terbit!" seru jin. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". Sesaat kemudian. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin. melaksanakan tugas masing-masing. Paginya. "Bagaimana. "Berarti tuan telah gagal memenuhi . dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam. siapkan peralatan yang kubutuhkan!" Setelah perlengkapan di siapkan. karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. bagaimana ini?"." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang. bibirnya bergetar menahan amarah. tetapi ada syaratnya. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar.. "Apa yang harus aku lakukan ?". sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. "Pasukan jin. Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. "Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!". kata Loro Jonggrang. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?". tuanku. Para jin segera bergerak ke sana kemari. "Bukan itu. Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. Ia mencari akal. benar juga usulmu. "Wah. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari. Ia cemas.

Tapi ia mau menurutinya. Pada saat malam bulan purnama. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Lutung Kasarung Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. "Tidak mungkin. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Sesuatu terjadi pada . Tidak lama kemudian. airnya jernih sekali. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Tamat 24. Lutung Kasarung bersikap aneh. saatnya aku turun tahta." kata Prabu Tapa. Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya.". Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Ia pun menasehati Purbasari. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan. "Apa manfaatnya bagiku ?". Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga–bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya." gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya.syarat yang saya ajukan". Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang. "Terima kasih paman". Cobaan ini pasti akan berakhir. Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang. ujar Purbasari. Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Ia menjadi sangat murka. tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil. "Aku putri Sulung. "Tabahlah Tuan Putri. "Aku sudah terlalu tua. seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya.. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut.. pikir Purbasari. kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. putri bungsunya sebagai pengganti. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius.

Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung. "Baiklah aku kalah. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang pemuda gagah berwajah sangat tampan. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam. Purbasari menjadi seorang ratu. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. lebih dari Indrajaya. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan. ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Malin Kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Awalnya Purbasari tidak mau. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Seminggu. kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbararang tidak mau kehilangan muka. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. dua minggu. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang. sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas. tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Ketika sampai di hutan. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. Di istana. kata Purbararang. "Jadi monyet itu tunanganmu ?". Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. tetapi karena Malin terus mendesak. sebulan. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman. Tamat 25. ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. didampingi oleh seorang pemuda idamannya. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !". Setelah beranjak dewasa. Malin Kundang Pada suatu waktu. Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Keluarga tersebut terdiri dari ayah. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Ini tunanganku". Purbararang tertawa terbahak-bahak.kulitnya. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya. tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Ibu Malin Kundang . Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.

Selama berada di kapal. mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?". anakku. Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Setelah menjadi kaya raya. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya. Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini. "Wanita tak tahu diri. Setelah beberapa lama menikah. ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut.akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. nak". Sesampainya di desa tersebut. Tanya istri Malin Kundang. ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan hartaku". Malin Kundang pun turun dari kapal. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja. katanya sambil memeluk Malin Kundang. Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. kata Malin Kundang pada ibunya. ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut. melihat kapal yang sangat indah itu. Ia disambut oleh ibunya. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. ibu Malin Kundang sangat marah. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut. masuk ke pelabuhan. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. "Tidak. menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya. "Malin Kundang. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya. "Anakku. Dengan sisa tenaga yang ada. Di tengah perjalanan. "Wanita itu ibumu?". tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya. Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Setelah cukup dekat. ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga. sembarangan saja mengaku sebagai ibuku". Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Sejak saat itu. . Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. karena ketika peristiwa itu terjadi. Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. sahut Malin kepada istrinya.

Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra. Tiba-tiba dia mendengar suara. Ingatlah akan hukum karma. Sidi Mantra. dia duduk bersila. di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Jadi. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. "Akan kuberikan harta yang kau minta. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anaknya. Karena tidak dapat membayar hutang. Sidi Mantra mohon diri. apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Manik Angkeran Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Setelah mengucapkan terima kasih. Pesan Moral : Sebagai seorang anak. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih.Karena kemarahannya yang memuncak. Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. intan. dia berkata. dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur. Setelah sampai di kawah Gunung Agung. Tamat 26. Sesudah bertahun-tahun kawin. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung. kalau benar ia anakku. dengan . "Hai. ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan." Manik Angkeran terpesona melihat emas. harta itu habis untuk taruhan. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Jangan berjudi lagi. jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya. dan permata di hadapannya. Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik. Karena ingin mendapat harta lebih banyak. Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran. Manik Angkeran membunyikan gentanya. yaitu suka berjudi." Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. malahan berhutang pada orang lain. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Tentu saja tidak lama kemudian.

Pak Lebai tidak mendapat kepala kerbau yang diinginkannya. Pak Lebaipun terjun untuk mengambil ikan tersebut. "Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Tamu tersebut mengatakan bahwa kerbau yang disembelih disana sangat kurus." katanya. Pak Lebai Malang Tersebutlah kisah seorang guru agama yang hidup di tepi sungai disebuah desa di Sumatera Barat. Begitu hampir sampai di desa hilir sungai. Tetapi karena kesaktian Naga itu. disanapun pesta sudah berakhir. Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga. kalau ia ke pesta di desa hulu sungai. Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Saat itu ia sangat lapar. kailnya dimakan ikan. Kalau ia pergi ke pesta di hilir sungai. tuan rumah akan memberinya hadiah dua ekor kepala kerbau. Untuk itu ia membawa bekal nasi. Pak lebai cepat-cepat mengayuh perahunya menuju desa hilir sungai. Untuk berburu ia mengajak anjingnya. Pertama. dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Ia berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Setelah memancing agak lama. Dengan kesaktiannya. Ia berpikir. Mendengar kernatian anaknya. kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Ia juga kenal betul dengan tuan rumah tersebut. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali. Sesampainya ditepi desa hulu sungai. Dilihatnya beberapa tamu menuju hulu sungai. ia belum begitu kenal dengan tuan rumah tersebut. Sayangnya. Pak Lebai menimang-nimang untung dan rugi dari setiap undangan. Tamat 27. Pada suatu hari. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. para tamu sudah beranjak pulang. Hingga ia mulai mengayuh perahunya ketempat pestapun ia belum dapat memutuskan pesta mana yang akan dipilih. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. masakan orang-orang hulu sungai tidak seenak orang hilir sungai. Namun kail itu menyangkut di dasar sungai. Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. ia memutuskan untuk memancing ikan dan berburu. Dalam sekejap mata dia lenyap. Namun. tuan rumah di hulu sungai akan memberi tamunya tambahan kue-kue. ia mendapat undangan pesta dari dua orang kaya dari desa-desa tetangga. ia akan mendapat hadiah seekor kepala kerbau yang dimasak dengan enak. Tetapi. Dengan tongkatnya. Iapun mengubah haluan perahunya menuju hulu sungai. Tetapi ia tidak pernah dapat mengambil keputusan dengan cepat. dikayuh sampannya menuju hulu sungai. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama. Sayangnya pesta tersebut diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan. Menurut berita. Sayangnya ikan itu dapat . Pesta disana sudah selesai.secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Setelah Manik Angkeran dihidupkan. Baru tiba ditengah perjalanan ia mengubah pikirannya.

Ia ikut berperanan besar dalam hampir setiap keputusan penting menyangkut sang puteri. Ia melahirkan sepasang bayi kembar yang sangat elok wajahnya. Raja yang lebih tua bernama Patmaraga. Datuk Pujung. Bayi tersebut terapung-apung diatas segumpalan buih. Ia mendapat petunjuk untuk pergi bertapa ke sebuah pulau di dekat kota Banjarmasin. Oleh karena itu. Di dalam pertapaannya. yang terletak di luar kota Amuntai. Raja Tua bermimpi disuruh dewa bertapa di Candi Agung. iapun memiliki kekuatan gaib. Bukan hanya ia dapat memenuhi persyaratan waktu yang singkat itu. Keinginan tersebut rupanya akan dikabulkan oleh para dewa. Benar seperti petunjuk para dewa. Sukmaraga pun mengikuti perintah itu. Puteri Junjung Buih Tersebutlah kisah sebuah kerajaan bernama Amuntai di Kalimantan Selatan. Kerajaan itu diperintah oleh dua bersaudara. bayi yang sangat elok itu kelak bergelar Puteri Junjung Buih. Adiknya si Raja muda bernama Sukmaraga. Ia juga meminta untuk dijemput dengan empat puluh orang wanita cantik. untuk mengambil bayi tersebut. Dan anjingnya memakan nasi bekal pak Lebai. timbul keinginan Raja Tua untuk mempunyai putera pula. kemudian Raja Tua mengangkat Ratu Kuripan menjadi pengasuh si puteri Junjung Buih. Oleh karena kemalangan nasibnya. Sukmaraga yang berkeinginan besar untuk mempunyai putera. Tamat 28. Raja Tua pun mengikuti petunjuk itu. Kedua raja tersebut belum mempunyai putera ataupun puteri. Sebelum diangkat dari buih-buih itu. atau diberi julukan Raja Tua. Namun diantara keduanya. Raja Tua lalu memerintahkan pengetua istana. Namun alangkah terkejutnya rombongan kerajaan tersebut. Ia berjanji untuk mengangkat orang yang dapat memenuhi permintaan bayi tersebut menjadi pengasuh dari puteri ini. pak Lebai diberi julukan Lebai Malang.meloloskan diri. ia mendapat wangsit agar meminta istrinya menyantap bunga Kastuba. Ketika selesai menjalankan pertapaan. Raja Tuapun lalu menyayembarakan permintaan bayi tersebut. Kain dan selimut yang ditenunnnya sangatlah indah. Tamat . beberapa bulan kemudian permaisurinya hamil. Setiap malam ia dan permaisurinya memohon kepada para dewa agar dikarunia sepasang putera kembar. Selain pandai menenun. Mendengar hal tersebut. Kemudian ia pun memohon kepada para dewa agar dikarunia putera. Sayembara itu akhirnya dimenangkan oleh seorang wanita bernama Ratu Kuripan. dalam perjalanan pulang ia menemukan sorang bayi perempuan sedang terapung-apung di sebuah sungai. Seperti yang dijanjikan. Ratu Kuripan pun menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat mengagumkan. bayi tersebut meminta untuk ditenunkan selembar kain dan sehelai selimut yang harus diselesaikan dalam waktu setengah hari. karena bayi itu sudah dapat berbicara.

Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk . Hidup mereka damai. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. tenanglah. Tamat 30. Tunggulah sampai hitungan ke seratus. Namun pemburu tersebut jatuh terpeleset. Iapun ditangkap. Kalau pemburu itu datang.kecuali si raja parakeet. Dikisahkan. Pada suatu hari pemburu tersebut berhasil menaruh perekat di sekitar sangkar-sangkar burung tersebut. Ia selalu ingat hutan Aceh tempat tinggalnya. dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. burung itu diletakkan diluar sangkar. sebelum kita bersama-sama terbang kembali. Pada suatu hari ia berpura-pura mati. pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Setiap hari tersedia makanan yang enak-enak. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini. Setelah melepaskan perekat. Kalau ia mendapatkan kita mati. Namun burung parakeet tidak bahagia. burung parakeet ditaruh didalam sebuah sangkar emas. Saat itu ia gunakan untuk terbang mencari kebebasanya.29. karena kehadiran seorang pemburu. Raja Parakeet meminta pada pemburu itu untuk tidak dibunuh. Hampir semuanya panik. Di istana sang Raja. Hanya raja parakeet yang belum terlepas dari perekat. "Saudaraku. Si Pahit Lidah Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Kedamaian tersebut terganggu. Mereka berusaha melepaskan sayap dan badan dari perekat tersebut. ia akan membuang kita. Ia berkata. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing. Dimana rakyat burung parakeet setia menunggu kedatangannya. Namun upaya tersebut gagal. sehingga membuat burung-burung yang ada ditanah terkejut dan terbang. disangkanya sudah mati. Perseteruan itu. Sang Raja kemudian menukar burung itu dengan harta-benda yang sangat banyak. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Setelah melepaskan perekatnya. Ketika persiapan berlangsung. seekor raja burung parakeet hidup beserta rakyatnya di sebuah hutan di Aceh. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti. Sang Raja sangat sedih dan memerintahkan penguburannya dengan upacara kebesaran. datanglah pemburu tersebut. ia mengambil hasil tangkapannya. berpura-puralah mati. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna. Raja menginginkan burung parakeet tersebut. Khabar kemerduan suara burung itu terdengar sampai ke telinga sang Raja. pemburu itu akan memeriksa kita. Sebagai imbalannya ia akan selalu menghibur si pemburu. Raja Parakeet Tersebutlah kisah. Hampir tiap hari ia bernyanyi dengan merdunya. mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Betapa ia kecewa setelah mengetahui burung-burung tersebut sudah tidak bergerak. Ini adalah perekat yang dibuat oleh pemburu. Keesokan harinya. Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia terbang menuju hutan kediamannya.

Merasa dikhianati isterinya. Ternyata cukup banyak peminat. Yunus. Bulunya putih bagaikan salju. ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Seterusnya. Gajinya besar dan merupakan suatu kehormatan. Oleh Hyang Mahameru. Di Karang Agung. Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. cara melawan serigala. Pak Karbana. sekarang Pak Karbana sudah tua. . Obaja. Pada waktu-waktu tertentu. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah. Ia berniat untuk kembali ke asalnya. menyiapkan lagi 100 ekor domba pilihan. Dan membawa mereka minum ke air danau yang tenang. sehat. Seperti yang dijanjikan. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. untuk menentukan siapa yang pantas menggantikanmu!" titah Raja. gagah. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. ia pergi mengembara. Menurut kakaknya Aria Tebing. dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi. ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. tanaman itu berubah menjadi batu. Pak Karbana segera melaksanakan perintah raja. daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. dan bersih. Rakyat negeri itu tahu. muda. Dikhabarkan. kuat. Ia harus diganti dengan seorang gembala muda yang tangkas dan kuat. Serunting terjatuh. cara mengobati domba sakit. Setelah hampir dua tahun bersemedi. ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu. ia dijanjikan kekuatan gaib. Juga menjaganya bila ada serigala menyerang. kemahiran menggunakan tongkat gembala dan sebagainya. Tamat 31. ia pun punya maksud baik. Karbana segera menghadap Raja untuk melapor. Ia bertanya tentang cara menyisir bulu domba. kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). dan pandai. Bermodalkan informasi itu. dan terluka parah. "Pak Karbana. Ketiganya masih muda. Si Pahit Lidah pun berkata. kau pilihlah dulu tiga gembala muda calon penggantimu. Ditepian Danau Ranau. dan Daud. Gembala Sang Raja dikirim oleh : Indras Raja Hastira memiliki 100 ekor domba pilihan. Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi. Kemudian sang gembala. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ia memberi mereka makan rumput yang hijau segar. Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Berikutnya aku yang akan menguji. Namun. Namun. ciri-ciri domba sakit. daerah Sumidang.memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting. bekerja bagi Raja adalah kesempatan istimewa. "jadilah batu. Pak Karbana menguji pengetahuan para calon penggantinya. dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Akhirnya didapat tiga calon." Maka benarlah. 100 ekor domba itu dipersembahkan sebagai kurban untuk Tuhan.

Tuanku. bukan domba. ternyata ada seekor yang terluka. "Baiklah. Dan tolong sembunyikan seekor domba dari yang 100 ekor itu. Domba-domba berkeliaran di rumput. Segera hamba laksanakan!" kata Karbana. "Hamba pun berpendapat demikian. Tak ada cacat cela. "Ya. Coba perhatikan dan kemudian beri komentar kalian!" kata Raja. "Domba-domba itu memang domba pilihan. kami harus merawat 100 ekor domba pilihan!" kata Daud. "Bagaimana sekarang? Jumlahnya 100 ekor?" tanya Raja. Raja meminta mereka memeriksa 100 domba-domba itu dan memberikan komentarnya. biar Pak Karbana mencari yang seekor lagi. Pak Karbana. itulah 100 ekor domba pilihan yang akan dipercayakan pada salah seorang di antaramu. tapi hamba tidak lihat domba yang terluka kemarin. . Keesokan harinya ketiga gembala muda itu datang lagi. Kalau begitu. Yang seekor kambing hitam. Besok kalian datanglah lagi untuk diuji!" kata Raja. Pak Karbana akan obati. "Benar. "Bagaimana komentar kalian?" tanya Raja. Tadi saat hamba sisir bulu domba-domba itu. ya. Tukar dengan kambing hitam!" kata Raja. "Jumlah domba hanya 99 ekor. datanglah sekali lagi!" kata Raja. Sungguh suatu kehormatan bila hamba dipercaya menggembalakan mereka!" kata Yunus. Jadi. Baginda. ada yang duduk tenang. ada yang berjalan-jalan dan ada pula yang berlaga dengan kawannya. Namun dalam hatinya ia heran. "Hamba lihat ada 100 ekor domba sehat. Kemudian Raja menyuruh Pak Karbana menukar domba yang luka dengan domba yang sehat sempurna. Lihatlah! Ini perlu diobati!" ujar Daud sambil membawa seekor domba dan menunjukan bagian yang terluka. Tiga gembala muda sudah menunggu dengan tongkat masing-masing. Ketiga calon gembala istana itu segera mendekati domba-domba. "Maaf. Kemarin hamba tidak menghitungnya!" kata Yunus. "Ya. Baginda!" jawab Pak Karbana dengan hormat."Bagus. Raja berkata pada Pak Karbana. ketiga gembala itu datang lagi. Baginda. "Anak-anak muda. Setengah jam kemudian mereka kembali menghadap Raja. Dimanakah yang seekor lagi? Menurut Pak Karbana. Besok ujian terakhir. Besok suruh mereka menghadap aku di halaman belakang istana. Baginda. Ketika menghadap. "Baik. "Jumlah domba memang 100 ekor. Kali ini Yunus dan Obaja memeriksa domba-domba itu dengan teliti. "Dan apa komentarmu?" tanya Raja pada Daud. Raja meminta mereka memeriksa domba-domba itu dan kemudian menghadap. Merawat domba-domba untuk dipersembakan pada Tuhan sungguh merupakan anugerah!" kata Obaja. Jumlahnya 100 ekor domba pilihan. Baginda!" "Benar! 100 ekor domba pilihan yang sehat!" kata Obaja. Yunus berkata. hari ini dombanya lengkap 100 ekor!" jawab Obaja. Raja mengangguk-angguk. Raja tersenyum senang dan mengangguk-angguk. Sesudah tiga calon gembala pergi. Dimanakah dia? Apakah lukanya sudah membaik?" tanya Daud. Esok harinya. "Tukarlah kambing hitam itu dengan domba yang luka!" "Baik. Mengapa seekor domba harus ditukar dengan kambing hitam? Esok harinya Baginda pergi ke halaman belakang istana.

Ia pantas menjadi gembala istana. saat Chin Na berusia lima tahun. Fan berlutut dan menjatuhkan kepalanya ke tanah. ayahnya mengusirnya. Ia teliti menghitung domba-domba yang akan dipercayakan padanya. Apabila Chin Na menepuk tangan tiga kali. aku buta. Sebab sang ayah sudah tak sanggup membiayai hidup Chin Na. Lima tahun telah berlalu. Pada malam hari mereka tidur di sembarang tempat." Chin Na meninggalkan rumah tanpa bekal apapun. Suatu hari. "Fan. "Tanpa kau." sahut sang peri. Namun. Mereka pergi ke kota. Matahari hangat menerpa wajahnya. anjingnya yang setia. Tanpa disadari. "Maksudku." Mereka berjalan bersama menyelusuri jalan-jalan di kota. Ia memeriksa kesehatan domba dengan teliti. Sejak matahari terbit sampai tenggelam ke peraduan. Orang-orang di jalan menyukai tontonan ini." cetus Chin Na. kau bisa menolong dirimu sendiri. Maka Daud pun diangkat menjadi gembala sang Raja. Mereka lalu tidur. Begitu juga Fan yang menyalak-nyalak gembira. kadang di lapangan terbuka. mereka melintas di depan seorang pengemis tua yang duduk di tepi jalan. Nanti akan banyak orang memberimu sedekah. Fan menuntun majikannya ke sebatang pohon berdaun lebat di tepi jalan. semakin bertambah baik penglihatanmu. Chin Na dikirim oleh : Indras Chin Na seorang anak buta. Mereka mencari nafkah dengan meminta-minta. aku tak bisa berbuat banyak. aku harus memilih satu. dan kau akan kembali buta. Chin Na berjalan memakai tongkat. Roti itu dimakannya berdua dengan Fan. "Tapi jangan sedih. Kalau kau berbuat baik. Dan mengenal domba-domba itu dengan baik. "Chin Na. Semakin banyak kau beramal kebaikan. apa kau dapat melihatku?" Chin Na menjawab sedih. Ia hidup bersama ayahnya di sebuah gubuk reot. Aku hanya membantu. Ia ditemani Fan. mencari sesuap nasi. berupa sekerat kecil roti. Barangkali aku bisa menolongmu. . Ia tahu bahwa domba yang terluka itu tak ada. Pengemis itu berkata. Tamat 32. apabila perbuatanmu kurang baik. Chin Na menyusuri jalan-jalan kota." Suara itu menjadi sayup-sayup. Di jalanan yang terjal dan berbatu-batu. Fan adalah anjing yang pandai. Suatu malam. "Kau pergi saja mengemis. Dalam tidurnya Chin Na bermimpi. "Tidak. walau jumlah seluruh domba tetap 100 ekor!" kata Raja. Fan menjadi penunjuk jalan. Mereka pasti kasihan padamu karena kau buta. Sesekali ia membantu majikannya mencari uang." Si peri lalu menambahkan. sinar itu akan meredup. Seorang peri cantik datang dan berbicara lembut padanya." "Apa kau bisa memulihkan mataku?" tanya Chin Na penuh harap. Bocah pengemis itu menjadi penuh semangat. bantulah aku agar bisa melihat lagi." "Kasihan. maka secercah cahaya kecil akan memasuki rongga matamu. dan Chin Na terbangun. "Tapi ingat. sehingga mereka memberi Chin Na uang receh. Chin Na menyantap makanan malam."Kalian bertiga gembala-gembala muda yang tangkas. Dan pilihanku jatuh pada Daud. Kadang di depan pintu rumah orang.

tiba-tiba seberkas awan gelap melintas di depan mata Chin Na. mencari pemilik ayam. "Kata Peri. Malam itu Chin Na tidur dengan perut kosong." sahut lelaki tua." "Oh. Tubuhnya kurus kering. Tapi karena pembelinya sudah pergi. Ia pasti bisa menolong orang itu. Aku juga pengemis. "Ayam itu bukan milikku. mimpiku menjadi kenyataan!" pekiknya. Ia sudah tidak buta total. Sebulan kemudian. Suatu hari. Langit diselimuti mendung tebal. aku buta dan lumpuh. dan menyerahkan semua uang hasil penjualan ayam kepadanya. Tapi ia tidak peduli. anak muda. Chin Na tidak tahu haru berbuat apa. dan ketika dibuka dunia nampak sedikit terang. "Pasti ini hukuman karena aku berbuat jahat. Chin Na hanya memiliki sepotong kecil roti kering untuk makan malam. "Fan. Kuil Pengemis adalah tempat singgah para pengemis. Semalam turun hujan lebat. "Tapi aku juga buta. Rasa bahagia karena matanya mulai pulih membuat ia lupa bahwa ia lapar. "Karena kau masih bisa berjalan. Kek. Fan bisa berenang dan pandai. Fan! Selamatkan lelaki yang tenggelam itu!" . kalau aku berbuat amal dan kebajikan. Chin Na teringat kata-kata peri dalam mimpi." pekik Chin Na. dan kini terseret arus deras! Batin Chin Na. "Aku tak akan punya teman lagi. buta mataku jadi berkurang!" Malam harinya Chin Na tidur di Kuil Pengemis. Chin Na kembali tersenyum senang. seperti Kakek. Yaitu bangunan berupa puing-puing kuno. Nenek itu mengucapkan terima kasih." "Tapi kau lebih beruntung. Dikerjapkan matanya. Ia harus mengembalikan ayam itu kepada pemiliknya. Tiba-tiba mereka melihat seekor ayam tersesat di jalan. letaknya di luar kota. Sekarang Fan tak perlu lagi menuntunnya. Chin Na dan Fan kembali ke kota untuk mengemis. lalu menangkapnya. dan memberikannya kepada Chin Na. Tiba-tiba ada secercah cahaya lain melintas di depan mata Chin Na. "Tapi bagaimana kalau Fan tenggelam?" gumam Chin Na ragu. Ia masih kecil dan matanya setengah buta. "Lari. Pemandangan di depannya pun menjadi gelap. Tapi ketika Chin Na menerima beberapa keping uang dari si pembeli. Mereka telusuri jalanan berdebu. ya. Tiba-tiba Chin Na merasakan secercah cahaya melintas di depan matanya. Sekarang ia bisa melihat malam itu ada bulan purnama. Chin Na dan Fan kelaparan. Bumi nampaknya lebih cerah daripada semula. Maka seberkas cahaya kembali melintas di depan matanya. Chin Na merasa amat lega. Tiba-tiba terdengar jeritan seorang lelaki. Mereka tidak punya roti lagi. "Tolong! Aku tenggelam!" Lelaki itu pasti tercebur ke sungai." Meskipun merasa amat lapar. Dikerjapkan matanya." batinnya. arusnya deras sekali. Kali ini Chin Na tidak ragu-ragu. Fan mengejarnya. Pengemis tua mengucapkan terima kasih. Di pojok kuil ada seorang nenek pengemis. Ayam itu dijualnya di pasar. Air sungai meluap. Ia sakit karena kurang makan. Tapi aku…. Chin Na tidak mau berbuat dosa. Tapi diberikannya roti itu kepada nenek itu. Aku telah mencurinya." Teriakan laki-laki tadi terdengar lagi. ia dan Fan sedang duduk di pinggir sungai. Esok harinya. Ia segera memberi si Kakek sekeping uang receh. Chin Na sudah bisa membedakan benda-benda yang dilihatnya. Chin Na kembali ke desa. Itu satu-satunya uang yang dimilikinya. Bagaimana ia bisa menolong orang tenggelam? Tapi Chin Na ingat."Kasihani aku! Beri pengemis buta uang satu kepeng!" Chin Na menjawab.

Chin Na menengadah dan memandangi lelaki itu. kenang-kenangan manisnya bersama Fan tak pernah bisa dilupakannya. "Fan! Apa yang bisa kulakukan tanpa kau di sampingku? Kau satu-satunya sahabatku!" Chin Na terisak. Suatu hari. Pangeran Kresna marah pada ayah bundanya." jawab Chin Na. Aku akan membelikan kau seekor anjing lain…. Namun bagaimana pun akrabnya ia dengan Min. "Apakah anda baik-baik saja? Di mana anjingku?" Lelaki itu duduk nyaris tak bisa bicara. anakku. Ayah. Nak. "Tapi darimana Anda tahu?" "Chin Na. Aku yakin dia akan membelikanmu anjing lain. Aku telah berusaha menariknya. Lelaki itu duduk dan melingkarkan lengannya ke bahu Chin Na yang malang. Ayo pulang bersamaku. dan bertanya. "Angkatlah mukamu. "Aku maafkan." "Tapi aku tak punya rumah. Tapi ia kemudian berkata pelan. Pangeran Kresna dan Puteri Retno selalu menolong rakyat yang kesusahan. Perbuatan baiknya yang terakhir telah menyembuhkan kebutaannya. "Apakah namamu Chin Na?" "Ya. "Aku ayahmu. "Pulanglah.Chin Na berdoa agar si pria dan Fan selamat. Lelaki di depannya ternyata ayahnya yang telah membuat hidupnya sengsara! Tapi Chin Na kemudian sadar. Tapi kami berdua sama-sama lemah…" Chin Na menangis meraung-raung di rerumputan. anjingmu terseret arus. bahwa ia harus memaafkan. Ya. "Ayah dan Ibu jahat. Jawabnya. Aku telah berlaku kejam dengan mengusirmu." Sesaat Chin Na marah. dan ayah mengusirku lima tahun lalu. benar. Fan satu-satunya sahabatku. . maafkan aku!" ujar lelaki itu. Chin Na kini mempunyai anjing lain bernama Min. "Menyesal sekali. ceritakan pada ayahmu. Chin Na menghampirinya. Saat mereka berjalan berangkulan pulang. "Jangan menangis!" katanya menghibur. Lelaki itu bicara dengan suara pelan." jawab Chin Na. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan. Aku akan pulang bersama Ayah!" Ayahnya memekik kegirangan. Akhirnya terdengar suara si lelaki naik ke tepian dan merebahkan tubuh dari tepi sungai. aku berjanji tak akan berbuat kejam padamu. Chin Na bercerita tentang peri baik hati yang datang ke mimpinya. Mengapa menyusahkan orang miskin?!" Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu. hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin." katanya. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya. "Aku buta. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. ia dapat melihat wajah lelaki itu! Matanya telah pulih. Tamat 33." Tangisan lelaki itu pun meledak. Istana Bunga dikirim oleh : Indras Dahulu kala.

"Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan. tidak jujur. Justru Puteri Retno yang tersentak. Anak Muda. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Kresna dan Puteri Retno? Jika tidak berterus terang. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. "Kami berdua mohon maaf. Mereka segera . dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati. Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Keduanya sampai di sebuah gubug." sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Pangeran Kresna tidak terkejut. Panembahan?" tanya Kusmantari. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini. Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu." Saya mengerti." Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. saya pun pergi!" Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka mencoba mengetuk pintu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka. "Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana. usir Kakak! Jika Kakak harus pergi. "Kami." Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari." pesan Panembahan Manraba. Keduanya ternyata cukup berbakat. "Besok pagi-pagi sekali. Namun syaratnya. lalu menangis memohon kepada ayah bundamya." "Amalan apa itu. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Kresna dan Puteri Retno. Ketika menjelang tidur malam. Setibanya di istana. Mereka mengembara. Kusmantoro mengutarakan maksudnya. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. "Silakan masuk." Setelah mohon pamit dan doa restu. petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Pergilah dari istana ini!" usir Raja. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Kresna dan Puteri Retno. kedua orang tua mereka. Pangeran Kresna dan Puteri Retno berangkat menuju ke istana. Menyamar menjadi orang biasa. Kusmantoro dan Kusmantari resah. Namun karena kebijakannya. Kusmantoro dan Kusmantari. ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Akhirnya. aku akan menghukummu. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Mereka membiarkan Puteri Retno pergi mengikuti kakaknya. "Anakku. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. "Jangan. Panembahan. berarti mereka berbohong. kakak beradik yatim piatu. Anak-anakku. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan. Kami ingin berguru pada Panembahan.

Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. "Seandainya aku kalah biarlah aku mengabdi pada Raja Gannas seumur hidupku. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Bergolak seperti ombak menerjang karang. . Tamat 34. Lembut seperti angin pesisir. Seorang Dewa bangsa Yunani yang sangat menguasai seni musik. Rakyat yang hidup sengsara tidak sekalipun pernah dipikirkannya. Tarajan selalu jadi juara pertama dan memperoleh hadiah-hadiah yang menggiurkan. Dengan pongah Tarajan naik ke atas podium lalu segera meniup serulingnya. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Puteri Retno lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Sedangkan Dewa Zeus sebagai penguasa seluruh khayangan ikut menyaksikan tanpa seorang pun yang tahu. Seruling emas berbalut intan permata milik Tarajan segera mengumandangkan lagu-lagi yang sangat merdu. Raja Gannas dan Tarajan setuju. Pada hari yang telah ditentukan pertandingan dimulai. Raja Gannas selain tamak juga seorang raja yang sangat kikir. Tarajan mengusulkan pada Raja Gannas agar ia dipertandingkan dengan Apolo. Seluruh rakyat tumpah ruah ke halaman Istana. Dewa Apolo yang mendengar tantangan itu menyanggupi. Justru Dewa itu ingin memberi pelajaran pada Tarajan dan Raja Gannas yang berkelakuan tidak lazim. Sayang karena hal itu Tarajan jadi sombong dan congkak. Raja Gannas sangat memanjakan Tarajan dan kerap mengirim peniup seruling itu ke seluruh penjuru negeri bahkan ke luar kerajaannya untuk berlomba. Raja Telinga Keledai dikirim oleh : Indras Raja Gannas memerintah dengan sewenang-wenang. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan. Usul itu diterima dengan baik bahkan raja merasa bangga jika Tarajan dapat mengalahkan pemain musik dari kerajaan langit itu. Karena sombongnya Tarajan mengaku dapat mengalahkan Dewa Apolo. Anehnya raja yang zalim itu mempunyai kegemaran mendengarkan musik. Oleh karena itu yang menyukainya akan mempunyai perasaan yang lembut tetapi cerdas. Padahal kata orang-orang bijak musik dapat memperhalus perasaan. Naik turun seperti ombak. Kebetulan di negerinya ada seorang peniup seruling yang sangat pandai bernama Tarajan. Mereka begitu yakin dapat mengalahkan Apolo yang tampak masih sangat muda itu. Tetapi andaikan aku yang menang aku minta separuh kerajaanmu dan kuserahkan pada rakyatmu" kata Dewa Apolo. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Kegemarannya menumpuk harta sebanyak mungkin yang diperolehnya dari pajak rakyatnya. Pangeran dan Puteri Retno sangat bahagia. Salah satu kegemaran Raja Gannas adalah mendengarkan tiupan suling.memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu. Sifat mereka pun berubah. Sebagai penantang Tarajan dipersilakan meniup seruling terlebih dahulu.

"Selama kau tidak memberikan pada rakyat apa yang telah kau janjikan. Diam bagaikan patung. Tanpa banyak buang waktu. Dewa Zeuslah saksi dari ucapannya. Mereka adalah para pengasuh Putri Salbina yang memang mempunyai hak istimewa dapat memasuki kamar Putri Salbina dengan leluasa. Rakyat yang jumlahnya tidak terhitung itu larut dalam lagu-lagu dan irama yang sebelumnya tidak pernah mereka dengarkan tetapi sangat merdu mendayu-dayu. Ia telah mengasuh Putri Salbina sejak masih bayi. Dan ketika usai sorak ssorai seperti membelah angkasa. maka telingamu akan membesar setiap hari. Mereka pun menyanyi sebuah lagu kedamaian yang sekonyong saja mampu dinyanyikan. Ketika giliran Dewa Apolo. Tetapi Dewa Apolo tenang. Raja Gannas tertawa terbahak-bahak dan yakin sekali peniup serulingnya akan keluar jadi pemenang. Dan seperti biasa ia harus mengenakan tiara emas itu. Rakyat yang menonton terhanyut dalam irama yang luar biasa indah. Akhirnya Dewa Zeus yang menampakkan diri menyatakan Apolo sebagai pemenangnya. Dengan mata terpejam semua menari dengan lembut sekali. Raja Habbas segera menitahkan Patih Rendra menyelesaikan masalah ini. jadi bagaimana bisa seorang pencuri masuk ke dalam kamar putri kesayangannya. Dewa kesenian itu mengangkat serulingnya dengan cantik sekali. Karuan saja Raja Habbas terkejut. Akhirnya Raja Gannas menyerahkan separuh kerajaannya pada rakyatnya." seru Patih Rendra kemudian. Tiga Tersangka dikirim oleh : Indras Putri Salbina terkejut ketika membuka peti kayu tempat ia menyimpan tiara emas semalam. Tarajan berdiri berkacak pinggang dengan wajah sangat pongah. Telinga Raja Gannas tiap hari semakin besar hingga sangat berat dan membuatnya tidak bisa berdirii apalagi berjalan. Ia sudah menugaskan dua pengawal di pintu kamar Putri Salbina." Kata Dewa Zeus. Pertanda kagum juga pada permainan seruling Tarajan. Padahal pagi ini ia bermaksud mengunjungi kerajaan tetangga." titah Raja Habbas di hadapan Patih Rendra. Lembut bagaikan menimang bayi suci. Benda berharga itu sekarang sudah tidak ada di tempatnya lagi.Semua yang mendengarkan bagaikan tersihir. "Aku percaya kau bisa menyelesaikan kasus ini seperti biasanya. "Sekarang juga aku menginginkan mereka menghadapku satu persatu. Putri Salbina langsung melaporkan kejadian itu pada Raja Habbas. Patih Rendra mengangguk menyatakan kesanggupannya. tetapi bibirnya tersenyum. Dan meminta Raja Gannas segera memberikan separuh kerajaannya pada rakyatnya. Pengasuh pertama seorang wanita yang rambutnya sudah memutih. Begitu hebatnya tiupan seruling Tarajan. Akhirnya didapat keterangan. Dan berjanji tidak lagi kikir dan tamak. Atas permintaan Patih Rendra ia mulai bertutur apa yang . Ia segera menanyakan pengawal yang bertugas menjaga kamar Putri Salbina semalam. Tamat 35. Memang benar. Tetapi raja kikir itu menolak hingga membuat Dewa Zeus marah. ada tiga orang yang memasuki kamar Putri Salbina. langit berpendar-pendar antara siang dan malam. Dan ketika bibirnya mulai meniupkan sebuah lagu.

Ketiga pengasuh yang menjadi tersangka dalam masalah ini semuanya lepas dari tuduhan pencurian. Tiba-tiba saja pengasuh pertama bersujud di depan Patih Rendra." tuturnya. kecuali tiara emas itu dapat ditemukan. hamba hanya menyembunyikannya untuk sementara waktu." papar pengasuh pertama. Tapi. "Tugas hamba adalah mempersiapkan perhiasan yang akan dipakai Putri Salbina hari ini. "Itu tidak adil. Bahkan Putri Salbina dimintanya ikut bergabung. Seperti sebelumnya. Patih Rendra tak mengeluarkan suara. Dan untuk kelalaiannya itu. Ia baru mengasuh ketika Putri Salbina menginjak usia remaja. "Apa kau melihat peti kayu tempat Tuan Putri menyimpan tiara emas itu?" "Ya. Ia bertugas mengasuh Putri Salbina sejak masa kanak-kanak. Peti itu seperti biasa ada di atas meja rias. dan lain-lainnya seperti biasa. "Putusan ini tidak bisa diubah kecuali oleh Baginda Raja Habbas. "Hamba menyiapkan pakaian Putri Salbina untuk dikenakan hari ini. Patih Rendra mengerutkan keningnya. Ia kemudian menyuruh pengasuh pertama keluar dan menitahkan pengasuh kedua menghadapnya. Tapi hamba sama sekali tidak tahu dengan hilangnya tiara emas itu. mengunjungi rakyatku. Pengasuh ketiga paling muda di antara yang lain. Ia menyuruh pengasuh kedua keluar dan pengasuh ketiga dimintanya masuk. Hamba tidak berani menyentuhnya kecuali seizin Tuan Putri." jawab pengasuh kedua. menyanyi di pendopo. Patih Rendra berpikir sebentar. membaca di perpustakaan. melainkan telah lalai menjaga barang berharga miliknya sendiri. Ia mulai menangis sedih." Patih Rendra mengeluarkan keputusan. Suasana jadi begitu tegang karena biasanya Patih Rendra memang dapat segera menyelesaikan masalah apa pun yang terjadi di dalam istana. Tuan Putri harus menerima hukuman. aku tidak bisa menemukan siapa yang telah mencuri tiara emas milik Putri Salbina." jawab sang pengasuh. "Hamba melihatnya. Seperti biasa hamba hanya membetulkan letak selimut Tuan Putri. Ayahnya pasti tidak akan memenuhi permintaannya agar Patih Rendra merubah keputusannya." kata Patih Rendra kemudian. Untuk itu aku hanya bisa memutuskan kesalahan pada Putri Salbina. Ia kemudian menyuruh dua pengasuh sebelumnya masuk kembali. tentu saja. Patih Rendra menganggukkan kepalanya. Hambalah yang bersalah telah mengambil tiara emas milik Putri Salbina. protes Putri Salbina. hamba tidak bermaksud mencurinya. Putri Salbina menitikkan air mata. Patih Rendra. Itu sudah menjadi tugas hamba. "Apa kau tidak melihat kotak kayu tempat menyimpan tiara emas itu semalam?" selidik Patih Rendra.dilakukannya semalam. Patih Rendra segera memintanya menceritakan apa yang dilakukannya semalam di kamar Putri Salbina. pengasuh kedua diminta menceritakan apa yang dilakukannya semalam di kamar Putri Salbina. Tentu saja bukan sebagai pencuri. Tapi hamba tidak berani menyentuh peti itu tanpa izin Tuan Putri. Lagi pula apa yang dapat kulakukan selama sebulan di dalam kamar? Aku juga ingin bermain di halaman istana. Selama sebulan Putri Salbina tidak boleh keluar dari kamar. . Pengasuh kedua lebih muda dari pengasuh pertama. karena dia tahu ayahnya begitu menghargai setiap keputusan Patih Rendra. "Terus terang saja. Patih Rendra. Putri Salbina terkejut. "Ampuni Putri Salbina. Tapi hamba tidak berani menyentuhnya tanpa seizin Tuan Putri." tutur pengasuh ketiga. "Hamba masuk ke dalam kamar Tuan Putri tak lama setelah Tuan Putri tertidur.

Hamba tidak ingin terjadi hal merugikan Tuan Putri. Sebaliknya. hamba masuk ke dalam kamar dan mengambil tiara emas itu dari dalam kotak kayu. Beby Ayu baru mendapat hukuman. Saat mabuk itu. Di Negeri Peri Jelita. Mereka mengincar tiara emas milik Putri Salbina. Sekarang ambilkan tiara emas itu. Tiga mantra percobaan itu harus digunakan untuk kebaikan. tapi ternyata aku malah membuat marah sekawan lebah karena sarangnya aku ganggu dengan mantraku. akan mendapat tiga mantra percobaan dari Peri Mulia. peri yang sudah berumur enam tahun dan tidak nakal. Tiga Mantra. aku mengampunimu. Patih Rendra segera menyusun rencana menjebak gerombolan penjahat yang akan merampok Putri Salbina. dua puluh penjahat berhasil diringkus. Bahkan tidak cukup selesai dengan membatalkan rencana kepergian Putri Salbina." titah Patih Rendra. makanya sengaja hamba sembunyikan tiara itu agar Tuan Putri tidak jadi pergi hari ini. kamu kelihatan bahagia sekali." tutur pengasuh pertama. ya. Ia pemilik sebuah kedai." kata pengasuh pertama. ratu para peri. membantu Peri Petani di ladang. Berkat kecerdikannya dan kesigapan prajurit istana. Sekeranjang rumput itu untuk makanan sapi-sapi di kandang. "Selamat. Eh." balas Bella Safira riang. "Mengapa kau lakukan itu?" tanya Patih Rendra. "Seharusnya kau memberitahukan hal itu padaku. ia bertemu Beby Ayu yang membawa sekeranjang rumput. "Hamba mempunyai seorang anak lelaki di perbatasan kerajaan. Tidak seperti aku yang membuat satu kesalahan." ucap Beby Ayu tulus. Bella Safira!" sapa Beby Ayu ramah." kata Patih Rendra ketika memberi laporan terhadap Raja Habbas. Hamba tahu tidak ada yang akan dicurigai dari kami bertiga karena kami tidak pernah menyentuh kotak itu tanpa seizin Tuan Putri. seorang penjahat bercerita punya rencana untuk merampok Tuan Putri saat melintas perbatasan. "Ya. Satu Tenaga dikirim oleh : Indras Sekarang Bella Safira sudah berusia enam tahun. Hamba menyembunyikannya di kolong lemari pakaian. Kuharap kau bisa memakainya dengan baik. "Wah. aku baru saja mendapatkan tiga mantra percobaan dari Peri Mulia.Malam tadi. Kemarin ia datang menemuiku dan menceritakan ada segerombolan penjahat yang mabuk di kedainya. membantu Peri Penggembala. Di tengah jalan. Tuan Putri tetap akan berangkat hari ini. dan masih banyak lagi. Kerajaan harus mampu mengatasi kejahatan yang menjadi penyebabnya. Mulutnya komat-kamit menghapalkan mantra yang baru diberikan Peri Mulia. "Masalah ini tidak hanya selesai dengan ditemukannya tiara emas milik Putri Salbina dan siapa pencurinya. Lebah itu menyerang anak-anak nakal itu . Tiara emas itu masih ada di dalam kamar. menambal pakaian rusak pada Peri Penjahit. bila salah mempergunakan mantra. "Waktu itu aku sebenarnya ingin melidungi sarang burung dari gangguan anak nakal. si peri akan mendapatkan hukuman. Bila berhasil. Hari itu Bella Safira sedang berjalan dengan riangnya. Tamat 36. Tapi baiklah. akan diberikan mantra tambahan. Misalnya membersihkan kebun.

Hari itu dia telah berhasil mempergunakan mantranya dengan baik. Ia belum mendapatkan ikan sejak pagi. Bella Safira melihat pedati yang penuh gandum. Tidak ada orang lain selain anak itu. Pak Pedati pun tampak putus asa. Dan mainan-mainan itu yang akan menghibur anak kecil itu. "Padahal keluargaku perlu lauk untuk makan siang nanti. Tangis anak itu tidak juga berhenti. Terima kasih atas nasehatmu. "Oh. Dia ingin menolong Pak Pedati dengan mantra pertamanya. Apalagi jalan agak mendaki. Hari itu Pak Pengail pasti akan dapat banyak ikan. Bella Safira senang melihatnya. . Ya. Bella Safira membuat beban pedati menjadi ringan. Tentu anak-anakku akan kecewa. betapa senang hati Bella Safira. Berarti nanti dia akan mendapatkan tiga buah mantra lagi. Bella Safira melihat Pak Pengail yang sedang bersedih. Ia tahu ada yang menolongnya. Bella Safira mendatangi rumah asal suara itu. Tapi tidak berhasil. Ia melihat seorang nenek pencari kayu bakar. Tangannya diarahkan ke tumpukan kayu bakar yang dibawa si nenek. Umurnya kira-kira satu tahun. Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. Bella Safira melewati sebuah hutan kecil. Dan sisanya akan kujual di pasar. Tapi entah siapa. tiba-tiba Bella Safira mendengar tangis seorang anak kecil.hingga mereka terpontang-panting." gumam Pak Pengail murung. Ia lalu menerbangkan sebuah boneka burung dengan tangannya. Bella Safira membujuknya agar berhenti menangis. Bella Safira memperhatikan Pak Pedati dari tempat persembunyiannya. Anak kecil itu mulai tertawa. Mungkin dia baru bangun. Oh. Bella Safira lalu menunggang boneka kedelai kian kemari dan menari-nari jenaka. Tangannya diarahkan ke kail. Ia sudah tak sabar ingin menggunakan mantranya! Pada sebuah tikungan. "Uramba… uramba…!" Bella Safira mengucapkan mantra ketiga. tentu dia akan menyihir agar mainan anak itu menjadi hidup. "Birdapa… birdapa…!" Bella Safira mengucapkan mantra kedua. Coba kalau mantranya belum habis. Nenek itu agak heran karena beban yangdibawanya terasa ringan. Napasnya memburu. Beby Ayu. Tapi dia tidak boleh ketahuan manusia. "Lain kali kau pasti bisa menggunakannya dengan baik. Pedati itu tidak bisa berjalan karena sapi penariknya kelelahan. Ia mulai bernyanyi sambil menari-narikan boneka badut dengan tangannya. Bella Safira tidak tega melihatnya. Akhirnya anak kecil itu mau bermain sendiri. Bella Safira berlalu sambil tersenyum. Tapi Bella Safira malah terbaring kelelahan. Pak Pedati pun melanjutkan perjalanannya dengan gembira. Anak kecil itu bertepuk-tepuk tangan dengan riang. Sapinya tidak mau bergerak. Jalannya tertatih-tatih. Si nenek melanjutkan langkahnya dengan ringan dan gembira. Bella Safira sedih mendengarnya. Bella Safira tersenyum puas. Keringatnya bercucuran. Setiba di perkampungan penduduk. Tiba-tiba pedati itu bergerak karena sapinya mulai mau berjalan. Ketika berjalan di pinggir sungai. Suaranya mendengung-dengung seperti lebah." ujar Bella Safira lantas melanjutkan perjalanan. Di tempat persembunyiannya. aku dapat ikan!" seru Pak Pengail riang. Anak kecil itu mulai diam. Bella Safira mendekati anak kecil itu. Bella Safira mengintip lewat jendela. Tapi Bella Safira tidak putus asa. Agaknya kayu bakar yang dibawanya berat sekali. Tak lama kemudian terdengar seruan Pak Pengail." cerita Beby Ayu sedih. Bella Safira mulai kesal. "Kulama… kulama…" Bella Safira mengucapkan mantra pertama sambil mengerahkan tangannya ke pedati.

Diam-diam Bella Safira meninggalkan rumah itu. tempat pertama yang mereka pergi ialah ke rumah Hakim Luu. Tinggallah mereka dalam keadaan yatim piatu." kata Peri Mulia. tinggallah seorang pembesar bernama Cao. Tugasnya hari itu telah selesai dengan baik. maka Hakim Luu yang bijaksana itu pun menjalankan ikhtiar untuk mengetahui siapakah diantara mereka yang lebih tua. Si Kecil sudah bangun." ujar Peri Mulia. Ibu ke pasar membeli susumu. Malangnya Pembesar Cao dan isterinya telah meninggal dunia. Mereka tertarik akan kecantikan dan tingkahlakunya yang lemah lembut. Bella Safira. terima kasih. Selain dari persamaan yang terdapat pada kedua beradik itu. kedua beradik itu secara diam-diam telah mencintai anak perempuan Hakim Luu itu. Sebab dia lelah sekali. Masing-masing mendesak supaya orang lain sahaja yang mengahwininya. Kedua anak lelaki itu seperti bersaudara kembar. Kedua mereka sama-sama kacak dan sama-sama tampan. . "Ya. "Oh. Kamu berhasil mempergunakan mantramu dengan baik. Sebenarnya. salah seorang sahabat karib orang tua mereka. Dongeng Rakyat Vietnam dikirim oleh : Indras Di zaman pemerintahan Raja Hung Voung yang ketiga. Dia hanya mempunyai seorang anak perempuan sahaja. hidung yang mancung dan mata yang bulat lagi bersinar-sinar. mereka telah mengambil keputusan hendak meninggalkan rumah. kerana Hakim Luu tidak mempunyai anak lelaki. "Bagus Bella Safira. Kebetulan telah ditakdirkan Tuhan. Dipeliharanya mereka seperti anak kandungnya sendiri. Itu juga sebuah kebaikan. Untuk mengelakkan penderitaan-penderitaan akibat dari kemalangan itu." ujar wanita itu. Mereka mempunyai bulu kening yang lebat. mereka juga saling kasih mengasihi diantara satu dengan yang lain.Bella Safira buru-buru menyelinap pergi." lanjut Peri Mulia. pergi ke tempat lain untuk mencari kerja. Dia mendapat enam mantra hari itu! Tapi… hari itu Bella Safira lebih memilih beristirahat. Dia mempunyai dua orang anak lelaki bernama Tan dan Lang. Kulitnya seperti kapas dan parasnya cantik seperti bulan purnama. Hakim Luu menyambut mereka dengan mesra sekali di rumahnya yang besar itu. ya. Anak kecil itu tertawa senang." ucap Bella Safira senang. Tamat 37. kedua-dua mereka itu enggan mengahwini anak perempuan Hakim Luu. Tiga mantra hadiah? "Kamu mempergunakan tenaga sendiri ketika mengasuh anak kecil itu." Ditambah tiga mantra lagi sebagai hadiah. Oleh kerana susah hendak mendapat persetujuan diantara mereka. Aku akan memberikan tiga mantra lagi untukmu. Walaupun demikian. Bentuk badan dan paras mereka sangat serupa. Bella Safira ternganga tidak mengerti. Peri Mulia. Tapi ada kejutan untuk Bella Safira begitu ia tiba di Negeri Peri Jelita. terniatlah dihatinya hendak mengahwinkan salah seorang dari anak lelaki itu dengan anak perempuannya. Untuk menambah erat rasa kasih sayang dan persaudaraan di antara ketiga mereka itu. Kematian kedua ibu bapa mereka tidaklah dapat mengurangi kehendak-kehendak mereka itu.

maka terlupalah dia kepada adiknya Lang. Dia pun duduklah di atas rumput meratapi nasibnya. mendaki gunung dan mengharungi paya yang dilalu oleh adiknya. lalu menangis tidak berhenti-hentinya. sedangkan tubuhnya terlalu lesu dan tak berdaya lagi. Tan menerima pemberian Lang seperti biasa sahaja. Malangnya tidak ada sebuah tempat pun yang ditemuinya. Setelah beberapa tahun mendaki gunung. Isteri Tan yang di rumah telah puas menunggu kepulangan suaminya. Dia menangis tidak berhenti-hentinya dan akhirnya dia pun rebah lalu mati. akhirnya sampailah dia ke tepi sebuah lautan yang luas. Apabila mereka duduk hendak makan. Dengan perbuatan itu. maka penduduk di tempat itu kemudiannya telah mendirikan sebuah rumah ibadat sebagai mengingati ketiga-tiga manusia yang saling cinta mencintai itu. maka mayatnya pun bertukar menjadi pokok sirih dan melilit di pokok pinang itu. Akhirnya dia pun mati di situ dan bertukar menjadi pokok pinang. Selepas perkahwinan abangnya itu. Dengan perasaan yang sedih dan pilu. tekaknya terlalu haus. Dalam hatinya dia berkata: "Beginilah nasibku yang malang. Perutnya sangat lapar. menyeberangi sungai dan paya. dia pun duduk tepi pantai itu. Seperti mayat kedua beradik itu. Apalah gunanya aku tunggu di sini? Tidak siapa pun yang mempedulikan diriku. Ketika itu berhembuslah angin. Apabila Tan sedar adiknya telah melarikan diri dari rumahnya. Lang pun mencari-cari tempat di sekitar itu untuknya bermalam. Akhirnya dia pun keluar pergi mencari suaminya yang sanyat dikasihinya itu. Mayatnya bertukar menjadi sebuah batu kapur yang putih. Dia berdiam diri sahaja dan tidak bergerak-gerak.Oleh Hakim itu. Lang pun mengambil penyepit yang sepasang itu. Kemesraan Tan tidak seperti dahulu lagi. Dia mengarang syair-syair percintaan yang melukiskan kebahagiannya dan menyanyikannya lagu itu. Lama kelamaan sedarlah dia bahawa Tan telah berubah terhadapnya. Dia benar-benar mencintai tunangnya dan berikrar hendak sehidup semati. lalu diserahkannya kepada Tan dengan tertibnya. Oleh kerana malam itu terlalu gelap. tahulah Hakim Luu bahawa Tan adalah yang tua dan telah terpilih untuk menjadi pasangan anak perempuannya yang tunggal itu. Tetapi semuanya hampa belaka. Setelah beberapa lamanya dia berjalan melalui hutan rimba. Abangku sendiri tidak lagi menyayangi aku. Oleh kerana tersangat letih dan tak berdaya hendak meneruskan perjalanannya. lalu disuruhnya menyediakan makanan dengan hanya meletakkan sepasang sepit sahaja. Tinggallah Lang seorang diri di biliknya dalam kesepian. Labih baik aku pergi sahaja dari sini. maka dia pun merasa menyesal. Oleh kerana terlalu letih. Sambil itu dia menunggu kalau-kalau ada sesuatu tanda persaudaraan dari abangnya. Dia telah menerima keputusan itu kerana baginya kebahagiaan abangnya adalah kebahagiaannya juga. perasaan cinta Lang kepada gadis yang sekarang telah menjadi kakak iparnya itu pun mulai hilang. kerana dia tidak tahan lagi menanggung kesedihan. dia pun pergilah mencari adiknya. Tan suka sekali dengan tunangnya. Akhirnya dia pun sampailah pula ke tepi pantai tempat suaminya mati itu. Akhirnya dia pun matilah. Hari sudah hampir malam. Tan merasa dirinya orang yang paling bahagia sekali di dunia ini. Alangkah sedihnya dia ketika mengenangkan sikap abangnya yang tidak mahu mempedulikannya lagi. dia pun bersandarlah di pokok pinang di tepi pantai itu lalu menangis. Dia pun berjalanlah tidak berhenti-hentinya. tidaklah dapat dia bergerak dari situ." Lang pun meninggalkan rumah itu dengan segera. Sempena mengingati mereka. Tamat . maka dia pun sampailah ke tepi pantai lautan yang biru itu. Oleh kerana terlalu asyiknya dia.

PP Assalam Cepu .Ebook Re Edited By: Farid ZE Blog Pecinta Buku .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful