1

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
DI PT. TELKOM INDONESIA Tbk,
BANDUNG
DIVISI ACCSES AREA BANDUNG BARAT


DISUSUN OLEH:
NAMA : FAISAL AKBAR RAMDAN
NIS : 2010 – 5471
KOMPETENSI KEAHLIAN : ELEKTRONIKA PESAWAT UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 12
(STM PENERBANGAN NEGERI)
BANDUNG
2011 / 2012


2

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah
S.W.T, karena atas rahmat dan hidayah-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan
pembuatan dan penyusunan karya tulis ini, sekaligus menyelesaikan program
Praktek Kerja Industri di PT.TELKOM INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS
AREA SO RAJAWALI
Karya tulis ini disusun sebagai laporan dan bukti bahwa penyusun telah
menyelesaikan program Praktek Kerja Industri di PT.TELKOM INDONESIA,
tbk. DIVISI ACCESS AREA SO RAJAWALIselama kurang lebih `3 bulan
terhitung dari tanggal 10Januari 2012 sampai dengan 31April 2012.
Karya tulis ini berisi uraian profil PT PT.TELKOM INDONESIA, tbk.
DIVISI ACCESS AREA SO RAJAWALI dilengkapi dengan kegiatan yang
penyusun lakukan selama Praktek Kerja Industri berlangsung. Karya tulis ini
berjudul “STANDAR INSTALASI SERTA CARA MENGATASI
GANGGUANINTERNET SPEEDY”
Walaupun karya tulis ini telah disusun dengan segala kemampuan dan
pengetahuan yang penyusun miliki, namun penyusun menyadari dalam pembuatan
dan penyusunannya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu,
penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca, agar dalam penyusunan karya tulis pada masa yang akan datang akan
jauh lebih baik.









3


Program Praktek Kerja Industri serta pembuatan dan penyusunan karya
tulis ini terlaksana atas bantuan beberapa pihak, maka dalam kesempatan kali ini
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Uttari Dwi Eliyani, selaku OFF 1 GENERAL SUPPORT AREA
BANDUNG BARAT di PT.TELKOM INDONESIA, tbk. DIVISI
ACCESS AREA SO RAJAWALI.
2. Bapak Ade Kosasih, selaku Kepala bagian MDF (Main Distribution
Frame)di PT.TELKOM INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS SO
RAJAWALI.
3. Bapak Agus Haryono, selaku Pembimbing Industri di PT.TELKOM
INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS AREA SO RAJAWALI.
4. Ibu Tutiningsih, selaku Pembimbing Industri di PT.TELKOM
INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS AREA SO RAJAWALI.
5. Seluruh Staf karyawan PT.TELKOM INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS
AREA SO RAJAWALI.
6. Bapak Drs. Edy Purwanto, MM selaku Kepala SMK Negeri 12Bandung.
7. Bapak Drs. Yohanes Suprihantoselaku Ketua Program Keahlian
Elektronika Pesawat Udara SMK Negeri 12 Bandung.
8. Bapak Drs. Budi Setiawan selaku Pembimbing di SMK Negeri 12
Bandung.
9. Ibu Mirna saedah, S.pd, selaku Wali Kelas tingkat IXElektronika Pesawat
Udara SMK Negeri 12 Bandung.
10. Seluruh Staf Hubin SMK Negeri 12 Bandung.
11. Bapak dan Ibu Guru SMK Negeri 12 Bandung.
12. Kedua Orang Tua yang telah membantu baik moril maupun materil.
13. Rekan-rekan seperjuangan siswa SMK Negeri 12 Bandung, khususnya
tingkat IXElektronika Pesawat Udara.
14. Seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan dan penyusunan karya tulis
ini yang tidak dapat penyusun tulis satu persatu.

4

Tidak Lupa penyusun menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya
apabila dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri serta pembuatan dan
penyusunan karya tulis ini, penyusun melakukan kesalahan yang disadari maupun
yang tidak disadari.
Besar harapan penyusun apabila karya tulis ini menjadi sesuatu yang
berharga dan bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya dan menjadi
sumbangsih yang mampu membantu menambah pengetahuan khususnya dalam
bidang komunikasi data dan jaringan. Amin.






Bandung, April2012


Penyusun




(Faisal Akbar Ramdan)






5

BAB I
PENDAHULUAN


1. 1. Latar Belakang Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
Manusia pembangunan di Indonesia adalah tenaga terdidik, yang dengan
segala potensinya mampu membawa Negara ini semakin kuat dan tangguh
menghadapi era globalisasi. Pendidikan menengah yang mencakup jalur
umum dan kejuruan memiliki partisipasi terbesar pada sektor tenaga kerja
dewasa ini. Pendidikan menengah kejuruan yang berfungsi menyiapkan tenaga
terampil berdasarkan UUSPN 2003 pasal 15 adalah merupakan pendidikan
menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam
bidang tertentu.
Penjelasan pasal 15 UUSPN tahun 2003 menjabarkan tujuan khusus SMK
ialah :
1. Menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik secara mandiri atau
mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri
sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan bidang dan program
keahlian yang diminati.
2. Membekali peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam
berkompetisi dan mampu mengembangkan sikap professional dalam
bidang keahlian yang diminatinya, dan
3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar
mampu mengembangkan diri melalui jenjang pendidikan yang lebih
tinggi.
Lapangan pekerjaan yang tersedia di dunia industry membutuhkan
kompetensi yang sesuai dengan bidang garapannya, sehingga pemenuhan
kompetensi menjadi bagian penting dari lulusan SMK. Perlu kerjasama yang
sinergisantara dua harapan sehingga keberhasilan keduanya dapat
6

menguntungkan putra putri bangsa Indonesia. Kurikulum tahun 2004 dan
dilanjutkan KTSP 2006 menekankan bahwa pembelajaran di SMK berbasis
kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
(SKKNI). Industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan produktifitas
tinggi harus memberikan kesempatan belajar sehingga peserta didik dapat
menguasai kompetensi secara langsung yang tidak seluruhnya di peroleh atau
tersedia di sekolah. Kesadaran kedua belah pihak merupakan hal yang tidak
dapat dipungkiri.
Proses belajar kompetensi dengan prinsip mastery learning, mengharuskan
siswa melaksanakan belajar yang relevan dan tuntas termasuk kegiatan di
industri. Kegiatan belajar yang telah tersusun pada kurikulum sekolah
menengah kejuruan memiliki bagian penting untuk keberhasilannya, ialah
sejumlah kegiatan industri yang tidak dapat dilakukan di sekolah.
Kompetensi yang sesuai tujuan pendidikan dapat dilakukan di industri
berdasarkan kerja sama yang telah direncanakan dan disepakati. Berdasarkan
uraian diatas maka kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan
kegiatan wajib siswa kelas XI di SMKN 12 BANDUNG sebagai upaya
penuntasan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

1.2 Tujuan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
a. Menaikkan level kompetensi dengan memperluas serta memantapkan
keterampilan, sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai minat
bidang keahlian yang dipilih.
b. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap professional siswa yang
diperlukan industri, sehingga mempermudah siswa memasuki berbagai
dunia industri.
c. Terlibat langsung pada suatu bidang usaha dengan mengenal secara utuh
sistem, tata kerja, karier, dan manajemen yang diterapkan dalam
perusahaan, asosiasi, wirausaha, dan unit usaha koperasi.
7

d. Melakukan kegiatan produksi dengan pemaksimalan unsure disiplin kerja
dan memasyarakatkan diri pada iklim kerja industri dengan keterbatasan
sesuai kesepakatan dan kesediaan industri bekerja sama dengan sekolah.
e. Meningkatkan, memperluas, dan memantapkan proses penyerapan
teknologi baru dari dunia industri ke sekolah.
f. Mengaplikasikan kompetensi dasar yang telah dimiliki untuk membantu
kegiatan industri.
g. Mendapatkan sebanyak mungkin masukan dari industri melalui siswa,
sebagai sarana perbaikan sistem pembelajaran serta kompetensi
kompetensi yang dibutuhkan industri.
h. Memberikan gambaran awal kepada industri tentang tenaga kerja yang
dapat dipakai industri (calon karyawan) dan membangun kerja sama yang
saling menguntungkan.

1.3 Tujuan Pembuatan Karya Tulis
Setiap siswa yag telah mengikuti pelaksanaan Praktek Kerja Industri
(Prakerin) diwajibkan untuk membuat laporan yang berbentuk karya tulis
sebagai bukti telah melaksanakan praktek kerja industri. Adapun tujuan utama
dari penulisan karya tulis adalah sebagai berikut :
a. Menerapkan kemampun bahasa tulisan dan pengetahuan kejuruan
terhadap kegiatan praktek yang dilakukan sehari-hari, sehingga menjadi
suatu dokumen yang benar dan baik yang dapat dipertanggung
jawabkan.
b. Menerapkan disiplin dan bimbingan sebagai bagian dari pengembangan
mental.
c. Memiliki bahan utama untuk ujian lisan sebagai syarat kelulusan belajar
dan uji kompetensi serta ujian tulis kejuruan.


8

1.4 Metode Pengumpulan Data
Untuk menyempurnakan data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan
laporan ini,maka penulis melakukan metode pengumpulan data melalui 2
(dua) cara yaitu :
a. Secara langsung atau Metode Observasi
Yang dimaksud dengan pengumpulan data secara langsung adalah penulis
melakukan pengumpulan data dengan cara observasi secara langsung di
instansi dengan menggunakan teknik wawancara kepada staf atau
karyawan yang berwenang atau mengetahui
imformasi yang kami butuhkan.

b. Secara tidak langsung atau Metode Kepustakaan
Yang dimaksud dengan metode pengumpulan data tidak langsung adalah
kami selaku penulis berpedoman pada buku-buku atau referensi yang
berkaitan dan berhubungan langsung dengan materi yang diangkat atau isi
laporan kami.

1.5 Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan adalah berisi uraian singkat setiap bab, mulai dari
BAB I hingga ke- BAB V, dimana uraian ini memberikan gambaran
secara langsung tentang isi dari tiap-tiap bab yang ada dalam laporan
ini.Adapun sistematika dari laporan kami adalah sebagi berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang Latar belakang, Maksud dan Tujuan
PRAKERIN, Metode Pengumpulan Data, serta Sistematika
Penulisan.




9

BAB II URAIAN UMUM
Bab ini membahas tentang profil perusahaan ,antaralain :
Visi Misi perusahaan , Logo Perusahaan, Maskot Perusahaan dan
Sejarah Perusahaan.

BAB III URAIAN PEKERJAAN
Bab ini membahas tentang uraian semua kegiatan yang di lakukan
di Perusahaan selama PRAKERIN.

BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan bab penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran,
baik bagi Perusahaan maupun bagi SMKN 12 BANDUNG.













10

BAB II
URAIAN UMUM

2.1 Sejarah PT. TELKOM INDONESIA. Tbk
Secara umum, sejarah berdirinya PT. TELKOM dapat dibedakan menjadi
dua fase, yaitu fase sebelum Kemerdekaan dan sesudah Kemerdekaan Republik
Indonesia. Untuk fase sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia, cikal bakal
PT.TELKOM dimulai pada tahun 1882 oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan
nama “Post En Telegraafdiens”. Pada waktu itu, Post En Telegraafdiens masih
merupakan sebuah badan usaha swasta yang berfungsi sebagai penyedia layanan
jasa pos dan telegrap. Kemudian pada tahun 1906 Pemerintah Kolonial Belanda
mulai membentuk sebuah jawatan yang mengatur layanan pos dan telekomunikasi
yang diberi nama Jawatan Pos, Telegrap dan Telepon (Post, Telegraph
enTelephone Dienst/PTT) atau lebih dikenal dengan nama PTT-Dienst. Setelah itu
pada tahun 1931, PTT-Dienst oleh Pemerintah Kolonial Belanda diubah statusnya
menjadi Perusahaan Negara.
Fase sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia dimulai pada tahun 1945
saat terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai Negara
merdeka, berdaulat, dan lepas dari pemerintahan Jepang. Pada tahun 1960,
Pemerintah mengeluarkan PERPU no.19 tahun 1960 tentang persyaratan sebuah
Perusahaan Negara yang kemudian disusul dengan PERPU no.240 tahun 1961
untuk mengubah status jawatan PT. TELKOM menjadi Perusahaan Negara Pos
dan Telekomunikasi (PN Postel).
Pada tahun 1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan
Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN
Telekomunikasi). Kemudian tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi
Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa
telekomunikasi nasional maupun internasional. Dan pada tahun 1980 Pemerintah
11

mendirikan PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat) untuk
menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, dan terpisah dari Perumtel.
Tahun 1989 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 3/1989 tentang
Telekomunikasi, yang berisi tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan
telekomunikasi. Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan
Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP No.25 tahun 1991.
Setelah itu, pada tanggal 14 November 1995. Mulai dilakukan Penawaran Umum
perdana saham TELKOM (Initial PublicOffering/IPO) dan sejak itu saham
TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek
Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange
(LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering
Without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange.
Kemudian pada tanggal 1 Januari 1996 Kerja Sama Operasi (KSO) mulai
diimplementasikan di wilayah Divisi Regional I Sumatra dengan mitra PT.
Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat dan Banten
dengan mitra PT Aria West International (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa
Tengah dan DI Yogyakarta dengan mitra PT Mitra Global Telekomunikasi
Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan dengan mitra PT Dayamitra
Telekomunikasi (Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia
dengan mitra PT Bukaka Singtel. Kemudian pada tahun 1999 Pemerintah
mengeluarkan Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli
penyelenggaraan telekomunikasi yang akhirnya juga berpengaruh kepada PT.
TELKOM.
Tahun 2001 PT. TELKOM membeli 35% saham TELKOMsel dari PT
Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa
telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan
bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan
transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham TELKOMsel.
TELKOMmembeli 90,32% saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan
12

keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM. Dan tahun 2002
TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham
pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada tanggal 15 Agustus 2002,
15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 31
Desember 2004 PT. TELKOM menjual 12,72% saham TELKOMsel kepada
Singapore Telecom, dan dengan demikian TELKOM memiliki 60% saham
TELKOMsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan
telekomunikasi lokal.
Tabel Perubahan-Perubahan sebelum menjadi PT. Telekomunikasi
Indonesia
TAHUN BENTUK LAMA BENTUK BARU
1906 POST EN TELEGRAF DIENST
POST TELEGRAF &
TELEPOON DIENST
1931
PERUSAHAAN JAWATAN POS,
TELEGRAF, TELEPOON
DIENST
PN. PONSEL
1965 PN. PONSEL
PN. POS & GIRO
PN. TELEKOMUNIKASI
1974 PN. TELEKOMUNIKASI
PERUMTEL
PT. INTI
1980 PERUMTEL
PERUMTEL
PT. INDOSAT
1991 PERUMTEL
PT. TELEKOMUNIKASI
INDONESIA
1995 PT.TELEKOMUNIKASI INITIAL PUBLIC
13

INDONESIA Tbk OFFERING (IPO)

2.1.1 Visi dan Misi PT. TELKOM INDONESIA.Tbk
a. Visi
PT. TELKOM Indonesia.Tbk mempunyai visi untuk menjadi pelaku
Infokom terkemuka di kawasan Regional.
b. Misi
PT. TELKOM Indonesia.Tbk mempunyai misi untuk memberikan layanan
"One Stop Infocom" dengan kualitas yang prima dan harga kompetitif,
mengelola usaha dengan cara yang terbaik dengan mengoptimalkan SDM
yang unggul, dengan teknologi yang kompetitif dan dengan Business
Partner yang sinergi.

2.1.2 Logo PT. TELKOM INDONESIA.Tbk

Gambar 2.1 Logo lama PT. Telkom Indonesia. Tbk
Arti dari Logo diatas adalah :
a. Bentuk bulatan dari logo melambangkan : Keutuhan Wawasan Nusantara
; Ruang gerak TELKOM secara nasional dan internasional;
b. TELKOM yang mantap, modern, luwes, dan sederhana;
14

c. Warna biru tua dan biru muda bergradasi melambangkan teknologi
telekomunikasi tinggi/canggih yang terus berkembang dalam suasana
masadepan yang gemilang;
d. Garis-garis tebal dan tipis yang mengesankan gerak pertemuan yang
beraturan menggambarkan sifat komunikasi dan kerjasama yang
selarassecara berkesinambungan dan dinamis;
e. Tulisan INDONESIA dengan huruf Futura Bold Italic menggambarkan
kedudukan perusahaan ; TELKOM sebagai Pandu Bendera
Telekomunikasi Indonesia .

 Perubahan Logo
Tak terasa perusahaan sebesar PT Telekomunikasi Indonesia (PT TELKOM)
sudah berusia 153 tahun. Kesan birokrat terhadap perusahaan plat merah ini
sangat terasa hingga kini hingga membuat para petinggi perusahaan menciptakan
strategi dan aksi agar perusahaan ini selalu berubah dan mampu beradaptasi
terhadap segala perubahan yang ada (makro).
Salah satu strategi yang baru-baru ini direalisasikan adalah perubahan
Corporate Identity (baca: logo) yang diciptakan berdasarkan strategi brand yang
baru. Strategi ini mencakup perubahan “brand positioning” dan “brand value”
yang baru.
15


Gambar 2.2 Logo baru PT. Telkom Indonesia. Tbk
Banyak perubahan yang sudah dilakukan oleh perusahaan ini sebelum
corporate identity berubah. Diantaranya adalah transformasi bisnis melalui
penguatan bisnis inti (Fixed Wireline, Fixed Wireless Access dan penajaman
portofolio bisnis); transformasi system dan model operasi melalui peningkatan
kompetensi dan menumbuhkan layanan baru (new wave) seperti layanan berbasis
broadband, enterprise, IT services, dan melakukan ekspansi bisnis media dan
edutainment. Di bidang teknologi TELKOM juga sudah melakukan transformasi
besar-besaran dengan membangun jaringan berbasis teknologi NGN dengan
konsep yang dikenal dengan nama INSYNC2014. Transformasi organisasi dan
Sumber Daya Manusia juga dilakukan demi pencapaian sasaran organisasi yang
semakin adaptif.
16

Perubahan-perubahan di atas masih bersifat internal dan tidak dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat atau stakeholders. Maka dari itu maka
perubahan budaya dan strategi brand ikut menentukan hasil dari transformasi
perusahaan yang sudah dilaksanakan sejak 5 tahun silam ini.
Logo baru TELKOM mencerminkan brand positioning ”Life Confident”
dimana keahlian dan dedikasi akan diberikan bagi semua pelanggan untuk
mendukung kehidupan mereka dimanapun mereka berada. Brand positioning ini
didukung oleh “service culture” baru yaitu: expertise, empowering, assured,
progressive dan heart.
Sekilas logo bulat dengan siluet tangan terkesan simpel; Simplifikasi logo
ini terdiri dari lingkaran biru yang ada di depan tangan berwarna kuning. Logo ini
merupakan cerminan dari “brand value” baru yang selanjutnya disebut dengan
“Life in Touch” dan diperkuat dengan tag line baru pengganti “committed 2U”
yakni “the world is in your hand”.
Untuk lebih mengenal logo ini, ada baiknya kita memaknai arti dari simbol-
simbol tersebut.
- Expertise : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk
dan layanan dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME
(Telecommunication, Information, Media & Edutainment.
- Empowering : makna dari tangan yang meraih ke luar. Simbol ini
mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar.
- Assured : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah
kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat
- Progressive : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit
yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru.
- Heart : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk
menggapai masa depan.

17

Selain simbol, warna-warna yang digunakan adalah :
- Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan pengalaman
yang tinggi
- Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang atraktif,
hangat, dan dinamis
- Infinite sky blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah mencerminkan
inovasi dan peluang yang tak berhingga untuk masa depan.

2.1.3 Kredo PT. TELKOM INDONESIA.Tbk
PT. TELKOM mempunyai kredo “ ”“, adapun arti
dari kredo tersebut adalah sebagai berikut :
a. TELKOM ingin selalu fokus kepada pelanggan.
b. TELKOM ingin selalu memberikan pelayanan yang prima dan mutu
produk yang tinggi serta harga yang kompetitif.
c. TELKOM ingin selalu melaksanakan segala sesuatu melalui cara-cara
yang terbaik (Best Practices).
d. TELKOM ingin selalu menghargai karyawan yang proaktif dan inovatif
dalam peningkatan produktivitas dan kontribusi kerja.
e. TELKOM ingin selalu berusaha menjadi yang terbaik.






18

2.1.4 Maskot PT. TELKOM INDONESIA.Tbk



Gambar 2.2 Maskot PT. Telkom Indonesia.Tbk
Arti maskot Be Bee :
a. Antena Lebah Sensitif terhadapsegala keadaan dan perubahan.
b. Mahkota Kemenangan.
c. Mata yang Tajam dan Cerdas.
d. Sayap Lincah dan Praktis.
e. Tangan Kuning Memberikan Karya Yang Terbaik.
Adapun TELKOM menggunakan lebah sebagai maskotnya adalah sesuai
dengan filosofi sifat dan perilaku Be Bee Lebah, yaitu lebah tergolong makhluk
sosial yang senang bekerja sama, pekerja keras mempunyai kesistematisan berupa
pembagian peran operasional dan fungsional untuk menghasilkan hasil yang
terbaik berupa madu yang bermanfaat bagi berbagai pihak.
Lebah memiliki potensi diri yang baik berupa tubuh yang sehat, liat dan
kuat sehingga bisa bergerak cepat, gesit dan efektif dalam menghadapi tantangan
alam. Lebah berpandangan jauh ke depan dengan merancang bangun sarang yang
kuat dan efisien, berproduksi, berkembang biak dan menyiapkan persediaan
makanan bagi kelangsungan hidup koloninya.



19

2.1.5 Struktur Organisasi PT. TELKOM INDONESIA.Tbk
Struktur organisasi umum dari PT. TELKOM Indonesia adalah
sebagaiberikut :


2.1.6 Ruang Lingkup Divisi-Divisi di PT TELKOM
Adapun ruang lingkup dari masing-masing Divisi dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1. Divisi Network
Divisi yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi jarak jauh
dalam negeri melalui pengoperasian jaringan transmisi jalur utama
nasional. Pelanggan Divisi Network utamanya adalah untuk kepentingan
internal PT. TELKOM, namun bila memungkinkan dapat melayani
eksternal PT. TELKOM.

ccess Area
Manager Access Area Bandung Barat
Achmad
Manager Access Area Bandung Barat
Achmad
Asisstant Manager Asisstant Manager
Supervisor S O Rajawali
Engkos Kosriyadi
Supervisor S O Rajawali
Engkos Kosriyadi
S T Access Network
(Fram )
Agus Daryana
S T Access Network
(Fram )
Agus Daryana
S T Access Network
(Pots )
suparyoto
S T Access Network
(Pots )
suparyoto
S T Access Network
(Speedy )
Juju priatna
S T Access Network
(Speedy )
Juju priatna
S T Access Network
(MDF )
Aden Kosasih
S T Access Network
(MDF )
Aden Kosasih
S T Access Network
(MDF )
Abdullah
S T Access Network
(MDF )
Abdullah
Technician
Nandang Ruyana
Technician
Nandang Ruyana
Technician
Agus Setiadi
Technician
Agus Setiadi
Technician
Ida Suryadi
Technician
Ida Suryadi
Mitra O/S Mitra O/S
20

2. Divisi Multimedia
Divisi Multimedia adalah Divisi PT TELKOM yang mengelola
jasa multimedia dan network provider untuk melayani masyarakat,
langganan dan internal PT. TELKOM, internet provider, corporate
customers. Divisi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan bisnis masa
depan yang ditandai dengan adanya konvergensi telepon, televisi kabel
(Video Communications) dan internet (Computer Communication).
3. Divisi Sistem Informasi
Divisi yang menyediakan sistem informasi, baik untuk kepentingan
PT. TELKOM maupun pihak lain. Produk-produk layanan yang dihasilkan
seperti: Software, Management Information System, Sistem Informasi
Kastemer (SISKA), Billing, Corporate Database, Interkoneksi Billing dan
Proses Telepon Selular.
4. Divisi Riset Teknologi Informasi
Divisi yang melaksanakan riset dan pengembangan teknologi
telekomunikasi untuk kepentingan internal PT TELKOM, baik riset
pengembangan produk baru, standarisasi perangkat, grand scenario
technology dan uji kaji laboratorium.
5. Divisi Properti
Divisi yang mengelola propertI seperti tanah, gedung, dan sarana
lainnya milik PT TELKOM yang tidak berkaitan dengan alat produksi.
Pengelolaan properti ini terutama untuk kepentingan PT TELKOM,
namun bila memungkinkan dapat melayani pihak lain.
6. Divisi Atelir
Divisi yang berfungsi sebagai Repair Centre (Pusat Perbengkelan)
bagi kepentingan PT. TELKOM, meliputi : pengetesan dan modul repair,
menyediakan suku cadang perangkat dan konsultasi teknis.
21

7. Divisi Pelatihan
Divisi yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi
pegawai PT. TELKOM untuk menunjang terwujudnya sumber daya
manusia yang berkualitas, profesional dan berintegrasi.
8. Divisi Pembangunan
Divisi yang melaksanakan pembangunan, konstruksi jaringan,
konsultasi pembangunan, desain proyek dan pengadaan untuk kepentingan
PT. TELKOM. Divisi ini tidak menangani pembangunan yang menjadi
tanggung jawab mitra KSO yang harus diselesaikan sampai akhir Repelita
VI.

2.1.7 Unit Bisnis PT. TELKOM INDONESIA, Tbk.
Sebagai sebuah holding company, PT. Telekomunikasi Indonesia.Tbk.
memiliki beberapa buah anak perusahaan terafiliasi seperti PT Telekomunikasi
Selular Indonesia yang bergerak sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi
bergerak selular, PT Indonusa Telemedia yang menangani bisnis multimedia
penyiaran dan Internet dengan nama produk TELKOMVision dan PT Infomedia
Nusantara yang mengelola bisnis penerbitan Buku Petunjuk Telepon
(YellowPages) dan Call Center.
Selain anak perusahaan tadi, dalam menjalankan operasi perusahaan PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk juga telah mengelompokan unit-unit usaha yang
ada dalam organisasi ke dalam bentuk Divisi, Center, Yayasan, dan Anak
Perusahaan.
Adapun unit-unit bisnis TELKOM tersebut adalah sebagai berikut :
1. Divisi Long Distance.
1.1. Sub Divisi Satelit
2. Carrier & Interconnection Service Center.
22

3. Divisi Multimedia. (Plasa.com)
4. Divisi Fixed Wireless .
5. Enterprise Service Center.
6. Customer Service Wilayah Sumatera.
7. Customer Service Wilayah Jakarta (Jadebotabek & Sekapur) .
8. Customer Service Wilayah Jawa Barat .
9. Customer Service Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
10. Customer Service Wilayah Jawa Timur.
11. Customer Service Wilayah Kalimantan.
12. Customer Service Kawasan Timur Indonesia.
13. Maintenance Service Center.
14. Training Center.
15. Carrier Development Support Center.
16. Management Consulting Center.
17. Construction Center.
18. I/S Center.
19. R&D Center.
20. SME Development Center.

Yayasan-Yayasan :
1. Dana Pensiun (Dapentel).
2. Yayasan Pendidikan dan Kesehatan.
3. Yayasan Sandhykara Putra TELKOM (YSPT)

Anak Perusahaan :
A. Kepemilikan > 50%
1. PT. Telekomunikasi Selular (TELKOMsel): Telekomunikasi (Selular
GSM).
2. PT. Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra): Telekomunikasi (KSO-VI
Kalimantan).
23

3. PT. Infomedia Nusantara (Infomedia) : Layanan Informasi.
4. PT. Telekomunikasi Selular Raya (Telesera) : Telekomunikasi (Selular
AMPS).
5. PT. Pro Infokom Indonesia (PII) : B2B (e-Government).
6. PT. Indonusa Telemedia (Indonusa) : TV Cable.
7. PT. Graha Sarana Duta (GSD) : Properti, Konstruksi dan Jasa.

B. Kepemilikan 20% - 50%
1. PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) : Transponder Satelit dan Komunikasi.
2. PT. Multimedia Nusantara (Metra) : Multimedia.
3. PT Citra Sari Makmur (CSM) : VSAT.
4. PT Menara Jakarta : Multimedia.
5. PT Metro Selular Indonesia (Metrosel) : Telekomunikasi (Selular AMPS).
6. PT Mobile Selular Indonesia (Mobisel) : Telekomunikasi (Selular NMT-
450).
7. PT Napsindo Primatel Internasional (Napsindo) : Network Access Point.
8. PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) : Layanan Satelit
Komunikasi Industri Perminyakan.
9. PT Pramindo Ikat Nusantara : Telekomunikasi (KSO-1 Sumatera).

C. Kepemilikan < 20%
1. PT Batam Bintan Telekomunikasi (Babintel) : Telekomunikasi (Pulau di
Bata & Bintan).
2. PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) : Telekomunikasi (Selular
AMPS).
3. PT Medianusa PTE, Ltd : Agen Penjualan Buku Petunjuk Telepon (BPT).
4. PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (Bangtelindo) : Konstruksi &
Konsultasi Fasilitas Telekomunikasi.


24

2.1.8 Budaya PT. TELKOM INDONESIA.Tbk
The TELKOM Way 135 atau lebih dikenal dengan TTW 135 merupakan
budaya korporasi yang dikembangkan PT.TELKOM Indonesia.Tbk. Bagi PT.
TELKOM Indonesia.Tbk, TTW 135 merupakan bagian terpenting dari upaya
perusahaan untuk meneguhkan hati, merajut pikiran, dan menyerasikan langkah
semua insan TELKOM dalam menghadapi persaingan bisnis InfoCom.
The TELKOM Way 135 adalah hasil penggalian dari perjalanan TELKOM
dalam mengarungi lingkungan yang terus berubah. Budaya TTW 135 dikristalisasi
serta dirumuskan karena dirangsang oleh berbagai perusahaan lain dan berbagai
tantangan dari luar. Dengan akar yang kuat pada kesadaran kolektif organisasi,
diharapkan budaya TTW 135 dapat cepat tertanam dalam jiwa insan TELKOM.
TELKOM berharap dengan tersosialisasinya budaya TTW 135, maka akan
tercipta pengendalian kultural yang efektif terhadap cara merasa,cara memandang,
cara berpikir, dan cara berperilaku semua insan TELKOM. Di dalam TTW 135
terkandung beberapa unsur, yang secara integral harus menjiwai insan TELKOM,
yaitu :” ”.
2.1.9 Jaringan Telekomunikasi PT. TELKOM INDONESIA. Tbk
Jaringan telekomunikasi di PT. TELKOM sering disebut sebagai jaringan
akses (access network), yang merupakan jaringan yang menghubungkan antara
terminal pelanggan (UNI/User Network Interface) dengan sentral local
(SNI/Service Network Interface) yang ada di bagian sentral PT. TELKOM
bersangkutan. Divisi yang menangani bagian jaringan ini pada struktur PT.
TELKOM dikenal sebagai divisi Jaringan Akses (JarAkses).
Secara umum, sistem telekomunikasi dibangun dalam bentuk jaringan-
jaringan lokal dan non lokal. Jaringan lokal adalah jaringan yang menghubungkan
sentral telepon dengan pesawat telepon pelanggan, di dalamnya termasuk semua
infrastruktur yang menghubungkan sentral telepon dengan pelanggan. Sedangkan
jaringan non lokal merupakan jaringan yang menghubungkan antara sentral yang
25

satu dengan sentral yang lain, yang termasuk didalamnya adalah sistem transmisi
sinyal antar sentral telekomunikasi.
Tujuan dari seluruh jaringan telekomunikasi, baik lokal maupun non lokal,
yang dimiliki oleh PT. TELKOM adalah untuk menyediakan jasa telekomunikasi
yang efektif dan efisien baik bagi pelanggan sebagai pengguna jasa ataupun bagi
PT. TELKOM sebagai perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penentuan proyek
instalasi jaringan fisik antara lain :
1. Pertimbangan Efisiensi Biaya Penyelesaian Proyek (Tenaga kerja, Bahan
baku, Peralatan);
2. Pertimbangan Efisiensi Waktu Penyelesaian Proyek; dan
3. Pertimbangan Kelayakan Proyek (Aspek Pasar, Aspek Pemasaran, Aspek
Teknologi, Aspek Hukum, Aspek Lingkungan, Aspek Finansial).
Adapun jaringan lokal telekomunikasi yang dimiliki oleh PT.
TELKOMIndonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:
1. Jarlokat (Jaringan Lokal Akses Tembaga)
Jarlokat merupakan jaringan lokal telekomunikasi yang menggunakan
media kabel tembaga atau sering disebut sebagai jaringan lokal akses kabel
tembaga.
2. Jarlokar (Jaringan Lokal Akses Radio)
Jarlokar merupakan jaringan lokal telekomunikasi yang menggunakan
media transmisi radio untuk menghubungkan konsumen dengan sentral atau
sering disebut sebagai jaringan lokal akses radio. Pada jarlokar, penggunaan
gelombang radio dapat diaplikasikan pada sebagian atau keseluruhan jaringan.


26

3. Jarlokaf (Jaringan Lokal Akses Fiber Optik)Jarlokaf merupakan jaringan
lokal telekomunikasi yang menggunakan media kabel fiber optik untuk
menghubungkan konsumen dengan sentral atau sering disebut sebagai
jaringan lokal akses kabel fiber optik.


















27


BAB III
URAIAN TUGAS PEKERJAAN
STANDAR INSTALASI SERTA CARA MENGATASI
GANGGUANINTERNET SPEEDY

4.1 INTERNET SPEEDY
Internet Speedy adalah brand dari layanan akses internet end-to-end untuk
penggunaan di residensial atau bisnis kecil dan menengah yang berbasis akses
kabel tembaga yang menggunakan teknologi Asymmetric Digital Subscriber Line
(ADSL).
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang
bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama
perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem
konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz).
Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan
tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan
splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
Layanan ini memberikan jaminan kecepatan sesuai dengan paket layanan yang
digunakan pelanggan sampai ke BRAS (Broadband Remote Acces Server) dengan
pilihan kecepatan akses mulai dari 384 kbps hingga 3 Mbps per line. Sebagai
perbandingan, kecepatan akses dial-up yang digunakan oleh layanan Telkomnet
Instan adalah 56 kbps per line.


4.2 INSTALASI MODEM
Instalasi modem (Modulation Demodulation) diperlukan agar computer yang ada
dapat terkoneksi melalui jaringan internet. Langkah-langkah yang perlu
28

diperhatikan dalam instalasi modem adalah sebagai berikut, dengan catatan
modem yang digunakan adalah modem Sanex :
Langkah 1: klik Start => Control Panel

Langkah 2 :







29

Langkah 3 :







30

Langkah 4 :
pilih Internet Protocol (TCP/IP) dan klik Properties

Langkah 5 :
Pilih Obtain an IP address automatically and Obtain DNS server address
automatically, kemudian klik OK.




31

Langkah 6 :
Masukkan alamat web Port ADSL 2/2 Router‟s default IP address : ”192.168.1.1”
pada kotak Address, kemudian tekan enter.

Langkah 7 :
Masukkan Username : admin dan Password admin, kemudian klik OK









32

Langkah 8 :
Setelah Log In, anda akan masuk pada SANEX‟s Home

Klik Advanced => Klik Edit





Kolom VPI diisi 8
Kolom VCI diisi 81, kemudian klik Next
33


Pilih settingan PPP over Ethernet (PPPoE) pada Connection Type => klik Next



Kolom username diisi nomer speedy diikuty @telkom.net, misalnya
111212223244@telkom.net Kolom Password diisi sesuai dengan password yang
diperoleh => Next
34


Klik Next



Klik Save
35


Klik Save/Reboot


Untuk memastikan apakah modem sudah connect atau belum, klik Device Info
36


Ada tulisan This information reflects the current status of your DSL connection.
modem SANEX telah berhasil di install
Langkah 9:
modem SANEX sudah connect dan siap melakukan browsing dengan
memasukkan alamat web pada kolom Address,
misalnyahttp://www.googlemap.com/

Xcxzcxcxcxczxc



4.3 Tahapan Menganalisa Gangguan Speedy
Tidak selamanya Speedy berjalan seperti apa yang yang diinginkan oleh user.
Berikut adalah beberapa tahapan menganalisa dan perbaikan gangguan speedy :

a. Semua Lampu Indikator Modem Menyala, Tetapi Tidak Conect
Ada dua kemungkinan pada permasalahaan ini. Kemungkinan pertama adalah
“Local Area Connection” belum di “Enable”. Kemungkinan kedua adalah
37

konfigurasi IP Address di PC tidak sesuai dengan konfigurasi IP address modem.
Langkah yang harus diambil yaitu coba ganti konfigurasi IP pada PC menjadi
Automatic dengan cara :
 Masuk “Control Panel” dengan cara klik Start > Control Panel
 Pilih “Network Connections”.
 Klik kanan pada “Local Area Connection” lalu pilih Properties.
 Pada Box “This connection uses the following items:” klik dua kali
“Internet Protocol (TCP/IP)”.
 Lalu pilih “Obtain an IP address automatically” dan “Obtain DNS
server address automatically” klik OK. Lalu Klik OK juga pada
“Local Area Connection Properties”



Setelah langkah–langkah di atas sudah di kerjakan, jangan lupa meng-enable
“Local Area Connection”-nya. Lalu tunggu beberapa saat proses penerimaan IP
otomatis dari modem. Apabila LAN pada PC tidak mendapatkan IP DHCP dari
modem, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu :
1) NIC ( Network Interface Card ) pada PC / Modem rusak.
2) Lampu Indikator Ethernet/USB Mati.
Lampu indikator Eth/USB adalah lampu untuk mengidentifikasi apakah kabel
LAN / kabel USB sudah terhubung ke PC dengan baik atau belum. Adadua
kemungkinan yang bisa terjadi pada permasalahan ini. Kemungkinan pertama
adalah kabel LAN/kabel USB belum terpasang pada modem ataupun PC.
Kemungkinan kedua adalah PC belum di install driver dari NIC / Port USB. Jadi
PC anda harus sudah di install driver NIC / USB terlebih dahulu dan jangan lupa
untuk mengecek kabel LAN / kabel USB anda apakah sudah ditancapkan dengan
baik atau belum.
3) Lampu Indikator PPP Mati.
Lampu indikator PPP adalah lampu untuk mengetahui apakah proses verifikasi
Username dan Password yang sudah tersimpan pada modem dengan Username
38

dan Password yang tersimpan di server Telkom Speedy telah berhasil atau belum.
Jadi, apabila lampu PPP mati maka proses verifikasi Username dan Password
telah gagal. Jadi, lakukan proses setting ulang modem dengan cara yang telah di
jelaskan di bab sebelumnya. Catatan : Lampu PPP tidak akan bisa menyala
apabila lampu indikator ADSL belum menyala dengan tenang.

4) Lampu ADSL Blinking dan PPP Mati.

Lampu ADSL adalah lampu untuk mengidentifikasi apakah ada sinyal ADSL
Speedy yang masuk. ADSL biasanya punya 4 lampu: Power, Link,
Data/ADSL/Internet, Ethernet/LAN, lampu power mengindikasikan modem
sedang on, lampu link mengindikasikan koneksi dengan DSLAM, lampu
Data/ADSL/Internet mengindikasikan koneksi ke internet, lampu Ethernet/LAN
mengindikasikan koneksi ke PC/Router/Server
Karena proses identifikasi sinyal ADSL pada beberapa modem berbeda-beda,
maka penulis akan memilih modem Articonet sebagai contohnya, jika pada
modem Articonet lampu indikator Link mati, berarti tidak ada sinyalADSL yang
mengalir di jaringan tersebut. Jika lampu indikator Link berkedip/blinking, berarti
ada sinyal ADSL yang mengalir di jaringan tersebut. Tetapi sinyal ADSLnya
masih terhambat oleh sesuatu hal, contoh yang pernah alami antara lain oleh
pelanggan :
a) Salah menancapkan kabel telepon di Spliter. Pemecahannya hanya tinggal
membetulkan posisi kabel yang menancap di spliter.
b) Dalam satu line telepon terdapat lebih dari satu pesawat telepon (Pararel) tetapi
hanya satu pesawat telepon saja yang melalui spliter, yang lain tidak.
Pemecahannya adalah dengan cara melewatkan pesawat telepon pada spliter. Atau
setiap pesawat telepon di beri spliter setelah rowset

c) Terdapat sambungan pada kabel PVC ataupun dropwire, tetapi sambungannya
diberi selotip sehingga membuat kabel menjadi korosi (kabel yang seharusnya
berwarna kuning menjadi berwarna hitam). Cara menangani masalah ini adalah
39

dengan memotong kabel sampai menemukan kabel yang masih bagus (tidak
korosi/berwarna kuning). Apabila kabel yang korosi sampai panjang sekali
sehingga kabel tidak cukup untuk di sambung maka penulis menyarankan untuk
mengganti kabel.

4.4 GANGGUAN PADA SPEEDY

Dengan semakin tinggi pengguna Akses Internet berkecepatan tinggi (Speedy),
maka semakin siaga pula untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang
ada pada "Customer" (Pelanggan). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penanganan gangguan Speedy, antara lain :

1) Pastikan kualitas jaringan disisi Telkom dalam keadaan baik dari mulai
jaringan di Telkom sampai kerumah pelanggan


Keterangan :
Roset : alat untuk menyambungkan langsung ke telpon
Splitter/ Microfilter : Ketika berlangganan Speedy saluran telepon akan menjadi
saluran ADSL. Micro-Filter digunakan pada saluran telepon sehubungan dengan
peningkatan kualitas koneksi Speedy. Micro–Filter akan memfilter frekwensi
tinggi sehingga ADSL signal tidak akan mempengaruhi telepon pada saat
digunakan. Sebagai hasilnya saluran telepon anda dapat digunakan untuk surfing
Internet dengan kecepatan tinggi dan telepon anda tetap dapat digunakan akan
40

(baik menerima maupun menelpon) secara bersamaan tanpa adanya interferensi
dari High-Speed Internet, dan dapat membagi data dengan voice.
1. Pastikan IKR (Instalasi Kabel Rumah) dalam keadan baik, dan pastikan
Perangkat terpasang sesuai pada tempatnya (Roset, Modem, Spliter, Kabel UTP,
RJ-45, Pc dalam keadaan bebas dari Virus Worm/Trojan. Dll)
2. Pastikan Modem di Setting dengan benar
3. Pastikan Local Area Connection dalam keadaan Enable
4. Pastikan Lampu (ADSL, LINK, DSL, dan lain-lain) Pada modem dalam
keadaan Menyala Full, “Tidak Blinking”
5. Apabila modem di setting dengan system Router, Pastikan modem mendapat IP
WAN dari Telkom

6. Setelah semua ketentuan-ketentuan tersebut diatas dilaksanakan, maka silahkan
Browsing dengan Web browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Face
Book, dan lain-lain)
Beberapa jenis gangguan yang sering muncul jika koneksi internet gagal adalah
sebagai berikut :
1. Error 691

Penyebab
 Acces denied username and password invalid atau user name dan
password salah. Username : No.speedy@telkom.net, Password : xxxxx
 Posisi Speedy Isolir
Solusi
 Pastikan username dan password benar
No.speedy@telkom.net
Password : xxxxx
 Lunasi Tunggakan speedy
2. Error 769

Penyebab : Network disable
41

Solusi : Aktifkan Local Area Connection yang ada di control panel =>
Network Connection


3. Error 678

Penyebab :
- ADSL mati
- Cek kabel LAN atau USB
- Spyware atau firewall blok koneksi
Solusi :
- Cek jaringan atau koneksi sudah tersambung atau belum
- Install driver USB
- Buka Permission levelnya
4. Error 718

Eror ini muncul karena request untuk konek dari komputer tidak direspon oleh
server Telkom. Kemungkinan ada gangguan jaringan atau server sedang sibuk.
Solusinya, coba terus untuk koneksi dan biasanya akan berhasil.
Eror ini juga bisa muncul karena account internet telah expired atau username
atau password yg digunakan sudah tidak valid.

5. Koneksi Putus

Penyebab :
42

- Kualitas jaringan telpon menurun, suara telpon tidak jelas atau ada
dengung.
Solusi :
- Cek perkabelan rumah (dari KTB sampai ke modem).
- Jika masih coba laporkan ke kantor telkom terdekat.

6. Speedy Muncul Error Report "Generic Host Process For Win32 Services"

Jika Speedy muncul error atau mengalami masalah crash di system winxp dengan
pesan "Generic Host Process for Win32 Services", Faulting application
svchost.exe, version 5.1.2600.2180, faulting module netapi32.dll, version
5.1.2600.2180, fault address 0×0000a3c0.”eror terjadi di file:
WER51f3.dir00svchost.exe.mdmp, TempWER51f3.dir00appcompat.txt.

Ini terjadi karena komputer terkena blaster yang notabene gak bisa di deteksi oleh
antivirus. beberapa saat setelah muncul pesan ini, koneksi internet dan lan
langsung terputus. worm yg satu ini selalu menyerang lewat port 135 dan 445.
Pada winxp sp1, koneksi akan terjadi lagging karena komputer di gunakan untuk
menddos banyak server melalui jaringan internet sehingga mengakibatkan koneksi
jadi super sibuk dan akhirnya kita tidak bisa menggunakannya lagi.
Pada xp sp2, setelah dilakukan patch, maka koneksi tidak bisa digunakan untuk
menddos tetapi koneksi langsung di flush dan di block oleh system sehingga tidak
bias melakukan koneksi apapun. Cara mengatasinya adalah dengan menutup port
135 dan 445 secara manual melalui regedit.
-
-

Masuk ke :

- HKEY_LOCAL_MACHINE

43

- System

- CurrentControlSet

- Services

- NetBT

- Parameters

- lalu kosongkan value yang ada. "TransportBindName"





Kemudian :

- HKEY_LOCAL_MACHINE

- Software

- Microsoft

- OLE

- Ganti valuenya menjadi " N " pada "EnableDCOM"

- Restart komputer

44

Catatan : Tetapi langkah ini menjadikan komputer tidak bisa dishare, lebih baik
instal update-an XP agar lebih aman.

4.5 AKSES INTERNET CEPAT MEMAKAI DNS ALTERNATIF

DNS kepanjangan Domain Name Server. Fungsi DNS menerjemahkan nama
Domain menjadi deretan angka IP. Contohnya bila kita akan membuka atau
merequest url Domain tertentu, biasanya kita menggunakan deretan nama atau
huruf karena lebih mudah dihafal seperti esc-creation.com, google.com,
yahoo.com, Facebook.com dan sebagainya.

4.5.1 Hubungan DNS Dengan Kecepatan Akses Internet

Pada dasarnya semua ISP (Internet Service Provider) atau penyedia layanan
sambungan internet seperti indosat, Telkomsel, Telkom, dan sebagainya
menggunakan atau mempunyai DNS Server tersendiri.Server DNS suatu ISP atau
penyedia internet tentunya juga mempunyai kemampuan, kecepatan, speseifikasi,
dan lama cache tersediri.
Adakalanya Server DNS ini Drop karena padatnya Trafik DNS server suatu ISP.
Sehingga menyebabkan lambannya query atau proses request. Jadi bila terjadi
gangguan pada Server DNS suatu ISP, maka pada saat kita akan membuka
website menggunakan browser seperti mozila , Firefox, Opera, Flock, safari dan
sebagainya, maka akan terasa lebih lambat bahkan terjadi konfirmasi error atau
not Found pada browser kita. Seperti yang dulu sering terjadi di Telkom Speedy
beberapa saat lalu.
Meski ISP atau penyedia Internet yang kita gunakan mempunyai Server DNS
sendiri sebenarnya kita juga bisa menggunakan atau memanfaatkan DNS server
ISP operator lain. Jadi Server DNS ini bisa kita gunakan untuk semua jenis ISP
yang kita gunakan.

45

4.5.2 Cara Merubah Setting DNS Pada Windows

Control panel >>> Network Connections >>> Klik kanan account sambungan
internet yang sedang aktif /connected >>> Properties >>> Networking >>>
Internet Protocol >>> Properties >> Beri Tanda pada Use the Following DNS
server addresses >>> masukan DNS yang anda pilih >> Klik Ok.

Gambar 4.2 Setting DNS pada Windows

Gambar 4.3 Setting DNS pada Windows

Restart Ulang Koneksi Internet anda, Perubahan akan terjadi setelah anda restart
ulang koneksi internet anda. Silahkan pilih alternatif DNS Server, gunakan DNS
yang anda rasa paling cepat pada sambungan internet anda. DNS speedy yang bisa
46

di pakai sangat banyak. Di bawah ini beberapa list dari DNS speedy dan internet
yang kita pakai akan kembali normal.
Beberapa list dari no DNS Speedy yang bisa dipakai :















47

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini, Kami :
Nama : ……………………………………
Tempat / Tanggal Lahir : ……………………………………
Alamat : ……………………………………
: ……………………………………
: ……………………………………

Sekolah : SMKN 12 BANDUNG
NIS : ……………………………………
Kompetensi Keahlian : ……………………………………
Lokasi Praktek : ……………………………………
Menyatakan mentaati ketentuan-ketentuan seperti tersebut dibawah ini :
1. Mengikuti Dan melaksanakan tata tertib Perusahaan
2. Melaksanakan praktek secara terus menerus sesuai jadwal hari kerja dan
jam kerja yang telah ditetapkan perusahaan
3. Bersedia bekerja mengikuti prosedur kweja yang berlaku di perusahaan
4. Bersedia menanggung akibat dari tindakan yang tidak semestinya sehingga
menyebabkan kerugian pada pihak lain atau paihak perusahaan

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan apabila
dikemudian hari tidak memenuhi ketentuan tersebut diatas,kami bersedia
diambil tindakan dari perusahaan atau sekolah.
Bandung,31 Maret 2012
Yang membuat pernyataan,
Mengetahui,
Kepala Sekolah


Drs. Edy Purwanto, MM Faisal Akbar Ramdan
NIP. 19690409 199402 1 001 NIS. 2010 5471
48


IDENTITAS
PESERTA PRAKERIN

1. Nama Siswa : Faisal Akbar Ramdan
2. NIS : 2010 5471
3. Kompetensi Keahlian : Elektronika Pesawat Udara
4. Alamat : JL. Cijerah GG.H Anwar
:
:
:
5. Guru Pembimbing : a. Drs. Budi Setiawan
b. Drs. Yohanes Suprihanto
6. Nama Orang Tua : Mahmudin
7. Alamat Orang Tua : JL. Cijerah GG.H Anwar
8. Telepon Orang Tua :+62281321349717


Bandung, 2012
Peserta Prakerin,




Faisal Akbar Ramdan
NIS. 2010 5471

49

IDENTITAS
DUNIA USAHA/DUNIA INDUSTRI

1. Nama Perusahaan / Industri : PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk,
2. Alamat : Jalan Rajawali Barat No.101 Bandung
3. No. Telepon / Fax : +62-22-7272755 ( Hunting )
4. E-mail / Website :
5. Nama Pimpinan : Achmad
6. Nama Pembimbing Industri : Agus Haryono


Bandung, 20 September 2011
Pembimbing


Agus Haryono
NIK : 602027


50

JADWAL KEGIATAN DAN KONSULTASI DENGAN
PEMBIMBING DI PERUSAHAAN
No Kegiatan
Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
0
1
1
12
1. Orientasi.

2.
Organisasi
manajemen
industri atau
perusahaan.

3.
Praktek pada
bidang yang
relevan dan
program
studinya.

4.
Pencatatan
dengan
pembimbing
Praktek Kerja
Industri.

5.
Konsultasi
dengan
pembimbing di
perusahaan
untuk
penyusunan
laporan.

6.
Penyempurnaan
laporan.


Bandung,2012

Peserta Prakerin,



Faisal Akbar Ramdan
NIS. 2010 5471
51

LAPORAN KERJA HARIAN

Tempat Kerja :…………………………………………………………
Hari / Tanggal :…………………………………………………………
Jenis Pekerjaan :…………………………………………………………
Nama Pekerjaan :…………………………………………………………
Waktu Pelaksanaan :…………………………………………………………

Pembimbing, Peserta,

Agus Haryono Faisal Akbar R
NIK. 602027 NIS.20105471

Gambar Kerja / Sket: Alat yang digunakan:
Langkah Kerja:
Referensi:
52

PENILAIAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

Nama : Faisal Akbar Ramdan
Nomor Induk : 20105471
Kompetensi Keahlian : Elektronika Pesawat Udara
Tempat Prakerin : PT TELKOM INDONESIA

Bandung, 31 Maret 2012
Mengetahui
Atasan Pembimbing Pembimbing




Utari Dwi Eliyani Agus Haryono
NIK :620828 NIK : 602027


No. Aspek Penilaian
Penilaian
Ket.
A B C D
I.
Motivasi
1. Perhatian terhadap instruksi / petunjuk
2. Disiplin kerja
3. Prakarsa / inisiatif
II.
Kemampuan Kerja / Skill
1. Kualitas pekerjaan / keterampilan
2. efektifitas penggunaan waktu kerja
3. Keselamatan kerja
III.
Kepribadian
1. Kebersihan dan Kesopanan
1. Kemampuan beradaptasi dengan
lingkungan Kerja
3. Tanggung Jawab
IV.
Laporan
1. Sistematika Penulisan
2. Materi Penulisan
V.
Kehadiran
1. Tidak masuk karena Sakit : . . . . .hari
2. Tidak masuk karena Ijin : . . . . .hari
3. Tidak masuk tanpa ket. : . . . . .hari
53

BAB IV
PENUTUP

Setelah penulis melaksanakan dan menyelesaikan Praktek Kerja Industri
(Prakerin) di PT.TELKOM INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS SO
RAJAWALI selama kurang lebih tiga bulan, yaitu dari tanggal 1 Desember 2011
sampai dengan 29 Februari 2012, maka penulis dapat menyampaikan sedikit
mengenai kesimpulan dari Prakerin serta saran-saran bagi pihak sekolah maupun
pihak Industri.

5.1. Kesimpulan
Sebagai penutup, penulis ingin mengemukakan beberapa hal sebagai
kesimpulan dari hasil kegiatan penulis selama melaksanakan Prakerin di
PT.TELKOM INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS SO RAJAWALI dan juga
beberapa kesimpulan mengenai materi yang telah penulis uraikan diatas.
1. Kesimpulan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
Kegiatan Prakerin yang dilaksanakan rutin oleh setiap siswa tingkat dua
SMK merupakan suatu kegiatan yang menurut penulis wajib dilakukan karena
selain menambah pengalaman terhadap dunia Industri, dalam kegiatan tersebut
juga siswa dituntut untuk terjun langsung dan ikut berkecimpung dalam kinerja
perusahaan. Prakerin dapat menambah ilmu pengetahuan yang telah didapat
disekolah karena dengan melaksanakan Prakerin ini, maka akan bertambah ilmu
yang baru yang akan memperluas pengetahuan mengenai banyak hal, tidak hanya
terpaku pada teori semata. Selain itu, selama Prakerin sangat dibutuhkan fisik dan
mental yang baik karena preassure yang ada dalam perusahaan cukup tinggi.
Prakerin juga sering dijadikan tolak ukur dan sarana evaluasi kemampuan siswa,
sehingga dapat terlihat dan terukur sampai dimana keterampilan dan keahlian
yang dimiliki oleh siswa selama Prakerin.

54

2. Kesimpulan Materi
Setelah dibahas pada bab-bab sebelumnya, serta berdasarkan hasil
pengamatan penyusun pada saat melaksanakan Prakerin di PT.TELKOM
INDONESIA, tbk. DIVISI ACCESS AREA GENERAL SUPPORT SO
RAJAWALI, maka penyusun dapat mengambil kesimpulan materi sebagai berikut
:


5.2. Saran
Dengan segala kerendahan hati, penyusun akan menyampaikan saran-saran untuk
pihak sekolah dan pihak industri. Beberapa saran yang hendak penyusun
sampaikan diharapkan dapat membantu proses evaluasi dan sebagai bahan acuan
bagi pelaksanaan Prakerin untuk masa-masa yang akan datang. Selain itu, saran-
saran ini merupakan suatu wujud kepedulian penyusun terhadap kemajuan dunia
pendidikan yang berkembang begitu pesatnya.

5.2.1. Saran untuk Pihak Sekolah
Adapun saran yang akan saya sampaikan antara lain:
1. Pemberian informasi serta gambaran mengenai kondisi dan suasana di
Industri kepada siswa yang akan melaksanakan Prakerin hendaknya
diperluas lagi mengingat beragamnya dunia industri.
2. Kegiatan keorganisasian yang diselenggarakan khusus untuk menghadapi
kegiatan Prakerin tetap dilestarikan dan terus ditingkatkan, karena sangat
bermanfaat bagi siswa setelah berada di dunia industri.
3. Sekolah hendaknya melakukan monitoring terhadap siswa yang
melakukan Prakerin lebih sering lagi guna mengetahui secara langsung
kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa dalam menghadapi Prakerin.
4. Tekonolgi pada masa sekarang dirasakan sangat cepat perkembangannya.
Sekolah dengan segala keterbatasannya dirasakan tidak dapat
menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, namun masih ada hal lain
yang bias dilakukan sebagai altenatif dalam mengejar ketertinggalan
55

tersebut. Salah satu cara yang bias dilakukan adalah dengan diadakannya
Kunjungan Industri, dengan begitu diharapkan siswa dapat menyerap
informasi dan teknologi baru yang ada di industri, sehingga kemajuan
teknologi dan informasi yang tidak didapatkan di sekolah dapat diketahui.
5. Siswa sebelum berangkat Prakerin ke industri diberikan pembekalan
komunikasi bahasa asing guna mempercepat penyesuaian di industri.
6. Sarana dan prasarana terutama yang menunjang kegiatan belajar produktif
lebih ditingkatkan lagi, agar dapat memotivasi para siswa untuk belajar
lebih giat lagi.

5.2.2. Saran untuk Pihak Industri
1. Untuk menjaga terjalinnya hubungan baik antara pihak industri dengan
pihak sekolah, maka diharapkan untuk masa-masa yang akan datang pihak
industri dapat menerima kembali siswa-siswi yang akan melaksanakan
Prakerin dari dunia pendidikan, khususnya siswa-siswi SMKN 12
Bandung dengan tangan terbuka, karena dengan hubungan baik ini sangat
diharapkan keberadaannya di dunia pendidikan, khususnya pendidikan
kejuruan.
2. Dalam melaksanakan Prakerin hendaknya pihak industri memberikan
suatu target atau hal-hal yang harus dikuasai dalam pelaksanaan Prakerin.
3. Diharapkan pihak industri memiliki bagian khusus yang menangani siswa
yang sedang melaksanakan Prakerin sehingga keberadaannya lebih terbina
dan terkontrol dengan baik.
4. Diadakannya kerjasama antara pihak industri dengan pihak sekolah,
karena hal ini dapat membantu proses kegiatan siswa dalam
mengembangkan pengetahuan dan aplikasi pelajaran yang telah
didapatkan disekolah.
5. Pihak industri sebaiknya mengadakan evaluasi berkala mengenai
kemajuan yang telah dicapai oleh siswa Prakerin.


56

Demikian kesimpulan dan saran yang dapat diberikan oleh penyusun kepada
pihak sekolah maupun pihak industri. Pada kesempatan kali ini, penyusun sangat
berharap penyusunan karya tulis ini dapat memberikan manfaat yang lebih bagi
penulis khususnya dan para pembaca umumnya. Pada kesempatan ini juga,
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak
yang telah membantu atas kelancaran dalam penyusunan karya tulis ini,
khususnya kepada pihak sekolah yang selama ini telah mendidik dan
membimbing penulis, serta kepada pihak industri yang telah memberikan
kesempatan Prakerin bagi penulis yang merupakan pengalaman berharga.















57

LEMBAR PENGESAHAN DARI PIHAK INDUSTRI
“STANDAR INSTALASI SERTA CARA MENGATASI
GANGGUANINTERNET SPEEDY “

Karya Tulis ini telah disetujui oleh :

Pembimbing I, Pembimbing II,



Agus Haryono Tuti Ningsih
NIK.602027 NIK.640313

Mengetahui :
OFF 1 GENERAL SUPPORT AREA BANDUNG BARAT



Utari Dwi Eliyani
NIK.620828

58

PT.TELKOM INDONESIA.Tbk
LEMBAR PENGESAHAN DARI PIHAK SEKOLAH
“STANDAR INSTALASI SERTA CARA MENGATASI
GANGGUANINTERNET SPEEDY“

Karya Tulis ini telah disetujui oleh :

Ketua Program Keahlian, Pembimbing,
Elektronika Pesawat Udara


Drs. Yohanes S. Drs. Budi Setiawan
NIK : NIK :
Mengetahui :
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 12
Bandung


Drs. Edy Purwanto, MM
NIP. 19690409 199402 1 001

DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 12 BANDUNG
2012

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful