www.damandiri.or.id/file/ratnasuhartiniunairbab1.

pdf LATAR BELAKANG LANSIA Penduduk Lanjut Usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. Pada tahun 1980 penduduk lanjut usia baru berjumlah 7,7 juta jiwa atau 5,2 persen dari seluruh jumlah penduduk. Pada tahun 1990 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 11,3 juta orang atau 8,9 persen. Jumlah ini meningkat di seluruh Indonesia menjadi 15,1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7,2 persen dari seluruh penduduk. Dan diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 29 juta orang atau 11,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu. Angka harapan hidup penduduk Indonesia berdasarkan data Biro Pusat Statistik pada tahun 1968 adalah 45,7 tahun, pada tahun 1980 : 55.30 tahun, pada tahun 1985 : 58,19 tahun, pada tahun 1990 : 61,12 tahun, dan tahun 1995 : 60,05 tahun serta tahun 2000 : 64.05 tahun (BPS.2000) Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia akan membawa dampak terhadap sosial ekonomi baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pemerintah. Implikasi ekonomis yang penting dari peningkatan jumlah penduduk adalah peningkatan dalam ratio ketergantungan usia lanjut (old age ratio dependency). Setiap penduduk usia produktif akan menanggung semakin banyak penduduk usia lanjut. Wirakartakusuma dan Anwar (1994) memperkirakan angka 2 ketergantungan usia lanjut pada tahun 1995 adalah 6,93% dan tahun 2015 menjadi 8,74% yang berarti bahwa pada tahun 1995 sebanyak 100 penduduk produktif harus menyokong 7 orang usia lanjut yang berumur 65 tahun ke atas sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 100 penduduk produktif harus menyokong 9 orang usia lanjut yang berumur 65 tahun ke atas. Ketergantungan lanjut usia disebabkan kondisi orang lanjut usia banyak mengalami kemunduran fisik maupun psikis,

(3) perubahan panca indra : penglihatan. rematik dan asma sehingga menyebabkan aktifitas bekerja terganggu (Ilyas : 1997). Menurut data SKRT (Survey Kesehatan Rumah Tangga) masih tinggi.1%. dan kulit. hati. Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada kemunduruan kesehatan fisik dan psikis yang akhirnya akan berpengaruh juga pada aktivitas ekonomi dan sosial mereka. Berdasarkan 3 SKRT tahun 1986 angka kesakitan usia 55 tahun 15. perasa. SKRT tahun 1980 menunjukkan angka kesakitan penduduk usia 55 tahun ke atas sebesar 25. isi perut : limpa. karena berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar. pendengaran. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis yang banyak diderita lanjut usia. tangan. dan (4) perubahan motorik antara lain berkurangnya kekuatan. kecepatan dan belajar keterampilan baru. dan menurut SKRT 1995 angka kesakitan usia 45-59 sebesar 11.artinya mereka mengalami perkembangan dalam bentuk perubahanperubahan yang mengarah pada perubahan yang negatif. sehingga mereka tidak dapat melakukan aktifitas . sekitar 74 persen lansia dinyatakan mengidap penyakit kronis. Secara umum kondisi fisik seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia mengalami penurunan. hipertensi. (2) perubahan bagian dalam tubuh seperti sistem saraf : otak. Sehingga secara umum akan berpengaruh pada aktivitas kehidupan sehari-hari. Demikian juga temuan studi yang dilakukan Lembaga Demografi Universitas Indonesia di Kabupaten Bogor tahun 1998.7 persen. penciuman. Masalah umum yang dialami lanjut usia yang berhubungan dengan kesehatan fisik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perubahan : (1) perubahan penampilan pada bagian wajah.6 persen ( Wirakartakusumah : 2000) Dalam penelitian Profil Penduduk Usia Lanjut Di Kodya Ujung Pandang ditemukan bahwa lanjut usia menderita berbagai penyakit yang berhubungan dengan ketuaan antara lain diabetes melitus. yaitu rentannya terhadap berbagai penyakit . jantung koroner.

menurunnya fungsi panca indra menyebabkan lanjut usia merasa rendah diri. Mereka merasa tidak senang dan bahagia dalam masa tuanya. yang banyak mempengaruhi kesehatan psikis. mudah tersinggung dan merasa tidak berguna lagi. 1991). anak-anak yang meninggalkan rumah untuk bekerja (5) Anak-anak telah dewasa dan membentuk keluarga sendiri.kehidupan sehari-hari (Wirakartakusumah : 2000). Beberapa penyebab kesepian antara lain (1) longgarnya kegiatan dalam mengasuh anak-anak karena anak-anak sudah dewasa dan bersekolah tinggi sehingga tidak memerlukan penanganan yang terlampau 4 rumit (2) Berkurangnya teman/relasi akibat kurangnya aktifitas di luar rumah (3) kurangnya aktifitas sehingga waktu luang bertambah banyak (4) Meninggalnya pasangan hidup (5) Anak-anak yang meninggalkan rumah karena menempuh pendidikan yang lebih tinggi. karena mereka tidak dapat bereproduksi lagi. Pada umumnya masalah kesepian adalah masalah psikologis yang paling banyak dialami lanjut usia. mereka mengeluh mengalami gangguan tidur. Dengan asumsi tersebut menopause merupakan kejadian yang paling penting dan yang paling banyak menimbulkan permasalahan bagi wanita. Dari segi inilah lanjut usia mengalami masalah psikologis. Beberapa masalah tersebut akan menimbulkan rasa kesepian lebih cepat bagi orang lanjut usia. karena berbagai . Datangnya menopause bagi perempuan akan menimbulkan perasaan tidak berguna . sehingga menyebabkan orang lanjut usia kurang mandiri. Dengan berubahnya penampilan. Kondisi kesehatan mental lanjut usia di Kecamatan Badung Bali menunjukkan bahwa pada umumnya lanjut usia di daerah tersebut tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Inti dari kewanitaan adalah keberhasilan seorang wanita untuk mengisi peranannya sebagai seorang ibu dan seorang istri (Saparinah. Penurunan kondisi fisik lanjut usia berpengaruh pada kondisi psikis.

perawatan bagi yang menderita penyakit ketuaan dan kebutuhan rekreasi.kebutuhan hidup dasar tidak terpenuhi. Dengan kondisi fisik dan psikis yang menurun menyebabkan mereka kurang mampu menghasilkan pekerjaan yang produktif. tidak terlalu banyak masalah. Sedangkan penghasilan mereka antara lain dari pensiun. rekreasi dan sosial. Jika tidak bekerja berarti bantuan yang diperoleh mereka dapatkan dari bantuan keluarga. pangan. 1999). kesehatan. 5 perumahan. Keadaan tersebut akan mengakibatkan orang lanjut usia tidak mandiri. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa beberapa kondisi kesehatan mental lanjut usia mempengaruhi berbagai kondisi lanjut usia yang lain seperti kondisi ekonomi. tabungan. Dalam sosialisasi dalam urusan di masyarakat kurang aktif (Suryani. kerabat atau orang lain. Masalah ekonomi yang dialami orang lanjut usia adalah tentang pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari seperti kebutuhan sandang. pemeriksaan kesehatan secara rutin. dan merasa sangat sedih. Bagi lanjut usia yang memiliki asset dan tabungan cukup. dan bantuan keluarga. yang menyebabkan orang lanjut usia tidak dapat bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kondisi sosial yang menyebabkan kurangnya hubungan sosial antara lanjut usia dengan masyarakat. Tetapi bagi lanjut usia yang tidak memiliki jaminan hari tua dan tidak memiliki aset dan tabungan yang cukup maka pilihan untuk memperoleh pendapatan jadi semakin terbatas. Dengan demikian maka status ekonomi orang lanjut usia pada umumnya berada dalam lingkungan kemiskinan. secara finansial tergantung kepada keluarga atau masyarakat bahkan pemerintah Banyak lanjut usia dengan sia-sia mencari suatu bentuk pekerjaan . seperti kebutuhan akan makanan bergizi seimbang. Upaya . Di sisi lain mereka dituntut untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin meningkat dari sebelumnya. sangat kawatir terhadap keadaan lingkungannya.

hubungan orang muda dan orang tua semakin renggang. ketakutan. Dengan demikian pengangguran lanjut usia akan semakin banyak. Kondisi perkotaan yang besifat individualisme menyebabkan kontak sosial menjadi longgar sehingga penduduk . karena berbagai lowongan pekerjaan di berbagai media masa selalu menghendaki tenaga kerja dengan pendidikan tinggi. dan usia maksimal yang dikehendaki pada umumnya 25 – 30 tahun. menurut Wirakartakusumah (2000) sekitar 52. dan lanjut usia semakin berada pada garis kemiskinan dan semakin tergantung pada generasi muda Di jaman modernisasi.7 juta orang . loyalitas tinggi.5 persen dari 13. Disamping itu menurunnya kondisi fisik yang tidak mungkin dapat menyesuaikan dengan pekerjaan-pekerjaan yang memegang prinsip efektifitas dan kualitas serta kuantitas yang tinggi ikut berpengaruh. Kondisi perkotaan yang berpacu untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan banyak menimbulkan rasa kecemasan. tidak tamat SD sekitar 27. sehingga dengan demikian 80 persen lansia berpendidikan SD ke bawah dan tidak memenuhi beberapa persyaratan yang dikehendaki perusahaan/industri maka membuat tenaga kerja lanjut usia semakin tersingkir dari dunia kerja yang diharapkan. bagi penduduknya yang dapat menyebabkan penyakit mental. membuat mereka tidak mampu bersaing dengan orang-orang yang lebih muda dan berpendidikan. ketegangan. energik. Kurangnya pasaran kerja. Kesibukan yang melanda kaum muda hampir menyita seluruh waktunya.untuk mencari pekerjaan setelah pensiun mengalami kesulitan. sehingga mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk memikirkan orang tua. penampilan menarik.3 juta 6 lansia tidak pernah sekolah. kurangnya perhatian dan pemberian perawatan terhadap orang tua. Kondisi seperti ini menyebabkan kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Jika hal ini dikaitkan dengan pencari kerja yang sudah lanjut usia yang pada umumnya berpendidikan rendah.8 persen atau 3.

dan kondisi sosial. dan tinggal di panti werdha. kondisi ekonomi dan kondisi sosial terhadap kemandirian orang lanjut usia. maka beberapa masalah utama yang dihadapi lanjut usia pada umumnya adalah : (1) Menurunnya daya tahan fisik (2) Masa pensiun bagi lanjut usia yang dahulunya bekerja sebagai pegawai negeri sipil yang menyebabkan menurunya pendapatan dan hilangnya prestise (3) Perkawinan anak sehingga anak hidup mandiri dan terpisah dari orang tua (5) Urbanisasi penduduk usia muda yang menyebabkan lanjut usia terlantar. Untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia lanjut usia perlu mengetahui kondisi lanjut usia di masa lalu dan masa sekarang sehingga orang 7 lanjut usia dapat diarahkan menuju kondisi kemandirian. kondisi ekonomi. masyarakat atau lembaga sosial lainnya dapat memberikan perlakuan sesuai dengan masalah yang menyebabkan orang lanjut usia tergantung pada orang lain. sehingga beban pemerintah akan berkurang Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada bagian terdahulu.info/1901-cara-merawat-lansia. lanjut usia yang hidup di rumah sendiri. pemerintah. maka keluarga. Sehubungan dengan kepentingan tersebut perlu diketahui kondisi lanjut usia yang menyangkut kondisi kesehatan. (6) Kurangnya dukungan dari keluarga lanjut usia (7) Pola tempat tinggal lanjut usia.merasa tidak aman. pengolah. Dengan mengetahui kondisikondisi itu. Dengan demikian angka ratio ketergantungan akan menurun. tinggal bersama dengan anak /menantu. Jika lanjut usia dapat mengatasi persoalan hidupnya maka mereka dapat ikut serta mengisi pembangunan salah satunya yaitu tidak tergantung pada orang lain. Dengan permasalahan yang komplek yang dialami oleh lanjut usia maka peneliti memilih permasalahan pengaruh faktor-faktor kondisi kesehatan. kesepian dan ketakutan.htm CARA MERAWAT LANSIA .

Anda dapat memanggang bersama-sama. Anda juga perlu istirahat sesekali. Luangkan waktu untuk melakukan apa yang Anda nikmati juga. Merawat seseorang yang tidur sarat dengan kanker. mungkin memerlukan bekerja kurang dari merawat seseorang dengan penyakit Alzheimer. Perencanaan harian yang baik akan membuat Anda menjadi lebih efisien. Periksa jika Anda akan perlu untuk membuat perubahan ke kamar elderlys Anda sekarang dan kemudian. Monitor bayi sangat efektif bahkan untuk orang tua. Membuat pengaturan yang tepat dengan keluarga. kondisi hidup.Merawat orang tua mencakup berbagai pekerjaan yang akan tergantung pada orang tua kecacatan. akan sehat untuknya.. jadi gunakan salah satu.. . Setiap tugas sederhana yang akan membantunya menggerakkan ototnya. Belajarlah untuk mendelegasikan ketika Anda harus mengambil nafas. seperti jalan. Jika Anda ingin pergi dengan ide yang lebih besar. Ini adalah hal yang mulia yang Anda lakukan untuk orang lain. seperti permainan catur atau jembatan. terbuka untuk siapapun saran. mengatur beberapa jenis kegiatan dengan orang lain di rumah. 4. Itu benar-benar membutuhkan seseorang dengan banyak komitmen dan dedikasi tanpa pamrih untuk terus melakukan hari ini demi hari. Jika Anda mungkin perlu untuk tidur di kamar yang sama. 5. Anda bukan manusia super. pembersihan dan pekerjaan lain yang tidak harus mendapatkan dengan cara mandi. Berikut adalah beberapa panduan untuk membantu Anda menjadi pengasuh yang efektif untuk orang tua: 1. Periksa peralatan yang ia mungkin perlu dan pastikan untuk memiliki ini mudah di sekitar rumah. Namun demikian. atau baju lipat bersama-sama. ketika Anda harus memiliki sebagian besar energi Anda terfokus pada orang lain. 2. toilet portabel atau kursi roda. olahraga dan waktu makan tua Anda.. untuk membuat pekerjaan Anda lebih efisien. yang bertugas untuk mengurus orang dengan kebutuhan yang paling jelas menakutkan dan tanpa pamrih. Orang yang memiliki tanggung jawab ini dikenal sebagai pengasuh.atau sekedar baca atau sapa manis. kritik. termasuk barang-barang Anda? 3. Meskipun hal ini mungkin menjadi tugas menuntut. dan situasi over-semua. Jika orang tua Anda mampu bersosialisasi atau masih bisa bergerak. Ingatlah bahwa Anda tidak perlu stres tambahan.. Layanan binatu. Dihargai dalam pengetahuan bahwa usaha Anda akan membayar-off ketika saatnya tiba bahwa Anda mungkin membutuhkan jenis perawatan dan youve menemukan diri Anda seorang pengasuh yang sangat baik. apakah ini akan cukup besar untuk menampung dua orang. Orang ini mungkin menjadi bagian dari keluarga atau sebenarnya dibayar untuk melakukannya sebagai pekerjaannya. misalnya. Membuat tugas Anda lebih mudah dengan mendapatkan terorganisir. Apakah Anda akan tinggal di rumah yang sama dengan orang yang Anda akan mengurus. 6. atau Anda akan perjalanan dari tempat Anda untuk mereka setiap hari? Tentukan pengaturan yang akan paling nyaman bagi Anda. memberikan sesuatu untuk dilakukan sekali-sekali dia.

www.. 6. dan sebagainya agar tidak bosan. Bersabar adalah bekal utama. Ajaklah mereka melakukan aktivitas. Caranya? 1. 3. sesuatu yang sulit ini bisa menjadi lebih muda. 9. 2011 Tips Merawat Lansia Merawat lansia memang bukan pekerjaan mudah. 7. Karena pada usia lanjut mereka akan mengalami penurunan kondisi fisik. Membantu lansia mengatur cara hidupnya dengan baik. selama ia masih sanggup. Dengan sikap bijak. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan napas yang luas. dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Bahagiakan dan senangkan lansia dengan perhatian dan kasih sayang.tanyadokteranda.. bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. sebab seringkali semakin tua lansia menjadi makin manja dan rewel. Konsumsi lemak harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh. maupun sosial. . Bersihkan selalu ruangannya untuk menepis bau yang kurang sedap. 10. Ingatkan selalu dalam diri bahwa itu adalah ibadah dan peluang meraih surga-Nya. Tetap perhatikan hak orang tua sebagai pembuat keputusan dan sebagai manusia yang memiliki keinginan. perbanyak makan buah dan sayur. 8. December 11. 5.com/. Jangan lupa beri tanggapan positif. sangat diperlukan keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam merawat mereka. sehingga apa yang menjadi beban perasaan lansia terkomunikasikan. sesak napas. tidur. Tempatkan lansia pada kamar khusus yang dilengkapi saluran air atau kamar kecil. Perhatikan makanannya. tentu disesuaikan situasi dan kondisinya. psikologik. Misalnya makan./merawat-lansia-di-rumahsendiri-atauSunday. istirahat dan bekerja secara seimbang. 2006). Biasakan berbincang dari hati ke hati dengan penyampaian yang baik. LATAR BELAKANG ASMA BAB 1 PENDAHULUAN 1. 2. 4. Ajak mereka beraktivitas positif atau bernilai ibadah semisal pengajian. Latar Belakang Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi. Untuk itu. sehingga bila sewaktu-waktu mereka buang air kecil/besar akan lebih mudah. berkebun. Lansia sering merasa terasing. olah raga. kebutuhan dan opini/ pendapat. Tanamkan niat bahwa merawat dan berbuat baik pada lansia adalah ibadah.

Menurut survey tersebut. 2009). juga dinyatakan bahwa asma menduduki urutan ketiga penyebab kesakitan dan hospitalisasi (GINA. ditemukan bahwa kasus asma diseluruh dunia mencapai 300 juta jiwa dan diprediksi pada tahun 2025 penderita asma bertambah menjadi 400 juta jiwa (GINA. 2004).Asma merupakan penyakit yang sangat dekat dengan masyarakat dan mempunyai populasi yang terus meningkat. Data World Health Organization (WHO) juga mengindikasikan hal yang serupa bahwa jumlah penderita asma di dunia diduga terus bertambah sekitar 180 ribu orang per tahun (Arif. Hal ini tergambar dari data Universitas Sumatera Utara . Menurut survey The Global Initiative for Asthma (GINA) tahun 2004. Berdasarkan survey Annual United States Prevalence Statistics for Chronic Disease tahun 1999. Di Indonesia sendiri. 2004). 2007). saat ini penyakit asma menduduki urutan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian (Depkes RI. penderita asma dan penyakit alergi di Amerika menduduki urutan teratas yaitu sebanyak 60 juta orang.

total biaya pengobatan untuk asma sangat tinggi dengan pengeluaran Universitas Sumatera Utara .3% mengaku terganggu tidurnya minimal sekali dalam seminggu.6 tahun) menunjukkan prevalensi asma sebesar 7. dan keterbatasan dalam cara hidup sebanyak 37. dan 26. penelitian yang dilakukan di 37 puskesmas di Jawa Timur terhadap 6. penderita yang mengaku mengalami keterbatasan dalam berekreasi atau olahraga sebanyak 52. Pada SKRT 1992.1%.studi Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia. Selain itu. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa dari 3. Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1986 menunjukkan asma menduduki urutan ke-5 dari 10 penyebab kesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkhitis kronik dan emfisema.5% orang dewasa juga absen dari pekerjaan.2% dan perempuan 6. 2006). bronkhitis kronik dan emfisema sebagai penyebab kematian ke-4 di Indonesia atau sebesar 5. keterbatasan dalam memilih karier sebanyak 37.6% (PDPI.207 kasus yang diteliti.7%.6 %. Bahkan. asma.7% dengan rincian laki-laki 9.1%. keterbatasan dalam aktivitas fisik sebanyak 44. Selain itu. 44-51% mengalami batuk malam dalam sebulan terakhir.662 responden usia 13-70 tahun (rata-rata 35. 2006). prevalensi asma di seluruh Indonesia sebesar 13/1000. dibandingkan bronkhitis kronik 11/1000 dan obstruksi paru 2/1000 (PDPI.6%. Asma dapat menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan dan menurunkan produktivitas penderitanya (PDPI. Tahun 1995. penderita yang mengaku mengalami keterbatasan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga sebanyak 32. 28. Asma terbukti menurunkan kualitas hidup penderitanya.9%. 2006). keterbatasan dalam aktivitas sosial sebanyak 38%.

Jumlah penderita asma yang sudah memanfaatkan terapi komplementer ini diperkirakan cukup tinggi yaitu sekitar 42% dari populasi penderita asma yang ada di New Zealand (McHugh et al. Biaya pengobatan untuk asma diperkirakan mencapai 850 poundsterling tiap tahunnya (Thomas.terbesar untuk ruang emergensi dan perawatan di rumah sakit (United States Environmental Protection Agency. 2003). 2004). Semua penatalaksanaan ini bertujuan untuk mengurangi gejala asma dengan meningkatkan sistem imunitas (The Asthma Foundation of Victoria. 2004). Asma dapat dikendalikan dengan pengelolaan yang dilakukan secara lengkap. 2008. 2004). Akhir-akhir ini. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikendalikan. Universitas Sumatera Utara . teknik relaksasi. chiropractic. Wong. Penderita asma masih dapat hidup produktif jika mereka dapat mengendalikan asmanya (United States Environmental Protection Agency. homoeopati. tidak hanya dengan pemberian terapi farmakologis tetapi juga menggunakan terapi nonfarmakologis yaitu dengan cara mengontrol gejala asma (Sundaru. hidup sehat dengan asupan nutrisi yang memadai. Pengontrolan terhadap gejala asma dapat dilakukan dengan cara menghindari alergen pencetus asma. 2003). 2002). 2003).. akupunktur. konsultasi asma dengan tim medis secara teratur. dan menghindari stres (Wong. Pengontrolan asma dengan terapi komplementer dapat dilakukan dengan teknik pernapasan. para penderita asma mulai memanfaatkan terapi komplementer (nonfarmakologis) untuk mengendalikan asma yang dideritanya.

naturopati dan hipnosis. senam. Waitankung. Hiperventilasi menunjukkan buruknya sistem pernapasan karena terjadi kehilangan karbondioksida secara progresif. karena sebagian dari teknik pernapasan ini dapat bermanfaat untuk berbagai penyakit lainnya. 2003). 2002). Hiperventilasi terjadi karena penderita asma mengembangkan tingkat kedalaman pernapasan jauh melebihi yang seharusnya. Beberapa teknik pernapasan ini tidak hanya khusus dirancang untuk penderita asma. dan teknik pernapasan seperti Thai chi. Teknik ini juga bertujuan mengurangi gejala asma dan memperbaiki kualitas hidup ( McHugh et al. Buteyko dan Pranayama (Fadhil. 2009).. Mahatma. 2009). 2009). Semua hal tersebut berhubungan dengan bagaimana cara bernapas yang efisien dan benar (Fadhil. ada juga beberapa teknik Universitas Sumatera Utara . Sistem pernapasan yang buruk seperti ini menyebabkan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit. Teknik-teknik seperti ini merupakan teknik yang banyak dikembangkan oleh para ahli. 2006). Yoga. Dalam teknik ini diajarkan teknik mengatur napas bila penderita sedang mengalami asma atau bisa juga bersifat latihan saja (The Asthma Foundation of Victoria. gejala yang sering terjadi adalah hiperventilasi atau bernapas dalam (Kolb. Namun demikian. Salah satu metode yang dikembangkan untuk memperbaiki cara bernapas pada penderita asma adalah teknik olah napas. Hal ini kemudian menstimulasi restriksi saluran napas dan peningkatan mucus (Roy. Teknik olah napas ini dapat berupa olahraga aerobik. Pada asma. Salah satu teknik yang banyak digunakan dan mulai populer adalah teknik pernapasan.

2005). Teknik pernapasan Buteyko merupakan salah satu teknik olah napas yang bertujuan untuk menurunkan ventilasi alveolar terhadap hiperventilasi paru penderita asma (GINA. . Sesuai dengan sifat karbondioksida yang mendilatasi pembuluh darah dan otot. Oksigenasi yang lancar akan menurunkan kejadian hipoksia. 2008). Latihan Universitas Sumatera Utara teknik pernapasan Buteyko dilakukan satu kali sehari minimal selama seminggu (Casano. bernapas dangkal dan latihan blok. 2009). Fadhil. Prinsip latihan teknik pernapasan Buteyko ini adalah latihan teknik bernapas dangkal (GINA. Caranya adalah dengan menahan karbondioksida agar tidak hilang secara progresif akibat hiperventilasi. memantau aliran udara. 2005). Tahapan persiapan dalam melakukan teknik pernapasan Buteyko terdiri dari pengukuran waktu lamanya menahan napas (control pause). 2005). maka dengan menjaga keseimbangan kadar karbondioksida dalam darah akan mengurangi terjadinya bronkospasme pada penderita asma (Kolb. konsentrasi dalam mengatur napas. Pemberian latihan teknik pernapasan Buteyko secara teratur akan memperbaiki buruknya sistem pernapasan pada penderita asma sehingga akan menurunkan gejala asma (Kolb. relaksasi bahu.pernapasan yang memang khusus untuk penderita asma yaitu teknik pernapasan Buteyko dan Pranayama (Thomas. 2004. hiperventilasi dan apnea saat tidur pada penderita asma (Murphy. 2009). Teknik pernapasan Buteyko juga membantu menyeimbangkan kadar karbondioksida dalam darah sehingga pergeseran kurva disosiasi oksihemoglobin yang menghambat kelancaran oksigenasi dan efek Bohr pada penderita asma dapat dikurangi. 2009). Teknik pernapasan Buteyko juga diyakini dapat membantu mengurangi kesulitan bernapas pada penderita asma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful