Tugas Mandiri Sejarah

Cornelia Dyana Rastiti 8E / 13

Daftar Isi
      Daftar Isi Latar Belakang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Peristiwa Rengasdengklok Pembacaan Teks Proklamasi Penyebaran Berita Kemerdekaan Indonesia Daftar Pustaka → hal. 1 ← → hal. 2 – 3 ← → hal. 4 - 8 ← → hal. 9 - 11 ← → hal. 12 - 13 ← → hal. 14 ←

Latar Belakang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pada tanggal 6 Agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima, Jepang. Bom atom tersebut dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Sehari setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima (7 Agustus 1945), BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau Dokuritsu Junbi Cosakai dalam bahasa Jepang) dibubarkan, dan dibentuk kepanitiaan baru yang bernama PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang). Tugas PPKI adalah untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk kemerdekaan Indonesia, berbeda dengan BPUPKI yang memiliki tugas untuk menyelidiki segala hal yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki. Bom tersebut melumpuhkan rakyat Jepang, sehingga mereka akhirnya menyerah pada Amerika pada tanggal 14 Agustus 1945. Penyerahan Jepang kepada sekutu juga menandakan berakhirnya Perang Dunia II. Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia (terutama para pemuda) untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Tentara dan angkatan laut Jepang masih berkuasa di Indonesia, karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan ke kuasaan di Indonesia ke tangan sekutu.
Penandatanganan dokumen kapitulasi Jepang, yang merupakan arti bahwa Jepang sudah menyerah kepada sekutu (2 September 1945), yang dilaksanakan di atas kapal tempur Amerika.

Soekarno, Moh. Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka diberitahu bahwa pasukan Jepang sedang mengalami kelumpuhan, dan akan mewujudkan janji kemerdekaanya kepada Indonesia. Katanya, proklamasi ke merdekaan dapat dilaksanakan dalam waktu

Pertemuan Soekarno, Moh. Hatta, Radjiman Wedyodiningrat dengan Marsekal Hisaichi Terauchi, di Dalat, Vietnam.

beberapa hari, tergantung dengan cara kerja PPKI. Meski begitu, Jepang menginginkan Indonesia merdeka pada tanggal 24 Agustus 1945. Sementara itu di Indonesia, tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap – siap untuk memproklamasikan
Moh. Hatta (12 Agustus 1902 – 14 Maret 1980), wakil presiden pertama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Peranan Moh. Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :  Merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Menandatangani teks proklamasi.

kemerdekaan Indonesia, dan menolak bantuan Jepang dalam hal memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena menurut mereka, kemerdekaan Indonesia harusnya merupakan hasil kerja keras dan perjuangan bangsa Indonesia sendiri, bukan karena campur tangan Jepang.

Ir. Soekarno (6 Juni 1901 – 21 Juni 1970), presiden pertama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Peranan Ir. Soekarno dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :   Merumuskan teks proklamasi. Menandatangani teks proklamasi. Membacakan teks proklamasi.

Dua hari kemudian, saat  Soekarno, Moh. Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat kembali ke Indonesia, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan. Moh. Hatta menceritakan Sutan Syahrir mengenai hasil pertemuan di Dalat, Vietnam. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan jika memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa persiapan yang tepat, maka akan terjadi pertumpahan darah yang besar. Soekarno mengingatkan Moh. Hatta bahwa Sutan Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan, karena itu adalah hak PPKI.

Sutan Syahrir (5 Maret 1909 - 9 April 1966), perdana menteri pertama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan menteri dalam dan luar negeri NKRI yang kedua. Peranan Sutan Syahrir dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia :  ‘Mencuri – curi’ berita dari radio Jepang. Setelah mengetahui bahwa Jepang menyerah, ia segera mendesak Soekarno agar untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya.

Peristiwa Rengasdengklok
Soekarno dan Moh. Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya, Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno, Moh. Hatta, dan Soebardjo kemudian pergi ke ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Laksamana Maeda terletak di Jl. Imam Bonjol 1). Laksamana Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Setelah Soekarno menanyakan tentang peristiwa menyerahnya Jepang kepada sekutu, Laksamana Laksamana Maeda mengatakan bahwa ia belum menerima berita dan instruksi apapun dari pemerintah Jepang . Sepulang dari kantor Bukanfu, Soekarno dan Moh. Hatta segera mempersiapkan pertemuan PPKI, pada pukul 10.00, 16 Agustus 1945, di kantor Jl. Pejambon No. 2, untuk membicarakan segala hal yang berhubungan dengan persiapan proklamasi kemerdekaan.
Laksamana Maeda Tadashi, perwira penghubung angkatan laut Jepang dengan intelijen yang kantornya berlokasi di Jakarta. Peranan Laksamana Maeda dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :  Menyediakan rumahnya sebagai tempat perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Akibat dari dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia, ia ditangkap sekutu dan dipenjarakan di Gang Tengah.

Tetapi, rapat PPKI pada tanggal 16 Agustus tersebut, tidak terlaksana akibat ketidak – hadiran Soekarno dan Moh. Hatta. Tak ada yang tahu bahwa mereka dibawa dengan paksa oleh para golongan pemuda (Chaerul Saleh,
Rumah Laksamana Maeda pada saat itu (foto Laksamana Maeda teradapat di bagian kanan atas). Dari foto tersebut, dapat dilihat bahwa banyak tentara Jepang berada di sekitar rumah Laksamana Maeda, dengan fungsi untuk menjaga rumah tersebut dari ancaman – ancaman yang membahayakan nyawa Laksamana Maeda.

Sukarni, dan Wikana; mereka semua tergabung dalam gerakan bawah tanah), yang kehilangan kesabaran. Golongan pemuda adalah orang –

orang yang berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan secepatnya, tanpa pengaruh dan campur tangan Jepang. Yang termasuk golongan tua adalah anggota PPKI, dan orang – orang lainnya yang memilih untuk membiarkan Indonesia merdeka atas janji Jepang. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, bersama dengan Shodanco Singgih (salah satu anggota PETA; Pembela Tanah Air), dan pemuda lainnya, mereka membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok, dengan tujuan untuk menghindarkan / melepaskan mereka dari pengaruh Jepang. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama ‘Peristiwa Rengasdengklok’. Para pemuda yang menculik Soekarno dan Moh. Hatta pada saat itu tergabung dalam kelompok ‘Menteng 31’. Pada saat itu, para pemuda yang ‘menculik’ Soekarno, meyakinkannya bahwa Jepang sudah menyerah, dan bangsa Indonesia sudah siap untuk melawan Jepang. Sementara
Wikana (18 Oktober 1914 - sekarang), menteri pertama pemuda dan olahraga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Peranan Wikana dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :  Menculik Soekarno dan Moh. Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok. Menyampaikan hasil rapat di gedung Bakteriologi kepada Soekarno. Memimpin para anggota golongan muda di Jakarta untuk meyakinkan para anggota golongan tua (agar memproklamasikan kemerdekaan secepatnya tanpa menunggu bantuan Jepang). Mengatur semua kepentingan yang diperlukan untuk pembacaan teks proklamasi di halaman rumah Soekarno. Chaerul Saleh (13 September 1916 8 Februari 1967), ketua pertama MPR (Majelis Permusyarawakatan Rakyat) NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Peranan Chaerul Saleh dalam peristiwa prokalamasi kemerdekaan Indonesia :  Meyakinkan Soekarno dan Ir. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan secepatnya. Merupakan salah satu anggota gerakan pejuang bawah tanah. Memimpin rapat para anggota golongan muda di gedung Bakteriologi, Jakarta.

itu, di Jakarta, golongan  muda, yang dipimpin oleh Wikana, dengan golongan tua, yang dipimpin oleh Soebardjo, setuju untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Setelah itu, Yusuf Kunto diutus untuk mengantarkan Soebardjo ke Rengasdengklok, untuk menjemput Soekarno dan Moh. Hatta, dan kembali ke Jakarta. Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 22.00, Laksamana Maeda menawarkan rumahnya (yang sekarang adalah Gedung Museum Perumusan Teks Proklamasi) sebagai tempat

rapat PPKI. Usulnya pun diterima oleh para anggota PPKI. Malam harinya, Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda, tidak mau menerima rombongan Soekarno – Moh. Hatta, yang diantar oleh Laksamana Maeda. Ia pun segera memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, yang saat itu merupakan Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengatakan, bahwa sejak siang hari, tanggal 16 Agustus 1945, telah diterima perintah dari Tokyo (ibukota Jepang) bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Akhirnya Soekarno dan Moh. Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura - pura tidak tahu. Setelah dari rumah Nishimura, Soekarno dan Moh. Hatta pergi ke rumah
Sayuti Melik (22 November 1908 - 27 Februari 1989). Peranan Sayuti Melik dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :  Meyakinkan Soekarno dan Moh. Hatta, bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan secepatnya tanpa menunggu janji Jepang. Mengetik teks proklamasi (teks yang aslinya, yang adalah tulisan tangan Soekarno sendiri disebut ‘teks otentik’) dan menyempurnakan beberapa kalimat, seperti : o Kata ‘tempoh’ diubah menjadi tempo. o Kata ‘wakil – wakil bangsa Indonesia’ diubah menjadi atas nama bangsa Indonesia. o Kata ‘Djakarta, 17-08-05’ diubah menjadi Djakarta, hari 17 boelan 08 tahoen ‘05. o Kata ‘hal2’ diubah menjadi hal – hal.

Achmad Soebardjo (23 Maret 1896 - 15 Desember 1978), menteri luar negeri NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang pertama. Peranan Achmad Soebardjo dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :  Memimpin para anggota golongan tua dalam sebuah perundingan yang dilaksanakan bersama para golongan muda di Jakarta. Ikut merumuskan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Laksamana Maeda, diiringi oleh Myoshi, dengan tujuan untuk melakukan rapat untuk menyiapkan teks proklamasi. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, Moh. Hatta, Soebardjo, dan disaksikan oleh Sukarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah), dan Sayuti Melik. Rapat penyusunan teks proklamasi berlangsung pada pukul 02.00 04.00. Teks proklamasi yang

sudah disepakati tersebut pun ditulis di rumah Laksamana Maeda, ruang makan, lebih tepatnya. Setelah itu, Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Soekarno dan Moh. Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik, menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan angkatan laut Jerman, milik Mayor Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya, pembacaan teks proklamasi direncanakan untuk dilakukan di Lapangan Ikada. Tetapi, karena Jepang sudah mengetahui rencana PPKI, Jepang sudah menjaga ketat Lapangan Ikada. Karena hal ini, pembacaan teks proklamasi pun dilakukan di kediaman Soekarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur no. 56, yang sekarang adalah Jalan Proklamasi no. 1.

Teks proklamasi yang asli, yang ditulis oleh Soekarno (teks otentik).

Teks proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik, yang kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Moh. Hatta.

Burhanuddin Mohammad Diah (7 April 1917 – 7 Juni 1996), menteri komunikasi dan informatika NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang ke – 18. Peranan B.M. Diah dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :   Menyaksikan peristiwa perumusan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Menyebarkan berita proklamasi ke seluruh penjuru tanah air sebagai wartawan.

Sukarni (14 Juli 1916 – 7 Mei 1971). Peranan Sukarni dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :    Menyaksikan peristiwa perumusan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Menyarankan agar Soekarno dan Moh. Hatta menandatangani teks proklamasi. Memimpin kelompok ‘Menteng 31’ yang menculik Soekarno dan Moh. Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok.

Sudiro (24 April 1911 - 1992), gubenur Jakarta yang ke – 5. Peranan Sudiro dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :   Meyaksikan peristiwa perumusan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Mengurus tempat pembacaan teks proklamasi (selaku gubernur Jakarta pada saat itu).

Pembacaan Teks Proklamasi
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti sudah ada di rumah Soekarno. Karena persiapan yang masih kurang, banyak barang yang dipinjam untuk keperluan proklamasi kemerdekaan. Salah satu contohnya adalah microphone dan speaker yang dipinjam dari toko elektronik di sekitar Jalan Pegangsaan Timur. Kerelaan dari pemilik toko untuk meminjamkan alat – alat yang dibutuhkan adalah salah satu bentuk dukungan terhadap kemerdekaan indonesia. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan teks proklamasi, dan dilanjutkan dengan pidato singkat Soekarno tanpa teks. Kemudian, bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Fatmawati (istri dari Soekarno), dikibarkan, dan dilanjutkan dengan sambutan oleh wakil walikota Jakarta saat itu, Soewirjo, dan juga pemimpin barisan pelopor saat itu, Moewardi.
Pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno, selaku ketua PPKI, didampingi Moh. Hatta, selaku wakil ketua PPKI.

Yang ditunjuk untuk menaikkan bendera merah putih adalah dua prajurit PETA, yaitu Shodanco Latief Hendraningrat bersama dengan Shodanco Arifin Abdurrahman. Setelah bendera berkibar, orang – orang yang hadir dalam peristiwa pembacaan teks proklamasi tersebut, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di museum di dalam Monas (Monumen Nasional). Setelah upacara selesai, kurang - lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor Pengibaran bendera merah putih yang dijahit oleh Fatmawati di halaman rumah Soekarno, dihadiri oleh warga sekitar, para (yang dipimpin oleh S. Brata) datang anggota PPKI, dan lainnya. terburu – buru ke halaman rumah Soekarno, karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka meminta Soekarno untuk mengulang pembacaan teks proklamasi, tetapi ditolak oleh Soekarno. Akhirnya, Moh. Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.

Yang dibacakan Soekarno pada saat pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah : “ Saudara-saudara sekalian! Saya telah meminta Anda untuk hadir di sini untuk menyaksikan peristiwa dalam sejarah kami yang paling penting. Selama beberapa dekade kita, Rakyat Indonesia, telah berjuang untuk kebebasan negara kita-bahkan selama ratusan tahun! Ada gelombang dalam tindakan kita untuk memenangkan kemerdekaan yang naik, dan ada yang jatuh, namun semangat kami masih ditetapkan dalam arah cita-cita kami. Juga selama zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak pernah berhenti. Pada zaman Jepang itu hanya muncul bahwa kita membungkuk pada mereka. Tetapi pada dasarnya, kita masih terus membangun kekuatan kita sendiri, kita masih percaya pada Fatmawati (5 Februari 1923 - 14 Mei 1980), ibu negara pertama NKRI kekuatan kita sendiri. Kini telah hadir saat ketika benar-benar (Negara Kesatuan Republik Indonesia). kita mengambil nasib tindakan kita dan nasib negara kita ke tangan kita sendiri. Hanya Peranan Fatmawati dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia : suatu bangsa cukup berani untuk mengambil nasib ke  Menjahit bendera merah dalam tangannya sendiri putih, yang dikibarkan dalam upacara proklamasi akan dapat berdiri dalam kemerdekaan. kekuatan. Oleh karena semalam kami telah musyawarah dengan tokoh-tokoh Indonesia dari seluruh Indonesia. Bahwa pengumpulan deliberatif dengan suara bulat berpendapat bahwa sekarang telah datang waktu untuk mendeklarasikan kemerdekaan. Saudara-saudara, bersama ini, kami menyatakan solidaritas penentuan itu. Dengarkan proklamasi kami :

Latief Hendradiningrat, prajurit PETA. Peranan Latief Hendradiningrat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia :  Mengibarkan bendera merah putih di halaman rumah Soekarno, bersama dengan Arifin Abdurrahman.

PROKLAMASI KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA. HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. DJAKARTA, 17 Agustus 1945 ATAS NAMA BANGSA INDONESIA SOEKARNO-HATTA

Jadi, Saudara-saudara! Kita sekarang sudah bebas! Tidak ada lagi penjajahan yang mengikat negara kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita membangun negara kita. Sebuah negara bebas, Negara Republik Indonesia-lamanya dan abadi independen. Semoga Tuhan memberkati dan membuat aman kemerdekaan kita ini! “

Penyebaran Berita Kemerdekaan Indonesia
Komunikasi dan transportasi sekitar tahun 1945 masih sangat terbatas. Selain itu, pemerintah Jepang di Indonesia juga menghalangi penyebaran berita proklamasi, sehingga berita proklamasi sampai terlambat di beberapa tempat. Namun dengan penuh tekad dan semangat berjuang, pada akhirnya peristiwa proklamasi diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Penyebaran proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di daerah Jakarta dapat dilakukan secara cepat dan segera menyebar secara luas. Pada hari itu pula, seorang wartawan kantor Domei yang bernama Syahrudin memberi fotokopi teks proklamasi kepada kepala bagian radio di kantor Domei (sekarang merupakan kantor berita ANTARA), Waidan Palenewen. Ia menerima fotokopi teks proklamasi tersebut, dan Kantor berita Domei pada saat itu. memberikannya kepada F. Wuz, yang saat itu merupakan markonis. Ia memerintahkan kepada F. Wuz supaya berita tersebut disiarkan tiga kali berturut – turut. Setelah F. Wuz menyiarkan berita proklamasi untuk yang kedua kalinya, para prajurit Jepang masuk ke kantor berita Domei sambil marah – marah. Meski begitu, Waidan Palenewen tetap meminta F. Wuz untuk terus menyiarkan berita proklamasi. Berita proklamasi kemerdekaan diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00, saat siaran berhenti. Tindakan Jepang berikutnya, adalah memberitahu kepada rakyat bahwa berita tersebut adalah suatu kekeliruan, dan pada tanggal 20 Agustus 1945, pemancar kantor berita Domei disegel. Para pemuda, bersama dengan Jusuf Ronodipuro (seorang pembaca berita di Radio Domei) membuat pemancar baru dengan menggunakan bagian – bagian dari pemancar yang ada di kantor berita Domei. Pemancar baru tersebut ditempatkan di Menteng 31, dengan kode panggilan DJK 1. Penyebarluasan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan UUD RI (Undang Undang Dasar Republik

Indonesia). Harian Soeara Asia (Surabaya) adalah koran pertama yang memuat berita proklamasi. Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, misalnya dengan slogan ‘Respect our Constitution, August 17!’ (Hormatilah Konstitusi kami tanggal 17 Agustus!). Melalui berbagai cara dan media tersebut, akhirnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di wilayah Indonesia dan di luar negeri. Selain itu, berita proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI. Berikut ini para utusan PPKI yang ikut menyebarkan berita proklamasi.
   

Teuku Mohammad Hassan dari Aceh. Sam Ratulangi dari Sulawesi. Ketut Pudja dari Sunda Kecil (sekarang adalah Pulau Bali). A. A. Hamidan dari Kalimantan.

Daftar Pustaka
http://www.google.co.id/ http://id.wikipedia.org/wiki/ http://alamfay.blogspot.com/ http://tugino230171.wordpress.com/ https://www.facebook.com/ http://www.kompasiana.com/ http://ordinaryoktaviani.wordpress.com/

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful