DESKRIPSI

OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN
Prof. Dr. Ir. H. Hadi Susilo Arifin, M.S. http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

Modul ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para peserta tentang pemahaman dan pengetahuan praktis dalam optimalisasi pemanfaatan pekarangan, yang disajikan melalui pendekatan orang dewasa, ceramah, ungkapan pengalaman, diskusi, tanya jawab, presentasi dan penugasan.

PUSAT KONSUMSI DAN KEAMANAN PANGAN BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTRIAN PERTANIAN TAHUN 2012
HSArifin 2012 HSArifin 2012 HSArifin 2012

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS (POKOK BAHASAN)

Setelah selesai mengikuti training (pelatihan) peserta mampu memahami persamaan persepsi dan pengertian pekarangan, menjelaskan dasar pemanfaatan pekarangan yang optimal, serta pengelolaannya secara berkelanjutan.

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta mampu: Menjelaskan pemanfaatan pekarangan (berdasarkan karakteristik agroklimat untuk pengembangan komoditi yang sesuai, desain dan strukturnya) Menjelaskan peluang pemanfaatannya berdasarkan beberapa pengalaman atau success story. Menjelaskan pengelolaan pekarangan untuk proses produksi yang berkelanjutan (berdasarkan ketersediaan kebun bibit desa, kelembagaan, dan penyuluhan)

POKOK BAHASAN I: DEFINISI DAN PENGERTIAN PEKARANGAN (BIO-FISIK DAN EKOLOGI PEKARANGAN UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITI)

PEMANFAATAN PEKARANGAN DI PERDESAAN, 2009 Click Download www.hsarifin.staff.ipb.ac.id
HSArifin 2012 HSArifin 2012

DEFINISI PEKARANGAN
       

SEJARAH PEKARANGAN

Lahan yang ada di sekitar rumah, Batas lahan dan batas pemilikannya jelas, Ditanami berbagai jenis tumbuhan dan tanaman, Tempat memelihara berbagai jenis ternak & ikan, Digunakan untuk kegiatan pertanian pasca panen, Tempat bermain bagi anak-anak, Sering dimanfaatkan untuk acara kekerabatan, Tempat melakukan daur ulang berbagai bahan

Dikenal di JaTeng sejak abad XII dan menyebar ke JaBar pertengahan abad XVIII Dicirikan dengan keragaman dan stabilitas yang tinggi, agro-ekosistem yang baik, dan strukturnya menyerupai miniatur hutan hujan tropis. Memiliki keragaman struktur yang kompleks, memiliki dimensi fungsi ekobiologis serta dimensi estetik  taman rumah Indonesia.

DASAR PENGEMBANGAN
      

FASILITAS DI PEKARANGAN
       

 

Lahan: luas, ketinggian Tanah: kesuburan (fisik dan kimiawi) Air: ketersediaan/jumlah, kualitas Cahaya: lamanya, kualitas, terbuka/ternaungi Benih & Bibit: jenis, ketersediaan, kualitas Pemeliharaan: nutrisi, hama & penyakit Produksi: jumlah dan kualitas, subsisten, nilai ekonomi Pengemasan/Pascapanen: segar, packaging Pemasaran: informasi, harga, koperasi

Lahan pertanaman Kandang ternak Kolam ikan Lumbung atau gudang Tempat menjemur hasil pertanian Tempat menjemur pakaian Halaman tempat bermain anak-anak Bangku

         

Sumur Kamar mandi Tiang bendera Tiang lampu Garasi Lubang sampah Jalan setapak Pagar Pintu Gerbang Dan lain-lain

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

KERAGAMAN VERTIKAL
 

KERAGAMAN HORIZONTAL
 

> 10 m: Pohon tinggi 5-10 m: Pohon kecil/perdu besar 2-5 m: Perdu kecil, semak 1-2 m:semak,herba <1m:herba, rumput Sumber: Arifin 1998
HSArifin 2012

  

 

Tanaman hias Keragamagan Keragamagan Jenis Ternak di Jenis Ikan di Tanaman buah Pekarangan Pekarangan Tanaman sayuran Tanaman bumbu Tanaman obat Tanaman penghasil pati Tanaman industri Tanaman lain: penghasil pakan, kayu bakar, bahan kerajinan tangan, peneduh

Penyediaan Pangan Beragam, Bergizi, Berimbang dan AMAN

UKURAN PEKARANGAN

MENATA ZONASI PEKARANGAN

Pekarangan Sempit Pekarangan Sedang Pekarangan Luas

< 120 m2 120 – 400 m2 400 – 1000 m2

HSArifin 2012

Pekarangan Sangat Luas > 1000 m2


HSArifin 2012 HSArifin 2012

Halaman depan (buruan): lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri.

Sumber: Arifin 1998

HSArifin 2012

Sumber: Arifin 1998 & Arifin dkk 2009

DENAH TATA RUANG PEKARANGAN
Doc. HS Arifin

Jalan Raya/Jalan Desa/Jalan Kampung/Gang
Gerbang Pintu Masuk HALAMAN DEPAN (BURUAN)

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

Doc. HS Arifin

Bangunan rumah Halaman samping kiri (PIPIR) Halaman samping kanan (PIPIR)

POKOK BAHASAN II: PEMAPARAN CONTOH PEMANFAATAN PEKARANGAN YANG BAIK (PRODUKSI PEKARANGAN UNTUK PEMENUHAN POLA PANGAN HARAPAN)

HA:LAMAN BELAKANG (KEBON)

(Sumber:Arifin 1998)

HSArifin 2012

Doc. HS Arifin

HSArifin 2012

HSArifin 2012

PEKARANGAN HIJAU - PRODUKTIF

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

POTENSI PENGEMBANGAN USAHATANI DI PEKARANGAN

TARGET POLA PANGAN HARAPAN (PPH) 2011 -2014
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelompok Pangan Padian-padian Umbi-Umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/Biji Berminyak Kacang –Kacangan Gula Sayuran dan Buah Lain-Lain Total 2010 25,0 1,1 16,1 5,0 0,9 5,8 2,1 21,5 0,0 77,5 2011 25,0 1,3 16,8 5,0 0,8 5,6 2,0 20,8 0,0 77,3 2012 25,0 2,5 18,6 4,8 1,0 9,7 2,5 25,7 0,0 89,8 2013 25,0 2,5 19,7 4,9 1,0 9,7 2,5 26,3 0,0 91,6 2014 25,0 2,5 20,9 4,9 1,0 9,7 2,5 26,8 0,0 93,3 PPH Ideal 25,0 2,5 24,0 5,0 1,0 10,0 2,5 30,0 0,0 100,0

 

Tanaman pangan & hortikultura: umbiumbian, kacang-kacangan, sayuran, buah, bumbu, obat Tanaman yang bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot, tanaman taman) Ternak: unggas hias, petelor, daging Ikan: hias, produksi daging, dll.

Sumber: Susenas 2011 dan Widya Karya Pangan dan Gizi VIII, 2004 *) = Realisasi PPH berdasarkan Susenas 2011

Sumber: Pusat Penganekaragaman Dan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (2012)

MENINGKATKAN PRODUKSI GUNA MENCUKUPI KEBUTUHAN GIZI DAN UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PASAR DALAM NEGERI SAYURAN Bayam Kangkung Katuk Kacang panjang Kecipir Bawang merah Cabai Terong Tomat BUAH-BUAHAN Papaya Pisang Nenas Jambu biji Semangka Durian Rambutan Adpokat Duku Sawo Salak

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

Makanan Beragam, Bergizi Berimbang dan AMAN dari Produk Pekarangan

Sumber: Harjadi (1989)

PENYEBARAN BUAH-BUAHAN MENURUT WILAYAH IKLIM DI INDONESIA
TINGGI BASAH Markisa Kesemak Lengkeng Arben Cantalope Pepaya bangkok Pisang Ambon Nenas Jeruk Koprok ABC <------------> DEF Jeruk manis Jeruk Siem Adpokat Apel Lengkeng Pisang Ambon Lmt TINGGI KERING *) Adpokat Sirsak Jambu Biji Nangka Sawo

PENYEBARAN BUAH-BUAHAN MENURUT WILAYAH IKLIM DI INDONESIA
RENDAH BASAH Rambutan Durian Duku Manggis Salak Nenas Blimbing manis Pepaya Pisang Ambon Pisang Raja Pisang tanduk Pisang kepok Jeruk besar Jeruk siem Jeruk keprok Jeruk manis Adpokat Sirsak Jambu biji Nangka Sawo RENDAH KERING Mangga Anggur Langsat Manggis Blimbing manis Salak Pepaya Pisang Ambon Pisan kepok Nenas Jeruk Siem Jeruk Keprok Jeruk manis Adpokat Jambu biji Sirsak Nangka Sawo Jeruk besar

Pisang tanduk Nenas (Cayenne) Nangka Pepaya bangkok Sawo Sirsak Jambu Biji Strawberry Jeruk Koprok Jeruk Manis Jeruk Siem 700 m dpl.

0 m dari permukaan laut
*) air cukup tersedia Sumber: Harjadi (1989)

Sumber: Harjadi 1989

PENYEBARAN CURAH HUJAN TAHUNAN
  

ARTI PEKARANGAN DALAM EKONOMI RUMAH TANGGA DI DESA KALILORO, DI YOGYAKARTA (ANN STOLER, 1975)
Rumah Tangga No 1 2 3 4 5 6 7 OBYEK PENGAMATAN Luas Pekarangan (m2) Jumlah pohon buah-buahan Pohon buah-buahan/ha Jumlah pohon kelapa Pohon kelapa/ha Penghasilan/tahun (ribu rupiah) % penghasilan dari pekarangan
Sumber: Harjadi (1989)

A1 = 12 bulan basah dan 0 bulan kering A2 = <12 bulan basah dan 0 bulan kering B1 = <12 bulan basah dan 1 bulan kering Sampai 9 – 10 bulan basah dan 2 bulan kering B2 = <9 bulan basah dan 2 bulan kering Sampai 7 – 8 bulan basah dan 4 bulan kering C = <7 bulan basah dan 4 bulan kering Sampai 5 – 6 bulan basah dan 6 bulan kering D = <5 bulan basah dan 6 bulan kering Sampai 2 – 4 bulan basah dan 8 bulan kering

Lapisan I Lapisan II Lapisan III 734 9,4 128,0 4,7 64,0 75,3 22,0 2.057,0 25,9 126,0 14,2 69,0 110,1 26,0 3721 39,1 105,0 16,7 45,0 137,7 22,0

Sumber: Harjadi (1989)

PENDAPATAN KELUARGA DARI PEKARANGAN Di P.JAWA
Sumber pendapatan dari pekarangan
Tanaman Ternak Jual atau sewa barang Tanaman & Ternak Tanaman, ternak, jual atau sewa barang

G1

G2

G3

G4

G1&G3

G2&G4

G1-2-3-4

UMUR PANEN DAN PRODUKSI BEBERAPA SAYURAN DI KEBUN TAJUR
N Tanaman o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Bayam (3) Kangkung darat (1) Ubi Jalar (2) Talas (1) Kacang Panjang (2) Kacang tanah (3) Kacang tunggak (2) Kedelai (1) Buncis (1) Lobak (1) Bengkuang (1) Total Sela Luas (m2) 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 48 m 2) 20 m 2) Rata-rata Prod. Rata-rata Prod./ha (kg) prod. tiap m2 prod./m2/ total (g) (g) hari (g) 23 - 50 4.266 10.67,0 161,0 10.670 45 - 160 25.250 63.12,5 389,3 63.125 127 270 79 - 90 94 - 100 46 - 83 99 42 - 47 78 170 68 m 2 12.000 30.00,0 69,8 55,5 132,4 19,4 40,7 6,6 57,4 179,0 58,8 30.000 37.500 11.250 4.580 6.960 1.500 6.350 35.000 25.000 Umur panen

Pendapat (Rp/tahun) dari pekarangan
33,215 538,506 38,500 571,271 609,771 111,458 679,917 57,778 791,375 849,153 239,833 1,275,806 119,972 1,515,639 1,635,611 160,250 909,083 252,375 1,069,333 1,321,708 136,524 906,931 79,236 1,043,455 1,122,691 135,854 794,500 155,076 930,354 1,085,431 136,189 850,715 117,156 986,905 1,104,061

15.000 37.50,0 4.500 112.50,0 1.833 2.785 1.200 2.540 14.000 10.000 4.58,0 6.96,0 1.50,0 6.35,0 35.00,0 25.00,0

Pendapatan (Rp/tahun/m2) dari pekarangan
Tanaman Ternak Jual atau sewa barang Tanaman & Ternak Tanaman, ternak, jula atau sewa barang 1,294 17,034 2,406 18,329 20,735 1,709 26,500 3,484 28,209 31,693 10,198 15,246 631 25,444 26,075 1,523 6,951 2,177 8,474 10,651 5,746 16,140 1,519 21,886 23,405 1,616 16,726 2,830 18,342 21,172 3,681 16,433 2,175 20,114 22,288

G1/G2 <120m2; G3/G4: 120-400 m2 (Sumber: Arifin HS dkk (2007)

Sumber: Harjadi (1989)

EMPAT BELAS JENIS SAYURAN YANG DAPAT DITANAM UNTUK PEMANENAN BERBEDA TIAP HARINYA SELANG DUA MINGGU

PRIORITAS JENIS TANAMAN DALAM PEKARANGAN
SEBAGAI SUMBER Vitamin A Vitamin C Protein NAMA TANAMAN *) mangga, pepaya, adpokat, daun-daun hijau: cangkudu, pepaya, lamtoro, singkong, talas, katuk kelor, melinjo, sawi,turi, kangkung, bayam, ubi jalar, kecipir, kacang panjang, mangkokan Jambu biji, sirsak, srikaya, cabai besar, pepaya kacang panjang, buncis, kara, gude (hiris), kecipir, petai, lamtoro daun-daunan : bayam, singkong, kangkung, melinjo Kalori Lemak Bumbu jamu Uang tunai pisang, adpokat, kelapa, ubi jalar, ganyong, garut, singkong, jagung, ubi jalar kelapa, adpokat jahe, kencur, kunyit, kumis kucing, laja, sirih, temulawak, dan lain-lain cengkeh, adpokat, durian, petai, kelapa, pepaya, pisang, tanaman hias, jambu bol, kelengkeng

HARI KE MINGGU I 1 singkong 2 kangkung 3 bayam 4 katuk 5 cangkudu 6 sawi 7 talas
Sumber: Harjadi (1989)

MINGGU II kacang panjang melinjo ubi jalar mangkokan kecipir daun kelor kedondongan

*) yang dicetak miring adalah pohon-pohonan yang perlu diusahakan bibitnya Sumber: Harjadi (1989)

BUDIDAYA TANAMAN & ETIKA LINGKUNGAN
Budidaya dan produksi tanaman dapat dilakukan dengan media tanah (soil base culture) atau media buatan (soilless culture).  Budidaya dengan bahan organik.  Rekayasa pada pekarangan sempit (vertical garden/vertikultur, tabulampot)

BUDIDAYA TANAMAN ORGANIK

Sesedikit mungkin menggunakan bahan anorganik. Bahan-bahan sisa kegiatan pertanian berupa sekam, arang sekam, sabut kelapa, kulit kacang tanah, serbuk gergaji, sampah daun bambu, bahkan sampah rumah tangga dan lumpur endapan kolam ikan.

HSArifin 2012

HSArifin 2012

KEAMANAN PRODUK PANGAN DARI PEKARANGAN
HSArifin 2012 HSArifin 2012 HSArifin 2012

VERTICULTURE/VERTICAL GARDEN

TABULAMPOT
 

HSArifin 2012

HSArifin 2012

Memanfaatkan maksimal ruang dimensi tinggi (vertikal)  indeks panen/luas lahan tinggi Bertanam dalam pot-pot gantung yang mengisi penuh ruang, yang tahan teduh di bawah dan yang lebih suka panas diletakkan di atas.

Menanam tanaman buah/sayur di dalam pot./polibag Media tanam harus mampu menopang tanaman, dapat menyediakan hara, air dan aerasi yang baik.

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

HSArifin 2012

Sumber: Arifin & Dahlan, 2011

Sumber: Arifin & Dahlan, 2011

RENCANA PENANAMAN
Segmen Penanaman

Sumber: Arifin, Wijaya, Isrok & Hasibuan, 2011

“ rencana penanaman dibagi menjadi lima segmen/bagian sesuai dengan fungsi dan peruntukan ruang. Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan fungsi ruang. Masing-masing segmen memiliki peruntukan dan pemilihan jenis tanaman yang berbeda”
Sumber: Arifin & Dahlan, 2011

Sumber: Arifin, Wijaya, Isrok & Hasibuan, 2011

KONSEP PENANAMAN

Sumber: Arifin, Wijaya, Isrok & Hasibuan, 2011

KANDANG KAMBING DAN KOLAM IKAN PRODUKSI

PEMANFAATAN PRODUK PEKARANGAN
POKOK BAHASAN III: PENGELOLAAN PEKARANGAN UNTUK KEBERLANJUTAN PROSES PRODUKSI
  

Produk yang dihasilkan: tanaman – ternak – ikan  jarang diukur Produk dipanen tergantung musim Produk dimanfaatkan: dimakan sendiri, untuk keperluan adat, dikirim ke tetangga, dikirim ke saudara, dan dijual di sekitar rumah, di jual ke tengkulak – kadangkala ijon, di jual ke pasar.

PERLU PENGELOLAAN UNIT KAWASAN

PENGELOLALAAN PEKARANGAN DAN KAWASAN

Pekarangan – unit lahan usaha tani pada skala keluarga ~ subsisten Pekarangan-pekarangan dalam agregat lahan pada satu wilayah desa ~ pendekatan kawasan

Pemilihan jenis komoditas yang sesuai dengan keterbatasan ketersediaan air: Tegakan pohon produktif, ternak, tanaman pangan dalam polibag. LOCAL WISDOM: “Ngaruh, Ngarat, Ngaji” Doc. HS Arifin

Dikelola untuk tujuan produski ~ komersial (prduksi unggulan –cash crops)
 Pengelolaan Berkelanjutan Pembibitan – Koperasi - Penyuluhan

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin Doc. HS Arifin Doc. HS Arifin

KEBUN BIBIT DESA

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Keberlanjutan pekarangan salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan bibit dan benih secara berkelanjutan. Keberadaan kebun bibit desa merupakan persyaratan dalam pengembangan dan optimalisasi pekarangan.

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Sumber Foto: University Farm IPB)

FUNGSI KEBUN BIBIT
 

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

 

Tempat perbanyakan tanaman secara vegetative dan generative Memasok kebutuhan bibit bagi keluarga pemilik pekarangan Member jaminan ketersediaan sejumlah bibit setiap waktu Memberi jaminan kualitas bibit yang baik, bebas hama dan penyakit

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Sumber Foto: Arifin 2005)

LOKASI DAN BENTUK PEMBIBITAN

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Kebun bibit desa sebaiknyya terletak di lahan milik desa, atau kelompok tani Luas lahannya cukup dan memiliki sumber air sepanjang waktu Kebun bibit bisa di lahan terbuka dalam bedengan atau pun bibit dalam pot, poli bag khususnya untuk bibit tanaman buah Kebun bibit bisa tertutup, dengan bangunan rumah plastic, rumah jarring atau rumah bilah bamboo terutama diperuntukan bagi jenis bibit tanaman yang rentan terhadap gangguan lingkungan (angin, hujan, panas) juga gangguan hama dan penyakit.

Hadi Susilo Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin 49

PERSYARATAN PEMBIBITAN
  

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Lahannya subur, jika tidak subur maka menggunakan tanah tambahan/pembibitan dilakukan dalam wadah. Drainase tanah baik, tidak menggenang Tersedia atau dekat dengan sumber air, baik air tanah (sumur)/air permukaan (sungai kecil, kolam, situ, dll). Lokasi terbuka, matahari leluasa menyinari. Pembibitan kadang-kadang memerlukan naungan. Tersedia media: tanah, pasir, peatmoss, sekam dan sekam bakar, kompos, pupuk kandang. Tersedia peralatan: cangkul, garpu, kored, sekop, pot berbagai ukuran, polibag berbagai ukuran, gunting pangkas, gunting stek, pisau okulasi, bak plastik untuk perkecambahan, selang air, embrat, ember dll.

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

MENDIRIKAN KOPERASI
 

 

   

Koperasi dibentuk dan didirikan berdasarkan kesamaan kepentingan ekonomi. Meminta penyuluhan dan pendidikan serta pelatihan dari Dinas Koperasi. Alasan yang jelas membentuk suatu usaha bersama Usaha bersama harus digerakkan oleh adanya satu kebutuhan bersama (kelangkaan barang, kesulitan pemasaran dll). Memiliki kepentingan ekonomi yang sama. Siap untuk bekerjasama, Memiliki suatu tingkat pengetahuan minimum tertentu. Harus ada yang menjadi pemimpin http://induk-kud.com/id/Foto

TUJUAN PENYULUHAN PEKARANGAN

Menghasilkan SDM pelaku pembangunan pertanian yang kompeten sehingga mampu mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, bertani lebih baik (better farming), Berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat.

Sumber http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2012/01/28/segarnya-susu-sapi-perahganesha-kud-batu-malang/

Doc. HS Arifin ; P. Arafat

TUJUAN PENDAMPINGAN BAGI PEMILIK PEKARANGAN

SIMPULAN

 

 

Membantu masyaralkat menganalisis situasiyang sedang mereka hadapi/melakukan perkiraan ke depan Membantu masyarakat menemukan masalah Membantu masyarakat memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah Membantu masyarakat mengambil keputusan Membantu masyarakat menghitung besarnya risiko atas keputusan yang diambilnya.

Optimalisasi pekarangan dilakukan dengan memanfaatkan ukuran pekarangan, ragam jenis tanaman, kombinasi tanaman semusim dan tahunan, ternak dan ikan. Untuk meningkatkan PPH, pekarangan berpotensi untuk pengembangan produksi buah dan sayur, biji-bijian dan pangan hewani. Pada tingkat kawasan diperlukan adanya , koperasi dan pendampingan untuk Keberlanjutan produksi pekarangan.

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

Doc. HS Arifin

PEMBERITAHUAN: Dimohon mencantumkan alamat LINK Blog ini jika ingin memanfaatkan info yang ada dalamnya.

TERIMAKASIH
Ponsel: 081111-7720; 08131730-4859 E-mail: dedhsa@yahoo.com Web-Blog: http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful