Nama Kandidat NPM Tahun Angkatan

: Zahra Haifa : 10066772424 : 2010 : “Peran BPM Selaku Lembaga Legisatif dan Yudikatif Terhadap Tindakan Mahasiswa Departemen Biologi FMIPA UI yang Mengkritisi Pembangunan di UI”

Nomor Urut Kandidat : 3 Tema

Mengawasi dari dekat, mengatur Secara Bijak Sebuah lembaga perwakilan mahasiswa dapat dikatakan “mewakili,” bukan hanya melalui sistem rekrutmen anggotanya, tetapi juga bagaimana dalam kerjanya ia dapat melaksanakan tugas mewakili. Sebab lembaga perwakilan esensinya adalah tempat para wakil berkumpul. Sebagaimana layaknya hubungan resiprokal lain, soal wakil‐mewakili tidaklah sah kalau hanya satu pihak saja yang mengklaim. Pihak yang mewakili menyatakan dialah yang berhak menentukan karena dia mewakili orang‐orang dengan legitimasi pemilihan raya. Sementara yang diklaim „diwakili‟ tidak merasa bahwa ia pernah benar‐benar diwakili karena ia tidak tahu bagaimana wakilnya bekerja, bahkan juga „siapa‟ sebenarnya yang mewakilinya. Akhir-akhir ini kritik mahasiswa biologi bermunculan terhadap isu pembangunan Integrated Development Word Class University yang dijalankan di kampus yang merupakan bagian dari kebijakan intensifikasi UI di sektor fasilitas penunjang kampus, yang secara pasti akan menghilangkan secara permanen sebuah biodiversitas secara umum dan mengaburkan habitat mahluk hidup di hutan yang kelak akan disulap menjadi gedung-gedung baru. Kritik ini menyusul isu sebelumnya yakni tidak transparannya neraca keuangan UI akibat kinerja tata kelola internal yang dinilai kurang baik hingga saat ini. Dengan semua kritik yang ada, mahasiswa pun menemukan sarana praktisnya memulai eksistensi dirinya di bidang politik melalui bentuk kelompok-kelompok solidaritas terhadap isu-isu yang tengah berkembang. Protes-protes mereka tidak lagi sendirian, melainkan bersama-sama dengan mahasiswa lainnya yang memiliki pemahaman dan kepentingan bersama. Peran mahasiswa bisa di nilai dari perannya sebagai kontrol kebijakan dan pembangunan yang ada sembari masih menempuh pendidikan. Mahasiswa bisa berpartisipasi dalam pembangunan sebagai pemberi saran dan mengkritisi agenda kebijakan dan pembanguna. Mendukung agenda positif yang mungkin dapat membawa kebaikan bersama. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat berperan dalam memonitor dan mengevalusi agenda pembangunan yang telah berjalan.

dan juga merupakan pendidikan politik bagi mahasiswa. Ide dan paradigma yang harus di bangun saat ini adalah BPM sudah tidak zamannya lagi duduk manis menunggu datangnya aspirasi. Pengiriman masukan secara tertulis. . BPM kurang meletakkan posisinya yang konkret sebagai sebuah lapisan tertinggi di fakultas untuk menjalankan tugasnya terutama fungsi legislatif dan yudikatif. Terlebih melihat salah satu tugas BPM sebagai lembaga penjaring aspirasi dan mensosialisasikan produk hukum yang dihasilkan kepada mahasiswa di fakultasnya secara umum. tanpa mengetahui dan mengikuti serangkaian kegiatan tersebut? Intinya adalah bagaimana sarana aspirasi harus difungsikan sebagai sarana penyerapan aspirasi mahasiswa secara optimal dan efektif. dan tentunya sifat mau mendengar dan sharing kepada semua mahasiswa. menjaring dan menyalurkan aspirasi mahasiswa MIPA kepada pihak yang berkaitan. BPM sudah seharusnya menjadi lembaga yang menampung. Bagi saya pribadi. diharapkan terjadi hubungan emosional yang kuat antara BPM dan stakeholder-nya sehingga terjadi mutual respect antara BPM sebagai pemegang amanah regulasi dan BEM sebagai lembaga eksekusi serta BO/BSO. ilmu organisasi. dan kedekatan secara personal anggota BPM kepada mahasiswa dan kedekatan secara institusional dari BPM kepada lembagalembaga kemahasiswaan di fakultas. juga bertujuan sebagai sarana interaksi antara anggota BPM dengan mahasiswa. dinding aspirasi. kunjungan kerja —lebih difokuskan untuk menjaring aspirasi melalui HM di departemen masing-masing—. Pun dapat terjadi. Arti dekat disini adalah bahwa BPM bisa dilihat dari berbagai konteks. salah satunya dalam konteks penjaringan aspirasi.BPM sebagai sebuah lembaga tertinggi yang mewakili mahasiswa sudah sepatutnya mengambil peran penting untuk menindaklanjuti kerisauan yang ada. kini BPM harus benar-benar turun dan dekat dengan mahasiswa. sebagai momen tukar-menukar informasi yang memberdayakan. Adakah ada ide dan inisiatif baru yang dapat mengaitkan kembali relasi mahasiswalembaga di atas pondasi yang lebih kokoh dan jitu? Ataukah hanya menerima apa saja yang telah berlangsung selama lebih satu periode kepengurusan begitu saja. maka kepercayaan mahasiswa kepada BPM akan timbul dan tentunya akan terjadi komunikasi dua arah dan simbiosis mutualisme sehingga akan terwujud MIPA yang lebih baik. Dengan adanya kedekatan itu. menjadi seorang anggota BPM merupakan suatu tantangan tersendiri yang sangat membutuhkan keberanian. Hanya dengan itu. Dengan kewajiban ini. Dalam hal ini BPM perlu menyiapkan informasi proker-proker yang ditawarkan secara terbuka dan bisa diperoleh atau diakses siapapun juga melalui situs ataupun saluran media lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful