Laporan jaga stase geriatri kelompok 6

Di susun oleh: Aniz Zamzami Dwi Endraningtyas Faris El Haq Lilik Nurwahida

IDENTITAS PASIEN
• • • • • • • • • • • • • • Nama Pasien : Ny. R Nama Suami : (Alm) Tn. D Status perkawinan : Menikah (Janda) Alamat : Jl. Mahata 4 Jombang, Ciledug Jenis kelamin : Wanita Umur : 78 tahun Nama Pengasuh : Tn. Ade Nama kerabat terdekat: Tn. B (keponakan) Jumlah anak : Tidak memiliki anak Agama : Islam Suku bangsa : Ibu dan bapak pasien sunda Pendidikan : tidak sekolah Cara datang : diantar keponakan Kunjungan pertama : 2009

.RIWAYAT MEDIS Keluhan Utama: Nyeri kedua lutut sejak 6 bulan yang lalu.

. Pasien sering merasa nyeri kepala. Selain itu.Riwayat Penyakit Sekarang:  Nyeri dirasakan terus menerus pada kedua lutut sejak 6 bulan yang lalu. Nyeri terasa membaik bila diberi balsem geliga. pandangannya pun kabur ketika melihat benda kecil dengan jarak dekat. Pasien tidak merasakan kesemutan. Nyeri seperti ditusuk disertai dengan ngilu dan kaku pada lututnya sehingga agak sulit berjalan dan menggunakan walker untuk membantunya. Ada keluhan lain berupa sulit BAB dan hanya 1 x dalam seminggu.  Pasien merasa pendengaran mulai menurun sejak 1 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada bagian bahu.

Riwayat penyakit dahulu :  Hipertensi sejak usia 40 tahun  Katarak Riwayat Penyakit keluarga  Di keluarga (ayah) terdapat riwayat hipertensi  Riwayat Diabetes melitus disangkal .

Riwayat sosial dan kebiasaan: • Pasien memiliki kebiasaan minum kopi 1x/hari sejak usia 20 tahun. • Pasien minum air putih 3 gelas/hari • Pasien makan 4x/hari dan sering tidak dihabiskan . Riwayat Inap Rumah Sakit:  Pasien dirawat inap di RSCM setelah operasi katarak.Riwayat Pembedahan/Operasi:  Pasien sudah dioperasi katarak pada mata sebelah kanan di RSCM 2 tahun lalu.

tablet kalsium. HCT. Dulcolax.Riwayat Penggunaan Obat Pasien sedang mengkonsumsi tablet kalsium 500 mg/hari Pasien pernah rutin meminum obat nifedipine. Triamin E. ANALISIS KEUANGAN Sebelumnya pasien bekerja sebagai pelayan kantin di kapal. Selama ini pasien mendapat uang. Pasien tidak mendapatkan uang pensiun. piroxicam. Meloxicam. pakaian atau makanan dari keponakannya. .

Keadaan kamar berbau kurang sedap  Terdapat 2 kamar mandi dan 2 toilet duduk yang digunakan secara bersaman dg 6 WBS. Di dalam toilet tersedia kloset duduk dan tempat untuk berpegangan. Di kamar mandi terdapat 1 ember besar beserta gayung.Analisis lingkungan panti  Kamar pasien dihuni oleh 6 orang WBS. .  Lantai kamar terbuat dari keramik yang tidak licin. Penerangan dalam kamar juga cukup.  Lantai kamar mandi dan toilet tidak licin. di dindingnya juga ada pegangannya.  Sirkulasi udara cukup karena teman sekamarnya selalu membuka jendela.

dll) Susu sapi/kedele 1 potong - 4 kali - *setiap makanan tidak dihabiskan pasien .Analisis Gizi Jenis Karbohidrat Nasi 1 piring 4 kali Jumlah Beberapa/hari Beberapa/minggu Sayur Protein 1 piring 4 kali Nabati (tempe. tahu.

secara umum keadaan kesehatan pasien adalah cukup. Keluhan Dikoreksi dengan kacamata +3 Pendengaran menurun Tidak ada keluhan nyeri dada. Batuk dahak Konstipasi Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Nyeri sendi kedua tungkai Tidak ada keluhan .Anamnesis sistem Sistem Penglihatan Pendengaran Kardiovaskular Paru-paru Pencernaan Saluran kemih Hematologi Endokrin Saraf Sendi otot psikiatri Menurut pasien.

Kekeruhan lensa -/-. : 20.8 kg/m2 (ideal) : 36. deviasi septum (-) • Hidung . isi cukup : 24 kali/menit : 50 Kg. : 155 cm. tidak ada bercak kemerahan : Konjungtiva pucat -/-. sklera ikterik -/-. hiperemis -/-.8 oC : Tidak ada deformitas : Kulit lembab.PEMERIKSAAN FISIK • • • • • • • • • • • • • • Keadaan umum Kesadaran TD berbaring TD duduk TD berdiri Nadi/ menit Laju pernapasan BB TB IMT Suhu Kepala Kulit Mata : Tampak sakit ringan : Compos mentis : 160/100 mmHg : 160/100 mmHg : 160/100 mmHg : 74 kali/menit. reguler. arkus senilis OD/OS : Sekret -/-.

hepar & limpa tidak teraba membesar  Rektum/anus : Tidak dilakukan pemeriksaan  Punggung : Tidak ada nyeri pada tulang belakang  Alat kelamin : Tidak dilakukan pemeriksaan  Ekstremitas : Sendi lutut dextra dan sinistra terasa nyeri.PEMERIKSAAN FISIK  Mulut : Oral hygiene baik. gallop (-)  Perut : Datar. bising usus (+) normal. tidak ada ulkus. ditemukan deformitas. supel. krepitus (-/-). deformitas (-)  Paru : Sonor. faring tidak hiperemis  Leher : Trakea di tengah. mukosa licin berwarna merah muda. tidak teraba massa.nyeri tekan (-). lidah licin. gigi karies (+). murmur (-). . vesikuler kanan = kiri. gigi palsu (-). tidak ada pembesaran KGB  Dada : Simetris. ronkhi -/-. wheezing -/ Kardiovaskuler : S1-S2 murni reguler.

Motorik Motorik bahu siku Pergelangan tangan Jari tangan Paha Lutut Pergelangan kaki Kekuatan 5 (dextra) 5 5 5 4 3 4 5 (sinistra) 5 5 5 4 3 4 Tonus normal normal normal normal normal Normal normal Sensorik: normal pada kedua ekstremitas atas dan bawah .

Geriatric Depression Scale (GDS) Uraian Puas dengan hidup Anda Meninggalkan banyak kegiatan Merasa kehidupan kosong Sering merasa bosan Mempunyai semangat Y Y Y Y Y T T T T T Jawaban Y Y T Y Y Takut sesuatu yang buruk terjadi pada Anda Merasa bahagia pada sebagian besar hidup Anda Sering merasa tidak berdaya Lebih senang di rumah daripada di luar Y Y Y Y T T T T Y T Y T .

Geriatric Depression Scale (GDS) Uraian Mempunyai masalah daya ingat Y T Jawaban T Hidup Anda saat ini menyenangkan Merasa tidak berharga Merasa penuh semangat Merasa tidak ada ada harapan Orang lain lebih baik dari Anda SKOR Y Y Y Y Y T T T T T T T T T T 7 Jawaban bercetak tebal  nilai 1 5-9  kemungkinan depresi 10 atau lebih  depresi .

Indeks ADL Barthel Fungsi Mengendalikan rangsang BAB Mengendalikan rangsang BAK Membersihkan diri Penggunaan jamban Makan Berbaring ke duduk Berpindah/ berjalan Memakai baju Naik turun tangga Mandi SKOR Skor Keterangan 1 1 1 2 2 3 1 2 0 1 14 Kadang-kadang tak terkendali Kadang-kadang tak terkendali Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri Bia pindah dengan walker Mandiri Tidak mampu Mandiri 20 Mandiri 12-19 Ketergantung an ringan 9-11 Ketergantung an sedang 5-8 Ketergantung an berat 0-4 Ketergantung an total .

c Diagnosis Psikiatrik Gangguan depresi (-) Diagnosis Fungsional     Gangguan kognitif berat (tidak dapat dinilai) Gangguan ingatan sedang (-) Immobilisasi e.DIAGNOSIS Diagnosis Medik     Osteoartritis genu bilateral Hipertensi derajat 2 e.c esensial Presbiopi Konstipasi e.c Osteoartritis Ketergantungan ringan (+) .

K 1. Impecunity .Geriatric Giant pada Ny. 3. 4. 2. Instabilitas postural ec Osteoartritis Impairment of vision ec presbiopia (degeneratif) Impairment of hearing ec susp. Presbiakusis Impaction Konstipasi 5.

Instabilitas postural ec Osteoartritis Hipertensi derajat 2 Impairment of vision ec presbiopia (degeneratif) Impairment of hearing ec susp. 2. 3. 5. Presbiakusis Konstipasi .Daftar masalah pada ny. 4. R 1.

OA Aging Impairment of vision Impairment of hearing Hipertensi Instabilitas postural Presbiopi Presbiakusis konstipasi .

rontgen vertebre • Audiometri • Profil Lipid .Rencana Pemeriksaan Penunjang • Rontgen genu dextra sinistra.

Nyeri terasa membaik bila diberi balsem geliga.Pengkajian masalah 1.  Menghindari berat badan yang berlebih dgn mengatur pola makan. Nyeri seperti ditusuk disertai dengan ngilu dan kaku pada lututnya sehingga agak sulit berjalan dan menggunakan walker untuk membantunya. Pasien tidak merasakan kesemutan Rencana Pemeriksaan: foto rontgen genu dextra sinistra Tata laksana medikamentosa: Meloksikam 1x 1 setelah makan. Terapi non medika mentosa:  Menghindari aktifitas yg berlebih pada sendi yg sakit. Prognosis:  Quo ad vitam: bonam  Quo ad funtionam: dubia ad bonam  Quo ad sanationam: dubia ad bonam .  Atas dasar: Pasien mengeluh Nyeri dirasakan terus menerus pada kedua lutut sejak 6 bulan yang lalu. Instabilitas postural ec Osteoartritis. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada bagian bahu.

mempertahankan asupan kalsium dan magnesium Menghindari merokok Menghindari makanan berlemak Terapi farmakologi: Nifedipin 10mg.Pengkajian masalah 2. 2x1 Prognosis:  Quo ad vitam: dubia ad bonam  Quo ad functionam: dubia ad bonam  Quo ad sanationam: dubia ad bonam . Hipertensi derajat 2  Terapi non farmakologis: Atas dasar:  TD berbaring mmHg  TD duduk 160/100mmHg  TD berdiri mmHg : 160/100 : : 160/100  Pemeriksaan penunjang: Pemeriksaan profil lipid Meningkatkan aktivitas aerobik Mengurangi asupan natrium. 3x1 HCT 25mg.

Impairment of vision ec presbiopia – Atas dasar: Pasien juga merasa penglihatannya menjadi kabur jika membaca pada jarak dekatdan merasa nyaman ketika menggunakan kacamata dengan lensa plus. – Pemeriksaan penunjang: – Terapi farmakologis: – Terapi non farmakologis: – Prognosis: • Quo ad vitam: bonam • Quo ad functionam : dubia ad bonam • Quo ad sanationam : dubia ad bonam .Pengkajian Masalah 3.

masih dapat mendengar percakapan Pemeriksaan penunjang: audiometri tutur Terapi farmakologi: Terapi non farmakologis: latihan membaca ujaran.c susp. Impairment of hearing e. Presbiakusis Atas dasar: Pasien merasa pendengaranya mulai menurun bilateral. latihan mendengar Prognosis: • Quo ad vitam: dubia ad bonam • Quo ad functionam: dubia ad malam • Quo ad sanationam: dubia ad bonam .Pengkajian Masalah 4.

seminggu 1 kali. Pemeriksaan penunjang: pem. Lab. Konstipasi Atas dasar: Pasien mengeluh kesulitan BAB. Terapi farmakologi: Terapi non farmakologis: – Minum air putih 1.Pengkajian masalah 5.5 L/hari – Mengkonsumsi makanan tinggi serat (buah dan sayur) – Tidak meminum kopi lagi dan membiasakan BAB 1x sehari setiap pagi Prognosis: • Quo ad vitam: dubia ad bonam • Quo ad functionam: dubia ad bonam • Quo ad sanationam: dubia ad bonam .

Tatalaksana Medikamentosa Osteoartritis  R/ meloksikam tab 15 mg no. X S2dd tab 1pc --------------------------------------------- .X s1dd tab 1 pc ---------------------------------------- Hipertensi derajat 2  Nifedipin tab 10 mg no. XV S3dd tab 1 pc • Hydroclorothiazide tab 25 mg no.

mempertahankan asupan kalsium dan magnesium  Menghindari makanan berlemak .5 L/hari Mengkonsumsi makanan tinggi serat (buah dan sayur) Tidak meminum kopi lagi dan membiasakan BAB 1x sehari setiap pagi  Meningkatkan aktivitas aerobik  Mengurangi asupan natrium. latihan mendengar Hipertensi Minum air putih 1. Menghindari berat badan yang berlebih dgn mengatur pola makan Konstipasi Presbiopi Edukasi untuk rutin menggunakan kacamata dengan koreksi lensa + Presbiakusis latihan membaca ujaran.Tatalaksana NonMendikamentosa Osteoartritis Menghindari aktifitas yg berlebih pada sendi yg sakit.

Pertanyaan • • • • • • • • Konstipasi harus RT tidak ? Interaksi hct dan nifedipin? Kekuatan motorik? Efek samping nifedipin Penyebab konstipasi Pf Arcus senilis? Presbiakusis? Depresi ?penyebab depresi? • Ditambahkan pemeriksaan garputala • Score nyeri .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful