universitas tarumanagara PERKEMBANGAN HUKUM HAK CIPTA TERHADAP PRODUK DIGITAL Suatu tinjauan hukum hak cipta di Indonesia

Pembajakan di dunia digital ataupun pembajakan di dunia selain digital pada prinsipnya adalah sama, yaitu memperbanyak produk tanpa seijin orang atau pihak yang memiliki hak cipta. Namun dalam produk digital masalah pembajakan ini lebih rumit. Hal ini dikarenakan produk-produk dalam format digital dapat dicopy atau diperbanyak dan didistribusikan dengan sangat mudah.

PERKEMBANGAN HUKUM HAK CIPTA TERHADAP PRODUK DIGITAL BAB I LATAR BELAKANG Intellectual property Rights atau Hak atas Kekayaan Intelektual memang berperan penting dalam kehidupan dunia modern dimana didalamnya terkandung aspek hukum yang berkaitan erat dengan aspek teknologi, aspek ekonomi, maupun seni budaya. Hak Kekayaan Inteletual adalah sistem hukum yang melekat pada tata kehidupan modern terutama pada perkembagan hukum hak cipta terhadap produk digital. Hak cipta terhadap produk digital seperti perangkat lunak, foto digital, musik digital, film digital dan ebook ini perlu mendapat perlindungan hukum, karena karya manusia ini telah dihasilkan dengan suatu pengorbanan tenaga, pikiran waktu bahkan biaya yang tidak sedikit serta pengetahuan dan semua bentuk idealism lainnya bersatu untuk mendapatkan hasil karya terbaik dibidangnya. Namun seiring era globalisasi ini, perlindungan terhadap hak cipta terutama produk digital tidak mudah untuk dilakukan. Pembajakan di dunia digital ataupun pembajakan di dunia selain digital pada prinsipnya adalah sama, yaitu memperbanyak produk tanpa seijin orang atau pihak yang memiliki hak cipta. Namun dalam produk digital masalah pembajakan ini lebih rumit. Hal ini dikarenakan produk-produk dalam format digital dapat dicopy atau diperbanyak dan didistribusikan dengan sangat mudah. Ini berbeda dengan kasus produk fisik tiruan (lukisan, patung, perangkat elektronik, perangkat mekanik dll) diperlukan upaya sangat keras untuk meniru dan menyembunyikan kepalsuan produk secara fisik. Namun hal ini tidak berlaku di dunia digital. Pemerintah Indonesia sejak tahun 1982 telah mengeluarkan Undang-Undang tentang hak cipta yaitu Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 yang telah mengalami dua kali revisi melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997, kesemuanya ini adalah untuk melindungi karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra (scientific, literary and artistic works).

bentuk pelanggaran hak cipta lainnya yang juga marak terjadi di Indonesia saat ini adalah music digital berupa MP3. penurunan kualitas suara pada produk bajakan bisa diminimalisir. di bawah Vietnam dan China. Pelanggaran hak cipta atas software ini di Indonesia dilakukan baik oleh dealer maupun pengguna akhir. Indonesia dinyatakan sebagai negara pembajak software tertinggi urutan ke-3. Tingkat pembajakan software ini sebanyak 90 % diserap oleh segmen konsumen untuk Personal Computer (PC) di rumah. mengandung banyak unsur yang terkandung didalamnya baik bagi berhubungan dengan pencipta. musik digital dan film digital. harga suatu keping MP3 illegal yang mampu memuat lebih dari seratus lagu berkisar lima ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah. Awal perkembangan pembajakan music digital di Indonesia. bahkan kualitas suara produk bajakan setara dengan kualitas suara pada CD orisinal. sedangkan untuk segmen perusahaan hanya mencapai 10 %. Dengan adanya kemajuan teknologi digital ternyata dewasa ini telah berdampak terhadap peningkatan pembajakan hak cipta di Indonesia. baik individu maupun korporat. Salah satu dari bentuk pelanggaran itu adalah pembajakan software computer dimana berdasarkan laporan studi yang diterbitkan oleh International Planning and Research Corporation untuk Business Software Alliance (BSA) dan Software & Information Industry Association (SIIA).Meskipun telah mempunyai Undang-undang UU No. Dari bunyi pasal 1 butir 1 Undang-undang No. semestinya mampu membuat para pembajak produk digital jera. Selain itu harga sebuah keping MP3 illegal (bajakan) jauh lebih murah dari harga keping CD orisinal. Khususnya terhadap produk digital berupa software computer. Permasalahan hukum terkait hak cipta dalam MP3 adalah bahwa banyak beredar MP3 di masyarakat yang telah melanggar hak cipta. dapat diketahui bahwa praktek pembajakan software di Indonesia sangatlah tinggi. Namun dengan adanya teknologi konversi digital seperti adanya MP3. Bab II Identifikasi Masalah Hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.19/2002 tentang Hak Cipta (berapa kali direvisi) dan pemberlakuannya tentang hak cipta pun telah diberlakukan efektif sejak 29 Juli 2003. Selain pembajakan software. dibandingkan dengan MP3 bajakan yang beredar dengan harga lima ribu rupiah perkeping. namun pada kenyataannya pelanggaran terhadap HAKI masih saja terjadi bahkan cenderung ke arah yang semakin memprihatinkan. Sebagai perbandingan. Dalam laporannya tahun 2001. penerima.[1] Kedua faktor ini lah yang menyebabkan pembajakan MP3 di Indonesia semakin marak. 19 Tahun 2002 tentang hak cipta. kualitas suara musik atau lagu yang asli berbeda dengan kualitas lagu atau masik yang hasil bajakan. karya ciptanya dan pengertian semata-mata diperlukan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak .

lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya. Hal ini tentu saja sangat merugikan pencipta yang telah mengorbankan tenaga. Hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. Pembajakan atau pelanggaran terhadap hak cipta di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Bagaimana peraturan perundang-undangan menenai hak cipta di Indonesia? Bagaimana dampak dari pembajakan produk digital tersebut? Bagaimana mengenai penegakan hukumnya? Bagaimana solusi untuk mengatasi pengaruh digitalisasi terhadap pembajakan produk digital di Indonesia? Bab III Kerangka Teoritis Peraturan Perundang-undangan Mengenai Hak Cipta Di Indonesia. produk-produk dalam format digital dapat dicopy atau diperbanyak dan didistribusikan dengan sangat mudah tanpa seizin pemegang hak ciptanya. Pada pokoknya hak cipta bertujuan untuk melindungi karya kreatif yang dihasilkan oleh penulis. Suatu tindakan membuat atau memperbanyak hasil ciptaan orang lain tanpa seizin penciptanya adalah tindakan pembajakan yang melanggar baik hak moril maupun hak ekonomi dari seorang pencipta. mengingat bangsa Indonesia adalah salah satu penandatanganan perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights) yaitu perjanjian Hak-Hak Milik Intelektual berkaitan dengan perdagangan dalam Badan Perdagangan Dunia (WTO) yang harus tunduk pada perjanjian internasional itu. seperti menurunnya kreativitas dari para pelaku di bidang musik dan film nasional yang karyanya sering dibajak melalui digitalisasi. Dari bunyi pasal 1 butir 1 Undang-undang No. seniman. karya ciptanya dan pengertian semata-mata diperlukan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya. mengandung banyak unsur yang terkandung didalamnya baik bagi berhubungan dengan pencipta. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Pertanyaan. Pengenaan sanksi oleh masyarakat Internasional merupakan suatu kemungkinan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia. 19 Tahun 2002 tentang hak cipta. Sementara pengaruh dari produk-produk digital bajakan terhadap masyarakat juga sangat luas. pengarang dan pemain musik. Kendala utama yang dihadapi bangsa Indonesia dalam upaya perlindungan Hak akan Kekayaan Intelektual ini adalah masalah penegakan hukum terhadap pembajak produk digital tersebut . penerima. Pengaruh digitalisasi untuk perbanyakan ciptaan telah menjadi masalah yang sangat pelik. serta pembuat film dan piranti lunak (software). Akibat dari maraknya pembajakan produk-produk digital ini. . pengarang sandiwara. waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk menghasilkan suatu ciptaan. Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah. baik dari dunia Internasional maupun pada masyarakat Indonesia sendiri. di samping masalah-masalah lain seperti kesadaran masyarakat terhadap HAKI itu sendiri dan keadaan ekonomi bangsa yang secara tidak langsung turut menyumbang bagi terjadinya pelanggaran itu. dimana melalui digitalisasi. terutama terhadap produk-produk digital yang mudah sekali untuk diperbanyak seiring dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi (digitalisasi) di Indonesia saat ini.

UU No. seniman. maka Indonesia memiliki komitmen untuk memberlakukan dan menerapkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dalam TRIPs maupun konvensikonvensi di bidang hak cipta. Dengan telah ditandatangani Persetujuan TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights) dan diratifikasinya kinvensi-konvensi internasional di bidang hak cipta oleh pemerintah Indonesia. Bila ciptaan didaftarkan maka orang yang mendaftarkan dianggap sebagai penciptanya sampai dapat dibuktikan di muka pengadilan bahwa si pendaftar bukan penciptanya. Hak Kekayaan Intelektual merupakan bagian hukum yang berkaitan dengan perlindungan usaha-usaha kreatif dan investasi ekonomi dalam usaha kreatif. dan industrial property (paten. Merk Dagang (Trademarks). hak cipta yang semula bernama hak pengarang (author rights) terbilang tua usianya. desin industri. Pada pokoknya hak cipta bertujuan untuk melindungi karya kreatif yang dihasilkan oleh penulis. Hak Kekayaan Intelektual ini meliputi copyrights (hak cipta). disain tata letak (topography). termasuk upaya untuk memajukan perkembangan karya intelektual yang berasal dari keanekaragaman seni dan budaya tersebut di atas. . Pengaturan hak cipta di Indonesia berpedoman pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta yang kemudian direvisi dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1982 tentang Hak Cipta . Paten (Patent). Dewan Hak Cipta seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 yang terdiri atas wakil pemerintah. pembuktian hak ciptanya akan sukar dan memakan waktu. Indikasi geografi (geographical indication). Kekayaan seni dan budaya itu merupakan salah satu sumber dari karya intelektual yang dapat dan perlu dilindungi oleh Undang-undang. Disain produk industri (industrial design). bila tidak didaftarkan. dan perlindungan informasi yang dirahasiakan (protection of undisclosed information).Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang sangat kaya. merek. rahasia dagang dan indikasigeografis asal barang). Adapun persetujuan TRIPs mengindetifikasikan instrumeninstrumen Hak dan Kekayaan Intelektual dan mencoba mengaharmonisasikannya pada tingkat global menyangkut komponen : Hak Cipta (copy rights). Indonesia memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan ketentuan TRIPs dalam peraturan perundang-undangan nasionalnya. pengarang dan pemain musik. wakil organisasi profesi dan anggota masyarakat yang berkompetensi di bidang hak cipta berperan dalam memberikan penyuluhan dan pembimbing serta pembinaan hak cipta. Sedangkan peraturan pemerintah yang mengatur hak cipta adalah Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1986 tentang Dewan Hak Cipta. Oleh karena itu. 12 Tahun 1997 kemudian diganti dengan Undang-undang yang baru Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. pengarang sandiwara. Hanya. karena tanpa pendaftaran pun hak cipta seseorang tetap dilindungi. sirkuit terpadu/lay-out disain (topography of integrated circuits). Berdasarkan Trade Related Aspect Of Intellectual Property Rights (TRIPs) yang merupakan perjanjian Hak-Hak Milik Intelektual berkaitan dengan perdagangan dalam Badan Perdagangan Dunia (WTO). 7 Tahun 1987 dan UU No. kekayaan seni dan budaya yang dilindungi itu dapat meningkatkan kesejahteraan tidak hanya bagi para penciptanya saja. Secara otomatis hak cipta timbul ketika suatu karya cipta dilahirkan oleh seorang pencipta. Dengan demikian. Karena itu pendaftaran suatu ciptaan tidaklah mutlak. tetapi juga bagi bangsa dan negara. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut masih perlu disempurnakan untuk memberi perlindungan bagi karya-karya intelektual di bidang Hak Cipta. Diantara hak-hak tersebut. perlindungan integrated circuits. Mengingat Indonesia telah menjadi anggota WTO. serta pembuat film dan piranti lunak (software).

seandainya hak cipta ini beralih atau dialihkan kepada pihak ketiga oleh si pencipta. kecuali jika hak itu diperoleh secara melawan hukum”. ini berarti bahwa hak cipta dapat diwariskan kepada ahli warisnya seperti yang tertera dalam Pasal 4 ayat 1 yang berbunyi : “ Hak cipta yang dimiliki oleh pencipta. tanpa izin atau tanpa hak dianggap telah melakukan pelanggaran atas hak cipta. memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya. dan diumumkan dalam suatu daftar umum ciptaan yang dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dipungut biaya ? Hak cipta merupakan hak khusus bagi pencipta atau penerima hak.Pendaftaran suatu ciptaan diselenggarakan oleh Departemen Kehakiman cq Direktorat Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek. memperbanyak. yang setelah penciptanya meninggal dunia. Beralih atau dialihkannya hak cipta tidak dapat dilakukan secara lisan tetapi harus dilakukan secara tertulis baik dengan akta Notaris maupun tidak dengan akta Notaris. memperbanyak ciptaannya. dan melakukan penyiaran atas suatu karya siaran dengan menggunakan transmisi dengan atau tanpa kabel atau mengkomunikasikan kepada masyarakat pertunjukan langsung mereka. Jadi. Pengaruh digitalisasi terhadap produk digital Software Computer Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). pada dasarnya yang beralih hanyalah hak ekonominya saja. Perkembangan digitalisasi lambat laun akan mampu mengungkapkan adanya kecurangan yang terjadi selama ini terhadap ciptaan yang bernilai ekonomis. atau c). Hal tersebut hanyalah merupakah pengalihan fiksasi ataupun format penyimpanannya dalam suatu media . untuk memperbanyak ciptaannya dan untuk memberi izin mengumumkan dan atau memperbanyak ciptaannya tersebut. seumur hidup pencipta ditambah 50 tahun setelah pencipta meninggal. baik hak ekonomi maupun hak moral. melakukan perbuatan-perbuatan seperti membuat. Pelanggaran hak cipta sebagaimana pula diatur dalam ketentuan Pasal 14 ayat (1) Persetujuan TRIPs mengharuskan pelaku diberikan hak untuk melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya. sastra dan ilmu pengetahuan akan melekat dua macam hak yaitu Hak Ekonomi (economic rights) dan Hak Moral (moral rights). dan hak cipta tersebut tidak dapat disita. Bab IV Pembahasan A. Atas sebuah ciptaan karya dalam bidang seni. Yang dimaksud dengan pelanggaran yang dilarang dalam hal ini adalah apabila perbuatan pelanggaran itu dapat merugikan pencipta dari segi ekonomis. untuk a) mengumumkan atau b). Dan orang lain yang melakukan tindakan yang merupakan hak khusus pencipta. terutama teknologi digitalisasi yang sangat pesat dewasa ini. sedangkan hakmoralnya tetap melekat pada diri pencipta. merugikan kepentingan negara karena mengumumkan ciptaan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan atau bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. menjadi milik ahli warisnya atau milik penerima wasiat. Hanya pencipta saja yang mempunyai hak khusus (exclusive right) yang dilindungi Undang-undang yang dapat mengumumkan ciptaannya. atas ciptaannya tersebut pencipta tetap berhak untuk dicantumkan namanya sebagai pencipta dan tidak boleh pihak ketiga mengubah ciptaan si pencipta sebagaimana aslinya tanpa izin. Poses digitalisasi tidak dapat dikatakan sebagai suatu proses pengalihwujudan dari ciptaan karena proses digitalisasi tidak pernah memberikan perubahan nilai tambah terhadap substansi Ciptaan. Melanggar perjanjian berarti pelanggaran berupa perbuatan yang tidak sesuai dengan isi perjanjian yang telah disepakati antara pihak ketiga dengan pencipta. atau menyiarkan rekaman suara dan/ atau gambar pertunjukannya.

begitu mudah kita mendapatkan softwaresoftware bajakan dengan harga terjangkau di took-toko penjual software komputer. hanyalah merupakan perubahan teknis penyimpanan dan penyampaian suatu informasi. pembajakan software di Indonesia memang marak terjadi.tertentu saja. Suatu lingkungan digital memang bekerja atas sistem penyalinan dan/atau pemuatan informasi dari suatu medium ke medium yang lain. bahasa. Penyampaian suatu informasi yang semula dilakukan dengan repsentasi signal analog menjadi signal digital (repsentansi bentuk biner 0 dan 1). 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas Undang-undang No. BENTUK-BENTUK PEMBAJAKAN SOFTWARE Pasal 1 butir 7 Undang-undang No. 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (UUHC) menyatakan bahwa program komputer adalah program yang diciptakan secara khusus sehingga memungkinkan komputer melakukan fungsi tertentu. Meskipun Indonesia telah mempunyai perangkat hukum di bidang Hak Cipta. Dalam laporannya tahun 2001. begitu mudah kita mendapatkan software-software bajakan dengan harga terjangkau di took-toko penjual software komputer. dapat diketahui bahwa praktek pembajakan software di seluruh dunia sangatlah tinggi. namun yang dikatakan sebagai tindakan pembajakan adalah ketika penyalinan dan/atau pemuatan informasi dari suatu medium ke medium yang lain itu bersifat permanent sehingga menambah jumlah ciptaan. Saat ini menurut daftar yang dikeluarkan oleh USTR (United State Trade Representative). Indonesia dinyatakan sebagai negara pembajak software tertinggi urutan ke-3. Pelanggaran hak cipta atas software ini di Indonesia dilakukan baik oleh dealer maupun pengguna akhir. kode-kode atau notasi-notasi yang . Disadari atau tidak. Penyalinan dan atau pemuatan tersebut yang merupakan tindakan pembajakan sering terjadi terhadap produk digital terutama software computer. Pengertian yang lebih jelas mengenai software ini dapat dilihat di Australian Copyright Act. di bawah Vietnam dan China. sedangkan untuk segmen perusahaan hanya mencapai 10 %. Berdasarkan laporan studi yang diterbitkan oleh International Planning and Research Corporation untuk Business Software Alliance (BSA) dan Software & Information Industry Association (SIIA). Kemajuan di bidang teknologi dirasakan turut mempermudah terjadinya pembajakan software. Disadari atau tidak. dimana dijelaskan bahwa software ini sesungguhnya meliputi source code dan object code yang merupakan suatu set instruksi yang terdiri atas huruf-huruf. yang semula dilihat berdasarkan kontinuitas waktu atas panjang gelombang (time is continuously observed) kemudian berkembang menjadi representasi dalam bentuk yang diskrit (time is sampled). dan sepertinya pembajakan software di Indonesia akan tetap terjadi. bahkan di pedagang-pedagang kaki lima. Tingkat pembajakan software ini sebanyak 90 % diserap oleh segmen konsumen untuk Personal Computer (PC) di rumah. baik individu maupun korporat. dan permasalahan ini tidak akan pernah dapat dituntaskan. akan tetapi rasanya penegakan hukum atas pembajakan software ini masih dirasakan sulit dicapai. bahkan di pedagang-pedagang kaki lima. 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undagn No. pembajakan software di Indonesia memang marak terjadi. Indonesia juga masih masuk dalam kategori “priority watch list” karena dinilai masih banyaknya kasus pembajakan Hak Cipta khususnya VCD dan software.

10. tidak disangkal lagi. termasuk mengalihwujudkan suatu ciptaan.000 saja. Dari ketentuan di atas dapat terlihat bahwa tindakan-tindakan pembajakan software tersebut termasuk dalam kategori melanggar Hak Cipta. yaitu dimana sebuah lisensi penggunakan sebuah software dipakai melebihi kapasitas penggunaannya. Selanjutnya dalam Pasal 1 butir 4 dan 5 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan tindakan “mengumumkan” adalah penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apapun dan dengan cara sedemikian rupa sehingga suatu ciptaan dapat dibaca. Andaikata di sebuah kantor mempunyai 20 buah komputer yang menggunakan windows 98. sedangkan yang dimaksud dengan “memperbanyak” adalah tindakan menambah suatu ciptaan. maka biaya yang harus dikeluarkan sebesar 4000 dolar AS atau . maka pelaku pembajakan software ini dapat diancam dengan hukuman penjara selama 7 tahun atau denda maksimum 100 juta rupiah. yakni dengan men-download software dari internet secara illegal Menurut pasal 2 ayat 1 UUHC. harga lisensi Windows 98 adalah 200 dolar AS. Untuk perbandingan. FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG TERJADINYA PEMBAJAKAN SOFTWARE Ada banyak faktor-faktor yang mendukung terjadinya pembajakan software. didengar atau dilihat oleh orang lain. Misalnya membeli satu software secara resmi tapi kemudian meng-install-nya di sejumlah komouter melebihi jumlah lisensi untuk meng-install yang diberikan. satu hal yang mendukung maraknya pembajakan atas software adalah mahalnya harga lisensi software yang asli. Adapun bentuk-bentuk pelanggaran atas suatu software dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu : Pemuatan ke dalam hard disk. sehingga produk hasil bajakan akan berfungsi sama seperti software yang asli. Selain itu. Atas pelanggaran Hak Cipta. Penyewaan software. karena tindakan pembajakan software dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata.disusun atau ditulis sedrmikian rupa sehinga membuat suatu alat yang mempunyai kemampuan memproses informasi digital dan dapat melakukan fungsi kerja tertentu. Softlifting. Hak Cipta adalah hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberikan izin untuk itu dengna tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. yang banyak dijumpai di toko buku atau pusat-pusat perbelanjaan. Pemalsuan. sedangkan software bajakan dapat kita beli hanya dengan harga Rp. yaitu memproduksi serta menjual software-software bajakan biasanya dalam bentuk CD ROM. dengan pembuatan yang sama. di mana penjual biasanya meng-instal sistem operasi beserta software-software lainnya sebagai bonus kepada pembeli komputer. Selain itu pencipta maupun pemegang hak cipta juga dapat melakukan upaya hukum secara perdata untuk menuntut ganti rugi. Perbuatan ini biasanya dilakukan jika kita membeli komputer dari toko-toko komputer. Ilegal downloading. Software adalah produk digital yang dengan mudah dapat digandakan tanpa mengurangi kualitas produknya.

Itu hanya untuk sistem operasinya saja.senilai hampir 40 juta rupiah. Dengan software computer bajakan yang demikian mudah diperoleh diperkirakan akan menurunkan moral karena banyaknya adegan panas yang tidak disensor. terlebih saat ini VCD porno sudah begitu bebas diperdagangkan di pinggir jalan. Alasannya harganya yang sangat murah dibanding produk aslinya. USTR sendiri merupakan badan negosiasi perdagangan sekaligus berfungsi sebagai penasihat kebijakan perdagangan untuk Presiden AS. aplikasi piranti lunak bisnis dan entertainment dan buku mencapai 259. Secara internasional. dalam hitungan jangka pendek. salah satu diantaranya adalah program software komputer. bangsa Indonesia sendiri pun akan mendapat kerugian. Indonesia dianggap sebagai surganya pembajak. Di samping itu ada kecenderungan masyarakat saat ini membeli program software computer bajakan. PENEGAKAN HUKUM ATAS PEMBAJAKAN SOFTWARE KOMPUTER Pelanggaran hak cipta merupakan pelanggaran yang terus berlangsung di negeri ini terutama terhadap produk digital. Indonesia dianggap sebagai surganya pembajak. belum termasuk program-program aplikasi lainnya. Lebih detailnya. Akibat peringkat pembajakan yang cukup tinggi itulah. dimana Indonesia menempati peringkat ketiga di bawah Cina dan Vietnam. peredaran barang bajakan Indonesia menjadi prioritas US Trade Representative (USTR). dimana Indonesia menempati peringkat ketiga di bawah Cina dan Vietnam. Disinyalir diduga pelaku pembajakan program software komputer bukan lagi individu melainkan berupa perusahaan dengan omzet pemasaran yang sangat besar dan jaringan sangat luas. Tingkat pembajakan film. sehingga dunia film dan musik di tanah airakan semakin terpuruk. tetapi semakin canggih karena para pembajak menggunakan teknologi modern yang mempermudah kegiatan ilegalnya. DAMPAK DARI PEMBAJAKAN Dalam Survei yang diadakan oleh Business Software Alliance (BSA). Kerugian lainnya adalah pada perkebangan industri musik dan film nasional. Namun untuk jangka panjang akan timbul berbagai kerugian. Hal ini terlihat dari luasnya peredaran program software computer bajakan. produser dan pihak lain yang terkait dalam industri ini akan enggan untuk berkarya secara optimal karena pembajakan karya mereka telah mengurangi nilai pembayaran yang seharusnya mereka peroleh. Sangat penting melihat latar belakang dan alasan terjadinya pembajakan itu. Berdasarkan laporan berkalanya bertajuk ”Special 301 Decisions On Intellectual Property” yang menghasilkan estimasi kerugian akibat pembajakan hak cipta selama 2002 ternyata cukup mencengangkan. Berbagai macam produk digital menjadi sasaran empuk. sutradara.Pelanggaran terhadap hak cipta tersebut bukan saja semakin marak. Demikian pula secara nasional. jika keadaan seperti ini terus berlanjut. rekaman musik.9 juta dolar AS. adanya software computer bajakan dengan harga murah memang menguntungkan bagi masyarakat kebanyakan. Bahkan dalam Survei yang diadakan oleh Business Software Alliance (BSA). Kalangan artis. Akibatnya para insan musik dan film dalam berkarya tidak menghasilkan karyakarya yang baik dan terkesan asal jadi saja. berikut petikan mengenai komentar dari masyarakat konsumen menggunakan produk bajakan tersebut : .

Kelompok generasi muda merupakan korban terbesar dari konsumen ta tertipu.000 per keping. Seorang karyawan toko piranti lunak bajakan tidak yakin pemerintah akan berhasil membersihkan pusat perbelanjaan dari barang bajakan. Lha. Tidak integralnya pemahaman yang ada di dalam masyarakat. Hal ini menunjukkan tidak adanya goodwill pemerintah. Awalnya bersemangat. Sistem HKI merupakan kombinasi peran antara penemu/pencipta (inventor). setelah itu loyo. penanganan terhadap pembajakan progtam software computer di Indonesia masih sangat minim Hal ini terlihat dari begitu maraknya penjualan program software computer bajakan.4 juta dolar AS. Rendahnya hukuman yang diberikan kepada pelanggar Hak akan Kekayaan Intelektual menandakan penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran juga merupakan faktor utama lemahnya penegakan hukum di bidang HKI. kita melihat ada sesuatu yang tidak berjalan dalam system perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual kita. Microsoft dinyatakan menang dalam kasus pembajakan software dan majelis hakim menghukum PT. industri (pengusaha) maupun pemerintah. penegakan hukum – Sebagai salah satu penyebab maraknya pembajakan program software computer bajakan adalah kurang tegasnya aparat hukum dalam menangani pelanggaran yang terjadi. Piranti lunak dijual dengan harga Rp 10.toko resmi. pengusaha (industri) dan pelindung hukum. “Biasanya sih cuma ’hangat. Tidak bekerjanya sistem hukum (pengaturan) mengenai HKI adalah akibat kompleksnya permasalahan yang ada dalam masyarakat. di mana tergugat yaitu empat penjual computer yaitu PT. Panca Putra Komputindo. pelajaran bahasa asing. Keputusan ini bagi pihak produsen software dianggap sebagai kemenangan besar melawan pembajakan software di Indonesia sehingga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang menghargai inovasi dan diharpkan dapat membangkitkan industri software lokal. namun saat ini jelas ada sikap permisif atau bahkan imunity kalangan penegak hukum atas pelaku pelanggaran HKI. yang antara lain disebabkan karena : Pertama. Microsoft kembali memenangkan perkara yang sama. Masyarakat lebih memilih program software komputer bajakan dengan harga murah tanpa memikirkan kualitas produk dan kerugian ekonomis jangka panjang sebgai konsekuensinya. tentunya hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. sampai program komputer paling mutakhir. siapa yang mau membeli software asli yang harganya jutaan rupiah? Apalagi kalau setiap tahun berubah?” katanya. Namun secara umum. Dengan banyaknya hasil karya yang dibajak dan besarnya kerugian yang telah diderita baik oleh pencipta. Kusumo Megah untuk membayar ganti rugi sebesar 4. Penegakan hukum di bidang hak cipta harus dilakukan secara serius dan efektif.hangat tahi ayam’. Mulai dari Encarta Encyclopedia 2004. Selama ini penegakan hukum atas pembajakan program software komputer yang terjadi hanyalah upon request dan Cuma sporadic saja. HJ Komputer.CD piranti lunak komputer bajakan masih bebas diperdagangkan di toko. Pada bulan September 2001. menyebabkan tersendatnya sistem HKI dan menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya.000 sampai Rp 15. Pelanggaran HKI ini merupakan delik biasa. Sikap yang paling . Penegakan hukum atas pembajakan software memang telah dilakukan. bahkan terkadang dilakukan di depan hidung aparat. Hal ini kemungkinan besar karena apresiasi masyarakat terhadap HKI masih rendah. HM Komputer dan Altex Komputer dihukum untuk membayar ganti rugi sebesar 4. Pada bulan Oktober tahun yang sama. bahwa produk yang mereka beli bukan asli.7 juta dollar AS karena terbukti bersalah karena telah meng-install software Microsoft Windows dan Office pada komputer yang mereka jual. Walaupun mereka sadar.

Tidak jarang pemohon suatu karya intelektual ditolak karena karya tersebut tidak memiliki nilai orsinil. Di samping itu juga bahwa hasil karya intelektual harus didaftarkan untuk kemudian diumumkan. Penyebab lainnya yaitu kadar pengetahuan dan jumlah aparat penegak hukum di bidang HKI masih belum memadai.berkompeten di bidang penegakan hukum atas HKI di Indonesia sampai saat ini masih sering terjadi saling lempar tanggung jawab. Situasi ekonomi seperti ini juga menyebabkan timbulnya “dilema pasar”. dimana secara ekonomis. Pemahaman di sini termasuk didalamnya penegakan hukumdan perlindungan hukum yang menjadi satu kesatuan yang utuh. Sebagai contoh misalnya dalam prosedur pendaftaran. Kedua. keadaan ini dijadikan alasan untuk menghalalkan kegiatan baik berupa pembajakan maupun pemasaran dari program software komputer bajakan itu. kesadaran masyarakat – Kesadaran hukum masyarakat Indonesia terhadap Hak akan Kekayaan Intelektual masih belum maksimal. Lesunya kegiatan ekonomi menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan serta meningkatkan pengangguran. secara tidak langsung telah ikut mendorong terjadinya pelanggaran terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual. Ketiga. masyarakat belum mengetahui benar mengenai hal ini. pemerintah serta industri dan diharapkan juga suatu saat nanti tidak terjadi lagi pembajakan dan pelanggaran lainnya. Untuk itu polisi meminta Depperindag melakukan pengawasan terhadap izin usaha yang telah dikeluarkan. dalam arti banyak kerugian yang ditimbulkan karena masyarakat sendiri sebenarnya belum banyak yang memahami bagaimana sistem HKI berjalan. Aparat penegak hukum sering kali dihadapi pada keadaan dimana tindakan pelaku pelanggaran Hak Cipta dilakukan semata-mata hanya untuk menghidupi keluarganya. keadaan ekonomi – Terpuruknya situasi ekonomi yang buruk yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini. prinsip pendaftaran suatu karya intelektual adalah first to file (siapa yang mengajukan pertama kali dialah mendapatkan perlindungan). Masih sedikit anggota Polri yang memiliki pengetahuan dan memahami tentang HKI dan dengan keterbatasan itu memungkinkan terjadinya “main mata” antara penegak hukum dan pelanggar HKI. sementara Depperindag sendiri tidak bisa memenuhi permintaan polisi karena tidak mempunyai wewenang untuk melakukan pengawasan atau penyelidikan. Oleh karenanya masyarakat harus diberikan pemahaman sedemikian rupa agar menyadari hak dan kewajibannya. dan tidak jarang pencipta kehilangan haknya karena terlambat mendaftarkan hasil karyanya itu. konsumen akan selalu mencuri barang yang paling murah. Sebagai satu kesatuan kerja. Akibatnya. . seluruh instansi terkait turut bertanggung jawab dan memberikan dukungan yang optimal sehingga penegakan hukum di bidang HKI ini menjadi efektif. Hal semacam ini membuat ragu bagi para aparat untuk melakukan tindakan yang tegas. Penegakan hukum di bidang HKI tidak dapat hanya tergantung pada satu pihak saja. Dilema pasar ini bila dihadapkan dengan keadaan ekonomi masyarakat yang sedang lemah akan mendorong masyarakat untuk tidak menghiraukan lagi apakah barang yang dibeli itu asli atau bajakan. sehingga orang lain akan mengetahuinya. sehingga diharapkan akan tercipta suatu kerjasama antara masyarakat. Pemberian pemahaman kepada masyarakat ini dapat dilakukan melalui sosialisasi dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan dalam berbagai bentuk. Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami masalah perlindungan dan penegakan hukum di bidang HAKI.

Sangat disayangkan bila upaya serius pemerintah jadi kurang bermakna karena penegakan hukumnya tak dapat dipertanggungjawabkan. sedangkan apabila menggunakan format MP3. 31. rasa bersalah ataupun rasa malu lagi. dan UU No. proses penggandaan produk bajakan tidak lagi menjadi rumit. Pelaku pembajakan relatif mudah menggandakan produk karena tidak memerlukan ruang yang luas. MP3 adalah sebuah singkatan dari Motion Picture Expert Group. yaitu sekitar 5 megabyte. B. Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi industri rekaman Indonesia (Asiri).[2] Sebagai contoh. 14 Tahun 2001 tentang Paten. . Layer 3 yang merupakan format encoding suatu data audio yang bertujuan untuk mereduksi dan melakukan kompresi sejumlah data dalam audio tersebut. UU No. Penyebaran yang begitu pesat ini menimbulkan suatu isu penting seputar MP3. dan Sirkuit Terpadu. Begitu juga dengan kerugian bagi pemasukan ke kas negara karena hilangnya potensi pemasukan pajak. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Asiri menyatakan jumlah peredaran produk rekaman lagu ilegal dalam format cakram optik diperkirakan mencapai 200 juta keping per tahun. yaitu aspek legalitas dari MP3 khususnya terkait dengan hak cipta. Pengaruh digitalisasi terhadap produk digital MP3 Pesatnya perkembangan kemajuan teknologi dewasa ini ternyata telah membuat tingginya maraknya pembajakan karya cipta lagu. Bahkan ketentuan bidang HAKI pun diperkuat UU No. Para pelaku dalam kejahatan HKI sebaiknya diproses optimal di persidangan. 30. Pada periode 19962007. Asiri memperkirakan potensi kerugian bagi industri rekaman selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir mencapai Rp80 triliun. Dengan peralatan canggih seperti sekarang. Terhadap pelanggaran Hak cipta karya cipta lagu ini. space yang dibutuhkan hanya seperlimanya saja. Dan ketika itulah sebagian orang ada yang berpikiran buruk dengan niat meraup keuntungan secara mudah lewat cara yang tidak jujur.[3] Faktor ukuran data dari MP3 yang hanya membutuhkan space yang sedikit dari sebuah hardisk dan semakin maraknya diseminasi atau pertukaran data di internet yang dipacu semakin tingginya kecepatan transfer data di Internet. sehingga jera dan kasus tersebut bisa menjadi contoh baik bagi para calon penjahat yang merencanakan kejahatan HAKI agar mereka berpikir matang tentang konsekuensi hukumannya sebelum bertindak. Kita sering mendengar polisi menggerebek pelaku kejahatan HKI. suatu data audio yang disimpan dalam format lain membutuhkan space sebesar 50 megabyte. Dari total peredaran produk bajakan itu. akumulasi kehilangan pemasukan kas negara mencapai Rp8 triliun. Misal UU No. Desain Industri. namun tetap memiliki kualitas audio sama dengan yang tidak mengalami kompresi. 32 Tahun 2000 masing-masing tentang Rahasia Dagang. Penggunaan sarana digital seolah-olah mempermudah dalam pendistribusian produk bajakan di bidang karya cipta. Memang sejumlah Undang-undang di bidang HKI sudah dirampungkan. telah menyebabkan terjadi penyebaran data MP3 yang begitu pesat. penulis memfokuskan terhadap pembajakan karya lagu melalui melalui format media MP3.Bagi mereka membeli software computer bajakan sudah menjadi hal yang biasa. Akibatnya sulit bagi penegak hukum untuk mendeteksinya. Sementara itu. berapa banyak kasusnya yang ke Pengadilan? Seberapa berat hukuman yang dijatuhkan hakim baik pidana maupun perdata ? Peran Hakim dan lembaga peradilan tak kalah penting dalam menegakkan perundang-undangan HKI. perkiraaan potensi kerugian bagi industri itu luar biasa besarnya. dan mereka dapat melakukannya dengan bebas tanpa rasa takut. 15 Tahun 2001 tentang Merek.

yaitu melakukan konversi dan kompresi data audio dengan encoding MP3 hingga dapat didengarkan menggunakan MP3 player seperti WinAmp untuk platform windows da XMMS untuk platform *nix. atau dapat juga melalui pertukaran data orang perorang yang biasa disebut dengan peer-to-peer networking. sehingga dapat diketahui kapan suatu MP3 merupakan data legal dan kapan suatu MP3 dikatakan sebagai data illegal.[8] Dilain sisi. hingga berakhirnya waktu paten pada 2010 dan paten menjadi public domain. besar data masing-masing lagu berkisar antara lima hingga enam megabyte.[4] Rata-rata sebuah CD memuat sebelas hingga dua belas lagu dengan total data sebesar 650 MB. maka secara substantif MP3 adalah sebuah karya cipta yang merupakan bagian dari Hak Cipta. Setelah melalui proses konversi menjadi MP3. konten atau isi dari MP3 adalah data audio yang umumnya merupakan musik atau lagu. MP3 secara form menjadi illegal di negara-negara yang mengakui paten terhadap software. data-data tersebut dengan mudah dapat didistribusikan melalui internet. Dilihat dari bentuknya. Lagu tersebut biasanya berasal dari Compat Disk (CD) yang orisinil kemudian setelah melalui proses grabbing.[6] Dengan pemahaman MP3 sebagai software. 2. Setelah mencapai besaran yang terkompresi. mematenkan software MP3 di negara yang mengakui adanya “software patent” seperti United Stated of America dan Jepang. Pada Maret 1998. sehingga lahir beberapa software alternatif seperti Ogg. Federasi Internasional Industri Phonograph (the International Federation of the Phonograph Industry/IFPI).[9] Sebagai contoh. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. MP3 dapat dikategorikan secara bentuk sebagai software karena memiliki karakteristik sebuah software. Dengan demikian. [7] Sesungguhnya MP3 dikatakan sebagai sebuah software karena MP3 menjalankan suatu fungsi komputasi tertentu. tidak banyak pengembang software yang mau mengembangkan software berbasis MP3. yaitu dibangun berdasarkan algoritma tertentu.mp3. melalui proses upload ke server tertentu kemudian di-download. lagu tersebut di kompresi menggunakan encoding software MP3 sehingga menjadi data MP3 yang biasanya berekstensi data . mengajukan gugatan terkait . Dengan pemikiran ini. Pemahaman terhadap bentuk dan isi MP3 amat penting untuk menentukan aspek legalitas dari MP3 tersebut.Sebagian besar konten MP3 adalah sebuah musik atau lagu.[5] FORM DAN SUBSTANCE MP3 Pemahaman terhadap MP3 terlebih dahulu dimulai dari pemahaman mengenai form atau bentuk dan substance atau isi dari MP3. dan telah melalui proses coding dan decoding sehingga dapat dikenali oleh suatu operation system. Data tersebut dapat didistribusikan melalui surat elektronik (e-mail). RIAA mengeluhkan banyak beredar MP3 yang telah melanggar hak cipta. MP3 adalah sebuah software atau perangkat lunak. apabila memahami MP3 dari sudut pandang substansinya maka pemahaman ini beranjak dari konten atau isi dari MP3 itu sendiri. beberapa waktu yang lalu RIAA tengah menghadapi permasalahan dengan sebuah mesin pencari (search engine) di Internet. Dengan dipatenkanya MP3. Thomson Consumer Electronics sebagai pemegang lisensi dari MPEG Layer 1. sebuah asosiasi rekaman lainnya. ASPEK LEGALITAS MP3 Permasalahan hukum terkait hak cipta dalam MP3 telah mencuat seiring banyaknya keluhan dari Asosiasi Industri Rekaman Amerika (RIAA). dan WMA. menggunakan suatu bahasa program (MP3 pertama kali ditulis menggunakan bahasa C). dan 3.

permasalahnya baru muncul ketika MP3 yang didownload merupakan objek hak cipta.[12] . Sehingga dalam kasus IRAA. namun telah melalui prosedur yang sesuai dengan hukum. apakah benar MP3 sudah pasti merupakan data yang illegal? Jawabannya akan ditemukan dalam contoh berikut. untuk mengatakan apakah suatu MP3 merupakan data yang legal atau illegal. [10] Search engine ini memberikan sebuah links langsung ke file MP3 untuk dapat diunduh secara langsung. mengaku mengakhawatirkan maraknya VCD/DVD/CD/MP3 lagu dan film bajakan. Seseorang mendownload sebuah data MP3 di Internet melalui search engine tersebut.[11] Dapat disimpulkan. Berdasar catatan dia. salah satu search engine terbesar yang berlokasi di Amerika Serikat. Laporan yang telah diajukan IFPI hanya menyangkut tuduhan-tuduhan terhadap FAST yang merupakan masalah pelanggaran hak cipta. Apalagi DVD/VCD porno dapat mengakibatkan kasus-kasus asusila di masyarakat. Dalam kasus ini dapat dijumpai beberapa kemungkinan permasalahan hukum. sedangkan apabila ternyata MP3 tersebut isinya merupakan objek perlindungan hukum. Search Engine dapat terselesaikan. Secara substantif perlu dilihat apakah data MP3 tersebut merupakan data yang isinya merupakan objek perlindungan hukum (hak cipta) atau tidak.” jelasnya. apakah melalui mekanisme yang benar sesuai hukum atau tidak. Kondisi lainnya.dengan perkara kriminal terhadap FAST Search and Transfer ASA. Dilain kesempatan RIAA juga telah mengajukan gugatan terhadap Lycos di Amerika Serikat. Dengan demikian suatu MP3 dapat dikatakan illegal apabila diperoleh melalui cara yang bertentangan dengan hukum. juga tidak serta merta MP3 tersebut menajadi MP3 illegal. FAST memberikan lisensi search engine tersebut kepada Lycos. Sehingga timbul kondisi apabila orang tersebut mencari MP3 menggunakan search engine tersebut lalu mendownload sebuah MP3 yang memang kontennya tidak dilindungi hak cipta maka tidak terjadi suatu permasalahan. maka secara substantif ia tidak melanggar hukum. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MP3 DI INDIONESIA Maraknya peredaran MP3 illegal di Indonesia telah mencapai taraf yang menghawatirkan terhadap perkembangan investasi dibidang cakram optik. Apabila ternyata isinya bukan merupakan objek perlindungan hukum. Binsar Victor Silalahi. misalnya melalui cracking dan atau isinya merupakan objek hak cipta sehingga tidak boleh didistribusikan secara bebas. Ini harus ditekan. “Ini akan berpengaruh terhadap investasi cakram optik. perlu terlebih dahulu dilihat formailtas dan substansi dari MP3 tersebut. seandainya search engine tersebut telah menyiapkan mekanisme legal seperti pembelian MP3 atau menjelaskan secara detail MP3 mana yang merupakan hak cipta dan MP3 mana yang bukan hak cipta. sebuah search engine untuk pencarian MP3 yang berlokasi di Oslo. maka permasalahan antara IRAA v. apabila MP3 yang didownload tersebut merupakan objek hak cipta. misalnya dengan cara membeli lagu tersebut maka MP3 yang didownload tersebut bukan lah MP3 yang illegal. dalam sebulan sekurang pembajak mampu memproduksi delapan juta keping VCD/DVD/CD/MP3 bajakan. Menurut Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusara Rekaman Indonesia. perlu dilihat secara formalitas mendownloadnya. Dari uraian tersebut timbul permasalahan hukum.

dimana MP3 dilindungi dengan paten.[13] Selain itu harga sebuah keping MP3 illegal (bajakan) jauh lebih murah dari harga keping CD orisinal. maka MP3 menjadi objek perlindungan dari hak cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a UUHC. sebuah program komputer bukan merupakan objek paten. dibandingkan dengan MP3 bajakan yang beredar dengan harga lima ribu rupiah perkeping. yang mencakup: 1.[17] Di Indonesia. yaitu: Pasal 12 (1) Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan. hal ini berdasarkan Penjelasan Atas Undang-undang Tentang Paten yang menyebutkan sebagai berikut. perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan. termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut. Dari sisi form-nya perlindungan hak cipta ditujukan pada MP3 sebagai software.[16] Ketentuan ini berbeda dengan ketentuan yang berlaku di Amerika. Invensi tidak mencakup: (1) (2) (3) kreasi estetika. yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus. kode. Program Komputer. bahkan kualitas suara produk bajakan setara dengan kualitas suara pada CD orisinal. dan semua hasil karya tulis lain. skema. aturan dan metode untuk melakukan kegiatan: . dan sastra. ataupun bentuk lain.Awal perkembangannya. kualitas suara musik atau lagu yang asli berbeda dengan kualitas lagu atau musik yang hasil bajakan. Perlindungan terhadap MP3 dalam sudut pandang hukum mengenai hak kekayaan intelektual khususnya hak cipta dapat kembali dipandang dari dua sisi yaitu form dan substance-nya. Salah satunya melalui perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual. buku.[14] Kedua faktor ini lah yang menyebabkan pembajakan MP3 di Indonesia semakin marak. Sebagai perbandingan. seni. skema. sehingga MP3 memenuhi unsur sebagai Program Komputer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 8 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta (UUHC) yaitu: Program Komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa. Namun dengan adanya teknologi konversi digital seperti adanya MP3. Untuk menekan laju pembajakan dan atau peredaran MP3 bajakan di Indonesia perlu adanya law enforcement yang kuat dan tegas oleh aparat penegak hukum. penurunan kualitas suara pada produk bajakan bisa diminimalisir. harga suatu keping MP3 illegal yang mampu memuat lebih dari seratus lagu berkisar lima ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah. pamflet. yaitu dengan adanya software patent.[15] Dengan terpenuhinya unsur MP3 sebagai program komputer / software.

[18] Dengan demikian. seni. dan berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf d sebagai berikut. Selanjutnya.000. (4) aturan dan metode mengenai program komputer. permainan. proses pengalihwujudan atau konversi dari suatu karya cipta sudah merupakan . isi atau konten dari MP3 lazimnya berisi lagu atau musik.000. hal ini disebabkan. maka perbuatan demikian bukanlah perbuatan yang melanggar hak cipta. pengalihwujudan lagu atau musik analog menjadi digital menyebabkan semakin mudahnya proses penyalinan musik atau lagu digital dari satu media ke media lainnya. yang mencakup: 1. MP3 yang banyak beredar di Indonesia memiliki konten lagu-lagu atau musik bajakan berasal dari CD orisinal yang di-ripping[20] kemudian dikompilasi menjadi satu CD yang berisi data MP3 yang memiliki konten musin atau lagu digital.1. dan sastra. MP3 bukan merupakan objek perlindungan paten sehingga tidak bisa dipatenkan di Indonesia. 2. perlindungan hukum yang tepat bagi MP3 sebagai software adalah dengan mekanisme hak cipta. … … … lagu atau musik dengan atau tanpa teks. Sebuah lagu atau musik dapat dikategorikan sebagai karya seni. perlindungan apa yang tepat untuk melindungi MP3 secara form-nya sebagai software? Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. bagaimana perlindungan hak cipta terhadap substance atau isi dari MP3? Telah dijelaskan. Selanjutnya. yang melibatkan kegiatan mental. 2. hal ini berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 15 huruf g UUHC. 4. apabila perbanyakan software MP3 tersebut untuk tujuan membuat salinan cadangan program MP3 tersebut dan semata-mata untuk tujuan pribadi.00 (lima ratus juta rupiah). 3. Apabila terjadi pelanggaran hak cipta seperti memperbanyak software MP3 atau mendistribusikan software tersebut tanpa izin Pencipta atau Pemegang Lisensi MP3 tersebut dan untuk tujuan komersial dapat diterapkan ketentuan dalam Pasal 72 ayat (3) UUHC yaitu: (3) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500. Pasal 12 (1) Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan. 3. Dalam proses ini terjadi pengalihwujudan karya seni dari analog menjadi digital. Pengalihwujudan suatu karya cipta untuk tujuan komersil yang dilindungi oleh hak cipta harus berdasarkan izin dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. hasil konversi tersebut dianggap telah melanggar hak cipta.[19] Akan tetapi. sehingga apabila proses pengalihwujudan lagu atau musik menjadi lagu atau musik digital tanpa seizin dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. bisnis.

Begitu maraknya pembajakan terhadap produk digital di Indonesia mempunyai dampak negatif serta menimbulkan berbagai persoalan seperti citra buruk Indonesia di dunia internasional dan ancaman mendapat sanksi dari dunia internasional. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1. Lemahnya upaya penegakan hukum di bidang HKI. Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UUHC dikatakan sebagai berikut. factor pendorong terjadinya pelanggaran hak cipta terhadap produk digital adalah faktor Penegakan hokum. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya.000.proses perbanyakan dari karya cipta itu sendiri. Sedangkan permasalahan hak cipta terkain form dari software MP3 itu sendiri tidak banyak terjadi.[22] Berdasarkan uraian sebelumnya. Banyak kalangan menilai bahwa hukum yang berlaku di Indonesia belum . di Indonesia.000.000.[21] Dengan demikian. Bab V Kesimpulan dan Saran Pengaruh digitalisasi telah membuat pelanggaran hak cipta terutama terhadap produk digital semakin tinggi. akan tetapi menurut penulis. Permasalahan terkait MP3 illegal di Indonesia yang lebih banyak terjadi adalah pengalihwujudan musik dan lagu yang menyebabkan terjadinya perbanyakan ciptaan tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta.000. tindakan tersebut dapat memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 72 ayat (1) UUHC yaitu sebagai berikut. kesadaran masyarakat dan keadaan ekonomi.00 (satu juta rupiah). dapat disimpulkan. meskipun MP3 tidak bisa dilindungi dengan Hak Paten.00 (lima miliar rupiah). merupakan sebagian kendala yang dihadapi dalam upaya penegakan sistem HKI di Indonesia. MP3 baik secara form maupun secara substansinya telah mendapat perlindungan hukum yaitu dengan adanya perlindungan terhadap hak cipta dari ciptaan MP3 tersebut. Secara garis besar. Faktor yang paling dominan adalah faktor ekonomis. hal ini antara lain disebabkan software MP3 memang dilisensikan sebagai free software yang artinya diperbolehkan untuk didistribusikan atau di salinkan secara gratis. yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. apabila pengalihwujudan yang menyebabkan adanya perbanyakan terhadap suatu ciptaan tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta. atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5. sepertinya hal tersebut tidak akan dapat berjalan dengan baik. Meskipun edukasi dalam Gerakan Sadar Hak Kekayaan Intelektual dan peranan aparat penegakan hukum telah dilakukan. menurunnya semangat berkreasi dari kalangan dunia seni.000. pembajakan software dan karya cipta lagu berupa format media MP3 akan sulit untuk diberantas. dimana orang akan cenderung memilih software bajakan dan MP3 ilegal yang pasti jauh lebih murah dari software yang berlisensi dan MP3 yang legal. kesadaran masyarakat yang masih sangat kurang dan keadaan ekonomi yang sulit yang tengah dihadapi bangsa ini.

menindak tegas pelaku-pelaku dengan hukuman yang berat. Begitu pula dengan peraturan di bidang HKI perlu adanya upaya dari semua pihak baik dari aparat penegak hukum. mempunyai keberanian untuk melakukan pembaruan hukum melalui putusanputusannya. Pemerintah melalui aparat keamanan dan/atau penegak hukum harus bersamasama dengan penuh ketegasan menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan perangkat hukum yang telah ada. walaupun sebenarnya perangkat hukum yang dilakukan oleh para kriminal. kejaksaan maupun pengadilan. Situasi ekonomi yang terpuruk tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan pembenaran terhadap tindakan pembajakan produk digital. karena masyarakat juga mempunyai tanggung jawab moril terhadap pengamanan dan kelestarian kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia dalam bidang seni.mampu untuk meminimalisasi terjadinya tindakan-tindakan illegal dan melanggar hukum yang dilakukan oleh para kriminal. insan seni maupun masyarakat untuk bersamasama menegakkan hukum secara Sungguh-sungguh. khususnya pembajakan software computer dan karya cipta lagu. penghasil produk dijital tidak dapat mengatasi pembajakan hanya dengan menerapkan perangkat hukum dan teknologi untuk melindungi produk tersebut. Jika aparat penegak hukum berkeinginan untuk menegakkan hukum di bidang ini. maka secara tidak langsung mereka harus menuntut dirinya sendiri karena turut pula melakukan pelanggaran. Guna memerangi pembajakan terhadap produk digital juga dapat dimulai dari masyarakat itu sendiri. walaupun sebenarnya perangkat hukum yang ada sudah memadai. Harga yang bersaing didapat karena penjualan MP3 legal secara online dapat memangkas jalur distrbusi. penulis juga menyarankan hakim-hakim yang menagani perkara-perkara HKI di Pengadilan Niaga sekarang ini. salah satu solusi untuk menekan laju peredaran MP3 illegal selain penegakan hukum adalah menyediakan MP3 legal dengan harga bersaing. Untuk MP3. paling tidak sampai dengan saat di mana semua software yang dipakai oleh aparat penegak hukum terlah berlisensi. salah satunya dengan cara memboikot produk bajakan. Hal ini sudah dilakukan dalam kasus perangkat lunak yaitu melalui skema open source. Guna mencegah atau meminimalisasi terjadinya tindakan pelanggaran hak cipta produk digital. Perusahaan . Menurut penulis hal ini tidaklah mungkin. Karenanya disarankan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membeli produk digital bajakan dan memberikan informasi kepada aparat jika ada tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir orang. Namun meskipun demikian. yang dipergunakan untuk keperluan dinas maupun di komputer-komputer pribadi mereka. sehingga mereka tidak akan melakukannya lagi. Selain itu pembajakan masih akan tetap berlansung karena bagaimana mungkin para penegak hukum dapat memberantas hal ini jikalau mereka sendiri pada kenyataannya masih sering menggunakan produk digital bajakan? Penegak hukum menggunakan software bajakan baik di komputer-komputer di kantor polisi. karena itulah sampai dengan saat ini penulis berkeyakinan bahwa permasalahan ini tidak akan pernah berakhir. meskipun peranan penegak hukum terhadap produk digital telah maksimal. tetapi ketegasan dan motivasi yang kuat dari pemerintah maupun aparat keamanan penegak hukum masih dinilai sangat minim untuk mencegah terjadinya kejahatan atas pelanggaran Hak Cipta. Selain penggunaan produk digital bajakan oleh para penegak hukum. Karenanya perlu diberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai penegakandan perlindungan hukum di bidang HKI. Yang diperlukan adalah: Skema bisnis baru. kalangan industri. Industri open source memperoleh pendapatan dari service bukan dari produk perangkat lunak.

com bows to record industry pressure”. [14] “Bisnis CD/VCD Bajakan Marak”.alloffmp3. dan lainnya. cit. 2004): 2. Temple Environmental Law and Technology Journal (Fall.kompas. <http://www. Kompas Cyber Media.com). Republika Online. op. Kompas Cyber Media. AllOfMP3. [12] “Polisi Musnahkan Nakorba danVCD Bajakan” .rekaman di Indonesia dapat meniru mekanisme penjualan MP3 yang telah dilakukan oleh iTuns. Morea.kompas. Kompas Cyber Media. cit. “Overview MP3”.htm>. “MP3. diakses 3 Juli 2006. Tunster. Pencarian MP3 di dalam website tersebut memanfaatkan search engine.id/koran_detail.wikipedia. sehingga audio tersebut hanya bisa diputar menggunakan software yang telah disediakan oleh iTuns.com/MP3.com/kompas-cetak/0211/05/dikbud/pemb30. Campbell Law Review (Spring. [4] Berger. [1] “Bisnis CD/VCD Bajakan Marak”. < http://www.com+bows+to+record+industry+pressure/2100-1023_3240395. [9] John Borland. [5] Lori A. pebajakan di Indonesia dapat direduksi seminimal mungkin. Selain itu iTuns juga menyertakan software disetiap musik yang didownload yang menyebabkan musik tersebut hanya bisa di “copy” ke lima mesin yang telah di “authorized” oleh iTuns. <http://www. op.htm>. op.com/kompas-cetak/0605/15/Jabar/2080. diakses 3 Juli 2006. [11] Mekanisme pembelian MP3 seperti ini dapat ditemukan dalam website All Of MP3 di alamat http://www. “The Future of Music In a Digital Age: The Ongoing Conflict Between Copyright Law and Peer-to-peer Technology”.org/wiki/mp3>. [8] Beberapa vendor seperti iTuns (http://www. [3] Eric Berger. <http://news. cit. [6] Wikipedia. “The Legal Problems of MP3”. [13] “Pembajakan. . Diharapkan dengan adanya MP3 legal dengan harga bersaing. <http://www. diakses 3 Juli 2006.co. Ujung Tombak Itu Patahlah Sudah”.com.com/kompas-cetak/0605/15/Jabar/2080. [7] Ibid. [2] Wikipedia Online Encyclopedia. menggunakan format audio tersendiri yaitu M4P dengan tujuan untuk melindungi konten audio yang didownload tersebut.htm>.kompas. 2006): 195.ituns.republika. < http://www.asp?id=242624&kat_id=286&kat_id1=&kat_id2=> .html> [10] Berger.com. diakses 3 Juli 2006.

[15] Indonesia. ps. Undang-undang Tentang Paten. cit. (a). LN. (a) [16] Ibid. 109 Tahun 2001.wikipedia. No. 85 Tahun 2002. No. [18] Indonesia. ps. ps. cit. TLN. LN. cit. 72 ayat (1). 14. No.. [21] Indonesia (a). 4130. op. Lebih lanjut baca http://en. ps. [22] Ibid. (b) [19] Indonesia (a). 19. op. No. 12 ayat (1) huruf a. 2 ayat (1). TLN. ps.. UU No. Undang-Undang Tentang Hak Cipta. op. 1 angka 8. UU No. Proses ripping ini terkait dengan kompresi dan encodig data audio analog menjadi digital seperti yang terjadi pada mekanisme ripping untuk menjadi data MP3.org/wiki/Ripping. [20] Ripping adalah proses penyalinan (copy) secara digital sebuah data audio atau video kedalam harddisk komputer atau perangkat keras lainnya seperti CD/DVD/Flashdisk.. Hasil Pencarian Anda: kendala-kendala apa yang dihadapi dalam mengadili pelanggaran hak cipta faktor hak cipta dapat beralih ganti rugi . [17] Wikipedia. …. Penjelasan Atas Undang-undang Tentang Merek. 72 ayat (3).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful