PAPER

“MENCINTAI DAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA”

DISUSUN OLEH : Gading Fitra Sanjaya, S. Pd

SMP AL AZHAR 21 SOLO BARU Jln Raya Solo Baru-Baki, Sukoharjo

A. LATAR BELAKANG BERBAKTI PADA ORANG TUA

Berbicara tentang berbakti kepada orang tua tidak lepas dari permasalahan berbuat baik dan mendurhakainya. Mungkin, sebagian orang merasa lebih ‘tertusuk’ hatinya bila disebut ‘anak durhaka’, ketimbang digelari ‘hamba durhaka’. Bisa jadi,

itu

karena

‘kedurhakaan’

terhadap

Allah,

lebih

bernuansa

abstrak,

dan

kebanyakannya, hanya diketahui oleh si pelaku dan Allah saja. Lain halnya dengan kedurhakaan terhadap orang tua, yang jelas amat kelihatan, gampang dideteksi, diperiksa dan ditelaah,sehingga lebih mudah mengubah sosok pelakunya di tengah masyarakat, dari status sebagai orang baik menjadi orang jahat. Pola berpikir seperti itu, jelas tidak benar, karena Allah menegaskan dalam firmanNya :

‫وقضى ربك أل تعبدوا إل إياه وبالوالدين إحسانا إما‬ ّ ِ ً َ ْ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ َِ ُ ِّ ّ ِ ْ ُ ُْ َ ّ َ َ َّ َ َ َ ّ ُ َ ُ ّ ُ َ َ َ َ ُ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ َ ِ ْ َ َ ِ ّ َ ُْ َ ‫يبلغن عندك الكبر أحدهما أو كلهما فل تقل لهمآ أف‬ ‫ول تنهرهما وقل لهما قول كريما‬ ً ِ َ ً ْ َ َ ُ ّ َُ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ
Artinya : “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah beruntuk baik kpd kedua orang tua dgn sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari kedua atau kedua-dua telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kpd kedua ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” (Al-Israa : 23) Penghambaan diri kepada Allah, jelas harus lebih diutamakan. Karena manusia diciptakan memang hanya untuk tujuan itu. Namun, ketika Allah ‘menggandengkan’ antara kewajibanmenghamba kepada-Nya, dengan kewajiban berbakti kepada orang tua, hal itu menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua memang memiliki tingkat urgensi yang demikian tinggi, dalam Islam. Kewajiban itu demikian ditekankan, sampai-sampai Allah menggandengkannya dengan kewajiban menyempurnakan ibadah kepada-Nya.

adalah persoalan utama. Allah ‘menggandengkan’ antara perintah untuk beribadah kepada-Nya.]“ . Dan jika salah satu dari kedua atau kedua-dua telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kpd kedua ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” (Al-Israa : 23) 2. bisa dengan cara mengajak mereka masuk Islam. “Ayat di atas menunjukkan diharuskannya memelihara hubungan baik dengan orang tua.B. Yakni dengan memberikan apa yang mereka butuhkan. meskipun mereka kafir: “Kalau mereka berupaya mengajakmu berbuat kemusyrikan yang jelas-jelas tidak ada pengetahuanmu tentang hal itu. meskipun dia kafir. Bila mereka tidak membutuhkan harta. bahwa berbakti kepada kedua orang tua –dalam wacana Islam. dengan memberikan ‘bingkai-bingkai’ khusus. Allah sudah cukup mengentalkan wacana ‘berbakti’ itu. agar dapat diperhatikan secara lebih saksama. dalam jajaran hukum-hukum yang terkait dengan berbuat baik terhadap sesama manusia. dalam banyak firman-Nya. URGENSI BERBAKTI KEPADA ORANG TUA Ada setumpuk bukti. namun perlakukanlah keduanya secara baik di dunia ini. Di antara tumpukan bukti tersebut adalah sebagai berikut: 1. Allah memerintahkan setiap muslim untuk berbuat baik kepada orang tuanya. dalam banyak sabdanya. demikian juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. dengan perintah berbuat baik kepada orang tua: ‫وقضى ربك أل تعبدوا إل إياه وبالوالدين إحسانا إما‬ ّ ِ ً َ ْ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ َِ ُ ِّ ّ ِ ْ ُ ُْ َ ّ َ َ َّ َ َ َ ّ ُ َ ُ ّ ُ َ َ َ َ ُ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ َ ِ ْ َ َ ِ ّ َ ُْ َ ‫يبلغن عندك الكبر أحدهما أو كلهما فل تقل لهمآ أف‬ ‫ول تنهرهما وقل لهما قول كريما‬ ً ِ َ ً ْ َ َ ُ ّ َُ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ Artinya : “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah beruntuk baik kpd kedua orang tua dgn sebaik-baiknya. jangan turuti.” (Luqmaan : 15) Imam Al-Qurthubi menjelaskan.

atau salah seorang di antara keduanya.” Jawabnya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.” 6. “Masih. “Engkau masih mempunyai seorang ibu?” Lelaki itu menjawab. Bila tidak mau. berada di balik keridhaan orang tua. “Tidak. silakan untuk tidak memperdulikannya.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. berjihadlah dengan berbuat baik terhadap keduanya. “Hadits ini shahih.) Menurut para ulama. bergantung pada kemurkaan kedua orang tua. “Sungguh kasihan.3.” “Bibi?” Tanya Rasulullah lagi. dan beliau berkomentar. sungguh kasihan. Bila engkau mau. kedua-duanya. sungguh kasihan. “Siapa yang kasihan. berbuat baiklah kepadanya. “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya. Berbakti kepada kedua orang tua membantu meraih pengampunan dosa. Beliau bertanya. saat umur mereka sudah menua. “Masih. 5. “Wahai Rasulullah! Aku telah melakukan sebuah perbuatan dosa.” Salah seorang Sahabat bertanya. namun tidak bisa membuatnya masuk Surga. wahai Rasulullah?” Beliau menjawab. Keridhaan Allah.” . “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab. “Keridhaan Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua. “Kalau begitu. Ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sambil mengadu.” (Riwayat AlBukhari dan Muslim) 4.” Beliau bersabda.” (Riwayat Muslim) Beliau juga pernah bersabda: “Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga. Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk surga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. arti ‘pintu pertengahan’. oleh Al-Albani. “Kalau begitu. Berbakti kepada kedua orang tua adalah jihad Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki meminta ijin berjihad kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. silakan engkau pelihara. Kemurkaan Allah.” Beliau bertanya. yakni pintu terbaik.

batu yang menutupi pintunya bergeser. riwayat ini menunjukkan bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua. Mengingat. “Engkau dan juga hartamu. Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. yang akhirnya. 7. sehingga mereka bisa keluar dari gua tersebut. kesemuanya adalah milik ayahmu. karena keduanya adalah orang terdekat dengan kehidupannya.Dalam pengertian yang ‘lebih kuat’. menyebabkan pintu gua terkuak. Harta anak adalah milik orang tuanya.” 10. bakti kepada orang tua adalah amal ibadah yang paling utama. “Wahai Rasulullah! Ayahku telah merampas hartaku.” . Berbakti kepada orang tua. hendaknya ia menjaga tali silaturahim. Hal itu dapat dipahami melalui kisah ‘tiga orang’ yang terkurung dalam sebuah gua.” (Al-Bukhari dan Muslim) Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk aplikasi silaturahim yang paling afdhal yang bisa dilakukan seorang muslim. Saat ada seorang anak mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. tidak diragukan lagi: Doa orang tua untuk anaknya. Masing-masing berdoa kepada Allah dengan menyebutkan satu amalan yang dianggapnya terbaik dalam hidupnya. 9. dapat memperluas rezeki. terutama kepada ibu. “Barangsiapa yang ingin rezkinya diperluas. agar menjadi wasilah (sarana) terkabulnya doa. dapat membantu proses taubat dan pengampunan dosa. Doa orang tua selalu lebih mustajab. Berbakti kepada orang tua. dan agar usianya diperpanjang (dipenuhi berkah).” Rasulullah bersabda. mengisahkan tentang salah satu perbuatan baiknya terhadap kedua orang tuanya. doa seorang musafir dan orang yang yang terzhalimi. “Ada tiga bentuk doa yang amat mustajab. Salah seorang di antara mereka bertiga. membantu menolak musibah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) 8.

“Ada dua bentuk perbuatan dosa yang pasti mendapatkan hukuman awal di dunia: Memberontak terhadap pemerintahan Islam yang sah. “Maukah kalian kuberitahukan dosa besar yang terbesar?” Para Sahabat menjawab. lalu dia merdekakan. wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Durhaka kepada orang tua.” Kemudian. Orang yang durhaka terhadap orang tua. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. beliau bersabda lagi. dan durhaka terhadap orang tua. (Al-Bukhari dan Muslim) 13. sampai kami (para Sahabat) berharap beliau segera terdiam.11. sambil bersandar. termasuk dosa besar yang terbesar. prilaku dan sikap seorang anak terhadap orang tuanya. termasuk konsensus umat Islam terhadap urgensi berbakti kepada orang tua yang sama sekali tidak boleh terabaikan–. bahkan juga dalam beberapa ayat Al-Qur’an.. akan mendapatkan balasan ‘cepat’ di dunia. . kesemuanya. Jasa orang tua. bertaburan dalam banyak hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. tidak mungkin terbalas. persaksian palsu. “Tentu mau.ucapan dusta. bahkan yang terpenting dari sekian banyak perbuatan baik yang diperuntukkan terhadap sesama makhluk ciptaan Allah.” Beliau bersabda. dan durhaka terhadab orang tua.” Alhamdulillah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Seorang anak tidak akan bisa membalas budi baik ayahnya. kecuali bila ia mendapatkan ayahnya sebagai budak. hingga riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang adab. “Berbuat syirik kepada Allah. selain ancaman siksa di akhirat. Sedemikian pentingnya. Kesemua bukti tersebut –dan masih banyak lagi bukti-bukti ilmiah lainnya. “. Dari Abu Bakrah diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda.” Beliau terus meneruskan mengulang sabdanya itu.” (Dikeluarkan oleh Muslim) 12.. menunjukkan betapa bakti kepada orang tua adalah kebajikan maha penting.

untuk merawat orang tuanya yang sudah ‘uzur’.” “Beribadahlah kepada Allah. amat lugas. mengucurkan keringat atau sekadar berlelah-lelah sedikit. dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. Kenapa demikian? Karena Islam sudah jauh-jauh hari langsung menghadirkan ‘perintah tegas’ bagi seorang mukmin. perintah itu mengandung ‘tekanan’ yang demikian kuat.C. bila anak tersebut sudah berkedudukan tinggi. MEMULIAKAN DAN BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA ORANG TUA Pemuliaan Islam terhadap sosok orang tua. Sebut saja contohnya: jaminan untuk kaum manula. Terutama sekali. “Telah kami pesankan seorang manusia untuk senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya. bandingkanlah substansi ajaran Islam itu dengan realitas yang berkembang di berbagai negara di dunia. untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. sekaligus juga melimpahkan kasih sayang kita kepada mereka. Sehingga amatlah jelas. sangat sibuk dan punya segudang aktivitas. termasuk di Indonesia sekarang ini.” (An-Nisaa : 36) Perintah itu. ia merasa sudah berbuat segalanya . Akhirnya. Wujud pemuliaan itu sudah beberapa langkah mendahului gemuruh propaganda sejenis. “Dalam ayat di atas. Banyak anak yang enggan menyisihkan sebagian waktunya. perhatian terhadap kaum jompo dan lain sebagainya. jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. dari kalangan Barat.” (Al-Ahqaaf : 15) Ibnu Katsier menjelaskan. bahkan diseiringkan dengan perintah untukmengesakan Allah sebagai kewajiban utama seorang mukmin. yang baru-baru saja muncul belakangan ini. Sekarang. Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

“Katakanlah yang baik.” (Al-Israa : 23) Berbuat baik dalam katagori umum. Sementara bila ditujukan secara khusus kepada orang tua. lalu memasukkan si orang tua ke panti jompo!! “. Ada beragam cara yang bisa dilakukan seorang muslim.” Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan..dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua. Bila kalian membunuh. untuk ‘mengejawantahkan’ perbuatan baiknya kepada kedua orang tuanya secara optimal. . lakukanlah dengan cara yang baik. lebih dikenal dengan istilah birr. “Allah berpesan agar setiap orang melakukan bakti kepada orang tua dengan berbagai bentuk perbuatan baik. dalam bahasa Arabnya disebut ihsaan.” (Al-Baqarah : 83) Orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan danmerasakan ‘budi baik’ seorang anak. Dalam segala bentuk hubungan interaktif. Islam sangatlah menganjurkan ihsan atau kebaikan. lakukanlah dengan cara baik. hendaknya seorang muslim menyiapkan pisau yang tajam. dan upayakan agar hewan sembelihan itu merasa lebih nyaman. Oleh sebab itu.dengan mengeluarkan biaya secukupnya. “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan. kepada manusia. ketimbang orang lain. Allah hanya memesankan ’sebagian’ bentuk kebaikan itu saja. Namun kepada selain orang tua. untuk dilakukan dalam segala hal. dan lebih pantas diperlakukan secara baik oleh si anak. Bila kalian menyembelih hewan.

bersikaplah rendah hati.D. Jangan bersuara lebih keras dari suara mereka. pergauli mereka dengan cara yang baik pula. 3. adalah langkah-langkah dan tindakan praktis yang memang sudah ’seharusnya’ kita lakukan. selain itu. meminta sesuatu atau melarang orang tua melakukan suatu hal tertentu. 2. memberi sesuatu. 5. jangan berhohong saat beraduargumentasi dengan mereka. . meski hanya sekadar dengan ucapan ‘uh’. berbuat. jangan memutus pembicaraan mereka. keridhaan istri atau anak-anak kita. dahulukan kepentingan mereka dan berusahalah ‘memaksa diri’ untuk mencari keridhaan mereka. Lakukanlah perbuatan baik terhadap mereka. dibandingkan keridhaan kita diri sendiri. yakni dalam berkata-kata. Sebaliknya. 4. Berterima kasih atau bersyukurlah kepada keduanya. HAL HAL YANG HARUS KITA LAKUKAN KEPADA ORANG TUA Beberapa hal berikut. Bersikaplah secara baik. utamakan keridhaan keduanya. bila kita ingin disebut ‘telah berbuat baik’ kepada orang tua: 1. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan.jangan sekali-kali meremehkan mereka. jangan pula mengejutkan mereka saat sedang tidur. dan jangan angkuh.

kalau bukan haji wajib. kalaupun segala hal diatas telah dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata. menjaga mereka dari hal-hal yang buruk. Berikanlah nafkah kepada mereka. Karena orang tua adalah manusia yang pertama kali berbuat baik kepada kita. yang paling berhak menerimanya adalah orang tua.6. Sehingga. bila memang dibutuhkan. bahwa ‘hak-hak’ orang tua. bersikaplah lemahlembut dan berupayalah membuat mereka berbahagia. jauh lebih besar dari kemampuan kita membalas kebaikan mereka. 9. bila hukumnya fardhu kifayah. lalu karib kerabat yang terdekat. serta menyuguhkan hal-hal yang mereka sukai. 7. setelah terlebih dahulu kita menerima kebaikan dari mereka. “Ya Rabbi.” (Al-Baqarah : 215) 8. berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua.” (Al-Isra : 24) Semua hal di atas bukanlah ’segalanya’ dalam upaya berbuat baik terhadap orang tua. karena dorongan kasih sayang dan –terlebih-lebih– penghambaan dirinya kepada Allah. Mungkin lebih baik kita tidak usah terlalu berbangga diri. . Mendoakan mereka. seperti disebutkan dalam Al-Qur’an: “Dan ucapanlah. sebagaimana menyayangiku di masa kecil. Mintalah ijin kepada keduanya. bagaimanapun. bila hendak bepergian. Allah berfirman: “Dan apabila kalian menafkahkan harta. Sementara kita hanya memberi balasan. nilainya jelas akan berbeda. Kita teramat sadar. Rawatlah mereka bila sudah tua. termasuk untuk melaksanakan haji. demikian juga untuk berjihad.

bersikap baik kepada keduanya. bahwa birrul waalidain (berbakti kepada kedua orang tua). lebih dari sekadar berbuat ihsan (baik) kepada keduanya. sehingga menjadi sebuah ‘bakti’. serta berbuat baik kepada teman-teman mereka. Namun birrul walidain memiliki nilai-nilai tambah yang semakin ‘melejitkan’ makna kebaikan tersebut. Imam An-Nawaawi menjelaskan. Namun setidaknya.” . “Arti birrul waalidain yaitu berbuat baik terhadap kedua orang tua.E. bakti itu sendiripun bukanlah balasan yang setara yang dapat mengimbangi kebaikan orang tua. ARTI BIRRUL WALLIDIN Perlu ditegaskan kembali. Dan sekali lagi. sudah dapat menggolongkan pelakunya sebagai orang yang bersyukur. melakukan berbagai hal yang dapat membuat mereka bergembira.

Kita juga meyakini. Bahkan perintah melakukan yang mubah. kita dapat menyadari bahwa berbuat durhaka terhadapnya adalah sebuah tindakan paling memalukan yang dilakukan seorang anak berakal. tidak boleh dihamburkan secara percuma. bahwa menaati perintah orang tua adalah wajib. Oleh sebab itu. atau bahkan untuk berbuat maksiat. Bila salah satu dari ketiga kriteria itu terabaikan. hanya dapat direalisasikan dengan memenuhi tidak bentuk kewajiban: 1.Al-Imam Adz-Dzahabi menjelaskan bahwa birrul waalidain atau bakti kepada orang tua. Dan berbuat durhaka terhadap ibu adalah dosa yang jauh lebih besar lagi. bahwa bila orang tua kita kekurangan atau membutuhkan pertolongan. Karena berbakti kepada kedua orang tua lebih merupakan perjanjian. Imam An-Nawawi menjelaskan. Namun itu hanya sebatas keyakinan. bila itu keluar dari mulut orang tua. justru terhadap ibunya. “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan keharusan berbuat baik kepada ibu sebanyak tiga kali.” . baru pada kali yang keempat untuk sang ayah. Kita tahu.” (Al-Israa : 23) Mendurhakai orang tua adalah dosa besar. bukan sekadar ‘perintah’. berubah menjadi wajib hukumnya. Allah menyebut kewajiban bakti itu sebagai ‘ketetapan’. Kita juga tahu. selama bukan untuk maksiat. bila mereka membutuhkan. niscaya seseorang belum layak disebut telah berbakti kepada orang tuanya. atau diberikan oleh orang tua. 3. semua itu hanya terwujud dalam bentuk wacana saja. Melalui pelbagai penjelasan Islam tentang ‘kewajiban kita’ terhadap sang ibunda. Pertama: Menaati segala perintah orang tua. antara sikap kita dengan keyakinan kita. Ketiga: Membantu atau menolong orang tua. kitalah orang pertama yang wajib menolong mereka. kecuali dalam maksiat. Bila tidak ada ‘ikatan janji’ dengan sikap kita. Kedua: Menjaga amanah harta yang dititipkan orang tua. bahwa harta orang tua harus dijaga. dan hendaklah kalian berbakti kepada kedua orang tua. tidak bisa terbentuk menjadi ‘bakti’ terhadap orang tua. 2. karena kebanyakan sikap durhaka dilakukan seorang anak. “Allah telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya.

Imam Nawawi menjelaskan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan sikap durhaka terhadap ibu danmelarang mengabaikan orang yang hendak berhutang. bila seorang anak tidak mematuhi perintah atau larangan dalam urusan yang sangat sepele yang menurut hukum kebiasaan itu tidak dianggap ‘durhaka’. “Kalau seseorang melakukan perbuatan yang kurang adab dalam pandangan umum. Dengan demikian. ia tidak segera menyambutnya.” Kapan seseorang disebut durhaka? Imam Ash-Shan’aani menjelaskan. ibu adalah wanita yang lemah. atau limpahan cinta kasih yang mendalam. Sebab. dan berbagai tindakan lain yang di kalangan orang berakal dianggap ‘kurang ajar’.” Ibnu Hajar memberi penjelasan sebagai berikut. maka yang dilakukannya menjadi dosa besar. yang menyinggung orang tuanya. maka ia telah melakukan dosa besar. karena kehormatan larangan orang tua. “Imam Al-Bulqaini menerangkan bahwa arti kata durhaka yaitu: apabila seseorang melakukan sesuatu yang tidak remeh menurut kebiasaan.” Ibnu Hajar Al-Haitsami menjelaskan. karena kemuliaannya yang melebihi kemuliaan seorang ayah.Dalam sebuah hadits. Selain itu. atau saat orang tuanya menemuinya di tengah orang ramai. dapat sangat menyinggung perasaan orang tua. karena perbuatan itu lebih mudah dilakukan terhadap seorang ibu. berdasarkan definisi itu. hadits ini juga memberi penekanan. Demikian juga. meskipun bila dilakukan terhadap selain orang tua. bahwa berbuat baik kepada itu harus lebih didahulukan daripada berbuat baik kepada seorang ayah. disebutkan kata ‘durhaka’ terhadap ibu.” . Seperti memberikan sesuatu dengan dilempar. baik itu melalui tutur kata yang lembut. terlalu banyak bertanya dan membuang-buang harta. “Di sini. bila seorang anak melanggar larangan orang tua yang bertujuan menyelamatkan si anak dari kesulitan.” Sementara. Allah juga melarang menyebar kabar burung. Namun bila seseorang melakukan pelanggaran terhadap larangan orang tua dengan melakukan perbuatan dosa kecil. yang menyakiti orang tuanya atau salah satu dari keduanya. maka itu bukan termasuk kategori perbuatan durhaka yang diharamkan. disebut durhaka. tidaklah dosa. “Dalam hadits ini disebutkan ’sikap durhaka’ terhadap ibu.

dan betapa besar dosa perbuatan . kita harus makan bersamamereka. untuk mempelajari hal-hal yang wajib. termasuk dalam hal-hal yang masih syubhat. si ibu memang melakukan kesalahan. termasuk harta.[15]“ Imam Al-Ghazali menjelaskan. “Apabila kita sudah menyadari betapa besar hak seorang ibu terhadap anaknya. sementara di daerah kita tidak ada orang yang mampu mengajarkannya. Di sinilah seharusnya ‘kunci kesabaran’ dan tingkat ‘kesadaran’ terhadap syariat Allah. seperti shalat dan puasa. dan perintah orang tua tidak bisa ditunda. namun tidak boleh dilakukan dalam hal-hal haram. dan juga cita-citanya. tidak pelak lagi. Yah. dapat menggeret seseorang mengambil jalan mengalah. “Kebanyakan ulama berpendapat bahwa taat kepada orang tua wajib. bila orang tua tidak menghendaki. “Arti durhaka kepada orang tua yaitu melakukan perbuatan yang menyebabkan orang tua terganggu atau terusik. meskipun ia harus mengorbankan banyak hal. Seorang anak juga haram bepergian untuk tujuan mubah ataupun sunnah.Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan. sementara mentaati kedua orang tua adalah wajib. atau bersikap kurang bijaksana. Abdullah bin Ali Al-Ju’aitsan menegaskan. kecuali dengan ijin kedua orang tua. Melakukan haji secepat-cepatnya bahkan menjadi sunnah. dengan memaksakan kehendaknya. Pergi untuk menuntut ilmu juga hanya menjadi anjuran. meski kurang tepat. Selama hal itu dapat membahagiakan sang ibu. seandainya keduanya merasa tidak nyaman bila makan sendirian. Karena melaksanakan haji bisa ditunda.“ Seringkali seorang anak membela diri saat dikecam sebagai anak yang durhaka terhadap ibunya. juga penghormatan terhadap orang tua. bila orang tua membutuhkan kita. kecuali.’ dan berbagai alasan kosong lainnya. apalagi dia mengerti bahwa yang dikehendaki oleh ibunya itu adalah baik. si anak telah berbuat durhaka. baik dalam bentuk ucapan ataupun amalan. dalam suatu kasus. dengan pelbagai alasan yang dibuat-buat.’ ‘Seharusnya seorang ibu mengerti perasaan anak. atau sekadar mengalihkan perhatian kepada soal lain.’ ‘Seharusnya seorang ibu itu lebih bijaksana daripada anaknya. seharusnya ia berusaha untuk memenuhi kehendaknya. ‘Seharusnya kan orang tua itu lebih tahu. taruhlah. Kenapa demikian? Karena menghindari syubhat termasuk perbuatanwara’ yang bersifat keutamaan. Bahkan. Namun saat si anak membantah perintah atau larangan ibunya.’ ‘Seharusnya seorang ibu tidak boleh memaksakan kehendak..

Berupayalah untuk memenuhi kebutuhannya selekas mungkin. segera berbakti kepadanya. Ingatlah firman Allah: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah. berusaha dan berusahalah untuk selalu menjalin hubungan baik dengannya.durhaka terhadapnya.cobalah. Berusahalah untuk menyenangkannya. maafkan segala kekeliruannya di masa lampau. kasihilah mereka keduanya. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. jangan sampai menyusahkannya.” (Al-Israa : 24) F. HAL YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA ORANG TUA SUDAH BERUSIA LANJUT . atau dosa sekadar lalai memperhatikannya. “Wahai Rabbku. dan dahulukan upaya memperhatikannya daripada segala hal yang kita sukai.

lalu ia berkata: “Barangsiapa yang menjumpai bulan Ramadhan. memang tak dapat dihentikan sang waktu. Al-Qur’an memberikan bimbingan yang demikian santun. untuk menyelesaikan segala hal. (Al-Isra : 23-24) Saat usia semakin tua. Suatu hari. amin dan amin. usia juga yang membatasi kepawaian seorang ibu mengasuh anaknya. Namun sebagai manusia. Ia mulai memerlukan adanya orang lain di sisinya. Saat itulah. tenaganya mulai jauh berkurang. suaranya berubah menjadi sengau. tak mampu menyetabilkan nada yang keluar. ia mulai sangat membutuhkan belaian kasih sang anak. lebih mudah tersentuh hatinya hanya oleh kata-kata atau ucapan. maka ia pasti masuk Neraka. terhadap kedua orang tuanya.Pada saatnya. Jauhilah hamba-Mu ini . tulang-tulangnyapun mulai terasa rapuh. tidak akan diperdulikan sama sekali. kekuatannya tidak pernah abadi. Rasulullah naik ke atas mimbar. agar seorang anak membiasakan diri berbicara dan bersikap secara mulai. santun dan terpuji. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:”Wahai Rabbku. amin. Kulitnya mulai keriput. Akhirnya. Kasih ibu. bisa jadi kepekaan seorang ibu bertambah. sang ibu harus melalui juga masa-masa yang belum pernah dibayangkan selama ini. seorang Sahabat bertanya: “Kenapa engkau mengucapkan amin. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. amin. termasuk pekerjaan-pekerjaan ringan sekalipun. lalu beliau berkata: “Amin.” Kontan. Saat itulah. lebih mudah melampiaskan amarahnya. kasihilah mereka keduanya. wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tadi datang Jibril menemuiku. Ia lebih mudah tersinggung. bakti seorang anak menjadi suatu hal yang teramat dibutuhkan: “ Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Oleh sebab itu. lalu ia tidak mendapatkan ampunan Allah. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. terutama sekali ibunya. yang selama ini bisa dia selesaikan seorang diri. yang bila itu diucapkan seorang anak di waktu mudanya.

maka ia pasti masuk Neraka.dari siksa Neraka.” Akupun berkata: “Amin” . Jauhilah hamba-Mu ini dari siksa Neraka. maka bila ia mati.” Akupun berkata: ‘Amin.’ Lalu Jibril berkata lagi: “Barangsiapa yang mendapatkan salah seorang dari kedua orang tuanya. lalu ia tidak membaca shalawat untukku.” Akupun berkata: ‘Amin. atau keduanya.’ Lalu Jibril berkata lagi: “Barangsiapa yang mendengar namaku (Nabi Muhammad) disebutkan. ia pasti masuk Neraka. namun ia tidak berkesempatan berbakti kepada mereka. pada saat mereka sudah berusia lanjut. Jauhilah hamba-Mu ini dari siksa Neraka.

” “Lalu. penulis paparkan beberapa di antaranya: 1. Karena dia adalah wanita mukminah[18]. semua tugas itu harus kita pikul. tunaikan perjanjian mereka. beliau bertanya. bila kita melaksanakan semuanya tanpa landasan cinta kepadanya. “Engkau adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. “Wahai Rasulullah! Ibuku pernah berpesan kepadaku untuk memerdekakan seorang budak wanita yang beriman. Dengan atau tanpa muatan cinta kasih. siapa aku?” Tanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lagi.” Beliaupun bersabda. HAL YANG HARUS KITA LAKUKAN APABILA IBUNDA TELAH WAFAT Ada beberapa wujud manefestasi cinta kasih kepada sang bunda. Saat wanita itu datang. Namun adalah kenistaan. bahwa ia menuturkan. . “Allah. “Merdekakan dia.” Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. mohonkanlah ampunan untuk mereka. Bacakanlah shalat untuk mereka. Semua bentuk implementasi cinta kasih itu pada dasarnya lebih bersifat tugas dan kewajiban kita. membacakah shalawat dan memohonkan ampunan baginya. Wanita itu menjawab. Kedua: Mendoakan sang ibu. “Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam! Apakah masih tersisa bakti kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal dunia?” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab. Pertama: Melaksanakan perjanjian dan pesan sang bunda. “Ya. yang masih dapat kita lakukan saat sang bunda sudah terlebih dahulu meninggalkan dunia ini. “Siapa Rabbmu?” Budak wanita itu menjawab. Apakah aku harus memerdekakannya?” “Panggil dia.G. Berikut ini. tiba-tiba datanglah seorang lelaki dari kalangan Bani Salamah bertanya.” 2. Aku memiliki seorang budah wanita berkulit hitam. Diriwayatkan dari Syaried bin Suwaid Ats-Tsaqafi. Ibnu Rabi’ah meriwayatkan: Saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

selama hayat masih dikandung badan.” Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya. Sekadar perhatian dan kesadaran. Allah Azza wa Jalla bisa saja mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di Surga kelak. dan segi kesempatan serta kemampuan. untuk ibu Saad. Ketiga: Memelihara hubungan baik. Padahal. Sa’ad bin Ubadah pernah bertanya. “Barangsiapa yang tetap ingin menjaga hubungan silaturahim dengan ayahnya yang sudah wafat.peliharalah silaturahim yang biasa dipelihara kala mereka masih hidup. inilah kesempatan yang masih terbuka lebar. bagaimana aku bisa mendapatkan derajat sehebat ini?” Allah berfirman. yang memang sangat dituntut. yang bisa kulakukan untuknya?” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab. hormati teman-teman mereka. semua amalan tersebut tidak membutuhkan banyak waktu.” Salah satu dari tanda cinta kasih kita kepada ibu adalah munculnya pengharapan agar si ibu selalu hidup berbahagia. Keempat: Melaksanakan beberapa ibadah untuk kebaikan sang ibu.” . Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. untuk menutupi kekurangan tersebut. Semua perbuatan tersebut bukanlah hal-hal yang remeh. Bila ia sudah meninggal dunia. kita juga senantiasa mendoakannya. membacakan shalat untuknya serta memohonkan ampunan untuknya. “Karena permohonan ampun dari anakmu. “Ibuku sudah meninggal dunia. “Ya Rabbi. Lalu katakan: ‘pahala penggunaan sumur ini. juga. Bila seorang anak merasa sangat kurang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dari kwantitas. Si hamba itu akan bertanya. hendaknya ia menjaga hubungan baik dengan teman-teman ayahnya yang masih hidup. sudah seyogyanya setiap anak berusaha melakukannya. ditinjau dari segi kelayakan. 3. amat jarang anak yang mampu secara telaten melakukan semua kebajikan tersebut. Sedekah apa yang terbaik.” 4. “Air. Gali saja sumur. Dan juga. dengan teman dan kerabat ibu.

sengaja dibatasi pembahasan ini hanya seputar ibu.google. Lahaula walakuwata ila bilalahil aliyil adzim. H. DAFTAR PUSTAKA www. agar lebih singkat. wabilahi taufik wal hidayah. Wassalamu alaikum wr wb. Mudah-mudahan bermanfaat.0 .Demikianlah sekilas tentang hubungan dengan ibu yang menjadi salah satu dari kedua orang tua.com www.ahmadzain.com Alquran digital versi 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful