TTG BUDIDAYA PERIKANAN

PAKAN IKAN

1.

SEJARAH SINGKAT
Di Indonesia belum ada jenis-jenis usaha yang menghasilkan bibit pakan ikan alami dari hasil kultur murni. Bibit-bibit pakan ikan alami umumnya merupakan hasil percobaan di laboratorium yang sifatnya sekedar untuk memenuhi kebutuhan penelitian. Dalam bidang produksi pakan ikan alami, masih terdapat kesenjangan yang cukup tajam dalam hal ketersediaan teknologi dengan penggunanya, khususnya petani ikan. Bagi masyarakat awam tidak mudah untuk memproduksi pakan ikan alami, tetapi juga bukan merupakan pekerjaan yang sulit. Persoalannya terletak pada sarana dan prasarana yang tergolong cukup mahal untuk ukuran ekonomi pedesaan dan dalam pengoperasiannya memerlukan keahlian khusus.

2.

SENTRA PERIKANAN
Selama ini produksi pakan ikan alami dilakukan oleh pengusaha pembenihan ikan/udang dalam satu unit pembenihan, atau oleh Balai Budidaya milik Pemerintah. Sementara ini sentra produksi pakan ikan buatan berada di Jawa.

3.

JENIS

3.1. Pakan Alami Jenis-jenis makanan alami yang dimakan ikan sangat beragam, tergantung pada jenis ikan dan tingkat umurnya. Beberapa jenis pakan alami yang dibudidayakan adalah : (a) Chlorella; (b) Tetraselmis; (c) Dunaliella; (d)

Hal. 1/ 27
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

Diatomae; (e) Spirulina; (f) Brachionus; (g) Artemia; (h) Infusoria; (i) Kutu Air; (j) Jentik-jentik Nyamuk; (k) Cacing Tubifex/Cacing Rambut; dan (l) Ulat Hongkong 3.2. Pakan Buatan Bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan. a) Larutan, digunakan sebagai pakan burayak ikan dan udang (berumur 2-30 hari). Larutan ada 2 macam, yaitu : (1) Emulsi, bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya; (2) Suspensi, bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya. b) Tepung halus, digunakan sebagai pakan benih (berumur 20-40 hari). Tepung halus diperoleh dari remah yang dihancurkan. c) Tepung kasar, digunakan sebagai pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). Tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan. d) Remah, digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar. e) Pellet, digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. f) Waver, berasal dari emulsi yang dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan, kemudian diremas-remas.

4.

MANFAAT
a) Sebagai bahan pakan ikan, udang, atau hasil perikanan lainnya, baik dalam bentuk bibit maupun dewasa. b) Phytoplankton juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami pada budidaya zooplankton. c) Ulat Hongkong dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan hias, yang dapat mencermelangkan kulitnya. d) Pakan buatan dapat melengkapi keberadaan pakan alami, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas.

5.

PERSYARATAN LOKASI
a) Chlorella: salinitas 0-35 ppt dan yang optimal pada 10-20 ppt, kisaran suhu optimal 25-30 derajat C dan maksimum pada 40 derajat C. b) Tetraselmis: salinitas 15-36 ppt dan kisaran suhu 15-35 derajat C. c) Dunaliella: salinitas optimum 18-22 % NaCl, untuk produksi carotenoid > 27% NaCl, dan masih bertahan pada 31% NaCl; suhu optimal 20-40 derajat C, pH optimal 9 dan bertahan pada pH 11. d) Diatomae: suhu optimal 21-28 derajat C dan intensitas cahaya 1000 luks. e) Spirulina: pH optimal 7,2-9,5 dan maksimal 11; suhu optimal 25-35 derajat C; tahan kadar garam tinggi, yaitu sampai dengan 85 gram /liter. Hal. 2/ 27
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

yang betina dapat tahan sampai 98 ppt.5-8. Penyiapan Bibit a) Tahapan dalam kultur Phytoplankton sebelum dibudidayakan : 1. g) Artemia: kisaran suhu 25-30 derajat C dan untuk Artemia kering -273-100 derajat C.ristek.go. http://www. pH optimal adalah 7. dimana sampel 10-15 tetes diteteskan di tengah cawan petri. dan pH optimal 6. kadar garam optimal 30-50 ppt.5 dan kadar amonia yang baik < 80 mg/liter.4.6-7. hampir sama dengan Metode Isolasi Pengenceran Berseri. tapi jumlah dan jenis organisme yang terkumpul sedikit. untuk mengisolasi phytoplankton tunggal dengan menggunakan media agar-agar. selanjutnya diperiksa di mikroskop. (2) Metode Isolasi Pengenceran Berseri. 2. Setelah dingin. M. digunakan bila jumlah jenis organisme banyak dan ada spesies dominan.1. i) Cacing Tubifex: cacing tubifex menyukai perairan yang berlumpur dan banyak mengandung bahan organik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Fax. Penangkaran bibit dapat menggunakan media air rebusan 70 gram jerami dalam air suling selama 15 menit.5 liter. Hal. (3) Metode Isolasi pengulangan Sub Kultur. kacang hijau. dan sekelilingnya ditetesi 6-8 tetes medium. 3/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. h) Kutu Air: suhu optimal 22-31 derajat C. Media yang dapat digunakan selain jerami adalah kacang panjang. Bibit diambil dari alam menggunakan pipet panjang dan berujung halus. dan (5) Metode Isolasi Goresan. kisaran pH antara 5-10 dengan pH optimal 7. Koleksi Bertujuan untuk mendapatkan satu/beberapa jenis phytoplankton dari alam untuk dikultur secara murni. Jl. dengan menggunakan pengaruh sifat phototaksis organisme yang akan diisolasi. 021 316 9166~69. Koleksi diperoleh dari alam dengan menggunakan plankton net dan dijaga tetap hidup sampai di laboratorium. (4) Metode Isolasi Pipet Kapiler.H. Isolasi Dapat dilakukan dengan cara: (1) Metode Isolasi secara Biologis. memindahkan sampel ke dalam beberapa tabung reaksi yang dikondisikan untuk pertumbuhan yang akan diisolasi.TTG BUDIDAYA PERIKANAN f) Brachionus: suhu optimal untuk pertumbuhan dan reproduksi adalah 22-30 derajat C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 6. dan daun selada. 021 316 1952. 3. 6. disaring dan diencerkan sampai volumenya 1. salinitas optimal 10-35 ppt. 2. untuk menghasilkan kista: 100 permil. b) Infusoria 1.5-8. kandungan O2 optimal adalah >3 mg/liter dengan kisaran 1 mg/liter sampai tingkat kejenuhannya 100 %.id .

M. atau Balai Budidaya Air Payau Jepara (Jawa Tengah). Cara lain adalah menularkan bibit ke dalam medium air hijau yang berisi phytoplankton. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. c) Brachionus 1. Hayam Wuruk no. Penetasan telur Artemia dilakukan di wadah bening dengan dasar berbentuk kerucut. Wadah dapat dibuat sendiri dari kantong plastik 3-5 liter. Air media diperoleh dari pengenceran air laut (30 permil) sampai kadar garamnya 5 permil dan ditambahi NaHCO3 2 gram/liter agar pH-nya 8-9. Setelah dingin. Air medium dimasukkan dalam botol 1 galon dan ditulari bibit Protozoa dan ganggang renik sebagai makanan Brachionus selama 7 hari. 3. 4. Fax. Hal. Atau air tiruan (kadar garam 5 permil) yang dapat dibuat dari beberapa bahan kimia. Penangkaran bibit dari alam dilakukan dengan cara memberi pupuk pada media dengan pupuk kandang 1-2 kali seminggu sebanyak 0. 3. http://www.H.Magnesium sulfat MgSO4 = 1.Air tawar = dijadikan 1 liter MgSO4. 021 316 9166~69. Jl. yaitu PT.2 kg/m2. KCl. 021 316 1952. dengan ukuran 3-75 liter. Ambil 10 ml medium dan diencerkan dalam cawan petri yang ditutup kain sutra dan disimpan di tempat gelap pada suhu 28 derajat C selama 1-2 minggu. NAHCO3 dilarutkan dalam air panas secara terpisah sebelum digunakan. d) Kutu Air 1.Kalium klorida KCl = 0. yaitu 800 ml kotoran kering dalam 1 liter air selama 1 jam. 4.id .Natrium hidrokarbonat NaHCO3 = 2 gram . telepon 352922-357563. e) Artemia 1.3 gram . Balai Budidaya Air Tawar milik pemerintah.3 gram . yang dilapisi dengan kertas plastik kaca dan disetrika untuk melekatkannya. Air medium yang digunakan adalah air rebusan kotoran kuda/pupuk kandang lainnya. Bibit dapat diperoleh dari panti pembenihan udang/ikan.go. 1-2 minggu kemudian Brachionus akan tumbuh. 2. Direktorat Jendral Perikanan Jakarta. Bibit dapat berasal dari telur kering yang sudah dikalengkan. Jl. 4/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 4. Ulam Dedana.Garam dapur NaCl = 5 gram . Di Jakarta sudah ada badan usaha yang melayani kebutuhan telur Artemia. yaitu : . 2. 2. Bibit diambil dari alam. Dalam hal ini dapat berhubungan dengan Dinas Perikanan Daerah setempat.Kalsium klorida CaCl2 = 0. 4-PX.ristek. disaring dan diencerkan dengan air hujan yang telah direbus dengan perbandingan 1 : 2.2 gram .Magnesium klorida MgCl2 = 1 gram .

6.80%.38%. kadar O2 > 2 mg/liter . dan harus ditangkap paling lambat 24 jam sejak menetas. 021 316 9166~69. Abu=26. 7. Bahan-Bahan Untuk Pakan Buatan 1) Bahan Hewani a) Tepung Ikan Bahan baku tepung ikan adalah jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan. kemudian dicuci. 6.ristek.5 cm. Telur-telur yang akan ditetaskan direndam dalam air tawar selama 1 jam. Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung. http://www. kemudian disaring dengan kain saringan 125 mikron. Telur nyamuk dapat diperoleh dengan menggunakan wadah berdiameter 30 cm dan diisi air leri sedalam 10-30 cm dan diletakkan di tempat yang banyak nyamuknya. 3. Ikan direbus sampai masak. Kondisi yang mendukung penetasan telur.5– 3. 3.72%. bila lebih dapat ditumbuhi cendawan atau bakteri. Cara pembuatannya: 1. Telur menetas menjadi nauplius setelah 24-36 jam. Fax. h) Ulat Hongkong Bibit untuk pertama kali dapat diperoleh dari pedagang burung ocehan. Telur diambil dengan lidi yang salah satu sisinya diratakan. Air=10. diwadahi karung.5-1. 5/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Telur-telur yang dilepaskan induk akan saling menempel sampai panjangnya 0. Air perasan ditampung untuk dibuat petis/diambil minyaknya. Nilai ubah=1. f) Jentik-jentik Nyamuk 1.2. Kandungan gizi: protein=22. sambil disemprot air. Serat=1. M. 2.id .65%. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 5.65%. Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan bau khas yang dapat merangsang nafsu makan ikan. Anak Artemia disedot dengan slang plastik kecil dan ditampung dengan saringan 125 mikron. lemak=15. 2. g) Cacing Tubifex Bibit diambil dari perairan alam. Wadah diberi atap setinggi 10 cm.go. lalu diperas. Hal. yaitu : suhu 25-30 derajat C.penyinaran dengan lampu neon dengan kekuatan cahaya 1000 luks (60 watt 2 buah sejauh 20 cm dari dinding wadah). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Selanjutnya bibit dapat diambil dari tempat penangkaran sebelum berubah jadi kepompong. 2-3 hari kemudian akan terbentuk selaput tipis di permukaan. serta dapat menurunkan kandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensial sampai 8%. dan ditiriskan.H. Jl. Lama penyimpanan < 11-12 bulan.

Lemak= 6. dijemur sampai kering dan digiling.Nilai ubah: Benawa=4–6 c) Tepung Kepala Udang 1.06% (benawa). (2) Digiling halus sampai bentuknya seperti pellet. Air=21. Cara pembuatan: (1) Bahan direbus sampai masak. vitamin. 2. Abu=2. 2.4% (udang rebon).76%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Bahan: kepompong ulat sutra yang merupakan limbah industri pemintalan benang sutra alam. Jl. Bahan: anak ayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur. bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot.Diangin-anginkan sampai kering dan digiling beberapa kali sampai halus. M. 6/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. karena kandungan lemaknya tinggi.89%. Lemak =3. Fax. Karbohidrat 3.82% (Benawa).80%. Rebon dan Benawa muncul pada awal musim hujan di sekitar muara sungai. 3.72%.ristek.TTG BUDIDAYA PERIKANAN b) Tepung Rebon dan Benawa Rebon adalah sejenis udang kecil yang merupakan bahan baku pembuatan terasi.74%. http://www.65%. Lemak= 29. 25. Benawa adalah anak kepiting laut. Lemak=27.61%. Air=8. Serat= 8. 021 316 9166~69. e) Tepung Kepompong Ulat Sutra 1. Kandungan gizinya: Protein=61. limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor. (2) Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung. f) Ampas Minyak Hati Ikan 1. (2) Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang kasar dan banyak mengandung kitin. Cara pembuatannya: (1) digunakan sebagai pasta.41% (Benawa).6% (Udang rebon).id . Serat kasar= 14. Nilai ubah=5–8. Bahan yang digunakan adalah kepala udang. Air= 17. 2. Bahan: amapas hati ikan yang telah diperas minyaknya. sehingga sukar dikeringkan.38% (benawa). 021 316 1952. Kandungan gizi: Protein: Udang rebon=59.65%. mengerumuni benda yang terapung.74%.Anak-anak ayam dimatikan secara masal. Abu= 7. Hasil gilingan yang masih basah disebut pastadan dapat langsung digunakan. Cara pembuatannya: (1) Bahan direbus. Kandungan gizinya: Protein= 46. Karbohidrat= 0%. Air= 9.34%. Abu=11. Kemudian direbus sampai kaku (setengah masak).43% Benawa .86%. 3.28%.2% (Udang rebon). Abu= 4. d) Tepung Anak Ayam 1. . Nilai ubah= 1. enzim. 23.30%. lalu diperas. 2. 0. 5.Pasta dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung.75%. Cara pembuatan: . Kandungan gizinya: Protein= 53. diwadahi karung.33% (Benawa). . Hal.go.6% (Udang rebon).H.8. Serat=11. dan mineral yang dapat merangsang nafsu makan dan pertumbuhan. Juga mengandung hormon.

i) Arang Bulu Ayam dan Tepung Tulang 1.go. Abu= 6.19. Kapur=1-3%.id . (3) Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam propionat 1%. suhu 70 derajat C selama 4 jam. Cara pembuatan: Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm.80%. Nilai ubah= 8.12%. ketela pohon/tepung jagung dengan perbandingan 1:1. Tulang dikeringkan pada suhu 100 derajat C. 4.45%. 021 316 9166~69.Karbohidrat= 13. Abu= 5. Serat= 7. limbah dari rumah pemotongan ternak.75%. Abu=4-6%. (5) Bahan cair yang bersifat asam dapat dicampur dengan dedak. 021 316 1952. Air=5.80%. http://www. dikeringkan dan digunakan untuk campuran dalam ramuan makanan.60%. Kandungan gizinya: Protein=18-20%. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar. Air= 5.3-0. yaitu pada suhu 60 derajat C selama 4 jam. sehingga penggunaannya untuk ikan < 3% dan untuk udang < 5%.42%.9%. Air=7075%. dan 100 derajat C selama 5 jam. Untuk campuran makanan sebesar 5-15%. Silase adalah hasil olahan cair dari bahan baku asal ikan/limbahnya. Proteinnya sukar dicerna.H. g) Tepung Darah 1. Bahan: darah. kemudian digiling. direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 derajat C.5. 3. Bahan: arang bulu ayam. Cara pembuatan: Daging bekicot dikeringkan lalu digiling. Air=12. kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan sepanjang 1-3 cm. lemak= 56. 2.60%. Kandungan gizinya: Protein= 25. 2.ristek. 2. Kandungan gizinya: Protein= 71. 3. sampai kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung. 3. Serat=1. 2. (4) Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 34 kali sehari. Bahan: ikan rucah dan limbah pengolahan. j) Tepung Bekicot 1. Lemak= 0. Hal. Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap. Cara pembuatan: (1) Bahan dicuci. Lemak=3.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 3. kemudian digiling menjadi tepung. Jl. h) Silase Ikan 1. Pemrosesan selatin. untuk mencegah tumbuhnya bakteri/cendawan dan menambah daya awet ± 3 bulan dengan pH ± 4. tulang ternak. (2) Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan.06%.45%. 7/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.95%. Lemak=1-2%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Fosfor=0.52%. Abu=61. Bahan: daging bekicot mentah dan daging bekicot rebus. Cara pembuatanny: darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan. dicincang kecil-kecil.54%.08%. Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% 24 jan. Fax. Pengemasan dan penyimpanan. Kandungan gizinya: Protein=25. M. kemudian diperas.

Lemak=11. Dapat menggantikan tepung ikan/kepala udang.6% Lemak=1. Daya cernanya tinggi. Serat kasar=3. 021 316 9166~69.15%. Karbohidrat=28. sehingga jarang digunakan. Fax. Kapur=8. dapat diternak secara masal. mengandung protein dan enrgi rendah.7%.48%. Abu=10.45%.35%. Tepung yang paling baik untuk pakan ikan adalah “wheat pollard” dengan kandungan gizi: Protein=11.5% 2) Bahan Nabati a) Dedak Bahan dedak padi ada 2. Fosfor=20.46%. Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%.H. Cara pembuatan: Cacing dikeringkan lalu digiling. Bahan: telur mentah atau telur rbus. Karbohidrat=0. 2. Lemak=1. Air=10. daya lekatnya rendah. Dedak yang paling baik adalah dedak halus yang didapat dari proses penyosohan beras.35%. Air=17.29%. Nilai ubah=2-3. (2) Jagung putih. m)Telur Ayam dan Itik 1. 2. Sukar dicerna ikan. daya lekatnya tinggi. n) Susu 1.01. Hal. b) Dedak Gandum Bahan: hasil samping perusahaan tepung terigu.5%. dengan kandungan gizi: Protein=11. Jl. Air=7. Kandungan gizinya: Protein=12.64%. Nilai ubah= 8.15%. Dapat menggantikan tepung ikan. Karbohidrat=30. mengandung protein dan energi tinggi. 8/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. http://www. Kandungan proteinnya 72% dan mudah diserap dinding usus. dihaluskan dan dilarutkan sampai membentuk emulsi atau suspensi.18%. Kandungan gizi: Protein=54. 3. Abu=4. Kandungan gizi: Protein=35. sedangkan asam lemak tak jenuh untuk burayak 20% dan dewasa 10%. Karbohidrat=64.99%. Lemak=12. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 3.07%.go. Air=74%.3%.ristek. l) Tepung Artemia 1.75%. 4. 2. Kandungan protein (asam amino essensial) untuk burayak 42% dan dewasa 60%. 3.5%. c) Jagung Terdapat 2 jenis. k) Tepung Cacing Tanah 1. Lemak=4.id . 2.0%.75%. Penggunaan: Telur mentah langsung dikopyok dan dicampur dengan bahan lain.8%. diambil kuningnya. yaitu: (1) Jagung kuning. Bahan: tepung susu tak berlemak (skim).3%.0% Karbohidrat=52. Air=3. M. Serat kasar=24. Abu=0. Telur rebus. yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar. 021 316 1952.62%.

Serat kasar= 13.35%. Lemak=5.4%. Kelemahannya: dapat menyebabkan penyakit kurang vitamin.3%. Air=6.9%. http://www.6%. Nilai ubah2-5. Abu=4. Kelemahannya: Mengandung zat siklo-propenoid yang bersifat racun bius.6%. Lemak=9. Kandungan gizi: Protein=13.ristek.TTG BUDIDAYA PERIKANAN d) Cantel/Sorgum Berwarna merah. Abu=17. Karbohidrat=18. Abu=7. j) Biji Kapuk/Randu Bahan: bungkil kapuk yang telah diambil minyaknya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Air=10.5%.0%. Lemak=5. Air=13. e) Tepung Terigu Berasal dari biji gandum. Fax.H. Serat kasa=25. Abu=12.9%. Lemak=2.25%. Warna putih lebih banyak digunakan.id .77%. Nilai ubah=3-5.5%.92%. sehingga harus ditambah metionin/penyosohan yang lebih baik. g) Tepung Ampas Tahu Kandungan gizinya: Protein=23. h) Tepung Bungkil Kacang Tanah Bungkil kacang tanah adalah ampas pembuatan minyak kacang. Jl. Serat kasar=30.43%. kecoklatan. dapat dikendalikan dengan cara memasak. Lemak=1.4%. Kandungan gizi: Protein=47. Karbohidrat=29.55%.1 %. Kekurangan: mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin.3%.6%. Air=7.6%. Serat=2. Karbohidrat =25. Nilai ubah=2.7-4. Air=8. Karbohidrat=26. Abu=5.64%.3%.85%. dengan gejala sirip tidak normal dan dapat dicegah dengan membatasi penggunaannya. Air=13.54%. Air=10. Abu=0.8%. 9/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Mempunyai zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan. Kandungan gizinya: Protein=27. penggunaannya ± 10%.09%. f) Tepung Kedele Keuntungan: mengandung lisin asam amino essensial yang paling essensial dan aroma makanan lebih sedap.4%. Lemak=14.06%.53%.9%. M.4%. Abu=5. Karbohidrat=23.8%.3%.03%. Serat kasar=16.6%.05%.92%.8%. Serat kasar=3.0%. Hal. Penggunaannya < 5%. 021 316 1952.go. putih.3%. berfungsi sebagai bahan perekat dengan kandungan gizi: Protein=8.44%. Karbohidrat=47. Karbohidrat=77. 021 316 9166~69. Lemak=10. Sebagai bahan ramuan dapat dipakai sampai 20%. Kandungan gizi: Protein=17. i) Bungkil Kelapa Bungkil kelapa adalah ampas dari proses pembuatan minyak kelapa. Kandungan gizi: Protein: 39.

n) Tepung Daun Ketela Pohon Kelemahannya: racun HCN/asam biru. FeSO4.54%. serta antioksidan (BHT) . 2. digiling sampai menjadi tepung. Abu=17. Kandungan gizinya: Protein=27. E. Kandungan gizinya: Protein=36. Lemak=5. dalam pemakaiannya < 5% saja.Mineral B12: mengandung tepung tulang. Asam lemak linoleat=47.21%. dan ZnCO3. Air=8.97 %.51%. E. Asam lemak palmitat=23.9%. http://www. Nilai ubah=2.Top mix: mengandung 12 macam vitamin (A. Zn.39%. serta vitamin B12 (sianokobalamin). yaitu merusak hati dan perdarahan/pembengkakan jaringan tubuh.id . Lemak=19. Lemak=5. 3. KI.4%. Kandungan gizi: Protein=19. Karbohidrat=16. Lemak=4. 021 316 1952. D. Co dan Cu).6%.73%. Karbohidrat=33. Contoh-contoh merek dagang: . K. l) Tepung Daun Turi Kelemahannya: mengandung senyawa beracun : asam biru (HCN).8%. serta antioksidan.TTG BUDIDAYA PERIKANAN k) Biji Kapas Bahan: bungkil dari pembuatan minyak. Serat kasar=18. Cara pembuatan: dikeringkan. m)Tepung Daun Lamtoro Kelemahannya: mengandung mimosin. Serat kasar=20. Mo. CuSO4. Premix tersebut mengandung vitamin.12. Asam lemak oleat=22. Cara memperoleh: dari toko penjual makanan ayam (poultry shop) yang sudah dikemas dalam bentuk premiks (premix).08%.01%.82%. 021 316 9166~69.31%. dan alkoloid-alkoloid lainnya. Fe. Lemak=4. Karbohidrat=21. Fax.32%.8%. Karbohidrat=14. B kompleks). Abu=20. lusein. Air=0.5%. Untuk penggunaannya haru sdimasak dulu.30%.4%.14%. . Jl.H.go. Zn. asam amino essensia metionin. J. D. Co dan Cu). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. dan 8 mineral (Mg.ristek. 2 asam amino essensial (metionin dan lisin) dan 6 mineral (Mn. J. CaCO3. Hal.9%. Kandungan gizinya: Protein=8. Air=11. Kelemahannya: mengandung zat gosipol yang bersifat sebagai racun. Serat kasar=14. dan asam-asam amino tertentu. Ca. Kandungan gizi: Protein=34. 3) Bahan Tambahan a) Vitamin dan Mineral 1.69%. 10/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. B kompleks).54%. K.Rhodiamix: mengandung 12 macam vitamin (A. Air=14.4%.34%. mineral. M. MnSO4. Abu=1. o) Isi Perut Besar Hewan Memamah biak Bahan: dari rumah pemotongan ternak. Fe.45%.

etoksikulin (1. . Ampas bir merupakan limbah pengolahan bir. Jl. vitamin E. 2. b) Garam Dapur (NaCl) 1. Penggunaannya: etoksikulin 150 ppm. Abu=4. 6. Serat kasar=15% 6. 2. Serat kasar=0. 3. BHT (butylated hydroxytoluena). 2. tepung terigu.9%. Yang paling baik adalah tepung kanji dan tapioka. 2. dll. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Untuk ikan 1-2% dan untuk udang 10-15%. mencegah terjadinya proses pencucian zat-zat lain yang terdapat dalam ramuan makanan ikan. 021 316 9166~69. Ragi adalah sejenis cendawan yang dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol dan CO2. Penggunaannya cukup 2%. slang aerasi. kemudian dibilas dengan larutan klorin 150 ppm. 021 316 1952.id . ragi roti. 4. Pfizer Premix A. 5.go. Fungsi: sebagai bahan pelezat (gurih). Air medium disaring dengan kain saringan 15 mikron. atau penyinaran dengan lampu ultraviolet.2%. Dalam wadah 1 galon: . c) Bahan Perekat 1. tepung sagu. Karbohidrat=38. BHT dan BHA 200 ppm. 2. vitamin C. 11/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.95%.ristek. dan BHA (butylated hydroxyanisole). Alat-alat yang akan digunakan dicuci dengan deterjen.12%.Botol diisi medium ± 3 liter.2. e) Ragi dan Ampas Bir 1. Kandungan gizi: Protein=59. klorinasi. http://www. dan bir.Merek lain: Aquamix.3.2dihydro-6-etoksi2.Disterilkan dengan cara mendidihkan. Air=6. . Fax.4 trimethyquinoline).Menggunakan stoples atau botol “carboys”. Kandungan gizinya: Protein=25.TTG BUDIDAYA PERIKANAN . d) Antioksidan 1. untuk Chlorella air laut menggunakan medium dengan kadar garam 15 permil. M. Hal. Bahan: fenol. Lemak=0.H. Penggunaannya cukup 10%. Penggunaannya: ampas bir basah 3-6% dan kering 10%.93%. Contoh bahan perekat: agar-agar. Rajamix U. Penggunaannya : 4. gelatin. Penyiapan Peralatan 1) Pakan Alami a) Chlorella 1. Macam ragi: ragi tape. dan untuk Chlorella menggunakan air tawar. dan batu aerasi. Pfizer Premix B.

Natrium dihidrofosfat-NaH2PO4 = 10 mg/l atau Natrium fosfat-Na3PO4 = 27. 2 gram CaCl2.Dapat menggunakan botol erlenmeyer.02 mg/l 11Mangan klorida kristal-MnCl2. Dalam wadah 1liter .2 mg/l 3. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. . .4H2O = 0.044 mg/l 10Natrium molibdat-NaMoO4. semuanya dilarutkan dalam 80 ml air suling.go. .0196 mg/l 9.TTG BUDIDAYA PERIKANAN .6H2O = 3. Agrimin = 1 mg/l 4. Natrium nitrat – NaNO3 = 84 mg/l 2. Tembaga sulfat kristal CuSO4. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton . http://www. Kemudian disterilkan dengan cara direbus.5H2O = 0.Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : 1. Fax.9 mg/l 4.6 mg/l atau Kalsium fosfat-Ca3(PO4)2 = 11. .Persiapan sama dengan dalam wadah 1 liter. yaitu: (1) Larutan A. Besi klorida – FeCl3 = 2. 3. diklorin 60 ppm dan dinetralkan dengan 20 ppm Na2S2O3.Untuk pertumbuhan dalam wadah besar (1ton) cukup menggunakan urea dengan takaran 50 gram/m3. Tiamin-HCl (vitamin B1) = 9.H.Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : 1. 021 316 9166~69. terdiri dari: 4 gram Na2HPO4. Medium dipupuk dengan jenis dan takaran: 100 mg/liter pupuk 21-0-0.7H2O = 0. Biotin = 1 mikrogram/l 7.ristek. M.12H2O.7H2O = 0. slang plastik. terdiri dari 20 gram KNO3 dalam 100 ml air suling.Pemupukan dengan menggunakan ramuan Allen-Miguel.0126 mg/l 12Kobalt korida kristal-CoCl2.id . EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 10 mg/l 5.2 mg/l 6.Dapat menggunakan botol “carboys” atau stoples. dan batu aerasi dicuci dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton. Air untuk medium harus disaring. Seng sulfat kristal ZnSO4. b) Tetraselmis 1.6 mg/l 2.6H2O. Botol.Setiap 1liter medium. Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/l Hal. 2 gram FeCl3. dan 2 ml HCl. yang terdiri dari 2 larutan. Dalam wadah 1 galon (3 liter) . atau disinari lampu ultraviolet. menggunakan 2 ml larutan A dan 1 ml larutan B. Vitamin B12 = 1mikrogram/l 8. 12/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Kalium hidrofosfat-K2HPO4 = 10 mg/l 3. Urea-46 = 100 mg/l 2. (2) Larutan B.Wadah diisi air medium dengan kadar garam 28 permil yang telah disaring dengan saringan 15 mikron. Urea sebanyak 10-15 mg/liter dan pupuk 16-20-0 sebanyak 10-15 mg/l . . 021 316 1952.Wadah dicuci dan dibebashamakan.

Setiap 1 liter medium diberi larutan A. 13/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.id . dan berkadar garam 28-35 untuk Diatomae laut dan air tawar untuk Diatomae tawar.005 mg/l 7. Pupuk 16-20-0 = 5 mg/liter 3. Kemudian diaerasi dengan batu aerasi dan sumber udara dapat berasal dari mesin blower. C. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton . Dalam wadah 1liter . Tembaga sulfat kristal CuSO4.0196 mg/l 6. kemudian diisi medium dengan kadar garam 18-22 permil. kompressor atau aerator. dan batu aerasi dicuci dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton.7H2O = 0. EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid)=10 mg/l 2. diklorin. atau disinari lampu ultraviolet. Agrimin = 1 mg/liter 5. Biotin = 1. Fax. bak semen. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/liter . Kemudian disterilkan dengan cara direbus.005 mg/l 3.0 gram + Air suling 100 d)Larutan D= FeCl3) 1. .Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : 1. Vitamin B12 = 0. Jl.go. atau bak fiberglass. dan untuk 1 ton menggunakan bak dari kayu. EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 2 mg/l 6.044 mg/l Hal. http://www. slang plastik.ristek.2 mg/l 3.Wadah 200 liter dapat menggunakan akuarium. . kemudian diaerasi dan dibiarkan sebentar.0 gram + Air suling 100 ml c)Larutan C= Na2SiO3 1. Urea-46 = 100 mg/liter 2.0 gram + Air suling 20 ml . d) Diatomae 1.0 mg/l 4.2 gram + Air suling 100 ml b)Larutan B= Na2HPO4 2. 021 316 1952. Selanjutnya diberi pupuk cair 1 ml/liter. 021 316 9166~69. Persiapan lain sama. Vitamin B12 = 1.H.Wadah diisi air medium yang telah disaring dengan saringan 15 mikron sampai 300-500 ml.0 mg/l 5.Pupuk lain yang dapat ditambahkan: 1.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 5. . M.Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut: a)Larutan A= KNO3 20. . c) Dunaliella Wadah dan peralatan lainnya dicuci. Botol. B. Tiamin-HCl (vitamin B1) = 0.Untuk wadah 1 ton dapat hanya menggunakan urea 60-100 mg/liter dan TSP 20-50 mg/liter. Seng sulfat kristal ZnSO4.Dapat menggunakan botol erlenmeyer.5H2O = 0. Kalium hidrofosfat-K2HPO4 = 5 mg/liter atau Kalium dihidrofosfat-K2H2PO4 = 5 mg/liter 4. Vitamin B1 = 0. sebanyak 1 ml dan larutan D 4 tetes.

Kalium hidrofosfat-K2HPO4 = 10 mg/l 3. Wadah diisi air melalui kain saringan halus. Na2SiO3 = 2 mg/l 4. yaitu jenis Diatomae. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel.6H2O = 3.005 mg/l 8. http://www. kemudian didiamkan 4-5 hari.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 7. . Wadah diisi air medium.Pemupukan menggunakan kotoran sapi kering 20 mg/l. Dalam wadah 1 galon (3 liter) . 021 316 9166~69. kemudian diisi medium dengan kadar garam 15-20 permil. 14/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. kemudian diaerasi dan dibiarkan sebentar. Agrimin = 1 mg/l 5.0126 mg/l 9. Nitzschia.005 mg/l 3.02 mg/l 8. f) Brachionus 1. Fax. 2. .7H2O = 0. Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/l 6. bahan semen.Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : 1. Vitamin B1 = 0.Wadah dicuci dan diisi air medium. Tumbuhnya Diatomae ditandai dengan warna coklat perang. Asterionella. .Wadah dicuci dan diisi air medium. Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/l 6. . Dengan Pemberian Makanan . pupuk urea dan TSP masing–masing 2 mg/l.Wadah yang digunakan berukuran 1 ton. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton.Wadah yang digunakan berukuran 1-10 ton atau 10-100 ton yang telah dicuci dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton. seperti Cyclotella. tergantung jenis Hal. K2HPO4 atau KH2PO4 = 5 mg/l 3. yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi lembaran plastik.ristek.4H2O = 0. Dengan Pemupukan . Agrimin = 1 mg/l 5. Kobalt korida kristal-CoCl2. 16-20-0 = 5 mg/l e) Spirulina Wadah dan peralatan lainnya dicuci.id .Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut: 1. Vitamin B12 = 0. Urea-46 = 100 mg/l 2. dan Amphora.6 mg/l 2. sampai tumbuh jasad-jasad renik makanan Brachionus. Jl.go. atau fiberglass. Selanjutnya diberi pupuk cair 1 ml/l. yang dicuci biasa.H. Urea = 100 mg/l 2. Melosira. Mangan klorida kristal-MnCl2. EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 2 mg/l 7. 021 316 1952. Natrium molibdat-NaMoO4. M. Na2SiO3 = 2 mg/l 4.

dan jarak sisi bawah dengan dasar bak 2-5 cm. KCl.Natrium hidrokarbonat (NaHCO3) = 2 gram . dan 2 mg/l FeCl3.ristek. yaitu: . 6. Wadah diletakkan di luar ruangan.Kalium klorida (KCl) = 0. Jarak antara AWL 25-40 cm dengan arah berlawanan.Kedalaman 100 cm. Slang plastik berdiameter 6 mm dimasukkan pada AWL untuk saluran udara.Kedalaman 40 cm. Pipa AWL dipotong miring 30-45 derajat pada ujung bawahnya dan dipasang menyentuh dasar bak. 3. Tabung dihubungkan dengan pipa udara yang mengalirkan udara dari mesin penghembus udara (Blower). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Di tengah bak dipasang penyekat terbuat dari papan/lembaran plastik dengan arah membujur sejajar dengan sisi bak yang panjang. Fax. 20 mg/l TSP. diameter pipa AWL= 25 mm . Penyaringan air dilakukan untuk mengurangi timbunan kotoran. yaitu bagian pertama untuk pemasukan air dan bagian kedua untuk pengendapan.Magnesium sifat (MgSO4) = 7.Magnesium klorida (MgCl2) = 6. Jl. dsb. Medium diudarai untuk meratakan pupuk dan algae.74 gram . diameter pipa AWL= 60 mm 4. Dalam bak dipasang "air water lift (AWL)" yang terbuat dari pipa-pipa PVC untuk menimbulkan putaran. Ukuran kotak Hal.H.Kedalaman 20 cm. 15/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.53 gram . Penyaringan air dilakukan dengan kotak keping penyaring berbentuk kotak persegi empat yang terbagi 2 bagian. 021 316 1952. 5. 5 ton. NaHCO3 dilarutkan dalam air panas secara terpisah sebelum digunakan. atau melengkung. g) Artemia 1.09 gram . Pipa AWL diikat pada kedua belah sisi penyekat tengah dan ujung -ujung bagian atasnya dibuat menyerong 30-45 derajat. diameter pipa AWL= 50 mm .id .97 gram .08 gram .go. menyerong. Ukurannya 300 liter. http://www. Wadah yang digunakan adalah berbagai macam bak berbentuk empat persegi panjang dengan sudut tegak lurus. Jarak antara ujung penyekat tengah dengan sisi bak yang pendek 2/3 kali jarak antara penyekat tengah dengan sisi bak yang panjang. M.Kalsium klorida (CaCl2) = 1. diameter pipa AWL= 40 mm .Pemupukan menggunakan 100 mg/l urea. 2 ton. 7.Air tawar dijadikan 1 liter MgSO4. 021 316 9166~69. yang dihubungkan dengan tabung pembagi udara terbuat dari pipa PVC berdiameter 5 cm dan diikat pada atas penyekat tengah. 2.Kedalaman 75 cm.Garam dapur (NaCl) = 31. . Air untuk pemeliharaan adalah air laut (kadar garam 30-35 permil) atau air tiruan (kadar garam 30 permil) yang dapat dibuat dari beberapa bahan kimia. untuk menumbuhkan algae planktonik (Chlorella dan Tetraselmis). .TTG BUDIDAYA PERIKANAN Brachionus. 8. di bawah atap bening.

Bak diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan adalah berbagai macam bak dengan ukuran 1 ton (1 m3). atau kulit pisang kering. menggunakan air rebusan jerami sebagi medium. 4. Setelah telur cukup. 1 galon. wadah dimasukkan dalam kandan yang diberi dinding kelambu. M. 5. http://www. Untuk wadah 1 liter dan 1 galon. dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Air medium menggunakan air leri atau air biasa. 021 316 9166~69. setinggi 10 cm dengan luas 1x2 m dan dasarnya dilapisi papan kayu atau dibentuk cetakan. Alat ini dibersihkan 2 hari sekali. 3. Pemupukan menggunakan kotoran ayam kering yang dilarutkan dalam air samapi konsentrasinya 10% dan bungkil kelapa yang ditumbuk halus dan diayak dengan saringan 500 mikron. Hal. 2. Wadah penetasan yang juga merupakan wadah pemeliharaan dapat berupa pengaron. 200 liter.ristek. 2. 16/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. 2. Pupuk ditebar di lahan dan direndam air 5 cm selama 4 hari bila menggunakan dedak dan 3 hari bila menggunakan kotoran ayam. Air mentah dimasukkan dalam wadah 200 liter dan 1 ton (tergantung jenis Ciliatanya) dan ditambah potongan-potongan jerami atau rumput kering.H. Lahan dibuat dengan bentuk mirip kolam dengan luas 10x10 cm atau lebih. dan untuk wadah yang lebih besar menggunakan air mentah. k) Cacing Tubifex 1. dan 1 ton. sehingga air perasan langsung jatuh ke bak. Dasar kolam dibuat petakan-petakan (blok) lumpur. 2. h) Infusoria 1. j) Jentik-jentik nyamuk 1. berjarak 20 cm. kemudian air diaerasi.id . Wadah diisi air tawar sampai 60 cm dan diudarai dengan batu 1-2 aerasi per 2. Pemupukan kedua dilakukan 4 hari kemudian.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 10% dari bak dan terbuat dari kayu yang dicat dengan epoxy.go. 021 316 1952. Pemupukan pertama menggunakan kotoran ayam 1000 ml/ton dan bubuk bungkil kelapa 200 gram/ton yang dicampur dan dimasukkan dalam kantong yang diperas di atas bak pemeliharaan. ember plastik. Pemupukan menggunakan dedak halus (200-250 gram/m2) atau kotoran ayam yang telah dibersihkan dan dihaluskan sebanyak 300 gram/m2. atau wadah bukan logam yang lainnya. Jl. 3.5 m2. i) Kutu Air 1. Penangkaran dapat dilakukan secara berurutan dalam wadah 1 liter. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. dan pemupukan ketiga dilakukan bila perlu. daun selada. Fax.

Hal. bertujuan sebagai penghasil pupuk organik dari kotorannya. . 2.go. 17/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. atau ember plastik.Setelah ± 5 hari. http://www.Wadah disimpan dalam ruangan yang kena sinar matahari langsung. 3.Selain dipupuk. Dalam wadah 1 galon : . Chlorella sudah tumbuh dengan kepadatan sekitar 10 juta sel/ml. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel.Setelah 5 hari pertumbuhan terjadi dan pada puncaknya dapat mencapai kepadatan 5 juta sel/ml. M. Airnya berwarna hijau segar. dan air diudarai terus-menerus. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton : . sampai airnya berwarna agak kehijau-hijauan. Bibit yang masuk disaring dengan saringan 15 mikron.Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. Pemeliharaan skala kecil dapat menggunakan beberapa kotak kayu/tripleks berukuran 40x40x20 cm yang dilapisi selotip/isolasi pada bagian bibirnya. penambahan air baru. dan pemberian obat pemberantas hama. . Medium pemeliharaan yang berupa campuran dedak halus dan ampas tahu kering atau tepung jagung yang dicampur tepung tulang dan tepung ikan yang telah disaring/diayak. .H.Secara berkala medium perlu dipupuk susulan. 021 316 9166~69. Fax. dapat dilepaskan ikan mujair besar 4-5 ekor/m2 yang diberi makan pelet secukupnya.Untuk wadah 60 liter membutuhkan 1 galon bibit dan untuk wadah 1 ton membutuhkan 5 galon bibit.Hasil penumbuhan ini digunakan sebagai bibit pada penumbuhan dalam wadah yang lebih besar. atau waskom. . ditebar pada dasar wadah setebal 2-3 cm.4. 2.Wadah disimpan di dalam ruang laboratorium di bawah penyinaran lampu neon. Kemudian wadah ditempatkan pada rak dan diletakkan dalam ruang gelap dan tidak kena sinar matahari. 2) Pakan Buatan Alat-alat yang diperlukan : a) Alat Penggiling dan Pengayak b) Alat Penimbang dan Penakar c) Alat Pengaduk dan Pencampur d) Alat Pemasak e) Alat Pengering f) Alat Penyimpan 6. Jl. Pemeliharaan Pakan Alami a) Chlorella 1. 021 316 1952. . Bagian atas tempat pemeliharaan dibiarkan terbuka untuk memudahkan panen.id .TTG BUDIDAYA PERIKANAN l) Ulat Hongkong 1. . baki. .ristek.

Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-5 juta sel/ml. Dalam wadah 1 galon (3 liter) : . bibit dimasukkan sebanyak 1/3 bagian. 2. Airnya diudarai terus-menerus dan wadah diletakkan dalam ruang ber-AC. dan di bawah sinar lampu neon. . dan airnya diudarai terus-menerus. di bawah lampu neon.Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk sebanyak 70. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya. Fax.Wadah ditaruh di dalam ruangan ber-AC. Dalam wadah 1liter : . Airnya diudarai terus-menerus dan wadah diletakkan dalam ruang ber-AC. dan airnya diudarai terus-menerus. untuk setiap galon membutuhkan bibit 100 ml.Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-5 juta sel/ml. sehingga fotosintesa dapat berjalan lancar. c) Dunaliella 1.Wadah 200 liter membutuhkan 3 galon bibit. 2. 021 316 9166~69. Jl. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya. 3. dapat dipanen dan dikultur pada wadah yang lebih besar. .Bibit ditebar sebanyak 100 ml. . M. sedangkan wadah 1 ton 100 liter. Wadah ditaruh di dalam ruangan berAC.000 sel/ml.Hasil penumbuhan di wadah 200 ton digunakan sebagai bibit untuk penumbuhan di wadah 1 ton. d) Diatomae 1. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya.Setelah 3-4 hari telah berkembang dengan kepadatan 6-7 juta sel/ml.ristek. Dalam wadah 1liter : .Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk sebanyak 100. Dalam pemeliharaan harus diperhatikan penempatan wadah agar cukup mendapat cahaya. 3. http://www. Setelah pupuk tercampur merata.TTG BUDIDAYA PERIKANAN b) Tetraselmis 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel.000 sel/ml. Hal. Dalam wadah 1 galon (3 liter) : . Wadah ditutup kapas atau stirofoam yang telah diberi slang untuk mencegah kontaminasi. . dan di bawah sinar lampu neon.Setelah 2 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-6 juta sel/ml. . Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya. 18/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.H. sedangkan dari wadah 1 ton dapat digunakan sebagai pakan. .id . Dalam wadah 200 liter dan 1 ton .000 sel/ml. 2.Dalam waktu 4-5 hari mencapai puncak perkembangan dengan kepadatan 2-4 juta sel/ml. .Bibit dari penumbuhan dalam wadah 1 liter. ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. Empat hari setelah masa pemeliharaan.go. di bawah lampu neon. hingga kepadatan mencapai 100. 021 316 1952.

Setelah tercampur merata. ragi laut. Pemberian makanan berupa algae dapat diganti dengan ragi roti sebanyak 1-2 gram berat basah per 1 juta ekor per hari pada suhu 25 derajat C atau 2-3 gram pada suhu lebih dari 25 derajat C.H. http://www.Wadah 200 liter membutuhkan 3 galon bibit. sedangkan wadah 1 ton 100 liter. sedangkan wadah 1 liter. Takaran untuk ragi kering adalah 1/3-1/2 takaran berat basah 3.1 g KH2PO4 atau K2HPO4 untuk setiap 1 liter air laut. Empat hari setelah masa pemeliharaan.id . 2. dan 0. Dalam wadah 500-1000 liter. Brachionus berkembang dengan kepadatan sekitar 100 ekor/l dan dapat digunakan sebagai pakan ikan. waktu 2 hari mencapai puncak perkembangan dengan kepadatan 2-4 juta sel/ml. maka 1-2 jam sebelum panen harus diberi makanan algae secukupnya. . dapat dipanen dan dikultur pada wadah yang lebih besar. tepung kedele. kepadatannya 100 juta sel/ml. g) Artemia 1.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 3. kemudian diblender dan disaring dengan kain saring halus 50 Hal. . Wadah setiap hari pagi diaduk sebagai ganti pengudaraan. 2. tepung beras. 021 316 1952. Makanan utama Artemia adalah katul padi (dedak halus) yang berukuran < 50 mikron. f) Brachionus Dengan Pemupukan: Bibit Brachionus ditebar 4-5 hari setelah pemupukan. M.Hasil penumbuhan di wadah 200 ton digunakan sebagai bibit untuk penumbuhan di wadah 1 ton. 021 316 9166~69. Jl. . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. sehingga fotosintesa dapat berjalan lancar. 1 g (NH4)2SO4. Fax. dedak gamdum. ragi bir. Dedak dilarutkan sebanyak 50-150 gram/l air garam (150 gram dalam 1 liter air). dalam 3 hari mencapai 2-3 juta sel/ml. Dengan Pemberian Pakan: 1. Dalam pemeliharaan harus diperhatikan penempatan wadah agar cukup mendapat cahaya. bibit dimasukkan sebanyak 1/5-1/10 bagian. 19/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. sebanyak 10 ekor/ml. 2. ragi roti. e) Spirulina 1.ristek. 5-7 hari kemudian. sedangkan dari wadah 1 ton dapat digunakan sebagai pakan. Apabila campuran algae tidak bisa diberikan terus-menerus.Ragi laut (Rhodotorula) dapat juga diberikan sebagai makanan Brachionus. . Bibit Brachionus ditebar 4-5 hari setelah pemupukan.go.Brachionus yang diberi makan ragi laut mencapai kepadatan 80-120 ekor/ml dalam masa pemeliharaan 25 hari. sebanyak 10 ekor/ml. dan ditambah HCl untuk mencapai pH 4.Ragi laut dapat ditumbuhkan dengan memupuknya dengan 10 g gula. . dan tepung ganggang. Ragi laut dapat diperoleh dari saluran pembuangan pembenihan ikan dan udang laut. Makanan lainnya : tepung terigu. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton .Dalam wadah 200 ml.

Aerasi ditambah bila O2 < 2 mg/l dan pH < 7.Setelah berumur 4 minggu. http://www. 2. Produksi Telur .Minggu ke-5. 021 316 9166~69.Setelah Artemia dewasa kadar garam dinaikkan sampai 90 permil dengan cara menambah larutan garam pekat secara berangsur-angsur tiap hari. 1-2 minggu kemudian induk Artemia mulai mengandung telur. ditambah EDTA sampai kadarnya 25 mg/l dalam waktu 1 minggu. . 350. Kotoran yang mengendap pada dasar bak harus selalu disedot. Kadar O2. 20/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.go. Cara pemeliharaannya sama dengan usaha pembesaran. Alat penyaring air mulai dipasang dengan mata saringan yang berangsurangsur diperbesar sesuai umur Artemia. Benih berupa burayak tingkat nauplius instar I yang masih belum perlu makan dengan padat penebaran 1000-3000 ekor/l yang dilakukan pada senja hari. yaitu peningkatan kadar garam dan penurunan kadar O2 . kadar O2 diturunkan dengan cara memutuskan aerasi tiap 1 jam selama 10 menit. Produksi Nauplius 1. 3. Suhu yang baik adalah 25-30 derajat C. dan suhu air diamati secara rutin. Penebaran bibit Ciliata dilakukan setelah makanan tumbuh. 3. dan Artemia berumur < 2 minggu kekeruhannya 15-20 cm.5. suhu 25-30 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 250. .Cara pemeliharaannya sama dengan usaha pembesaran. dan 450 mikron. Artemia dewasa (>2 minggu) kekeruhannya 20-25 cm. Bak pemeliharaan ditutup plastik pada malam hari untuk mencegah fluktuasi suhu. Umur 3 minggu Artemia mulai kawin dan setiap 4-5 hari sekali akan beranak dengan jumlah 100-300 ekor. Fax.Kondisi lingkungan diusahakan agar Artemia dapat berkembang biak secara ovipar (bertelur). Hal. kadar O2 4 mg/l.TTG BUDIDAYA PERIKANAN mikron. Pemberian makan untuk umur 1-5 hari. 3. 4. Umur induk dapat mencapai 6 bulan. yaitu 200. 2. Usaha Pembesaran 1. Jumlah pemberian pakan ditentukan berdasarkan kekeruhan medium. M.5.id . Larutan dedak diwadahi kantong plastik berdasar kerucut dan diberi slang plastik yang dilengkapi kran untuk pemberian pakan. Kondisi lingkungan diusahakan agar Artemia dapat berkembang biak secara ovovivipar (melahirkan nauplius). Jl.ristek.5-8. .H. pH. yaitu ±1 minggu setelah persiapan wadah. . dan pH 7. Air medium ditambah 2 g/l NaHCO3 bila pH turun. h) Infusoria 1. 021 316 1952. ditandai dengan kekeruhan 15-20 cm dan untuk umur > 6 hari 20-25 cm. yaitu kadar garam 40-50 permil.

Fax. Makanan diberikan secara berkala yang terdiri dari ragi. 021 316 1952. Untuk membersihkan kotoran yang agak besar dilakukan dengan menampi. Dinding wadah yang ditumbuhi bakteri/lendir harus dibersihkan. i) Kutu Air 1.H. l) Ulat Hongkong 1. http://www. Kumbang berwarna agak keputihan. 2.id .ristek. 6. dilakukan pergantian air secara bertahap dengan menggunakan slang air. Pemasukan biibt dilakukan 18-24 jam sesudah pemupukan awal dengan padat penebaran 30 ekor/l. 3. ditandai dengan warna air medium yang berubah jadi keputih-putihan. Apabila medium budidaya berbau busuk. Sebutir telur itik direbus sampai masak. Masa pemeliharaan cacing sekitar 10 hari. kemudian kumbang dan membutuhkan makanan lebih banyak. Perkembangannya akan mencapai puncak dalam waktu 7-10 hari dengan kepadatan 3000-5000 ekor/l. 3. Jl. Makanan kutu air terdiri dari tumbuhan renik dan detritus. Umur induk hanya 1 bulan setelah bertelur. atau detritus kering yang berasal dari alam. Setelah 3 minggu kumbang bertelur sebanyak 1000 butir/ekor dan akan menetas 5-6 hari kemudian. 021 316 9166~69. Pembuatan Pakan Buatan Dalam menyusun ramuan untuk pakan buatan harus memperhatikan kadar zatzat dari masing-masing bahan baku dan disesuaikan dengan kebutuhan. 3. Ciliata dapat berkembang biak dalam waktu seminggu. Hal. 5. 2. Pembersihan tempat dilakukan bila media hidup berubah warna jadi agak hitam. kotoran kelinci dan susu bubuk. Ulat yang menetas baru terlihat setelah 2 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. kemudian diambil kuningnya dan dilarutkan dalam 200 ml air. terutama sawi putih/sayuran lain yang banyak kandungan airnya. Caranya dengan menyaring/mengayak sel media dan ulatnya dengan ukuran saringan tergantung ukuran ulat. Pemberian pakan tambahan berupa buah-buahan dan sayuran yang masih segar.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 2. 4. ulat berubah bentuk menjadi kepompong. 2. Pakan tambahan yang diberikan. a) Bentuk Larutan Emulsi 1. M. 21/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6.go. k) Cacing Tubifex Penebaran bibit dilakukan dalam lubang-lubang kecil di atas bedengan (petakan /blok) yang berjarak 10-15 cm dengan jumlah 10 ekor /lubang. kemudian berubah kehitam-hitaman.5. j) Jentik-jentik nyamuk 1. Dalam waktu 2 minggu.

Adonan yang masih kurang basah dapat ditambah air sedikit demi sedikit. 2.H. Bahan perekat dapat dicampur langsung dengan bahan lainnya saat masih kering. dicampurkan paling akhir. Roti yang sudah masak didinginkan dengan kipas angin. agar zat penghambat tumbuhnya hilang. Larutan sari kedele dan larutan sari kuning telur dicampur dan diaduk merata. dan tepung susu. bahan tersebut diseduh dulu dengan air mendidih sampai mengental seperti lem encer. c) Bentuk Roti Kukus 1. yaitu dengan melarutkannya dalam air melalui kain saringan halus yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran burayak yang akan diberi makan. 22/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Setelah itu bahan perekat dicampur dengan bahan-bahan lainnya. 2. 4. 4. Roti dapat disimpan dalam lemari es selama 3 hari. 3.id . Panaskan larutan sambil tetap diaduk. http://www. Vitamin B dan C dihaluskan. dibentuk menjadi gumpalan kecil-kecil. 3. tepung terigu. 021 316 1952. Sebelum digunakan sebaiknya dibuat suspensi. sampai diperoleh cairan kental seperti lem yang encer. Fax. Telur itik dikopyok sampai lumat dan berbuih. 5 g sagu. 4. sampil terus diaduk dan diberi air sedikit demi sedikit. Masa simpan larutan 10 jam dan digunakan untuk makanan burayak ikan yang berumur 3-20 hari. 2. Apabila bahan perekat dicampur langsung dengan bahan-bahan lainnya.go. Secara berangsur-angsur ditambahkan tepung ikan. M. b) Bentuk Larutan Suspensi 1. 3. Bahan untuk membuat pelet ada 2 macam.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 2. Bahan yang berupa pasta dicampurkan paling akhir. tambahkan 40 g tepung kedele halus. Larutan siap digunakan setelah dingin. kemudian disaring dengan kain mori halus. Sambil diaduk. yaitu berupa: tepung kering dan gumpalan (pasta). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. Bahan perekat yang dibuat adonan tersendiri. d) Bentuk Pellet 1. Jl. Pencampuran bahan dimulai dengan bahan yang jumlahnya sedikit dan diakhiri dengan bahan yang jumlahnya paling banyak. Bila disendirikan. atau disendirikan. 5. 021 316 9166~69. maka pembuatan adonan dilakukan dengan air panas sebanyak ± 1/4 Hal. kemudian dioleskan pada campuran vitamin dan antibiotik. Digunakan untuk makanan burayak. ditambah tetrasiklin yang telah dibuang kapsulnya dan beberapa tetes vitamin A+D-pleks dan Kalsidol. dan akhirnya 1 g vitamin. 3. 20 g kedele direbus sampai masak.ristek. dihaluskan dan diberi air sedikit demi sedikit. Telur itik diberi perlakukan serupa dan yang digunakan hanya bagian yang kuning. Roti kukus yang telah dingin. sambil diremas-remas sampai campuran merata. Adonan dikukus sampai masak selama 30 menit.

go. e) Bentuk Remah dan Tepung 1. Pelet basah yang telah dipotong-potong dijemur sampai kadar airnya 1020%. dioleskan tipistipis dan tipis-tipis di atas lempeng aluminium.Untuk benih berumur 40-80 hari. Pengadukan dilakukan di atas api kecil. Pengeringan dihentikan apabila pelet kering. dll. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. mata saringnya > 105 mikron. maka pencampurannya dilakukan setelah adonan dingin. Hama yang sering mengganggu adalah Brachionus. Tepung kasar dan halus dipisahkan dengan ayakan. 3. kemudian dipanggang sampai mengering dan akan mengelupas sendiri. berat bahan baku. Kuning telur ayam dikopyok sampai lumat. Selain itu air baru yang akan ditambahkan harus disaring dengan kain saringan 15 mikron. Adonan didinginkan di atas tampir. Besar kecilnya ukuran butiran tergantung kendor kencangnya setelan gigi-gigi penggilas alat penggiling. HAMA DAN PENYAKIT 7. Apabila menggunakan ragi. kemudian ditambah 20 gram tepung terigu. Lapisan yang telah mengelupas. Bahan baku yang telah dingin dicetak dengan penggiling daging dan akan diperoleh bentuk batangan-batangan. . mata saringnya 40-75 sampai 75-105 mikron. 021 316 9166~69. 8. Hal. Untuk memberantas hama tersebut dalam wadah 60 liter atau 1 ton dapat dilepas ikan mujair 4-5 ekor. 23/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Copepoda. sambil berangsur-angsur ditambah air 100 ml. keras dan mudah patah.1. . Jl. dikumpulkan.H. Untuk mencegah berkembangnya hama dan pengganggu. 2.Untuk benih berumur 20-40 hari.ristek. 6. 2. Pellet digiling lagi dengan penggiling kopi. Batangan basah tersebut dipotongpotong sepanjang 3 cm.id . Pengadukan adonan dilakukan sampai terjadi perubahan warna. Hama dan Penyakit Pakan Alami a) Chlorella 1.5 mg/l. http://www. f) Bentuk Lembaran 1.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 5. M. 021 316 1952. medium dibubuhi dengan larutan tembaga sulfat atau trusi (CuSO4) sebanyak 1. Fax. Dalam keadaan demikian mudah pecah-pecah menjadi kepingan-kepingan kecil. Adonan dipanaskan sambil terus diaduk sampai adonan mengental menjadi emulsiarutan emulsi yang masih panas dan encer. Keduanya berasal dari pellet yang sudah kering. 7. 2. 7. agar air tidak cepat dingin.

Ember diisi kerikil yang berukuran 2-5 mm dan pasir (d = 0. seperti : limbah industri. yang bagian bawahnya dipasang pipa PVC (d = 5 cm) yang berlubang-lubang kecil sebagai saluran pembuangan air. 8. c) Jentik-jentik nyamuk tari (Chironomus) dicegah dengan menutup bak dengan kasa nyamuk. terutama pestisida organoklorin. Pemanenan menggunakan alat penyaring pasir yang terbuat dari ember plastik 60 l. c) Dunaliella Cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal 1 ton. 021 316 9166~69. b) Kotoran-kotoran. budidaya dihentikan dan bak dikeringkan.id . http://www. Bila cendawan sudah banyak. koefisien keseragaman 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. antara lain : semut.H. Tinggi lapisan pasir ± 4/5 bagian dari jumlah seluruh isi pasir dan kerikil. Bila muncul Brachionus dan Ciliata. Hal. budidaya dihentikan dan kolam dicuci dengan larutan klorin 100 ml/m3 dan dikeringkan. d) Ulat Hongkong Hama yang mengganggu.2. kotoran dari mesin-mesin pengolahan.2 mm. c) Bahan kimia beracun yang secara alami terdapat dalam bahan baku. 7. d) Diatomae 1.TTG BUDIDAYA PERIKANAN b) Kutu Air 1. 2.go. M. 3. dan ± 8 cm diatas permukaan pasir dibuat lubang perluapan. Moina yang bergerombol di permukaan menunjukkan mutu medium menurun.80). Jl. cecak.ristek. b) Tetraselmis Cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal 1 ton. PANEN (Panen Pakan Alami) a) Chlorella Chlorella dipanen dari perairan masal 60 l/ 1 ton dan dapat langsung diumpankan pada ikan. 24/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Gangguan pada pakan buatan a) Bahan kimia yang sering mengotori bahan baku adalah obat-obatan pemberantas hama pertanian. Fax. dan tikus. 021 316 1952. 2. Pencegahan dilakukan dengan mengolesi wadah dengan minyak mesin (Oli). Cendawan yang meningkat pada hari ke-3.

4. e) Brachionus 1.go. 35-40 derajat C. Panen Brachionus dilakukan pada waktu kepadatannya mencapai 100 ekor/ml dalam jangka waktu 5-7 hari atau 2 minggu kemudian dengan kepadatan 500-700 ekor / ml.id . 2. dimana 1-2 jam sebelum penangkapan. . http://www.Cara penangkapan sama dengan produksi nauplius . Brachionus yang berkumpul di permukaan diseser dengan kain nilon no 200 / kain plankton 60 mikron.TTG BUDIDAYA PERIKANAN 3. h) Kutu Air Pemanenan dilakukan dengan menghentikan aerasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 2. 4. Hasil tangkapan dicuci bersih dan sudah dapat dimanfaatkan. f) Artemia 1. Produksi Nauplius Penangkapan dilakukan dengan memanfaatkan kotak keping penyaring yang dilengkapi saringan 200 mikron pada ujung pipa peluapannya. Panen total dilakukan dengan menyedot air dengan selang plastik dan disisakan 1/3 bagian kemudian disaring dengan kain nilon 200 atau kain plankton 60 mikron. Diatomae dari bak pemeliharaan dimasukkan ke dalam bak penyaring pasir dengan pompa air dan akan tersaring oleh lapisan pasir. ditandai dengan perubahan warna medium menjadi keputih-putihan.Telur dicuci bersih dan direndam 1 jam dalam larutan garam 115 permil.Penyimpanan dilakukan di kantong plastik yang diisi gas N2/kaleng hampa udara. Produksi Telur . 3. kemudian didiamkan.H. dikeringkan selama 24 jam. penyedotan dan penyaringan medium dengan saringan ukuran 200-250 mikron dan 800-1500 mikron untuk memisahkan dari jentik-jentik nyamuk. 25/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. aerasi dihentikan selama 30 menit. Dari lubang pengurasan dipompakan air yang akan menembus lapisan kerikil dan pasir dan meluapkan air beserta Diatomae melalui lubang peluapan kemudian ditampung dalam sebuah wadah. Nauplius diambil setelah yang terkumpul dalam jumlah banyak. 3. Hal. Panen sebagian dapat dilakukan selama 45 hari. Sebelum penangkapan. Usaha Pembesaran . 021 316 1952.ristek. Fax.Artemia dapat langsung dimanfaatkan atau disimpan dalam freezer. g) Infusoria Infusoria dipanen dalam waktu 1 minggu. 021 316 9166~69. Jl. air diaduk .Panen dilakukan pada umur 2 minggu dan ukuran Artemia mencapai 8 mm. M. lalu Artemia yang naik ke permukaan diserok dengan seser kain halus. .

Untuk memenuhi kebutuhan benih tersebut. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA 10. sehingga para pembenih ikan cenderung lebih menyukai pakan alami.1. sebagai pakan benih ikan. 10. 021 316 9166~69. j) Ulat Hongkong Pemanenan dilakukan jika larva ulat berumur 2 bulan dan berukuran 1. 2. setelah dikonsentratkan dengan plankton net. plate separate. sehingga masih terbuka kesempatan yang Hal.5-2 cm. 10. Akan tetapi. Fax. http://www. telah diterapkan teknologi manipulasi pembenihan. Panen total dilakukan apabila kondisi tanah dan medium tidak dapat menyediakan makanan lagi. Hal ini berarti kebutuhan benih semakin meningkat. Hal ini dirasa kurang praktis dan tidak ekonomis.go.id . Selama ini jenis pakan yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut adalah pakan buatan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel.H. Kebutuhan pakannya pun dipenuhi dari luar dengan maksud agar jumlah dan kualitas benih yang dihasilkannya bisa maksimal. sebagian besar dibuat sendiri dalam satu unit pembenihan. Gambaran Peluang Agribisnis Pakan ikan alami yang digunakan sebagai makanan benih ikan/udang. atau centrifuge. Jl.ristek. M. Panen dilakukan setelah 10 hari dengan cara memungutnya dengan tangan beserta lumpurnya.2. 9. 26/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. Analisis Usaha Budidaya Adanya kecenderungan peningkatan permintaan produksi perikanan mendorong berkembangnya usaha-usaha perikanan budidaya di Indonesia. b) Penyimpanan stok murni phytoplankton dilakukan dalam media cair/agar dan disimpan dalam lemari pendingin dengan masa simpan 1 bulan. Kebutuhan ini sulit terpenuhi. karena belum ada pengusaha yang menanamkan modalnya secara khusus dalam produksi pakan ikan alami. 021 316 1952. kemudian dicuci.TTG BUDIDAYA PERIKANAN i) Cacing Tubifex 1. PASCAPANEN (Pakan Alami) a) Hasil panen phytoplankton dapat langsung dimanfaatkan atau disimpan dalam bentuk basah/kering. Komponen penyusun pakan alami lebih lengkap. Caranya dengan menggunakan alat penyaring/ayakan dengan agak besar. jenis pakan buatan mempunyai banyak kekurangan dibandingkan pakan alami.

Volume 15. Tahun II. 1993 Skeletonema Bebas Parasit. 021 316 1952. Fax. Maret 2000 Sumber Editor : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan.id .go. A. 1995.ristek. dan Kurniastuty. 12. Penerbit Kanisius. Tel. A. 021 390 9829 . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 1999. 021 316 9166~69. Jl. Penerbit Penebar Swadaya. http://www. 1994. Untuk sementara waktu. Ulat Hongkong untuk Ikan Hias. Dalam Techner. Jl. Fax.H. 11. b) Anonimous. Volume 07. peneliti.Sunda Kelapa No. A. DAFTAR PUSTAKA a) Anonimuos. d) Isnansetya. Pakan Alami untuk Pembenihan Organisme Laut. sasaran utama produksi pakan ikan alami adalah para mahasiswa. M. 021 390 9829 Jakarta. 27/ 27 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6. c) Djariah. e) Mujiman. Jakarta. Tahun III. Bappenas : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Techner. atau perusahaan pembenihan udang. KONTAK HUBUNGAN Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS. 7 Jakarta. Teknik Kultur Phytoplankton dan Zooplankton.TTG BUDIDAYA PERIKANAN sangat luas untuk membuka usaha produksi ikan alami. Makanan Ikan. Pakan Ikan Alami. Tetapi dalam jangka panjang usaha ini memiliki prospek ekonomi yang baik. 1995. Penerbit Kanisius.B. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful