P. 1
RPP_TingkatKetelitianPeta_2011

RPP_TingkatKetelitianPeta_2011

|Views: 242|Likes:

More info:

Published by: Trikartika Heri Wardhana on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENGGUNAAN LAHAN
  • 2. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA KEMIRINGAN LERENG
  • 3. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA GEOLOGI
  • 4. SIMBOL DAN ATAU NOTASI, UNSUR-UNSUR PETA GEOMORFOLOGI
  • 5. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA FISIOGRAFI PERMUKAAN
  • 6. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA CURAH HUJAN
  • 7. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENUTUP LAHAN
  • 8. SIMBOL DAN ATAU NOTASI, UNSUR-UNSUR PETA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA
  • 9. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA RAWAN BENCANA
  • 10. SIMBOL DAN ATAU NOTASI, UNSUR-UNSUR PETA POTENSI BAIK DARAT MAUPUN LAUT
  • 11 SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PERTAHANAN DAN KEAMANAN

RANCANGAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010

TENTANG

TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK RENCANA TATA RUANG WILAYAH

BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL (BAKOSURTANAL)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN I DAFTAR LAMPIRAN II DAFTAR LAMPIRAN III BAB I KETENTUAN UMUM BAB II TUJUAN DAN LINGKUP BAB III KETELITIAN PETA LUARAN Bagian Pertama Umum ii iv iv iv 1 3 4 4

Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Paragraf 1 Umum Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Nasional Bagian Ketiga Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 1 Umum Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Provinsi Bagian Keempat Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 1 Umum Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 4 Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Bagian Kelima Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota Paragraf 4 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota Bagian Keenam Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan Bagian Ketujuh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Bagian Kedelapan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Bagian Kesembilan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bagian Kesepuluh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan 19 18 18 17 17 13 14 15 16 10 10 10 12 13 ……..7 7 8 9 4 4 5 6 6

ii

Bagian Kesebelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Bagian Ketigabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bagian Keempatbelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota BAB IV KETELITIAN PETA MASUKAN Bagian Pertama Umum Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Dasar Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Tematik BAB V METODE PROSES SPASIAL BAB VI PENGELOLAAN DATA GEOSPASIAL BAB VII PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS BAB VIII PERAN SERTA MASYARAKAT BAB IX KETENTUAN PERALIHAN BAB X KETENTUAN PENUTUP 20 21 21 22 24 26 29 30 31 31 31 20 19

iii

Simbol 9. Kode Unsur. Kode Unsur. Simbol. 5. Simbol 7. Simbol. Simbol 2. Simbol 3. 2. 4. 3. Kode Unsur. Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Sistem Perkotaan Sistem Jaringan Transportasi Sistem Jaringan Energi Sistem Jaringan Telekomunikasi Sistem Jaringan Sumberdaya Air Kawasan Lindung Kawasan Budidaya Kawasan Strategis Prasarana Lainnya DAFTAR LAMPIRAN II 1. 6. Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi dan dan dan dan dan dan dan dan dan Kode Unsur. 2. 9. Simbol. Simbol Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Penggunaan Lahan Kemiringan Lereng Geologi Geomorfologi Fisiografi Curah Hujan Penutup Lahan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Dasar Rawan Bencana Potensi Wilayah baik Darat maupun Laut Pertahanan dan Keamanan iv . Simbol. Simbol 6. Simbol. Simbol. Simbol 11. Simbol. Simbol 10. Kode Unsur. 7. Simbol. Kode Unsur. Simbol Simbol Simbol Simbol Simbol Simbol Dan Dan Dan Dan Dan Dan Atau Atau Atau Atau Atau Atau Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Hidrologi Permukiman Transportasi Batas Administrasi Relief Nama Rupabumi DAFTAR LAMPIRAN III 1. Kode Unsur. 3. 5. Simbol 5. Kode Unsur. Simbol. 8. 6. Simbol 8. Kode Unsur.DAFTAR LAMPIRAN I 1. Simbol 4. 4.

Skala minimal adalah skala peta dasar terkecil yang boleh digunakan dalam proses perencanaan tata ruang. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. . atau kerincian basis data. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68. TAHUN . warna.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725).. TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.. 2. 1 3. Skala adalah perbandingan jarak dalam suatu peta dengan jarak yang sama di muka bumi... dan kelengkapan muatan peta.. 4. Ketelitian peta adalah ketepatan. penyajian kartografis mencakup simbol... arsiran dan notasi. skala. kerincian dan kelengkapan data dan atau informasi georeferensi dan tematik.. akurasi. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG. 2. yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu.. Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang.. 5. format penyimpanan secara digital termasuk kode unsur. Mengingat: 1. Sistem referensi geometri adalah suatu sistem pemetaan tertentu yang dimaksudkan agar berbagai macam peta masukan dan peta luaran dapat diintegrasikan atau dipadukan satu sama lain. sehingga merupakan penggabungan dari sistem referensi geometri.

Semakin detil suatu basis data semakin banyak unsur-unsur yang ditampung. pada. Data Geospasial adalah data tentang lokasi geografis. 16. 8. 18. Spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi. pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan keruangan. Perencanaan tata ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala. Kelengkapan muatan peta adalah tingkat kedetilan unsur yang dipetakan yang disesuaikan dengan ketelitian geometri atau skala. Peta tematik adalah peta yang menggambarkan tema tertentu yang digunakan untuk pembuatan peta rencana tata ruang. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. Informasi Geospasial adalah data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan. 14. 20. 9. penomoran. yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan pada aspek administratif dan atau fungsional. 11. 12. 19. proyeksi dan georeferensi tertentu. Geodatabase adalah basis data geospasial yang digunakan untuk mengelola data geospasial dalam perencanaaan tata ruang. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya. yang berada di permukaan bumi. Geospasial adalah sifat keruangan yang menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah. Akurasi adalah ukuran kedekatan suatu informasi yang dipetakan dengan nilai sesungguhnya. 15. dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah. sehingga dapat dibaca dengan jelas. 2 . 13. atau di atas permukaan bumi. 17. letak dan posisinya. dimensi atau ukuran. tanpa memberikan arti ganda. pada. Format penyimpanan secara digital adalah cara komputer menyimpan data dan informasi spasial kedalam daftar unsur yang diberi kode penomoran unik. Peta dasar adalah peta yang menyajikan unsur-unsur alam dan atau buatan manusia. atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. Penyajian kartografis adalah cara menggambarkan data geospasial dan informasi geospasial pada media cetak maupun dalam media elektronik berikut penjelasan tentang legenda dan riwayat peta. 7. Kerincian basis data adalah tingkat kedetilan unsur-unsur alam dan buatan manusia yang ditampung dalam suatu sistem penyimpanan data dan informasi atau dikenal sebagai basis data.6. 10.

Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Template adalah cetakan digital sehingga data yang telah dikode dalam suatu kode unsur tertentu dapat secara otomatis ditampilkan sesuai spesifikasi simbolisasi tertentu. Pemerintah daerah adalah Gubernur. 28. pengelolaan data geospasial dan informasi geospasial untuk mencapai tingkat ketelitian sebagaimana dimaksud pada huruf a. acuan. Badan adalah Instansi Pemerintah yang diberi tugas dan wewenang di bidang survei dan pemetaan. BAB II TUJUAN DAN LINGKUP Pasal 2 Pengaturan tingkat ketelitian peta rencana tata ruang dimaksudkan untuk mewujudkan kesatuan sistem peta rencana tata ruang yang akurat. 23. Instansi yang mengadakan peta tematik adalah instansi baik di tingkat pusat maupun daerah. unsur buatan manusia dan/atau tema tertentu dalam bentuk garis. organisasi. Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. 25. 24. Penyelenggara penataan ruang adalah Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah. dan d. entitas. sitasi. 3 . b dan c. kualitas. 29. waktu. ketelitian peta luaran. Metadata adalah informasi singkat atas data geospasial yang berisi minimal identifikasi. Delineasi adalah cara menggambarkan batas unsur alam. c. dan acuan data. 26. Bupati. Instansi yang bertanggung jawab adalah instansi yang diberi tugas di bidang survei dan pemetaan. Pasal 3 Ketelitian peta rencana tata ruang meliputi: a. metode proses spasial. ketelitian peta masukan. distribusi. 22.21. 27. b. yang tugas dan fungsinya mengadakan peta tematik.

4 . b. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW-Kota). peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten (RDTR-Kab). peta rencana umum tata ruang.000 yang mencakup Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.000. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan (RTR-Perdesaan). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR-KSN). Pasal 5 Peta rencana umum tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. Pasal 6 Peta rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b terdiri dari: a. (2) Peta luaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a terdiri dari: a. e. peta Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTR-Kota). dan b.BAB III KETELITIAN PETA LUARAN Bagian Pertama Umum Pasal 4 (1) Peta luaran merupakan peta hasil proses perencanaan tata ruang yang mengolah berbagai data dari peta masukan dengan suatu metode proses tertentu. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRW-Kab). c. dan d. b. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTR-KSProv). peta rencana rinci tata ruang. f. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RTR-Perkotaan). Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Paragraf 1 Umum Pasal 7 Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a digambarkan pada peta dasar skala minimal 1:1. peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan (RTR-P/K). c. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). d. h. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota (RTR-KSKota). peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW-Prov). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (RTR-KSKab). dan i. g.

jaringan transportasi laut. Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). dan c. peta Sebaran Kawasan Strategis Nasional. c. b. jaringan transportasi darat. c. dan b. sistem jaringan sumberdaya air nasional. b. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional Pasal 9 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a memuat: a.Pasal 8 Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a meliputi: a. peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional. pembangkit tenaga listrik. b. dan c. (4) Sistem jaringan telekomunikasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf d dapat berupa: a. sistem jaringan transportasi nasional. (2) Sistem jaringan transportasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b terdiri dari: a. (3) Sistem jaringan energi nasional. jaringan listrik. jaringan satelit berupa satelit komunikasi dan stasiun bumi. (3) Sistem jaringan energi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c terdiri dari: a. jaringan transportasi udara. Pasal 10 (1) Sistem perkotaan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a terdiri dari: a. sistem perkotaan nasional. (2) Sistem perkotaan nasional dan sistem jaringan transportasi nasional harus digambarkan pada satu cakupan peta wilayah nasional secara utuh. jaringan pipa minyak dan gas bumi. sistem jaringan energi nasional. b. sistem jaringan telekomunikasi nasional dan sistem jaringan sumberdaya air nasional digambarkan pada satu cakupan peta wilayah nasional dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. b. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). dan d. sistem jaringan telekomunikasi nasional. peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional. dan e. jaringan terestrial. 5 . d. dan c. Pusat Kegiatan Nasional (PKN).

c. sistem sumber daya air pada setiap wilayah sungai. e. 6 . (2) Kawasan budidaya bernilai strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b terdiri dari: a. e. Pasal 12 (1) Kawasan lindung nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a terdiri dari: a. kawasan perlindungan setempat. b. kawasan lindung geologi. kawasan peruntukan lainnya. dan b. h. kawasan pariwisata. (3) Dalam hal kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk delineasi karena terlalu kecil penggambarannya disajikan dalam bentuk simbol. kawasan pelestarian alam. kawasan budidaya. c. kawasan lindung lainnya. cekungan air tanah. d. Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Nasional Pasal 13 Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah nasional secara utuh. kawasan lindung. kawasan permukiman. d. kawasan pertambangan. g. jaringan sungai. kawasan hutan produksi. kawasan industri. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional Pasal 11 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b terdiri dari: a. dan f. b. kawasan perkebunan. suaka alam dan cagar budaya. c. d. kawasan pertanian pangan. kanal besar.(5) Sistem jaringan sumber daya air nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf e terdiri dari: a. b. kawasan perikanan. dan e. f. kawasan hutan rakyat. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya. bendungan besar. dan j. kawasan rawan bencana alam. i.

kawasan strategis dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. kawasan strategis dari sudut pertumbuhan ekonomi. (3) Untuk provinsi yang memiliki wilayah pesisir dan laut dapat dilengkapi dengan data batimetri.Pasal 14 Kawasan strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c terdiri dari: a. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi. Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi provinsi. b. c. b. (2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi selain memuat yang ada pada peta Struktur Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. b. Pasal 16 Peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b terdiri dari: a. Bagian Ketiga Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 1 Umum Pasal 15 (1) Peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 250. (2) Peta RTRW-Prov mencakup wilayah daratan dan perairan provinsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. kawasan strategis dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. 7 . dan c. kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan. dan e. (4) Peta RTRW-Prov disusun setelah melalui proses koordinasi dengan provinsi yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah provinsi yang berbatasan dalam koridor 5 kilometer sepanjang garis perbatasan. kawasan strategis dari sudut sosial dan budaya.000. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi Pasal 17 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a harus menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional yang ada di wilayah provinsi. Peta Sebaran Kawasan Strategis Provinsi. d. sistem perkotaan provinsi.

pembangkit tenaga listrik provinsi. jaringan sungai. sistem prasarana wilayah lainnya yang terdiri dari jaringan energi provinsi. jaringan transportasi laut. jaringan terestrial. (3) Jaringan sumberdaya air provinsi terdiri dari: a. dan c. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. e.c. cekungan air tanah lintas kabupaten/kota. b. fasilitas air bersih. Pasal 18 Sistem perkotaan wilayah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. jaringan telekomunikasi provinsi. dan c. wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang ditetapkan provinsi. d. Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp). dan b. waduk penampungan air besar. jaringan transportasi darat. Pasal 20 (1) Jaringan energi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi Pasal 21 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf b harus sesuai dengan rencana pola ruang yang ditetapkan dalam RTRWN dan rencana rincinya untuk pola ruang dalam RTRWN yang berada dalam wilayah provinsi. 8 . b. kanal besar. dan g. (3) Sistem perkotaan dan sistem prasarana utama harus digambarkan pada satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh. jaringan transportasi udara. bendungan. dan jaringan sumberdaya air provinsi. jaringan satelit. dan b. c. (2) Jaringan telekomunikasi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf d terdiri dari: a. b. Pasal 19 Jaringan transportasi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. f. Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp). sistem prasarana listrik provinsi.

(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. tidak perlu dipetakan dalam peta pola ruang wilayah provinsi. kawasan budidaya. d. huruf a (2) Kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf b terdiri dari: a. i. c. e. 9 . Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Provinsi Pasal 24 (1) Sebaran Kawasan Strategis Nasional yang berada dalam wilayah provinsi dan Kawasan Strategis Provinsi harus digambarkan dalam peta Penetapan Kawasan Strategis Provinsi. kawasan peruntukan hutan produksi. kawasan peruntukan industri. kawasan perlindungan setempat. kawasan hutan rakyat. kawasan peruntukan pertambangan. dan b. c. kawasan hutan lindung. b. kawasan peruntukan permukiman. b. f. kawasan lindung geologi. namun tetap dijelaskan dalam rencana pola ruang pada Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi. dan j. d. (3) Untuk peruntukan pola ruang yang relatif kecil. (2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar nasional. kawasan pelestarian alam dan cagar budaya. g. kawasan rawan bencana alam. kawasan lindung. kawasan peruntukan lainnya. kawasan peruntukan perkebunan. f. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya. e. kawasan suaka alam. kawasan peruntukan pertanian. Pasal 22 (1) Kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) terdiri dari: a. (2) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah provinsi secara keseluruhan. kawasan peruntukan perikanan. g. kawasan peruntukan pariwisata. dan h. Pasal 23 (1) Kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 yang tidak dapat dipetakan dalam bentuk delineasi karena terlalu kecil digambarkan dalam bentuk simbol. kawasan lindung lainnya. h.

10 . kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya. e. kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. (2) Peta RTRW-Kab mencakup wilayah daratan dan perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. b. Bagian Keempat Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 1 Umum Pasal 26 (1) Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c digambarkan pada peta dasar skala minimal 1: 50.Pasal 25 Peta Kawasan Strategis Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c terdiri dari: a. d. Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten. (4) Peta RTRW-Kab disusun setelah melalui proses koordinasi dengan kabupaten/kota lain yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah kabupaten/kota lain yang berbatasan dalam koridor minimal 7 Pasal 27 Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c meliputi: a. kawasan strategis provinsi lainnya. Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten. kabupaten (3) Untuk wilayah kabupaten yang memiliki wilayah pesisir dan laut perlu dilengkapi dengan data batimetri. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 28 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf a harus menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kabupaten. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten. atau f. kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. c. kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi. b.000. dan c. kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah provinsi.

Pasal 29 Sistem perkotaan wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. dan sistem prasarana lainnya. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah kabupaten secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. pusat kegiatan lokal promosi (PKLp). b. Pasal 30 (1) Jaringan transportasi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. (3) Sistem perkotaan dan sistem prasarana utama digambarkan pada satu lembar peta wilayah kabupaten secara utuh. jaringan sumberdaya air wilayah kabupaten. jaringan rel kereta api. jaringan listrik. dan c. infrastruktur telepon nirkabel antara lain lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS). infrastruktur telekomunikasi yang berupa jaringan kabel telepon. pusat pelayanan kawasan (PPK). jaringan transportasi darat yang mencakup jaringan jalan. jaringan pipa minyak dan gas bumi. sistem prasarana wilayah lainnya berupa jaringan energi wilayah kabupaten. jaringan transportasi udara yang mencakup bandar udara dan ruang udara untuk penerbangan. pusat pelayanan lingkungan (PPL). pembangkit tenaga listrik. (2) Sistem jaringan jalan harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya. c. jaringan telekomunikasi satelit pada wilayah terpencil. danau dan penyeberangan.(2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten selain menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. dan c. sistem perkotaan wilayah kabupaten. jaringan transportasi laut yang mencakup pelabuhan dan alur pelayaran. (3) Jaringan sumberdaya air wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf c berupa: 11 . b. jaringan telekomunikasi wilayah kabupaten. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi wilayah kabupaten. dan jaringan sungai. Pasal 31 (1) Jaringan energi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. b. (2) Jaringan telekomunikasi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf d terdiri dari: a. b. dan c. b. dan c.

(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten selain memuat unsur peta Pola Ruang Wilayah Nasional dan peta Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a.dan e. dan b. (4) Rencana pola ruang wilayah kabupaten meliputi kabupaten yang meliputi ruang darat. pasar moderen. jaringan irigasi. rumah sakit tipe C. c. e. b. Kawasan rawan bencana alam. dan g. wilayah sungai kabupaten. prasarana olah raga dan rekreasi skala wilayah dan kabupaten. laut dan udara. wilayah administrasi (5) Rencana pola ruang wilayah kabupaten dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar. c. e. (3) Deliniasi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dipetakan dalam rencana pola ruang kabupaten dirinci sesuai dengan kawasan peruntukannya. pendidikan menengah skala kabupaten. Pasal 33 Kawasan lindung kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf b terdiri dari: a. jaringan air baku untuk air bersih. dan lintas kabupaten/kota yang berada pada wilayah kabupaten bersangkutan. 12 . prasarana ekonomi skala wilayah dan kabupaten berupa pasar tradisional. f. jaringan air bersih ke kelompok pengguna. Kawasan lindung geologi. b. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 32 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf c harus menggambarkan rencana pola ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi yang ada di wilayah kabupaten. Kawasan suaka alam. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA). prasarana kesehatan berupa rumah sakit tipe B. Kawasan perlindungan setempat. b. Sistem Pengolahan Limbah Padat. Sistem Pengolahan Limbah Cair. Prasarana pendidikan berupa pendidikan tinggi skala wilayah dan kabupaten. dan f. d. pelestarian alam dan cagar budaya. (4) Sistem prasarana wilayah kabupaten lainnya berupa: a. jaringan sumber daya air lintas negara. d.a. parasarana lingkungan berupa Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPS). c. sistem pengendalian banjir wilayah kabupaten. kawasan budidaya kabupaten. Kawasan hutan lindung. d. kawasan lindung kabupaten. Kawasan lindung lainnya. lintas provinsi.

d. kawasan hutan rakyat. f. kawasan peruntukan hutan produksi. (2) Peta RTRW-Kota mencakup wilayah daratan dan perairan dengan batasan 4 (empat) mil laut diukur dari garis pantai di wilayah kota atau sampai batas negara yang disepakati secara internasional apabila kota terkait berbatasan laut dengan negara lain. c. 13 . Paragraf 4 Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 35 (1) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kabupaten secara utuh. kawasan peruntukan perikanan. kawasan strategis kabupaten dari sudut sosial dan budaya. kawasan strategis kabupaten dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Bagian Kelima Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Paragraf 1 Umum Pasal 37 (1) Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 25. g. b. kawasan strategis kabupaten dari sudut pertumbuhan ekonomi. d. dan j. e. kawasan peruntukan permukiman. (2) Pada peta kawasan strategis kabupaten harus digambarkan delineasi kawasan strategis nasional dan delineasi kawasan strategis provinsi yang berada di dalam wilayah kabupaten bersangkutan. c. b. kawasan peruntukan pertanian. kawasan andalan kabupaten. Pasal 36 Peta Kawasan Strategis Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf d memuat: a. i. kawasan peruntukan industri. kawasan peruntukan perkebunan.Pasal 34 Kawasan budidaya bernilai strategis kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf c terdiri dari: a.000. kawasan peruntukan lainnya. kawasan peruntukan pariwisata. h. kawasan strategis kabupaten dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. kawasan peruntukan pertambangan. dan e.

14 . dan c. b. infrastruktur perkotaan dan sistem prasarana lainnya. b.(3) Untuk wilayah kota yang memiliki wilayah pesisir dan laut perlu dilengkapi dengan data batimetri. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota. sistem prasarana wilayah lainnya berupa jaringan energi wilayah kota. Peta Penetapan Kawasan Strategis Kota. jaringan sumberdaya air wilayah kota. (2) Sistem pusat-pusat pelayanan dan sistem prasarana utama harus digambarkan pada satu cakupan peta wilayah kota secara utuh. Pasal 38 Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d meliputi: a. jaringan telekomunikasi wilayah kota. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota Pasal 39 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf a menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kota. pusat kota. pusat lingkungan. dan c. (5) Sistem jaringan prasarana jalan harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya. (3) Rencana struktur ruang wilayah kota harus menggambarkan jaringan jalan yang berada dalam wilayah kota yang menjadi kewenangan kota dan jalan primer yang melalui kota tersebut. Pasal 40 (1) Pusat pelayanan di wilayah kota merupakan pusat pelayanan sosial. Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah kota secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi wilayah kota. c. (4) Peta RTRW-Kota disusun setelah melalui proses koordinasi dengan kabupaten/kota lain yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah kabupaten/kota lain yang berbatasan dalam koridor minimal 2 kilometer sepanjang garis perbatasan. sub-pusat kota. yang meliputi: a. pusat pelayanan wilayah kota. dan/atau administrasi masyarakat yang melayani wilayah kota dan regional. (2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota selain memuat yang ada pada peta Struktur Ruang Wilayah Nasional dan peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. b. ekonomi.

jaringan rel kereta api. b. d. (3) Jaringan sumberdaya air wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. Pasal 42 (1) Jaringan energi wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. dan jaringan sungai.Pasal 41 Jaringan transportasi wilayah kota dalam Pasal 39 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. jaringan transportasi darat yang mencakup jaringan jalan. pembangkit tenaga listrik. dan lintas kabupaten/kota yang berada pada wilayah kota bersangkutan. jaringan transportasi laut wilayah kota yang mencakup pelabuhan dan alur pelayaran. d. wilayah sungai di wilayah kota. sistem jaringan sumber daya air lintas negara. c. pengelolaan air limbah. dan e. dan c. jalur evakuasi bencana. b. dan b. situ. c. (2) Jaringan telekomunikasi wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan jalan pejalan kaki. b. lintas provinsi. termasuk waduk. e. jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kota. sistem drainase kota. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota Pasal 43 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf c harus menggambarkan rencana pola ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi yang ada di wilayah kabupaten. sistem jaringan irigasi yang berfungsi mendukung kegiatan pertanian di wilayah kota. jaringan transportasi udara wilayah kota yang mencakup bandar udara dan ruang udara untuk penerbangan. sistem persampahan. 15 . (4) Infrastruktur perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c meliputi: a. sistem pengendalian banjir di wilayah kota. dan embung pada wilayah kota. sistem jaringan air baku untuk air bersih. b. dan f. jaringan listrik wilayah kota. jaringan telepon fixed line dan lokasi pusat automatisasi sambungan telepon. prasarana penyediaan air minum kota. Infrastruktur telepon nirkabel berupa lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS). danau dan penyeberangan. dan c.

unsur kawasan strategis kota dari sudut pertumbuhan ekonomi. dan i. c. f. kawasan budidaya bernilai strategis kota. Pasal 45 Kawasan budidaya kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf e terdiri dari: a. kawasan perlindungan setempat. kawasan rawan bencana alam. kawasan peruntukan lainnya. dan b. e. dan g. kawasan lindung kota. taman Rukun Warga. kawasan ruang terbuka non hijau. b. f. taman kota dan taman permakaman. kawasan peruntukan ruang bagi kegiatan sektor informal. Pasal 44 Kawasan lindung kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf d dapat berupa: a. e. (3) Rencana pola ruang wilayah kota dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar nasional atau mengikuti ketentuan Badan. b. kawasan lindung lainnya. kawasan suaka alam dan cagar budaya. kawasan pariwisata. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. kawasan ruang evakuasi bencana. ruang terbuka hijau (RTH) kota. c. kawasan perkantoran. (2) Pada peta kawasan strategis kota harus digambarkan delineasi kawasan strategis nasional dan delineasi kawasan strategis provinsi yang berada di dalam wilayah kota bersangkutan. kawasan industri. Pasal 47 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf e memuat: a. Paragraf 4 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota Pasal 46 (1) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kota secara utuh. kawasan perumahan. kawasan perdagangan dan jasa. 16 . h. d.(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota selain memuat unsur peta Pola Ruang Wilayah Nasional dan peta Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. g. d. hutan lindung. yang antara lain meliputi taman Rukun Tetangga.

kawasan strategis nasional dari sudut sosial dan budaya. kawasan strategis nasional dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. Bagian Keenam Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan Pasal 48 (1) Peta RTR-P/K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a digambarkan pada peta dasar skala minimal 1: 500. peta Rencana Struktur Ruang Pulau/Kepulauan. (2) Peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau kebutuhan kedetilannya. Pasal 52 Peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b memuat: a. d. 17 . Bagian Ketujuh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Pasal 51 (1) Peta RTR-KSN merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Nasional dalam RTRWN. unsur kawasan strategis kota dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. (2) Peta RTR-P/K mencakup wilayah daratan dan perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. c. kawasan strategis nasional dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. c. Pasal 50 Unsur-unsur Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-P/K. kawasan strategis dari sudut pertahanan dan keamanan. kawasan andalan kota. unsur kawasan strategis kota dari sudut sosial dan budaya. dan/atau e. b. unsur kawasan strategis kota dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. peta Sebaran Kawasan Strategis Pulau/Kepulauan. b. dan c. Pasal 49 Peta RTR-P/K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a meliputi: a. dan e.000.b. kawasan strategis nasional dari sudut pertumbuhan ekonomi. peta Rencana Pola Ruang Pulau/Kepulauan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. d.

(2) Peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau kebutuhan kedetilannya. Pasal 57 (1) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf b merupakan alat koordinasi antar wilayah kabupaten/kota. kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. Pasal 56 (1) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf a merupakan rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. dan d. kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi. Pasal 54 Peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c memuat a. kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya. Bagian Kesembilan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Pasal 55 Rencana tata ruang kawasan perkotaan dapat berupa: a. (2) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar atau wilayah dengan skala minimal 1:10. atau b. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.000.Bagian Kedelapan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Pasal 53 (1) Peta RTR-KSProv merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Provinsi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. kawasan perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. 18 . kawasan yang secara fungsional berciri perkotaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten/kota pada satu atau lebih wilayah provinsi. c. b.

Bagian Kesebelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 61 (1) Peta RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Kabupaten dalam RTRW-Kab. atau b. kawasan perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perdesaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi.000. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat berlaku mutatis mutandis untuk Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan. Pasal 60 (1) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam merupakan alat koordinasi antar wilayah kabupaten. (4) Sistem Pusat Kegiatan pada Peta RTR-Perkotaan harus menunjukkan dengan jelas kota inti dan kota satelit. kawasan yang secara fungsional berciri perdesaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi. Pasal 59 (1) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam merupakan rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten. Pasal 58 huruf a (2) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1:10. Bagian Kesepuluh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan Pasal 58 Rencana tata ruang kawasan perdesaan dapat berupa: a.000. 19 . (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. Pasal 58 huruf b (2) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 50.000.(2) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar atau wilayah dengan skala minimal 1: 50. (2) Peta RTR-KSKab digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan.

Pasal 64 Peta RTR-KSKota memuat unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dengan tingkat kedetilan geometri sesuai dengan skala yang ditetapkan. Bagian Keempatbelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota 20 . (2) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. Bagian Keduabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota Pasal 63 (1) Peta RTR-KSKota Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf g merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota dalam RTRW-Kota. Pasal 66 Unsur-unsur Peta RDTR-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf h. simbolisasi dan/atau notasi. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. dan penggambarannya secara kartografis diatur dengan Peraturan Menteri. kode unsur digital. (2) Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. Bagian Ketigabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Pasal 65 (1) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf h mencakup kawasan diluar RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesebelas.(3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. Pasal 62 Peta RTR-KSKab memuat unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dengan tingkat kedetilan geometri sesuai dengan skala yang ditetapkan.

Pasal 67 (1) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf i mencakup kawasan diluar RTR-KSKota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keduabelas. (2) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kota digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedelapan. BAB IV KETELITIAN PETA MASUKAN Bagian Pertama Umum Pasal 70 (1) Peta masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b merupakan data atau peta yang digunakan untuk proses perencanaan tata ruang dengan metode proses tertentu. peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima. peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Bagian Ketiga. dan peta RTR-KSKota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keduabelas digambarkan dengan kode. (2) Peta masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. peta RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesebelas. peta RTRP/K sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keenam. peta tematik. (2) Dalam hal unsur-unsur peta tidak terdapat pada Lampiran I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan instansi terkait. kode unsur digital. peta RTRPerdesaan sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesepuluh. Pasal 69 (1) Unsur-unsur peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua. peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesembilan. Pasal 68 Unsur-unsur Peta RDTR-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf i. peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Ketujuh. dan penggambarannya secara kartografis diatur dengan Peraturan Menteri yang membidangi tata ruang nasional. dan b. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. simbolisasi dan/atau notasi. 21 . peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat. peta dasar. simbol dan atau notasi pada Lampiran I Peraturan Pemerintah ini.

1: 5. danau. pelabuhan. bandar udara.000. Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Dasar Pasal 72 Peta dasar yang digunakan untuk perencanaan tata ruang harus memenuhi kriteria: a. atau g. 1: 10.000. c. dan/atau e. akurasi pengukuran minimal.000. c.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf a memuat unsur-unsur: a. hipsograf.000. 1: 500. dan nama-nama rupabumi sesuai dengan kenampakan rupabumi di tempat tersebut. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. Pasal 75 Peta dasar dengan skala 1: 500. dan b. dan kerincian data minimal yang digunakan untuk merekonstruksi informasi di muka bumi dengan benar. d. batas kabupaten/kota. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 100 meter. d. 1: 50. jaringan transportasi berupa jalan tol.Pasal 71 (1) Peta masukan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 huruf b. Pasal 73 Peta dasar untuk penyusunan peta rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) huruf a menggunakan skala minimal: a.000. memiliki unsur-unsur: perairan. sistem referensi geometri minimal yang harus dimiliki. jalan arteri. memiliki skala sekurang-kurangnya sama atau lebih besar dari peta rencana tata ruang yang akan dibuat.000. batas provinsi. batas administrasi berupa batas negara. (2) Tingkat ketelitian geometri peta masukan meliputi: a. permukiman. jalan kolektor. 1: 250. harus memiliki ketelitian peta yang pasti sesuai karakteristiknya.000.000. sungai. Pasal 74 Peta dasar dengan skala 1:1. e. jaringan transportasi. garis pantai. skala peta minimal. dan b.000.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf b memuat unsur-unsur: 22 . nama rupabumi/toponim. 1: 1. 1: 25. b. batas administrasi. f. b. jalur kereta api. permukiman berupa kota.

garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 25 meter dan titik ketinggian.5 meter. jaringan transportasi berupa jalan tol. jalan kolektor. pelabuhan. b. jalan arteri. nama rupabumi/toponim. bandar udara. permukiman. dan/atau f. danau. dan/atau e.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf f memuat unsur-unsur: a. nama rupabumi/toponim. danau. d. jalur kereta api.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf e memuat unsur-unsur: a. permukiman berupa kota. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. e. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 2. batas administrasi berupa batas negara. danau. jalan kolektor. sungai. permukiman. bandar udara dan pelabuhan. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 12.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf c memuat unsur-unsur: a. batas kecamatan/distrik. nama rupabumi/toponim. Pasal 78 Peta dasar dengan skala 1: 25.5 meter dan titik ketinggian. sungai. b. batas kabupaten/kota. c. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 50 meter. batas kabupaten/kota. jaringan transportasi berupa jalan tol. batas provinsi. c. sungai. jalan arteri. e. batas provinsi. b. jalan kolektor. garis pantai. 23 . garis pantai. d. Pasal 76 Peta dasar dengan skala 1: 250. batas provinsi. jalan kolektor. jalur kereta api. nama rupabumi/toponim. c. jaringan transportasi berupa jalan tol. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 25 meter.a. batas administrasi berupa batas negara. pelabuhan. jalan arteri. batas administrasi berupa batas negara. garis pantai. d. d. bandar udara. dan/atau f. jalan arteri. batas provinsi. b. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 100 meter dan titik ketinggian. bandar udara dan pelabuhan. batas administrasi berupa batas negara. danau. permukiman. garis pantai. sungai. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 5 meter. jaringan transportasi berupa jalan tol. batas kabupaten/kota. jalur kereta api. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. Pasal 77 Peta dasar dengan skala 1: 50. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. batas kabupaten/kota. dan/atau f. e. jalur kereta api. batas kecamatan/distrik. c.

Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Tematik Pasal 83 (1) Peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) huruf b merupakan peta masukan yang digunakan untuk menyusun rencana tata ruang. dan/atau f. batas kabupaten/kota. jalan arteri. garis pantai. c. batas desa/kelurahan. saluran air. jalur kereta api. jalur kereta api. d. b. sungai. jalan kolektor. saluran air. danau. dan/atau f. terusan.5 meter. batas administrasi berupa batas negara. jalan lain. Pasal 82 Unsur-unsur peta dasar sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua peraturan ini digambarkan dengan kode. batas kecamatan/distrik. batas provinsi. sungai. jalan lain. jalan lokal. jalan setapak. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 2. danau.5 meter dan titik ketinggian. jalan lokal. 24 . batas kecamatan/distrik. e.Pasal 79 Peta dasar dengan skala 1:10. d. batas administrasi berupa batas negara. jalan kolektor. e. batas provinsi.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf g memuat unsur-unsur: a. penyelenggara penataan ruang dapat menggunakan sumber data spasial lain setelah mendapat persetujuan tertulis dari Badan. batas desa/kelurahan. jalan setapak. permukiman. garis pantai. terusan. Pasal 80 Peta dasar dengan skala 1: 5. bandar udara dan pelabuhan. bandar udara dan pelabuhan.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf h memuat unsur-unsur: a. b. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 1 meter. simbol dan atau notasi seperti pada Lampiran II Peraturan Pemerintah ini. batas kabupaten/kota. jalan arteri. jaringan transportasi berupa jalan tol. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 0. permukiman. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. jaringan transportasi berupa jalan tol. Pasal 81 Dalam hal peta dasar yang menjadi sumber tidak tersedia atau belum dimutakhirkan. nama rupabumi/toponim. nama rupabumi/toponim. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 5 meter dan titik ketinggian. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. c.

(2) Peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) minimal meliputi: a. 25 . peta ketersediaan prasarana dan sarana dasar. (3) Peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tingkat ketelitian dan penggambarannya secara kartografis mengikuti kaidah-kaidah. Pasal 84 (1) Peta tematik keseragaman. dan g. skala. unit pemetaan. (2) Dalam hal skala peta tematik untuk penyusunan tata ruang lebih kecil dari skala peta dasarnya. peta fisik. f. c. klasifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh instansi terkait. b. b. e. Pasal 85 Datum dan proyeksi peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf a harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk tingkat ketelitian peta dasar. instansi pemerintah penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. dan d. kriteria. peta ekonomi dan keuangan. peta potensi wilayah. (3) Unit pemetaan peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang disusun berdasarkan ketentuan pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. (2) Unit pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan hirarki rencana tata ruang dan/atau skala peta rencana tata ruang. peta kependudukan. peta administrasi. Pasal 86 (1) Skala peta tematik untuk penyusunan tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf b harus sama atau lebih besar dari skala peta dasar yang digunakan untuk penyusunan tata ruang. peta rawan bencana. datum dan proyeksi. untuk penyusunan rencana tata ruang harus memiliki (2) Keseragaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi keseragaman: a. tingkat klasifikasi. c. d. Pasal 87 (1) Unit pemetaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf c merupakan pembagian ruang terkecil atau hierarki terkecil dalam suatu peta tematik yang digunakan untuk menampilkan informasi tematik dalam penyusunan tata ruang.

BAB V METODE PROSES SPASIAL Pasal 89 (1) Metode proses spasial sebagaimana dimaksud dalam (2) Pasal 4 huruf c merupakan cara mengolah peta atau data masukan menjadi peta luaran. seluruh koordinat ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis. 26 . (4) Dalam hal tingkat klasifikasi peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3).(4) Dalam hal unit pemetaan peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pasal 88 (1) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf d merupakan cara pengelompokan tingkatan suatu tema secara kualitatif maupun kuantitatif. sistem grid Universal Transverse Mercator (UTM). (3) Dalam hal suatu wilayah dalam sistem UTM terletak pada lebih dari dua zona UTM. sistem generalisasi. sistem referensi menurut ketentuan Datum Geodesi Nasional 1995. sistem indeks peta luaran. (3) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun berdasarkan ketentuan pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. sistem kodefikasi digital. (2) Dalam hal suatu wilayah dalam sistem UTM terletak pada dua zona UTM yang berdampingan. d. (3) Metode proses spasial sebagaimana penyamaan: a. sistem referensi geometri. (2) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan hierarki rencana tata ruang dan/atau skala peta rencana tata ruang. dan c. seluruh koordinat terlebih dahulu ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis dan zona UTM yang dominan digunakan sebagai sistem proyeksi. sistem penyajian kartografis cetak. penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. sistem proyeksi Transverse Mercator (TM). dimaksud pada ayat (1) meliputi Pasal 90 (1) Sistem referensi geometri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf a yang digunakan untuk peta masukan dan peta luaran harus menggunakan: a. penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. b. dan e. c. b.

harus dilakukan transformasi. atau c. (3) Kombinasi dan penggabungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf c merupakan kegiatan penggabungan objek-objek dalam suatu peta ke dalam unsur dominan. peta yang sudah berbentuk basis data geospasial. (4) Pembesaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf d merupakan kegiatan menampilkan suatu objek di peta yang tidak dapat ditampilkan sesuai ukuran sebenarnya tetapi perlu dilakukan perbesaran ataupun simbolisasi sesuai spesifikasi yang ditetapkan. (2) Penyederhanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf b merupakan kegiatan menghilangkan sebagian bentuk ketidakaturan akibat proses pengecilan skala. kombinasi dan penggabungan. kodefikasi unsur tata ruang. Pasal 94 Sistem kodefikasi digital sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf d meliputi: a. b. (5) Peta masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: a. b. penyederhanaan. 27 . c. gambar peta cetakan hasil penggandaan secara optis. menggunakan rumusan yang memenuhi sayarat. seluruh peta luaran ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis. (6) Transformasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dan huruf b dengan rumusan yang minimal memenuhi syarat: a.(4) Dalam hal peta masukan belum memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pembesaran. dan d. gambar peta cetakan hasil pemindaian secara digital. Pasal 92 Generalisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf c adalah kegiatan a. tetapi tetap mempertahankan karakter dari garis itu sendiri. (5) Ketentuan teknis lebih lanjut tentang generalisasi diatur dengan Peraturan Kepala Badan. Pasal 91 Untuk keperluan pengelolaan data tata ruang secara nasional. atau grid yang berbeda dengan sistem nasional yang terpadu. tetapi mempunyai datum. proyeksi. sisa kesalahan atau residu maksimal yang diperbolehkan adalah 2 mm pada skala peta. Pasal 93 (1) Pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf a merupakan proses pemilihan objek elemen dengan mempertahankan ciri dan karakter aslinya. dan b. pemilihan.

dan b. Pasal 96 (1) Simbolisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b harus dibuat dalam suatu rangkaian simbol. arsiran ataupun notasi. maka pembagian lembar dan penomoran peta luaran harus disesuaikan dengan sistem indeks peta dasar nasional yang ditetapkan oleh Badan. pencetakan berupa mesin cetak. (2) Dalam hal suatu wilayah harus digambarkan menjadi beberapa lembar peta luaran. warna. (3) Daftar kode unsur baku dalam kodefikasi data dan template visualisasi untuk semua jenis peta dan skala ditetapkan dan disediakan oleh Badan. dan nama jenis peta luaran. semua peta harus dilengkapi dengan legenda dan indeks lokasi yang mengacu kepada indeks lokasi peta dasar pada skala yang sesuai. tinta cetak dan kertas cetak. (2) Simbolisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan model acuan yang akan menjamin keseragaman visualisasi. 28 . (4) Untuk simbolisasi dalam peta cetak. yang disusun dengan urutan kode wilayah administrasi. (3) Sistem indeks peta luaran merupakan penggabungan kode wilayah administrasi dan sistem indeks peta dasar nasional. Pasal 98 (1) Sistem penyajian kartografis cetak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf e meliputi: a. dan c. (2) Ketentuan tata cara sistem penyajian kartografis cetak diatur dengan Peraturan Kepala Badan. Pasal 97 (1) Sistem indeks peta luaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf d sesuai dengan kode wilayah administrasi yang ditetapkan oleh Instansi Pemerintah yang diberi tugas di bidang pemerintahan dalam negeri.b. deskripsi unsur tata ruang. Pasal 95 Kodefikasi unsur tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 untuk kepentingan pembangunan basisdata spasial harus disusun secara unik dan sistematik. simbolisasi unsur tata ruang. penggunaan lembar khusus. indeks peta dasar.

(3) Penyelenggara penataan ruang harus menyerahkan duplikat data digital ke Badan untuk tujuan: a. dan c. pengamanan. pengintegrasian secara nasional. alat bukti pada saat ada sengketa penataan ruang. b. penyimpanan. tidak dapat diubah atau dipalsukan. 29 . pengamanan.BAB VI PENGELOLAAN DATA GEOSPASIAL Pasal 99 (1) Pengelolaan data geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d disusun dalam sistem pengelolaan geodatabase sejak dari peta masukan. Pasal 101 (1) Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf b dilakukan untuk menjamin agar data geospasial: a. Peta tematik. tetap dapat digunakan. c. b. pemprosesan hingga peta luaran. aksesibilitas. (2) Penyelenggara penataan ruang harus membuka akses peta luaran dan peta masukan kepada masyarakat. dan b. b. (2) Penyimpanan data geospasial dalam bentuk digital menggunakan teknologi geodatabase yang dilengkapi dengan metadata. Pasal 100 (1) Penyimpanan data geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf a dilakukan dalam bentuk digital dan cetakan. Pasal 102 (1) Aksesibilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf c harus disediakan oleh penyelenggara penataan ruang. (4) Album peta sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri dari: a. Peta rencana tata ruang. (3) Penyimpanan data geospasial dalam bentuk cetakan disusun dalam suatu album peta minimal dalam ukuran A3. (2) Pengelolaan data geospasial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. dan c. (2) Setiap orang dilarang mengubah isi data geospasial yang telah ditetapkan tanpa sepengetahuan dan seizin penyelenggara penataan ruang. tidak rusak oleh keadaan. (3) Spesifikasi teknis mengenai sistem pengelolaan geodatabase sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur dengan Peraturan Kepala Badan.

BAB VII PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS Pasal 103 (1) Pengadaan peta dasar diselenggarakan oleh Instansi yang berwenang di bidang survei dan pemetaan. (2) Yang dimaksud teknis perpetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. mudah dan cuma-cuma melalui media elektronik. format penyimpanan secara digital termasuk kode unsur. Pasal 104 (1) Sebelum diajukan untuk mendapatkan persetujuan substansi. arsiran dan notasi. atau kerincian basis data. Peta Rencana Tata Ruang harus mendapatkan persetujuan teknis perpetaan dari Badan. Pasal 105 (1) Pembinaan teknis perpetaan untuk memelihara kualitas peta wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah diselenggarakan oleh Badan. b. dan e. sistem referensi geometri yang dipakai. (3) Provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah melakukan pembinaan kepada kabupaten/kota dalam lingkup wilayah provinsinya untuk menyelaraskan substansi peta-peta rencana tata ruangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.(3) Penyelenggara penataan ruang harus menyediakan fasilitas sehingga peta luaran dalam format digital yang tidak untuk diproses lanjut dapat diperoleh secara cepat. penyajian kartografis mencakup simbol. akurasi. dan kabupaten/kota (4) Pengadaan peta rencana tata ruang di kabupaten/kota diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota terkait. diselenggarakan oleh instansi yang (3) Pengadaan peta rencana tata ruang di provinsi diselenggarakan oleh pemerintah provinsi terkait. (5) Peta luaran dalam format cetakan dapat diperoleh dengan prosedur sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. (2) Pembinaan teknis untuk memelihara kualitas peta tematik sektoral diselenggarakan oleh instansi yang mengadakan peta tematik sektoral. c. (2) Pengadaan peta tematik sektoral mengadakan peta tematik sektoral. (4) Peta luaran format digital yang memungkinkan diproses lanjut dapat diperoleh dengan prosedur sesuai peraturan perundang-undangan. kelengkapan peta. 30 . d. warna. skala.

(4) Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional melakukan penyelarasan substansi peta-peta rencana tata ruang antar provinsi. selambat-lambatnya dalam lima tahun setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 108 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Pemerintah ini. Pasal 106 Pembinaan teknis dilakukan melalui: a. b. (2) Masyarakat berhak mengetahui peta-peta rencana tata ruang. 31 . (3) Penyelenggara harus menyajikan dan memberikan akses atas peta-peta itu ke masyarakat dalam media yang semudah-mudahnya dan semurah-murahnya dengan memanfaatkan teknologi informasi khususnya internet. Pengembangan keterpaduan dengan sistem jaringan data spasial nasional dalam penataan ruang wilayah. BAB VIII PERAN SERTA MASYARAKAT Pasal 107 (1) Masyarakat berhak mengetahui peta tematik melalui katalog peta tematik yang disusun oleh instansi yang mengadakan peta tematik. maka data geospasial yang telah ada harus disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini. pendidikan dan latihan atau bimbingan teknis. maka Peraturan pemerintah nomor 10 tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934) dinyatakan tidak berlaku. Pembinaan sumber daya manusia dengan sosialisasi. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 109 Pada saat berlakunya peraturan pemerintah ini.

NOMOR…… 32 .Pasal 110 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya. Disahkan di : Jakarta Pada tanggal : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di : Jakarta Pada tanggal : MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ………. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah ini hanya mengatur tentang ketelitian peta rencana tata ruang dan turunannya. wilayah daerah kota/kabupaten. oleh karena itu setiap jenis peta harus memiliki ketelitian peta yang pasti sesuai karakteristiknya. dan ruang udara yang terbagi dalam wilayah daerah propinsi. Peta wilayah tersebut di atas diturunkan dari peta dasar sedemikian rupa sehingga hanya memuat unsur-unsur rupa bumi yang diperlukan dari peta dasar. ruang lautan. menjadi dasar bagi pembuatan peta rencana tata ruang wilayah. sedangkan rencana tata ruang wilayah daerah propinsi. PENJELASAN UMUM Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menegaskan bahwa tingkat ketelitian peta rencana tata ruang diatur dengan peraturan pemerintah. Oleh karena ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi ruang daratan. maka peta rencana tata ruang wilayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan rencana tata ruang wilayah harus mengandung tingkat ketelitian yang sesuai dengan skala penggambarannya.. rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten. 33 . Proses penyusunan peta rencana tata ruang diawali dengan ketersediaan peta dasar. Selanjutnya peta rencana tata ruang itu digunakan sebagai media penggambaran peta-peta tematik. Sesuai dengan ruang lingkup pengaturannya.PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. kualitas pemanfaatan ruang ditentukan antara lain oleh tingkat ketelitian rencana tata ruang yang bentuknya digambarkan dalam peta rencana tata ruang yang disusun berdasarkan suatu sistem perpetaan yang disajikan berdasarkan pada unsur-unsur serta simbol dan atau notasinya yang dibakukan secara nasional. TAHUN 2010 TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG I. peta wilayah daerah propinsi. Peta-peta tematik menjadi bahan analisis dan proses síntesis penuangan rencana tata ruang wilayah dalam bentuk peta bagi penyusunan rencana tata ruang. Peta rencana tata ruang wilayah nasional ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Oleh karena rencana tata ruang wilayah tersebut berkekuatan hukum. Dengan kata lain. maka masing-masing rencana tata ruang wilayah tersebut secara berurutan digambarkan dalam peta wilayah negara Indonesia. peta wilayah daerah kabupaten. Rencana tata ruang dilaksanakan melalui proses perencanaan tata ruang yang menghasilkan antara lain peta rencana tata ruang. dan pengendalian pemanfaatan ruang agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peta rencana tata ruang. dan peta wilayah daerah kota. serta rencana tata ruang wilayah daerah kota ditetapkan dengan peraturan daerah masing-masing. dengan maksud agar peta wilayah tersebut tetap memiliki karakteristik ketelitian georeferensinya. pemanfaatan ruang berdasarkan hasil perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan. Peta dasar dengan segala karakteristik ketelitiannya. Penggambaran rencana tata ruang wilayah pada peta wilayah tersebut berwujud peta rencana tata ruang wilayah.

Pasal 4 Ayat (1) Yang dimaksud dengan ”metode proses tertentu” adalah cara mengolah data dan peta dari berbagai sumber dalam suatu sistem informasi geografis (SIG). nama sungai. serta unsurunsur kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan batas wilayah administrasi dan nama kota. benar. serta rencana tata ruang kawasan. permukiman. digambarkan dengan unsur alam seperti garis pantai. Yang dimaksud dengan “akurat” adalah data dan informasi peta tata ruang yang cermat. dokumentasi proses spasial maupun peta penyajiannya kedalam suatu struktur. kawasan perdesaan dan kawasan tertentu dalam rencana tata ruang wilayah nasional. Oleh karena dalam perencanaan tata ruang diperlukan data dan informasi tentang tema-tema tertentu yang berkaitan dengan sumber daya alam dan sumber daya buatan. Penggambaran unsur-unsur tersebut disesuaikan dengan keadaan di muka bumi dan pemanfaatan ruang yang direncanakan. format. 34 . dan rencana tata ruang wilayah kota. Ayat (2) Cukup jelas. dan nama laut. tepat. Pasal 2 Yang dimaksud dengan “sistem” adalah kumpulan substansi/bahan dan proses analisis untuk rencana tata ruang. kawasan budi daya.Alokasi pemanfaatan ruang untuk kawasan lindung. Huruf d Yang dimaksud dengan “pengelolaan data geospasial dan informasi geospasial” adalah cara penyimpanan data geospasial dan informasi geospasial yang digunakan. dan berkualitas. kawasan perkotaan. maka Peraturan Pemerintah ini erat kaitannya dengan peraturan perundang-undangan lain yang memuat ketentuan yang mengandung segi-segi penataan ruang. danau. dan kodefikasi. rencana tata ruang wilayah propinsi. Pasal 3 Huruf a Yang dimaksud dengan ”peta luaran” adalah peta-peta hasil rencana tata ruang. pelabuhan. rencana tata ruang wilayah kabupaten. bandar udara. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. sungai. II. Huruf c Yang dimaksud dengan ”metode proses spasial” adalah standar algoritma proses spasial atau keruangan dalam perencanaan untuk menghasilkan rekomendasi yang teliti yang akan dituangkan dalam rencana tata ruang. dan unsur buatan seperti jalan. Huruf b Yang dimaksud dengan ”peta masukan” adalah peta-peta dan/atau data yang dijadikan sebagai input untuk rencana tata ruang.

000 adalah 1:1.000.000.Pasal 5 Cukup jelas. terminal tipe A.000. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi darat” meliputi jaringan jalan dan terminal. Jaringan transportasi sungai.500. jalur kereta api bawah tanah. Pasal 6 Cukup jelas.000.000. danau dan penyeberangan berupa pelabuhan sungai. jalur kereta api jalur tunggal. Jaringan rel kereta api dan stasiun berupa stasiun kereta api. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “ digambarkan pada peta tersendiri” adalah sistem jaringan energi nasional. danau dan penyeberangan. jalur kereta api umum antar kota. pelabuhan penyeberangan lintas 35 . pelabuhan penyeberangan lintas antarprovinsi dan antarnegara. jalan strategis nasional.000” adalah bahwa skala yang diperbolehkan tidak boleh lebih kecil dari 1:1. Jaringan jalan dan terminal berupa jalan tol atau jalan bebas hambatan. pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten/kota. dan jaringan transportasi sungai. Contoh skala yang lebih kecil dari 1:1. jalan arteri primer. Pasal 8 Cukup jelas. jalan kolektor primer. jalur kereta api umum perkotaan. Jalur kereta api yang disebut di atas dapat berupa jalur kereta api jalur ganda. jalur kereta api khusus. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “satu cakupan wilayah nasional secara utuh” adalah bahwa sistem perkotaan nasional dan sistem jaringan transportasi nasional harus digambarkan dalam satu sistem kesatuan karena merupakan satu kesatuan alur pikir. Pasal 7 Yang dimaksud dengan ”skala minimal 1:1. alur pelayaran angkutan sungai. sistem jaringan telekomunikasi nasional dan sistem jaringan sumberdaya air nasional dapat digambarkan tersendiri secara terpisah dari peta struktur wilayah nasional apabila secara kartografis penggambarannya tidak memungkinkan. Pasal 10 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 9 Ayat (1) Cukup jelas. jalur kereta api layang. jalur kereta api atas tanah. jaringan rel kereta api dan stasiun. alur pelayaran angkutan danau. dan terminal tipe B. pelabuhan danau.

lintas penyeberangan antarnegara yang menghubungkan antarjaringan jalan pada kawasan perbatasan. pelabuhan nasional. lintas penyeberangan antarprovinsi yang menghubungkan antarjaringan jalan nasional dan antarjaringan jalur kereta api antarprovinsi. bandar udara umum bukan pusat penyebaran. jaringan pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional. pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” adalah berupa bandar udara umum pusat penyebaran primer. dan pembangkit listrik lainnya. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional. ruang udara di atas bandar udara. dan lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten/kota yang menghubungkan antarjaringan jalan kabupaten/kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten/kota. alur pelayaran internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. alur pelayaran nasional yang menghubungkan antarpelabuhan nasional. jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan listrik” adalah listrik dengan tegangan nominal lebih dari 35 KV berupa kawat saluran udara. pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). dan alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional. pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). dan kabel bawah laut. jaringan pelayaran internasional yang menghubungkan antara pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan internasional di negara lain. pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). dan/atau jaringan transmisi saluran udara tegangan rendah (SUTR). bandar udara umum pusat penyebaran sekunder. pelabuhan regional. pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). jaringan transmisi saluran udara tegangan menengah (SUTM). pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan internasional atau pelabuhan internasional hub. pelabuhan internasional. kabel bawah tanah. dan bandar udara umum pusat penyebaran tersier. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” mencakup pelabuhan internasional hub. Kawat saluran udara berupa jaringan transmisi saluran udara tegangan ultra tinggi (SUTUT). pelabuhan khusus. jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). bandar udara khusus. lintas penyeberangan antar kabupaten/kota yang menghubungkan antarjaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi. ruang udara di sekitar bandar udara. pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).dalam kabupaten/kota. Huruf c Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” dapat berupa pembangkit listrik tenaga air (PLTA). 36 .

kawasan pantai berhutan bakau. suaka alam dan cagar budaya” mencakup kawasan suaka alam. Huruf c Yang dimaksud dengan “cekungan air tanah” dapat berupa cekungan air tanah lintas negara dan cekungan air tanah lintas provinsi. Huruf d Yang dimaksud dengan “bendungan besar” adalah bangunan yang dibuat untuk membendung aliran air. jaringan serat optik. transmisi kabel laut. taman hutan raya.Ayat (4) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan terestrial” adalah berupa jaringan mikro digital. jaringan international. dan kawasan rawan banjir. sempadan sungai. Huruf e Yang dimaksud dengan “kanal besar” adalah bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan. taman nasional dan taman nasional laut. Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan rawan bencana alam” mencakup kawasan rawan tanah longsor. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. ruang terbuka hijau (termasuk di dalamnya hutan kota). dan kawasan resapan air. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. kawasan bergambut. kawasan rawan gelombang pasang. Huruf b Yang dimaksud dengan “sistem sumber daya air pada setiap wilayah sungai” adalah berupa batas sistem wilayah sungai lintas negara dan batas sistem wilayah sungai lintas provinsi. dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. 37 . jaringan kabel laut. kawasan sekitar mata air. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. kawasan sekitar waduk/danau. transmisi kabel laut (konstruksi). dan kawasan lindung keagamaan. Pasal 12 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” mencakup kawasan hutan lindung. kantor pos besar. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan pelestarian alam. Pasal 11 Cukup jelas. stasiun telepon otomat. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. cagar alam dan cagar alam laut. Huruf b Yang dimaksud dengan “stasiun bumi” adalah bangunan berfungsi sebagai stasiun telekomunikasi. dan kantor pos kecil.

dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah. kawasan pengungsian satwa. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan perikanan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan.Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan lindung geologi” mencakup kawasan cagar alam geologi. dan kawasan koridor bagi jenis satwa atau biota laut yang dilindungi. taman buru. daerah pembuangan amunisi 38 . adat atau ulayat. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan pertanian pangan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan. kawasan rawan bencana alam geologi. kawasan terumbu karang. Pasal 14 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis dari sudut pertahanan dan keamanan” berupa daerah latihan militer. kawasan perlindungan plasma nutfah. B dan C. Huruf j Cukup jelas. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan lindung lainnya” mencakup cagar biosfer. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan pertambangan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan yang secara ekonomis mempunyai potensi bahan tambang. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan hutan produksi” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan hutan rakyat” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi hutan yang dimiliki oleh rakyat. Huruf i Yang dimaksud dengan “kawasan permukiman” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi permukiman diluar kawasan lindung. Huruf h Yang dimaksud dengan “kawasan pariwisata” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi pariwisata. Huruf g Yang dimaksud dengan “kawasan industri” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi industri. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perkebunan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industri. Pasal 13 Cukup jelas. ramsar. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “terlalu kecil” adalah ukuran dari obyek yang digambarkan kurang dari 2 x 2 mm. mencakup bahan tambang golongan A.

kawasan yang diakui sebagai warisan dunia termasuk Taman Nasional Lorentz. kawasan pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai. atau kawasan tertinggal. kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. kawasan pendukung ketahanan pangan nasional. kawasan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. kawasan berpotensi ekspo. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa kawasan pertambangan minyak dan gas bumi. kawasan perlindungan keanekaragaman hayati. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup termasuk di dalamnya. kawasan industri sistem pertahanan. atau kawasan perlindungan keseimbangan iklim makro. daerah uji coba sistem persenjataan. gudang amunisi. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “data batimetri” adalah kontur kedalaman laut. dan Taman Nasional Komodo. Ayat (4) Cukup jelas. kawasan pendukung ketahanan energi nasional. aset nasional atau internasional yang harus dilindungi dan dilestarikan. kawasan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian negara. atau kawasan industri strategis nasional. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa kawasan ekonomi cepat tumbuh. Pasal 17 Ayat (1) Yang dimaksud dengan ”menggambarkan” RTRWN yang ada pada provinsi terkait dengan tingkat kedetilan geometri pada skala untuk peta 39 .dan peralatan pertahanan lainnya. kawasan yang menjadi instalasi tenaga nuklir. atau kawasan yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial skala nasional. Ayat (2) Cukup jelas. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah. kawasan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut sosial dan budaya” berupa kawasan pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya nasional. kawasan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. atau pulaupulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan/atau laut lepas. kawasan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya serta jati diri bangsa.. Pasal 15 Ayat (1) Cukup jelas. Taman Nasional Ujung Kulon. kawasan perlindungan peninggalan budaya nasional. Pasal 16 Cukup jelas.

dan pelabuhan lokal. terdiri dari pelabuhan internasional hub. pelabuhan nasional. Huruf c Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp)” adalah pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKW. kegiatan sosial seperti pendidikan. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh” adalah bahwa sistem perkotaan dan sistem prasarana utama harus digambarkan dalam satu sistem kesatuan karena merupakan satu kesatuan alur pikir. kegiatan pelayanan pemerintahan. Huruf b Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp)” adalah pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKN. Penggambaran pada peta RTRWN ditujukan hanya untuk koordinasi antar Provinsi. rekreasi dan olahraga. dan pelabuhan khusus. terminal tipe A dan terminal tipe B. serta Jaringan Sungai.Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “ digambarkan pada peta tersendiri” adalah sistem perkotaan dan sistem prasarana utama dapat digambarkan tersendiri secara terpisah dari peta struktur wilayah nasional apabila secara kartografis penggambarannya tidak memungkinkan. Pasal 19 Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi darat” mencakup Jaringan Jalan dan Terminal yang terdiri atas jalan kolektor primer. yang memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan yang merupakan pemusatan permukiman penduduk. stasiun kereta api besar dan stasiun kereta api sedang. jalan strategis provinsi. dan Penyeberangan yang terdiri atas alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai dan danau. Jaringan Rel Kereta Api dan Stasiun yang terdiri atas jaringan jalur kereta api umum dan jaringan jalur kereta api khusus. Pasal 18 Huruf a Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Lokal” dalam sistem perkotaan provinsi merupakan pusat kegiatan lokal dalam sistem nasional yang penetapannya diamanatkan kepada Provinsi. Danau. Ayat (2) Cukup jelas. dan pelabuhan penyeberangan yang berada di wilayah provinsi. sedang untuk memastikan koordinasi antar Kabupaten/Kota harus dilakukan pada peta RTRWP. pelabuhan regional. pelabuhan internasional. pelabuhan danau. kegiatan ekonomi. yang ketelitiannya lebih baik (lebih detil) dari peta RTRWN. 40 . kesehatan. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” terdiri dari Pelabuhan. lintas penyeberangan yang berada di wilayah provinsi dan pelabuhan sungai. dan simpul kegiatan transportasi yang melayani satu kabupaten/kota atau lebih dan pelayanan prasaranan lainnya.

ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk operasi penerbangan dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. pipa air bersih sekunder. pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). pipa air bersih utama. bak penampungan. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” mencakup pembangkit listrik tenaga air (PLTA). pipa jaringan air bersih. Huruf c Cukup jelas. bandar udara khusus yang berada di wilayah provinsi. Huruf b Cukup jelas. instalasi produksi. pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT). dan ruang udara yang terdiri dari ruang udara di atas bandar udara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara. Huruf d Yang dimaksud dengan “bendungan” adalah bangunan yang dibuat untuk membendung aliran air. dan/atau jaringan transmisi saluran udara tegangan rendah (SUTR). Pasal 20 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem prasarana listrik provinsi” mencakup jaringan transmisi saluran udara tegangan ultra tinggi (SUTUT). Huruf g Yang dimaksud dengan “fasilitas air bersih” mencakup mata air. 41 . jaringan mikro analog. Huruf b Cukup jelas. pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan terestrial” adalah berupa jaringan mikro digital. jaringan serat optik dan kabel laut. dan/atau pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). dan jalur distribusi air bersih. Huruf e Yang dimaksud dengan “waduk penampungan air besar” adalah saluran air buatan untuk keperluan irigasi. jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” adalah terdiri dari Bandar udara yang telah ditetapkan dalam RTRWN. intake. pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Huruf f Yang dimaksud dengan “kanal besar” adalah bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan. jaringan transmisi saluran udara tegangan menengah (SUTM).

atau memiliki fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pandang sosial budaya” dapat merupakan kawasan budi daya maupun kawasan lindung yang memiliki nilai strategis sosial budaya di wilayah provinsi. merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya. kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. Pasal 25 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi” adalah kawasan yang memiliki nilai strategis ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh. atau fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi di wilayah provinsi.Pasal 21 Cukup jelas. Pasal 24 Cukup jelas. 42 . atau memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial. seperti halnya kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi. Huruf b Cukup jelas. memiliki sumber daya alam strategis. fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa. serta tenaga atom dan nuklir. merupakan aset yang harus dilindungi dan dilestarikan. potensi ekspor. pengembangan antariksa. memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. Pasal 23 Cukup jelas. Pasal 22 Ayat (1) Kawasan lindung provinsi dalam pemetaan tidak didetailkan lebih rinci. seperti halnya kawasan yang antara lain merupakan tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya. Ayat (2) Kawasan budidaya provinsi dalam pemetaan tidak didetailkan lebih rinci.

kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. ibukota kecamatan dengan desa.jembatan. Pasal 28 Cukup jelas. seperti halnya kawasan yang merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati. Huruf b Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan lingkungan (PPL)” merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa. . . ibukota kabupaten dengan pusat desa. dan pusat kegiatan tersebut harus ditetapkan sebagai kawasan strategis kabupaten. atau kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan. kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup. Pasal 26 Cukup jelas. merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. untuk meningkatkan kelancaran pemasaran hasil-hasil produksi. Pasal 27 Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “pusat kegiatan lokal promosi (PKLp)” merupakan pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari ditetapkan sebagai PKL. dan antardesa. serta untuk 43 . antaribukota kecamatan.jalan lokal adalah jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan.jalan strategis kabupaten. yang meliputi pembangunan jalan/jembatan baru untuk membuka kawasan terisolasi. Pasal 30 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan jalan” mencakup: .Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. kawasan yang merupakan kawasan rawan bencana alam. Pusat kegiatan yang dapat dipromosikan menjadi PKLp hanya pusat pelayanan kawasan (PPK). Pasal 29 Huruf a Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan kawasan (PPK)” merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. Huruf f Cukup jelas. kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian.

. sosial dan budaya lainnya. yang terdiri atas ruang udara di atas bandar udara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara.lintas penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten.meningkatkan kelancaran kegiatan ekonomi. yang terdiri atas: pelabuhan internasional hub. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” skala kabupaten mencakup: . Ayat (2) Cukup jelas.pelabuhan sungai dan pelabuhan danau yang terdapat pada wilayah kabupaten. Pasal 31 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan pipa minyak dan gas bumi” merupakan penjabaran jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kabupaten (jika ada). dan .alur pelayaran untuk kepentingan angkutan sungai dan alur pelayaran untuk kegiatan angkutan danau yang terdapat pada wilayah kabupaten. . . misalnya berupa jalur bus (bus way).bandar udara umum dan Bandar udara khusus yang terdapat pada wilayah kabupaten. . dan . .pelabuhan laut yang terdapat pada wilayah kabupaten. atau sub terminal. termasuk subway dan monorel. pelabuhan regional. dan pelabuhan khusus.jaringan jalur kereta api khusus yang berada pada wilayah kabupaten. dan pelabuhan lokal.alur pelayaran yang terdapat pada wilayah kabupaten baik internasional maupun nasional. kelas pelayanan sebagai terminal antar wilayah (type A). ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk operasi penerbangan.ruang udara untuk penerbangan.pelabuhan penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” skala kabupaten mencakup: . wilayah kota (tipe B) atau lokal (tipe C) sesuai dengan hirarki pusat kegiatan dalam sistem nasional. provinsi/metropolitan. Yang dimaksud dengan “jaringan rel kereta api” mencakup: . Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi sungai. pelabuhan internasional.lokasi terminal sesuai dengan jenis. . pelabuhan nasional. yang terdiri atas jaringan jalur kereta api antarkota dan jaringan jalur kereta api perkotaan. danau dan penyeberangan” mencakup: . . 44 .stasiun kereta api.pengembangan prasarana dan sarana angkutan umum massal wilayah.jaringan jalur kereta api umum yang berada pada wilayah kabupaten. dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan.

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). PLTN. dan rencana sistem alternatif sumber daya lainnya seperti migas. situ. gardu induk distribusi. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan irigasi” berfungsi untuk mendukung produktivitas usaha tani terdiri dari saluran. dan embung pada wilayah kabupaten. dan PLTP. sekunder dan tersier. PLTB. penggunaan. lokasi pembangkit. Jaringan irigasi terdiri dari jaringan irigasi primer. panas bumi. Pasal 33 Huruf a Cukup jelas. Huruf e Cukup jelas. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. pemberian. jalur-jalur distribusi energi kelistrikan. bangunan. Huruf c Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” dapat berupa skala besar maupun mikro yang berupa PLTA. dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dalam wilayah kota (jika ada). dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan. dan lain sebagainya. Huruf d Cukup jelas. tenaga surya. pembagian. serta jaringan irigasi air tanah. PLTU. 45 . saluran air hujan sekunder. PLTG. mencakup prasarana pengelolaan lingkungan yang terdiri dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. dan pembuangan air irigasi. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” skala kabupaten mencakup kawasan bergambut dan kawasan resapan air. PLTD. serta pengolahan limbah cair dan padat.Huruf b Yang dimaksud dengan “Jaringan listrik” merupakan penjabaran jaringan transmisi tenaga listrik Saluran Utama Tegangan Ultra Tinggi (SUTUT). dan sistem distribusi. Ayat (2) Cukup jelas. saluran drainase sekunder. Pasal 32 Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “wilayah sungai kabupaten” adalah termasuk waduk. saluran air hujan primer. Huruf f Yang dimaksud dengan “sistem pengendalian banjir” termasuk saluran drainase primer. PLTS. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “sistem prasarana wilayah kabupaten lainnya” meliputi jaringan prasarana lingkungan.

peruntukan pariwisata alam. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pertanian” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan pertanian lahan basah. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan rawan bencana alam” meliputi: kawasan rawan tanah longsor. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. peruntukan pertanian lahan kering. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. serta kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal lainnya. dan peruntukan hortikultura. kawasan sekitar mata air. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan perkebunan” dirinci berdasarkan jenis komoditas perkebunan yang ada di wilayah kabupaten. peruntukan minyak dan gas bumi. Huruf g Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan industri” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan industri besar. dan peruntukan air tanah di kawasan pertambangan. dan peruntukan hutan produksi yang dapat dikonversi. taman nasional dan taman nasional laut. sempadan sungai. dan peruntukan kawasan pengolahan ikan. kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan lindung geologi” meliputi: kawasan cagar alam geologi. taman hutan raya. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pertambangan” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan mineral dan batubara. 46 . kawasan pantai berhutan bakau. Huruf b Cukup jelas. peruntukan tanaman pangan. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah.Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. peruntukan hutan produksi tetap. cagar alam dan cagar alam laut. Huruf d Yang dimaksud dengan ”Kawasan suaka alam. peruntukan industri sedang dan peruntukan industri rumah tangga. pelestarian alam dan cagar budaya” meliputi: kawasan suaka alam. dan peruntukan pariwisata buatan. peruntukan panas bumi. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan perikanan” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan perikanan tangkap. kawasan sekitar danau atau waduk. peruntukan budidaya perikanan. Pasal 34 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan hutan produksi” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan hutan produksi terbatas. Huruf h Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pariwisata” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan pariwisata budaya.

atau . . terutama dikaitkan dengan karakter lokasi.fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut sosial dan budaya” berupa: .sumber daya alam strategis. .tempat yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial.aset yang harus dilindungi dan dilestarikan.kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kabupaten. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa: . . .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. .tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya.fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa. .potensi ekonomi cepat tumbuh.kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi.peruntukan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi. 47 . .potensi ekspor.Huruf i Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan permukiman” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan permukiman perkotaan dan peruntukan permukiman perdesaan. . .tempat perlindungan peninggalan budaya.tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. Pasal 35 Cukup jelas.dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi.sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi.fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. permukiman pantai. pengembangan antariksa. serta tenaga atom dan nuklir. instalasi militer. . Pasal 36 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa . Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa: .prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. Huruf j Yang termasuk “kawasan peruntukan lainnya” dapat berupa instalasi pembangkit energi listrik. dataran tinggi. atau . . misalnya di pegunungan. . atau .tempat perlindungan keanekaragaman hayati. dan sebagainya. Sebagai kawasan budidaya maka permukiman diarahkan dalam kajian lokasi dan fungsi masing-masing permukiman. dan instalasi lainnya. .

danau.kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.kawasan rawan bencana alam. dan penyeberangan dalam wilayah kota dan antar wilayah. . Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi sungai. dan . 48 . Pasal 40 Huruf a Yang dimaksud dengan ”pusat kota” adalah pusat pelayanan yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional. dan .jaringan jalur kereta api termasuk subway dan monorail. danau dan penyeberangan” mencakup: . Pasal 39 Cukup jelas. Pasal 38 Cukup jelas. .stasiun kereta api. Pasal 37 Cukup jelas. .. atau . flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan.jaringan jalan provinsi yang ada di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Yang dimaksud dengan “jaringan rel kereta api” mencakup: . .kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. Huruf b Yang dimaksud dengan “alur pelayaran” mencakup alur pelayaran yang berada pada wilayah kota bersangkutan. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan andalan kabupaten” mencakup kawasan andalan darat dan kawasan andalan laut.kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup.alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai.pelabuhan/dermaga.jaringan jalan tol di dalam wilayah kota dan jaringan jalan sekunder di dalam kota. . Huruf b Yang dimaksud dengan ”subpusat kota” adalah pusat pelayanan yang melayani sub-wilayah kota.kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. Pasal 41 Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan jalan” mencakup: .kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. Huruf c Yang dimaksud dengan ”pusat lingkungan” adalah pusat pelayanan yang melayani skala lingkungan wilayah kota. .lokasi terminal sesuai dengan jenis dan kelas pelayanannya.

PLTG. dan tersier yang berfungsi untuk mengalirkan limpasan air hujan (storm water) dan air permukaan lainnya untuk menghindari genangan air di wilayah kota. Huruf c Yang dimaksud dengan “Pembangkit tenaga listrik” skala kabupaten dapat berupa Gardu Induk Distribusi. Ayat (2) Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “Jaringan listrik” dapat berupa SUTUT. Ayat (4) Huruf a Yang dimaksud dengan “prasarana penyediaan air minum kota” adalah sistem penyediaan air minum kota mencakup sistem jaringan perpipaan dan/atau bukan jaringan perpipaan. SUTT. PLTB. PLTU. diperlukan instalasi tambahan untuk membersihkan air limbah tersebut sebelum masuk ke jaringan air buangan kota. SUTM. 49 . Huruf e Yang dimaksud dengan “Sistem Drainase Kota” meliputi jaringan primer. Huruf c Yang dimaksud dengan “bandar udara” mencakup Bandar udara yang berada di wilayah kota. sekunder. SUTET. SUTR dan Jaringan Distribusi. PLTN. Huruf c Untuk air limbah yang mengandung B3.Yang dimaksud dengan “pelabuhan” mencakup pelabuhan laut yang berada di wilayah kota. dan PLTP. Yang dimaksud dengan “ruang udara” mencakup ruang udara di atas bandara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara (ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)) dan ruang udara di sekitar bandar udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. PLTA. Pasal 42 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan pipa minyak dan gas bumi” merupakan penjabaran jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kota (jika ada). Huruf d Yang dimaksud dengan “sistem Persampahan Kota” adalah meliputi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). PLTS. Ayat (3) Cukup jelas. PLTD. Huruf b Yang dimaksud dengan “pengelolaan air Limbah Kota” adalah sistem pengelolaan air limbah kota meliputi sistem air pembuangan yang terdiri atas sistem pembuangan air limbah (sewage) termasuk sistem pengolahan berupa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem pembuangan air buangan rumah tangga (sewerage) baik individual maupun komunal.

dan kawasan resapan air. kawasan bergambut. pusat perbelanjaan dan toko modern. ruang pejalan kaki di bawah tanah. sempadan sungai. dan ruang pejalan kaki di atas tanah. dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. taman kota dan permakaman. kawasan sekitar waduk/danau. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” mencakup kawasan hutan lindung. perumahan dengan kepadatan sedang. Huruf b Kawasan perdagangan dan jasa terdiri atas pasar tradisional. Pasal 43 Cukup jelas. Huruf d Kawasan industri meliputi industri rumah tangga/kecil dan industri ringan. Pasal 44 Huruf a Cukup jelas. taman rw. kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir. taman hutan raya. dan kawasan lindung keagamaan. Huruf c Kawasan perkantoran terdiri atas perkantoran pemerintahan dan perkantoran swasta. ruang pejalan kaki di RTH. Huruf g Cukup jelas. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan suaka alam dan cagar budaya” mencakup kawasan suaka alam. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. kawasan sekitar mata air. dan perumahan dengan kepadatan rendah. Huruf g Yang dimaksud dengan “Jalur Evakuasi Bencana” meliputi escape way dan melting point baik dalam skala kota maupun kawasan. ruang pejalan kaki di sisi air. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. Huruf d Yang dimaksud dengan “ruang terbuka hijau (rth) kota” antara lain meliputi taman rt. ruang pejalan kaki di kawasan komersial/perkantoran. Huruf f yang meliputi kawasan rawan tanah longsor. 50 . taman wisata alam dan taman wisata alam laut. kawasan pantai berhutan bakau. Pasal 45 Huruf a Kawasan perumahan dapat dirinci meliputi perumahan dengan kepadatan tinggi. cagar alam dan cagar alam laut.Huruf f Yang dimaksud dengan “Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Jalan Pejalan Kaki” dapat direncanakan dalam bentuk ruang pejalan kaki di sisi jalan.

peribadatan.tempat perlindungan peninggalan budaya. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut sosial dan budaya” berupa: . peruntukan militer. Huruf g Kawasan ruang evakuasi bencana meliputi ruang terbuka atau ruangruang lainnya yang dapat berubah fungsi menjadi melting point ketika bencana terjadi. .kriteria lainnya yang dikembangkan sesuai dengan kepentingan pembangunan kota. .sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi.potensi ekonomi cepat tumbuh.kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi.aset yang harus dilindungi dan dilestarikan. peruntukan pelayanan umum (pendidikan. . . pariwisata alam. .pengaruh yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kota. . .tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya. .sumber daya alam yang strategis untuk kepentingan pembangunan kota. Huruf f Cukup jelas.prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. dan lain-lain sesuai dengan peran dan fungsi kota. serta keamanan dan keselamatan).hasil karya cipta budaya masyarakat kota yang dapat menunjukkan jatidiri maupun penanda (vocal point. . .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. dan pariwisata buatan. . 51 .tempat yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial. .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Pasal 46 Cukup jelas.tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. . Huruf h Cukup jelas. landmark) budaya kota.potensi ekspor.dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. kesehatan. Huruf i Kawasan peruntukan lainnya meliputi: pertanian.Huruf e Kawasan pariwisata terdiri atas pariwisata budaya. pertambangan. dan/atau . Pasal 47 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa . dan/atau .

. Pasal 50 Cukup jelas. . Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa: . . dan/atau .kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. Pasal 51 Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan andalan kota” mencakup kawasan andalan darat dan kawasan andalan laut.Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa: .kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. serta tenaga atom dan nuklir. .kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian.memiliki sumber daya alam strategis. .kawasan yang menuntut prioritas tinggi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup. Pasal 49 Cukup jelas. pengembangan antariksa.kawasan rawan bencana alam.kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi.tempat perlindungan keanekaragaman hayati.memiliki fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. . 52 . Pasal 48 Cukup jelas. Pasal 54 Huruf a Cukup jelas. . Pasal 52 Cukup jelas. atau . . Pasal 53 Cukup jelas.memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa.kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir.

termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia. kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET). Pasal 58 Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. kawasan unggulan/andalan prospektif berkembang. kawasan yang menjadi instalasi tenaga nuklir. kawasan pusat perdagangan skala provinsi. kawasan adat tertentu. Pasal 60 Cukup jelas. kawasan pariwisata (kota tua. dan/atau kawasan konservasi warisan budaya. kawasan pengembangan potensi khusus. Pasal 62 Cukup jelas. kawasan pusat kegiatan keagamaan. kawasan pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai. dan/atau kawasan industri strategis provinsi. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa kawasan pertambangan minyak dan gas bumi. kawasan tertinggal. Pasal 56 Cukup jelas. Kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas. kawasan pusat sejarah keagamaan. kawasan berikat. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya” berupa kawasan pusat perkantoran pemerintahan. Pasal 63 Cukup jelas. kawasan makam-makam bersejarah.Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa kawasan ekonomi khusus (KEK). Pasal 55 Cukup jelas. Pasal 57 Cukup jelas. Pasal 59 Cukup jelas. wisata buatan unggulan). kawasan unggulan/andalan berkembang. dan/atau kawasan Agropolitan. 53 . Pasal 61 Cukup jelas.

Pasal 67 Cukup jelas.Pasal 64 Cukup jelas. Pasal 74 Cukup jelas. Pasal 65 Cukup jelas. Pasal 76 Cukup jelas. Pasal 75 Cukup jelas. skala. Huruf b Yang dimaksud dengan “akurasi pengukuran minimal” adalah akurasi gemoteris minimal dalam pengukuran di lapangan atau dengan metode lain yang diperbolehkan untuk menggambarkan sebuah unsur peta. datum. 54 . dan sistem koordinat. Pasal 70 Cukup jelas. Pasal 71 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “sesuai karakteristiknya” adalah peta yang digambarkan pada skala tertentu mempunyai tingkat ketelitian dan kedetilan berbeda serta tujuan penggunaan yang berbeda. Pasal 69 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kerincian data minimal” adalah kedalaman tingkat klasifikasi suatu unsur yang memungkinkan untuk digambarkan pada peta. Pasal 72 Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem referensi geometri minimal yang harus dimiliki” meliputi sistem proyeksi. Pasal 73 Cukup jelas. Pasal 68 Cukup jelas. Pasal 66 Cukup jelas.

yang meliputi peta kemiringan lereng. peta potensi perikanan. peta tanah. peta penutup lahan. Huruf e Yang dimaksud dengan “peta ketersediaan prasarana dan sarana dasar” meliputi peta eksisting untuk jaringan listrik. peta karakteristik penduduk menurut tingkat pendidikan dan peta karakteristik penduduk menurut pekerjaan. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas. sarana dan prasarana pendidikan. peta rawan bencana longsor. Huruf b Yang dimaksud dengan “peta kependudukan” meliputi kepadatan penduduk. dan peta rawan gempa. peta geomorfologi/fisiografi.Pasal 77 Cukup jelas. peta sarana dan prasarana kesehatan. Pasal 78 Cukup jelas. yang dirinci sesuai level perencanaan Huruf f Yang dimaksud dengan “peta rawan bencana” terdiri dari peta rawan bencana banjir. peta potensi pariwisata. Huruf d Yang dimaksud dengan “peta fisik” adalah peta yang menunjukkan karakter atau kondisi alam fisik suatu wilayah. Pasal 81 Cukup jelas. jaringan telekomunikasi. berupa peta potensi pertanian dan peternakan. dan peta potensi perkebunan dan kehutanan. dan peta klimatologi termasuk curah hujan. 55 . peta potensi tambang. Huruf g Yang dimaksud dengan “peta potensi wilayah” adalah potensi wilayah baik darat dan/atau laut. Pasal 82 Cukup jelas. Pasal 79 Cukup jelas. Pasal 80 Cukup jelas. peta penggunaan lahan. peta rawan bencana gunung berapi. Pasal 83 Ayat (1) Cukup jelas. peta geologi. peta jaringan energi minyak dan gas. peta rawan bencana tsunami. peta karakteristik penduduk menurut jenis kelamin. Huruf c Yang dimaksud dengan “peta ekonomi dan keuangan” adalah peta yang menunjukkan kondisi ekonomi dan keuangan wilayah yang meliputi nilai eksport dan import suatu komoditas.

untuk ruang terkecil biasanya disebut dengan resolusi spasial.berdasarkan . dan seterusnya. 56 . kabupaten/kota. Pasal 88 Cukup jelas.000.000 maka skala minimal peta tematik masukan yang digunakan adalah 1:250. Pasal 89 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 85 Cukup jelas. Resolusi 30 meter artinya bahwa satu piksel pada peta mewakili 30 meter di permukaan bumi. dan seterusnya. desa. Pasal 87 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “pembagian ruang terkecil dan/atau hierarki terkecil” adalah misalnya: . .menggunakan hierarki terendah dalam sistem administrasi nasional yang akan dipakai baik itu tingkat provinsi. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. yaitu pembagian ruang dalam grid/piksel dimana dimensi grid/piksel di bumi dinyatakan dalam unit panjang/luas. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem referensi geometri” adalah suatu sistem pemetaan dimana semua peta yang dibuat mengacu pada datum. Pasal 86 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “sama atau lebih besar dari skala peta dasar” adalah misalnya apabila skala peta dasar yang digunakan untuk penyusunan rencana tata ruang adalah 1:250. Pasal 84 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “keseragaman” adalah bahwa kualitas data pada peta masukan tata ruang untuk level perencanaan yang sama pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seharusnya sama. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. kecamatan. proyeksi dan grid yang sama.Ayat (3) Cukup jelas.000 atau lebih besar misalnya 1:100.

sehingga karakter luasan lebih diutamakan untuk dipertahankan.Huruf b Yang dimaksud dengan “sistem generalisasi” adalah suatu proses menampilkan informasi dalam suatu peta yang skalanya lebih kecil sehingga tingkat kedetilannya sesuai dengan skala peta tersebut. Pasal 90 Ayat (1) Cukup jelas. Penomoran yang dimaksud mengikuti sistematika penomoran yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. atau bila menggunakan lebih dari empat titik sekutu maka transformasi dilakukan dengan menggunakan transformasi affine. Ayat (6) Huruf a Yang dimaksud dengan “rumusan yang memenuhi syarat” adalah bila menggunakan empat titik sekutu. Huruf c Yang dimaksud dengan “sistem kodefikasi digital” merupakan teknik penyimpanan peta luaran dalam sistem basisdata spasial yang menggunakan sistem klasifikasi dan kodefikasi unsur yang baku secara nasional Huruf d Yang dimaksud dengan “sistem penomoran peta luaran” merupakan teknis penomoran peta rencana tata ruang sistematis dalam bentuk indeks untuk memudahkan pencarian dan/atau dokumentasi peta rencana tata ruang secara nasional. 57 . Huruf b Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 92 Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Huruf e Cukup jelas. Pasal 91 Yang dimaksud dengan “pengelolaan data tata ruang secara nasional” merupakan cara untuk pengintegrasian/pemaduan dan pengharmonisasian/penyelarasan data tata ruang untuk kepentingan koordinasi secara nasional. maka transformasi dilakukan cukup dengan menggunakan transformasi conform. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 93 Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “zona UTM yang dominan” adalah zona UTM dimana cakupan areanya paling besar.

Peraturan Daerah untuk RTRWP dan RTRWKab/Kota. Pasal 98 Yang dimaksud dengan “penggunaan lembar khusus“ adalah pencetakan peta dapat dilakukan untuk penambahan cakupan lembar ke samping kiri atau kanan dan/atau penambahan cakupan lembar ke atas atau ke bawah masingmasing sampai dengan 2’ atau 100 mm. Pasal 102 Cukup jelas. nomor urut peta. Pasal 101 Ayat (1) Cukup jelas.Pasal 94 Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 97 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “Instansi yang berwenang” adalah Departemen dalam Negeri. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “Instansi yang berwenang” adalah Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “ditetapkan” adalah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah untuk RTRWN. Pasal 95 Yang dimaksud dengan “unik” adalah setiap unsur tata ruang tidak mempunyai kode yang sama dengan unsur lainnya. dan tema peta. nomor peta sesuai dengan peta rupabumi. nomor urut peta. Pasal 100 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 99 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “sistematik” adalah pemberian kode unsur tata ruang disusun secara teratur dan konsisten. Ayat (4) Cukup jelas. 58 . Ayat (3) Yang dimaksud dengan “album peta” adalah kumpulan dari peta yang disusun dalam format buku album berukuran minimal A3. Teknis penomoran dalam hal ini adalah kode wilayah. Pasal 96 Cukup jelas. Teknis penomoran peta luaran adalah kode wilayah. dan tema peta.

59 . Pasal 106 Cukup jelas. Pasal 110 Cukup jelas. Pasal 108 Cukup jelas. Pasal 104 Cukup jelas.Pasal 103 Cukup jelas. Pasal 107 Cukup jelas. Pasal 105 Cukup jelas. Pasal 109 Cukup jelas.

Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten / kota atau beberapa kecamatan 00 75 75 00 255 63 63 00 75 100 5 01 14 3 00 -1- . Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional. Pusat Kegiatan Nasional (PKN) 2. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala atau beberapa kabupaten / kota 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 01 14 2 00 4. UNSUR-UNSUR SISTEM PERKOTAAN NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 01 14 0 00 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm Sistem Perkotaan 1. NOTASI. nasional atau beberapa provinsi Kota yang ditetapkan untuk mendorong pengembangan kawasan perbatasan negara 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 01 14 1 00 5 01 14 1 01 3. SIMBOL.LAMPIRAN I PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1. DAN KODE UNSUR.

PPL 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 4 01 9. PKWp 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 2 01 7. pusat pengolahan. PKNp Pengertian 2 Kota sebagai pusat jasa.NAMA UNSUR 1 5. PPK 00 30 00 00 255 178 255 300 30 100 5 01 14 4 00 8. PKLp Pusat Kegiatan Lokal promosi merupakan pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari ditetapkan sebagai PKL Pusat Kota adalah pusat pelayanan yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional 00 50 75 00 255 127 63 20 75 100 5 01 14 3 01 10. Pusat Kota 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 5 00 . -2- . simpul transportasi dan kegiatan wilayah yang diusulkan provinsi Pusat Pelayanan Kawasan merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa Pusat Pelayanan Lingkungan merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 50 75 00 RGB (255) 6 255 127 63 HSV (360 100 100) 7 20 75 100 Kode Unsur 8 5 01 14 1 02 Keterangan 9 6. simpul transportasi dan kegiatan nasional yang diusulkan provinsi Kota sebagai pusat jasa. pusat pengolahan.

Pusat Kota adalah pusat pelayanan yang melayani sub-wilayah kota Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 50 75 00 RGB (255) 6 255 127 63 HSV (360 100 100) 7 20 75 100 Kode Unsur 8 5 01 14 5 01 Keterangan 9 12.NAMA UNSUR 1 11.35 mm Infill 00 50 100 00. Sub. Jalan Tol / Bebas Hambatan Jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain. Pusat Lingkungan Pusat Lingkungan adalah pusat pelayanan yang melayani skala lingkungan wilayah kota 00 30 00 00 255 178 255 300 30 100 5 01 14 5 02 . 2. Jaringan jalan dan terminal 1. Untuk melewatinya para pengguna harus membayar sesuai tarif yang berlaku 0. SIMBOL. DAN KODE UNSUR. Jaringan transportasi darat a. Pusat Kota Pengertian 2 Sub. NOTASI. Grs bis hitam 0.8 mm 255 127 00 29 100 100 2 01 02 0 00 -3- . UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 00 00 0 00 2 01 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Transportasi A.

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9

2. Jalan Arteri Primer

Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, juga antar kota yang melayani kawasan berskala besar dan atau cepat berkembang dan atau pelabuhan-pelabuhan utama. Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan nasional, antar pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, dan antar kota yang melayani kawasan berskala besar dan atau cepat berkembang dan atau pelabuhan-pelabuhan utama. Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan wilayah dan pusat kegiatan lokal dan atau kawasan-kawasan berskala kecil dan atau pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal.

0 .25 mm

Infill 00 50 100 00. Grs bis hitam
0 .5 mm

255 127 00

29 100 100

2 01 10 0 00

3. Jalan Kolektor Primer

.
0. 6 mm

00 30 100 00

255 178 00

41 100 100

2 01 12 0 00

4. Jalan Lokal

0. 6 mm

30 30 00 00

178 178 255

240 30 100

2 01 14 0 00

5. Jalan Strategis
2 01 24 0 00 Tebal garis 0.4 mm

a. Strategis Nasional

Jalan yang mempunyai nilai strategis secara nasional
00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 2 01 24 1 00

-4-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5 00 00 100 00

RGB (255)
6 255 255 00

HSV (360 100 100) 7 60 100 100

Kode Unsur
8 2 01 24 2 00

Keterangan
9

b. Strategis Provinsi

Jalan yang mempunyai nilai strategis dalam provinsi

c. Strategis Kabupaten

Jalan yang mempunyai nilai strategis dalam kabupaten / kota

00 40 08 00

255 153 235

312 40 100

2 01 24 3 00

6. Jalur Busway

Jalan yang dikhususkan untuk jalur busway
00 100 100 00 229 229 160 60 30 90 2 01 26 0 00 Tebal garis minimal 0.3 mm Tebal garis 0.3 mm. Lebar jembatan disesuaikan dengan lebar sungai Simbol minimal 3 mm

7. Jembatan

Yang dibangun untuk membuka daerah terisolir, agar dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya lainnya

00 00 00 100

255 00 00

00 100 100

1 19 00 0 00

8. Terminal
1 19 30 0 00

a. Terminal type A

Tempat perhentian bis untuk penumpang yang mempunyai fasilitas lengkap serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi nasional. Tempat perhentian bis untuk penumpang dalam jumlah menengah dan jangkauan pelayanan menengah

Warna hitam

00 00 00 100

00 00 00

00 00 00

1 19 30 1 00

b. Terminal type B

Warna merah

00 100 100 00

255 00 00

00 100 100

1 19 30 2 00

-5-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9

c. Terminal type C

Tempat perhentian bis untuk penumpang dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan dekat serta berfungsi sebagai terminal pengumpan.

warna hitam

34 100 10 00

168 00 230

284 100 90

1 19 30 3 00

b. Jaringan rel kereta api dan stasiun 1. Stasiun Kereta Api

2 02 00 0 00

1 19 32 0 00

a. Stasiun Besar

Lokasi yang digunakan sebagai tempat asaltujuan serta transit pergerakan lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta pada kota besar Lokasi yang digunakan sebagai tempat asaltujuan serta transit pergerakan lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta pada kota kecil

0.3 mm
10 mm

0.3 mm

00 100 100 00
10 mm

255 00 00

00 100 100

1 19 32 1 00

b. Stasiun Sedang

0.3 mm

00 00 00 100
10 mm

00 00 00

00 00 00

1 19 32 2 00

2. Jalur Kereta Api umum antar kota a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda

2 02 00 0 00

2 02 02 1 00

-6-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9 Tebal garis rel 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm

1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda atas tanah

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih di atas tanah.
00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 02 02 1 01

2. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda bawah tanah

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih di bawah tanah.

00 100 100 00

255 00 00

00 100 100

2 02 02 1 02

3. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda layang

Jalur kereta api yang dititikberatkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih layang.

23 19 100 00

196 207 00

63 100 81

2 02 02 1 03

b. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal 1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal atas tanah Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur di atas tanah.
00 00 00 100 00 00 00 00 00 00

2 02 04 1 00

2 02 04 1 01

Tebal garis rel 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm

-7-

. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda bawah tanah 3.di buat jalur ganda layang 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 2 02 02 2 03 -8- . Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur layang Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 100 100 00 RGB (255) 6 255 00 00 HSV (360 100 100) 7 00 100 100 Kode Unsur 8 2 02 04 1 02 Keterangan 9 2.di buat jalur ganda di atas tanah 23 19 100 00 196 207 00 63 100 81 2 02 04 1 03 2 02 01 0 00 2 02 02 2 00 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 02 02 2 01 Tebal garis rel 0. . Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota dengan dua jalur atau lebih. . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda layang Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal bawah tanah 3. Jaringan kereta khusus di dalam kota.di buat jalur ganda di bawah tanah 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 2 02 02 2 02 Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur Kereta Api umum perkotaan a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal layang 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda atas tanah Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur di bawah tanah. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda 1.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 2.

. dapat melayang di bawah permukaan tanah. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota dengan satu jalur.di buat jalur tunggal di bawah tanah 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 2 02 04 2 02 3.tunggal Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur Subway Jaringan kereta khusus di dalam kota. dapat melayang di atas permukaan tanah. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal bawah tanah Jaringan kereta khusus di dalam kota. . 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 2 02 10 0 00 -9- .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 02 04 2 00 Keterangan 9 b.di buat jalur tunggal di atas tanah 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 1. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal atas tanah 2 02 04 2 01 Tebal garis rel 0. 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 2 02 08 0 00 4.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 2. Jalur Monorail Jaringan kereta khusus di dalam kota.

10 - . Pelabuhan danau 1 19 52 1 00 3. danau dan penyeberangan 1. Jaringan transportasi sungai.4 mm . Jalur Kereta Api khusus Jalur kereta api yang dikhususkan untuk melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 02 14 0 00 C.2 mm Jarak antara bantalan rel 2 . Pelabuhan sungai Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang jalur sungai.5 mm Panjang bantalan rel 3 mm 4. Pelabuhan danau yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 04 00 0 00 Simbol minimal 3 mm 00 00 00100 00 00 00 00 00 00 1 19 52 0 00 2.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis rel 0. Alur pelayaran angkutan sungai Jaringan lalu-lintas sungai dan alur pelayaran mengangkut barang dan penumpang 100 30 70 00 00 179 76 145 100 70 2 04 02 0 00 Tebal Garisl 0.

55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 1 19 48 2 00 7. Alur pelayaran angkutan danau 5. Pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten/kota Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang antar kabupaten/kota.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 50 45 90 00 RGB (255) 6 128 140 13 HSV (360 100 100) 7 66 91 55 Kode Unsur 8 2 04 04 0 00 Keterangan 9 4. Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten / Kota 8. Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara Jaringan lalu-lintas danau dan alur pelayaran mengangkut barang dan penumpang Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang antar provinsi dan/atau antar negara. Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 1 19 48 3 00 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 02 1 00 Tebal garis 0. 00100 25 00 255 00 191 315 1 00 100 1 19 48 1 00 6. Lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang dalam kabupaten/kota.3 mm Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan provinsi 00 33 100 00 255 170 100 40 100 100 2 04 02 2 00 . Lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 9.11 - .

Jaringan transportasi laut 2 04 08 0 00 Simbol minimal 3 mm Infill white 1.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 10. Lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 11.12 - . Pelabuhan Internasional hub Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan sangat luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut internasional hub 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 04 08 3 00 . Lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten / kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar kabupaten/ kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 2 04 02 3 00 Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar kabupaten/ kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten / kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten / kota 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 2 04 02 4 00 B.

Pelabuhan yang khusus melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 2. Pelabuhan khusus 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 2 04 08 3 05 . 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 08 3 01 100 56 00 00 00 112 255 214 100 100 2 04 08 3 02 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 2 04 08 3 03 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 2 04 08 3 04 6.13 - . Pelabuhan Regional 5. Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan dekat serta berfungsi sebagai pengumpan pelabuhan utama. Pelabuhan Internasional 3. Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah menengah dan jangkauan pelayanan menengah. Pelabuhan Nasional 4. Pelabuhan lokal Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut internasional Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut nasional.

Pelabuhan lainnya Pelabuhan yang tidak termasuk pelabuhan diatas 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 2 04 08 3 05 8. penggunaan notasi diatur 9.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm 7. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dalam negara Jalur pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 08 1 01 .6 mm 100 00 00 00 00 225 255 180 100 100 2 04 08 2 00 Dimensi minimal garis 10.14 - . Alur pelayaran Internasional Alur pelayaran Internasional 100 100 00 00 00 00 00 00 00 00 2 04 08 1 00 Tinggi simbol minimal 1 mm Notasi minimal 2 mm ALKI = Alur Laut Kepulauan Indonesia Untuk alur laut yang panjang. Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Alur Laut Kepulauan Indonesia ALKI ALKI 0.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 11 Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dengan pelabuhan Internasional di negara lain 12. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan Internasional atau pelabuhan Internasional hub 13. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 15. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional Jalur pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan internasional di negara lain 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 2 04 08 1 02 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan internasional atau pelabuhan internasional hub 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 2 04 08 2 01 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 04 08 2 02 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 10 70 70 00 230 76 76 00 67 90 2 04 08 2 03 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional 40 10 100 00 152 230 00 80 10 90 2 04 08 2 04 . Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 14.15 - .

Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah rendah dengan lingkup pelayanan pada beberapa kabupaten dan terhubungkan dengan pusat penyebaran primer dan pusat penyebaran sekunder. Bandar udara yang melayani penumpang dengan jumlah kecil dan tidak mempunyai daerah cakupan atau layanan. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 03 02 1 00 2. Jaringan transportasi udara 1. Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah besar dengan lingkup pelayanan nasional atau beberapa provinsi dan berfungsi sebagai pintu utama ke luar negeri.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 03 00 0 00 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm C. Bandar udara umum pusat penyebaran sekunder 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 2 03 02 2 00 3. Bandar udara umum bukan pusat penyebaran 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 2 03 03 0 00 . Bandar udara umum pusat penyebaran primer Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah sedang dengan lingkup pelayanan dalam satu provinsi dan terhubungkan dengan pusat penyebaran primer.16 - . Bandar udara umum pusat penyebaran tersier 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 03 02 3 00 4.

Ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan Kawasan udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 2 03 06 0 00 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 5.17 - . Ruang udara di atas bandar udara Kawasan udara di atas bandar udara Notasi minimal 2 mm KA = Kawasan Udara di atas Bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsur 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 03 05 1 00 7. Bandar udara khusus Bandar udara yang khusus melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. Ruang udara di sekitar bandar udara Kawasan udara di sekitar bandar udara Dimensi minimal untuk simbol 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 03 05 2 00 Notasi minimal 2 mm KS = Kawasan Udara di Sekitar bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsur Notasi minimal 2 mm KP = Kawasan Udara sebagai jalur penerbangan Letak notasi diatur sesuai luas unsure 8. 00 50 50 000 255 127 127 00 50 100 2 03 04 0 00 6.

Jaringan pipa minyak Jaringan prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan minyak bumi 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 11 10 1 00 Tebal garis pipa 0. NOTASI.3.3 mm Jarak antara bulatan simbol 10 mm Ukuran bulatan simbol 2 mm 2. SIMBOL. Jaringan listrik 1 10 26 0 00 Tinggi simbol minimal 1 mm 1.18 - . UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN ENERGI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 1 11 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Energi A. Kawat saluran udara 1 10 26 1 00 . Jaringan pipa minyak dan gas 1 11 10 0 00 1. Jaringan pipa gas Jaringan prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan gas 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 1 11 22 0 00 B. DAN KODE UNSUR.

kabel bawah tanah 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 10 28 0 00 .19 - . jaringan transmisi tegangan tinggi (SUTT) – 275KV Jaringan listrik berkapasitas 275 KV 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 1 10 26 1 03 d. Kabel bawah tanah Jaringan energi listrik . jaringan transmisi tegangan rendah (SUTR) – 70 KV Jaringan listrik berkapasitas 70 KV 00 00 100 00 255 255 00 60 100 00 1 10 26 1 05 2. jaringan transmisi tegangan Jaringan listrik berkapasitas 500 KV extra tinggi (SUTET) – 500 KV 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 10 26 1 02 c.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 100 100 00 RGB (255) 6 255 00 00 HSV (360 100 100) 7 00 100 100 Kode Unsur 8 1 10 26 1 01 Keterangan 9 a. jaringan transmisi tegangan menegah (SUTM) – 150 KV Jaringan listrik berkapasitas 150 KV 70 10 100 76 230 00 100 100 90 1 10 26 1 04 e. jaringan transmisi tegangan ultra tinggi (SUTUT) – 750 KV Jaringan listrik berkapasitas 750 KV b.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 3. Jaringan distribusi Jaringan yang dibuat untuk mendistribusikan energi listrik 85 55 100 00 38 115 00 100 100 00 1 10 31 0 00 C. Pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 10 04 0 00 . Gardu induk Bangunan sebagai tempat distribusi arus listrik.20 - . Kabel bawah laut Jaringan energi listrik kabel bawah laut 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 30 0 00 4. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 20 0 00 Simbol minimal 3 mm 5. Pembangkit tenaga listrik 1 10 00 0 00 Simbol minimal 3 mm 1.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 2. Pembangkit tenaga listrik tenaga uap (PLTU) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga uap 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 1 10 06 0 00 3. Pembangkit tenaga listrik tenaga bayu (PLTB) 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 1 10 16 0 00 .21 - . Pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir (PLTN) 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 1 10 10 0 00 6. Pembangkit tenaga listrik tenaga diesel (PLTD) 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 1 10 08 0 00 5. Pembangkit tenaga listrik tenaga surya (PLTS) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga matahari Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga angin 00 19 78 00 255 207 56 46 78 100 1 10 12 0 00 7. Pembangkit tenaga listrik tenaga gas (PLTG) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga gas Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga diesel Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga nuklir 00 50 50 00 255 127 127 00 50 100 1 10 14 0 00 4.

4 mm . Pembangkit tenaga listrik tenaga Panas Bumi (PLTP) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga panas bumi 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 10 32 0 00 9.22 - . Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga selain yang telah disebutkan di atas 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 00 0 00 4. 1 17 01 0 00 Tebal garis 0. SIMBOL. NOTASI. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 00 0 00 Keterangan 9 4 5 6 7 Sistem Jaringan Telekomunikasi A.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 8. Jaringan terestrial Rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan untuk berkomunikasi. Pembangkit listrik lainnya. DAN KODE UNSUR.

Stasiun telepon otomat Tempat atau instalasi bangunan telepon otomat yang menjadi pusat atau penghubung jaringan telepon. Jaringan mikro digital Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Mikro Digital Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Mikro Analog 2. Jaringan internasional Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Interbational 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 17 01 5 00 6. Saluran pembawa atau transmisi tenaga atau arus listrik bawah laut yang sedang dikerjakan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 02 0 00 Simbol minimal 3 mm 7.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 01 1 00 Keterangan 9 4 5 00 100 100 00 6 255 00 00 7 00 100 100 1. Jaringan serat optik Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Serat Optik 40 100 60 00 153 00 102 320 100 60 1 17 01 3 00 4.23 - . Transmisi kabel laut 10 40 100 00 230 152 00 40 100 90 1 17 08 0 00 . Jaringan mikro analog 00 00 100 00 255 255 00 60 100 10 1 17 01 2 00 3. Jaringan kabel laut Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Kabel Laut 80 20 60 00 51 204 102 140 75 80 1 17 01 4 00 5.

00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 08 1 00 . Transmisi kabel laut (konstruksi) Saluran pembawa atau transmisi tenaga atau arus listrik bawah laut yang sedang dikerjakan. Kantor pos kecil 00 55 33 00 255 115 222 314 55 100 1 18 04 0 00 B. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 20 0 00 9. surat. uang dan sebagainya dengan skala pelayanan regional. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 18 02 0 00 Simbol minimal 3 mm 10. Stasiun bumi Bangunan berfungsi sebagai stasiun telekomunikasi.24 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 8. Kantor pos besar Tempat yang mempunyai fungsi menyelenggarakan kirim mengirim barang. Tempat yang mempunyai fungsi menyelenggarakan kirim mengirim barang. surat. Jaringan satelit 1 17 08 0 00 Simbol minimal 3 mm 1. uang dan sebagainya dengan skala pelayanan kota atau lokal.

Menara telekomunikasi (BTS) untuk pemanfaatan secara bersama-sama antar operator Bangunan sebagai tempat yang merupakan pusat automiatisasi sambungan telepon 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 08 3 00 5. DAN KODE UNSUR.25 - .2mm B. SIMBOL. Sumberdaya air wilayah sungai . UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN SUMBERDAYA AIR NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 6 00 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Sumberdaya Air A.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 08 2 00 Keterangan 9 4 5 00 00 00 100 6 00 00 00 7 00 00 00 2. Pusat automatisasi sambungan telepon Bangunan sebagai tempat yang merupakan pusat automiatisasi sambungan telepon 3. Jaringan sungai Sungai yang melintas di sejumlah wilayah administrasi yang berbeda 100 00 00 00 255 00 255 300 100 100 6 01 00 0 00 Tebal garis tepi 0. NOTASI.

Cekungan air tanah lintas negara Batas cekungan air tanah yang melewati lintas negara Notasi minimal 2 mm CN = Cekungan air tanah lintas Negara. Cekungan air tanah 1.3 mm C 100 M 100 1.26 - . Wilayah sungai lintas negara Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintasdi sejumlah wilayah Negara 25 09 00 00 190 232 255 201 25 100 6 01 01 0 00 2. Wilayah sungai lintas provinsi Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintas di sejumlah wilayah provins 00 00 100 00 00 255 255 60 100 100 6 01 02 0 00 3. Untuk cekungan yang luas.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis tepi 0. Wilayah sungai lintas kabupaten / kota Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintas di sejumlah wilayah kabupaten 33 00 100 00 170 255 00 80 100 100 6 01 03 0 00 C. penggunaan notasi diatur 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 1 00 .

27 - . Fasilitas air bersih 6 01 18 2 00 Simbol minimal 3 mm . D. Waduk penampungan air Besar Saluran air buatan untuk keperluan irigasi 100 00 00 00 20 00 00 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 1 20 06 1 00 Warna air cyan 20%.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 CP = Cekungan air tanah lintas Provinsi. Bendungan besar 40 100 00 00 153 00 255 77 100 100 1 20 06 0 00 E. G. 2. Cekungan air tanah lintas provinsi Batas cekungan air tanah yang melewati lintas provinsi 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 2 00 3. Kanal besar Bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 6 02 04 0 00 F. Cekungan air tanah lintas kabupaten/ kota Batas cekungan air tanah yang melewati lintas kabupaten Bagunan yang dibuat untuk membendung aliran air 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 3 00 CK = Cekungan air tanah lintas Kabupaten / kota Panjang bendungan disesuikan dengan lebar bendungan.

Instalasi produksi Tempat pengolahan air sungai menjadi air yang dapat dikonsumsi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 1 09 10 0 00 4. Pipa air bersih primer Saluran atau pipa transmisi air bersih utama / primer 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 1 09 08 1 00 Tebal garis minimal 1 mm . 6 01 18 4 00 3. Intake Penahan aliran air sungai 100 00 00 00 Air C 20 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 .28 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 1. Pipa jaringan air bersih 1 09 08 0 00 a. Mata air Tempat atau keluar nya air dari dalam tanah 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 6 01 18 0 00 2. Bak penampungan Tempat penampunngan air hasil produksi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 1 09 04 0 00 5.

3 mm a. Irigasi tersier Saluran irigasi tersier 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 1 14 00 0 08 .29 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 100 00 00 00 RGB (255) 6 00 255 255 HSV (360 100 100) 7 180 100 100 Kode Unsur 8 1 09 08 2 00 Keterangan 9 b. Pipa air bersih sekunder Saluran atau pipa transmisi air bersih sekunder yang digunakan 6. Jalur distribusi air bersih Jalur distribusi air bersih 100 30 08 00 00 178 235 195 100 92 1 09 08 0 10 7. Irigasi primer Saluran irigasi primer 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 1 14 00 0 06 b. Jaringan irigasi 1 14 00 0 05 Tebal garis minimal 0. Bangunan irigasi Banguanan untuk mengatur aliran irigasi . 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 14 12 0 00 Simbol minimal 3 mm 8. Irigasi sekunder Saluran irigasi sekunder 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 1 14 00 0 07 c.

Saluran air hujan Saluran air hujan sekunder 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 1 20 06 2 04 sekunder . Sistem pengendali banjir 1 20 06 2 00 Tebal garis minimal 0.30 - . Saluran air hujan primer Saluran air hujan primer 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 1 20 06 2 03 d.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 15 35 95 00 RGB (255) 6 217 166 13 HSV (360 100 100) 7 45 94 85 Kode Unsur 8 1 14 00 0 09 Keterangan 9 d. Irigasi air tanah Saluran irigasi yang airnya bersumber dari air tanah 9.3 mm a. Saluran dranaise sekunder Saluran pengendali banjir sekunder 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 20 06 2 02 c. Saluran dranaise primer Saluran pengendali banjir primer 100 1 00 00 00 00 00 255 240 100 100 1 20 06 2 01 b.

Kawasan resapan air . dan resapan air.. 10 00 12 00 232 255 224 105 12 100 5 02 12 3 00 . Kawasan hutan lindung . NOTASI. 16 00 10 00 214 255 230 143 16 100 5 02 12 2 00 3.31 - . DAN KODE UNSUR. Kawasan yang unsur pembentuk tanahnya sebagian besar berupa sisa-sisa bahan organik yang tertimbun dalam waktu yang lama.6. bergambut. UNSUR-UNSUR KAWASAN LINDUNG NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Kawasan Lindung Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. 12 00 10 00 224 255 230 132 12 100 5 02 12 1 00 2. hitam 0. 04 00 10 00 245 255 230 84 10 100 5 02 12 1 00 Tebal garis batas.1 mm A. Kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi (akifer) yang berguna sebagai sumber air. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya yang mencakup hutan lindung. pencegah banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya 08 00 10 00 235 255 230 108 10 100 5 02 12 0 00 1. Kawasan bergambut . Kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air. SIMBOL.

Kawasan sekitar danau / waduk 28 00 22 00 184 255 199 133 28 100 5 02 14 2 01 4. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Sempadan pantai 20 00 20 00 204 255 204 120 20 100 5 02 14 1 01 2. Kawasan tertentu di sekeliling danau atau waduk yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi danau atau waduk. 34 00 25 00 168 255 191 136 34 100 5 02 14 2 02 .32 - . 24 00 20 00 194 255 204 130 24 100 5 02 14 1 02 3. sempadan sungai. Kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai 14 00 16 00 219 255 214 113 16 100 5 02 14 0 00 Tebal garis batas. Kawasan sekitar mata air Kawasan tertentu di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air.1 mm 1. sekitar danau atau waduk. hitam 0. sekitar mata air dan hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota. Kawasan perlindungan setempat Kawasan yang memberikan perlindungan setempat yang mencakup sempadan pantai. termasuk sungai buatan atau kanal atau saluran irigasi primer.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 B. Sempadan sungai Kawasan sepanjang kiri-kanan sungai.

NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 5. 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 03 . semak. Taman Rukun Warga Taman dilingkungan Rukun Warga . 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 02 c. Taman dilingkungan Rukun Tetangga . 40 00 25 00 153 255 191 142 40 100 5 02 14 3 00 a. kemudian di dukung oleh keberadaan tanaman lain sebagai pelengkap seperti perdu.33 - . pariwisata dan penngembangan pendidikan kelestarian alam. yang ditandai oleh keberadaan pepohonan sebagai pengisi lahan yang utama. Ruang terbuka hijau kota Ruang terbuka hijau adalah satu bentuk dari ruang terbuka. . Taman kota Kawasan di dalam kota yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi penghijaun dan kawasan yang ditujukan sebagai tempat rekreasi. rerumputan dan tumbuhan penutup tanah lainnya. Taman Rukun Tetangga 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 01 b.

20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 5 02 16 2 00 . 60 00 35 00 102 255 166 145 60 100 5 02 14 4 00 C. Kawasan pelestarian alam. Kawasan suaka alam 15 15 00 00 217 217 255 240 15 100 5 02 16 1 00 2. Taman pemakaman umum Kawasan di dalam kota yang mempunyai manfaat penting sebagai tempat pemakaman umum 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 04 e.1 mm 1. Kawasan lindung keagamaan . Kawasan suaka alam laut & perairan lainnya . .34 - . hitam 0. Kawasan yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya. Kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangnnya berlangsung secara alami. suaka alam & cagar budaya 10 10 00 00 230 230 255 240 10 100 5 02 16 0 00 Tebal garis batas. 50 00 25 00 128 255 191 150 50 100 5 02 14 3 04 6. Kawasan yang mewakili ekosistem khas di lautan maupun perairan lainnya.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 d. Jalur hijau sepanjang sungai dan pantai Kawasan yang mempunyai manfaat penting sebagai untuk mempertahankan kelestarian fungsi penghijauan sepanjang pantai dan sungai Kawasan keagamaan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar sebagai tempat pengembangan pendidikan agama maupun tempat ibadah. yang merupakan habibat alami yang memberikan tempat maupun perlindungan bagi perkembangan keanekaragaman tumbuhan dan satwa yang ada. dengan kondisi alam baik biota maupun fisiknya yang masih asli.

yang ada di pantai maupun di laut. 10 20 00 00 230 204 255 271 20 100 5 02 16 6 00 .Kawasan ini minimal 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan diukur dari garis surut terendah ke arah darat yang merupakan habitat hutan bakau Kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Cagar alam & cagar alam laut 5. Taman nasional & taman nasional laut . Kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberikan perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 3. Kawasan yang mewakili ekosistem khas dan merupakan habitat alam yang memberikan perlindungan bagi perkembangan flora dan fauna yang khas dan beragam. pendidikan. 40 40 00 00 153 153 255 240 40 100 5 02 16 4 00 10 15 00 00 230 217 255 261 15 100 5 02 16 5 00 6. dan atau merupakan tempat dan kehidupan jenis satwa migran tertentu. memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi. Kawasan pantai berhutan bakau Kawasan suaka alam yang ditunjuk merupakan tempat hidup dan perlembangbiakan dari suatu jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya. pariwisata dan rekreasi 30 30 00 00 179 179 255 240 30 100 5 02 16 3 00 .35 - .. Kawasan suaka margasatwa & suaka margasatwa laut 4.

Kawasan rawan bencana alam Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam. Kawasan cagar budaya & ilmu pengetahuan Kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas 10 20 10 00 230 204 230 300 11 90 5 02 16 9 00 D. jenis asli dan atau bukan asli. hitam 0. Mempunyai sumberdaya yang khas dan unik baik tumbuhan maupun lahan. 10 30 00 00 230 179 255 280 30 100 5 02 16 7 00 8. pariwisata dan rekreasi. Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami tanah longsor. pengembangan ilmu pengetahuan. Kawasan rawan tanah longsor 00 15 00 00 255 217 255 300 15 100 5 02 22 1 00 . Taman wisata alam & taman wisata alam laut 10 40 00 00 230 153 255 285 40 100 5 02 16 8 00 9. Taman hutan raya Kawasan pelestarian yang dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa. alami atau buatan.36 - .1 mm 1. budaya. pendidikan dan latihan.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 7. Kawasan pelestarian alam di darat maupun di laut yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam . 00 05 00 00 255 242 255 300 05 100 5 02 22 0 00 Tebal garis batas.

00 10 10 00 255 230 230 00 10 100 5 02 26 1 20 a. Kawasan rawan gelombang Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi pasang mengalami bencana alam gelombang pasang.37 - . Bentang alam gumuk pasir pantai Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa gumuk pasir laut 00 10 20 00 255 230 204 31 20 100 5 02 26 1 21 . Kawasan yang merupakan lokasi bentukan geologi yang mempunyai keunikan batuan dan fosil Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam 00 05 05 00 255 242 242 00 05 100 5 02 26 1 00 1.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 25 00 00 RGB (255) 6 255 191255 HSV (360 100 100) 7 300 25 100 Kode Unsur 8 5 02 22 2 00 Keterangan 9 2. Kawasan keunikan batuan dan fosil 00 05 10 00 255 242 230 29 10 100 5 02 26 1 01 2. Kawasan cagar alam geologi Kawasan yang merupakan lokasi bentukan geologi yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alam yang khas. Kawasan lindung geologi 5 02 26 0 00 Tebal garis batas. 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 5 02 22 3 00 E. hitam 0. Kawasan keunikan bentang alam .1 mm a. 3. Kawasan rawan banjir Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam tsunami.

Bentang alam goa Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunukan bentang alam berupa kawah. kaldera. leher vulkanik.38 - .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 b. Bentang alam ngarai / lembah . Kawasan keunikan proses geologi . Bentang alam karst Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa karst Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan proses geologi . maar. kaldera. leher vulkanik dan guimuk vulkanik Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa goa Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa ngarai atau lembah 00 10 30 00 255 230 179 40 30 100 5 02 26 1 22 . 00 40 40 00 255 153 153 00 40 100 5 02 26 1 25 f. Bentang alam kawah. Bentang alam kubah Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa kubah . 00 60 80 00 255 102 51 15 80 100 5 02 26 1 30 . gumuk vulkanik c. 00 30 40 00 255 179 1153 15 40 100 5 02 26 1 24 e. maar. 00 50 60 00 255 128 102 10 60 100 5 02 26 1 26 3. 00 20 30 00 255 204 179 20 30 100 5 02 26 1 23 d.

NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 a. 00 40 10 00 255 153 230 315 40 100 5 02 26 1 33 b. Kawasan dengan kemunculan sulfatara. dan atau geyser . 15 40 35 00 217 153 166 348 29 85 5 02 26 2 01 . Kawasan rawan letusan gunung berapi Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana akibat letusan gunung berapi .39 - . 00 50 10 00 255 128 230 312 50 100 5 02 26 2 00 1. tumaroia. dan / atau geyser Kawasan keunikan proses geologi dengan munculnya sulfatara. Kawasan rawan bencana alam geologi Kawasan yang rawan akan bencana alam geologi . Kawasan poton atau lumpur vulkanik Kawasan keunikan proses geologi dengan keluarnya poton atau lumpur vulkanik . fumaroia. 00 20 10 00 255 204 230 329 20 100 5 02 26 1 31 b. Kawasan dengan kemunculan sumber api alami Kawasan keunikan proses geologi dengan munculnya sumber api alami 00 30 10 00 255 179 230 320 30 100 5 02 26 1 32 c.

17 55 50 00 212 115 128 352 46 83 5 02 26 2 04 5. Kawasan rawan tsunami Kawasan yang rawan akan bencana tsunami 10 80 80 00 230 51 51 00 78 90 5 02 26 2 05 6. baik gempa bumi tektonik maupun vulkanik . Kawasan rawan abrasi Kawasan yang rawan akan abrasi air laut 20 70 50 00 204 76 128 336 63 80 5 02 26 2 06 . NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Kawasan rawan gempa bumi Kawasan yang pernah terjadi dan diidentifikasikan mempunayai potensi terancam bahaya gempa bumi. Kawasan rawan gerakan tanah Kawasan yang berdasarkan kondisi geologi dan geografi dinyatakan rawan longsor atau mengalami kejadian longsor dengan frekuensi cukup tinggi 20 30 30 00 204 179 179 00 12 80 5 02 26 2 03 4. 15 45 40 00 217 140 153 350 35 85 5 02 26 2 02 3.NAMA UNSUR 1 2.40 - . Kawasan yang terletak di zona patahan aktif Kawasan yang terletak di zona patahan aktif .

Tebal garis batas. Kawasan imbuhan air tanah Kawasan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian imbuhan air tanah .1 mm.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 7.1 mm. 00 02 05 00 255 250 242 37 05 100 5 02 24 0 00 . hitam 0. Kawasan lindung lainnya Tebal garis batas. Sempadan mata air Kawasan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian mata air 25 80 90 00 191 51 25 08 87 75 5 02 26 3 02 F.41 - . 20 40 40 00 204 153 153 00 25 80 5 02 26 3 01 2. Kawasan yang memberi perlindungan terhadap air tanah Kawasan yang memberi perlindungan terhadap tanah 20 55 65 00 204 115 89 14 56 80 5 02 26 3 00 1. hitam 0. Kawasan rawan bahaya gas beracun Kawasan yang rawan akan bahaya gas beracun 10 60 60 00 230 102 102 00 56 90 5 02 26 2 07 c.

ekosistem unik. 00 00 08 00 255 255 235 60 08 100 5 02 24 1 00 b. Cagar biosfir Kawasan perlindungan terhadap cagar biosfer dengan maksud untuk melindungi ekosistem asli.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 a.42 - . 00 00 20 00 255 255 204 60 20 100 5 02 24 2 00 c. Taman buru 00 00 30 00 255 255 179 60 30 100 5 02 24 3 00 d. dan ekosistem yang telah mengalami degradasi dari gangguan kerusakan unsur-unsur alamnya untuk penelitian dan pendidikan. Kawasan perlindungan plasma nutfah Kawasan perlindungan terhadap daerah plasma nutfah dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya beserta keadaan flora dan faunanya untuk pelestarian keberadaannya Kawasan perlindungan terhadap daerah pengungsian satwa dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya bagi kehidupan satwa yang sejak semula menghuni areal tersebut. Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan perburuan satwa. 00 00 45 00 255 255 140 60 45 100 5 02 24 4 00 e. . Kawasan pengungsian satwa 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 5 02 24 5 00 . Ramsar . Kawasan perlindungan terhadap daerah lembab dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya beserta keadaan flora dan faunanya untuk pelestarian keberadaannya.

SIMBOL. UNSUR-UNSUR KAWASAN BUDIDAYA NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis batas. Kawasan terumbu karang Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan kelestarian terumbu karang.1 mm 4 5 6 7 Kawasan Budidaya Kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya 5 03 00 0 00 . 02 05 60 00 250 242 102 57 59 98 5 02 24 7 00 g. NOTASI. DAN KODE UNSUR.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 f.43 - . hitam 0. Kawasan koridor satwa dan biota laut yang dilindungi Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan kelestarian satwa dan biota laut 05 10 60 00 242 230 102 55 58 95 5 02 24 8 00 7. .

40 05 20 00 153 242 204 154 37 95 5 03 02 1 02 3. Hutan produksi terbatas Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi terbatas di mana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih dan tanam Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi tetap di mana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih atau tebang habis dan tanam Kawasan hutan yang bila mana diperlukan.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 A. Kawasan hutan produksi Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 5 03 02 0 00 1. C. 30 10 10 00 179 230 230 180 22 90 5 03 02 1 01 2. Hutan produksi tetap . Hutan produksi konversi 40 00 30 00 153 255 179 135 40 100 5 03 02 1 03 B.1 mm. Kawasan perkebunan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industry 20 00 50 00 204 255 128 84 50 100 5 03 04 0 00 . Kawasan hutan rakyat Kawasan hutan yang dapat dibudayakan oleh masyarakat sekitarnya dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan 40 00 40 00 153 255 153 120 40 100 5 03 12 0 00 Tebal garis batas. dapat dialihgunakan . hitam 0.44 - .

Pertanian pangan lahan basah Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan basah di mana pengairannya dapat diperoleh secara alamiah maupun teknis.45 - . Kawasan pertanian beririgasi . 20 00 30 00 204 255 179 100 30 100 5 03 06 1 00 a. 20 00 10 00 204 255 230 151 20 100 5 03 06 1 01 2. Pertanian hortikultura 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 5 03 06 3 00 . untuk tanaman palawija. dan peternakan serta padang penggembalaan ternak Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan / perkebunan yang menghasilkan baik pangan dan bahan baku industri . 05 03 03 00 242 247 247 180 02 97 5 03 06 0 00 1. Perkebunan komoditi 1 s/d perkebunan komoditi n D. 15 00 10 00 217 255 230 141 41 100 5 03 06 2 00 3. hitam 0.1 mm. Kawasan pertanian pangan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan komoditi 1 s/d komoditi n Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan 20 00 40 00 204 255 153 90 40 100 Tebal garis batas. Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan basah di mana pengairannya dapat diperoleh secara teknis. Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan kering.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 5 03 04 1 01 5 03 04 1 nn Keterangan 9 4 5 6 7 1. tanaman tahunan perkebunan. Pertanian pangan lahan kering .

hitam 0. Kawasan pertambangan Kawasan yang diperuntukkan bagi pertambangan.1 mm a. Kawasan perikanan Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik secara sambilan.1 mm . cabang usaha. Perikanan tangkap .46 - . baik berupa pertambakan / kolom maupun penangkapan Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan tangkap baik di darat maupun di laut Kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya perikanan 05 00 05 00 242 255 242 120 05 100 5 03 06 4 00 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 0 00 Tebal garis batas.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 4. Kawasan pengolahan ikan Kawasan yang diperuntukkan bagi pengolahan ikan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 3 00 F. baik wilayah yang sedang maupun yang akan segera dilakukan kegiatan pertambangan 00 00 00 03 247 247 247 00 00 97 5 18 00 0 00 Tebal garis batas. usaha pokok maupun industri. Budidaya perikanan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 2 00 c. Peternakan E. serta sebagai padang pengembalaan ternak Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan. 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 1 00 b. hitam 0.

47 - . Gol A (strategis) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol. Mineral & batubara Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan mineral dan batu bara .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 a. A (strategis) 00 00 00 50 127 127 127 00 00 50 5 18 00 5 00 f. 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 5 18 00 2 00 b. Minyak & gas bumi Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan minyak dan gas bumi 00 00 00 15 217 217 217 00 00 85 5 18 00 2 00 c. B (vital) 50 00 00 50 00 127 127 50 100 50 5 18 00 6 00 . Gol B (Vital) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol. Panas bumi Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan panas bumi 00 00 00 25 191 191 191 00 00 75 5 18 00 3 00 d. Air tanah Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan air tanah 00 00 00 35 166 166 166 00 00 65 5 18 00 4 00 e.

berupa tempat pemusatan kegiatan industry Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berat (melting. Gol C (Lainnya) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol.1 mm 1.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 g. Industri rumah tangga Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri keci / home industri 00 00 07 05 242 242 224 60 07 95 5 19 01 3 00 4. hitam 0. Industri lainnya Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri lainnya 00 00 30 08 235 235 158 60 33 92 5 19 01 4 00 . Industri sedang Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri sedang 00 00 10 07 237 237 212 60 11 93 5 19 01 2 00 3. C (lainnya) 100 00 00 50 00 128 128 50 100 50 5 18 00 7 00 G.48 - . 00 00 20 10 230 230 179 60 22 90 5 19 01 1 00 2. Kawasan industri Kawasan yang diperuntukkan bagi industri. forging & stamping industry) 5 19 00 0 00 Tebal garis batas. Industri besar .

Kawasan permukiman Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk permukiman yang aman dari bahaya bencana alam maupun buatan manusia. Taman buatan Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata buatan 00 60 00 00 255 102 255 300 60 100 5 13 00 3 00 I.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 H. Kawasan pariwisata Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata 00 10 00 00 255 230 255 300 10 100 5 13 00 0 00 Tebal garis batas.1 mm . hitam 0.1 mm 1. sehat dan mempunyai akses untuk kesempatan berusaha 00 15 100 00 255 217 00 51 100 100 5 06 00 0 00 Tebal garis batas.49 - . Pariwisata alam Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata alam . hitam 0. 00 20 00 00 255 204 255 200 20 100 5 13 00 1 00 2. Pariwisata budaya Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata budaya . 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 5 13 00 2 00 3.

Permukiman perkotaan 2. pelayanan sosial dan kegiatan sosial Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan lainnya . pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. Kawasan peruntukan lainnya Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan.1 mm a. pltn dan sebagainya) 05 50 00 00 242 128 255 294 50 100 5 16 00 1 00 b. Instalasi pembangkit energi listrik Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi pembangkit energi listrik (plta. 10 30 00 00 230 179 255 280 30 100 5 16 00 0 00 Tebal garis batas. Permukiman perdesaan J. pltu.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 1. Instalasi khusus / militer Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi khusus militer 10 70 00 00 230 76 255 292 70 100 5 09 00 0 00 . 00 30 75 00 255 179 64 36 75 100 5 06 00 1 00 00 20 70 00 255 204 76 43 70 100 5 06 00 2 00 .50 - . pltgu. hitam 0. pelayanan sosial dan kegiatan sosial Kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan. pelayanan jasa pemerintahan.

10 100 00 00 230 00 255 294 100 100 5 16 00 9 00 K.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 c.51 - . Kepadatan rendah Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan rendah. hitam 0. Kawasan perumahan 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 0 00 Tebal garis batas. 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 2 00 3. Instalasi lainnya Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi lainnya . Kepadatan sedang Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan sedang .1 mm 1. 00 30 70 00 255 179 76 42 100 100 5 06 00 3 00 . . Kepadatan tinggi Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan tinggi 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 1 00 2.

dalam skala cukup besar .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 Tebal garis batas. Perdagangan dan jasa 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 0 00 1. hitam 0. tempat hiburan dan lain-lain. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 3 00 M Perkantoran . Pusat perbelanjaan Kawasan perbelanjaan yang di lengkapi sarana-sarana niaga lainnya seperti kantorkantor. hitam 0.1 mm .dalam skala kecil 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 1 00 2. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 2 00 3. bank. 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 00 Tebal garis batas. Toko modern Kawasan diperuntukan bagi kegiatan penjualan barang-barang kebutuhan sehari hari.52 - .1 mm 5 6 7 L. Pasar tradisionil Kawasan diperuntukan bagi kegiatan penjualan barang-barang kebutuhan sehari hari.

Kebun Kawasan yang diperuntukan bagi tanaman sejenis 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 10 2. Swasta Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perkantoran swasta 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 20 N. hitam 0. 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 10 2. Halaman rumah/ gedung milik masyarakat/ swasta yang ditanami tumbuhan Kawasan atau area terbatas yang digunakan menanam tanaman tidak keras 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 20 .53 - . Pemerintah Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perkantoran pemerintahan . Kawasan terbuka non hijau 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 00 Tebal garis batas.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 1.1 mm 1.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 O.1 mm Q. Kawasan sektor informal 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 00 0 10 Tebal garis batas. Kawasan peruntukan umum dan sosial lainnya 1. Perguruan tinggi skala wilayah Pusat kegiatan pendidikan tingkat tinggi skala wilayah Simbol minimal 3 mm 00 00 00 100 00 255 255 180 100 100 1 06 02 0 00 2. hitam 0. Pendidikan Dasar (SD) Pusat kegiatan pendidikan tingkat dasar 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 1 06 08 0 00 3.54 - .1 mm P. Pendidikan Menengah Pertama (SLTP) Pusat kegiatan pendidikan tingkat menengah pertama 00 50 50 00 255 127 127 00 50 1 00 1 06 06 0 00 . Kawasan evakuasi bencana 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 02 22 0 10 Tebal garis batas. hitam 0.

Pendidikan Taman Kanak-Kanak Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 1 06 10 0 00 7. Pendidikan Lainnya Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 18 00 55 00 209 255 115 80 55 100 1 06 00 0 00 9 Rumah sakit umum tipe A Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type A 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 1 08 02 1 00 .55 - . Pendidikan Sekolah Luar Biasa Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 06 20 0 00 8.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 4. TPA regional Pusat kegiatan pendidikan tingkat menengah atas 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 1 06 04 0 00 Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 78 34 100 00 56 168 00 100 100 66 1 06 26 0 00 6. Pendidikan Menengah Atas (SLTA) 5.

Puskesmas Pusat atau tempat pelayanan kesehatan masyarakat 00 100 00 00 255 255 00 60 100 10 1 08 02 3 00 00 50 23 00 255 128 196 120 100 100 328 50 100 13. bank.56 - . Pusat keagamaan Pusat atau tempat keagamaan wilayah 70 10 100 00 76 230 00 100 100 90 5 13 02 0 00 wilayah 14. Rumah sakit umum tipe C Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type C 12. Rumah sakit umum tipe B Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type B 11. tempat hiburan dan lain-lain. Pasar induk wilayah Pasar utama di kota besar yang merupakan pusat penyalur barang-barang kebutuhan untuk pasar-pasar lainnya Kawasan perbelanjaan yang mempunyai fungsi utama sama dengan pusat perbelanjaan lingkungan tetapi di lengkapi sarana-sarana niaga lainnya seperti kantorkantor.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 1 08 02 2 00 Keterangan 9 4 5 12 33 94 00 6 224 170 15 7 95 93 88 10. Pusat perbelanjaan 00 33 100 00 255 171 00 40 100 10 5 21 02 1 00 . 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 0 00 15.

00 70 40 00 255 76 153 93 70 100 5 05 06 1 00 Tebal garis 0. Stadion Wilayah Pusat atau tempat kesenian budaya skala wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 30 0 00 Pusat atau tempat kegiatan olah raga atau kegiatan lainnya yang bersekala besar wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 34 0 00 19.2 mm.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 16.57 - . . Pusat Olah raga skala wilayah Pusat atau tempat khusus kegiatan olah raga pada skala wilayah 10 100 34 00 230 00 68 316 100 90 5 13 34 1 00 R. 5 05 06 0 00 . Pusat kesenian- kebudayaan skala wilayah 18. sumber daya manusia. Kawasan andalan darat Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan andalan budidaya yang diprioritaskan pengembangannya atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. Kawasan Andalan 1. Pusat rekreasi skala Pusat atau tempat rekreasi skala wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 12 0 00 wilayah 17. dan sumber daya buatan.

Kawasan andalan laut Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan andalan laut atas dasar kondisi dan potensi sumber daya laut. Kawasan Pertahanan Keamanan Kawasan hankam setingkat Kodam.2 mm. 20 50 00 00 204 128 255 77 50 100 5 05 06 2 00 S.58 - . Kawasan Tertentu 5 05 04 0 00 1. Kodim dan Koramil 00 100 100 00 00 00 100 00 255 00 00 255 255 00 00 100 100 60 100 100 5 05 04 2 00 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 2. Simbol minimal 3 mm Kerjasama Antar Regional Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan Kerjasama Antar Regional laut atas dasar kondisi dan potensi sumber daya laut. 30 60 100 00 179 102 00 09 100 70 5 05 04 1 00 2. . Tebal garis bis hitam 0.

hitam 0. Kawasan ini meliputi pusat perkantoran pemerintah. 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 09 00 1 00 2. NOTASI. Kawasan strategis sosbud Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap perkembangan sosial budaya. pariwisata. SIMBOL. UNSUR-UNSUR KAWASAN STRATEGIS NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 09 00 0 00 Keterangan 9 Tebal garis batas.1 mm Kawasan strategis 1. 00 30 75 08 235 158 43 01 82 92 5 09 00 2 00 3. pusat sejarah keagamaan. makam bersejarah dan lainnya 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 3 00 .8. DAN KODE UNSUR.59 - . Kawasan strategis hankam Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pertahanan dan keamanan negara. Kawasan strategis ekonomi Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap perkembangan ekonomi .

Kawasan strategis lainnya Kawasan strategis lainnya 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 6 00 . 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 4 00 5. instalasi nuklir dan kawasan industri strategis daerah .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 4. Kawasan ini meliputi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Kawasan strategis pendaya gunaan SDA dan atau teknologi tinggi Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pendaya gunaan Sumber Daya Alam atau teknologi tinggi. Kawasan ini meliputi pertambangan minyak dan gas bumi. Kawasan strategis fungsi daya dukung lingkungan hidup Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap daya dukung lingkungan. termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 5 00 6.60 - .

SIMBOL.1 mm . DAN KODE UNSUR.9.61 - . Sistem Persampahan 1 14 00 0 00 Tebal garis bis hitam 0. NOTASI. UNSUR-UNSUR SARANA PRASARANA LAINNYA Pengertian NAMA UNSUR 1 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 20 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Prasarana Lainnya A. Pengelolaan air limbah kota 5 20 01 0 00 Simbol minimal 3 mm 1 Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Sistem rasarana untuk pengelolaan limbah berasal dari rumah tangga baik secara individual maupun komunal 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 20 02 0 00 00 00 00 20 204 204 204 00 00 00 00 00 80 00 00 00 5 20 03 0 00 2 Sistem prasarana pengelolaan lingkungan (limbah B3) Sistem prasarana untuk pengelolaan limbah B3 00 00 00 100 00 100 100 00 255 00 00 0 100 100 B.

Pengertian NAMA UNSUR 1 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 1 Tempat pembuangan sementara Tempat penampungan atau pembuangan (TPS) sampah rumah tangga atau pasar sementara sebelum ke tempat pembuangan akhir 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 14 01 0 00 2 Tempat pembuangan akhir (TPA) Tempat penampungan atau pembuangan akhir sampah rumah tangga atau pasar . 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 14 02 0 00 C.62 - . Jalur evakuasi bencana Jalan yang di khususkan untuk jalur evakuasi bila terjadi bencana 00 100 00 00 255 00 255 83 100 100 2 01 24 0 00 .

1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60126 4.2 mm CMYK (%) 13 00 00 00 100 air C 20 RGB (255) 15 00 00 00 204 255 255 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 50 20 100 Kode Unsur 16 5 √ 6 √ 7 √ 8 9 √ A.1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60130 . NOTASI. 1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60124 3.1 mm. Kontur laut √ √ √ √ √ √ √ √ Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang kedalamannya sama √ Batu yang selalu tampak di permukaan laut Garis kontur (0. Laut 1.2 mm. 100% cyan) 100 00 00 00 00 255 255 50 100 100 30010 2. UNSUR-UNSUR PERAIRAN PETA DASAR SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 0.LAMPIRAN II PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1.63 - . Beting karang √ √ √ √ √ √ √ √ Gugusan batu karang dan terumbu 0. Garis pantai Garis yang memperlihatkan pantai pada saat air pasang rata-rata Laut % 20 % cyan 60102 B. Terumbu √ √ √ √ √ √ √ √ Batu karang yang tampak pada air surut 0. 100% cyan) Garis kontur indeks (0. Batu karang √ √ √ √ √ √ √ + + + 0. DAN KODE UNSUR. SIMBOL.

15 m (100k).1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11954 7. 3. Terusan. Dermaga √ √ √ √ √ √ √ √ Bangunan yang dibuat untuk bongkar muat barang dan atau penumpang kapal √ Bangunan yang dilengkapi dengan lampu untuk kepentingan navigasi 0.SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 15 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 5 √ 6 7 √ 8 9 5.5 m ( 10k) dan 1 m (5k) √ Menunjukkan saluran buatan digambarkan sesuai skala 0. Penahan ombak √ √ √ Bangunan yang dibuat untuk menahan ombak 12002 0. 7 m (50k). 35 m (250k).5 mm 0. 35 m (250k).2mm yang mempunyai garis tengah atau lebar minimal 125 m untuk (1000k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60206 . 75 m (500k).5 m (25k). 1.5 m (25k).64 - .15 m (100k). 75 m (500k).1 mm 6. Stasiun pasang surut C. Menara suar √ √ √ √ √ √ √ 1. 1.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11968 8. Sungai √ √ √ √ √ √ √ √ Stasiun pengamat pasang surut permukaan air laut 1. digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah atau lebar minimal 125 m untuk (1000k). 3.2 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60110 D.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11966 √ √ √ √ √ √ √ √ Air yang mengalir secara terus menerus sepanjang alur di daratan. 7 m (50k). saluran air √ √ √ √ √ √ √ 0..

5 m (25k).SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 0. UNSUR-UNSUR PERMUKIMAN PETA DASAR 1000K 500K 100K 250K 10K 25K 50K 1 5K NAMA UNSUR SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 Spesifikasi RGB CMYK (%) (255) 13 14 00 00 00 100 Area.K.15 m (100k).10 00 00 00 229 229 229 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 00 00 90 Kode Unsur 16 Permukiman 1. NOTASI. 75 m (500k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) Danau 20 %cyan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60104 F. digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah minimal 125 m untuk (1000k). 35 m (250k). 2 m m CMYK (%) 13 RGB (255) 15 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 5 √ 6 7 √ 8 9 E. SIMBOL. 1.5 m (25k). 35 m (250k). 1. DAN KODE UNSUR. 7 m (50k). 75 m (500k). Termasuk daerah perkampungan yang mempunyai batas tegas.5 m ( 10k) dan 1 m (5k) √ Konstruksi yang dibuat untuk membendung aliran air pada suatu sungai. 50102 . 7 m (50k). 3. 3 mm 00 00 00 100 0.15 m (100k). 1 mm 00 00 00 00 00 00 60202 2.65 - . 3. Danau √ √ √ Menunjukkan danau digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah minimal 125 m untuk (1000k). Daerah Permukiman Daerah berpenduduk berupa kelompok bangunan dan jalan yang luas sehingga dengan skala sulit untuk digambarkan secara sendiri-sendiri. Waduk atau bendungan √ √ √ √ √ √ √ 0.

Jalan tol √ √ √ √ √ √ √ √ Jalan umum bebas hambatan dengan pungutan biaya kepada para pemakainya. SIMBOL. Kota Lainnya √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10226 3.6 mm 0. UNSUR-UNSUR JARINGAN PERHUBUNGAN PETA DASAR SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 2 3 4 5 6 7 8 9 Jaringan Perhubungan 1.2 0 00 00 00 100 Infill K 10 00 00 00 229 229 229 00 00 00 00 00 90 20102 . Ibukota Negara Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Negara Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten Daerah atau kota di luar kota diatas Spesifikasi RGB CMYK (%) (255) 13 14 00 00 00 100 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 10204 3. DAN KODE UNSUR. 0.8 mm Infil l K. Ibukota Kabupaten √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10224 5.1000K 500K 100K 250K 10K 25K 50K 1 5K NAMA UNSUR SKALA 2 3 4 5 6 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 2.66 - . NOTASI. Ibukota Provinsi √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10220 4.

Jalan lokal √ √ √ √ √ √ √ √ 00 00 00 30 178 178 178 00 00 70 20114 5. Jalan √ √ √ √ √ √ √ √ 00 00 00 30 kolektor 178 178 178 00 00 70 20112 4.SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 30 RGB (255) 14 178 178 178 HSV (360 100 100) 15 00 00 70 Kode Unsur 16 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 2. Digambarkan sesuai skala utk skala 100k. 00 00 00 30 178 178 178 178 178 178 00 00 70 20116 6. 50k. 25k. kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien. Jalan lain √ √ √ √ √ √ √ √ Jalan yang tidak termasuk jalan-jalan di atas. Jalan yang dipergunakan sebagai sarana angkutan bukan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang. 50k. 25k.67 - . Jalan arteri Jalan yang dipergunakan sebagai sarana angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh. Digambarkan sesuai skala utk 100k. 20110 3. kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.. 10k dan 5k 00 00 00 30 00 00 70 20120 . biasanya menghubungkan kampung satu dengan lainnya atau di daerah pegunungan. Jalan √ √ √ √ √ √ setapak Jalan yang dipakai khusus untuk pejalan kaki. 10k dan 5k Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat. kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.

bandar udara digambarkan sesuai skala. Bandar udara √ √ √ Lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. serta dilengkapi dengan fasilitas penerbangan. 00 00 00 100 0. berlabuh naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan. Jalan kereta api Jalan kereta api.68 - .SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 30 RGB (255) 14 178 178 178 HSV (360 100 100) 15 00 00 70 Kode Unsur 16 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 7. √ √ √ √ √ 00 00 00 30 0. 20202 8. 4 mm 00 00 00 00 00 00 11946 . naik turun penumpang dan atau bongkar muat cargo dan atau bongkar muat pos. Pelabuhan √ √ √ √ √ √ √ √ Tempat yang terdiri dari deretan dan perairan di sekitarnya dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat bersandar.2mm 00 00 00 00 00 70 11938 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11940 9.

Batas kecamatan √ √ √ √ √ Batas kecamatan 0.4 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40104 3. NOTASI. Batas negara √ √ √ √ √ √ √ √ Batas Negara 0. Batas desa √ √ Batas desa / kelurahan 0. 3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40204 kota 4.69 - . Batas provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Batas daerah provinsi 0. Batas kabupaten atau √ √ √ √ √ √ √ √ Batas daerah kabupaten atau kota 0.3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40304 5.2 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40404 .4. SIMBOL. UNSUR-UNSUR BATAS ADMINISTRASI PETA DASAR 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Batas Administrasi 1.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40004 2. DAN KODE UNSUR.

1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 14 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 6. yang telah diratifikasi Dasar laut dan tanah dibawahnya (seabed and subsoil) yang berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut territorial s/d minimal 200 mil.70 - . yang belum diratifikasi Jarak maksimum batas landas kontinen yang dapat di klaim Batas jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut. K l a im B L K M a x.5 mm √ √ √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40704 ZEE ZEE 0. 5 mm . maksimal 300 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter. 200 mil. maksimal 300 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter. Batas landas kontinen. Maksimum klaim batas landas kontinen 9. kesepakatan belum diratifikasi 40602 BLK B LK 0. telah diratifikasi Dasar laut dan tanah dibawahnya (seabed and subsoil) yang berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut territorial s/d min. Batas landas kontinen kesepakatan. belum diratifikasi √ √ √ √ √ 00 00 00 100 0. Batas ZEE kesepakatan belum diratifikasi √ √ √ √ √ M a x .5 mm 7. K l ai m B L K 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40608 0. tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia.5 mm BLK 00 00 00 00 00 00 40604 BLK 8.

5 mm Z EE ZEE 11.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 14 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 10. Batas laut teritorial √ √ √ √ √ 00 00 00 100 0.3 mm 00 00 00 00 00 00 40802 13.5 mm 00 00 00 00 00 00 40804 .3 mm 00 00 00 00 00 00 40808 12.71 - . telah diratifikasi √ √ √ √ √ Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas kesepakatan 00 00 00 100 0. unilateral Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas 40706 0. tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Batas laut teritorial perlu kesepakatan √ √ √ √ √ Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas perlu kesepakatan 00 00 00 100 0. Batas ZEE Indonesia (Unilateral) Batas jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut. Batas laut teritorial kesepakatan.

70% Black) Garis kontur indeks (0. UNSUR-UNSUR RELIEF PETA DASAR NAMA UNSUR 10K 25K Skala Peta 1000K 100K 250K 500K 50K 5K Pengertian 10 Spesifikasi Simbol dan / atau Notasi 11 Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Relief 1. 70% Black) 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 30004 .5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 30104 2. SIMBOL. NOTASI. 5 m (10k). Kontur √ √ √ √ √ √ Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang ketinggiannya sama. 50 m (100k). 25 m (50k). Titik tinggi √ √ √ √ √ √ Titik dipermukaan tanah yang koordinatnya ditentukan secara metoda pengukuran triangulasi 112 0.72 - .5 m (25k).5 m (5k) dan 1 m (1k).Selang kontur 125 m untuk (250k). 12. Garis kontur (0.5. DAN KODE UNSUR.1 mm.2 mm. 2.

Teluk √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan yang menjorok ke daratan TELUK Teluk Teluk Teluk Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic hitam. Samudera. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. 40 point sesuai luasan unsur. 40 point ( 4 pt = 00 00 00 100 1 mm.) sesuai luasan unsur. UNSUR-UNSUR NAMA RUPABUMI PETA DASAR 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Nama Rupabumi A. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64402 00 00 00 00 00 00 64406 00 00 00 00 00 00 64408 . Ukuran 00 00 00 100 huruf max. 30 point sesuai luasan unsur. SIMBOL. DAN KODE UNSUR. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Selat √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan di antara dua pulau SELAT Selat Selat Selat 3. Ukuran huruf max. Ukuran 00 00 00 100 huruf max. NOTASI. Laut SKALA 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan di laut bebas SAMUDERA LAUT Laut 2.6. Nama Unsur Perairan 1.73 - .

30 point sesuai luasan unsur. Sungai dan sejenisnya √ √ √ √ √ √ √ √ Nama aliran air yang mengalir dari hulu ke arah muara atau laut SUNGAI Sungai Sungai Sungai Huruf besar atau huruf besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Pegunungan.74 - . Ukuran 00 00 00 100 huruf max. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64502 . 30 00 00 00 100 point sesuai luasan unsur. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64414 00 00 00 00 00 00 64422 Nama unsur alam 1.Gunung atau Bukit √ √ √ √ √ √ √ √ Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya angin puyuh PEGUNUNGAN Gunung Gunung Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam.) sesuai luasan unsur. Danau SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama perairan yang ada di daratan DANAU Danau Danau Danau 5. 30 point mm.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 4. Ukuran 00 00 00 100 huruf max. Ukuran huruf max.

Ibukota negara √ √ √ √ √ √ √ √ Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan negara JAKARTA 2. Ukuran huruf max. Ukuran huruf 00 00 00 100 min.75 - . 30 mm. Pulau dan Kepulauan √ √ √ √ √ √ √ √ Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya polusi udara PULAU Pulau Pulau Pulau 00 00 00 00 00 00 64522 C. Ibukota provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Huruf besar Times New Roman warna hitam. Tanjung SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya kebakaran liar TANJUNG Tanjung Tanjung Tanjung Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64516 3. Nama Ibukota 1. 20 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. 30 00 00 00 100 point sesuai luasan unsur. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau huruf besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ukuran huruf max. Ukuran huruf 00 00 00 100 min.) 00 00 00 100 sesuai luasan unsur. 16 point 00 00 00 00 00 00 64102 Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan provinsi BANDUNG 00 00 00 00 00 00 64104 .1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 2.

Ukuran huruf min. 7 point 00 00 00 00 00 00 64108 4. 14 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. Ukuran huruf 00 00 00 100 min 12 point Huruf besar Times New Roman warna 00 00 00 100 hitam. Ukuran 00 00 00 100 huruf m in. Nama daerah administrasi 1.12 point Huruf besar Arial warna hitam. 9 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. Ukuran huruf min. Ibukota kelurahan atau desa √ √ √ √ √ √ √ √ Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kelurahan atau Desa Nama tempat diluar nama diatas Ciriung 00 00 00 00 00 00 64114 6. Provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Provinsi JAWA BARAT Huruf besar Arial warna hitam.10 point 00 00 00 00 00 00 64004 2.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 3.76 - . Ukuran 00 00 00 100 huruf min. Kabupaten atau kota √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Kabupaten / Kota BOGOR 00 00 00 00 00 00 64008 . Ukuran huruf 00 00 00 100 Min. Ibukota kecamatan √ √ √ √ √ √ √ √ Citeureup 00 00 00 00 00 00 64112 5. Ibukota kabupaten atau kota SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten atau Kota Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kecamatan BOGOR Huruf besar Times New Roman warna 00 00 00 100 hitam. Kota lain atau kampung √ √ √ √ √ √ √ √ Pabuaran 00 00 00 00 00 00 64118 D.

8 point 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 64000 . Ukuran 00 00 00 100 huruf min.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 3. Kecamatan SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama daerah Kecamatan CIBINONG Huruf besar Arial warna hitam. Kelurahan atau desa √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Kelurahan atau Desa CIRIUNG 00 00 00 00 00 00 64014 E. Nama unsur diluar dari namanama diatas √ √ √ √ √ √ √ √ Nama selain nama-nama di atas Bandara Soekarno . 8 point Huruf besar Arial warna hitam.7 point 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 64012 4. Ukuran huruf min.77 - .Hatta Huruf besar Arial warna hitam Min.

0 .LAMPIRAN III PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1.1.000 BAKOSURTANAL . Penggunaan lahan terakhir Simbol dan / atau Notasi 2 Setiap unsur yang ada pada penggunaan lahan.99% (Klas I) 00 05 15 00 255 242 217 39 15 100 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100. CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan Sumber Data dan Informasi 7 BPN (Badan Pertanahan Nasional) 2. dibedakan warna.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.78 - . SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA KEMIRINGAN LERENG NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Kemiringan Lereng 1. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENGGUNAAN LAHAN Spesifikasi NAMA UNSUR 1 Penggunaan Lahan 1.

000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 BAKOSURTANAL 4.99% (Klas III) 01 15 20 00 252 217 204 16 19 99 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 BAKOSURTANAL .99% (Klas V) 07 30 30 00 237 179 179 00 24 93 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.4.14.99% (Klas IV) 05 25 30 00 242 191 179 11 26 95 BAKOSURTANAL 5. 5 .79 - .000 BAKOSURTANAL 3.000 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.29.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50. 2 .7. 8 .99% (Klas II) 00 10 20 00 255 230 204 31 20 100 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50. > 30% (Klas VI) 08 40 35 00 235 153 166 350 35 92 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 BAKOSURTANAL 6. 15 .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2.

PPLGL Bandung 2. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data.3. Struktur Geologi Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. Patahan dan Sesar Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. PPLGL Bandung .80 - . jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA GEOLOGI Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Geologi 1. PPLGL Bandung 3. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. Sifat-sifat Geologi Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data.

Gawir (D10) Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Terkikis Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Terkikis Dibuat warna khusus untuk Bukit Sisa Dibuat warna khusus untuk Bukit Terisolasi Dibuat warna khusus untuk Dataran Nyaris Dibuat warna khusus untuk Dataran Nyaris Terangkat Dibuat warna khusus untuk Lereng kaki Dibuat warna khusus untuk Pedimen Dibuat warna khusus untuk Piedemont Dibuat warna khusus untuk Gawir . SIMBOL DAN ATAU NOTASI. Piedemont (D9) 10. Perbukitan Terkikis (D1) 2. Lereng Kaki (D7) 8. Bukit Sisa (D3) 4.4. Pegunungan Terkikis (D2) 3. Dataran Nyaris Terangkat (D6) 7. Bentukan Denudasional 1. Bukit Terisolisasi (D4) 5. Pedimen (D8) 9.81 - . UNSUR-UNSUR PETA GEOMORFOLOGI NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Geomorfologi A. Dataran Nyaris (D5) 6.

Kepundan (V1) 2. Kerucut gunung api (V2) 3. Kipas rombakan lereng (D11) 12. Lereng gunung api tengah (V4) 5. Kaki gunung api (V6) 7.82 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 11. Lereng gunung api bawah (V5) 6. Lahan Rusak (D13) B. Dataran kaki gunung api (V7) 8. Lereng gunung api atas (V3 4. Dataran fluvial gunung api (V8) Dibuat warna khusus untuk Kipas rombakan lereng Dibuat warna khusus untuk Dewah dengan gerak masa batuan kuat Dibuat warna khusus untuk lahan rusak Dibuat warna khusus untuk Kepundan Dibuat warna khusus untuk Kerucut gunung api Dibuat warna khusus untuk gunung api atas Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api tengah Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api bawah Dibuat warna khusus untuk Kaki gunung api Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api bawah Dibuat warna khusus untuk dataran fluvial gunung api . Daerah dengan gerak masa batuan kuat (D12) 13. Bentukan asal Vulkanik 1.

Padang lahar (V10) 11. Fumarol (V18) 19. Padang abu. tuff atau lapili (V16) 17.83 - . Lelehan lava (V11) 12. Leher gunung api (V20) Dibuat warna khusus untuk Padang lava Dibuat warna khusus untuk Padang lahar Dibuat warna khusus untuk Lelehan lava Dibuat warna khusus untuk Aliran lava Dibuat warna khusus untuk Dataran antar gunung api Dibuat warna khusus untuk Dataran tinggi lava Dibuat warna khusus untuk Planeses Dibuat warna khusus untuk Padang abu. Planeses (V15 ) 16. Dataran tinggi lava (V14) 15. Bukit Gunung Api terdenudasi (V19) 20. Dataran antar gunung api (V13) 14. Solfatar (V17) 18. Aliran lava (V12) 13. tuff atau lapili Dibuat warna khusus untuk Solfatar Dibuat warna khusus untuk Fumarol Dibuat warna khusus untuk Bukit gunung api terdenudasi Dibuat warna khusus untuk Leher gunung api .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Padang lava (V9) 10.

Dike (V24) 25. Gawir Garis Sesar (S3) 4. Blok Sesar (S1) 2.84 - . Perbukitan Antiklinikal (S5) Dibuat warna khusus untuk Sumbat gunung api Dibuat warna khusus untuk Kerucut parasiter Dibuat warna khusus untuk Boka Dibuat warna khusus untuk Dike Dibuat warna khusus untuk Baranko Dibuat warna khusus untuk Blok sesar Dibuat warna khusus untuk Gawir sesar Dibuat warna khusus untuk Gawir garis sesar Dibuat warna khusus untuk Pegunungan antiklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan antiklinikal . Boka (V23) 24. Gawir Sesar (S2) 3. Baranko (V25) C. Kerucut parasiter (V22) 23. Sumbat gunung api (V21) 22. Bentukan asal Struktural (S) 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 21. Pegunungan Antiklinikal (S4) 5.

Pegunungan Dome (S10) 11. Perbukitan Dome (S11) 12.85 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 6. Lembah Sinklinasi (S17) . Dataran Tinggi/Plateau (S12) 13. Lembah Antiklinasi (S16) 17. Perbukitan Monoklinikal (S9) 10. Perbukitan Sinklinikal (S7) 8. Cuesta (S13) 14. Pegunungan Monoklinikal (S8) 9. Hogback (S14) 15. Bentuk Strika (S15) 16. Pegunungan Sinklinikal (S6) Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Monoklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Monoklinikal Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Dome Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Dataran Tinggi / Plateau Dibuat warna khusus untuk Cuesta Dibuat warna khusus untuk Hogback Dibuat warna khusus untuk Bentuk Strika Dibuat warna khusus untuk Lembah Antiklinasi Dibuat warna khusus untuk Lembah Sinlkinasi 7.

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 18. Dataran Aluvial (F1) 2. Dataran Banjir (F7) 8. Saluran/Sungai Mati (F6) 7. Danau (F3) 4. Rawa Belakang (F5) Dibuat warna khusus untuk Lembah Subsekuen Dibuat warna khusus untuk Sembul / Horst Dibuat warna khusus untuk Tanah Terban Dibuat warna khusus untuk Dataran Aluvial Dibuat warna khusus untuk Dasar sungai Dibuat warna khusus untuk Danau Dibuat warna khusus untuk Rawa Dibuat warna khusus untuk Rawa Belakang 6. Tanah Terban (S20) D. Sembul/Horst (S19) 20. Lembah Subsekuen (S18) 19. Tanggul Alam (F8) Dibuat warna khusus untuk Saluran / Sungai mati Dibuat warna khusus untuk Dataran banjir Dibuat warna khusus untuk Tanggul Alam . Bentukan asal Fluvial (F) 1.86 - . Dasar Sungai (F2) 3. Rawa (F4) 5.

Gosong Sungai (F13) 14. Hamparan Celah/ Tonjolan Fluvial/Crevasse Splays (F11) 12. Ledok Fluvial (F9) 10. Gosong Lengkung Dalam (F12) 13. Bekas Dasar Danau (F10) 11. Teras Aluvial (F15) 16. Delta (F17) 18. Kipas Aluvial Tidak Aktif (F16) 17. Ledok Delta (F19) 20. Igir Delta (F18) 19. Pantai Delta (F20) Dibuat warna khusus untuk Ledok Fluvial Dibuat warna khusus untuk Bekas Dasar Danau Dibuat warna khusus untuk Hamparan Celah / Tonjol Fluvial / Crevasse Splays Dibuat warna khusus untuk Gosong Lengkung Dalam Dibuat warna khusus untuk Gosong Sungai Dibuat warna khusus untuk Kipas Aluvial Aktif Dibuat warna khusus untuk Teras Aluvial Dibuat warna khusus untuk Kipas Aluvial Tidak Aktif Dibuat warna khusus untuk Delta Dibuat warna khusus untuk Ingir Delta Dibuat warna khusus untuk Ledok Delta Dibuat warna khusus untuk Pantai Delta .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9.87 - . Kipas Aluvial Aktif (F14) 15.

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

E. Bentukan asal pelarutan Karst 1. Dataran Tinggi Karst (K1)

Dibuat warna khusus untuk Ledok Delta Dibuat warna khusus untuk Dataran Tinggo Karst Dibuat warna khusus untuk Lereng dan Perbukitan Karstik Terkikis Dibuat warna khusus untuk Kubah Karst

2. Lereng dan Perbukitan Karstik Terkikis (K2) 3. Kubah Karst (K3)

4. Bukit Sisa Batu Gamping Terisolasi (K4)

Dibuat warna khusus untuk Bukit Sisa Batu Gamping Terisolasi

5. Dataran Aluvial Karst (K5)

Dibuat warna khusus untuk Dtaran Aluvial karst

6. Uvala, Dolin (K6)

Dibuat warna khusus untuk Uvala, Dolin

7. Polje (K7)

Dibuat warna khusus untuk Polje

- 88 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

8. Lembah Kering (K8)

Dibuat warna khusus untuk Lembah Kering

5. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA FISIOGRAFI PERMUKAAN
Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7

NAMA UNSUR 1 Bentuk Fisiografi Permukaan Enam klas bentuk Fisiografi 1. Datar

00 00 10 00

255 255 230

60 10 100

Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic

2. Landai
00 00 20 00 255 255 204 60 20 100

- 89 -

NAMA UNSUR 1 3. Berombak

Simbol dan / atau Notasi 2

Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6
Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic

Sumber Data dan Informasi 7

00 00 30 00

255 255 179

60 30 100

4. Bergelombang
00 00 45 00 255 255 140 60 45 100

5. Berbukit
00 03 60 00 255 247 102 57 60 100

6. Bergunung
03 07 60 00 247 237 102 56 59 97

6. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA CURAH HUJAN
Spesifikasi

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

Curah hujan

- 90 -

> 3000mm/Th (klas I) 10 00 00 00 230 255 255 180 10 100 Diperoleh melalui pengolahan.Spesifikasi NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Empat kelas jumlah rata-rata curah hujan 1. pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika 3.3000 mm/Th (klas II) 30 00 00 00 179 255 255 180 30 100 Diperoleh melalui pengolahan. 1500 . pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika 2.91 - . > 1000 mm/Th (klas IV) 40 00 00 20 102 204 204 180 50 80 Diperoleh melalui pengolahan. 1000-1500 mm/Th (klas III) 30 00 00 10 153 230 230 180 33 90 Badan Meteorologi dan Geofisika 4. pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Diperoleh melalui pengolahan. pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika .

Dep. umum/khusus.92 - . UNSUR-UNSUR PETA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 A. jumlah dan sebaran.Kehutanan 8. Sarana pendidikan 1. Disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan Dinas / Dep. swasta/negeri./Dinas Pendidikan Nasional 2. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENUTUP LAHAN Simbol dan / atau Notasi 2 Spsifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 1. . Dep. SIMBOL DAN ATAU NOTASI. Simbol minimal 3 mm./Dinas Pendidikan Nasional .7. SMP / setingkat 00 50 50 00 255 127 127 00 50 1 00 . SD / setingkat 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 Kondisi. Penutup Lahan Setiap unsur lahan dibedakan warna.

/Dinas Pendidikan Nasional 6. Pendidikan Sekolah Luar Biasa 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 Dep./Dinas Pendidikan Nasional 5.93 - ./Dinas Pendidikan Nasional 7./Dinas Pendidikan Nasional 4. Pendidikan Lainnya 18 00 55 00 209 255 115 80 55 100 Dep./Dinas Pendidikan Nasional 8. Pendidikan Taman Kanak-Kanak 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 Dep. TPA regional 78 34 100 00 56 168 00 100 100 66 Dep. SMA Umum / kejuruan 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 Dep. Perguruan Tinggi / Akademi 00 00 00 100 00 255 255 180 100 100 Dep./Dinas Pendidikan Nasional .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3.

umum/khusus. jaringan transmisi tegangan ultra tinggi (SUTUT) – 750 KV Dep. Rumah Sakit klas A 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 3. Rumah Sakit klas C 00 100 00 00 255 255 00 60 100 10 . Simbol minimal 3 mm. C.94 - . jumlah dan sebaran. swasta/negeri. Rumah Sakit klas B 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 4. Kawat saluran udara a. 00 50 23 00 255 128 196 120 100 100 Dep./Dinas Kesehatan 1./ Dinas ESDM dan PLN 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 . Puskesmas/ Balai Pengobatan 2. Sarana Kesehatan Kondisi. Jaringan listrik Tinggi simbol minimal 1 mm 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 B.

Kabel bawah laut 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 4. Kabel bawah tanah 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 3. jaringan transmisi tegangan tinggi (SUTT) – 275KV d.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 100 23 00 RGB (255) 4 255 00 197 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 b. Jaringan distribusi 85 55 100 00 38 115 00 100 100 00 . jaringan transmisi tegangan menegah (SUTM) – 150 KV e jaringan transmisi tegangan rendah (SUTR) – 70 KV 314 100 100 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 70 10 100 00 76 230 00 100 100 90 00 00 100 00 255 255 00 60 100 00 2.95 - . Gardu induk 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Minimum simbol 3 mmm 5. jaringan transmisi tegangan extra tinggi (SUTET) – 500 KV c.

Fasilitas air bersih 1.96 - . Bak penampungan 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 5./ Dinas Cipta Karya PU dan PAM Minimum simbol 3mmm 2. Pipa jaringan air bersih Minimum garis 1 mm Dep. Instalasi produksi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 4.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 D. Mata air 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Dep. Intake 100 00 00 00 Air C 20 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 3./ Dinas Cipta Karya PU dan PAM .

Irigasi sekunder c. Pipa air bersih primer b. Pipa air bersih sekunder 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 6. Bangunan irigasi 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 8. Jaringan irigasi a. Jalur distribusi air bersih 100 30 08 00 00 178 235 195 100 92 7. Irigasi air tanah 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 . Irigasi tersier 100 100 00 00 34 100 10 00 00 100 25 00 00 00 255 169 00 230 255 00 191 240 100 100 284 100 90 315 100 100 d.97 - . Irigasi primer b.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 100 100 00 00 RGB (255) 4 00 00 255 HSV (360 100 100) 5 240 100 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 a.

Saluran air hujan sekunder 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 Tebal garis 0. Jaringan mikro analog 00 00 100 00 255 255 00 153 00 102 51 204 102 60 100 10 320 100 60 140 75 80 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 Dep./ Dinas Parpostel dan TELKOM 3.4 mm E. Sistem pengendali banjir a. Saluran dranaise primer b.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Jaringan kabel laut 40 100 60 00 80 20 60 00 .98 - . Jaringan serat optik 4. Jaringan mikro digital 2. Jaringan telekomunikasi Jaringan terrestrial 1. Saluran dranaise sekunder 100 1 00 00 00 100 00 00 00 00 00 255 240 100 100 00 255 255 180 100 100 c. Saluran air hujan primer 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 d.

Kantor pos besar 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 3 mm 00 55 33 00 255 115 222 314 55 100 Dep./ Dinas Parpostel dan TELKOM 1 Stasiun bumi 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 3 mm . Jaringan satelit Dep. Transmisi kabel laut 8. Jaringan internasional 6.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 5. Transmisi kabel laut (konstruksi) 10 40 100 00 230 152 00 40 100 90 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 9./ Dinas Parpostel dan TELKOM 10. Kantor pos kecil F. Stasiun telepon otomat 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 7.99 - .

Jalan Tol Infill 00 50 100 00. Grs bis hitam 255 128 00 29 100 100 Dimensi minimal simbol Dep. Jalan Arteri Primer Infill 00 50 100 00. Jaringan jalan dan Terminal 1. Transportasi darat a.100 - . Jaringan transportasi A./ Dinas PU 2. Grs bis hitam 00 30 100 00 255 128 00 29 100 100 3.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Dimensi minimal simbol 3 mm Sumber Data dan Informasi 7 2 Pusat automatisasi sambungan telepon 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 3 Menara telekomunikasi (BTS) untuk pemanfaatan secara bersama-sama antar operator Dimensi minimal simbol 3mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 G. Jalan Kolektor Primer 255 178 00 41 100 100 .

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4. Terminal a./ Dinas PU Tebal garis minimal 0.101 - . Jalur Busway 00 100 100 00 00 00 100 00 00 40 08 00 00 00 30 10 255 00 00 255 255 00 255 153 235 229 229 160 00 100 100 60 100 100 312 40 100 60 30 90 Tebal garis 0. Terminal type A 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Strategis Nasional b.3 mm. Strategis Provinsi c. Lebar jembatan disesuaikan dengan lebar sungai Simbol minimal 3 mm 8. Jembatan 00 00 00 100 255 00 00 00 100 100 Tebal garis 0. Strategis Kabupaten 6./ Dinas Perhubungan .4 mm Dep.3 mm 7. Jalan Strategis a. Jalan Lokal 30 30 00 00 178 178 255 240 30 100 5.

b./ Dinas Perhubungan dan PT. Stasiun Besar Stasiun Sedang 00 100 100 00 00 00 00 100 255 00 00 00 00 00 00 100 100 00 00 00 2. 2.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 . Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda 1. Jaringan Rel Kereta Api dan stasiun Dep. Terminal type B c. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda atas tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda bawah tanah Tebal garis rel 0. KAI 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 Warna merah RGB (255) 4 00 100 100 00 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 255 00 00 00 00 00 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 b. Terminal type C B 00 00 00 100 b. Jalur Kereta Api umum antar kota a. Stasiun Kereta Api a.102 - .

Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 23 19 100 00 RGB (255) 4 196 207 00 HSV (360 100 100) 5 63 100 81 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3. 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda layang Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda layang b Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal Tebal garis rel 0. 2.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 1. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda bawah tanah 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda atas tanah 2. Jalur Kereta Api umum perkotaan a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal atas tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal bawah tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal layang 00 00 00 100 00 100 100 00 23 19 100 00 00 00 00 255 00 00 196 207 00 00 00 00 00 100 100 63 100 81 3.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 .103 - .

2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm Sumber Data dan Informasi 7 b. Pelabuhan sungai 00 00 00100 00 00 00 00 00 00 Dep. Jalur Subway 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 4./ Dinas Perhubungan Simbol minimal 3 mm .104 - .2 mm Jarak antara bantalan rel 2 . KAI 1. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal bawah tanah 3. Transportasi sungai danau dan penyeberangan 1. 4.5 mm Panjang bantalan rel 3 mm . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal atas tanah 2.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 c./ Dinas Perhubungan dan PT. Jalur Monorail 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal Dep.

4 mm 4. Pelabuhan danau 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 3.3 mm 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 . alur pelayaran angkutan danau. Lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 00100 25 00 255 00 191 315 1 00 100 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 Tebal garis 0.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Simbol minimal 3 mm Sumber Data dan Informasi 7 2. Pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten kota 7. Alur pelayaran angkutan sungai 100 30 70 00 00 179 76 145 100 70 Tebal Garisl 0. Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten /Kota 8.4 mm 5.105 - . 50 45 90 00 128 140 13 66 91 55 Tebal Garisl 0. Pelabuhan penyeberangan lintas provinsi dan antar negara 6.

Lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 11./ Dinas Perhubungan 2. Transportasi laut 1. Lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten/kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten /kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten / kota B.106 - . Pelabuhan Internasional hub 00 33 100 00 255 170 100 40 100 100 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 Simbol minimal 3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Pelabuhan internasional 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan 10.

/ Dinas Perhubungan 5.107 - ./ Dinas Perhubungan Dep./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep./ Dinas Perhubungan 6./ Dinas Perhubungan Dep. Pelabuhan regional 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Pelabuhan nasional Dep./ Dinas Perhubungan . Pelabuhan Lokal 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan 4. Alur pelayaran Internasional 8. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dengan ALKI 20 40 00 00 100 00 00 00 20 40 00 00 204 153 255 00 225 255 204 153 255 270 40 100 180 100 100 270 40 100 Dep. Alur pelayaran Internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 9. Pelabuhan khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 100 RGB (255) 4 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 00 00 00 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3./ Dinas Perhubungan 7. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional 10.

Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan Internasional atau pelabuhan Internasional hub 12. Bandar udara umum pusat penyebaran primer 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep./ Dinas Perhubungan 14.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 pelabuhan Internasional di negara lain 11. Transportasi udara 1. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AP = Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan Regional Untuk alur pelayaran yang panjang./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AB = Alur pelayaran Antar pelabuhan Nasional Untuk alur pelayaran yang panjang./ Dinas Perhubungan .108 - . Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Notasi minimal 2 mm AN = Alur pelayaran Nasional Untuk alur pelayaran yang panjang./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep./ Dinas Perhubungan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BP = Pelabuhan Udara Primer Letak notasi fleksibel Dep. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional C. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AR = Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional dan pelabuhan Regional Untuk alur pelayaran yang panjang. penggunaan notasi diatur Dep. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 13.

109 - ./ Dinas Perhubungan 7./ Dinas Perhubungan 4./ Dinas Perhubungan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Bandar udara umum pusat penyebaran sekunder 3./ Dinas Perhubungan 6. Bandar udara umum pusat penyebaran tersier Dep./ Dinas Perhubungan . Ruang udara di atas bandar udara 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 Notasi minimal 2 mm KA = Kawasan Udara di atas Bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsure Notasi minimal 2 mm KS = Kawasan Udara di Sekitar bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsure Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 100 RGB (255) 4 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 00 00 00 Keterangan 6 Notasi minimal 2 mm BS = Bandar Udara Sekunder Letak notasi fleksibel Notasi minimal 2 mm BT = Bandar Udara Tersier Letak notasi fleksibel Sumber Data dan Informasi 7 2. Bandar udara khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BK = Bandar Udara Khusus Letak notasi fleksibel Dep./ Dinas Perhubungan 5. Bandar udara umum bukan pusat penyebaran 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BB = Bandar Udara Bukan pusat penyebaran Letak notasi fleksibel Dep. Ruang udara di sekitar bandar udara 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 Dep.

Jaringan pipa gas 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 Dimensi minimal simbol 2 mm Dep. Ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan Dep./ Dinas ESDM dan Pertamina ./ Dinas ESDM dan Pertamina 2.110 - . Jaringan gas dan bahan bakar 1. Jaringan pipa minyak 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 2 mm Dep./ Dinas Perhubungan H.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 20 00 00 00 RGB (255) 4 204 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 20 100 Keterangan 6 Notasi minimal 2 mm KP = Kawasan Udara sebagai jalur penerbangan Letak notasi diatur sesuai luas unsur Sumber Data dan Informasi 7 8.

Lapan dan Bappenas 2. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA RAWAN BENCANA NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 RAWAN BENCANA 1. Bencana Banjir Zona I (sangat rawan) 80 00 00 00 51 255 255 180 80 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 00 20 40 00 255 204 153 30 40 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 30 40 00 255 179 153 15 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas . Lapan dan Bappenas Bakosurtanal.111 - . Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 40 40 00 255 153 153 00 40 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Bencana Longsor Zona I (sangat rawan) 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal.9.

Lapan dan Bappenas .NAMA UNSUR 1 Zona II (rawan) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 50 00 00 00 RGB (255) 4 129 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 50 100 Zona II (rawan) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal.112 - . Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Bencana Gempa Zona I (sangat rawan) 00 80 00 00 255 51 255 300 80 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 35 00 00 00 166 255 255 180 35 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 60 00 00 255 102 255 300 60 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas 3.

Lapan dan Bappenas .Bencana Tsunami Zona I (sangat rawan) 00 00 00 60 102 102 102 00 00 40 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal.NAMA UNSUR 1 Zona IV (aman) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 20 00 00 RGB (255) 4 255 204 255 HSV (360 100 100) 5 300 20 100 Zona IV (aman) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal.113 - . Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 00 40 00 255 153 255 60 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Bencana Gunung Api Zona I (sangat rawan) 00 05 60 00 255 242 102 55 60 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas 5. Lapan dan Bappenas 4. Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 00 00 15 00 255 255 217 60 15 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal.

Lapan dan Bappenas Zona IV (aman) 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas 10. Pertanian Lahan Basah 20 00 30 00 204 255 179 100 30 100 Dep.114 - . SIMBOL DAN ATAU NOTASI. UNSUR-UNSUR PETA POTENSI BAIK DARAT MAUPUN LAUT NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 A. Pertanian a.NAMA UNSUR 1 Zona II (rawan) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 35 RGB (255) 4 166 166 166 HSV (360 100 100) 5 00 00 65 Zona II (rawan) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal. Menurut Jenis 1./ Dinas Pertanian . Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 00 00 20 204 240 204 00 00 80 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal.

.. Pertanian Lahan Kering Dep./ Dinas Pertanian . Menurut Komoditas atau Secara Umum 1.115 - ./ Dinas Pertanian 2.. Tanaman Semusim 25 00 65 00 191 255 89 83 65 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 20 00 10 00 RGB (255) 4 204 255 230 HSV (360 100 100) 5 150 20 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2./ Dinas Pertanian b. Tanaman Tahunan 70 00 70 00 76 255 76 120 70 100 Dep../ Dinas Pertanian 2. Zona I (sesuai I) 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 Dep. Zona II (sesuai II) 20 00 20 00 204 255 204 120 20 100 Dep. Menurut Usia Tanaman 1./ Dinas Pertanian c.

/ Dinas Pertanian B. Zona III (sesuai III) Dep.. Zona III (sesuai III) 00 50 00 00 255 128 255 300 50 100 Dep. ./ Dinas Pertanian 4.. Zona IV (tidak sesuai) 70 00 50 00 76 255 128 137 70 100 Dep.116 - . Peternakan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1.../ Dinas Pertanian 2. Zona II (sesuai II) 00 30 00 00 255 179 255 300 30 100 Dep./ Dinas Pertanian ./ Dinas Pertanian 3. Zona I (sesuai I) 00 10 00 00 255 230 255 300 10 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 40 00 40 00 RGB (255) 4 153 255 153 HSV (360 100 100) 5 120 40 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3.

Zona III (sesuai III) 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 Dep.. Zona IV (tidak sesuai) Dep. Perikanan ./ Dinas Pertanian dan Kehutanan 2./ Dinas Pertanian dan Kehutanan D.117 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 80 00 00 RGB (255) 4 255 51 255 HSV (360 100 100) 5 300 80 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4... Zona I (sesuai I) 00 00 15 00 255 255 217 60 15 100 Dep./ Dinas Pertanian C../ Dinas Pertanian dan Kehutanan 4./ Dinas Pertanian dan Kehutanan 3.. Perkebunan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Zona IV (tidak sesuai) 00 05 60 00 255 242 102 55 60 100 Dep. Zona II (sesuai II) 00 00 40 00 235 255 153 6040 100 Dep.

./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 3./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan E. Zona III (sesuai III) 40 00 00 00 153 255 255 180 40 100 Dep. Zona II (sesuai II) 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Dep../ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 4.... .118 - . Zona I (sesuai I) 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Zona IV (tidak sesuai) 80 00 00 00 51 255 255 180 80 100 Dep. 0Industri Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Perindustrian./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 2. Zona I (sesuai I) 10 00 00 00 230 255 255 180 10 100 Dep.

4. Zona III (sesuai III) 20 25 00 00 204 191 255 252 25 100 Dep./ Dinas Perdagangan 2. Zona IV (tidak sesuai) 00 00 00 40 153 153 153 00 00 60 Dep. Perdagangan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1../ Dinas Perdagangan 3. Zona II (sesuai II) Dep.119 - ../ Dinas Perdagangan . Zona I (sesuai I) 05 05 00 00 242 242 255 240 05 100 Dep./ Dinas Perindustrian. F. Zona II (sesuai II) 15 10 00 00 217 230 255 219 15 100 Dep. 3.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 10 RGB (255) 4 229 229 229 HSV (360 100 100) 5 00 00 90 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2.../ Dinas Perindustrian.. Zona III (sesuai III) 00 00 00 20 204 204 204 00 00 80 Dep../ Dinas Perindustrian.

.120 - .60% 10 30 40 00 230 179 153 20 33 90 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan 3. Mangrove Kerapatan > 60% 10 20 20 00 230 204 204 00 11 90 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup .. Mangrove Kerapatan < 30% 20 40 60 00 204 153 102 24 56 80 Dep. Mangrove (Mgr) 1. Terumbu Karang Kerapatan > 60% 50 00 00 00 128 255 255 180 50 100 Dep.. Mangrove Kerapatan 30%.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 40 20 00 00 RGB (255) 4 153 204 255 HSV (360 100 100) 5 210 40 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4.. Pesisir dan Pulau-pulau kecil a./ Dinas Perdagangan G. Zona IV (tidak sesuai) Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan b.Terumbu Karang (Tkr) 1../ Dinas Kelautan & Perikanan 2.

/ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 3. Terumbu Karang Kerapatan < 30% 50 00 00 00 128 255 255 180 50 100 Dep. Padang Lamun Kerapatan < 30% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep../ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 3. Padang Lamun Kerapatan > 60% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup c. Padang lamun Kerapatan 30%../ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 4.60% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep. Koral 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep. Terumbu Karang Kerapatan 30%60% Dep../ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 50 00 00 00 RGB (255) 4 128 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 50 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2.. Padang Lamun (Plm) 1..121 - ../ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 2.

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 00 50

RGB (255)
4 235 235 158

HSV (360 100 100)
5 60 33 92

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

5.. Hamparan Pasil Laut 6.. Pantai Berpasir

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

00 00 00 50

127 127 127

00 00 50

7.. Pantai Berlumpur

00 00 00 50

235 235 158

60 33 92

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

8.. Pantai Berbatu

00 00 00 50

127 127 127

00 00 50

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

9.. Pulau-pulau Kecil

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

H. TPA sampah Menurut Kesesuaiannya 1.. Zona I (sesuai I)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

- 122 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 100 00

RGB (255)
4 255 255 00

HSV (360 100 100)
5 60 100 100

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

2.. Zona II (sesuai II)

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

3.. Zona III (sesuai III)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

4.. Zona IV (tidak sesuai)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

I.

Pariwisata

a. Menurut Tingkat Potensinya 1.. Zona I (potensi tinggi)
00 100 00 00 255 00 255 300 100 100

Dep./ Dinas Parpostel

2.. Zona II (potensi sedang)

00 00 00 100

00 00 00

00 00 00

Dep./ Dinas Parpostel

3.. Zona III (potensi rendah)

100 00 100 00

00 255 00

120 100 100

Dep./ Dinas Parpostel

- 123 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 100 00

RGB (255)
4 255 255 00

HSV (360 100 100)
5 60 100 100

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

4.. Zona IV (tidak berpotensi)

Dep./ Dinas Parpostel

b. Menurut Jenis Objek Wisata 1.. Wisata Alam
50 00 50 00 128 255 128 120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

2.. Wisata Budaya

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

3.. Wisata Lainnya

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

J. Pertambangan
Menurut Jenis Bahan Tambang 1.. Bahan Galian A
00 05 15 00 255 242 217 39 15 100

Dep./ Dinas ESDM

2.. Bahan Galian B

00 10 20 00

255 230 204

31 20 100

Dep./ Dinas ESDM

- 124 -

Bahan Radio Aktif 05 25 30 00 242 191 179 11 26 95 Dep. Ijin Eksploitasi 10 20 10 00 230 204 204 300 11 90 Dep... Bahan Galian C Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 01 15 20 00 RGB (255) 4 252 217 204 HSV (360 100 100) 5 16 19 99 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3.../ Dinas ESDM 5./ Dinas ESDM ./ Dinas ESDM 8./ Dinas ESDM 9../ Dinas ESDM 4. Ijin Konsesi Tambang 20 30 20 00 204 179 204 300 12 80 Dep.. Ijin Eksplorasi 20 50 20 00 204 128 204 300 37 80 Dep. Minyak dan Gas Bumi 07 30 30 00 237 179 179 00 24 93 Dep. Logam Berat 03 20 30 00 247 204 179 22 28 97 Dep.125 - ./ Dinas ESDM 6./ Dinas ESDM 7..

126 - . Pertahanan dan keamanan Dep.11 SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PERTAHANAN DAN KEAMANAN NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Pertahanan dan Keamanan 1. Hankam .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->