You are on page 1of 19

Gerakan Nasional Penerapan SNI

11 Sektor Industri Prioritas

Bagian II:

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

53

54

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

SEKTOR INDUSTRI BAJA

BAB 4:

ndustri baja merupakan industri strategis. Sektor ini memainkan peran utama dalam memasok bahan-bahan baku vital untuk pembangunan di berbagai bidang mulai dari penyedian infrastruktur (gedung, jalan, jembatan, jaringan listrik & telekomunikasi), produksi barang modal (mesin pabrik dan material pendukung serta suku cadangnya), alat transportasi (kapal laut, kereta api & relnya, otomotif), hingga persenjataan. Atas perannya yang sangat penting tersebut, keberadaan industri baja menjadi sangat strategis untuk kemakmuran suatu negara. Memasuki tahun 2010, gerak langkah industri baja nasional masih gemetar dan belum sepenuhnya pulih dari guncangan keras industri baja secara global yang dialami sejak September 2008 hingga sepanjang tahun 2009 lalu. Saat itu, harga baja HRC (hot rolled coil) yang sempat bertengger di angka US$ 1.250 per ton (bulan Juli) merosot dengan cepat hingga hanya US$ 450 per ton pada Desember di tahun

itu juga. Merosotnya harga baja HRC tersebut bertahan hampir di sepanjang tahun 2009, bahkan Mei 2009 mencapai titik terendah hanya US$ 395 per ton. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kinerja produksi dan penjualan industri baja di dalam negeri. Akibatnya, produksi baja domestik merosot drastis sepanjang 2009, dengan tingkat utilisasi 35%-40%. Turun tajam dari tingkat utilisasi normal yang sebesar 60% dari kapasitas terpasang produksi baja nasional. Saat gejolak krisis global menghantam sektor baja, tidak hanya industri domestik yang mengalami penurunan produksi secara tajam. Hampir semua negara di dunia mengalami penurunan tingkat produksi. Pengecualian terjadi di tiga negara, yakni: Iran, India dan China. Produksi baja di ketiga mengalami peningkatan, lihat Tabel 4.1. Produksi Baja Dunia 2005-2009. Bahkan China tetap terus memacu produksi secara besar-besaran hingga mencapai 567,8 juta ton naik sebesar 13,5% dibandingkan tahun 2008.

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

55

Produksi Baja Dunia 2005-2009


(dalam juta ton)
NO NEGARA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 11. China Jepang Russia Amerika Serikat India Korea Selatan Jerman Ukrania Brazil Italia 2005 353,2 112,5 66,1 94,9 45,8 47,8 44,5 38,6 31,6 21,0 29,3 18,9 17,8 16,2 19,5 9,4 13,2 15,3 9,5 8,3 5,3 7,0 10,4 5,6 7,8 6,9 5,2 4,2 6,2 4,5 5,4 4,9 4,5 3,7 4,7 5,7 6,3 2,0 2,2 2,3 25,8 1,144,0 2006 419,1 116,2 70,8 98,6 49,5 48,5 47,2 40,9 30,9 23,3 31,6 20,0 18,4 16,4 19,9 9,8 13,9 15,5 9,7 10,0 5,8 7,1 11,6 6,0 7,9 6,4 4,9 4,0 6,9 4,3 5,5 4,9 5,1 3,8 5,1 5,5 6,3 2,3 2,8 2,4 28,6 ,247,4 2007 489,3 120,2 72,4 98,1 53,1 51,5 48,6 42,8 33,8 25,8 31,6 20,9 19,0 17,6 19,2 10,1 14,3 15,6 9,1 10,6 6,9 7,6 10,7 6,2 7,9 7,4 5,6 4,6 7,1 4,8 5,4 5,0 5,1 4,2 4,4 5,7 6,3 2,4 2,9 2,6 29,8 ,346,2 2008 500,3 118,7 68,5 91,4 55,1 53,6 45,8 37,3 33,7 26,8 30,6 19,9 18,6 17,2 17,9 10,0 13,5 14,8 8,3 9,7 6,4 7,6 10,7 6,2 7,6 6,9 5,2 4,7 6,4 4,3 5,5 4,2 4,5 3,9 4,4 5,2 5,0 2,6 2,6 2,5 28,3 2009 567,8 87,5 59,9 58,1 56,6 48,6 32,7 29,8 26,5 25,3 19,7 15,7 14,3 14,2 12,8 10,9 10,1 9,0 7,5 7,2 6,0 5,7 5,6 5,5 5,2 5,2 5,0 4,7 4,6 4,1 4,0 3,8 3,7 3,5 3,1 2,8 2,7 2,4 2,2 2,1 23,3

Tabel 4.1.

Di penghujung tahun 2009, harga baja dunia mulai membaik, tercatat naik ke angka US$ 585 per ton pada Desember 2009 dan kembali menguat ke level US$ 620 per ton di bulan Februari 2010. Diperkirakan harga baja produk ini akan terus menguat menembus US$ 800 per ton di tahun 2010 ini. Seiring dengan membaiknya sektor industri baja global, China selaku produsen terbesar menjadi sangat diuntungkan. Dengan kekuatan produksi yang sangat besar, China akan mendominasi sektor ini di tingkat global dan menjadi pemain yang menentukan harga baja dunia. Sejak 1 Januari 2010, sesuai kerangka kesepakatan CAFTA, diberlakukan pembebasan tarif bea masuk untuk produk-produk yang dimasukkan dalam kategori Normal Track 1. Sejumlah produk baja, khususnya produk baja setengah jadi seperti Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC), merupakan produk yang masuk kategori Normal Track 1, yang harus sudah berlaku tarif bea masuk 0%. Ini membuat baja impor asal China menjadi lebih kompetitif karena tidak lagi dikenakan tarif bea masuk. Padahal, baja China sudah sangat kompetitif karena adanya insentif pemerintah mereka dalam bentuk fasilitas export VAT rebate (subsidi pajak) sebesar 9%-13%. Di era pemberlakuan CAFTA, masuknya baja impor China telah menimbulkan banyak kekhawatiran. Maklum, saat ini produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi baja nasional. Pada tahun 2010 ini, diperkirakan pasokan baja nasional hanya mencapai 5 hingga 6 juta ton sementara kebutuhan konsumsi baja Indonesia mencapai 8 -10 juta ton. Jadi, ada kekurangan pasokan sebesar 36% dari konsumsi, yang terpaksa didatangkan lewat impor. Melihat peluang ini, sudah pasti China akan menjadikan Indonesia sebagai pasar ekspor utama di sektor baja. Berdasarkan data impor baja kurun waktu 2006 - 2008, Indonesia sudah menjadi pasar baja utama ASEAN dari ekspor China. Ini

10. Turki 12. Taiwan, China 13. Spanyol 14. Meksiko 15. Perancis 16. Iran 17. Inggris 18. Kanada 19. Afrika Selatan 20. Polandia 21. Malaysia 22. Austria 23. Belgia 24. Mesir 25. Australia 26. Belanda 27. Thailand 28. Saudi Arabia 29. Ceko 30. Kazakhstan 31. Argentina 32. Venezuela 33. Slovakia 34. Indonesia 35. Finlandia 36. Swedia 37. Rumania 38. Belarusia 39. Luxemberg 40. Yunani 41. Lain-lain TOTAL DUNIA

,326,4 1,219,4

Sumber: World Steel Association (2010).

56

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

direfleksikan dari angka impor baja China yang direeksikan tumbuh pesat, dari US$ 788,3 juta di tahun 2006 menjadi US$ 1,9 milyar di tahun 2008. Dengan adanya penghapusan tarif bea masuk sesuai kesepakan CAFTA, bukan tidak mungkin produk impor baja China akan membanjiri Indonesia. Situasi ini sangat tidak menguntungkan industri baja domestik. Di samping harus berhadapan dengan produk baja China yang sangat kompetitif, industri baja lokal masih dibebani oleh berbagai persoalan, antara lain: peningkatan utilisasi produksi, kekurangan dan tingginya bahan baku, keandalan pasokan energi dan jaringan transportasi. Posisi daya saing industri baja nasional sangat lemah dibandingkan China. Mencermati situasi ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menilai bahwa sektor industri baja merupakan salah satu sektor yang paling membutuhkan perlindungan di era pemberlakuan CAFTA. Untuk itu, BSN menetapkan sektor ini sebagai sektor prioritas dalam Gerakan Nasional Penerapan SNI.

dari SNI yang telah ditetapkan BSN, persentase SNI sektor baja adalah 2,1% dari total 6.839 SNI. Dari 141 SNI baja tersebut, 9 SNI di antaranya telah ditetapkan sebagai SNI wajib melalui regulasi pemerintah. Berikut ini disampaikan ke-9 SNI wajib di sektor baja berikut dasar pemberlakuannya:
No. SNI 1. SNI 07-2053-2006, Baja lembaran lapis seng 2. SNI 07-2052-2002, Baja tulangan beton 3. SNI 07-0065-2002, Baja tulangan beton hasil canai ulang 4. SNI 07-0954-2005, Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan 5. SNI 1452:2007, Tabung baja LPG 6. SNI 1591:2008, Katup tabung baja LPG 7. SNI 7369:2008, Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG 8. SNI 4096:2007, Baja Lembaran dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium Seng (Bj.L AS) 9. SNI 07-0601-2006, Baja Lembaran Canai Panas (Bj.P) Regulasi Pemerintah Peraturan Menteri Perindustrian No. 07/M-IND/ PER/2/2008 Peraturan Menteri Perindustrian No. 06/M-IND/PER/2/2008

4.1. IDENTIFIKASI SNI BAJA


Sebagai langkah selanjutnya, BSN melakukan identifikasi terhadap keseluruhan identikasi SNI yang ditetapkan di sektor baja. Total SNI di sektor baja berjumlah 141 dan terdapat 75 SNI terkait dengan CAFTA sementara 66 SNI lainnya tidak terkait dengan CAFTA , lihat Gambar 4.1. SNI di Sektor Baja. Dilihat dari keseluruhan total
Gambar 4.1. Gambar 4.1. SNI di Sektor Baja SNI di Sektor Baja

Peraturan Menteri Perindustrian No. 92/M-IND/PER/11/2007 diubah menjadi No. 21/M-IND/PER/4/2008 direvisi menjadi No. 85/M-IDN/PER/11/2008 Peraturan Menteri Perindustrian No. 02/M-IND/PER/1/2009 dan No. 39/M-IND/ PER/3/2009 Peraturan Menteri Perindustrian No. 01/M-IND/PER/1/2009 dan No. 38/M-IND/ PER/3/2009

Tak Tak Terkait Terkait CAFTA CAFTA Terkait Terkait dengan dengan CAFTA CAFTA Total Total SNI Baja SNI Baja 0 0 20 20 40 40 60 60

66 SNI 66 SNI

75 SNI 75 SNI

141 SNI 141 SNI 80 80 100 100 120 120 140 140 160 160

Pada tahun 2007, BSN telah melakukan pengkajian-ulang sejumlah 25 SNI dari 75 SNI sektor baja yang terkait CAFTA. Kaji-ulang ini menghasilkan 13 SNI dinilai tetap, 11 SNI perlu direvisi dan 1 SNI diabolisi. Di tahun 2010 ini, BSN telah menyelesaikan kaji-ulang terhadap 50 SNI sektor baja lainnya. Selain dinilai perlunya dilakukan abolisi terhadap 1 SNI, yakni: SNI 0723SNI Penguat Daya Saing Bangsa
57 57

1989 A, Baja siku tidak sama kaki bertepi bulat canai panas lambung kapal, kaji-ulang terhadap 50 SNI tersebut menghasilkan rekomendasi sebagai berikut: a. 5 SNI dinyatakan tetap, meliputi:
1. SNI 7469:2008 2. SNI 07-00402006 3. SNI 07-35672006 4. SNI 0071-2008 5. SNI 3474 : 2009 Kompor gas dua tungku (Dual trivets gas stoves) Kawat baja karbon rendah Baja lembaran dan gulungan canai dingin (Bj D) Pipa baja las spiral, Mutu dan cara uji Sistem penyaluran distribusi pipa gas dan

13. SNI 13-62282000 14. SNI 05-08201989 15. SNI 07-07281989

Pemeliharaan dan penggunaan casing dan tubing Steel slotted angle Pipa-pipa baja pengujian tinggi untuk saluran pada industri minyak dan gas bumi Baja lembaran lapis seng yang diberi lapisan cat berwarna, Mutu dan cara uji Baja canai panas untuk konstruksi dengan pengelasan, Komposisi kimia dan sifat mekanis Baja beton pratekan. Bagian 3: Kawat kuens (quench) dan temper Kawat baja beton pratekan. Bagian 2: Kawat tarik dingin Kawat baja beton pratekan. Bagian 1: Persyaratan umum Mutu dan cara uji paku keling baja kepala panas Kawat pegas baja karbon temper minyak Baut dan sekrup serbaguna - radius pada dasar kepala Persyaratan material logam untuk peralatan lapangan minyak yang tahan peretakan akibat tegangan dan adanya sulfida Baut, sekrup, dan baut tanam serba guna Panjang nominal dan panjang ulir

16. SNI 07-00661987

17. SNI 07-30161992

b.

44 SNI perlu direvisi, meliputi:


1. SNI 07-03551989 Baja karbon cor, Mutu

18. SNI 07-3651.31995 19. SNI 07-3651.21995 20. SNI 07-3651.11995 21. SNI 05-0357 22. SNI 07-07251989 23. SNI 05-15861989 24. SNI 07-62192000

2. SNI 07-2529-1991 Baja beton, Metode pengujian kuat tarik 3. SNI 04-49801999 Cara uji ketebalan dan berat lapisan seng pada "cap" isolator keramik dengan metode basah Pipa baja karbon untuk minyak dan gas, Cara uji mekanis las Kawat baja karbon untuk pengepalaan dingin dan tempa dingin Jangkar baja cor dengan tongkat Rantai Roda Sepeda Motor Tipe Rol Baja karbon, Cara uji komposisi kimia Batang baja untuk rantai Pipa baja karbon untuk kontruksi umum Spesifikasi baja struktural Baut, sekrup, dan baut tanam serba guna Panjang nominal dan panjang ulir

4. SNI 07-03101989 5. SNI 07-07261989 6. SNI 0785-1989-A 7. SNI 09-01531987 8. 07-0308-1989 9. SNI 07-13391989 10. SNI 0068 : 2007 11. SNI 07-67642002 12. SNI 1587-1989

25. SNI 05-15871989

26. SNI 07-1155-1989 Kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan 27. SNI 07-10501989 28. SNI 09-03981989 Baja tulangan untuk konstruksi beton pratekan Pegas daun semi eliptik hidraulik kendaraan bermotor roda empat

58

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

29. SNI 07-26101992 30. SNI 10-07571989

Baja profil H hasil pengelasan dengan filer untuk konstruksi umum Jangkar baja tuang tanpa tongkat

Selain rekomendasi di atas, BSN juga mengusulkan rekomendasi untuk perumusan 17 SNI baru dengan mengacu pada standar internasional yang meliputi:
No. Usulan Judul SNI Referensi SNI 07-2225-1991 SNI 07-0067-1987 1. Pipa baja saluran air 2. Pipa baja karbon untuk konstruksi umum 3. Pipa baja karbon untuk konstruksi mesin 4. Pipa Union (Condiut) 5. Kawat Potong 6. Pipa Pancang 7. Batang kawat baja 8. Rel KA, wessel, bantalan rel 9. Pipa dengan dilas 10. Struktur baja (pre pabrikasi contohnya: menara, jembatan, bagian dari jembatan,pintu jendela, dll) 11. Tanki reservoir (tempat simpan air) kapasitas lebih dari 300 liter 12. Tanki reservoir dan kotak kemasan 13. Kawat berduri 14. Anyaman, jarring dari kawat besi atau baja 15. Rantai dan bagiannya dari baja 16. Jarum jahit dan Pin pengaman 17. Pegas spiral (untuk kendaran bermotor)

31. SNI 07-1154-1989 Kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan, jalinan tujuh 32. SNI 07-00671987 33. SNI 09-04261989 34. SNI 05-00691987 35. SNI 07-00391987 36. SNI 07-46001998 Pipa baja carbon untuk kontruksi mesin Pegas daun kendaraan bermotor, Mutu Pipa union Mutu dan cara uji pipa baja lapis seng Baja tegangan tarik tinggi bergelombang trapesiodal tidak simetris lapis paduan aluminium-seng untuk penutup atap dan dinding Baja tegangan tarik tinggi bergelombang trapesoidal tidak simetris lapis paduan aluminium - seng untuk penutup atap dan dinding Pipa pengolahan

SNI 07-0068-1987

SNI 07-0069-1987 Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada

37. SNI 07-45981998

38. SNI 13-34992002

Belum ada

39. SNI 13-3473-1994 Sistem transportasi cairan untuk hidrokarbon, gas petroleum cair, amoniak anhidrous dan alkohol 40. SNI 7368:2007 Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik Praktek yang direkomendasi untuk pengujian radiografi sambungan las fusi-bagian 3: sambungan melingkar las fusi pipa baja tebal sampai 50 mm Baja kanal C ringan

Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada

41. SNI 18-6936.32002

42. SNI 07-01381987

4.2. NATIONAL DIFFERENCES


Peluang penerapan persyaratan tambahan yang disesuaikan dengan karakteristik Indonesia (national difference) dalam SNI produk baja, tidak dapat dimungkinkan karena adanya berbagai pertimbangan, di antaranya spesifikasi produk baja, kemampuan dan kapasitas industri SNI Penguat Daya Saing Bangsa
59

43. SNI 07-1051-1989 Kawat baja karbon tinggi untuk kontruksi beton pratekan 44. SNI 1452:2007 Tabung baja LPG

nasional, ketersediaan LPK yang dibutuhkan, infrastruktur teknis pendukung dan berbagai faktor yang berpengaruh lainnya. Karena itu, disimpulkan bahwa untuk produk baja tidak perlu dibuat national difference.

4.3. ANALISA KEMAMPUAN INDUSTRI BAJA


Sesungguhnya, sektor baja nasional memiliki keunggulan komparatif karena Indonesia mempunyai cadangan bijih besi cukup besar sekitar 2 miliar ton, kendati berada di daerah yang tersebar dengan tingkatan kadar bijih besi bervariatif. Bijih besi merupakan bahan baku utama bagi produksi baja. Kecuali cadangan bijih besi, Indonesia juga memiliki bahan baku pendukung di sektor baja seperti bijih mangan, nikel, krom, kapur dan dolomit. Bahkan, Indonesia merupakan negara penghasil nikel keempat terbesar di dunia, setelah Australia, Kanada, New Caledonia. Berlimpahnya sumber daya energi, yang sangat vital bagi operasi peleburan baja, juga dimiliki Indonesia dalam bentuk batu bara dan gas bumi. Semua faktor ini seharusnya menjadikan industri baja nasional lebih kompetitif dibandingkan negara lain yang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Bijih besi yang dihasilkan perusahan tambang memang tidak langsung dapat digunakan oleh industri baja. Bijih besi ini harus diproses menjadi baja setengah jadi baik dalam bentuk sponge iron maupun pig iron. Sayangnya, bijih besi yang dihasilkan Indonesia belum mampu diproduksi menjadi baja setengah jadi (pig iron dan besi pellet). Bijih besi ini cenderung diekspor ke negara lain, khususnya China, untuk diproses menjadi baja setengah jadi dan kemudian banyak diimpor ke Indonesia. Fasilitas pengolahan bijih besi menjadi pig Iron sedang dalam proses pembangunan di Kalsel dan Cilegon. Kedua fasiltas pengolahan tersebut diperkirakan akan selesai dan berproduksi pada tahun 1014. Proses produksi baja di Indonesia, umumnya, dimulai dari pabrik pengolahan baja spons yang mengolah baja pellet menjadi baja

dengan menggunakan air dan gas alam. Baja yang dihasilkan kemudian diproses lebih lanjut pada Electric Arc Furnace (EAF) di pabrik slab baja dan pabrik billet baja. Di dalam EAF baja dicampur dengan scrap, hot bricket iron dan material tambahan lainnya untuk menghasilkan dua jenis baja yang disebut baja slab dan baja billet yang selanjutnya menjadi bahan baku untuk baja olahan baik dalam bentuk baja lembaran maupun kawat baja. Baja slab selanjutnya menjalani proses pemanasan ulang dan pengerolan di pabrik baja lembaran panas menjadi produk akhir yang dikenal dengan nama baja lembaran panas (hot-rolled-products). Produk ini banyak digunakan untuk aplikasi konstruksi kapal, pipa, bangunan dan konstruksi umum. Baja lembaran panas dapat diolah lebih lanjut melalui proses pengerolan ulang dan proses kimiawi di pabrik baja lembaran dingin menjadi produk akhir yang disebut baja lembaran dingin (cold-rolledproducts). Produk ini umumnya digunakan untuk aplikasi bagian dalam dan luar kendaraan bermotor, kaleng dan peralatan rumah tangga. Sementara itu, baja billet mengalami proses pengerolan di pabrik batang kawat untuk menghasilkan batang kawat baja yang banyak digunakan untuk aplikasi senar piano, mur dan baut, kawat baja dan pegas. Industri baja Indonesia hingga saat ini hanya terdiri dari industri hilir. Jika tidak ada permasalahan yang menunda pembangunannya, Industri hulu baru teralisasi pada tahun 2014. Di sektor baja hilir, berdasarkan data Kementerian Perindustrian RI, terdapat lebih dari 300 perusahaan yang bergerak dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp. 24,6 triliun. Sektor ini mempekerjakan sekitar 200.000 tenaga kerja. Tentang deskripsi industri baja lihat Boks 4.1. Profil Industri Baja Nasional. Saat ini produksi baja nasional baru mencapai 5 hingga 6 juta ton per tahun dengan tingkat utiliasi ratarata kurang dari 60% seluruh kapasitas produksi terpasang.

60

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

Boks 4.1.

Profil Industri Baja Nasional


Pohon Industri Baja
Iron Ore

Jenis-jenis Produk Industri Baja Nasional


Slab. Produk hulu baja lembaran adalah slab yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan baja lembaran canai panas dalam bentuk gulungan (hot rolled coil/ HRC) dan plat baja (steel plate). Slab baja merupakan proses peleburan sponge iron (80%) dan skrap besi baja (20%) dalam electric arc furnance (EAF) yang menghasilkan baja dalam bentuk cair (liquid steel) yang kemudian dituang ke dalam continuos casting machine (CCM) untuk menghasilkan baja kasar. Slab baja memiliki dimensi lebar 1.000 mm, tebal 200 mm, dan panjang 6.000 mm. Beratnya dapat mencapai 30 ton per buah jenis yang diproduksi oleh Krakatau Steel adalah karbon rendah (low carbon). Hot Rolled Coil/Plate (HRC/P). Baja lembaran canai panas dalam gulungan (hot rolled coil) atau plate dibuat dengan menggunakan bahan baku berupa slab baja. Untuk mendapatkan ketebalan HRC yang diinginkan maka slab ditipiskan dalam proses penipisan melalui hot strip mill (HSM). Krakatau Steel (KS) sebagai produsen utama HRC saat ini sedang melakukan revitalisasi fasilitas HSM nya yang akan selesai pada pertengahan 2010 ini. HSM ini akan memproduksi pelat baja berketebalan 60 mm dan lebar sekitar 3,5 meter dengan kapasitas 500.000 ton per tahun. Saat ini KS baru mampu memproduksi HRC/P ketebalan 20 mm dan lebar maksimal 2 meter. Cold Rolled Coil/Sheet (CRC/S). Baja canai dingin dalam gulungan dan lembaran (cold rolled coil/ sheet) dibuat melalui cold rolled mill (CRM) bahan bakunya HRC berketebalan 2 mm hingga 8 mm. HRC dibersihkan melalui pickling line, kemudian dimasukkan ke dalam CRM, yang bekerja secara tandem sebagai cold mill atau reversing mill untuk mengurangi ketebalan hingga 0,14 mm. Selanjutnya dibersihkan di dalam electrolytic clening line dan dibuat normal kembali dalam continuous annealing line atau batch annealing furnace. Produsen CRC/S antara lain Krakatau Steel, Essar, Industri Baja Garuda, Little Giant dan Intan Nasional Steel.

Directly Reduced Iron Furnace

Blast Furnace

Sponge Iron

Pig Iron

Electric Arc Furnace

Steel Scrap

BOF/OHF

Ingot Making: Blooming, Slabbing

Continous Casting

Billet, Bloom, Slab

Shape Steel Rolling Mill/ Wire Rod Mill

Hot Strip Mill/Plate Mill

Pipe Mill/Tube Mill

Cold Strip Mill

Coating Line

Long Products

Pipes & Tubes

Hot-rolled Flat Products Coated Products

Cold-rolled Products

Keterangan: - BOF/OHF = Basic Oxygen Furnace/Open Hearth Furnaces - Kotak biru mengindikasikan fasilitas produksi utama baja - Oval merah mengindikasikan input dan/atau output produk baja
Sumber: Sato, Hajime (2009), The Iron and Steel Industry In Asia: Development and Restructuring.

Highlight Industri Baja Nasional


URAIAN Total perusahaan (unit) Utilisasi (%) Total investasi (Rp. triliun) Total Ekspor Baja (US$ juta) Ekspor ke China (US$ juta) Total Impor Baja (US$ juta) Impor dari China (US$ juta) 2006 279.0 57.8 30.0 1,752.4 0.1 3,747.5 788.3 2007 287.0 60.5 31.0 1,807.8 14.6 5,035.6 1,224.5 2008 294.0 59.8 32.6 2,428.1 50.2 10,349.3 1,899.1 2009 313.0 58.8 34.6 N.A N.A N.A N.A

Kapasitas Produksi Industri Baja Nasional


PRODUK Steel making Bar & section HRC/Plate Iron making Pipe making Wire rods CRC Shearing line Galvanizing mill Nails, wires, bolds & nuts coil centers Slitting line
Sumber: IISIA (2009), Buku Munas IISIA.

TON 6,775,000 4,900,000 2,940,000 2,500,000 1,800,000 1,775,000 1,710,000 1,500,000 1,165,000 1,165,000 1,000,000

Sumber: Kementerian Perindustrian (2010), Statistik Perdagangan. Jati, Yusuf Waluyo (2010), Produksi Baja Diduga Melonjak, dalam Harian Media Indonesia Edisi 9 Juni 2010.

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

61

Dilihat dari tingkat konsumsi baja per kapita, Indonesia baru mencapai 32 kg per kapita per tahun (2009). Tingkat konsumsi ini masih sangat rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga Asia lain yang ratarata lebih dari 100 kg per kapita per tahun, seperti: Singapura 665 kg per kapita per tahun, China 508 kg/kapita/tahun, Malaysia 290 kg per kapita per tahun dan Thailand 199 kg per kapita per tahun. Bahkan, Vietnam konsumsi bajanya sudah mencapai 115 kg per kapita per tahun. Di tingkat produksi, industri baja nasional banyak memiliki keterbatasan, utamanya dalam pasokan bahan baku (yang harus diimpor), keandalan pasokan energi, minimnya modal/ pendanaan serta kurangnya dukungan jaringan transportasi dan distribusi. Kecuali itu, masih banyak pelaku sektor industri baja nasional hanya mengandalkan teknologi sederhana dalam produksi dan memiliki SDM dengan tingkat kemampuan rendah. Hal ini terjadi pada industri pengecoran. Industri ini hanya mampu menghasilkan produk cor sederhana dengan presisi yang terbatas. Padahal industri-industri pemakai produk baja menghendaki produk berkualitas dengan presisi tinggi. Terkait dengan upaya menjamin mutu produk baja hilir nasional, terdapat 9 SNI yang ditetapkan berlaku wajib untuk produk baja. Rencananya, jika tidak ada penundaan akan diberlakukan 14 SNI wajib tambahan di sektor baja.Jadi, akan ada 23 SNI wajib yang berlaku di sektor baja. Rencana penerapan SNI wajib ini mendapat respons positif dari pengusaha baja. Menurut, Asosiasi Industri Besi Baja Indonesia (IISIA), sektor industri baja nasional siap memenuhi ketentuan SNI tersebut. Sebenarnya, SNI tersebut sudah dilaksanakan hanya berlaku sukarela sehingga tak semua industri menerapkannya.

utama dalam mendukung penerapan standar. Penilaian Kesesuaian mencakup kelembagaan dan proses penilaian untuk menyatakan kesesuaian suatu kegiatan atau suatu produk terhadap SNI tertentu. Sesuai dengan PP 102/2000, pelaksanaan tugas BSN di bidang penilaian kesesuaian ditangani oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang dibentuk oleh pemerintah untuk keperluan menjamin kompetensi pelaksana penilaian kesesuaian melalui proses akreditasi. KAN mempunyai tugas untuk memberikan akreditasi kepada lembaga penilaian kesesuaian (Laboratorium Penguji, Laboratorium Kalibrasi dan Lembaga Sertifikasi). Lembaga Penilaian Kesesuaian yang telah diakreditasi oleh KAN mempunyai hak untuk menerbitkan sertifikat sesuai dengan lingkup akreditasinya. Terkait dengan sektor baja, yang rencananya akan memberlakukan 14 SNI wajib tambahan, sangat diperlukan dukungan LPK khususnya dalam bentuk laboratorium uji yang terakreditasi. Kecuali itu juga, sektor ini membutuhkan dukungan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro). Sejauh ini, di sektor baja terdapat 13 LPK yang telah diakreditasi oleh KAN. Tiga berupa Laboratorium Penguji. Kesemuanya berada di pulau Jawa, yakni: 2 laboratorium terletak di Bandung dan 1 laboratorium lagi di Jakarta. Masing-masing Laboratorium Penguji tersebut memiliki kapasitas dan kompetensi yang berbeda dalam menguji kesesuaian persyaratan yang ditetapkan SNI baja, lihat Box 4.2. Laboratorium Penguji & Ruang Lingkup. Di luar 3 Laboratorium Penguji, terdapat 10 Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang telah terakreditasi oleh KAN untuk mengeluarkan Sertifikat Produk Pengguna Tanda SNI (SPPT SNI) kepada produsen baja yang telah memenuhi kesesuaian penilaian standar. Dari 10 LSPro ini, delapan berada di pulau Jawa (Jakarta, Banten, Bandung, Surabaya) dan 2 sisanya berada di pulau Sumatera (Palembang dan Medan). Jika dilihat dari kepemilikannya, maka 7 LSPro

4.4. ANALISA KETERSEDIAAN DAN PENGEMBANGAN LPK SEKTOR BAJA


Sudah diutarakan bahwa penerapan standar mutlak membutuhkan Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK). LPK merupakan infrastrukur SNI Penguat Daya Saing Bangsa

62

Boks 4.2.

Laboratorium Penguji & Ruang Lingkup

Lab. Penguji
Balai Besar Bahan dan Barang Teknik
Kode Lab.: LP-007-IDN

Ruang Lingkup Pengujian SNI Produk Baja


SNI 07-0308-1989 SNI 04-2052-2002 SNI 04-0408-1989 SNI 07-2053-1995 SNI 07-0071-1987 SNI 19-1452-2001 SNI 03-3750-1995 SNI 07-0372-1989 SNI 07-0068-1987 SNI 19-0406-1989 SNI 19-0720-1989 SNI 19-0721-1989 SNI 19-0409-1989 SNI 7369-2007 SNI 1591-2007 SNI 07-0039-1987 SNI 07-0954-2005 SNI 07-3018-2006 SNI 07-3567-2006 SNI 07-0601-2006 Baja karbon, Cara uji komposisi kimia Baja tulangan beton Cara uji tarik logam Baja lembaran lapis seng (Bj LS) Pipa baja las (kampuh) spiral Tabung baja LPG Bronjong jaringan kawat baja las (JKBL) Batang uji lengkung untuk bahan logam Pipa baja karbon untuk konstruksi umum Cara uji keras rockwell B Kekerasan Rockwell skala N Cara uji keras Rockwell T Cara uji keras Vickers Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG Katup tabung baja LPG Cara percobaan tarik logam Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan Baja lembaran pelat dan gulungan canai panas untuk tabung gas (Bj TG) Baja lembaran dan gulungan canai dingin (Bj D) Baja lembaran, pelat dan gulungan canai panas (Bj P) Baja tulangan beton Cara uji tarik logam Cara uji lengkung tekan logam Jaring kawat baja las untuk tulangan beton Metode pengujian kuat tekan beton Baja lembaran lapis seng (Bj LS) Cara uji keras mikro Vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N Lapis seng, Cara uji Cara percobaan tarik logam Pipa baja karbon untuk konstruksi umum Cara uji tarik logam Cara uji lengkung tekan logam Cara uji keras mikro Vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N Baja tulangan beton Cara uji pukul charpy Baja profil kanal U proses canai panas (Bj P Kanal U) Batang kawat baja karbon rendah Baja tulangan beton hasil canai panas ulang Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, Mutu dan cara uji Tabung baja LPG Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG Katup tabung baja LPG Baja lembaran lapis seng (Bj LS) Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan Lapis seng, Cara uji

Jl. Sangkuriang No.14, Bandung Jawa Barat Telp.: 022 250 4088, 251 0682, 250 4828 Facs.:022 250 2027

Balai Bahan dan Barang SNI 04-2052-2002 Teknik DKI Jakarta


Kode Lab.: LP-011-IDN

Jl. Letjen. Suprapto Kav. 3 Cempaka Putih Jakarta Telp/Fax. (021) 4209179

SNI 04-0408-1989 SNI 07-0410-1989 SNI 07-0663-1995 SNI 03-1974-1990 SNI 07-2053-2006 SNI 05-0719-1989 SNI 07-0311-1989 SNI 07-0039-1987 SNI 07-0068-1987 SNI 04-0408-1989 SNI 07-0410-1989 SNI 05-0719-1989 SNI 04-2052-2002 SNI 19-0411-1989 SNI 07-0052-2006 SNI 07-0053-2006 SNI 07-0065-2002 SNI 07-0070-1987 SNI 1452-2007 SNI 7369-2007 SNI 1591-2007 SNI 07-2053-2006 SNI 07-0954-2005 SNI 07-0311-1989

Balai Besar Logam Mesin


Kode Lab.: LP-021-IDN

Jalan Sangkuriang No. 12 Bandung, Jawa Barat Telp. : (022) 2504107 - 2503172 Facs. : (022) 2503978

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

63

tersebut merupakan lembaga yang berada di bawah departemen/kementerian, 1 BUMN dan 2 swasta.Sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh KAN, LSPro ini telah didukung oleh laboratorium penguji yang kompeten untuk menguji parameter SNI yang diajukan. Kecuali itu juga, mereka memiliki tenaga ahli untuk melakukan review atau audit atas ruang lingkup yang ditetapkan oleh SNI. Sesuai dengan kapasitas/kompetensi dan ketersedian fasilitas pengujian yang dimiliki ke-13 LPK ini memiliki ruang lingkup masingmasing dalam melakukan penilaian kesesuaian SNI baja, dan Boks 4.3. LSPro & Ruang Lingkup. Mengacu pada data akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), maka peta kemampuan Lembaga Penilaian Kesesuaian menurut ruang lingkup SNI produk baja adalah sesuai dengan tabel berikut:
NO SNI SNI 07-00391987 SNI 07-00401987 SNI 07-00531987 SNI 07-00652002 SNI 07-00681989 SNI 07-00701987 SNI 07-01391987 SNI 07-03131989 SNI 07-06012006 SNI 07-09542005 JUDUL SNI Mutu dan cara uji pipa baja lapis seng Mutu dan cara uji kawat baja karbon rendah Batang kawat baja karbon rendah Baja tulangan beton hasil canai ulang (Rerolling) Pipa baja karbon untuk konstruksi umum Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, Mutu dan cara uji Penyambungan pipa berulir dari besi cor malleable hitam Besi tuang kelabu Baja lembaran, plat dan gulungan canai panas (Bj P) Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan LSPro 1, 3, 9 1, 7, 8 1, 4, 7, 8 1, 4, 6, 7, 8 1, 4, 6, 7, 8, 9 1, 6, 7, 8 1 1 1 1, 7 Lab Uji 1, 2 3 3

Box 4.3.

10 LSPro & Ruang Lingkup


Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-004-IDN

Pustan Deperin

SNI 07-00391987 SNI 07-00401987 SNI 07-00531987 SNI 07-00652002 SNI 07-00681989 SNI 07-00701987 SNI 07-01391987 SNI 07-03131989 SNI 07-06012006 SNI 07-09542005 SNI 07-11541989

Mutu dan cara uji pipa baja lapis seng Mutu dan cara uji kawat baja karbon rendah Batang kawat baja karbon rendah Baja tulangan beton hasil canai ulang (Rerolling) Pipa baja karbon untuk konstruksi umum Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, Mutu dan cara uji Penyambungan pipa berulir dari besi cor malleable hitam Besi tuang kelabu

Baja lembaran, plat dan gulungan canai panas (Bj P) Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan Jalinan tujuh kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan SNI 07-2052- Baja tulangan beton 2002 SNI 07-2053- Baja lembaran lapis seng 1995 SNI 07-3018- Baja plat, strip dan lembaran canai panas 2006 untuk tabung gas SNI 07-3567- Baja karbon lembaran dan gulungan canai 2006 dingin
Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-005-IDN 1, 2 3

LMK

SNI 04-11791989 SNI 04-27001999 SNI 04-08521989 SNI 04-08531989 SNI 04-08551989 SNI 04-08541989 SNI 04-07371989

1 1, 3

Kawat baja pipih lapis seng pelindung kabel listrik Kabel tanah berisolasi dan berselubung PVC berperisai kawat baja atau aluminium 0,6/1 kV NYFGbY/ NAYFGbY/NYRGbY/NYRY/NAYRY) Kabel berisolasi dan berselubung PVC dengan perisai kawat baja pipih, tegangan nominal 3,5/6 kV (NYBYGbY, NAYFGbY) Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja,tegangan nominal 6/10 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, tegangan nominal 18/30 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, Tegangan nominal 8,7/15 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, tegangan nominal 12/20 kV

64

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

Ruang Lingkup Sertikasi

Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-007-IDN

BIPA Palembang Baristand Indag Surabaya

SNI 07-2053- Baja lembaran lapis seng 2006


Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-011-IDN

SNI 07-00391987 SNI 07-00652002 SNI 07-20522002 SNI 07-20531995 SNI 07-00521987 SNI 07-00531987 SNI 07-00651987 SNI 07-00671987 SNI 07-00681987 SNI 07-00701987 SNI 07-20522002 SNI 03-00901999 SNI 07-09501989 SNI 07-00681987

Mutu dan cara uji pipa baja lapis seng Baja tulangan beton hasil canai panas ulang Baja tulangan beton Baja lembaran lapis seng Baja kanal bertepi bulat canai panas, Mutu dan cara uji Batang kawat baja karbon rendah Baja tulangan beton hasil canai ulang (Rerolling) Pipa baja karbon untuk konstruksi mesin, Mutu dan cara uji Pipa baja karbon untuk konstruksi umum, Mutu dan cara uji Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, Mutu dan cara uji Baja tulangan beton Bronjong kawat Pipa dan pelat baja bergelombang lapis seng Pipa baja karbon untuk konstruksi umum

Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-012-IDN

TUV NORD Indonesia

LUK B2TKS SNI 07-20522002 LSPr-017-IDN SNI 07-20532006 SNI 07-00402006 SNI 07-20542006 SNI 07-00522006 SNI 07-00532006 SNI 07-00652002 SNI 07-00671987 SNI 07-00682007 SNI 07-00701987 SNI 07-09542005 SNI 7368:2007

Baja tulangan beton Baja lembaran lapis seng Kawat baja karbon rendah, Mutu dan cara uji Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas, Mutu dan cara uji Baja kanal bertepi bulat canai panas, Mutu dan cara uji Batang kawat baja karbon rendah

Baja tulangan beton hasil canai ulang (Rerolling) Pipa baja karbon untuk konstruksi mesin, Mutu dan cara uji Pipa baja karbon untuk konstruksi umum, Mutu dan cara uji Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, Mutu dan cara uji Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik SNI 1452:2007 Tabung baja LPG SNI 7369:2008 Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG SNI 1591:2008 Katup tabung baja LPG
Ruang Lingkup Sertikasi

Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-013-IDN

B4T Bandung

SNI 07-2052- Baja tulangan beton 2002


Ruang Lingkup Sertikasi

LSPr-015-IDN

Baristand Indag Medan

SNI 07-00671987 SNI 07-00681987 SNI 07-20532006 SNI 07-00701987 SNI 07-00651987 SNI 07-20521997 SNI 07-20542006 SNI 07-40962007 SNI 07-00661987 SNI 07-00391987 SNI 07-00671987 SNI 07-00682007 SNI 07-20532006

Pipa baja karbon untuk konstruksi mesin, mutu dan cara uji Pipa baja karbon untuk konstruksi umum, mutu dan cara uji Baja lembaran lapis seng (Bj LS) Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, mutu dan cara uji Baja tulangan beton hasil canai ulang (rerolling) Baja tulangan beton Baja prol siku sama kaki proses canai panas (Bj P siku sama kaki) Baja lembaran dan gulungan lapis paduan aluminium seng (Bj L AS) Baja lembaran lapis seng yang diberi lapisan cat berwarna, mutu dan cara uji Mutu dan cara uji pipa baja lapis seng

TUV NORD II LSPr-026-IDN

Ruang Lingkup Sertikasi

SNI 07-20521997 LSPr-022-IDN SNI 07-20522002 SNI 07-20541990 SNI 07-00401987 SNI 07-00491987 SNI 07-00521987 SNI 07-00531987 SNI 07-00651987 SNI 07-00652002 SNI 07-00661987 SNI 07-00671987 SNI 07-00681987 SNI 07-00701987 SNI 07-00711987 SNI 07-11551989 SNI 03-30461992 SNI 09-08841989 SNI 7368:2007

Sucondo

Baja tulangan beton Baja tulangan beton Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas, Mutu dan cara uji Kawat baja karbon rendah, Mutu dan cara uji Elektroda las terbungkus baja karbon rendah, Mutu dan cara uji Baja kanal bertepi bulat canai panas, Mutu dan cara uji Batang kawat baja karbon rendah Baja tulangan beton hasil canai ulang (Rerolling) Baja tulangan beton hasil canai panas ulang Baja lembaran lapis seng yang diberi lapisan cat berwarna, Mutu dan cara uji Pipa baja karbon untuk konstruksi mesin, Mutu dan cara uji Pipa baja karbon untuk konstruksi umum, Mutu dan cara uji Baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil rerolling, Mutu dan cara uji Pipa baja las spiral, Mutu dan cara uji Kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pr atekan Kawat bronjong dan bronjong berlapis PVC (Polivinil chlorida) Pelek baja kendaraan bermotor roda empat Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik

Pipa baja karbon untuk konstruksi mesin, mutu dan cara uji Pipa baja karbon untuk konstruksi umum Baja lembaran lapis seng

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

65

SNI 07-11541989 SNI 07-20522002 SNI 07-20531995 SNI 07-30182006 SNI 07-35672006 SNI 07-00521987 SNI 07-00671987 SNI 03-00901999 SNI 07-09501989 SNI 07-20542006 SNI 07-40962007 SNI 07-00661987 SNI 7368:2007

Jalinan tujuh kawat 1 baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan Baja tulangan beton 1, 3, 4, 6, 7, 8 Baja lembaran lapis 1, 2, seng 3, 6, 7, 9 Baja plat, strip dan 1, lembaran canai panas untuk tabung gas Baja karbon lembaran dan 1 gulungan canai dingin Baja kanal bertepi bulat 4, 7, canai panas, Mutu dan 8 cara uji Pipa baja karbon untuk 4, 6, konstruksi mesin, Mutu 7, 8, dan cara uji 9 Bronjong kawat 4 Pipa dan pelat baja 4 bergelombang lapis seng Baja profil siku sama 6, 7, kaki proses canai panas 8 (Bj P siku sama kaki) Baja lembaran dan 6 gulungan lapis paduan aluminium seng (Bj L AS) Baja lembaran lapis 6, 8 seng yang diberi lapisan cat berwarna, mutu dan cara uji Kompor gas bahan 7 bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik Tabung baja LPG 7 7 7 8

SNI 07-11551989

1, 2, 3 1, 2, 3 1 1 3 -

SNI 03-30461992 SNI 09-08841989 SNI 7368:2007

Kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan Kawat bronjong dan bronjong berlapis PVC (Polivinil chlorida) Pelek baja kendaraan bermotor roda empat Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik Baja karbon, Cara uji komposisi kimia Cara uji tarik logam Tabung baja LPG Bronjong jaringan kawat baja las (JKBL) Batang uji lengkung untuk bahan logam Cara uji keras rockwell B Kekerasan Rockwell skala N Cara uji keras Rockwell T Cara uji keras Vickers Cara percobaan tarik logam Cara uji tarik logam Cara uji lengkung tekan logam Jaring kawat baja las untuk tulangan beton Metode pengujian kuat tekan beton Cara uji keras mikro Vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N Lapis seng, Cara uji Cara percobaan tarik logam Cara uji tarik logam Cara uji keras mikro Vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N

8 8 8

SNI 1452:2007

3 1, 3 1, 3 -

SNI 7369:2008 Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG SNI 1591:2008 Katup tabung baja LPG SNI 07-0049Elektroda las 1987 terbungkus baja karbon rendah, Mutu dan cara uji SNI 07-0071Pipa baja las spiral, 1987 Mutu dan cara uji SNI 07-0410Cara uji lengkung 1989 tekan logam

SNI 07-03081989 SNI 04-04081989 SNI 19-14522001 SNI 03-37501995 SNI 07-03721989 SNI 19-04061989 SNI 19-07201989 SNI 19-07211989 SNI 19-04091989 SNI 07-00391987 SNI 04-04081989 SNI 07-04101989 SNI 07-06631995 SNI 03-19741990 SNI 05-07191989 SNI 07-03111989 SNI 07-00391987 SNI 04-04081989 SNI 05-07191989

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3

8 -

1 3

66

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

SNI 19-04111989 SNI 07-03111989 SNI 04-11791989 SNI 04-27001999

Cara uji pukul charpy Lapis seng, Cara uji Kawat baja pipih lapis seng pelindung kabel listrik Kabel tanah berisolasi dan berselubung PVC berperisai kawat baja atau aluminium 0,6/1 kV NYFGbY/NAYFGbY/ NYRGbY/NYRY/NAYRY) Kabel berisolasi dan berselubung PVC dengan perisai kawat baja pipih, tegangan nominal 3,5/6 kV (NYBYGbY, NAYFGbY) Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja,tegangan nominal 6/10 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, tegangan nominal 18/30 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, Tegangan nominal 8,7/15 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, tegangan nominal 12/20 kV
Lab Uji

10 10

3 3 -

SNI 04-08521989

10

beberapa ruang lingkup SNI produk baja. Oleh karena itu, BSN merekomendasikan agar penguatan LPK diprioritaskan untuk SNI yang telah dan akan diberlakuan secara wajib di sektor baja. Dalam konteks ini, akan dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi teknis untuk sinkronisasi program penguatan kapasitas dan kompetensi LPK untuk memberikan pelayanan kepada sektor indunstri. Berdasarkan koordinasi tersebut akan dibuat road map pemberian insentif sampai dengan 2014.

4.5. EFEKTIVITAS PEMBERLAKUAN PERPRES NO. 54/2010


10 -

SNI 04-08531989

SNI 04-08551989

10

SNI 04-08541989

10

SNI 04-07371989

10

Keterangan:
LSPro 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. PUSTAN KEMENPRIN BIPA Palembang BARISTAN INDAG Surabaya TUV Nord Indonesia Balai Besar Bahan, Barang dan Teknik (B4T) BARISTAN INDAG, Medan LUK B2TKS, Serpong Sucofindo TUV II 1. Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) 2. Balai Bahan dan Barang Teknik DKI Jakarta 3. Balai Besar Logam dan Mesin

Kebutuhan pembangunan yang dibiayai oleh APBN di bawah departemen-departemen membutuhkan pasokan baja yang tidak sedikit. Sebut saja, misalnya, rencana pembagunan proyek kereta api (KA) Bandara SoekarnoHatta (dengan jalur Bandara-Manggarai 11 km dan Bandara-Muara Angke 19 km) yang nilainya bisa mencapai Rp 10,2 triliun. Belum lagi, rencana pembangunan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi di seluruh wilayah Indonesia 2010-2025. Ini hanya dua contoh proyek pemerintah yang sarat akan kebutuhan baja. Tentu masih terdapat proyekproyek pemerintah lain yang membutuhkan baja. Produsen baja nasional sangat berpeluang memasok kebutuhan baja dari proyekproyek tersebut. Apalagi, dalam rangka mengoptimalkan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang banyak menggunakan produkproduk baja, telah ditetapkan ketentuan perundangan yang mewajibkan penggunaan produksi dalam negeri berdasarkan Tingkat Komponen Dalam Negeri > 40%. Oleh karena itu, untuk menyerap produksi baja domestik, pemberlakuan Perpres No. 54 Tahun 2010 dapat diefektifkan. Tentu saja, harus dikaji secara lebih detail komponen produk baja apa yang menjadi kebutuhan proyek-proyek tersebut. Atas dasar ini dilakukan penerapan

10. LMK

Dengan demikian diketahui bahwa masih terdapat ketimpangan sebaran LPK untuk

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

67

SNI terhadap produk-produk baja tersebut. Dengan diberlakukannya SNI terhadap produkproduk baja tersebut, pemerintah dapat mempersyaratkan penggunaan produk-produk baja ber-SNI untuk pembangunan proyekproyek yang didanai melalui APBN. Institusi yang berpotensi dalam pengadaan barang berupa baja antara lain: Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, serta Kementerian dan Lembaga nonkementerian lain yang terkait.

SNI 070067-1987

4.6. DUKUNGAN KEPADA INSTANSI TEKNIS UNTUK INSENTIF LPK


Koordinasi dan komunikasi dengan instansi teknis akan dilakukan untuk sinkronisasi pemberian insentif Lembaga Penilaian Kesesuaian dengan tujuan mengatasi ketimpangan antara Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dengan Laboratorium Penguji. Contohnya, ketimpangan terjadi pada SNI 07-0040-1987 yang telah tersedia LSPro-nya namun belum didukung dengan Laboratorium Penguji terakreditasi atau sebaliknya untuk SNI 19-1452-2001 yang telah tersedia Laboratorium Penguji terakreditasi namun belum tersedia LSPro yang terakreditasi. Di bawah ini diajukan, pemberian insentif sesuai dengan potensi LPK:
NO SNI SNI 070040-1987 SNI 070139-1987 JUDUL SNI LSPro 1, 7, 8 1, 1 4 1 Lab Uji -

Mutu dan cara uji kawat baja karbon rendah Penyambungan pipa berulir dari besi cor malleable hitam SNI 07-0313- Besi tuang kelabu 1989 SNI 03Bronjong kawat 0090-1999 SNI 07-1154- Jalinan tujuh kawat 1989 baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan

Pipa baja karbon untuk 4, 6, konstruksi mesin, Mutu 7, 8, 9 dan cara uji SNI 07Pipa dan pelat baja 4 0950-1989 bergelombang lapis seng Baja profil siku sama kaki SNI 07proses canai panas (Bj P 6, 7, 8 2054-2006 siku sama kaki) SNI 07Baja lembaran dan 6 4096-2007 gulungan lapis paduan aluminium seng (Bj L AS) SNI 07Baja lembaran lapis seng 6, 8 0066-1987 yang diberi lapisan cat berwarna, mutu dan cara uji SNI Kompor gas bahan 7 7368:2007 bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik SNI 07Elektroda las terbungkus 8 0049-1987 baja karbon rendah, Mutu dan cara uji SNI 07-1155- Kawat baja tanpa lapisan 8 1989 bebas tegangan untuk konstruksi beton pra-te kan SNI 03Kawat bronjong dan 8 3046-1992 bronjong berlapis PVC (Polivinil chlorida) SNI 09Pelek baja kendaraan 8 0884-1989 bermotor roda empat SNI Kompor gas bahan 8 7368:2007 bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik SNI 07Baja karbon, Cara uji 0308-1989 komposisi kimia SNI 04Cara uji tarik logam 0408-1989 SNI 19-1452- Tabung baja LPG 2001 SNI 03Bronjong jaringan kawat 3750-1995 baja las (JKBL) SNI 07Batang uji lengkung 0372-1989 untuk bahan logam SNI 19Cara uji keras rockwell B 0406-1989 SNI 19Kekerasan Rockwell 0720-1989 skala N SNI 19Cara uji keras Rockwell 0721-1989 T SNI 19Cara uji keras Vickers 0409-1989 SNI 07Cara percobaan tarik 0039-1987 logam

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

68

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

SNI 040408-1989 SNI 070410-1989 SNI 070663-1995 SNI 031974-1990 SNI 050719-1989 SNI 070311-1989 SNI 070039-1987 SNI 040408-1989 SNI 050719-1989 SNI 190411-1989 SNI 070311-1989 SNI 041179-1989 SNI 042700-1999

Cara uji tarik logam Cara uji lengkung tekan logam Jaring kawat baja las untuk tulangan beton Metode pengujian kuat tekan beton Cara uji keras mikro Vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N Lapis seng, Cara uji Cara percobaan tarik logam Cara uji tarik logam Cara uji keras mikro Vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N Cara uji pukul charpy Lapis seng, Cara uji Kawat baja pipih lapis seng pelindung kabel listrik Kabel tanah berisolasi dan berselubung PVC berperisai kawat baja atau aluminium 0,6/1 kV NYFGbY/NAYFGbY/ NYRGbY/NYRY/NAYRY) Kabel berisolasi dan berselubung PVC dengan perisai kawat baja pipih, tegangan nominal 3,5/6 kV (NYBYGbY, NAYFGbY) Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja,tegangan nominal 6/10 kV Cara uji lengkung tekan logam Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, tegangan nominal 18/30 kV Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, Tegangan nominal 8,7/15 kV

10 10

2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 -

SNI 040737-1989

Kabel berisolasi XLPE dan berselubung PVC dengan perisai pita baja atau kawat baja, tegangan nominal 12/20 kV

10

Keterangan:
LSPro 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. PUSTAN KEMENPRIN BIPA Palembang BARISTAN INDAG Surabaya TUV Nord Indonesia Balai Besar Bahan, Barang dan Teknik (B4T) BARISTAN INDAG, Medan LUK B2TKS, Serpong Sucofindo TUV II LMK Lab Uji 1. Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) 2. Balai Bahan dan Barang Teknik DKI Jakarta 3. Balai Besar Logam dan Mesin

4.7. DUKUNGAN KEPADA INSTANSI TEKNIS UNTUK INSENTIF INDUSTRI


Pemberian insentif industri akan difokuskan pada program capacity building, yang berupa bedah SNI hingga pendampingan proses mendapatkan sertifikat SNI. Yang menjadi fokus adalah industri baja golongan menengah dan kecil, yang umumnya berupa pelaku
Gambar 4.2. Industri Baja Tradisional

SNI 040852-1989

10

SNI 040853-1989

10

SNI 040854-1989

10

Foto: http://1.bp.blogspot.com

SNI 070410-1989 SNI 040855-1989

10

3 -

Sektor baja nasional merentang luas mulai dari perusahan besar kelas dunia seperti Krakatau Steel hingga ke perusahaan-perusahaan rumah tangga pengecoran baja. Kategori perusahaan ini sangat mengendalkan perangkat kerja sederhana yang tidak melewati proses penilaian standardisasi.

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

69

industri pengecoran logam. Jenis industri ini banyak dijumpai di Ceper, Klaten - Jawa Tengah. Umumnya, besar pelaku industri ini hanya mengandalkan peralatan pengecoran yang sederhana dengan tingkat akurasi/presisi dan mutu yang tidak melalui proses penilaian standardisasi. Karena itu, pengetahuan mereka terhadap SNi juga sangat terbatas. Terkait dengan pemberian insentif kepada kalangan industri penerap SNI, BSN akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi teknis. Komunikasi dan koordinasi ini penting dilakukan agar tercipta sinkronisasi antara apa yang menjadi kebutuhan kalangan industri dengan insentif yang akan diberikan kepada industri. Sinkronisasi ini akan menjadikan insentif sungguh tepat-sasaran dan tepat-guna bagi industri. Pada akhirnya, program insentif ini akan dituangkan ke dalam road map skema insentif industri sampai dengan 2014.

mempertimbangkan masukan berbagai kalangan, utamanya pelaku industri baja, maka BSN merekomendasikan beberapa langkah terkait dengan regulasi teknis, yang meliputi: 1. Perlunya menyampaikan prioritas SNI produk baja tertentu untuk segera diberlakuan secara wajib kepada regulator mengingat semakin membanjirnya produk impor dari China. Pemberlakuan SNI wajib tersebut dimaksudkan untuk peningkatan optimalisasi kapasitas produksi dalam negeri. 2. Untuk produk yang tidak ada SNI dan tidak diproduksi di dalam negeri, direkomendasikan untuk diberlakukan persyaratan Mill certificates. 3. Pelaksanaan kaji ulang secepatnya terhadap SNI produk baja untuk tahun lama, dengan melibatkan industri nasional untuk memastikan persyaratan SNI dapat dipenuhi dan diterapkan oleh industri. Terkait dengan upaya pengawasan pasar, BSN akan berkoordinasi dengan instansi teknis maupun instansi lain, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pengawasan pasar akan difokuskan pada memantau peredaran baja yang tidak memenuhi standar dan lebih-lebih mencegah masuknya baja ilegal.

4.8. PENYUSUNAN REGULASI TEKNIS DAN PENGAWASAN PASAR


Melindungi kepentingan konsumen untuk mendapatkan pasokan baja yang bermutu, merupakan tanggungjawab pemerintah, termasuk di dalamnya BSN selaku lembaga standar nasional. Beredarnya produk-produk yang tidak memiliki standar sangat merugikan konsumen. Demi mengejar keuntungan, sering pelaku industri memproduksi baja tanpa memperhatikan standar. Contohnya, banyak beredar baja-baja yang ukurannya dimanipulasi dengan ukuran banci. Kecuali itu, di pasar juga banyak beredar baja-baja ilegal yang tidak memiliki standar yang jelas. Ini semua merugikan konsumen dan berpotensi merusak pasar nasional yang menimbulkan kerugian tidak sedikit bagi industri nasional. Berdasarkan analisa daya saing industri baja nasional, dan indentifikasi SNI yang telah ditetapkan di sektor baja serta
70

4.9. EDUKSI KONSUMEN


Langkah selanjutnya adalah menyusun program edukasi konsumen. Target utamanya adalah: (1) memperkenalkan produk-produk baja ber-SNI dan (2) meningkatkan kesadaran untuk mempergunakan produk baja ber-SNI. Terkait dengan program edukasi ini, BSN merekomendasikan bahwa: 1. Memetakan segmen pasar baja. 2. Merumuskan daftar cara atau metode untuk edukasi konsumen. Konsumen untuk baja dapat terdiri dari konsumen umum (masyarakat) dan institusi yang akan melakukan pengadaan barang untuk pemerintah melalui Perpres No. 54

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

Tahun 2010, serta institusi swasta yang bergerak di bidang kontruksi. Sementara, produsen sudah diidentifikasi menurut jenis produk yang dihasilkan. Sosialisasi dan edukasi kepada konsumen dan produsen berisi muatan pemahaman ketentuan persyaratan SNI dan penerapan SNI produk baja. Edukasi konsumen juga melibatkan asosiasi profesi di bidang konstruksi, misalnya Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI). Pada asosiasi ini berhimpun tenaga ahli yang berkutat dengan pembangunan konstruksi yang memanfatkan produk baja sebagi bahan baku.

SNI Penguat Daya Saing Bangsa

71