Mikropaleontologi merupakan cabang paleontologi yang mempelajari mikrofosil.

Mikrofosil adalah fosil yang umumnya berukuran tidak lebih besar dari empat millimeter, dan umumnya lebih kecil dari satu milimeter, sehingga untuk mempelajarinya dibutuhkan mikroskop cahaya ataupun elektron. Fosil yang dapat dipelajari dengan mata telanjang atau dengan alat berdaya pembesaran kecil, seperti kaca pembesar, dapat dikelompokkan sebagai makrofosil. Secara tegas, sulit untuk menentukan apakah suatu organisme dapat digolongkan sebagai mikrofosil atau tidak, sehingga tidak ada batas ukuran yang jelas.

Brasier, M.D. (1980), Microfossils. Chapman and Hall publishers. ISBN 0-41244570-0

Traverse, A. (1988), Paleopalynology. Unwin Hyman ISBN 0-04-561001-0 Mikropaleontologi merupakan cabang paleontologi yang mempelajari mikrofosil, ilmu ini mempelajari masalah organisme yang hidup pada masa yang lampau yang berukuran sangat renik (mikroskopis),yang dalam pengamatannya harus menggunakan Mikroskop atau biasa disebut micro fossils (fosil mikro). Pembahasan mikropaleontologi ini sesungguhnya sangat heterogen, berasal baik dari hewan maupun tumbuhan ataupun bagian dari hewan atau tumbuahan. Mikropaleontologi adalah suatu cabang ilmu dari Paleontologi yang mempelajarimengenai mikrofosil.Mikrofosil merupakan salah satu faktor yang penting dalam penafsiranumur dan rekonstruksi lingkungan suatu daerah.Adanya penafsiran umur dan rekonstruksilingkungan sangat dibutuhkan dalam industri perminyakan, pertambangan, keteknikan danlingkungan serta dalam pemetaan geologi. Oleh karena itu dengan pemberian mata k

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.