PROBLEM BASED LEARNING

BRONKHITIS AKUT

OLEH : MONICA DYANE TAHAPARY S.KED J500 060 054

PEMBIMBING dr. Agus Suharto Basuki, Sp.P

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

1

.......................... 14 Maret 2012 Pembimbing I dr.....) 2 ....... Agus Suharto Basuki........ MMkes (.......... Pada Hari Rabu...) Dipresentasikan di Hadapan dr.......... Agus Suharto Basuki..P (.... Sp...KED J500 060 054 Telah disetujui dan disahkan oleh bagian Program Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta..PROBLEM BASED LEARNING BRONKHITIS AKUT OLEH MONICA DYANE TAHAPARY S..P (.. Hj .............) Disahkan Oleh Ka Profesi : dr...... Yuni Prastyo K... Sp....

......iii Laporan Kasus ............................................................................. 23 3 ..............................................ii Daftar Isi...............................................................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman sampul..........................3 Daftar Pustaka........i Halaman Pengesahan...........................1 Tinjauan Pustaka ................................................................................................................................................................................................

IDENTITAS PASIEN Nama Pasien Usia Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Status Pernikahan Agama Suku Tanggal Masuk RS Tanggal Pemeriksaan No Rekam Medik : Bp. 1. Surakarta : Wiraswasta : Menikah : Islam : Jawa : 12 Maret 2012 : 12 Maret 2012 : 04. Dahak 4 .30 WIB. Pasien mulai merasakan hal tersebut setelah kelelahan mengrenovasi tokonya. batuk mulai berdahak dan dahaknya sulit dikeluarkan. ANAMNESIS Dilakukan di Poli Non TB. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke Poli Non TB BBKPM Surakarta dengan keluhan utama batuk berdahak sejak ± 6 hari yang lalu. dan badannya demam kemudian setelah ± 3 hari yang lalu.W : 46 Tahun : Laki-Laki : Laweyan. Keluhan Utama Batuk berdahak 2. Didapat secara autoanamnesis. Awalnya pasien merasakan batuknya tidak berdahak.94. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta pada tanggal 12 Maret 2012 jam 11.LAPORAN KASUS A.87 B.

Selain itu pasien juga mengeluhkan kepalanya sering pusing. 5 . Pasien terkadang juga mengeluhkan sesak nafas apabila pasien mulai membantu mengrenovasi tokonya di mana sesak nafas akan menghilang dengan sendirinya setelah dibuat beristirahat. 3. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Asma Riwayat Hipertensi Riwayat Diabetes Mellitus Riwayat Pengobatan OAT Riwayat Alergi Obat dan Makanan : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal 4. Saat sesak nafas terkadang hingga menimbulkan bunyi ‘ngik-ngik’. Riwayat Kesehatan Lingkungan Adanya Penderita Batuk Lama Adanya Penderita Batuk Berdarah : Disangkal : Disangkal Adanya Yang Mengikuti Pengobatan Rutin (OAT): Disangkal Udara Dingin Pada Tempat Tinggal Pasien : Disangkal Pasien bekerja sebagai wiraswasta di toko kelontong milik pribadi.berwarna putih kekuningan dan kental. Riwayat Keluarga Riwayat Sakit Serupa Riwayat Asma Riwayat Hipertensi Riwayat Diabetes Mellitus Riwayat Pengobatan OAT Riwayat Alergi Obat dan Makanan : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal 5. Pasien belum pernah mengkonsumsi obat-obatan tertentu ataupun ke dokter untuk mengurangi keluhannya.

6. 7. : Disangkal. Keadaan Umum KU Kesadaran BB TB Gizi : Cukup : Compos Mentis : 66 Kg : 170 cm : Cukup 2. C. Vital Sign Tekanan Darah : 125/80 mmHg Nadi Pernafasan Suhu : 84 x / menit : 18 x / menit : 37. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta pada tanggal 12 Maret 2012 jam 11. PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan di Poli Non TB. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien bekerja sebagai seorang wiraswasta di toko kelontong milik pribadi. 1. Riwayat Pribadi Kebiasaan Merokok Kebiasaan Minum Alkohol Kebiasaan Olahraga : Diakui (10 tahun yang lalu). Pasien mulai mengrenovasi tokonya ± 9 hari yang lalu sebelum batuk. : Disangkal.30 WIB. Pasien akhir-akhir ini juga terpapar asap rokok karena pekerja bangunan yang membantu mengrenovasi tokonya merokok saat beraktivitas.Pasien akhir-akhir ini sering terpapar debu karena sedang mengrenovasi tokonya tersebut.60 C 6 .

sklera ikterik (-/-). hipopigmentasi (-). Kulit Warna sawo matang. d. f. peningkatan JVP (-/-). Telinga Deformitas (-/-).3. spider naevi (-). Mulut Bibir kering (-). ketinggalan gerak (-) Palpasi : Fremitus Depan N N N N N N Belakang N N N N N N 7 . hiperpigmentasi (-). pucat (-). sekret (-/-). striae (-). mukosa pucat (-). c. Thoraks Pulmo Inspeksi : gerak simetris. pupil isokor (3mm/3mm). lidah tremor (-). darah (-/-). pembesaran kelenjar getah bening (-/-). b. trakea di tengah. venectasi (-). stomatitis (-). reflek cahaya direct dan indirect (+/+). lidah kotor (-). benjolan (-/-). retraksi (-). sekret (-/-). e. petechie (-). Leher Simetris. g. gusi berdarah (-). Mata Konjungtiva anemis (-/-). oedem palpebra (-/-). sianosis (-). nyeri tekan (-/-). ikterik (-). deformitas (-/-). Hidung Nafas cuping hidung (-/-). sekret (-/-). Pemeriksaan Fisik a. lidah simetris (+). darah (-/-).

gallop (-). : massa (-). pembesaran organ (-). bising jantung (-). scar bekas operasi (-). konfigurasi jantung kesan + - Belakang - tidak melebar. nyeri tekan (-). Abdomen Inspeksi : distensi (-). Auskultasi Palpasi Perkusi : peristaltik usus dbn. murmur (-). metalik sound (-) . : Redup. : ictus cordis teraba di SIC V LMCS. defans muculer (-).Perkusi : Depan Sonor Sonor Sonor Sonor Sonor Sonor Belakang Sonor Sonor Sonor Sonor Sonor Sonor Auskultasi : Suara Dasar Vesikuler Depan + + + + + + + + + Belakang + + + Ronkhi Basah Depan + Wheezing . : timpani (-). Auskultasi : bunyi jantung 1-2 reguler. h. pekak beralih (-) 8 ./Cor Inspeksi Palpasi Perkusi : ictus cordis tidak terlihat.

9 . Pemeriksaan Penunjang a. Ekstremitas Oedema Akral Dingin 4.i. cor dalam batas normal. corakan bronchovaskuler meningkat. Radiologi Foto Rontgent Thoraks Posisi PA Kesan : Sistema tulang intak.

60 C Thorax pulmo : simetris. Mulanya tidak berdahak. ± 3 hari yang lalu dahak (+) dan sulit dikeluarkan.D. b. PEMERIKSAAN PENUNJANG Foto Rontgent Thoraks Posisi PA. Terpapar debu (+). fremitus normal. Kesan : Sistema tulang intak. corakan bronchovaskuler meningkat. perkusi sonor. PEMERIKSAAN FISIK Vital Sign Tekanan Darah Nadi Pernafasan Suhu : 125/80 mmHg : 84 x / menit : 18 x / menit : 37. ANAMNESIS a. asap rokok (+) 2. d.9) 10 . Dahak berwarna putih kekuningan dan kental. Sesak Nafas (+) Ketika membantu pekerja bangunannya dan hilang dengan beristirahat. Batuk berdahak (+) ± 6 hari yang lalu. RESUME 1. Kepala pusing (+) e. E. ASSESMENT Bronkhitis Akut (J20. cor dalam batas normal. auskultasi suara dasar vesikuler +/+. Setelah kelelahan mengrenovasi toko. suara tambahan ronkhi basah +/+ 3. Demam (+) c.

Spirometri 11 . Apabila harus menghabiskan banyak waktu di sekitar orang lain yang batuk dan bersin. Dianjurkan untuk menghindari merokok dan menjadi perokok pasif. POMR (PROBLEM ORIENTED MEDICAL RECORD) No 1 Assessment Bronkhitis Akut Planning Diagnosis Darah Lengkap Spirometri Pemeriksaan Sputum Planning Terapi Farmakologi : Amoxycilin tab 500 mg 3 x1 Paracetamol tab 500 mg 3 x 1 Codein tab 15 mg 3 x 1 Metilprednisolon 2 g 2 x 1 OBH Syrup 3 x 1 C GG tab 100 mg 3 x 1 Imbost force tab 1 x 1 Non Farmakologi Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan. Cuci tangan atau menggunakan sanitizer tangan secara teratur.F. dianjurkan untuk memakai masker yang menutupi mulut dan hidung untuk mengurangi risiko infeksi. Planning Monitoring Keadaan klinis pasien.

asap dari asam kuat.  Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh berbagai jenis debu. DEFINISI1. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari sinusitis kronis. Pada awalnya batuk tidak berdahak. hidrogen sulfida. ETIOLOGI3.TINJAUAN PUSTAKA BRONKHITIS AKUT A.4. GEJALA KLINIS1. bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia).  Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun.  Sakit kepala.  Sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan  Sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu). klorin. 12 .3. pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. alergi. beberapa pelarut organik. berwarna kuning atau hijau.2 Peradangan pada saluran nafas besar.5  Penyebab Bronkitis infeksiosa adalah virus. tembakau dan rokok lainnya. polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida. C. bronkiektasis. sulfur dioksida dan bromin. tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning.4  Batuk berdahak Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak. B. amonia.

E. o Dianjurkan untuk menghindari merokok dan menjadi perokok pasif. terutama setelah batuk. 13 . demam ringan dan nyeri tenggorokan. sakit punggung.4  Farmakologi Simptomatis : Antitusif (dekstrometorphan. Sering ditemukan bunyi nafas mengi. PEMERIKSAAN FISIK1  Auskultasi : ronkhi basah dan atau wheezing. codein) Antipiretik Penyulit : Bronkodilator Antibiotik  Non Farmakologi o Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.6  Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: Tes fungsi paru-paru Rontgen dada Gas darah arteri F. lelah. D. yaitu hidung meler.  Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. PEMERIKSAAN PENUNJANG5. setelah sebagian besar gejala lainnya membaik. Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek. sakit otot. PENATALAKSANAAN1. menggigil.  Pada bronkitis berat.

dianjurkan untuk memakai masker yang menutupi mulut dan hidung untuk mengurangi risiko infeksi. 14 . Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus. o Apabila harus menghabiskan banyak waktu di sekitar orang lain yang batuk dan bersin. sering mencuci tangan anda dan membiasakan menggunakan sanitizer tangan.o Cuci tangan atau menggunakan sanitizer tangan secara teratur.

6. Syahrir. Mukti A. Guideline Ilmu Penyakit Paru. Suharto. agus. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.DAFTAR PUSTAKA 1. 3rd edition (Eds. A. 2009. Jr HA). Alsagaff H. W. Mason RJ and Boushey. 15 . Airlangga University Press. Nadel JA. pp. Djojodibroto. Murray JF..edisi 2. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru. Textbook of Respiratory Medicine. 153. Kamus Kedokteran Dorland. pp. agus. PPDS Pulmo FK UI. 3. 2. 5. Dorland. 2002.. Sebuah Catatan Kecil. Respirologi Respiratory Medicine. muhammad. DS. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.UMS press:2010. Jakarta: 2005. 4. 2000. D. 2306. Surabaya: 2002..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful