Download ASKEP KEP. ANAK Kep. Maternitas KEP. MED.

BEDAH Lain-Lain SKripsi&KTI Asuhan Keperawatan's WebBLog Silahkan mencari dan Mendownload Materi/Asuhan Keperawatan Di Sini. Semoga Bermanfaat! Silahkan download Renpra di Menu Download. Semoga Bermanfaat! LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN POST PASRTUM (MASA NIFAS) Masa nifas (Puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas ini yaitu : 6 – 8 minggu. Nifas dibagi dalam 3 periode : 1. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari. 2. Puerperium Intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6 – 8 minggu. 3. Remute Puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bila berminggu-minggu bulanan atau tahan. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia intena maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genetalia ini dalam keseluruhannya involusio. Perubahan-perubahan yang lain yang penting yakni hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi. Yang terakhir ini karena pengaruh hormon laktogenik dari kelenjar hipofisis terhadap kelenjar-kelenjar mamma.  INVOLUSI ALAT-ALAT KANDUNGAN 1. Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusio) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil. Involusio Tinggi Fundus Uterus Berat Uterus Bayi lahir Plasenta lahir

1 minggu 2 minggu 6 minggu 8 minggu Setinggi pusat 2 jari bawah pusat Pertengahan pusat simfisis Tidak teraba diatas simfisis Bertambah kecil Sebesar normal 1000 gram 750 gram 500 gram 350 gram 50 gram 30 gram 2. Bekas implantasi palsenta: plasental bed mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter 7,5 cm., dan akhirnya pulih. 3. Luka-luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari. 4. Rasa sakit yang disebut after pain, (meriang atau mules-mules) disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu dapat diberikan obat-obat anti sakit. 5. Lochia adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas.  Lochia rubra (cruenta) : berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekonium, selama 2 hari pasca persalinan.  Lochia sanguinolenta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3 – 7 pasca persalinan.  Lochia serosa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari 7 – 14 pasca persalinan.  Lochia purulenta : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.  Lochia statis : lochia tidak lancar keluarnya. 6. Serviks : setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman, konsistensinya lunak, terkadang terdapat perlukaan-

setelah bayi lahir. Pada duktus laktiferus terdapat cairan yang kadang-kadang dikeluarkan berwarna kuning (kolostrum). 4. 7. setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2 – 3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. Proliferasi jaringan. terutama kelenjar-kelenjar dan alveolis mammae dan lemak. 3. antara lain . Ligamen – ligamen : ligamen fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan. 2. Hipervaskularisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian dalam mammae. “shunt” akan hilang dengan tiba-tiba volume darah pada ibu relatif bertambah.  Setelah 3 hari permukaan mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagian-bagian yang mengalami degenerasi. Sebagian besar endometrium terlepas. Setelah partus.  LAKTASI Perubahan-perubahan yang terjadi pada kedua mamma antara lain sebagai berikut : 1. Pembuluh-pembuluh vena berdilatsi dan tampak dengan jelas. Keadaan ini menimbulkan beban pada jantung. pengaruh menekan dari estrogen dan progesteron terhadap hipofisis hilang. Endometrium : Perubahan yang terdapat pada endometrium adalah timbulnya trombosis degenerasi dan nekrosis terutama di tempat implantasi plasenta :  Pada hari pertama tebalnya 2 – 5 mm.  HEMOKONSENTRASI Pada masa hamil didapat hubungan pendek yang dikenal sebagai “shunt” antara sirkulasi ibu dan plasenta. setelah bayi lahir. Tidak jarang pula wanita mengeluh kandungannya turun. sehingga dapat menimbulkan dekompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti semula. permukaan kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin. 8. tangan masih bisa masuk rongga rahim.  Regenerasi endometrium terjadi dari sisa-sisa sel desidua basalis yang memakan waktu 2 – 3 minggu. secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi karena ligamentum rotundum menjadi kendor. Timbul pengaruh hormon-hormon hipofisis kembali. Setelah melahirkan.perlukaan kecil.

Perasaan mules ini lebih terasa bila wanita tersebut sedang menyusui.40F) disebabkan oleh efek dehidrasi dari persalinan. After pain atau mules-mules sesudah partus akibat kontraksi uterus kadangkadang sangat mengganggu selama 2 – 3 hari postpartum.50C . sisa plasenta atau gumpalan darah di dalam kavum uteri.hormon laktogenik (prolaktin) yang akan menyebabkan kelenjar-kelenjar susu berkontraksi sehingga terjadi pengeluaran air susu. 2.sesudah partus naik + 0. selain pengaruh hormonal tersebut. Vital Sign : Suhu : . Nadi : .Segera setelah partus bradikardi Tekanan darah : .saat partus lebih 37.TD meningkat karena upaya keletihan dan persalinan. Kerja otot yang berlebihan selama kala II dan fluktuasi hormon setelah 24 jam wanita keluar dari febris.20C . perasaan sakit ibupun timbul bila terdapat sisa-sisa dan selaput ketuban. hal ini akan normal kembali dalam waktu 1 jam Vital sign setelah kelahiran anak : Temperatur : Selama 24 jam pertama mungkin kenaikan menjadi 380C (100.12 jam pertama suhu kembali normal Nadi : . Umumnya produksi air susu baru berlangsung benar pada hari ke-2 sampai ke-3 postpartum.  PERUBAHAN LAIN SAAT NIFAS 1.60 – 80 x/mnt . salah satu rangsangan terbaik untuk mengeluarkan air susu adalah dengan menyusui bayi itu sendiri.

Stabilisasi tulang-tulang komlit 6 -8 minggu setelah kelahiran. pinggul dan paha mungkin menghilang. harus turun ke rata-rata sebelum hamil. perubahan pusat gravitasi pada ibu disebabkan karena membesarnya uterus. Tekanan darah : Tekanan darah berubah rendah semua. Penyimpangan dari kondisi dan penyebab masalah : ♣ Diagnosa sepsis puerpuralis adalah jika kenaikan pada maternal suhu menjadi 380C (100. ♣ Tekanan darah rendah mungkin karena refleksi dari hipovolemik sekunder dari perdarahan.4F0) ♣ Kecepatan rata-rata nadi adalah satu yang bertambah mungkin indikasi hipovolemik akibat perdarahan.  ADAPTASI PSIKOSOSIAL PADA POST PARTUM Fase-fase transisi : . Dalam 8 – 10 minggu setelah kelahiran anak. Hiperpigmentasi pada areola dan linea ligra mungkin tidak susut hilang secara sempurna setelah kelahiran beberapa wanita akan mempunyai kelebihan pigmen pada daerah tersebut secara menetap. bagaimana tanda terlambat dan gejala lain dari perdarahan kadangkadang merupakan sinyal tenaga medis. Sistem Muskuloskeletal ibu y6ang terjadi selama kehamilan merupak kebalikan dari puerperium. Sistem Integumen Cloasma pada kehamilan kadang-kadang menghilang pada akhir kehamilan. Bagian tanda pada dada. dapat terjadi 48 jam pertama. ♣ Hipoventilasi mungkin mengikuti keadaan luar biasanya karena tingginya sub arachnoid (spinal) blok.Nadi panjang dengan stroke volume dan cardiacc output. adaptasi termasuk relaksasi dan hipermobilisasi dan tulang-tulang. Pernapasan : Pernapasan akan jatuh ke keadaan normal wanita sebelum persalinan. 3. abdomen. Nadi naik pada jam pertama. 4. ortistatik hipotensi adalah indikasi merasa pusing atau pusing tiba-tiba setelah terbangun. tapi kadang-kadang tidak.

membagi pekerjaan dalam keluarga. Taking In .Bila ada komplikasi bayi. menggali keadaan anggota keluarga yang baru. .Bangga dan takut memegang bayi.Independence pada peran yang baru .Letting go terjadi pada hari-hari terakhir pad minggu pertama persalinan. Taking Hold . fase adaptasi ibu meliputi : 1.o Fase antisipasi kehamilan : Fase antisipasi orang tua. maka ayah akan mencari informasi untuk ibu dalam merawat bayinya. o Fase bulan madu (periode post partum) Kontak lebih lama dan intim.Dependent .Pada waktu immediately .Perlu tidur dan makan 2. mengadakan pesta dengan teman-teman. .Waktu yang baik untuk penyuluhan . Biasanya ayah merasa lelah dan ingin selalu dekat dengan istri dan anaknya. dekat dengan keluarga. Letting Go . kelihatan lelah dan mengantuk.Diekspresikan secara berbeda-beda.Dependent . Adaptasi psikologis ayah : 1. Bila ada masalah dengan bayinya dan harus dirawat terpisah dengan ibunya. Psikologis ayah : Tergantung keterlibatan selama proses kelahiran berlangsung.Independent .Fokus melibatkan bayi . maka ayah merupakan sumber .Dapat menerima tanggungjawab 3.Fokus pada diri sendiri . membuat keputusan dan harapan. Respon ayah : . 2. Menurut Rubin.Pasif .Melakukan perawatan diri sendiri . .

Mobilisasi. Dalam hal ini ayah sering merasa khawatir tentang keadaan istri dan anaknya. Pada hari kedua diperbolehkan duduk. Bila banyak anggota keluarga yang dapat membantu dalam merawat bayi. mungkin keadaannya tidak sesulit bila tidak ada yang membantu. merawat bayinya dan melakukan tugas rumah tangga. Cara adaptasi Sibling : ö Ajak saudara kandung jenguk ke rumah sakit ö Telepon ö Waktu pulang . 3. ibu harus diistirahatkan tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Mengingat kompleksnya tugas-tugas ibu pada masa sesudah melahirkan. karena lelah sehabis bersalin. dimana ibu harus merawat dirinya. Diet : makan harus bermutu. suami-istri harus saling membagi perhatian karena tuntutan dan ketergantungan bayi dalam memenuhi kebutuhannya. kemudian boleh miring-miring ke kanan dan ke kiri untuk mencegah terjadinya trombosis. maka perawat bidan bertanggungjawab untuk mempersiapkan ibu sebelum melahirkan. orang tua menjadi kakek. 2. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein. banyak cairan sayur-sayuran dan buah-buahan. 4.informasi bagi ibu mengenai anaknya. bergizi dan cukup kalori. ayah memegang bayi. Psikologi keluarga : Kehadiran bayi yang baru lahir di dalam keluarga menimbulkan adanya perubahanperubahan paeran dan hubungan di dalam keluarga tersebut. . Ayah juga dapat mengalami post partum blue karena masalah keuangan keluarga. ibu merawat bayi ö Jangan mengurangi waktu ö Beri hadiah dari bayi untuk sibling ö Anjurkan pengunjung untuk menegur sibling  PERAWATAN PASCA PERSALINAN 1. ibu memegang peranan dalam siling ö Sibling merawat boneka. tromboemboli. Umpamanya anak yang lebih besar sekarang menjadi kakak. merasa tidak yakin akan kemampuannya sebagai orang tua dan kesulitan beradaptasi terhadap perubahan hubungan dengan istrinya. hari ke-3 jalan-jalan dan hari keempat dan kelima sudah diperbolehkan pulang.

6. jika belum bisa lakukan klisma. nadi. dapat diberikan obat laksans peroral. suhu badan. TD. ASI. kadang-kadang wanita mengalami sulit kencing karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dalam spasme otot iritasi sfingter ani selama persalinan. Nasehat untuk ibu post partum a) Fisioterapi postnatal sangat baik bila diberikan b) Sebaiknya bayi disusui c) Kerjakan gimnastik setelah bersalin d) Untuk kesehatan ibu. 5. Cuti hamil dan bersalin . menurut UU bagi wanita pekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan. Miksi : hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. 8. perineum. juga karena adanya edema kandung kemih yang terjadi selama persalinan. Defekasi : buang air besar harus dilakukan 3 – 4 hari pasca persalinan.  KONSEP DASAR KEPERAWATAN . sebaiknya dilakukan kateterisasi. keluhan dan sebagainya b) Keadaan umum . 4.memberi obat estrogen untuk supresi LH.membebat payudara . lochia. kandung kemih dan rektum e) Sekret yang keluar. perawatan payudara dimulai sejak wanita hamil supaya puting susu lemah tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. 7. Perawatan payudara (mamma) . Bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi apalagi berak keras.3. Laktasi untuk menghadapi masa laktasi (menyusukan) sejak dari kehamilan. selera makan dan lain-lain c) Payudara . bayi dan keluarga sebaiknya melakukan KB untuk menjarangkan anak e) Bawalah bayi anda untuk memperoleh imunisasi. Bila kandung kemih penuh dan wanita hamil sulit kencing. Pemeriksaan pasca persalinan Pemeriksaan post natal antara lain : a) Pemeriksaan umum . flour albus f) Keadaan alat-alat kandungan 9. putting susu d) Dinding perut . bila bayi meninggal laktasi harus dihentikan dengan : . atau per rektal. Seperti tablet lynoral dan parlodel. 1 bulan sebelum bersalin dan 2 bulan setelah bersalin.

Mendukung ikatan keluarga 4. takut menangis (“post partum blues” sering terlihat kira-kira 3 hari setelah melahirkan) φ Eliminasi Diuresis diantara hari ke-2 dan hari ke-5 φ Makanan / cairan Kehilangan nafsu makan mungkin dikeluhkan kira-kira hari ke-3 φ Nyeri / ketidak-nyamanan Nyeri tekan payudara/pembesaran dapat terjadi diantara hari ke-3 sampai ke-5 post partum φ Seksualitas  Uterus 1 cm diatas umbilikus pada 12 jam setelah kelahiran menurun kira-kira 1 lebar jari setiap harinya. Kebutuhan fisiologis / psikologis dipenuhi 2. Mencegah komplikasi 3.  Lochia rubra berlanjut sampai hari ke-2 & 3 berlanjut menjadi lochia serosa dengan aliran tergantung pada posisi (misal .V φ Aktivitas istirahat Insomnia mungkin teramati φ Sirkualsi Episode diaforetik lebih sering terjadi pada malam hari φ Integritas ego Peka rangsang. versus ambulsi berdiri) dan aktivitas (misalnya menyusui)  Payudara memproduksi kolostrum 48 jam pertama.φ Pengkajian data dasar klien Kontinuasi progresif dari dasar data untuk tahap I. Komplikasi dicegah / teratasi . mungkin lebih dini. tergantung kapan menyusui dimulai PRIORITAS KEPERAWATAN 1. biasanya pada hari ke-3. berlanjut pada susu matur. Meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan umum 2. Memberikan informasi dan pedoman antisipasi Tujuan pulang : 1. rukemben.

efek hormonal .. R/ mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus dan intervensi yang tepat b) Inspeksi perbaikan perineum dan episiotomi. meningkatkan oksigenasi dan nutasi pada jaringan.Kemungkinan dibuktikan oleh : melaporkan krara (afterpain) sakit kepala. dan nyeri tekan payudara.20C) selama 20 menit. menurunkan edema dan menaikkan penyembuhan. meningkatkan vaso kontriksi dan mengurangi edema dan vasodilatasi. resiko tinggi terhadap). . 24 jam pertama setelah kelahiran. ketidak nyamanan perinial. 3 sampai 4 hari sehari setelah 24 jam pertama. Tinjau ulang persalinan dan catatan kelahiran. R/ dapat menunjukkan trauma pada jaringan perineal dan atau terjadinya komplikasi yang memerlukan evaluasi /intervensi lanjut. ekimosis nyeri tekan lokal. selama 15 menit.Dapat dihubungkan dengan trauma mekanis. c) Beri kompres es pada perineum. R/memberi anasteri lokal. atau kehilangan perlekatan jahitan (rujuk pada DK : infeksi.00 saampai 43. e) Anjurkan untuk duduk dengan otot gluteal terkontraksi daitas perbaikan opisiotomi. perilaku melindungi/distraksi. Perhatikan edema. R/ meningkatkan sirkulasi pada perineum. . eksedat puralen. Mengungkapkan kurangnya ketidaknyamanan Intervensi dan rasional a) Tentukan adanya lokasi dan sifat ketidak nyamanan. ecioma/pembesaran jaringan atau distensi. Ikatan keluarga dimulai 4.Hasil yang diharapkan : mengidentifikasi dan menggunakan intervensi untuk mengatasi ketidak nyamanan dengan tepat. Kebutuhan pasca partum dipahami  DIAGNOSA KEPERAWATAN 1) Nyeri (akut) ketidak nyamanan .3. wajah menunjukkan nyeri. d) Berikan kompres panas lembab (misalnya rendam duduk/bak mandi) diantara 1000 dan 1050 F (38.

penggunaan kompres with hatel. tentukan adnya dan frekuansi/intensitas afterpain. konstipati resiko tinggi terhadap) R/ membantu untuk mengurangi hemoroid dan varises vulva dengan meningkatkan vasokontriksi lokal. h) Anjurkan klien berbaring terkurap dengan bantal dibawah abdoment dan ia melakukan teknik visualisasi atau aktivitas pengalihan. payudara harus lunak dan tidak perih. dan puting harus bebas dari pecah-pecah atau area kemerahan. i) Inspeksi payudara dan jaringan puting . R/ meningkatkan kenyamanan. mengubah posisi bayi dengan tepat dan mengeluarkan susu secara manual. meskipun frekuensi dan intensitasnya berkurang. kaji adanya pembesaran dan puting pecahpecah. memberi kompres panas sebelum memberi makan. dan menaikkan pelvis pada bantal. Faktorfaktor yang memperberat afterpain meliputi multipare. Anjurkan penggunaan kompres es selama 20 menit setiap 4 jam . R/ selama 12 jam pasca partum.R/ penggunaan pengencangan gluteal saat duduk menurunkan stress dan tekanan langsung pada perineum. mengakibatkan posisi lebih nyaman. dan ini berlanjut selama 2-3 hari selanjutnya. Perhatikan faktor-faktor pemberat. k) Berikan informasi mengenai peningkatan frekuensi temuan. g) Kaji nyeri tekan uterus . kontraksi uterus kuat dan regular. menurunkan ketidak nyamanan dan gatal memungkinkan kembalinya usus pada fungsi normal. l) Anjurkan klien memulai menyusui pada putingyang tidak nyeri tekan untuk beberapa kali pemberian susu secara berurutan. R/ pada 24 jam pasca partum. menyusui dan pemberian preparat ergot dan oksitosin. menyusu(uraikan)). j) Anjurkan menggunakan Bra penyokong R/ mengangkat payudara kedalam 3 kedepan. f) Inspeksi hemoroid pada perineum. R/ tindakan ini dapat membantu klien menyusui merangsang aliran susu dan menghilangkan statis dan pembesaran (rujuk pada DK . bila hanya satu puting yang sakit atau luka. meningkatkan rasa kontrol. ( rujuk pada DK. overaistensi uterus. da kembali memfokuskan perhatian. R/ respon menghisap awal kuat dan mungkin menimbulkan nyeri dengan mulai memberi susu pada puyudara yang tidak sakit dan kemudian melanjutkan untuk .

Anjurkan tirah baring. tetap bersama klien selama ambulasi pertama. Latihan kegel membantu penyembuhan dan pemulihan dari tunus otot pubokoksigeal dan mencegah stress urinarium inkontinery. KOLABORASI  Berikan bromokriptin mesilat (parlodel) dua kali sehari dengan makan selama 2-3 minggu. menyebabkan batang otak turun. dan overdistensi kandung kemih dapat menciptakan perasaan dorongan dan ketidak nyamanan. o) Evaluasi terhadap sakit kepala. sesuai indikasi. R/ kembalihnya fungsi kandung kemih normal dapat memerlukan waktu 4-7 hari. perubahan. kaji hipetensi pada klien . Berikan kompresi ketat dengan mengikat selama 72 jam atau penggunaan bea penyokong yang sangat ketat hindari pemejanan berlebihan pada payudara pada panas atau merangsang payudara dengan bayi. implementasikan kandungan untuk memudahkan berkemih. khususnya setelah anastesia sebaranoid. Cairan membantu merangsang produksi CSS. resiko tinggi tehadap). HKKmengakibatkan edema serebral yang memerlukan intevensi lain (rujuk pada DK . mungkin kurang menimbulkan nyeri dan dapat mengangkat penyembuhan. Eliminasi. atau klien sampai proses sekresi selesai (kira-kira 1 minggu). n) Kaji klien strop kepenuhan kandung kemih . Berikan informasi tentang kemungkinan membengkaknya kembali payudara atau kongesti bila penggunaan obat dihentikan. kelebihan volume cairan. tingkatkan cairan peroral dan beritau dokter atau anastesialogis. urinarius. Perhatikan karakter sakit kepala untuk membedakan sakit kepala yang berkenaan dengan anastesia atau hipertensi karena kehamilan (HKK). m) Beri kompres es pada area aksik payudara bila klien tidak merencanakan menyusui. R/ pengikatan dan kompres es mencegah lektasi dengan cara-cara mekanis dan metode yang disukai untuk menekan laktasi. hindari pemberian obat klirn sebelum sifat penyebab dari sakit kepala ditentukan. pasangan seksual. kedater kengkuak bila klien pda posisi tegak.menggunakan payudara. Ketidak nyamanan berakhir kira-kira 4872 jam. resiko tinggi terhadap). . R/ kebocoran cairan sembrospinal (CSS) melalui dua keruangan ekstradural menurunkan volume yang diperlukan untuk mendukung jaringan otak. instruksikan klien untuk melakukan latihan kegel setelah anestesia hilang (rujuk pada DK. tetapi dipermudah atau dihentikan dengan menghindari rangsangan puting.

pengalemen sebelumnya. . R/ efektif untuk menghilangkan sakit kepala spinal berat. usia gestasi bayi. namun merupakan rseptol agonis poten depamin dan dapat menyebabkan hipotensi berat. Prosedur blood patch mempunyai keberhasilan 90% . . berikan analgesit setiap 3-4 jam selama pembesaran payudara da aferpain.R/ bekerja untuk menekan sekresi prolektin. salep topikal.Kemungkinan dibuktikan oleh : ungkapan ibu yang akan tingkat kepuasan. respon /penambahan BB. tingkat pengetahuan. Pertahankan klien pada posisi horisontal setelah prosedur. dan kompres wite hatel untuk perineum bila dibutuhkan. R/ memberi kenyamanan. Intervensi dan rasional. tingkat dukungan struktur/karakteristik fisik payudara ibu. menunjukkan kepuasan regimen menyusui satu lain dengan bayi dipuaskan setelah setelah menyusui. harus diberikan hanya setelah tanda-tanda vital stabil dan tidak lebih cepat dari 4 jam setelah melahirkan. 2) Menyusui (tergantung apakah ibu bayi menunjukkan kepuasan atau ketidakpuasan atau mengalemen menyusui) . Sebelum menyusui.100% .  Berikan analgesit 30-60 watt.Hasil yang diharapkan klien akan : mendemonstrasikan teknik menyusui. Untuk klien yang tidak menyusui. R/ meningkatkan kenyamanan loket  Bantu sesuai dengan kebutuhan dengan infeksi salin atau pemberian “block paten” pada sisi pungsi aural. Bila klien bebas dari ketidak nyamanan ia dapat menfokuskan pada perawatannya sendiri dan bayinya dan pada pelaksanaan tugastugas menjadi ibu.  Berikan speci anastesik. menciptakan bekuan darah yang menghasilkan tekanan dan menyegel kebocoran. mengungkapkan pemahaman tentang proses /situasi menyusui. bila afterpain paling hebat karena pelepaasan oksitosin. khususnya selama laktasi.Dapat berhubungan dengan . observasi proses menyusui . . pengalemen klien tentang tentang menyusui sebelumnya. a) Kaji pengetahuan dengan : tingkat pengetahuan. Sampai 40% wanita mengalami masalah kongsti dan pembesaran payudara kemosli. Karenanya itu..

R/ pemajanan pada udara atau panas membantu mengencangkan puting. . dan sikap pasangan/keluarga. memberikan kenyamanan dan membuat peran ibu menyusui. Instruksikan klien untuk menghindari penggunaan sabun atau penggunaan bantalan Bra berlapis plastik dan mengganti pembalut bisa basah atau lembab. ditempatkan 14 inci dari payudara selama 20 menit. R/ posisi yang tepat biasanya mencegah luka puting. Sikap dan komentar negatif mempengaruhi upaya-upaya dan dapat menyebabkan klien menolak mencoba untuk menyusui. g) Instruksikan klien untuk menghindari penggunaan pelindung puting kecuali ser khusus di indikasikan. b) Tentukan sistem pendukung yang tersedia pada klien. d) Demonstrasikan dan tinjau ulang teknik-teknik menyusui perhatikan posisi bayi selama menyusui dan lama menyusui. c) Berikan informasi verbal dan tertulis. yang dapat merusak proses menyusui. sedangkan sabun dapat menyebabkan kering. mengenai fisiologis dan keuntungan menyusui. R/ membantu menjamin suplai susu adekuat. kebutuhan diet khusus. tanpa memperhatikan lamanya menyusui e) Kaji puting klien . faktor-faktor yang memudahkan atau mengganggu keberhasilan menyusui. anjurkan klien melihat puting sehabis menyusui. Mempertahankan puting dalam media lembab meningkatkan prtumbuhan bakteri dan kerusakan kulit (catatan : stui menjelaskan mengoleskan sedikit ASI pada area puting dapat bermaanfaat untuk mengatasi puting lecet. dengan lampu untuk 40 watt. mencegah puting pecah dan luka. R/ identivikasi dan intervensi dini dapat mencegah/ membatasi terjadinya luka atau pecah puting. Pamplet dan buku-buku menyediakan sumber yang dapat dirujuk klien sesuai kebutuhan. f) Anjurkan klien untuk mengeringkan puting dengan kolam selama 20-30 menit setelah menyusui dan memberikan preparat lanulin setelah menyusui atau menggunakan lampu pemanas. perawatan puting dan payudara. R/ mempunyai dukungan yang cukup meningkat kesempatan untuk pengalemen menyusui dengan berhasil.R/ membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan saat ini dan mengembangkan rencana perawatan.

latihan dan kompres es membantu membuat puting lebih ereksi. R/ pelayanan ini mendukung pembinaan ASI melalui pendidikan klien dan nutrisional. resiko tinggi terhadap . Aanjuran penggunaan kompres es sebelum menyusui dan latihan puting dengan memutar diantara ibu jari dan jari tengah dan menggunakan teknik huffman. profil darah amnormah (anemia. fungi regulator (mis : hipotensi ortostalik. Catat tanda-tanda anemia. teknik huffman melepaskan perlengketan yang menyebabkan interfensi putting. adanya tanda-tanda gejala untuk menegakkan diagnosa aktul) . inkompabilitasi Rh) . . KOLABORASI  Rujuk klien pada kelompok pendukung . R/ mangkuk laktasi/ pelindung payudara. terjadinya titik atau eklamsia).R/ ini telah diketahui telah menambah kegagalan laktasi pelindung mencegah mulut bayi mengarah pada kotak dengan puting ibu.Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan. R/ anemia adalah kehilangan darah mempredesposisikan sinkope klien karena ketidak adeguatan pengiriman oksigen keotak. Intervensi dan Rasional a) Tinjau ulang kadar Hb darah dan kehilangan darah pada waktu melahirkan. yang mana perlu untuk melanjutkan pelepasan prolaktin. misalnya posyandu R/ memberikan bantuan terus menerus untuk meningkatkan kesuksesan hasil  Identifikasi sumber yang tersedia dimasyarakat sesuai indikasi misalnya program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Bebas dari komplikasi.Faktor resiko dapat meliputi : Biokimia. efek-efek anastasi. 3) Cedera. sensitivitas rubeck.Hasil yang iharapkan klien akan : mendemonstrasikan pelaku untuk menurunkan faktor-faktor resiko/melindungi diri. tromboembolisme. (menaikkan produksi susu)dan dapat mengganggu atau mencegah tersedinya suplai susu yang adekuat (catat pelindung yang digunakan sementara dapat menguntungkan pada kondisi puting pecah yang berat) h) Berikan pelindung puting payudara khusus (mis: pelindung eschman) umtuk klien menyusui dengan puting masuk atau datar.

anti keagulan dapat mencegah trjadinya trombus lebih lanjut. KOLABORASI  Beri Mg SO4 melalui pompa infus. c) Biarkan klien duduk dilantai atau kursi dengan kepala diatara kaki atau berbaring pada posisi datar bila ia merasa pusing. e) Berikan kompres panas lokal : tngkatkan tirah baring dengan meninggikan tungkai yang sakit. Anafilaktik alergi atau respon hipersensivitas dapat terjadi. R/ periode inkubasi 14-21 hari. yang maka tetap berbaring selama 5-8 jam tanpa penggunaan bantal atau meninggikan kepala. R/ membantu mempertahankan atau meningkatkan sirkulasi dan pengiriman oksigen ke otak. 4) Infeksi. memerlukan pemberian efineprin. resiko-resiko dan perlunya mencegah konsepsi selama 2-3 bulan setelah vaksinasi. resiko tinggi terhadap . R/ tidak adanya respek patela dan frekuensi pernapasan dibawah 12x/menit menandakan foksisistas dan perlunya penurunan dan pemberhentian terapi obat. sesuai indikasi R/ membantu matikan kepekaan serobral pada adanya titik atau eklamsia  Berikan kaes kaki penyokong atau balutan elastis untuk kaki bila resiko-resiko ada atau gejala-gejala flebitis ada. f) Concent untuk vaksinasi setelah meninjau ulang efek samping.b) Anjurkan ambulasi dan latihan dini kecuali pada klien yang mendapatkan anastesia sebarakharid. ini dapat membantu mencegah keboccoran ESS dan sakit kepala lanjut. sesuai indikasi protokol dari kembalinya sensasi otot. d) Catat efek-efek magnesium selfat (mg so4). bila diberikan kaji respon patela dan pantau status pernapasan. R/ merangsang sirkulasi dan menurunkan penumpukan pada vena diekstromitas bawah. menurunkan edema dan meningkatkan penyembuhan. R/menurunkan status vena melalui aliran balik vena  Berikan anti kuagulan : evaluasi vaktor-vaktor kuagulasi dan perhatikan tandatanda kegagalan pembekuan (rujukan pada MK tromboflebitis pasca partum) R/ meskipun biasanya tidak diperlukan. R/ menaikkan sirkulasi dan aliran balik vena keekscremitas bawah menurunkan resiko pembentukan trombul yang dihubugkan dengan statik meskipun posisi q reskomber setelah anastesia suborahnoid kontroversial.

adanya tanda/gejala untuk menegakkan diagnosa aktual) .40F (38.30C) dalam 24 jam pertama sangat menandakan infeksi : penaikan sampai 100.. b) Pantau suhu dan nadi dengan rutin dan sesuai indikasi. penurunan Hb. R/ membantu mengidentifikasi faktor-faktor resiko yang dapat mengganggu penyembuhan dan kemunduran pertumbuhan pitel jaringan endometrium dan memberi kecenderungan klien terkena infeksi. Anjurkan pemerikaan rutin payudara. persalinan lama. mlnutrisi. R/ tejadinya firusa/pecah-pecah pada puting menimbulkan potensial resiko terkena mastitis. hemongi dan tertahannya plasenta. rabas mungkin purulen dan bau busuk. namun pada endometritis. e) Perhatikan frekuensi/jumlah berkemih R/ statis urinarius menaikkan resiko terhadap infeksi . prosedur infasif. perhatikan adanya pecah-pecah. R/ lokhia secara normal mempunyai bau amis/daging. leserasi.00C) pada 2 dari 10 hari pertama pasca partum adalah bermakna.Hasil yang iharapkan klien akan : Mendemonstrasikan teknik-teknik untuk menurunkan resiko atau menaikkan penyembuhan. catat tanda-tanda menggigil. tinjau perawatan yang tepat dan teknik pemberian makan bayi. menunjukkan luka yang bebas dari drainase purulen.Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan. tidak febris. mungkin gagal untuk menunjukkan kemajuan normal untuk rubra menjadi serosa atau alba d) Evaluasi kondisi puting . peningkatan pemejanan lingkungan. c) Catat jumlah dan bau rabas lokhial atau perubahan pada kemajuan normal dari rubra menjadi serosa.Faktor resiko dapat meliputi : trauma jaringan/kerusakan kulit. kemerahan atau nyeri tekan. Bebas dari infeksi. anoreksia atau malaise. perhatikan frekuensi pemeriksaan vagina dan komplikasi seperti ketuban pecah dini. dan mempunyai aliran lokhial dan karakter normal. ruptur ketuban lama. R/ penaikan suhu sampai 100F (38. . Intervensi dan rasional a) Kaji catatan pranatal dan intrapartal.

trauma mekanis. efek. R/ membantu mencegah atau menghalangi penyebaran infeksi. g) Anjurkan teknik mencuci tangan cermat dan pembuangan pembalut yang kotor. sesuai kebutuhan. h) Tingkatkan tidur dan istirahat R/ menunjukkan laju metabolisme dan memungkinkan nutrisi dan oksigen digunakan untuk proses pemulihan dari pad untuk kebutuhan energi i) Kolaborasi kaji jumlahsel darah putih (SDP) R/ penaitan jumlah SDP pada 10-12 hari pertama pasca partum atau normal sebagai mekanisme perlindungan dan dihubungkan dengan peningkatan neutrofil dan pergeseran kekiri. serum dan sisi perbaikan episiotomi sesuai indikasi R/ untuk megidentifikasi organisme penyebab bila ada dan mencantumkan anti biotik yang tepat. 5) Eliminasi urine. dan adanya nyeri suprapubis. l) Bantu dengan atau dapatkan kultur dari vagina. catat warna dan tampilkan urine. sesuai indikasi R/ memberantas organisme infeksius lokal n) Berikan antipiretik setelah kultur didapatkan R/ bila diberikan sebelum identiikasi proses infeksi. hormonal. hematuria yang telihat. antipiretik dapat meenutupi tanda-tanda dan gejala yang perlu untuk membedakan diagnosa. edoma jariongan. Misalnya . j) Catat Hb dan Ht berikan preparat zat besi dan vitamin bila perlu. penaikan tan frekeunsi. m) Anjurkan klien untuk menggunakan krim antibiotik pada perineura. dorongan atau disuria). pembalut parineal dan linen terkontaminasi dengan tepat.f) Kaji terhadap tanda-tanda infeksi saluran kemih (isk) atau sistisis. R/ membantu mengembangkan kontraksi meomitrium dan involusi uterus menurunkan resiko infeksi. k) Berikan metilergonovin maleat (methergine) atau argonuvin maleat (ergotrate) setiap 3 sampai 4 jam. yang mana mungki pada awalnya mengganggu pngidentifikasian infeksi. perubahan . R/ menetukan apakah ada status anemia membantu memperbaiki defeiersi. efek-efek anastasia. . R/ gejala ISK dapat tampak pada hari ke-2 sampai ke-3 pasca partum karena naiknya infeksi traktu dari uretra kekandung kemih dan kemungkinan keginjal.Dapat dihubungkan dengan .

Aseton dapat menandakan dehidrasi yang dihubungkan dengan persalinan lama atau kelahiran.catat masukan cairan dan keluaran urine dan lamanya persalinan. e) Anjurkan berkemih dalam 6-8 pasca partum. Persalinan yang lama dan penggantian cairan yang tidak efektif dapat mengakibatkan dehidrasi dan menurunkan haluan urine. yang menaikkan 25% . R/ variasi interversi mungkin perlu untuk merangsang atau memudahkan berkemih penuh mengganggu mobilitas dan involusi uterus dan menaikkan aliran lokhia. R/ aliran flasma ginjal. peningkatan pengisian / distensikandung kemih.Hasil yang diharapkan klien akan : berkemih tidak dibantu dalam 6-8 jam setelah kelahiran. membantu menyembuhkan dan memulihkan funus otot pubokogsigel dan mencegah atau menurunkan inkuntiners stress. c) Perhatikan edema laserasi/eposiatami dan jenis anastesi yang digunakan. tetap tinggi pada periode pertama pasca partum. pantau tinggi fuadis dan lokasi. perubahan pada jumlah/frekuensi berkemih. atau edema dapat mengganggu berkemih.Kemungkinan dibuktikan oleh .50 % selama periode pranatal. Alirkan air hangat diatas periterium. b) Palpasi kandung kemih. anastesia dapat mengganggu sensasi penuh pada kantong kemih d) Tes urine terhadap albumin dan aseton R/ proses katalitik dihubungkan dengan involusi uterus dapat megakibatkan protemuria (t) pada : 2 hari pertama paca partum.. mengakibatkan peningkatan pengisian kandung kemih. R/ lakukan latihan kegel 100 x /hari menaikkan sirkulasi pada perineum. Mengosongkan kandung kemih setiap berkemih. serta jumlah aliran lakhia. g) Anjurkan minum 6-8 gelas cairan/hari . kira-kira untuk kaji cairan yang hilang melalui keluaran urine dan kehilangan tidak rasiomata. R/ trauma kandung kemih atau uretra. termasuk diaforesis. dan setiap 4 jam setelahnya bila kondisi memungkinkan. R/ pada periode pasca partum awal. biarkan klien berjalan kekamar mandi. . f) Instruksikan klien untuk melaklukan latihan kegel setiap hari setelah efek-efek anastesi berkurang. Intervensi dan rasional a) Kaji masukan cairan dan keluaran urine terakhir.

stimulasioksotosin tertahannya jaringan. .R/ membantu mencegah stesis dan dehidrasi dan mengganti cairan yang hilang waktu melahirkan. sesuai indikasi R/ mungkin perlu untuk mengurangi distensi kandung kemih untuk memungkinkan ivolusi uterus.Kemungkinan dibuktikan .Hasil yang diharapkan klien akan . R/ kandung kemih penuh mengganggu kontraktilitas uterus dan menyebabkan perubahan posisi dan relaksasi fundus. uterus overdistersi atau anastesi umu. 6) Kekurangan volume cairan. b) Dengan perlahan masase undus bila uterus menonjol R/ merangsang kontraksi uterus dapat mengontrol pendarahan c) Perhatikan adanya rasa haus. R/ potensial hemorangi untuk kehilangan darah berlebihan pada waktu kelahiran yang berlanjut pada periode pasca partum dapat diakibatkan dari persalinan yang lama. beri cairan sesaui toleransi R/ rasa haus mungkin merupakan cara homeostasis dari pergantian cairan melalui peningkatan rasa haus.Faktor resiko dapat meliputi : penurunan masukan/penggantian tidak adekuat. tetap normatensif dengan masukan cairan dan keluaran urine seimbang dan Hb/Ht dalam kadar normal Inteversi dan rasioanl : a) Catat kehilangan cairan pada waktu kelahiran : tinjau ulang riwayat interpartal. dengan menggunakan teknik penampungan yang bersih atauketeterisasi. resiko tinggi terhadap . hegiene buruk dan masuknya bakteri dapat memberi kecenderungan klien terkena ISK. Kolaborasi  Kateteresasi. dan mencegah anatomi kandung kemih. baik klien mempunyai gejala-gejala ISK R/ adanya bakteri atau kultur dan sensitifitas positif adalah diagnosis ISK. kelebihan cairan berlebihan .  Dapatkan spisimen urine. karena distersi berlebihan. d) Evaluasi status kandung kemih : tingkatkan pengosongan bila kandung kemih penuh. h) Kaji tanda-tanda infeksi saluran kemih R/ stasis. dengan keteter lurus atau indwelling. adnya tanda dan gejala untuk menegakkan dignosis aktual . tidak dapat ditetapkan.

kelebihan analgesia atau anestasia.V seperti laritan RL dengan oksitosin 10 sampai dengan 20 unit.V yang mengandung elektrolit R/ membantu menciptakan volume darah sirkulasi dan menggantikan kehilangan karena kelahiran da diaoresis. efek-efek progesteron. pada kejadian dehidrasi atau hemoragi. 7) Konstipasi . Tindakan interversi a) Auskeltasi adanya gesing usus. melaprkan rasa penuh abdomen/rektal atau tekanan. perhatikan kebiasaan pengosongan normal atau diastasis reksi : .  Lakukan atau tingkatkan kecepatan cairan I. nyeri perineal/reksal . R/ oksitosin diperlukan untuk menstimulasi meometrium bila pendarahan berlebihan menetap atau uterus gagal untuk kontraksi. diare persalinan kurang masukan. g) Kaji tekanan darah sesuai indikasi R/ penaikan TD mungkin karena efek-efek lasopressor oksitosin.V atau sampai pola berkemih normal terjadi R/ membantu dalam analisis keseimbangan cairan dan derajat kekurangan. .e) Pantau suhu R/ penaikan suhu dapat meemperberat dehidrasi f) Pantau nadi R/ takikardia dapat terjadi memaksimalkan sirkulasi cairan. Pendarahan menetap pada adanya pundus kuat dapat menandakan laserasi dan kebagian terhadap penyelidikan lanjut. mual. h) Evaluasi masukan cairan dan saluran urine selama diberikan infus I.Penaikan TD adalah tanda lanjut kehilangan cairan berlebihan khususnya bila ditandai dengan syock. dehidrasi.Hasil yang di hampirkan klien akan : melakukan kembali kebiasaan defekasi yang biasanya optimal dalam 4 hari setelah kelahiran. i) Pantau pengisian payudara dan supali ASI bila menyusui R/ klien dehidrasi tidak mampu menghasilkan ASI yang adekuat Kolaborasi  Ganti cairan yang hilang dengan infus I.Kemungkinan dibuktikan oleh .Dapat berhubungan dengan : penurunan tonus otot (diastasis rekti). penurunan bising usus. atau terjadinya HKK yang baru atau sebelumnya. fases kurang dari biasanya mengejang pada defekasi.

Diposkan oleh Nining Bai di 17:39 Label: Keperawatan Maternitas 0 komentar: Poskan Komentar Silahkan memberikan komentar tentang isi postingan pada blog ini. f) Kolaborasi laksatif. menghilangkan gatal dan ketidak nyamanan dan menaikkan vasokongriksi lokal. R/ makanan kasar (misalnya buah-buahan dan sayur-sayuran) da peningkatan cairan menghasilkan bulk dan merangsang eliminasi. dan berikan kompreses atau kompres white hatel atau krim anastesik lokal. Pelunak faesis. peningkatan cairan. c) Berikan informasi diet yang tepat tentang pentingnya makanan kasar. d) Anjurkan peningkatan tingkat aktivitas ambolasi sesuai toleransi R/ membantu menaikkan paristalsik gastrointestiruak e) Kaji episiotomi . R/ menurun ukuran hemoroid. b) Kaji terhadap adanya hemoroid.R/ mengevaluasi fungsi usus adanya diastasis recti berat (pemisahan dan dua otot rectus sepanjang garis mediara dari dinding abdomen) menurun tunus otot abdomen diperlukan untuk upaya mengedar secara pengosongan. Berikan informasi tentang memasukkan kembali hemoroid kedalam kanal anorektal dengan jari dilumesi atau dengan sarung tangan. (catatan : pemberian supositonia atau enema pada adanya leserasi derajat 3 atau 4 dapat dikontra indikasikan karena trauma lanjut dapat terjadi). R/ edema berlebihan atau trauma perineal dengan lesensi derajat ke-3 dan ke-4 dapat menyebabkan ketidak nyamanan dan mencegah klien dari merelaksasi perireum selama pengosongan karena takut untuk terjadi cairan selanjutnya. upaya untuk membuat pola pengosongan normal. Terimakasih! Posting Lebih Baru . sopositori atau edema R/ perlu untuk meningkatkan kembali kebiasaan defekasi normal dan mencegah mengajar atau stress perinal selama pengosongan. perhatikan adanya laserasi dan derajat keterlibatan jaringan.

.. sebulan sudah bisa dapat laptop baru dan bergaransi! Dahsyat! !!... Jalankan tips trik jitu menciptakan uang.... Leaflet.........Praktis. Penyimpangan KDM........... Murah dan Lengkap!.........com/2009/11/download-askep-murah-di-sini.Posting Lama Halaman Muka Langgan: Poskan Komentar (Atom) Register And Get The Money! http://as-kep............................. ATM akan banjir duit!!!!... Gimana sebulan??? Buktikan sendiri! ........................... de el el............... Baru daftar langsung dapat $6 Sehari minimal dapat $15-$30............................ Cuma daftar 50 ribu.. PROGRAM LAPTOP GRATIS!!! ....................... Tips Trik Melipatgandakan Uang... Daftar Gratis Langsung Dapat Dolar..... Selanjutnya..................blogspot.......html Labels Asuhan Keperawatan Anak (11) Asuhan Keperawatan Medikal Bedah (6) Download (4) Jurnal Kesehetan (1) Kebutuhan Dasar Manusia (1) Keperawatan Gawat Darurat (2) Keperawatan Gerontik (3) Keperawatan Jiwa (3) Keperawatan Maternitas (10) Keperawatan Medikal Bedah (28) Komunikasi Keperawatan (1) Lain-lain (14) Manajemen Keperawatan (2) Riset Keperawatan (2) Skripsi Dan KTI (4) Lorem DOWNLOAD ASKEP LENGKAP DI SINI!!! Menyediakan ratusan ASKEP.

com 2008 Back to TOP . Semoga Bermanfaat! © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.Free Download About Me Nining Bai Lihat profil lengkapku Ketik Email Anda untuk berlangganan Artikel: Gabung dan Nikmati Hasilnya!!!! Klik Iklan Dapat Dollar! Forum Iklan Asuhan Keperawatan WebBlog Silahkan mencari Materi/Asuhan Keperawatan yang anda butuhkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful