LUKA BAKAR MAKALAH Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah System Integumen

Disusun oleh : Kelompok tutor 1 1. Claudia Selviyanti (220110100001) 2. Annisa Labertha (220110100002) 3. Imas Rohimah(220110100008) 4. Sonya P Perdana (220110100009) 5. Rosi Akbar Budiman (220110100014) 6. Isara Nur Latifah (220110100021) 7. Nurul Latifah (220110100036) 8.Denti Mardianti (220110100039) 9. Evi Noviyani (220110100051) 10. Ria Octavyani (220110100052) 11. Desy Mayangsari(220110100053)

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011

i

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillah kami panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Judul untuk makalah ini adalah “LUKA BAKAR”.Adapun makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan tugas mata kuliah System Integumen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran. Keberhasilan dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, pengarahan baik moral maupun material yang tidak ternilai besarnya dari berbagai pihak. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan bantuan yang telah diberikan oleh pihak tersebut. Penulis bangga untuk mempersembahkan makalah ini. Ada banyak hal penting yang dapat diraih, dipelajari dan dipikirkan didalamnya. Penulis sadar bahwa ada banyak kekurangan pada makalah ini, terutama dalam penulisan, tapi penulis berharap makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.

Wa’salamualaikum wr.wb

Jatinangor, Oktober 2011

Penulis

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Saat ini banyak terjadi kasus kebakaran. Tidak menutup kemungkinan banyak terjadinya korban. Korban biasanya mengalami luka bakar pada bagian-bagian tertentu. Dan pasti membutuhkan perawatan luka bakar yang baik. Luka bakar adalah luka yang di sebakan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api,air panas,listrik,bahan kimia dan radiasi; juga oleh sebab kontak dengan suhu rendah,luka bakar ini bisa menyebabkan kematian ,atau akibat lain yang berkaitan dengan problem fungsi maupun estetika.

3

Kasus 1 (Luka Bakar) Tn.K 44 tahun dengan BB : 67 Kg, bekerja sebagai tukang baso. Tn.K tersiram oleh air panas yang digunakan untuk mencampur mie. Air panas mengenai dada depan, abdomen, kedua paha dan selangkangan. Klien dibawa ke RS dalam keadaan merintih kesakitan. Pada luka ditemukan blister. Tanda-tanda vital : R : 28x/menit, HR : 120x/menit, wheezing : -, TD : 130/100 mmHg. Dari observasi urin 25mm/jam, Urin dan kreatinin normal, tidak memiliki penyakit jantung, asma, diabetes dan penyakit kronis. HB : 15mg/dl, hematokrit : 45, Leukosit : 13000, trombosit : 330000,albumin : 2,5 gr/dl. Hasil AGD : PH : 7,32 PaCO₂ : 50 PaO₂ : 80 HCO₃ : 22. STEP 1 1. Blister (denti) → gelembung atau benjolan tipis berisi air (isara) 2. Kreatinin (annisa)

STEP 2 1. Proses terjadinya blister (isara”) 2. Nilai normal AGD (denti) 3. Kenapa sistolnya tinggi? (nurul) 4. Kaitan penyakit dengan pemeriksaan urin dan kreatinin (evi) 5. Pertolongan pertama dari orang awam pada Tn.K sebelum mendapat pertolongan dari RS (sonya) 6. Hubungannya kejadian tersiram dengan penyakit jantung, asma, diabetes dan penyakit kronis (ria) 7. Waktu penyembuhan lama tidak? Dan bisa sembuh total tidak? (Claudia) 8. Nilai normal urin dan kreatinin (imas) 9. Non farmako kulit tersiram air panas (sonya) 10. Nilai normal albumin (desi) 11. Dampak lain selain blister (rossi) 12. Lukanya grade berapa? (imas)

STEP 3

4

4.Karena terkena abdomen, paha, selangkangan (denti) 5,9. Disiram air keran (bersih), lalu pakai bioplasenton. Sererah kawung dibalurkan ke luka. Getah daun petai cina di jadikan lulur, beberapa minggu luluh bekas lukanya. (isara) Dibalut agar tidak infeksi (denti) 7. lama, bisa sembuh total pakai salep (ria) 3. dibawa ke rumah sakit dengan merintih,lalu syok, menyebabkan TD ↑ (denti) 6. penyakit konis dapat mempengaruhi penyembuhan (evi) Penyakit jantung→syok (sonya) 11. kulitnya jadi meradang, inflamasi kulit (annisa) Bisa terjadi DIC kalau tingkatnya parah (isara) Bula (nurul) Keloid (isara)

STEP 4

Konsep Dasar Penyakit: - Definisi - Etiologi - Manifestasikli nis - Klasifikasi - Pencegahan - Komplikasi

Pemeriksaan Diagnostik

Penatalaksanaan: LUKA BAKAR - Farmako - Non-farmako

Patofisiologi Peran Perawat

Asuhan Keperawatan: Pengkajian Analisa Data Diagnosa Keperawatan NCP

Aspek Legal Etik

STEP 5 STEP 1 : no.2 STEP 2 : no.1,2,8,10,12
5

granulosum. v Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin( melindungi kulit dari sinar matahari. lap. v Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade. v Lapisan terbawah dari epidermis. d. Granular / s. v Terdiri dari sel polygonal v Sel – sel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri. v Terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti. Malpighi/ stratum spinosum. lapsan tanduk / korneum. v Lapisan epidermis yang paling tebal. EPIDERMIS · Terbagi atas 4 lapisan: a. Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi: Mengusir mikroorganisme patogen. 6 . c. b. lap. v Terdiri dari butir – butir granul keratohialinyang basofilik. Lapisan basal / stratum germinativum v terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis.ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN: 1.

Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus. Sel merkel. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS. Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan.Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh. sebaseus.( korium) v merupakan lapisan dibawah epidermis.( terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen. Sel langerhans. b. 2. Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3. Retikularis. Dalam epidermis terdapat 2 sel yaitu : 1. Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki. limfe. 3. pars papilaris. 2. DERMIS.4 minggu. v Terdsiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan: a. darah . 7 . v Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang. v Terdapat banyak p. kelenjar kerngat dan k. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints. Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku. v Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. dan akar rambut.

rambut mengalami kerontokan 8 . Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan.serta berfungsi sebagai pengatur suhu. pendorong penguapan kerngat dan indera peraba yang sensitive. v Sebagai bantalan terhadap trauma. Rambut velus( pendek. labia minora dan bibir. bulu hidung (vibrissae) menyarig udara. kaki. v Tempat penumpukan energi. RAMBUT. Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun. 2.v Sebagai mobilitas kulit. Fungsi rambut melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata. Fase Istirahat( Telogen) Berlangsung + 4 bulan. 90 % dari 100. rambut terminal ( dapat panjang dan pendek. halus dan lembut). fase pertumbuhan (Anagen) kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat diikuti kulit kepela. Terdapat 2 fase : 1. Ranbut terdirio dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin ) Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil. Terdapat 2 jenis rambut : a. perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas. penis.) b.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.

tumbuh dari akar yang disebut kutikula. Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis Endokrin.50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. janggut.18 bulan. Kelenjar keringat diklasifikasikan menjadi 2 kategori: a. Kelenjar Sebasea berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak. Berfungsi mengangkat benda – benda kecil. kumis. 2. dsbt Piloereksi.rata 0. Pertumbuhan rata. kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit. 9 . KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT 1. Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hgormon seks( rambut wajah.pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12. KUKU Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang keras dan transparan. di kontrol oleh H. Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin . Gerak merinding jika terjadi trauma . punggung.1 mm / hari. Cushing(wanita). Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Androgen. dada. stress.

PENGONTROL/PENGATUR SUHU.invasi bacteri. 1. Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. labia mayora.benda dari luar(benda asing . K. Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV.) Melindungi dari trauma yang terus menerus. SEBAGAI PROTEKSI.Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik. 2. aksila. Menyerap berbagai senyawa lipid vit.uara pada folkel rambut. dan berm. sebagai reaksi tubuh terhadap setress.pengekuaran keringat oada tangan. Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah meningkat terjadi penguapan keringat. 10 . Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh. Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah.Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri menghasilkan bau khas pada aksila. Terdapat di aksil. Masuknya benda. kelenjar Apokrin. seruminosa yang menghasilkan serumen(wax).pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus haid. dahi. kaki. anus. nyeri dll. b. Adan D yang larut lemak. 3 proses hilangnya panas dari tubuh: a. skrotum. Kelenjar ininaktif pada masa pubertas. FUNGSI KULIT SECARA UMUM.

b.tersiram air panas) ↓ ───────────────────────────────────────────── ↓ ↓ ↓ 11 . termis. Air mengalami evaporasi (respirasi tidak kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa. 5. 4.(total aliran darah N: 450 ml / menit. radiasi.) 3. listrik. Kulit yang terpejan sinar Uvakan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D. sentuhan dan rabaaan. c. rasa nyeri. SENSIBILITAS mengindera suhu. Patofisiologi Penyebab luka bakar (bahan kimia. PRODUKSI VITAMIN. KESEIMBANGAN AIR Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subcutan. Konduksi : pemindahan panas dari ubuh ke benda lain yang lebih dingin yang bersentuhan dengan tubuh. Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan oleh peredaran darah kekulit.

Kerusakan mukosa ↓ Oedema mukosa kerusakan kapiler ↓ ↑permeabilitas kapiler luka pada kulit ↓ kerusakan jar kulit→destruksi lap kulit ↓ Obstuksi jalan nafas ↓ kehilangan protein Dan cairan plasma Ke dlm spasiumintersitial pertahanan primer tdk adekuat ↓ ↓ ↓ gg integritas kulit ↓ luka melepuh ↓ ↓ Gagal nafas ↓ Risiko bersihan nafas Tidak efektif ↓ risiko tinggi kekurangan vol cairan ↓ hemokonsentrasi ↓ Tekanan osmotik koloid kapiler ↓ Vaskular HP melebihi COP ↓ risiko tinggi infeksi blister ↓ perubahan penampilan ↓ gg body image Edema umum → gg rasa nyaman : nyeri ↓ ↓volume darah yang bersirkulasi ↓ 12 .

menangis. d) Eliminasi: Tanda: haluaran urine menurun/tak ada selama fase darurat. menyangkal. kecacatan. Pengkajian a) Aktifitas/istirahat: Tanda: Penurunan kekuatan. vasokontriksi perifer umum dengan kehilangan nadi. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit. marah. anoreksia. b) Sirkulasi: Tanda (dengan cedera luka bakar lebih dari 20% APTT): hipotensi (syok). diuresis (setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan ke dalam sirkulasi). ketergantungan. Tanda: ansietas. mengindikasikan kerusakan otot dalam. perubahan tonus. pembentukan oedema jaringan (semua luka bakar). gangguan massa otot. disritmia (syok listrik). pekerjaan.↓ curah jantung ↓ Risiko tinggi perfusi jaringan RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN 1. takikardia (syok/ansietas/nyeri). kulit putih dan dingin (syok listrik). c) Integritas ego: Gejala: masalah tentang keluarga. e) Makanan/cairan: Tanda: oedema jaringan umum. warna mungkin hitam kemerahan bila terjadi mioglobin. keuangan. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera. khususnya pada luka bakar kutaneus lebih besar dari 20% sebagai stres penurunan motilitas/peristaltik gastrik. menarik diri. mual/muntah. 13 . penurunan bising usus/tak ada. tahanan.

Pengembangan torak mungkin terbatas pada adanya luka bakar lingkar dada. Cedera api: terdapat area cedera campuran dalam sehubunagn dengan variase intensitas panas yang dihasilkan bekuan terbakar. smentara respon pada luka bakar ketebalan derajat kedua tergantung pada keutuhan ujung saraf. ruptur membran timpanik (syok listrik). batuk mengii. kesemutan. mukosa hidung dan mulut kering. oedema laringeal). partikel karbon dalam sputum. jalan nafas atau stridor/mengii (obstruksi sehubungan dengan laringospasme. ulkus. gerakan udara dan perubahan suhu. indikasi cedera inhalasi. penurunan refleks tendon dalam (RTD) pada cedera ekstremitas. g) Nyeri/kenyamanan: Gejala: Berbagai nyeri. Tanda: perubahan orientasi. ketidakmampuan menelan sekresi oral dan sianosis. Bulu hidung gosong. perilaku. luka bakar derajat tiga tidak nyeri. penurunan ketajaman penglihatan (syok listrik). pucat. ditekan. i) Keamanan: Tanda: Kulit umum: destruksi jaringan dalam mungkin tidak terbukti selama 3-5 hari sehubungan dengan proses trobus mikrovaskuler pada beberapa luka. 14 . bunyi nafas: gemericik (oedema paru). terpajan lama (kemungkinan cedera inhalasi). lepuh. Tanda: serak. Cedera kimia: tampak luka bervariasi sesuai agen penyebab.f) Neurosensori: Gejala: area batas. laserasi korneal. lepuh pada faring posterior. luka bakar ketebalan sedang derajat kedua sangat nyeri. kerusakan retinal. Kulit mungkin coklat kekuningan dengan tekstur seprti kulit samak halus. stridor (oedema laringeal). dengan pengisian kapiler lambat pada adanya penurunan curah jantung sehubungan dengan kehilangan cairan/status syok. afek. h) Pernafasan: Gejala: terkurung dalam ruang tertutup. Area kulit tak terbakar mungkin dingin/lembab. paralisis (cedera listrik pada aliran saraf).oedema lingkar mulut dan atau lingkar nasal. aktifitas kejang (syok listrik). sekret jalan nafas dalam (ronkhi). merah. contoh luka bakar derajat pertama secara eksteren sensitif untuk disentuh.

riwayat kesehatan keluarga : D. kedua paha dan selangkangan 2. Psikososial : E.nekrosis. luka bakar dari gerakan aliran pada proksimal tubuh tertutup dan luka bakar termal sehubungan dengan pakaian terbakar. kontraksi otot tetanik sehubungan dengan syok listrik). riwayat kesehatan sekarang : klien mengalami luka bakar di dada depan. Cedera secara mum ebih dalam dari tampaknya secara perkutan dan kerusakan jaringan dapat berlanjut sampai 72 jam setelah cedera. Adanya fraktur/dislokasi (jatuh. Keluhan utama : merintih kesakitan C. atau jarinagn parut tebal. A. Penampilan luka bervariasi dapat meliputi luka aliran masuk/keluar (eksplosif). TTV BB : 65kg 15 . Biodata Nama Umur : Tn K : 44 tahun Jenis kelamin : laki. Cedera listrik: cedera kutaneus eksternal biasanya lebih sedikit di bawah nekrosis.laki Pekerjaan Alamat : pedagang mie baso :- Diagnosa medis: luka bakar B. kecelakaan sepeda motor. Pemeriksaan fisik 1. riwayat kesehatan masa lalu :3. Riwayat kesehatan : 1.

000 : 330.5 gr/dl Hematokrit Leukosit Trombosit Albumin Hasil AGD pH :7. ditemukan blister berisi cairan bening Palpasi : ditemukan benjolan dari blister Auskultasi : wheezing – 3.HR : 120x/menit RR : 26 x/menit TD :130 mmHg 2.000 : 2.32 PaCO2 : 50 PaO2 : 80 HCO3 :22 2. Pemeriksaan diagnostik Urin : 25 ml/jam Ureum : normal Kreatini : normal 4. Analisa data 16 . Pemeriksaan laboratorium Hb : 15mg/dl : 45 : 13. Pemeriksaan sistem Inspeksi : klien tampak kesakitan.

DO : DS: Risiko tinggi infeksi 5.No 1 Data yang menyimpang DS: DO : HR : 120x/menit RR : 26 x/menit Etiologi Kerusakan mukosa pada wajah→Oedema mukosa →obstuksi jalan nafas→gagal nafas Penurunan osmotik koloid kapiler→vaskular HP melebihi COP→edema umum→penurunan volume darah yang bersirkulasi→penurunan curah jantung diagnosa Risiko bersihan jalan nafas tidak efektif 2. DO: DS: Kerusakan kapiler →peningkatan permeabilitas kapiler→kehilangan protein dan cairan plasma ke dalam spasiumintestinal Luka pada kulit →kerusakan jaringan kulit →pertahanan primer tidak adekuat Luka pada kulit→luka melepuh →blister Luka pada kulit →kerusakan jaringan pada kulit→destruksi lapisan kulit Luka pada kulit → luka melepuh →blister→perubahan penampilan Risiko tinggi kekurangan volume cairan 4. DS: DO : BB : 65kg HR : 120x/menit RR : 26 x/menit Risiko tinggi perfusi jaringan 3. DS : DO : adanya blister Gangguan integritas kulit 7. DS :klien merintih kesakitan DO : adanya blister Gangguan rasa nyaman : nyeri 6. DS : DO : adanya blister Gangguan citra diri 17 .

DIAGNOSA KEPERAWATAN Rencana Intervensi Diagnosa Keperawatan Rencana Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Resiko bersihan Bersihan jalan nafas 1.Awasi frekuensi.Auskultasi paru.Kaji refleks Dugaan cedera Intervensi Rasional jalan nafas tidak tetap efektif. efektif berhubungan dengan obstruksi trakheobronkhial .. irama.Perhatikan adanya pucat atau warna buah ceri merah pada kulit yang cidera 5. 2.Tinggikan kepala tempat 18 Hasil : Bunyi nafas pengaliran air liur. 4. vesikuler. bebas dispnoe/cyanosis. mengi/gemericik. Dugaan adanya hipoksemia atau karbon monoksida. oedema mukosa. perhatikan adanya pucat/sianosis dan sputum mengandung karbon atau merah muda. batas normal. kedalaman pernafasan .Kriteria gangguan/menelan. penggunaan otot bantu. kompressi jalan nafas . Meningkatkan . Obstruksi jalan nafas/distres pernafasan dapat terjadi sangat cepat atau lambat contoh 3. perhatikan inhalasiTakipnea. sianosis dan perubahan sputum menunjukkan terjadi distress pernafasan/edema paru dan kebutuhan intervensi medik. batuk rejan. serak. batuk mengi setelah terbakar. penurunan bunyi nafas. RR dalam ketidakmampuan menelan. perhatikan sampai 48 jam stridor.

Membantu mempertahankan jalan nafas bersih. drainase sekret. Meningkatkan ekspansi paru. menyebabkan nekrosis pada kartilago telinga yang 7. terbakar dan meningkatkan konstriktur leher. kacau mental. Hindari penggunaan ekspansi paru bantal di bawah kepala. bantal dapat 6. Teknik steril menurunkan gelisah. pertahankan teknik steril. sesuai optimal/fungsi indikasi pernafasan. tetapi harus dilakukan kewaspadaan karena edema mukosa dan 9. risiko infeksi. menghambat pernafasan.Tingkatkan istirahat suara tetapi kaji kemampuan untuk bicara dan/atau menelan sekret oral secara periodik.tidur.Hisapan (bila perlu) pada perawatan ekstrem.Dorong batuk/latihan nafas dalam dan perubahan posisi sering. Peningkatan sekret/penurunan 19 .Selidiki perubahan perilaku/mental contoh inflamasi. memobilisasi dan 8. Bilakepala/leher terbakar. agitasi.

perubahan kesadaran dapat menunjukkan terjadinya/memburuk nya hipoksia. Siapkan/bantu intubasi atau trakeostomi sesuai indikasi. 11.Awasi 24 jam keseimbngan kemampuan untuk cairan. 20 . contoh masker wajah Awasi/gambaran seri GDA Kaji ulang seri rontgen Perpindahan cairan Berikan/bantu fisioterapi dada/spirometri intensif. atau kelebihan penggantian cairan meningkatkan risiko edema paru.Lakukan program kolaborasi meliputi : Berikan pelembab O2 melalui cara yang tepat. Catatan : Cedera inhalasi meningkatkan kebutuhan cairan sebanyak 35% atau lebih karena edema. perhatikan variasi/perubahan.10. menelan menunjukkan peningkatan edema trakeal dan dapat mengindikasikan kebutuhan untuk intubasi. Pelembaban menurunkan pengeringan saluran pernafasan dan Meskipun sering berhubungan dengan nyeri. O2 memperbaiki hipoksemia/asidosis.

PaCO2 lebih besar dari 50 dan penurunan pH menunjukkan inhalasi asap dan terjadinya pneumonia/SDPD. PaO2 kurang dari 50. Data dasar penting untuk pengkajian lanjut status pernafasan dan pedoman untuk pengobatan.menurunkan viskositas sputum. sehingga meningkatkan fungsi pernafasan dan 21 . sementara spirometri intensif dilakukan untuk memperbaiki ekspansi paru. Perubahan menunjukkan atelektasis/edema paru tak dapat terjadi selama 2 – 3 hari setelah terbakar Fisioterapi dada mengalirkan area dependen paru.

Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan Kehilangan cairan melalui rute abnormal. hypermetabolik. terbakar tiap hari sesuai indikasi perpindahan protein. Urine berwarna merah pada kerusakan otot masif 3. Penggantian cairan dititrasi untuk meyakinkan rata-2 pengeluaran urine 3050 cc/jam pada orang dewasa. Peningkatan 1. Ukur lingkar ekstremitas yang permeabilitas kapiler.Kriteria evaluasi: tak ada manifestasi dehidrasi. Perhatikan kapiler dan kekuatan nadi perifer. Observasi warna urine dan resolusi oedema. Intubasi/dukungan mekanikal dibutuhkan bila jalan nafas edema atau luka bakar mempengaruhi fungsi paru/oksegenasi.Awasi pengeluaran urine dan berat jenisnya.Awasi tanda vital.menurunkan atelektasis. CVP. proses inflamasi dan 22 . Kehilangan perdarahan. 2.Perkirakan drainase luka dan karena adanyadarah kehilangan yang tampak Timbang berat badan setiap hari dan keluarnya mioglobin. Peningkatan kebutuhan : status Pasien dapat mendemostrasikan status cairan dan biokimia membaik. ketidak cukupan pemasukan. haluaran urine di atas hemates sesuai indikasi. elektrolit serum dalam batas normal. Memberikan pedoman untuk penggantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler. 30 ml/jam.

plasma. albumin. Observasi ketat 23 . Awasi hasil pemeriksaan laboratorium ( Hb.Selidiki perubahan mental Observasi distensi abdomen.hematomesis. dan setiap 4 jam yang luka bakar berat(dapat terjadi pada awal minggu pertama). elektrolit. kehilangan cairan melalui evaporasi mempengaruhi volume sirkulasi dan pengeluaran urine. Penyimpangan pada tingkat kesadaran dapat mengindikasikan Diuretika contohnya Manitol (Osmitrol) ketidak adequatnya volume sirkulasi/penurunan perfusi serebral   Kalium Antasida Stres (Curling) ulcus terjadi pada setengah Pantau:  dari semua pasien Tanda-tanda vital setiap jam selama periode darurat. Berikan obat sesuai idikasi :  mempengaruhi volume sirkulasi dan pengeluaran urine. elektrolit. Penggantian cairan tergantung pada berat Lakukan program kolaborasi meliputi : Pasang / pertahankan kateter urine Pasang/ pertahankan ukuran kateter IV. badan pertama dan perubahan selanjutnya Memperkirakan luasnya oedema/perpindahan Berikan penggantian cairan IV cairan yang yang dihitung.feces hitam. natrium ). setiap 2 jam selama periode akut. Hemates drainase NG dan feces secara periodik.

lebih disukai melalui kulit yang telah terluka bakar. Mulai terapi IV yang ditentukan dengan jarum lubang besar (18G).  dan elektrolit. periode darurat.  menggantikan kehilangan cairan/elektrolit dan membantu mencegah komplikasi. Warna urine. Pada penerimaan rumah sakit.  CVP (tekanan vena sentral) setiap jam bial penggantian cairan diperlukan.  Berat badan setiap hari.   fungsi ginjal dan mencegah stasis atau refleks urine.selama periode rehabilitasi. Masukan dan haluaran Memungkinkan infus setiap jam selama cairan cepat. Mengidentifikasi kehilangan darah/kerusakan SDM dan kebutuhan Hasil-hasil JDL dan laporan elektrolit. setiap Resusitasi cairan 4 jam selama periode akut. Meningkatkan pengeluaran urine dan membersihkan Status umum setiap 8 jam. Penggantian lanjut karena kehilangan urine dalam jumlah besar Menurunkan keasaman gastrik sedangkan inhibitor histamin menurunkan produksi asam hidroklorida untuk menurunkan produksi 24 . Bila pasien menaglami luka bakar luas dan menunjukkan gejalagejala syok hipovolemik. setiap 8 jam selama periode rehabilitasi. bantu dokter dengan pemasangan kateter vena tubulus dari debris /mencegah nekrosis. lepaskan semua pakaian dan perhiasan dari area luka bakar.

Laporkan temuan-temuan positif. Berikan antasida yag diresepkan atau antagonis reseptor histamin seperti simetidin dari hasil yang diharapkan. urine gelap atau encer gelap. haus. urine < 30 ml/jam. Tes guaiak muntahan warna kopi atau feses ter hitam. CVP < 6 mmHg. gelisah. Pengukuran tekanan vena sentral memberikan data tentang status volume 25 . Inspeksi adekuat dari luka bakar. Penggantian cairan cepat penting untuk mencegah gagal ginjal. bikarbonat serum di bawah Mengidentifikasi penyimpangan indikasi kemajuan rentang normal. Periode darurat (awal 48 jam pasca luka bakar) adalah periode kritis yang ditandai oleh hipovolemia yang mencetuskan individu pada perfusi ginjal dan jarinagn tak adekuat. takikardia. TD di atau penyimpangan bawah rentang normal. Kehilangan cairan bermakna terjadi melalui jarinagn yang terbakar dengan luka bakar luas.sentral untuk pemantauan CVP. asam hidroklorida untuk menurunkan Beritahu dokter bila: haluaran iritasi gaster. Konsultasi doketr bila manifestasi kelebihan cairan terjadi.

Mencegah perdarahan GI. perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke ruang interstitial menimbukan hipovolemi. Perdarahan GI menandakan adaya stres ulkus (Curling’s). Temuan-temuan guaiak positif ennandakan adanya perdarahan GI.cairan intravaskular. Pada lka bakar luas. Luka 26 . Pasien rentan pada kelebihan beban volume intravaskular selama periode pemulihan bila perpindahan cairan dari kompartemen interstitial pada kompartemen intravaskuler. Temuan-temuan ini mennadakan hipovolemia dan perlunya peningkatan cairan.

ekspresi wajah dan postur tubuh rileks. Pasien dapat mendemonstrasikan hilang dari 1. Absorpsi obat IM buruk pada pasien dengan luka bakar luas yang disebabkan oleh perpindahan interstitial berkenaan dnegan peningkatan permeabilitas kapiler.Kri prosedur perawatan luka.Berikan ayunan di atas temapt tidur bila diperlukan. teria evaluasi: menyangkal nyeri.Anjurkan analgesik IV bila nyaman. melaporkan perasaan 2.Berikan anlgesik narkotik yang diresepkan prn dan sedikitnya 30 menit sebelum Analgesik narkotik diperlukan utnuk memblok jaras nyeri dengan nyeri berat. Tindakan eksternal ini 4. menyebabkan hipoetrmia. pembentukan edema. luka bakar luas.Pertahankan pintu kamar tertutup. Evaluasi keefektifannya. Bantu dengan pengubahan posisi setiap 2 jam bila 27 membantu menghemat kehilangan panas. 3. Manipulasi jaringan cidera contoh debridemen luka. ketidaknyamanan.bakar luas mencetuskan pasien pada ulkus stres yang disebabkan peningkatan sekresi hormon-hormon adrenal dan asam HCl oleh lambung. Menururnkan neyri . Nyeri berhubungan dengan Kerusakan kulit/jaringan. tingkatkan suhu ruangan dan berikan selimut ekstra untuk memberikan kehangatan. Panas dan air hilang melalui jaringan luka bakar.

pantau Mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan.diperlukan. terhadap luka dan menuurnkan pemajanan ujung saraf pada aliran udara. Dokter dapat 4.Beritahu dokter dengan segera bila terjadi nadi berkurang.Meningka tkan aliran balik vena dan menurunkan 2. khususnya bila pasien tak mempertahankan berat badan jauh dari dapat membantu membalikkan linen temapat tidur badan sendiri. perfusi jaringan. Menghilangkan tekanan pada tonjolan tulang dependen. 3. Temuan-temuan ini menandakan keruskana sirkualsi distal. adekuat. nadi perifer dapat diraba. pengisian kapiler pembengkakan.Siapkan untuk pembedahan mengkaji tekanan 28 .Kriteria perubahan/disfu evaluasi: warna kulit status neurovaskular dari ngsi neurovaskuler perifer berhubungan dengan Penurunan/inter upsi aliran darah arterial/vena.Untuk luka bakar yang sirkulasi tetap mengitari ekstermitas atau luka bakar listrik. Dapatkan bantuan dengan tambahan sesuai kebutuhan.Pertahankan ekstermitas bengkak ditinggikan. atau penurunan sensasi. buruk. Dukungan adekuat pada luka bakar selama gerakan membantu meinimalkan ketidaknyamanan. Resiko tinggi kerusakan Pasien menunjukkan 1. contoh luka bakar seputar ekstremitas normal. menyangkal ekstermitas setaip 2 jam. kebas dan kesemutan.

Risiko tinggi infeksi yang berhubungan dengan cedera luka bakar . bersihkan luka berdasarkan protokol: bersihkan dengan lembut.gunakan lampu penghangat untuk mempertahankan suhu tubuh 6. eskarotomi sesuai pesanan. respon kerusakan imun Pasien akan terbebas 1. pantau hasilnya 8. Eskarotomi (mengikis pada eskar) atau fasiotomi mungkin diperlukan untuk memperbaiki sirkulasi adekuat. berikan profilaksis toksoid tetanus sesuai perintah 5. tutupi luka dengan antimikrobial topikal sesuai perintah 4. jaringan untuk emnentukan kebutuhan terhadap intervensi bedah.tutupi luka dengan kain steril dari infeksi luka bakar selama pasien ditransfer 2. kaji aliran tempat insersi invasif dua kali sehari 7.dengan edema.laporkan peningkatan tajam suhu tubuh atau peningkatan SDP 29 . cukur rambut-rambut dari daerah sekitar yang berdekatan dengan luka 3. dapatkan spesimen sesuai perintah untuk biakan dan sensitivitas.

b. Dorong verbalisasi perasaan. kepekaan terhadap kerusakan kulit. dan kanker kulit Gangguan citra mencapai rekonsiliasi diri berhubungan dengan perubahan penampilan antara konsep diri a.  Membantu mengenali mekanisme koping 30 unsur- dan erubahan fisik serta psikologik yang ditimbulkan enyakit. penyakit dan pada yang . luka terbakar sinar matahari. persepsi dan rasa takut  Membantu menilai situasi sekarang menganli masahnya.Gangguan integritas kulit yang berhubungan dengan luka bakar Luka akan sembuh 1.Lanjutkan untuk mengkaji dan memantau integritas kulit 2. Bantu pasien untuk mengenali unsur pengendalian gejala dan penanganannya.  Membantu menganli mekanisme koping masa lalu. ajarkan atau latih pasien dengan keluarga tentang perawatan luka.

 Etiologi 1. mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.listrik. Gas 2.air panas. ( Kapita Selekta kedokteran edisi 3 jilid 2). juga oleh sebab kontak dengan suhu rendah. Luka bakar adalah luka yang di sebakan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api.bahan kimia dan radiasi. arus listrik. Luka Bakar Bahan Kimia (hemical Burn) 3.Soetomo.efektif. Luka Bakar Suhu Tinggi(Thermal Burn) 1.atau akibat lain yang berkaitan dengan problem fungsi maupun estetika. 31 . Fase akut. bahan kimia dan petir yang mengenai kulit. Cairan 3. Luka Bakar Radiasi (Radiasi Injury) Fase Luka Bakar 1. 2001). Luka Bakar Sengatan Listrik (Electrical Burn) 4. Bahan padat (Solid) 2.luka bakar ini bisa menyebabkan kematian . KONSEP  Definisi Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas.

32 . cairan panas atau objek-objek panas lainnya. Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik. deformitas dan kontraktur. Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar. Berlangsung setelah fase syok teratasi. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas). Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. gangguan pigmentasi. 2. 2. kleoid. Keadaan hipermetabolisme. Proses inflamasi dan infeksi. Luka yang terjadi menyebabkan: 1.Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik. Fase sub akut. dan circulation (sirkulasi). ~Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi : Luka Bakar Termal Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api. namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut. brething (mekanisme bernafas). 3. Fase lanjut. Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ – organ fungsional. 3.

menurunnya pengeluaran urine atau anuri. pertanian dan militer. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Perubahan suhu tubuh dari demam ke hipotermi. Kedalaman Ketebalan partial Penyebab Jilatan api.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia.Luka Bakar Kimia Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. tachypnea. Penampilan Kering tidak ada Warna Bertambah Perasaan Nyeri 33 . Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak. Dalamnya luka bakar. lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. tekanan nadi lemah. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri. Luka Bakar Elektrik Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Lebih dari 25.  Klasifikasi A.  Manifestasi klinis Riwayat terpaparnya Lihat derajat luka bakar Status pernapasan. Konsentrasi zat kimia. tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi. hipotensi. Luka Bakar Radiasi Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif.

hitam. coklat. mudah lepas bila dicabut. merah. Sangat nyeri dengan bahan yang ukurannya air atau bahan bertambah besar. daerah merah coklat. Tidak pucat bila ditekan. jari. Kimia.Hitam. Luas luka bakar Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of nine atua rule of wallace yaitu: 34 . Jilatan langsung kimiawi.Oedem minimal atau tidak ada. Pucat bila ditekan dengan ujung jari. gelembung. coklat sakit. tidak membesar.Pembuluh cair atau padat. Tidak sakit. Lebih dalam dari ketebalan partial(tingkat II)   Kontak Blister besar dan lembab Berbintikbintik yang kurang jelas. sedikit dengan bahan mengelupas. bila tekanan dilepas berisi kembali. berisi kembali bila tekanan dilepas. B. darah seperti arang terlihat dibawah kulit yang mengelupas. Kontak dengan arus listrik. dindingnya sangat tipis. kering. Merah. Ketebalan sepenuhnya(tingkat III) Kontak Kering disertai kulit Putih. Gelembung jarang. Sinar ultra violet.Pucat padat. Superfisial Dalam api kepada pakaian.Jilatan bial ditekan dengan ujung putih.Rambut tua.Nyala api. pink.superfisial(tingkat I) sinar ultra violet (terbakar oleh matahari).

Trauma yang menyertai atau bersamaan. 4. B. d. Tingkat III : 10% atau lebih. b. Persentasi area (Luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh. Kedalaman luka bakar. Sedang – moderate:  o  o a) Tingkat II : 15 – 30% b) Tingkat III : 1 – 10% A. Berat ringannya luka bakar Untuk mengkaji beratnya luka bakar harus dipertimbangkan beberapa faktor antara lain : 1. 5. 3. Tingkat III pada tangan. soft tissue yang luas. c.1) Kepala dan leher : 9% 2) Lengan masing-masing 9% : 18% 3) Badan depan 18%. Parah – critical: a. American college of surgeon membagi dalam: A. Ringan – minor: 35 . Umur klien. badan belakang 18% : 36% 4) Tungkai maisng-masing 18% : 36% 5) Genetalia/perineum  : 1% Total : 100% C. kaki dan wajah. fractura. 6. jantung. 2. Anatomi lokasi luka bakar. Tingkat II : 30% atau lebih. Riwayat pengobatan yang lalu. Dengan adanya komplikasi penafasan.

K+ dilepas sebagai akibat cidera jarinagn sel-sel darah Hiperkalemi K+ bergerak kembali ke dalam sel. Kadar potassium. darah renal karena desakan darah meningkat. Kadar Na+ Defisit sodium. Hemokonsentrasi Interstitial ke oedem pada lokasi luka bakar. o  o a) Tingkat II : kurang 15% b) Tingkat III : kurang 1%  Perubahan Fisiologis Pada Luka Bakar Tingkatan hipovolemik( s/d 48. Oliguri. tapi kehilangan Na + melalui eksudat dan tertahan dalam cairan oedem. sodium/natrium. direabsorbsi oleh ginjal. Aliran darah renal berkurang karena desakan darah turun dan CO berkurang. 36 . K+ terbuang melalui diuresis Hipokalemi. Defisit sodium.Tingkatan diuretik(12 jam – 18/24 72 jam pertama) Mekanisme Dampak dari jam pertama) Mekanisme Dampak dari Hemodilusi. Kehilangan Na+ melalui diuresis (normal kembali setelah 1 minggu). Peningkatan aliran Diuresis. Perubahan Pergeseran cairan ekstraseluler. Vaskuler ke insterstitial. Fungsi renal. vaskuler.

nitrogen negatif. K+ berkurang ekskresi karena fungsi renal berkurang. kehilangan protein dalam jaringan. Asidosis Keseimbangan (mulai 4-5 hari setelah luka bakar). Hipoproteinemia. hipermetabolisme disertai peningkatan produk akhir metabolisme. Katabolisme Keseimbangan nitrogen negatif. Keseimbangan Katabolisme nitrogen. kehilangan protein. Kehilangan protein waktu berlangsung terus katabolisme. Asidosis metabolik.merah. kehilangan bikarbonas 37 . jaringan. Kehilangan protein ke dalam jaringan akibat kenaikan permeabilitas. jaringan. lebih banyak kehilangan dari masukan. Keseimbnagan Metabolisme asam basa. anaerob karena metabolik. Kehilangan sodium bicarbonas melalui diuresis. Hipoproteinemia. fungsi renal berkurang (menyebabkan retensi produk akhir tertahan). perfusi jarinagn berkurang peningkatan asam dari produk akhir. immobilitas. Kadar protein.

bertanggung jawab terhadap syok spetic. perdarahan Rangsangan central di hipotalamus dan peingkatan Akut dilatasi dan Peningkatan paralise usus.  Komplikasi Disfungsi jantung. lambung. merupakan glikoprotein yang toxic yang dihasilkan oleh kulit yang terbakar. Tidak terjadi pada Hemokonsentrasi. pecah menjadi fragil. Lambung. peningkatan produksi cortison. Peningkatan zat MDF (miokard depresant factor) sampai 26 unit. sifat cidera berlangsung lama dan terancam psikologi pribadi. 3. Syok hipovolemik 6. kelainan pada pernafasan akibat hisapan 2. renal berkurang. jumlah cortison. Kekurangan cairan dan elektrolit 38 . hari-hari pertama. Curling ulcer (ulkus pada gaster). jumlah cortison. Jantung. termal.serum. Eritrosit Terjadi karena Luka bakar panas. insiden infeksi meingkat sejalan dengan peningkatan luas luka bakar. MDF meningkat 2x lipat. terjadi karena luka bakar luas 4. Terjadi karena Aliran darah trauma. 1. nyeri. Terjadi karena Stres karena luka. neurovaskular. infeksi. CO menurun. pembentukan jaringan parut yang menyebabkan penurunan aliran darah 5. Respon stres.

edema. pneumonia bakteri. Kadar karbon monoksida serum meningkat pada cedera inhalasi asap. Koagulasi memeriksa faktor-faktor pembekuan yang dapat menurun pada luka bakar masif. Ilius paralitik  Indikasi Rawat Inap Luka Bakar A. 6. 7. Dewasa > 20% 1. 5. BUN dan kreatinin mengkaji fungsi ginjal. Gas-gas darah arteri (GDA) dan sinar X dada mengkaji fungsi pulmonal. Sepsis pada luka 13. Luka bakar dengan komplikasi: jantung. 2. Luka bakar grade III. Ini terutama penting untuk memeriksa kalium terdapat peningkatan dalam 24 jam pertama karena peningkatan kalium dapat menyebabkan henti jantung. khususnya pada cedera inhalasi asap. Hypermetabolisme 8. Anak/orang tua > 15% A. Infeksi 9. injury inhalasi. 4. aspirasi gastric. Elektrolit serum mendeteksi ketidakseimbangan cairan dan biokimia. Luka bakar grade II: 1.  Pemeriksaan diagnostic 1. 3.7. otak dll. Urinalisis menunjukkan mioglobin dan hemokromogen menandakan kerusakan otot pada luka bakar ketebalan penuh luas. A. 8. Paru dan emboli 12. 11. Masalah pernapasan akut. Bronkoskopi membantu memastikan cedera inhalasi asap. LED: mengkaji hemokonsentrasi. Gagal ginjal akut 10. 39 .

b. 11. Infus.    Dewasa : Baxter. blood urea nitrogen (BUN). pemeriksaan servikal 20. urine cultures 17. Pernafasan: a. CVP. Resusitasi cairan à Baxter. Bensin à iritasi à Bronkhokontriksi à obstruksi à gagal nafas. C. kultur luka  Penatalaksanaan B. NO2. 2. Laboratorium. 1. HCL. serum glucose 12. albumin 16. Sirkulasi: gangguan permeabilitas kapiler: cairan dari intra vaskuler pindah ke ekstra vaskuler à hipovolemi relatif à syok à ATN à gagal ginjal. RL 4 cc x BB x % LB/24 jam.9. arterial blood gases 14. pembekuan darah 19. Efek toksik dari asap: HCN. Resusitasi A. serum protein 15. kultur luka. kateter. C. Udara panas à mukosa rusak à oedem à obstruksi. B. Anak: jumlah resusitasi + kebutuhan faal: 40 . oksigen. urinalysis 18. complete blood cell count (CBC) 10. D. electrolite 13.

Monitor urine dan CVP. Kebutuhan faal: < 1 tahun : BB x 100 cc 1 – 3 tahun : BB x 75 cc 3 – 5 tahun : BB x 50 cc ½ à diberikan 8 jam pertama ½ à diberikan 16 jam berikutnya. Topikal dan tutup luka      Cuci luka dengan savlon : NaCl 0. Tutup kassa tebal. kecuali balutan kotor. Anak : Diberi sesuai kebutuhan faal. F.              RL : Dextran = 17 : 3 2 cc x BB x % LB. Tulle. Silver sulfa diazin tebal. ( 3-x) x 80 x BB gr/hr 100 (Albumin 25% = gram x 4 cc) à 1 cc/mnt. G. Evaluasi 5 – 7 hari. E. Obat – obatan: 41 .9% ( 1 : 30 ) + buang jaringan nekrotik. Hari kedua: Dewasa : Dextran 500 – 2000 + D5% / albumin.

breathing. b. Perhatikan kebutuhan untuk pemberian cairan intravena 6. c. Bila perlu berikan antibiotika sesuai dengan pola kuman dan sesuai hasil kultur. Pertahankan panas tubuh 5. Antasida : kalau perlu ~Petunjuk perawatan klien luka bakar sebelum di rumah sakit 1. Analgetik : kuat (morfin. Transportasi (segera kirim klien ka rumah sakit) 42 . Kaji trauma yang lain 4. Antibiotika : tidak diberikan bila pasien datang < 6 jam sejak kejadian. petidine) d. circulation): 3. Jauhkan penderita dari sumber LB -banyaknya bila karena zat kimia dan tidak menghantarkan arus (nonconductive) 2.a. Kaji ABC (airway.

Pada klien yang pernah mendapat imunisasi tetanus tetapi tidak dalam waktu 5 tahun terakhir dapat diberikan boster tetanus toxoid. Jika pengkajian dan atau penanganan yang dilakukan tidak adekuat. Dalam membuat keputusan apakah klien dapat dipulangkan atau tidak adalah dengan memperhatiakn antara lain 1) kemampuan klien untuk dapat menjalankan atau mengikuti intruksi-instruksi dan kemampuan dalam melakukan perawatan secara mandiri (self care). Apabila klien mampu mengikuti instruksi dan perawatan diri serta lingkungan di rumah mendukung terjadinya pemulihan maka klien dapat dipulangkan. Untuk klien yang tidak diimunisasi dengan tetanus human immune 43 . In T. Penanganan dibagian emergensi Perawatan di bagian emergensi merupakan kelanjutan dari tindakan yang telah diberikan pada waktu kejadian. D.D. 2) lingkungan rumah. Penanganan luka (debridemen dan pembalutan) tidaklah diutamakan bila ada masalah-masalah lain yang mengancam kehidupan klien. Rockville. Wachtel. a) Managemen nyeri Managemen nyeri seringkali dilakukan dengan pemberian dosis ringan morphine atau meperidine dibagian emergensi. b.L. MD: Aspen Publications. perawatan luka tahap awal dan pendidikan kesehatan.Diambil dari Trunkey. Perawatan di bagian emergensi terhadap luka bakar minor meliputi : menagemen nyeri. maka masalah inilah yang harus diutamakan (1) Penanganan Luka Bakar Ringan Perawatan klien dengan LB ringan seringkali diberikan dengan pasien rawat jalan. (1983). et al. maka pre hospital care di berikan di bagian emergensi. Transporting the critically burned patient. (Eds): Current Topics In Burn Care. profilaksis tetanus. Sedangkan analgetik oral diberikan untuk digunakan oleh pasien rawat jalan. b) Profilaksis tetanus Petunjuk untuk pemberian profilaksis tetanus adalah sama pada penderita LB baik yang ringan maupun tipe injuri lainnya.

Berikut adalah penjelasan dari tiap-tiap penanganan tersebut. management nyeri. diet. 44 . kondisi pernafasan. Dan perlunya evaluasi atau penanganan follow up juga harus dibicarakan dengan klien pada waktu itu. dan perawatan luka. c) Perawatan luka awal Perawatan luka untuk LB ringan terdiri dari membersihkan luka (cleansing) yaitu debridemen jaringan yang mati. pencegahan komplikasi. sirkulasi ) dan trauma lain yang mungkin terjadi. propilaksis tetanus. d) Pendidikan / penyuluhan kesehatan Pendidikan tentang perawatan luka. maka penanganan pada bagian emergensi akan meliputi reevaluasi ABC (jalan nafas. pemeriksaan vital signs dan laboratorium. dll). Pendidikan lain yang diperlukan adalah tentang pentingnya melakukan latihan ROM (range of motion) secara aktif untuk mempertahankan fungsi sendi agar tetap normal dan untuk menurunkan pembentukan edema dan kemungkinan terbentuknya scar. resusitasi cairan (penggantian cairan yang hilang). tar. pengumpulan data. dan pemberian/penggunaan krim atau salep antimikroba topikal dan balutan secara steril. komplikasi. pemasangan kateter urine. Selain itu juga perawat bertanggung jawab memberikan pendidikan tentang perawatan luka di rumah dan manifestasi klinis dari infeksi agar klien dapat segera mencari pertolongan.globulin dan karenanya harus diberikan tetanus toxoid yang pertama dari serangkaian pemberian imunisasi aktif dengan tetanus toxoid. membuang zat-zat yang merusak (zat kimia. Untuk klien dengan luka yang luas. pemasangan nasogastric tube (NGT). berbagai fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat yang dapat di kunjungi jika memmerlukan bantuan dan informasi lain yang relevan perlu dilakukan agar klien dapat menolong dirinya sendiri. yakni sebagai berikut. (2) Penanganan Luka Bakar Berat. pengobatan.

5-0. sirkulasi dan trauma lain yang mungkin terjadi.75 2000 ml Koloid Dextros Elektrolit 24 jam kedua Koloid Dextros 1 ml/kg/% 2000 ml 0. Pemberian intravena perifer dapat diberikan melaui kulit yang tidak terbakar pada bagian proximal dari ekstremitas yang terbakar. jugular internal atau eksternal. Menilai kembali keadaan jalan nafas.5 kebutuhan 0.75 0. maka resusitasi cairan intravena umumnya diperlukan. Sedangkan untuk klien yang mengalami luka bakar yang cukup luas atau pada klien dimana tempat-tempat untuk pemberian intravena perifer terbatas. adanya perdarahan dan lain-lain perlu dilakukan agar dapat dengan segera diketahui dan ditangani. b) Resusitasi cairan (penggantian cairan yang hilang) Bagi klien dewasa dengan luka bakar lebih dari 15 %.5 ml/kg/% 2000 ml 0. maka dengan pemasangan kanul (cannulation) pada vena central (seperti subclavian.5 kebutuhan 2000 24 jam I 24 jam I ml kebutuh-an 24 kebutuhjam I an 24 jam I 45 . kondisi pernafasan.a) Reevaluasi jalan nafas. Luas atau persentasi luka bakar harus ditentukan dan kemudian dilanjutkan dengan resusitasi cairan. Selain itu melakukan pengkajian ada tidaknya trauma lain yang menyertai cedera luka bakar seperti patah tulang. kondisi pernafasan. dan sirkulasi unutk lebih memastikan ada tidaknya kegawatan dan untuk memastikan penanganan secara dini. atau femoral) oleh dokter mungkin diperlukan.5-0. Resusitasi cairan dapat menggunakan berbagai formula yang telah dikembangkan seperti pada tabel 6 tentang formula resusitasi cairan berikut. Tabel 6 : Formula resusitasi cairan yang digunakan dalam perawatan luka bakar 24 jam pertama Formula Elektrolit Evans Normal saline 1 ml/kg/% Brooke RL 1.5 ml/kg/% 0.

Critical Care Nursing Clinics of North America. .3-0. and Wachtel & Fortune (1983). Resuscitation of thermally injured patients. Wachtel et al (Eds. Inc.RL kasi Brooke 2 ml/kg/% 0. W. Jika nyeri dan rasa tak nyaman berlanjut. Rockville.Modifi. L.G.L. Gunakan secara diuresis bicarbonat karena hambatan anhydrase carbonic. & Cioffi. termasuk jamur 2x/hari. nyeri.tebal 1/16 inci.3-0.W. Tdk usah dibalut. Kaji efek Ruam pada otot Hyperchloremic metabolisme acidosis dari keadekuatan managemen Mafenide Spektrum acetate Larutan Mafenide acetate 5% Silver nitrate 5% luas. Sorensen. 3(2). Mempunyai aktivitas terhadap jamur meskipun sedikit. Tak usah dibalut.MD: Aspen Publisher.5 ml/kg/% 2000 ml Diambil dari Rue.185.  Tabel Obat-Obatan Antimokroba Topical Yang Digunakan Pada Luka Bakar (Luckmann. Current topic in burn care (p. Kaji samping.1/16 inci. Leukopenia setelah 2-3 hari pamakaian. maka perlu dipertimbangkan penggunaan topikal lainnya. (1991). In T.). Fluid resuscitation for burn shock. 44).5 ml/kg/% Parkland RL 4 ml/kg/% 0. Spektrum Balutan tipis diperlukan dan dibasahi denganlarutan untuk 46 2x/hari. 1993:2004) Obat Spektrum Antimikroba Penggunaan Efek Samping Perawatan Krim Silver Sulfadiazine 1% Spektrum luas.

hati-hati pada klien dengan gagal ginjal. Peran perawat Menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 peran perawat terdiri dari : 1. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks. Hyponatremia Hypochloremia samping Kaji keadekuatan managemen nyeri. Pruritus. Perawat juga berperan dalam mempertahankan & melindungi hak-hak pasien meliputi : 47 .luas Spektrum luas luka Balutan yang tebal diperlukan dan dibasahi dg larutan untuk luka Menimbulkan rasa nyeri. Kaji efek Ruam pada kulit Kolonisasi jamur. Sebagai pemberi asuhan keperawatan Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan. Cek serum Hypokalemia Hypocalcemia elektrolit setiap hari. 2. Sebagai advokat klien Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien & kelg dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan. Penetrasi terhadap eschar buruk.

Sebagai konsultan Perawat berperan sebagai tempat konsultasi dengan mengadakan perencanaan. Sebagai kolaborator Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter. Sebagai educator Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan.Hak untuk menentukan nasibnya sendiri . 3. perubahan yang sistematis & terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan 48 . 4.Hak atas informasi tentang penyakitnya . ahli gizi dll dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan. Sebagai pembaharu Perawat mengadakan perencanaan. merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberi pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien. gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan. 5. kerjasama.Hak atas privacy .Hak atas pelayanan sebaik-baiknya .Hak menerima ganti rugi akibat kelalaian. 6.. kerjasama. Sebagai koordinator Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan. perubahan yang sistematis & terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan 7. fisioterapi.

Justice (keadilan) kewajiban untuk berlaku adil kepada semua orang. menghilangkan nyawa orang lain. 4. Beneficence (Bertindak untuk keuntungan orang lain/pasien) Kewajiban untuk melakukan hal tidak membahayakan pasien/ orang lain dan secara aktif berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan pasiennya Non-Maleficence (utamakan-tidak mencederai orang lain) kewajiban perawat untuk tidak dengan sengaja menimbulkan kerugian atau cidera Prinsip : Jangan membunuh. 49 .Masing-masing profesi memiliki aturan tersendiri yang berlaku . Autonomy (hak pasien memilih) Hak pasien untuk memilih treatment terbaik untuk dirinya 3.Memiliki keterbatasan peran dan berpraktik dengan menurut aturan yang disepakati. pelayanan kesehatan : Upaya Tim (tanggungjawab tidak hanya pada satu profesi).ASPEK LEGAL ETIK Prinsip Etik 1. Respect (Hak untuk dihormati) Perawat harus menghargai hak-hak pasien/klien 2. 8. Fidelity (loyalty/ketaatan) .Era modern . 7. Perkataan adil sendiri berarti tidak memihak atau tidak berat sebelah. jangan membuat orang lain berdaya dan melukai perasaaan orang lain. Confidentiality (hak kerahasiaan) menghargai kerahasiaan terhadap semua informasi tentang pasien/klien yang dipercayakan pasien kepada perawat. jangan menyebabkab nyeri atau penderitaan pada orang lain. 5. 80% kebutuhan pt dipenuhi perawat . Veracity (Truthfullness & honesty) Kewajiban untuk mengatakan kebenaran.Kewajiban untuk setia terhadap kesepakatan dan bertanggungjawab terhadap kesepakatan yang telah diambil .

Kepmenkes No.. Pemecahan masalah etik 1.Hak untuk memilih 4. khususnya terkait informed-consent .Hak untuk diinformasikan 2. dan kemudian refleksikan pada keputusan tsb Aspek Legal dalam Praktik Keperawatan Tercantum dalam: . bertujuan untuk perlindungan terhadap tenaga medik jika terjadi sesuatu yang tidak diharapakan yang diakibatkan oleh tindakan tersebut. 1239 tahuun 2001 ttg Registrasi dan Praktik Perawat Area Overlapping (Etik Hukum ) a. Evaluasi tindakan alternatif dari berbagai perspektif etik. Bertindaklah.Hak untuk didengarkan 3. Identifikasi masalah etik 2.Terkait erat dengan prinsip otonomi. Selain itu dapat melindungi pasien terhadap intervensi / tindakan yang akan dilakukan kepadanya.UU No. 50 . Kumpulkan fakta-fakta 3. 32 tahun 1996 ttg Tenaga Kesehatan .Hak untuk diselamatkan Informed Consent Informed consent adalah dokumen yang legal dalam pemberian persetujuan prosedur tindakan medik dan atau invasif. Buat keputusan dan uji cobakan 5. Hak –Hak Pasien b. 4.Prinsip veracity mengikat pasien dan perawat untuk selalu mengutarakan kebenaran. Dasar – dasar Informed consent UU N0 23 / 1992 tentang kesehatan Pasal 53 ayat ( 2) dan Peraturan Menteri Kesehatan RI NO 585 tentang persetujuan tindakan medik. Informed-consent Hak-hak Pasien : 1.PP No. 23 tahun 1992 ttg Kesehatan .

Dokter/keluarga/institusi pelayanan kesehatan Potensial Area Tuntutan a.Perawat perlu menjamin kelengkapan dan keakuratan pelaporan askep Wills Pernyataan yang dibuat oleh seseorang mengenai bagaimana hak milik seseorang dibuang sesudah kematiannya DNRs (Do Not Rescucitate Orders) Perintah dokter “Tanpa Kode” atau DNRs bagi klien dengan penyakit terminal.Medical Record adalah dokumen legal dan dapat digunakan di pengadilan sebagai bukti.Aturan legal yang mengatur praktik perawat . dan yang diharapkan untuk mati. telah dijelaskan oleh dokter d. Accident and Incident report incident Report laporan terjadinya suatu insiden atau kecelakaan . Dokumentasi . Informed consent Persetujuan yang dibuat oleh klien untuk menerima serangkaian prosedur sesudah diberikan informasi yang lengkap termasuk resiko pengobatan dan fakta-fakta yang berkaitan dengan itu. penyakit kompleks.Pedoman untuk menghindari malpraktik dan tuntutan malpraktik . Malpraktik Kelalaian bertindak yang dilakukan seseorang terkait profesi/pekerjaannya yang membutuhkan ketrampilan profesional dan tehnikal yang tinggi b.Hubungan perawat. 51 . c.Akuntabilitas Legal .

BAB III PENUTUP 3. 52 . Prognosis luka bakar itu bisa dilihat dari tingkatan keparahan luka bakar itu sendiri. Bila tingkatannya sudah parah dan merusak seluruh jaringan tubuh bisa mengakibatkan kematian.1 Kesimpulan Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan luka bakar itu sendiri.

blogspot. Edisi 2 (terjemahan). Airlangga University Press. M.blogspot.com/2009/09/09/peran-dan-fungsi-perawat/ 53 .L. http://hanikamioji. (1996).J. (1999). Nursing care plans guidelines for planning patient care. (2nd ed. et al. Penerbit Buku Kedoketran EGC.wordpress.html http://perawattegal. (1999). Jakarta : EGC Hudak dan Gallo. Jakarta Long. Perawatan Medikal Bedah. Volume I. Jakarta : EGC http://abhique.E. PT EGC..Daftar pustaka Carpenito.com/2008/06/luka-bakar-untuk-perawat. (2000).blogspot. Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan.com/2010/01/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan. PT EGC.wordpress. Barbara C. Djohansjah. Surabaya.J. (terjemahan). http://medicalbedah-rohmanazzam. 1996. (1991). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. Carpenito. Elizabeth. (1997). J. (1995).Corwin.).html http://nursingspirit. Philadelphia: F. Davis Co. Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran.A.L.com/2009/01/03/contoh-askep-luka-bakar/ Doenges.html Guyton & Hall. Doenges. Edisi 9. Bandung Marylin E. Keperawatan Kritis. Pengelolaan Luka Bakar. Edisi 2 (terjemahan).wordpress. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan.com/2008/02/asuhan-keperawatan-klien-lukabakar.com/2009/04/23/askep-luka-bakar/ http://tutorialkuliah. M. 2009. Jakarta. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta.

com/member/bedahumum/articles/3869708/PERAWATAN+LUKA+BA KAR http://b11nk.com/2011/05/anatomi-fisiologi-kulitsistemintegumen.wordpress.html http://www.http://selintaskeperawatan.zimbio.com/2010/11/21/aspek-etik-dan-legal-dalam-praktik-keperawatan/ 54 .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful