Keutamaan Menuntut Ilmu

Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Bahkan Allah sendiri lewat Al Qur‟an meninggikan orang-orang yang berilmu dibanding orang-orang awam beberapa derajad. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad.” (Al Mujadilah: 11) Pada surat Ali „Imran: 18 Allah SWT bahkan memulai dengan dirinya, lalu dengan malaikatnya, dan kemudian dengan orang-orang yang berilmu. Jelas kalau Allah menghargai orang-orang yang berilmu. “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)” (Ali Imran:18) Allah juga menyatakan bahwa hanya dengan ilmu orang bisa memahami perumpamaan yang diberikan Allah untuk manusia. “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” (Al „Ankabut:43) Tuhan juga menegaskan hanya dengan ilmulah orang bisa mendapat petunjuk Al Qur‟an. “Sebenarnya, Al Qur‟an itu adalah ayat2 yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (Al Ankabut:49) Nabi Muhammad SAW juga sangat menghargai orang yang berilmu. “Ulama adalah pewaris para Nabi” Begitu sabdanya seperti yang dimuat di HR Abu Dawud. Bahkan Nabi tidak tanggung2 lebih menghargai seorang ilmuwan daripada satu kabilah. “Sesungguhnya matinya satu kabilah itu lebih ringan daripada matinya seorang „alim.” (HR Thabrani) Seorang „alim juga lebih tinggi dari pada seorang ahli ibadah yang sewaktu2 bisa tersesat karena kurangnya ilmu. “Keutamaan orang „alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaan diriku atas orang yang paling rendah dari sahabatku.” (HR At Tirmidzi). Nabi Muhammad mewajibkan ummatnya untuk menuntut ilmu. “Menuntut ilmu wajib bagi muslimin dan muslimah” begitu sabdanya. “Tuntutlah ilmu dari sejak lahir hingga sampai ke liang lahat.” Jelas Islam menghargai ilmu pengetahuan dan mewajibkan seluruh ummat Islam untuk mempelajarinya. Karena itu pendapat mayoritas ummat Islam (terutama di pedesaan) yang menganggap bahwa perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi2, soalnya nanti tinggalnya juga di dapur jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Selain itu Nabi juga menyuruh agar ummat Islam menuntut ilmu berkelanjutan hingga ajalnya. Karena itu seorang muslim haruslah berusaha belajar setinggi2nya. Jangan sampai kalah dengan orang kafir. Ummat Islam jangan cuma mencukupkan belajar sampai SMA saja, tapi berusahalah hingga Sarjana, Master, bahkan Doktor jika mampu. Jika ada yang tak mampu secara finansial, adalah kewajiban kita yang berkecukupan untuk membantunya jika dia ternyata adalah orang yang berbakat. Sekarang ini, tingkat pengetahuan ummat Islam malah kalah dibandingkan dengan orang-orang kafir. Ternyata justru orang-orang kafir itulah yang mengamalkan ajaran Islam seperti kewajiban menuntut Ilmu

35 derajad (pengukuran sekarang 23. Bingungkan? Jadi para ahli matematika dan akuntan haruslah berterimakasih pada orang-orang Islam.000 buah. di antaranya 16.setinggi2nya. ia berada di jalan Allah”. Observatorium pertama didirikan di Damaskus pada tahun 707 oleh Khalifah Amawi Abdul Malik. tapi karena ulah ummat Islam sendiri yang tidak mengamalkan perintah agamanya. tingkat buta huruf sangat tinggi di negara2 Islam. Mereka giat menuntut ilmu. Pada masa awal Islam dibangun badan2 pendidikan dan penelitian yang terpadu. dan pahalanya berlangsung terus-menerus selama masyarakat menerima manfaat dari ilmunya. Selain itu Al Khawarizmi juga memperkenalkan ilmu Algorithm (yang diambil dari namanya) dan juga Aljabar (Algebra).:) Selain itu berkat Islam pulalah maka para ilmuwan sekarang bisa menemukan komputer yang menggunakan binary digit (0 dan 1) sebagai basis perhitungannya.000 tentang filsafat.. bermanfaat….000 buku. tapi ternyata tingkat buta huruf justru paling tinggi di negara2 Islam. “Apabila anak Adam meninggal. Jarang kita menemukan ilmuwan di antara ummat Islam. Al Batani menghitung enklinasi ekleptik: 23.000 buku. Nasiruddin At Tousi memiliki kumpulan buku sejumlah 400.340 ke dalam angka Romawi. dan perpustakaan pun tumbu dengan subur di seluruh negeri Arab (baca: Islam) yang dulu dikenal sebagai bangsa nomad yang buta huruf dan cuma bisa mengangon kambing. Hal itu jelas menunjukkan bahwa kemunduran ummat Islam bukan karena ajaran Islam.. Para ilmuwan Islam seperti Al Khawarizmi memperkenalkan “Angka Arab” (Arabic Numeral) untuk menggantikan sistem bilangan Romawi yang kaku. Ayat pertama dalam Islam adalah “Iqra!” Bacalah! Di situ Allah memperintahkan ummat Islam untuk membaca. Di Kordoba (Spanyol) pada abad 10. Universitas Eropa 2 atau 3 abad kemudian seperti Universitas Paris dan Univesitas Oxford semuanya didirikan menurut model Islam. Ummat Islam belajar dari orang Cina teknik membuat kertas. . Di dalam ilmu Astronomi ummat Islam juga maju. Nabi juga mengatakan. Kita mungkin bisa menuliskan angka 3 dengan mudah memakai angka Romawi. Khalifah Al Hakim memiliki suatu perpustakaan yang berisi 400. tak mungkin hal itu bisa terjadi. Bayangkan bagaimana ilmu Matematika atau Akunting bisa berkembang tanpa adanya sistem “Angka Arab” yang diperkenalkan oleh ummat Islam ke Eropa.600. yaitu ilmu yang Pada awal masa Islam.27 derajad).”(HR Muslim) maka terputuslah amalnya kecuali tiga. Direktur observatorium Maragha. Omar Khayam menciptakan teori tentang angka2 “irrational” serta menulis suatu buku sistematik tentang Mu‟adalah (equation).453. ummat Islam melaksanakan ajaran tsb dengan sungguh2. kalau dengan angka Romawi (yang tak mengenal angka 0). yaitu “III. memberikan motivasi yang kuat untuk belajar.234. Pabrik kertas pertama didirikan di Baghdad tahun 800. he he he.” tapi coba tulis angka 879. sedangkan 4 abad sesudahnya raja Perancis Charles yang bijaksana (artinya: pandai) hanya memiliki koleksi 900 buku. Hadits2 seperti “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pengetahuan. Sebaliknya. “Tinta seorang ulama adalah lebih suci daripada darah seorang syahid (martir)”.094. Bahkan Khalifah Al Aziz di Mesir memiliki perpustakaan dengan 1. Ini karena kita tidak konsekwen dengan ajaran Islam.000 buah tentang matematika dan 18. bahwa ilmu yang bermanfaat akan mendapat pahala dari Allah SWT.

filosof. Eropa juga mengenal Ibnu Rusyid (Averroes) yang ahli dalam filsafat. (kalau rajanya buta huruf. Ilmu agama tentang mana yang wajib dan mana yang halal seperti cara shalat yang benar itu adalah wajib bagi setiap muslim. ahli theologi. ataupun ilmu teknologi persenjataan seperti pembuatan tank dan pesawat tempur agar ummat Islam bisa mempertahankan diri dari serangan musuh adalah fardu kifayah. tapi cara shalat ataupun mengaji dia tidak tahu. Hanya dengan menghidupkan ajaran Islam-lah kita bisa maju lagi. tentu kita maklum bagaimana Robin Hood terkejut dengan kecanggihan teknologi bangsa Moor seperti teropong. Dia bukan hanya dokter. boleh dikata itu adalah pertempuran antara bangsa barbar dengan bangsa beradab. Jika kita menonton film Robin Hood the Prince of Thieves yang dibintangi Kevin Kostner. Ar Razi (Razes) adalah seorang jenius multidisiplin. Sultan Saladin mempertaruhkan nyawanya dan menyelinap di antara pasukan raja Richard dan mengobatinya. Tapi itu sekarang tinggal sejarah. Itulah bangsa Islam ketika itu. Semoga kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam dan bisa menegakkan kalimah Allah. dan ahli syair. Dan masih banyak lagi kemajuan yang dicapai oleh ummat Islam di bidang ilmu pengetahuan. Menurut Al Ghazali. Ihya „Ulumuddiin karangan Imam Al Ghazali 2. tapi juga ahli fisika.com/2007/09/27/keutamaan-menuntut-ilmu/ Keutamaan Menuntut Ilmu dan Kedudukan Ulama Tidak diragukan lagi bahwasanya pengetahuan para penuntut ilmu terhadap kemuliaan yang . yang sampai zaman Renaissance tetap jadi textbook di fakultas kedokteran Eropa.wordpress. Referensi: 1. Jadi ilmu agama yang pokok agar setiap muslim bisa mengerjakan 5 rukun Islam dan menghayati 6 rukun Iman serta mengetahui kewajiban dan larangan Allah harus dipelajari oleh setiap muslim. bagaimana rakyat Eropa ketika itu) sedangkan Sultan Saladin bukan saja seorang yang literate. Raja Richard yang terkenal itu ternyata seorang buta huruf. Ummat Islam sekarang tidak lagi menghargai ilmu pengetahuan tak heran jika mereka jadi bangsa yang terbelakang. Ketika raja Richard sakit parah dan tak seorangpun dokter ahli Eropa yang mampu mengobatinya. Janji-janji Islam karangan Roger Garaudy http://syiarislam. sesungguhnya menuntut ilmu itu ada yang fardu „ain (wajib bagi setiap Muslim) ada juga yang fardu kifayah (paling tidak ada segolongan ummat Islam yang mempelajarinya. Paling tidak ada segolongan muslim yang menguasainya. tapi juga welas asih. tapi juga seorang ahli di bidang kedokteran.Dunia juga mengenal Ibnu Sina (Avicenna) yang karyanya Al Qanun fit Thibbi diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard de Cremone (meninggal tahun 1187). Jangan sampai ada seorang ahli Matematika. Untuk apa kita jadi ahli komputer. kalau kita akhirnya masuk neraka karena tidak pernah mengetahui cara shalat? Adapun ilmu yang memberikan manfaat bagi ummat Islam seperti kedokteran yang mampu menyelamatkan jiwa manusia. Ummat Islam harus kembali giat menuntut ilmu. bukan saja pintar. Ketika terjadi perang salib antara raja Richard the Lion Heart dan Sultan Saladdin.

" (AzZumar:9) Dan Allah juga berfirman: ‫ٌَشْ فَع َّللاُ انَّزٌٍَ ءايُُٕا يُكى ٔانَّزٌٍَ أُٔتُٕا انع ْهى دَسجبت‬ ٍ َ َ َ ِْ ِ َ ُِْْ َ َ ِ َّ ِ "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat. serta akan meninggikan kemuliaan mereka dan akan terbuktilah kemanfaatan mereka terhadap manusia. akan menjadikan mereka paling bersemangat dalam menempuh jalannya ilmu dan belajar.besar yang akan mereka dapati dengan menuntut ilmu dan kedudukan yang tinggi yang akan mereka peroleh. dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan orang dengan kebaikan) dan mencakup pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat dengan tingginya kedudukan di jannah. tambahkanlah kepadaku ilmu (agama). dan beradab dengan adab-adab yang syar'i yang akan menambah kedudukan dan keutamaan mereka di sisi Allah Subhaanah. Ayat-ayat Al-Qur`an yang Menjelaskan Keutamaan Menuntut Ilmu dan Kedudukan Ulama Allah Ta'ala berfirman menerangkan keutamaan ulama dan apa-apa yang mereka miliki dari kedudukan dan ketinggian: ‫قُمْ َْمْ ٌَستَٕي انَّزٌٍَ ٌَعهًٌََٕ ٔانَّزٌٍَ الَ ٌَعهًٌََٕ إًََِّب ٌَتَزكش أُٔنُٕ األَ ْنجَبة‬ ُ َّ َ َ ِ ُ ْ ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ "Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (Thaahaa:114) Allah Subhaanahu Wa Ta'ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta tambahan dari sesuatu kecuali meminta tambahan dari ilmu dan ilmu yang dimaksudkan di sini adalah ilmu syar'i yang akan menjadikan seorang hamba mengenal Rabbnya Subhaanah dan mengetahui apa-apa yang diwajibkan atas seorang mukallaf dari perkara ." (Al-Mujaadilah:11) Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat. (Fathul Baarii 1/141) Di antara dalil yang menunjukkan atas keutamaan ilmu dan wajibnya meminta tambahan darinya adalah firman Allah Ta'ala yang memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam: ِْ ‫ٔقُمْ سةِّ صدًَِ ع ْهًب‬ َ ً ِ َ "Dan katakanlah: "Ya Tuhanku. ini menunjukkan atas besarnya keutamaan.

Baabul 'Ilmi Qablal 'Amal) Adapun ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mempunyai buah yang agung. (Shahiihul Bukhaariy. Dan barangsiapa yang dianugrahi Al-Hikmah itu." (Faathir:28) Ulama adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan yang lurus dan pemahaman yang mendalam. (Akhlaaqul 'Ulamaa`. hanyalah ulama. dan yang paling menonjolnya adalah adanya rasa khasy-yah kepada Allah Subhaanah dari pemiliknya. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang berhak diibadahi) melainkan Allah. Maka ulama adalah manusia yang paling takut kepada Rabbnya. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. laki-laki dan perempuan. (Fathul Baarii 1/141) Sungguh Allah telah memuliakan ilmu dan ulama dengan memberikan kepada mereka kebaikan yang umum dan menyeluruh sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya: ْ ْ ْ َ َ ُ ْ َ َْ ِ ْ ْ ‫ٌُؤتًِ انحكًةَ يٍ ٌَشَبء ٔيٍ ٌُؤتَ انحكًةَ فَقَذ أُٔتًِ خٍشا كثٍِشا ٔيب ٌَزكش إِالَّ أُٔنُٕ األَ ْنجَبة‬ ُ َّ َّ َ َ ً َ ً ْ َ َ ِ َْ ِ ْ "Allah menganugrahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki." (Al-Baqarah:269) Berkata Mujahid: Allah menganugrahkan Al-Hikmah. dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." (Muhammad:19) Maka (seseorang) harus memulai dengan ilmu sebelum beramal sebagaimana dikatakan oleh AlImam Al-Bukhariy. Allah Ta'ala berfirman: ْ َ َ ِ ُ ْ ًٌَِٕ‫ٔتِ ْهكَ األَيثَبل ََضْ شثَُٓب نِهَُّبس ٔيب ٌَعقِهَُٓب إِالَّ انعبن‬ ُ َْ َ ِ "Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia." (Al-'Ankabuut:43) . dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin. karena apa yang telah mereka pelajari dari ilmu yang akan menambah pengetahuan mereka kepada Rabbnya dan akan mengokohkan keimanan yang ada pada hati-hati mereka. Al-Imam Abu Bakr Al-Ajurriy hal. Allah Ta'ala berfirman: ْ َ ‫إًََِّب ٌَخشَى َّللاَ يٍ عجَبدِ انعهًَبء‬ ُ َ ُ ْ ِ ِ ِ ْ ِ َّ "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya.9) Demikian juga di antara dalil-dalil yang menguatkan akan pentingnya ilmu dan keharusan mencarinya adalah firman Allah Ta'ala yang artinya: "Maka ketahuilah. Kitaabul 'Ilmi.agamanya dalam ibadah dan muamalahnya. yaitu ilmu dan pemahamannya. ia benarbenar telah dianugrahi karunia yang banyak.

terdapat lebih dari seratus hadits yang menjelaskan masalah ilmu. Di antara hadits-hadits tersebut adalah: 1. maka di antara bumi tersebut terdapat tanah yang subur. Dan di antaranya terdapat tanah yang kering yang dapat menahan air maka Allah memberikan manfaat kepada manusia dengannya sehingga ." (Muttafaqun 'alaih) Pemahaman terhadap agama merupakan di antara kebaikan yang terbesar yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. niscaya Allah akan pahamkan dia tentang agama(nya). Dari Abu Musa Al-Asy'ariy radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Di dalam Shahiihul Bukhaariy. di mana dalam haditshadits tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada ilmu dan menganjurkan atasnya serta menerangkan kedudukan ulama dan kemuliaannya dan apa-apa yang selayaknya dimiliki oleh mereka agar berakhlak dengannya dan bersemangat atasnya. dan sungguh Al-Imam Al-Bukhariy telah menyendirikan pembahasan ilmu dengan membuat satu kitab khusus (yaitu Kitabul 'Ilmi) dalam Shahih-nya dan beliau tempatkan setelah Kitabul Iman. Demikian juga kitab-kitab sunnah lainnya yang padanya terdapat sejumlah hadits yang banyak dari hadits-hadits yang marfu' dan atsar-atsar yang mauquf kepada shahabat dan tabi'in. misalnya. Dari Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ْ ٌٍْ‫يٍ ٌُشد َّللاُ ثِّ خٍشا ٌُفَقُِّّٓ فًِ انذ‬ ً َْ ِ ِِ ْ َ ِ ِّ "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya. menyerap air lalu menumbuhkan rumput dan ilalang yang banyak. dan kedudukan yang tinggi yang Allah muliakan penuntut ilmu dengannya. beliau bersabda: "Perumpamaan apa yang aku bawa dari petunjuk dan ilmu adalah seperti air hujan yang banyak yang menyirami bumi. mencarinya dan anjuran atasnya.Hadits-hadits yang Menerangkan Keutamaan Menuntut Ilmu dan Kedudukannya Terdapat kitab-kitab yang mengandung beratus-ratus hadits yang mulia. 2. yang semuanya mengisyaratkan kepada kedudukan yang agung yang kembalinya kepada ulama. Dan orang yang tidak mau tafaqquh fiddiin (mempelajari dan memahami agamanya) berarti telah diharamkan dari berbagai kebaikan.

maka orang ini seperti tanah yang baik. akan tetapi dia sampaikan kepada yang lainnya. mengairi tanaman dengannya dan bercocok tanam dengan airnya. . Tidaklah dikumpulkan dalam perumpamaan tersebut antara dua kelompok yang pertama kecuali karena kebersamaan mereka dalam kemanfaatan dari ilmu yang mereka miliki walaupun derajat kemanfaatannya bertingkat-tingkat. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan orang yang mengambil manfaat dengan apa yang aku bawa. yang menyerap air lalu memberikan manfaat pada dirinya dan menumbuhkan tanaman dan rumput-rumputan sehingga memberikan manfaat bagi yang lainnya. maka orang ini seperti tanah lumpur atau tanah tandus yang tidak dapat menerima/menampung air.Di antara mereka ada orang yang berilmu. di mana ilmu tersebut dimanfaatkan pada masanya dan masa setelahnya dalam keadaan dia belum bisa mengamalkan sebagian darinya atau belum bisa memahami apa yang dia kumpulkan.Di antara mereka ada yang mengumpulkan ilmu yang dia sibuk dengannya.mereka bisa minum darinya. . dan perumpamaan orang yang tidak perhatian sama sekali dengan ilmu tersebut dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya." (HR. yaitu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan perumpamaan terhadap apa yang beliau bawa dengan hujan yang menyeluruh di mana manusia mengambil dan memanfaatkan air hujan tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka. tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan rumput-rumputan. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menyerupakan orang yang mendengar ilmu yang beliau bawa dengan bumi/tanah yang bermacam-macam yang air hujan turun padanya: . Dan disendirikanlah kelompok ketiga yang tercela karena tidak adanya kemanfaatan darinya. (Fathul Baarii 1/177) Dan tidak diragukan lagi bahwasanya terdapat perbedaan yang besar antara orang yang menempuh jalannya ilmu lalu dia memberikan manfaat pada dirinya dan manusia pun . maka orang ini seperti tanah yang menahan air sehingga manusia dapat mengambil manfaat darinya. Al-Bukhariy) Di dalam hadits ini terdapat pengarahan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam agar bersemangat terhadap ilmu dan belajar.Dan di antara mereka ada orang yang mendengar ilmu tetapi tidak menghafalnya. beramal dan mengajarkan ilmunya kepada yang lainnya. maka ia mengetahui dan mengajarkan ilmunya kepada yang lainnya. Dan air hujan itu pun ada juga yang turun kepada tanah/lembah yang tandus. tidak beramal dengannya dan tidak pula menyampaikannya kepada yang lainnya.

dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. 3. Cukuplah bagi seorang penuntut ilmu sebagai kebanggaan bahwasanya dia adalah orang yang sedang berusaha untuk mendapatkan warisannya para Nabi. dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham. sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. lihat Jaami'ul Ushuul 8/6) Di dalam hadits ini terdapat keterangan tentang pemuliaan yang besar yang akan didapatkan oleh penuntut ilmu. di bumi maupun di lautan dan makhluk lainnya yang tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah Subhaanah. . maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak. akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu. demikian juga makhluk-makhluk yang banyak baik yang di langit. di mana para malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuknya sebagai sikap tawadhu' dan penghormatan kepadanya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang. At-Tirmidziy no.mengambil manfaat darinya dan antara orang yang rela dengan kebodohan dan hidup dalam kegelapannya sehingga dia tidak mendapat bagian sedikit pun dari warisannya para Nabi." (HR. dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu.3641. semua makhluk tadi memintakan ampun kepada Allah untuk penuntut ilmu dan mendo'akan kebaikan untuknya. dan isnadnya hasan. maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah. Abu Dawud no. dan dia meninggalkan ahli dunia terhadap dunianya yang telah dikumpulkan di atas hidangannya oleh para pecintanya di mana mereka sibuk dengan perhiasannya dan berebutan kepadanya. dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi. Dari Abud Darda` radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ْ ْ ِ ِْ ِ َ َ ْ َّ َ ِ َ ْ ِ ِْ َ َ ْ َ ‫يٍ سهَك طَشٌقًب ٌَطهُتُ فٍِّ ع ْهًب، سهَك َّللاُ ثِّ طَشٌقًب يٍ طُشُق انجَُّة، ٔإٌِ انًالَئِكةَ نَتَضع أَجْ ُِحتََٓب نِطَبنِت انع ْهى، ٔإٌِ انعبنِى‬ ُ َ َ َ ً ِ ِْ َ َ َ ْ َّ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ ِ َ َ َّ ْ َ َ ِ َْ َّ َ ِ َ ْ ِ َ ِْ ْ َ ِ ‫نٍََستَغفِش نَُّ يٍ فًِ انسًٕات ٔيٍ فًِ األَسْ ض، ٔانحٍتَبٌُ فًِ جْٕ ف انًبء، ٔإٌِ فَضْ م انعبنِى عهَى انعبثِذ كفَضْ م انقًَش نٍَهَةَ انجَذس‬ ُ ْ ْ َ ِ َْ َ ِ ْ ْ ْ ِ َ ْ ِ ََ ْ َ َ ِْ ِْ َّ َ َ ٍّ ‫عهَى سبئِش انكٕاكت، ٔإٌِ انعهًَبء ٔسثَةُ األََجٍَِبء، ٔإٌِ األََجٍَِبء نَى ٌُٕسثُْٕ ا دٌَُبسً ا ٔالَ دسْ ًَْب، إًََِّب ٔسثُٕا انع ْهى، فًٍَ أَخزُِ أَخَ ز ثِح‬ ِّ َ ْ َ ْ َّ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َّ َ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ً ِ َ ‫ٔافِش‬ ٍ َ "Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu.2683.

atau seorang anak shalih yang mendo'akannya. Dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan untuk manusia. dan selama kitab-kitabnya dan tulisan-tulisannya dimanfaatkan oleh para hamba di berbagai negeri. AtTirmidziy no. Wallaahu A'lam WaHuwal Muwaffiq. maka kadang-kadang orang yang disampaikan ilmu lebih memahami daripada orang yang mendengarnya. karena dia telah menjaganya dan menyampaikannya dengan jujur." (HR. lihat Jaami'ul Ushuul 8/18) Keutamaan ini. Diringkas dari Aadaabu Thaalibil 'Ilmi hal.2659 dan isnadnya shahih. atau ilmu yang bermanfaat.1631) Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak.10-18. dan dia tetap akan diberi pahala terhadap apa yang disampaikan walaupun terluput atasnya sebagian makna-makna riwayat yang dia sampaikan.htm . Dan pahala tadi akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh murid-muridnya dari generasi ke generasi berikutnya. tidak diragukan lagi merupakan keutamaan yang besar bagi penuntut ilmu. http://fdawj.atspace.4. beliau bersabda: ْ ِ ُ ْ ٍ َ ٍ َ ُ َّ‫إِرا يبتَ اثٍُْ آدو اَقَطَع عًهُُّ إِالَّ يٍ ثَالَث: صذقَة جبسٌَة، أَْٔ عهْى ٌُُتَفَع ثِّ، أَْٔ ٔنَذ صبنِح ٌَذعْٕ ن‬ ٍ ِ َ ٍ ََ ٍ ِ ُ ْ ٍ ِ ََ َ ْ ََ َ َ "Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah. menghapal hadits. di mana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya tersebut. 5. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ٌ ُ َْ ِ َ َِ ً َ ْ ‫ََضش َّللاُ ايشءا سًع يَُّب شٍئًب فَجَهَّغُّ كًب سًعُّ، فَشُةَّ يجَهَّغ أَْٔ عَى يٍ سبيع‬ َ َِ ََ َ َ َّ ٍ ِ َ ْ ِ "Semoga Allah memuliakan seseorang yang mendengar sesuatu dari kami lalu dia menyampaikannya (kepada yang lain) sebagaimana yang dia dengar. Muslim no." (HR.org/awwb/th3/20. di mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendo'akannya dengan kemuliaan dan kecerdasan karena apa yang dia lakukan dari mempelajari ilmu. mengajarkannya dan menyampaikannya kepada yang lainnya.

Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan. (Majmu‟ Fatawa 25/281) KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU Oleh karena bahaya penyakit kebodohan yang begitu besar.ILMU DAN KEUTAMAANNYA Kebodohan adalah salah satu sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kefasikan. yang keduanya ada di dalam jiwa. maka sesungguhnya mereka lebih banyak merusak daripada membangun! Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salafush Shalih: ‫ل ال ل‬ . Yaitu mewajibkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu. dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan. dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan. sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat. Sehingga orangorang akan mengikuti hawa-nafsu dan dimurkai (oleh Allah)”. (Majmu‟ Fatawa 15/242) Demikian juga orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan kebodohan. maka agama memberikan resep obat untuk menghilangkan penyakit tersebut. bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran. kecuali dua perkara: Pertama: Kebodohan. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih. kebalikan dari ilmu. Kedua: Mengikuti hawa-nafsu dan syahwat. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda: .

jika kamu tiada mengetahui. Baramngsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak. Abu Dawud no:3641. [HR. no:224. hadits no: 1388] Marilah kita perhatikan hadits yang agung ini. lalu pada akhir kalimat beliau n menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksudkan adalah ilmu yang diwariskan para Nabi. dan ini lafazhnya. yaitu ilmu agama yang haq! Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Telah diketahui bahwa ilmu yang diwariskan oleh para Nabi adalah ilmu syari‟at Allah „Azza wa Jalla. Dihasankan Syeikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/470. Dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham.Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan sorga. Dan sesungguhnya seorang „alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Ahmad 4/196. Ibnu Majah no: 223. niscaya –dengan hal itu. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Ketika Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu pada awal kalimat. ilmu yang diwahyukan Allah kepada RasulNya. Tirmidzi no:3641.” [Kitabul ilmi. hal: 11. bukan lainnya. dan diwariskan kepada para ulama pewaris para Nabi. dan keutamaan „alim (orang yang berilmu) pada pertengahan kalimat. [HR. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda: ‫ال‬ ‫ا‬ ‫ال‬ ‫ا‬ ‫ال‬ ‫ال‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ال ل‬ ‫ال ا‬ ‫ال‬ ‫ل‬ ‫ل ال‬ ‫ا‬ ‫ال‬ ‫ل‬ ‫ل ل‬ ‫ال‬ ‫ا‬ ‫ال‬ ‫ال‬ ‫ال ل‬ ‫ال ا‬ ‫ل ل‬ ‫ال‬ ‫ا‬ Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu. Darimi no: 1/98. tetapi mewariskan ilmu. karya Syeikh Al-Utsaimin] . Sehinga para Nabi tidaklah mewariskan ilmu tekhnologi dan yang berkaitan dengannya kepada manusia. (QS. 21:7) YANG DIMAKSUD DENGAN ILMU Yang dimaksudkan ilmu di sini adalah ilmu syar‟i. dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah] Demikian juga Alloh Ta‟ala memerintahkan kepada umat untuk bertanya kepada ulama mereka. Firman Alloh: ‫ا‬ ‫ل‬ ‫ال‬ Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu. Dan sesungguhnya keutamaan seorang „alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. Ibnu Majah.‫ال‬ ‫ل‬ Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. dan oleh ikan-ikan di dalam air.

di sini cukuplah kami sebutkan beberapa faedah dari hadits di atas yang telah kami sampaikan: 1. atau kesepakatan seluruh umat terhadap suatu perkara yang menghilangkan perselisihan. istilah ilmu tidaklah dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya kecuali terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an. Terkadang orang yang membawa fiqih (ilmu. Beliau juga berkata: “Yang kami maksudkan adalah ilmu syar‟i. 3. yaitu: ilmu yang yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya. 2. Ahmad 5/183. Para ulama itu pewaris para Nabi. dan lainnya] Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata: “Beliau n menamakan perkataan beliau dengan nama ilmu. Abu Dawud no: 3660. [Kitabul ilmi. hal: 11. 4. . dan apa-apa yang dapat mendekatkan kepadanya. hadits Nabi) bukanlah ahli fiqih. Maka ilmu yang mendapatkan pujian dan sanjungan hanyalah ilmu wahyu. dan oleh ikanikan di dalam air. dan ini lafazhnya. [Jami‟ Bayanil Ilmi Wa Fadhlihi] Oleh karena itulah wahai saudara-saudaraku yang tercinta. kaum muslimin. Ibnu Majah no:230. yang berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk. Semoga Alloh memberikan semangat kepada kita semua untuk menuntut ilmu agama dan mengamalkannya. Bahkan ilmu dunia yang dibutuhkan oleh umat juga perlu dipelajari dengan niat yang baik. pemahaman. sunnah Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam. 5. bagi orang yang merenungkan dan memahaminya”.Ini bukan berarti bahwa ilmu dunia itu terlarang atau tidak berfaedah. Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi. lalu dia menyampaikannya. Kita wajib mengetahui dan memahami apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa-apa yang Dia larang. ilmu yang diturunkan oleh Allah”. Seorang ‘alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi. [Diambil dari perkataan Syeikh Salim Al-Hilali di dalam kitab Bahjatun Nazhirin 2/461] Inilah kewajiban kita. Keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. baik terpelajar atau awam. Terkadang orang yang membawa fiqih membawa kepada orang yang lebih fiqih (faham) darinya. sehingga meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. karya Syeikh Al-Utsaimin] Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam juga bersabda: ‫ا‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ Semoga Allah mengelokkan wajah seseorang yang telah mendengar perkataanku. KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU Sesungguhnya keutamaan menuntut ilmu sangat banyak. Allah memudahkan jalan ke sorga bagi orang yang menuntut ilmu. [HR.

lalu menjadikan mereka kebaikan sebagai pemimpin dan pepberi petunjuk yang diikuti.Penulis: Ustadz Muslim Atsari Artikel: www.com/ilmu-dan-keutamaannya/ Keutamaan Menuntut Ilmu Dalam Al-Qur'an banyak sekali dalil yang tentang keutamaan menuntut ilmu ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi umat manusia sejak lahir sampai mati "Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman yang mempunyai ilmu diantara kamu dengan beberapa derajat"(QS.com http://ustadzmuslim. Az-Zumar : 9). bahkan ikan-ikan dilaut dan binatang-binatang.tripod.com/keutamaan. petuntuk dalam kebaikan. Setiap yang basah dan yang kering bertasbih bagi mereka dan memohon ampun bagi mereka. jelas menyuruh manusia itu untuk berfikir apakah kira-kira manusia yang berilmu dengan manusia yang tidak berilmu itu sama Dengan demikian jelaslah bahwa Islam sangat memuliakan orang-orang yang berilmu bahkan menganggap orang yang berilmu itu sebagai penerus Rosul. Karena Ilmu menghidupkan hati dan menerangi pandangan yang gelap serta menguatkan yang lemah. Dengan Ilmu hamba mencapai kedudukan orang-orang yang salih.html Dari Mu‟awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu „anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ‫من ي رد هللا ب ه خ يرا ي ف قهه ف ي ال دي ن‬ . apa yang disampaikannya akan menjadi penerang jalan yang lurus.UstadzMuslim. amalan orang yang berilmu sama dengan amalan jihad Imam Al-Ghazali mengatakan : "Allah mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu. jejek mereka mereka diikuti dan perbuatan mereka diamalkan. http://masharum. hewan-hewan buas dan ternak-ternak didaratan serta bintang-bintang dilangit. Para malaikat ingin menghiasi mereka dan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. kita sebagai kaum muslimin juga tahu bahwasanya manusia diangkat sebagai kholifah dimuka bumi ini dikarena dikarenakan pengetahuannya bukan karena bentuknya ataupun asal kejadiannya Sementara itu dalam surat lain Allah berfirma "Katakanlah :"samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu" (QS.Al-Mujadallah : 11) dari ayat diatas jelaslah bahwasannya orang yang memeliki ilmu derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak berilmu.

[2] 2/463. Pemahaman yang benar tentang agama Islam hanyalah bersumber dari Allah semata. Imam an-Nawawi berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya.id Footnote: [1] HSR al-Bukhari (no.or. [10] *** Penulis: Ustadz Abdullah Taslim. 2948) dan Muslim (no. .“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam). dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya. selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta‟ala agar dianugerahkan pemahaman yang benar dalam agama. [8] 5. serta anjuran untuk menuntut ilmu. Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta‟ala adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta‟ala dan Rasul-Nya shallallahu „alaihi wa sallam dalam agama Islam. [9] 6. karena ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan shaleh bukanlah merupakan ciri kebaikan. Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu agama akan terhalangi untuk mendapatkan kebaikan dari Allah Ta‟ala. [5] 2. oleh karena itu hendaknya seorang muslim disamping giat menuntut ilmu.” [1] Hadits yang mulia ini menunjukkan agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan yang besar bagi orang yang mempelajarinya. M. [6] 3.” [3] Imam Ibnu Hajar al-‟Asqalaani berkata: “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia. Yang dimaksud dengan pemahaman agama dalam hadits ini adalah ilmu/pengetahuan tentang hukum-hukum agama yang mewariskan amalan shaleh. [7] 4. Artikel www. Ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta‟ala dan Rasul-Nya adalah ilmu agama. sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin [2]. 1037).” [4] Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini adalah: 1.Bahjatun Naazhiriin. pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama. Memahami petunjuk Allah Ta‟ala dan Rasul-Nya shallallahu „alaihi wa sallam dengan benar merupakan penuntun bagi manusia untuk mencapai derajat takwa kepada Allah Ta‟ala.muslim.A.

or. [6] Lihat kitab Miftaahu Daaris Sa‟aadah (1/60). Imam an-Nawawi berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya. [4] Fathul Baari (1/165). sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin. 2948) dan Muslim (no.html Keutamaan Menuntut Ilmu Dari Mu‟awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu „anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam). [5] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‟Utsaiman dalam kitab al-Ilmu (hal. Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta‟ala adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta‟ala dan RasulNya shallallahu „alaihi wa sallam dalam agama Islam. Ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta‟ala dan Rasul-Nya adalah ilmu agama. dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.id/akhlaq-dan-nasehat/keutamaan-menuntut-ilmu-agama. http://muslim. [9] Lihat kitab Syarah Shahih Muslim (7/128) dan Faidhul Qadiir (3/510). 1037). [8] Lihat kitab Miftaahu Daaris Sa‟aadah (1/60). [7] Lihat kitab Fathul Baari (1/165) dan Miftaahu Daaris Sa‟aadah (1/60). pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama.] Hadits yang mulia ini menunjukkan agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan yang besar bagi orang yang mempelajarinya.” [Syarah Shahih Muslim (7/128). 9). .[3] Syarah Shahih Muslim (7/128).” [Fathul Baari (1/165). [10] Lihat Bahjatun Naazhiriin (2/463).] Imam Ibnu Hajar al-‟Asqalaani berkata: “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia.] Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini adalah: 1. serta anjuran untuk menuntut ilmu.” [HSR al-Bukhari (no. 2.

http://www. karena ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan shaleh bukanlah merupakan ciri kebaikan.radiodaqu. Pemahaman yang benar tentang agama Islam hanyalah bersumber dari Allah semata.id Penulis: Ustadz Abdullah Taslim. 4.muslim. Memahami petunjuk Allah Ta‟ala dan Rasul-Nya shallallahu „alaihi wa sallam dengan benar merupakan penuntun bagi manusia untuk mencapai derajat takwa kepada Allah Ta‟ala. Yang dimaksud dengan pemahaman agama dalam hadits ini adalah ilmu/pengetahuan tentang hukumhukum agama yang mewariskan amalan shaleh.or. Sumber : www. 6. Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu agama akan terhalangi untuk mendapatkan kebaikan dari Allah Ta‟ala. 5.html .3.A. oleh karena itu hendaknya seorang muslim disamping giat menuntut ilmu. M.com/berita-155-keutamaan-menuntut-ilmu. selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta‟ala agar dianugerahkan pemahaman yang benar dalam agama.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.