P. 1
ISi

ISi

|Views: 201|Likes:
Published by Ami Rahmi

More info:

Published by: Ami Rahmi on Apr 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2015

pdf

text

original

Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Terwujudnya keadaan sehat merupakan kehendak semua pihak tidak hanya

oleh orang perorang atau keluarga, tetapi juga oleh kelompok dan bahkan oleh seluruh anggota masyarakat. Menurut Undang-undang No.23 tahun 1992, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis1. Untuk mewujudkan keadaan sehat tersebut banyak upaya yang harus dilaksanakan, yang satu diantaranya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan diharapkan memenuhi faktor 3A 2C I dan Q, yaitu available, accesible, affordable, continue, comprehensive, integreted dan quality. Secara umum pelayanan kesehatan dibagi 2 yaitu pelayanan kesehatan personal atau pelayanan kedokteran dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kedokteran keluarga adalah termasuk dalam pelayanan kedokteran dimana pelayanan dokter keluarga ini memiliki karakteristik tertentu dengan sasaran utamanya adalah keluarga. 2 Dalam Sistem Kesehatan Nasional tahun 2004 menggariskan bahwa untuk masa mendatang, apabila sistem jaminan kesehatan nasional telah berkembang, pemerintah tidak lagi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) strata pertama melalui puskesmas. Penyelenggaraan UKP akan diserahkan kepada masyarakat dan swasta dengan menerapkan konsep dokter keluarga, kecuali di daerah yang terpencil.3 Pelayanan dokter keluarga merupakan salah satu upaya penyelenggaraan kesehatan perorangan di tingkat primer untuk memenuhi ketersediaan, ketercapaian, keterjangkauan, kesinambungan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

1

Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Diharapkan akan mampu mengatasi permasalahan kesehatan yang hingga sekarang belum terselesaikan karena belum jelasnya bentuk subsistem pelayanan kesehatan dan terkait dengan sub sistem pembiayaan kesehatan.3 Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau merupakan sesuatu yang esensial. Dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan model dokter keluarga diharapkan dokter keluarga sebagai “ujung tombak” dalam pelayanan kedokteran tingkat pertama, yang dapat berkolaborasi dengan pelayanan kedokteran tingkat kedua dan yang bersinergi dengan sistem lain.3

1.2.

Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah Departemen Kesehatan Masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai salah satu tugas Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Kesehatan Masyarakat. 2. Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis dan pembaca, terutama mengenai masalah prinsip pelayanan kedokteran keluarga dalam manajemen pasien Diabetes Melitus.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

2

Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kedokteran Keluarga 2.1.1. Definisi Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya.2 Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanan kepada keluarga sebagai suatu unit, dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien juga tidak boleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu.2 llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi dan sosial budaya.2

2.1.2. Prinsip Pelayanan atau Pendekatan Kedokteran Keluarga Prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga di Indonesia mengikuti anjuran WHO dan WONCA yang mencantumkan prinsip ini dalam banyak terbitannya. Prinsip-prinsip ini juga merupakan simpulan untuk dapat meningkatkan kualitas

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

3

Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum.1. Ini disebabkan karena dalam menangani suatu masalah kesehatan.3. 6. 8. dan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 4 . dan lingkungan tempat tinggalnya. 4. Pelayanan yang holistik dan komprehensif.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara layanan dokter primer dalam melaksanakan pelayanan kedokteran. Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertangungjawabkan 2. 7. lingkungan kerja. perhatian tidak hanya ditujukan pada keluhan yang disampaikan saja. 2. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efektif. 3. Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas 2 macam1: 1. tetapi pada pasien sebagai manusia seutuhnya. pelayanan dokter keluarga memang lebih efektif. Tujuan Pelayanan Dokter Keluarga Tujuan pelayanan dokter keluarga mencakup bidang yang sangat luas. 2. 9. Tujuan Khusus a. 5. Prinsip-prinsip pelayanan/ pendekatan kedokteran keluarga adalah memberikan/mewujudkan1: 1. Tujuan Umum Tujuan umum pelayanan dokter keluarga adalah sama dengan tujuan pelayanan kedokteran dan atau pelayanan kesehatan pada umumnya. Dibandingkan dengan pelayanan kedokteran lainnya. Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga. Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya. Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif. Pelayanan yang kontinu. Pelayanan yang mengutamakan pencegahan. Pelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu. yakni terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.

Dibandingkan dengan pelayananan kedokteran lainnya. Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efisien. pada gilirannya akan berperan besar dalam menurunkan biaya kesehatan. 2. dan berkesinambungan. Dengan diutamakannya pelayanan pencegahan penyakit. meliputi 4: 1. b. maka berarti angka jatuh sakit akan menurun. Tugas Dokter Keluarga Adapun tugas seorang dokter keluarga. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 5 . Hal yang sama juga ditemukan pada pelayanan yang menyeluruh.1. Ini disebabkan karena pelayanan dokter keluarga lebih mengutamakan pelayanan pencegahan penyakit serta diselenggarakan secara menyeluruh. Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat. terpadu. dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan. pelayanan dokter keluarga juga lebih efisien. dan berkesinambungan. terpadu. maka pengelolaan suatu masalah kesehatan akan dapat dilakukan secara sempurna dan karena itu penyelesaian suatu maslah kesehatan akan dapat pula diharapkan lebih memuaskan. yang apabila dapat dipertahankan. Dengan diperhatikannya berbagai faktor yang seperti ini. 2. yang besar peranannya dalam mencegah penghamburan dana kesehatan yang jumlahnya telah diketahui selalu bersifat terbatas.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara bahkan sebagai bagian dari anggota keluarga dengan lingkungannya masing-masing.4. Karena salah satu keuntungan dari pelayanan yang seperti ini adalah dapat dihindarkannya tindakan dan atau pemeriksaan kedokteran yang berulang-ulang.

Karakteristik Dokter Keluarga Karakteristik dokter keluarga adalah sebagai berikut:2 1. Bertindak sebagai mitra. 4. 8. penasihat dan konsultan bagi pasiennya. jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan yang disampaikan. Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar. Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan.1. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit. mencegah timbulnya penyakit dan mengenal serta mengobati penyakit sedini mungkin. Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien. 5. 6. 11.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 3. pengobatan dan rehabilitasi. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit. Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran keluarga secara khusus 2. Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan. 9. 12. 7. 2. Menangani penyakit akut dan kronik.5. pencegahan penyakit. 10. Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya. 3. Melayani penderita tidak hanya sebagai orang perorang melainkan sebagai anggota satu keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian kepada penderita secara lengkap dan sempurna. 13. Mengutamakan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 6 .

Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 4. Menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama dan bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan lanjutan. termasuk faktor sosial dan psikologis 7. Apabila dibutuhkan pelayanan spesialis. Mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut sebaik-baiknya 5. 2. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tatacara yang lebih sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya kesehatan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 7 . terutama ditengah-tengah kompleksitas pelayanan kesehatan saat ini 4. Terselenggaranya penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya. Akan dapat diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit. Terselenggaranya pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin kesinambungan pelayanan kesehatan 3. Akan dapat diselenggarakan pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penanganan suatu masalah kesehatan tidak menimbulkan berbagai masalah lainnya 5. Manfaat Kedokteran Keluarga Manfaat yang dapat dirasakan dengan adanya pelayanan kedokteran keluarga. antara lain yaitu1: 1.1. bukan hanya terhadap keluhan yang disampaikan 2.6. pengaturannya akan lebih baik dan terarah. Jika seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan maka segala keterangan tentang keluarga tersebut baik keterangan kesehatan ataupun keterangan keadaan sosial dapat dimanfaatkan dalam menangani masalah kesehatan yang sedang dihadapi 6.

melainkan pada penderita sebagai manusia seutuhnya 4.7. Tata cara pelayanan tidak diselenggarakan secara terkotak-kotak ataupun terputus-putus melainkan diselenggarakan secara terpadu (integrated) dan berkesinambungan (continu) 3.1. Sasaran pelayanan Sasaran pelayanan dokter keluarga adalah kelurga sebagai suatu unit.2: a. Pusat perhatian pada waktu menyelenggarakan pelayanan kedokteran tidak memusatkan perhatiannya hanya pada keluhan dan masalah kesehatan yang disampaikan penderita saja. harus memperhatikan pengaruhmasalah kesehatan yang KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 8 .Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 8. melainkan dari semua sisi yang terkait (comprehensive approach) yaitu sisi fisik. Jenis pelayanan yang diselenggarakan mencakup semua jenis pelayanan kedokteran yang dikenal di masyarakat. Pelayanan dokter keluarga harus memperhatikan kebutuhan dan tuntutan kesehatan keluarga sebagai satu kesatuan. Ruang Lingkup Kedokteran Keluarga Ruang lingkup pelayanan dokter keluarga mencakup bidang amat luas sekali. 2. Pendekatan pada penyelenggaraan pelayanan tidak didekati hanya dari satu sisi saja. Karakteristik CMC : 1. mental dan sosial (secara holistik) b. Kegiatan yang dilaksanakan Pelayanan yang diselenggarakan oleh dokter keluarga harus memenuhi syarat pokok yaitu pelayanan kedokteran menyeluruh CMC (comprehensive medical services). Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas1. Akan dapat dicegah pemakaian berbagai peralatan kedokteran canggih yang memberatkan biaya kesehatan 2.

penyelesaian masalah. d. pelayanan konseling serta dapat bertindak sebagai dokter pribadi yang menkoordinasikan seluruh pelayanan kesehatan. ilmu bedah serta ilmu kedokteran jiwa yang secara keseluruhan membentuk satu kesatuan yang terpadu. c. Batasan pelayanan kedokteran keluarga Batasan pelayanan kedokteran keluarga ada banyak macamnya. Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan spesialis yang luas yang bertitik tolak dari suatu pokok ilmu yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu lainnya terutama ilmu penyakit dalam. dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin. Dokter yang menyelenggarakan praktek dokter keluarga tersebut tidak melakukan pelayanan kunjungan dan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 9 . biologi dan ilmu-ilmu klinik. Secara umum dapat dibedakan atas tiga macam: 1. Dua diantaranya yang dipandang cukup penting adalah: 1. Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai satu unit. tidak juga oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dihadapi terhadap keluarga dan harus memperhatikan pengaruh keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapi oleh setiap anggota keluarga. ilmu kebidanan dan kendungan. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. dan karenanya mampu mempersiapkan setiap dokter agar mempunyai peranan unik dalam menyelenggarakan penatalaksanaan pasien. ilmu kesehatan anak. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga hanya pelayanan rawat jalan saja. diperkaya dengan ilmu perilaku. 2. Pelayanan kedokteran keluarga Bentuk pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga banyak macamnya. Pada bentuk ini.

2. 3. Angka ini dikemukakan pada KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 10 . Pada bentuk ini. 2.2.1. pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mencakup pelayanan rawat jalan serta pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah. 2. Diabetes Melitus 2. kunjungan dan perawatan pasien dirumah.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara perawatan pasien di rumah atau pelayanan rawat inap di rumah sakit. serta pelayanan rawat inap di rumah sakit. Definisi Menurut American Diabetes Association (ADA) 2005. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. sebanyak 285 juta orang di seluruh dunia mengidap diabetes. kunjungan dan perawatan pasien di rumah. Semua pasien yang membutuhkan pertolongan diharuskan datang ke tempat praktek dokter keluarga.5 2. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. Sedangkan menurut WHO 1980 dikatakan bahwa diabetes mellitus merupakan sesuatu yang tidak dapat dituangkan dalam satu jawaban yang jelas dan singkat tapi secara umum dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi yang merupakan akibat dari sejumlah faktor di mana didapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin. Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Jika kebetulan pasien tersebut memerlukan pelayanan rawat inap. kerja insulin atau kedua-duanya.2.2. Pelayanan bentuk ini lazimnya dilaksanakan oleh dokter keluarga yang tidak mempunyai akses dengan rumah sakit. Epidemiologi Menurut data terkini dari International Diabetes Federation (IDF).

Penelitian di Jakarta pada tahun 1993 menunjukkan prevalensi 5.56 juta pasien Diabetes Mellitus. Faktor genetik dan lingkungan merupakan faktor pencetus IDDM. Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) Sering terjadi pada usia sebelum 30 tahun.5-2. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosio ekonomi.3 % pada penduduk usia lebih besar dari 15 tahun. Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia di dapatkan prevalensi sebesar 1. Canada.8 a. Etiologi Penyebab diabetes mellitus sampai sekarang belum diketahui dengan pasti tetapi umumnya diketahui karena kekurangan insulin adalah penyebab utama dan factor herediter memegang peranan penting. Selain jumlah itu Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus diabetes yang paling tinggi yaitu sebanyak 7 juta orang. suatu jumlah yang besar untuk dapat ditanggani sendiri oleh para ahli DM. yang gangguan ini ditandai dengan adanya hiperglikemia (meningkatnya kadar gula darah).7 Melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi Diabetes Mellitus sebesar 2 %.2.6 Dengan makin majunya keadaan sosio ekonomi masyarakat Indonesia serta pelayanan kesehatan yang makin baik dan merata.7 2.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 20th World Diabetes Congress di Montreal. Hanya di Asia Tenggara saja sebanyak 59 juta orang mengidap diabetes.3. diperkirakan tingkat kejadian penyakit diabetes mellitus (DM) akan makin meningkat. Oleh karena itu insiden lebih tinggi atau adanya infeksi virus (dari lingkungan) misalnya coxsackievirus B dan streptococcus sehingga pengaruh KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 11 .7%. akan didapatkan 3. Pada suatu penelitian di Manado didapatkan prevalensi 6. Biasanya juga disebut Juvenille Diabetes.1 %.

lapar. bila ditemukan peningkatan gula darah. Riset melaporkan bahwa obesitas salah satu faktor determinan terjadinya NIDDM sekitar 80% klien NIDDM adalah kegemukan. Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi : KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 12 .8 b. Faktor herediter memainkan peran yang sangat besar. Faktor resiko dapat dijumpai pada klien dengan riwayat keluarga menderita DM adalah resiko yang besar. diuresis dan kehilangan berat badan. olah raga dan diet.2. memiliki riwayat keluarga DM. perasaan haus yang berlebihan. juga dipercaya memainkan peran munculnya penyakit ini. Overweight membutuhkan banyak insulin untuk metabolisme. Faktor herediter. Faktor Resiko Faktor risiko diabetes dibagi menjadi dua. Pencegahan utama NIDDM adalah mempertahankan berat badan ideal. Virus atau mikroorganisme akan menyerang pulau – pulau langerhans pankreas. Terjadinya hiperglikemia disaat pankreas tidak cukup menghasilkan insulin sesuai kebutuhan tubuh atau saat jumlah reseptor insulin menurun atau mengalami gangguan. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) Virus dan kuman leukosit antigen tidak nampak memainkan peran terjadinya NIDDM. Oleh karena DM tidak selalu dapat dicegah maka sebaiknya sudah dideteksi pada tahap awal tanda-tanda atau gejala yang ditemukan adalah kegemukan.8 2. bayi lahir lebih dari berat badan normal.4. dimana antibody sendiri akan menyerang sel bata pankreas. usia diatas 40 tahun. Dapat pula akibat respon autoimmune. yaitu factor risiko yang tidak bisa dimodifikasi dan yang bisa dimodifikasi5 : a.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara lingkungan dipercaya mempunyai peranan dalam terjadinya DM. yang membuat kehilangan produksi insulin. Pencegahan sekunder berupa program penurunan berat badan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 13 . Kurangnya aktivitas fisik. Memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Diet dengan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko menderita prediabetes dan DM tipe-2. kurang dari 2. PAD (Peripheral Arterial Diseases). Berat badan lebih (IMT > 23 kg/m2). Usia > 45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM. PJK. seperti stroke. Penderita sindrom metabolic.5 kg. Memiliki riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT) sebelumnya. Penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau keadaan klinis lain yang terkait dengan resistensi insulin b. Bayi yang lahir dengan BB rendah mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding dengan bayi lahir dengan BB normal. Faktor lain yang terkait dengan risiko diabetes : a. Hipertensi (> 140/90 mmHg). risiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan meningkatnya usia. - Riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir bayi > 4000 gram atau riwayat pernah menderita DM gestasional (DMG). Dislipidemia (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL) Diet tak sehat (unhealthy diet). - Riwayat lahir dengan berat badan rendah.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara - Ras dan etnik Riwayat keluarga dengan diabetes (anak penyandang diabetes) Umur. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi. b.

Autoimun Idiopatik b. merupakan tanda yang jelas pada diabetes tipe II dan merupakan akibat dari kombinasi kerentanan genetik dan obesitas. berkurangnya kemampuan insulin untuk bekerja secara efektif di organ targetnya (terutama otot. Bervariasi mulai yang dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relative sampai yang dominan defek sekresi insulin disertai resistensi insulin c.9. resistensi insulin. Destruksi sel beta umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut. hati. Klasifikasi Klasifikasi diabetes adalah sebagai berikut5: a. produksi glukosa hati yang berlebihan. Tipe 1.2.5. Diabetes mellitus gestasional 2.6. dan lemak). Resistensi insulin dapat terjadi oleh perubahan yang mencegah insulin KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 14 . Tipe Lain Defek genetik fungsi sel beta Defek genetik kerja insulin Penyakit eksokrin pancreas Endokrinopati Karena obat atau zat kimia Infeksi Sebab imunologi yang jarang Sindrom genetic d. Tipe 2. Patofisiologi Diabetes tipe II dikarakteristikkan oleh gangguan sekresi insulin.2.10 Resistensi insulin.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2. dan metabolisme lemak yang abnormal.

10 Resistensi insulin dengan kadar glukosa darah yang tinggi sering ditemukan bersamaan dengan penumpukan lemak disekitar perut. Semua diabetes melitus tipe II didahului oleh gangguan toleransi glukosa maka keadaan ini disebut juga denga prediabetes.9.10 Obesitas yang menyertai diabetes tipe II.9. disertai oleh peningkatan pengeluaran glukosa oleh hati. Semua kombinasi ini dikenal sebagai sindroma resistensi insulin atau sindrom metabolik. atau oleh perubahan dalam salah satu tahap kerja insulin pasca reseptor.9.7. kadar glukosa darah sedikit di bawah normal.10 2. Hiperglikemia yang terus menerus akan merangsang sel beta untuk menghasilkan insulin dalam jumlah yang berlebihan sebagai kompensasi terhadap resistensi insulin tersebut. kecuali hiperglikemia. Pada keadaan puasa biasa. Peningkatan massa adipose menyebabkan peningkatan kadar asam lemak bebas di sirkulasi. perubahan pada pengikat reseptor.2. rendahnya kadar HDL dan hipertensi.10 Resistensi insulin akan menyebabkan hiperglikemia dan hiperinsulinemia. perubahan yang terjadi pada diabetes mellitus adalah penguatan dari keadaan tersebut. mempengaruhi proses patogenik. Hiperglikemia tanda utama diabetes mellitus. yaitu glikogenolisis dan glukoneogenesis.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara untuk mencapai reseptornya. berlangsung KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 15 . Pengeluaran glukosa oleh hati meningkat karena proses-proses yang menghasilkan glukosa. terjadi akibat penurunan penyerapan glukosa oleh sel-sel. tingginya kadar LDL. Peningkatan asam lemak bebas tersebut dan beberapa adipokin dapat menyebabkan resistensi insulin pada otot skeletal dan hati. trigliserida. Gejala Klinis Karena aktivitas insulin yang rendah memicu pola metabolic pasca-absorpsi. terutama pada lokasi sentral atau visceral. Tetapi apabila sel beta tidak kuat mengimbangi proses ini maka akan terjadi gangguan toleransi glukosa yang apabila tidak diatasi maka selanjutnya akan terjadi diabetes melitus.9.

Selain itu. timbul keadaan ironis. sehingga timbul polifagi (pemasukan makanan berlebihan). yakni terjadi kelebihna glukosa ekstrasel sementara terjadi defisensi glukosa intrasel. dapat menyebabkan kematian karena aliran darah ke otak menurun atau menimbulkan gagal ginjal sekunder akibat tekanan filtrasi yang tidak adekuat. Peningkatan penggunaan lemak oleh hati menyebabkan pengeluaran berlebihan badan keton ke dalam darah KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 16 . Sel-sel otak sangat peka terhadap penciutan. sehingga timbul gangguan fungi system saraf. 8 Karena terjadi defisiensi glukosa intrasel. akibat-akibat lebih lanjut dari penyakit ini akhirnya menyebabkan disfungsi otak. sehingga terjadi mobilisasi besar-besaran asam lemak dari simpanan trigliserida. Karena sebagian besar sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa tanpa bantuan insulin. berat badan tubuh menurun secara progesif akibat efek defisiensi insulin pada metabolism lemak dan protein. Cairan yang berlebihan keluar dari tubuh menyebabkan dehidrasi. glukosa akan timbul di urin (glukosuria). Walaupun otak yang tidak bergantung pada insulin mendapat nutrisi yang adekuat pada diabetes mellitus. apabila tidak diperbaiki. walaupun terjadi peningkatan pemasukan makanan. Peningkatan asam lemak dalam darah sebagian besar digunakan oleh sel sebagai sumber energy alternative. sel-sel kehilangan air karena tubuh mengalami dehidrasi akibat perpindahan osmotic air dari sel ke cairan ekstrasel yang hipertonik. yang pada gilirannya dapat menyebabkan kegagalan sirkulasi perifer karena volume darah turun mencolok. Sintesis trigliserida menurun saat lipolisis meningkat. Akan tetapi.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tanpa hambatan karena insulin tidak ada.8 Kadar glukosa darah yang meninggi ke tingkat pada saat glukosa yang difiltrasi melebihi kapasitas sel-sel tubulus melakukan reabsorbsi. Glukosa di urin menimbulkan dieresis osmotic yang ditandai oleh poliuria (sering berkemih). nafsu makan meningkat. Gejala khas yang lain pada diabetes mellitus adalah polidipsia (rasa haus berlebihan) yang sebenarnya merupakan mekanisme kompensasi untuk mengatasi dehidrasi. Kegagalan sirkulasi.

Sedangkan untuk tujuan pemantauan hasil pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler. vena ataupun kapiler tetap dapat dipergunakan dengan memperhatikan angka-angka kriteria diagnostik yang berbeda sesuai pembakuan oleh WHO.1.5 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 17 . Penurunan asupan asam amino disertai peningkatan penguraian protein menyebabkan peningkatan asam amino dalam darah dapat digunakan untuk glukoneogenesis. Guna penentuan diagnosis DM. Ekshalasi salah satu badan keton. yaitu aseton menyebabkan nafas berbau “buah”. Diagnosis tidak dapat ditegakkan atas dasar adanya glukosuria. yang semakin memperparah hiperglikemia. Kecurigaan adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM seperti tersebut di bawah ini. Penguraian protein-protein otot menyebabkan otot rangka lisut dan melemah.8. Penggunaan bahan darah utuh (whole blood). dapat menimbulkan koma diabetes dan kematian.8 2.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan menimbulkan ketosis. ketosis ini menyebabkan asidosis metabolic progresif. 8 Tindakan kompensasi untuk asidosis metabolic adalah peningkatan ventilasi untuk meningkatkan pengeluaran CO2 pembentuk asam. Karena badan-badan keton mencakup beberapa asam amino seperti asam asetoasetat yang berasal dari penguraian tidak sempurna lemak oleh hati. 8 Efek tidak adanya insulin pada metabolism protein menyebabkan pergeseran netto ke arah katabolisme protein. Asidosis menekan fungsi otak dan apabila cukup parah. pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan darah plasma vena.5 Berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang diabetes. Diagnosis Diagnosis DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa darah.

9 mmol/L).5   TGT : Diagnosis TGT ditegakkan bila setelah pemeriksaan TTGO didapatkan glukosa plasma 2 jam setelah beban antara 140 – 199 mg/dL (7. mata kabur dan disfungsi ereksi pada pria. Pertama. serta pruritus vulvae pada wanita. jika keluhan klasik ditemukan. Keluhan lain dapat berupa : lemah badan.0 mmol/L). Meskipun TTGO dengan beban 75 g glukosa lebih sensitif dan spesifik dibanding dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa. Glukosa plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir. Ketiga dengan TTGO.1 mmol/L). Kedua. GDPT : Diagnosis GDPT ditegakkan bila setelah pemeriksaan glukosa plasma puasa didapatkan antara 100 – 125 mg/dL (5. maka pemeriksaan glukosa plasma sewaktu >200 mg/dL sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. polifagia. Atau 3.5 Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM. kesemutan. Gejala klasik DM + kadar glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dL (7. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 18 .0 mmol/L). TTGO sulit untuk dilakukan berulang-ulang dan dalam praktek sangat jarang dilakukan. Atau 2. sehingga pemeriksaan ini dianjurkan untuk diagnosis DM. Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga cara.6 – 6. Puasa diartikan pasien tak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam. gatal. namun memiliki keterbatasan tersendiri.8-11.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara   Keluhan klasik DM berupa : poliuria. Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dL (11. maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT atau GDPT tergantung dari hasil yang diperoleh. Kadar glukosa plasma 2 jam pada TTGO ≥ 200 mg/dL (11. dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. mudah diterima oleh pasien serta murah. dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa yang lebih mudah dilakukan.1 mmol/L). Kriteria Diagnosis DM5 1. polidipsia.

Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan secara umum adalah meningkatnya kualitas hidup penyandang diabetes.5 Tabel 2. mempertahankan rasa nyaman dan tercapainya target pengendalian glukosa darah.1 Kadar Glukosa Sewaktu dan Puasa sebagai Patokan Penyaring dan Diagnosis (mg/dL) Bukan DM Belum pasti DM 100-199 90-199 100-125 90-99 DM ≥ 200 ≥ 200 ≥ 126 ≥ 100 Kadar glukosa darah Plasma vena sewaktu (mg/dL) Darah kapiler < 100 < 90 < 100 < 90 Kadar glukosa darah Plasma vena puasa (mg/dL) Darah kapiler 2. Pasien dengan TGT dan GDPT juga disebut sebagai intoleransi glukosa. Pemeriksaan penyaring Pemeriksaan penyaring ditujukan pada mereka yang mempunyai risiko DM namun tidak menunjukkan adanya gejala DM. Sedangkan tujuan jangka panjang adalah tercegah dan terhambatnya progresivitas KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 19 .9. Pemeriksaan penyaring bertujuan untuk menemukan pasien dengan DM. TGT maupun GDPT. Tujuan jangka pendek adalah hilangnya keluhan dan tanda DM.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara TTGO dilakukan dengan standard WHO. menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air.1. sehingga dapat ditangani lebih dini secara tepat. merupakan tahapan sementara menuju DM. Kedua keadaan tersebut merupakan faktor risiko untuk terjadinya DM dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

ahli gizi. Pada penyandang diabetes perlu ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal makan.11 Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah. tekanan darah. keluarga dan masyarakat. Kunci keberhasilan TGM adalah keterlibatan secara menyeluruh dari anggota tim (dokter. terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Terapi gizi medis Terapi Gizi Medis (TGM) merupakan bagian dari penatalaksanaan diabetes secara total.5 Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. melalui pengelolaan pasien secara holistik dengan mengajarkan perawatan mandiri dan perubahan perilaku. jenis dan jumlah makanan. dibutuhkan edukasi yang komprehensif dan upaya peningkatan motivasi. makroangiopati dan neuropati.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara penyulit mikroangiopati. Edukasi Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan perilaku telah terbentuk dengan mapan. petugas kesehatan yang lain dan pasien itu sendiri).5 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 20 . Tim kesehatan mendampingi pasien dalam menuju perubahan perilaku. Setiap penyandang diabetes sebaiknya mendapat TGM sesuai dengan kebutuhannya guna mencapai sasaran terapi.11 Pilar Penatalaksanaan DM 1. Pemberdayaan penyandang diabetes memerlukan partisipasi aktif pasien. berat badan dan profil lipid.5.5. Tujuan akhir pengelolaan adalah turunnya morbiditas dan mortalitas DM. Untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku.5 2.

OHO dibagi menjadi 4 golongan: Pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue): sulfonilurea dan glinid Penambah sensitivitas terhadap insulin: metformin. Intervensi farmakologis Intervensi farmakologis ditambahkan jika sasaran glukosa darah belum tercapai dengan pengaturan makan dan latihan jasmani.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 3. sementara yang sudah mendapat komplikasi DM dapat dikurangi. sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik seperti: jalan kaki.5 a. Untuk mereka yang relatif sehat. bersepeda santai.malasan. tiazolidindion Penghambat glukoneogenesis (metformin) Penghambat absorpsi glukosa: penghambat glukosidase alfa. intensitas latihan jasmani bisa ditingkatkan. Insulin diperlukan pada keadaan: Penurunan berat badan yang cepat Hiperglikemia berat yang disertai ketosis KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 21 . merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan DM tipe 2. Insulin.5 4. b. Kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki ke pasar. Obat hipoglikemik oral (OHO). dan berenang.5 Latihan jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin. berkebun harus tetap dilakukan.jogging. Hindarkan kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalas. menggunakan tangga. Berdasarkan cara kerjanya. Latihan jasmani Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan jasmani secara teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit).

untuk kemudian dinaikkan secara bertahap sesuai dengan respons kadar glukosa darah.00.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara - Ketoasidosis diabetic Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik Hiperglikemia dengan asidosis laktat Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal Stres berat (infeksi sistemik. Dosis awal insulin kerjam menengah adalah 6-10 unit yang diberikan sekitar jam 22. Terapi Kombinasi Pemberian OHO maupun insulin selalu dimulai dengan dosis rendah. yang banyak dipergunakan adalah kombinasi OHO dan insulin basal (insulin kerja menengah atau insulin kerja panjang) yang diberikan pada malam hari menjelang tidur. Terapi dengan OHO kombinasi. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 22 . IMA. operasi besar. Bersamaan dengan pengaturan diet dan kegiatan jasmani. stroke) Kehamilan dengan DM/diabetes melitus gestasional yang tidak terkendali dengan perencanaan makan - Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat Kontraindikasi dan atau alergi terhadap OHO c. Pada pasien yang disertai dengan alasan klinik di mana insulin tidak memungkinkan untuk dipakai dipilih terapi dengan kombinasi tiga OHO. bila diperlukan dapat dilakukan pemberian OHO tunggal atau kombinasi OHO sejak dini. harus dipilih dua macam obat dari kelompok yang mempunyai mekanisme kerja berbeda. Bila sasaran kadar glukosa darah belum tercapai. dapat pula diberikan kombinasi tiga OHOdari kelompok yang berbeda atau kombinasi OHO dengan insulin. Dengan pendekatan terapi tersebut pada umumnya dapat diperoleh kendali glukosa darah yang baik dengan dosis insulin yang cukup kecil. Untuk kombinasi OHO dan insulin.

Bila dengan cara seperti di atas kadar glukosa darah sepanjang hari masih tidak terkendali. maka obat hipoglikemik oral dihentikan dan diberikan insulin saja.1 Algoritma Penatalaksanaan DM tipe 2 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 23 . Gambar 2.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara kemudian dilakukan evaluasi dosis tersebut dengan menilai kadar glukosa darah puasa keesokan harinya.

penurunan berat badan merupakan cara utama untuk menurunkan risiko terkena DM tipe-2 atau intoleransi glukosa. hiperlipoproteinemia.2. Materi penyuluhan meliputi sebagai berikut. Karbohidrat kompleks merupakan pilihan dan diberikan secara terbagi dan seimbang sehingga KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 24 . dan saraf-saraf perifer (neuropati diabetik)  Makroangiopati: penimbunan sorbitol dalam intima vaskular. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan berat badan 5-10% dapat mencegah atau memperlambat munculnya DM tipe-2. Komplikasi Komplikasi metabolik akut8:     Ketoasidosis diabetik.10. glomerulus ginjal (nefropati diabetik). yakni mereka yang belum terkena. hiperosmolar. kelainan pembekuan darah.11.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2. Hiperglikemia. tetapi berpotensiuntuk mendapat DM dan kelompok intoleransi glukosa. Pada seseorang yang mempunyai risiko diabetes dan mempunyai berat badan lebih. Jumlah asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal. Pencegahan 2. Program penurunan berat badan. b. Diet sehat.11.1. Dianjurkan diberikan pada setiap orang yang mempunyai risiko.2. koma nondiabetik (HHNK) Hipoglikemia Komplikasi vaskular jangka panjang8: Mikroangiopati: menyerang kapiler dan arteri retina (retinopati diabetik). 2. penyumbatan vaskular.1 Pencegahan Primer Pencegahan primer adalah upaya yang ditujukan pada kelompok yang memiliki faktor risiko.5 a.

c. Dalam upaya pencegahan sekunder program penyuluhan memegang peran penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani program pengobatan dan dalam menuju perilaku sehat. Latihan jasmani. tetapi merokok dapat memperberat komplikasi kardiovaskular dari intoleransi glukosa dan DM tipe-2.11. pengendalian berat badan.2. Selain pengobatan terhadap tingginya kadar glukosa darah. dan tinggi serat larut. serta dapat meningkatkan kadar kolesterol-HDL. Merokok merupakan salah satu risiko timbulnya gangguan kardiovaskular. d. Latihan jasmani dibagi menjadi 3-4 x aktivitas/minggu.5 Penyuluhan untuk pencegahan sekunder ditujukan terutama pada pasien baru.2 Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada pasien yang telah menderita DM. yang merupakan penyebab utama kematian pada penyandang diabetes. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 25 . 2. Dilakukan dengan pemberian pengobatan yang cukup dan tindakan deteksi dini penyulit sejak awal pengelolaan penyakit DM. Menghentikan merokok. atau 90 menit/minggu dengan latihan aerobik berat (mencapai denyut jantung >70% maksimal). Latihan jasmani teratur dapat memperbaiki kendali glukosa darah. Meski merokok tidak berkaitan langsung dengan timbulnya intoleransi glukosa. mempertahankan atau menurunkan berat badan. Mengandung sedikit lemak jenuh.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tidak menimbulkan puncak (peak) glukosa darah yang tinggi setelah makan. Penyuluhan dilakukan sejak pertemuan pertama dan perlu selalu diulang pada setiap kesempatan pertemuan berikutnya.5 Salah satu penyulit DM yang sering terjadi adalah penyakit kardiovaskular. Latihan jasmani yang dianjurkan: dikerjakan sedikitnya selama 150 menit/minggu dengan latihan aerobik sedang (mencapai 50-70% denyut jantung maksimal).

11. perhatian utamanya adalah pasien bukan penyakitnya.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tekanan darah. dan keluarga.5 2. Kedokteran Keluarga ditandai bukan karena salah satu dari prinsipnya.3 Pencegahan Tersier Pencegahan tersier ditujukan pada kelompok penyandang diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut. Sebagai contoh aspirin dosis rendah (80-325 mg/hari) dapat diberikan secara rutin bagi penyandang diabetes yang sudah mempunyai penyulit makroangiopati. Prinsip-prinsip kedokteran keluarga adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan (kontinu). profil lipid dalam darah serta pemberian antiplatelet dapat menurunkan risiko timbulnya kelainan kardiovaskular pada penyandang diabetes. bernama Raendra. Dokter Keluarga. kita akan mengerti perbedaan yang sangat penting antara merawat pasien dan merawat penyakit. komunitas.12 Kita akan membahas prinsip-prinsip ini satu per satu dengan contoh kasus berikut: Seorang pasien laki-laki berusia 41 tahun. sebelum kecacatan menetap. Prinsip Pelayanan Kedokteran Keluarga dalam Manajemen Pasien DM Pelayanan kedokteran keluarga berbeda dengan pelayanan kedokteran lainnya. pencegahan. dia tidak harus memiliki keluhan atau penyakit tertentu. koordinasi.2. tetapi dari penerapan keseluruhan prinsip-prinsip tersebut. telah menderita penyakit DM selama 13 tahun. Terkadang pasien datang ke dokter hanya karena dia manusia. Bila kita mulai mengerti pelayanan kedokteran keluarga.3. Upaya rehabilitasi pada pasien dilakukan sedini mungkin. Pada upaya pencegahan tersier tetap dilakukan penyuluhan. komprehensif.12 Begitu pula dalam manangani pasien DM. Saat ini Pak Raendra mengalami borok pada kaki kanannya.5 2. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 26 . seorang Dokter Keluarga harus menerapkan keseluruhan prinsip-prinsip tersebut kepada pasiennya.

pasien tidak pernah menjaga pola makannya dan malas minum obat. dan mengikuti perjalanan penyakit dari pasiennya. kesempatan untuk memberikan pelayanan yang efektif akan sulit dicapai. dan perjalanan waktu akan membentuk kepercayaan ini. Apakah sebagai dokter keluarga kita telah mengetahui riwayat pasien tersebut baik mengenai penyakit DMnya atau penyakit lainnya sebelum kita membuat keputusan? b. seperti kunjungan untuk imunisasi.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Pasien sebelumnya hanya satu kali berobat ke dokter untuk penyakitnya dan tidak pernah mengontrol keadaan penyakitnya. 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan yang bersinambung adalah12: a.5 Dalam menangani pasien DM. Bila pasien tidak mempercayai dokternya. Menurut keluarganya. Apakah pasien percaya kepada dokternya? KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 27 . Apakah kita sudah membuat kesepakatan dengan pasien untuk rencana jangka panjang dalam menangani penyakit DM? d. Dengan pelayanan yang bersinambung akan terbentuk hubungan yang didasari kepercayaan terhadap dokternya. seorang Dokter Keluarga harus mampu menerapkan prinsip ini. Sebaiknya Dokter terus memantau keadaan pasiennya dan idealnya juga bertemu dengan keluarganya sehingga hubungan kepercayaan seperti yang disebut di atas dapat tercipta. Pelayanan yang Bersinambung (Continuity of Care) Pelayanan yang bersinambung adalah pelayanan kesehatan yang mana satu dokter bertemu pasiennya (dan idealnya juga keluarganya) dalam keadaan sakit maupun keadaan sehat. Apakah kita sudah menjelaskan kepada pasien betapa pentingnya tindak lanjut (follow-up) dalam perawatan DM? c.

apakah ia selalu dirawat oleh dokter yang sama? Diskusi Kasus: Mari kita lihat kembali kasus Pak Raendra untuk melihat apakah pelayanan bersinambung diterapkan pada kasusnya. Oleh sebab itu.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara e. tetapi dokter keluarga yang mengatur akses tersebut.12 Jika pasien yang ditanganii merupakan pasien DM. penyakit DM tidak dapat disembuhkan. Bila kita melihat rekam medic pasien tersebut. terutama dari sisi psikologisnya. dokter keluarga harus benar-benar mengerti pasiennya dari segi sosialnya. dalam konteks memperhatikan keseluruhan kebutuhan mereka. Karena. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan pasien DM yang menyeluruh adalah12: KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 28 . Tentu saja dokter lain juga dapat terlibat dalam proses ini. 2. seorang dokter keluarga memandang pasiennya secara keseluruhan. Pak Raendra hanya sekali bertemu dengan dokternya dan tidak pernah membicarakan mengenai pengontrolan kadar gula darahnya. Pelayanan yang Menyeluruh (Comprehensiveness) Komprehensif berarti kita memandang pasien tidak hanya dari segi biologis saja tetapi juga dari sisi sosial dan psikologisnya. tetapi dapat dikontrol. Dokter juga perlu menjelaskan kondisi yang dialami pasien pada keluarga pasien sehingga tidak muncul pendapat-pendapat yang salah. Dokter sebaiknya menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit yang dideritanya dan apa yang dokter rencanakan dalam menangani penyakit tersebut. Seorang dokter keluarga akan memperhatikan semua aspek sebelum membuat diagnosis dan rencana pengobatannya.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 29 . Lihat rekam medisnya. Lihat rekam medisnya apakah cukup informatif untuk dapat digunakan. Sangat penting bagi dokter untuk berani membuat double diagnosis. Tidak ada tertulis mengenai tanda-tanda depresi ataupun kecemasan. d. yang mengkoordinasikan semua pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pasien. Sepertii para dokter spesialis. foto toraks. dia mendapat perawatan yang baik untuk masalah biologisnya. Pelayanan yang Terkoordinasi (Coordination of Care) Dokter keluarga itu seperti orkestrator pelayanan kesehatan bagi pasiennya. yang berperan dalam memberikan advokasi12. apakah tertulis daftar masalah (problem list) dan daftar pengobatan (medication list) yang sedang dilakukan. dan sebagainya. dan pelayanan kesehatan lain di luar praktek dokter keluarga. c. Seorang pasien bisa saja depresi dan sekaligus menderita DM. Dilakukannya pemeriksaan darah.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara a. Dokter keluarga bertanggung jawab dan menjadi guide bagi pasiennya dalam sistem pelayanan kesehatan. Waspadai apakah pasien dalam keadaan depresi akibat penyakit kronis yang dideritanya. Apakah dokternya tahu kemampuan pasiennya dalam membayar biaya pengobatan DMnya maupun pemeriksaan yang dianjurkan? e. baik pengobatan penyakit DM atau penyakit lain yang dideritanya. Penting bagi dokter untuk mengenali keduanya dan mengobati keduanya. Apakah ada petunjuk yang menunjukkan bahwa dokternya mengerti artii keluhan pasien terhadap pasien tersebut? (patient centered care). b. 3. Diskusi Kasus: Bila kita melihat kembali pada kasus Pak Raendra.

Apakah kita mendiskusikan pasien yang kita rujuk dengan konsultan baik melalui telepon atupun secara langsung? 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan yang terkoordinasi adalah12: 1. Dokter yang merawat jalan tidak memperhatikan berapa kali Pak Raendra sudah keluar masuk RS dan hal-hal yang terjadi di RS. Kurangnya komunikasi dan koordinasi ini tentu saja akan memberatkan pasien dan keluarganya dalam hal pembiayaan.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dalam menangani pasien DM. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 30 . pada saat dalam masa pengobatan. Dokter yang harus mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan tersebut12. Selain itu. Dokter keluarga berperan mengarahkan pasien untuk bertemu dengan dokter spesialis tersebut. dokter yang mengarahkan pasiennya jika memerlukan pelayanan kesehatan lainnya. Apakah kita mengajarkan staf atau perawat kita hal-hal yang dapat dilakukannya untuk membantu kita dalam mengkoordinasikan pelayanan kesehatan pasien? 4. siapa yang menjelaskan kepada pasien mengenai diagnose dan pengobatan penyakitnya? Diskusi Ksus: Mari kita lihat pkh dalam kasus Pak Raendra diterapkan koordinasi atau tidak. Dari rekam medisnya baik rawat jalan ataupun rawat inap ditemukan bahwa sedikit sekali komunikasi antara dokter yang merawatnya. seperti bertemu dengan dokter spesialis penyakit dalam dan subspesialis endokrin jika pasien membutuhkan second opinion. Beberapa pemeriksaan sudah dilakukan oleh dokter yang satu tetapi diulang lagi oleh dokter lainnya karena tidak adanya koordinasii antar dokter. Apakah kita pernah bersama-sama dengan pasien bertemu dengan konsultan? 3. Bila perawatan pasien melibatkan banyak dokter. sebagai follow-up pengobatan perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah.

penyakit DM umumnya disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak seimbang. aktivitas pekerjaannya dapat saja memiliki hubungan yang erat dengan penyakitnya. Apakah sebagai seorang dokter kita tahu apa pekerjaan pasien kita. Pola makan di lingkungannya. Kemudian. bagaimana lingkungan sosial budaya tempat tinggalnya. Pada rekam medis KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 31 . Seorang dokter harus mengetahui secara jelas dimana pasien tinggal. dan lingkungan adalah aspek-aspek dalam komunitas (masyarakat) yang dapat mempengaruhi penatalaksanaan seorang pasien. tempatnya bekerja. Banyak sumber-sumber di masyarakat yang dapat digunakan dokter keluarga dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. apakah pasien melakukan banyak aktivitas fisik dengan pekerjaan yang ditekuninya. seperti support group untuk pasien DM 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan yang berorientasi komunitas adalah12: 1. Apakah kita tahu frekuensi kejadian penyakit yang sama di lingkungan tempat tinggal pasien? Diskusi Kasus: Dalam kasus Pak Raendra jelas sekali orang yang mempunyai masalah dengan metabolisme gula darahnya. jenis pekerjaan.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 4. apakah di tempat yang padat penduduk atau tidak. Masyarakat (Community) Pekerjaan. yang mungkin dapat memberikan informasi mengenai penyakit DMnya 2. budaya.12 Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Apakah kita menggunakan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. dokter juga harus mengetahui pekerjaan pasien.

pemeriksaan fungsi ginjal juga tidak dilakukan. Pencegahan juga termasuk mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin memiliki efek terhadap kesehatan emosional pasien dan keluarganya12. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan yang berorientasi pencegahan adalah12: 1. pemeriksaan mata secara rutin. Padahal hal tersebut penting sebab DM dapat menyebabkan banyak komplikasi jangka panjang yang serius. 5.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara disebutkan bahwa pekerjaannya adalah seorang supir. Apakah faktor-faktor risiko pasien terhadap penyakit tertentu. Apakah factor-faktor risiko tersebut didiskusikan dengan pasien? 3. Apakah ada kesepakatan dengan pasien untuk mengurangi faktor risiko? 4. berolahraga. sekunder. atau tersier. termasuk pengenalan faktor risiko dari penyakit dan promosi kesehatan gaya hidup sehat. tertulis di rekam medisnya? 2. seperti riwayat penyakit tersebut dalam keluarga dan melakukan skrining untuk menemukan kasus dini dan pencegahan sedini mungkin12. pencegahan adalah mengenali faktor-faktor risiko terjadinya suatu penyakit. Pencegahan (Prevention) Pencegahan penyakit memiliki banyak aspek. dan makan dengan benar. Pemeriksaan jantung. Apakah kita sudah melakukan antisipasi terhadap masalah-masalah yang secara normal memang terjadi dalam siklus kehidupan keluarga? Diskusi Kasus: Pada kasus Pak Raendra tidak ada program pencegahan primer. Pencegahan lebih dari sekedar mengatakan berhenti merokok. pola makannya tidak teratur. dan sering mengkonsumsi alcohol. Tidak ada anjuran diet untuk mengontrol penyakitnya. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 32 .

dan memuat informasi mengenai Siklus Kehidupan Keluarga? 2. dan memahami pengaruh penyakit terhadap keluarga dan pengaruh keluarga terhadap penyakit. family circle. Keluarga (Family) Seorang dokter keluarga memandang pasiennya sebagai bagian dari keluarganya. Dokter keluarga juga mengenal keluarga yang berfungsi baik dan keluarga yang disfungsi. Tidak ada dokumentasi yang menggunakan instrumen di atas. Dari keterangan ini kita dapat membuat deskripsi biologis dari keluarga Pak Raendra berupa genogram. Dan menggunakan kedua pengetahuan ini dalam mendiagnosis dan memberikan terapi kepada pasiennya. Kedua orang tua istriya masih hidup.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 6. Apakah kita mengevaluasi pengaruh penyakit terhadap keluarga dan pengaruh keluarga terhadap penyakit pasien? Diskusi Kasus: Mari kita kembali ke kasus Pak Raendra. Orang tua perempuan Pak Raendra menderita DM. Tiga abangnya ternyata juga menderita DM. tetapi genogram dan Siklus Kehidupan Keluarga harus ada di dalam catatan setiap pasien. 3. Apakah support system dalam keluarga dicatat? 4. Family circle dan family apgar biasanya digunakan untuk kasus-kasus tertentu. Seandainya sebagai dokter keluarga kita membuat genogram dari keluarga Pak Raendra akan terlihat Pak Raendra dan istrinya memiliki 3 orang anak. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 33 .12 Hal-hal yang perlu diperhatikan dan perlu ditanyakan dalam pelayanan yang berorientasi keluarga adalah:12 1. family Apgar. Apakah di dalam rekam medisnya tercantum genogram.

menimbang peran keluarga dan lingkungan serta pekerjaannya. Kesimpulan Dokter keluarga adalah dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primer yang komprehensif. komprehensif. integratif. kontinu. koordinasi.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN 2.1. Prinsip-prinsip kedokteran keluarga adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan (kontinu). dengan mengutamakan pencegahan. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpa memandang jenis kelamin. pencegahan. dan keluarga Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perhatian medis jangka panjang untuk membatasi perkembangan komplikasi yang merusak. komunitas. usia ataupun jenis penyakitnya. holistik. koordinatif. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 34 .

Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Penerapan prinsip-prinsip kedokteran keluarga sangat penting dalam menangani penyakit tersebut. http://fk. Diharapkan dengan pelayanan dokter keluarga dapat meningkatkan status kesehatan bagi pasien dan anggota keluarganya. Kedokteran Keluarga dan Wawasannya. Saran Dari uraian di atas.usu. Wahyuni.lrc- kmpk. Prasetyawati.1_Nur_Asmah_04_08.ac.E. Sebagai seorang dokter keluarga.pdf [Diakses 7 Februari 2012] 2. L.. A.pdf [Diakses 7 Februari 2012] KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 35 . Diunduh dari.uns. Asmah. maka saran yang dapat diberikan penulis yaitu: a.ac.id/id/UP-PDF/_working/No. 2003. Diunduh dari: http://www.pdf [Diakses 7 Februari 2012] 3. Kristiani.id/static/resensibuku/BUKU_KEDOKTERAN_KELUARGA. A. Lazuardi. 2. Pelayanan Dokter Keluarga. Dokter hendaknya memahami tentang kedokteran keluarga beserta prinsipprinsipnya b...ugm. Implementasi pelayanan kesehatan model dokter keluarga di Kota Bontang. N.id/bitstream/123456789/3535/1/fk-arlinda%20sari. 2008.ac.2.S. dalam menangani pasien dengan penyakit apapun hendaknya menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga DAFTAR PUSTAKA 1. Diunduh dari: http://repository.

. D. 2008. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2. Rokhisah. 2001.Laporan Kegiatan KKS di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 4.idf. Fujiati. H.. E. Diunduh dari http://library.id/15528/1/Eni_Rokhisah. Braunwald E. Global Guideline for type 2 Diabetes. 1265-1270 9. Insulin: Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme.id/download/fkm/fkmhiswani4 [Diakses 8 Februari 2012] 8. et al. Peranan Gizi dalam Diabetes Melitus. Diunduh dari http://www. A.usu. Kasper DL. Jakarta: EGC..ac. dkk ed. Fauci AS.. Terapi Non Farmakologis pada Diabetes Melitus. 2006. dkk ed.. Schtingart. 2291-96. Isti Ilmiati. Dalam: Hartanto. Medan: USU Press. 2006. Dalam: Fujiati. Pankreas: Metabolisme Glukosa dan Diabetes Melitus. Yunir E. 2005. Prinsip-Prinsip Kedokteran Keluarga.dkk ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Isti Ilmiati. Jakarta Balai Penerbit FKUI.pdf [Diakses 7 Februari 2012] 5. Jakarta: PB PERKENI: 1-47 6. Dalam : Sudoyo. Jakarta Balai Penerbit FKUI.ac.W. Dasar-Dasar Kedokteran Keluarga. 2003. 2005.undip. Hiswani. 10..E. ed. 1872 12. Asman. 1868-1869 11. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Niat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Terhadap pelayanan Dokter Keluarga Di Dinas P dan K Provinsi Jawa Tengan Tahun 2006. Dalam: Sudoyo.. Diabetes Melitus. Diunduh dari: http://eprints. A.org/Global_guideline [Diakses 8 Februari 2012] 7. Endocrinology In Harrison’s Principle of Internal Medicine 17th ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006. Manaf. 2006. 13-21 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 36 . 2006... Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Soebardi S.W. International Diabetes Federation..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->