RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)
I IDENTITAS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Ajaran Model Alokasi Waktu II STANDAR KOMPETENSI Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik. : SMA : Fisika : X/1 : 2011/2012 : Problem Base Learning Berbantuan LKS : 2 JP (90 menit)

III KOMPETENSI DASAR Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan.

IV INDIKATOR PEMBELAJARAN  Kognitif 1. Mengidentifikasi penerapan prinsip Hukum I Newton (hukum inersia) dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan. 2. Mengidentifikasi penerapan prinsip hukum II Newton kehidupan sehari-hari.  Afektif 1. Mendengarkan arahan dari guru/disiplin 2. Menjawab pertanyaan guru/kreatif 3. Mempertanyakan jika ada yang tidak diketahui/memiliki rasa ingin tahu 4. Mengikuti pembelajaran atau diskusi dengan sunguhdalam

sungguh/demokratis.

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

1

Psikomotor 1. Melakukan praktikum prinsip Hukum I Newton 2. Melakukan praktikum prinsip Hukum II Newton

V TUJUAN PEMBELAJARAN  Kognitif 1. Mengidentifikasi penerapan prinsip Hukum I Newton (hukum inersia) dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan. 2. Mengidentifikasi penerapan prinsip Hukum II Newton kehidupan sehari-hari.  Afektif 1. Melalui kegiatan mendengarkan penjelasan maupun arahan dari guru siswa mampu menunjukkan sikap disiplin 2. Melalui kegiatan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru siswa mampu menunjukkan kreatifitasnya. 3. Melalui kegiatan bertanya siswa mampu memupuk rasa ingin tahunya 4. Melalui kegiatan diskusi kelompok siswa mampu memupuk rasa demokratis  Psikomotor 1. Melaui keja kelompok siswa mampu melakukan praktikum mengenai prinsip Hukum I Newton 2. Melaui keja kelompok siswa mampu melakukan praktikum mengenai prinsip Hukum II Newton dalam

VI MATERI PEMBELAJARAN 4.1 Hukum I Newton Melalui hukum gerak pertamanya Newton menyatakan kecenderungan sifat benda yang ingin tetap diam. Menurut Hukum I Newton, “sebuah benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan jika jumlah gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol”. Secara sistematis, Hukum I Newton dinyatakan dengan persamaan:

F  0

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

2

Kecenderungan sebuah benda untuk mempertahankan keadaan diam atau gerak tetapnya pada garis lurus disebut dengan inersia atau kelembaman. Sehingga Hukum I Newton disebut juga dengan hukum inersia atau hukum kelembaman. Makin besar massa yang dimiliki sebuah benda, makin sulit merubah keadaan geraknya. Lebih sulit menggerakkan benda bermasaa besar dari keadaan diam, atau memberhentikannya saat bergerak, atau merubah gerakannya keluar dari lintasan yang lurus. Sehingga dapat dikatakan bahwa massa adalah ukuran inersia benda. 4.2 Hukum II Newton Hukum II Newton berlaku jika pada benda bekerja sebuah gaya saja atau beberapa gaya yang resultannya tidak nol. Bunyi hukum II Newton adalah sebagai berikut: Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekera pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda. Secara matematis, persamaan hukum II Newton dinyatakan sebagai berikut:

a
Keterangan: a : percepatan benda (ms-2)

F
m

atau

 F  ma

∑F : resultan gaya yang bekerja pada benda (N) m : massa benda (kg)

VII

Pendekatan, Model, dan Metode Pendekatan : Discovery Inquary Model Motode : Problem Base Learning berbantuan LKS : Eksperimen

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

3

VIII KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pendahuluan (  5 menit) 1. Mempresensi siswa 2. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; 3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang akan dipelajari; a. Anak-anak apakah yang disebut dengan gaya? b. Pada saat mengendarai sepeda motor, tiba-tiba ada orang nyebrang sembarangan sehingga anak-anak harus ngrem mendadak.

Kemanakah badan anak-anak akan terlempar pada saat ngerem tersebut? c. Pada saat anak-anak dalam keadaan berhenti di traffik light pada saat lampu merah menyala dan kemudian anak-anak menarik gas dengen kencang ketika lampu warna hijau menyala. Kemanakah badan anakanak akan terlempar pada saat menarik gas dengan kencang tersebut? d. Manakah yang membuat anak-anak lebih capek ketika mengendarai sepeda sendiri atau mengendarai sepeda sambil membonceng seseorang jika menempuh jarak yang sama dan sepeda yang sama serta percepatan sama? 4. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; 5. menyampaikan cakupan materi yaitu Hukum I Newton dan Hukum II Newton dan penjelasan uraian kegiatan yang akan dilakukan dengan metode diskusi kelompok; 2. Kegiatan Inti (  75 menit) Fase 1. Orientasi Masalah (  5 menit) Kegiatan Pembelajaran Guru memaparkan permasalahan yang harus dipecahkan oleh siswa: a. Hukum I Newton Wayan adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Singaraja. Dia selalu berangkat dengan menumpang angkot karena di sekolah dilarang membawa sepeda 4

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

motor untuk siswa kelas X. Suatu hari saat menumpang angkot, angkotnya melaju degan sangat kencang, namun pada perempatan jalan traffic light menunjukkan warna merah sehingga sopir angkot itu mengerem mendadak, pada saat mengerem tubuh Wayan terdorong dengan keras kedepan hingga terlempar dari tempat duduknya. Ketika lampu telah berwarna hijau kembali sopir itu menginjak pedal gas dengan kencang tubuh Wayan kembali terpental kebelakang. Jika kalian cermati kejadian diatas, menurut kalian apa yang menyebabkan saat mobil di rem badan Wayan condong kedepan dan saat mobil dijalankan badan Wayan condong kebelakang? b. Hukum II Newton Saat beristirahat di pangkalan dokar, dua orang kusir dokar Putu dan Made berlomba untuk menjemput seorang calon penumpang yang berdiri di depan sebuah pusat perbelanjaan. Dokar Putu ditarik oleh seekor kuda dan dokar Made ditarik oleh dua ekor kuda. Akhirnya yang berhasil menjemput penumpang terlebih dahulu adalah dokar Made. Mengapa Made bisa menjemput penumpang lebih dulu dari Putu padahal mereka berangkat dari posisi yang sama? (dengan asumsi dokar dan kuda memiliki spesifikasi yang sama) Setelah mendapat seorang penumpang yang sarat dengan barang belanjaan, Made ingin mencari penumpang lagi saat melihat seorang calon penumpang di depan kantor pos. Namun, ternyata kali ini Made harus kembali bersaing dengan Agung yang memiliki dokar yang ditarik oleh dua ekor kuda pula (kuda-kuda Agung sama kuatnya dengan kuda-kuda Made). Pada saat itu, dokar Agung parkir tepat disamping dokar Made. Ternyata kali ini Made harus mengalah. Agung berhasil menjemput penumpang terlebih dahulu. Mengapa Agung berhasil menjemput penumpang terlebih dahulu padahal mereka berangkat dari posisi yang sama? (Semua dokar yang digunakan memiliki bentuk dan ukuran yang identic serta kuda yang digunakan semuanya diasumsikan memiliki kekuatan dan bentuk yang sama) Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Guru menjelaskan LKS yang harus dikerjakan oleh siswa untuk menuntun siswa melakukan penyelidikan agar permasalahan yang 5

2. Organisasi Belajar (  5 menit)

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

3. Penyelidikan (  35 menit)

4. Mengorganisa si laporan percobaan (  10 menit) 5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (  20 menit)

dipaparkan dapat dipecahkan. Siswa melakukan penyelidikan sesuai dengan rencana kerja yang diberikan oleh guru. Siswa melakukan kegiatan secara berkelompok. Guru menilai aktivitas kinerja siswa selama kegiatan dengan menggunakan penoman penilaian psikomotor. Siswa melakukan analisis data dan membuat laporan hasil kegiatan. Dalam kegiatan ini siswa akan menemukan pemecahan masalahnya. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil penyelidikannya di depan kelas dan mendiskusikan hasilnya. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka lakukan.

3. Kegiatan Penutup (± 10 menit) a. Guru membantu siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas b. Guru memberikan kuis kepada siswa c. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) d. Guru menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran

IX MEDIA PEMBELAJARAN 1. Alat/bahan percobaan (seperti pada LKS). 2. Laptop 3. LCD 4. Bahan Ajar

X PENILAIAN 1. Penilaian Kognitif a. Teknik Penilaian Penilaian ini dilakukan dengan menganalisis hasil pengerjaan kuis dan pekerjaan rumah siswa.

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

6

b. Prosedur Penilaian   Menilai setiap jawaban siswa sesuai dengan pedoman penskoran Merekapitulasi scor pada setiap item soal

c. Instrumen penilaian Instrumen yang digunakan berupa test essay, kunci jawaban, dan pedoman penskoran (terlampir). 2. Penilaian Afektif a. Teknik Penilaian Penilaian ini dilakukan dengan mengobservasi aktifitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran b. Prosedur Penilaian    Guru mengamati aktivitas siswa yang muncul dalam pembelajaran Memberikan nilai setiap aktivitas yang muncul sesuai degan pedoman penskoran Merekapitulasi hasil penskoran dan mengkreteriankan sesuai ketentuan c. Instrumen penilaian Instrumen yang digunakan pedoman penskoran penilaian afektif dan lembar observasi penilaian afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor a. Teknik Penilaian Penilaian ini dilakukan dengan mengobservasi siswa selama melakukan praktikum b. Prosedur Penilaian    Guru mengamati aktivitas penyelidikan siswa yang muncul selama praktikum; Memberikan nilai setiap aktivitas penyelidikan yang muncul sesuai degan pedoman penskoran Merekapitulasi hasil penskoran sesuai ketentuan

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

7

c. Instrumen penilaian Instrumen yang digunakan berupa pedoman penskoran penilaian psikomotor dan lembar observasi penilaian psikomotor (terlampir)

XI SUMBER PEMBELAJARAN Kanginan, M. 2006. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga Purwoko & Fendi. 2010. Fisika 1 SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira Wardono, A. 2010. Kreatif (Kreasi Belajar Sisiwa Aktif) Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester Gasal. Klaten: Viva Pakarindo

Mengetahui Guru Pamong,

Singaraja, 24 Oktober 2011 Mahasiswa PPL-Real,

Made Sutawa Redina, S.Pd, M.Pd NIP 19670329 199002 1 002

I Kadek Agus Putra Wijaya NIM 0813021054

Mengetahui Dosen Pembimbing,

Mengetahui Kepala SMA N 3 Singaraja

Drs. I Made Wirtha, M.Pd NIP 19511114 198102 1 001

Drs. I Ketut Kartika NIP 19601231 198303 1416

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

8

Lampiran 1 LEMBAR KERJA SISWA Pokok Bahasan : Dinamika Partikel Sub pokok bahasan : Hukum I dan Hukum II Newton Kelas/Semester :X/1 Alokasi waktu : 35 menit Tujuan : 1. Mengidentifikasi penerapan prinsip hukum I Newton (hukum inersia) dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mengidentifikasi penerapan prinsip hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari Hukum I Newton I. Masalah Wayan adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Singaraja. Dia selalu berangkat dengan menumpang angkot karena di sekolah dilarang membawa sepeda motor untuk siswa kelas X. Suatu hari saat menumpang angkot, angkotnya melaju degan sangat kencang, namun pada perempatan jalan traffic light menunjukkan warna merah sehingga sopir angkot itu mengerem mendadak, pada saat mengerem tubuh Wayan terdorong dengan keras kedepan hingga terlempar dari tempat duduknya. Ketika lampu telah berwarna hijau kembali sopir itu menginjak pedal gas dengan kencang tubuh Wayan kembali terpental kebelakang. Jika kalian cermati kejadian diatas, menurut kalian apa yang menyebabkan saat mobil di rem badan Wayan condong kedepan dan saat mobil dijalankan badan Wayan condong kebelakang? II. Alat dan Bahan 1. Kertas HVS polos 2. Beban III. Langkah Kerja 1. Letakkan sebuah beban di atas kertas dengan alas mejamu atau alas yang lebih licin seperti kaca

2. Tarik kertas perlahan, kemudian hentikan. Apa yang terjadi pada beban?

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

9

3. Kembalikan beban ke posisi semula (keadaan 1) 4. Tarik kertas dengan cara dihentakkan sekuat-kuatnya. Apa yang terjadi pada beban?

5. Buatlah simpulan berdasarkan hasil pengamatanmu!

6. Dari simpulan yang diperoleh, tentukanlah solusi dari permasalahan di atas

B. Hukum II Newton I. Masalah Saat beristirahat di pangkalan dokar, dua orang kusir dokar Putu dan Made berlomba untuk menjemput seorang calon penumpang yang berdiri di depan sebuah pusat perbelanjaan. Dokar Putu ditarik oleh seekor kuda dan dokar Made ditarik oleh dua ekor kuda. Akhirnya yang berhasil menjemput penumpang terlebih dahulu adalah dokar Made. Mengapa Made bisa menjemput penumpang lebih dulu dari Putu padahal mereka berangkat dari posisi yang sama? Setelah mendapat seorang penumpang yang sarat dengan barang belanjaan, Made ingin mencari penumpang lagi saat melihat seorang calon penumpang di depan kantor pos. Namun, ternyata kali ini Made harus kembali bersaing dengan Agung yang memiliki dokar yang ditarik oleh dua ekor kuda pula (kuda-kuda Agung sama kuatnya dengan kuda-kuda Made). Pada saat itu, dokar Agung parkir tepat disamping dokar Made. Ternyata kali ini Made harus mengalah. Agung berhasil menjemput penumpang terlebih dahulu. Mengapa Agung berhasil menjemput penumpang terlebih dahulu padahal mereka berangkat dari posisi yang sama? (Semua dokar yang digunakan memiliki bentuk dan ukuran yang identic serta kuda yang digunakan semuanya diasumsikan memiliki kekuatan dan bentuk yang sama)

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

10

II. Alat dan Bahan 1. Troli/mobil mainan 1 buah 2. Benang 3. 3 buah beban 50 gram 4. 2 buah beban 100 gram 5. 1 buah Stopwatch 6. 1 buah Katrol 7. Penggaris III. Langkah Kerja 1. Rangkai alat seperti gambar

2. Letakkan troli pada ujung lintasan 3. Gantungkan beban 100 gram, lepaskan troli ukur waktu yang diperlukan troli untuk menempuh lintasan dengan stopwatch dan catat hasilnya pada tabel hasil pengamatan variasi massa troli 4. Ulangi langkah no.3 dengan menambah beban 200 gram diatas troli. Catat data yang diperoleh pada tabel hasil pengamatan variasi massa troli. 5. Letakkan beban dengan massa 200 gram diatas troli dan gantungkan bebas dengan massa 100 gram. Catat waktu yang diperlukan untuk menempuh lintasan pada tabel hasil pengamatan variasi massa gantung. 6. Ulangi langkah no.5 dengan mengganti massa gantung menjadi 150 gram. Tabel 1. VARIASI MASSA TROLI s = 78 cm = 0,78 m g =10 m/s2 No Masaa Troli/mt (kg) 1 buah 1 ............. 1 buah + beban 200gram ............. Beban Gantung/mg (kg) Waktu (s)
a 2s t2

2

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

11

Tabel 2 VARIASI MASSA BEBAN GANTUNG s = 78 cm = 0,78 m g = 10 m/s2 Masaa Troli/mt (kg) 1 buah + beban 200gram Beban Gantung/mg (kg) Waktu/t (s) F (mgg) (N)

No

a

2s t2

1

2

...............

IV. Bahan diskusi 1. Bagaimana pengaruh massa troli terhadap percepatan troli (lihat data tabel 1) ? Tuliskan hubungannya secara matematis!

2. Bagaimana pengaruh beban gantung (gaya tarik) terhadap percepatan troli (lihat data tabel 2)? Tuliskan hubungannya secara matematis!

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

12

3. Buatlah kesimpulan mengenai hubungan antara massa benda yang bergerak (masa troli) dan gaya yang bekerja pada troli (beban gantung), dengan percepatan troli. Tuliskan hubungannya secara matematis!

4. Dari simpulan yang diperoleh, tentukanlah solusi dari permasalahan di atas

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

13

Lampiran 2 KUIS 1. Pada jalan-jalan besar seperti di Denpasar kita sering membaca tulisan “Gunakan Sabuk Keselamatan”. Jelaskanlah mengapa jalan-jalan besar sering tertulis pesan seperti itu? 2. Made mengendarai mobil yang massanya 1000 kg dengan percepatan 5 m/s2. Berapakah gaya total yang dibutuhkan?

KUNCI JAWABAN KUIS

1. Tulisan yang berada di jalan-jalan tersebut berfungsi untuk mengingatkan para pengemudi agar selalu menggunakan sabuk keselamatan untuk menghindari kecelakaan akibat adanya sifat kelembaman benda. Jika pengemudi tidak menggunakan sabuk keselamatan, mungkin pada saat tibatiba ngerem mendadak dia akan terdorong kedepan dan kepalanya bisa membentur stir mobil. Fenomena ini terjadi akibat benda cendrung mempertahankan keadaan bergeraknya. Sedangkan pada saat mulai melaju dengan kencang dari keadaan diam, pengemudi akan terdorong kebelakang akibat benda mempertahankan keadaan diamnya. 2. Diketahui: m : 1000 kg a : 5 m/s2 Ditanya:

 F  .........?
Jawab:

 F  ma
 F  1000kg  5 s
m
2

 F  5000N
Jadi gaya yang dibutuhkan adalah sebesar 5000 N

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

14

Lampiran 3
PEKERJAAN RUMAH

1. Agus ingin memindahkan 2 buah patung. Patung yang satu ukurannya besar dan yang satunya lagu ukurannya kecil. Kedua patung terbuat dari bahan yang sama. Hanya saja patung yang besar massanya 25 kg sedangkan yang kecil massanya 5 kg. Analisislah fenoma tersebut, patung manakah yang lebih susah dipindahkan? 2. Lengkapilah tabel yang kosong berikut dengan menggunakan hukum II Newton tentang gerak Resultan Gaya (N) 2,0 Massa (kg) 8,0 2,5 4,0 Percepatan (m/s2)

3. Manakah yang lebih banyak menghabiskan bensin antara bus dengan mobil avansa, jika kedua kendaraan tersebut menempuh lintasan yang sama? (catatan: semakin besar gaya maka energi yang dibutuhkan semakin besar)

KUNCI JAWABAN PEKERJAAN RUMAH

1. Patung yang lebih susah dipindahkan adalah patung dengan ukuran yang lebih besar karena massanya lebih besar. Benda yang massanya lebih sukar dipindahkan dibandingkan dengan massa yang lebih kecil karena benda yang massanya lebih besar sifat kelembamannya atau sifat benda yang cendrung mempertahankan keadaannya (diam atau bergeraknya) lebih besar. 2. Tabel yang kosong dibawah dapat dilengkapi dengan menggunakan hukum II Newton tentang gerak sebagai berikut: Resultan Gaya (N) 2,0 10,0 Massa (kg) 8,0 2,5 Percepatan (m/s2) 0,25 4,0

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

15

3. Mobil yang lebih banyak menghabiskan bensin adalah bus. Karena massa bus lebih besar sehingga gayanya juga lebih besar dari gaya yang diperlukan dari mobil avansa tersebut. g Gaya yang dibutuhkan oleh bus Gaya yang dibutuhkan oleh mobil avansa adalah

F

b

 mb a

F

m

 mm a

Karena percepatan kedua kendaraan sama dan mb > ma maka gaya yang dibutuhkan oleh bus lebih besar daripada gaya yang dibutuhkan oleh mobil avansa sehingga energi yang dikeluarkan oleh bus lebih besar maka bensin yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi menjadi lebih besar.

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

16

Lampiran 4 PEDOMAN PENILAI AN KUIS Soal Kriteria memberikan jawaban yang benar dan disertai dengan penjelasanya singkat dan jelas memberikan jawaban yang benar namun penjelasanya masih ada kekeliruan memberikan jawaban yang ada unsur benarnya jawaban salah Tidak memberikan jawaban sama sekali Memberikan jawaban yang benar dan disertai dengan cara penyelesaian yang tepat Memberikan jawaban yang benar namun cara penyelesaiannya masih ada kekeliruan Memberikan jawaban yang benar namun tidak disertai dengan cara penyelesaian Mencoba memberi jawaban, tetapi salah total Tidak memberikan penyelesaian sama sekali Skor 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0

1

2

Nilai 

 Scor  100
8

PEDOMAN PENILAI AN TUGAS RUMAH Soal Kriteria memberikan jawaban yang benar dan disertai dengan penjelasanya singkat dan jelas memberikan jawaban yang benar namun penjelasanya masih ada kekeliruan memberikan jawaban yang ada unsur benarnya jawaban salah Tidak memberikan jawaban sama sekali Kedua tabel yang dilengkapi benar Hanya satu yang benar dari tabel yang dibuat Memberikan jawaban yang ada unsur benarnya Mencoba memberi jawaban, tetapi salah total Tidak memberikan penyelesaian sama sekali Skor 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0

1&3

2

 Scor  100 Nilai 
12
Hukum I Newton dan Hukum II Newton
17

Lampiran 5
LEMBAR OBSERVASI KOMPETENSI AFEKTIF SISWA Pertemuan ke : …………………… Hari/tanggal : …………………… Pokok bahasan : Hukum Newton I dan II

Mata pelajaran : Fisika Kelas : X1 Semester : 1

INDIKATOR A1
No.

Scor A4 (Mengelola) A5 (Menghayati) a b c d

A2 (Menanggapi) a b c d a

NAMA SISWA

(Menerima) a b c d

A3 (Menilai) b c d

a

b

c

d

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

ADI KARSINI KADEK AGUS BUDI ARTAWAN I GEDE AGUS SWASTIKA PUTRA KOMANG ARI PRATAMA KADEK AYU ARSIH TRISNA DEWI LUH PUTU CANDRA WIDNYANA GUSTI PUTU DARMAWEDA IDA BAGUS DEVI KRISNAYANTI NI PUTU DIAN NOVITA SARI LUH ERA YUDI PRATAMI LUH ESTI FERYANI AGUNG FELISIA NADHINE CHANIA HENY SEPRINA DEWI NI KADEK INDRA MUHINDRA INDRAWAN I AGUNG KURNIAWAN GEDE

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

18

17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

LISA URESTIA ANJANI KADEK NARAYAN GEDE PUTRA KEMENUH IDA BAGUS KADE RANU SURYANI NI PUTU SUARCAYA IDA BAGUS KOMANG SUNTARIASIH NI LUH SUYENI PUTU WIDIARTINI KOMANG YUDHI SULASMA MADE YULIUS PURNA DWIPAYANA I GEDE YUNI ANTARI KOMANG

Keterangan Skor 0 : apabila tidak ditampilkan peserta didik Skor 1 : apabila ditampilkan peserta didik Skor minimal : 0 Skor maksimal : 20 Singaraja, Mahasiswa PPL-Real 2011

I Kadek Agus Putra Wijaya NIM 0813021054

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

19

Lampiran 6
PEDOMAN OBSERVASI AKTIFITAS BELAJAR PESERTA DIDIK

1. Antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran (A1). a. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru. b. Peserta didik tidak mengerjakan pekerjaan lain. c. Peserta didik spontan bekerja apabila diberi tugas. d. Peserta didik tidak terpengaruh situasi di luar kelas. 2. Interaksi siswa dengan guru (A2). a. Peserta didik bertanya kepada guru. b. Peserta didik menjawab pertanyaan guru. c. Peserta didik memanfaatkan guru sebagai narasumber. d. Peserta didik memanfaatkan guru sebagai fasilitator. 3. Interaksi antar peserta didik (A3). a. Peserta didik bertanya kepada teman dalam satu kelompok. b. Peserta didik menjawab pertanyaan teman dalam satu kelompok. c. Peserta didik bertanya kepada teman dalam kelompok lain. d. Peserta didik menjawab pertanyaan teman dalam kelompok lain. 4. Aktifitas Peserta didik dalam kelompok (A4) a. Peserta didik mengemukakan pendapatnya. b. Peserta didik menanggapi pertanyaan/pendapat teman sejawat. c. Peserta didik mengerjakan tugas kelompok. d. Peserta didik menjelaskan pendapat/pekerjaannya. 5. Partisipasi Peserta didik dalam menyimpulkan hasil pembahasan (A5) a. Peserta didik mengacungkan tangan untuk ikut menyimpulkan. b. Peserta didik merespon pernyataan/simpulan temannya. c. Peserta didik menyempurnakan simpulan yang dikemukakan oleh temannya. d. Peserta didik menghargai pendapat temannya.

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

20

Lampiran 7

PEDOMAN PENILAIAN PSIKOMOTOR
Nomor Butir Aspek Keterampilan Skor 5 4 3 2 1 Scor Butir

Menggunakan alat dan bahan yang tepat 1 2 3 Mengambil alat dan bahan yang tepat (sesuai dengan spesifikasi praktikum) Mencermati keadaan alat dan bahan yang akan digunakan (mengkalibrasi) Menggunakan alat dengan berhati-hati

Merancang percobaan sesuai dengan petunjuk pada LKS Merangkai alat sesuai dengan petunjuk pada LKS 2 Mengadakan pembagian tugas dalam perancangan alat Mengumpulkan data hasil percobaan dengan runut dan tepat 1 2 3 4 Mengadakan pembagian tugas dalam pengambilan data Mencatat data pada LKS sesuai dengan hasil praktikum Mengolah data hasil praktikum Mendiskusikan hasil yang diperoleh 1

Keterangan: 5 = amat baik 4 = baik 3 = cukup 2 = kurang 1 = sangat kurang

Nilai tiap tagihan:

Nilai 

 Scor 100
45

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

21

Lampiran 8
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN PSIKOMOTOR Mata Pelajaran Kelas/Program Semester/Tahun Pelajaran Kompetensi Dasar : Fisika : X-1 : 1 (Satu)/2011/2012 : Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan Aspek Yang Dinilai Skor 22 NO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

NAMA
ADI KARSINI KADEK AGUS BUDI ARTAWAN I GEDE AGUS SWASTIKA PUTRA KOMANG ARI PRATAMA KADEK AYU ARSIH TRISNA DEWI LUH PUTU CANDRA WIDNYANA GUSTI PUTU DARMAWEDA IDA BAGUS DEVI KRISNAYANTI NI PUTU DIAN NOVITA SARI LUH ERA YUDI PRATAMI LUH ESTI FERYANI KETUT FELISIA NADHINE CHANIA HENY SEPRINA DEWI NI KADEK INDRA MUHINDRA INDRAWAN I KETUT KURNIAWAN GEDE LISA URESTIA ANJANI KADEK NARAYAN GEDE PUTRA KEMENUH IDA BAGUS KADE RANU SURYANI NI PUTU SUARCAYA IDA BAGUS KOMANG SUNTARIASIH NI LUH SUYENI PUTU WIDIARTINI KOMANG YUDHI SULASMA MADE YULIUS PURNA DWIPAYANA I GEDE YUNI ANTARI KOMANG Jumlah Rerata Ketuntasan

L/P 1 P L L L P L L P P P P P P L L L P L L P L P P P L L P

A 2 3 1

B 2 1 2

C 3 4

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

Nilai

Keterangan: A : Menggunakan alat dan bahan yang tepat B : merancang percobaan sesuai dengan petunjuk pada LKS C : mengumpulkan data hasil percobaan dengan runut dan tepat Singaraja, 29 Oktober 2011 Mahasiswa PPL-Real

I Kadek Agus Putra Wijaya NIM 0813021054

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

23

Lampiran 9
BAHAN AJAR Hukum Newton I dan Hukum Newton II

Hukum-hukum Newton tentang gerak ada 3, namun pada pertemuan hari ini kita akan mempelajari mengenai Hukum I Newton dan Hukum II Newton 1. Hukum I Newton Pengamanatan dan kesimpulan Galileo dipelajari ulang oleh Isaac Newton, sampai ia berhasil menyatakan hukum pertamanya tentang kaitan gaya dan gerak, yang disebut hukum I Newton. Hukum I Newton berbunyi: Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, benda yang mulamula diam akan terus diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap. Persamaannya secara matematis

F  0
Hukum I Newton juga menggambarkan bahwa suatu benda akan cendrung mempertahankan keadaan diam atau keadaan bergeraknya. Untuk memahami pernyataan ini, lakukanlah praktikum dengan antusias. Dari kegiatan yang dilakukan dapat kita pahami bahwa suatu benda cendrung mempertahankan keadaan geraknya. Benda yang mula-mula diam akan mempertahankan keadaan diamnya (malas bergerak)., dan benda yang mula-mula bergerak akan mempertahankan keadaan bergeraknya (malas berhenti). Sifat benda yang cendrung mempertahankan keadaan geraknya (diam atau bergerak). Inilah yang disebut sebagai kelembaman atau inersia (kemalasan). Oleh karena itu Hukum I Newton disebut juga Hukum Kelembaman atau Hukum Inersia. Sedangkan ukuran kuantitas kelembaman suatu benda adalah besaran massa. Makin besar massa benda, makin besar kelembaman benda (makin sukar digerakkan atau dihentikan). Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui penerapan prinsip Hukum I Newton seperti pada saat mengendarai sepeda motor, tiba-tiba ada orang nyebrang sembarangan sehingga anak-anak harus ngrem mendadak. Kemanakah badan anak-anak akan terlempar pada saat ngrem tersebut? badan anak-anak pasti akan

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

24

terlempar kedepan. Peristiwa ini terjadi karena adanya hukum kelembaman, kita yang sedang bergerak kedepan bersama sepeda motor cendrung tetap mempertahankan keadaan gerak kedepan. Ketika kita ngerem mendadak, kita tetap mempertahankan gerak kedepan. Sebai akibatnya, kita terdorong kedepan. Begitu juga dengan peristiwa pada saat anak-anak dalam keadaan berhenti di traffik light pada saat lampu merah menyala dan kemudian anak-anak menarik gas dengen kencang ketika lampu warna hijau menyala badan anak-anak akan terlempar kebelakang (jelaskan). Dari situasi diatas carilah mengapa di jalan-jalan besar seperti di Denpasar sering tertulis pesan “GUNAKAN SABUK KESELAMATAN”? 2. Hukum II Newton Hukum I Newton berkaitan dengan gerak suatu benda ketika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol (  F  0 ). Pada keadaan seperti ini kecepatan benda adalah tetap atau benda mengalami gerak lurus beraturan. Kita katakan bahwa benda tidak mengalami percepatan atau percepatannya nol. Bagaimana jika pada benda bekerja sebuah gaya atau beberapa gaya yang resultannya tidak nol? Pada keadaan seperti ini ternyata kecepatan benda selalu berubah. Kita katakan bahwa benda mengalami percepatan. Jelas bahwa ada kaitan antara resultan gaya dengan percepatan yang ditimbulkannya. Kaitan antara percepatan dan resultannya inilah yang diselidiki oleh Newton, sehingga dia berhasil mencetuskan hukum keduanya tentang gerak, yang dikenal sebagai Hukum II Newton. Bunyi hukum II Newton sebagai berikut. Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekera pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda. Secara matematis, persamaan hukum II Newton dinyatakan sebagai berikut:
a

F
m

atau

 F  ma

Keterangan: a : percepatan benda (m/s2) ∑F : resultan gaya yang bekerja pada benda (N) m : massa benda (kg)

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

25

Untuk mengetahui satuan dari gaya kita masukkan satuan-satuan dari besaran massa dan percepatan ke dalam persamaan 2. Satuan F = (satuan m)  (satuan a) 1 N = (1 kg)  (1 m s 2 ) I N = 1 kg
m s2

Berdasarkan hubungan tersebut, kita dapat mendefinisikan 1 newton sebagai berikut. Satu Newton (ditulis 1 N) didefinisikan sebagai gaya yang menghasilkan percepatan 1 m/s2 ketika gaya ini diberikan pada benda bermassa 1 kg. Pada kehidupan sehari-hari sering kita temui fenomena Hukum II Newton seperti, manakah yang membuat anak-anak lebih capek ketika mengendarai sepeda sendiri atau mengendarai sepeda sambil membonceng seseorang jika menempuh jarak yang sama dan sepeda yang sama serta percepatan sama?. Anakanak pasti akan lebih capek mengendari sepeda dengan membonceng seorang teman karena gaya yang anak-anak keluarkan untuk menggerakkan sepeda dengan memboceng seorang teman lebih besar daripada gaya yang anak-anak keluarkan ketika tidak ada boncengan. Secara matematis dapat juga ditulis Tanpa Boncengan Membonceng Seorang Teman

F

0

 m0 a

F

1

 m1a

Masa ketika tanpa boncengan (m0) merupakan masa anda ditambah masa sepeda sedangkan massa ketika membonceng seorang teman (m1) merupakan masa anda titambah masa teman dan ditambah masa sepeda. Karena m 0 < m1 maka F1 akan lebih besar dari F0 sehingga dapat diketahui bahwa gaya yang kita keluarkan lebih besar ketika membonceng seorang teman. Hukum II Newton menjelaskan satu alasan mengapa sebuah mobil kecil memiliki pemakaian bensin yang lebih irit daripada mobil besar. Misalnya percepatan kedua mobil adalah 1 m/s2. Massa mobil kecil adalah 750 kg. massa mobil besar adalah 1000 kg. Menurut Hukum II Newton, gaya yang diperlukan oleh mobil kecil adalah 750 kg x 2 m/s2 = 1500 kg m/s2 atau 1500 N. Sedangkan gaya yang dibutuhkan oleh mobil besar adalah 1000 kg x 2 m/s2 = 2000 kg m/s2 atau 2000 N. Tampak bahwa lebih banyak bensin perlu dibakar dalam mobil yang besar untuk menghasilkan gaya tambahan.

Hukum I Newton dan Hukum II Newton

26

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful