Bab 1

BAB 1 PENDAHULUAN

Syari'at Islam merupakan syari'at penutup untuk syari'at-syariat agama terdahulu. Karena itu syari'at Islam adalah syari'at yang paling lengkap, yang mengatur kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan melalui ajaran Islam tentang akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Kemudian, terkait dengan pola pikir yang dipergunakan dalam menetapkan da'aimul ahkam antara sebagai kerangkah filosofis dalam hukum islam adalah agar antara Musyarri' (pembuat hukum syariah), Mukallaf (Penerima Taklif) dan syara' (Objek yang dilakukan ) terjadi relevansi yang integral dimana mukallaf tidak merasa keberatan dalam menjalankan syara' dan membawa kemaslahatan dalam kehidupannya. Sedangkan bagi syara' sendiri dapat dapat berlaku untuk totalitas masyarakat yang bernaung dibawanya tanpa melihat perbedaan tertentu sehingga ia menjadi pemersatu bagi konflik dan problem masyarakat. Sedangkan bagi musyarri' merupakan sebuah referensi utama dalam kaitannya ini, bila suatu saat terjadi ketegangan-ketegangan maka ketegangan itu cukup dikembalikan pada yang membuat syariah dan kebijaksanaan Musyarri selalu menguntungkan bagi Mukallaf, walaupun membuat standartd Mukallaf kebijakan itu kelihatannya tidak manusiawi.

Secara garis besar dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan a'damul Haraj adalah membuang jauh-jauh hal-hal yang menyababkan kesulitan dalam kehidupan. tak dipaksa). Misalnya manusia diciptakan dalam kondisi lemah. Taklif tidak dibebankan kecuali sebagai sebatas kemampuan manusia dengan begitu memungkinkan semua taklif dapat melaksanakan. maka taklif dibebankan jika mukallaf itu telah sempurna (berakal. Taklif yang dibebankan sering dengan perwatakan manusia sehingga meringankan beban. karena ketika hal-hal yang dimaksud diatas tidak dihilangkan maka akan mendatangkan sesuatu yang mengundang permasalahan. Surat An-Nasi’:28 ------------------------------------------------------------------------------------ . Surat Al-Baqarah:289 ------------------------------------------------------------------------------------Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Engkaulah penolong kami. janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orangorang sebelum kami. dewasa. A'damul Haraj atau Nafyul Haraj Yakni meniadakan segala yang menyulitkan atau meniadakan kepicikan. janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami. (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Firman Allah SWT.1. ampunilah Kami.BAB II PEMBAHASAN 2. beri ma'aflah Kami. Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." b. dan rahmatilah kami. Adapun indikasi asas A'damul Haraj adalah sebagai berikut: a. khususnya dalam perbincangan islam. Ya Tuhan kami. janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

sehingga orang mukallaf merasa keberatan atau dipaksa dalam menjalankan taklif. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran). yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adanya beberapa alternatif dalam taklif. Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri. Fushshilat:46) Setiap taklif yang diberikan selalu selaras dengan kemampuan manusia.S. -----------------------------------------------------------------------Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat. Surat Al-Maidah :6 ---------------------------------------------------------Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. Dengan atas dasar tersebut diterapkan. Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan . An-Nasi’:28) c. dan manusia dijadikan bersifat lemah”. Memberikan semacam motivasi dan pemberian penghargaan bagi pelaksana taklif. nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. dan sekali-kali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hambaNya”. mereka Itulah orang-orang yang beruntung.S. memuliakannya. -------------------------------------------------------------------------------Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul. (Q. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. (Q. sehingga terkesan semua taklif Allah yang mebebankan pada manusia tidak memberatkan. sehingga dalam kondisi tertentu seorang mukallaf dapat memilih alternatif yang diberikan.Artinya: "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. Maka orang-orang yang beriman kepadanya." d. Allah SWT membuat hukum adalah untuk kepentingan manusia karena itu semua yang ditaklifkan dapat disanggupinya.

Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). boleh melakukan transaksi pesanan (Aqad salam). meninggalkan puasa wajib. Al-Mardl (Sakit) Dalam kondisi sakit seorang diperbolehkan bertayamum bila takut menyentuh air. Al-Usru (Kesulitan) Dalam kondisi ini seseorang diperbolehkan shalat dalam pakaian yang najis ma'fu. 3. diperbolehkan meninggallkan shalat jum'at dan dapat diganti dengan sholat Dhuhur da sebagainya. Kebolehan melihat wanita dalam proses belajar-mengajar. berobat pada sesuatu yang najis tidak apa-apa. sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. An-Nisyan Lupa makan dalam puasa tidak batal 5. seperti mengenai darah nyamuk yang sulit dihindari. dan jika kamu junub Maka mandilah. Allah tidak hendak menyulitkan kamu. boleh menggugurkan puasa. 2. berbaring dan sebagainya. Al-Maidah :6) Untuk merealisir atas tersebut. Jalaluddin Abdurrahman Asy-syuthi dalam bukunya" AL-Asyba Wan Nadhoir Fil Furu'" Menerangkan 7 masalah yang merupakan keringanan bagi mukallaf yaitu: 1. menjama' dua shalat. Al-Ikrah Dalam kondisi ini seseorang diperbolehkan memakan bangkai.S. berobat dengan benda najis. (mengumpulkan) dan mengqosor (meringkas) shalat. memakai muza boleh 3 hari. lalu kamu tidak memperoleh air. diperbolehkan shalat dalam keadaan duduk.kedua mata kaki. supaya kamu bersyukur". 4. tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu. kebolehan .(Q. meninggalkan shalat jum'at. As-Safar (Bepergian) Dalam kondisi bepergian seorang diperbolehkan Menjama'. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan.

Seperti menggugurkan kewajiban sholat Jum'at.  Tahfiful Tanqish Meringankan dengan cara mengurangi kadar yang ditetapkan. mendahulukan zakat Fitra Sebelum Idul Fitri  Tahfifu Ta'khir . 6. Misalnya wudhu dapat diganti dengan tayamum.memilih kafarot dalam denda hajji. da sebagainya 7. Hajji. An-Naqsu (Kurang Sempurna) Tidak hanya sebatas yang telah dipaparkan diatas bahwa dalam melaksanakan syari'at islam. Misalnya shalat Qoshor yang semula 4 Rakaat menjadi 2 rakaat. ketika mendaptkan kondisi yang kurang memungkinkan melaksanakan dengan sempurna. oleh karena itu Asy-Syuyuthi menerangkan bentuk-bentuk keringanan dalam hukum islam. karena ada halangan. Al-Jahlu (Bodoh) Dalam keadaan ini seseorang boleh tidak membaca Ftihah dalam sholat dan boleh diganti dengan bacaan lain. maka hamba Allah akan mendapatkan keringanan untuk melaksanakan syari'at tersebut. sangsi bersenggama dalam bulan ramadhan.  Tahfiful Ibdal Meringankan dengan cara menggantikan pada alternatif lain. Jihad. Jama' yang semula 5 waktu menjadi 3 waktu. Antara lain:  Tahfiful Isqoth Meringankan dengan cara menggugurkan kewajiban. dhinar. Umrah. berdiri dalam sholat dapat diganti dengan duduk atau berbaring bagi orang-orang yang sakit  Tahfifu Taqdim Meringankan dengan cara mendahulukan zakat sebelum masa haulnya (setahun).

demi memberi kelonggaran kepada manusia. .  Tahfifu Taghyir Meringankan dengan cara merubah ketentuan umum. karena kalau dipaksakan untuk tetap melakukan hal itu maka kesulitan akan bertambah banyak dan tentunya akan malah menganggu kegiatan yang akan dilakasanakan. diperbolehkan memakan bangakai ketika keadaan terpaksa.2. Asas ini dimaksudkan agar kewajiban agama kepada umat mmanusia untuk tidak menyulitkan dan menyusahkan dirinya sendiri dalam megerjakan syari'at agama islam. Misalnya diperbolehkan menggunkan obat bius ketika operasi pembedahan. misalnya perundang-undangan yang belum diketahui. dalam arti tidak menanyakan sesuatu tentang masalah yang belum dan tidaka ada ketetapan hukumnya. Taqlilut Takalif Menyedikitkan beban merupakan hasil yang mesti (akibat logis) bagi tidak adanya menyulitkan. Dalam hal ini mengingatkan kepada manusia agar dapat menahan diri. Dari penjelasan itu bisa diperjelas bahwa yang dimaksud adalah meringankan atau menyedikitkan beban suatu hal agar kesulitan tidak lagi bertambah banyak. Dan kemudian permasalahan itu dapat dipermasalahkan itu dapat dipecahkan melalui kaidahkaidah umum.Meringankan dengan cara mengakhirkan shalat Jama' dhuhur pada waktu shalat ashar (jama' Ta'khir) mengakhirkan puasa Rmadhan pada waktu yang lain ketika berhalangan. dan agar permasalahannya untuk sementara dibiarkan saja.  Tahfifu Tarkhis Meringankan dengan cara memberikan kemurahan. Misalnya boleh berubah Format jamaah shalat ketika waktu perang (shalat khauf) 2. karena didalam banyaknya bebanan yang berakibat menyulitkan.

karena kaumnya banyak tanya sehingga sapi tersebut diberi Kreteria betina. janganlah kamu menanyakan . persetujuan. bila dilihat menyenangkan hati. belum pernah dibuat untuk membajak. dan kerelaan kedua belah pihak yang melakukan muamalah tersebut. baik dalam masalah ibadah maupun dalam masalah muamalah. asalkan sudah dipenuhikesepakatan. maka terlihatlah bahwa perintah-perintah dan larangan-larangan agama islam itu bisa dilaksanakan tanpa banyak kesulitan. diserahkan diserahkan sepenuhnya soal pengaturan dan pelaksanaannya kepada manusia. walaupun mereka menemukan tetapi hampir saja ia tidak mendapatkannya. karena dengan melihatnya sedikit memungkingkan untuk mengetahuinya dalam waktu sekilas dan mudah mengamalkannya. sedangkan muamalahnya selain yang sudah jelas dilarang. Dan kalau kita meneliti perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada didalam al-Qur'an. yang mana para sahabat pada waktu dulu tidak suka bertanya mengenai hal-hal yang belum dan atau tidak terjadi. dapat dimunculkan sebuah cerita yang dialami pada masa sahabat dulu. juga tidak banyak menyita tenaga dan waktu. tidaklah benyak perincian-perincian terhadap orang-orang yang mau berpegang dengan kitab Allah yang kuat. Larangan bertanya tentang sesuatu yang bila diterangkan maka keterangan itu merupakan hukum baru yang dapat memberatkan manusia. tidak tercatat dan berbelang. Ibadah dalam islam dapat dilakukan dengan tanpa susah payah. Indikasi asas ini adalah sebagai berikut: a. tidak tua dan tidak muda tetapi pertengahan antara keduanya. berwarna kuning tua. Walaupun Musyarri' dzat yang sempurna dalam membuat hukum syara'. Bukan menurut kreteria Musyarri' sendiri. Orang yang menyibukan diri terhadap al-Qur'an untuk melihat perintahperintah dan larangan-larangan yang ada didalamnya niscaya dapat menerima terhadap kebenaran pokok ini. Surat Al-Maidah 101 -------------------------------------------------------------------Artinya: "Hai orang-orang yang beriman.Dari pernyataan tersebut. tetapi kesempurnaan itu bukan menurut ukuran kemampuan manusia. Misalnya kisah penyembelihan sapi pada masa Nabi Musa.

Kewajiban mukallaf menerima taklif ada yang tidak sama ratakan. 97:1-3). karena kebijaksanaan Allah atas usulan Nabi-Nya maka shalat itu cukup 5 kali saja dalam sehari semalam tanpa mengurangi pahala shalat 55 kali tersebut. baru kemudian setelah puasa itu sudah mulai memasyarakat maka . Dan konon Nabi Muhammad semula menerima perintah shalat 55 kali sehari semalam. usia umat Muhammad tidak sepanjang usia umat Nabi-nabi lain tetapi kwalitas ibadanya tidak ada perbedaan karena memiliki " Lailatul Qodar" setahun sekali yang melipatkan pahala manusia sampai 1000 bulan (QS. setelah sholat itu memasyarakat. b. niscaya akan diterangkan kepadamu. c. Misalnya taklif shalat merupakan kewajiban Mutlak yang tidak boleh ditinggalkan. At-Tadrij fit Tasyri' Yaitu berharap berangsur-angsur dalam penetapan hukum. maka kebijakan itu digandakan samapai 700 pahala (Qs. Al-Maidah 101). Misalnya beramal satu kebajikan. 2:261). Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”. Demikian juga ibadah zakat dan hajji hanya berlaku bagi yang mampu. boleh duduk atau berbaring bagi yang sakit. boleh berdiri sendiri bagi yang kuasa. Asas ini dapat dilihat dalam hal ditetapkannya hukum-hukum dalam ibadah. kewajiban puasa semula hanya tiga hari dalam setiap bulan. Misalanya kewajiban sholat semula hanya dua kali dalam sehari. kondisi dan keadaan yang melatar belakangi. penerimaan itu dikaitkan dengan kemampuan. Kemudian. 2. Penyederhanaan kuantitas taklif bukan berarti mengurangi kwalitasnya. tetapitekniknya dapat berubah sesuai dengan kemampuan manusia. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu.3. barulah perintah melakukan sholat lima kali dalam semalam. Selain contoh itu.(kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan.S. (Q. yakni sholat pada pagi hari dua rakaat dan sholat pada waktu sore hariyang juag dua rakaat.

Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Minuman keras dilarang meleui tiga tahapan. sebanyak hari yang ditinggalkannya itu."(Q. pada hari-hari yang lain. Maka (wajiblah baginya berpuasa). sesuai dengan firman Allah: Surat Al-Baqarah 219 Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.S. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).(Q. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. Karena itu. karena sesuatu mengakibatkan dosa . bahwa dosa dn bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. supaya kamu bersyukur.perintah untuk melaksanakan puasa sebulan dalam bulan ramadhan yang sesuai dengan firman Allah: Surat Al-Baqarah 185: Artinya: "(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan. juaga bertahap. sekalipun secara tersembunyi mengandung pengertia tersebut." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). seperti minum minuman keras dan berjudi. Mula-mula minuman keras itu hanya dicela saja. Allah menghendaki kemudahan bagimu.S Al-Baqarah 219) Ayat ini tidak secara gamblang menerangkan keharamannya khamar dan tidak pula mengharuskan uman manusia meninggalkannya. terutama mengenai prilaku atau perbuatan manusia yang sudah membudidaya. Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.Al-Baqarah 185) Demikian pula dengan ditetapkannya hukum-hukumdalam muamalah.

Ar-Ruum 39). . An-Nisa' 130). 43) ketiga. Menerangkan sesuatu secara mujmal (global ) kemudian baru diberi tafshil (perincian). An-Nisa. Kemudian baru di beri keterangan tentang hukum/ perintah siap siaga (Qs Al-Anfal).dan bahaya itu seyogyanya ditinggalkan dan lagi halal dan haramnya sesuatu itu tergantung pada sedikit banyaknya maslahat dan mafsadahnya. bahwasannya minum khomer itu diharamkan secara Mutlak (Qs. Ali Imran. namun selanjutnya diharamkan. Berdiam diri. tahap penvonisan. Dr. Misalnya warisan sistem bangsa Arab diperbolehkan tetapi selanjutnya dibatalkan. Dalam hal ini semua yang ada dimuka bumi ini tidak lantas selesai dalam satu waktu. Prof. Kedua. Al-Baqarah 219). Al-Maidah. misalnya diperbolehkan jihad (perang) karena dianiayah (QS Al-Haaj. Khudlori bik. 1981:20). Selanjutnya Muhammad Ali Al-Shabani dalam "Tafsir Ayat Ahkam" menerangkan keharaman riba dengan 4 tahapan. allah mengaharamkan riba secara tegas (al-Sharikh). Kedua. Mengharamkan sesuatu secara bertahap. 3. tahap pembatasan dengan mengurangi minum Khomer ketika akan shalat (Qs. Namun hanya sebagai model Riba yang diharamakan. 2. hal ini menandakan bahwa dalam kehidupan manusia perlu adanya sebuah proses yang man proses tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama serta harus dilakukan secara berangsur-angsur. Tuhanpun menciptakan alam beserta isinya bertahap atau berangsurangsur. Oleh karena itu untuk merealisir asas At-Tadrij. yaitu: Pertama. Pertama. secara juz'I bukan kulli(Qs. Khomer itu boleh digunakan walaupun bahaya nya lebih besar dari manfaatnya. Ahmad Syalabi dalam bukunya "Tarikh At-Tasyri' Al.Islam" Mengemukakan 3 pokok pentahapan. tahapan ini berlaku untuk" Peringatan" (Qs. 39). Ketiga. 90) (Lihat. Muhammad Khudhori baik dalam "Tarikh Tasyri" Islami" menerangkan hukum pentahapan. yaitu: 1. allah mengharamkan Riba secara tersirat (AlTalwih) belum secara terang-terangan (Qs. allah menampakan kebencian terhadap riba walaupun belum diharamkan (Qs. Misalnya hukum keharaman Khomer. yakni jtidak memberi hukum kepada suatu kasus karena kasus tersebut untuk sementara waktu diperbolehkan.

30)keempat. 2. Adapun pembinaan hukum menurut Madani. sehingga ciri khas hukum islam tahap ini berupa evolusi. munakahah. Pembinaan hukum menurut Makki adalah global (garis besarnya) hanya sedikit saja al-Qur'an mengemukakan hukum-hukum secara detail atau terperinci. Atas dasar berangsur-angsur dalam membina hukum maka didapati pokok lain yaitu global kemudian detail. tanpa adanya pengecualiaan. Tidakkah kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?"(Q.4.(At-Tadrij). dan belum menyangkut masalah hukum falsafih.S Al-Baqarah:106) . Oleh karena itu kita melihat bahwa sebagian besar ayat-ayat yang dari padanya diistimbatkan hukum-hukum adalah Madaniyah sedangkan ayat-ayatMakkiyah hanya (menerangkan) hukum-hukum yang memelihara akidah seperti haramnya sembelihan-sembelihan yang tidak disebutkan nama Allah atasnya. Ini akan terlihat jelas mana kala membandingkan antara pembinan hukum menurut Makki Madani. Tahap Makki yang hanya menyentuk aspek-aspek aqidah. sebagian hukum Islam ada yang dinasakh. Karena itu. Riba diharamkan oleh Allah AWT secara mutlak. karena itu ia bersifat revolusi. Lebuh lanjut Muhammad Khudhori memberikan alasan At-Tadrij sebagai asas filsafat hukum islam bahwasanya hukum ditetapkan melalui dua tahap. atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya. maka al-Qur'an telah mengemukakan didalamnya banyak perincian-perincian hukum dibandingkan dengan Makki lebih-lebih yang berhubungan dengan kebendaan. sebagaimana tersebut dalamAl-Qur'an: Surat Al-Baqarah:106 ---------------------------------------- Artinya: "Ayat mana saja yang kami nasakhkan. Tahap kedua berupa tahap madani yang banyak menerangkan hukum falsafi seperti tata cara ibadah. Pembentukan dan pembinaan hukum Islam itu sejalan dengan kemaslahatan umat manusia. muamalah. kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Muthobiqon Lil Masholihil A'mah Yakni sejalan dengan kemaslahatan hukum.

Itulah sebabnya Imam Syafi'i mengubah sebagian fatwa hukumnya di Iraq. Karena memperhatikan kebaikan-kebaikan bagi manusia itu merupakan salah satu asas hukum islam. ketika beliau pindah ke Mesir. sehingga dalam mazhab Syafi'i terkenal dengan adanya istilah mazhab qadim (lama) di Iraq dan mazhab jadid di Mesir. sekalipun tidak semua hukum syara' itu disertai dengan penjelasan illat hukumnya. Filsafat hukum islam harus diorientasikan atau diasumsikan dari ciri-ciri khas syari'ah sebagai titah samawi yang mempunyai dimensi keuniversalan." (Jalaluddin Abdurrahman Asy-Syuyuthi:. dima manusia adalah penghuni alam semesta."(Hukum Itu berkisar sekitar motifnya.TT 66) Adapun tersebut menunjukan bahwa inti dari tujuan diadakan syariat islam adalah untuk kemaslahatan manusia. dan kemuthlakan sebab ia tercipta dari dzat maha muthlak.Memperhatikan kebaikan-kebaikan untuk manusia dalam urusan ibadah dan muamalah adalah sesuatu yang mendasar dan harus mendapat prioritas pertama dalam syari'at Islam. setelah enam belas bulan lamanya pindah Ke Baitullah Makkah (Al-Baqarah. Oleh sebab itu." Selanjutnya Asy-Syuyuthi dalam Al-Muwaqofoh berkata"dibuat hukum hanyalah . Ibnu Qoyyim menyatakan" Sesungguhnya syariah itu fondasi dan asasnya ialah Hikamh dan kemaslahatan hambah. 144). Mencermati segala problem fiqhiyah. baik adanya maupun tidak adanya). hal itu disebabkan karena memang situasi dan kondisi antar Iraq dan Mesir memiliki perbedaan. Misalnya Qiblat umat islam semual ke Baitul Maqdis. Lebih lanjut para ulama Fiqih merumuskan adagium" Al-Hukmu Yaduru ma'aillati Wujudan Wa'adaman. dimana syari'at islam harus bisa menjadi sebuah jembatan yang mengantarkan pada kemaslahatan umat manusia. maka sudah tentu hukum Islam itu dapat dipengaryhi (berubah) oleh perubahan situasi dan kondisi serta perubahan zaman. baik dalam kehiduapan akhirat. Halini terbukti dengan adanya penjelasan syar'I tentang illat hukumnya (motif atau alasan yang melatarbelakangi ketetapan hukum). Sebagai upaya mewujudkan kemaslahatan uamat. Karena itu setiap syariat yang tidak relevan dengan tuntutan masyarakat maka syariah itu dinasakh dengan syariah yang lain. Izzuddin Ibnu Abdis Salam menyatakan bahwa seluruh masalah Fiqhiyah harus diorentasikan pada kaidah "Menolak kerusakan dan menarik kemaslahatan.

Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. kecuali bagi orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah. . 2. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat.5. Keadilan sosial. dan yang terpenting adalah mewujudkan keadilan dan mencegah penganiayaan antar person. umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Tahqiqul Yaitu mewujudkan keadilan merata. dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. sistem hukum yang berlau harus uivikasi (seragam) untuk seluruh warga negara tanpa adanya dliskriminasi.Wasth. Operasionalitas keadilan harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan tanpa menyampingkan tradisi yang berlaku bahwa syariah itu berupsa hukum Taklif yang diterapkan atas dasar keadilan (Al. 2. Keadilan hukum. ----------------------------Artinya: "Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). memberi kesempatan yang sama untuk bekerja menurut kemampuan dan keahlian yang dimiliki. ia menghendaki adanay Ash-Sholeh dan Al-Ashlah. Golongan Mu'tazila sepakat bahwa hukum-hukum Allah Allah diilatkan dengan keharusan memelhara denagn kemaslahatan hamba dan itu menurut golongan yang terban7yak dari ahli hukum selanjutnya. Wahbah Az-Zuhailli dalam bukunya" Nadhiriyatud Dloruriyah Asy-Syariyah" menyatakan bahwa islam dibangun atas asas menghilangkan kesukaran dan kesulitan.Mujtama' Al-Insany Fi Dlillil Islam" Menyebutkan 3 kreteria keadilan. memelihara kemaslahatan manusia secara keseluruhan." Dus." Muhammad Abu Zahrah dalam bukunya " Al. yaitu: 1.untuk kemaslahatan umat didunia dam diakhirat. dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dr. Jika ia masih lemah maka perlu di perbantu. Al-I'dal).

sedangkan bagi Ariestoteles memandang keadilan dapat berarati distribusi yang mendudukan manusia pada tempatnya. Dalam leksiologi AL-qur'an term keadilan dapat diucpkan dengan "AlAdalah danAl-Wasth. Term tersebut merupakan rangkaian makna bahwa untuk menciptakan" Al-Adalah harus ditopang oleh Al-Wasath yakni tengah-tengah atau perpaduan antara semua bentuk keadilan. Jadi keadilanislam merupakan keadialn yang mutlak dan Universal karena ditopang oleh wahyu dan prinsip-prinsip hukum yang Fudamental. Namun keadilan bagi islam adalah keadilan yang Wasath yang mampu memadukan keadialn hukum dan keadialn moralitas. Bagi plato keadilan berarti kebaikan yang tidak dapat dijelaskan dengan argumentasi rasional. Keadilan bagi plato menekankan aspek moralitas sedangkan bagi Aristoteles menekankan pada aspek kepentingan hukum. dan menjaga diri dalam batas-batas yang ditentukan. bangsa. . anatar keadilan distributif dan korektif menuntut adanya perlakuan yang sama dalam pengadilan.3. Keadilan pemerintahan. bahasa dan budaya. dan berarti pula korektif yangdapat memberikan ganti rugi pada kesalahan atau kejahatan hukum. semua warga mempunyai kedudukan sama dalam pemerintahantanpa memperdulikansuku.

bisa dipertahankan atau tidaknya. Adapun indikasi asas A'damul Haraj adalah sebagi berikut: Taklif tidak dibebankan kecuali sebagai sebatas kemampuan manusia dengan begitu memungkinkan semua taklif dapat melaksanakan. maka sedikt sekali yang mungkin dapat disimpulkan. dan tentang hukum itu sesuai atau tidak dengan kebutuhan dan keinginan masyarakan yang selaku menikmat hukum dalam islam. Setiap sistem hukum mempunyai asas dan prinsip yang menjadi dasar dan tumpun hukum itu. khususnya dalam perbincangan islam. rahasia atau tujuan hukum islam. mabda' atau aturan-aturan yang digunakan untuk mengendalikan masyarakat islam yang diambil dari sumber hukum islam. diantaranya adalah bahwa dari beberapa istilah dan pengertian diatas maka yang dimaksud dengan filsafat hukum islam adalah setiap kaidah asas. secara garis besar dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan a'damul Haraj adalah membuang jauh-jauh hal-hal yang menyababkan kesulitan dalam kehidupan. Taklif yang dibebankan sering dengan perwatakan . sehingga diterima atau ditolak oleh masyakat yang terkena pemberlakuan hukum tersebut. baik yang menyangkut materinya maupun proses penetapannya. Atau dapat dikatakan "pengetahuan tentang hakikat. berat dan ringan pelaksanaannya.BAB III KESIMPULAN Dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari tuntunan dan tuntutan hukum. dan kebanyakan filusuf mengaggap keadilan sebagai keadilan tertinggi. Selanjutnya mengenai 'adamul haraj. Menurut aliran teologis hukum merupakan hasil dari pemikiran manusia dan amat behubungan dengan konsep tujuan tertinggi. karena ketika hal-hal yang dimaksud diatas tidak dihilangkan maka akan mendatangkan sesuatu yang mengundang permasalahan. karena setiap sistem hukum merupakan kebutuhan enterprise yang bertujuan bagi manusia. Dari itu apa yang sudah dipaparkan diatas. Dan dengan asas dan prinsip tersebut dapatlah dikaji tentang kuat dan lemahnya dasarnya.

dalam hal ini semua yang ada dimuka bumi ini tidak lantas selesai dalam satu waktu. Setelah itu penjelasan mengenai At-Tadrij fit Tasyri'. Filsafat hukum islam harus diorientasikan atau diasumsikan dari ciri-ciri khas syari'ah sebagai titah samawi yang mempunyai dimensi keuniversalan.manusia sehingga meringankan beban. hal ini menandakan bahwa dalam kehidupan manusia perlu adanya sebuah proses yang man proses tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama serta harus dilakukan secara berangsur-angsur. Selanjutnya. Kemudian terkait dengan pembahasan Taqlilut Takalif dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah meringankan atau menyedikitkan beban suatu hal agar kesulitan tidak lagi bertambah banyak. sehingga orang mukallaf merasa keberatan atau dipaksa dalam menjalankan taklif. Tuhanpun menciptakan alam beserta isinya bertahap atau berangsurangsur. dima manusia adalah penghuni alam semesta. Memberiakn semacam motivasi dan pemberian penghargaan bagi pelaksana taklif. karena kalau dipaksakan untuk tetap melakukan hal itu maka kesulitan akan bertambah banyak dan tentunya akan malah menganggu kegiatan yang akan dilakasanakan. . Adanya beberapa alternatif dalam taklif. Mencermati segala problem fiqhiyah. sehingga dalam kondisi tertentu seorang mukallaf dapat memilih alternatif yang diberikan. dan kemuthlakan sebab ia tercipta dari dzat maha muthlak. pengertiannya Muthobiqon hukum Lil Masholihil yang harus A'mah sejalan bahwa dengan adalah islam kemaslahatan hukum. dimana syari'at islam harus bisa menjadi sebuah jembatan yang mengantarkan pada kemaslahatan umat manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful