BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyakit diare merupakan salah satu penyakit utama yang banyak menimbulkan kematian dan kesakitan pada masyarakat, terutama anak-anak di negara berkembang. Diperkirakan 1000 juta kasus diare terjadi setiap tahun pada anak dan balita, dengan perkiraan 5 juta kematian terjadi setiap tahunnya, sekitar 80% kematian ini terjadi pada dua tahun pertama kehidupan anak (Sunato, 1999). Di Indonesia pada tahun 2008 dilaporkan telah terjadi KLB (Kejadian LuarBiasa) diare yaitu di 15 provinsi dengan jumlah penderita sebanyak 8.443orang, jumlah kematian sebanyak 209 orang atau Case Fertility Rate (CFR) sebesar 2,48%. Angka kesakitannya adalah sekitar 200-400 kejadian diare diantara 1000 penduduk setiap tahunnya. Dengan demikian di indonesia dapat di temukan sekitar 60 juta kejadian diare setiap tahunnya, dimana sebagian besar (70-80%) dari penderita ini adalah anak di bawah umur lima tahun (± 40 juta kejadian). Sebagian dari penderita (1-2%) akan jatuh ke dalam dehidrasi dan kalau tidak segera di tolong 50-60% diantaranya dapat meninggal. upaya pemerintah sudah semaksimal mungkin yaitu dengan penberian obat oralit.dan karna penduduk menyepelekan diare dengan tidak di bawa ke puskesmas atau ke rumah sakit terdekat sihingga banyak yang meninggal karena dehidrasi.

1

Menurut dianas kesehatan Jawa Barat (2004), masih tingginya angka kesakitan dan kematian diare disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain : kesehtan lingkungan yang belum memadai, keadaan gizi yang buruk, kepadatan penduduk yang tidak memadai, perilaku masyarakat yang buruk dalam pencegahan diare, rendahnya pendidikan tentang masalah kesehatan dan faktor sosial ekonomi, upaya dinkes jawa barat sudah semaksimal mungkin,tetapi hasilya belum teratasi karnaa terlambat dan menyepelekan, di bawa ke puskesmas sebagian besar balita yang terkena diare di kalangan menengah kebawah. Menurut dinas kesehatan kota cirebon pada tahun 2010 penderita diare balita seluruhnya 10.800 orang,dari jumlah tersebut dilayani oleh sarana kesehatan sebanyak 9.934 orang dan oleh kader kesehatan sebanyak 866. Jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang berjumlah 9.974 orang, terdapat peningkatan jumlah kejadian diare pada balita yang dilanyani pada tahun 2010. Dari wilayah kerja dinas kesehatan kota cirebon angka kejadian diare yang paling tinggi terdapat di puskesmas sitopeng mencapai 1.148 kasus, usaha pemerintah belum berhasil karena masih banyak balita yang meninggal karna diare karna penduduk meyepelekannya. Menurut data puskesmas wilayah kerja sitopeng angka kejadian diare pada tahun 2010 menunjukan sebanyak 70,5% sama dengan 954 penderita diare pada balita.dan pada tahun 2011 angka kejadian diare sebayak 59% Atau sama dengan 898 diare pada balita. Dari hasil pendahuluan dengan melakukan wawancara kepada perawat puskesmas sitopeng,upaya puskesmas menurunkan diare dengan pemberian obat oralit. Dari Stady pendahuluan kepada ibu yang mempunyai balita yang positif diare,mulanya saya mengenggapnya sepele karna sudah biasa di beri obat dari warung,tetapi

Tujuan khusus a.Cirebon. Rumusan Masalah Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang diare di Puskesmas Sitopeng Kec Harjamukti Kota Cirebon. Manfaat penelitian . Tujuan umum Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang diare di Puskesmas Sitopeng Kec.Harjamukti Kota. C. c. B. d. b.Cirebon 2. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu mempunyai balita tentang pencegahan diare di puskesmas sitopeng kecamatan harjamukti kota Cirebon D.Harjamukti Kota.dari penomena tersebut penulis tertarik melakukan penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang diare di Puskesmas Sitopeng Kec Harjamukti Kota Cirebon. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu mempunyai balita tentang pengertian diare di Puskesmas Sitopeng Kec. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu mempunyai balita tentantang tanda dan gejala diare di Puskesmas Sitopeng Keccamatan Harjamukti Kota Cirebon. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu mempunyai balita tentang penyebab diare di Puskesmas Sitopeng Keccamatan Harjamukti kota Cirebon. Tujuan Penelitian 1.tidak kunjung sembuh.

Perkembangan ilmu keperawatan Hasil penelitian ini diharapkan dapat di jadikan sebagai informasi tambahan yang berguna bagi perkembangan penelitian keperawatan berikutnya terutama yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang diare. E. Keaslian Penelitian Tabel 1. Bagi Puskesmas Dapat di pakai sebagai masukan data tentang kejadian diare di Puskesmas Sitopeng sebagai masukan bagi puskesmas dalam rangka pengambilan keputusan penanggulangan penyakit diare pada anak balita 3. 2.1.1 Keaslian Penelitian No Judul penelitian Upaya ibu yang memiliki balita Peneliti Ahmad yamin Tahun 2008 Perbedaan (metodologi) Populasi dan sampel: seluruh ibu yang 1. - . Bagi Peneliti selanjutnya Di harapkan hasil penelitian ini dapat di manfaatkan sebagai referensi dalam penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan gambaran tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang diare.

bebas : kejadian diare -instrumen penelitin Kuisioner tertutup .dalam pencegahan dan penanggulangan diare di daerah kerja puskesmas cililin - mempunyai balita yaitu berjumlah153 ibu yang mempunyai balita dengan sampel 18 ibu Tempat dan waktu penelitian: Tempat: puskesmas cililin garut Waktu : penelitian dilakukan Tanggal 10 desember 2009 variabel penelitian : v.terikat : perilaku hygiene v.

Definisi Pengetahuan merupaka hasil dari tahu. pendengaran. 2005:58). 2006:97) bahwa pengukuran pengetahuan dapat diperoleh dari kuesioner atau angket yang menanyakan isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden. Telaah Pustaka 1. Pengetahuan a. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat pengetahuan tersebut 6 . rasa dan raba. yakni indera penglihatan. penciuman. Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu dan setiap jenis pengetahuan mempunyai cirri-ciri spesipik mengenai apa (ontology). b.Aziz Alimul Hidayat. Penginderaan terjadi melalui pancaindera manusia. 2000).BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan merupakan proses belajar dengan menggunakan panca indera yang dilakukan untuk menghasilkan pengetahuan dan keterampilan (A. dan hal ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Cara mengukur tingkat pengetahuan Menurut (Arikunto. bagaimana (epistemology). Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo hal 121: 2003). dan untuk apa (aksiology) (Notoatmodjo.

3) Sosial Ekomomi Tingkat sosial ekonomi terlalu rendah sehingga tidak begitu memperhatikan pesan-pesan yang disampaikan karena lebih memikirkan kebutuhan. 2) Pendidikan Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap orang lain menuju ke arah suatu cita–cita tertentu (Suwono. Sedangkan kualitas pengetahuan pada masing – masing tingkat pengetahuan dapat dilakukan dengan skoring yaitu : 1) Tingkat pengetahuan baik bila skore atau nilai 76 – 100 % 2) Tingkat pengetahuan cukup bila skore atau nilai 56 – 75 % 3) Tingkat pengetahuan kurang bila skore atau nilai ≤ 55 % c.diatas. 1992) jadi dapat dikatakan bahwa pendidikan itu menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupannya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. semakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pula menerima pengetahuan yang dimilikinya (Nursalam & Pariani 2000:133). 1998:248). Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang. . Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan 1) Umur Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun semakin cukup umur. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja (Nursalam & Siti Pariani 2000:134).kebutuhan lain yang lebih mendesak (Efendi Nasrul.

3) Teman dan Keluarga Pengetahuan yang dimiliki seseorang bisa juga diperoleh dari teman. Koran. radio. 5) Sosial Budaya Sosial budaya yang ada pada masyarakat dapat mempengaruhi dari sikap dalam menerima informasi tentang kriteria tingkat pengetahuan. maka seseorang akan menyebarkan ide tersebut pada orang lain (Depkes RI.4) Lingkungan Menurut Ann. 4) Metode Ilmiah Pendekatan ilmiah adalah pendekatan yang paling tepat untuk mencari suatu kebenaran karena didasari pada pengetahuan yang terstruktur . Media massa berupa televise. Dengan merasakan manfaat dari suatu ide bagi dirinya. 2) Petugas Kesehatan Pengetahuan dapat diperoleh secara langsung dari petugas kesehatan (Notoatmodjo. tabloid dan lain-lain.Mariner yang dikutip dari Nursalam (2003) lingkungan merupakan seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok. 1997). Sumber-sumber Pengetahuan 1) Media massa Media massa merupakan salah satu perantara yang digunakan oleh sumber untuk mengirim pesan kepada penerima pesan (Anwar. 2002). 2003). d.

kebersihan.Jabar. akan tetapi alasan yang rasional sangat terbatas karena validitas alasan deduktif tergantung dari informasi dimana seseorang memulai.Kes. Pemikiran ini merupakan komponen yang penting dalam pendekatan ilmiah. Ibu a. bermain dan istirahat). walaupun status ekonominya cukup. 3.dan sistematis serta dalam mengumpulkan dan menganalisa datanya didasarkan pada prinsip validitas dan reliabilitas (Nursalam. bila pern ibu tidak memiliki pengetahuan dan ketermpilan mengelola rumah tangga yang sehat dapat tercermin dari menurunnya status kesehatan keluarga yang rendah. dan alas an tersebut mungkin tidak efisien untuk mengevaluasi akurasi permasalahan. 2001: 9). 2. waktu belajar. Pengertian Sebagai pengolola rumah tangga yang bertanggung jawab mengatur menyediakan kebutuhan setiap anggota keluarga yang sangat berhubungan dengan kesehatan (makanan. 2000). 5) Alasan Yang Logis Kita sering memecahkan suatu masalah berdasarkan proses pemikiran yang logis. Fungsi seorang ibu baik secara kodratnya atau pun kewajibannya dalam rumah tangga adalah cukup besar seperti halnya dalam memperhatikan kebersihan keluarga dan kesehatan dirinya dari mulai masa kehamilan sampai mengasuh anak supaya tetap sehat. Balita . (Dep.

halaman 13) Diare adalah buang air besar lembek atau cair dapat berupa air saja yang frekwensinya lebih sering dari biasanya (biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari) (DepkesRI. pada usia balita terjadi proses pertumbuhan yang telah berlangsung stabil ( Tanuwidjaya. kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir ( Soetjiningsih. 2000). Secara individu.2002) Anak Balita sebagai masa emas atau "golden age" yaitu insanmanusia yang berusia 0-6 tahun (UU No. (Dr. Jakarta 2007. Savitri Ramaiah. 4. baik disertai lendir dan darah maupun tidak.a. Pertumbuhn mulsi lambat pada umur pra sekolah kenaikan BB kurang lebih 2 kg/ tahun. 20 Tahun 2003). Pengertian Balita adalah seluruh laki laki dan perempuan yang berumur 1-5 tahun. Pengertian Diare adalah sebagai kondisi dimana terjadi perubahan dalam kepadatan dan karakter tinja cair dan keluarkan 3 kali sehari atau lebih.meskipun sebagian pakar menyebut anak balita adalah anakdalam rentang usia 0-8 tahun Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan yakni pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun dimana umur 5 bulan BB naik 2 kali BB lahir dan 3 kali BB lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4 kali pada umur 2 tahun. diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari Sedangkan menurut Widjaja (2002). Menurut WHO (1980). Diare a. .2001:85). diare diartikan sebagai buang air encer lebih dari empat kali sehari.

Menurut Mansjoer A (2003). Diare di definisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi perubahan dalam kepadatan dan karakter tinja dan atau tinja cair di keluarkan tiga kali atau lebih per hari(Dr. diare adalah buang air besar dengan konsistensi encer atau cair dan lebih dari 3 kali sehari. b. 9) kuman-kuman yang dapat menyebabkan diare a) virus yang menyebabkan diare (1) rotavirus.savitri Ramaiah). virus ini menyebabkan muntah-muntah dan diare pada anak-anak yang lbih besar b) bakteri yang biasa menyebabkan diare (1) e. ini adalah penyebab penting dari diare cair akut pada orang dewasa dan anak-anak. Penyebab Diare : 1) Minum air tidak dimasak 2) Makan jajanan kurang bersih 3) Makan dengan tangan yang kotor 4) Berak disembarang tempat 5) Mengguankan air kotor untuk keperluan sehari-hari 6) Makanan tidak ditutup sehingga dihinggapi lalat dan terkena debu dan kotoran 7) Ikan. ini adalah penyebab utama dalam usia dua tahun pertama. . (2) virus Norwalk.coli. jamur atau singkong dan makan makanan yang mengandung racun 8) Makanan dan minuman yang basi atau menggunakan zat pewarna berlebiha.

. Kerangka Teori Penelitian BAB III METODEOLOGI PENELITIAN . 3) Berikan makanan yang baru dimasak dengan baik dengan menggunakan air bersih. ini adalah penyebab diare yang paling umum salmomela. B. Pencegahan Diare : 1) Berikan hanya ASI selama 4 – 6 bulan pertama dan teruskan menyusui paling kurang selama tahun pertama. kebanyakan infeksi yang di sebabkan oleh konsumsi produk hewani yang terkontaminasi c. sebelum menyiapkan makanan dan setelah berak. Tanda Dan Gejala Diare : 1) Berak encer atau cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam 2) Gelisah dan rewel 3) Badan lemah dan lesu 4) Muntah-muntah 5) Rasa haus 6) Menurunnya nafsu makan d. 2) Berikan makanan penyapih bergizi yang bersih pada 4 – 6 bulan. 4) Semua anggota keluarga mencuci tangannya dengan air sabun sebelum makan. 5) Secepatnya membuang tinja anak kecil ke kakus.(2) shigella.

Desain Penelitian Desain penelitiannya adalah deskriptif. . Dalam penelitian inin penulis mendeskripsikan (memaparkan) tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang diare.S.A. yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran suatu keadaan secara objektif (Notoatmojo. Rancangan Penelitian 1. Harjamukti kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk pengetahuan bagaimana gambaran tingkat ibu yang mempunyai balita tentang diare di piskesmas sitopeng kec. 2002:138). dalam penelitian survey deskriptif ini penelitian diarahkan untuk mendeskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat itu. deskriptif tersebut dapat terjadi pada lingkup individu disuatu daerah tertentu (A. 2007 : 47). Cirebon. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey deskriptif non eksperimen. Aziz Alimul Hidayat. 2.

Ibu yang mempunyai balita b. atau wilayah yang ingin diketahui peneliti (Setiadi.( Arikunto. Teknik ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitiannya. benda. populasi dapat berupa orang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita 2. 3. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang diteliti. Ibu yang bisa baca tulis. berdasarkan ciri atau sifat populasi yang telah diketahui (Agus Riyanto.(Setiadi.1998:196) Pengambilan sampel dilakukan secara sampling purposive yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang telah dibuat oleh peneliti.B. Sampel Sample penelitian adalah sebagian dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi . Populasi dan Sampel Penelitian 1. Pada penelitian ini sampel yang dicari adalah ibu yang mempunyai balita diare selama 7hari. 2007:175). gejala. Teknik Sampling Teknik samping adalah teknik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi. .2007: 177) Adapun pemilihan sampel didasarkan atas kriteria inklusi pada penelitian ini adalah: a. Ibu yang bersedia menjadi responden c. 2011: 98).

.C. 2007:161) E. Tempat dan Waktu Penelitian Variabel Penelitian 1. ini dilaksanakan di Puskesmas Sitopeng Kec Harjamukti K0ta D. 2. sehingga define operasional ini merupakan suatu informasi ilmiah yang akan membantu penelitian lain yang ingin menggunakan variabel yang sama (Setiadi. Variabel Penelitian Variabel adalah karakteristik yang diamati yang mempunyai variasi nilai dan merupakan operasionalisasi dan suatu konsep agar dapat diteliti secara empiris atau ditentukan tingkatannya (Setiadi. Waktu Penelitian Waktu penelitian ini dari bulan Januari sampai dengan selesai. 2007:164). Tempat Penelitian Penelitian Cirebon. Definisi Operasional Adalah unsur penelitian yang menjelaskan bagaiman cara menentukan variabel dan mengukur suatu variabel.

2007:165). Instrument Penelitian dan Pengumpilan Data 1. 2002). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kuesioner tertutup dengan daftar pertanyaan yang disusun dan dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian dimana responden tinggal memberikan jawaban dengan tanda – tanda tertentu.1 Definisi Operasional No 1 Definisi Skala Alat ukur operasional ukur Gambaran Kemampuan Quesioner Ordinal Tingkat ibu dalam pengetahuan ibu menjawab yang mepunyai pertanyaan. Instrument Penelitian Instrument adalah alat ukur atau alat pengumpulan data pada pre test biasanya digunakan lagi pada post test (Setiadi. ( Arikunto. balita tentang Pengertian diare daere.penyebeb.Tabel 3. Variabel Hasil pengukuran Untuk keperluan deskriptif maka data di kategorikan sebagai berikut: 3 kategori : >76% : Baik 60%-75% : Cukup <60% : Kurang baik F. .2002) Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberi tanda – tanda pada tiap – tiap dari kuesioner tersebut (Arikunto. tanda dan gejala.

a. Berdasarkan tabel r diperoleh N = 30 taraf signifikan 5 % sebesar 0.Adapun alasan digunakan kuesioner tertutup adalah : a. instrument yang kurang valid berarti memulai validitas rendah (Arikunto. Item total statistik menyajikan hasil uji validitas yang ditunjukkan melalui Kolon Corrected Item-Total Correlation yang mengetahui butir soal mana yang valid dan butir soal mana yang tidak valid dapat dilakukan dengan membandingbandingkan koefesien validitas yang disebut dr-r hitung r tabel pada taraf signifikasi 5%. Sebaliknya apabila r hitung lebih kecil dari 0. (B. keterbatasan biaya dan waktu Kuesioner ini belum pernah diteliti dan instrument ini dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan konsep dan teori sehingga peneliti menganggap perlu untuk dilakukan uji validitas dan realibilitas dengan menggunakan bantuan program SPSS for windows 16. memberikan kemudahan kepada responden dalam menjawab b. Sebaliknya. 2006:168).361 apabila nilai r hitung lebih besar dari 0. 2010:70). lebih praktis dan sistematis c.361 maka dapat dinyatakan butir soal tersebut valid. Syarifudin. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrument.361 maka butir soal dinyatakan gagal. .0.

60.2010:70). . Uji realibilitas akan dilaksanakan setelah uji validitas . Reliabiltas statistic menyajikan koefesien reliabilitas yang dalam uji reliabilitas yang digunakan adalah uji reliabilitas cronbach_alpa. Adapun langkah-langkahnya :. Sebuah instrumen dikatakan reliabel apabila koefisien realibilitasnya di atas 0. 2010:147) Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner (terlampir) yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan konsep dan teori terkait berbentuk check list.lemah abang dengan menggunakan kosioner tertutup yang terdiri dari 30 pertanyaan pada bulan maret 2012 b. Angket adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) (Notoatmodjo. 2. Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan menggunakan angket/kuesioner.(B.Uji validitas akan dilaksanakan di puskesmas sindang kec. Syarifudin. Uji Reliabilitas Reliabilitas instrumen adalah adanya suatu kesamaan hasil apabila pengukuran dilaksanakan oleh orang yang berbeda ataupun waktu yang berbeda dan cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik.

peneliti datang ke dinas kesehatan kota cirebon untuk minta ijin melakukan penelitian dan melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu. Cirebon. Teknik Pengambilan Data dan Analisa Data 1. Setelah di setujui peneliti melakukan stady pendahuluan ke puskesmas sitopeng kec. c.a. Peneliti meminta surat permohonan ijin penelitian kepada Direktur Akademik yang di ajukan kepada Kepala dinas kesehatan kota cirebon. b. Jika kuesioner sudah di isi. Sebelum penelitian dilakukan. Setelah mendapatkan surat pengantar. kesediaan Setelah menjadi itu responden diminta yang menandatangani penyataan responden bagi bersedia berpartisipasi dalam kegiatan penelitian. Setelah itu peneliti menganalisa data hasil penelitian dan melakukan Evaluasi kesimpulan. Setelah disetujui peneliti meminta data kejadian diare di puskasmas sitopeng kec harjamukti Kabupaten Cirebon ke kepala puskesmas.lalu peneliti memeriksa perlengkapan dari kuesiner untuk dilakukan pengolahan data . kuesioner dikumpulkan kembali ke peneliti . d. G. Teknik Pengolahan Data Pengolahan data menurut Soekidjo Notoatmojo (2010:174) pada penelitian ini dilaksanakan dengan tahap-tahap sebagai berikut : . g. peneliti menjelaskan tujuan penelitian dan cara pengisian kuesioner surat kepada responden. e. f. Harjamukti kab.

Entry Yaitu memasukan data ke dalam program computer untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Data – data disediakan dalam bentuk table distribusi frekuensi. H.a. Table distribusi frekeunsi merupakan bentuk table yang sederhana. Analisa data Analisa pada penelitian ini adalah analisa univariat. Editing Yaitu memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data b. biasanya data terdiri dari suatu variable disertai dengan frekuensi masing – masing kategori dari variable tersebut. d. Tabulasi Yaitu data-data yang telah diberi kode selanjutnya dijumlah. Analisa univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran pada suatu variable. c. Keterbatasan penelitian . 2. Coding Yaitu mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam kategori. Biasanya klasifikasi dilakukan dengan cara member tanda/kode berbentuk angka pada masing-masing jawaban. disusun dan disajikan dalam bentuk table atau grafik.

Pengumpulan data dengan kuesioner memungkinkan responden menjawab pertanyaan/pernyataan dengan tidak jujur atau tidak mengerti pertanyaan yang dimaksud sehingga hasilnya kurang mewakili secara kualitatif. Jika responden menolak untuk di teliti. tersebut. Anonnimity (tanpa nama) Untuk menjaga kerahasiaan. maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak-haknya. mereka harus mendatangani lembar persetujuan tersebut. 2. 2. Metode ini merupakan sesuatu yang baru bagi profesi D3 Keperawatan khususnya bagi peneliti sendiri sehingga pengetahuan akan metode ini masih kurang 3. hanya kelompok data tertentu saja yang akan di sajikan atau di laporkan sebagai hasil riset. Etika Penelitian 1. Informed consent Lembar persetujuan di berikan kepada subjek yang di teliti. Peneliti maksud dan tujuan riset yang dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengumpulan data. 3. Confidentially (kerahasiaan) Kerahasiaan informasi dijamin oleh peneliti. cukup memberi kode pada masing-masing lembar . peneliti tidak akan menyantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data.1. Jika responden bersedia di teliti. Dalam penelitian ini sumber dan referensi yang digunakan masih terbatas sehingga kurang mendukung dalam penelitian ini I.

Edisi Revisi VI.Surabaya: Graha Ilmu Notoatmodjo. Jakarta : Rineka Cipta Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Soekidjo. Jakarta : Rineka Cipta. Soekidjo. Suharsimi. Konsep Dan Penulisan Riset Keperawatan. Metodologi Penelitian Kesehatan. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. . 2010.(2003). Edisi I. 2006. Jakarta : Rineka Cipta Setiadi. Soekidjo.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta Notoatmodjo. 2007 .(2002).