HUBUNGAN, ORGANISASI, DAN HUKUM INTERNASIONAL Ekram Pawiroputro*) Pendahuluan Membicarakan masalah-masalah internasional di dalam pembelajaran Pendidikan

Kewarganegaraan di SMA/K/MA, substansi materinya dapat dilihat pada standar isi, baik stantar kompetensi maupun kompetensi dasar. Pengalokasiannya di dalam kurikulum diletakkan pada kelas XI semester II. Secara utuh dapat dilihat pada tabel berikut ini: Kelas XI Semester I Standar Kompetensi 4. Menganalisis hubungan internasional dan organisasi internasional Kompetensi Dasar 4.1 Mendeskripsikan pengertian, pentingnya, dan sarana-sarana hubungan internasional bagi suatu negara 4.2 Menjelaskan internasional 4.3 Menganalisis Diplomatik tahap-tahap fungsi perjanjian Perwakilan

4.4 Mengkaji peranan organisasi internasional (ASEAN, AA, PBB) dalam meningkatkan hubungan internasional 4.5 Menghargai kerja sama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia 5. Menganalisis sistem hukum 5.1 Mendeskripsikan sistem hukum dan dan peradilan internasional peradilan internasional 5.2 Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional 5.3 Menghargai putusan Mahkamah Internasional

Dari tabel tersebut tampak bahwa jika dilihat dari segi sekuensialnya, ada urutan yang terasa kurang logis. Ini jika penempatan standar kompetensi menggambarkan urutan. Pada standar kompetensi pertama, di dalamnya dijabarkan ke dalam sejumlah kompetensi dasar, antara

*) Disajikan pada kegiatan Workshop MGMP PKn Kota Yogyakarta di MAN Yogyakarta, tanggal 14 Oktober 2011

bahwa sengketa adalah perselisihan mengenai masalah fakta. itu sedikit contoh dari adanya sengketa internasional. Selanjutnya materi organisasi internasional mestinya dibicarakan setelah materi hukum internasional. apa yang terjadi di Irak. sementara hal itu sebaiknya kita abaikan terlebih dahulu. penyelesaian sengketa internasional dapat dilihat pada bagan berikut ini . Sementara perjanjian internasional itu sendiri merupakan bagian penting dari hukum internasional. Sengketa internasional Apakah sengketa internasional itu? Sesungguhnya setiap hari boleh dikatakan kita hampir selalu mendengar dan menyaksikan mengenai sengketa internasional. sengketa internasional dikatakan ada bila perselisihan seperti ini melibatkan pemerintah. karena organisasi internasional tidak lain merupakan bagian dari hukum internasional. Secara garis besar. Kalau begitu. Apa yang terjadi di Timur Tengah. apa yang dimaksud dengan sengketa internasional itu? Secara sederhana dapat dirumuskan. rebutan wilayah dua pulau antara Indonersia dengan Malaysia. Dalam arti yang lebih luas. Untuk kajian kita kali ini. Yang mendasar barangkali adalah materi yang berkenaan dengan sengketa internasional (international dispute). yuristic persons (badan hukum) dalam bagian dunia yang berlainan. hukum. lembaga.lain kompetensi dasar yang berkaitan dengan perjanjian internasional. khususnya di Palestina. dituntut balik atau diingkari oleh pihak lain. Cara-cara penyelesaian sengketa internasional. atau politik di mana tuntutan atau pernyataan suatu pihak ditolak. yaitu masuk hukum internasional khusus.

Antar Negara Perundinga n diplomatik Langsun g Antar Nega ra JasaJasa Baik Angket Secara Politik Konsilia si Secara Damai Medi asi Lewat Organisasi PBB Lewat Organisasi Regional Secara Huku m Penyelesaian Sengketa/ Konflik Antar Bangsa/ Internasional Mahkamah Arbitrasi Mahkamah Internasional Perang Retorsi Dengan Kekerasan Tindakan Pembalasan / Reprisal Blokade Secara Damai Intervensi .

Para hakim juga tidak boleh melakukan kegiatan-kegiatan profesional lainnya. Aspek-aspek institusional Mahkamah Mahkamah Internasional ini bersifat tetap.Dari bagan tersebut terlihat bahwa untuk penyelesaian sengketa internasional secara damai dapat dilakukan lewat dua cara. wewenang dan prosedurnya juga telah ditetapkan sebelum sengketa lahir. 1. masing-masing dipilih lima orang hakim untuk memegang jabatan selama tiga tahun. dipilih tanpa memandang kewarganegaraannya di antara ahli-ahli yang mempunyai moral yang tinggi dan kualifikasi yang diperlukan untuk memegang jabatan hukum tertinggi di negeri mereka masing-masing atau penasehat-penasehat hukum yang keahliannya telah diakui dalam hukum internasional (pasal 2 Statuta MPI). Kajian mengenai Mahkamah Internasional ini akan dibagi ke dalam : (1) aspek Institusional Mahkamah. Bila suatu negara ingin mengajukan suatu perkara ke pengadilan internasional. Masa bersidang diadakan di seluruh tahun. Tidak mungkin suatu negara mengajukan perkara ke depan peradilan internasional dengan melibatkan negara lain tanpa persetujuan negara tersebut. peradilan adalah wajib bagi semua individu. Untuk pengangkatan periode pertama. Para hakim yang dipilih harus mewakili berbagai bentuk kebudayaan dan sistem-sistem hukum yang ada di dunia (ps. Komposisi dan cara pengangkatan hakim Mahkamah terdiri dari sekumpulan hakim-hakim yang bebas. Sidang dinyatakan memenuhi kuorum jika sekurang-kurangnya dihadiri oleh sembilan orang anggota. baik di Majelis Umum maupun di Dewan Keamanan (ps 10 ayat 1 Statuta MPI). (4) penilaian peranan Mahkamah. MPI dapat bersidang di tempat lain jika dipandang perlu. Sesudah itu masing-masing akan memegang jabatan selama masa sembilan tahun. peradilan pada prinsipnya bersifat fakultatif. a. maka persetujuan pihak-pihak yang bersengketa merupakan suatu keharusan. yaitu secara politik dan secara hukum. Hakimhakimnya sudah dipilih sebelumnya. Masing-masing hakim (15 orang) memegang jabatannya selama masa sembilan tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali. didirikan sebelum lahirnya sengketa. artinya pengadilan negara dapat diminta perhatiannya oleh pengaduan sepihak dari salah satu pihak yang bersengketa. MPI memilih Ketua dan Wakil Ketuanya untuk masa jabatan tiga tahun. kecuali waktu-waktu libur mahkamah. lima orang hakim untuk masa jabatan selama enam tahun. dan sesudahnya dapat dipilih kembali. Untuk dapat dinyatakan terpilih. Sidang lengkap pada prinsipnya dihadiri oleh seluruh anggota. 9 Statuta MPI). (3) pendapat-pendapat yang tidak mengikat. MPI juga mengangkat Panitera dan pegawai-pegawai lain yang . Penyelesaian secara hukum Salah satu cara penyelesaian sengketa secara hukum adalah lewat Mahkamah Pengadilan Internasional (International Court of Justice) Sekilas mengenal Mahkamah Internasional Sifat fakultatif Peradilan Internasional Di suatu negara. tiap-tiap calon harus mendapatkan mayoritas absolut suara. (2) Wewenang Mahkamah. b. dan sebagai akibatnya pihak lain dapat dipanggil oleh pengadilan. juga dipertimbangkan pembagian wilayah geografis yang adil. Organisasi dan tata kerja MPI berkedudukan di Den Haag. Di dalam pemilihan hakim. Di bidang internasional. Para hakim dipilih oleh Dewan Keamanan dan Majelis Umum. dalam pemilihan yang dilakukan secara terpisah. Para hakim tidak dapat diberhentikan selama masa jabatannya belum berakhir.

Bila suara seimbang. MPI dapat mengijinkan penggunaan bahasa lain. Mahkamah juga dapat membentuk angket. Yang dimaksud dengan tindakan sementara ini adalah tindakan yang diambih oleh Mahkamah untuk melindungi hak-hak dan kepentingan pihak-pihak yang bersengketa sambil menunggu keputusan dasar atau penyelesaian lainnya yang akan ditentukan oleh Mahkamah secara definitif. Contoh : 1). Negara bersengketa yang tidak hadir di Mahkamah tidak menghalangi Mahmakah untuk mengambil keputusan denga syarat. Mahkamah menetapkan dalam tindakan sementara agar menyerahkan kembali Kedutaan Besar tersebut dan membebaskan sandera. 2). yaitu : > prosedur tertulis dan perdebatan lisan diatur sedemikian rupa untuk menjamin sepenuhnya masing-masing pihak mengemukakan pendapatnya. Akan tetapi atas permintaan salah satu pihak yang bersengketa. Kasus pendudukan Kedutaan Besar Amerika Serikat oleh kelompok militan di Teheran tanggal 4 Nopember 1979. Dengan demikian. namun untuk rapat-rapat hakim Mahkamah diadakan dalam sidang tertutup. Prosedur Jalannya proses di depan Mahkamah mempunyai banyak kesamaan dengan yurisdiksi intern suatu negara. analisa mengenai fakta-fakta. Sengketa Amerika Serikat dan Nicaragua. tetapi juga keputusannya benar-benar didasarkan atas fakta dan hukum. bahwa sebelum menjatuhkan keputusan. Mahkamah harus yakin bahwa ia bukan saja mempunyai wewenang. Keputusan Mahkamah Keputusan Mahkamah diambil dengan suara mayoritas dari hakim-hakim yang hadir.dianggap perlu. dan bahkan berkunjung ke tempat sumber sengketa untuk keperluan pengumpulan bukti. (2). Keputusan Mahkamah terdiri atas tiga bagian. (1). bagian pertama: berisi komposisi Mahkamah. Pemberian motivasi keputusan Mahkamah merupakan suatu keharusan karena penyelesaian yurisdiksional ini . walaupun tidak hadir. Penolakan hadir di Mahkamah Jika salah satu pihak yang bersengketa tidak hadir di Mahkamah. Sumber hukum yang digunakan adalah sebagaimana tersurat di dalam pasal 38 Statuta. melakukan pemeriksaanpemeriksaan oleh para ahli. > sidang-sidang Mahkamah terbuka untuk umum. kepada pihak yang tidak hadir. pada prinsipnya tidak dapat menolak keputusan yang telah ditetapkan oleh Mahkamah. pasal 53 Statuta mengatur sbb: Jika salah satu pihak tidak hadir di Mahkamah atau tidak mempertahankan perkaranya. informasi mengenai pihak-pihak yang bersengketa serta wakil-wakilnya. seperti tercantum dalam pasal 53 ayat 2 Statuta. pihak lain dapat meminta Mahkamah mengambil keputusan mendukung tuntutannya. Wewenang Mahkamah Mahkamah dapat mengambil tindakan sementara dalam bentuk ordonansi. Bahasa resmi yang digunakan di dalam persidangan adalah Bahasa Inggris dan Perancil (ps 39 Statuta). Mahkamah pada tanggal 10 Mei 1984 menetapkan tindakan-tindakan sementara agar hak Nicaragua atas kedaulatan dan kemerdekaan politiknya tidak diancam oleh kegiatan-kegiatan militer Amerika Serikat. Selama dalam proses. dan argumentasi hukum pihak-pihak yang bersengketa. Bagian kedua: berisi penjelasan mengenai motivasi Mahkamah. maka suara Ketua atau Wakil Ketuanya yang menentukan. pihak yang dihukum.

(3).Keputusan Mahkamah bersifat definitif. Ini berarti bahwa Mahkamah hanya terbuka bagi negara-negara anggota dari statuta. Liechtenstein tahun 1950. Wewenang Ratione Personae: Pasal 34 ayat 1 Statuta MPI secara kategoris menyatakan bahwa hanya negara-negara yang boleh menjadi pihak dalam perkara-perkara di depan Mahkamah. a. Wewenang Mahkamah (MPI) Mengenai wewenang Mahkamah secara tegas diatur di dalam bab II Statuta MPI yang khusus mengenai wewenang Mahkamah. Keputusan Mahkamah tahun 1980 dalam kasus personil Diplomatik USA di Teheran karena Iran menolak mengambil tindakan perlindungan sementara. dengan syarat-syarat yang akan ditentukan untuk tiap-tiap permohonan oleh MU atas rekomendasi DK. dan karena itu dijaga sensibilitas pihak-pihak yang bersengketa. karena Alabama menolak membayar ganti rugi kepada Inggris. Pasal 94 Piagam PBB: (1). Ada beberapa kasus yang yang keputusan Mahkamah ini tidak dilaksanakan. Dispositif ini berisikan keputusan Mahkamah yang mengikat negara-negara yang bersengketa. . Jadi pendapat terpisah adalah pendapat seorang hakim yang tidak menyetujui suatu kerputusan dan menyatakan keberatannya terhadap motif-motif yang diberikan dalam keputusan tersebut. hakim yang tidak sependapat/tidak menyetujui berhak memberikan pendapatnya secara terpisah (ps 57 Piagam). Dengan menggunakan ketentuan ini San Marino pada tahun 1954.Wewenang Mahkamah ini dibedakan menjadi dua. dengan ruang lingkup masalah-masalah mengenai sengketa. Pasal 93 ayat 2 Piagam PBB menyatakan bahwa negara yang bukan anggota PBB dapat menjadi pihak pada Statuta Mahjkamah. 2. Bila negara pihak suatu sengketa tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh Mahkamah kepadanya. maka Dewan dapat mengusulkan tindakan-tindakan yang akan menjamin pelaksanaan keputusan tersebut. dan hanya mengikat pihak-pihak yang bersengketa. Untuk keputusan Mahkamah. dan Dewan Keamanan jika perlu dapat membuat rekomendasi-rekomendasi atau memutuskan tindakan-tindakan yang akan diambil supaya keputusan tersebut dilaksanakan. yaitu (a) wewenang ratione personae (siapa yang dapat mengajukan perkara ke Mahkamah. Penyampaian pendapat yang terpisah Di MPI pernyataan pendapat yang terpisah (dissenting opinion) diperbolehkan. Pendapat yang terpisah bisa terjadi jika suatu keputusan tidak mewakili seluruh anggota. Tiap-tiap negara anggota PBB harus melaksanakan keputusan Mahkamah Internasional dalam sengketa apabila dia menjadi pihak. jarang sekali DK diminta untuk menggunakan ketentuan pasal 94 ayat 2 tersebut. Bagian ketiga berisi dispositif. (2). Swiss yang tetap berada di luar PBB menjadi pihak pada statuta melalui ketentuan pasal 93 ayat 2 ini pada tahun 1947. misalnya keputusan Mahkamah mengenai peristiwa Selat Corfutahun 1949. Apakah keputusan Mahkamah wajib dilaksanakan/ dapat dipaksakan? Pasal 13 Covenant LBB: jika suatu keputusan peradilan tidak dilaksanakan. sebelum masuk menjadi anggota PBB menjadi pihak pada statuta. dan Jepang pada tahun 1954. dan (b) wewenang ratione materiae (jenis sengketa yang dapat diajukan. negara pihak lainnya dapat mengajukan persoalannya kepada Dewan Keamanan. sehingga DK menggunakan ketentuan pasal 94 ayat 2. karena biasanya negara-negara menerima keputusan Mahkamah.Juga disebutkan jumlah suara yang diperoleh melalui keputusan tersebut.Negara-negara ini terutama semua anggota PBB yang secara otomatis menjadi pihak dalam statuta.sering merupakan salah satu unsur dari penyelesaian yang lebih luas dari sengketa.

artinya jika terjadi sengketa antara dua negara. Wewenang Mahkamah pada dasarnya bersifat fakultatif. Kompromi di sini berisikan persetujuan pihak-pihak yang bersengketa untuk mengajukan perkara mereka ke Mahkamah. . Wewenang Ratione Materiae Pasal 36 ayat 1 Statuta secara tegas menyatakan bahwa wewenang Mahkamah meliputi semua perkara yang diajukan pihak-pihak yang bersengketa kepadanya dan semua hal. dapat setiap saat menyatakan untuk menerima wewenang wajib Mahjkamah dan tanpa persetujuan khusus dalam hubungannya dengan negara lain yang menerima kewajiban dalam semua sengketa hukum mengenai : > penafsiran suatu perjanjian.b. Tanpa adanya persetuan dari pihak-pihak yang bersengketa. campur tangan Mahkamah baru dapat terjadi bila negara-negara yang bersengketa sepakat untuk menyelesaikan sengketa tersebut di depan Mahkamah. b. menerima wewenang tedrsebut. > setiap persoalan hukum internasional. Klausula khusus ini terdapat dalam suatu perjanjian sebagai tambahan dari perjanjian itu sendiri. Wewenang wajib berdasarkan ketentuan Konvensional Wewenang wajib ini dapat diterima dalam bentuk klausula khusus atau dalam bentuk perjanjian-perjanjian umum. dalam praktiknya Mahkamah selalu menolak memeriksa perkara-perkara yang tidak bersifat hukum. Wewenang Wajib ( Compulsory Jurisdiction) Wewenang wajib dari Mahkamah hanya dapat terjadi jika negara-negara sebelumnya dalam suatu persetujuan. Di sini kesepakatan negara-negara yang bersengketa dituangkan dalam suatu kompromi. yang menyatakan Negara-negara pihak Statuta . sengketa diajukan ke Mahkamah melalui suatu kompromi. Pernyataan negara yang berisikan penerimaan klausula ini dapat dibuat tanpa syarat atau dengan syarat resiprositas oleh negara-negara lain atau untuk kurun waktu tertentu. wewenang Mahkamah tidak berlaku bagi sengketa tersebut. > adanya suatu fakta yang bila terbukti akan merupakan pelanggaran terhadap kewajiban internaonal.terutama yang terdapat dalam Piagam PBB atau dalam perjanjian-perjanjian dan konvensi-konvensi yang berlaku. 21 MaRET 1986). > jenis atau besarnya ganti rugi yang harus dilaksanakan karena pelanggaran dari suatu kewajiban internasional. Meskipun pasal 36 ayat 1 tidak mengadakan pembedaanantara sengketa hukum dan sengketa politik yang boleh dibawa ke Mahkamah. sengketa antara Indonesia dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Klausula Opsional Ketentuan ini diatur di dalam pasal 36 ayat 2 Statuta. special agreement yang merupakan kompromi antara Indonesia dengan Malaysia telah disampaikan ke Panitera Mahkamah pada tanggal 2 November 1998. Misalnya. Kompromi Dalam kerangka wewenang fakultatif. Pernyataan tersebut didepositkan pada Sekjen PBB yang copynya disampaikan ke negaranegara pihak pada Statuta dan kepada Panitera Mahkamah. a. Klausula ini bertujuan menyelesaikan sengketa yang mungkin lahir di masa yang akan datang mengenai pelaksanaan dan interpretasi perjanjian tersebut di muka Mahjkamah ( contoh : lihat pasal 66 ayat 2 Vienna Convention on the Law of Treaties between States and Internatinal Organizations or Between International Organizations.

Sampai tanggal 17 Juli 2000 baru 14 negara yang telah meratifikasi Statuta tersebut sedangkan Indonesia belum menandatanganinya.Mahkamah internasional dewasa ini bukanlah merupakan satu-satunya Peradilan Tetap.  Mahkamah Peradilan Masyarakat-Masyarakat Ekonomi Eropa 18 April 1951. saat ini PBB juga sedang berupaya menyelesaikan Rules of Procedure atau Hukum Acara bagi berfungsi Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) yang statuta pembentukannya telah disahkan melalui Konfrensi International di Roma. Surat perintah tahanan internasional juga telah dikeluarkan untuk menangkap individu-individu kenamaan . tetapi melalui suatu pernyataan mengikatkan diri dan menjadi pihak pada Statuta ICC. Selain Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) yang berkedudukan di Den Haag. untuk mengadili kejahatan humaniter. yang merupakan salah satu organ utama PBB. PBB melalui Dewan Keamanan membentuk pula peradilan internasional seperti Mahkamah Internasional untuk Bekas Yugoslavia dan Mahkmah Internasional untuk Rwanda. 2.  Mahkamah Eropa mengenai Hak Asasi Manusia 4 Nopember 1950. yuridikasi ICC adalah di bidang hukum pidana international yang akan mengadili para individu yang melanggar Hak Asasi Manusia dan kejahatan Humaniter. tetapi sidang-sidangnya dapat diadakan di negara lain sesuai dengan kebutuhan. Belanda. Semenjak Mahkamah tersebut didirikan seudah 84 orang yang dituduh melakukan pelanggaran-pelanggaran berat dan 20 orang di antaranya sudah ditahan. genocide (pemusnahan ras). Statuta tersebut baru berlaku setelah disahkan oleh 60 negara. Itelia. sedangkan Penuntut Umum akan dipilih memalui pemungutan suara secara tertutup oleh Majelis Umum. Belanda. Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak pembentukannya telah memainkan peran penting di bidang hukum internasional sebagai upaya menciptakan perdamaian dunia dan keadilan bagi seluruh umat manusia. Hakim yang baru menyelesaikan tugasnya tidak dapat dipilih kembali. Negara-negara anggota PBB tidak secara otomatis terikat oleh yurisdikasi ICC. pada Juni 1998. dan Tribunal Administratif PBB tahun 1949. Forum Pra Peradilan (Pre-Trial Division). Perserikatan BangsaBangsa membentuk The International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia (ICTY) yang bertempat di Den Haag. Badan-badan ICC adalah: Presiden.827. Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (The International Criminal for the Former Yugoslavia/ICTY) Melalui resolusi Dewan Keamanan No. Peradilan Internasional lainnya di Bawah Kerangka PBB 1. kejahatan perang.  Tribunal Administratif Bank Dunia yang didirikan tanggal 4 juli 2980. Selanjutnya. dan setiap negara pihak hanya dapat mengajukan satu calon hakim. bertugas untuk mengadili orang-orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran berat terhadap hukum humaniter international yang terjadi di negara bekas Yugoslavia. serta agresi. yang didirikan tahun 1927 dalam kerangka SDN. Peradilan Tingkat Pertama (Trial Division) dan Peradilan Tingkat Banding (Appeals Division). Kedudukan ICC adalah di Den Haag. Di samping itu. Peradilanperadilan tersebut antara lain:  Tribunal-tribunal Administratif Internasional seperti Tribunal Administratif Organisasi Buruh Sedunia (ILO). Penuntut Umum (Presecutor) dan Panitian Pendaftar (Registry). tetapi terdapat pula mahkamah-mahkamah lain yang mempunyai wewenang terbatas. Hubungan antara Mahkamah dan PBB diatur secara tersendiri dalam satu perjanjian yang memerlukan persetujuan Majelis Umum negara-negara pihak Statuta. negeri Belanda. Mahkamah akan memiliki 18 hakim yang dipilih oleh Majelis Umum negara-negara pihak untuk priode selama 9 tahun. hakim ICC akan memilih presiden. Berbeda dengan ICJ. tanggal 25 Mei 1993.

Mahkamah menjatuhkan hukuman penjara 45 tahun kepada Jendral Kroasia Bosnia Tihomir Blaskic yang telah mengorganisir ethnic cleansing terhadap orang-orang Muslim selama perang Bosnia 1992-1995.Serbia Bosnia seperti Radovan Karadzic dan Ratko Mladic yang selalu menghindarkan diri dari penahanan. Sehubungan dengan itu. Terbukti semuanya telah direncanakan dan diorganisasi sebelumnya dan juga terbukti adanya motivasi etnis. Kenyataannya. Tugas Mahkamah ini adalah untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku pembunuhan masal sekitar 800. Mahkamah telah menjatuhkan sembilan putusan dan dalam waktu dekat akan mengadili lagi tiga tokoh militer Serbia Kroasia. 955 tanggal 8 November 1994. . Nikola Sainovic (Deputi Perdana Menteri Yugoslavia). Dalam delapan tahun kehidupannya. pelanggaran terhadap hukum dan kebiasaan perang dan kejahatan terhadap umat manusia.000 orang Rwanda terutama dari suku Tutsi. 3. banyak terdakwa yang masih berkeliaran secara bebas di Serbia dan bagian Herzegovina yang masih dikuasai orang-orang Serbia. sehingga terpaksa hanya mengandalkan pada kerja sama para pengusaha suatu negara atau pasukan-pasukan NATO untuk menangkap mereka yang dituduh. sebagai suatu kelompok pada tahun 1994. 1203 dan 1207 yang menegaskan lagi hak Penuntut Umum untuk melakukan pemeriksaan di Kosovo dan menggarisbawahi kewajiban hukum Republik Federal Yugoslavia untuk sepenuhnya bekerja sama dengan Mahkamah Walaupun jauh dari sempurna. Karena tidak mempunyai polisis sendiri. Slobodan Milosevic berhasil ditangkap 29 Juni 2001. Blaskic sendiri tidak berusaha membunuh orang-orang Muslim. Rodovan Karadzic dan pemimpin militer Ratko Mlidic yang dituduh telah menyusun perencanaan untuk membunuh orang-orang Muslim. Karena itu. Mereka dituduh telah melakukan kejahatan terhadap umat manusia dan melanggar hukum atau kebiasaan perang. Selanjutnya. Ia dituduh telah melakukan pelanggaran berat terhadap konvensi Jenewa. Mahkamah mulai menjatuhkan hukuman pada tahun 1998 terhadap Jean-Paul Akayesu mantan walikota Taba. 1160. Pada tanggal 3 Maret 2000. Pemerintah Bosnia juga mendesak agar mengadili mantan pemimpin Serbia Bosnia. dan juga Clement Kayishema beserta Obed Ruzindana yang kedua-keduanya telah dituduh melakukan pemusnahan ras (genocide). Tanzania dan didirikan melalui resulosi Dewan Keamanan No. Mahkamah Kriminal untuk Rwanda (International Criminal Tribunal for Rwanda) Mahkamah ini bertempat di Arusha. Mahkamah mengungkapkan bahwa pembunuhan masal tersebut mempunyai tujuan khusus yaitu pemusnahan orang-orang Tutsi. Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi-resolusi No. Mahkamah telah mengeluarkan kritikan terhadap negara-negara di kawasan terutama Republik Federal Yugoslavia yang kurang menunjukkan kerja sama dengan Mahkamah. Keputusan Mahkamah atas perkara Akayesu ini tlah menunjukkan betapa luas dan mendalamnya tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi waktu pemusnahan ras tersebut. 1199. Pada tanggal 27 Mei 1999 tuduhan juga telah dikeluarkan terhadap pemimpin-pemimpin terkenal seperti Slobodan Milosevic (Presiden Republik Federal Yugoslavia). Mahkamah dalam keputusannya menyatakan bahwa walaupun Mr. pembentukan Mahkamah Penjahat Perang Internasional ini merupakan langkah maju masyarakat internasional untuk mengadili para penjahat perang terhadap umat manusia dan mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran berat terhadap hak-hak asasi manusia yang mendasar. Milan Milutinovic (Presiden Serbia). Akayesu di akhir 1998 dijatuhi hukuman penjara selama 80 tahun. Pada tanggal 2 Agustus 2011 juga telah dijatuhkan hukuman penjara 46 tahun atas perbuatan yang sama kepada Jendral Radislav Krstic. Mahkamah mendapat kesulitan untuk menangkap para tetuduh. Dragoljub Ojdanic (Kepala Staf Tentara Yugoslavia) dan Vlajko Stojiljkovic (Menteri Dalam Negeri Serbia). tetap bersalah karena tidak berusaha mencegah terjadinya kejahatan-kejahatan dan menghukum para pelakunya.

Ia mendapat hukuman yang cukup ringan karena telah menyerahkan diri secara sukarela. telah mulai pula dipersiapkan pembentukan tribunal untuk Kamboja dengan hakim-hakim nasional dan internasional. Sebagai contoh. Sebagai seorang Perdana Menteri. Di samping itu. negara tersebut sedang mengusahakan pula pemindahan Francois-Xavier Nzuwomenea. anggota kabinet yang paling penting. dan mengadili para tersangka yang terlibat dalam pembunuhan masal tahun 1994 tersebut. Diperkirakan ada sekitar 125. Sampai sekarang Mahkamah terus melakukan kegiatan-kegiatannya untuk menangkap dan mengadili para pelaku kejahatan yang terjadi pada tahun 1994 baik menyangkut bekas pejabat-pejabat negara ataupun pemerintahan maupun orang-orang biasa. Penyerahan oleh Kenya dan Afrika Selatan para terdakwa penjahat perang Dr. bangsa dan negara. pada tanggal 15 Februari 2000. mantan perwira Tinggi Rwanda. Ia telah dituduh melakukan perbuatan pemusnahan ras dan kejahatan terhadap umat manusia. Mathieu Ngirumpatse ditangkap pada tanggal 11 Juni 1998 di Mali yang kemudian diserahkan ke Mahkamah. Perkembangan ini merupakan bukti betapa tingginya keperdulian masyarakat Internasional dewasa ini untuk menegakkan. Misalnya.Peradilan terhadap Kayishema dan Ruzindana berakhir pada bulan November 1998 dan menjatuhkan hukuman tanggal 21 Mei 1999. kerja sama ini juga diperoleh dari negara-negara barat. Belum lagi berakhir kegiatan kedua mahkamah tersebut. Perancis. Partisipasi aktif banyak negara di Afrika dalam menyerahkan para terdakwa ke Mahkamah merupakan perkembangan positif bagi kegiatan lanjutan peradilan internasional tersebut. memajukan dan melindungi hak-hak Asasi Manusia dan menghukum mereka yang bersalah tanpa membedakan suku. Berbeda denganMahkamah Internasional untuk Yugoslavia. Kayishema. Eliezer Niyitgeka dan Ignace Bagilishema adalah contoh-contoh lain dari kerja sama tersebut. Ia dituduh melakukan pemusnahan ras dan kejahatan-kejahatan terhadap umat manusia. Mahkamah juga pada tanggal 1 mei 1998 telah menjatuhkan hukuman kepada Jean Kambanda. pada tanggal 8 Maret 2000 menyerahkan mantan Menteri Pendidikan Tinggi. Perdana menteri Rwanda pada tahun 1994 waktu terjadinya pembunuhan massal. Bahkan. Disamping itu. yang ditangkap di kota Montauban. . Pada tanggal 4 September 1998 Kambanda dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. di kabupaten Gisenyi. Jean De Dieu Kamuhanda kemahkamah kriminal Arusha. menunjukkan kerjasama dengan mahkamah dan menyatakan penyesalan atas perbuatan jahatnya. Perancis. mahkamah untuk kejahatan di Rwanda ini dalam melaksanakan tugas-tugasnya mendapat dukungan dan kerja sama yang baik dari negara-negara afrika lainnya dengan menyerahkan pada tersangka ke Mahkamah. ia tidak banyak berbuat untuk mencegah tindakan-tindakan pembunuhan yang terjadi. dewan keamanan PBB juga memutuskan pembentukan Mahkamah khusus untuk mengadili para penjahat perang dan pelanggar berat Hak Asasi Manusia selama 9 tahun perang saudara di Siera Leone. Casimir Bizimungu. Mereka berdua telah dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindakan-tindakan pemusnahan ras. penahanan. untuk mengadili para penjahat perang di jaman pemerintahan Pol Pot dan Khemer Merah antara tahun 1975 dan 1979 yang telah membunuh sekitar 1.700. peradilan-perasilan nasional di Rwanda terus melakukan penyelidikan. tanggal 14 Agustus 2000. seorang pemimpin milisia Hutu. Ia dinyatakan bersalah atas tindakannyayang merupakan kejahatan terhadap umat manusia.000 orang yang sekarang ini ditahan di berbagai penjara di Rwanda dan 22 orang telah dijatuhi hukuman mati dan di eksekusi bulan April 1998. Terima kasih. Selain itu.000 orang. mantan Menteri Kehakiman Rwanda. Pada tanggal 5 Februari 1999 Mahkamah juga telah menjatuhi hukuman penjara 15 tahun kepada Omar Serushago. Ia juga dituduh melakukan kegiatan-kegiatan jahat terhadap umat manusia. bupati di Kibuye dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan Ruzindana 25 tahun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful