SEMARANG 1. Membuat acara yang lebih baik lagi dikemudian hari 2. Mengkomunikasikan per-lini PATI 1.

BEM JATENG tidak bisa langsung dibuat, akan tetapi ada waktu yang lain. 2. BEM JATENG berbentuk aliansi (milik bersama). 3. Tidak membahas hal-hal yang lalu, tapi hal-hal yang melihat kedepan. 4. Memperjelas hal yang tidak jelas. PEKALONGAN 1. Menggunakan sistem desentralisasi (pelimpahan wewenang) 2. Tidak adanya struktural pada BEM JATENG 3. Koordinasi visi-misi. BANYUMAS 1. BEM JATENG diawali dari masing-masing daerah (Kabupaten/Kota/Karesidenan). 2. Masing-masing daerah memiliki 1 koordinator, dan JATENG memiliki 6 koordinator. 3. Membuat aturan yang dibuat sendiri dan dipatuhi sendiri.

KEDU 1. Ada batas waktu (deadline) perumusan BEM JATENG. 2. Alangkah baiknya jika BEM JATENG berbentuk Aliansi.

KONKLUSI 1. BEM JATENG tidak dibentuk hari ini, tapi membutuhkan waktu. 2. Perlu ada koordinasi yang jelas di masing-masing daerah. 3. Januari koordinasi per-kabupaten, Februari perKaresidenan, dan Maret Karesidenan Kumpul. 4. Pembentukan koordinator wilayah  KEDU = UMM MAGELANG  SEMARANG = IKIP PGRI  SURAKARTA = UNISRI  BANYUMAS = UMP PURWOKERTO  PATI = STIE-NU JEPARA  PEKALONGAN = UPS TEGAL 5. Perlu ada pertemuan kembali. Batas waktu, 2 bulan untuk konsolidasi masing-masing kab/kota. 6. Tindak lanjut pertemuan diserahkan kepada koordinator daerah (misal : penentuan tuan rumah).

KITA BANGUN JAWA TENGAH UNTUK MENJADI YANG LEBIH BAIK

NB: Apabila ada kesalahan dalam penulisan informasi, dan yang sebagainya. Kami sebagai OPS mohon maaf sebesarbesarnya. OK COY!!!

TEMU DAN LOKAKARYA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA SE-JAWA TENGAH 17 - 20 DESEMBER 2011
Mencapai pertengahan menjelang penghujung 2011, di kota kudus, tepatnya di Universitas Muria Kudus, telah dilaksanakan acara yang cukup besar, yaitu TEMU DAN LOKAKARYA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA SE-JAWA TENGAH.Pelaksanaannya dimulai pada tanggal 17 Desember 2011 dan diakhiri pada 20 Desember 2011. Ada cukup banyak Perguruan Tinggi yang menghadiri event tersebut, seperti, UNIVERSITAS TUJUH BELAS AGUSTUS (UNTAG), UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA), dan banyak yang lain. Dalam pertemuan ini, dihadiri beberapa tokoh penting seperti, AKBAR TANDJUNG, NUSRON WAHID, REKTOR UNDIP, DAN REKTOR UMK sendiri tentu saja. Dalam acara tersebut, bukannya tanpa kendala, akan tetapi rintangan dan halangan bisa diatasi oleh pihak panitia yang telah bekerja sama pagi-siang-sore-malam, agar para peserta yang telah datang, tidak kecewa dengan acara tersebut. Pepatah lama mengatakan "Tamu adalah raja". Alhamdulillah, acara tersebut bearkhir berjalan dengan lancar, dan menghasilkan memorandum sebagai berikut :

SEMARANG 1. Membuat acara yang lebih baik lagi dikemudian hari 2. Mengkomunikasikan per-lini PATI 1. BEM JATENG tidak bisa langsung dibuat, akan tetapi ada waktu yang lain. 2. BEM JATENG berbentuk aliansi (milik bersama). 3. Tidak membahas hal-hal yang lalu, tapi hal-hal yang melihat kedepan. 4. Memperjelas hal yang tidak jelas. PEKALONGAN 1. Menggunakan sistem desentralisasi (pelimpahan wewenang) 2. Tidak adanya struktural pada BEM JATENG 3. Koordinasi visi-misi.

BANYUMAS 1. BEM JATENG diawali dari masing-masing daerah (Kabupaten/Kota/Karesidenan). 2. Masing-masing daerah memiliki 1 koordinator, dan JATENG memiliki 6 koordinator. 3. Membuat aturan yang dibuat sendiri dan dipatuhi sendiri.

KEDU 1. Ada batas waktu (deadline) perumusan BEM JATENG. 2. Alangkah baiknya jika BEM JATENG berbentuk Aliansi. KONKLUSI 1. BEM JATENG tidak dibentuk hari ini, tapi membutuhkan waktu. 2. Perlu ada koordinasi yang jelas di masing-masing daerah. 3. Januari koordinasi per-kabupaten, Februari perKaresidenan, dan Maret Karesidenan Kumpul. 4. Pembentukan koordinator wilayah  KEDU = UMM MAGELANG  SEMARANG = IKIP PGRI  SURAKARTA = UNISRI  BANYUMAS = UMP PURWOKERTO  PATI = STIE-NU JEPARA  PEKALONGAN = UPS TEGAL 5. Perlu ada pertemuan kembali. Batas waktu, 2 bulan untuk konsolidasi masing-masing kab/kota. 6. Tindak lanjut pertemuan diserahkan kepada koordinator daerah (misal : penentuan tuan rumah).

KITA BANGUN JAWA TENGAH UNTUK MENJADI YANG LEBIH BAIK
GAMBAR BERBICARA LEBIH KERAS DARI SUARA MANAPUN

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful