P. 1
Info Madina

Info Madina

|Views: 820|Likes:

More info:

Published by: Frans Alfian Siburian on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB II
  • PROSEDUR PEROLEHAN HAK GUNA USAHA PT MADINA
  • AGROLESTARI DI DESA SIKAPAS KABUPATEN MANDAILING
  • NATAL
  • A. Gambaran Umum PT Madina Agrolestari
  • B. Kondisi Umum Fisik Lingkungan di Lokasi
  • C. Kondisi Umum Pengembangan Wilayah di Sekitar Lokasi
  • D. Perolehan Tanah Bagi Kegiatan Perusahaan Pembangunan Perkebunan
  • 1. Perolehan Tanah Menurut Hukum Tanah Nasional
  • a. Asas-Asas Perolehan Tanah
  • b. Tata Cara Perolehan Tanah
  • 2. Perolehan Lahan Perkebunan yang dilakukan oleh PT. Madina
  • a. Izin Lokasi
  • b. Pembebasan Tanah
  • 1) Penyerahan / Peralihan (Jual Beli) Hak atas Tanah
  • 2) Musyawarah dan Penetapan Besarnya Ganti Rugi
  • c. Izin Usaha Perkebunan
  • d. Penetapan Batas Lahan
  • E. Proses Permohonan Hak Guna Usaha yang dilakukan Oleh PT. Madina
  • Agrolestari
  • 1. Hak Guna Usaha
  • 2. Tata Cara Perolehan Hak Guna Usaha
  • 3. Tata Cara Pemberian Hak Guna Usaha
  • a. Pengkuran dan Pemetaan
  • E. Status Tanah di Perkebunan PT. Madina Agrolestai di desa Sikapas
  • Kabupaten Mandailing Natal

BAB II PROSEDUR PEROLEHAN HAK GUNA USAHA PT MADINA AGROLESTARI DI DESA SIKAPAS KABUPATEN MANDAILING NATAL

A. Gambaran Umum PT Madina Agrolestari PT. Madina Agrolestari (PT MAL) adalah Perusahaan yang berbadan hukum yang kegiatan usahanya antara lain bergerak dibidang perkebunan. Berkedudukan di Jakarta, yang didirikan berdasarkan Akta yang dibuat di hadapan Henry Tjong, Sarjana Hukum, Notaris di Medan tanggal 30 Agustus 2004 Nomor 56. Akta Perubahan tanggal 3 November 2004 Nomor 05 yang disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia tanggal 23 November 2004 Nomor C-28541ht.01.01.th.2004, terakhir diubah berdasarkan Akta Berita Acara Rapat yang dibuat di hadapan Cipto Soenaryo, Sarjana Hukum, Notaris di Medan tanggal 11 Desember 2007 Nomor 5 yang telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Tanggal 22 Februari 2008 Nomor AHU-08823.AH.01.02. Tahun 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat tanggal 16 Mei 2006 Nomor TDP.09.05.1.51.53698. Tanah untuk lokasi pembangunan perkebunan kelapa sawit PT. Madina Agrolestari terletak di Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal yang berada di Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK). PT. MAL ingin memamfaatkan lahan tersebut untuk perkebunan kelapa sawit. Lokasi

Universitas Sumatera Utara

tersebut sesuai dengan areal pengembangan pertanian dari Rencana Struktur Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Sumatera Utara 2003-2018 (Perda No. 7 Tahun 2003), areal yang dimohonkan terletak dikawasan budidaya perkebunan besar. Disamping itu lokasi proyek tersebut sesuai juga dengan Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Mandailing Natal (Perda No. 14 Tahun 2002), areal yang dimohonkan berada pada areal budidaya perkebunan. Lokasi pembangunan perkebunan kelapa sawit milik PT. MAL meliputi areal seluas + 6.500 hektar, sesuai dengan pertimbangan teknis ketersediaan lahan untuk usaha perkebunan dari Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal atas nama PT. MAL Nomor : 522/115/Dishut/2007 Tanggal 26 Juni 2007. terletak di Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. PT. Madina Agrolestari berkantor cabang di Medan, jalan Diponegoro Nomor 51, pertama kali melakukan permohonan izin lokasi pembangunan pembukaan lahan perkebunan sawit kepada Bupati Mandailing Natal pada tanggal 16 Juni 2004.

B. Kondisi Umum Fisik Lingkungan di Lokasi 1. Gambaran Wilayah 1). Lokasi Lokasi proyek pembangunan perkebunan kelapa sawit terletak di Desa Sikapas dan Batu Mundam, Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal, namun dalam hal ini lokasi penelitian penulis memfokuskan pada satu desa yaitu Desa Sikapas Kecamatan Mandailing Natal Kabupaten Mandailing Natal.

Universitas Sumatera Utara

Kecamatan Muara Batang Gadis terdiri dari 17 desa/kelurahan, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Rantau Panjang Manuncang Lubuk Kapundung Huta Imbaru Panunggulan Tabuyung Psr II Singkuang Singkuang I Sikapas

10. Batu Mundam 11. Tagilang Julu 12. Sale Baru 13. Suka Rame 14. Lubuk Kapundung 15. UPT Tabuyung 16. UPT Singkuang II 17. UPT Sngkuang I Sumber : Proyek Proposal Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit PT. MAL Secara administrasi Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis mempunyai batas-batas sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

1. Batas-Batas Wilayah Administrasi Proyek Pembangunan PT. Sebelah Utara 2. Tapanuli Selatan. Sebelah Utara : Berbatasan dengan KUD Batu Mundam Sejahtera. Sebelah Selatan 3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan perkebunan PT. Tapanuli Selatan : Kec. KSK Kec. Sebelah Timur 4. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Hutan Negara (HPT) : Berbatasan dengan Lahan masyarakat Desa Sikapas dan Jalan Pantai Barat Sumber : Proyek Proposal Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Sebelah Barat 4. Muara Batang Gadis Sementara itu. Madina Agro Lestari 3. Kec. MAL Universitas Sumatera Utara . Siabu Sumber: Badan Pusat Statistik. Natal : Samudera Indonesia : Kab. 2. MAL adalah: 1. Sebelah Timur : Kab.

Jumlah Penduduk Tabel 1 Jumlah Penduduk dan KK di desa Sekitar dan kecamatan KELOMPOK PENDUDUK Laki-Laki Perempuan 458 420 878 316 DESA SIKAPAS KECAMATAN MUARA BATANG GADIS 7. Selain petani hanya penduduk ada yang sebagai nelayan dan sedikit yang menjadi pegawai negri sipil dan pedagang. KSK Kec.00 9 2 Gadis Sumber : Badan Statistik. 2010 100 Penduduk (jiwa) 878 Luas Wilayah (ha) 16. Muara Batang Gadis.530 15.15 Penduduk di desa ini hampir seluruhnya petani dan pada umumnya bermata pencaharian dari pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Muara Batang Gadis.059 NO 1 2 Jumlah Penduduk Jumlah KK Sumber: Badan Pusat Statistik.852.43 5 Kepadatan Penduduk (jiwa/km2) Rasio terhadap total 11. Universitas Sumatera Utara . Muara Batang 15.078.a.076 4. 2010 Tabel 2 Kepadatan Penduduk di desa Sikapas dan Kecamatan N o Wilayah Administrasi Desa Sikapas 1 Kec.076 151. KSK Kec.546 7.

Selain padi.Pola pertanian masyarakat di sekitar lokasi perkebunan umumnya dalah pola pertanian tanaman pangan di lahan kering dan sawah serta perkebunan rakyat. tanaman pangan lainnya yang ditanam oleh masyarakat adalah palawija. buahbuahan dan sayuran. dengan bercocok tanaman yang telah mereka lakukan secara turun temurun. Universitas Sumatera Utara . 7 Tahun 2003) Disamping itu lokasi proyek sesuai dengan Peta Dasar Pengembangan Wilayah Perkebunan Atas dasar pertimbangan tersebut pemanfaatan sumber daya alam dan usaha pelestariannya maka areal tersebut lebih layak bila diperuntukkan bagi pengembangan tanaman perkebunan yang fungsi hidrologinya sama dengan tanaman hutan. dapat di lihat bahwa. 2). Riwayat Tanah Tanah untuk lokasi pembangunan perkebunan kelapa sawit PT MAL DI Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten mandailing Natal berada di kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) . PT MAL ingin memamfaatkan lahan tersebut untuk perkebunan kelapa sawit tersebut sesuai dengan areal pengembangan pertanian dari Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi Sumatera Utara (Perda No. hampir 80% masyarakat Desa Sikapas mengantungkan kehidupannya sehari-hari pada sektor kehutanan. Keterangan tabel tersebut diatas.

Kelapa sawit tumbuh dengan baik pada wilayah yang cukup curah hujannya. Universitas Sumatera Utara . Kelembaban udara rata-rata 80% menunjukkan tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Topografi Keadaan topografi wilayah PT. Lama penyinaran tidak kurang dari 5 jam/hari dan bulan tertentu 7 jam/hari. Kelembaban udara antara 80-85% Sumber Mata Air. Dari data curah hujan tersebut. Temperatur yang dikehendaki 24º celcius sampai 30º celcius. Suhu udara maksimum 32º celcius serta suhu udara minimum 23º celcius. Jumlah hari hujan rata-rata 13. Lama penyiraman berkisar antara 6-8 jam/hari. Iklim dan Keadaan Tanah a. menurut Koppen daerah proyek diklasifikasikan sebagai tipe D dan E menurut Schmitd dan Ferguson karena merata sepanjang tahun dengan periode kering sangat pendek. Madina Agrolestari datar berada sekitar ± 15 meter dari permukaan laut. Curah Hujan Data curah hujan tahunan berdasarkan data curah hujan Mandailing Natal menunjukkan bahwa lokasi proyek memiliki curah hujan berkisar 1000 sampai 2000 mm/tahun dan tidak terdapat bulan kering. b.3). berkisar 2000-3000 mm/tahun dengan penyebaran yang merata sepanjang tahun.4 hari/bulan.

Keadaan Tanah 1. dan kemungkinan terjadi erosi. Bahan organic ini sangat peka terhadap bahaya kebakaran terutama pada musim kemarau. Jenis tanah gambut tersebut perlu perlakuan khusus baik pada saat pembukaan lahan dan pemeliharaan tanama dengan (konservasi) tanah. Program Lingkungan Hidup (Areal Konservasi Sempadan Sungai) 46 a. Jenis Tanah Jenis tanah yang dijumpai pada areal pengembangan adalah tanah gambut (organosol/histosol) dengan ketebalan gambut bervariasi 2-3 meter. memperhatikan aspek-aspek pengawetan C. Kondisi Umum Pengembangan Wilayah di Sekitar Lokasi 1. 2. 46 Progres Kerja PT Madina Agrolestari. Mempertahankan Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Marait dan sunagi Siriam 50 Meter kanan alur sungai. Kemampuan Tanah Tingkat kesuburan tanah pada lokasi proyek cukup baik tetapi dari batuan induk yang relatif porous meyebabkan terjadinya proses pencucian. Pembentukan tanah gambut ini berasal bahan organic berupa daun/ranting atau bahan lain dari tumbuhan yang gugur yang mengalami proses pelapukan. Seluruh areal PT MAL memiliki kedalaman efektif diperkirakan 60-90 cm atau lebih. Priode 31 Mei 2010 Universitas Sumatera Utara .c. tekstur halus. tanah mineral dan marginal. tergenang periodik.

Jalan Jembatan antar blok Jembatan Akses Sungai Marait dengan Desa sebelah ) 3. c. Priode 31 Mei 2010 Universitas Sumatera Utara . Tegakan kayu pada 50 meter kiri dan kanan tidak dilakukan penumbangan. KPM (Karya Pratama Mandiri). Daerah perbukitan terjal dan batu tidak diolah dan dijadikan areal konservasi. 525. 525/432/K/2007 No. Daerah tepi sungai yang tidak ada tegakan kayu dilakukan penanaman Mohoni.25/427/K/2007 No.25/428/K/2007 Progres Kerja PT Madina Agrolestari. b. 2. Keberadaan Pembangunan Sarana sekitar Lokasi 47 a. Penanaman pencegah penyakit hama ulat api dengan Tornerra subulate. Untuk menjaga lingkungan daerah dilakukan system irigasi untuk mengatur air di areal lokasi dengan memakai program konsultan PT. g.b. 525. d. b. Untuk lingkungan dalam analisa AMDAL (Aanalisis Dampak Lingkungan) memakai konsultan dari peneliti Lingkungan Hidup USU dan hasil sudah keluar serta izin dari BAPEDALDA no. Priode 31 Mei 2010 Progres Kerja PT Madina Agrolestari. Administrasi Kebun 48 : 90.240 Meter : 42 unit : 1 Unit (penghubung Desa Sikapas a. c. e. h. Melakukan penanaman penahan longsor dengan Vertivera gress. Izin Lokasi Izin Usaha Perkebunan Inti Izin Lokasi Plasma 47 48 No. 660/2056/BPDL-MN/2008. c. f.

Izin Lokasi Perkebunan Plasma Rekomendasi Teknik Land Clearing Izin Pemanfaatan Kayu Izin Pendaratan Alat Izin Lingkungan Hidup/AMDAL No.id. 4.25/433/K/2007 No.d. g.476 49 www. Amru Daulay. 522/1016/HUTBUN/K/2010 No. mandiri. 2. 522. Lahan lainnya adalah 48.madina.go. 660/2056/BPDL-MN/2008 Kabupaten Mandailing Natal resmi terbentuk pada tanggal 23 Nopember 1998 berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1998 tanggal 23 Nopember 1998 Tentang Pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Mandailing Natal.278 hektar.557 hektar. 525. Selayang Pandang Kabupaten Mandailing Natal. SH. 522/216/Dishut/2008 No. Selanjutnya Kabupaten Mandailing Natal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid pada tanggal 9 Maret 1999 di Kantor Gubernur Sumatera Utara Medan dan pejabat Bupati Mandailing Natal pada masa itu adalah H. e. diakses 10 Maret 2011 Universitas Sumatera Utara . sejahtera dan berwawasan lingkungan tahun 2010” Misi Kabupaten Mandailing Natal : 1. rawa-rawa 48. f. 49 Visi Kabupaten Mandailing Natal: “terwujudnya pembangunan masyarakat MADINA yang maju. h. 3.21/2901/2010 No. Mewujudkan pembangunan masyrakat MADINA yang maju tahun 2010 Mewujudkan pembangunan masyrakat MADINA yang mandiri tahun 2010 Mewujudkan pembangunan masyrakat MADINA yang sejahtera tahun 2010 Mewujudkan pembangunan masyrakat MADINA yang berwawasan lingkungan tahun 2010 Pemanfaatan lahan di Kabupaten Mandailing Natal. yang paling banyak memanfaatkan lahan adalah pengusaha HPH yaitu seluas 81.476 hektar. hutan rakyat 46.

PT. Agro Bina Mandiri (2000. 2.hektar. PT.Spalar Jaya kartika di lokasi Natal dan Linggabayu (11. 5. Bapak Hidayatsyah. diperoleh beberapa data jumlah hektar masing-masing perusahaan yang telah dikeluarkan izinnya diantaranya. perladangan. pemukiman dan perkantoran 15. 50 Sebagai salah satu Kabupaten baru. yaitu diarahkan dalam rangka upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. 51 1. suatu studi perbandingan. Hal ini jelas terlihat dalam visi dan misi Kabupaten Mandailing Natal tahun 2010. Madina. PT. Penyabungan.Ha).884 hektar.500 Ha). hal 23 51 Wawancara Kasubsi PGT Kantor Pertanahan Kabupaten Mandailing Natal. yang di prioritaskan dalam pemabangunan khususnya dalam bidang Pertanian. persawahan 21.Haidir di Batahan.Ha). PT.545 hektar.Madina Alam Lestari di Batahan dan Muara Batangadis dengan luas (4000. Basyral Hamidy Harahap. 2004.Ha). 4.126 hektar. Madina membangun masyarakat yang Madani. Pemda Kab. 3. dengan memanfaatkan semua potensi Sumber Daya Alam dan kekayaan lainnya. 6. (4000. Anugrah Langkat Makmur(20000. Hasil wawancara penulis kepada Kasubsi PGT Kantor Pertanahan Kabupaten Mandailing Natal.618 hektar dan lain-lain 85. tanggal 25 Maret 2011 50 Universitas Sumatera Utara .MAL di Muara Batanggadis dengan luas izin diperkirakan (6000. PT. PT. berupaya untuk mengejar ketertinggalannya dengan menyusun program dan skala prioritas dengan sasaran diberbagai sektor dan wilayah.Ha). Dengan prioritas pembangunan tersebut Bupati Mandailing Natal dalam ini telah mengeluarkan beberapa izin lokasi. kebuan dan tambak 44.Ha).

MAL Universitas Sumatera Utara . Koperasi Universitas Sumatera Utara. Untuk maksud tersebut maka proyek perkebunan kelapa sawit yang direncanakan 52 2. oleh karenanya secara umum prooyek pembangunan kelapa sawit yang dikelolah oleh PT. terutama komoditas perkebunan yang terbukti mampu bertahan di masa-masa krisis seperti sekarang ini. terutama fungsi tanah. Mendaya-gunakan sumberdaya yang ada secara efisien dan efektif yang akan memberikan keuntungan bagi Pemerintah Daerah dan Perusahaan dengan tidak melupakan fungsi sosial kemasyarakatan disekitar lokasi proyek. MAL yang mengajukan permohonan di tahun 2004 bertujuan : 52 1. Proyek Proposal Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit PT. 8.7. Disamping itu komoditas perkebunan selalu dapat diusahakan dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam terutama tanah dan air. Peran tersebut diyakini masih akan tetap bertahan dimasa-masa mendatang. di dalamnya terkait pula kepentingan beberapa manfaat yang akan diperoleh seperti perluasan lapangan pekerjaan dan pendatang maupun masyarakat di sekitar lokasi proyek Memberikan pemahaman tekhnologi dan manajemen pengelolaan perkebunan terutama kepada petani disekitar lokasi proyek melalui pembinaan kepada petani. Usaha perkebunan sudah sejak lama memberikan andil dan menjadi salah satu andalan dalam perekonomian Indonesia. yang sama sekali tidak dikelola. air dan vegetasi. Membantu pencapaian target ekspor hasil-hasil pertanian sebagai komoditas non migas melalui peningkatan produksi dan perbaikan mutu. Sebagai komoditas yang dapat diusahakan secara berkesinambungan produksinya. PT. Menjaga dan melestarikan lingkungan.Ha).Rendi Pratama Raya di Muara Batanggadis (4000. jenis usaha perkebunan memberikan andil besar dalam penyedian bahan baku induustri dalam negeri serta keperluan pemenuhan ekspor ke manca negara. khususnya petani yang mengembangkan tanaman sejenis dengan yang dikembangkan oleh proyek. 4. 3.

Ikut membangun agribisnis di Mandailing Natal pada umumnya. Kabupaten Mandailing Natal. Jadi pendirian PT. MAL dalam pemanfaatan lahan perkebunan di di sektor perkebunan adalah sebagai pendukung pertumbuhan perekonomian Nasional dan membantu pemerintah mengurangi pengangguran dalam hal pekerjaan sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar berkesinambungan.. Membantu Pemerintah daerah melakukan penataan lingkungan dan mendorong pola pertanian menetap. pengawetan. Memberi keuntungan kepada Negara pada umumnya dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal serta Propinsi Sumatera Utara pada khususnya melalui pajak dan lainnya. 3.. Adapun misi PT MAL ini dinyatakan sebagai berikut : Ikut membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dilingkungan kebun PT MAL dan ekonomi masyarakat umumnya. 2. 4.5. Masina Agrolestari. Mendukung dan menumbuh kembangkan peran koperasi sebagai pengembang masyarakat perkebunan di pedesaan dan penyelenggara beberapa kegiatan usaha alternatif.perencanaan dan pendayagunaan lahan secara optimum. terutama pada masyarakat desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal yang berada di sekitar proyek pembangunan Perkebunan Sawit PT. Mendukung pelaksanaan program pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan perekonomian rakyat melalui pengembangan pembangunan kebun kelapa sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis. antara lain melakukan rehabilitasi. akan menerapkan tekhnologi tepat guna serta berupaya menghindari akibatakibat negatif dari proyek. 1. Universitas Sumatera Utara . 6.

disediakan sebagai sarana untuk kegiatan usaha (kegiatan usaha di bidang pertanian dalam arti luas.D. Pemilikan dan penguasaan tanah oleh 53 Irene Eka Sihombing. hal 53 Universitas Sumatera Utara . disediakan tanah dengan status Hak Pengelolaan. selain untuk bangunan rumah tinggal. op. Sebagai sarana untuk membangun sesuatu yang diperlukan bagi kepentingan umum.cit. Meskipun Undang Undang Pokok Agraria menyediakan berbagai jenis hak atas tanah untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Perolehan Tanah Menurut Hukum Tanah Nasional a. Misalnya saja disediakan tanah dengan status Hak Milik sebagai sarana untuk membangun rumah tinggal bagi Warga Negara Indonesia. tanah Hak Milik juga diperuntukkan bagi pertanian dalam skala kecil. dan Hak Pakai. disediakan tanah Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai). Asas-Asas Perolehan Tanah Penguasaan dan penggunaan tanah oleh siapapun serta untuk keperluan apapun harus ada landasan haknya. haruslah diingat bahwa penguasaan atas tanah-tanah tersebut tidak bersifat mutlak. kegiatan-kegiatan khusus seperti membangun kantor-kantor instansi pemerintah. bisa juga Hak Pakai. tanah dengan status Hak Pakai juga disediakan sebagai sarana untuk membangun rumah tinggal bagi orang asing. Jika di desa. Tanah-tanah dengan status Hak Guna Usaha. Hak Guna Bangunan. rumah ibadah. kantor ataupun rumah tinggal bagi para diplomat asing. Perolehan Tanah Bagi Kegiatan Perusahaan Pembangunan Perkebunan 1. dan keperluan-keperluan khusus lainnya. Oleh karenanya Undang Undang Pokok Agraria menyediakan berbagai jenis hak atas tanah untuk memenuhi berbagai keperluan 53. Di samping untuk kegiatan usaha.

Gregory Alexander dari Cornell University pada tahun 1991 mengemukakan peeemikirannya yang disebut sebagai post-modern dialectic of property. Hukum Tanah Nasional yang didasarkan pada hukum Adat sudah memperkenaalkan konsepsi komunalistik religius sejak tahun1960. termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dalam wilayah Sehubungan dengan Pasal 6 UUPA yang menyatakan “semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial” 54 Universitas Sumatera Utara . 54 Cara berpikir yang serba berpasangan ini belakangan mulai diperkenalkan di Amerika Serikat. yaitu saat diundangkannya UUPA. di samping bahwa dalam setiap hak atas tanah yang dipunyaai seseorang diletakkan pula kewajiban tertentu. yang beruusaha menepis pandangan individualistic semata dalam hubungan manusia dengan tanah (self regarding vision). dengan menawarkan communitarian visio of property sebagai alternatifff. Sifat komunalistik religious dari konseepsi hukum Tanah Nasional ditunjukkan oleh Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa seeluruh bumi. dan kepentingan negara. Jika di Amerika Serikat pada tahun 1991 baru diperkenalkan konsep communitarian visio of propert. Sehubungan dengan hal itu. air dan ruang angkasa. kepentingan bersama. dituntut penguasaan dan penggunaan tanah secara wajar dan bertanggung jawab. Ada pertanggungjawaban individu terhadap masyarakat melalui terpenuhinya kepentingan bersama/kepentingan umum.siapapun dibatasi dengan adanya kepentingan orang lain (antar individu). karena manusia tidak dapat berkembang sepenuhnya apabila berada di luar keanggootaan suatu masyarakat mengenai hal ini lihat juga pasal 6 UUPA.

air dan ruang angkasa bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional. Akibat diperlukannya tanah untuk pembangunan. sekaligus mengandung unsur kebersamaan.hal 55 Boedi Harsono. Dengan perkataan lain tak ada pembangunan tanpa tanah. yang telah bersatu menjadi bangsa Indonesia. Unsur religius dari konsepsi ini ditunjukkan oleh pernyataan bahwa bumi. 2003. muncul istilah penggusuran. Jakarta.cit.Republik Indonesia sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa adalah bumi. Dalam rangka Hukum Tanah Nasional. op. air dan ruang angkasa Indonesia termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria. Isi dan Pelaksanannya. dalam Hukum Tanah Nasional terdapat asas-asas yang berlaku mengenai penguasaaan tanah dan Irene Eka Sihombing. dimungkinkan Warga Negara Indonesia masing-masing menguasai bagian-bagian dari tanah bersama tersebut secara individual. 55 Kalau dalam Hukum Adat tanah Ulayat merupakan tanah bersama warga masyarakat adat yang bersangkutan. dengan hak-hak atas tanah yang bersifat pribadi. 56 Tanah dan Pembangunan adalah dua unsur yang satu dengan lainnya berkaitan. Djambatan. termasuk pembangunan. dalam rangka Hukum Tanah Nasional semua tanah dalam wilayah Negara kita adalah tanah bersama rakyat Indonesia. Istilah ini muncul untuk menggambarkan terjadinya penyimpangan perolehan tanah untuk memenuhi berbagai keperluan. hal 206-207 56 55 Universitas Sumatera Utara . merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada Bangsa Indonesia.

jika tanah yang bersangkutan diperlukan untuk penyelenggaraan kepentingan umum.cit. diperlukan oleh siapapun dan untuk keperluan apapun (juga untuk proyek-proyek kepentingan umum) perolehan tanah yang dihaki seseorang harus melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan. op. bahkan diancam dengan sanksi pidana. Bahwa dalam keadaan yang memaksa. untuk menyerahkan tanah kepunyaannya dan atau menerima imbalan yang tidak disetujuinya.51 Prp Tahun 1960. untuk memperoleh tanah yang diperlukan tidak dibenarkan adanya paksaan dalam bentuk apapun dan oleh pihak siapapun kepada pemegang haknya. 5. Irene Eka Sihombing. 4. dilindungi oleh hukum terhadap gangguan-gangguan dari pihak manapun. Bahwa oleh Hukum disediakan berbagaisarana hukum untuk menanggulangi gangguan yang ada yaitu: a. Bahwa penguasaan dan penggunaan tanah yang berlandaskan hak yang disediakan Oleh Hukum Tanah Nasional. dapat dilakukan pengambilan secara paksa. Bahwa sehubungan apa yang tersebut di atas. baik mengenai penyerahan tanahnya kepada pihak yang memmerlukan maupun mengenai imbalannya yang merupakan hak pemegang hak atas tanah yang bersangkutan untuk menerimanya. baik oleh sesama anggota masyarakat maupun oleh pihak penguasa sekalipun. dalam arti tidak memerlukan persetujuan pemegang haknya. Bahwa dalam keadaan biasa. dan tidak mungkin menggunakan tanah yang lain. sedang musyawarah yang diadakan tidak berhasil memperoleh kesepakatan. harus dilandasi hak atas tanah yang disediakan oleh Hukum Tanah Nasional. dengan menggunakan acara “ pencabutan hak” yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961. Bahwa penguasaan dan peggunaan tanah oleh siapapun dan untuk keperluan apapun. Adapun asas-asas tersebut adalah: 57 1. Gangguan oleh sesama anggota masyarakat: gugatan perdata melalui Pengadilan Negeri atau meminta perlindungan kepada Bupati/Walikotamadya menurut UU no. 3. hal 56-58 Universitas Sumatera Utara . 6. 57 2. Gangguan oleh Penguasa: gugatan melalui pengadilan Umum atau Pengadilan Tata Usaha Negara.perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah. Bahwa penguasaan dan penggunaan tanah tanpa ada landasan haknya (illegal) tidak dibenarkan. termasuk juga penggunaan lembaga “ penawaran pembayaran yang diikuti dengan konsinyasi pada Pengadilan Negeri” seperti yang diatur dalam pasal 1404 kitab Undang Undang hukum Perdata. b. dalam keadaan biasa. 7. jika gangguan tersebut tidak ada landasan hukumnya.

8.

9.

Bahwa dalam perolehan atau pengambilan tanah, baik atas dasar kepakatan bersama maupun melalui pencabutan hak, pemegang haknya berhak memperoleh imbalan atau ganti kerugian, yang bukan hanya meliputi tanahnya, bangunan, dan tanaman pemegang hak, melainkan juga kerugian-kerugian lainyang dideritanya sebagai akibat penyerahan tanah yang bersangkutan. Bahwa bentuk dan jumlah imbalan atau ganti kerugian tersebut, juga jika tanahnya diperlukan untuk kepentingan umum dan dilakukan pencabutan hak, haruslah sedemikian rupa, hingga bekas pemegang haknya tidak mengalami kemunduran, baik dalam bidang sosial maupun tingkat ekonominya. Apabila asas-asas perolehan tanah ini ditaati, maka seharusnya kegiatan

perolehan tanah untuk berbagai kegiatan termasuk pembangunan dapat berjalan dengan baik. b. Tata Cara Perolehan Tanah Hukum tanah nasional menyebutkan berbagai jenis perolehan tanah, yaitu: 1. Primer a. Pembukaan hutan; b. Pemberian hak baru oleh negara. 2. Sekunder a. Pewarisan; b. Pemindahan hak; c. Pemberian hak baru oleh pemilik tanah. 3. Perubahan hak; 4. Hapusnya hak: a. Jangka waktu berakhir; b. Pelepasan/pembebasan hak; c. Pembatalan hak;

Universitas Sumatera Utara

d. Pencabutan hak. Sehubungan dengan hal tersebut dalam Hukum Tanah Nasional disediakan berbagai cara perolehan tanah yang diperlukan, yang ketentuan-ketentuannya disusun dalam suatu system, yang didasarkan atas kenyataan status tanah yang tersedia: 1. Tanah Negara 2. Tanah Hak (Hak Milik, Hak GunanUsaha, Hak Guna bangunan, Hak pakai). Apabila yang tersedia tanah hak, apakah; a. Pemegang hak atas tanahnya bersedia menyerahkan atau memindahkan hak atas tanahnya; b. Apabila pemegang haknya bersedia menyerahkan atau memindahkan haknya, apakah pihak yang memerlukan tanah tersebut (calon peeemegaang hak): 1) Memenuhi syarat untuk menjadi pemegang hak atas tanah yang bersangkutan, ataukah 2) Tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemegang hak atas tanah yang bersangkutan c. Pemegang hak atas tanahnya tidak bersedia menyerahkan atau memindahkan hak atas tanahnya. 3. Tanah Hak Pengelolaan. Berdasarkan kriteria tersebut disusun sistem perolehan tanah baik untuk keperluan pribadi, bisnis/usaha, maupun kegiatan khusus ataupun kepentingan umum. Untuk menentukan tata cara perolehan tanah yang disediakan dalam Hukum Tanah Nasional, terlebih dahulu perlu memperhatikan beberapa hal yaitu:

Universitas Sumatera Utara

1.

Proyeknya, yaitu apa yang dikembangkan/dibangun di atas tanah yang di peroleh. Tanah yang tersedia itu akan digunakan untuk keperluan pribadi, kegiatan usaha (bisnis), atau keperluan khusus lainnya.

2.

Lokasinya, yaitu letak proyek yang bersangkutan, Untuk itu perlu diketahui terlebih dahulu Rencana Tata Ruang Wilayah Kota). Apabila untuk keperluan bisnis/proyek trtentu perlu dimohon ijin Prinsip dan ijin Lokasi (peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 2/1999 Tentang Ijin Lokasi).

3.

Tanah yang tersedia, yaitu segi fisik dan segi yuridisnya. Perlu dianalisis data fisik dan data yuridis bidang tanah yang ditawarkan atau akan diperoleh berdasarkan dokumen kepemilikannya, yaitu: a. Segi fisik tanah Letaknya, batas-batasnya dan luasnya. Apabila telah bersertipikat, data fisik dapat dibaca pada Surat Ukur yang memuat keterangan tentang data fisiknya. b. Segi yuridisnya 1. Jenis haknya 2. Pemegang haknya 3. Hak-hak pihak ketiga, apabila dibebani Hak Tanggungan, bararti sebagai jaminan pelunasan kredit yang diperoleh dari Bank tertentu. Atau dibebani dengan hak atas tanah HGB, Hak pakai atau Hak Sewa yang diberikan di atas tanah Hak Milik.

Universitas Sumatera Utara

pengertian izin lokasi adalah izin yang diberikan kepada perusahaan untuk memperoleh tanah sesuai dengan tata ruang wilayah. Sedangkan Affan Mukti. misalnya diperoleh melalui jual beli. yang berlaku pula sebagai izin pemindahan hak. 4. menyatakan: “Izin lokasi adalah izin yang diberikan kepada perusahaan untuk memperoleh tanah yang diperlukan dalam rangka penanaman modal yang berlaku pula sebagai izin Universitas Sumatera Utara .4. Izin Lokasi 1) pengertian Di dalam peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. Terjadinya pewarisan karena hukum ( dikuasai oleh para ahli waris pemegang hak) 5. Kesediaan pemegang hak melepaskan hak atas tanahnya. atau bentuk pemindahan hak lainnya. Perbuatan hukum yang terjadi. 5. 2. 2 Tahun 1993 disebutkan bahwa. Perolehan Lahan Perkebunan yang dilakukan oleh PT. hibah. MAL dalam rangka pemberian status Hak Guna Usahanya adalah sebagai berikut: a. Status hukum calon pemegang hak atas tanah. yang merupakan bagian Sertipikat. Data yuridis dapat dibaca pada Salinan Buku Tanah. Madina Agrolestari Prosedur yang ditempuh dalam pengadaan tanah oleh PT. tukar menukar.

maka investor dapat mengajukan permohonan hak atas tanah. Setelah mendapatkan izin lokasi.” 58 Bahwa izin lokasi ini diberikan setelah pihak yang membutuhkan tanah tersebut mengajukan permohonan kepada kapala kantor Badan Pertanahan guna usaha penanaman modalnya. 2) Subjektif Bahwa yang dapat menjadi subjektif dalam pemberian izin lokasi adalah: a. oleh karena itu setelah perusahaan menerima surat keputusan perusahaan baru dapat menguasai tanah apabila dapat membebaskan tanah tersebut tentunya harus dengan jual beli. Jika kegiatan perolehan tanahanya sudah selesai. Pemerintah b. Dalam pelaksanaan izin lokasi bukan merupakan bukti kepemilikan. setelah memenuhi beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut.cit Universitas Sumatera Utara .pemindahan hak dan untuk menggunakan tanah tersebut guna keperluan usaha penanaman modal. maka atas tanah yang di mohonkan harus sesuai dengan status juridis pemohon dan sifat usaha kegiatannya. loc. Perusahaan yang membutuhkan tanah 58 Affan Mukti. akan tetapi berupa surat keputusan dalam upaya perusahaan untuk memperoleh tanah/lahan yang dibutuhkan. maka investor sudah dapat melakukan kegiatan perolehan tanah. Artinya di dalam perjanjian jaul beli tersebut harus ada kesepakatan baik mengenai harga ganti kerugian maupun penyerahan tanah/lahan tersebut.

Untuk usaha pengembangan perumahan dan pemukiman: . Izin lokasi dapat diberikan kepada perusahaan yang sudah mendapatkan persetujuan penannnnaman modal sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh tanah dengan luas tertentu sehingga apabila perusahaan tersebut berhasil membebaskan seluruh areal yang ditunjuk. maka luas penguasaan tanah yang oleh perusahaan tersebut dan perusahaan-perusahaan lain yang merupakan satu grup perusahaan dengannya tidak lebih dari luasan sebagai berikut: a.c. Masyarakat yang akan menyerahkan tanahnya. untuk kawasan industry untuk 1 provinsi 400 ha 200 ha 2000 ha 400 ha 4000 ha Universitas Sumatera Utara .untuk usaha resort dan perhotelan untuk 1 provinsi untuk seluruh provinsi b.kawasan perumahan dan pemukiman untuk 1 provinsi untuk seluruh provinsi . 3) Luas Tanah yang diberikan bahwa tanah yang dapat ditunjuk dalam izin lokasi adalah tanah yang menurut rencana tata ruang wilayah yang berlaku diperuntukkan bagi penggunaan yang sesuai dengan rencana penanaman modal yang akan dilaksanakan oleh perusahaan menurut persetujuan penanaman modal yang dipunyai.

Universitas Sumatera Utara .di Pulau Jawa untuk 1 provinsi untuk seluruh provinsi .000 ha 100. b. jangka waktunya 1 tahun. Izin Lokasi untuk luas lebih dari 50 ha. untuk usaha tambak .komoditas lainnya untuk 1 provinsi untuk seluruh provinsi d.000 ha 150.di luar Pulau Jawa untuk 1 provinsi untuk seluruh provinsi 200 ha 2.000 ha 100 ha 1.c. Izin Lokasi untuk 25 s.000 ha 60.000 ha Khusus untuk daerah Irian Jaya maksimum luas penguasaan tanah adlan dua kali maksimum luas penguasaan tanah untuk satu provinsi Jawa. untuk usaha perkebunan yang diusahakan dalam bentuk perkebunan besar dengan pemberian Hak Guna Usaha untuk: . maka jnagka waktunya 3 tahun.d.000 ha 20. 50 ha. jangka waktunya 2 tahun. 4) Jangka Waaktu Izin Lokasi Bahwa izin lokasi diberikan untuk jangka waktu sebagai berikut: a.komoditas tebu untuk 1 provinsi untuk seluruh provinsi . Izin Lokasi sampai dengan 25 ha. c.

Menyetakan: Hak Pemegang Izin Lokasi a. Pemegang izin lokasi berkewajiban untuk melaporkan secara berkala setiap 3(tiga) bulan kepada kantor pertanahan mengenai perolehan tanah yang sudah dilaksanakan berdasarkan izin lokasi dan pelaksanan penggunaan tanah tersebut.5) Hak dan Kewajiban Pemegang Izin lokasi Sesuai dengan Pasal 8 dari Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanhan Nasional Nomor. tidak menutup atau mengurangi aksessibilitas yang dimiliki masyarakat di sektar lokasi dan mnejaga serta melindungi kepentingan umum. c. maka semau hak atau kepentingan pihak lain yang sudah ada atas tanah yangh bersangkutan tidak nberkurang dan tetap diakui. maka kepada pemegang izin lokasi dapat diberikan hak atas tanah yang memberikan kewenangan kepadanya untuk melaksanakan rencana penanaman modalnya. 2 Tahun 1999 tentang Izin Lokasi. pemberian ganti kerugian. termasuk kewenangan yang menurut hukum di punyai oleh pemegang hak atas tanah untuk memperoleh tanda bukti hak (sertifikat) dan kewenangan untuk menggunakna dan memanfaatkan tanahnya bagi keprluan pribadi atau usahanya sesuai rencana tata ruang ynag berlaku serta kewenangan untuk mengalihkannya kepada pihak lain. Pemegang izin lokasi wajib menghormati kepentingan pihak-pihak lain atas tanah yang belum dibebaskan. Sebelum tanah yang dibebaskan oleh pemegang izin lokasi. Sesudah tanah yang bersangkutan dibebaskan dari hak dan kepentingan pihak lain. Pemegnag izin lokasi diizinkan membeskan tanah dalam areal izin lokasi dari hak dan kepentingan pihak lain berdasarkan kesepakan dengan pemegang hak atau pihak yang mempunyai kepentingan tersebut dengan cara jual beli. b. b. Kewajiban Pemegnag Izin Lokasi a. Universitas Sumatera Utara . konsolidasi tanha atau cara lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BAGAN I Mekanisme Pemberian Izin Lokasi PERMEN AGRARIA/KEPALA BPN No. 525.500 Ha tanggal. Akta Pendirian Perusahaan 2. Gambar Kasar/ Sketsa Tanah yang dimohonkan 4.25/455/K/2010 tentang izin lokasi untuk keperluan perkebunan kepada PT. SPPP/SPPM atau persetujuan prinsip Dalam hal ini PT. Uraian rencana proyek yang akan dibangun 6. Izin lokasi diatur dalam peraturan Kepala Daerah Universitas Sumatera Utara . dan perpanjangan No. Revisi No. MAL memperoleh SK Bupati No: 525.25/427/K/2007. 2/1993 KANTOR PERTANAHAN DATI II Permohonan (1) Izin Lokasi (3) (2) Koordinasi INSTANSI TERKAIT INVESTOR Persyaratan Permohonan: 1. Pernyatan kesanggupan akan memberikan ganti rugi atau menyediakan tempat penampungan bagi pemilik tanah/yang berhak atas tanah 5. 525. MAL dengan luas ± 6. NPWP 3.25/124/2005. Tanggal 8 Maret 2005.

Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor : 525. tidak dibenarkan dilaksanakan melalui perantara dalam bentuk dan nama apapun juga. 2. dan bangunan milik/ pemegang hak atas tanah. perolehan tanah harus dilaksanakan secara langsung antara pihak-pihak yang berkepentingan melalui ganti rugi. Pemegang izin lokasi wajib menghormati kepentingan pihak-pihak lain yang tanah yang belum dibebaskan. 3. dengan tidak menutup dan mengurangi Aksesibilitas yang dimiliki masyarakat disekitar lokasi dan menjaga serta melindungi kepentingan umum. jual beli atau secara pelepasan hak yang dilaksanakan dihadapan pejabat yang berwenang dengan pemberian ganti/kerugian ataupun konpensasi lainnya yang berbentuk dan besarnya ditentukan secara musyawarah. Sesudah tanah yang bersangkutan dibebaskan dari hak dan kepentingan pihak lain.25/427/K/2007 tentang pemberian izin lokasi kepada PT. melainkan harus dilaksanakan secara langsung kepada yang berhak. 4. maka kepada pemegang izin lokasi dapat diberikan hak atas tanah yang memberikan kewenangan kepadanya untuk menggunakan tanah tersebut sesuai dengan keperluan untuk melaksanakan rencana penanaman modalnya. Pembayaran ganti rugi . tanah serta tanam yang tumbuh \. MAL 59 Universitas Sumatera Utara .Kabupaten/Kota dengan Peraturan Daerah masing-masing yang esensinya sebagai berikut: 59 1.

Pemegang izin lokasi berkewajiban untuk melaporkan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan kepada Kantor Pertanahan mengenai perolehan tanah yang dapat dilaksanakannya berdasarkan izin Lokasi dan pelaksanaan penggunaan tanah tersebut. 9. 11. Perusahaan berkewajiban mengadakan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). dan mengajukan permohonan Hak Guna Usaha (HGU). kepada pemerintah melalui Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara. Didalam pelaksanaan pembangunan perkebunan. penerima Izin Lokasi diwajibkan segera mengajukan permohonan pengukuran kadasteral guna penentuan batas dan luas tanah secara pasti. 6. menyediakan serta menguasahakan sarana dan prasarana pengendalian Universitas Sumatera Utara . Pihak perusahaan agar menyesuaikan segala permasalahan tanah yang menyangkut tanah-tanah garapan masyarakat melalui musyawarah. Perolehan tanah harus dilaksanakan dalam jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan ini yang dapat diperpanjang paling lama 12 (dua belas) bulan dan perkembangan perolehan tanah harus dilaporkan oleh penerima Izin Lokasi kepada Bupati Mandailing Natal melalui Kantor Petanahan Mandailing Natal. Untuk tanah yang diperoleh. 10.5. 7. Perusahaan berkewajiban memelihara dan menjaga jalur hijau berupa Sempadam sungai + 100 m dikiri kanan sungai besar dan + 50 m dikiri kanan sungai kecil serta radius 200m dari sumber mata air untuk dilestarikan. 8. pihak perusahaan berkewajiban membangun kebun kemitraan melalui wadah Koperasi Unit Desa.

hal ini menjadi tanggungjawab dari PT. 13. Hasil wawancara dengan Kepala Bidang Usaha Tani Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal: Universitas Sumatera Utara . Seperti yang dijelaskan diatas bahwa Izin Lokasi yang diperoleh perusahaan. 14. Perusahaan berkewajiban mengutamakan penggunaan tenaga kerja setempat sesuai dengan kemampuannya dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan. karena Izin Lokasi pada dasarnya hanyalah izin untuk memperoleh tanah. 12. dengan kata lain pintu bagi perusahaan untuk memperoleh hak atas tanah. MAL. Perusahaan berkewajiban melaporkan kepada Bupati Mandailing Natal melalui Kantor Pertanahan kabupaten setempat tentang kemajuan perolehan tanahn besarta studi AMDAL dan persyaratan lainnya setiap 3 (tiga) bulan sekali. bukanlah berarti hak yang bisa dimiliki/dikuasai oleh perusahaan tersebut.pencemaran lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bilaman dikemudian hari terdapat efek samping yang mengakibatkan kerusakan/pencemaran lingkungan disekitar lokasi karena kegiatan perkebunan. Mengolah sendiri tanah yang diberikan Izin Lokasi sesuai dengan peruntukannya dan tidak dibenarkan memindah tangankan Izin Lokasi dari Instansi yang berwenang.

Bapak Drs. pada tanggal 25 Maret 2011 61 Wawancara Direktur PT MAL. MBA pada tanggal 29 Mei 2011 60 Universitas Sumatera Utara . baik didasarkan penjelasan Pemohon Izin Lokasi (Perusahaan PT. MM. perusahaan langsung mengerjakan tanahnya walaupun belum ada surat keputusan pemberian HGU. dikarenakan sebelumnya belum adanya kepastian tata ruang sesuai dengan rencana pembangunan daerah”. MAL.” 61 Berdasarkan keterangan tersebut di atas. MAL) maupun dari instansi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal bahwa dengan Izin Lokasi yang telah diperoleh oleh perusahaan PT. SP.“Di Mandailing Natal Khususnya penetapan lokasi untuk diberikan izin lokasi sering menimbulkan kesulitan. dan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Rustam Honein. Wawancara Kepala Bidang Usaha Tani Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal. Sebenarnya dengan pemberian Izin Lokasi belum berarti pengusaha tersebut berhak mengerjakan tanahnya. tetapi dalam hal ini pemerintah tidak melarangnya. alasannya hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan tanah dari penggarap liar. 60 Proses permohonan Izin Lokasi dapat memakan waktu yang cukup lama. seperti yang jelaskan oleh Direktur PT MAL : “Permohonan Izin Lokasi yang diajukan oleh perusahaan di tahun 2004 kepada Bupati Mandailing Natal baru dapat dikeluarkan di tahun 2005. hal ini tentu sangat merugikan bagi perusahaan yang telah menanamkan modalnya dalam waktu lama. Bapak Panisien Nasution.

seperti yang dijelaskan oleh instansi yang terkait. langsung beroperasi. MM. 62 PT. di tambah lagi Kabupaten Mandailing Natal yang baru berkembang. namun dalam hal ini Bupati dengan Izin Lokasi yang telah diperoleh perusahaan harus segera memenuhi semua syarat-syarat dan kewajiiban-kewajiban yang telah ditentukan. 3. Ganti rugi kepada masyarakat tidak berjalan lancer. penyimpangan yang dilakukan oleh Perusahaan dari izin yang dikeluarkan adalah: 1. SP. dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat disekitar lokasi perkebunan. 2. keterangan yang diberikan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal menjelaskan bahwa: Dengan Izin Lokasi yang diterima oleh perusahaan bisa langsung beroperasi. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mempunyai alasan tersendiri menyikapi hal tersebut. hal ini Wawancara Kepala Bidang Usaha Tani Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal. maka lowongan kerja akan terbuka juga. Bapak Panisien Nasution. Tidak melaksanakan konservasi. pada tanggal 25 Maret 2011 62 Universitas Sumatera Utara . dengan terbukanya lahan. 4. Penyimpangan yang terjadi di atas berdampak kepada perusahaan yang baru memperoleh status HGU setengah dari luas izin lokasi yang diberikan.Sementara itu. MAL yang telah memperoleh Izin Lokasi dari tahun 2005. Adanay intervensi dari perusahaan seolah-olah memiliki seutuhnya dari izin lokasi yang dimiliki perusahaan tersebut. Garapan-garapan masyarakat belum seutuhnya selesai. dalam hal ini perusahan lupa akan kewajiban yang akan dilaksanakan.

Jakarta. dapat diketahui bahwa pembebasan tanah merupakan suatu masalah yang sangat rawan. Jakarta. Pembebasan Tanah Tanah. 1995. merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam upaya pembangunan. Pembebasan tanah adalah setiap perbuatan yang bermaksud langsung atau tidak langsung melepaskan hubungan hukum yang ada antara pemengang hak/penguasaan atas tanahnya dengan cara memberikan ganti rugi kepada yang berhak/penguasa tanah 64 Dalam hal acara pembebasan tanah seperti tersebut di atas. terutama bagi pihak yang tanahnya akan dibebaskan. b. dan merasa tidak layak atas besarnya ganti kerugian yang diberikan. . satu permasalahan yang muncul biasanya adalah sering tidak sepakatnya mengenai besarnya ganti kerugian antara pemilik tanah dan yang membutuhkan. 2005. Toko Gunung Agung Tbk. Hasan Wargakusumah. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman. pada umumnya ditempuh suatu proses yaitu melalui acara pembebasan tanah.dikarenakan pihak perusahaan yang tidak menyelesaikan kewajiban-kewajibannya terutama pembebasan lahan garapan masyarakat yang tidak seutuhnya dilaksanakan. Hasan Wargakusumah. hal 1 64 B. Analisis dan Evaluasi tentang Ganti Rugi dan Pemberian Uang Pasangan dalam Proses Penyerahan Hak Atas Tanah. 63 Dari kenyataannya. loc. Pemilik tanah merasa dirugikan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut yaitu dalam perolehan tanahnya. hal 202 65 Tim kerja dibawah pimpinan Moh.Sihombing. 65 Tanah yang menjadi objek Hak Guna Usaha yang diatasnya telah ada hak orang lain atau garapan oleh rakyat harus dibebaskan terlebih dahulu menjadi tanah Tim kerja dibawah pimpinan Moh. PT.F.cit 63 Universitas Sumatera Utara . Evaluasi Kebijakan Pertanahan dalam Hukum Tanah Indonesia.

sehingga harga menjadi tidak terkendali dari waktu kewaktu. Dalam kondisi seperti ini. dan harga menjadi cenderung semakin tinggi. dan lain-lain. Soetrisno. 6.yang dikuasai langsung oleh Negara. karena sudah pindah ke tempat lain. MAL adalah tanah negara dan tanah hak perorangan/garapan masyarakat Sikapas. Rata-rata penduduk berpendidikan rendah jadi tingkat emosional cukup tinggi. sedangkan sebaliknya apabila tidak dibebaskan akan menimbulkan enclave atau tidak bersambungan atau tidak lengket dengan tanah Perum Perhutani yang sudah ada. karena pertanian di daerah itu bersifat tadah hujan. op. tegalan yang sangat potensial mengahasilkan pendapatan.cit. Maka dari itu untuk PT. 7. Pada umumnya masyarakat di wilayah lokasi pembebasan adalah petani yang kehidupannya sangat bergantung kepada lahan yang dimilikinya. Harga yang diminta oleh penduduk sangat bervariasi dan berfluktuasi dan terjadi dsaling mempengaruhi antar – perjual.). 2. bila dipaksakan untuk dibebaskan dapat dipastikan akan menjadi preseden kenaikan harga tanah. 3.cit. 67 Sebagaimanaa yang di jelaskan sebelumnya bahwa tanah yang dimohonkan oleh PT. Adanya beberapa spekulasi tanah yang tentu akan mengganggu kestabilan harga yang terasa di beberapa daerah. 66 Kendala-kendala yang dihadapi yang dirasakan dapat menghambat jalannya pembebasan tanah adalah sebagai berikut: 1. 4. op. Luas tanah pengganti yang harus dibebaskan cukup luas dengan persil tiap pemilik tanah yang sangat kecil (umumnya jauh dibawah 1 Ha. juga apabila musim kemarau penduduk banyak yang pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain. Lokasi pembebasan yang bermacam-macam seperti terletak di lereng –lereng pegunungan dengan kecurangan yang tajam sehingga kondisi ini cukup menyulitkan dan memakan waktu. sehingga jumlah pemilik tanah yang harus diinventariskan satu per satu menjadi sangat banyak (ribuan persil). 5. hal 69 D. hal 37 Universitas Sumatera Utara . sehingga ada sejumlah kepala keluarga yang tidak mau menjual tanahnya terutama pada daerah-daerah subuh seperti daerah persawahan. MAL melakukan pembebasan tanah di atas tanah 66 67 Chadijah Dalimunthe. Pemilik tanah sukar dihubungi. Terlaksananya pembebasan tanah ini dilakukan langsung oleh pemohon di bawah pengawasan Instansi yang berwenang.

Jual beli. tukar menukar.hal 276 Universitas Sumatera Utara . hibah. tukar menukar. pemasukan kedalam perusahaan (imbreng). pemberian Hak Guna Bangunan atau Tanggungan dan Pemberian Kuasa Membebankan Hak Tanggungan.cit. op. Yamin Lubis.hak perorangan tersebut/garapan masyarakat menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara. Dalam kaitan dengan peralihan hak atas tanah tersebut maka yang termasuk disini adalah perbuatan hukum berupa: 1. Rahim Lubis. pembagian hak bersama. 68 Mhd. dengan cara: 1) Penyerahan / Peralihan (Jual Beli) Hak atas Tanah Peralihan hak atas tanah adalah suatu perbuatan hukum yang dikuatkan dengan akta otentik yang diperbuat oleh dan di hadapan pajabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang mengakibatkan beralihnya pemegang hak atas tanah kepada pihak lain. 68 Peralihan hak atas tanah menurut Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 dapat dilakukan melalui perbuatan hukum seperti jual beli. Sedangkan dalam Pasal 2 Peraturan pPemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang PPAT dan Pasal 95 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997 ditentukan jenis akta yang dibuat oleh PPAT antara lain perbuatan hukum mengenai jual beli. dan Abd. hibah. pemasukan dalam perusaahaan lainnya yang dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT yang berwenang.

Pembagian Hak Bersama. 3. Camat juga dapat ditunjuk sebagai PPAT Sementara oleh Kepala BPN. di wilayah yang belum cukup terdapat PPAT. pihak yang memindahkan hak dan pihak yang menerima hak harus menghadap PPAT.80 70 Universitas Sumatera Utara .2. Hal ini perlu mendapat perhatian secara serius. dalam rangka melayani masyarakat dalam pembuatan akta jual beli PPAT di daerah yang belum cukup terdapat PPAT. Camat perlu ditunjuk sebagai PPAT Sementara. 2006 Ibid. Pemasukan dalam perusahaan. Hibah. transaksi jual beli tanah dapat dilaksanakan oleh PPAT. maka fungsi tersebut harus dilaksanakan di seluruh wilayah negara. hal 87 hal. Tukar menukar. Oleh karena itu.. Sinar Grafika. 6. 69 Dalam hukum pertanahan.dan 5. Peralihan Hak tas Tanah dan Pendaftarannya. karena fungsinya dibidang pendaftaran tanah sangat penting bagi masyarakat yang memerlukan. Penggabungan atau peleburan perseroan atau koperasi yang didahului dengan likuidasi (Pasal 43 ayat (2)). Pasal 37 PP No. Untuk dibuat akta peralihan hak tersebut. Jakarta. 24 Tahun 1997 menyebutkan bahwa peralihan atas tanah melalui jual beli hanya dapat didaftarkan jika dibuktikan dengan akta yang dibuat PPAT yang berwenang menurut ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. 70 Selain itu. Yang dimaksud dengan daerah yang belum cukup terdapat PPAT adalah daerah yang jumlah PPAT-nya belum memenuhi jumlah 69 Adrian Sutedi. 4.

juga menimbulkan persoalan lebih ruwet. 71 Diharuskan jual beli tanah dengan Akta PPAT berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 1997. Untuk desa-desa dalam wilayah yang terpencil. 37 Tahun 1998. Hukum Tanha jaminan UUPA bagi Keberhasilan Pendayagunaan Tanah. PP Nomor 37 Tahun 1998 dan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. Khususnya daerah pedesaan yang Camat atau Kepala Desanya yang belum ditunjuk sebagai PPAT Sementara. yaitu Kepala Desa. 4 Tahun 1999.formasi yang ditetapkan Menteri/Kepala Badan Pertanahan Nasional tersebut dalam Pasal 14 PP NO. dkk. Rineka Cipta. sedangkan banyak penduduk G. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan pada rakyat di daerah terpencil yang tidak ada PPAT untuk melaksanakan perbuatan hukum peralihan hak atas tanah meraka yang ditunjuk sebagai PPAT Sementara adalah Pejabat Pemerintah yang menguasai keadaan daerah yang bersangkutan. maka Camat yang mengepalai wilayah Kecamatan tersebut untuk sementara ditunjuk karena jabatannya sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah. hal 184 71 Universitas Sumatera Utara . Di daerah yang sudah cukup terdapat PPAT dan merupakan daerah tertutup untuk mengangkat PPAT baru.1991. Bandung. Kepala Badan Pertanahan dapat menunjuk PPAT semantara. Semantara itu di mana untuk satu daerah kecamatan belum diangkat seorang Pejabat Pembuat Akta Tanha. Kartasapetra. camat baru tidak lagi ditunjuk sebagi PPAT sementara.

72 Adrian Sutedi. op. MAL dilakukan dengan “Surat Pelepasan Hak Atas Tanah dengan Ganti Rugi” yang dibuat dibawah tangan dan diketahui oleh Camat Muara Batang Gadis dan Kepala Desa.pedesaan yang melakukan jual beli tanah tanpa akta PPAT. Perlu ditegaskan jual beli yang dimaksudkan adalah sama dengan Pelepasan Hak Atas dengan Ganti Rugi yang dibuat oleh Notaris atau Camat. Untuk jual beli tanah dengan status hak milik adat (belum berbentuk sertifikat) mengharuskan adanya keterangan tertulis dari lurah tentang kebenaran tanah yang diperjual belikan diwilayah itu. dimana di daerah tersebut belum terdapat satu PPAT pun yang akan melaksanakan kegiatan jual beli seperti yang di amanatkan oleh Pasal 37 PP NO. tetapi dilakukan di hadapan Kepala Desa atau Camat. Sementara itu. hal ini dikarenakan tanah tersebut belum dimiliki dengan hak tertentu (sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 16 UUPA) dan status tanah tersebut merupakan tanah yang langsung dikuasai oleh negara. Desa Sikapas adalah sebuah desa yang sangat terpencil dari pusat dari kabupaten/kota. 72 Tanah yang diperoleh PT. MAL untuk usaha perkebunannya yang terletak di Desa Sikapas tersebut berasal dari Tanah Negara dan Tanah hak/Tanah Garapan masyarakat Desa Sikapas yang belum terdaftar (belum berbentuk sertifikat). 24 Tahun 1997.cit. maka dari itu untuk melaksankan peralihak hak atas tanah kepada perusahaan PT. hal 88 Universitas Sumatera Utara .

pada tanggal 2022 Mei 2011 74 73 Universitas Sumatera Utara . untuk membuktikan bahwa masyarakat tersebut mempunyai lahan garapan yang masuk dalam Izin Loaksi PT. MAL. dimana penjual menerima pembayaran sejumlah uang dari harga penjualannya. Mariam Darus Badrulzaman. Aneka Hukum Bisnis. dan Camat Muara Batang Gadis. Langsung dikuasai artinya tidak ada pihak lain selain negara yang berhak atas tanah tersebut.Dari keterangan masyarakat di sekitar lokasi yaitu masyarakat Desa Sikapas. yaitu dikuasai oleh negara. maka masyarakat tersebut harus memenuhi syarat-syarat administrasi. Dengan melepaskan haknya itu. MAL yang berasal dari tanah garapan masyarakat yang belum pernah di daftarkan oleh masyarakat desa Sikapas sebagai pemilik dari tanah tersebut. Parlindungan. Konservasi Hak-Hak Atas Tanah Menurut Sistem UUPA. tanah yang terlibat menjadi tanah negara. jual beli yang dikenal dalam Hukum Perdata Barat tidak mereka ketahui sama sekali. ini sebabkan minimnya pengetahuan masyarakat akan Hukum. Perbuatan jual beli dalam pengertian sehari-hari diartikan sebagia suatu perbuatan dimana seseorang menyerahkan uang untuk mendapatkan barang yang dikendaki dengan sukarela. Bandung. antara lain: 75 1. 1997 hal 135 75 Wawancara dengan Kepala Desa Sikpas. maka dari itu. 74 Tanah yang diperoleh PT. Mandar Maju. Surat Keterangan Garapan. Bandung. hal 25 AP. menjelaskan bahwa masyarakat menyamakan pengertian antara jual beli dengan ganti rugi. 73 Pengertian jual beli tanah menurut hukum adat yaitu perbuatan hukum penyerahan tanah untuk selama-lamanya disebut dengan jual beli lepas. alumni.

yang masih masuk dalam Izin Lokasi PT. Surat Pernyataan. Surat Pernyataan. 6. yang menyatakan bahwa lahan garapan tersebut tidak dalam sengketa.Yang mana surat tersebut dikeluarkan dan di tanda tangani oleh Kepala Desa dan dua orang saksi. dan Surat Pernyataan tersebut di tanda tangani oleh pemilik garapan tersebut dan dua orang saksi. 2. dan diketahui oleh Camat dan Kepala Desa Muara Batang Gadis. Surat Pernyataan yang kedua ini berguna untuk menyatakan. Yang mana surat tersebut ditanda tangani oleh yang membuat pernyataan (pemilik garapan) dan diketahui oleh Kepala Desa. Yang mana surat tersebut diketahui oleh camat dan ditanda tangani oleh Kepala desa. Penglepasan Hak atas Tanah dengan Ganti rugi. baik diantara masyarakat maupun di pengadilan. bahwa yang membuat surat pernyataan tidak mempunyai lagi tanah garapan di tempat lain. Surat Keterangan Silang Sengketa. Yang mana surat tersebut ditanda tangani oleh pihak I sebagi penjual dan pihak II sebagai Pembeli (perusahaan). MAL. Yang menyatakan bahwa tanah yang akan dijual tersebut adalah benar garapan si penjual tersebut. 5. Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah. 3. di maksudkan agar yang Universitas Sumatera Utara . 4.

dan pembeli menyerahkan selembar Kwitansi sebagai bukti telah dilakukan pembayaran untuk selanjutnya pembuatan jual beli tersebut dianggap telah selesai. Tunai artinya ketika jual beli dilakukan. sebagai bukti pemindahan hak atas tanah tersebut dengan membayar sejumlah harga pada saat bersamaan dilakukan secara tunai dan terang. MAL Sementara. Bapak Nasution. Terang artinya telah diserahkan fisik benda yang dibeli tersebut dalam hal ini adalah tanah. 76 Wawancara dengan tokoh masyarakat. seseorang yang melakukan jual beli tanah dengan cara sederhana seperti yang di sebutkan diatas yang buktinya hanya menggunakan selembar Kwitansi sebagai bukti pembayarannya maupun sebagai bukti peralihannnya adalah perbuatan hukum yang salah dan tidak mempunyai kekuatan hukum ketika kepentingan orang tersebut selaku pembeli terhadap pihak lain tidak terpenuhi. Peta Lokasi tanah garapan si penjual lahan garapan tersebut. begitu banyaknya prosedur yang harus dipenuhi oleh oleh masyarakat penggarap untuk menjual tanahnya kepada perusahaan. Pada tanggal 25 Mei 2011 Universitas Sumatera Utara . penjual menyerahkan tanah tersebut kepada pembeli dan penjual menerima pembayaran harganya dari pembeli.bersangkutan tidak bisa membuat pengakuan dan menghindari agar tidak terjadi penuntutan ganti rugi yang berulang-ulang kepada perusahaan. ini dilakukan oleh perusahaan supaya masyarakat tidak begitu mudah membuat pengakuan bahwa lahan garapannya ada masuk dalam Izin Lokasi PT. 7. 76 Berdasarkan uraian tersebut di atas. Dari syarat-syarat tersebut diatas dapat dilihat bahwa.

baik untuk masyarakat maupun bagi perusahaan yang akan menerima dampak yang lebih banyak. 108 Universitas Sumatera Utara . Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jual beli dalam masyarakat awam intinya adalah bergantinya subyek kepemilikan yaitu antara pemilik lama dnegan pemilik baru dengan adanya pembayaran sesuai dengan harga yang disepakati tanpa memperhatikan prosedur jual beli. namun apabila jumlah pemegang hak atas tanah tidak memungkinkankan musyawarah secara efektif maka kemungkinan dengan wakilwakilnya yang ditunjuk diantara para pemegang hak atas tanah yang sekaligus bertindak selaku kuasa mereka. hal. aspek-aspek hukum maupun konsekuensinya di kemudian hari. Bila musyawarah telah berkali-kali dilakukan dan gagal. tidak mencapai kata mufakat maka panitia pengadaan tanah mengeluarkan 77 Woyowarsito. 1997. maksudnya yang dipentingkan adalah dialog secara langsung dengan warga. Apollo. Surabaya. 2) Musyawarah dan Penetapan Besarnya Ganti Rugi a) Tinjauan Tentang Musyawarah Musyawarah menurut istilah atau etimologis adalah "kegiatan untuk mencapai satu kata mufakat" sedangkan menurut harfiahnya " kegiatan saling mendengar dan mengutarakan pendapat untuk satu maksud tujuan kesepahaman dan kemufakatan dalam mengambil suatu keputusan secarabersama-sama" 77 Musyawarah dalam penetapan ganti rugi dilakukan dalam pengertian musyawarah kualitatif.

dapat mengajukan keberatan kepada Gubernur/KDH dengan tingkat I. dan Gubernur dan mengupayakan menyelesaikannya mempertimbangkan pendapat keinginan para pihak. Pemegang hak atas tanah yang tidak menyetujui keputusan tersebut. tanaman dan benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah dengan pihaak yang memerlukan tanah.keputusan mengenai bentuk dan besarya ganti rugi dengan tetap memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyarakat. hal 17 Universitas Sumatera Utara . untuk selanjutnya mengeluarkan keputusan yang dapat mengukuhkan atau mengubah keputusan panitia. serta keinginan untuk mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi dan masalah lain harus dilakukan dengan benar.cit. Sehingga dalam kegiatan pengadaan tanah benar-benar aatas dasar kesukarelaan dan kesataraan antara pihak yang mempunyai tanah. Oleh karena itu pengertian dari musyawarah sebagai suatu kegiatan yang mengandung proses saling mendengar. Soetrisno. 78 Musyawarah merupakan sarana yang paling menentukan berhasil tidaknya dengan baik pengambilan tanah dalam rangka pelaksanaan pengadaan tanah. Musyawarah adalah proses atau kegiatan saling mendengar dengan sikap saling menerima pendapat dan keinginan yang didasarkan atas kesukarelaan antara pihak pemegang hak atas tanah dengan pihak yang memerlukan tanah untuk perolehan kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian. saling memberi dan saling menerima pendapat. 78 D. bangunan. op.

Secara harfiah istilah ganti rugi 79 Tampil Anshari Siregar. Medan. 2007. Dalam hal inilah ditantang kemampuan Panitia Pengadaan Tanah dengan segala kemampuannya sebagai mediator menjembatani pendapat dan keinginan para pihak yang berbeda itu dan sekaligus sebagai arbiter mampu mencari solusi penyelesaian atas dasar kesukarelaan pihak-pihak. Dalam hak musyawarah dilaksanakan melalui perwakilan penunjukan wakil dibuat dalam bentuk surat kuasa yang diketahui oleh lurah kepala desa setempat. b. hal D. b) Tinjauan tentang Ganti Rugi Ganti rugi dalam lapangan hukum perdata adalah pemberian prestasi yang setimpal akibat dari satu perbuatan yang menyebabkan kerugian diderita oleh salah satu pihak yang melakukan kesepakatan/ konsensus. loc. c. Pelaksanaan musyawarah: 80 a.cit 93 80 Universitas Sumatera Utara . Atau dengan wakil yang ditunjuk di antara dan oleh mereka. tanaman dan atau benda-benda lain yang terkait dengan tanah yang bersangkutan yang sebaiknya didampingi oleh kepala desa atau camat. Multi Grafika. Dalam hal jumlah pemegang hak atas tanah dan pemilik bangunan. 79 Merupakan hal yang sangat manusiawi jika si pemilik menghendaki ganti rugi yang sebesar-besarnya dan pihak yang memerlukan tanah sebaliknya. Soetrisno. tanaman dan atau benda-benda lain yang terkait dengan tanah yang bersangkutan tidak mungkin terselenggaranya musyawarah secara efektif.Tidak akan terelakkan perbedaan pendapat antara kedua belah pihak terutama kesediaan si pemilik untuk melepaskan tanahnya apalagi tentang besar dan bentuk ganti rugi. Musyawarah dilakukan secara langsung antara tim pembebasan tanah dengan para pemegang hak atas tanah dan pemilik bangunan. Mempertahankan Hak atas Tanah. musyawarah dapat dilakukan bergiliran secara parsial.

Ganti rugi meliputi aspek: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga tanah : 1. op. hal 18 Universitas Sumatera Utara .adalah : Pengenaan ganti sebagai akibat adanya penggunaan hak dari satu pihak untuk pemenuhan kebutuhan dan kepentingan dari lain. nilai dan derajat. Soetrisno. Status penguasaan tanah 81 D. Mengenai ganti kerugian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 81 a. Letak/lokasi tanah 2. b. Layak Selain sebanding ganti rugi harus layak jika penggantian dengan hal lain yang tidak memiliki kesamaan dengan hak yang telah hilang. 2. Persoalan mengenai ganti rugi adalah menyangkut masalah hak-hak dari si pemilik tanah yang tanahnya dibebaskan. Perhitungan cermat Perhitungan harus cermat termasuk didalamnya penggunaan waktu.cit. Kesebandingan Ukuran untuk kesebandingan antara hak yang hilang dengan penggantinya harus adil menurut hukum dan menurut kebiasaan masyarakat yang berlaku umum. Jenis hak atas tanah 3. sehingga dapatlah dikatakan bahwa unsur mutlak harus ada dalam pelaksanaan pengadaan tanah harus mengadakan musyawarah dengan para pemilik/pemegang hak atas tanah dan atau benda/tanaman yang ada di atasnya berdasarkan harga umum setempat. Nilai tanah berdasarkan nilai nyata atau sebanarnya dengan memperhatikan Nilai Jual Objek Pajak dan Bangunan (NJOP) tahun terakhir untuk tanah yang bersangkutan. 3.

tanaman dan /atau benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah yang dapat memberikan kelangsungan hidup yang lebih baik dari tingkat kehidupan sosial ekonomi sebelum terkena pengadaan tanah. Ganti rugi yang biasanya merupakan hal yang paling sensitif harus benarbenar dipahamkan sebagai penggantian terhadap kerugian akibat pengadaan tanah kepada yang mempunyai tanah. 55 Tahun 1993 ganti kerugian dapat berupa: a. Lain-lain yang mempengaruhi harga tanah. c.4. Pemukiman kembali. Gabunagn dari dua atau lebih bentuk ganti kerugian sebagaimana dalam huruf b dan huruf c dan. Nilai taksiran bangunan. Prasarana yang tersedia 7. tanaman. Fasilitas dan utilitas 8. b. Ganti kerugian diupayakan dalam bentuk yang tidak menyebabkan perubahan terhadap pola hidup masyarakat sesuai dengan Pasal 13 Keppres no. Uang. bangunan. Peruntukan tanah 5. e. Bentuk lain yang disetujuai oleh pihak-pihak yang bersangkutan. c. Tanah pengganti. benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah. Ganti rugi yang diberikan pihak yang memerlukan tanah kepada si pemilik tanah harus memberikan kelangsungan hidup yang lebih baik dari tingkat sosial ekonominya sebelum terkena pengadaan tanah tersebut dan ketentuan ini dianggap sudah lebih tinggi dari pengertian ganti rugi yang layak sebagaimana ketentuan Universitas Sumatera Utara . Kesesuaian penggunaan tanah yang direncanakan tata ruang wilayah 6. Lingkungan 9. d.

harus jelas tempatnya dengan surat undangan resmi yang dilaksanakan langsung antara kedua belah pihak dan dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pengadaan Tanah. Demikian juga batas waktu musyawarah. Dalam hal demikian para pemilik tanah harus cermat jangan sampai posisi mereka menjadi lebih lemah akibat harus sepengetahuan Kepala Desa/Lurah untuk penunjukan wakil-wakil mereka. Ganti rugi yang diberikan dapat berupa uang dan/atau tanah pengganti dan/atau pemukiman kembali. Karena pengertian ganti rugi yang layak adalah jangan sampai mundur tingkat sosial ekonomi si pemilik tanah setelah tanahnya diambil.UUPA dan UU No. 20 Tahun 1961. Jika jumlah pemilik tanah sangat besar. Musyawarah sama sekali tidak boleh dimanupulasi. Persoalan yang dihadapi oleh masyarakat adalah persoalan pembayaran ganti kerugian dimana setelah menerima ganti kerugian terkadang muncul sifat Universitas Sumatera Utara . Sekalipun ketentuannya dapat dilakukan secara alternatif namun akan lebih baik bentuk ganti rugi yang diberikan itu komulatif gabungan dari dua atau lebih bentuk ganti rugi diatas bahkan terbuka kemungkinannya dalam bentuk lain yang disetujui oleh pihak-pihak yang bersangkutan. apalagi pemaksaan. agar musyawarahnya lebih efektif dapat ditunjuk wakil-wakil dari pemilik tanah sebagai kuasa mereka menghadiri musyawarah tersebut namun harus dengan suatu surat kuasa yang bermaterai cukup yang diketahui oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat yang berwenang.

konsumerisme dalam memanfaatkan uang dan lupa akan masa depan. menjelaskan bahwa: Wawancara dengan staf PT. MAL dengan masyarakat Desa Sikapas yang difasilitasi oleh Camat dan Kepala Desa menetapkan bahwa besarnya ganti rugi terhadap lahan garapan masyarakat di dasarkan atas 2 (dua) hal. berdasarkan wawancara dengan beberapa mayarakat Desa Sikapas yang melakukan ganti rugi tersebut. dimana lahan yang sudah ditanami lebih banyak kerugian yang ditimbulkan dari pada lahan lahan yang belum sama sekali diolah. PT. MAL. Berdasarkan hal tersebut diatas maka harga jual tanah keduanya berbeda. sehingga dengan penggantian ini hidupnya bukan lebih baik tetapi malah semakin jelek. Kesepakatan itu merupakann suatu kesepakan yang baik. SH pada tanggal 30 Mei 2011 82 Universitas Sumatera Utara . Selanjutnya. Berdasarkan hasil musyawarah yang dilaksanakan oleh PT. MAL. dimana tanah yang sudah di garap/ditanami masyarakat harganya lebih tinggi dari tanah kosong/atau tanah yang sama sekali belum digarap masyarakat. dengan syarat masyarakat tersebut mempunyai bukti atas kepemilikan tanah tersebut. Sitepu. Tanah kosong yang sama sekali belum digarap atau diatanami apapun. Tanah yang sudah di Tanami tumbuhan seperti ladang/perkebunan milik masyarakat 2. yaitu : 82 1. Bapak Johannes Diodemus M.

sebab usaha perkebunan juga dapat berupa usaha budidaya yang terkait dengan tanaman dan usaha budi daya yang terkait dengan tanaman dan usaha industry pengelolahan hasil perkebunan. dan sortasi. hal 552 Universitas Sumatera Utara . 83 Selain itu. penanaman. Hal ini sesuai dengan 83 Supriadi. c. Dalam Pasal 15 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2004 Tentang perkebunan menyatakan bahwa usaha perkebunan terdiri atas usaha budi daya tanaman perkebunan dan/atau usaha industry pengelolahan hasil perkebunan. sedangkan ayat (2) menyebutkan : usaha budi daya tanaman perkebunan sebagaiman dimaksud dalam ayat (1) merupakan serangkaian kegiatan pratanam. Izin Usaha Perkebunan 1) Jenis dan Perizinan Usaha Perkebunan Usaha perkebunan merupakan suatu yang berdimensi luas.-/m (tigaratus ribu rupiah per meter). khususnya jenis tanaman yang akan ditanam dalam perkebunan tersebut ditentukan sepenunya oleh Menteri yang mempunyai kewenangan untuk itu. 200.cit.000. op. 300. sementara terhadap tanah ynag sudah di Tanami masyarkata tersebut besarnya ganti rugi sebesar Rp.Besarnya ganti rugi yang meraka terima adalah Rp. Sejalan dengan ketentuan yang termaktub dalam Pasal 15 di atas. usaha perkebunan merupakan usaha yang berdimensi luas. karena dapat mempekerjakan tenaga kerja yang begitu banyak dan menyumbang pendapatan hasil daerah (PAD). pemanenan. pemeliharaan tanaman.-/m (duaratus ribu rupiah per meter).000.

Maka dari itu PT MAL mendapatkan Izin Usaha Perkebunan. Oleh karena itu. Alamat Perusahaan : Jalan P. pasal 5 Ayat (1) disebutkan bahwa perkebunan di bawah 25 hektare harus didaftarkan ke Bupati/Walikota dan diatas itu harus ada IUP. Luas Areal : Kelapa Sawit : + 6.500 Ha c. 51 Medan. dengan data – data sebagai berikut: a. selain penentuan jenis tanaman yang akan ditanam dalam usaha budi daya perkebunan tersebut. Madina Agrolestari tanggal 28 Juni 2007. Jenis Tanaman b.432/K/2007 tentang persetujuan izin usaha perkebunan kepada PT.ketentuan dalam Pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2004 dinyatakan bahwa: jenis tanaman perkebunan pada budi daya tanaman perkebunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) ditetapkan oleh menteri. dengan : SK Bupati Mandailing Natal No: 525. Diponegoro No. Universitas Sumatera Utara . b) Tata Cara Memperoleh Izin Usaha Perkebunan PT MAL Usaha perkebunan adalah usaha yang menghasilkan barang dan/atau jasa perkebunan. maka dalam ketentuan ini. ini juga mengatur mengenai kewajiban usaha perizinan usaha perkebunan bagi pelaku usaha perkebunan yang mengusahakan perkebunan dengan luas tertentu.140/2/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Persetujuan Izin Usaha Perkebunan (IUP) ini diberikan kepada PT MAL berlaku selama perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan usaha dengan baik sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 26/Permentan/OT.

Pembukaan lahan tidak diizinkan melaksanakan pembakaran sesuai dengan pedoman penangulangan kebakaran di bidang perkebunan berdasarkan UndangUndang Nomor 12 Tahun 1992 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 serta Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000. Bibit yang digunakan merupakan Benih Bina yang direkomendasikan oleh Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Republik Indonesia. Merealisasikan pembangunan kebun dan atau unit pengelolahan sesuai dengan studi kelayakan. Madina Agrolestari tanggal 28 Juni 2007 84 Universitas Sumatera Utara . Lokasi : Desa Kecamatan Kabupaten Propinsi : Sikapas : Muara Batang Gadis : Mandailing Natal : Sumatera Utara Pemberian Izin Usaha Perkebunan ini dengan ketentuan sebagai berikut: 84 1. 4. 6.d. Mengelola usaha budidaya dengan baik sesuai dengan teknologi yang dianjurkan serta melaksanakan teknik konservasi guna menjga kelestarian lingkungan. 2. Perusahaan wajib menyelesaikan hak atas kebun tanah selambat-lambatnya 2 (dua) tahun diterbitkannya Izin Usaha Perkebunan. Dalam pemesanan bibit pihak perusahaan harus mendapatkan Surat Persetujuan Penyaluran Benih (SP2B) DARI Dinas Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal. 5. baku teknis dan ketentuan yang berlaku.432/K/2007 tentang persetujuan izin usaha perkebunan kepada PT. 3. SK Bupati Mandailing Natal No: 525.

Memiliki sarana dan prasarana dan system untuk melakukan pengendalian organisasi penggunaan tumbuhan. Pihak perusahaan wajib membangun kebun kelapa sawit bagi masyarakat sekitar operasional dilapangan dalam rangka menumbuhkembangkan dan memberdayakan masyarakat setempat.7. sebelum mengolah lahan perusahaan harus terlebih dahulu mengurus Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) dari pejabat yang berwenang sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. Dalam pembukaan lahan pihak perusahaan diwajibkan mengurus Surat Persetujuan Land Clearing dari pejabat yang berwenang sesuai dengan perundang-undnagan yang berlaku. Pihak perusahaan tidak diizinkan melaksanakan kegiatan lapangan sebel. 13. Pihak perusahaan tidak diizinkan mengelolah lahan yang berda pada areal hutan sebelum memperoleh pelepasan kawasan huta atau perubahan peruntukan dari kawasan hutan menjadi kawasan budidaya non kehutanan (KBNK) dari menteri kehutanan repubvlik Indonesia. Memiliki sarana dan prasarana Alat Pemdam Kebakaran berdasarkan surat Direktur Jendral Perkebunan No: 253/VIII/PRT-5/1999 Tanggal 5 Mei 1999. Universitas Sumatera Utara . 12. 11. 9. 10.um perizinan untuk pengelollahan lahan diperoleh dari instansi terkait. 8. Apabila didalam lahan yang akan di land clearing terdapat kayu-kayu tegakan.

maka Pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh PT. Berdasarkan Izin Usaha Perkebunan yang telah di sebutkan di atas. MAL maka pemanfaatan lahan dimanfaatkan untuk areal budidaya Perkebunan Besar. Menerapkan Analisis Mengenai Dampak Lingklungan Hidup (AMDAL ) dan upaya pengelolaan lingkunga hidup (UPL) sesuai dengan peraturan perundangundangan berlaku. Menyampaikan laporan kegiatan usaha setiap 6 (enam) bulan sekali kepada Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal c/q Dinas Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal. Universitas Sumatera Utara . sementara areal yang belum berstatus HGU masih berupa tanaman hutan/tanaman kayu yang siap ditebang. dan selanjutnya akan dikeluarkan Surat Keputusan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dai keputusan ini. Memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal terhadap setiap perubahan dari hal-hal yang tercantum dalam Keputusan ini. Pihak perusahaan segera mengajukan permohonan Hak Guna Usaha (HGU) dan permohonan Pengukuran Kadasteral guna penentuan batas dan luas tanah yang apasti kepada pemerintah melalui Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Mandailing Natal.14. 17. 15. 16. karena proses HGU tahap ke dua ini masih dalam pembebasan lahan. MAL adalah di manfaatkan untuk Kebun Kelapa Sawit. Namun saat ini areal yang telah diberikan HGU dalam tahap penanaman dan Land Clearing. dan berdasarkan Izin Lokasi yang diperoleh PT.

Madina Agrolestari 1. Parlindungan. jadi tidak terhadap tanah selain milik negara dan tidak terjadi atas suatu perjanjian antara pemilik suatu Hak Milik dengan orang lain. Hal. pengertian Hak Guna Usaha (HGU) adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara. 160 85 Universitas Sumatera Utara . Penetapan Batas Lahan Penetapan batas lahan ini dimaksudkan untuk mengetahui batas lahan yang dipunyai PT MAL agar tidak ada yang mengambil lahan secara liar karena sudah ditetapkan batas lahan. AP.1998).d. Dalam hal ini penetapan batas wilayah tidak dapat dipungkiri bahwa pada umumnya terutama diwilayah perkebunan akan berbatasan dengan perusahaan lain. 85 Berdasarkan Pasal 28 dan Pasal 29 Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (UUPA) juncto Pasal 8 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 1996. Setelah adanya penetapan batas lahan ini barulah dikelurkan sertifikat Hak Guna Usaha E. Hak Guna Usaha HGU merupakan hak-hak baru guna memenuhi kebutuhan masyarakat modern dan hanya diberikan terhadap tanah-tanah yang dikuasai langsung oleh negara. dalam jangka waktu paling lama 25 atau 35 tahun . Komentar Undang-undang Pokok Agraria Jakarta: CV. Mandar Maju. Proses Permohonan Hak Guna Usaha yang dilakukan Oleh PT.

MedaN. yaitu : Hanya warga negara Indonesia yang dapat mempunyai hubungan yang sepenuhnya dengan bumi. hal 137 86 Universitas Sumatera Utara . dalam batas batas ketentuan Pasal 1 dan Pasal 2. dengan luas paling sedikit 5 Ha.yang bila diperlukan masih dapat diperpanjang lagi 25 tahun. Warga negara Indonesia 2. Tiap-tiap warga negara Indonesia. Politik Hukum Agraria Nasional terhadap Hak-Hak atas Tanah. Subyek Hak Guna Usaha Subyek Hak Guna Usaha sesuai Pasal 30 ayat (1) Peraturan Dasar Pokokpokok Agraria (UUPA) juncto Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 adalah : 86 1.baik laki-laki maupun wanita mempunyai Chadidjah Dalimunthe. maka jelaslah bahwa memiliki atau sebagai subyek dari hak ini adalah Warga Negara Indonesia dengan memperhatikan pasal 9 UUPA.perkebunan. perikanan atau peternakan. Badan Hukum yang didirikan menurut Hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia Berdasarkan ketentuan dalam ayat (1) tersebut. ketentuan lebih lanjut mengenai HGU mendapat pengaturan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha. Hak Guna Bangunan dan Hak pakai Atas Tanah. a. dari Pasal 2 sampai dengan Pasal 18. guna usaha pertanian. 2008. air dan ruang angkasa. Yayasan Pencerahan Mandailing. Ketentuan tentang HGU dalam UUPA diatur dalam Pasal 28 s/d Pasal 34.

Kemudian suatu Badan Hukum Indonesia. 87 b. 41 Universitas Sumatera Utara . hal. Jakarta. serta Pasal 2 ayat (1) PP No.Wantjik Saleh. K.kesempatan yang sama untuk memperoleh sesuatu hak atas tanah serta untuk mendapat manfaat dan hasilnya. baik bagi diri sendiri maupun keluarganya. Ghalia Indonesia. maka dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan haknya tersebut kepada orang lain yang memenuhi syarat. dalam arti Badan Hukum yang didirikan menurut Hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia serta tunduk kepada Hukum Indonesia. 88 Terjadinya Hak Guna Usaha karena Penetapan Pemerintah sebagaimana disebutkan pada Pasal 31 dan Pasal 37 Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yakni berasal dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara yang diberikan Pemerintah sebagai Hak Guna Usaha kepada yang memerlukannya atas permohonan yang telah diproses sesuaidengan peraturan yang berlaku. Hak Anda atas Tanah. Apabila pemegang HGU tidak lagi memenuhi syarat sesuai dengan prinsip nasionalitas sebagaimana disebutkan pada Pasal 9 UUPA. jika tidak dilepaskan dalam jangka waktu tersebut. 87 88 Ibit. 1977. 40 Tahun 1996. maka hak itu hapus demi hukum. dan Pasal 30 ayat (1). Terjadinya Hak Guna Usaha : Hak Guna Usaha dapat terjadi dengan Penetapan Pemerintah dan Konversi.

Hak Milik Adat. sejak mulai berlakunya Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) menjadi Hak Guna Usaha bila tanahnya merupakan tanah pertanian. Hak Usaha atas Bekas Tanah Partikulir dan hak-hak lainnya. menjadi Hak Guna Usaha untuk sisa waktunya. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 diatur lebih lanjut pada Pasal 6 dan Pasal 7 sebagai berikut : 1. Hak Grant Sultan. selama-lamanya 20 tahun .Hak Erfpacht untuk perusahaan kebun besar.Hak-hak atas tanah seperti : Hak Agrarisch Eigendom. . Hak Guna Usaha terjadi sejak didaftarkan oleh Kantor Pertanahan dalam Buku tanah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan (Pasal 29 PeraturanPemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yang menyebutkan bahwatujuan dari pendaftaran tersebut adalah untuk melakukan pembukuan atas Hak Guna Usaha yang telah diberikan tersebut). yang ada pada mulai berlakunya Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). apabila yang mempunyai hak tidak memenuhi syarat untuk memiliki Hak Milik. 2. Pemberian Hak Guna Usaha tersebut wajib didaftar dalam Buku Tanah pada Kantor Pertanahan.Sedang terjadinya Hak Guna Usaha karena Konversi sebagaimana diatur dalam ketentuan-ketentuan tentang Konversi dalam Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) antara lain ditentukan : . Universitas Sumatera Utara . 3. Hak Guna Usaha diberikan dengan Keputusan Pemberian Hak oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.

6. Dilepaskan oleh pemegang haknya secara sukarela sebelum jangka waktunya berakhir . hal 43 Universitas Sumatera Utara . 3. Diatur secara khusus dalam Pasal 30 ayat (2) Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) juncto Pasal 3 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996. .adanya Putusan Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.tidak terpenuhinya dan/atau dilanggarnya kewajibankewajiban pemegang hak. Dicabut untuk kepentingan umum . 4. 7. tidak lagi memenuhi syarat untuk memiliki hak tersebut. 5.c. 2. Tanahnya musnah . 89 Ibid. misalnya : . Jangka waktunya berakhir sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Pemberian atau Perpanjangannya. Dihentikan/dibatalkan haknya oleh pejabat yang berwenang sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat tidak terpenuhi. Tanah diterlantarkan . Orang atau Badan Hukum yang mempunyai hak itu. Hapusnya Hak Guna Usaha Hapusnya Hak Guna Usaha ditentukan dalam Pasal 34 Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) juncto Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 disebabkan : 89 1.

karena HGU tidak dapat berasal dari hak milik. hal 138 Universitas Sumatera Utara . Syarat-syarat Permohonan Hak Guna Usaha Sesuai Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 juncto Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1999 bahwa sebelum mengajukan permohonan hak maka pemohon terlebih dahulu harus mengajukan permohonannya secara tertulis 90 Chadijah Dalimunthe. HGU terjadi sesudah didaftarkan. Tata Cara Perolehan Hak Guna Usaha a. op. 40 Tahun 1996 adalah yang dikuasai langsung oleh Negara atau disebut juga tanah Negara.Sebagaimana lahirnya Hak Guna Usaha dicatat dalam Buku tanah. maka hapusnya Hak Guna Usaha juga harus dicatat menurut ketentuan Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 d. 90 Perolehan HGU berdasarkan suatu Surat Keputusan Pemberian Hak harus didaftarkan pada Kantor Pertanahan untuk dibuat buku tanahnya dan sertifikat. Objek Hak Guna Usaha Objek HGU adalah disebut dalam Pasal 28 ayat (1) UUPA dan Pasal 4 PP No. 2. Oleh karena itu HGU hanya dapat terjadi berdasarkan Penetapan Pemerintah dengan suatu Surat Kepeutusan Pemberian HGU. HGU tidak dapat terjadi karena perjanjian antara pemilik hak dengan yang memperoleh HGU.cit.

jika mengenai tanah Hak . Studi kelayakan atau Proyek Proposal atau Rencana dalam mengusahakan tanah perkebunan yang dilegalisir oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Propinsi 4. Ali Achmad Chomzah. Bila mengenai tanah adat/garapan masyarakat . Surat Keterangan Pendaftaran tanah (SKPT) dari Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat. Jakarta. Surat Pernyataan tersedianya tenaga ahli yang berpendidikan dan berpengalaman dalam pengusahaan perkebunan disertai riwayat hidupnya. 2002. Surat Referensi Bank Pemerintah. Prestasi Pustaka. permohonan tersebut dilengkapi : .Surat Keputusan Menteri Kehakiman tentang Pengesahan Badan Hukum.Tambahan Berita Negara yang memuat atau mengumumkan Akta Pendirian Badan Hukum. Akta Notaris atau Peraturan/Keputusan tentang Pendirian Badan Hukum Jika Badan Hukum tersebut berbentuk PerseroanTerbatas. 20. 2. Hlm. yang menunjukkan bonafiditas Pemohon 3. 2) Tanah yang Dimohon 1. Permohonan tersebut harus memuat keterangan tentang : 91 1) Diri pemohon 1. 91 Universitas Sumatera Utara . .kepada Kepala Kantor Pertanahan. 2. Hukum Pertanahan Seri Hukum Pertanahan I Pemberian Hak atas Tanah Negara dan Seri Hukum Pertanahan II Sertipikat dan Permasalahan.

6. apabila tanah yang dimohon merupakan tanah negara yang belum diusahakan sebagai perkebunan. izin lokasi atau surat izin penunjukan penggunaan tanah atau sura izin pencadangan tanah sesuai dengan Rencana tata ruang Wilayah. 4. Fatwa Tata Guna Tanah yang dibuat oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Propinsi. 7.Dinas Pertanian bila tanah yang dimohon merupakan kawasan hutan/tanah Pertanian. yaitu : a. b. Bukti Perolehan hak (Pembebasan atau Jual Beli) . c.Dinas Kehutanan . Pertimbangan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi.3. Gambar Situasi atau Surat Ukur yang dibuat oleh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya atau Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi setempat. 5. yang telah Universitas Sumatera Utara . permohonan harus melampirkan hal-hal sebagaimana yang dijelaskan dalamPasal 19 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 9 tahun1999. rencana pengusahaan tanah jangka pendek dan jangka panjang. Rekomendasi dari Pejabat/Instansi yang terkait misalnya : . foto copy identitas permohonan atau akta pendirian perusahaan memperoleh pengesahan dan telah didaftarkan sebagai badan hukum.

Tata Cara Pemberian Hak Guna Usaha Tata cara pemberian Hak Guna Usaha secara jelas telah diatur dalam Pasal 20 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 9 tahun 1999. Dalam Pasal 20 ayat (1) disebutkan bahwa : ”permohonan Hak Guna Usaha diajukan kepada Menteri melalui Kepala Kantor Wilayah. surat ukur apabila ada.maka tembusan permohonan disampaikan kepada masing-masing Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan”. Universitas Sumatera Utara . dengan tembusan kepada Kepala Kantor Pertanahan yang daerah kerjanya meliputi letak tanah tanah yang bersangkutan”. persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau PenanamanModal Asing (PMA) atau surat persetujuan dari Presiden bagiPenanaman Modal Asing tertentu atau surat persetujuan prinsip dariDepartemen Teknis bagi non Penanaman Modal Dalam Negeri atau Penanaman Modal Asing. akta pelepasan bekas tanah milik adat atau suratsurat bukti perolehan tanah lainnya. 3. Sedangkan dalam Pasal 20 ayat (2) dijelaskan bahwa ”apabila tanah yang dimohon terletak dalam lebih dari satu daerah Kabupaten/Kotamadya. e. f. Mengenai syarat izin lokasi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 19huruf c prosedur untuk mendapatkan izin lokasi tersebut diatur dalam pasal 6 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 2 tahun 1999 tentang Izin Lokasi. bukti pemilikan dan atau bukti perolehan tanah berupa pelepasankawasan hutan dari instansi yang berwenang.d.

a. Keputusan diterima atau ditolaknya permohonan calon pemegang hak tetap berada pada Menteri dan akan disampaikan kepada pemohon melalui surat tercatat atau dengan cara lain yang menjamin sampainya keputusan tersebut kepada pihak yang berhak sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 9 tahun 1999. Artinya. namun permohonan yang ditujukan kepada Menteri melalui Kepala Kantor Wilayah harus disampaikan tembusannya kepada Kepala Kantor Pertanahan di daerah masing-masing tempat areal atanah itu berada. Pengkuran dan Pemetaan Prosedur pemberian HGU tersebut. 3 Tahun 1997 Universitas Sumatera Utara . DalamPasal 20 ayat (2) sebagaimana disebutkan di atas bahwa calon pemegang dimungkinkan mengajukan permohonan atas beberapa areal tanah yang tersebar ditempat berbeda.Kepala Wilayah bukanlah pejabat yang berhak memberikan jawaban langsungatas permohonan yang diajukan oleh calon pemegang Hak Guna Usaha.Pasal 20 ayat (1) menjelaskan bahwa pemohon harus mengajukan permohonan kepada Menteri. bukan kepada Kepala Kantor Wilayah. Pelaksana pengukuran sesuai dengan kewenangannya. selanjutnya dilakukan kegiatan sebagai berikut : Pengukuran kadasteral atas tanah yang dimohon dengan biaya tertentu yang didasarkan pada luas bidang tanah yang dimohon. dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Negara Agraria PMNA / Keputusan Badan Pertanahan Nasional (KBPN) No. dimulai dengan pengajuan permohonan dari perusahaan yang bersangkutan kepada Kepala BPN melalui Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) BPN Provinsi.

seluas 10 – 1000 Ha oleh Kanwil BPN Propinsi dan lebih dari 1000 Ha oleh BPN Pusat. sesuai dengan peraturan KBPN No. 7 Tahun 2007 tentang Panitia Pemeriksa Tanah. 9 Tahun 1999 maka oleh Kanwil akan dilaksanakan penelitian berkas (data yuridis) dan objek bidang tanahnya (data fisik) yang dilakukan oleh panitia pemeriksa tanah B. Permohonan yang diajukan ke Kanwil apabila luas lahan lebih dari 1000 Ha. 1 Tahun 2011 tentang Data Fisik adalah keterangan mengenai letak. yaitu Pasal 77 ayat 2 yang berbunyi: yakni seluas 10 Ha oleh Kantor Pertanahan. batas dan luas bidang tanah dan satuan rumah susun yang didaftar. untuk diukur. maka disampaikan permohonannya ke BPN RI. hasilnya berupa Peta Pendaftaran Tanah dan Surat Ukur. maka dilanjutkan dengan proses penerbitan Surat Keputusan Pemberian HGUoleh pejabat yang berwenang. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah. yang dituangkan dalam risalah Panitia Tanah B. termasuk keterangan mengenai adanya bangunan atau bagian bangunan diatanya.tentang ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. Dalam praktek luas tanah diatas 1000 Ha ada yang dimintakan pendelegasian pengukurunannya oleh Kanwil dengan meminta surat pelimpahan kewenangan dari BPN RI. pemengan haknya dan hak pihak lain serta beban-beban lain yang membebaninya 92 Universitas Sumatera Utara . Setelah terdapat kesesuaian data fisik 92 dan data yuridis 93 dan tidak ada lagi permasalahan menyangkut penguasaan dan pengusahaan tanahnya sebagaimana hasil pemeriksaan tanah B. berdasarkan Peraturan KBPN RI No. Setelah keluar peta bidang sebagai hasil dari Pengukuran dan telah dipenuhi syarat-syarat lainnya sesuai dengan ketentuan PMNA No. 93 Data yuridis adalah keterangan mengenai status hukum bidang tanah atau satuan rumah susun yang didaftar.

Selanjutnya Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten akan menerbitkan sertifikat Hak Guna Usaha. Status Tanah di Perkebunan PT. E.Pelimpahan Kewenangan Pemberian Hak Atas Tanah dan Kegiatan Pendaftaran Tanah Tertentu. Pasal 19 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahu 1997 tentang Pendaftaran tanah berbunyi: “untuk menjamin kepastian hukum oleh pemerintah diadakan pendaftaran tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan-ketentuan yang diatur dengan peraturan pemerintah” Universitas Sumatera Utara . Yakni seluas kurang dari 100 Ha oleh Kakanwil BPN Propinsi dan lebih dari 100 Ha oleh Kepala BPN. Madina Agrolestai di desa Sikapas Kabupaten Mandailing Natal Pendaftaran tanah yang sekarang diselenggarakan oleh pemerintah di Indonesia dilaksanakan semula berdasarkan peraturan pemerintah di Indonesia dilaksanakan semula berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 (Lembar Negara Nomor 28 Tahun 1961) kemudian disempurnakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 (Lembara Negara Nomor 59 Tahun 1997). selanjutnya Surat Keputusan Pemberian HGU didaftarkan ke kantor Pertanahan dengan biaya pendaftaran dan menunjukkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sesuai dengan isi dari Surat Keputusan yang diterbitkan.

350 Ha. = 700 Ha.Apa yang dimaksud dengan pendaftaran tanah dalam Pasal 19 ayat 1 Undang-Undnaag Pokok Agraria itu ditegaskan dalam ayat 2 dalam ayat itu ditetapkan bahwa pendaftaran tanah itu meliputi: 1. Progres Kerja PT. Izin Lokasi : 94 a. dengan catatan sebagai berikut: 1. 3. telah berhasil memperoleh lahan dan pemanfaatan lahan sebanyak 6. = = 500 Ha. 410 Ha. pemberian surat-surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat. berdasarkan Surat Pernyataan Pembebasan Tanah tanggal 15 April 2010 dari H. 2. peralihan hak-hak tersebut. b. Kebun Inti Izin Lokaasi yang dapat dikuasai b. Madina Agrolestari Periode 31 Mei 2010 Universitas Sumatera Utara . Catatan : a. MAL telah melaksanakan pembebasan tanah seluas + 5. Rustam Honein. selaku Direktur PT. Bahwa PT. pengukuran. Kebun Inti Kebun Plasma = 6.500 Ha. MAL adalah badan hukum yang kegiatan usahanya antara lain bergerak dibidang perkebunan.050 Ha. MAL.500 Ha. sesuai dengan surat keputusan Bupati Mandailing Natal seperti yang tersebut diatas. Areal Okupasi oleh Otto / Sago c. pendaftaran hak-hak atas tanah. pemetaan dan pembukaaan tanah. Dan bahwa berdasarkan hasil Laporaan Tim Peninjau Lapangan tanggal 1 Juli 2010 PT. Areal Konservasi 94 = 5.

= 2.01 Ha. diperoleh hasil pengukuran keliling seluas 3. sehingga yang dapat dipertimbangkan untuk HGU seluas 3.570 Ha. Selain status Izin Lokasi yang di peroleh PT. Plasma untuk Desa Batu Mundam 2. = 1.. menyatakan: Universitas Sumatera Utara . 14 Ha.. MAL. terletak di desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupeten Mandailing Natal.153 Ha. dimana tanah tersebut bersumber dari tanah negara dan tanah perorangan dari warga disekitar Desa Sikapas. Land Clearing 2010-2011 Jumlah c. MAL telah memperoleh status Hak Guna Usaha secara bertahap dengan Keputusan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 66/HGU/BPN RI/2010 tentang Pemberian Hak Guna Usaha atas Nama PT. 4.d. Realisasi Pekerjaan : a. PT. Provinsi Sumatera Utara. Bahwa Panitia Pemeriksaan Tanah B Plus Provinsi Sumatera Utara dalam Risalahnya Tanggal 14 Juni 2010 Nomor 10/PPT/B Plus/2010. Semua pelaksanaan Land Clearing dengan sistem Zerro Burning = 240 Ha. MAL setelah dilakukan pengukuran secara kadasteral. dan yang didalamnya terdapat areal yang dienclave seluas 34.15 Ha. Bahwa terhadap tanah yang dimohonkan HGU PT. Penanaman Kelapa Sawit b. yang mana tanah yang dienclave tersebut dikeluarkan dari areal yang dimohonkan. PT MAL juga memperoleh status tanah merupakan Hak Guna Usaha (HGU).230. Madina Agrolestari atas tanah di Kabupaten Mandailing Natal.196.583 Ha.

00. berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang Pemberian HGU atas nama PT.18-2010.01 ha terletak di desa Sikapas.00. 2.385.196.00030 …………………… seluas 1.Bidang C NIB. MAL atas tanah di Kabupaten Mandailing Natal. kecamatan Muara Batng Gadis.44 ha . Tanah yang dimohonkan telah dikuasai pemohon.00. dkk (150 orang) seluruhnya seluas 650.18. 02. Provinsi Sumatera Utara.00031 …………………… seluas 1.18. Hak Guna Usaha selama 35 (tiga puluh lima tahun) Tahun sejak tanggal surat Keputusan ini. MAL berkedudukan di Jakarta.00038 …………………… seluas 66. sebagai mana diuraikan dalam Peta Bidang Tanah tanggal 15 Juli 2010 Nomor Peta 031-02.18. atas tanah negara seluas 3.744.Bidang B NIB.1. 02.45 ha Yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Universitas Sumatera Utara . Tanah yang dimohonkan berstatus tanah negara dan berdasarkan hasil telaahan pada Peta Penunjukan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara sesuai Lampiran Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44/Menhut-II/2005. sebahagian diperoleh dengan cara memberikan ganti rugi kepada masyarakat atas nama Sdr.00. secara keseluruhan berada diluar kawasan hutan degan fungsi Areal Penggunaan Lain.12 ha .00. Kabupaten Mandailing Natal. Maka dari itu. menyatakan bahwa: Kesatu : Memberikan kepada PT.15 ha masing-masing berdasarkan Surat Pelepasan Hak Atas Tanah dengan Ganti Rugi yang dibuat dibawah tangan dan diketahui oleh Kepala Desa Sikapaas dan Camat Muara Batang Gadis. terdiri dari: . 02.Bidang A NIB. Provinsi Sumatera Utara.00. Barjan Harahap.

Penerima Hak Guna Usaha wajib memelihara keberadaan tanda-tanda batas bidang tanahnya. Penerima Hak Guna Usaha diwajibkan untuk memelihara kesuburan tanah. e. Penerima Hak Guna Usaha ini harus dipergunaakan untuk usaha perkebunan. d. Madina Agrolestari atas tanah di Kabupaten Mandailing Natal. mencegah kerusakan sumber daya alam dan menjaga kelestarian Keputusan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 66/HGU/BPN RI/2010 tentang Pemberian Hak Guna Usaha atas Nama PT. Provinsi Sumatera Utara. f. c. 95 Universitas Sumatera Utara . Penerima Hak Guna Usaha diwajibkan untuk membangun serta memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah dalam areal tersebut.Kedua : Pemberian Hak Guna Usaha tersebut pada diktum kesatu Keputusan ini disertai syarat dan ketentuan sebagai berikut : 95 a. Penerima Hak Guna Usaha diwajibkan untuk mengusahakan perkebunan secara produktif. Penerima Hak Guna Usaha dilarang menelantarkan tanahnya. dengan jenis tanaman yang telah mendapat persetujuan dari Instansi tekhnis yang bertanggung jawab di bidang usahanya. dan diwajibkan untuk menyampaikan laporan setiap akhir tahun mengenai penggunaan dan pemanfaatannya kepada Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional provinsi Sumatera Utara dengan tembusan disampaikan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mandailing Natal. b.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mandailing Natal. i. h. Setiap pengubahan peruntukan penggunaan tanah dan setiap bentuk perbuatan hukum yang bermaksud untuk memindahkan Hak Guna Usaha atas tanah perkebunan tersebut. diperlukan izin terlebih dahulu dari Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. penggunaan. dan diwajibkan untuk menyerahkan Sertipikat Hak Guna Usaha yang telah hapus kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia c. kecuali dalam hal-hal diperbolehkan menurut peraturan perundang-undangan . k Penerima hak Guna Usaha wajib bersedia dilakukan monitoring penguasaan.kemampuan lingkungan undangan. sesuai dengan peraturan perundang- g. serta menyiapkan sarana fasilitas sosial dan fasilitas umum. baik seluruhnya maupun sebagian. Universitas Sumatera Utara . j. dan pemanfaatan tanah oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Penerima Hak Guna Usaha wajib memanfaatkan potensi dan memberdayakan masyarakat di daerah sekitarnya. hidup. Penerima Hak Guna Usaha dilarang untuk menyerahkan pengusahaan tanah Hak Guna Usaha tersebut kepada pihak lain.q. Penerima Hak Guna Usaha diwajibkan untuk menyerahkan kembali tanah Hak Guna Usaha kepada Negara setelah Hak Guna Usaha tersebut hapus/dinyatakan hapus.

termasuk tindakan penguasaan tanah serta penggunaan dan pemanfaatannkebunya. sebagai tenaga kerja di lokasi pembangunan perkebunan sawit PT. dalam menjalankan usaha perkebunannya. Kenyataannya pihak perusahaan telah merealisasikan poinpoin yang di cantumkan dalam Surat Keputusan Hak Guna Usaha. Maka dari itu dengan merealisasikan pion-poin tersebut PT.k. serta menyiapkan sarana fasilitas sosial dan fasilitas umum. MAL. Universitas Sumatera Utara . Seperti memanfaatkan potensi dan memberdayakan masyarakat di daerah sekitarnya. Poin-poin tersebut diatas terlihat bahwa semuanya merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi dan dijalankan oleh perusahaan dalam menjalankan usaha perkebunannya. MAL telah memperoleh Sertifikat Hak Guna Usaha dari Kantor Pertanahan Mandailing Natal. Segala akibat yang timbul karena pemberian Hak Guna Usaha ini. meenjadi tanggung jawab sepenuhnya dari penerima hak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->