Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan

pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. 1. Rencana Pelajaran 1947 Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Dalam bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Awalnya pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok: a) b) Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya Garis-garis besar pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran, yang diutamakan: pendidikan watak a) Kesadaran bernegara dan bermasyarakat.

b) c) 2.

Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari. Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. Rencana Pelajaran Terurai 1952 Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

3.

Kurikulum 1964 Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana, yaitu :

a) b) c) d) e)

Daya cipta Rasa Karsa Karya Moral Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi:

a. b. c. d. e.

Moral Kecerdasan Emosional/artistik Keprigelan (keterampilan) Jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.

4.

Kurikulum 1968 Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.

Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9. 5. a) Kurikulum 1975 Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1975 Dalam Kata Pengantar Kurikulum 1975, Menteri Pendidikan Republik Indonesia pada waktu itu Sjarif Thajeb, menjelaskan tentang latar belakang ditetapkanya Kurikulum 1975 sebagai pedoman pelaksanaan pengajaran di sekolah. Penjelasan tersebut sebagai berikut : 1) Sejak Tahun 1969 di Negara Indonesia telah banyak perubahan yang terjadi sebagai akibat lajunya pembangunan nasional, yang mempunyai dampak baru terhadap program pendidikan nasional. Hal-hal yang mempengaruhi program maupun kebijaksanaan pemerintah yang menyebabkan pembaharuan itu adalah :  Selama Pelita I, yang dimulai pada tahun 1969, telah banyak timbul gagasan baru tentang pelaksanaan sistem pendidikan nasional.  Adanya kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan nasional yang digariskan dalam GBHN yang antara lain berbunyi : “Mengejar ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempercepat lajunya pembangunan.  Adanya hasil analisis dan penilaian pendidikan nasional oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan mendorong pemerintah untuk meninjau kebijaksanaan pendidikan nasional.  Adanya inovasi dalam sistem belajar-mengajar yang dianggap lebih efisien dan efektif yang telah memasuki dunia pendidikan Indonesia.

 Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. b. yaitu tujuan yang harus dicapai setelah mengikuti program pengajaran yang bersangkutan selama masa pendidikan. Garis-Garis Besar Program Pengajaran. Tujuan Instruksional Umum. b) Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1975  Berorientasi pada tujuan. sehingga diperlukan peninjauan terhadap Kurikulum 1968 tersebut agar sesuai dengan tuntutan masyarakat yang sedang membangun. hal-hal yang merupakan faktor kebijaksanaan pemerintah yang berkembang dalam rangka pembangunan nasional tersebut belum diperhitungkan.  Garis-Garis Besar Program Pengajaran Sesuai dengan namanya. yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam setiap satuan pelajaran baik dalam satu semester maupun satu tahun. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. c) Komponen Kurikulum 1975  Tujuan institusional baik SMP maupun SMA Tujuan Institusional adalah tujuan yang hendak dicapai lembaga dalam melaksanakan program pendidikannya  Struktur program Kurikulum Struktur program adalah kerangka umum program pengajaran yang akan diberikan pada tiap sekolah. pada bagian ini dimuat hal-hal yang berhubungan dengan program pengajaran.  Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. yaitu : a. 2) Pada Kurikulum 1968. Keluhan masyarakat tentang mutu lulusan pendidikan untuk meninjau system yang kini sedang berlaku. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. .  Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).  Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). Tujuan Kurikuler.

 Sistem Bimbingan dan Penyuluhan Setiap siswa memiliki tingkat kecepatan belajar yang tidak sama. a) Kurikulum 1984 Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1984 Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Urutan penyampaian bahan pelajaran dari tahun pelajaran satu ke tahun pelajaran berikutnya dan dari semester satu ke semester berikutnya. Ketujuh unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang mewarnai Kurikulum 1975 sebagai suatu sistem pengajaran.  Supervisi dan Administrasi Sebagai suat lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan yang terarah.  Sistem Penilaian Dengan melaksanakan PPSI. Pokok bahasan yang harus dikembangkan untuk dijadikan bahan pelajaran bagi para siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan d. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. . penilaian diberikan pada setiap akhir pelajaran atau pada akhir satuan pelajaran tertentu. maupun para pengamat sekolah.  Sistem Penyajian dengan Pendekatan PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) Sistem PPSI ini berpandangan bahwa proses belajar-mengajar sebagai suatu sistem yang senantiasa diarahkan pada pencapaian tujuan. Inilah yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya yang memberikan penilaian pada akhir semester atau akhir tahun saja. Sistem pembelajaran dengan pendekatan sistem instruksional inilah yang merupakan pembaharuan dalam system pengajaran di Indonesia. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984. Dalam kaitan ini maka perlu adanya bimbingan dan penyuluhan bagi para siswa dalam meniti hidupnya meraih masa depan yang diharapkanya. Di samping itu mereka mereka memerlukan pengarahan yang akan mengembagkan mereka menjadi manusia yang mampu meraih masa depan yang lebih baik. Bagaimana teknik supervisi dan administrasi sekolah ini dapat dipelajari pada Pedoman pelaksanaan kurikulum tentang supervise dan administrasi. baik yang digunakan oleh para guru.c. 6. administrator sekolah.

Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. b) 1. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. baik dalam ranah kognitif. maupun psikomotor. . semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.  Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar.  Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja.  Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang.  Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah.  Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti.  Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. intelektual. Oleh karena itu.Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut:  Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.  Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. mental. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. afektif. Pokok Kurikulum 1984 Ciri-ciri Kurikulum 1984  Berorientasi kepada tujuan instruksional. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal.  Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian.

Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. c. yaitu IPA. Fisika. IPS. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran.  Menggunakan pendekatan keterampilan proses. maka dalam Kurikulum 1984 jurusan dinyatakan dalam program A dan B. ii. Matematika. Bahasa. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. semikonkret. Mata pelajaran yang termasuk kelompok inti tersebut adalah : Agama. Perubahan program jurusan Kalau semula pada Kurikulum 1975 terdapat 3 jurusan di SMA. Keterampilan. iii. Kesenian. Tetapi mengngat program B memerlukan sarana sekolah yang cukup maka program ini untuk sementara ditiadakan. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Penambahan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan masing-masing. d. Bahasa Inggris. penekanan pada mata pelajaran Bahasa dan Budaya Sedangkan program B adalah program yang mengarah kepada keterampilan kejuruan yang akan dapat menerjunkan siswa langsung berkecimpung di masyarakat. Keterampilan proses adalah pendekatan belajarmengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Kebijakan Dalam Penyusunan Kurikulum 1984 Adanya perubahan dalam perangkat mata pelajaran inti Kalau pada Kurikulum 1975 terdapat delapan pelajaran inti. iv. Geografi Indonesia. Pentahapan waktu pelaksanaan . 2. b. Kimia. Bahasa dan Kesusasteraan Indonesia. Ekonomi. penekanan pada mata pelajaran Biologi A3. pada Kurikulum 1984 terdapat enam belas mata pelajaran inti. A1. Sejarah Dunia dan Nasional. Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Geografi Dunia. Program A terdiri dari : i. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. penekanan pada mata pelajaran Fisika A2. Biologi. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. Pendidikan Moral Pancasila. semiabstrak. a. penekanan pada mata pelajaran Ekonomi A4.

Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. b) Pokok Kurikulum 1994 Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. perkembangan masyarakat. diperlukan peningkatan dan penyempurnaan pentelenggaraan pendidikan nasional. yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa. proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. di antaranya sebagai berikut: - Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) - Kurikulum 1994 bersifat populis. Pada kurikulum sebelumnya. Akibatnya. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak. a) - Kurikulum 1994 Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1994 Bahwa sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang-Undang. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang . 7. serta kebutuhan pembangunan. yaitu kurikulum 1984. - Dengan berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka Kurikulum Sekolah Menengah Umum perlu disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan tersebut.Kurikulum 1984 dilaksanakan secara bertahap dari kelas I SMA berturut tahun berikutnya di kelas yang lebih tinggi. - Bahwa untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang pendidikan.

Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. - Dalam pelaksanaan kegiatan. - Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. dari hal yang mudah ke hal yang sulit. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum. - Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. dimungkinkan lebih dari satu jawaban).khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. fisik. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. di antaranya sebagai berikut:   Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. dan penyelidikan. . - Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. potensi siswa. Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. dan sosial. baik secara mental. serta tuntutan kebutuhan masyarakat. dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan seharihari. divergen (terbuka. dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. yaitu: Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented).

Sehingga dikembangkan kurikulum baru yang diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi. evaluasi. dan proses pembelajaran. khususnya dalam mata pelajaran matematika mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran matematika di jenjang persekolahan merupakan suatu kegiatan yang harus dikaji terus menerus dan jika perlu diperbaharui agar dapat sesuai dengan kemampuan murid serta tuntutan lingkungan.Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa. 8. seperti penyempurnaan kurikulum. Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran. Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. Menurut Mulyasa (2006:39) Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugastugas dengan standar performansi tertentu. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) – Tahun 2002 dan 2004 Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah. yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soejadi (1994:36). materi pelajaran. pembelajaran. Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagi sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. . berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait. seperti tujuan materi. Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan.

Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. (Puskur. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. d. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. c. Pengembangan sistem pembelajaran. Spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. dalam arti memiliki pengetahuan. 2002:56). atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. b. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut: a. Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. yaitu: a. . dan (2) Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya. Pemilihan kompetensi yang sesuai. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) b) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. disikapi.Kompetensi merupakan pengetahuan. b. penilaian. keterampilan. 2002:55). kegiatan belajar mengajar. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. c. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Puskur. keterampilan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). - Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah : - Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. - Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Sumber belajar bukan hanya guru. Disamping itu. Tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut : Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Terdapat beberapa tujuan mengapa pemerintah memberlakukan KTSP pada setiap jenjang pendidikan. Mulyasa (2006: 22-23) Adapun prinsip-prinsip pengembangan KTSP menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 sebagaimana dikutip dari Mulyasa (2006: 151-153) adalah sebagai berikut : . 9. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing- masing satuan pendidikan. potensi dan karakteristik daerah. e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. serta peserta didik. 23. Jadi. pengembangan KTSP harus disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan. dan 24 tahun 2006. Menurut Undang-undang nomor 24 tahun 2006 pasal 1 ayat 15. penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.c) d) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang selanjutnya ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 22.

Pengembangan kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa peserta didik adalah sentral proses pendidikan agar menjadi manusia yang bertakwa. budaya. suku. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. dan lingkungan peserta didik. teknologi. dan lokal untuk membangun kehidupan masyarakat. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan relevansi pendidikan tersebut dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja. serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya. berakhlak mulia. kebutuhan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. perkembangan. pembudayaan. adat. teknologi. g. Menurut Mulyasa (2006: 153-167). nasional. c. b. serta KTSP yang akan dikembangkan. kondisi daerah dengan tidak membedakan agama.a. serta status sosial ekonomi dan gender. e. dan lokal. nasional. dan orang tua merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan pelaksanaan KTSP. dan seni berkembang secara dinamis. Kurikulum dikembangkan atas kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman peserta didik. Strategi-strategi tersebut diuraikan sebagai berikut : a) Sosialisasi KTSP di sekolah Sosialisasi KTSP terhadap seluruh warga sekolah bahkan terhadap masyarakat dan orang tua peserta didik dapat meningkatkan pengenalan dan pemahaman warga sekolah terhadap visi dan misi sekolah. Hal ini bertujuan agar KTSP dapat dilaksanakan secara optimal serta warga sekolah. dan seni. terdapat tujuh strategi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan KTSP di sekolah. masyarakat. b) Menciptakan suasana yang kondusif . Relevan dengan kebutuhan. serta warga negara yang demokratis sehingga perlu disesuaikan dengan potensi. berilmu. Berpusat pada potensi. perkembangan. dan pengembangan diri secara terpadu. muatan lokal. f. d. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Seimbang antara kepentingan global.

Pendidikan moral dikatakan juga merupakan satu pendidikan moral dalam sejarah. Dalam tugasan yang disedikan ini. Wawasan 2020 dan Falsafah Pendidikan Kebangsaan. rohani dan sosial. intelek. 2. Beberapa prinsip utama telah dikenal pasti sebagai panduan dalam melahirkan insan yang menyeluruh dari segi jasmani. merujuk kepada kesan agama mereka. Beberapa kajian yang telah dijalankan berkaitan dengan pendidikan moral Jepun yang dilakukan penyelidik barat. persamaan serta perbezaan dan yang terakhir adalah tentang kekuatan dan juga kelemahan kedua-dua kokurikulum yang dibincangkan. budaya dan konteks sosial. dan semangat belajar. Sebagai sebuah negara yang sedang melangkah ke arah status negara maju. membincangkan tentang kurikulum moral di Malaysia dan juga Jepun. sumber pembentukkan kurikulum. Pemilihan prinsip-prinsip tersebut dilakukan untuk merialisasikan semangat dan hasrat yang terkandung dalam Rukun Negara. Penekanan isi adalah berdasarkan kepada sejarah ataupun konsep pembentukkan kedua-dua kurikulum. nyaman. Manakala pendidikan Jepun yang diajarkan bertujuan untuk mengekalkan nilai-nilai sosial. Dalam penyelidikan tersebut mereka menyatakan bahawa pendidikan moral Jepun tidak hanya didasari pada kokurikulum tetapi kaitannya dengan seluruh kehidupan sekolah.0 Konsep Kurikulum Pendidikan Moral di Jepun . serta adanya kegiatan-kegiatan yang terpusat pada diri peserta didik merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu. kita perlu membina masyarakat yang sepenuhnya bermoral dan beretika. Moral merupakan satu subjek teras untuk semua non. Pendidikan Moral adalah salah satu pelajaran teras dalam Sijil Pelajaran Malaysia (SPM).Lingkungan sekolah yang aman.0 Pendahuluan Di Malaysia.muslim dalam sistem pendidikan awam di Malaysia. tertib. optimisme dan harapan yang tinggi dari warga sekolah. Konsep Kurikulum Pendidikan Jepun 1. gairah. iaitu sebuah masyarakat bersatu padu yang mempunyai nilai keagamaan dan kerohanian yang kukuh dan bersikap toleransi.

Buddha dan Konghucu (Konfusius). Amalan beragama yang diamalkan oleh Jepun misalnya agama Shinto yang lebih kepada kepercayaan animisme. Penganut Shinto percaya wujudnya Dewa-dewa dan Dewi-dewi dengan Dewi Ametirasu (Dewi Matahari) sebagai pusat pemujaan yang menjadi pegangan hidup Kerajaan Zaman Yamato. pokok. 2005: 129) Agama Buddha juga turut menjadi dasar dalam kurikulum pendidikan nilai di Jepun. Ajaran Shinto merupakan agama peribumi masyarakat Jepun. Ciri-ciri tertentu yang dimiliki oleh agama. Jepun telah menerima pengaruh Agama Buddha ini pada abad ke-6 dari Korea. pada abad ke-13. Ajaran ini beranggapan bahawa semua objek alam seperti batu. segala kejadian alam dan laut mempunyai roh ataupun semangat yang dikenali sebagai ‘kami’. Perkembangan Agama Buddha di Jepun telah membawa kepada lahirnya Mazhab Zen Buddhisme yang memberi tumpuan kepada aspek ketenangan dan kekuatan dalaman yang diperolehi melalui amalan meditasi. Antara zaman yang telah mengaplikasikan pendidikan nilai secara tidak langsung di Jepun bermula pada Zaman Edo. falsafah hidup serta mentaliti masyarakatnya. Semasa berlangsungnya zaman ini. Setiap kurikulum pendidikan di dalam sesebuah negara itu mempunyai sejarahnya yang tersendiri. Kurikulum pendidikan nilai di Jepun dilihat wujud sejak zaman kuno lagi sehinggalah pada abad pertengahan. (Ahmad Sohaimi Lazim. Agama Buddha dan Konfusius sememangnya berasal dari China. Secara berperingakat. Nama lain bagi pendidikan moral di Jepun ialah pendidikan nilai. Pada masa ini. Zaman Nasionalisme dan Zaman Demokrasi sehinggalah sekarang. Keunikan masyarakat Jepun antaranya sering dikaitkan dengan amalan beragama. agama ini hanya boleh dianuti oleh kaum bangsawan pada abad ke-12 namun.Konsep ataupun sejarah kurikulum pendidikan moral di Jepun telah wujud dari zaman kuno lagi. falsafah serta cara pemikiran mereka menjadikannya agak bersifat eksklusif. ketiga-tiga agama ini dikatakan saling mempengaruhi dan diasimilasikan menjadi inti dalam sistem pendidikan nilai di Jepun. masyarakat Jepun telah menganuti tiga agama dan kepercayaan terbesar iaitu ajaran Shinto. Agama Buddha ini telah meluas dan rakyat biasa turut menganuti ajaran ini. Pendidikan nilai di Jepun telah didasari oleh agama dan kepercayaan yang dianuti sejak berkurun lamanya. sungai. Terdapat dua ciri utama dalam mengamalkan kepercayaan ini iaitu amalan pemujaan alam dan pemujaan roh nenek moyang. . Kekuatan dalaman ini dikatakan dapat mengawal diri supaya lebih berdisplin dan berani membuat sebarang keputusan hidup.

kemasyarakatan dan kenegaraan. Pada Zaman Edo ini. moral mereka disebut sebagai Bushido dan kod samurai. keadilan. Zaman Nasionalisme pada tahun 1868 sehingga 1945 dan pada Zaman Demokrasi pada tahun 1945 sehinggalah sekarang. kemurnian. adik patuh kepada abang. pentingnya mengawal diri sendiri dahulu sebelum mengawal orang lain. Ren dan Zhongyang.Selain itu juga ajaran Konfusius telah dibawa ke Jepun dari China. kehormatan dan kasih sayang lebih diutamakan. mempunyai rasa malu. Kelima-lima prinsip ini saling mempengaruhi hubungan masyarakat Jepun terutamanya dalam hubungan kekeluargaan. penekanan dari aspek kesetiaan. Pada Zaman Edo. berhemah tinggi. Ajaran ini lebih menekankan konsep Jen iaitu menekankan perasaan keperimanusiaan terhadap orang lain dan harga diri. Pendidikan nilai pada Zaman Demokrasi iaitu sekitar tahun 1868 sehinggalah 1945. Sekolah ini ditubuhkan bagi mengajar anak-anak dari keluarga samurai belajar mengenai budaya. Pada zaman ini. pendidikan nilai lebih menekankan dua aspek penting iaitu semangat bela diri dan juga menjaga kehormatan diri. pendidikan nilai diberi gelaran Shushin yang membawa maksud disiplin diri. semangat bela diri. Objektif Primary . isteri patuh kepada suami. Segala peraturan perlu ditaati sama ada oleh rakyat ataupun pemerintah. Jadi latihan rohani dipraktikkan bagi mengawal disiplin diri. Dua peristiwa besar yang membawa kepada perubahan drastik dalam sistem pendidikan Jepun iaitu semasa pemulihan Meiji pada tahun 1867 dan akhir perang kedua pada tahun 1945. sekolah pendidikan Han telah ditubuhkan di mana sekolah ini menjurus ke arah feudal domains. sopan santun. Ajaran ini lebih menekankan keperluan menjaga keharmonian manusia dengan alam dan masyarakat. anak patuh kepada bapa. moral dan ilmu mempertahankan diri. lebih menumpukan kegiatan membasmi buta huruf di kalangan masyarakat Jepun pada waktu itu. kawan setia kepada kawan dan rakyat patuh kepada raja. pengorbanan diri. Mereka beranggapan bahawa. Dalam pengajaran mereka. Pada zaman ini. Pendidikan nilai di Jepun telah bermula pada tiga era utama seperti Zaman Edo iaitu pada tahun 1603 sehingga 1867. Shushin telah dijadikan salah satu daripada lapan mata pelajaran rasmi pada waktu itu. kedua-dua peristiwa ini telah memberi impak yang besar kepada sistem pendidikan nilai di Jepun. Tiga konsep utama ajaran ini iaitu Li. Konfusius ini merupakan satu bentuk falsafah dan etika dimana moralnya menekankan lima prisip asas iaitu.

kurikulum sesuatu subjek ataupun mata pelajaran terbentuk berasaskan kepada sesuatu sumber. mempunyai rasa tanggungjawab. Pada zaman ini juga. Pendidikan itu bertujuan untuk melahirkan masyarakat yang membangunkan sepenuhnya peribadi. Maka. Memang tidak dinafikan bahawa orang Jepun memang mementingkan nilai murni dan adap dalam kehidupan mereka. keadilan. kesetiaan dan berbakti kepada orang tua. menghargai kerja. Contoh nilai-nilai murni yang diwarisi secara turun-temurun ialah adap menghormati orang tua. Anak-anak akan dibela dengan memupukkan nilai-nilai murni dalam diri mereka sejak mereka. cinta akan keamanan.Education (1879). menekankan bahawa tugas utama pendidikan adalah untuk menjelaskan dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan. rujukan internet dan lain-lain lagi. kerajaan telah menghadkan mata pelajaran pendidikan nilai ini wajib diajar satu jam dalam seminggu di setiap kelas. Sumber yang berbentuk tidak formal di sini merujuk kepada asuhan ibubapa ataupun penjaga sejak kecil lagi. Memang tidak boleh dinafikan. Nilai-nilai murni akan diwarisi secara turun-temurun. Isi kandungan atau sukatan pendidikan nilai di Jepun ini telah dipertingkatkan dan disesuaikan secara berperingkatperingkat. keadilan. 3. berusaha melindungi orang lain. Pada Zaman Demokrasi pada tahun 1945 sehinggalah sekarang memperlihatkan tujuan pendidikan nilai itu diwujudkan adalah untuk menubuhkan pendidikan moral selaras dengan sistem demokrasi yang dilaksanakan melalui kurikulum itu sendiri. seseorang itu mempunyai perwatakan yang mulia dianggap sebagai orang yang bermaruah dan dihormati. sumber kurikulum Pendidikan Moral adalah adaptasi daripada asuhan dan didikan ibubapa ataupun nenek moyang sejak kecil lagi. bersemangat membangunkan negara dan mengekalkan keharmonian masyarakat. .0 Sumber Kurikulum Pendidikan Moral di Jepun Sumber membawa maksud bahan rujukan yang utama bagi sesesuatu penulisan ilmiah ataupun dalam pengukuhan sesuatu fakta. Daripada analisa yang kami buat daripada jurnal. Bagi mereka. menghargai nilai-nilai individu. kami telah memahami sumber kurikulum Pendidikan Moral dibahagikan kepada dua iaitu secara tidak formal dan formal.

Buddha. terbentuklah satu sistem kurikulum yang seragam. Shinto merupakan perkataan orang Cina. dan Konfusius. sungai dan lain-lain yang dikenali senagai Kami. Pendidikan Moral di Jepun pula berasaskan pada agama sahaja. Mereka memuja bulan. Agama Shinto lebih mengutamakan kehidupan duniawi dan bukan kehidupan selepas mati. Walaubagaimanapun. Ia juga digelarkan agama asli masyarakat Jepun. Mereka mengganggap bahawa semua benda mempunyai semangat tertentu. Agama Shinto amat meluas di Jepang. tetapi terdapat ahli sejarahwan menyatakan bahawa ia bertapak pada akhir tempoh Jomon. Asal-usul agama Shinto adalah lenyap dalam lipatan sejarah. sumber yang berasaskan formal juga memainkan peranan yang amat penting dalam pembentukkan kurikulum Pendidikan Moral. Shinto merupakan satu agama yang tidak mempunyai set dogma. Nilai-nilai ynag terdapat dalam ketiga-tiga agama ini telah diterapkan ke dalam kurikulum Pendidikan Moral. Ketiga-tiga agama ini telah bergabung dan diterapkan ke dalam sistem nilai Jepun. terdapat dua buah buku yang dianggap sebagai kitab suci iaitu Kojiki dan Nihonji. tiada orang yang dianggap suci dan cara penyembahan yang khusus. Agama Shinto merupakan satu bentuk kepercayaan animisme atau pemujaan alam dan roh nenek moyang. Shinto membawa maksud jalan Tuhan atau lebih dikenali The Way of God. Penganut Shinto percaya wujudnya Dewa-dewa dan Dewi-dewi dengan Dewi Ametirasu (Dewi Matahari) sebagai pusat pemujaan. pokok.1 Ajaran Shinto Salah satu agama utama yang memainkan peranan yang amat penting dalam pembentukkan kurikulum Pendidikan Moral Jepun ialah agama Shinto.Selain daripda sumber tidak formal. Di Malaysia. Perkataan Shinto merupakan nama baru iaitu perubahan bunyi daripada Tien-Tao. pembentukkan kurikulum Pendidikan Moral adalah berasaskan pada agama dan tindak-tanduk masyarakat. Kita boleh juga menakfirkan bahawa agama Shinto ini merupakan himpunan kaedah dan upacara yang . Tetapi. laut. Masyarakat Jepun mengutamakan tiga agama iaitu agama Shinto. Shi bermaksud jalan dan to pula merupakan Tuhan. Kitab Kojiki menerangkan tentang alam kayangan tempat kehidupan para dewa dan dewi. Agama Shinto merupakan agama asas masyarakat Jepun. tiada tempat suci. Maka. 3.

Zen ini memberi tumpuan kepada aspek ketenangan dan kekuatan dalaman yang diperolehi melalui amalan meditasi. . Perkembangan Ajaran Buddha di Jepun membawa kepada lahirnya mazhab Zen Budhisme. Agama Buddha ini mudah berkembang dalam kalangan masyarakat Jepun.2 Agama Buddha Sebenarnya agama Buddha berasal daripda China iaitu Korea pada abad keenam. agama ini juga menekankan nilai moral antara ibubapa dan anak-anak. disiplin dan keberanian membuat keputusan. Kekuatan dalaman ini dapat mengawal diri. dan lain-lain lagi. Ia tidak mengandungi aspek-aspek yang berkait rapat dengan metafizik. keturunan.D. pada peringkat awal. Tambahan pula. kepercayaan Tuhan. agama ini juga mengutamakan sikap saling membantu dan prinsip persamaan hak tanpa perbezaan warna kulit. Keadaan ini berubah apabila Putera Mahkota Shotoku Bushi menjadi penaung agama Buddha pertama di Jepun. Salah satu sebab unsur agama ini dapat diterima oleh masyarakat Jepun ialah ajaran agama ini sesuai dengan semangat ketenteraan Jepun. Buddha ini merupakan etika yang berhubung dengan kehidupan. Agama ini mengutamakan kehidupan selepas mati. 3.bertujuan untuk menyelaraskan hubungan antara manusia dengan Tuhan. nilai moral antara suami isteri dan lain-lain lagi. Selain itu. Ternyata di sini. Antara satunya ialah penekanan aspek disiplin dan kawalan diri daripada mazhab Zen. tetapi. Agama Buddha ini diasaskan oleh Gautama Buddha. nilai moral murid dan guru. agama Shinto merupakan asas dalam pembentukkan kurikulum pendidikan Moral. Mengikut pandangan ahli falsafah. agama dan lain-lain lagi. Agama Shinto ini telah diasimilasikan ke dalam agama Buddha selepas kewujudannya. nilai-nilai murni yang terdapat dalam agama ini telah dimasukkan ke dalam kurikulum Pendidikan Moral seperti cinta akan alam sekitar. kemasukkan agama Buddha ditentang oleh golongan istana. Terdapat juga beberapa nilai-nilai murni dalam agama Buddha yang dapat membentuk masyarakat yang beretika. Sebenarnya agama Shinto ini tidak memberi kesan yang begitu mendalam dalam pembentukkan kurikulum Pendidikan Moral Jepun. agama Buddha ini diperkenalkan pada abad ke-604 A. Agama ini mendapat nama daripada nama pengasasnya.

Bagi mengukuhkan kedudukan mereka dalam sistem politik. kelakuan yang baik.Agama Buddha ini mengutamakan empat kebenaran yang dijadikan pegangan hidup. Ternyata di sini. Konfusius ini tidak dianggap sebagai satu agama yang berunsurkan ketuhanan tetapi merupakan prinsip hidup yang baik berasaskan konsep Jen. pertapaan yang baik. Hal ini bermakna selepas keruntuhan sistem feudal maka wujudlah golongan sekular yang mementingkan sistem pendidikan. Selain itu. Ajaran etika Konfusius ini memang mementingkan pemikiran yang betul dan bukan etika. mereka telah menghantar anak-anak mereka dengan menubuhkan sekolah-sekolah Han. Terdapat beberapa cara yang tidak langsung telah memasukkan nilai-nilai agama ini dimasukkan ke dalam kurikulum Pendidikan Moral. Terdapat juga jalan lapis mulia iaitu pengetahuan yang baik. dan ajaran tentang ritual (bakti). Ajaran ini dikenali sebagai Bushido. Sekolah tersebut bertujuan dalam mengajar anak-anak tentang adat keluarga. Ajaran ini juga . ajaran tentang sila (etika). Beliau merupakan seorang ahli falsafah yang amat terkenal. sistem feudal di Jepun telah mencapai kemuncak dan runtuh. nilai moral dan lain-lain lagi. menganalis dan lain-lain lagi.1867). menakul. dan kehidupan yang baik. keinginan yang baik. Ajaran ini merupakan gabungan daripada Konfusius dan mazhab Zen (Buddha). agama ini juga memberi penekanan dalan kerangka dasar ajaran Buddha iaitu ajaran tentang Sradha (keyakinan). nilai-nilai asas ketiga-ketiga agama ini telah bergabung dan diterapkan ke dalam pembentukkan kurikulum Pendidikan Moral. usaha yang baik. agama ini sentiasa mengutamakan keilmuan.3 Ajaran Konfusius Agama ini diasaskan oleh Kung Fu Tse. Pada masa yang sama. Ia merupakan keperluan menjaga keharmonian manusia dengan alam dan masyarakat. 3. kedudukan golongan samurai telah meningkat dan mula memainkan peranan dalam sistem politik. Antara ajaran Kung Fu Tse ialah orang yang bijaksana mampu untuk mencapai kesempurnaan berbanding dengan orang biasa. Seperti yang telah dinyatakan sebelum ini. kebijaksanaan boleh dicapai melalui proses berfikir. perkataan yang baik. pemikiran yang baik. Pada Zaman Edo (1603 .

Setiap sekolah diwajibkan mengajar Pendidikan Moral sejam setiap minggu. dan menciptakan individu yang kaya dengan budaya (3) untuk memelihara orang-orang yang . Pendidikan Moral dikenali sebagai Sushin yang bermaksud disiplin diri.0 Persamaan antara kurikulum pendidikan moral di Jepun dan Malaysia Persamaan kokurikulum pendidikan moral Jepun dan Malaysia ialah kedua-dua merupakan Independent Subject. harga diri. Sains dan Kebudayaan. yang menunjukkan standard-standard akademik yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan. Setiap sekolah menyelenggarakan kurikulum berdasarkan program pembelajaran (shidoGakushu-yoryo). Terdapat peruntukan masa khas bagi sesi pengajaran subjek moral. pengorbanan diri. bagi setiap sekolah diwajibkan untuk mematuhi piawaian yang telah ditetapkan. dan lainlain lagi. (2) untuk memelihara orang-orang yang berusaha untuk mewarisi dan mengembangkan budaya tradisional. 4. Kandungan pendidikan moral Jepun diperkenalkan daripada beberapa sudut. Memang ternyata di sini. Nilai ini adalah asas daripada ajaran Konfusius. kurikulum Pendidikan Moral lebih diteraskan ajaran Konfusius. Kedua-dua negara ini mempunyai satu subjek khas bagi sesi pengajaran pendidikan moral di negara masing-masing. Pada masa tersebut. Ajaran ini diajar dalam lapan subjek dari peringkat rendah. Maharaja dalam pemerintahan tersebut telah mewajibkan sistem pendidikan di seluruh Jepun pada kali pertama. pendidikan moral dan kegiatan khusus. Selain itu. keadilan. Pada Zaman Nasionalisme iaitu pada tahun 1868 hingga 1945 pendidikan Jepun berkembang secara meluas khususnya semasa pemerintahan Meiji.memberi penekanan terhadap nilai kesetiaan. bahawa nilai-nilai murni yang terdapat dalam ketiga-tiga agama ini telah diterapkan ke dalam pembentukkan Pendidikan Moral Jepun. program pembelajaran menjelaskan enam tujuan pendidikan moral iaitu (1) untuk menggalakkan semangat menghormati martabat manusia dan kagum kehidupan. Kurikulum Jepun terdiri daripada tiga kategori iaitu mata pelajaran akademik. Selepas Zaman Nasionalisme. Oleh itu.

"berkaitan dengan imej". Nilai-nilai moral utama yang harus diajarkan ditugaskan pada tempoh masing-masing kelas. penghayatan dan amalan nilai-nilai murni masyarakat Malaysia bertujuan melahirkan murid yang berilmu pengetahuan. patriotisme. Mata pelajaran ini yang memberi tumpuan pada pemupukan. dan sebagainya. 50 minit di tingkatan SMP) daripada pendidikan moral seminggu. Pendidikan Moral di sekolah menengah memberi tumpuan kepada usaha memupuk kekuatan kerohanian dan kemoralan murid melalui penghayatan dan amalan nilai-nilai murni masyarakat . Setiap sekolah yang diberikan 34 jam di kelas pertama. koleksi bahan bacaan. 35 jam di kedua kelas sembilan. serta rela dan sanggup berbakti kepada masyarakat dan negara. Dengan kata lain. hak asasi manusia. program televisyen pendidikan. dan "berkaitan dengan kumpulan dan masyarakat". dan (6) untuk memupuk rasa prinsip moral. Pendidikan Moral ialah satu mata pelajaran teras untuk murid bukan beragama Islam di peringkat sekolah menengah. Kandungan Sukatan Pelajaran Pendidikan Moral Kurikulum Bersepadu Sekolah Menengah merangkumi aspek diri. esei.9) pendidikan moral. Kandungan pendidikan moral diklasifikasikan menjadi empat bahagian yang terdiri daripada 76 item dalam kandungannya. keluarga. Terdapt empat kandungan iaitu "berkaitan diri". Di Malaysia. setiap sekolah diperuntukkan masa (45 minit di SD. Ini mewakili 3-4% daripada semua sekolah jam dalam setahun untuk setiap kelas.berusaha untuk membentuk dan membangunkan masyarakat yang demokratik dan negara. alam sekitar. menggunakan bahan-bahan seperti cerita pendek. (5) untuk memelihara orang-orang yang boleh membuat keputusan dengan tidak bergantung kepada orang lain. demokrasi serta keamanan dan keharmonian. kemudian menyepadukan dengan tema yang disarankan. "berkaitan dengan alam". SD (Kelas 1 .6) dan SMP (Grade 7 . Guru kelas akan dibekalkan dengan buku rujukan berdasarkan kursus. berperibadi mulia. (4) untuk memelihara orang-orang yang dapat memberikan sumbangan untuk mewujudkan masyarakat antarabangsa yang damai. sebagai subjek yang khas. Guru memilih beberapa nilai-nilai moral berkaitan satu sama lain. dan peralatan lainnya.

Para murid juga digalakkan mencari dan memperoleh sumbersumber maklumat melalui teknologi maklumat dan komunikasi seperti Internet. Persamaan seterusnya ialah di dalam isi kandungan. Kurikulum pendidikan Jepun sangat menitik beratkan tentang penjagaan alam sekitar. (3) nilai berkaitan dengan alam sekitar. Misalnya nilai yang ditekankan seperti menghormati alam. Selain aspek kerohanian dan kemanusiaan. Ini membolehkan mereka menjadi individu yang bertanggungjawab moral dan sosial terhadap segala keputusan dan tindakan yang dilakukan. Di dalam kurikulum pendidikan moral Jepun dan Malaysia mengandungi bidang pembelajaran yang sama iaitu penekanan kepada aspek berkaitan perkembangan diri dan juga nilai berkaitan dengan alam sekitar. Dengan itu murid dapat membina satu panduan hidup yang membolehkan mereka menjadi insan yang bermoral. Nilai yang diterapkan ialah seperti menyayangi alam sekitar. menghormati kehidupan. Nilai berkaitan alam sekitar ini juga sama seperti yang terkandung dalam kurikulum Pendidikan Moral di Malaysia. menghayati serta mengamalkan prinsip-prinsip tersebut sebanyak tujuh bidang pembelajaran telah dikenal pasti dan nilai-nilai moral disampaikan menerusi bidang pembelajaran tersebut. Bidang pembelajaran tersebut adalah seperti berikut (1) nilai berkaitan perkembangan diri. Selain itu. e-mail dan sidang telekomunikasi. (5) nilai berkaitan dengan hak asasi manusia. Nilai moral yang diterapkan ialah perlunya untuk menjadi akrab dengan alam sekitar dan mempunyai kasih sayang terhadap binatang dan juga tumbuhan. (2) nilai berkaitan dengan kekeluargaan. Perlunya untuk menghormati kehidupan dan semua makhluk hidup. Moral ini diterapkan bagi memupuk kesedaran tentang perlunya memelihara dan memulihara . Aktiviti seperti ini dapat berfungsi sebagai perangsang dan pemangkin kepada kewujudan masyarakat Malaysia yang celik teknologi. Seperti di negara Jepun.Malaysia yang terdapat dalam agama. dan (7) nilai berkaitan dengan keamanan dan keharmonian. (6) nilai berkaitan dengan demokrasi. bidang pembelajaran itu juga menekankan aspek kemasyarakatan dan kebudayaan. tradisi dan adat resam pelbagai kaum di negara ini. CD-Rom. (4) nilai berkaitan dengan patriotisme. Untuk membolehkan murid memahami. Mengambil contoh nilai berkaitan dengan alam sekitar. Malaysia juga turut menggunakan bahan-bahan untuk membantu melancarkan pengajaran moral.

Sebagai contoh. ketulusan dan mencintai dan mencari keberanian. Keyakinan wujudnya Tuhan sebagai pencipta alam dan mematuhi segala suruhan Nya berlandaskan pegangan agama masing. Nilai ini hampir sama dengan nilai moral menghormati kehidupan di Jepun.masing selars dengan Prinsip Rukun Negara pertama di Malaysia yang menekankan kepercayaan kepada Tuhan. Ini adalah bertujuan bukan sahaja untuk mencipta persekitaran belajar yang baik dan suasana lebih baik. Contohnya seperti kesederhanaan. Ini jelas dilihat bahawa Pendidikan Moral di Jepun bukan lebih kepada teori pengajaran namun menjurus kepada praktikal yang dikatakan mampu memberikan kesan positif pemupukan amalan moral dalam diri setiap masyarakatnya.0 Perbezaan antara kurikulum Pendidikan Moral di Jepun dan Malaysia Terdapat juga perbezaan antara kurikulum Pendidikan Moral Jepun dengan Malaysia. Manakala di Malaysia. keberanian. 5. seperti. pertama adalah pembersihan bangunan sekolah. Pendidikan moral yang praktikkan di Jepun lebih kepada kegiatan harian secara pratikal bagi memupuk nilai-nilai moral dikalangan relajarnya. .alam sekeliling untuk mengekalkan keseimbangan ekosistem. ruangan istirehat. Jepun mempunyai pendidikan moral direka untuk mencapai matlamat melalui semua kegiatan pendidikan sekolah. Misalnya dalam nilai berkaitan diri. Setiap hari. gimnasium. nilai keharmonian antara manusia dengan alam sekitar. Terdapat juga perbezaan dari segi kemahiran penilaian menerusi Pendidikan Moral yang diajarkan. Selain itu. SD di seluruh sekolah-sekolah di Jepun menyuruh mahasiswa untuk membersihkan ruangan kelas dan ruangan awam. Nilai-nilai moral yang terkandung berkaitan diri hanya tertumpu terhadap diri individu itu sahaja tanpa menyentuh mengenai kepercayaan kepada Tuhan. tetapi juga bagi pelajar menghargai nilai kerja dan kerjasama dengan masyarakat. setiap sekolah. pintu masuk. terdapat nilai kepercayaan kepada Tuhan yang terkandung dalam moral berkaitan dengan perkembangan diri. di Jepun tidak terdapat tentang nilai kepercayaan kepada Tuhan. Keadaan ini saling memerlukan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam sekeliling supaya kualiti kehidupan manusia dan alam sekeliling terpelihara. di luar bangunan dan sebagainya. Pendidikan Moral Jepun menggunakan pendekatan formatif.

Pendidikan moral sering dipelajari dengan menghafal dan secara teori sahaja. 3. Bukannya mentafsirkan nilai yang sesuai berdasarkan maklumat yang diberikan. Untuk memelihara orang-orang yang berusaha membentuk dan mengembangkan masyarakat dan msyarakat yang demokratik. (http://en. tiada negara moden lain yang menggunakan sekolah secara sistematik bagi maksud indoktrinasi politik seperti Jepun. Dalam hal ini menunjukkan bahawa pendidikan moral amat dititikberatkan dalam melahirkan warganegara yang cintakan Negara dan hasil daripada penterjemahan kurikulum pendidikan secara menyeluruh member impak positif kepada setiap warganya.org/wiki/Pendidikan_Moral) 6. penghafalan ketat daripada nilai-nilai yang diperlukan tanpa ada penekanan tentang pemahaman atau aplikasi. Dengan demikian. Untuk menggalakkan semangat menghormati martabat manusia dan kehidupan. pendidikan moral yang diajarkan dinilai secara berorientasikan kepada peperiksaan. Kekuatan dan kelemahan kurikulum ini dikaji berdasarkan daripada objektif pengajaran pendidikan Moral iaitu: 1. Guru di sekolah-sekolah cenderung untuk menumpu pada teknik menjawab daripada pengajaran yang diberikan dalam buku teks. Walaupun terdapat beberpa kelemahan dalm pelaksanaan kurikulum ini tetapi ia masih mampu diperbaiki. Penilaian yang dapat dilihat apabila seseorang murid mendapat markah yang tinggi dalam peperiksaan walaupun nilai moral sebenarnya tidak dipraktikkan. 1982:149). . Walaupun pengasas sistem persekolahan moden menggunakan bahasa utilitarian.0 Kekuatan dan Kelemahan Kurikulum Pendidikan Moral Jepun “Selain negara totalitarian.Manakala di Malaysia pula.wikipedia. 2. mereka tidak pernah melupakan isu moral dan patriotisme” (Passin. Untuk memelihara orang-orang yang berusaha mewarisi dan mengembangkan budaya tradisional dan mencipta budaya yang kaya secara individual. pelajar diajar untuk mencari kata kunci spesifik dalam keterangan dan mengenalpasti nilai moral yang sesuai.

malah hampir di seluruh dunia menekankan tentang patriotisme dan ketatanegaraan serta penghayatan nilai-nilai murni dalam Falsafah Pendidikan Negara masing-masing. (Kaori Okano & Motonori Tsuchiyo. Dalam bahagian ini. Untuk memelihara mereka yang boleh menyumbang untuk mewujudkan masyarakat antarabangsa yang damai. 6.1 Kekuatan Kurikulum . Pendek kata. disentuh sedikit tentang pelaksanaan kurikulum di Malaysia untuk dibuat perbandingan dengan Jepun bagi member gambaran keseluruhan tentang kelemahan dan kekuatan kurikulum tersebut. Untuk memelihara mereka yang boleh membuat keputusan tanpa dipengaruhi.4. ia terbuka kepada semua kanak-kanak dalam negara tanpa mengira tempat tingal dan latar belakang. tetapi penerapan unsure kemoralan ini diajarkan secara tidak langsung dalam subjek-subjek lain di sekolah. 2004). 2004). Ia bertujuan melahirkan jati diri nasional atau semangat kenegaraan yang harus dikongsi oleh golongan yang selama ini mengaitkan diri mereka dengan pemerintahan feudal masing-masing dan untuk melatih mereka dalam membina sebuah negara bangsa yang moden (Kaori Okano & Motonori Tsuchiyo. Perbincangan yang menjurus kepada kekuatan dan kelemahan pelaksanaan kurikulum ini ditinjau melalui persamaan dan perbezaan yang terdapat dalam kurikulum pendidikan moral di Malaysia dan Jepun yang dibentangkan dalam bahagian yang seterusnya. Pembinaan semangat ini dilihat sangat jelas dan mudah untiuk dipraktikkan dalam subjek pendidikan moral ini yang bukan sahaja diajar di dalam subjek ini. Dari pandangan keseluruhan mengenai objektif pengajaran pendidikan moral ini. 5. Pembentukan kurikulum bukan sahaja di Malaysia. Untuk memupuk rasa kemoralan. Penentuan objektif pengajaran pendidikan moral di Jepun ini didasari oleh pengalaman pendidikan yang bermula dari zaman awal pemerintahan kemaharajaan sehinggalah zaman pendidikan moden. dapt dinilai bahawa penetuan objektif ditentukan oleh semangat kenegaraan dan patriotisme berkenaan Jepun. 6. Contohnya ketika zaman persekolahan Meiji. penerapan unsur kenegeraan ini meliputi semua bidang pengajaran pendidikan di Jepun.

Penekanan terhadap unsure patriotisme dan ketatanegraan sememangnya termasuk dalam pembentukan Falsafah Pendidikan telah dipraktikkan sepenuhnya dalam pelaksanaan kurikulum ini. Pada peringkat sekolah inividu. Keduanya. Ini dilihat berdasarkan prinsip moral konfucius mengenai hubungan keluarga di satu pihak dan prinsip moral bangsa moden di pihak yang lain. dapatlah dinilai beberapa kekuatan dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan moral di Jepun ini.Berdasarkan kepada perbincangan diatas. kurikulum pada masa hadapan yang menekankan kepada kesinambungan pembinaan beberapa perkara termasuk kebudayaan nasional. Sekolah merupakan satu sistem sosial tersendiri yang mempunyai stuktur dan peraturan yang perlu dipatuhi. pendidikan di Jepun bertujuan untuk mengekalkan nilai-nilai sosial dan mengekalkannya untuk generasi akan datang. Perkara yang paling penting ialah dalam hal ini ialah pelajar memelajari norma dan nilai hidup bermasyarakat yang seterusnya membantu pelaksanaan dan pencapaian objektif tersebut. Disamping 3M. 2004). Perkara ini diperkukuhkan lagi dengan penegasan objektif pendidikan moral yang kedua iaitu untuk memelihara orangorang yang berusaha mewarisi dan mengembangkan budaya tradisional dan mencipta budaya yang kaya secara individual. untuk menyemai dikalangan pelajar dan ibu bapa bahawa matlamat pendidikan adalah lebih utuk Negara berbanding individu.(Kaori Okano & Motonori Tsuchiyo. pelajar memepelajari ciri unik tentang Jepun. Penerapan nilai-nilai murni ini akan membentuk masyarakat . Pertama. termasuk faedah awam. 2003: 178). kurikulum yang komprehensif secara tidak langsung meletakkan tujuan pencapaian yang mempunyai keutamaan terhadap semua subjek di dalam pendidikan. Konflik yang sering berlaku di antara pelajar dalam kumpulan diselesaikan menggunakan mekanisme sistem sosial yang sedia ada (Abu Bakar Nordin &Ikhsan Othman. Prinsip moral keluarga dan Negara diintegrasikan dlam pengorbanan individu demi Negara dan maharaja. Perisytiharan lebih menekankan pendidikan moral. Menurut Abu Bakar Nordin dan Ikhsan Othman (2003). Senaskah Perisytiharan dan sekeping gambar maharaja dan maharani diedarkan kepada semua sekolah untuk membentuk asas upacara nasionalis. ideologi dan aspirasi nasional yang akan dapat mengukuhkan lagi identiti kebangsaan dan membentuk bangsa yang berwibawa dan bermoral tinggi. Kekuatan ini didorong oleh kemampuan organisasi pendidikan di Jepun menjadikan sekolah sebagai agen pembudayaan. tanggungjawab awam dan perlembagaan negara serta perundangan Negara.

UNESCO meletakkan institusi pendidikan sebagai wadah yang penting dalam mengeratkan kerjasama antara negara krana pendidikan merupakan kepentingan bagi semua negara. 3. program yang dijalankan di Filipina “Study on Japan” bertujuan sama iaitu mengelakkan rasa prejudis terhadap orang asing sebaliknya mencontohi budaya yang baik dripada negara asing. Selain itu. Pertukaran budaya. contohnya mengenai pelaksanaan kurikulum pendidikan akan mendatangkan impak yang besar dalam melahirkan nilai kemoralan yang tinggi dikalangan pelajar bahkan keseluruhan masyarakat.2 Kelemahan Kurikulum . Seterusnya. Melalui program ini. UNESCO bertindak sebagai „orang tengah‟ dalam menghubungkan perkembangan pendidikan antara negara. Contohnya. ia mampu untuk memperdalamkan pemahaman mereka tentang bangsa lain dan cara hidup mereka. Menghormati hak asasi manusia 2. Antara program yang dilaksanakan ialah “The Associated School Project for International Understanding” yang bertujuan mempelajari metode pendidikan yang tepat untuk pemahaman antarabangsa melalui pengembangan dalam pendidikan secara bersama-sama yang dilaksanakan di sekolah-sekolah yang telah dilantik UNESCO. budaya warga Jepun yang dikenali sebagai bangsa yang rajin bekerja boleh dipraktikkan dalm kehidupan seharian. tidak semata-mata dalam konteks pendidikan. kekuatan kurikulum ini dilihat mampu dan berupaya secara penuh membolehkan para pelajarnya juga warganya untuk memahami dengan jelas sejarah dan senario dunia. Pemahaman dan kerjasama dengan pertubuhan antarabangsa seperti UNESCO. Modul persekolahan yang dilaksanakan di Jepun ini menerapkan perkara mengenai kepentingan tiga perkara ini : 1. Dalam waktu yang sama. Menghormati dan saling bekerjasama antara Jepun dan negara-negara asing.yang kukuh dengan ciri-ciri moral dan etikanya sekaligus mencipta kebanggaan terhadap warisannya. Perasaan prejudis dan stereotaip terhadap kebudayaan negara asing dielakkan melalui program ini yang bertujuan mewujudkan persefahaman yang berterusan sekaligus melihat kebudayaan laur juga mempunyai ketamadunan yang tinggi dan boleh dicontohi. 6.

Berorientasikan peperiksaan.Yoshida yang melakukan perbandingan dengan persekolahan J. 2. Menurutnya. terdapat beberapa kelemahan yang masih lagi boleh diperbaiki untuk meningkatkan lagi persembahannya kepada para pelajar dan institusi pendidikannya terutama dalam merealisasikan objektif kurikulum moral. Antara kelemahan yang dikenalpasti ialah: 1.Dalam erti kata lain. Apatah lagi dalam pendidikan moral yang lebih mementingkan peningkatan nilai dalam diri pelajar. Berdasarkan daripada kenyataan tersebut.Waldrof (2005) mendapati bahawa kurikulum pendidikan di Jepun lebih berorientasikan peperiksaan. pendidikan yang lebih berorientasikan peperiksaan mempunyai kelemahan dalam mengukur tahap pencapaian sahsiah diri berbanding pencapaian akademik. malah hampir kebanyakan negara di Asia melaksanakan prosedur yang sama. Menurut kajian yang dilakukan oleh Prof. tidak ada kurikulum yang standard dalam diri orang lain. tidak ada buku teks. Kelemahan mula timbul apabila penggunaan buku teks secara menyeluruh terutama dalam pengajian berteraskan nilai dan kemoralan dijadikan kayu pengukur pencapaian pelajar yang diorientasikan kepada peperiksaan. ada masalah-masalah khusus seperti pengasas falsafah spiritual. ”Sebenarnya. .Berdasarkan pemahaman mengenai kurikulum pendidikan moral di Jepun. Kurikulum yang berorientasikan peperiksaan tidak hanya tertumpu di Jepun. Mereka membuataktiviti berkumpulan. sedangkan pengajaran nilai untuk disematkan di dalam hati para pelajar terutamanya perlulah dilaksanakan dengan menggabungjalinkan pelbagai aspek kemanusiaan yang tidak hanya bterhad kepada pembacaan sahaja. Elemen ini tidak dapat diterima di sekolah di Jepun. Penggunaan buku teks secara menyeluruh Penggunaan buku teks secara asasnya penting dalam memastikan gred objektif pengajaraan dan pembelajaran tercapai. persekitaran yang kondusif dan sekaligus dapat menyemai perasaan gembira untuk mempelajarinya” (Petikan daripada jurnal). anak-anak tidak perlu bersaing satu sama lain dalam peperiksaan.

Menurut Kaori Okano & Motonori Tsuchiya (2004). 2004). persekolahan menengah menyediakan pelajar untuk peperiksaan kemasukan sekolah tinggi dan sekolah menengah memperuntukkan masa yang lebih untuk aktiviti dan matapelajaran bukan akademik. Penilaian oleh rakan sebaya di sekolah rendah digantikan dengan peperiksaan yang menguji penguasaan pelajar tenteng kandungan buku teks (Fukuzawa. Objektif kurikulum yang lebih menonjolkan matlamat kenegaraan ini memerlukan daya usaha yang kuat terutama dalam merekabentuk kurikulum tersebut. 1994). tetapi ada individu yag tidak dapat menerimanya (Kaori Okano & Motonori Tsuchiya. Objektif lebih bermatlamatkan kenegaraan Kelemahan lain ditimbulkan berikutan penggunaan buku teks secara menyeluruh iaitu menimbulkan persoalan sejauh mana pendidikan moral dalam kurikulum berkesan dalam menyemaikan kesetiaan terhadap kerajaan bermaharaja di kalangan remaja boleh diperdebatkan. yang lebih perskriptif. Apabila pendidikan moral diperkenalkan secara rasmi dalam kurikulum sekolah rendah apada tahun 1959. Kementerian pendidikan mengumumkan pendidikan moral dikendalikan oleh guru „homeroom‟ seminggu sekali dan mengadakan pendidikan dala perkhidmatan untuk memaklumkan perkara ini. Keadaan ini secara tidak langsung telah mengakibatkan jadual pembelajarannya tidak mencukupi dan terhad. Seseorang boleh mengandaikan bahawa ia berjaya menghalang kebanyakan daripada mereka menentang negara secara terang-terangan. kesatuan guru menyuarakan kebimbangan bahawa pendidikan moral bercorak nasional seperti zaman sebelum perang akan . kesatuan guru menyuarakan kebimbangan bahawa pendidikan moralApabila pendidikan moral diperkenalkan secara rasmi dalam kurikulum sekolah rendah apada tahun 1959. Pemberian kuasa yang lebih tegas dalam soal buku teks oleh Kementerian Pendidikan. penyemakan semula kurikulum pengajian sosial pengenalan pendidikan moral dan kursus pengajian baru(garis kasar kurikulum yang perlu dilitupi). Guru juga mengajar berdasarkan buku teks sepenuhnya kerana banyak tajuk yang perlu diajar untuk peperiksaan ke sekolah tinggi dan tidak banyak masa untuk menyentuh tajuk di luar buku teks. 3.

Sistem Pendidikan di Singapura Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. malah secara keseluruhannya dalam setiap subjek wujudnya penerapan pendidikan moral itu secara tdak langsung. Pendidikan moral di Jepun menjadi contoh terbaik kerana ianya bertujuan membangunkan warganegara yang tidak pernah kehilangan semangat yang konsisten untu menghormati sesama manusia. budaya warga Jepun yang dikenali dengan sifat suka bekerja boleh dijadikan amalan yang dipupuk sejak sekolah rendah melalui program yang dilaksanakan oleh UNESCO. dapat disimpulkan bahawa kurikulum pendidikan moral di Jepun ini telah mencapai satu tahap perkembangan yang baik dalam meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme sejak dari persekolahan peringkat rendah lagi.Tsuneyoshi 1994). . Keadaan ini dibimbangi pengajaran dan pembelajaran pendidikan moral itu akan beralaih kepada kepentingan politik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa. Perlu juga disedari. Penyesuian dan pertukaran budaya ini tidak hanya terhad dalam soal politik semata-mata malah mencakui seluruh aspek kehidupan. terdiri dari program tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Contohnya. 7. perbezaan dan persamaan yang wujud dalam kurikulum pendidikan moral yang dilaksanakan di Malaysia dan Jepun ini boleh mewujudkan satu hubungan toleransi dalm menjayakan Falsafah Pendidikan Kebangsaan.0 Kesimpulan Berdasarkan daripada keseluruhan perbincangan ini. Terdaftar pada menteri pendidikan.hidup kembali (Cummings 1980. Apatah lagi dalam mewujudkan kerjasama antarabangsa dalam bidang pendidikan terutamanya pendidikan moral ini yang disedari mempunyai objektif yang berbeza bagi setiap negara. Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh yayasan masyarakat. Semua warga masyarakat dunia perlulah menyedari bhawa pendidikan moral ini tidak hanya bertunjangkan pembentukan moral semata-mata. Pendidikan Pra Sekolah Pendidikan pra sekolah diselenggarakan oleh Taman kanak-kanak dan pusat perawatan anak.

Sekolah Lanjutan Sekolah Lanjutan di Singapura terdiri dari sekolah dengan Dana Pemerintah. siswa diarahkan menurut kemampuan belajar mereka sebelum menguasai tahap orientasi. Program spesial dan cepat mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE „O‟ (Singapore-Cambridge General Certificate of Education „Ordinary‟) pada tingkat empat. terdiri dari empat tahun tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi tahun ke dua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Kurikulum pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris. Matematika. Ilmu Pengetahuan dan kemanusiaan. organisasi sosial dan bisnis. kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris. Untuk memaksimalkan potensi mereka. dengan mata pelajaran tambahan seperti musik. Perniagaan atau teknik terapan. maka siswa akan mengikuti ujian GCE „O‟ pada tingkat lima. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Pada umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Bahasa daerah dan matematika. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5 tahun melalui program spesial. Kebanyakan dari pusat perawatan anak menerima siswa dari negara manapun sepanjang tahun selama masih ada ketersediaan tempat. 5 sampai 4 jam. pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Bahasa daerah. yang keduanya mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE „N‟ (Singapore-Cambridge General Certificate of Education „Normal‟) pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan. siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni. Periode pendaftaran bagi setiap Taman kanak-kanak dan pusat perawatan berbedabeda. kurikulum dan lainnya. Ilmu Pengetahuan. . Sekolah Dasar Seorang anak di Singapura menjalani pendidikan dasar selama 6 tahun. khususnya metode pengajaran matematika. Pusat perawatan anak mendapat ijin dari Menteri Pengembangan Masyarakat dan olah raga. kesenian dan kerajinan tangan. Pada tahap dasar. Pada akhir kelas 6 SD. Kurikulum Sekolah Dasar di Singapura telah digunakan sebagai model internasional. 5-hari setiap minggunya. Siswa asing dari negara manapun diterima di Sekolah Dasar menurut ketersediaan lowongan tempat. Kebanyakan dari Taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan tiap sesi pelatihan dari 2.perkumpulan keagamaan. cepat ataupun normal. bantuan Pemerintah atau biaya sendiri. siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (Primary School Leaving Examination). Siswa pada program normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik. Silahkan menghubungi Taman kanak-kanak tersebut secara langsung untuk informasi mengenai pendaftaran. Pada tingkat lanjutan ke-3.

Francis Methodist School yang merupakan anggota dari kelompok sekolah-sekolah metodist di Singapura. yaitu General Paper dan Mother Tongue. menawarkan program mulai dari pendidikan dasar. Sekolah-sekolah ini membanggakan diri mereka karena memiliki program yang melebihi persyaratan akademik biasanya. Nanyang Polytechnic Ngee Ann Polytechnic Republic Polytechnic Singapore Polytechnic 5. para siswa diperbolehkan mendaftar untuk mengikuti program akademi selama dua tahun masa pelajaran pada pra-universitas atau institut terpadu selama tiga tahun masa pelajaran pada pra-universitas. lanjutan dan pendidikan akhir mereka. San Yu Adventist School yang dikelola oleh Seventh-day Adventist Mission (Singapura). 2. dan maksimum empat subyek Singapore-Cambridge General Certificate of Education ‘Advanced’ (GCE ‘A’) dari tingkat seni. Akademi / Pra-Universitas Setelah menyelesaikan ujian tingkat GCE „O‟.Kurikulum pada Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual. Siswa asing dari negara manapun diterima di akademi dan pra-universitas menurut ketersediaan lowongan tempat. berwawasan luas dan tepat. 3. Dua institusi akademik swasta di Singapura juga menawarkan kepada siswa internasional pilihan kesempatan yang unik untuk meneruskan pendidikan dasar. Setidaknya ada 5 politeknik di Singapura: 1. Kedua sekolah tersebut terdaftar pada Menteri Pendidikan dan menawarkan kepada para siswa mereka kurikulum akademik yang fleksibel. Di akhir masa pelajaran pada pra universitas siswa mengikuti ujian tingkat GCE „A‟. Siswa asing dari negara manapun diterima di Sekolah Lanjutan menurut ketersediaan lowongan tempat.elemen pembelajaran yang kreatif ke dalam kurikulum reguler mereka. St. Temasek Polytechnic . menggabungkan elemen. menawarkan pendidikan lanjutan dan akhir bagi para siswa lokal maupun internasional. Politeknik Sekolah teknik didirikan di Singapura untuk menawarkan kepada para siswa tentang pelajaran melalui practice-oriented pada level diploma. ilmu pengetahuan dan pelajaran tentang perniagaan. yang keduanya merupakan dasar untuk masuk ke universitas. 4. Kurikulum terdiri dari dua mata kuliah wajib. pendidikan lanjutan dan pendidikan akhir bagi para siswa dengan budaya dan warga negara yang berbeda.

Mata pelajaran spesialisasi seperti Optometri.Mereka menawarkan ruang lingkup yang luas dari rangkaian pelajaran seperti Keahlian Teknik. NTU didirikan pada tahun 1981 dengan menyediakan banyak fasilitas untuk melaksanakan pendidikan tingkat 3 dan melakukan penelitian dalam keahlian tehnik dan teknologi. teknologi. Sejak berdiri pada tahun 1905. Singapore Management University (SMU) Universitas lokal tersebut diatas membentuk lulusan yang hebat dengan gelar kesarjanaan yang dikenal secara internasional. Institusi Internasional Terkemuka dengan Kampusnya di Singapura . Lulusan-lulusan politeknik telah membuktikan diri dengan menjadi tenaga kerja yang populer ketika mereka bergabung dalam dunia kerja yang dilengkapi dengan keterampilan dan pengalaman yang terkait pada bidang ekonomi baru. Institut Pendidikan Teknik Institut Pendidikan Teknik (ITE) merupakan alternatif pilihan setelah melewati tingkat lanjutan bagi mereka yang memilih untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan teknik dalam berbagai sektor industri. banyak juga universitas-universitas asing terkemuka yang telah hadir di Singapura. Pendidikan Awal pada anak dan Perfilman juga tersedia bagi mereka yang ingin berlatih di jalur karir tertentu. Universitas Tiga universitas lokal di Singapura: 1. Disamping menyediakan program-program bimbingan dan pelatihan kelembagaan secara full-time untuk lulusan sekolah lanjutan. Teknik Kelautan. bisnis dan ilmu komunikasi. Komunikasi Massa. NUS telah berkembang menjadi universitas yang mempunyai cakupan luas dengan menawarkan pelatihan tentang berbagai disiplin ilmu seperti Ilmu pengetahuan. keahlian tehnik terapan. seni dan pengetahuan sosial dan pengobatan. NTU telah tergabung dengan National Institute of Education (NIE) – fakultas keguruan – dan berkembang mencakup kegiatan pembukuan. Universitas-universitas ini ada yang mendirikan kampusnya sendiri (institusi untuk pendidikan lanjutan) atau mempunyai program gabungan/kolaborasi dengan universitas lokal (kerja sama lokal). Studi Kelautan. Desain dan info-komunikasi. Kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah dan beasiswa juga tersedia untuk para siswa lanjutan tingkat akhir. Perawat. Nanyang Technological University (NTU) 2. National University of Singapore (NUS) 1. ITE juga menyediakan program-program pendidikan berkelanjutan bagi mereka yang bekerja. pelajaran tentang Bisnis. Universitas Internasional di Singapura Selain dari universitas-universitas lokal. hukum.

Australian National University. . National University of Singapore dan Nanyang Technological University juga mempunyai program kerja sama dengan lebih dari 16 institusi lainnya di seluruh dunia. UCLA Anderson School of Management (AS). Gallen (Swiss). senirupa dan bahasa. King‟s College London. Australia dll. Inggris. University of Melbourne (Australia). Université Pierre Et Marie Curie. Karolinska Institutet (Swedia). ESIEE (Perancis). Terdapat juga institusi-institusi khusus asing di Singapura. sarjana (bachelor) maupun pascasarjana (postgraduate).      INSEAD University of Chicago Graduate School of Business – Duke SP Jain Centre of Management ESSEC Digipen Institute of TechnologyUniversity of Nevada. Technical University of Denmark. menambah lengkapnya keanekaragaman dunia pendidikan di negeri ini. Las Vegas (UNLV) New York University Tisch School of the Arts Asia Universitas Internasional Terkemuka yang Berkolaborasi dengan Universitas-Universitas Lokal Singapura             Johns Hopkins Georgia Institute of Technology Massachusetts Institute of Technology (MIT) The Wharton School of the University of Pennsylvania Design Technology Institute German Institute of Science & Technology Shanghai Jiao Tong University Stanford University Waseda University Indian Institute of Technology. University of Basel (Swiss). diploma. Program ini memungkinkan siswasiswa politeknik untuk mendapatkan gelar yang berkaitan dengan mata pelajaran yang telah mereka ambil setelah mereka menyelesaikan diploma mereka di politeknik. Terdapat sekitar 300 sekolah swasta di Singapura. Peking University (Cina). dengan penjurusan seperti komersial. Bombay New York University School of Law Cornell University Selain itu. Sekolah Swasta Di Singapura. universitas-universitas lokal kami. PEI menawarkan berbagai program studi di tingkat sertifikat. Tsinghua University (Cina). sekolah-sekolah swasta turut menawarkan berbagai jenis program. Ini termasuk: University of St. University of Illinois Urbana-Champaign (AS). Université Paris Sud dan French Grandes Écoles. Melalui kemitraan dengan berbagai universitas internasional yang populer dari AS. TI. Beijing University for Chinese Medicine. Ecole Supérieure d‟Electricité (Supelec) (Perancis). yang telah mendirikan kampusnya di sini atau bekerja sama dengan politeknik-politeknik lokal. Private Education Institutions (PEI/Lembaga Pendidikan Swasta) ini menawarkan berbagai program studi yang banyak dicari oleh siswa lokal maupun internasional.

mengikuti aturan dan kurikulum yang identik dengan negara asal anda. bagi para lembaga pendidikan swasta di Singapura. telah dibentuk Council for Private Education (CPE/Dewan Pendidikan Swasta). pastikanlah bahwa sekolah tersebut telah memenuhi harapan Anda dalam hal:     Program studi yang ditawarkan Pengakuan atas sertifikasi yang didapat Fasilitas sekolah (ruang kelas. orientasi siswa. Saat memilih PEI. Singapura memiliki sejumlah sekolah internasional yang memberikan ijin masuk untuk para siswa asing dan penduduk setempat. fasilitas komputer dan sebagainya) Layanan bagi siswa internasional (bantuan akomodasi dan visa. Beberapa sekolah internasional menentukan persyaratan minimum pada saat melakukan pendaftaran. seperti kemampuan bahasa atau kewarganegaraan. sesuai peraturan dari Immigration and Checkpoints Authority (ICA/Otorita Imigrasi dan Pemeriksaan Tempat Masuk). konseling siswa. Kriteria tiap sekolah berbeda. EduTrust Skema sertifikasi EduTrust merupakan skema sertifikasi sukarela yang diselenggarakan oleh Council for Private Education. Semua lembaga pendidikan swasta yang menerima siswa internasional harus mendapat sertifikasi EduTrust. Masing-masing PEI memiliki kegiatan penerimaan/pendaftaran siswanya sendiri. namun merupakan prasyarat bagi lembaga pendidikan swasta yang menerima siswa internasional agar dapat mengeluarkan Student Pass. Skema ini memberi jalan bagi lembaga pendidikan swasta yang lebih baik untuk membedakan diri karena telah mencapai standar yang lebih tinggi dalam bidang-bidang utama pengelolaan dan pengawasan layanan pendidikan. sebuah dewan resmi di bawah Departemen Pendidikan Singapura untuk mengatur semua masalah yang berkaitan dengan sektor pendidikan swasta di Singapura.PEI menawarkan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan sertifikasi internasional dalam lingkungan yang aman dan terjangkau. . Meskipun skema sertifikasi EduTrust ini bersifat sukarela. Terdaftar pada Menteri Pendidikan. Sekolah sistem luar negeri / Sekolah Internasional Sekolah sistem luar negeri atau Sekolah Internasional menawarkan kesempatan kepada anda untuk mengikuti pendidikan yang mirip dengan negara asal anda. dan bagi siswa yang tertarik silakan langsung menghubungi sekolah yang diminati. dll) Untuk memastikan bahwa PEI di Singapura dapat menjaga kepentingan dan kesejahteraan siswa melalui standar peraturan yang berkualitas tinggi dan praktik usaha yang baik.

Dengan gaji yang tergolong memadai.000 sampai S$18. Pemerintah Singapura tidak segan-segan mendatangkan. misalnya. Kegiatan di universitas dan di sekolah-sekolah bukan sebatas acara belajar-mengajar rutin di ruang-ruang kelas. Dosen-dosen di NTU. dengan penerimaan murid pertama pada bulan Januari 2005. tidak sedikit yang menjadi orang-orang hebat di negara asalnya dan kemudian direkrut menjadi dosen di Singapura. mahasiswa juga diberi pencerahan dengan menghadiri seminarseminar gratis tetapi sangat berkualitas. Departemen Pendidikan Singapura (Ministry of Education) tampaknya lebih banyak bekerja dan memberi perhatian besar pada pengembangan pendidikan ketimbang memanfaatkan pendidikan sebagai sumber rezeki bagi oknum atau pegawai-pegawai departemen itu. tetapi tidak bebas masuk universitas di Singapura jika tidak melewati tes tertentu. Dari sekolah dasar hingga universitas. orang. memang bebas memilih kuliah di luar negeri sesuai dengan kemampuan orangtua.Jangan bayangkan presentasi mereka seperti guru-guru atau dosen-dosen yang direkrut begitu saja untuk jadi pengajar P4 yang membuat ngantuk di negara kita pada zaman Orde Baru.000 untuk tingkat yang lebih rendah dan S$6. misalnya. Didirikan di bawah badan ACS International dan Hwa Chong International.600 sampai S$14. selain mendapatkan ilmu.000 untuk tingkat yang lebih tinggi. siswa sudah dipantau dan diarahkan untuk mendapatkan pendidikan yang cocok untuknya.Tidak semua guru berasal dari Singapura sendiri. Michael Porter. misalnya. Dosen-dosen dan guru di Singapura juga tidak kalah profesionalnya. tidak semua warga layak atau bebas masuk universitas di Singapura. . serta dosen-dosen kaliber internasional yang memang mahal tarifnya tetapi Singapura tidak pelit soal itu. Philip Kottler. Dua sekolah top di Singapura.Biaya pertahun biasanya mencapai S$4.orang terangsang menjadi guru. ahli manajemen terkenal di dunia. kedua sekolah akan menawarkan pendidikan sekolah menengah dan selepas sekolah menengah. Tahun ajaran sekolah dan semester juga berbeda pada setiap sekolah.Hampir setiap bulan tampil pembicara tamu berkaliber internasional membawakan topik-topik baru yang ditemukan di dunia.Masalahnya.Jadi. Jadi.Bagi mereka yang tidak layak masuk universitas di Singapura. ACS International akan menawarkan GCSE internasional dan Program Internasional Baccalaureate Diploma. Singapura berniat menjadikan dirinya sebagai pusat pendidikan berkelas internasional. setelah berhasil menjadikan dirinya sebagai pusat pelayanan kesehatan terbagus di Asia Tenggara. sementara Hwa Chong International akan menawarkan program sekolah menengah dan prauniversitas dengan sertifikat tanda tamat belajar GCE A Level. Anglo-Chinese School (ACS) dan Hwa Chong Institution telah meraih status sekolah swasta.

dan universitas kelas satu lainnya di AS. persoalan bukanlah pada fasilitas dan beasiswa. departemen pendidikan di Singapura setiap kali bekerja untuk melakukan evaluasi. Jadi. bagi yang tidak mampu tersedia beasiswa yang memungkinkan mereka tinggal di hotel. tetapi juga bersedia merekrut calon-calon siswa dan mahasiswa dari negara tetangga dan dengan beasiswa serta tawaran kesempatan kerja di Singapura. muncullah misalnya aliansi antara sekolah bisnis di NTU dan Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology.Otonomi masing-masing fakultas dibuat sedemikian tinggi dan dibiarkan mampu memikirkan pengembangan diri sendiri. sekolah. Pemerintah Singapura otomatis membuat warganya terbiasa bergaul secara internasional ketika masih berada di sekolah. Pemerintah Singapura tidak saja bersedia mendidik warganya. Wharton School. dengan mengundang mahasiswa dari luar.Bayangkan. bukan sekadar menyediakan sarana dan prasarana yang baik.Universitas hanya memberi persetujuan. sudah memiliki endowment fund dari pemerintah sebesar 200 juta dollar Singapura. tampaknya tidak menjadi masalah.Namun. dan lembaga pendidikan di Singapura tidak berhenti melirik perkembangan pendidikan di negara lain.Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru. Aliansi seperti itu dibiarkan dirangsang sendiri oleh masing-masing fakultas. termasuk ongkos pesawat pergi pulang saat liburan. setidaknya diharapkan bisa menjadi orang yang kenal dan sayang dengan Singapura dan bisa menjadi jaringan Singapura di kemudian hari. Maka.Mahasiswa tinggal menyediakan waktu dan niat untuk belajar tekun tanpa harus diganggu oleh ketiadaan biaya. Jadi. seperti JW Marriott. dan Singapore Management University dengan mudah membangun aliansi dengan Harvard University.Itu semua dilakukan sebagai pengejawantahan visi dan misi pendidikan di Singapura. selama satu setengah bulan mahasiswa pascasarjana di Nanyang MBA Fellowship Programme tinggal di apartemen yang dikelola JW Marriott di Boston. itulah pendidikan di Singapura. Namun.Soal pendanaan. Bukan itu saja. Kerja sama internasional pendidikan juga dilakukan dengan banyak negara. NUS.Itu sesuai dengan posisi Singapura sebagai hub regional sehingga warganya tidak menjadi seperti katak di bawah tempurung. kemajuan pendidikan di AS membuat Singapura lebih berkiblat ke AS. Niat Singapura untuk menawarkan beasiswa bukan sekadar menjadikan mereka sebagai tenaga di Singapura suatu saat. Maka. Mahasiswa di Singapura sering kali mendapatkan kesempatan untuk melakukan studi tur dengan menjelajah dunia.Bicara soal silabus dan kurikulum.Bagi mahasiswa yang kembali bekerja di negara asalnya. .Bukan hanya itu. misalnya. tetapi dengan subsidi universitas. misalnya. tidak heran jika ada warga melayu dari Padang hingga Klaten belajar di Singapura dengan bantuan. Singapura sadar akan potensi kekurangan tenaga kerja.Gilanya lagi. universitas. tidak heran jika NTU. tetapi terus melakukan up-dating dari tahun ke tahun.Karena itu.NTU.Bagi mahasiswa yang mampu dibiarkan membayar sendiri.

Bukan itu saja, iklim persaingan di antara keluarga dan komunitas di Singapura menjadi salah satu kunci rahasia sukses pendidikan di Singapura. Bayangkan, orangtua, rekan, pasangan, atau pacar seperti “memaksa” siswa dan mahasiswa untuk menjadi juara satu atau tidak sama sekali. Hanya ada satu orang juara satu. Akan tetapi, dengan prinsip itu, semua orang berlomba mendapatkan nilai terbaik dan tidak jarang sejumlah besar mahasiswa sama-sama memiliki nilai A semuanya. Apa sih kurangnya pendidikan di Singapura? Tidak ada jika dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia, misalnya.Yang mungkin masih kurang adalah keberanian siswa dan mahasiswa berbicara di ruang kelas dan mempertanyakan kebenaran sistem dari negara yang tidak begitu bebas.Mahasiswa Singapura tidak begitu cerewet di kelas seperti masyarakatnya.Inilah yang disadari oleh PM Lee Hsien Loong (BG Lee).Kebebasan berekspresi secara nasional ala Singapura ternyata berdampak di kelas-kelas.Maka itu, kini BG Lee menawarkan paradigma baru, yakni kebebasan bicara. Soalnya, aneh memang jika di kelas pun mahasiswa harus ramah dan menurut. Bukankah pendidikan bermaksud mencari kebenaran atas yang salah, termasuk kediktatoran ala Singapura yang dimulai oleh mantan PM Lee Kuan Yew, yang melarang oposisi berkoak-koak?

Biaya Sekolah di Singapura
Pendidikan Dasar Untuk sekolah negeri dan sekolah bantuan Pemerintah, biaya per bulan adalah sebagai berikut:
  

S$120 untuk Sekolah Dasar S$170 untuk Sekolah Lanjutan S$280 untuk Pendidikan Pra Universitas/ akademi

Mengenai biaya sekolah independen dan daerah sangat bervariasi, silahkan periksa langsung ke institusi yang dimaksud. Institusi Biaya Pendidikan dapat berubah setiap tahunnya. Menengah

Untuk melihat biaya sekolah di Singapura yang lebih lengkap bisa di baca di Singapore Edu Website.

Mendaftar Sekolah di Singapura
Untuk membantu memastikan bahwa anda telah mengambil langkah yang tepat dalam melakukan pendaftaran, kami secara rinci menjelaskan di link ini prosedur pendaftaran ke berbagai institusi yang berbeda di Singapura.

Perkembangan Pendidikan di Brunei 1954-1984
03/01/2011

ibnuziad Perkembangan Pendidikan di Brunei 1954-1984 Leave a comment KANDUNGAN;
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. PENDAHULUAN. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN SEBELUM PEMERINTAHAN BRITISH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN SEMASA PENTADBIRAN RESIDEN PERKEMBANGAN DASAR PENDIDIKAN UGAMA ISLAM DI BRUNEI SEKOLAH MELAYU SEKOLAH CINA SEKOLAH INGGERIS SITUASI PENDIDIKAN SELEPAS PERANG DUNIA KEDUA. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN 1954 DASAR PERKEMBANGAN PENDIDIKAN 1962 PERKEMBANGAN DASAR PENDIDIKAN 1972 KEGAGALAN DASAR PENDIDIKAN NEGARA 1962 DAN DASAR PENDIDIKAN 1972- 19 DASAR PENDIDIKAN DWI BAHASA KONSEP DWIBAHASA KESIMPULAN LAMPIRAN

PERKEMBANGAN DASAR PENDIDIKAN 1954 -1985 : SATU TINJAUAN PENDAHULUAN. Pendidikan memainkan peranan bagi kecemerlangan sesebuah negara untuk membangun. Oleh itu Brunei tidak terkecuali bagi proses kearah pembangunan dan meninggi tarafkan kedudukan negara ke mata dunia. Sejarah perkembangan dasar pendidikan banyak memberi kesedaran kepada kita bahawa Dasar pendidikan yang dilaksanakan itu mengharungi rintangan-rintangan yang patut dinilai semula oleh sesiapa sahaja yang terlibat dengan bidang pendidikan samaada dari golongan bertaraf atasan maupun yang baru terlibat dalam bidang pendidikan. Kerana jika seseorang yang berkenaan itu dapat mengambil iktibar dan pengajaran daripada apa yang telah berlaku tentang perkembangan dasar pendidikan negara ini sudah pasti tidak akan mudah tersilap hingga ke hari ini. Dalam essei ini akan merungkap beberapa perkembangan dasar pendidikan di Brunei bermula dari peranan Pehak Residen dalam perkembangan dan sistem pendidikan di Brunei. Mengapakah Pehak Residen yang tidak mahu pendidikan di negara ini berkembang seperti yang diharapkan oleh masyarakat di awal penubuhan pendidikan secara formal ? Sejauh manakah perkembangan dasar pendidikan di Brunei, di mana sering berlakunya pembaharuan hingga ke hari ini ? Mengapa dasar pendidikan itu membawa kegagalan sehingga membawa ke dasar pendidikan semasa kemerdekaan iaitu pada tahun 1984 ? ( sila lihat Lampiran 6 ) Dalam essei ini akan menjelaskan terlebih dahulu perkembangan dasar pendidikan di zaman sebelum,smasa dan selepas pentadbiran Residen dan sekolah-sekolah yang dibina hingga ke tahun 1954, iaitu bermulanya Dasar Pendidikan 1954 dan peranan sekolah-sekolah yang dibina itu terhadap masyarakat di Brunei.

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN SEBELUM PEMERINTAHAN BRITISH Sebelum mengulas tentang perkembangan pendidikan Brunei pada 1954 hingga 1984, perlu di ketehui juga asas perkembangan pendidikan di Brunei adalah lebih awal daripada yang dijangkakan, di mana, pendidikan Islam mula berlaku adalah serentak dengan kedatangan Islam di Negara Brunei Darussalam pada abad ke 13 Masehi ( Pg Hj Mohammad bin Pg. Hj Abd Rahman, Dr., 2005 : 12 ). Sehubungan dengan dengan itu, telah terbukti apabila artifek sejarah terbaru yang ditemui dalam tahun 1972, iaitu penemuan oleh Muzium Brunei yang menemui sebuah batu nisan di perkuburan orang Islam di Rangas. Di mana sebuah batu nisan itu dipercayai kepunyaan oleh seorang pegawai kanan dalam zaman pemerintahan Chun Yu, yang di utus ke Puni ( Brunei) yang meninggal dalam tahun 1264 M ( Hj Zaini Hj Ahmad Dr. , 2003 : 23 ). Dengan bukti ini menunjukkan bahawa Islam telah bertapak lebih awal, dan secara lojiknya pendidikan yang berunsurkan agama Islam sudah diterapkan kepada penduduknya ketika itu dan dikalangan masyarakatnya sudah pandai menulis sehingga berkemahiran untuk mencatatkan penulisan ke atas batu nisan.Oleh yang demikian, seperti yang dimaklumi bahawa sebagai seorang yang mengakui ia Islam, adalah satu kewajiban bagi seorang Muslim bahawa untuk menjalankan kewajiban ibadah dan mengukuhkan akidah mestilah ada ilmu pengetahuan ugama. Pendidikan pada ketika itu secara tidak resminya dijalankan menerusi rumah-rumah, masjidmasjid dan surau-surau dan tidak juga ketinggalan dijalankan di istana. Manakala sejarah pendidikan di Brunei tidak di catatkan adanya institusi pengajian pondok seperti yang wujud di tempat lain di Nusantara dan di Tanah Melayu. Walau bagaimanapun, pada peringkat awal ini matlamat pendidikan ialah untuk menyampaikan ilmu pengetahuan fardhu ain bagi membentuk keperibadian Muslim yang sempurna. Tenaga pengajarnya pula terdiri daripada mubalighmubaligh, pedagang-pedagang Islam, Imam-Imam, Pembesar-pembesar negara dan orang-orang alim setempat ketika itu. Adapun kurikulumnya meliputi persoalan aqidah dan perkara-perkara ibadat serta membaca Al Quran sahaja. Manakala struktur pengajiannya tidaklah berjalan secara terbuka tanpa ada peraturan dan garis pandu yang tertentu. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN SEMASA PENTADBIRAN RESIDEN Sistem Residen mula bertapak di Brunei pada tahun 1906, iaitu selepas termeterinya Perjanjian Perlindungan dengan pihak British pada 3 Disember, 1905 dan 2 Januari 1906. Sebaik sahaja Brunei di bawah pentadbiran Residen, negara ini mengalami berbagai perubahan baik dari segi sosial, ekonomi, pentadbiran maupun pendidikan. Namun sistem pendidikan tidak diperkenalkan secara mendadak kerana kerajaan Residen terpaksa memulihkan sistem pentadbiran yang telah mengalami berbagai rintangan itu terlebih dahulu. Proses ini mengambil masa selama lebih kurang lima ke enam tahun. Ini bersandarkan kenyataan Jatswan S.Sidu yang mana ura-ura melahirkan satu sistem pendidikan ala Barat hanya terlaksana pada tahun 1911.( Jatswan S. Sidhu, 1995 : 12 ).

Sebelum ini kebanyakan penduduk Brunei pada masa itu ada yang sudah pandai membaca dan menulis di dalam tulisan Jawi. Dari hal demikian pada tahun 1914. perindustrian. mereka hanya mendedahkan dan memberikan bidang pendidikan kepada penuntutpenuntut di Brunei. Pendidikan di Brunei pada tahun-tahun sebelum 1960-an adalah mundur. pihak Residen British memberikan pendidikan kepada rakyat Brunei dengan tidak memberikan pendidikan ke taraf yang tinggi. punctuality and personal cleanliness…” ( Hj Jamil Al Sufri. bermulalah sistem pendidikan secara formal dimana sekolah-sekolah didirikan termasuklah sekolah-sekolah yang akan diperjelaskan lebih terperinci lagi nanti. Walaupun pendidikan formal sudah mula diperkenalkan di Brunei pada tahun 1914. 1995. however provide the children with elementary training and also teach them discipline. Cina dan Inggeris. Melayu. seperti yang dikatakan oleh Residen Inggeris pada tahun 1912 dalam laporan tahunan beliau.Oleh itu. yang lebih menguntungkan.( Razali Hj Ahmad. : 61 ) Ia ditambah lagi dengan laporan Residen British (1916 – 1921 ) yang mengatakan “ … these do not aim at providing a high standard of education. Oleh itu. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh pentadbiran Residen British yang secara umumnya tidak pernah mengambil perhatian yang berat terhadap pelajaran anak-anak tempatan. bahawa belum terdapat dikalangan penduduk yang tahu membaca dan menulis. . Sedangkan dalam proses pendidikan. bidang pendidikan di anggap kurang penting berbanding dengan bidang-bidang lain seperti perdagangan. 1999 : 14 ) Jadi dengan itu jelas menunjukkan bahawa tujuan pihak British mengadakan bukanlah untuk mencapai kemajuan pendidikan yang lebih tinggi lagi bagi masa depan penduduk tempatan. iaitu seperti sekolah misi. They do. satu dasar yang perlu diwujudkan dan dirancang bagi menentukan arah dan tujuan sebenar pendidikan negara. pada peringkat awal sistem pendidikan diperkenalkan adalah untuk mengisikan kekurangan kakitangan kerajaan ketika itu. Di mana. 1999 : 304). pertanian dan sebagainya. Justeru. agar ia sesuai dengan arus perkembangan ekonomi dan sosial yang dialami oleh sesebuah negara itu. Ini mungkin disebabkan pihak British yang menguasai pendtadbiran Kerajaan ketika itu tidak begitu mengambil berat tentang perkembangan pendidikan di Brunei. Ini bererti penduduknya belum pandai membaca dan menulis dalam huruf rumi kerana sebelum sistem Residen diperkenalkan. hanyalah sakadar untuk kepentingan asas sahaja dan bukan untuk mencapai kemajuan pendidikan yang lebih tinggi lagi bagi masa depan penduduk tempatan. telah sedia wujud golongan penduduk tempatan yang tahu membaca dan menulis dalam huruf jawi.( Sabihah Osman. namun kerajaan tidak pernah mengeluarkan secara rasmi dasar pendidikan yang dijalankan di Brunei sehingga tahun 1953.

telah menambahkan lagi ketidak seriusan pentadbiran Residen dalam menangani serta menyesuaikan dasar atau perkembangan pendidikan yang dapat memberikan galakan untuk anak-anak tempatan dalam memajukan dan menyertai perkembangan sosioekonomi Brunei sehingga tahun 1950-an. sedikit sebanyak telah memberikan kesan yang jelas kepada perkembangan sosio ekonomi di Brunei sehingga tahun-tahun 1960-an. adalah tidak dinafikan bahawa kemunduran penyertaan penduduk-penduduk tempatan dalam perkembangan sosioekonomi adalah berpunca daripada ketidak sesuaian dasar pelajaran yang mereka terima. Walau bagaimanapun persekolahan ugama secara penuh dan bersistem bermula dalam tahun 1956.Kegagalan pentadbiran Residen untuk menyediakan satu sistem pelajaran adalah tidak dapat diterima kerana selepas Perang Dunia Kedua. kebanyakan murid tidak tahu rukun Islam sementara kedua. 1999 : 305) Berdasarkan kepada perkembangan pelajaran dan dasar pelajaran yang diterima dalam zaman Residen. iaitu oleh mubalighmubaligh dan juga orang-orang tempatan melalui masjid-masjid. ( Hj Abd. Ramai berpendapat pelajaran barat hanya akan membuka jalan bagi orang-orang barat untuk „mengkristiankan‟ anak-anak mereka. Bagi mereka istilah barat itu berkait rapat dengan ugama Kristian. Kewujudan sistem persekolahan Ugama khas ini adalah atas titah perintah perkenan Allahyarham Sultan Omar Ali Saifuddin III iaitu setelah mendapat laporan dan syor berikutan terdapat kelemahan murid-murid di beberapa sekolah Melayu dalam pendidikan Ugama. tetapi masyarakat pada masa itu dalam menerima sistem pelajaran ala barat pada peringkat awalnya tidak meyakinkan mereka. Walau bagaimanapun kelemahan-kelemahan ini tidaklah sepenuhnya disebabkan oleh kelemahan dasar pelajaran yang dijalankan oleh pentadbiran Residen sahaja. Ghani Hj. Ketika itu Brunei mempunyai lebihan perbelanjaan yang agak besar. Melihat daripada dasar-dasar yang dijalankan di atas. Oleh itu masalah-masalah tadi.Bujang . PERKEMBANGAN DASAR PENDIDIKAN UGAMA ISLAM DI BRUNEI Pendidikan Ugama Islam telah diperkenalkan di Brunei sejak abad ke – 14. 1999 : 356 ) Pelajaran ugama sebagai satu mata pelajaran mula diperkenalkan di sekolah rendah dalam tahun 1930-an iaitu apabila sistem pendidikan persekolahan secara teratur diperkenalkan. . Ianya tidak menjadi masalah jika sekiranya pihak Residen benar-benar ingin memajukan anak-anak tempatan. Laporan tersebut menyatakan dua yang utama iaitu pertama.( Razali Hj Ahmad. masa belajar ugama terlalu pendek dan guru-guru mengajar itu bukan keluaran dari sekolah ugama dan tidak pandai menjalankan tugas menurut peraturan sekolah. balai-balai dan rumah-rumah persendirian.

SEKOLAH MELAYU Sebelum menerangkan Dasar dan perkembangan lebih lanjut. Kementerian Hal Ehwal Ugama adalah agensi resmi kerajaan yang bertanggungjawap sepenuhnya dalam hal ehwal ugama termasuklah pelaksanaan pendidikan Islam di negara Brunei Darussalam. . sebuah sekolah Melayu didirikan di Muara oleh seorang guru di rumahnya dengan keramaian pelajar lelaki sebanyak 40 orang. Sekolah Melayu pertama ditubuhkan di Bandar Seri Begawan pada tahun 1914. Menjelang tahun 1918 sebuah lagi sekolah Melayu didirikan dengan jumlah pelajar seramai 175 orang dan kesemuanya lelaki.Oleh yang demikian pendidikan persekolahan ugama secara penuh dan bersistem telah ditubuhkan dengan menggunakan bangunan Sekolah-sekolah Kerajaan Melayu dan Inggeris. Tambahan lagi. Dalam tahun 1966. Keramaian pelajar sebanyak 30 orang dan bertambah kepada 40 orang pelajar setahun berikutnya. ( Sabihah Osman. Perkembangan institusi pengajian ugama terus meningkat lewat 1980-an seperti Ma‟had Islam Brunei. sekolah Melayu ketiga didirikan di Belait. Kemudian dalam tahun 1972. Kesemua pelajar ini terdiri daripada pelajar lelaki. Dalam pada itu. Sekolah Arab pertama ditubuhkan iaitu Sekolah Menengah Arab Laki-Laki Hassanal Bolkiah dan berikutnya dalam tahun 1967 Sekolah Menengah Arab Perempuan Raja Isteri Pengiran Anak Damit pula ditubuhkan. pada tahun 1915. 1995 : 64 ).oleh itu mereka takut akan terpengaruh dengan agama Kristian. pihak kerajaan kurang mengambil perhatian serius untuk memperkembangkan sistem persekolahan Melayu. Dalam pertengahan tahun 1970-an. ada lebih elok diperjelaskan dahulu perkembangan Sekolah Melayu dan secara tidak langsung menjadi dasar dalam pendidikan negara seperti yang telah janjikan untuk diperjelaskan lebih lanjut lagi di dalam essei ini. bangunan kekal khas untuk persekolahan rendah ugama mula dibangunkan untuk menampung pertambahan murid-murid. Dengan kemunculan sekolah ugama dan sekolah Arab. Dua tahun berikutnya. Hal ini mungkin disebabkan pihak ibu bapa yang belum dapat menerima perubahan ini. ternyata kedua-dua jenis sekolah ini telah dapat memenuhi sebahagian daripada ciri-ciri yang dikehendaki oleh Dasar Pendidikan Negara 1962 ( yang akan diperjelaskan lebih lanjut lagi) dan Dasar Pendidikan Negara 1972 dari segi penerapan nilai-nilai ugama. Manakala Jabatan Pengajian Islam adalah jabatan khusus yang mentadbir dan memantau perjalanan pendidikan Islam tersebut. Walau bagaimanapun kedua-dua sekolah ini tidak memberikan kesan yang besar terhadap perkembangan Dasar pendidikan pada ketika itu. Disebabkan oleh sambutan yang kurang menggalakkan dimana kedatangan yang tidak menentu. sistem persekolahan yang diperkenalkan ialah sistem pendidikan ala Barat . muncul pula Maktab Perguruan Ugama Seri Begawan dengan tujuan untuk membekalkan guru-guru ugama bagi kegunaan Sekolah-sekolah Rendah Ugama.

pihak British telah berjanji bahawa penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah akan dilaksanakan secepat mungkin dan penggunaan bahasa Inggeris akan dikurangkan. ia digunakan secara meluas di seluruh dunia. Jadi untuk memberikan pengetahuan yang tinggi kepada anak-anak Brunei. pada 1924. maka penggunaan bahasa Inggeris adalah perlu. Pada tahun yang sama juga sebuah kelas khas bagi pelajar perempuan juga telah dimulakan di sekolah Melayu Jalam Sultan. Di samping itu. Walau bagaimanapun. Perak. Sekolah ini sekarang dikenali sebagai Sekolah Rendah Raja Isteri Fatimah. Manakala pada tahun 1925. Sebarang usaha untuk menghapuskan bahasa Inggeris dalam pendidikan Brunei hanya akan menggagalkan rancangan untuk memberikan anak-anak Brunei berilmu pengetahuan. Sejurus selepas itu pada tahun 1936. Menjelang tahun 1937. Sekolah Melayu ditubuhkan di Kuala Belait. masyarakat kedayan meminta di Kilanas untuk didirikan sebuah sekolah dan ianya mula beroperasi pada tahun 1926. Kekurangan buku-buku teks dalam bahasa Melayu juga menjadi penghalamg kepada penggunaan bahasa ini sebagai bahasa pengantar. bagi mendapatkan guru terlatih. lebih-lebih lagi dalam bidang teknikal dan peringkat pengajian tinggi.Oleh kerana Brunei belum mempunyai maktab latihan perguruan sendiri. Sehingga tahun 1932 enakmen ini hanya berkuatkuasa di Bandar dan setahun berikutnya baharulah diperluluskan ke Kuala Belait. jadi penggunaan . Seterusnya dalam tahun 1930. beberapa orang calon guru dihantar ke Maktab perguruan Sultan Idris ( MPSI ) Tanjung Malim. iaitu berbalik pada tajuk asal bahawa dalam Dasar Pendidikan 1954. Satu-satunya sekolah perempuan pertama ini terpaksa ditutup apabila pengetuanya meninggalkan Brunei. Sehubungan dengan itu. Bagi mewujudkan kesungguhan belajar dikalangan penuntut dalam tahun 1929 satu enakmen kehadiran di sekolah diluluskan. sebuah sekolah perempuan pertama dibuka di Bandar Brunei. bahasa Melayu tidak menjadi bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan Brunei. Adapun dasar dan perkembangan sekolah Melayu pada selepas itu. Seramai 10 orang penuntut perempuan hadir belajar bersama pelajar lelaki yang lainnya. Sekolah itu akhirnya dibuka semula pada tahun 1932 di bawah seorang guru wanita berbangsa Melayu dengan keramaian pelajar seramai 13 orang. jumlah ini bertambah kepada 42 orang dan menjadi 48 orang dan menjadi 48 orang pada tahun 1938. Brunei juga adalah di bawah naungan British. British beralasan bahawa ia tidak dapat dilaksanakan secepat mungkin kerana bahasa Inggeris ialah bahasa penting dan banyak ilmu pengetahuan boleh didapati dalam bahasa ini. di Bandar Brunei dengan keramaian pelajar 74 orang termasuk anakanda baginda Sultan. tetapi ditutup lagi pada tahun hadapannya kerana kekurangan penuntut yang hadir disebabkan ibu bapa yang enggan menghantar anak perempuan mereka ke sekolah.

mereka juga merasa bimbang terhadap golongan terpelajar ini akan bangun menentang untuk membebaskan Brunei daripada cengkaman penjajah British seperti mana yang terjadi di negeri-negeri nusantara iaitu Filipina dan Indonesia. Ini menjadikan jumlah pelajar di sekolah-sekolah Cina semakin bertambah walaupun kewujudan sekolah-sekolah Cina di negara ini adalah atas usaha bersama masyarakat itu sendiri tanpa adanya banyak bantuan dari pihak kerajaan seperti yang diberikan kepada sekolah-sekolah Melayu. ternyata terus diwujudkan dalam Dasar Pendidikan 1954.Selain itu. Sehingga pada tahun 1967 hanya terdapat lapan buah Sekolah Cina sahaja. Sementara itu pada tahun yang sama juga. Manaka pada 1932. Pihak British khuatir dasar pendidikan pada masa itu apabila kemunculan golongan terpelajar di kalangan anak-anak tempatan sudah pasti akan menggugat kedudukan pegawai British sebagai pentadbir penting dalam kerajaan Brunei. penyekatan bukan saja terhadap sekolah Melayu. Dasar ini boleh di lihat dari segi sistem pelajaran yang bercampur baur antara mata pelajaran akademik dengan mata pelajaran teknikal dan vokasional. Namun begitu. Belait tetapi setahun berikutnya terpaksa ditutup. sebuah lagi didirikan di Labi. Manakala sekolah Cina di Belait pula bertambah kepada 42 orang pelajar lelaki dan 11 orang pelajar perempuan. Menjelang tahun 1937 sebuah lagi sekolah Cina didirikan di Kuala Belait dan setahun berikutnya sebuah lagi di Seria. Dasar ini jelas. 1983 : 120-121) Biarpun pihak British telah bersetuju untuk meninggikan taraf sekolah pandai membaca dan menulis di sekolah-sekolah Melayu. Walau bagaimanapun sekolah-sekolah Cina mempunyai kurikulum yang berlainan dari sekolah-sekolah kerajaan. Hal ini boleh dilihat apabila taraf tertinggi sekolah Melayu cuma setakat darjah VI dan kurikulumnya banyak menjuruskan kepada mata pelajaran perkebunan dan kraft tangan.bahasa Inggeris adalah penting dari segi perhubungan dengan British yang menggunakan bahasa ini ( Bevington. SEKOLAH CINA Kewujudan sekolah cina di negara ini hampir selari dengan penubuhan sekolah. tapi juga terhadap sekolah Inggeris Kerajaan.sekolah Melayu. Kedua-dua sekolah ini dibukakan kepada pelajar lelaki dan perempuan. SEKOLAH INGGERIS . sekolah Cina di Bandar Brunei menerima pertambahan pelajar seramai 44 orang lelaki dan 18 orang perempuan. Pendeknya. Sekolah Cina pertama didirikan di Bandar Brunei pada tahun 1916 dan menjelang tahun 1926 sebuah lagi sekolah persendirian Cina dibina di Kuala Belait. satu dasar penyekatan dan menekan terhadap persekolahan Melayu.

.A. Di atas kesukaran ini pihak kerajaan terpaksa mengambil langkah untuk memulakan satu rancangan lima tahun pada 1946.Dasar perkembangan sekolah Inggeris boleh dikatakan lambat kerana hanya pada tahun 1930 sahaja baharulah sekolah itu dapat diwujudkan di Kuala Belait oleh British Malayan Petroleum Company ( BPMC ). terdapat sebanyak 24 buah sekolah Melayu di Brunei berada dibawah pengawasan Jabatan Pelajaran. Singapura dan Malaya. didapati sebanyak tiga buah sekolah Inggeris yang telah dibuka dengan jumlah penuntut seramai 142 lelaki dan 34 perempuan. pehak Jepun mahukan bahasa mereka digunakan ( Hussainmiya B. Pada tahun 1931 sekolah Inggeris dikelolakan oleh Mr. Menjelang 1938 sebuah lagi dibuka di Bandar Brunei . Menjelang tahun 1947. Seterusnya pada tahun 1950 dengan bilangan sekolah yang meningkat maka keramaian pelajar sudah setentunya juga turut meningkat kepada 2. Dalam sistem pendidikan ketika itu.255 orang. Rancangan ini diperuntukkan bagi memperbaiki dan membina semula sekolah-sekolah baru. 1995 : 33). Manakala pada tahun berikutnya dengan bilangan sekolah yang sama jumlah pelajar meningkat kepada 2. Setelah meletusnya Perang Dunia Kedua. Di antaranya ada yang rosak akibat dibom dan juga kerana ditinggalkan.029 orang ( 1. Sekolah ini merupakan sebuah sekolah Perdagangan ( School Trade ) bertujuan untuk melatih orang Brunei bagi kerjakerja di padang minyak. keadaan sekolah-sekolah di Brunei amat mendukacitakan. ialah langkah pihak British memperkenalkan pelajaran bahasa Inggeris sebagai salah satu mata pelajaran dalam tahun 1951 dan seterusnya penubuhan sekolah aliran Inggeris persediaan dan menengah. Pendudukan Jepun selama tiga setengah tahun di Brunei membawa kepada satu keadaan yang menyebabkan perkembangan pendidikan terbantut. Perhatian British terhadap pelajaran aliran Melayu agak sederhana. Kemudian diikuti pula pada tahun 1933. Roman Catholic Mission telah membuka sekolah Inggeris kedua di Brunei dengan keramaian penuntut 29 lelaki dan 8 pelajar perempuan. Kerana langkah ini secara tidak langsung telah memberi peluang anak Brunei yang pintar dan bijak menyambung pelajaran mereka di United Kingdom. Apabila Jepun menyerah kalah pada tahun 1945. tetapi satu keberuntungan besar kepada perkembangan pendidikan di Brunei ketika itu. ( sila lihat lampiran 1 ) .653 pelajar lelaki dan 376 perempuan). SITUASI PENDIDIKAN SELEPAS PERANG DUNIA KEDUA. Hal ini sedikit sebanyak menggangu kelancaran sistem pendidikan yang telah diwujudkan.Synott ( seorang paderi Kristian di Kuala Belait) dangan keramaian pelajar 21 orang iaitu lelaki dan perempuan.

Baginda awal-awal lagi sudah sedar bahawa betapa pentingnya pendidikan bagi pertumbuhan masyarakat berkualiti. Sebagai seorang sultan yang mempunyai cita-cita bagi masa depan rakyatnya.00 pada tahun 1947 ke $201. Menjelang tahun 1959 sebanyak 52 buah sekolah Rendah Melayu telah wujud di Brunei dengan jumlah pelajar seramai 3. Brunei mempunyai dasar pendidikan yang rasmi dan jelas apabila Jabatan Pelajaran membentuk dasar pendidikan pada tahun 1954. petani. Hadi Abdullah. Kemunculan Dasar Pendidikan 1954 ini boleh dikatakan berpunca daripada desakan orang ramai dan pertubuhan sukarela yang mahukan satu corak pendidikan yang lebih baik dan teratur untuk dilaksanakan di Brunei. nelayan dan sebagainya.583 orang.459 orang ( termasuk 1944 lelaki dan 1515 perempuan). dasar pendidikan khususnya bagi sekolah Melayu hanyalah untuk membolehkan anak-anak Melayu pandai membaca dan menulis dalam tulisan jawi dan rumi sebagaimana yang telah disebutkan tadi. Pada tahun 1954 diadakan pengenalan Rancangan kemajuan Pendidikan.Baginda tahu bahawa satu-satu cara untuk mempertingkatkan taraf kehidupan rakyat adalah melalui peningkatan taraf pendidikan rakyat. ( sila lihat lampiran 2 ) PERKEMBANGAN PENDIDIKAN 1954 Walaupun dasar pendidikan sebelum tahun 1954 tidak dikeluarkan dengan rasminya. Menurut pendapat kebanyakan sarjana. peruntukan untuk pembelajaran juga bertambah hingga empat kali ganda iaitu dari $ 56. tetapi ia boleh dikesan menerusi apa yang sedang berlaku pada waktu itu. 1991 : 30) Pada tahun 1950. budak pejabat. (Muhd.Setelah baginda Sultan Omar Ali Saifuddin menaiki takhta keadaan ini dapat diimbangi dengan mengambil beberapa inisiatif.018.041. jelasnya. ( lihat lampiran 3 ) . Selain itu. Oleh itu pelajar yang lulus di Sekolah Melayu cuma layak untuk menjadi guru sekolah Melayu. Pada tahun 1956 sebuah Maktab perguruan pertama siap dibina di Berakas dengan 21 orang guru pelatih. ia bukan bertujuan untuk melahirkan tenaga manusia. Dengan perancangan ini jumlah pelajar sekolah Melayu semakin bertambah.00 pada tahun 1950. Manakala Pendidikan Ugama cuma diajarkan sebagai satu mata pelajaran di sekolah-sekolah Melayu. Sementara itu sekolah misi dan sekolah Cina beroperasi dengan menggunakan sistem pendidikan dan kurikulumnya sendiri. berkemahiran yang dikehendaki oleh pembangunan negara dan dasar ini serupa dengan yang ada di Tanah Melayu. Manakala sekolah Inggeris pula sebanyak 10 buah dengan pelajar keseluruhan seramai 3. Ini merupakan satu titik peralihan yang amat penting dalam kemajuan sisitem pendidikan Brunei amnya dan persekolahan Melayu Khasnya.

Sultan Omar Ali Saifuddin III telah menaiki takhta pada Jun 1950. Mengikut dasar pendidikan baru ini. Belum pun setahun baginda menaiki takhta Kerajaan. Dasar baru ini hendaklah berlandaskan dasar pendidikan kebangsaan dengan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama sekolah-sekolah Brunei. sebuah Sekolah Inggeris telah didirikan di Bandar Brunei. maka perkembangan pendidikan tidak terkecuali dalam rancangan ini. pengambilan murid dikhaskan kepada mereka yang telah menjalani pendidikan asas selama empat tahun di Sekolah Melayu atau sekolah Cina. Mereka belajar di sekolah Melayu. kerajaan akan menyediakan pendidikan percuma kepada semua anak-anak Melayu bermula daripada umur enam tahun. yakni dalam Tingkatan 1 berumur di antara dua belas tahun hingga empat belas tahun. Pada umumnya. Kerajaan ingin mengetahui mengenai apa yang berlaku terhadap persekolahan Brunei daripada pihak Jabatan Pelajaran supaya dapat diselaraskan dengan Rancangan Kemajuan Negara tersebut. Menurut Laporan Aminuddin Baki dan Paul Chang. Oleh sebab itu Jabatan tersebut menjelaskan mengenai dasar pendidikan Brunei dengan mengeluarkan Dasar Pendidikan 1954. Dasar Pendidikan 1954 sebagai dasar terapung ( drifting ) kerana hanya menyesuaikan dengan keadaan semasa dengan tidak ada matlamat atau dasar yang tegas berhubung dengan peranan pendidikan dan persekolahan. Oleh itu. Seorang murid akan belajar selama 13 tahun dari peringkat asas hingga ke peringkat menengah atau sebelum memasuki universiti ataupun hingga murid itu belajar enam tahun lagi. Kelompok pertama yang bernasib baik memasuki sekolah elit ini ialah murid-murid yang terpilih dimasukkan ke darjah peralihan selama dua tahun sebelum memasuki darjah biasa. Ini adalah satu langkah memperkuat dan mempercepat proses kelahiran satu golongan elit yang berpendidikan Barat yang boleh dijadikan penggerak jentera awal pada tahun 1951.Persekutuan guru-guru Melayu di Brunei pernah menyuarakan kepada kerajaan melalui surat yang bertarikh 24 November 1953. supaya dasar pendidikan yang ada dirombak dan diganti dengan yang baru. Dasar Pendidikan 1954 adalah dasar yang diselaraskan dengan Rancangan Kemajuan Negara. Inggeris dan vokasional. Baginda mengganti kekanda Baginda yang telah lindung di Singapura pada Jun 1950. Di Bandar Brunei didirikan sebuah sekolah Menengah Inggeris Kerajaan ( Government Secondary English School ) yang menggunakan bahasa Inggeris sepenuhnya sebagai bahasa pengantar. Sehubungan dengan itu baginda bukanlah bertujuan untuk mengetepikan peranan penting Sekolah Melayu. Pada ketika itu kerajaan telah melancarkan Rancangan Kemajuan Negara yang pertama ( 1953 1958 ) sebagai satu rancangan yang menyeluruh. Oleh .

salah seorang ahli majlis yang mewakili Parti Pembangkang ( Pertai Rakyat Brunei) ketika itu mengusulkan supaya Kerajaan mengadakan satu Dasar Pendidikan Kebangsaan yang tidak dipengaruhi oleh dasar-dasar luar negeri. . & Paul Chang. Ini menunjukkan cadangan daripada ahli Parti Pembangkang itu mendapat perhatian daripada Kerajaan. Syor ini telah mendapat tentangan daripada wakil Kerajaan kerana dikatakan membebankan kerajaan. ini bermakna dasar tersebut tidak menuju ke arah perpaduan masyarakat Brunei yang berlainan bangsa dan ugama. Ketiga-tiga persekolahan ini telah diperjelaskan di dalam essai ini tadi. Jadi sebagai persediaan menyambut kemerdekaan ini. Sementara itu Parti pembangkang mahu kemerdekaan itu diadakan lebih awal iaitu pada tahun 1963. Di samping faktor desakan orang ramai yang menyebabkan kemunculan Dasar Pendidikan Negara 1962 . Brunei sudah pasti memerlukan tenaga tempatan yang berpendidikan tinggi untuk menerajui pentadbiran Kerajaan.( lihat lampiran 4 ) Dalam persidangan Majlis Mesyuarat Negeri pada tahun 1960. ini kerana melalui rancangan kemajuan negara. perkembangan pendidikan perlu diambil perhatian ke arah pembangunan negara. di mana majlis telah memutuskan supaya Brunei mencapai kemerdekaan pada tahun 1965. lebih-lebih lagi selepas perlembagaan negara 1959. Kerajaan sebenarnya telah merancang untuk mengadakan Dasar Pendidikan Kebangsaan yang baru. Sehubungan dengan itu. Pada tahun 1962. 1959 . Sehubungan dengan itu. DASAR PERKEMBANGAN PENDIDIKAN 1962 Dasar pendidikan 1954 menjadi perbincangan isu hangat dalam Majlis Masyuarat Negeri. sekolah Inggeris Kerajaan dan sekolah misi menggunakan bahasa Inggeris. bahkan cuba menyatukan sistem dan kurikulumnya. :2 ) Dari dasar ini ternyata sistem pendidikan Brunei telah dibahagikan kepada tiga bahasa pengantar iaitu Bahasa Melayu bagi sekolah Melayu. Oleh yang demikian. bahasa Melayu tidak menjadi bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan Brunei. dan bahasa Cina pula untuk sekolah Cina. Justeru tidak disatukan di bawah satu dasar pendidikan yang sama. Ia juga cuba menyatukan sekolah-sekolah yang berlainan aliran bukan saja menjadi satu aliran bukan saja menjadi satu aliran.yang demikian pendidikan di Brunei pada masa itu kurang berkembang dan tidak tentu hala ( Aminudin B. Dasar Pendidikan Negara 1962 boleh dikatakan dasar pelajaran pertama yang paling jelas kandungan dan tujuannya berbanding dengan Dasar Pendidikan 1954. sudah jelas bahawa dalam Dasar Pendidikan 1954 ini. Di antara perkara terbaru dalam dasar ini ialah menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa utama dalam persekolahan Brunei.

Dasar ini juga mahukan supaya peluang pelajaran diberikan kepada semua lapisan rakyat Brunei. Selain itu Suruhanjaya ini juga bertanggungjawab untuk mengkaji punca kegagalan perlaksanaan Dasar Pendidikan Negara 1962. Dasar Pendidikan 1962 adalam salah satu sumbangan besar kepada pendidikan dari segi penentuan haluan dan corak pendidikan. serta taat setia kepada pemerintah Kerajaan negerinya juga … Keseluruhannya. PERKEMBANGAN DASAR PENDIDIKAN 1972 Selepas 10 tahun dasar Pendidikan Negara 1962 dijalankan. ia menjadi iklan dan penyampaian maklumat untuk melahirkan satu generasi yang taat kepada dan negara. kaum keluarganya dan bangsanya. . kepentingan dan perkembangan ekonomi serta kedudukan rakyat Brunei. iaitu dan saya berharap hendaklah guru-guru atau cikgu-cikgu selain daripada mengajar anak-anak dengan pelajaran-pelajarannya di bangku sekolah. beberapa perkembangan bermula dari perlantikan sebuah Suruhanjaya Pelajaran oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah. struktur pentadbiran Jabatan Pelajaran diubahsuai dalam tahun 1964. ( sila lihat lampiran 5 ) Dalam kedua-dua dasar tersebut mempunyai persamaan menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar yang utama di sekolah-sekolah di Brunei. sekolah menengah aliran Melayu diperkenalkan sebagai langkah mengemaskini pentadbiran dan pengurusan termasuk memantapkan peluang dari segi menambah bilangan jawatan dan status perjawatan. meneliti dan menyiasat perkembangan pendidikan di Brunei bagi faedah membentuk satu Dasar Pendidikan Kebangsaan yang lengkap dan sesuai dengan cita-cita. Pada ketika itu. Pada asasnya. Justeru dalam tahun 1966. dan melahirkan generasi yang taat kepada Sultan dan negara. kandungan Dasar Pendidikan 1972 tidak jauh bezanya dengan Dasar Pendidikan Negara 1962. Ini kerana Allahyarhan Sultan Omar Ali Saifuddin III pernah menyarankan kepada guru-guru ketika dalam titah baginda pada 14 Mei 1959 : … saya sukacita hendak mengingatkan cikgu-cikgu dan guru-guru sekalian. Suruhanjaya Pelajaran diarahkan untuk menilai kemajuan . tidak seperti Dasar Pendidikan 1954 yang cuma menghadkan kepada anak-anak Melayu. Justeru itu dalam Dasar Pendidikan ini. menyatukan sistem pendidikan mengisi keperluan tenaga manusia. Maka hasil kajian Suruhanjaya Pelajaran akan membentuk satu lagi dasar pendidikan yang baru pada tahun 1972. juga hendaklah mengadakan didikan dan menggalakkan anak-anak atau murid-murid itu dengan semangat yang tingi tentang mengasihi tanah airnya.

Kesimpulan daripada kedua-daa dasar ini. Walau bagaimanapun dasar-dasar tadi sebahagian daripada kandungan dan matlamat kedua-dua dasar tersebut telah gagal dilaksanakan. Aspek ini tidak disentuh oleh Dasar Pendidikan Negara 1962. Mereka tidak mempunyai perancangan tertentu untuk melaksanakan Dasar Pendidikan Negara 1962. § Akibat dari perkembangan pembangunan negara yang pesat dan tertubuhnya berbagai jabatan dan syarikat swasta pada 1960-an dan 1970-an. Kesan dari perkembangan pembangunan ini. KEGAGALAN DASAR PENDIDIKAN NEGARA 1962 DAN DASAR PENDIDIKAN 1972 Kerajaan Brunei dalam berusaha memperkembangkan pendidikan di Brunei yang sentiasa menitik beratkan perkembangan pendidikan sehingga terbentuknya Dasar Pendidikan 1962 dan Dasar Pendidikan 1972. oleh sebab kelemahan yang terdapat pada badan kerja atau badan pelaksana. Dasar Pendidikan 1972 juga menonjolkan kepentingan pendidikan Islam dalam sistem persekolahan di Brunei. kurikulum. Kalau Dasar Pendidikan 1962 dan Dasar Pendidikan 1972 kerana kerajaan tidak bersikap tegas maka kedua bolehlah dianggap gagal. peperiksaan dan pengajian tinggi. Akibatnya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Laporan Suruhanjaya Pelajaran Brunei 1972 bahawa : Kegagalan ini adalah disebabkan oleh kelemahan-kelemahan dalam melaksanakan tujuantujuan dan matlamat-matlamat yang disebutkan di atas. Singapura dan Malaysia. kegagalan ini berpunca kerana matlamat Dasar Pendidikan 1962 dan Dasar Pendidikan 1972 bahawa taraf kedudukan Bahasa Melayu yang menjadi pengantar di semua peringkat persekolahan di negeri ini sebagaimana yang tersebut dalam perlembagaan. keperluan kakitangan yang pandai berbahasa Inggeris semakin bertambah. Dasar Pendidikan Negara 1962 dan Dasar Pendidikan 1972 telah gagal dilaksanakan diantaranya ialah kerana : § Sikap Kerajaan yang tidak tegas dalam memainkan peranan dalam kegagalan perlaksannan Dasar Pendidikan Negara 1962. Sementara itu adanya penekanan pendidikan Islam dalam Dasar Pendidikan 1972 disebabkan ada antara ahli yang bertanggungjawab membuat dasar ini iaitu pegawai-pegawai dari Jabatan Hal Ehwal Ugama. Adapun kegagalan dasar-dasar pendidikan ini akan diperjelaskan lagi seterusnya nanti melalui beberapa aspek kegagalan.Walau bagaimanapun. buku teks. Dalam pada itu.mungkin pembuat dasar ini menganggap pendidikan ugama ialah tugas Jabatan Hal Ehwal Ugama ( yang telah diperjelaskan tadi ). keperluan kepada kekitangan Kerajaan mahir berbahasa Inggeris semakin menyerlah. Oleh itu. perubahan perhubungan dan . Brunei ketika itu bergantung meliputi keperluan guru. iaitu pentadbir Jabatan Pelajaran sendiri. Dasar pendidikan 1962 dan 1972 tidak dapat dilaksanakan dan dijalankan dengan sepunuhnya hingga para sarjana banyak mengatakan bahawa kedua-dua dasar ini menemui kegagalan. § Sistem pendidikan Brunei sepenuhnya masih bergantung kepada luar negeri seperti United Kingdom. dengan lain perkataan.

§ Kegagalan menyatukan sekolah Cina dan misi di bawah satu dasar pendidikan bersamasama dengan sekolah-sekolah Kerajaan. . sekolah-sekolah misi.pendidikan dengan negeri-negeri yang terlibat akan memberi kesan kepada dasar pendidikan Brunei. peperiksaan dan lain aspek yang boleh dijadikan landasan oleh semua sekolah dalam memenuhi kehendak Dasar Pendidikan 1962. buku teks. politik dan ekonomi Brunei. § Kegagalan dari segi menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa utama di sekolah-sekolah adalah disebabkan sikap masyarakat Brunei memandang rendah terhadap pendidikan aliran Melayu. Ketika Dasar Pendidikan 1972 hendak dilancarkan hubungan Malaysia dan Brunei tidak selari. Oleh itu Brunei amat memerlukan bantuan Malaysia dalam melaksanakan Dasar Pendidikan 1972 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. Dasar ini dikenalai sebagai Dasar Pendidikan Konsep Dwibahasa. 1984 : 16 ) Secara umum matlamat utama Dasar Pendidikan Dwibahasa (yang akan diperjelaskan nanti) tidak jauh berbeza dengan apa yang pernah dikemukakan dalam Dasar Pendidikan 1972. § Kekurangan pegawai dan guru-guru yang berkemahiran juga boleh dikatakan menjadi punca Dasar Pendidikan tadi tidak berjaya dilaksanakan dalam sistem pendidikan Brunei. § Dasar Pendidikan Negara 1962 digagalkan oleh peristiwa pemberontakan dan penolakan Brunei memasuki Malaysia. kurikulum bersepadu. perbezaan yang paling ketara pada dasar ini dengan Dasar Pendidikan 1972 ialah penggunaan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan Brunei. Walau bagaimanapun. kerajaan secara rasmi mengisytiharkan satu lagi dasar pendidikan baru pada 9 April 1984. Kebanyakan ibu bapa lebih suka menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah beraliran Inggeris. Kegagalan ini disebabkan Kerajaan. Kerajaan perlu mencari satu lagi dasar pendidikan baru yang bersesuaian dengan keperluan perkembangan dan perubahan sosial. swasta dan Cina telah berjaya disatukan dengan sekolah-sekolah Kerajaan di bawah satu kurikilum dan peperiksaan pada tahun 1974. Walau bagaimanapun. maka peristiwa yang hampir sama juga berlaku terhadap kegagalan Dasar Pendidikan 1972. ( Pelita Brunei. Oleh yang demikian. di bawah Dasar Pendidikan 1972. Umpamanya penyatuan sistem pendidikan dari segi kurikulum peperiksaan dan penerapan nilainilai Islam. lebih-lebih lagi saat-saat Brunei sudah mencapai kemerdekaan. Ini kerana rata-rata pegawainya tidak berkelulusan dan dinaikkan pangkat bukan kerana kebolehan tetapi disebabkan senioriti mereka. DASAR PENDIDIKAN DWI BAHASA Daripada kegagalan yang telah diperjelaskan tadi.

4. Nilai-nilai Islam akan diterapkan ke dalam Sistem Pendidikan Negara Brunei Darussalam melalui kurikulum sekolah. 2. Konsep Dwibahasa Adapun konsep Dwibahasa bagi menyalaraskan dan melaksanakan Dasar Pendidikan ini diantaranya: 1. Melaksanakan matlamat-matlamat dasar pendidikan seperti yang terkandung dalam Laporan Suruhanjaya Pelajaran Brunei 1972 dengan beberapa pindaan berdasarkan kepada perkembangan terbaharu. Melaksanakan satu sistem pendidikan yang dinamakan Sistem Pendidikan Negara Brunei Darussalam yang tidak berlainan sebagai media pengantar di persekolahannya.Penekanan bahasa Inggeris ini dilakukan bagi membolehkan pelajar Brunei melanjutkan pendidikan ke peringkat lebih tinggi yang kebanyakannya boleh didapati dalam bahasa Inggeris. Perlaksanaan konsep Dwibahasa ini dari segi mata-mata pelajaran adalah dibuat seperti berikut: I ) Mata-mata pelajaran yang tidak begitu rapat hubungannya dengan kebanyakan pengajian tinggi di luar negara akan disampaikan dalam bahasa Melayu. Matlamat Dasar Pendidikan dan Konsep Dwibahasa ialah: 1. maka rancangan untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama di sekolah-sekolah tidak dapat dicapai matlamatnya. 3. Sistem ini juga akan menjadi saluran menyatupadukan rakyat dan pendudukan negara ini melalui satu sistem pendidikan sahaja. Sistem Pendidikan Negara Brunei Darussalam ini akan membentuk masyarakat Negara Brunei yang berdasarkan kepada konsep Melayu Islam Beraja. Satu cara bagi mendaulatkan bahasa Melayu di samping tidak mengabaikan kepentingan bahasa Inggeris dengan yang demikian kemahiran dalam kedua-dua bahasa tersebut akan dicapai dalam Sistem Pendidikan Negara Brunei Darussalam. . II ) Mata-mata pelajaran yang banyak bergantng kepada penggunaan bahasa Inggeris dalam pengajian tinggi di luar negara akan disampaikan dalam bahasa Inggeris. 3. iaitu bagi memudahkan pelajar-pelajar Brunei memasuki tempat-tempat pengajian tinggi di luar negara yang mempunyai pengantar bahasa Inggeris. Perkiraan ini sudah tentu akan menemui perubahan lain jika Brunei berkemampuan secara sendiri memenuhi keperluan pengajian tinggi yang dinyatakan itu. Dengan adanya Dasar Pendidikan Dwibahasa. 5. 2. Perkiraan bahasa Inggeris dibat semata-mata dengan maksud akademik jua.

bahkan ia merupakan penjelasan kepada dasar yang sudah dijalankan sejak kemunculan sekolah Melayu pada tahun 1914. Sekolah Melayu ternyata masih tertinggal berbanding dengan sekolah-sekolah lain dalam dasar ini kerana pada tahun 1950-an hingga awal tahun 1960-an sekolah Melayu cuma mempunyai sistem pendidikan rendah. Walau bagaimanapun. Dasar Pendidikan 1972 dan terakhir sekali Dasar Pendidikan Dwibahasa. Selepas Dasar Pendidikan 1954. ternyata Kerajaan yang dikuasai oleh British tidak pernah mengeluarkan dasar pendidikan yang rasmi dan jelas.1954 ) Cuma boleh diketahui menerusi perlakuan dan tendakan yang dibuat oleh Kerajaan terhadap sekolah-sekolah yang sedia ada. Dasar ini telah menerangkan bahawa sistem pendidikan Brunei masih diimplementasikan dalam aliran yang berlainan. Sungguhpun pendidikan formal telah bermula pada tahun 1914. Brunei tidak mempunyai dasar pendidikan yang jelas. KESIMPULAN Dalam essei ini telah menjelaskan tentang pendidikan yang berkembang semenjak dari Dasar pendidikan yang tidak formal dan formal. Secara berperingkat-peringkat dan menurut keupayaan konsep dwibahasa akan dilaksanakan sepenuhnya dalam Sistem Pendidikan Negara Brunei Darussalam. boleh jadi lain-lain bahasa asing yang difikirkan sangat berguna akan diambil kira. dasar ini bukanlah sesuatu yang baru. Dasar Pendidikan dalam jangka masa 40 tahun ( 1914. Dalam perlaksanaan pendidikan formal di Brunei. Bahkan jika berkemampuan pada masa-masa hanya menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Inggeris sahaja. Selepas itu diikuti pula oleh kemunculan sekolah-sekolah Cina.4. Bagaimanapun. sekolah yang mula ditubuhkan ialah sekolah Melayu. Bertolak daripada penjelasan diatas ternyata sebelum tahun 1954. dalam apa keadaan sekalipun kedudukan bahasa Melayu akan terus dipelihara sebagai mata pelajaran yang mesti wujud. berkembang dan dikuasai oleh semua pelajar. ugama dan vokasional. muncul pula Dasar Pendidikan Negara 1962 dan Dasar Pendidikan 1972. . Misi. Inggeris Kerajaan. Perkara ini berlarutan sehingga tahun 1954. Menjelang tahun 1954 barulah Kerajaan mengeluarkan bentuk dasar pendidikan yang dilaksanakan. Adapun penjelasan di awal pendidikan semenjak zaman pentadbiran Residen adalah untuk mengungkap serba sedikit tahap perkembangan yang telah dilaksanakan sehingga membentuk Dasar Pendidikan 1954.Walau bagaimanapun penjelasan tertumpu kepada perkembangan dasar pendidikan daripada tahun 1954 hingga tahun 1984. Dasar Pendidikan 1962. namun matlamat kedua-dua dasar ini tidak berjaya dilaksanakan sepenuhnya.

1954-1984 ) LAMPIRAN 2 PERANGKAAN KERAMAIAN MURID DAN SEKOLAH RENDAH INGGERIS SELURUH NEGERI BRUNEI 1954-1984(Annual Report. Dasar ini tidak terhenti begitu sahaja.seperti S. perdagangan. dalam masa 1954 hingga tahun 1984. kedua-duanya adalah penting.Kerajaan hanya boleh dikatakan berjaya melaksanakan Dasar Pendidikan 1972 dengan mengadakan penyatuan kurikulum dan sistem peperiksaan bagi semua sekolah. Maka atas pertimbangan dan alasan kepentingannya akan bahasa Inggeris dalam dasar pendidikan. Bahasa Melayu penting kerana ia merupakan bahasa rasmi dan majoriti penduduk Brunei adalah berbangsa Melayu. Akhirnya.1954-1984 ) LAMPIRAN 3 . Perkembangan Dasar Pendidikan yang ada pada ketika 1954-1984 dapat juga membawa negara Brunei mencapai kemerdekaan dan hampir 100 % jawatan yang mengendalikan pentadbiran negara dijawat oleh anak tempatan negara ini sendiri. Kerajaan perlu menimbang supaya dasar yang akan diwujudkan mestilah selaras dengan keperluan negeri dan perubahan politik dan sosial negara agar ia lebih banyak mendatangkan kebaikan kepada semua lapisan masyarakat. namun bahasa ini tidak akan dipandang sebagai bahasa terpenting selagi peluang untuk menggunakannya dalam dunia pekerjaan. Pada realitinya baik bahasa Melayu maupun Inggeris. masih lagi mengalami perubahan hingga ke hari ini. Sungguhpun pada asasnya bahasa Melayu memang wajar diangkat sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah di Brunei.N 21.P. Kegagalan kedua-dua dasar tersebut berlaku kerana dalam merangka dasar pendidikan. jelas Kerajaan Brunei amat mengambil berat terhadap perkembangan pendidikan. mengadakan mata pelajaran ugama di sekolah-sekolah dan menubuhkan sekolah vokasional. perindustrian dan teknologi tidak menggalakkan. Dengan itu bolehlah dikatakan dasar pendidikan dalam berbagai aliran seperti yang terkandung dalam Dasar Pendidikan 1954 terus berjalan sehingga menjelang tahun 1980-an. bahkan. pembangunan. maka akhirnya terpaksa mengambil keputusan untuk mengadakan Dasar Pendidikan Konsep Dwibahasa pada tahun 1984 yang dijadikan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantar. LAMPIRAN 1 PERANGKAAN KERAMAIAN MURID DAN BANYAK SEKOLAH RENDAH MELAYU SELURUH NEGERI BRUNEI 1954-1984 (Annual Report. Sementara bahasa Ingggeris dari segi meninggikan taraf pendidikan masyarakat Brunei lantaran tenaga mereka diperlukan untuk mengisikan berbagai bidang dalam sektor kerajaan dan swasta.

Pada peringkat ini mereka akan menduduki bangku sekolah selama enam tahun di sekolah rendah. Untuk menyesuaikan kedudukan taraf bahasa Melayu yang menjadi bahasa rasmi negeri ini sebagaimana yang tersebut dalam perlembagaan. Jadual pengajaran diteruskan seperti yang ada sekarang dengan mata pelajaran perkebunan dan kraf tangan terus diberi keutamaan. Kerajaan menyediakan sekolah menengah bawah Inggeris ( Tingkatan I – Tingkatan III ) percuma. Untuk mengusahakan supaya pelajaran menengah dan tinggi dapat disediakan dan bahasa Melayu menjadi pengantar di semua peringkat persekolahan dalam negeri ini dan mempunyai taraf dan mutu yang tinggi. pertukanan kayu dan besi akan diadakan di sekolah-seklah kawasan bandar. Menyediakan makanan dan minuman percuma di sekolah-sekolah. Pekerja yang sempurna mengikut asas-asas kehendak kecenderungan masing-masing dan berfaedah bagi megeri ini mengikut yang dikehendaki oleh megeri ini. Murid-murid dari sekolah rendah Melayu yang terpilih memasuki sekolah Inggeris Kerajaan akan diajarkan bahasa Melayu sebagai satu mata pelajaran. 3. Memberikan latihan pertukangan dan teknikal di Sekolah Pertukangan Syarikat Minyak Shell Brunei. Mengadakan pemeriksaan kesihatan kepada murid-murid sekolah. 2. 2. Kerajaan menyediakan pelajaran percuma bagi semua kanak-kanak Melayu ( di sekolah rendah Melayu ) yang berumur 14 tahun. Bahasa Inggeris akan diajarkan dalam Darjah III hingga Darjah VI. . LAMPIRAN 4 Matlamat Dasar Pendidikan Negara 1962 ialah: 1. 8. 6.Dasar Pendidikan 1954 mempunyai matlamat berikut : 1. Ibu bapa yang sempurna yang bertanggungjawab kepada bangsa dan negerinya dan taat setia kepada Sultan dan negeri ini. Untuk memberikan pelajaran kepada semua rakyat negeri ini bagi melengkapkan diri mereka supata menjadi: 1. 5. 2. 4. 7. Mereka yang berjaya dalam peringkat ini akan dibenarkan meneruskan pelajaran ke peringkat menengah atas dan seterusnya untuk melanjutkan pelajaran di universiti di seberang laut. Menyediakan kemudahan pelajaran dewasa bagi membanteras buta huruf dan pelajaran bahasa Inggeris. 3. Sementara itu pusat latihan urusan rumah tangga. 9. Memberikan bantuan kewangan kepada sekolah Cina dan misi. Bahasa pengantar adalah bahasa Melayu.

4. peluang-peluang yang sama. enam tahun di sekolah rendah dan tega tahun di sekolah menengah bawah. 1942 . Sekolah-sekolah melayu mula dibukakan kepada murid-murid perempuan. Untuk melanjutkan pendidikan menengah dapat dicapai oleh semua orang berdasarkan kepada kehendak-kehendak dan kebolehan mereka. Untuk menjadikan secepat mungkin bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dalam sekolahsekolah rendah dan menengah kebangsaan sesuai dengan kehendak perlembagaan. Untuk menimbulkan melalui saluran-saluran di atas. 2. 5. 3. Sekolah Bahasa Inggeris pertama mula ditubuhkan (Anglican (SPG) Mission School). Untuk menyediakan pendidikan selama sembilan tahun yang sesuai dengan kehendak negera terus-menerus kepada semua kanak-kanak Brunei . Untuk menggalakkan kandungan pelajaran yang setara. Untuk lebih menitik beratkan pendidikan ugama Islam sesuai dengan perlembagaan negeri ini yang menjadikan Islam sebagai ugama rasmi. bahasa yang sekata.4. Untuk memastikan dengan menyedikan iktisar mata pelajaran yang isinya serupa yang setaraf pelajaran di semua sekolah adalah sebanding. suatu identiti kebangsaan sebagai tapak pertumbuhan rasa taat setia kepada Brunei dan juga membangun kedekapan dan sefat melentur di dalam sistem pendidikan untuk memenuhi kehendak-kehendak pembangunan negeri ini. 7. Untuk memberikan kepada semua kanak-kanak Brunei segala kemungkinan peluang dimi menjadikan diri mereka berguna kepada perkembangan negeri bagi memengi segala kehendakkehendak yang diperlukan oleh negeri supaya semua kehendak-kehendak itu dipenuhi oleh rakyat Brunei sendiri. LAMPIRAN 6 Perkembangan Pendidikan di Brunei Darussalam 1912 1916 1930 1931 Sebuah Sekolah Melayu ditubuhkan di Bandar Brunei yang menampung 53 orang murid. 6. LAMPIRAN 5 Dasar Pendidikan 1972 mempunyai matlamat berikut: 1. Sebuah Sekolah Cina ditubuhkan oleh Komuniti Cina. Di zaman pemerintahan Jepun telah menyumbangkan kepada penurunan perkembangan dalam pembelajaran. Untuk meninggikan ukuran penggunaan bahasa Inggeris dalam sekolah-sekolah rendah dan menengah di megeri ini. 8.semangat yang bersegahaman di kalangan rakyat negeri ini untuk menumpukan taat setianya yang tidak berbelah bahagi kepada Sultan dan negera.

Satu gagasan dalam pembelajaran yang digelar ‘Aminuddin Baki-Paul Chang Commision’ telah ditubuhkan. seorang Pegawai Pendidikan Kanan (Senior Education Officer) telah dilantik sebagai Pengarah Pendidikan. dan peperiksaan BJCE). Sebuah Pusat Guru-Guru Terlatih yang pertama dibukakan. yang telah diberi kepercayaan(dipertanggungjawabkan) untuk mendalami pelan pendidikan dan progres serta memberikan usulan (cadangan) kepada perancangan untuk menaiktarafkan status pendidikan di negara ini. Tiga bahagian dalam pengurusan struktur baru telah ditubuhkan di Jabatan Pendidikan bersama dengan perlantikan tiga Penolong Pengarah Pendidikan iaitu: 1980 1) Pengurusan dan Servis (Administration and Services) 2) Perancangan dan Perkembangan Pendidikan (Planning dan Development of Education) 3) Sekolah-Sekolah dan Maktab-Maktab (Schools and Colleges). . Kerajaan telah menerima laporan pendidikan yang digelar 1962 Education Report. KDYMM telah melantik satu badan penasihat dalam pendidikan. 1982 KDYMM melantik satu Badan Penasihat (Advisory Board) yang diberi kuasa untuk mengkaji masalah pendidikan di negara ini. Pengaplikasian dalam struktur pendidikan di Jabatan Pendidikan telah dibuat mengikut cadangan (gagasan) yang telah dibuat dalam 1972 Report iaitu: 1959 1962 1966 1970 1972 1974 1) Badan Pendidikan (Education Council) 2) Pemantauan (Inspectorate) 3) Badan Peperiksaan (Examination Board) 1974 1976 Badan Peperiksaan mendaftarkan dalam dan luar Peperiksaan Awam (Public Examination contohnya BGCE ‘O’ dan ‘A’ levels. Sebuah Sekolah Menengah yang menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantaraan mula ditubuhkan. yang digelar sebagai The Education Commission. The 1972 Education Report telah diluluskan.1951 1956 Tahun ini mereupakan satu titik-tolak kepada perkembangan sistem pendidikan moden di Brunei Darussalam apabila Kementerian Pendidikan mula ditubuhkan. Kedua pegawai ini adalah dari Kerajaan Kementerian Pendidikan di Kuala Lumpur telah membuat laporan mengenai pendidikan di Brunei.

SUK 240/52. & Paul Chang. dan Jabatan Pendidikan di bawah menteri ini. 1959. . Kuala Lumpur.De‟Imas Printing & Trading Company. Kementerian Belia dan Sukan. Jabatan Setiausaha kerajaan. Sultan Omar Ali Saifuddin III and Britain : the making of Brunei Darussalam. Laporan Suruhanjaya Pelajaran (1972).1983 Jabatan Pendidikan berpindah ke pusat baru (headquarters) di Lapangan terbang Lama Berakas. . Universiti Brunei Darussalam telah ditubuhkan. Jabatan Pusat Sejarah. Ghani Hj. empat lagi bahagian baru telah ditubuhkan di bawah pengurusan struktur di Jabatan Pendidikan ada seperti berikut: 1984 Jabatan Kurikulum Aktibiti Luar Kurikulum Sekolah Menengah Dan Maktab Pertubuhan (Publication) 1985 Satu sistem dwibahasa dalam pendidikan telah dilancarkan secara rasmi. Maktab Perguruan Sultan Hassanal Bolkiah telah dinaik-tarafkan sebagai Institut Pendidikan Sultan Hassanal Bolkiah.. 2003. Hj Abd.. 1995. Jabatan Pusat Sejarah. Hj Zaini Hj Ahmad Dr. Penyata Pembangunan Negeri Brunei 1953-1958. 1999 . Oxford University Press. Masa Silam Serana Masa Depan : Kumpulan Kertas Kerja Seminar Sejarah Brunei II. Education Policy For Brunei. 1983. Brunei Merdeka : sejarah dan budaya politik. Perkembangan Pendidikan di Brunei Darussalam BIBLIOGRAFI Aminudin B. Brunei. Hussainmiya B. Masa Silam Saran Masa Depan : Kumpulan Kertas Kerja Seminar Sejarah Brunei II. 1999. Bevington. Brunei Darussalam.A. Sekolah Teknik Sultan Saiful Rijal just dinaik-tarafkan sebagai Maktab Terknik Sultan Saiful Rijal. B/6469/1983. Laporan Penyata bulanan Negeri Brunei. Menteri Pendidikan dan Kesihatan telah ditubuhkan serta merta selepas kemerdekaan penuh diterima pada 1hb Januari. Brunei Darussalam. Brunei . Percetakan Asia. Kementerian Belia dan Sukan. Hj Jamil Al Sufri Dr.Bujang .

Hj Abd Rahman. ( Minggu Kerajaan Brunei ). Pelita Brunei. Dr. Hadi Abdullah. 1991. Sultan Omar Ali Saifuddin : raja yang berjiwa rakyat. Razali Hj Ahmad. Brunei Pg Hj Mohammad bin Pg. Brunei Darussalam.Muhd. Jabatan Pusat Sejarah. 1984. Masa Silam Saran Masa Depan : Kumpulan Kertas Kerja Seminar Sejarah Brunei II. Beriga Jan-Mac / bil: 30. Dewan Bahasa Dan Pustaka. 1999. Ke .. Dewan Bahasa Dan Pustaka. Islam Di Brunei Darussalam. Bandar Seri Begawan. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful