Bilangan Oksidasi Nitrogen

PERCOBAAN VIII
Judul Percobaan Tujuan Percobaan : BILANGAN OKSIDASI NITROGEN : Mempelajari Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat, Reaksi Redoks Nitrit dan Reaksi Redoks Amonia dan Ion Amonia. Hari / Tanggal Tempat I. TEORI DASAR Nitrogen merupakan senyawa non logam. Pada sistem periodik unsur, nitrogen terletak pada golongan VA dan periode kedua dengan nomor atom 7 dan massa atom 14. Di atmosfer nitrogen terdapat bebas sebagai amonia yang berasal dari peluruhan senyawa nitrogen serta dalam beberapa mineral seperti natrium nitrat dan kalium nitrat. Nitrogen terbanyak terdapat di alam sebagai N2 karena molekul ini sangat stabil. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, tidak reaktif, mendidih pada 1960 C dan membeku pada -2100 C. Ketidakreaktifan ini disebabkan oleh kekuatan tripel. Energi ikatan N2 sangat tinggi yaitu 946 Kj/mol. N N Nitrogen terdapat bebas di atmosfer (78% volume). Selain daripada itu atmosfer juga mengandung sedikit amonia sebagai hasil pelarut zat yang mengandung nitrat atau asan nitrat teristimewa setelah terjadi halilintar. Jaringan semua organisme hidup mengandung semua senyawa nitrogen dalam bentuk protein. Bilangan oksidasi nitrogen dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Selasa / 28 Mei 2007. : Laboratorium Kimia FKIP Unlam Banjarmasin.

Praktikum Kimia Anorganik

121

Ini Struktur Nitrogen : N menerangkan bahwa pada suhu biasa. 1. 3. d. c. Dengan hidrogen berlangsung pada tekanan tinggi dengan suhu 400-6000 C. 2.2 Kkal/mol. Bilangan oksidasi nitrogen Bilangan Oksidasi -3 -2 -1 0 +1 +2 +3 +4 +5 Senyawa NH3 (Amonia) N2H4 (Hidrazin) NH2OH (Hidroksilamin) N2 (Dinitrogen) N2O (Dinitrogen oksigen) NO (Nitrogen oksida) N2O3 (Dinitrogen trioksida) NO2 (Dinitrogen oksida) HNO3 (Asam nitrat) Sifat-sifat nitrogen yaitu : a. energi ikatannya sebesar 225. kecuali dengan Li. Mg3N2 3 MgO + 2 NH3 (g) 2 NO (g) 2 NH3 (g) nitrida. e. 4.2 Kkal/mol N Energi ikat yang besar menunjukkan disosiasi nitrogen besar. Nitridanya dengan air membentuk NH3.Bilangan Oksidasi Nitrogen Tabel. -1. 0. N2 + 225.Nitrogen membentuk senyawa-senyawa kovalen dengan bilangan oksidasi -3. f. Molekul N2 stabil. dan 5. Dengan oksigen dapat berlangsung pada tekanan tinggi dengan suhu 10000 C. molekul nitrogen tidak reaktif. 2N b. Praktikum Kimia Anorganik 122 . Pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan logam golongan IIA membentuk 3 Mg + N2 3 Mg3N2 + 3 H2O N2 (g) + O2 (g) N2 (g) + 3 H2 (g) -2.

. Reaksi NH3 + 3 CuO dipanaskan Praktikum Kimia Anorganik 123 . Pemanasan NH4NO2 b.Untuk mencegah kerusakan bahan makanan dalam kaleng. II. Campuran NaNO2 dan NH4Cl yang dipanaskan N2 + 2 CuO N2 + 2 H2O N2 + 3 Cu + 3 H2O a.Pada proses Annealing logam. Reaksi Cu + NO dipanaskan Cu + 2 NO d.Bilangan Oksidasi Nitrogen Pembuatan Nitrogen : 1. urea. Pemanasan (NH4)2Cr2O7 (NH4)2Cr2O7 NaNO2 + NH4Cl Kegunaan Nitrogen : . Dalam laboratorium dibuat dengan cara sebagai berikut : NH4NO2 2 NH3 + 3 CuO c. 2. Dalam industri dibuat dengan cara destilasi bertingkat udara cair. ALAT DAN BAHAN Alat-alat praktikum yang diperlukan dalam percobaan ini adalah : Tabung Reaksi + Raknya Gelas Kimia 200 mL Labu Erlenmeyer 100 mL Batang Pengaduk Gelas Ukur 50 dan 10 mL Pipet Tetes Kaca Arloji Neraca Analitik Termolyn Kaki Tiga Bunsen Kaca Asbes Spatula N2 + Cr2O3 + 4 H2O N2 + NaCl + 2 H2O e.Untuk membuat amonia. . amonium sulfat dan asam nitrat. untuk mencegah terjadinya oksidasi.

Memanaskan Cu(NO3)2 padat c. Eksperimen 3. Reaksi asam nitrat dengan tembaga a. b. Menguji gas yang dihasilkan dan sisa zat padat dalam tabung reaksi dengan kertas indikator. Reaksi redoks asam nitrat dengan garam nitrat Eksperimen 1.Bilangan Oksidasi Nitrogen Bahan-bahan kimia yang digunakan dalam percobaan ini adalah : . b. Memanaskan KNO2 padat.KNO2 padat . Memasukkan tembaga ke dalam tabung reaksi.Logam tembaga . Eksperimen 2. Menambahkan 3 keping tembaga dan memperhatikan gas yang terjadi.HNO3 pekat .Logam aluminium . PROSEDUR KERJA A. Cu(NO3)2 Padat H2SO4 encer KMnO4 NH3 Pekat (NH4)2Cr2O7 Es Praktikum Kimia Anorganik 124 .Kertas indikator . M. Memeriksa gas yang terbentuk dengan kertas indikator. Reduksi nitrat dalam larutan basa Ke dalam tabung reaksi memasukkan 2 mL HNO3 2 M dan 5 mL larutan NaOH encer.Aquadest III. Menambahkan sekeping logam Al kemudian memanaskan. Pemanasan garam nitrat a. Menambkan Mengencerkan 2 mL asam nitrat pekat untuk memperoleh larutan 7 beberapa tetes asam nitrat pekat.Kalium Iodida .

C. Menambahkan 0. Oksidasi katalitik amoniak Melilitkan kawat tembaga sehingga terbentuk spiral. c.01 M (1 mL). Memanaskan larutan asam nitrit. Praktikum Kimia Anorganik 125 . Mereaksikan larutan asam nitrit dengan larutan KMnO4 mL 0. Memperhatikan gas yang terbentuk. Reaksi redoks asam nitrit a.25 gram kalium iodida ke dalam larutan asam nitrit. Memasukkan asam sulfat yang dingin ke dalam tabung reaksi yang berisi 1 gram NaNO3. Memanaskan labu sehingga amonia mulai menguap. Membagi larutan yang mengandung asam nitrit menjadi tiga bagian. Reaksi redoks asam nitrit Eksperimen 4. Reaksi redoks amonia dan ion amonium Eksperimen 5. Eksperimen 6. Memanaskan kawat sampai membara kemudian menggantungkan pada mulut labu erlenmeyer. Oksidasi ion amonium oleh ion dikromat Memanaskan 1 gram (NH4)2Cr2O7 dalam tabung reaksi. Larutan ini mengandung asam nitrit. d. Mendinginkan 10 mL H2SO4 1 M encer dalam tabung reaksi dengan es sekitar 5 menit. b.Bilangan Oksidasi Nitrogen B. Memasukkan 10 mL amoniak pekat ke dalam labu erlemeyer.

Al-nya tetap tidak bereaksi. pH gas = 1. pH larutan = 4 Cu(NO3)2 menjadi mencair. 1 Keping Cu + beberapa tetes HNO3 pekat 2.Bilangan Oksidasi Nitrogen IV. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat Eksperimen 1 1. 3. (Reaksi lebih lambat dibandingkan No. panas. pH gas = 1. 1) Eksperimen 2 1. Cu bereaksi. panas. Memanaskan KNO3 pekat Memanaskan Cu(NO3)2 padat Eksperimen 3 1. 2 ml HNO3 pekat + 2 mL air Menambahkan 3 keping Cu ke dalam larutan Terbentuk larutan berwarna biru tua dan gas coklat (keping Cu habis bereaksi). terbentuk gelembung gas. larutan menjadi berwarna biru muda. 2 mL HNO3 2 M + 5 mL NaOH encer Menambahkan sekeping logam Al Memanaskan Terbentuk larutan bening Tidak terjadi apa-apa. 2. tetap berada di dasar tabung dan terasa panas. Variabel Yang Diamati A. DATA PENGAMATAN No. Reaksi Redoks Asam Nitrit Praktikum Kimia Anorganik 126 . Memeriksa gas dengan kertas indikator pH gas = 2 pH larutan = 1 KNO3 menjadi mencair. Larutan bening seperti berminyak. 4. pH larutan = 1 Pengamatan B. Keping Al berada di dasar tabung Terbentuk gas. 2.

larutan berwarna ungu pekat. Melilitkan kawat tembaga Memasukkan 10 mL amonia pekat ke dalam erlenmeyer dan memanaskan. Kawat panas membara dan lama kelamaan tembaga spiral menyala. Eksperimen 6 Warnanya yang semula orange Terbentuk gas yang berwarna putih Larutan H2SO4 menjadi dingin dan bening NaNO3 habis bereaksi dan larutan seperti berminyak Praktikum Kimia Anorganik 127 . Memanaskan kawat dan menggantungkan pada mulut erlenmeyer Terbentuk spiral tembaga Amonia menguap dan mendidih. • Tabung 3 : Larutan Asam nitrit + 1 mL KMnO4 Pada saat dicampurkan larutan tidak bercampur. Reaksi Redoks Amonia dan Ion Amonium Eksperimen 5 1. C. 3. 2. Mendinginkan 10 mL H2SO4 encer dengan es sekitar ± 5 menit Memasukkan asam sulfat dingin ke dalam tabung reaksi yang berisi 1 gram NaNO3 3. Setelah dipadamkan tembaga menjadi berwarna kehijauan (berkarat) 1.Bilangan Oksidasi Nitrogen Eksperimen 4 1. setelah dikocok keduanya bercampur. Bau dari uap sangat menyengat. 2.2584 gram KI Pada saat dicampurkan bereaksi dan seperti ada minyak. KI habis bereaksi dan larutan menjadi kuning keruh. Membagi menjadi tiga bagian pada tabung reaksi • Tabung 1 : Larutan asam nitrit yang dipanaskan • Tabung 2 : Larutan asam nitrit + 0.

yaitu tembaga yang dimasukkan dalam larutan HNO3 pekat menghasilkan larutan yang berwarna biru tua dan terbentuk gas yang berwarna coklat (NO3). ANALISIS DATA A.34 volt). Adapun reaksi yang terjadi adalah : HNO3 (l) + Cu (s) +5 0 reduksi oksidasi Menurut reaksi. suhu. (nilai E0 red Cu2+/Cu adalah +3. Reaksi asam nitrat dengan tembaga Pada percobaan ini.00018 gram (NH4)2CrO7 2. Pada percobaan ini mereaksikan asam nitrat dengan suatu logam yang kurang reaktif daripada nitrogen. - V. NO2 dan H2O. NO2 (g) + Cu2+ (aq) + 2 OH. Asam nitrat adalah suatu senyawa kovalen yang berupa cairan tak berwarna pada suhu kamar. karena terjadi reaksi reduksi. Pada tabung terasa panas dan keping Cu habis bereaksi (melarut sempurna). Dengan HNO3 pekat. sehingga N bertindak sebagai oksidator. Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat Eksperimen 1. Asam nitrat zat pengoksidasi kuat. dan keaktifan zat pereduksinya. Keadaan oksidasi nitrogen tercapai ketika asam nitrat direduksi yang dipengaruhi oleh faktor konsentrasi asam nitrat.(aq) +4 +2 Praktikum Kimia Anorganik 128 . tembaga mengalami reaksi oksidasi dari Cu menjadi Cu2+. Nitrogen sendiri mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +5 mengalami penurunan menjadi +4. Mengukur pH dengan kertas indikator menjadi hijau kehitaman dan menjadi lebih banyak. Cu bertindak sebagai reduktor karena biloksnya mengalami kenaikan yaitu dari 0 menjadi +2.Bilangan Oksidasi Nitrogen Memanaskan 1. produknya adalah Cu(NO3)2.

Gas nitrogen oksida berwarna coklat dan gas nitrogen(II) oksida tidak berwarna. Untuk percobaan selanjutnya. yaitu memasukkan 3 keping tembaga ke dalam 2 mL asam nitrat encer 7 M.Bilangan Oksidasi Nitrogen Cu + 4HNO3 0 oksidasi +5 Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2H2O +2 +4 reduksi Larutan yang terbentuk berwarna biru karena adanya ion Cu2+ dan terbentuk gas. produknya adalah Cu(NO3)2. semakin pekat nitrat. maka kemampuan untuk mengoksidasi tembaga juga semakin besar. Semakin tinggi konsentrasi. tembaga mengalami reaksi oksidasi karena biloksnya meningkat dari 0 menjadi +2. makin besar kecendrungan untuk terbentuk NO2. Dari kedua percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa tembaga jika direaksikan dengan asam nitrat pada konsentrasi yang berbeda-beda juga akan menghasilkan senyawa yang berbeda pula. Hal ini membuktikan bahwa Cu bereaksi dengan asam nitrat 7 M. Reaksi ini berlangsung agak lambat karena Cu memerlukan waktu yang lama untuk melarut pada asam nitrat. Adapun reaksinya : 3Cu (s) + 8HNO3 (aq) 0 Oksidasi +5 3Cu(NO3)2 + 2NO (g) + 4H2O (aq) +2 Reduksi +2 Larutan yang terbentuk bening. Dari reaksi diatas. Sebenarnya untuk membedakan gas yang terbentuk mudah saja. terbentuk gas nitrogen (II) oksida yang tidak berwarna. Sedangkan nitrogen mengalami reaksi reduksi karena bilangan oksidasinya menurun dari +5 menjadi +2. Makin pekat asam nitrat dan makin kurang reaktif logamnya. Senyawa lain yang terbentuk adalah Cu(NO3)2 yang berperan sebagai oksidator yang lebih mudah menangkap elektron. Menghasilkan larutan yang berwarna biru muda dan terbentuk gelembung gas dan pada tabung terasa panas. NO dan H2O. sehingga menyebabkan logam Cu melarut. lama-kelamaan terbentuk larutan berwarna biru karena adanya ion Cu2+. Praktikum Kimia Anorganik 129 .

Oksigen yang dihasilkan dapat dipisahkan secara pengaliran melalui campuran pendinginan es dan garam maka NO2 akan terkondensasi sebagai larutan berwarna kuning pucat. Berarti dalam suasana asam pekat Cu dapat mengalami oksidasi menjadi Cu2+. hal ini menunjukkan bahwa pada percobaan terjadi dalam suasana asam. Uap yang dihasilkan diuji dengan kertas indikator sehingga dapat diketahui pH uap sebesar 1. Reaksi yang terjadi dalam suasana asam. garam meleleh pada kondisi termal menghasilkan gas oksigen. Umumnya pembuatan NO2 digunakan garam nitrat Pb(NO3)2 karena tidak mengandung air pada saat kristalisasi. dan sisa zat padat yang mencair yang ada dalam tabung setelah diuji dengan kertas indikator menghasilkan pH = 4. Praktikum Kimia Anorganik 130 . Reaksi yang terjadi : 2 KNO3 (s) +5 Reduksi Pada percobaan ini memanaskan garam kalium nitrat. Ini berarti bahwa percobaan ini juga terjadi dalam suasana asam. Cu(NO3)2 menjadi mencair dan terbentuk gas yang setelah diuji dengan kertas indikator menghasilkan pH = 1 dan pada larutan yang terbentuk juga menghasilkan pH = 1. Reaksi yang terjadi : Cu(NO3)2 (s) +5 Reduksi CuO + 2 NO2 (g) + ½ O2 (g) +4 K2O + 2 NO2 (g) + ½ O2 (g) +4 Dari kedua perlakuan di atas dapat diketahui bahwa garam nitrat saat dilakukan pemanasan menghasilkan gas NO2. Sedangkan untuk nitrat encer terbentuk Cu(NO3)2.Bilangan Oksidasi Nitrogen Hal ini dapat dilihat pada percobaan untuk nitrat pekat dapat mengoksidasi Cu menjadi Cu2+. KNO3 menjadi mencair. Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat Pada perlakuan pertama yaitu memanaskan KNO3 pekat dalam tabung reaksi. Pada percobaan berikutnya memanaskan garam tembaga (II) nitrat padat dalam tabung reaksi yang berwarna biru.

Karena tidak terjdi reaksi. NO2 merupakan molekul yang mempunyai jumlah elektron yang ganjil. Persamaan reaks yang twerjadi sebagai berikut : 8Al + 3 NO3. NO2 termasuk gas beracun dan sangat larut dalam air membentuk campuran asam nitrat dan nitrit.+ 0 +5 5OH. HNO3 2 M ditambahkan dengan NaOH encer menghasilkan suatu larutan bening.+ 18H2O Reduksi Oksidasi 8[Al(OH)4].+ NH3 ↑ +4 -3 Dari persamaan reaksi diatas dapat diketahui bahwa Al mengalami penambahan bilangan oksidasi yaitu dari 0 menjadi +4 sehingga terjadi reaksi oksidasi. Setelah ditambahkan satu keping logam Al larutan tetap seperti semula dan keping logam Al berada di dasar tabung. Setelah diuji dengan kertas indikator. Mereaksikan asam nitrat dengan sekeping logam aluminium dalam kedaan basa dimana terlebih dahulu mencampurkan nitrat dengan natrium hidroksida. Reduksi nitrat dalam larutan basa Pada percobaan ini. strukturnya membentuk sudut dan terdiri dari dua bentuk resonansi hibrida. Hal inilah yang menyebabkan saat gas dan larutan diuji dengan kertas indikator menghasilkan pH asam. yaitu : N O OON O Eksperimen 3. maka larutan dipanaskan sehingga terbentuk gelembunggelembung yang menghasilkan gas. gas tersebut memiliki pH = 2 dan larutannya memiliki pH = 1. Sedangkan nitrogen mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +5 Praktikum Kimia Anorganik 131 .Bilangan Oksidasi Nitrogen Dari kedua reaksi terlihat bahwa nitrat direduksi menjadi nitrit sehingga N bertindak sebagai oksidator karena nitrogen mengalami penurunan biloks.

+ H+ +2 Oksidasi +5 Dari reaksi diatas berarti nitrogen mengalami dua reaksi yaitu oksidasi dan reaksi reduksi. Menurut reaksi terbentuk gas NH3 yang dapat dideteksi lewat bau gas yang keluar atau dengan kertas indikator apabila menunjukkan pH basa. Larutan di bagi menjadi 3 bagian. H2SO4 (aq) + NaNO3 (s) (g) Pada reaksi di atas terbentuk nitrit sehingga larutannya berwarna bening. Hal ini dimaksudkan agar gas yang terbentuk dari penguraian NaNO3 sedikit. sedikit higroskopis dan sangat larut dalam air. pada tabung pertama larutan asam nitrit yang dipanaskan menghasilkan larutan yang berwarna bening (putih). Larutan ini dipanaskan terlebih dahulu untuk memacu keluarnya gas NH3 dan untuk menghilangkan ion-ion amonium. kemudian menambahkan NaNO3. Persamaan reaksi asam sulfat encer yang didinginkan dengan garam natriun nitrat sebagai berikut. NaNO3 habis bereaksi dan larutan seperti berminyak. Persamaan reaksinya sebagai berikut NaHSO 4 (aq) + HNO2 (aq) + ½ O2 2HNO2 (aq) +3 Reduksi 2NO (g) + H2O (aq) + NO3. Pada pemanasan ini terjadi dekomposisi yaitu pembakaran asam Praktikum Kimia Anorganik 132 .Bilangan Oksidasi Nitrogen menjadi -3 sehingga terjadi reaksi reduksi atau ion nitrat bertindak sebagai oksidator bagi Al. Natrium nitrat merupakan zat padat putih. Reaksi redioks asam nitrit Perlakuan awal yang dilakukan untuk percobaan ini adalah mendinginkan H2SO4 encer dengan es selama ± 5 menit. Reaksi redoks asam nitrit Ekspermen 4. B.

(aq) + 4 H+ (aq) +3 Reduksi I2 (aq) + 2 NO (g) + 2 H2O (aq) 0 +2 -1 Oksidasi Dari reaksi. Dalam reaksi. 2 NO2. dimana KI habis bereaksi dan larutan menjadi kuning keruh berdasarkan persamaan reaksi berikut. sedangkan nitrogen bertindak sebagai oksidator karena mengalami reaksi reduksi. Pada tabung ketiga larutan asam nitrat ditambahkan dengan KMnO4 menghasilkan larutan yang berwarna ungu pekat. Selain itu juga terjadi disproporsionasi yaitu dimana asam nitrat berperan sebagai oksidator (mengalami oksidasi) sekaligus sebagai reduktor ( mengalami oksidasi) disebut juga autoredoks.(aq) + 2 I.(aq) + 2 MnO4+3 +7 Oksidasi Reduksi 2 Mn2+ + 5 KNO3 + 3 H2O +2 +5 Praktikum Kimia Anorganik 133 . jika potensial reduksi yang di sebelah kanan lebih negatif dari yang sebelah kiri. Pada perlakuan kedua mereaksikan asam nitrit dengan kalium iodida. terlihat bahwa I2 terbentuk bebas dalam larutan. sehingga larutan menjadi agak kekuningan. Pada saat dicampurkan larutan asam nitrit dan KI bereaksi. KI bertindak sebagai reduktor karena mengalami reaksi oksidasi. Reaksi yang terjadi : 6 H+ + 5 NO2.Bilangan Oksidasi Nitrogen nitrat kembali. Dengan kata lain. Reaksi disproporsionasi juga terjadi apabila suatu spesies dengan tingkat oksidasi tertentu merupakan oksidator yang lebih kuat dari spesies yang lebih tinggi tingkat oksidasinya.

Reaksi redoks amonia dan ion amonium Eksperimen 5. Pada reaksi ini. Pada tempat lain 10 mL amoniak dipanaskan terlebih dahulu untuk menghasilkan uap dan timbul bau yang menyengat. Reaksi ini penting dalam industri agar terbentuk kesetimbangan dinamis. Cu bersifat sebagai reduktor dan amoniak sebagai oksidator atau mengalami reduksi. yaitu memanaskan (NH4)2Cr2O7 yang semula berwarna orange berubah menjadi hijau kehitam-hitaman dan serbuk yang terbentuk semakin Praktikum Kimia Anorganik 134 .Bilangan Oksidasi Nitrogen Dari reaksi tersebut tidak ada gas yang dilepaskan. hanya terjadi pengubahan / disproporsionasi nitrit menjadi nitrat oleh permanganat.yaitu sebagai oksidator kuat sehingga mampu mengubah nitrit menjadi nitrat atau dapat dikatakan nitrit sebagai oksidator.yang bertindak sebagai oksidator kuat sehingga langsung mengoksidasi nitrit. C. yaitu melilitkan kawat tembaga hingga terbentuk spiral temabaga. Oksidasi ion Amonium oleh ion Dikromat Pada percobaan ini. Hal ini sesuai dengan sifat MnO4. Sebelum digantungkan kawat tembaga dipanaskan terlebih dahulu agar aliasi atau pelapis kawat hilang dan yang tersisa tembaga hanyalah tembaga saat digantungkan kawat tembaga selang beberapa menit kawat menjadi panas membara (tembaga spiral menyala) dan terbentuk kristal berwarna kehijauan yang menempel pada kawat spiral tembaga. kawat spiral tembaga digantungkan di atas mulut labu erlenmeyer. Hal ini terjadi karena tembaga teroksidasi oleh amonia. Eksperimen 6. Memanaskan kawat tersebut hingga membara. Oksidasi Katalitik Amonia Pada eksperimen ini. Cu + NO30 +5 Oksidasi Reduksi Cu (s) + 2NH4OH (l) Cu(OH)2 (s) + 2NH3 (g) CuO + NH3 +2 -3 Adanya warna biru pada kawat ialah senyawa Cu(OH)2. Dalam reaksi ini nitrit tidak mengalami disproporsionasi karena sifat MnO2.

I2. N2 (g) ↑ + H2O (g)↑+ Cr2O3 (s) H = -315 kj/mol 0 VI. Hasil tersebut kemudian dibakar di atas pembakar bunsen dan warna merah bata (orange) berubah menjadi hitam kehijauan. KESIMPULAN 1. Praktikum Kimia Anorganik 135 . Nitrat dapat bereaksi dengan asam dan mengalami oksidasi oleh banyak oksidator seperti KMnO4. jika nitrat pekat yang digunakan sehingga dihasilkan gas NO2. 2. Nitrat dapat bereaksi dengan logam. Dengan persamaan reaksi sebagai berikut : (NH4)2Cr2O7 (s) -3 Oksidasi Ion dikromat akan mengoksidasi amonium sehingga membentuk gas N2 yang dilepaskan ke udara. Hal ini menunjukkan bahwa garam yang mengandung anion pengoksidasi dapat terdekomposisi pada saat dipanaskan termasuk garam amonium dikromat yang dalam bentuk padat. sedangkan jika nitrat encer gas NO yang akan dilepaskan. Bilangan oksidasi N bertambah sehingga NH4 bertindak sebagai reduktor. saat dipanaskan mengalami reaksi oksidasi. Yang dinyatakan dengan berubahnya padatan menjadi Cr2O3 yang seharusnya berwarna merah bata (orange).Bilangan Oksidasi Nitrogen banyak. dan O2 sehingga nitrat bertindak sebagai reduktor dalam reaksi redoks.

dkk. 4. Nitrat dapat bereaksi dengan logam dalam suasana basa dan dapat diuji Nitrit dapat mengalami reaksi disproporsionasi demikian juga garam dengan menggunakan kertas indikator. Senyawa yang terbentuk adalah NO2. amonium. Bambang. Jakarta : LP Primagama. 2000. P. Panduan Belajar Kelas 3 SMU. Bilangan oksidasi nitrogen yang terbentuk adalah +4 Praktikum Kimia Anorganik 136 . Kimia Anorganik Dasar. VII. Petunjuk Praktikum Kimia Anorganik. S. 2007. Tim Dosen Kimia Anorganik. Universitas Indonesia : Jakarta. LAMPIRAN JAWABAN PERTANYAAN A. Banjarmasin : Laboratorium Kimia FKIP Unlam. dkk. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat 1.Bilangan Oksidasi Nitrogen 3. 1989. DAFTAR PUSTAKA Cotton.

Reaksi Redoks Asam Nitrit Praktikum Kimia Anorganik 137 . KNO3 = K2O. sehingga hasil reaksi juga berbeda. dan O2 Cu(NO3)2 (s) +5 reduksi CuO + 2NO2 (g) + ½ O2 (g) +4 K2O + 2NO2 (g) + ½ O2 (g) +4 NO2 (g) + Cu2+ (aq) + 2OH.(aq) + 8Al (s) + 5OH. Persamaan reaksi reduksi nitrat dalam NaOH HNO3 (aq) + NaOH (aq) NaNO3 (s) + H2O (aq) NH3 (g) + 8[Al(OH)4]. semakin pekat nitrat.Bilangan Oksidasi Nitrogen 2. NO2. Senyawa nitogen yang dihasilkan adalah senyawa nitrogen oksida (NO2) 5. Zat yang terjadi pada dekomposisi termal : a. Karena semakin tinggi. Persamaan reaksi : HNO3 (l) + Cu (s) +5 0 reduksi oksidasi 3. dan O2 Persamaan reaksi : 2KNO3 (s) +5 reduksi b. Cu(NO3)2 = CuO. Biloks tembaga adalah +2 4.(aq) -3 +4 NO3.(aq) +4 +2 7.(aq) + 18H2O (s) +5 0 Reduksi oksidasi B. NO2. maka kemampuan untuk mengoksidasi tembaga juga semakin besar. 6.

Persamaan reaksi : HNO2 (aq) + 2KI (s) Atau 2NO2. 14. 10. Persamaan reaksi : H2SO4 (aq) + NaNO3 (s) 11. Peristiwa yang terjadi yaitu : Garam (NH4)2Cr2O7 mengandung anion pengoksidasi sehingga saat dipanaskan akan terdekomposisi karena ion amonium mengalami oksidasi.+ 2NO (g) + H2O (aq) + H+ +5 (g) C.yang bertindak sebagai oksidator kuat sehingga langsung mengoksidasi nitrit.Bilangan Oksidasi Nitrogen 8. Reaksi yang terjadi yaitu reaksi disproporsionasi. Warna larutan asam nitrit yaitu bening. 2HNO2 (aq) +3 oksidasi 12.(aq) +3 -1 reduksi oksidasi 13. 9. Reaksi : (NH4)2Cr2O7 (s) Oksidasi N2 (g) + 4H2O (g) + Cr2O3 (s) ΔH = -315 KJ/mol Praktikum Kimia Anorganik 138 . 2NO +2 (g) + 2H2O (aq) + I2 (aq) 0 KOH (aq) + NO (g) + I2 NaHSO4 (aq) + HNO2 (aq) + ½ O2 NO3. Asam nitrit tidak mengalami disproporsionasi karena sifat MnO2. Asam nitrit berfungsi sebagai reduktor.(aq) + 4H+ (aq) + 2I. Reaksi Redoks Amonia dan ion Amonium 18.

Nitrogen bertindak sebagai reduktor.Bilangan Oksidasi Nitrogen Ion dikromat mengoksidasi amonium sehingga membentuk N2 yang dilepaskan ke udara yang ditandai dengan berubahnya warna serbuk dari kuning jingga menjadi hitam kehijauan. Praktikum Kimia Anorganik 139 .