TOKOH: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Malin Kundang Siti Nurbaya Jaka Tarub Pak Narator Mandeh Malin Kundang (Rosna) Ayah Siti Nurbaya (bang Boy) Wanita 1 Wanita 2 Wanita 3 Wanita 4 Wanita 5

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

BABAK SATU Narator : Inilah sebuah kisah, dari negeri yang tidak terdata di google maps, tidak tercatat di sastra dunia, dan tidak tampak di globe. Negeri yang belum dijangkiti virus K-POP dan virus boyband lainnya. Negeri yang sangat subur, dimana ketika anda merebus batu, maka batunya tetap tidak bisa dimakan... Inilah negeri LEGENDA, tempat seorang remaja pria bernama Malin kundang lahir dan tumbuh menjadi seonggok manusia Zoon Politicon. Dia menjalani kehidupan bernama kekasihnya bernama siti Nurbaya. Inilah sebuah... Malin Narator Malin : (memotong monolog narator) Oi... Elu berisik aja ah! Ni kapan mau dimulai nih? : oh.. iya.. inilah sebuah kisah klasik kehidupan... selamat menyaksikaaan! : (memanggil mandeh) Oh mandeh kanduang sibiran tulang tapi terlampau banyak tulang... kemarilah wahai amak, ada sebuah perbincangan yang hendak malin sampaikan kepada amak. : (datang membawa peralatan mandi) ondeh malin anak amak nan gagah, Apa gerangan dikau memanggil amak? Apakah tak tampak amak mau ke jamban? Tunggu sebentar ya, anak ku sayang (berlari keluar panggung) : Lanjutkanlah perjuangan amak dahulu, mungkin nanti kita akan bicarakan Malin mak... apa yang harus ku ungkapkan, sudah lama rasanya aku berada di kampung ini, mulai dari jaman friendster sampai jaman Twitter, namun hidupku tak pernah berubah... pekerjaanku Cuma mencari kayu bakar dan menyabik di padang rumput. Aku ini punya sebuah impian, aku ingin jadi Entrepreneur. Pengusaha sukses dunia akhirat! AllahuAkbar! Narator : Malin, kamu itu ceritanya jadi pelaut, bukan jdi pengusaha... makanya, baca skenario donk! (kabur setelah menyampaikan pendapat) : oh iya, lupa. Saya akan menjadi pelaut yang sukses di sebuah negara maritim, negara yang lautnya luas, tapi ikannya sering diambil orang Malaysia dan Australia... Hahahaha....!

Mandeh

Malin

Malin

Saat sedang berangan-angan menjadi seorang pelaut yang sukses, muncul Siti Nurbaya Siti Malin : Assalamu’alaikum uda... : wa alaikum sayang oh adinda terkasih. Nasi sup ditambah kentang, enak dimakan di hari siang, Adik manis tiba-tiba datang, membuat hati uda terbang melayang : ah, uda bisa saja. Uda, adiak ingin memberi sesuatu kepada uda, tapi sebelumnya mengapa uda tidak membalas sms dinda, tidak nge-retweet dinda, tidak membalas wall nya dinda? Padahal dinda butuh bantuan dari uda... (menangis)

Siti

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Malin

: Oh, adinda siti nurbaya yang denai cinta, bukan maksud uda tidak membalas tweet, wall, atau sms adinda siti, tapi... hape uda sedang disita oleh amak. Ada hal apa siti? Ceritakanlah kepada uda... biar jelas semua duka lara yang menghampiri diri adik... : begini uda... siti harus.... : (kaget) Apa!!! : siti belum ngomong uda.... : Oh... maaf silahkan dilanjutkan (mendengar dengan seksama) : siti akan dinikahkan dengan Jaka Tarub !!! : Apa! Datuak Maringgih ???? : uda ini gimana sih ? kerangka berpikir uda itu terlalu konvensional. Mengapa harus Datuak maringgih yang disalahkan jika ada kasus kawin paksa? Bukan Datuak maringgih uda... tetapi Jaka Tarub. : bagaimana kronologis ceritanya kamu bisa bertemu dengan dia, oh adinda siti Nurhaliza, eh salah, siti nurbaya? : (wajah serius) bagini ceritanya!

Siti Malin Siti Malin Siti Malin Siti

Malin

Siti

BABAK DUA Panggung berubah setting menjadi sebuah sungai dimana beberapa wanita sedang mencuci pakaian di pinggir sungai Narator : dikisahkan pertemuan Siti nurbaya dan Jaka Tarub terjadi akibat kain sarung ayahnya siti nurbaya hanyut saat dicuci dan sarung itu diambil oleh Jaka tarub, lalu dibawa lari oleh jaka.

Para wanita: (Teriak) Aaaaaaaaa!!! Ada yang mencigap urang sedang menyasah di batang air!!! (melempari Narator dengan Baju, panci, ember, gayung dll) Narator : maaf ibu-ibu, sudah tugas saya untuk menjelaskan cerita agar cerita dapat dipahami oleh khalayak umum... : Dasar lelaki mata keranjang, alasan aja! Pergi kau dari batang air kami!!! Kami mau menyasah! : iya! Dasar pak narator! Nanti kita laporkan sama istrinya baru tau rasa! : (takut) berhubung situasi di sini kurang kondusif, kita langsung saja menuju cerita, selamat menyaksikan (kabur)

Wanita 1

Wanita 2 Narator

Terlihat para wanita sedang asik mencuci di sungai, termasuk Siti Nurbaya. Tapi malang menghinggapi Siti, kain Sarung ayahnya hilang. Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Siti Wanita 3

: AAAAAAAaaaaaa! (berteriak) : Ada apa siti? Ada ular? Ada emas lunak hanyut? Atau kamu kaget mendengar lelucon “April Mop” pemerintah mengenai kenaikan harga BBM? : Ininya ayahku hanyut di sungai. Itu... oo... apa namanya? : baju? Celana? Sempak? Atau apa? : kain sarung! : o, kain sarung... (menunjuk ke arah samping) Siti lihat! Ada yang membawa sarung bapakmu! : itu kan jaka tarub, remaja pengangguran gagal snmptn yang suka ngintipin cewekcewek -cantik kayak kita- mandi...

Siti Wanita 4 Siti Wanita 5

Wanita 1

Jaka tarub muncul kemudian menghampiri Siti nurbaya. Jaka : Wahai siti, sungguh cantik dirimu... (mencium sarung) Hmm... aroma sarungmu sungguh wangi, bagaikan bunga kasturi yang tumbuh di tengah alam surgawi... : itu kan sarung ayahnya Siti? : apa? Hueeeek!!! : Kembalikan sarung itu wahai Jaka, remaja gagal SNMPTN! : baiklah, putriku yang cantik jelita yang lebih cantik dari gita gutawa. Aku akan menyerahkan sarung ini, tapi dengan satu syarat... : apa? : Aku akan melamar ayahmu, eh maksudnya melamar kamu langsung atas persetujuan ayahmu dan kamu harus mau jadi istriku : Apa!

Wanita 2 Jaka Siti Jaka

Siti Jaka

Siti

Wanita 1 n 4 : apa! Wanita 2 n 5 : apa! Wanita 3 : (keasyikan mencuci) eh... apa?

Semua menjadi freeze, dan narator masuk melanjutkan cerita. Narator : (mendramatisir) Prahara sarung Ayah Siti Nurbaya yang membawa warna pada keluarga siti berlanjut. Siti, dan jaka Tarub menghadap kepada Ayah Siti, membicarakan masalah lamaran.

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

BABAK TIGA Setting panggung menggambarkan ruang tamu rumah Siti Nurbaya. Siti berdiri di samping Ayahnya. Sedangkan Jaka tarub tampak bengong di ruang tamu. Ayah Jaka : jadi kedatangan kisanak kemari adalah untuk melamar anak saya... : secara teknis bisa dikatakan seperti itu pak, namun secara etimologis, saya datang untuk menikahpaksai anak bapak. : ya sudah... kalau begitu silahkan menikah. : (terkejut) : ha??? Bapak? Semudah itukah? Seharusnya bapak melarang Siti menikah dengan saya! Bapak harusnya meminta sarung ini! Bapak seharusnya menanyakan apakah saya sudah mempunyai penghasilan. Dan lain-lain... : jadi... apa yang harus saya lakukan? : Seharusnya bapak melarang Siti menikah dengan saya! Bapak harusnya meminta sarung ini! Bapak seharusnya menanyakan apakah saya sudah mempunyai penghasilan. Dan lain-lain... : ya... silahkan kisanak menjawab pertanyaan itu.. : tunggu ayah! Siti sudah mempunyai seorang yang akan menemani sisa hidup siti, seorang pria yang ceroboh, tapi bertanggung jawab, seorang pria yang mencintai siti apa adanya, seorang pria yang berhasil membuat siti merasakan cinta yang lebih besar daripada cinta Romeo pada Juliet... dialah Uda Malin Kundang!

Ayah Siti Jaka

Ayah Jaka

Ayah Siti

Tiba-tiba Malin kundang yang seharusnya tidak masuk adegan ini malah masuk dan berteriak bangga! Malin Narator Ayah : Yes!!! : Malin! Kamu tidak ada di adegan ini! (menarik Malin keluar) : ya.. seperti yang kisanak dengar, anak saya mempunyai seorang pria idaman yang telah mengisi relung hatinya... oleh karena itu jikalau kisanak ingin menikahi anak saya, maka kisanak harus memenangkan hati anak saya! : baiklah! Saya akan mengalahkan Malin dalam pertarungan Face to Face! Seminggu lagi saya akan menemui malin. Baik lah bapak jikalau seperti itu, saya pamit dulu. (cium tangan Ayah dan Siti). Assalamu’alaikum... Siti : tunggu!!!

Jaka

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Jaka

: apa siti? Apakah kau berubah pikiran dan ingin menghabiskan sisa umurmu bersamaku??? : nggak! Tapi sarungnya balikin dulu donk! : tidak sayang. Sarung ini akan ku serahkan saat aku memenangkan pertandingan melawan Malin. Selamat Siang!!! (lari keluar panggung)

Siti Jaka

BABAK EMPAT Setting kembali ke rumah Malin. Narator Malin Siti Malin : Siti nurbaya telah menceritakan kisahnya kepada malin... dan malin pun terkejut! : apa! Jadi Jaka Tarub akan melawanku untuk memperebutkan kamu dari aku? : iya uda (takut) : Baiklah adinda... tak kan ada satu pria pun yang boleh mendapatkan bungaku! Sampai titik darah penghabisan, sampai masa aktif kartu Simpatiku berakhir pun aku akan tetap mempertahankan cinta kita! : Uda... : Adiak... : uda... : adiak...

Siti Malin Siti Malin

Suara mandeh malin terdengar dari luar... Mandeh Malin : (berteriak) Maliiin! Tolong hidupkan sanyo! Air bak habis...! : (berbicara pada diri sendiri) ondeh mandeh, amak ini mengganggu suasana romantisme kami saja. (menjawab panggilan mandeh) Iyo mak, sebentar lagi! : belum sempat Malin menghidupkan sanyo, karena air di dalam bak sudah habis, tibatiba Jaka Tarub dengan pakaian karate masuk, dan langsung merebut siti yang sedang berpegangan dengan Malin. : Aaaa.. toloong! : Wahai Malin Kundang, anak durhaka dari pinggir pantai Sumatera. Jikalau kau ingin mendapatkan Siti, kau harus melangkahi mayatku! : (marah) antu balau ang mah... aden ang kecekan anak durako.. aden ko anak soleh mah, murid teladan se kabupaten sajak SD sampai SMA! Berani-beraninya kau merebut Siti dari diriku! Rasakan ini! (mau memukul)

Narator

Siti Jaka

Malin

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Perkelahian tak dapat terelakkan... Malin dan Jaka berusaha mati-matian untuk memperebutkan siti Nurbaya. Sehingga seluruh warga (wanita 1 – wanita 5) menonton kejadian itu dan menari layaknya Anak Alay program musik “Dahsyat”. Narator : (seperti membawakan acara live) Saudara-saudara, terjadi perkelahian antara Malin dan Jaka demi memperebutkan seorang gadis manis kembang desa, bernama Siti Nurbaya... siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini???? Kita saksikan saja!

Pertarungan tetap berlangsung, tampak para warga mendukung kandidat yang satu dan yang lain. Sampai Mandeh masuk sembari berteriak Mandeh : Wooooi!!!! Bubar kalian semuanya!

Seluruh warga bubar, yang tinggal hanya siti, malin, Jaka, ayah Siti. Mandeh Siti : ada apa ini kalian ramai-ramai di depan rumah ambo? : gini mak, si jaka ingin merebut hatiku dari uda malin, tapi uda malin tetap memperjuangkan cintanya pada Siti, dan akhirnya terjadilah pertarungan ini! : oo... jadi anda adalah ibu dari malin kundang? Seorang ibu dari anak yang durhaka dan memiliki kemampuan untuk mengubah seseorang menjadi batu? Hahaha, anda sungguh luar biasa! Tapi, mengapa anda tidak mengutuk malin jadi batu? Bukannya seluruh orang di dunia sudah tahu, pada akhirnya Malin akan dikutuk jadi batu apabila dia sudah menjadi seorang pelaut yang hebat?? : (menangis) mandeh, apa benar yang diungkapkan si jaka? Amak ka mengkutuk malin kalau jadi pelaut yang hebat??? Huuaaaaa.... malin ndak pengen jadi batu do... (memeluk kaki Ibunya) maafkan malin maak..! : (kepada jaka) Dasar kurang ajar! Siapa kamu berani-beraninya berkata kalau anak ku adalah anak yang durhaka! : begini ibu.. saya adalah Jaka Tarub, seorang perantau dari pulau seberang yang gagal SNMPTN. Makanya saya merantau kesini demi kehidupan yang lebih baik. : E... yayai, jauh-jauh dari pulau seberang, kesini hanya bikin masalah. Kamu tuduh anakku durhaka! Dia ini anak yang sholeh, anak baik, rajin menabung, gemar membantu saya mencuci piring, tidak pernah bolong-bolong sholatnya, selalu mengaji tiap magrib, dan memotong kuku sebelum pergi solat jumat!!! : eee... : dasar remaja yang nggak lulus SNMPTN! Dengan kekuatan imajinasi, aku akan mengutukmu menjadi lapek nagosari!!!

Jaka

Malin

Mandeh

Jaka

Mandeh

Jaka Mandeh

Narator masuk dan mengkoreksi mandeh Narator : maaf buk, bukan dikutuk jadi lapek nagosari, tapi dikutuk jadi batu...

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Mandeh Narator

: waang sia? Kawan paja ko yo? : maaf buk, saya ini bukan teman siapa-siapa, saya ini narator, saya hanya memastikan agar cerita ini benar dari awal sampai akhir... terima kasih (langsung keluar) : Dengan kekuatan imajinasi, aku akan mengutukmu menjadi batu!!! : aaaaa! Tidaaak! (berubah menjadi batu) : rasakan!

Mandeh Jaka Mandeh

Ayah Siti datang dan menanyakan perihal pertarungan memperebutkan Siti Ayah Siti : (kepada siti) jadi, siapa yang menang anakku? : Uda malin, Yah..

Tiba-tiba pandangan Ayah siti menatap Mandeh malin dengan tatapan yakin. Ayah Mandeh Malin Mandeh Siti Ayah : Rosna.. : eh, uda Boy... aku pikir siapa... : amak dan Ayah Siti sudah kenal? : Jelas doonk... Kan Bang Boy ko pacar amak... masa’ malin ndak tau? : Apa! Kok ayah nggak pernah bilang? : Ayah kan backstreet samo amak malin...

Mandeh Malin mendekati Ayah Siti Mandeh Ayah : Bang, sampaikanlah rencana kita sebulan lagi bang..... : Jadi nak Malin, Siti... kami berencana akan menikah satu bulan lagi...

Siti n Malin : (kaget) APA!!!! Aaaaaaaa..... Ayah : (Ayah Siti heran melihat Amak Malin yang belum siap-siap untuk kencan) Ros, kok masih belum siap? : oh, iya bang... tadi rencana mau mandi, tapi airnya habis, aku suruh Malin menghidupkan sanyo, malah belum dihidupkan... tunggu di ruang tamu dulu ya bang... baru kita jalan-jalan ke Jam Gadang... : siap sayang.. mandi lah dulu...

Mandeh

Ayah

Ayah dan Mandeh memasuki rumah... Malin Siti : apakah ini akhir kisah kita? : apakah aku tidak bisa menjadi pendamping hidupmu?

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Malin Siti Malin

: apakah kau akan menjadi adik perempuanku? : apakah kau akan menjadi abangku? : apakah kita akan menjadi sebuah keluarga dimana kita hanya menjadi anak, bukan menjadi suami istri.... Tidaaaaaaaaaak!!!!

Siti

: maaf uda... satu bulan tak cukup untuk menenangkan hatiku untuk hal ini, daripada besok aku menderita, biarlah sekarang ku ambil keputusan.. LO GUE END (berlari sambil mengangis menuju keluar)

Narator masuk Narator : Begitulah... kehidupan, nasib tak ada yang tahu, hanya Allah yang maha Tahu, manusia merencanakan, Allah menentukan... Segala kesalahan berasal dari Dorce gamalama, kesempurnaan hanya milik Allah dan Andra & the backbone. Wabillahi taufik.... Malin : (memotong pembicaraan) pak narator... hidup kami belum jelas endingnya. kami harus bagaimana? Eh, jaka! Bangun donk! : kan aku dikutuk jadi batu... : Malin, mengapa kamu menjadi lemah saat Siti Nurbaya memutuskan hubungan cinta kalian? Jaka, mengapa kamu mau-maunya jadi batu saat Ibunya malin memenrintahkanmu jadi batu? semua orang bisa men-judge mu dengan hal atau peristiwa apa saja. Mungkin baik atau buruk. Janganlah jadikan pandangan orang lain kepadamu sebagai pegangan utama dalam menjalani kehidupan ini! Kalian punya hati! Ini hidup kalian! Beranilah, dengarkan kata hati kalian!! Ketika kalian dianggap lemah, percayalah! Hati kalian mampu untuk membalikkan keadaan! Kunci keberhasilan dalam hidup ini adalah Semangat dan lakukan! Sekarang, kalian jangan bersedih... ayo kita jalan-jalan. Nikmati indahnya panorama Ngarai Sianok di kota kita... Ayo... Jaka : oke lah kalau begitu... jangan lupa, kita pamit dulu... (memanggil seluruh pemain) Oiii!!!! Kumpul-kumpul! : Assalamu’alaikum W.W

Jaka Narator

Semua TAMAT

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]

Naskah Drama Remaja

“Antara Malin, Siti dan Jaka”
Karya: Alif Rahmadanil

@2012
Need a script? Call us >>> [ALIF.R] - [FB = GREENALKAYLA@GMAIL.COM] - [082138221499]