Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky a.

Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan teman sejawat yang lebih mampu. b. Scaffolding, memberikan kepada seorang individu sejumlah besar bantuan selama tahap – tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah mampu mengerjakan sendiri.

Model pembelajaran konstruktivis terdiri dari beberapa tahap, antara lain :
1. Identifikasi prior knowledge dan miskonsepsi 2. Penyusunan program pembelajaran 3. Orientasi dan elicitasi 4. Refleksi 5. Resrtukturisasi ide 6. Aplikasi 7. Review

Yang harus dilakukan untuk terlibat dalam pembelajaran
Belajar menurut teori ini adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata di lapangan. Konsekuensinya pembelajaran harus mampu memberikan pangalaman nyata kepada peserta didik (siswa). Dalam teori ini proses belajar tidak hanya menyampaikan materi yang bersifat normative(tekstual) tetapi harus juga menyampaikan materi yang yang bersifat konstektual.

Peran guru dalam pembelajaran menurut teori konstruktivisme adalah sebagi fasilitator atau moderator. Artinya guru bukan satu-satunya sumber belajar yang harus selalu ditirudan segala ucapan dan tindakannya selalu benar, sedangkan murid adalah sosok manusia yang bodoh, yang segala ucapan dan tindakannya tidak selalu dapat dipercaya atau salah. Proses pembelajaran yang seperti ini cenderung menempatkan siswa sebagai sosok manusia yang pasif, statis, dan tidak memiliki kepekaan dalam memahami persoalan. Posisi siswa dalam pembelajaran menurut teori ini adalah siswa yang harus aktif, kreatif, dan kritis.

Pembelajaran akan efektif jika didasarkan pada empat komponen dasar antara lain (a) Pengetahuan (knowledge) (b) Ketrampilan (skill) (c) Sifat alamiah (disposisions) (d) Perasaan (feeling)

Keberhasilan Teory vygotsky
1. Berfikir dalam proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea dan membuat keputusan. 2. Paham :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi. 3. Ingat :Oleh karena murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru. 4. Kemahiran sosial : Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru.

5. Menarik :Oleh karana mereka terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sehat, maka mereka akan tertarik untuk belajar dalam membina pengetahuan baru.

Kegagalan Teori Vygotsky
Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung.