1. DEPARTEMEN SOSIOLOGI PERILAKU SOSIAL KOMUNITAS MOTOR 2.

PENGARUH PEMEKARAN DAERAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN SILAHISABUNGAN KABUPATEN DAIRI 3. PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI(STUDI PADA KANTOR BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN DAIRI) 4. PROSEDUR DAN TATA CARA PENDAFTARAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK DALAM ADMINISTRASI PERPAJAKAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN KOTA 5. PROSES PELAKSANAAN PENYITAAN OLEH JURU SITA PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN BARAT 6. SISTEM PENDATAAN OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEULABOH 7. TATA CARA PEMERIKSAAN PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN POLONIA 8. TATA CARA PENETAPAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN TIGA BINANGA KABUPATEN KARO 9. TINGKAT KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KELURAHAN TANJUNG GUSTA MEDAN 10. TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TAMBAK LAU MULGAP II KECAMATAN BERASTAGI DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN 11. TINJAUAN YURIDIS AKIBAT HUKUM KEPAILITAN SUAMI/ISTRI TERHADAP PERJANJIAN KREDIT BANK 12. UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK REKLAME PADA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN DELI SERDANG 13. AKTIVISME GEMKARA-BP3KB DAN PENGARUHNYA DALAM MEWUJUDKAN KABUPATEN BATUBARA 14. ANALISIS DINAMIKA SOSIAL PASAR TRADISIONAL ONAN SIPAHUTAR KECAMATAN SIPAHUTAR KABUPATEN TAPANULI UTARA FUNGSI SOSIAL PASAR TRADISIONAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT 15. ARAH KEBIJAKAN PERTANAHAN PEMERINTAHAN MEGAWATI SUKARNO PUTRI 2003 (STUDI PERBANDINGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 34 TAHUN 2003 DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960) 16. ASEAN COMMUNITY 2015 DAN KEAMANAN REGIONAL (STUDI KASUS : UPAYA ASEAN DALAM MENGATASI TERORISME DI KAWASAN ASIA TENGGARA 17. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 (STUDI KASUS : IMPLEMENTASI TERKAIT DECLARATION ON THE PROTECTION AND PROMOTION OF THE RIGHTS OF MIGRANT WORKERS TAHUN 2007 TERHADAP HUBUNGAN LUAR NEGERI INDONESIA DENGAN MALAYSIA

BUDAYA POLITIK MASYARAKAT PERKEBUNAN (STUDI KASUS PTPN IV BAH JAMBI) 21.18. KABUPATEN DELI SERDANG) 24. ETNISITAS DAN POLITIK SUATU STUDI PARTISIPASI POLITIK ETNIS KARO DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2009 (STUDI KASUS : PARTISIPASI MASYARKAT ETNIS KARO DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIVE DI DESA TENGAH. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUNCULNYA GOLPUT (STUDI MASYARAKAT KECAMATAN MEDAN AMPLAS PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2009) 28.PERKEBUNAN NUSANTARA II (PTPN II) 30. CALON INDEPENDEN DAN PILKADA (STUDI KASUS PILKADA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2008) 22. ETNISITAS DAN PREFERENSI POLITIK (STUDI KASUS : MASYARAKAT ETNIS INDIA DAN ETNIS TIONGHOA DI DALAM PEMILU LEGISLATIF 2009 DI KELURAHAN POLONIA. EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI KOTA MEDAN(STUDI DEKRIPTIF TENTANG PENGEMBANGAN JARINGAN PEMASARAN UKM DI DINAS KOPERASI KOTA MEDAN) 26.13-APR-2010BUDAYA KORPORAT BANK NEGARA INDONESIA WILAYAH DI MEDAN 19. EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI KONVENSI CEDAW PBB TAHUN 1979 TERHADAP UPAYA PENGHAPUSAN DISKRIMINASI PEREMPUAN DI INDONESIA 23. FAKTOR . KECAMATAN PANCUR BATU. 25. WIRA.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT UNTUK TIDAK MEMILIH PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SECARA LANGSUNG TAHUN 2008 DI KECAMATAN PAMATANG SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN 27. HUBUNGAN AMERIKA SERIKAT DENGAN IRAN DALAM KONTEKS NUKLIR . GERAKAN BADAN PERJUANGAN RAKYAT PENUNGGU INDONESIA (BPRPI) DALAM KONFLIK TANAH DENGAN PT. FUSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA TAHUN 1973 (STUDI PADA DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAHAN SOEHARTO TERHADAP INTERNAL PARTAI) 29. 1BUDAYA POLITIK DAN PARTISIPASI POLITIK ( SUATU STUDI : BUDAYA POLITIK DAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILU LEGISLATIF 2009 DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN BATUNADUA PADANGSIDEMPUAN ) 20. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015 (STUDI : PERSIAPAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015 PILAR FASILITAS PERDAGANGAN KHUSUSNYA DALAM PEMBENTUKAN INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOWS (INSW)ARJUNA.

KEKUATAN POLITIK DAN PROSES POLITIK: STUDI KASUS PERJUANGAN KASUS TANAH DEWAN PENGURUS WILAYAH SERIKAT PETANI INDONESIA SUMATERA UTARA DI BANDAR PASIR MANDOGE. 41. KEBIJAKAN PEMERINTAHAN SBY – JK DALAM KONTEKS POLITIK PANGAN 2004. KABUPATEN SIMALUNGUN) 38. DI KELURAHAN PEMATANG RAYA.R. NURIATY DAMANIK. KEBIJAKAN POLITIK PARTAI DEMOKRAT SUMATERA UTARA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG (ANALISIS PADA : PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SUMATERA UTARA TAHUN 2008) 43.31. INTERAKSI SOSIAL DALAM KELUARGA YANG BERPOLIGAMI (STUDI KASUS : PADA SEPULUH KELUARGA POLIGAMI DI KOTA MEDAN) 33. – HJ. KEMANUSIAAN DAN KEADILAN SEBAGAI TUNTUNAN POLITIK MORAL 36. KEMENANGAN PARTAI LOKAL (STUDI KASUS KEMENANGAN PARTAI ACEH (PA) PADA PEMILIHAN LEGESLATIF DI KABUPATEN ACEH TAMIANG 2009) . KEKALAHAN PARTAI POLITIK ISLAM DALAM PEMILIHAN UMUM 2009 (ANALISIS MENURUNNYA HASIL PEROLEHAN SUARA DPC PPP KABUPATEN MANDAILING NATAL PADA PEMILU LEGISLATIF 2009 DI KABUPATEN MANDAILING NATAL) 44. ISLAM DAN ETIKA BANGSA (PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID TENTANG ETIKA. J. INTERAKSI SOSIAL JAMA’AH SALAFIYYAH (STUDI KASUS PADA MAHASISWA JAMA'AH SALAFYYYAH DI SUMATERA UTARA) 35. MM. ASAHAN 45. KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU GLOBAL PENIPISAN LAPISAN OZON 40. INDONESIA DAN ASEAN COMMUNITY 2015 (STUDI PERAN INDONESIA DALAM MENCIPTAKAN STABILITAS NASIONAL DAN REGIONAL TERKAIT PERMASALAHAN TERORISME) 32. KEBIJAKAN DAN KIPRAH POLITIK MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG (ANALISIS PADA : PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SUMATERA UTARA TAHUN 2008) 39. SARAGIH. KAMPANYE DAN PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2010 (STUDI TERHADAP EFEKTIFITAS KAMPANYE DR. INTERAKSI SOSIAL JAMA’AH SALAFIYYAH(STUDI KASUS PADA MAHASISWA JAMA'AH SALAFYYAH DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA) 34. KADERISASI DAN PENETAPAN CALEG PARTAI POLITIK (STUDI: DPD PARTAI DEMOKRAT PROPISI SUMATERA UTARA DALAM PENETAPAN CALEG PADA PEMILU 2009 DI SUMATERA UTARA 37. KECAMATAN RAYA. SH. SH. KEBIJAKAN POLITIK FUSI : SUATU TINJAUAN POLITIK KEPARTAIAN REZIM ORDE BARU 42.

NEGARA DAN KESETARAAN GENDER : SUATU STUDI WACANA PEREMPUAN INDONESIA DALAM POLITIK INDONESIA 56. NON VOTING BEHAVIOUR DALAM PEMILU PRESIDEN 2009 SUATU STUDI PERILAKU TAK MEMILIH DI KECAMATAN PARANGINAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN 58. MILITER DAN POLITIK: (STUDI TENTANG KELOMPOK PENDUKUNG DAN PENENTANG TERHADAP PENGHAPUSAN DWI FUNGSI ABRI TAHUN 19982001) 53. PARTAI POLITIK DAN PARLEMEN LOKAL (STUDI AKUNTABILITAS DAN KINERJA DPRD KABUPATEN TAPANULI TENGAH HASIL PEMILIHAN UMUM TAHUN 2004) 61. MAHASISWA DAN POLITIK: SUATU ANALISA GERAKAN SOSIAL MAHASISWA MELAWAN POLITIK HEGEMONI NEGARA ORDE BARU 1998 51. PANDANGAN MOHAMMAD NATSIR 60. MEKANISME PENETAPAN CALON KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : SENGKETA PEMBATALAN HASIL PERHITUNG SUARA OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOTA TEBING-TINGGI TAHUN 2010) 52. OPINI MAHASISWA TERHADAP IKLAN NASIONAL DEMOKRAT (STUDI DESKRIPTIF OPINI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP USU TERHADAP IKLAN NASIONAL DEMOKRAT DI METRO TV) 59. NEGARA ORDE BARU DAN PENGENDALIAN POLITIK ISLAM ( STUDI TERHADAP HUBUNGAN AKOMODATIF ORDE BARU TERHADAP UMAT ISLAM PRIODE 1985 . NEGARA DAN KEKUASAAN : PEMIKIRAN DAN PRAKTEK POLITIK NEGARA BIROKRATIK OTORITARIAN SUATU EKSPLANASI FENOMENA OTORITARIANISME NEGARA-NEGARA BERKEMBANG STUDI KASUS: POLITIK DAN PEMERINTAHAN ORDE BARU) 55. NEGARA DAN AGAMA MENURUT PEMIKIRAN SANTO AUGUSTINUS 54.1994 57. PARTISIPASI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM (SUATU STUDI TENTANG PERILAKU POLITIK MASYARAKAT DI KELURAHAN DATARAN TINGGI KECAMATAN BINJAI TIMUR PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2009 . PARTAI POLITIK DAN PEMILU (SUATU STUDI MARKETING POLITIK TERHADAP PARTAI DEMOKRAT DALAM PEMILU LEGISLATIF 2009) 62. KINERJA LEMBAGA LEGISLATIF PEREMPUAN DALAM MERESPON KEPENTINGAN PEREMPUAN (STUDI KASUS DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA 2009-2010) 47. ALMOND DALAM PERSFEKTIF POLITIK PEMERINTAHAN SBY-JK) 63. KIPRAH PARTAI GOLKAR DALAM PENTAS POLITIK NASIONAL DI BAWAH KEPEMIMPINAN AKBAR TANDJUNG 49. KINERJA LEMBAGA LEGISLATIF (STUDI: ANALISIS KINERJA DPRD KOTA MEDAN PERIODE 2004-2009) 48.46. KONSEP NEGARA KHILAFAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA 50. PARTAI POLITIK DAN SISTEM POLITIK (SUATU STUDI TRANSFORMASI PEMIKIRAN DAN TEORI ANALISIS SISTEM POLITIK GABRIEL A.

FISIP. KABUPATEN NIAS) 76. PENGARUH TINGKAT STATUS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PADA PEMILU PRESIDEN 2009 (STUDI DESKRIPTIF: KELURAHAN SITIREJO I. KOTA BANDA ACEH) 79. KECAMATAN SYIAH KUALA. PEMIKIRAN POLITIK AMIEN RAIS (SUATU STUDY ANALISIS TENTANG ADILUHUNG/ HIGH POLITICS DAN APLIKASINYA DI INDONESIA) 67. S. PENGARUH VISI MISI TERHADAP PEROLEHAN SUARA SYAMSUL ARIFINGATOT PUJO NUGROHO DALAM PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA . PEMIKIRAN POLITIK HASSAN HANAFI (STUDI TERHADAP PEMIKIRAN KIRI ISLAM) 68. SUMATERA UTARA) 80.64. PEMIKIRAN POLITIK SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TENTANG DEMOKRASI DAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN 70. PENERAPAN SISTEM SUARA TERBANYAK PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2009 SEBAGAI PERWUJUDAN DEMOKRASI DI KECAMATAN BINJAI TIMUR KOTA BINJAI 73. TJOKROAMINOTO TENTANG NASIONALISME DAN SOSIALISME YANG BERDASARKAN ISLAM 69. PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG ISLAM DAN POLITIK 66. PEMAHAMAN PEMILIH PEREMPUAN DI DALAM MENCERMATI DAN MEMILIH CALON LEGISLATIVE TINGKAT II KABUPATEN MADINA TERKAIT DENGAN PERMASALAHAN PEREMPUAN (STUDI DESKRIPTIF: PEMILIH PEREMPUAN DI DESA GUNUNG TUA RAYA KABUPATEN MANDAILING NATAL PADA PEMILU LEGISLATIF 2009) 65. USU 77. MEDAN. PEMIKIRAN POLITIK H. PENGARUH PERUBAHAN SISTEM PEMILU TERHADAP TINGKAT AKUNTABILITAS ANGGOTA LEGISLATIF TERPILIH PADA PEMILU 2009(STUDI PADA DAERAH PEMILIHAN IV. PEMIKIRAN POLITIK TAN MALAKA TENTANG KONSEP KEMERDEKAAN INDONESIA 71. PENGARUH POPULARITAS TERHADAP PILIHAN PEMILIH PEMULA (FENOMENA MASUKNYA ARTIS DALAM POLITIK) STUDY KASUS : MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU POLITIK. PENGARUH MEDIA MASSA TERHADAP PENGETAHUAN POLITIK MAHASISWA (ANALISIS KORELASI TENTANG PENGARUH BERITABERITA POLITIK DALAM HARIAN KOMPAS TERHADAP PENGETAHUAN POLITIK MAHASISWA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA) 75. PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT (STUDI KASUS: DESA HUTAURUK KECAMATAN SIPOHOLON KABUPATEN TAPANULI UTARA 78. PENGARUH KEPUTUSAN PANSUS CENTURY TERHADAP KOALISI PARTAI DEMOKRAT DAN PKS 74. PENDIDIKAN POLITIK MUHAMMADIYAH (STUDI : ANALISIS FILOSOFIS) 72. PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERILAKU PEMILIH PADA PEMILU ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KOTA BANDA ACEH TAHUN 2009” (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT KELURAHAN KOPELMA DARUSSALAM. O.

2010) 92. 6 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK (STUDI KASUS DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH SUMATERA UTARA) 85. PERANAN ORGANISASI MASYARAKAT BATAK TOBA TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2009 (STUDI KASUS: PUNGUAN SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA DOHOT BORUNA (PSSSI&B) KOTA PEMATANGSIANTAR 88. PERAN PARTAI DAKWAH DI PARLEMEN (STUDI KASUS : FRAKSI PKS DI DPRD KOTA MEDAN PERIODE 2009. ST DALAM PEMENANGAN PEMILU LEGISLATIF 2009 DARI DAERAH PEMILIHAN VIII SUMATERA 87. PENGKADERAN PADA PARTAI POLITIK DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK CALON ANGGOTA LEGISLATIF PARTAI (STUDI PADA DEWAN PENGURUS WILAYAH PARTAI KEBANGKITAN BANGSA SUMATERA UTARA) 82. 10 TAHUN 2008 83. PERANAN WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA SUMATERA UTARA (WALHI-SU) UNTUK MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENCEMARAN AIR DI SUNGAI DELI 91. PERBANDINGAN KEKUATAN POLITIK MILITER ERA ORDE BARU DENGAN ERA REFORMASI 95. PERAN AISYIYAH CABANG SUKARAMAI DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (STUDI DESKRIPTIF PADA ORGANISASI AISYIYAH CABANG SUKARAMAI MEDAN) 84. PERANAN SERIKAT BURUH DALAM MEMPERJUANGKAN HAK UPAH DAN POLITIK ( STUDI KASUS : SERIKAT BURUH MEDAN INDEPENDEN ) 90. PERANAN INTERNATIONAL MONETARY FUND DALAM RESTRUKTURISASI PERBANKAN DI INDONESIA 86.UTARA TAHUN 2008 (STUDI KASUS : KELURAHAN TANJUNG SELAMAT. PERANAN ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN DALAM PENGAWASAN IMPLEMENTASI PERDA NO. PERAN WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA ( WALHI ) DALAM UPAYA PENCETUSAN KEBIJAKAN MORATORIUM LOGGING TERHADAP HUTAN INDONESIA ( STUDI PADA LSM WALHI-SUMATERA UTARA ) 94. PERBANDINGAN TINGKAT PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KOTA MEDAN PADA PILKADA KOTA MEDAN TAHUN 2005 DENGAN PILKADA . PERANAN MARKETING POLITIK DALAM PEMENANGAN PEMILU (STUDI KASUS: STRATEGI POLITIK OLOAN SIMBOLON. PENYELENGGARAAN PEMILU DI INDONESIA STUDI KASUS PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG NO. KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN) 81. PERANAN PENDIDIKAN POLITIK ORGANISASI MASSA PETANI DALAM KEHIDUPAN KAUM TANI (STUDI KASUS: ORGANISASI MASSA TANI AGRA RANTING DESA DURIN TONGGAL) 89. 12 TAHUN 2003 DENGAN UNDANG-UNDANG NO. PERAN PARTAI POLITIK DALAM PEMENANGAN PILKADA (STUDI ANALISIS PARTAI GOLKAR SEBAGAI KENDARAAN POLITIK DALAM PILKADA KABUPATEN ROKAN HILIR 2006) 93.

PERILAKU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN NETRALITAS BIROKRAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA MEDAN 2010 (STUDI PNS KECAMATAN MEDAN SUNGGAL) 103. PERILAKU PEMILIH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (STUDI : PERILAKU PEMILIH MASYARAKAT DI KELURAHAN MANGGA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA UTARA 2008) 104. PEREMPUAN DAN POLITIK: TINJAUAN PELUANG PEREMPUAN DALAM POLITIK BERDASARKAN UU NO. KABUPATEN SIMALUNGUN) 106. PERBANDINGAN TINGKAT PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KOTA MEDAN PADA PILKADA KOTA MEDAN TAHUN 2005 DENGAN PILKADA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2008 (STUDI KASUS : KELURAHAN TITI RANTE. KECAMATAN LUBUKPAKAM. KECAMATAN RAYA. 10 TAHUN 2008 (STUDI KASUS : DI DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI GOLOGAN KARYA SUMUT 2004-2009) 102. PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA UTARA SECARA LANGSUNG DI KABUPATEN LABUHAN BATU (STUDI KASUS : DI KELURAHAN BAKARAN BATU. PEREMPUAN DAN POLITIK (STUDI PENETAPAN KUOTA 30% CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN OLEH PNI MARHAENISME DAN PARTAI SARIKAT INDONESIA DI KOTA MEDAN) 98. PEREMPUAN DAN POLITIK SUATU STUDI REKRUTMEN POLITIK CALON LEGISLATIF PEREMPUAN DALAM PARTAI KEADILAN SEJAHTERA PADA PEMILU 2004 (STUDI KASUS : DPD PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KOTA MEDAN) 100. PEREMPUAN DAN POLITIK (STUDI TENTANG KELOMPOK PENDUKUNG DAN PENENTANG UNDANG-UNDANG ANTI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DI SUMATERA UTARA) 99. PERILAKU POLITIK SOEKARNO(SUATU STUDI KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DALAM KONTEKS POLITIK KONFRONTASI INDONESIA DENGAN MALAYSIA 108. PERILAKU PEMILIH MASYARAKAT ETNIS SIMALUNGUN PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2009 (STUDI KASUS : DESA SONDI RAYA. KABUPATEN DELI SERDANG) 105.PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2008 (STUDI KASUS : KELURAHAN TITI RANTE. KECAMATAN MEDAN BARU) 96. POLITICAL MARKETING DALAM PILKADA (SUATU STUDI TERHADAP PEMENANGAN PASANGAN ABDUL WAHAB DALIMUNTHE – . PEREMPUAN DAN POLITIK: TINJAUAN PELUANG PEREMPUAN DALAM POLITIK BERDASARKAN UU NO. 2 TAHUN 2008 DAN UU NO. PERILAKU PEMILIH MASYARAKAT ETNIS BATAK TOBA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2009 (STUDI KASUS: DESA PAGAR JATI. 10 TAHUN 2008 (STUDI KASUS : DI DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI GOLOGAN KARYA SUMUT 2004-2009) 101. 2 TAHUN 2008 DAN UU NO. KECAMATAN MEDAN BARU) 97. KABUPATEN LABUHAN BATU) 107.

PREFERENSI POLITIK (STUDI TENTANG PERILAKU PEMILIH DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN PERKEBUNAN SIPARE-PARE PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH (BUPATI) TAHUN 2008) 115. EFORMASI SITEM JAMINAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN NEGARA KESEJAHTERAAN (STUDI KASUS: IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. REFORMA AGRARIA SEBAGAI KEPENTINGAN POLITIK BAGI PETANI MISKIN DAN BURUH TANI (STUDI KASUS: REFORMA AGRARIA PADA MASA PEMERINTAHAN SBY-JK) 119. PRESIDENSIL PARTAI POLITIK DAN PARLEMEN (SUATU HUBUNGAN EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM SISTEM POLITIK PASCAAMANDEMEN UUD 1945) 117. NON-PRIBUMI DAN NEGARA (SUATU STUDI TERHADAP PIDATO SOEPOMO TAHUN 1945 TENTANG NEGARA INTEGRALISTIK) 118. PRESIDENSIL PARTAI POLITIK DAN PARLEMEN (SUATU HUBUNGAN EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM SISTEM POLITIK PASCAAMANDEMEN UUD 1945) 116. POLITIK LINGKUNGAN : ANALISA REDUCING EMISSION FROM DEFORESTATION DEGRADATION (REDD) SEBAGAI PROGRAM PENYELAMATAN HUTAN INDONESIA 111. POLITIK LOKAL DI TINGKAT DESA (STUDI KASUS PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 72 TAHUN 2005 TENTANG PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA AIR JOMAN TAHUN 2007 DALAM MEWUJUDKAN OTONOMI DESA) 112. 40 TAHUN 2004 MENGENAI SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL) 120. POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DAN DEWAN KEAMANAN PBB (STUDI KASUS PERANAN INDONESIA DALAM PENANGANAN KRISIS NUKLIR IRAN DI DK PBB TAHUN 2006 ) 113. REKRUTMEN CALON KEPALA DAERAH: STUDI TERHADAP REKRUTMEN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DARI PARTAI DEMOKRAT DALAM RANGKA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA MEDAN TAHUN 2010 122. REFORMASI TNI DAN PELANGGARAN HAM (SUATU STUDI DESKRIPTIF TENTANG PELANGGARAN HAM OLEH TNI DI SUMATERA UTARA PASCA REFORMASI TNI 2006-2010) 121.RADEN MUHAMMAD SYAFII DALAM PILKADA SUMUT TAHUN 2008 DI KABUPATEN NIAS) 109. REKRUTMEN POLITIK TERHADAP PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK DAN PARLEMEN SUATU STUDI TERHADAP DPRD TINGKAT I PERIODE 2004-2009 DI SUMATERA UTARA . PRIBUMI. POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP THAILAND PASCA KUDETA MILITER THAILAND PADA TAHUN 2006 DALAM RUANG LINGKUP ASEAN 114. POLITICAL MARKETING PARTAI POLITIK DALAM PEMILIHAN UMUM PRESIDEN 2009 DI SUMUT STUDI KASUS: DPD SUMUT PARTAI DEMOKRAT 110.

SIKAP POLITIK CALON LEGISLATIF PEREMPUAN NOMOR URUT SATU TERHADAP KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) NO. STRATEGI KAMPANYE PASANGAN CALON H. STRATEGI MASYARAKAT MEMILIH LEMBAGA KEUANGAN YANG TEPAT DALAM MENINGKATKAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI (STUDI DESKRIPTIF PADA CREDIT UNION PARDOMUAN DI KECAMATAN PAKKAT HAUAGONG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN) 133. RESPON PETANI TERHADAP NEOLIBERALISME (STUDI KASUS : GERAKAN PETANI SERIKAT PETANI SUMATERA UTARA) 127. SOSIALISASI POLITIK DPD PARTAI AMANAT NASIONAL (DPD PAN) KOTA MEDAN DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2004 130.123. SISTEM PEMERINTAHAN NAGARI (STUDI KASUS: PELAKSANAAN SISTEM PEMERINTAHAN NAGARI DI NAGARI CINGKARIANG KABUPATEN AGAM MENURUT PERDA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG PEMERINTAHAN NAGARI) 129.22 & 24/PUU-VI/2008 (STUDI PADA CALON LEGISLATIF PEREMPUAN DPRD KOTA MEDAN) TENTANG SUARA TERBANYAK. STRATEGI KAMPANYE PARTAI DAMAI SEJAHTERA (PSD) DALAM PEMILIHAN UMUM (PEMILU) LEGISLATIF 2004 SUMATERA UTARA (STUDI KASUS DI DPW PARTAI DAMAI SEJAHTERA SUMATERA UTARA) 131.SYAMSUL ARIFIN DAN GATOT PUJONUGROHO PADA PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA UTARA TAHUN 2008 132. STRATEGI PEMENANGAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2009 (STUDI PADA : CALEG PEREMPUAN TERPILIH PADA DPRD KOTA MEDAN). 128. RELEVANSI TEORI MARHAENISME DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN DI ERA KAPITALISME GLOBAL 126. STRATEGI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) SUMATERA UTARA DALAM MEMENANGKAN PASANGAN SYAMSUL ARIFIN DAN GATOT PUJO NUGROHO PADA PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA UTARA TAHUN 2008 134. . RELASI KEKUASAAN ANTARA LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF DALAM KONSTRUKSI PRESIDENSIALISME PEMERINTAHAN SBY-JK TAHUN 2004-2009 125. RELASI BIROKRASI DAN POLITIK (ANALISIS POLA PEREKRUTAN KEPALA BIRO DAN KEPALA DINAS PADA PEMERINTAHAN PROVINSI SUMUT PASCA PILGUBSU 2008) 124.