Materi Patofisiologi

Senin, 10 Januari 2011
Penyakit Geriatric
Penyakit Geriatric

I. Pengertian Geriatric merupakan suatu istilah yang terdiri dari kata geros (usia lanjut) dan iatreia (merawat/merumat), geriatri sendiri mengacu pada cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penyediaan layanan kesehatan bagi manula. (Ignas Leo Vascher, 1909). Seseorang dikatakan lanjut usia, jika telah mencapai usia diatas 60 tahun. (depsos, 2007) Untuk menangani penyakit geriatric pada lansia dibutuhkan pendekatan holistik yaitu, perhatian total terhadap pasien secara terpadu dengan

mempertimbangkan keadaan lingkungan, sosial ekonomi, gaya hidup, diagnosis dan terapi penyakit dalam merawat penderita.
Lansia banyak yang mengidap salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi jika, tidak ditangani dengan baik seperti, fraktur pada tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis atau jika seseorang memiliki angka kolesterol yang tinggi saat lanjut usia dapat menjadi Penyakit Jantung Koroner (PJK), hipertensi, gagal jantung dan infark serta gangguan ritme jantung, diabetes mellitus, gangguan fungsi ginjal dan hati. Beberapa masalah yang sering muncul pada usia lanjut disebut sebagai a series of I’s, yaitu immobility (imobilisasi), instability (instabilitas dan jatuh), incontinence

(inkontinensia), intellectual impairment (gangguan intelektual), infection (infeksi), impairment of vision and hearing (gangguan penglihatan dan pendengaran), isolation (depresi), Inanition (malnutrisi), insomnia (ganguan tidur), dan immune deficiency (penurunan kekebalan tubuh). (Kane dan Ouslander)

Sifat penyakit pada lansia perlu untuk dikenali supaya tidak salah ataupun lambat dalam menegakkan diagnosis, sehingga terapi dan tindakan lain yang mengikutinya dengan segera dapat dilaksanakan. Hal ini akan menyangkut beberapa aspek, yaitu etiologi, diagnosis dan perjalanan penyakit. Etiologi, penyakit pada lansia lebih bersifat endogen daripada eksogen. Hal ini disebabkan oleh menurunnya berbagai fungsi tubuh karena proses menua, etiologi sering kali

tersembunyi (Occult), dan sebab penyakit dapat bersifat ganda (multiple) dan kumulatif (penimbunan), terlepas satu sama lain ataupun saling mempengaruhi. Diagnosis, penyakit pada lansia umumnya lebih sulit dideteksi dari pada remaja atau dewasa, karena gejala dan keluhan sering tidak jelas. Perjalanan penyakit, Pada umumnya perjalanan penyakit adalah kronik (menahun) diselingi dengan eksaserbasi akut, penyakit bersifat progresif (bertahap), dan sering menyebabkan kecacatan (invalide). WHO, mengembangkan konsep kriteria mundurnya kemandirian secara bertingkat, seperti berikut

Penyakit/gangguan (intrinsic)

Hambatan (impairment) (exteriorized)

Disabilitas (Objectified)

Handicap (socialized) Imapirment : Kehilangan (kelainan) baik psikologik, fisiologik, struktur atau fungsi anatomik. Disabilitas : Semua retriksi (kekurangan mampuan) untuk melakukan

kegiatan yang dianggap dapat dilakukan oleh orang normal.

Handicap

: Suatu ketidakmampuan seseorang sebagai akibat impairment atau disabilitas sehingga membatasinya untuk melaksakan peranan hidup secara normal.

II. Gejala kemunduran fisik menjadi tua ditandai oleh kemunduran biologis 1. Kulit mulai mengendur dan wajah mulai keriput serta garis-garis yang menetap 2. Rambut kepala mulai memutih atau beruban 3. Gigi mulai lepas (ompong) 4. Penglihatan dan pendengaran berkurang 5. Mudah lelah dan mudah jatuh 6. Gerakan menjadi lamban dan kurang lincah

III. Kemunduran kognitif yang dialami, antara lain 1. Suka lupa (ingatan tidak berfungsi dengan baik) 2. Ingatan pada hal-hal di masa muda lebih baik dari hal-hal yang baru terjadi 3. Sering adanya disorientasi terhadap waktu, tempat, dan orang 4. Sulit menerima ide-ide baru 5. Keseimbangan antara badan, penglihatan, dan pendengaran berkurang.

IV. Masalah Fisik Sehari-hari pada Lansia 1. Mudah jatuh a. Jatuh merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang melihat kejadian, yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di lantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Ruben, 1996). b. Jatuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor intrinsik (gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstremitas bawah, kekuatan sendi dan sinkope-dizziness), dan faktor ekstrinsik (lantai yang licin dan tidak rata, tersandung oleh benda-benda, penglihatan kurang karena cahaya yang kurang terang). 2. Mudah lelah, disebabkan oleh a. Faktor psikologis: perasaan bosan, keletihan, depresi b. Gangguan organis: anemia, kurang vitamin, osteomalasia, dll c. Pengaruh obat: sedasi, hipnotik

kelemahan otot. Penyakit Pernafasan. Penyebab gangguan rematik hingga saat ini telah lebih dari 100 macam. Pada lansia rematik dapat dikelompokkan menjadi 5. seperti rheumatik. angina. (Bjelle. nyeri. dan PJK. Karakteristik Penyakit Lansia diIndonesia 1. pengaruh obat (gout). radang (gout.V. kholesterolemia. dan ada tiga keluhan utama pada sistem muskulokelet yaitu. anemia. Penyakit Kardiovaskuler. cardiac attack. Penyakit Pencernaan seperti gastritis. dan ulcus pepticum. (Felson. seperti diabetes mellitus. kekakuan dan kelemahan serta terdapat tiga tanda utama yaitu. Penyakit lain. stroke. Penyakit Keganasan. seperti carsinoma atau kanker. seperti senilis/pikun/dimensia. 7. Boedhi-darmojo. Penyakit persendian dan tulang. 3. bursitis. dan Benigna Prostat Hiperplasia. low back pain. polymyalgia rheumatic). seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK). 8. 6. dan parkinson. hingga penurunan fungsi otot. pembengkakan sendi. rematik dapat terungkap sebagai keluhan. Penyakit Metabolik/endokrin. dan obesitas. 4.fibromyalgia. srtritis rematoid. yaitu mekanik (osteoratritis). dan osteoporosis. alzeimer. osteoporosis. 2001. namun belum dapat dijelaskan penyebabnya. a. Gangguan rematik dapat terus meningkat dengan bertambahnya umur. gangguan gerak. 5. 2. 2010). trigliserida tinggi. polymyalgia rheumatic. Gagal Ginjal Akut/Kronis. artropati Basic Calcium Phosphate (BCP). seperti asma.2004 dalam Boedhi-darmojo. Rematik merupakan suatu sindrom. 2010) Rematik yang sering terlihat pada lansia adalah osteoartristis. VI. dan berkaitan dengan penyakit keganasan (neuromiopati). jika otot yang menderita tidak dilatih. dan arthritis karena keganasan. gout. Rheumatik (Rematik) Rematik dapat mengakibatkan perubahan otot. seperti hipertensi. Osteoartritis (OA) . dan TB paru. metabolik (osteoporosis). Penyakit Urogenital. tendinitis.

Tipe OA ini meliputi proses inflamasi primer. dan menderita kelemahan otot paha. Suatu lapisan cairan yang disebut cairan sinovial terletak di antara tulang-tulang tersebut dan bertindak sebagai bahan pelumas yang mencegah ujung-ujung tulang bergesekan dan saling mengikis satu sama lain. Gangguan congenital dan perkembangan pada koksa sudah diketahui benar sebagai predisposisi dalam diri seseorang untuk mengalami osteartritis koksa. ETIOLOGI .OA merupakan penyebab utama terjadinya kecacatan karena rematik. Pada sendi. menyebabkan generasi kartilago. OA adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Penyebab OA beragam. Gesekan tersebut akan membuat lapisan tersebut semakin tipis dan menimbulkan rasa nyeri. suatu jaringan tulang rawan yang biasa disebut kartilago biasanya menutup ujung-ujung tulang penyusun sendi. aktivitas fisik yang berlebihan. herediter dan penyakit timbunan Kristal dalam cairan sinovial antara (1. Riset lain juga menunjukkan adanya faktor keturunan(genetik) yang terlibat dalam penurunan OA. Wanita pascamenopause dalam keluarga yang sama memiliki tipe OA pada tangan yang ditandai dengan timbulnya nodus pada sendi interfalang distal dan proksimal tangan. meningkatan masa tulang subkondrium yang dapat menimbulkan kekakuan pada tulang sehingga menjadi kurang lentur terhadap dampak beban muatan yang akan mentrasmisikan lebih besar gaya pada kartilago artikuler yang melapisi atasnya dan dengan demikian memuat tulang tersebut lebih rentan terhadap cidera). trauma berulang (kerusakan pada ligamentum krusiatum dan robekan menikus). kelebihan berat badan (meningkatkan gaya sendi wet. Pada kondisi kekurangan cairan sinovial lapisan kartilago yang menutup ujung tulang akan bergesekan satu sama lain.8-60)% pada penderita. dan invasi fungi (mikosis). seperti para olahragawan dan pekerja kasar (kebiasaan berlutut). Beberapa riset menunjukkan adanya hubungan antara osteoarthritis dengan reaksi alergi. namun beberapa faktor risiko terjadinya OA sebagai berikut wanita berusia lebih dari 50 tahun. infeksi. kelainan konginental yang menimbulkan OA premature misalnya dislokasi sendi coxa.

b. lutut. liping pada tepi-tepi tulang. sendi tengah dan ujung jari juga sering terkena. pada pemerikasaan tomography didapatkan penyempitan rongga sendi disertai sclerosis tepi persendian. dan gangguan fungsional. kaku. dan spasme otot. tidak mampu menghentikan proses patologis. Gangguan fungsional disebabkan oleh rasa nyeri ketika sendi digerakkan dan keterbatasan gerakan yang terjadi akibat perubahan structural dalam sendi. kecuali osteoarthritis yang disertai paradangan. perhatikan efek samping pada saluran cerna dan ginjal. Obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) bekerja hanya sebagai analgesik dan mengurangi peradangan. wanita lebih sering c) Suku bangsa d) Genetic e) Kegemukan dan penyakit metabolic f) Cedera sendi . Karena pemakaian biasanya untuk jangka panjang. kecuali ada inflamasi. Dosis untuk osteoarthritis biasanya ½ . meliputi : a. pada inspeksi dan palpasi biasanya tidak ada nyeri. hipertensi intraoseus. dan tulag belakang). iritasi ujung-ujung saraf dalam periosteum akibat pertumbuhan osteofit. Jika tidak berpengaruh. pekerjaan.⅓ dosis penuh untuk arthritis rematoid. . bursitis. Analgesik Obat analgesik yang dapat dipakai adalah asetaminofen dosis 2. Mungkin ada nodus tulang yang khas. Mungkin terjadi deformitas. Kadang-kadang tampak gambaran taji(spur formation). tendonitis. OAINS seperti fenofrofin. osteoarthritis atau pembentukan kista juksta artikular. dan olahraga g) Kelainan pertumbuhan h) Kepadatan tulang Manifestasi klinis osteoarthritis primer adalah rasa nyeri. Pemeriksaan penunjang atau pemeriksaan laboratorium darah tepi. Asam salisilat juga cukup efektif namun. Penatalaksanaan rematik. servikal. hanya bersifat simpotamatik.9 g/hari atau profoksifen HCL. piroksikam.ibuprofen dapat digunakan. atau peradangan tidak mereda maka. mikrofraktur. dan adanya tulang-tulang yang lepas.a) Usia lebih dari 40 tahun b) Jenis kelamin. Meskipun osteoarthritis terjadi paling sering pada sendi penyokong berat badan ( panggul. c. efek samping utama adalah ganggauan mukosa lambung dan gangguan faal ginjal. trabekulum.6-4. imunologi dan cairan sendi umumnya tidak ada kelainan. Medikamentosa Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik. Nyeri pada osteoarthritis disebabkan oleh inflamasi sinova.peregangan kapsula dan ligamentum sendi.

Kriteria diagnostic arthritis gout sebagai berikut a) Kristal Urat dalam cairan sendi b) Tofus yang mengandung Kristal urat c) Enam dari criteria berikut : 1. Gout Gout sering terjadi pria. Lebih dari satu kali serangan arthritis akut 2. Dukungan psikososial g. Dugaan adanya tofus 9. Inflamasi maksimal pada hari pertama 3. Serangan unilateral pada sendi tarsal 8. Kemerahan sekitar sendi 5. Serangan unilateral pada sendi metatarsofalangeal I 7. menghindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit. upaya untuk mengistirahatkan sendi serta menghindari penggunaan sendi yang berlebihan pemakaian alat-alat ortotail. b. Pembengkakan asimetri sendi pada foto rontgen 11.d. Pencegahan osteoartritis dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang bergizi. Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin serta program latihan yang tepat i. Beberapa suplemen makanan juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit ini antara lain adalah glukosamin dan kondroitin. Diet untuk menurunkan berat badan dapat mengurangi timbulnya keluhan f. Terapi konservatif mencakup penggunaan kompres hangat. e. Nyeri (Bengkak sendi metatarsofalangeal I) 6. penyangga untuk lordosis lumbal. Kista Subkortikal tanpa erosi pada foto rontgen 12. Kultur mikroorganisme cairan sendi selama serangan inflamasi sendi negatif . Artritis Monoartrikuler 4. Hiperrurikemia 10. penurunan berat badan. Persoalaan seksual pada pasien dengan osteoarthritis ditulang belakang h. Terapi okupasional dan fisioterapi dapat membantu pasien untuk mengadopsi strategi penangan mandiri. dan pemakaian alatalat untuk meringankan kerja sendi. Perlindungan sendi dengan koreksi postur tubuh yang buruk. Operasi dipertimbangkan pada pasien dengan kerusakan sendi yang nyata dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi j. Untuk menyangga sendi yang mengalami inflamasi (bidai penopang) dan latihan isometric serta postural.

VII. tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Osteoporosis Osteoporosisadalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah. disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Osteoporosis primer sering menyerang wanita pascamenopause dan pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui. yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Osteoporosis terbagi menjadi jenis yaitu Osteoporosis primer dan sekunder. Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan  Cushing's disease  Hyperthyroidism  Hyperparathyroidism  Hypogonadism  Kelainan hepar ginjal kronis  Kegagalan  Kurang gerak minum alkohol  Kebiasaan  Pemakai obat-obatan/corticosteroid kafein  Kelebihan  Merokok Penyebab terjadinya osteoporosis beraneka ragam. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderitaosteoporosis . Epidemiologi. seperti berikut Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen. Sementara ini diperkirakan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 12 pria di atas usia 50 tahun di seluruh dunia mengidap osteoporosis.

yang disebabkan oleh keadaan medis atau obat-obatan. maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk. anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. pinggul Rasio jenis kelamin (W:P) 6:1 Hilangnya tulang Derajat hilang tulang Terutama trabekuler Dengan percepatan Vertebral (crush) Letak fraktur radius (distal) Penyebab utama faktor yang berhubungan dengan menopause Gejala osteoporosis. biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid. Jika disentuh. Jika beberapa tulang belakang hancur. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung. Perbedaan osteoporosis tipe pascamenepouse dan senilis Tipe pascamenepouse Usia terjadi 51-75 tahun Tipe senilis > 70 tahun 2:1 Trabekuler dan kortikal Tanpa percepatan dan Vertebral wedge) (femur) Faktor berhubungan proses menua yang dengan dan (multiple. tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit. Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder. Beberapa penderita tidak memiliki gejala. daerah tersebut akan terasa sakit. Tabel 1. . Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan. dan paratiroid) dan obat-obatan (kortikosteroid. adrenal.barbiturat. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager). Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur. kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis). sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun.postmenopausal. wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.

terutama yang menderita osteoporosis. Selain itu.5 Nilai T pada BMD . -2.Tulang lainnya bisa patah. Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri. Semua wanita.  penderita  penderita Berdasarkan densitas massa tulang (pemeriksaan massa tulang dengan menggunakan alat densitometri). diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala. terdapat matrik konstan remodeling tulang hingga 10% dari seluruh massa tulang mungkin mengalami remodeling pada saat titik waktu tertentu. setelah tulang baru disetorkan oleh sel osteoblas. WHO membuat kriteria sebagai berikut : Normal Osteopenia Osteoporosis : : : Nilai T pada BMD > -1 Nilai T pada BMD antara -1 dan -2. patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.5 Nilai T pada BMD < -2. meningkatakan massa tulang belakang dan tulang panggul. bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis. DXA sangat berguna untuk:  wanita yang memiliki risiko tinggi menderita osteoporosis yang diagnosisnya belum pasti yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat. yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan. Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lain yang bisa menyebabkan osteoporosis. yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Tulang diresorpsi oleh sel osteoklas (yang diturunkan dari sumsum tulang). dan . pada penderita osteoporosis. yang disebut fraktur Colles.5 dan ditemukan fraktur Mekanism e yang mendasari Osteoporosis Berat : dalam semua kasus osteoporosis adalah ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Wanita pascamenopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat. Dalam tulang normal. Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Pada seseorang yang mengalami patah tulang. Alendronat berfungsi untuk mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pascamenopause. harus mengkonsumsi Ca (kaslium) dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.

bisa diberikan testosteron. Patah tulang karena osteoporosis harus diobati. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause. tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. minimal selama 30 menit sesudahnya. Pencegahan osteoporosi meliputi:  Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup  Melakukan olah raga dengan beban obat (untuk beberapa orang tertentu). Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi. diberikan obat pereda nyeri. Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang. alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain.  Mengkonsumsi Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif. Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (±umur 30 tahun). Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas. Supaya diserap dengan baik. tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause. Jika kadar testoren rendah. masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan. Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru. Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu. Untuk . dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik. bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring.mengurangi angka kejadian patah tulang. Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang. Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat.

walaupun hasilnya meragukan masih mudah didapat. Gambaran klinik penyakit ini. namun bersifat diagnostic adanya zona Looser pada daerah yang terderita. skan isotop tulang dan biopsy tulang. . Terlihat bahwa kadar kalsium serum normal/rendah. Patah tulang yang berbentuk fisura disebabkan oleh osteomalasia sering dijumpai terutama mengenai batas penelitian didapatkan bahwa osteomalasi mungkin merupakan penyebab fraktur leher femur (20-30)% pada wanita dan 40% pada pria. Pemeriksaan biopsy tulang merupakan pemeriksaan yang dapat mengkonfirmasikan diagnosis. Penyakit ini desebabkan oleh kekurangan vitamin D oleh berbagai sebab terutama. nyeri tekan tulang. dan obat-obatan. fosfat anorganik rendah. Hasil radiologi osteomalasia bervariasi. merupakan gambaran khas berupa fosfat serum rendah disertai konsentrasi ambang fosfat ginjal rendah.25 dihidroksi D3 rendah. 25-hidroksi D3 dan 1. meningkatnya fosfatase alkalis disertai kalsium urin yang rendah dan 25-hidroksikholekalsiferol rendah. Kelemahan terutama mengenai otot proksimal dan menyebabkan penderita sulit bangun dari kursi atau tempat tidurnya dan kadang disertai dengan abnormalitas langakah yang lebar. bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon. kadar hormon paratiroid normal. malabsorpsi. atau dengan meningkatkan produksi vitamin D dengan [enyinaran ultraviolet dan diberikan terapi berupa tablet kalsium yang mengandung vitamin Da atau kalsiferol oral per enteral 1000-1500 ui/hari. penyakit ginjal. kelemahan otot. punggung. bisfosfonat (contohnya alendronat). gastrektomi. penyakit hati kronik. sebagai berikut penderita menderita nyeri tulang. paha dan tungkai. Nyeri pada tulang belakang sering mengenai tulang dada. kekurangan sinar matahari. biokimia tulang. Osteomalasi Osteomalasi adalah penyakit tulang metabolic yang ditandai dengan terjadinya kekurangan klasifikasi matriks tulang yang normal prevalensi pada lanjut usai adalah 3.mencegah osteroporosis. Penderita osteomalasia hipofosfatemik dihubungkan dengan karsinoma prostat. radiologi.7%. dan sakit. Pemeriksaan lain yang penting meliputi. Nyeri sering memburuk jika dibarengi dengan stress. Nyeri dan jatuh berkali-kali dapat menyebabkan imobilitas. VIII. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian vitamin D yang dpat diberikan per oral atau per enternal.

X. Gambaran klinik. Osteosarcoma Osteosarcoma adalah keganasan primer kedua yang umum dari tulang belakang multiple myeloma. komplikasi neurologic atau kardiologik diperlukan pemberian terapi kalsitonin neurologic yang dapat menghambat osteoklas dengan dosis 100 ui/hati selama 6 bulan. komplikasi neurologik dan kardiologik bahkan perubahan neoplasia di daerah yang terkena.VIII dan cabang syaraf V. Gejala dan tanda penyakit paget beragam. Bila tidak terdapat keluhan tidak diperlukan terapi. Penghubung jaringan tumor ganas pada diferensiasi sel neoplastik osteoblastik dan bentuk tulang tumoral. namun sering mengeluh nyeri. fraktur. 50% kasus terjadi di sekitar lutut. Penyakit ini memiliki kecendrungan bersifat herediter. serebelum dan obstruksi aliran cairan serebrospinal yang mengakibatkan hidrosefalus internal. Epidemiologi. Penderita mungkin asimtomatik. Osteosarcoma merupakan penyakit keganasan yang dapat dijumpai pada lansia yang dikaitkan dengan patologi tulang yang mendasarinya seperti penyakit Paget. infark . Osteosarcoma menyumbang 20% dari keganasan tulang primer. Setelah itu terapi dapat disesuaikan dengan gejala yang masih ada. terkenanya syaraf II. dan penekanan medulla spinalis dan serabut syaraf lain. sacrum dan vertebrae. Diagnosis sering didapatkan berdasarkan rontgen tulang. Penyakit ini sering didapati pada lansia usia 60 tahun sekitar (2-4)%. Penyakit Paget Tulang Keadaan yang ditandai dengan adanya kombinasi antara peningkatan reabsorpsi dan deposisi tulang. Ada preferensi untuk wilayah metaphyseal tulang panjang tabung. Semua bagian tulang dapat terkena namun paling sering terjadi pada tulang tengkorak. Pemeriksaan darah biasanya ditemui nilai fosfatese alkali meningkat disertai kadar kalsium dan fosfat normal d serum. skan isotop atau biopsy tulang. tulang panjang. pelvis. deformitas tulang.VII.IX. Pengobatan dapat menggunakan terapi dengan tujuan mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. pada usia >85 tahun sekitar 10%. Pada penderita dengan nyeri hebat. Pemberian difosfonat 200 mg/kg/hari selama 4-6 minggu telah diteliti dengan hasil baik. sebagai akibatnya dapat terjadi deformitas dan fraktur tulang. Komplikasineuroligik.

kombinasi scan (CT scan. menunjukkan multinuklear osteoklas Diagnosis. para dokter dan orthopedis banyak yang terkecoh oleh tumor ini. komplikasi. dan mungkin telah terjadi selama beberapa waktu. dapat muncul sebagai pembengkakan. atau iradiasi. keras. Sel tumor sangat pleomorfik (anaplastik). Sel tumor termasuk dalam matriks osteoid. 10% di bahu. Sekitar 90% dari pasien dapat mengalami operasi ekstremitas (penyelamatan). bone scan. seperti infeksi. 15% di sekitar pinggul. dan 8% di rahang. solid.meduler. banyak mitoses atipikal. Tulang yang terkena tidak sekuat tulang normal dan mungkin fraktur dengan trauma ringan (patah tulang patologis). Osteosarcoma cenderung mempengaruhi daerah sekitar lutut di 60% kasus. beberapa raksasa." "dimakan ngengat" atau "sun-burst" penampilan pada pemeriksaan X-ray) karena tumor spikula kalsifikasi tulang memancar di sudut kanan. tidak teratur ("cemara-pohon. Jika tumor besar. PET scan. kebanyak pasien didignosiskista atau masalah pada otot sehingga langsung dianjurkan terapi fisik tanpa x-ray. Hubungan antara osteosarcoma dan fluorida telah diteliti. tidak ada hubungan yang jelas antara fluoridasi air dan kematian karena osteosarcoma. namun sebenarnya diagnosis osteosarcoma yang benar adalah dengan menggunkan x-ray. atau ujung bawah tulang paha. Sel ini menghasilkan osteoid menggambarkan trabekula tidak teratur (amorf. Sudut siku-siku ini membentuk apa yang dikenal sebagai segitiga Codman's. eosinofili/pink) dengan atau tanpa kalsifikasi sentral (hematoxylinophilic / biru. dan harus dilakukan oleh orthopedic yang berkualitas. melonggarkan prostetik. . Tumor bersifat. Beberapa kelompok peneliti sedang menyelidiki kanker sel induk dan potensinya menyebabkan tumor. terdapat osteoid (pembentukan tulang) dalam tumor. Bioptis tulang merupakan satu-satunya cara yang dapat menetukan kepastian dari tumor ini jinak atau ganas. atau pengangkatan tumor lokal dapat menyebabkan operasi lebih lanjut (amputasi). Patofiologis. Penyebab osteosarcoma tidak dikenal. granular) tulang tumor. Banyak pasien mengeluhkan sakit pada malam hari. Mikroskopis: Fitur karakteristik osteosarcoma. pada jaringan sekitar tumor. dapat mempengaruhi ujung atas tibia atau humerus. Osteosarcomas mungkin raksasa. Kemungkinan tumor terlokalisasi pada akhir tulang panjang. MRI) dan biopsi bedah. sel-sel tulang rawan sel atau sel fibroblast).Tergantung pada fitur yang hadir tumor sel (apakah mereka menyerupai sel-sel tulang.

Ifosfamid dapat digunakan sebagai pengobatan jika tingkat nekrosis rendah. Pengobatan yang dapt dilakukan saat ini adalah dengan menggunakan kemoterapi neoadjuvant (kemoterapi diberikan sebelum operasi) diikuti oleh reseksi bedah.  Tahap IIb Pemeriksaan. dan intervensi non-farmakologis kurang dimanfaatkan oleh praktisi kesehatan. Pasien dengan osteosarcoma harus ditangani oleh onkologi medis dan onkologi ortopedi berpengalaman. Terapi standar adalah kombinasi anggota badan-sisa bedah ortopedi jika mungkin (atau amputasi dalam beberapa kasus) dan kombinasi metotreksat dosis tinggi dengan penyelamatan leucovorin. Masalah tidur pada lansia sering keliru dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Persentase sel tumor nekrosis (kematian sel) dilihat setelah operasi memberikan prognosis dan memungkinkan oncologist tahu apakah rezim kemoterapi harus diubah setelah operasi. dan derajat necrosis. Terlepas dari kenyataan bahwa lebih dari 50% dari usia lanjut dengan insomnia. XI. etoposid. dengan metastasis paru-paru bergantung pada respectability tumor primer dan nodul paru-paru. Pengobatan. derajat nekrosis tumor primer. Rotationplaasty. dengan keseluruhan persentasi sebesar 30%. muramyl tri-peptite (MTP). Insomnia Insomnia adalah masalah umum dalam akhir kehidupan . ukuran. Epogen. adalah tidur kurang atau tak-menyegarkan meskipun waktu untuk tidur cukup. biasanya tak-dikelola. ifosfamid dengan mesna. yaitu  Tahap I Osteosarcoma parosteal yang jarang atau rendah dengan reseksi luas >90%. . sementara obat-obatan seperti kytril dan zofran membantu menghilanglan mual dan muntah. adriamisin. Keberhasilan kemoterapi osteosarcoma. BCD. Neulasta membantu menambah jumlah sel darah putih dan jumlah neutrofil. gangguan tidur paling umum. Insomnia. cisplatin intra-arteri. merupakan teknik bedah lain yang dapat digunakan. Cairan diberikan untuk hidrasi. sangat bervariasi tergantung pada tingkat nekrosis individu. massa.Pemeriksaan dibagi menjadi tiga kelompok. Neupogen. dan transfusi darah dapat membantu dari anemia.  Tahap III Presentasi awal tahap ke III. bergantung pada lokasi tumor.

perilaku. dan irama harian kantuk dan kewaspadaan. obat-obatan.Fisiologis. jatuh. Kebanyakan obat tradisional yang untuk mengobati insomnia dihubungkan dengan efek samping yang mengkhawatirkan pada penduduk usia lanjut. Insomnia akut: (penyakit medis akut. jet lag. yaitu: sementara (tidak lebih dari beberapa malam). dan lingkungan dan berbagai obat-obatan. dan stresor psikososial akut atau berulang). Faktor-faktor ini dapat menyumbang kemerosotan pada kualitas tidur dan tidur total kurang. akut (kurang dari 3-4 minggu). Perubahan fisiologis alami pada irama sirkadian mempengaruhi banyak usia lanjut untuk pergi tidur lebih awal dan bangun lebih awal. dan penyakit medis kronis menyumbangkan insomnia pada usia lanjut. usia lanjut juga merasakan lebih sulit untuk tetap terjaga di siang hari. Pada usia lanjut. atau campuran) . dan kronis (lebih dari 3-4 minggu). SIGNIFIKANSI KLINIS Perubahan fisiologis atas penuaan. perubahan pada lingkungan tidur. waktu yang dihabiskan di tempat tidur terjaga setelah selesai. kuantitas total tidur (rata-rata 8 jam tidur setiap 24 jam). dan kinerja fungsional terganggu. rumah sakitan. hal ini menunjukkan bahwa usia lanjut lebih mengantuk daripada populasi muda. Disamping itu. Gangguan irama sirkadian:   Sindrom fase tidur lanjut Sindrom fase tidur terlambat Apnea tidur (obstruktif. lamanya tidur REM cenderung lebih diawetkan. Dua faktor utama mengendalikan kebutuhan fisiologis untuk tidur yaitu. Dibawah ini akan disebutkan beberapa hal yang menyebabkan imsomnia penyebab insomnia kronis: 1. Gangguan tidur pada usia lanjut dihubungkan dengan penurunan memori. PENYEBAB Insomnia dapat diklasifikasikan menjadi 3. Skala tidur berubah secara signifikan pada individu usia lanjut sehat. Hal tersebut menyumbangkan peningkatan risiko kecelakaan. tetapi latensi tidur secara signifikan menurun. Insomnia kronis atau jangka panjang dapat dikaitkan dengan berbagai dasar kondisi medis. pusat. dan kelelahan kronis. Tindakan tidur pada lanjut usia harus dipertimbangkan sebagai terapi dini pertama. konsentrasi terganggu. meskipun peningkatan lamanya relatif kecil dibandingkan dengan peningkatan yang substansial dalam frekuensi tidur. kondisi lingkungan. Insomnia sementara atau akut biasanya terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat gangguan tidur dan sering berhubungan dengan penyebab yang dapat diidentifikasi.

fenilpropanolamin. suhu ekstrim. kafein. angina malam hari. penyakit tukak lambung. nikotin. penggunaan tempat tidur dini. penyakit Alzheimer. 5. dan gangguan kinerja dalam uji psikomotorik. Sistem saraf pusat: strok. Lingkungan: suara. 4. fenitoin. dan khawatir tentang masalah kesehatan. gangguan kejang Psikiatri penyakit: kecemasan. rinitis alergi (sumbatan hidung) Gastrointestinal: penyakit refluks gastroesofageal. Pengobatan: Stimulan sistem saraf pusat: sympathomimetics. amfetamin. cemas. cahaya dan gangguan lainnya. dan ngantuk di siang hari yang berlebihan. bangun awal pagi. pruritus ani Kemih: kencing malam dan retensi. depresi. penurunan kognitif. menggunakan tempat tidur untuk aktivitas lain (misalnya. Gangguan tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko jatuh. kematian. kerja. inkontinensia. dan gaya hidup bermalasan. kurang olahraga. kondisi menyakitkan lainnya. penderita insomnia menjadi lebih tegang. Paru: penyakit paru obstruktif kronik.- Sindrom tungkai resah Gangguan gerak ekstremitas periodik (mioklonus malam) REM. Perilaku: tidur siang. Kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan penurunan memori dan konsentrasi. efedrin. delirium Pruritus Henti haid (semburat panas) 3. gangguan perilaku 2. Masalah tidur mungkin memiliki dampak negatif pada kualitas hidup yang terkait kesehatan dengan peningkatan risiko kecelakaan. Jantung pembuluh darah: gagal jantung. penyakit Parkinson. Sebagaimana pendekatan waktu tidur. tempat tidur tak nyaman. DAMPAK GANGGUAN TIDUR Gejala khas gangguan tidur pada usia lanjut termasuk kesulitan mempertahankan tidur. . dan kelelahan kronis. membaca dan menonton televisi). Penyakit Fisik: Nyeri: artritis. psikosis. dan tingkat kematian lebih tinggi. demensia. dan kurangnya pajanan sinar matahari. makan berat. sesak napas malam hari. antidepresan. sembelit. dan mudah tersinggung. cemas. Secara fisik dan mental penderita insomnia bisa menjadi kecapaian. pengosongan kandung kemih tidak lengkap. rasa tak enak. nyeri muskuloskeletal. dan pribadi. diare.

Pengobatan  Rujuk ke spesialis tidur jika perlu Dalam mengambil riwayat medis dan pengobatan umum.Pastikan bahwa pasien insomnia . olahraga. pola.Periksa riwayat keluarga gangguan tidur . dan penyalahgunaan zat harus dinilai pada semua pasien yang . dan deskripsi lamanya dan kuantitas tidur setiap hari.Identifikasi gejala (awitan. dokter harus mengidentifikasi kondisi dan obat-obatan yang diketahui terkait dengan tidur terganggu.Tinjau buku harian tidur 1 sampai 2-minggu  Wawancara mitra tidur . Hal ini sering berguna untuk memiliki pasien yang buku catatan harian tidur lengkap 1 minggu 1 atau 2-minggu. Efek perancu potensial dari obat. olahraga. Langkah berikutnya adalah untuk menentukan gangguan tidur yang dominan. jumlah terbangun.PENDEKATAN INSOMNIA Langkah pertama dalam mengevaluasi masalah tidur pada usia lanjut yaitu.Evaluasi pola tidur / terjaga 24-jam . lamanya. dan waktu. tempo dan kuantitas makanan.Pemeriksaan fisik menyeluruh . Ketika mempertimbangkan pola tidur pasien akan sangat membantu untuk berpikir tentang kualitas. Hal ini sering berguna untuk memiliki pasien yang buku catatan harian tidur lengkap 1 minggu 1 atau 2-minggu. Pendekatan ke Pasien Usia Lanjut dengan Insomnia  Riwayat tidur: . dan deskripsi lamanya dan kuantitas tidur setiap hari. lamanya.Identifikasi penyebab  Gangguan tidur primer . obat-obatan (resep dan obat bebas). waktu terbangun.Perilaku . tempo dan kuantitas makanan. dan keparahan) . penggunaan alkohol. waktu terbangun.Penyakit medis . obatobatan (resep dan obat bebas).Penyakit kejiwaan . penggunaan alkohol. Catatan ini harus menunjukkan tidur biasanya pasien. alkohol.Pengobatan  Evaluasi dampak pribadi dan sosial dari gangguan tidur: .Lingkungan . Catatan ini harus menunjukkan tidur biasanya pasien.Penyelidikan laboratorium yang tepat . menetapkan bahwa orang tersebut benar-benar telah insomnia.

pengelolaan yang optimal dari insomnia dapat meningkatkan produktivitas pasien dan kognitif. Intervensi non-farmakologis "higiene tidur" yang menargetkan sumber masalahnya masih dapat diimplementasikan pertama dalam situasi ini. penyelidikan laboratorium termasuk fungsi tiroid. Pengobatan yang dapat dilakukan anatara lain: a. panel kimia serum. dan harus dilanjutkan bahkan ketika obat diperlukan. penyelidikan laboratorium termasuk fungsi tiroid. dan gangguan kualitas hidup. Intervensi fisiologis seperti berjalan siang hari dengan pajanan waktu siang hari berjangka yang benar berguna untuk insomnia. harus dimulai dengan proses pengobatan penyakit utama. Evaluasi lebih lanjut harus mencakup kondisi mental rinci dan pemeriksaan kejiwaan. . termasuk risiko depresi. akan sangat membantu untuk menetapkan ekspektasi yang wajar dan menjelaskan bagaimana kecemasan berpartisipasi dalam lingkaran setan yang memperparah dan mempertahankan kondisi tersebut. Pengelolaan insomnia yang sekunder terhadap kesakitan medis. cacat. Merujuk pasien ke spesialis tidur untuk evaluasi mungkin diperlukan. panel kimia serum. Non Farmakologis Insomnia biasanya tak terobati. studi jantung-paru jika diindikasikan. Kendali suhu yang tepat. seperti nyeri atau sesak napas. dan penilaian lingkungan tidur. Merujuk pasien ke spesialis tidur untuk evaluasi mungkin diperlukan. pasien mungkin hanya perlu meyakinkan bahwa gejala tidak patologis atau merusak. dan penurunan penggunaan perawatan kesehatan dan risiko kecelakaan. Selanjutnya. Dalam konseling insomniak. dan intervensi non farmakologis kurang dimanfaatkan oleh praktisi perawatan kesehatan. PENGOBATAN Tujuan terapi adalah untuk mengurangi morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien dan keluarga. dan lingkungan tidur gelap juga dapat menyebabkan peningkatan dramatis dalam kualitas tidur.menyajikan dengan masalah tidur. Jika minimal atau tidak ada gangguan dalam fungsi siang hari yang dilaporkan. studi jantung-paru jika diindikasikan. valuasi lebih lanjut harus mencakup kondisi mental rinci dan pemeriksaan kejiwaan. Insomnia bertepatan dengan pemasukan obat baru harus dikaitkan dengan obat tersebut yang sampai dibuktikan lain. dan penilaian lingkungan tidur. ventilasi yang memadai. Perawatan yang tepat insomnia memiliki potensi membalik morbiditas terkait insomnia. Penyesuaian dosis dan waktu pemberian obat juga dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas tidur.

praktek yang tidak membutuhkan dosis malam tetapi pemakaian obat dalam menanggapi terjadinya gejala. Pemakaian yang tepat adalah akut. Hasil farmakologis yang diharapkan meliputi peningkatan pengawitan tidur. Perjanjian harus dicapai pertama selama pengobatan dengan obat. sedikit dosis obat yang diperlukan. BZD sering menimbulkan efek mabuk. Pengobatan dengan waktu-paruh eliminasi lebih pendek secara umum lebih dipilih untuk meminimalkan sedasi di siang hari. Insomnia pantulan dapat terjadi dalam 1 atau 2 minggu penggunaan. dan penghentian obat bertahap untuk mengurangi insomnia pantulan. dan ditandai dengan perburukan tidur relatif terhadap garisdasar. penggunaan dosis berselang (2 sampai 4 kali seminggu). Benzodiazepines Benzodiazepin (BZD) memperbaiki insomnia dengan mengurangi tidur REM. peresepan obat jangka-pendek (penggunakan teratur untuk tidak lebih dari 3 sampai 4 minggu). dan peningkatan fungsi hari berikutnya. BZD pada awalnya sangat efektif dalam mendorong dan memperpanjang tidur. Farmakologis Lima prinsip dasar yang menjadi ciri farmakoterapi rasional untuk insomnia. patah tulang pinggul. Dengan pendekatan ini ada kurang potensial untuk penyalahgunaan karena lebih sedikit dosis obat yang diperlukan. sedasi di siang hari. dan kecelakaan mobil. BZD juga berkaitan dengan kecanduan. namun toleransi berkembang pesat pada pemakaian ulangan. Penyerapan BZD tidak terpengaruh oleh penuaan. Namun. penggunaan jangka-pendek (tidak lebih dari 2-3 minggu) dalam kombinasi dengan terapi perilaku. menurunkan latensi tidur. namun penurunan massa otot. Pemilihan obat harus didasarkan pada adanya dan keparahan gejala siang hari. biasanya beberapa hari. Namun. Toleransi terhadap efek hipnotik BZD merupakan isu penting. dan menurunkan terbangun malam hari.b. jatuh pusing. penurunan protein plasma. Kecelakaan lebih sering terjadi dengan bahan-bahan paruh-waktu lama atau pada pasien dengan . dan peningkatan lemak tubuh yang terlihat pada usia lanjut mengakibatkan peningkatan konsentrasi obat tak-terikat dan peningkatan waktu paruh eliminasi obat. penggunaan dosis efektif terendah. BZD kerja-panjang dengan demikian sebaiknya dihindari. terutama dampak pada fungsi siang hari dan pada kualitas hidup pasien. karena itu mungkin sulit untuk menghentikan pengobatan setelah penggunaan jangka-panjang. Bahkan BZD kerja-pendek dapat mengganggu kinerja psikomotor dan memori hari berikutnya. banyak pasien dapat memperoleh manfaat dari penggunaan jangka-panjang. c. praktek yang tidak membutuhkan dosis malam tetapi pemakaian obat dalam menanggapi terjadinya gejala. banyak pasien dapat memperoleh manfaat dari penggunaan jangka-panjang. pemeliharaan tidur tanpa efek mabuk.

gangguan tidur karena penggunaan jangka panjang. insomnia terinduksi penghambat monoamin oksidase. Temazepam. memiliki waktu paruh 8 sampai 25 jam. Kebenaran kemanjuran terapi obat ini pada penderita insomnia tak depresi masih belum diketahui. Antidepresan Trazodon. Diabetes Melitus pada Lansia Tubuh tak mampu memanfaatkan glukosa darah karena gangguan pada fungsi pankreas sehingga terjadi defisiensi insulin Jenis : a. Trazodone adalah antidepresan non trisiklik dengan sifat menenangkan yang sering digunakan dalam dosis rendah sebagai hipnosis. digunakan dalam insomnia pemeliharaan tidur. Tipe I . Data yang disajikan oleh Walsh dan Schweitzer menunjukkan bahwa trazodon digunakan untuk insomnia lebih sering daripada obat resep lainnya. d.Perlu insulin eksogen (defisien insulin absolut) b. XII.Diabetes tergantung insulin .Kelainan genetik . BZD yang biasa digunakan. Trazodon adalah salah satu obat antidepresi paling menenangkan dan telah dilaporkan meningkatan TGL.Terapi dengan mengatur diet Gejala Klasik DM Hiperglikemia (gula darah tinggi) Glukosuria (gula dalam air seni) Poliuria (banyak buang air kecil) Polifagia (banyak makan) Polidipsia (banyak minum) Ketoasidosis . dan dapat diberikan dalam dosis 15 sampai 30 mg pada malam hari. Bukti awal menunjukkan bahwa dosis rendah trazodon dapat menguntungkan pada pasien dengan insomnia terinduksi psikotropika.Diabetes tidak tergantung insulin . Obat ini sering digunakan untuk mengobati pasien depresi dengan insomnia yang signifikan. atau kontraindikasi untuk BZD. Tipe II .insulin resistance (defisien relatif) .

seperti yang dikatakan Ical. Seperti kembali ke masa kanak-kanak. Gagal jantung . kognitif.” ujar Edy lagi. Penanganan IU akut pada usia lanjut berbeda tergantung kondisi yang dialami pasien. sosial. Misalnya gangguan metabolik. Prevalensinya. dan psikologis akibat regenerasi sel yang menurun. yang harus terus dipantau.6 persen dam laki-laki 44. Orang tua. Edy Rizal Wahyudi. namun ada konsekuensi penurunan fungsi tubuh pada lansia. “Secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan masalah medis. menurut data RSCM. IU akut juga bisa terjadi karena produksi urin berlebih karena berbagai sebab. adalah salah satu upaya untuk meminimalkan ketergantungan lansia pada orang sekitarnya. akan mengalami perubahan baik fisik. Padahal. dan ekonomi. efek obat-obatan. berbau. produksi urin meningkat atau adanya gangguan kemampuan/keinginan ke toilet.4 persen. lansia kerap mengalami keluhan mengompol atau inkontenensia urin (IU). IU selalu dapat ditangani hingga tetap membuat pasien nyaman. seperti diabetes melitus. yaitu 55. IU Akut. Hasil survey Poliklinik Geriatri tahun 2006 menempatkan perempuan menduduki porsi lebih besar. sosial. Karena itu. Sebab lain adalah asupan cairan yang berlebihan yang bisa diatasi dengan mengurangi asupan cairan yang bersifat diuretika seperti kafein. ada penanganan yang tepat hingga pasien dapat hidup lebih nyaman dan meminimalkan biaya perawatan kesehatan Meski proses menua dianggap sebuah kewajaran.” ujar Dr. dan meminimalkan biaya. terdapat pada hampir 60 persen pasien di panti rawat usia lanjut. Inkontinensia Urin Inkontinensia Urin kerap dianggap hal normal dalam penuaan dan tidak bisa diatasi. dan lain sebagainya. memudahkan pramurawat. “Jika tidak. Perubahan segala sisi itu akan menyebabkan ketergantungan lansia pada keluarga atau orang terdekat mereka. IU harus dapat dideteksi dan disembuhkan. 25-30 persen pasien yang baru pulang dari perawatan penyakit akut. SpPD. atau tingkat hormon yang berkurang. Pemeliharaan kesehatan. psikologis. Lingkungan menjadi kotor. meningkatkan risiko jatuh. dapat berdampak serius bagi lansia tersebut maupun orang sekitarnya. IU yang kedengarannya sepele.XIII. Penyebab IU akut antara lain terkait dengan gangguan di saluran kemih bagian bawah.

Gangguan kemampuan ke toilet bisa disebabkan oleh penyakit kronik. Sindroma Delirium Akut Sindrom dilirium akut (acut confusional state/ACS) adalah sindrom mental organik yang ditandai denmgan gangguan kesadaran dan atensi serta perubahan kognitif atau gangguan persepsi yang timbul dalam jangka pendek dan berfluktusi. mengompol juga ada yang bersifat menetap dan tidak terkait dengan penyakit akut. pemeriksaan fisik lengkap dan penunjang lainnya yang bertujuan mengidentifikasi penyebab inkontinensia yang bersifat sementara. Apabila penyebabnya adalah masalah psikologis.kongestif juga bisa menjadi faktor penyebab produksi urin meningkat dan harus dilakukan terapi medis yang sesuai. atau gangguan mobilitas. maka hal itu harus disingkirkan dengan terapi nonfarmakologik atau farmakologik yang tepat. tertawa. Sedangkan urgensi adalah keluarnya urin akibat ketidakmampuan menunda berkemih tatkala timbul sensasi keinginan untuk berkemih. Overflow adalah keluarnya urin akibat kekuatan mekanik pada kandung kemih yang overdidtensi atau factor lain yang berfek pada retensi urin dan fungsi sfingter. pasien harus menjalani evaluasi lanjutan yang lebih kompleks. Berdasarkan evaluasi dasar tersebut akan ditegakkan diagnosis presumtif dan diberikan terapi percobaan. DIAGNOSIS  Kriteriua diagnosis menurut Diagnostic and Ststistic Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR) meliputi gangguan kesadaran yang disertai penurunan kemampuan . trauma. dan gangguan fungsional adalah faktor penyebabnya. dan lain-lain. Selanjutnya dilakukan evaluasi dasar dengan pengkajian paripurna. stress. Ada atau tidak ada keluhan yang dilaporkan oleh pasien dan keluarganya. dengan anamnesis yang teliti. deteksi atau identifikasi harus dilakukan melalui observasi langsung atau menanyakan pertanyaan-pertanyaan penapisan IU. Untuk mengatasinya penderita harus diupayakan ke toilet secara teratur atau menggunakan substitusi toilet. “Jika diagnosis presumtif tidak dapat dibuat atau terapi percobaan tidak efektif. disebut IU persisten. seperti batuk. IU Persisten. Tipe stress didefinisikan sebagai keluarnya urin involunter tatkala terdapat peningkatan tekanan intraabdomen. urgensi. olahraga. overflow. XIV.

gagal jantung kongensif). penggunaan pengikat. . intoksikasi (lakohol.infeksi saluran kemih).Hindari sebisa mungkin pengikatan tubuh untuk mencegah imobilisasi.Jika khawatir aspirasi dapat dipasang pipa naso-gastrik . hipo atatu hiperglikemia. kehilangan darah akut. infrak miokard akut. dan retensi urin  Faktor risiko: riwayat gangguan kognitif. perubahan koghnitif (gangguan daya ingat. penurunan cardiac output (dehidrasi. pasang infus dan monitor Segera dapatkan haisl pemeriksaan penunjang untuk memandu langkah selanjutnya.gunakan dosis terewndah obat neuropatik dan atau benzodiazepin dan monitor status neurologisnya. berusia lebih dari 80 tahun.azotemia).Awsi kemungkinan imobilisasi (lihat topik imobilisasi) .infeksi (sepsis.hiperkarbia. gangguan tersebut timbul dalam jangka pendek (jam atau hari) dan cenderung berfluktuasi sepanjang hari.  Harus dicari faktor pencetus dan faktor risikonya  Pencetus yang sering: gangguan metabolik (hipoksia. atau gangguan bahasa) atau titimbulnya gangguan persepsi yang bukan akibat demensia.untuk memusatkan. TERAPI . disorientasi.pertimbangkan penggunaan antipsikotik atipikal.pneumonia. efek samping. hiponatremia.atau pemeriksaan penunjang bahwa gangguan tersebut disebabkan kondisi medis umum maupun akibat intoksikasi.Berikan oksigen. Jika memang diperluka. obat – obatan (terutama antikolinergik). . hipo atau hipertermia. . penambahan 3 atau lebih obat. . strok (koteks kecil). atau menghilangkan perhatian. mempertahankan.dll). mengalami frktur saat masuk perawatan.malnutrisi.Kaji status hidrasi secara berkala. serta terdapat bukti dari anamnesis. jenis kelamin pria.mendapat obat antipsikotik atau analgesik narkotik. dan pengguanaan kateter urin. impaksi fekal.Karteter urin dipasang terutama jika terdapat ulkus dekubitus disertai inkontensia urin. Kaji ulang pembatasan penggunaan obat tidur secepatnya.pemeriksaan fisik. infeksi yang simtomatik. atau putus obat/zat. . tujuan utama terapi adalah mengatasi faktor pencetus. lesi sistem familiar.

bukan penyakit. sulit . Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) berdasarkan National Health Interview Survey tahun 1991. wanita. keluarga dan tenaga kesehatan harus berupaya sesring mungkin mengingatkan pasien mengenai hari dan tanggal. Padahal. jika kondisi klinis sudah memungkinkan pakai alat Bantu denganr atau kacamata yang biasa digunakan oleh pasien sebelumnya. dan orang usia di atas 65 tahun.5 juta kali per tahun dan menghabiskan dana sekitar 725 juta dollar AS untuk obatobatan pencahar. Pedoman untuk menentukan seseorang menderita konstipasi adalah buang air besar kurang dari dua kali seminggu.Ruang tempat pasien harus berpenerangan cukup. AS. ada yang dua kali seminggu. emboli paru. hipotensi sampai renjatan. Di sisi lain orang usia lanjut sering terpancang dengan kebiasaan buang air besar sejak masa kanak-kanak dan masa muda. Konstipasi didefinisikan sebagai frekuensi buang air besar kurang dari normal dengan waktu yang lama serta kesulitan dan rasa sakit dalam mengeluarkan tinja.. orang usia lanjut tidak perlu terlalu khawatir. Konstipasi memang lebih banyak dialami usia lanjut dibanding usia muda. Hal ini menyebabkan kunjungan ke dokter sebanyak 2. konstipasi adalah suatu gejala. trombosis vena dalam. seiring pertambahan usia. fungsi tubuh bisa menurun. belum ada batasan mengenai periode normal dari buang air besar. Namun. sepsis XV. terapat jam dan kalender yang besar dan jika memungkinkan diletakkan barang – barang yang familiar bagi pasien dari rumah. hindari stimulus berlebihan. sekitar 4. KOMPLIKASI Fraktur.5 juta penduduk Amerika mengeluh menderita konstipasi terutama anak-anak. Konstipasi Mengatasi Konstipasi pada Usia Lanjut. Sekitar 80% manusia pernah menderita konstipasi dalam hidupnya dan konstipasi berlangsung singkat adalah normal. Menurut situs National Institute on Aging. evaluasi strategi orientasi realitas. motivasi untuk berintraksisesering mungkin dengan keluarga dan tenaga kesehatan. bveritahu kepada pasien bahwa dirinya sedang bingung dan disorientasi namun kondisi tersebut dapat membaik. Ada orang yang buang air besar dua–tiga kali sehari.

Menurut Kris. Jika tak ada gejala itu. Pemeriksaan dimulai pada rongga mulut meliputi gigi geligi. Pengukuran aktivitas motorik usus besar pada penderita konstipasi dengan elektrofisiologik menunjukkan pengurangan respons motorik usus besar akibat degenerasi jaringan saraf otonom di selaput lendir usus. Perabaan lebih dalam . bukan konstipasi. Perabaan permukaan perut untuk menilai kekuatan otot perut. kurang minum. sering menunda buang air besar. peregangan atau tonjolan. Poros usus akan mengeluarkan isinya dengan bantuan kontraksi otot dinding perut. Pemeriksaan Pemeriksaan fisik pada konstipasi sebagian besar tidak mendapatkan kelainan yang jelas. koordinasi sistem refleks. Selain itu. adanya luka pada selaput lendir mulut dan tumor yang dapat mengganggu rasa pengecap dan proses menelan. ada rasa nyeri serta masalah lain seperti tinja disertai darah.mengeluarkan tinja. papar Kris. dari kurang gerak. Daerah perut diperiksa apakah ada pembesaran perut. persarafan sentral dan perifer. efek samping obat-obatan tertentu sampai adanya gangguan seperti usus terbelit. Namun demikian. terutama pada wanita. Proses buang air besar dimulai dari gerakan peristaltik usus besar yang mengantarkan tinja ke rektum (poros usus) untuk dikeluarkan. usus tersumbat sampai kanker usus besar. kesadaran yang baik dan kemampuan fisik untuk mencapai tempat buang air besar. Karena banyaknya mekanisme yang terlibat. Tinja masuk dan meregangkan pipa poros usus diikuti relaksasi otot lingkar dubur dan kontraksi otot dasar panggul. kurang serat. ada kecenderungan menurunnya tegangan jaringan otot lingkar dubur dan kekuatan otot polos berkaitan dengan usia. defekasi atau buang air besar seperti halnya berkemih adalah suatu proses fisiologik yang melibatkan kerja otot polos dan serat lintang. konstipasi menjadi sulit didiagnosis dan dikelola/diobati. Penyebab Ada sejumlah sebab yang mendasari konstipasi. Ditemukan pula pengurangan rangsang saraf pada otot polos sirkuler yang menyebabkan memanjangnya waktu gerakan usus. pemeriksaan fisik yang teliti dan menyeluruh diperlukan untuk menemukan kelainan yang berpotensi mempengaruhi fungsi usus besar. kebiasaan menggunakan obat pencahar.

wasir. Kuman lebih tahan terhadap asam (BTA/Basal Tahan Asam) dan lebih tahan lagi terhadap gangguan kimia dan fisik.2000) ETIOLOGI TBC disebabkan oleh kuman TBC yaitu Mycobakterium tuberculosis yang berukuran 0. elektrolit. gejala flu. Colok dubur memberi informasi tentang tegangan otot.dapat mengetahui massa tinja di usus besar. mudah mati bila terkena sinar matahari. tidak dapat terlihat oleh mata telanjang. anemia akibat keluarnya darah dari dubur. juga kemungkinan tumor di dubur yang bisa mengganggu proses buang air besar. tahan hidup pada kamar yang lembab. cairan dalam rongga perut atau adanya massa tinja. Pemeriksaan laboratorium dikaitkan dengan upaya mendeteksi faktor risiko konstipasi seperti gula darah. Ada beberapa factor yang mempengaruhi dapat terjadinya infeksi TBC. 473:2001). (Mansjoer. nyeri dada dan batuk darah. kadar hormon tiroid. Arief. pembesaran organ. (Mansjoer. pada penderita akan mengalami kekambuhan. hernia. Arief. TBC adalah penyakit TB paru atau disebut penyakit batuk darah yang disebabkan oleh kuman TBC yaitu “Mycobakterium Tuberculosis” (Depkes. 459:2001). Sifat kuman ini adalah aerob yaitu lebih menyenangi hidup pada jaringan yang tinggi kadar oksigen dan juga bersifat dormant didalam sel yaitu basil tidak aktif tetapi bila keluar dari sel maka basil akan berkembang biak. adanya timbunan tinja. adanya tumor atau pelebaran batang nadi.3 X 2-4 cm. TBC adalah penyakit akibat infeksi kuman “Mycobakterium Tuberculosis Sistem” sehingga dapat mengenai semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak diparu yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Sedang pemeriksaan dubur untuk mengetahui adanya wasir. dan tumor. mati pada air mendidih. demam derajad rendah. dubur. Pemeriksaan dengan stetoskop digunakan untuk mendengarkan suara gerakan usus besar serta mengetahui adanya sumbatan usus. atau adanya darah. fissura (retakan) atau fistula (hubungan abnormal pada saluran cerna). dapat berkembangbiak dalam sel (intra sel maupun diluar sel/ekstra sel). XVI. Yaitu keganasan basil . Anoskopi dianjurkan untuk menemukan hubungan abnormal pada saluran cerna. TUBERCULOSIS PARU Tuberculosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobakterium Tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi. diantaranya adalah batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa sputum. malaise. tukak. Pada pemeriksaan ketuk dicari pengumpulan gas berlebihan.

TANDA DAN GEJALA a. usia. Kemudian leukosit dari tubuh memakan bakteri tersebut. Demam Bersifat subfebris menyerupai demam influenza. dan bila pecah dapat mengakibatkan kematian.TBC. saluran cerna. karena saluran nafas tersumbat oleh bekuan darah. c. Keadaan yang lanjut adalah berupa batuk darah terjadi kavitas. Bila kavitas tersebut lama-lama diliputi oleh anyaman pembuluh bakteri. dan luka terbuka pada kulit. Mula-mula basil TBC yang dapat terbang dari penderita yang sedang berbicara. Tetapi Kebanyakan infeksi TBC melalui pintu saluran pernafasan. Dalam perjalanan penyakit yang lebih lanjut. Jumlah basil yang cukup banyak. tetapi data juga terjadi pada ulkus dinding bronkus. PATOFISIOLOGI Ada tiga pintu masuk Mikroorganismre Mycobakterium Tuberkulosis yaitu saluran pernafasan. b. tetapi bakteri tersebut tidak mati dan infeksi menyebar melalui saluran getah bening. TBC post Primer kerusakan jaringan lebih cepat. Fokus infeksi jaringan paru yang disebut kavitas.tetapi kadang panas badan dapat mencapai 40-41 C. daya tahan tubuh yang menurun yang disebabkan oleh beberapa factor yaitu keturunan. sifat batuk dimulai dari kering (non – produktif ) kemudian setelah timbul peradangan menjadi produktif (menghasilkan sputum). Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pasien dan berat ringannya infeksi kuman Tuberculosis yang masuk. Sesak nafas . bersin atau bernmyanyi terhisap oleh orang lain. sebagian besar penderita TB paru primer (90%) akan sembuh sendiri dari 10% akan mengalami penyebaran eksogen yaitu karena infeksi baru dari luar dan proses ini disebut TBC Paru Post Primer. dan terbentuklah suatu infeksi Tuberkulosis primer yaitu suatu peradangan yang terjadi sebelum tubuh mempunyai kekebalan spesifik terhadap basil mycobakteriun tuberculosa. adanya sumber penularan. nutrisi yang kurang dan penyakit diabetes mellitus. karena sudah ada kekebalan terhadap infeksi basilTBC. Kemudian basil – basil tersebut langsung masuk melalui jalan nafas dan menempel ada permukaan alveolar dari parenkim pada bagian bawah lobus atau bagian atas lobus bawah. bahkan menyebar melalui aliran limfe dan darah ke organ lain. Serangan demam pertama dapat sembuh sebentar tetapi kemudian dapat kambuh kembali. batuk / batuk darah Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Bila daya tahan tubuh melemah maka basil akan menyebar ke paru lain.

XVII. Diantara penderita-penderita asma. disertai fase inspirasi yang lebih pendek dibandingkan dengan fase ekspirasi. Tabung-tabung bronchial yang beradang kronis mungkin dapat menjadi sangat sensitif pada alergen-alergen (pemicu-pemicu spesifik) atau pengganggupengganggu/irritants (pemicu-pemicu nonspesifik). Gejala Klinis Keluhan utama penderita asma ialah sesak napas mendadak. tabung-tabung bronchial lebih mungkin membengkak dan menyempit ketika diskspose pada pemicu-pemicu seperti alergen-alergen (penyebab-penyebab alergi). Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut. Saluran-saluran dapat menjadi "gugup" dan menetap dalam suatu keadaan kepekaan (sensitivity) yang tinggi. Bagaimanapun. ASMA Asma adalah suatu peradangan kronis dari tabung bronchial (saluran udara) yang menyebabkan pembengkakkan dan penyempitan (constriction) dari saluran-saluran udara. E. Malaise Gejala malaise ditemukan berupa intake tidak adekuat. meriang. D. Ini disebut "Bronchial Hyperreactivity" (BHR). beberapa orang mungkin mempunyai BHR yang ringan dan tidak ada gejala-gejala sedangkan yang lain-lain mungkin mempunyai BHR yang berat dan gejala-gejala kronis. nyeri otot. sakit kepala.Pada penyakit bringan (baru timbul) belum dirasakan sesak nafas. Penyempitan bronchial umunya dapat dibalikkan baik secara total atau paling sedikit sebagian dengan perawatanperawatan. keringat malam. dll. Pada individu-individu yang peka (sensitif). Gejala malaise ini makin berat dan terjadi hilang timbul secara teratur ( Sarwono waspadji. dan diikuti bunyi . yang infiltrasinya sudah meliputi paru-paru. adalah jelas bahwa individu-individu yang menderita asma dan alergi (tanpa asma yang terlihat) mempunyai suatu derajat yang lebih besar dari hiperkereaktifan bronchial dari pada orang-orang yang bukan penderita asma dan alergi. Terjadi gesekan kedua pleura sewaktu pasien menarik atau melepaskan nafasnya. Akibatnya adalah kesulitan bernapas. asap rokok.2001). atau latihan. badan makin kurus. Nyeri dada Nyeri dada timbul bila infiltrasi sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. Kemungkinan besar ada suatu spektrum dari hiper kereaktifan brochial didalam semua individu-individu.

Batuk hamper selalu ada. penderita lebih menyukai posisi duduk membungkuk dengan kedua telapak tangan memegang kedua lutut. sesak napas akan diikuti dengan penurunan PaO2 dan PaCO2. yakni yang merupakan cast cell (sel cetakan) dari cabang bronkus. keluhan tersebut dapat ringan.2008) Wheezing terutama terdengar saat ekspirasi. karena peningkatan konsentrasi katekolamin dalam darah akibat respons hipoksemia. wheezing akan terdengar lebih lemah atau tidak terdengar sama sekali. Berat ringannya wheezing tergantung cepat atau lambatnya aliran udara yang keluar masuk paru.mengi (wheezing). dan penderita tampak gelisah. Bila dijumpai obstruksi ringan atau kelelahan otot pernapasan. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan sputum Pemeriksaan sputum pada penderita asma akan didapati : Kristal-kristal charcot leyden yang merupakan degranulasi dari kristal eosinopil. batuk yang disertai serangn napas yang kumat-kumatan. (Medicafarma. Hipoventilasi yang terjadi kemudian akan memperberat sesak napas. karena menyebabkan penurunan PaO2 dan pH serta meningkatkan PaCO2 darah. Posisi ini didapati juga pada pasien dengan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Netrofil dan eosinopil yang terdapat pada sputum. (Medicafarma. Tanda lain yang menyertai sesak napas adalah pernapasan cuping hidung yang sesuai dengan irama pernapasan. maka keluhan sesak akan semakin berat.2008) Pemeriksaan darah . tetapi pH normal atau sedikit naik. Selain itu. bahkan seringkali diikuti dengan dahak putih berbuih. Spiral curshmann. dirasakan makin lama makin meningkat atau tiba-tiba menjadi lebih berat. makin kental dahak. (Medicafarma. terjadi kenaikan tekanan darah dan denyut nadi sampai 110-130/menit. (Medicafarma. otot Bantu pernapasan ikut aktif. Selain itu. umumnya bersifat mukoid dengan viskositas yang tinggi dan kadang terdapat mucus plug.2008) Dalam keadaan sesak napas hebat. Pada fase permulaan. Pada beberapa penderita asma. Creole yang merupakan fragmen dari epitel bronkus. sedang atau berat dan sesak napas penderita timbul mendadak.2008) Pemeriksaan Penunjang 1. Frekuensi pernapasan terlihat meningkat (takipneu).

(Medicafarma.2008) 3. Pada pemeriksaan faktor-faktor alergi terjadi peningkatan dari Ig E pada waktu serangan dan menurun pada waktu bebas dari serangan. maka bercak-bercak di hilus akan bertambah. yakni terdapatnya RBB (Right bundle branch block). Pemeriksaan menggunakan tes tempel. maka terdapat gambaran infiltrate pada paru . .Bila disertai dengan bronkitis. yakni pada umumnya terjadi right axis deviasi dan clockwise rotation. pneumotoraks. Pada waktu serangan menunjukan gambaran hiperinflasi pada paru-paru yakni radiolusen yang bertambah dan peleburan rongga intercostalis. serta diafragma yang menurun. dan disesuaikan dengan gambaran yang terjadi pada empisema paru yaitu : . Pemeriksaan tes kulit Dilakukan untuk mencari faktor alergi dengan berbagai alergen yang dapat menimbulkan reaksi yang positif pada asma. (Medicafarma.Bila terjadi pneumonia mediastinum. Kadang pada darah terdapat peningkatan dari SGOT dan LDH. .Bila terdapat komplikasi empisema (COPD). Pemeriksaan Radiologi Gambaran radiologi pada asma pada umumnya normal. Hiponatremia dan kadar leukosit kadang-kadang di atas 15. .000/mm3 dimana menandakan terdapatnya suatu infeksi.Dapat pula menimbulkan gambaran atelektasis lokal. Akan tetapi bila terdapat komplikasi. maka kelainan yang didapat adalah sebagai berikut: . .Perubahan aksis jantung.2008) 2. maka dapat dilihat bentuk gambaran radiolusen pada paru-paru. maka gambaran radiolusen akan semakin bertambah.Terdapatnya tanda-tanda hipertropi otot jantung.2008) 4. (Medicafarma. . dan pneumoperikardium. atau asidosis. Elektrokardiografi Gambaran elektrokardiografi yang terjadi selama serangan dapat dibagi menjadi 3 bagian.Analisa gas darah pada umumnya normal akan tetapi dapat pula terjadi hipoksemia.Bila terdapat komplikasi. hiperkapnia.

Banyak penderita tanpa keluhan tetapi pemeriksaan spirometrinya menunjukkan obstruksi. Tidak adanya respon aerosol bronkodilator lebih dari 20%. yakni terdapatnya sinus tachycardia. Pemeriksaan spirometer dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilator aerosol (inhaler atau nebulizer) golongan adrenergik. dan VES atau terjadinya depresi segmen ST negative..2008) 5. SVES.Tanda-tanda hopoksemia.2008) . Spirometri Untuk menunjukkan adanya obstruksi jalan napas reversible. Pemeriksaan spirometri tidak saja penting untuk menegakkan diagnosis tetapi juga penting untuk menilai berat obstruksi dan efek pengobatan. cara yang paling cepat dan sederhana diagnosis asma adalah melihat respon pengobatan dengan bronkodilator. Peningkatan FEV1 atau FVC sebanyak lebih dari 20% menunjukkan diagnosis asma. (Medicafarma. (Medicafarma.

net 11. www. Lilaroja. Osteoporosis. 2010.com 4.wordpress. Julie K. Ika Fitri.id 5. Pendekatan. 2008.ncbi. dan Pengobatan. Subhan. 2009. Diunduh pada tanggal 14 Desember 2010 pada www. Osteoartritis.org 8. Gammack. Anonim. Empat Belas Masalah Kesehatan Utama pada Lansia. Diunduh pada tanggal 13 desember 2010 pada http://medicastore. Penduduk Lanjut Usia di Indonesia dan Masalah Kesejahteraannya.waspada. Diunduh pada tanggal 13 Desember 2010 pada id. Diunduh pada tanggal 22 November 2010 pada http://stikeskabmalang. Diunduh pada tanggal 22 November 2010 pada www. 2007. Kartika. Kesehatan Lansia diIndonesia. Diunduh pada tanggal 22 November 2010 pada teguhsubianto. Aprilianti. 5 Oktober 2010. Penyakit yang Sering Terjadi pada Lansia. Jakarta : Balai penerbit FKUI 3. wikipedia. Siburian. Kadir.id 2. K.co. Nabil S. Almisar. Anonim.org 9.com 7. 01 Desember 2010. 2009.com 6. 2006.php?isi_calcium=fisio_osteo 10. 13 November 2010.depsos.Apa itu osteosarcoma.mlm . Osteoartritis.DAFTAR PUSTAKA 1. Diunduh pada tanggal 13 Desember 2010 pada www.blogspot. Prima. Boedhi. Diunduh pada tanggal 13 Desember 2010. 2007. Anonim. Diunduh pada tanggal 04 Oktober 2010 pada www. wikipedia.go. Diunduh pada tanggal 13 Desember 2010 pada id. Buku Ajar Geriatri. Darmojo.news-medical.com/nutracare/isi_calcium. Hamid.lenterabiru. Insomnia pada Usia Lanjut :Penyebab.

http://pend-amanah-unik.html .blogspot.scribd.com/doc/12896544/Asma-Bronkial 10.com/2007/08/tuberculosis-paru. http://www.9.