LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

PERCOBAAN I ION KOMPLEKS KARBONATOTETRAMINKONALT (III)

Disusun oleh : Nama NIM Kelompok Hari/Tanggal Asisten : Zimon Pereiz : 09/285043/PA/12853 : 22 : Selasa, 27 Maret 2012 : Adhi Dwi Hatmanto

Fakultas/Prodi : MIPA/Kimia

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

2%. yang bertujuan untuk mempelajari cara pembuatan.03 gram. Pada prinsipnya pembuatan ion kompleks tersebut melibatkan proses penggantian ligan H2O dengan ligan NH3 yang diikuti dengan oksidasi atom pusat dari Co2+ menjadi Co3+. Apabila dilarutkan dalam air garam ini akan ada dalam bentuk ion kompleks [Co(H2O)6]2+ dan ion NO3-. NH4OH dan NH4CO3 dalam medium air diikuti oksodasi dengan H2O2.77. Co(NO3)2. Percobaan yang dilakukan yaitu membuat senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 serta karakterisasi hasil. . konduktometri. Pembuatan ion kompleks [Co(NH3)4CO3]+ ini dilakukan dengan mereaksikan Co(NO3)2. H2O2. kobalt. Sedangkan konduktivitas dari senyawa hasil adalah sebesar 209. dengan rendemen hasil sebesar 21.ION KOMPLEKS TETRAAMINKARBONATOKOBALT (III) ZIMON PEREIZ 09/285043/PA/12853 INTISARI Telah dilakukan percobaan Ion Kompleks Karbonatotetraaminkobalt (III). Dalam percobaan ini ion kompleks [Co(NH3)4CO3]+ dibuat dari senyawa asal garam kobalt. Konduktometri merupakan metode analisis kimia yang didasarkan pada daya hantar listrik suatu larutan analat. Dari hasil percobaan sendiri diperoleh berat Co(NH3)4CO3 sebesar 1.6H2O. Kata kunci : kompleks. cara pemurnian dan karakterisasi ion kompleks Co(NH3)4CO3. Percobaan berikutnya yaitu tentang karakterisasi hasil menggunakan metode konduktometri. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. dan karbonatotetraminkobalt.6H2O.

dan karakterisasi ion kompleks [Co(NH3)4CO3] . Suatu ion kompleks didefinisikan sebagai ion yang tersusun dari atom pusat yang mengikat secara koordinasi sejumlah ion atau molekul netral. Menurut Lewis. Sementara itu. II. dan ion Cl(Atmojo. TUJUAN PERCONAAN Mempelajari cara pembuatan. banyak digunakan reaksireaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks. ligan merupakan basa Lewis yang berperan sebagai spesi pendonor (donator) elektron. Ion atau molekul netral sebagai spesies terikat pada atom pusat dalam suatu ion kompleks biasanya dinamakan ”ligan”. sedangkan ligan memiliki sekurangnya sepasang elektron bebas (PEB). Ligan adalah molekul atau ion yang terikat pada kation logam transisi. Beberapa contoh molekul yang dapat berperan sebagai ligan adalah H2O. Kation logam transisikekurangan elektron. Unsur transisi periode keempat dapat membentuk berbagai jenis ion kompleks. LANDASAN TEORI Senyawa Koordinasi adalah senyawa yang terbentuk dari ion sederhana (kation maupun anion) serta ion kompleks. NH3. Ion kompleks terdiri dari kation logam transisi dan ligan.kation logam transisi merupakan asam Lewis yang berperan sebagai spesi penerima (akseptor) elektron.ION KOMPLEKS TETRAAMINKARBONATOKOBALT (III) I. 2011) . cara pemurnian. Dengan demikian. Spesies ini memiliki satu pasang atau lebih elektron bebas dan berperan sebagai donor pasangan elektron pada pembentukan ikatan koordinasi(Anonim. Suatu ion (atau molekul) kompleks . Dalam Pelaksanaan analisis anorganik kualitatif. CO. Interaksi antara kation logam transisi dengan ligan merupakan reaksi asambasa Lewis. 2010). terjadi ikatankovalen koordinasi (datif) antara ligan dengan kation logam transisipada proses pembentukan ion kompleks.

Jumlah relatif komponen-komponen ini dalam kompleks yang stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu. Karena kebanyakan reaksi dimana kompleks terbentuk berlangsung larutan air. oksigen. Pt2+). 2005). 1990). [Rh(H2O)6]3+ reaksi tersebut sangat cepat dan harus dipelajari dengan metode relaksasi (Cotton. Co3+. NH2CH2CH2NH2 . meskipun tidak dapat ditafsirkan dalam lingkup konsep valensi yang klasik. atom pusat atau kelompok atom dalam senyawa kompleks tersebut bertindak sebagai asam Lewis. kadang-kadang 4 (Cu2+. Tersusun atas satu atom pusat. Jumlah ligan yang mengelilingi atom pusat menyatakan bilangan koordinasi. Anion atau molekul netral yang mengelilingi atom pusat atau kelompok atom itu disebut ligan. tetapi bilangan-bilangan 2(Ag+) dan 8 (beberapa ion dari golongan platinum) juga terdapat (Svehla.terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom (ion) pusat itu. Jika ditinjau dari sistem asam-basa lewis. dan TiO yang dikelilingi oleh sejumlah anion atau molekul disebut senyawa kompleks. yakni reaksi pertukaran air. Dengan beberapa pengecualian misalnya [Cr(H2O)6]3+. sedangkan linggannya bertindak sebagai basa Lewis. biasanya logam atau kelompok atom seperti VO. Jumlah muatan kompleks ditentukan dari penjumlahan muatan ion pusat dan jumlah muatan yang membentuk kompleks (Ramlawati. seperti nitrogen. Cr3+. salah satu reaksi yang sangat mendasar untuk dipelajari dan dipahami adalah dimana molekul-molekul air disekeliling kation dalam larutan air dipindahkan dari kulit koordinasi dan diganti oleh ligan lain masuk disini adalah kasus dimana ligan yang baru semata-mata molekul lain. Cu+. Cd3+). Zn2+. Fe3+. Ikatan yang terjadi antara ligan dan atom pusat merupakan ikatan kovalen koordinasi sehingga senyawa kompleks disebut juga senyawa koordinasi. Salah satu contoh adalah etilendiamina. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi adalah 6 (Seperti dalam kasus Fe2+. VO2. 1989 ) Molekul ataupun ion yang bertindak sebagai ligan umumnya mengandung suatu ligan atom elektronegatif. Ligan yang memiliki dua gugus yang mampu membentuk dua ikatan dengan atom sentral disebut bidentat. atau salah satu halogen. Ligan yang hanya memiliki satu pasang elektron menyendiri misalnya NH3 dikatakan unidentat.

yang nilainya = Σλt. pada hantaran ekuivalen ionic (λi) tetapi berbanding terbalik dengan jarak elektroda (d) sehingga : L = a/d × Σi Ci λi Tanda Σ menyatakan bahwa sumbangan berbagai ion terhadap konduktansi sifatnya aditif. sedangkan konduktivitas spesifik didefinisikan sebagai : . molekul organiknya adalah zat penyepit dan kompleks itu disebut senyawa sepit. Dalam bagian ini akan dibicarakan sifat-sifat listrik suatu larutan yang tidak tergantung pada reaksi elektrodanya. seperti : L = Σi Ci λi / 1000 θ = Σi Ci λi a / 1000 d Selain hantaran ekuivalen ionik. Konduktometri adalah metode analisis yang menggunakan dua elektroda inert (platinum yang terplatinasi) untuk mengukur konduktansi/daya hantar larutan elektrolit antara kedua elektroda tersebut. Satuan dari hantaran (konduktansi) adalah mho. Konduktansi didefinisikan sebagai kebalikan dari tahanan sehingga I = EL. Nilai a/d = θ merupakan faktor geometri selnya dengan nilai konstan untuk suatu sel tertentu sehingga disebut tetapan sel. Karena a dan d dalam satuan cm maka konsentrasi C satuannya dalam mL. Menurut hokum Ohm: I = E/R Dimana: I = arus (ampere) E = tegangan (volt) R = tahanan (ohm) Hukum diatas berlaku bila difusi dan reaksi elektroda tidak terjadi.dimana dua atom nitrogen ini memiliki pasangan elektron menyendiri. bila konsentrasinya dinyatakan dalam satuan Normalitas maka harus dikalikan faktor 1000. Biasanya digunakan arus bolak balik dan alat penyeimbang jembatan Wheatstone. konsentrasi ion per satuan volume (Ci). Ion tembaga (II) membentuk suatu kompleks dengan dua molekul etilendiamina cincin yang dibentuk oleh interaksi sebuah ion logam dengan dua gugus fungsional dalam ligan yang sama disebut cincin sepit. Hantaran L suatu larutan berbanding lurus dengan luas permukaan elektroda (a). dikenal pula ekuivalen hantaran A.

seperti pengukuran daya hantar larutan sampel air atau air limbah. berarti pengukuran harus dilakukan pada temperatur yang tetap.13 g/kg = 0.749 g/kg = 0. Biasanya semua pengukuran dibuat pada 25⁰C. Daya hantar (L) adalah harga resiprok tahanan (R) : L = 1/R Pendekatan pertama adalah bahwa daya hantar spesifik (k) proporsional : K = A. Pada titrasi secara konduktometri akan terjadi perubahan ion ataupun jumlah ion yang mengakibatkan perubahan hantaran larutan selama titrasi tersebut Pada konduktometri yang ditentukan adalah daya hantar sutau larutan. Pada umumnya KCL digunakan sebagai larutan pembanding.c/1000 . titrasi pengendapan bahkan dapat juga digunakan untuk menentukan kelarutan dan hasil kali kelarutan (K dan Ksp) suatu larutan elektrolit yang sulit larut. λ tergantung pada konsentrasi ionik suatu larutan dan bertambah besar dengan adanya pengenceran.11134 mho/cm 7.01265 mho/cm 0. Pengunaan alat konduktometer di laboratorium yaitu untuk mengukur daya hantar larutan zat elektrolit baik secara langsung. sampel makanan/minuman atau obat-obatan atau digunakan di laboratorium pada proses titrasi netralisasi. Nilai konduktansi spesifik (K) pada 20⁰C pada konsentrasi berbeda-beda ialah 71.414 g/kg = 0.K = L (a/d) = Lθ Tetapan sel dapat ditentukan dengan cara eksperimental dengan persamaan tersebut dimana pengukuran hantaran dilakukan pada larutan yang diketahui hantaran spesifiknya.00140 mho/cm Hantaran elektronik merupakan besaran yang tergantung pada temperatur.

ALAT DAN BAHAN A. Bahan-bahan yang diperlukan : • • • • • Kobalt (II) nitrat heksahidrat padat Ammonium karbonat Larutan ammonium pekat Larutan hidrogen peroksida 30% Kertas whattman 40 IV. Alat-alat yang diperlukan : • • • • 2 buah gelas beker 25 ml 1 buah gelas ukur 50 ml 1 buah gelas ukur 10 ml 1 set pemanas 1 buah corong gelas 1 buah erlenmeyer 250 ml 1 buah gelas beker 500 ml 1 buah pipet tetes 1 set konduktometer • • • • • B. 2004). III.Faktor proporsional A dinyatakan sebagai daya hantar molar yang dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi. LANGKAH KERJA . Ketergantungan akan ini pada elektrolit lemah dise bapkan oleh bertambahnya disosiasi dengan bertambahnya pengenceran (Anonim.

Karakterisasi Hasil diencerkan Kristal hasil percobaan A dengan Akuades Diukur Konduktivitas dengan Konduktometer V. Pembuatan Senyawa Kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 7.6H2O + 15 ml akuades Gelas Beker 250ml 4ml H2o2 perlahanlahan Tambahkan 2.5 gram Co(NO3)2.5gram (NH4)2CO3 Panaskan hingga volume larutan 40ml Timbang Kristal Saring dengan buchner Filtrate dimasukkan kedalam kulkas Saring dengan whatman 40 B. HASIL PERCOBAAN Tetraaminkarbonatokobalt (III) .A.

03 gram 21.2% .[Co(NH3)4CO3]NO3 Wujud Warna Bau Massa Rendemen : : : : : serbuk kristal ungu berkarakteristik 1.

UI-Press. 2005. Svehla.staff. Makassar. Http://benito. 2010.id/interaksi%20antar%20bahan%20terlarut. KESIMPULAN • Berat Co(NH3)4CO3 hasil yang diperoleh sebesar 1.77.html Anonim.ac. diakses pada 1April 2012. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Anonim.VI. 2005.2%. VIII. Wilkinson. Ramlawati. Buku Ajar Kimia Anorganik Fisik.ugm. Underwood. Http://scribd. dengan rendemen hasil sebesar 21.com Cotton. Analisis Kimia Kuantitatif. Ion Kompleks. Day. diakses pada 1April 2012. LEMBAR PENGESAHAN Mengetahui : Yogyakarta. 1989. Konduktivitas yang diperoleh dari metode konduktometri adalah sebesar 209. Konduktometri.03 gram. Jurusan Kimia FMIPA UNM. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta. Jakarta. Kimia Anorganik Dasar. • VII. Erlangga. 1990. 2004. 27 Maret 2012 Asisten Praktikan Adhi Dwi H Zimon Pereiz .

Laporan sementara PERHITUNGAN mol Co(NO3).026 mol 0. LAMPIRAN A.6H2O mol (NH4)2CO3 mol NH3 Pers.105 mol 0.026 mol 0.42 mol Co(H2O)62+(aq) + 4NH3(aq ) + CO32-(aq) Mula Reaksi Sisa 0.026 mol 0.026 mol = 0. reaksi : = 0.105 mol = 0.026 mol 0.026 mol Massa [Co(NH3)4CO3]+ mol x Mr 0.079 mol [Co(NH3)4CO3]+(s) +6H2O(l) 0.862 gram Rendemen = 1.026 mol x 187 g/mol 4.026 mol 0 0.42 mol 0.03 .394 mol = = = 0.IX. Perhitungan B.

4.862 = 21.2% x 100% .